Penalaran dalam Paragraf Penalaran dalam paragraf adalah logika yang digunakan penulis untuk mengembangkan paragraf sehingga

gagasan yang ingin disampaikan kepada pembaca dapat tertuang dengan baik. Karena itu, istilah penalaran paragraf sering kali disebut sebagai pola pemgembangan paragraf. Di satu pihak, “dia” sebagai istilah penalaran atau proses berpikir, tetapi di pihak lain sekaligus digunakan sebagai metode di dalam mengembangkan gagasan-gagasan paragraf. Berikut ini beberapa Penalaran Paragraf :

A. Paragraf Generalisasi Paragraf generalisasi adalah paragraf yang isinya menarik kesimpulan berdasarkan data yang sesuai dengan fakta. Pararaf generalisasi ini merupakan salah satu dari paragraf induktif dimana paragraf induktif ini disusun mengikuti pola penalaran induktif. Paragraf ini disusun dengan cara menguraikan beberapa kalimat penjelas yang berisi fakta, bukti, contoh, atau ilustrasi sebagai data empiris yang bersifat khusus pada awal paragraf dan diakhiri dengan kalimat utama sebagai kesimpulan yang bersifat khusus. Paragraf generalisasi ini disusun dengan cara menyajikan beberapa kalimat penjelas sebagai alasan bersifat khusus untuk diambil sebuah kesimpulan bersifat umum pada akhir paragraf sebagai kalimat utama.

Contoh paragraf generalisasi : "Berdasarkan data keuangan tahun 2009. Dengan kesamaan tersebut dapatlah ditarik kesimpulannya. Paragraf Analogi Paragraf analogi adalah penalaran dengan cara membandingkan dua hal yang banyak mengandung persamaan. Pihak manajemen pun dituntut untuk segera mengambil kebijakan untuk mengatasi hal tersebut. Dimana pada tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2008 perusahaan mampu menghasilkan laba sebesar 500 juta rupiah. laba yang didapatkan oleh perusahaan PT Xadalah sebesar 250 juta rupiah. Laporan menjadi evaluasi perusahaan tentang kinerja perusahaan mereka. Contoh paragraf analogi : . Paragraf analogi ini merupakan bagian paragraf induktif. Hal ini menunjukkan bahwa prusahaan mengalami penurunan dalam menghasilkan laba sebesar 250 jutarupiah atau turun sebesar 50% dari tahun sebelumnya. " B.

kesulitan memahami pelajaran.Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung. Sewaktu mendaki. yaitu: satu sebab menimbulkan satu akibat. satu sebab menimbulkan banyak akibat. Contoh paragraf sebab-akibat : . Paragraf sebab akibat ini dikembangkan dengan proses berfikir kausatif. Adapula semak belukar yang sukar dilalui. seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan ekonomi. Dapatkah seseorang melaluinya?. Proses berfikir ini menyatakan bahwa suatu sebab akan menimbulkan akibat. Sebab menjadi ide pokok dan akibat menjadi ide penjelas. C. ada saja rintangan seperti jalan yang membuat seseorang terjatuh. Hubungan sebab akibat ini dapat dibagi menjadi beberapa macam. dan sebagainya. Apakah seseorang sanggup melaluinya?. serta sebab akibat berantai. Begitu pula menuntut ilmu. Paragraf Kausalitas (sebab-akibat) Paragraf sebab akibat adalah paragraf yang pernyataan menjadi sebab didahulukan kemudian diikuti akibat yang ditimbulkannya. Jadi menuntut ilmu sama halnya dengan mendaki gunung untuk mencapai puncaknya.

" Harga beras dan kebutuhan pokok lainnya melonjak tinggi. Kenaikan harga-harga tersebut mencapai dua kali lipatnya dari harga semula. Beberapa warung makan gulung tikar dan sebagian yang lain menaikkan harga dagangannya. biaya hidup anak kost atau para perantau terutama di kota-kota besar bertambah mahal. Oleh karena itu. " .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful