BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen dan Manajemen Sumber Daya Manusia 2.1.

1 Pengertian Manajemen Sebelum mengemukakan beberapa pendapat mengenai apa yang dimaksud dengan manajemen sumber daya manusia, maka perlu dijelaskan terlebih dahulu mengenai arti manajemen itu sendiri, karena manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari fungsi manajemen itu sendiri. Menurut Hasibuan (2008), manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pengertian ini menjelaskan bahwa manajemen merupakan suatu ilmu dan seni dimana dalam pelaksanaannya seorang manajer perlu mencari cara dalam memberdayakan sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan perusahaan. Sedangkan menurut Samsudin (2010) mengemukakan bahwa manajemen adalah bekerja dengan orang-orang untuk mencapai tujuan organisasi dengan pelaksanaan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan (leading), dan pengawasan (controlling). Sedangkan menurut G. R Terry (dalam Samsudin 2010) mengemukakan manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan

5

untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. 2.1.2 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia dalam organisasi merupakan human capital, karena sumber daya manusia memberikan kontribusi terhadap profitabilitas. Seringkali juga disebut sebagai modal intelektual (intelectual capital), karena kemampuan memberikan ide-ide cemerlang dalam pengembangan organisasi. Manajemen sumber daya manusia merupakan konsep luas tentang filosofi, kebijakan, prosedur dan praktek yang digunakan untuk mengelola individu atau manusia melalui organisasi. Penggunaan konsep dan sistem sumber daya manusia adalah kontrol secara sistematis dari proses jaringan fundamental organisasi yang mempengaruhi dan melibatkan semua individu dalam organisasi, termasuk proses perencanaan sumber daya manusia, desain pekerjaan, susunan kepegawaian, pelatihan dan pengembangan, representasi dan perlindungan tenaga kerja, serta pengembangan organisasi. Untuk mengendalikan dan mengatur proses tersebut, maka sistem harus direncanakan, dikembangkan dan diimplementasikan oleh manajemen puncak. Manajemen memang dapat mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi di atas memberikan kenyataan bahwa kita terutama mengelola sumberdaya manusia bukan materil atau finansial. Di lain pihak, manajemen mencakup fungsi-fungsi perencanaan (penetapan apa yang akan dilakukan), pengorganisasian (perancangan dan penugasan kelompok kerja), penyusunan personalia (penarikan, seleksi, pengembangan, pemberian kompensasi dan penilaian

6

pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai berbagai tujuan individu. Yuniarsih dan Suwatno (2008 : 1) mengemukakan bahwa : “ Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang memfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan suatu organisasi “. pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan. pemberian kompensasi. karena yang di “manage” adalah manusia. pengorganisasian. pengarahan (motivasi. Lalu apa definisi sumberdaya manusia ? Manajemen sumberdaya manusia mempunyai kekhususan dibandingkan dengan manajemen secara umum. organisasi dan masyarakat. pelaksanaan dan pengendalian. dan pengelolaan konflik) dan pengawasan. Selanjutnya. kepemimpinan. pengorganisasian.produktivitas kerja). Karena sumber daya manusia dianggap semakin penting perannya dalam pencapaian tujuan organisasi. sehingga keberhasilan atau kegagalan manajemen sumberdaya manusia ini mempunyai dampak yang sangat luas. Istilah 7 . pengintegrasian. integrasi. maka berbagai pengalaman dan hal penelitian dalam bidang sumber daya manusia dikumpulkan secara sistematis. Hal senada dikemukakan pula oleh Rivai (2009 : 1) bahwa : Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu bidang dari manajemen yang meliputi segi-segi perencanaan. pengembang-an. Rachmawati (2008 : 3) memberikan definisi manajemen sumber daya manusia sebagai berikut : Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses perencanaan.

manajemen mempunyai arti sebagai kumpulan pengetahuan tentang bagaimana seharusnya mengelola sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia mempunyai peranan yang penting yang dimainkan oleh sumber daya manusia dalam suatu organisasi yang menuntut pengelolaan sumber daya manusia yang semakin efektif sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan profesionalisme dalam bidang manajemen 8 . leading dan controlling. Selanjutnya menurut Mondy (2008 : 4) mengemukakan bahwa Manajemen sumber daya manusia adalah pemanfaatan sejumlah individu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. penempatan yang meliputi promosi. hingga pemutusan hubungan kerja. Konsekuensinya. seleksi.organizing. penilaian kinerja. demosi dan transfer. para manajer disetiap tingkat harus melibatkan diri mereka dengan manajemen sumber daya manusia. semua manajer membuat segala sesuatunya terselesaikan melalui upayaupaya lain. yang ditujukan bagi peningkatan kontribusi produktif dari sumber daya manusia organisasi terhadap pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif dan efisien. dalam setiap aktivitas/fungsi operasional sumber daya manusia SDM mulai dari proses penarikan. pelatihan dan pengembangan. Begitu pula halnya dengan Sofyandi (2008 : 6) manajemen sumber daya manusia didefinisikan sebagai berikut : Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu strategi dan menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu planning. Pada dasarnya. hubungan industrial. ini memerlukan sumber daya manusia yang efektif. pemberian kompensasi.

proses seleksi. Penarikan (rekrutmen) pegawai merupakan suatu proses atau tindakan yang dilakukan oleh organisasi untuk mendapatkan tambahan pegawai melalui beberapa tahapan mencakup identifikasi dan evaluasi sumber-sumber penarikan tenaga kerja.personalia dan manajemen sumber daya manusia dalam suatu organisasi guna mencapai tujuan bisnis atau sebagai suatu mekanisme pengintegrasian antara kebijakan-kebijakan perusahaan dengan penerapannya dalam mengelola sumber daya manusia dan kaitannya dengan strategi organisasi. penempatan.1. Organisasi-organisasi sangat menginginkan informasi yang akurat 9 . Rekrutmen merupakan proses komunikasi dua arah. Pengerian Rekrutmen Rekrutmen adalah putusan sumber daya manusia (SDM) berupa banyak dibutuhkan. Dampak dari berbagai kemajuan tersebut dapat bersifat positif dan juga bisa negatif. menentukan kebutuhan tenaga kerja. Relevansi dan pentingnya manajemen sumber daya manusia tidak terlepas dari berbagai perkembangan dan kemajuan yang dicapai di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Para pelamar menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apakah rasanya bekerja di dalam organisasi bersangkutan.2001:112). kemampuan khusus yang dimiliki. dan orientasi tenaga kerja. Penarikan pegawai bertujuan menyediakan pegawai yang cukup agar manajemen dapat memilih karyawan yang memenuhi kualifikasi yang mereka perlukan (Maltis. kapan dibutuhkan. serta pengetahuan. 2. keterampilan.1.

Identifikasi dan evaluasi Tahap identifikasi merupakan tahap awal dari proses yang terdiri atas penentuan dari unsur-unsur yang diamati.tentang seperti apakah pelamar-pelamar tersebut jika kelak mereka diangkat sebagai pegawai.yang terbagi atas rekrutmen internal dan eksternal. Sementara menurut Sukirno (2004:98) rekrutmen adalah proses menarik orang-orang yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan lamaran atas pekerjaan yang belum terisi. maka terlebih dahulu perusahaan harus memilih sumber-sumber tenaga kerja yang tersedia.rekrutmen internal merupakan promosi karyawan yang dalam oganisasi yang tujuan nya untuk menjaga dan memeprtahankan karyawan yang memiliki kinerja baik.wawancara pameran peluang kerja dan metode lainnya. (Kasmir. Pemilihan sumber-sumber tenaga kerja sangat penting mengingat jika salah dalam pemilihan sumber tenaga kerja akan berakibat fatal yaitu memperoleh tenaga kerja yang tidak sesuai dengan harapan. Kegiatan ini diawali dengan melakukan analisis pekerjaan agar dapat mengenali unsur-unsur yang dapat dinilai dan dapat mengembangkan 10 . Agar kualitas tenaga kerja yang diperoleh sesuai dengan keinginan perusahaan. Rekrutmen eksternal melibatkan usaha menarik orang-orang dari luar organisasi untuk mengisi lowongan pekerjaan melalui pemasangan iklan . 2002: 139) “Penarikan (recruitment) pegawai merupakan suatu proses atau tindakan yang dilakukan oleh organisasi untuk mendapatkan tambahan pegawai melalui tahapan empat yaitu: 1.

Selanjutnya. apa yang akan dinilai adalah yang berkaitan dengan pekerjaan. Menyeleksi sekumpulan pengetahuan. berarti ada pengamatan secara seksama dan periodik. Wawancara awal b. Proses seleksi Seleksi merupakan proses pemilihan orang-orang yang memiliki kualifikasikualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisis lowongan pekerjaan di sebuah organisasi (Malthis. prosedurnya meliputi: a. bukan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan. Adapun proses seleksi yang lazim dipergunakan oleh perusahaan. 2006:261). keahlian. Dalam kaitannya dengan pihak penilai. diadakan evaluasi. 2. Dengan diadakannya evaluasi. dan kemampuan yang sesuai merupakan suatu paket yang terdapat pada manusia untuk memperoleh ”kecocokan” antara apa yang sesungguhnya dapat dilakukan dan apa yang ingin dilakukan pelamar. Test psikologi e. Semua unsur yang dinilai harus diamati secara seksama agar dapat dibuat penilaian yang wajar dan tepat.skala penilaian. Pemeriksaan referensi d. Seleksi lebih dari sekedar pemilihan orang yang tersedia. Pengisian formulir c. Wawancara/ interview 11 . Tentu saja. identifikasi berarti bahwa bagaimanapun pihak penilai harus dapat menentukan unsur-unsur yang dinilai dari yang dinilai.

meninjau ulang tugas-tugas dan tanggung jawab 12 . Orientasi tenaga kerja Orientasi dapat diartikan sebagai proses yang ditujukan untuk memperkenalkan dengan rekan-rekan kerja atau proses pengenalan dengan karyawan lama. prosedur. sejarah. kemungkinan-kemungkinan promosi. kesempatan untuk bekerja sama. prosedur penggajian. Penempatan Penempatan bukanlah merupakan sebuah keputusan final. 4. jam kerja. Karena alasan itu maka penempatan pertama biasanya berstatus ”percobaan”. Pemeriksaan kesehatan h. Indeks atau orientasi 3. dan dapat didefinisikan sebagai kegiatan untuk memperkenalkan karyawan baru dengan rekan kerjanya dan dengan organisasi. philosophy. Misalnya. pembayaran atau imbalan). Faktor-faktor diatas memang harus diakui. Hal ini merupakan sebuah langkah awal yang terdiri dari apa yang menurut perkiraan supervisor yang bersangkutan dapat dilakukan oleh si pekerja baru dengan apa yang ”diminta” oleh pekerja (dalam bentuk minat intrinsik. dan aturan-aturan. fasilitas dan tunjangan perusahaan. yaitu informasi mengenai tujuan. mengkomunikasikan kebijaksanaan SDM yang penting. tidak mudah untuk diselesaikan terlebih bagi seorang pekerja baru yang belum ”dikenal”. persyaratan kerja lembur.f. Baik si pekerja baru maupun perusahaan sedang melakukan ”ujicoba”. Persetujuan atasan langsung g.

Langkah selanjutnya adalah calon karyawan tersebut diserahkan pada masing-masing supervisornya. Perusahaan dapat memperoleh jenis karyawan dalam kualitas dan jumlah yang sesuai dengan keinginan dari dalam perusahaan sendiri maupun dari luar perusahaan. dan memperkenalkan karyawan itu kepada pimpinan dan rekan kerjanya. Tahap ini adalah langkah terakhir dari proses rekrutmen.karyawan menyediakan tour kunjungan fisik didalam organisasi. Jika masih ada karyawan yang 13 . untuk menerima pengenalan lebih lanjut. Pada tahap orientasi ini pertama karyawan diterima dengan diberikan pengarahan dan informasi tentang keadaan perusahaan. Berhasil tidaknya orientasi ini bisa diukur dari puas tidaknya supervisor dan karyawankaryawan lama terhadap masuknya calon karyawan tersebut dalam kelompok kerja 2. 1.Sumber dari Dalam Perusahaan (Internal) Sumber Internal menurut Hasibuan (2002: 42) adalah karyawan yang akan mengisi lowongan kerja yang lowong diambil dari dalam perusahaan tersebut. yakni dengan cara memutasikan atau memindahkan karyawan yang memenuhi spesifikasi pekerjaan jabatan itu.1. sifat dan sejarah berdirinya perusahaan beserta produk yang ditawarkan. dimana penolakan dapat dilakukan bila calon pegawai gagal selama masa orientasi atau induksi. dan kesejahteraan atau jaminan sosial yang diberikan perusahaan kepada karyawan. kompensasi. Pemindahan karyawan bersifat vertikal (emosi ataupun demosi) maupun bersifat horizontal (mutasi dan rotasi). Orientasi tenaga kerja ini menyangkut masalah atau pengenalan dan penyesuaian karyawan baru dengan perusahaan.2 Sumber Penarikan Tenaga Kerja. kondisi kerja.

Cara ini dinilai sangat positif. sebaiknya pengisian jabatan tersebut diambil dari dalam perusahaan.memenuhi spesifikasi pekerjaan.Walk-in Pelamar atau pencari kerja datang sendiri ke perusahaan dan kemudian mengisi blanko lamaran yang telah disediakan oleh perusahaan atau mereka yang mengisi secara kebetulan. 2. Dengan demikian dapat diharapkan bahwa tenaga kerja yang telah diterima adalah tenaga kerja yang bermutu baik. Hal ini sangat penting untuk memberikan kesempatan promosi bagi karyawan yang ada. jika tidak ada karyawan yang memenuhi kualifikasi jabatan yang lowong. 14 . khususnya untuk jabatan manajerial.Perusahaan dapat menarik karyawan dari sumber eksternal. b. ada beberapa metode atau cara untuk mendapatkan tenaga kerja dari sumber-sumber eksternal. yaitu: a. karena dengan sistem ini tenaga kerja yang diterima merupakan pilihan dari pelamar-pelamar yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan perusahaan.Rekomendasi dari Karyawan Pihak perusahaan terkadang meminta kepada pegawai atau karyawan mencari tenaga kerja untuk mengisi pekerjaan yang lowong.Sumber dari Luar Perusahaan (Eksternal) Sumber eksternal menurut Hasibuan (2002: 42) adalah usaha penarikan tenaga kerja dari luar perusahaan. Menurut Handoko (2001: 74).

Agen-agen Penempatan Tenaga Kerja Agen-agen atau badan-badan penempatan tenaga kerja (seperti Departemen Tenaga Kerja) atau dapat diminta bantuannya untuk mengatasi beban maksimal dan kebutuhan pegawai. d. e.Iklan dalam surat kabar. melalui radio.Iklan Periklanan merupakan cara lain yang dianggap baik untuk menarik calon tenaga kerja. Kebijakan ini 15 . g. majalah.Organisasi Karyawan Perusahaan dapat mencari tenaga kerja dari organisasi karyawan yang sesuai dengan keterampilan yang diinginkan oleh perusahaan. Sudah jelas bahwa ini menguntungkan bagi manajemen untuk dapat menarik tenaga kerja terampil dan berpengalaman. f. Hal ini disebabkan karena tugas atau jabatan semakin kompleks. biasanya dapat menarik banyak tenaga kerja tetapi mutunya sangat berbeda.Lembaga Pendidikan Perusahaan banyak melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan atau kursus-kursus dengan maksud mendapatkan tenaga kerja dengan kualifikasi dan tingkat pendidikan tertentu.Nepotisme Penarikan anggota keluarga merupakan komponen program penarikan tenaga kerja yang tidak dapat dilakukan dalam perusahaan-perusahaan keluarga.c.

Perusahaan tidak hanya mendapatkan tenaga kerja yang terlatih. para calon anggota tenaga kerja mungkin tertarik untuk bekerja di perusahaan tersebut. namun banyak waktu digunakan untuk tukar-menukar informasi kerja.tidak berkaitan dengan penarikan atas dasar kecakapan.Organisasi Militer Perusahaan dapat mengambil tenaga kerja dari dinas militer. juga menghindarkan perusahaan dari kewajiban-kewajiban dalam pensiun. k. Dengan cara ini. dan terpilih.Open House Open house adalah suatu teknik penarikan tenaga kerja dimana orang-orang disekitar perusahaan di undang untuk mengunjungi dan melihat-lihat keadaan perusahaan. Biasanya anggota militer mempunyai suatu keahlian tertentu yang dapat diandalkan.Asosiasi Profesional Perekrutan yang dilakukan melalui jaringan-jaringan hubungan pribadi dan pasar tenaga kerja kecil tetapi khusus. i. j. Walaupun tujuan resmi perkumpulan profesional untuk saling menukar makalah-makalah ilmiah.Penyewaan (Leasing) Perusahaan dapat menarik tenaga kerja honorer yang dibayar secara harian untuk menyesuaikan dengan kebutuhan sumber daya manusia jangka pendek. baik. asuransi dan kompensasi. h. tetapi berdasarkan kepentingan dan kesetiaan kepada perusahaan. 16 .

Akibatnya. b.3 Metode-metode Rekrutmen Metode penarikan akan berpengaruh besar terhadap banyaknya lamaran yang masuk ke dalam perusahaan. Hal ini tampak dalam sikap positif pekerja terhadap 17 . cetak maupun elektronik. agar tersebar luas ke masyarakat. metode penarikan karyawan baru terbagi dua yaitu : a. Menurut Hasibuan (2002:44).1. Pengertian Kepuasan kerja Luthan (2006) memberikan definisi komprehensif dari kepuasan kerja yang meliputi reaksi atau sikap lognitif. 2. lamaran yang masuk relatif sedikit sehingga kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang baik sulit.1.2. Dengan metode terbuka. diharapkan lamaran banyak masuk sehingga kesempatan untuk mendapatkan karyawan yang qualified lebih besar.Metode Tertutup Metode tertutup adalah ketika penarikan kerja diinformasikan kepada para karyawan atau orang-orang tertentu saja.Metode Terbuka Metode terbuka ketika penarikan diinformasikan secara luas dengan memasang iklan pada media massa.2. Sedangkan menurut Umar (2005) dapat dijelaskan bahwa kepuasan kerja merupakan penilaian atau cerminan dari perusahaan pekerja terhadap pekerjaannya. efektif. evaluatif dan menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan emosi yang senang atau emosi positif yang berasal dari penilaian pekerjaan atau pengalaman kerja seseorang.

pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi dilingkungan kerjanya. dengan demikian kepuasan kerja dapat dilihat dan diduga. 2006). dapat dinyatakan bahwa kepuasan kerja merupakan sikap positif atau negatif terhadap pekerjaannya yang terkait dengan kondisi kerja dan lingkungan kerja. 1) Kepuasan kerja merupakan respon emosional terhadap situasi kerja. 2) Kepuasan kerja sering ditentukan menurut seberapa baik hasil yang dicapai memenuhi atau melampaui harapan. Sedangkan menurut Handoko (2001) kepuasan kerja adalah keadaan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka. Asa’ad (2001) mengemukakan bahwa kepuasan kerja merupakan sifat umum yang merupakan hasil dari beberapa sikap khusus terhadap factor pekerjaan. Kepuasan kerja adalah hasil dari persepsi karyawan mengenai seberapa baik hasil pekerjaan mereka memberikan hal yang dinilai penting (Luthan. penyesuaian diri dan hubungan sosial individu diluar kerja. 3) Kepuasan kerja mewakili beberapa sikap yang berhubungan. Menurut Luthan (2006) terdapat tiga dimensi yang diterima secara umum dalam kepuasan kerja yaitu sebagai berikut. Dari beberapa pendapat tersebut. Dampak kepuasan kerja perlu dipantau dengan mengaitkan pada output yang dihasilkan. 18 .

Departemen SDM hendaknya senantiasa memantau kepuasan kerja para karyawan karena hal tersebut besar pengaruhnya terhadap kinerja karyawan. 3) Promosi Kesempatan promosi sepertinya memiliki pengaruh yang berbeda pada kepuasan kerja. 19 .2. kesempatan untuk belajar. Faktor-faktor utama yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja menurut Luthan (2006) yaitu sebagai berikut. 2) Gaji Upah dan gaji dikenal menjadi signifikan tapi kompeks kognitif dan merupakan faktor multidimensi dalam kepuasan kerja. dan kesempatan untuk menerima tanggung jawab.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Kepuasan kerja merujuk kepada sikap dan prilaku seseorang terhadap pekerjaannya. namun sebaliknya jika kepuasan kerja seseorang rendah akan menunjukkan sikap yang negatif terhadap pekerjaannya dan komitmen orang tersebut terhadap organisasinya rendah sehingga dapat menyebabkan orang tersebut mangkir dari perusahaannya. hal ini dikarenakan promosi memiliki sejumlah bentuk yang berbeda dan memiliki berbagai penghargaan.2. 1) Pekerjaan itu sendiri Dalam hal ini dimana pekerjaan memberikan tugas yang menarik. seseorang dengan tingkat kepuasan kerja tinggi akan menunjukkan sikap yang positif terhadap pekerjannya.

Jika segalanya berjalan baik tidak ada masalah kepuasan kerja.4) Pengawasan Pengawasan (supervisi) merupakan sumber penting lain dari kepuasan kerja. Menurut As’ad (2001) ada 10 faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja. nasihat dan bantuan pada anggota individu. 20 . ada dua dimensi gaya pengawasan yang mempengaruhi kepuasan kerja yaitu berpusat pada karyawan dan partisipasi atau pengaruh kemampuan penyelia untuk memberikan bantuan teknis dan dukungan prilaku. kenyamanan. lingkungan menarik) individu akan lebih mudah menyelesaikan pekerjaan mereka sebaliknya jika kondisi kerja buruk individu akan lebih sulit menyelesaikan pekerjannya. 5) Kelompok kerja Rekan kerja atau anggota tim yang kooperatif merupakan sumber kepuasan kerja yang paling sederhana pada karyawan secara individu bertindak sebagai sumber dukungan. jika kondisi kerja bagus (bersih. 6) Kondisi kerja Kondisi kerja memiliki kecil pengaruhnya terhadap kepuasan kerja. jika segalanya berjalan buruk masalah ktidakpuasan kerja muncul. yaitu. 1) Kesempatan untuk maju Dalam hal ini ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan peningkatan kemampuan selama kerja.

penyinaran. Supervisi yang buruk berakibat absensi dan turn over. dan jarang orang mengekspresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang diperolehnya.2) Keamanan kerja Faktor ini sering disebut sebagai penunjang kepuasan kerja. akan dapat meningkatkan atau mengurangi kepuasan. 7) Kondisi kerja Termasuk disini adalah kondisi tempat kerja. 3) Gaji Gaji lebih banyak menyebabkan ketidakpuasan. ventilasi. baik bagi karyawan pria maupun wanita. Keadaan yang aman sangat mempengaruhi perasaan karyawan selama bekerja. kantin dan tempat parkir. 4) Perusahaan dan manajemen Perusahaan dan manajemen yang baik adalah faktor yang mampu memberikan situasi dan kondisi kerja yang stabil. Sukar dan mudahnya serta kebanggaan akan tugas. 21 . 5) Pengawasan (supervisi) Bagi karyawan. 6) Faktor intrinsic dari pekerjaan Atribut yang ada pada pekerjaan mensyaratkan ketrampilan tertentu. supervisi dianggap sebagai figur ayah sekaligus atasan. Faktor ini yang menentukan kepuasan kerja karyawan.

memahami. atau perumahan merupakan standar suatu jabatan dan apabila dapat memenuhi akan menimbulkan rasa puas.1. Pengertian kinerja atau prestasi kerja diberi batasan oleh Maier (dalam Moh As’ad.3. Dalam hal ini adanya kesediaan pihak atasan untuk mau mendengar.1 Pengertian Kinerja Kinerja mengacu pada prestasi karyawan yang diukur berdasarkan standar atau kriteria yang ditetapkan perusahan. Kinerja 2.8) Aspek sosial Dalam pekerjaan merupakan salah satu sikap yang sulit digambarkan tetapi dipandang sebagai faktor yang menunjang kepuasan atau ketidakpuasan dalam pekerjaan.3. cuti. 2. 2003). Dari batasan tersebut Moh As’ad 22 . 9) Komunikasi Komunikasi yang lancar antara karyawan dengan pihak manajemen banyak dipakai alasan untuk menyukai jabatannya. dan mengakui pendapat ataupun prestasi karyawan. 10) Fasilitas Fasilitas rumah sakit. 2003) sebagai kesuksesan seseorang di dalam melaksanakan suatu pekerjaan. dana pensiun. Lebih tegas lagi Lawler and Poter menyatakan bahwa kinerja adalah "succesfull role achievement" yang diperoleh seseorang dari perbuatan-perbuatannya (Moh As’ad.1.

2. deskripsi pekerjaan. Kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan kegiatan atau menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawabnya dengan hasil seperti yang diharapkan. kinerja merupakan derajat penyusunan tugas yang mengatur pekerjaan seseorang. 2. c. Tujuan evaluasi 23 .menyimpulkan bahwa kinerja adalah hasil yang dicapai seseorang menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan. Jadi. 2.1. spesifikasi pekerjaan dan standar kinerja pekerjaan. sikap para karyawan dan pimpinan terhadap evaluasi. Tujuan Penilaian Kinerja Tujuan diadakannya penilaian kinerja bagi para karyawan dapat kita ketahui dibagi menjadi dua. Menurut Byars dan Rue (dalam Prasetyo Utomo. yaitu: a. b. tujuan-tujuan penilaian kinerja. kinerja karyawan adalah tingkat terhadap mana para karyawan mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. 2006).2 Penilaian Kinerja Karyawan 1. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penilaian kinerja karyawan adalah: a. Menurut Simamora (1995). Penilaian Kinerja Yang dimaksud dengan sistem penilaian kinerja ialah proses yang mengukur kinerja karyawan. d. karakteristik situasi.

Hal ini penting juga bagi instansi dimana karyawan tersebut bekerja. Sedangkan tujuan pokok dari sistem penilaian kinerja karyawan adalah: sesuatu yang menghasilkan informasi yang akurat dan valid berkenaan dengan prilaku dan kinerja anggota organisasi atau instansi. Manfaat penilaian kinerja karyawan Pada umumnya orang-orang yang berkecimpung dalam manajemen sumber daya manusia sependapat bahwa penilaian ini merupakan bagian penting dari seluruh proses kekaryaan karyawan yang bersangkutan. dan potensi yang pada gilirannya bermanfaat untuk menentukan tujuan. kelebihan. seleksi. rekruitmen. 24 . jalur. seperti identifikasi kebutuhan program pendidikan dan pelatihan. Tujuan pengembangan Seorang pimpinan mencoba untuk meningkatkan kinerja seorang karyawan dimasa yang akan datang. 3. demosi. Dan bagi organisasi atau instansi sendiri. rencana dan pengembangan karir. b. kekurangan. hasil penilaian tersebut sangat penting artinya dan peranannya dalam pengambilan keputusan tentang berbagai hal. terminasi dan kepuasan kerja. Bagi karyawan. penilaian tersebut berperan sebagai umpan balik tentang berbagai hal seperti kemampuan.Seorang pimpinan menilai kinerja dari masa lalu seorang karyawan dengan menggunakan rating deskriptif untuk menilai kinerja dan dengan data tersebut berguna dalam keputusan-keputusan promosi.

Perbandingan karyawan dengan karyawan.program pengenalan. 25 . 3. 2.1. Skala grafis. Grading. Untuk mencapai kedua sasaran tersebut maka digunakanlah berbagai metode pengukuran kinerja karyawan menurut Husnan (1994) yang dewasa ini dikenal dan digunakan adalah: 1. 4. kerja sama dan sebagainya. keterampilan kerja. adalah suatu cara pengukuran kinerja karyawan dari tiap karyawan yang kemudian diperbandingkan dengan definisi masing.masing kategori untuk dimasukkan kedalam salah satu kategori yang telah ditentukan. Rangking.3 Pengukuran Kinerja karyawan Secara teoretikal berbagai metode dan teknik mempunyai sasaran yang sama. 2. seperti untuk kepentingan mutasi karyawan maupun bagi karyawan yang bersangkutan sendiri dalam rangka pengembangan karirnya. adalah suatu cara untuk memisahkan penilaian seseorang ke dalam berbagai faktor. seperti misalnya kualitas dan kuantitas kerja. adalah metode yang menilai baik tidaknya pekerjaan seorang karyawan berdasarkan faktor-faktor yang dianggap penting bagi pelaksanaan pekerjaan tersebut. Masing-masing faktor tersebut. sistem imbalan dan berbagai aspek lain dari proses dari manajemen sumber daya manusia secara efektif. promosi. penempatan.2. tanggung jawab kerja. adalah dengan cara membandingkan karyawan yang satu dengan karyawan yang lain untuk menentukan siapa yang lebih baik. yaitu menilai prestasi kerja para karyawan secara obyektif untuk suatu kurun waktu tertentu dimasa lalu yang hasilnya bermanfaat bagi organisasi atau instansi.

Checklists. Quantity of Work (kuantitas kerja) Jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu periode waktu yang ditentukan. Cooperative (kerjasama) Kesadaran untuk bekerja sama dengan orang lain.5. 2. 2006) dalam melakukan penelitian terhadap kinerja yang berdasarkan perilaku yang spesifik (Judgement Performance Evaluation) ini maka ada delapan dimensi yang perlu mendapatkan perhatian. Job Knowledge (pengetahuan pekerjaan) Luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan ketrampilan. 5. Dependerability (ketergantungan) 26 . 6. Quality of Work (kualitas kerja) Kualitas ini akan dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapan. Initiative (inisiatif) Keaslian ide-ide yang disampaikan sebagai program organisasi dimasa yang mendatang. Menurut Gomez (dalam Utomo. antara lain: 1. 7. adalah metode penilaian yang bukan sebagai penilai karyawan tetapi hanya sekedar melaporkan tingkah laku karyawan. 3. 4. Creativeness (kreatifitas) Keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul.

4. dinyatakan dalam istilah sejumlah unit. 2. 1. 5. Personal Quality (kualitas personil) Menyangkut kepribadian. jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan. 3. Ketepatan waktu Tingkat suatu aktivitas yang diselesaikan pada waktu awal yang diinginkan dilihat dari sudut koordinasi yang dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. kepemimpinan. Kualitas Tingkat dimana hasil aktivitas yang dilakukan mendekati sempurna dalam arti menyelesaikan beberapa cara ideal dan penampilan aktivitas ataupun memenuhi tujuan yang diharapkan dari suatu aktivitas. Bernardin dalam Novitasari (2003) mengatakan bahwa terdapat enam kriteria yang digunakan untuk mengukur sejauh mana kinerja secara individu. kemampuan dan integritas pribadi. Kuantitas Jumlah yang dihasilkan. 8.Kesadaran dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan penjelasan kerja. Kemandirian 27 . Efektivitas Tingkat penggunaan sumber daya organisasi dimaksimalkan dengan maksud menghasilkan keuntungan dan mengurangi kerugian setiap penggunaan sumber daya.

kedisiplinan.1. seperti yang disajikan dalam gambar berikut ini: Variabel Independent Variabel Dependent Rekrutmen Karyawan (X1) Kinerja Karyawan (Y) Kepuasan Kerja ( X2 ) Gambar 2.3. 2. bimbingan dan pengawasan atau meminta turut campurnya pengawas atau meminta turut campurnya pengawas. Komitmen kerja Tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab kerja terhadap instansi . Kerangka Pemikiran Berdasarkan tinjauan landasan teori dan penelitian terdahulu.1.Tingkat dimana seorang karyawan dapat melakukan fungsi kerjanya tanpa minta bantuan. kesetiaan dan pengabdian. kejujuran. Menurut Soeprihanto dalam Utomo (2006) ada beberapa aspek yang digunakan untuk mengukur kinerja karyawan yaitu: prestasi kerja. maka dapat disusun suatu kerangka pemikiran dalam penelitan ini. rasa tanggung jawab. 6. kerja sama dan kepemimpinan.3 Kerangka Pemikiran 28 .

4 Hipotesis Hipotesis adalah suatu penjelasan sementara tentang perilaku. Yang menjadi hipotesis dalam penelitian ini adalah : Rekrutmen karyawan dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. atau keadaan yang telah terjadi dan akan terjadi.1. Yang termasuk variable bebas adalah rekrutmen karyawan dan kepuasan kerja sedangkan kinerja adalah variable terikat. 2.Variabel penelitian ini terdiri atas dua variable yaitu satu variable bebas ( variable independent ) dan satu variable terikat ( variable dependent ). fenomena. 29 . Pratitha Titian Nusantara Makassar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times