BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Istilah virus berasal dari bahasa latin yang bearti racun. Diartikan demikian karena hampir semua jenis virus dapat menyebabkan penyakit baik pada tumbuhan, hewan maupun manusia. Menurut para ahli, virus memiliki dua sifat yang berbeda yaitu virus termasuk benda mati dan virus termasuk makhluk hidup. Dikatakan virus termasuk benda mati, karena virus dapat dikristalkan sehingga menyerupai benda mati. Di sisi lain para ahli mengatakan bahwa virus termasuk golongan makhluk hidup. Karena virus dapat berkembang biak seperti makhluk hidup.Walaupun hidupnya virus tergantung pada sel hidup lainnya. Seperti tumbuhan, hewan dan manusia. Virus adalah mikroorganisme yang sangat kecil jauh lebih kecil dari materi dan hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop elektron. Virus hanya bersifat hidup dan dapat memperbanyak diri bila berada di dalam organ hidup dari makhluk hidup lain sehingga dinamakan parasit intraseluler obligat. Kondisi demikian disebabkan virus tidak memiliki kelengkapan metabolik, pembangkit energi dan sintesis sendiri. Mereka hanya tergantung kepada sei inangnya. Walaupun demikian, virus memiliki informasi genetik untuk melakukan produksi dan untuk mengambil alih sistem pembangkit energi dan mensintesis sel inangnya yang berada dalam gen-gen virus. Virus dapat berpindah dari satu sei inang ke sel inang iainnya dalam bentuk paket-paket bahan genetis DNA atau RNA berukuran kecil. Behan genetis ini terkemas dalam satu selubung protein dengan berbagai bentuk. selubung ini berfungsi meiindungi bahan genetis ketika virus berada di luar sei inang dan membantu untuk masuk ketika virus menginfeksi sei inang tertentu. Virus yang memiliki struktur yang telah lengkap, matang serta mampu menginfeksi dinamakan virion. Selama berkembang di dalam sel inang virus dapat menimbulkan penyakit kronis maupun akut. Virus bakteri (bakteriofage) sampai saat ini masih merupakan model paling baik untuk menelaah virus.

1

BAB II PEMBAHASAN

A. Sejarah Penemuan Virus Penyelidikan tentang objek-objek berukuran sangat kecil dimulai sejak ditemukannya mikroskop oleh seorang berkebangsaan Belanda bernama Antony Van leewenhoek (1632-1723). Berkat penemuan mikroskop tersebut, berbagai penelitian tentang objek-objek mikroskopis mulai berkembang. Berbagai penelitian itu kemudian berkembang semakin pesat sejalan dengan perkembangan mikroskop. Mikroskop pertama mampu melihat perbesaran objek hingga 150x ukuran asli. Dengan teknik dan susunan lensa yang semakin disempurnakan, mikroskop cahaya mampu melihat objek hingga perbesaran 1.000x. Kini, dengan mikroskop elektron yang mempunyai perbesaran lebih dari 10.000x, kita dapat melihat objek mikroskopis dengan lebih detail. Perkembangan mikroskop ini mendorong sebagai penemuan berbagai penemuan di bidang biologi, seperti penemuan sel, bakteri dan partikel mikroskopis yaitu virus. Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak a. Adolf Mayer (1882, Jerman) Adolf Mayer ini meneliti tanaman tembakau yang terserang penyakit dengan gejala bintik kekuningan pada daun tembakau. Adolf Mayer mendapatkan bahwa penyakit itu menulari tanaman tembakau lain. Mayer melakukan percobaan dengan

menyemprotkan getah tanaman yang sakit pada tanaman yang sehat, ternyata tanaman sehat menjadi tertular.

b.

Dmitri Ivanovski (1893, Rusia) Percobaan Adolf Mayer tentang tanaman tembakau yang terserang penyakit

dengan gejala bintik kekuningan pada daun tembakau diulang oleh Dmitri Ivanovski dengan menyaring getah tanaman tembakau tembakau yang sakit dengan penyaring bakteri. Hasil penyaringan kemudian dioleskan pada tanaman sehat. Tanaman sehat tersebut kemuadian menjadi tertular. Ivanovski menyimpulkan bahwa partikel tersebut

2

adalah bakteri patogen yang berukuran sangat kecil atau zat kimia yang diproduksi oleh bakteri tersebut, yang lolos dari penyaringan bakteri. c. Martinus Beijerinck (1897, Belanda) Martinus Beijerinck merupakan ahli mikrobiologi Belanda menemukan fakta bahwa partikel mikroskopis penyerang tembakau dapat bereproduksi pada tanaman tembakau, tetapi tidak dapat dibiakkan pada medium pertumbuhan bakteri. Fakta lainnya menunjukkan bahwa partikel tersebut tidak mati saat dimasukkan kedalam alkohol, berbeda dengan bakteri yang mati ketika dimasukkan dalam alkohol. Beijerinck menyimpulkan bahwa partikel yang menyerang tembakau tersebut sangat kecil dan hanya dapat hidup pada makhluk hidup yang diserangnya. Akan tetapi, Beijerinck belum berhasil menemukan struktur dan jenis partikel tersebut. d. Wendell Stanley (1935, Amerika Serikat) Wendell Stanley merupakan orang pertama yang berhasil mengkristalkan virus pada tahun 1935. Stanley, mengkristalkan partikel yang menyerang tanaman tembakau tersebut. Partikel mikroskopis tersebut kemudian dinamakan Tobacco Mosaic Virus (TMV) atau virus mosaik tembakau. Stanley mengemukakan bahwa virus akan dapat tetap aktif meskipun setelah kristalisasi. Sejak itu, penelitian tentang virus terus berkembang. (Pratiwi, 2006 : 21-22). Virus mosaik tembakau merupakan virus yang pertama kali divisualisasikan dengan mikroskop elektron.

Gambar 2.1 Tobacco Mosaic Virus (TMV) (Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Virus

3

Komponen-komponen utama virus dibentuk secara terpisah-pisah dan baru digabung menjadi satu partikel virus lengkap (virion) menjelang dibebaskan dari sel inangnya 8. Partikel virus diperbanyak melalui proses replikasi asam nukleat dan biosintesis protein pelengkap 5. Bila menginfeksi sel inang. dan mengarahkannya selaras dengan proses sintesis asam nukleat dan protein virus 6. Virus tidak membelah diri secara biner sebagaimana pada sel organisme. Hipotesis ini didasarkan pada teori evolusi Menurut hipotesis ini virus sudah menjadi parasit sejak organisme selullar pertama. Sifat Dasar Virus Sifat dasar virus secara umum adalah sebagai berikut: 1. bahan genetis virus hanya satu macam DNA atau RNA saja 2. Asal-Usul Virus Ada tiga hipotesis yang menjelaskan asal-usul virus: 1. terdiri dari inti asam nukleat yang dikelilingi lapisan protein bersifat antigenik yang disebut kapsid dengan atau tanpa selubung C. Virus menggunakan ribosom sel inangnya untuk keperluan biosintesinya 7. virus mengambil alih kekuasaan dan pengawasan sistem enzim sel inangnya. Virus mengadakan produksi dan bermetabolisme hanya jika berada di dalam sel hidup 4.B. Struktur virus sangat sederhana hanya tersusun atas asam nukleat yang terbungkus oleh selaput protein 3. Selanjutnya sejalan dengan evolusi organisme viruspun mengalami evolusi dan tetap bertahan parasit hingga saat ini. Berbeda dengan sel organisme yang memiliki DNA maupun RNA. partikel beberapa virus mendapat selubung luar dari lipoprotein dan bahan-bahan lilin yang sebagian berasal dari sel inang 9. Penganut teori mengemukakan contoh kasus virus herpes. Namun tanpa menimbulkan penyakit. Sebelum berlangsung proses pembebasan. Virus herpes simplek ditemukan parasit pada manusia seumur hidup. 4 . Partikel virus lengkap disebut virion.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membentuk bagian tubuh virus baru. Sedangkan apabila virus yang hidup pada sel tumbuhan. E. virus bersifat otokatalitik dan mempengaruhi sel inang untuk membentuk reflika-reflika virus. Dengan kata lain. Struktur Virus Tubuhnya masih belum dapat disebut sebagai sel. Cara Hidup Virus Virus tidak bisa hidup secara bebas. hanya tersusun dari selubung protein di bagian luar dan asam nukleat (ARN & ADN) di bagian dalamnya. Sejak Chlamydiae dan Rickettsiae dimasukkan ke dalam golongan bakteri. maka akan menyebabkan tumbuhan tersebut lama-kelamaan akan mati terserang virus. berasal dari sitoplasma sel yang diinfeksi. D. Virus berasal dari bakteri patogen yang mengalami evolusi mundur Teori ini banyak dianut pada saat Chlamydiae dan Rickettsiae masih dimasukkan ke dalam. virus berasal dari inti sel (asam nukleat) normal. Berdasarkan hipotesis ini. hipotesis ini relatif kehilangan penganut 3.2. Virus hanya dapat berkembang biak (bereplikasi) pada medium yang hidup (embrio. kita mengenal virus ADN dan virus ARN. virus kanker yang terdapat di dalam sel normal dianggap gen yang tertindas. Sedangkan virus yang menginfeksi manusia. yang berjuta tahun yang lalu rnemperoleh kemampuan bereflikasi secara otonom Berta berkemampuan untuk memerintahkan pembentukan protein kapsid. yakni berkisar antara 20 milimikron-300 milimikron (1 mikron=1000 milimikron). a. Ukuran virus Kita dapat merasakan kalau tubuh kita sakit karena terserang virus tanpa dapat diketahui bagaimana virus tersebut masuk kedalam tubuh hal ini karena ukuran virus sangat kecil. hewan dan pada sel manusia. Virus yang menginfeksi bakteri maka bakteri akan mati. jaringan hewan. Untuk 5 . maka virus tersebut hidup di dalam sel tubuh manusia dan berakibat yang orang yang terinfeksi akan menjadi saki. Misalnya: virus dapat hidup pada sel bakteri. tumbuhan. Virus berukuran lebih kecil dari pada bakteri. Berdasarkan asam nukleat yang terdapat pada virus. jaringan tumbuhan). Virus adalah komponen sel-sel normal yang kemudian menjadi otonom Di dalam sel hidup. Melainkan harus berada di dalam sel makhluk hidup yang lain. golongan virus.

ada yang berbentuk bola. memanjang. kotak. Bentuk virus Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan lolos dari saringan bakteri (bakteri filter). dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong denagn “kepala” oval dan “ekor” silindris. b. kotak. virus memiliki bentuk yang beraneka ragam. jarum dan huruf T. Virus pada umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. yaitu ada yang berbentuk oval.mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50. 6 . Jika diamati dengan mikroskop.000 X. silindris.

wordpress. Susunan tubuh virus Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel). Tubuh virus terdiri atas: kepala. 2. kulit (selubang atau kapsid).3 Susunan Tubuh Virus T (Sumber: http://liadina. Gambar.com/2009/07/02/struktur-dan-anatomi-virus/) 7 . isi tubuh.Gambar 2. Hanya memiliki satu macam asam nukleat (RNA dan DNA). dan serabut ekor.2 Macam-macam Bentuk Virus c.

1) Kepala Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid. kapsid pada TMV dapat terdiri atas satu rantai pelipeptida yang tersusun atas 2. dan polisakarida. dan banyak lipida. contoh adalah sebagai berikut. protein.100 kapsomer. dan virus influenza. Kapsid terdiri atas bagian-bagian yang disebut kapsomer. polyomyelitis. asam nukleat. yang masing masing terdiri dari rantai peptida 3) Isi tubuh Isi tubuh yang sering disebut virion. a) Virus yang isi tubuhnya RNA dan bentuknya menyerupai kubus antara lain. terdapat dalam bentuk ribose atau deoksirebose dalam asam 8 . Ekor virus terdiri atas tubus bersumbat yang di lengkapi benang / serabut. contohnya paramixovirus. Kapsid terdiri atas selubang yang berupa protein. merupakan komponen utama yang menyusun bagian terbesar dari kapsid 3) Lipid. kolesterol dan lemak-lemak alami 4) Karbohidrat. virus radang mulut dan kuku. 2) Protein. asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat (RNA) sebagai bagian inti. Misalnya. adenovirus dan warzervirus (virus kulit) b) Nukleokapsid yang masih diselubangi membran pembungkus misalnya viorus influenza dan virus hespes. Kapsid juga terdiri atas protein monomer protein-protein monomer yang identik. Asam nukleat pada virus diselubangi kapsid sehingga disebut nukleokapsid. protein. 4) Ekor Ekor virus merupakan alat penancap ketubuh organisme yang diserangnya. contohnya virus cacar. Adalah bahan genetik yakni asam nukleat (DNA atau RNA). gikolipid. Ada dua macam nukleokapsid yaitu: a) Nukleokapsid telanjang. 2) Kapsid Kapsid adalah selubang yang berupa protein. lipida. terdapat pada virus dalam bentuk fosfolipid. b) Virus yang isi tubuhnya RNA. c) Virus yang isi tubuhnya terdiri atas RNA. misalnya pada TMV. Tubuh virus tersusun atas senyawa-senyawa berikut: 1) Asam nukleat.

4 Struktur Kapsid (Protein) F.Gambar. komponen penyusunnya terdiri atas inti asam nukleat dikelilingi oleh selubung protein (kapsid) dengan terbentuk morfologi bermacam-macam.5 Bakteriofag 9 . walau tidak semua bakteri memiliki fage. Virus Bakteri (Bakteriofage) Bakteriofage adalah virus yang menginfeksi bakteri. kubus atau helikal atau kepalanya Polihedral dengan ekor berbentuk batang. 2. seperti halnya semua virus. Kapsid disusun oleh sejumlah subunit yang disebut kapsomer. Gambar 2. Kapsomer disusun oleh sejumlah subunit dari molekul protein yang dinamakan protomer.

asam nukleat virus disisipkan pada untaian asam nukleat sel inang dan bereplikasi bersama dari generasi ke generasi tanpa sel inang menjadi lisis. Isolasi dan kuitivasi bakteriofage. Asam nukleat fage bisa berupa DNA atau RNA yang membentuk untaian ekor yang panjang. Seiain itu ditemukan juga fage yang berinti RNA dinamakan fage f2. Kecuali T3 dan T7. sedangkan selubung protein yang menyelubungi tertinggal di luar. Pada akhir masa inkubasi sel inang pecah atau mengalami lisis melepaskan fage baru untuk menginfeksi sel-sel inang yang baru. Namun demikian pada kondisi tertentu dapat secara mendadak berubah menjadi tipe litik yang menyebabkan lisis pada sel inangnya. 10 . Asam nukleatnya terdiri atas DNA. semuanya berbentuk berudu dengan kepala polihedral dan ekor panjang. 1. Isolasi dan dikutivasi Bateriofage Bateriofage dapat disolasikan dan kultivasi pada biakan bakteri dalam media kaldu cair atau kaldu agar cawan. melisisnya bakteri dapat menyebabkan perubahan media dari keruh menjadi jernih. Untuk keperluan tersebut. coli paling banyak diteliti. Pada waktu mnginfeksi bakteri asam nukkleat akan masuk ke dalam selm. Bateriofage Escherichia coli Bakteriofage E. Pertumbuhan fage dapat diamati berupa flakflak pada permukaan medium. Pada tipe litik bila virus menginfeksi sel-sel tersebut memberikan tanggapan dengan cara menghasilkan virus-virus baru dalam jumiah besar. Pada kadu cair. substansi atau kotoran periu dipisahkan dengan disentrifugast atau filtrasi dan ditambahkan kloroform untuk membenuh bakterinya. Sebagai sumber bakteriofage E. 2. Pada tipe lisogenik.1 ml fiitratnya diinokulasi pada medium agar. sedang ekor T3 dan T7 iebih pendek.Bakteriofage memiliki 2 tipe yaitu tipe litik atau virulen dan tipe lisogenik (tipe tenang) atau avirulen. coil dapat diisolasi dari substansi saiuran cernah atau kotoran manusia atau hewan mamalia. Selanjutnya sebanyak 0. akan dapat diamati berupa daerah daerah jernih atau plak (plaque) pada permukaan medium. Mereka diberi nama T1 sampai dengan T7. Pada kaldu agar cawan.

DNA virus terlepas dari kromosom sel bakteri dan selanjutnya masuk ke daur litik. Pada proses ini hanya DNA yang masuk ke dalam sel.3. mencerna dinding sel dan virus menyuntikkan DNA-nya ke dalam sel dengan bantuan seludang kontraktil. virus mengambil alih perlengkapan metabolik sel inang. dan masuk ke daur litik 11 . Penetrasi. DNA virus tidak mengambil aiih fungsi gen-gen sel inang melainkan menggabungkan diri dengan DNA sel inang menjadi profage pada kromosom bakteri dan berlaku sebagai gen. sedangkan bagian lain termasuk seludang tetap tinggal di luar sel. Pada daur liisogenik. Virus-virus baru ini selanjutnya keluar dan menginfeksi sel lainnya. Adsorpsi Disini ujung ekor virus melekat pada bagian situs tertentu yang komplemen pada dinding sel bakteri. b. atau pengaruh zat kimia profage dapat terinduksi menjadi terlepas dari genom sel bakteri inang. sampai pada satu saat jumlah virus baru terlampau banyak dan sel bakteri jadi pecah atau lisis. Dengan cara ini asam nukleat virus sebagai calon virus baru terus dibentuk. Daur ini disebut daur litik. Replikasi. c. DNA virus terikutkan pada kegiatan ini dan diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Pada fage yang tidak memiliki seludang DNA teradsorpsi melalui fill dari bakteri. Pada suatu kesempatan dengan sebab yang belum diketahui. Reproduksi Bakteriofage Langkah pertama reproduksi bakteriofage adalah sebagai berikut: a. Dalam status profage gen-gen virus tidak terekspresikan. Pada kondisi demikian sel bakteri bermetabolisme dan bereproduksi secara normal. perakitan dan lisis Segera setelah infeksi. Proses ini disebut induksi spontan. Akibatnya asam nukleat sel inang lebih banyak merakit asam nukleat virus ketimbang asam nukleat selnya sendiri. Enzim lisozim yang dibawa ekor fage. namun bila terinduksi seperti sel terkena radiasi.

Kepentingan Medis Bakteriofage Jenis-jenis bakteri memiliki kepekaan berbeda-beda terhadap infeksi bakteriofage. fage (phage-typing). Asam nukleat virus itu kemudian mengendalikan metabolism sel dan mengarahkan bakteri itu untuk mensisntesis lebih banyak asam nukleat serta bahan-bahan lain yang diperlukan untuk membuat partikel virus yang lengkap. Fenomena bakteri yang demikian ini dikenal dengan konversi lisogenik. 4. Metode penentuan tipe fage secara rutin digunakan untuk mengidentifikasi bakteri Staphilococcus atau basil tifoid. Bakteri Corynebacterium diphteriae dan Streptococcus.6 Reproduksi Bakteriofage Tipe Litik Virus menginfeksi bakteri dengan cara menginjeksi isi kepala virus (asam nukleat virus) melalui sebuah lubang tusukan yang dibuatnya pada dinding sel. Demikian juga pola lisisnya bila terinfeksi bakteriofage berdasarkan sifat ini. Proses penentuan jenis bakteri patogen dengan menggunakan bakteriofage ini dikenal dengan Hama penentuan tipe. bakteri fage tipe litik dapat dipakai untuk mengidentifikasi bakteri patogen. Lisogenik pada bakteri merupakan model untuk menelaah sifat virus 12 . dan menjadi bebas untuk menginfeksi bakteri-bakteri lain yang rentan.Gambar 2. Clostridium botulinum kemampuanya menimbulkan penyakit berkaitan langsung dengan kemampuannya menghasilkan toksin. Dalam waktu singkat partikel-partikel virus baru yang terbentuk itu dibebaskan oleh pecahnya dinding sel secara tiba-tiba yaitu lisis. Bakteri-bakteri ini hanya dapat menghasilkan toksin bila dalam kondisi terinfeksi bakteriofage tipe lisogenik.

Dengan demikian virus dalam daur lisogeni ini tidak mengahancurkan sel bakteri. Tidak semua infeksi pada sel bakteri oleh fage berlangsung sebagaimana tipe litik yang lebih banyak menghasilkan partikel virus dan berakhir dengan lisis. dapat berkembang anatara virus dan bakteri inangnya. Salah satu contoh 13 .onkogenik (penyebab kanker). karena virus-virus ini memiliki kemampuan untuk tetap bertahan di dalam sel-sel terinfeksi tanpa menyebabkan lisis.7 Daur Lisogenik. (Sumber: http://ruangilmu.php?action=artikel&cat=81&id=51&artlang=id) Pada daur lisogeni ini. berlaku seperti gen. Pada lisogeni. DNA virus fage tenang itu tidak mengambil alih fungsi gen-gen sel. Suatu hubungan yang sama sekali berbeda dikenal sebagai lisogeni. dengan DNA virusnya diteruskan kepada setiap sel anak melalui semua generasi berikutnya.com/index. sehingga bakteri masih dapat beraktifitas untuk membelah diri dan pada saat itu pula virus juga ikut membelah diri. Pada keadaan ini bakteri bermetabolisme dan berbiak secara normal. Gambar 2. virus masuk ketubuh bakteri dan virus akan berintegrasi dengan DNA sel bakteri. tetapi menjadi tergabung kedalam DNA inang dan menjadi profage pada kromosom bakteri.

com/index.menerus selama bakteri yang mengandung profage masih mampu membelah diri. Mula-mula DNA bakteri putus. maka profage juga ikut membelah diri. Yaitu mula-mula ujung ekor virus lamda akan menempel pada bagian dinding sel bakteri dan memasukkan DNAnya ke dalam tubuh bakteri b. NO 1 PERBEDAAN Definisi DAUR LITIK Siklus replikasi virus dimana sel inang akan mengalami lisis (mati) pada akhir siklusnya 2 3 4 5 Kondisi Awal Non Virulen Inang (Bakteriofage) Jumlah 5 tahap: Adsorpsi Tahapan penetrasi eklipase assembling/perakitan lisis (APEAL) Kelanjutan Terhenti karena sel inangnya Siklus rusak/ mengalami lisis dan mati Kondisi Akhir Mengalami lisis/mati Inang DAUR LISOGENIK Siklus replikasi virus dimana sel inang tidak mengalami kematian pada akhir siklus karena mempunyai virulensi (ketahanan) Virulen 4 tahap: Adsorpsi penetrasi penggabungan/profage cleavage (pembelahan Dapat dilanjutkan dengan siklus litik jika virulensi bakteri menghilang Bakteriofage masih menjalankan aktifitas baisa bahan mampu membelah Tabel 2.virus yang berkembang biak secara lisogeni. Maka jumlah bakteri yang mengandung profage semakin banyak sesuai jumlah bakteri yang ditumpanginya. Sehingga terbentuklah dua sel anak bakteri yang mengandung profage yang identik. Kemudian DNA virus menggabungkan diri diantara benang yang putus tersebut dan akhirnya terbentuk DNA sirkuler baru yang telah disipi DNA virus. yaitu jika bakteri akan melakukan pembelahan diri. c. Hal ini terjadi secara terus. Pada saat adsorpsi ini prosesnya sama dengan apa yang dialami daur litik.1 Perbedaan Daur Litik dan Lisogenik (Sumber: http://ruangilmu. Kemudian pada fase berikutnya terjadi fase pembelahan. setelah DNA virus lamda masuk ke dalam tubuh bakteri.php?action=artikel&cat=81&id=51&artlang=id) 14 . Dalam daur lisogeni ini ada beberapa fase yang sama dengan yang dialami oleh daur litik yaitu: a. Selanjutnya terjadi fase penggabungan. selanjutnya DNA virus menyisip kedalam DNA bakteri atau melakukan penggabungan. Sehingga di dalam DNA bakteri terkandung materi genetik virus. Misalnya pada virus lamda.

Virus Hewan dan Tumbuhan Secara umum virus dikelompokkan atas. virus bakteri. Virus yang parasit pada manusia tidak dikelompokkan tersendiri tetapi dimasukkan ke dalam kelompok virus hewan.8 Perbedaan daur litik dan lisogenik yang dapat menjadi fase litik (Sumber: http://ruangilmu.Gambar 2.8 Virus pada Hewan dan Tumbuhan 15 .php?action=artikel&cat=81&id=51&artlang=id) G. hewan dan virus tumbuhan. Gambar 2.com/index.

