http://askephidrokel.blogspot.com/2009/11/askep-hidrokel.

html

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Tunika vaginalis di skrotum sekitar testis normalnya tidak teraba, kecuali bila mengandung cairan membentuk hidrokel, yang jelas bersifat diafan (tembus cahaya) pada transiluminasi. Jika tidak dapat ditemukan karena besarnya hidrokel, testis harus dicari di sebelah dorsal karena testis terletak di ventral epididimis sehingga tunika vaginalis berada di sebelah depan. Bila ada hidrokel, testis dengan epididimis terdorong ke dorsal oleh ruang tunika vaginalis yang membesar. Hidrokel testis mungkin kecil atau mungkin besar sekali. Hidrokel bisa disebabkan oleh rangsangan patologik seperti radang atau tumor testis. Hidrokel dapat dikosongkan dengan pungsi, tetapi sering kambuh kembali. Pada operasi, sebagian besar dinding dikeluarkan. Kadang ditemukan hidrokel terbatas di funikulus spermatikus yang berasal dari sisa tunika vaginalis di dalam funikulus; benjolan tersebut jelas terbatas dan bersifat diafan pada transiluminasi. Pada pungsi didapatkan cairan jernih. Jarang sekali ditemukan benjolan diafan di funikulus yang dapat dihilangkan dengan tekanan, sedangkan memberikan kesan terbatas jelas di sebelah kranial. Bila demikian, terdapat tunika vaginalis yang berhubungan melalui saluran sempit dengan rongga perut dan berisi cairan rongga perut. Hernia inguinalis lateralis atau indirek yang mengandung sedikit cairan rongga perut ini kadang diberikan nama salah hidrokel komunikans. Karena hubungan dengan rongga perut terlalu sempit sekali. Kelainan ini memberi kesan hidrokel funikulus; “kantong” hernia ini tidak dapat dimasuki usus atau omentum. Hidrokel sering ditemukan pada bayi baru lahir. Hidrokel terjadi akibat adanya kegagalan penutupan saluran tempat turunnya testis dari rongga perut ke dalam skrotum. Cairan peritoneum mengalir melalui saluran yang terbuka tersebut dan terperangkap di dalam skrotum sehingga skrotum membengkak. Secara normal, hidrokel akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan setelah bayi lahir. B. Tujuan Penulisan Secara umum diharapkan kepada pembaca terutam mahasiswa/i dapat mengetahui dan memahami tentang gangguan asuhan keperawatan pada anak dengan hidrokel. Secara khusus diharapkan setelah mempelajari makalah ini, mahasiwa/i dapat: 1. Menjelaskan dan menyebutkan pengertian hidrokel. 2. Menyebutkan etiologi dari hidrokel 3. Mengetahui klasifikasi hidrokel. 4. Menjelaskan patofisiologi dari hidrokel. 5. Menyebutkan manifestasi klinis dari hidrokel. 6. Menyebutkan pemeriksaan diagnostik dari hidrokel. 7. Mengetahui penatalaksanaan medis. 8. Mengetahui komplikasi dari hidrokel. 9. Mengetahui dan dapat Mengaplikasikan asuhan keperawatan pada klien dengan hidrokel. C. Ruang Lingkup Penyusunan Makalah ini membahas tentang konsep dasar dan asuhan keperawatan pada anak dengan Hidrokel. D. Teknik Penyusunan Makalah ini disusun berdasarkan literature- literature yang ada di Perpustakaan Akademi Keperawatan Sintang dan sebagian lagi dari internet dan diskusi kelompok. E. Sistem Penyusunan Makalah ini terdiri atas tiga BAB, yakni BAB I tentang pendahuluan yang meliputi; