Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Manusia

OPINI | 15 November 2010 | 19:50 Dibaca: 31997 Komentar: 0 Nihil

Pertumbuhan dan Perkembangan Pertumbuhan adalah proses perubahan jasmani yang terjadi sampai mencapai kematangan fisik yang bersifat kuantitatif yang dialami oleh individu yang satu dengan yang lain berbeda. Sedangkan perkembangan adalah perubahan individu yang lebih ke arah rohaniah yang menjadi unik untuk setiap individu, karena perkembangan individu berbeda, perkembangan juga memiliki pola-pola tersendiri yang khas yang hanya bisa diamati tanpa bisa diukur. Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu. Walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada orang dewasa, misalnya mengkonsumsi makanan, perawatan, bimbingan, perasaana aman, pencegahan penyakit dan sebaginya. Oleh karena itu semua orang-orang yang mendapat tugas mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, diantaranya adlah faktor lingkungan. Bila lingkungan karena suatu hal menjadi buruk, maka keadaan tersebut hendaknya diubah (dimodifikasi) sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berjalan dengan sebaikbaiknya. Fase dan Tugas Perkembangan Fase perkembangan manusia: 1. Bayi 2. Anak-anak 3. Remaja 4. Dewasa 5. Lansia Setiap fase atau tahapan perkembangan kehidupan manusia senantiasa berlangsung seiring dengan kegiatan belajar. Tugas fase yang muncul dalam

hal-hal lain yang juga menimbulkan tugas-tugas perkembangan adalah: ● adanya kematangan fisik tertentu pada fase perkembanangan tertentu ● adanya dorongan cita-cita psikologis manusia yang sedang berkembang itu sendiri. Pada pembahasan ini akan diterangkan prinsip perkembangan menurut Hurlock (1991). Prinsip-prinsip ini merupakan ciri mutlak dari pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh seorang anak. Belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tententu pada saat atau masa perkembangan yang tepat dipandang berkaitan langsung dengan tugas-tugas perkembangan berikutnya. seperti kegiatan belajar terampil melakukan sesuatu pada fase perkembangan tertentu yang lazim terjadi pada manusia normal. Setiap tahap. Bisa pula dikatakan. Adanya perubahan. prinsip tersebut adalah : a. dan ● adanya tuntutan kultural masyarakat. prinsip perkembangan dapat diartikan sebagai “kaidah atau patokan yang menyatakan kesamaan sifat dan hakikat dalam perkembangan”. yang harus dicapai si anak atau individu. Dalam rangka memfungsikan tahap-tahap perubahan yang menyertai perkembangannya manusia harus belajar melakukan kebiasaan-kebiasaan tententu umpamanya kebiasaan belajar berjalan dan berbicara pada rentang usia 1-5 tahun. terutama tahap-tahap perkembangan yang dikemukakan oleh Erickson dan Havigurst mempunyai tema yang menggambarkan tugas utama dari masa itu. Prinsip Perkembangan Secara spesifik. Selain itu. prinsip perkembangan adalah “patokan generalisasi mengenai sebab dan akibat terjadinya peristiwa perkembangandalam diri manusia”. . merupakan keharusan universal dan idealnya berlaku secara otomatis. Manusia tidak pernah dalam keadaan statis dia akan selalu berubah dan mengalami perubahan mulai pertama pembuahan hingga kematian tiba.setiap perkembangan. Setiap anak atau individu berkembang melalui tahap perkembangan. Setiap tahap juga memiliki tugas-tugas perkembangan konkrit yang penting.

Semua anak mengikuti pola perkembangan yang sama dari saatu tahap menuju tahap berikutnya. kemudian berada di titik puncak kemudian mengalami kemunduran. 1. Pola perkembangan dapat diramalkan Dalam perkembangan motorik akan mengikuti hukum chepalocaudal yaitu perkembangan yang menyebar keseluruh tubuh dari kepala ke kaki ini berarti bahwa kemajuan dalam struktur dan fungsi pertama-tama terjadi di bagian kepala kemudian badan dan terakhir kaki. b. Lingkungan tempat anak menghaiskan masa kecilnya akan sangat berpengaruh kuat terhadap kemampuan bawaan mereka. terdapat 4 bukti yang membenarkan pendapat ini. Dasar awal cepat menjadi pola kebiasaan.Perbuhan tersebut bisa menanjak. Hasil belajar dan pengalaman merupakan hal yang dominan dalam perkembanga anak 2. Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar Perkembangan seorang anak akan sangat diperngaruhi oleh proses kematangan yaitu terbukanya karateristik yang secara potensial sudah ada pada individu yang berasal dari warisan genetik individu. Semakin dini sebuah perubahan dilakukan maka semakin mudah bagi seorng anak untuk mengadakan perubahan bagi dirinya. Perkembangan awal lebih kritis daripada perkembangan selanjutnya. ini berlaku baik untuk perkembangan fisik maupun mental. Pola perkembangan mempunyai karateristik yang dapat diramalkan Karateristik tertentu dalam perkembangan juga dapat diramalkan. Bukti-bukti ilmiaih telah menunjukkan bahwa dasar awal cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dari perilaku anak sepanjang hidupnya. d. e. Kemampuan jarijemari seorang anak akan didahului oleh ketrampilan lengan terlebih dahulu. c. . Dasar awal sangat sulit berubah meskipun hal tersebut salah 4. hal ihi tentunya akan berpengaruh sepanjang hidup dalam penyesuaian sosial dan pribadi anak 3. Hukum yang kedua yaitu proxmodistal perkembangan dari yang dekat ke yang jauh.

psikologis dan sosial. Setiap tahap perkembangan memiliki bahaya yang potensial Pola perkembangan tidak selamanya berjalan mulus. Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan Walaupun pola perkembangan sama bagi semua anak. Dan dapat dikatakan bahwa anak sedang mengalami gangguan penyesuaian yang buruk atau ketidakmatangan. Bahaya ini dapat mengakibatkan terganggunya penyesuaian fisik. dan pada anak lain terjadi penyimpangan. sedangkan lain bergerak dengan kecepatan yang melonjak. dan sangat menentukan tercapai atau tidaknya potensi bawaan . Faktor eksternal / lingkungan ● Mempengaruhi individu setiap hari mulai konsepsi sampai akhir hayatnya. Sehingga pola perkembangan anak tidak menaik tapi datar artinya tidak ada peningkatan perkembangan. warna mata. ras. Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Faktor genetik ●Faktor keturunan ●Bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupan ●Menentukan beberapa karakteristik seperti jenis kelamin. pertumbuhan fisik. pada setiap usia mengandung bahaya yang dapat mengganggu pola normal yang berlaku. Kemudian juga faktor lingkungan yang turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan seorang anak. setiap anak akan megikuti pola yang dapat diramalkan dengan cara dan kecepatanya sendiri. Beberapa anak berkembang dengan lancar. bertahap langkah demi langkah. sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti temperamen ●Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal. Beberapa hal yang dapat menyebabkan antara lain dari lingkungan dari dari anak itu sendiri. rambut. Perbedaan ini disebabkan karena setiap orang memiliki unsur biologis dan genetik yang berbeda.f. g.

sebagai Gestalt. Misalnya. maka siswa itu belum bisa dikatakan belajar. namun bila siswa itu gagal mendemonstrasikan kemampuannya dalam membaca. dan sebagainya. melainkan justru teman kita itu sebagai keseluruhan. dahinya yang terluka. belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. pulpennya yang bagus. Prinsip-prinsip teori behaviorisme yang banyak dipakai didunia pendidikan ialah (Harley & Davies. 1997): ●Proses belajar dapat berhasil dengan baik apabila si belajar ikut berpartisipasi secara aktif didalamnya ●Materi pelajaran dibentuk dalam bentu unit-unit kecil dan diatur berdasarkan urutan yang logis sehingga si belajar mudah mempelajarinya . dari kejauhan yang kita saksikan terlebih dahulu bukanlah bajunya yang baru atau pulpennya yang bagus. Bila kita bertenu dengan seorang teman misalnya. Teori Behaviorisme Menurut teori belajar ini adalah perubahan tingkah laku. seorang siswa belum bisa membaca maka betapapun gurunya berusaha sebaik mungkin mengajar atau bahkan sudah hafal huruf A sampai Z di luar kepala. bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian daripada keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lainnya. Ia dikatakan telah belajar apabila ia menunjukkan suatu perubahan dalam tingkah laku ( dari tidak bisa menjadi bisa membaca). baru kemudian menuyusul kita saksikan adanya hal-hal khusus tertentu seperti bajunya yang baru. seseorang dianggap belajar sesuatu bila ada menunjukkan perubahan tingkah laku. keseluruhan ada terlebih dahulu baru disusul oleh bagian-bagiannya. 1978 dalam Toeti. Dalam proses diferensiasi itu yang primer adalah keseluruhan. sedangkan bagian-bagian adalah sekunder. atau dahinya yang terluka. Dengan kata lain.●Faktor eksternal yang cukup baik akan memungkinkan tercapainya potensi bawaan. sedangkan yang kurang baik akan menghambatnya Aliran Psikologi dan Implikasinya dalam Pembelajaran Aliran gestalt Menurut para pengikut gestalt perkembangan itu adalah proses diferensiasi.

Teori konstruktivisme Implikasi teori konstruktivisme pada pembelajaran diantaranya : a.●Tiap-tiap respons perlu diberi umpan balik secara langsung. Setiap guru akan pernah mengalami bahwa suatu materi telah dibahas dengan jelas-jelasnya namun masih ada sebagian siswa yang belum mengerti ataupun tidak mengerti materi yang diajarkan sama sekali. sehingga pengetahuan materi yang dibangun atau dikonstruksi para siswa sendirisan bukan ditanamkan oleh guru. Karena. hanya dengan usaha yangkeras para sisiwa sedirilah para siswa akan betul-betul memahami suatu materi yang diajarkan. sehingga si belajar dapat mengetahui apakah respons yang diberikan telah benar atau belum ●Setiap kali si belajar memberikan respons yang benar maka ia perlu diberi penguatan. b. Guru harus memahami proses yang digunakan anak sehingga sampai pada hasil tersebut. Usaha keras seorang guru dalam mengajar tidak harus diikuti dengan hasil yang baik pada siswanya. 4) Mengutamakan peran siswa untuk saling berinteraksi. Penguatan positif ternyata memberikan pengaruh yang lebih baik daripada penguatan negatif Teori Kognitif Piaget menjabarkan implikasi teori kognitif pada pendidikan yaitu: 1) Memusatkan perhatian kepada cara berpikir atau proses mental anak. Tugas setiap guru dalam memfasilitasi siswanya. Para sisiwa harus dapat secara aktif mengasimilasikan dan mengakomodasi pengalaman baru kedalam kerangka kognitifnya. tidak sekedar kepada hasilnya. . namun seluruh atau sebagian siswanya tidak belajar sama sekali. 3) Memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan perkembangan. 2) Mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa seorang guru dapat mengajar suatu materi kepada sisiwa dengan baik.

d. guru harus memahami model-model mental yang digunakan para siswa untuk mengenal dunia mereka dan penalaran yang dikembangkandan yang dibuat para sisiwa untuk mendukung modelmodel itu.c. Siswa perlu mengkonstruksi pemahaman yang mereka sendiri untuk masing-masing konsep materi sehingga guru dalam mengajar bukannya “menguliahi”. . Untuk mengajar dengan baik. menerangkan atau upaya-upaya sejenis untuk memindahkan pengetahuan pada siswa tetapi menciptakan situasi bagi siswa yang membantu perkembangan mereka membuat konstruksi-konstruksi mental yang diperlukan.