Adsorpsi Virus melekat pada sel inang pada situs-situs spesifik 16 . Virus yang tidak memiliki sampul disebut virus bugii. Pada virus bersampul. tidak peka terhadap pelarut-pelarut demikian.1. Secara umum reproduksi virus dapat digambarkan sebagai berikut: a. RNA berutas tunggal atau RNA berutas ganda. Virion yang memiliki sampul peka terhadap peiarut lemak seperti eter dan kloroform sehingga peiarutpelarut dapat dipakai untuk menghilangkan kemampuan menginfeksi virus. virus hewan dan tumbuhan disusun oleh asam nukleat yang terletak di bagian tengah dan dikelilingi oleh suatu kapsid. Virus juga memiliki sejumlah enzim yang berfungsi pada proses reflikasi asam nukleatnya. lipid dan karbohidrat. Senyawa lipid yang sering ditemukan pada virus adalah fosfolipid. Struktur dan komposisi Seperti halnya bakteriofage. DNA berutas ganda. memiliki enzimuntuk Mensintesis utasan DNA dengan menggunakan RNA virus sebagai acuan. Fosfolipid merupakan senyawa paling dominan sebagai sampul virus. Berdasarkan morfologinya virus hewan dan tumbuhan dibedakan atas bentuk ikosahedral. karbohidrat menjadi salah satu komponen penyusun sampul. seperti enzim khusus yang menggunakan RNA virus sebagai model untuk mensintesis utasan RNA ke dua. 2. Karbohidrat terutama terdapat pada asam nukleat berupa ribosa dan deoksiribosa. Asam nukleat tersebut dapat terdiri atas DNA berutas tunggal. asam lemak dan kolesterol. Pada beberapa virus hewan nukelokapsid dibungkus oleh suatu membran yang dinamakan sampul lipoprotein. Seperti hainya baktehofage virus hewan dan tumbuhan juga hanya memiliki satu asam nukleat DNA atau RNA tidak keduanya. Asam nukelat ini di dalam virion dapat berbentuk melingkar atu berbentuk lurus. aktivitas metabolik dan reproduksi baru bisa dilakukan bila berada di dalam sel inangnya. bersampul dan kompieks. heliks. Virus tumor (RNA virus). dimana protein ini menjadi senyawa utama penyusun kapsid. dimana asam nukleat virus digandakan untuk menjadi virus baru. RNA ke dua ini dapat mengarahkan DNA sel inang untuk membuat virus-virus baru. Protein merupakan komponen terbesar penyusun virus. glikolipid. Reproduksi Virus bersifat parasit obligat. Senyawa yang ditemukan pada virus meliputi protein. Reproduksi berlangsung melalui proses replikasi.

Melalui gen-gen penyebab infeksi yang terdapat dalam virus diubah menjadi gen baik atau gen penyembuh. Protein-protein virus disintesis di ribosom.". Sanders berhasil menjinakan cangkang luar virus Ebola sehingga dapat dimanfaatkan sebagai 17 . Pada proses ini sel inang menyediakan energi. Pembebasan Mekanisme pembebasan virion dari sel inang dapat berlangsung melalui salah satu mekanisme berikut ini yaitu: Sel inang melisis membebaskan virus.b. Dengan tersedianya kelengkapan biosintesis ini. sehingga yang masuk ke dalam sel inang hanya asam nukleat saja.proses fagositosis yang disebut viropeksis. asam nukleat virus dapat mensintesis protein yang sesuai dengan kehendaknya. H. c. nukleoplasma atau di keduanya serta sintesis protein-protein virus. Selanjutnya terjdi reflikasi yang berlangsung di sitoplasma. Asam nukleat virus baru disintesis dari nukleotidanukleotida asam nukleat sel inang dengan bantuan enzim reflikasi yang disandi oleh asam nukleat virus. Selanjutnya di dalam vakuola sel inang dengan bantuan enzim protease lisosomal. enzim. Kedua. Penetrasi dan pelepasan kapsid Mekanisme penetrasi ada dua kemungkinan. bahan-bahan pembangun (prekursor) dan perlengkapan biosintesis lainnya. Peranan Virus Dalam Kehidupan Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika. Reflikasi Penetrasi diikuti dengan suatu periode yang dinamakan periode laten. d. Perakitan dan pematangan Protein serta komponen-komponen asam nukleat virus dirakit menjadi partikelpartikel virus baru. pertama penelanan seluruh bagin virus oleh sel inang melaluil. David Sanders. sel inangnya tidak dihancurkan tetapi virus meninggalkan sel melalui saluran-saluran khusus atau membentuk kuncup atau tonjolan pada membran sel. seorang profesor biologi pada Purdue’s School of Science telah menemukan cara pemanfaatan virus dalam dunia kesehatan. e. kapsid melebur dengan permukaan membran sel inang. kapsid dihancurkan sehingga asam nukleat menjadi bebas.

Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus. Tumbuhan Tembakau Yang Terkena Virus (TMV)Tembakau Mosaik Virus Gambar 2. Penyakit pada tumbuhan yang disebabkan oleh virus 1) Mosaik. Penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus Jenis virus yang menyebabkan penyakit pada hewan. melemahkan bakteri. karena virus hidup dalam sel organisme yang masih hidup maka virus lebih banyak bersifat merugikan bagi kehidupan manusia. penyakit yang menyerang tumbuhan aster 3) Daun mengggulung.pembawa gen kepada sel yang sakit (paru-paru). membuat antitoksin. Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia. penyebab tumor pada hewan 2) Adenovirus. penyakit yang menyebabkan warna kuning pada daun tumbuhan seperti tembakau.Virus dapat dimanfaatkan untuk membuat vaksin.9 Tumbuhan Tembakau Yang Terkena Virus (TMV) Tembakau Mosaik Virus b. kedelai. terjadi pada tembakau. kentang. 2) Yellows. Virus dapat menginfeksi tumbuhan. dan lobak yang diserang virus TYMV. Pada umumnya virus bersifat merugikan. hewan dan tumbuhan. Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya. antara lain sebagai berikut: 1) Polyoma. penyebab tumor pada hewan tersebut 3) Rhabdovirus. dan beberapa jenis labu. hewan dan manusia sehingga menimbulkan penyakit. dan lain-lain Namun. tomat. kacang. a. penyebab rabies 18 . kapas.

secara langsung ADN virus ikut mengalami replikasi. Penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus 1) HIV (Human Immunodeficiency Virus) Termasuk salah satu retrovirus yang secara khusus menyerang sel darah putih (sel T). Retrovirus adalah virus ARN hewan yang mempunyai tahap ADN. Virus HIV 19 .c. Gambar 2. Pada saat ADN inang mengalami replikasi. Selanjutnya. Virus tersebut mempunyai suatu enzim. cADN bergabung dengan ADN inang mengikuti replikasi ADN inang. yaitu enzim transkriptase balik yang mengubah rantai tunggal ARN (sebagai cetakan) menjadi rantai ganda kopian ADN (cADN).10.

2) Virus Herpes: Menyerang virus manusia menyebabkan gatal. Hanya saja. Gambar 2.12 Virus Influenza. pada virus influenza materi genetiknya berupa rantai tunggal ARN yang kemudian mengalami replikasi menjadi mARN Gambar 2. 20 .11 Virus Herpes 3) Virus Infuenza : Siklus replikasi virus influenza hampir same dengan siklus replikasi virus herpes.

yang paling berbahaya adalah virus Hepatitis B.14 Virus Hepatitis 21 .13 Virus Paramyxovirus 5) Virus Hepatitis: penyebab hepatitis (radang hati). 6) Gambar 2. Gambar 2. Paramyxovirus merupakan penyebab penyakit campak dan gondong.4) Paramyxovirus Paramyxovirus: semacam virus ARN yang selanjutnya mengalami replikasi menjadi mARN.

6) Virus Rabies: Penyakit anjing gila dapat dicegah dengan vaksin rabies. menyerang sel saraf otak pada balita sehingga menyebabkan kelumpuhan.15 Replikasi Virus Rabies 7) Virus Polio: Disebabkan oleh enterovirus. Gambar rhabdovirus Virus rabies Gambar 2. Vaksinnya disebut vaksin salk atau vaksin polio. menyerang banyak anak-anak. 22 .

17 Virus Variola 23 .16 Virus Polio 8) Virus Variola dan Varicella: penyebab cacar api dan cacar air Gambar 2.Gambar 2.

Gambar 2.18 Virus Dengue Gambar 2.9) Demam berdarah: disebabkan virus dangue melalui gigitan nyamuk Aides aegypti.19 Virus dengue dalam tubuh manusia 24 .

kemudian darah. hewan dan tumbuhan. neuromotorik punggung di vertebrae/tulang Variola (virus Melalui saluran respirasi kemudian virus (virus besar Melalui saluran respirasi. kelenjar limfa di leher.Gambar 2. No. terutama kelenjar ludah.ada tipe. juga testis pria dewasa 5 Campak Jerman Virus Rubella (Rubella) 6 Poliomyelitis Virus ARN) Polio Melalui saluran respirasi. mata dan kulit (virus Faring usus halus.B dan C 2 Demam Sejumlah virus.A.20 Nyamuk Aedes ageypty betina Berikut adalah tabel beberapa virus penyebab penyakit yang menyerang manusia.terutama Rhinovirus ARN) 3 Cacar Virus ADN) 4 Gondong Paramyxovirus (virus ARN) A Melali saluran respirasi. kemudian infeksi menyeluruh di tubuh melalui darah. 1 Nama Penyakit Influenza Penyebab Myxovirus ARN). epithelium tiga dalam dari trakea dan bronki hanya saluran sebelah atas 25 . biasanya A Bagian Tubuh yang Dipengaruhi (virus Melalui saluran respirasi.

ADN) F dan G kering dan menghasilkan kerak (krusta) di kulit 11 AIDS (Acquired HIV (human Sel T pada sel darah putih.C. muntah cairan empedu dan darah. melepuh. hingga pengerasan (sirosis) hingga ARN).B. titik merah dan gatal. mata. sehingga empedu beredar ke seluruh tubuh dan kulit hingga bola mata penderita berwarna kuning. A.E 9 Demam kuning Arbovirus (virusARN) Pembuluh darah sebelah dalam dan hati. dikenal Sekarang kanker hati. yang bertanggung jawab terhadap respon Immune Deficiency Syndrome) immunodeficiency virus) (virus kebal ARN). tipe-tipe Hepatitis.Tipe HIV-1 dan Tipe HIV-2.Mereka mengalami pendarahan dari dalam 13 SARS Acute Respiratocy Syndrome) 14 Herpes Virus dari famili Kulit.7 Campak Paramyxovirus (virus ARN) A Melalui saluran respirasi (dari mulut ke bronki) menyebar ke kulit dan usus halus 8 Hepatitis Virus hepatitis (virus Hati.Biasanya ditularkan oleh hewan Arthropoda 10 Cacar Air Virus Varicella (virus Kulit. mulut dan alat kelamin (virus (Severe Disebabkan yang diduga virus Virus ini menyerang pernafasan dari mutasi virus corona Herpesviridae ADN) 26 . berak darah bahkan pendarahan di mata dan hidung serta batuk-batuk darah. 12 Ebola Virus Ebola Menyerang organ-organ tertentu sehingga menyebabkan demam hebat.D.

hewan dan tumbuhan. Disease Virus) seperti ayam dan itik (terutama ayam). Penyakit ini telah ditemukan vaksinasinya yaitu ND 17 Penyakit Kanker RSV (Rous Sarcoma pada Ayam 18 Rabies Virus) Virus Rabies Virus ini dapat meyerang semua hewan berdarah panas. Menyerang sistem saraf pusat yang dapat menyebabakan penderita mengigau dan tertawa tanpa sebab bahkan koma 19 Penyakit Degenerasi CVPD Phloem (Citrus Vein Pembuluh tapis pada tanaman jeruk Pembuluh Tapis Degeneration) pada Jeruk 20 Mosaik TMV (Tobacco Menyerang tanaman tembakau Mosaic Virus) 21 Tungro Virus Tungro Menyerang tanaman padi Tabel 2. kucing. kera.15 Penyakit dan Mulut Kuku Virus dari famili Kaki dan mulut hewan ternak seperti sapi. kambing. dll. 27 . anjing.2 Beberapa virus penyebab penyakit yang menyerang manusia. kerbau dan kuda Picornaviridae (Foot and Mouth Disease) 16 Tetelo NCDV (New Castle Virus ini menyerang hewan unggas. monyet.

Ketika menginvasi sel hidup. Seperti manusia. Bahkan ada virus yang menyerang hewan dapat menular dan membahayakan manusia. virus menjadi benda hidup yang berkembang biak. Virus. Ciri-ciri virus dapat diketahui dengan melihat struktur penyusunnya. Virus itu unik. virus flu burung dan rabies. maka dapat kami simpulkan: a. maupun tumbuhan. pada umumnya bersifat merugikan. c. d. hewan. hewan dan tumbuhan. Virus berkembang biak dalam sel makhluk hidup. b. Diantaranya. virus dapat dikatakan benda mati. Virus adalah parasit yang dapat hidup pada sel makhluk hidup yang diinvasinya. baik pada manusia. Saat berada di luar sel hidup. Kedua jenis virus tersebut dapat menular dan mengakibatkan kematian.BAB III KESIMPULAN Dalam Pembahasan Makalah ini dengan topik Virus. Jenis virus yang diketahui jumlahnya banyak. Virus dapat diindentifikasi dari ciri-ciri yang dimilikinya. Di luar sel hidup yang diinvasinya. Virus bersifat merugikan karena dapat menimbulkan penyakit. 28 . virus mengkristal.

06 Slideshare.A. Dasar-dasar Mikrobiologi. D.com/ciri-ciri-virus. Biologi untuk SMA Kelas X. Jakarta: Binarupa Aksara Tedbio.htm diakses.org/wiki/Virus diakses. Virus.edukasi. Pengertian Virus. 2009. Pratiwi. M Defry. 06 Oktober 2011) Pelczar. 2010. E.com/2010/10/08/peranan-virus-dalam-kehidupan/ diakses. 2010. Materi Pokok Belajar Virus.net/mazguru/virus-1859791 diakses.com/ diakses. 2010.blogspot. Ciri-ciri Virus.net/index. dkk. 06 Oktober 2011) 29 .blogsome. Net. (Online) (http://alimbdp87com. (Online).slideshare. Virus. 1993. (http://www. Virus.anneahira.C. 06 Oktober 2011) Edukasi.com/2009/07/02/struktur-dan-anatomi-virus/ diakses. (Online) (http://tedbio.com/2010/12/pengertian-virus. 2009. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).S. Mikrobiologi Kedokteran. (Online) (http://defryrouland. 06 Oktober 2011) Biologi.DAFTAR PUSTAKA Alim. (Online) (http://liadina. (Online). 2006.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Materi%2 0Pokok/view&id=445 diakses.multiply. 2010.html Oktober 2011) diakses. Jakarta: Erlangga Wikipedia. 2010. 06 Oktober 2011) Annehira. Peranan Virus dalam Kehidupan.blogsome. 2011. Mikrobiologi. (Online) (http://id. Struktur Tubuh Virus. (http://biologi. (Online) (http://www. (Online) (http://www.blogspot. 06 Oktober 2011) Sujudi. 06 Oktober 2011) Wordpress.wordpress. 06 Oktober 2011) Rolanda.wikipedia.com/journal/item/12 diakses. 2009. 2010. Michael J dan Chan.

30 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful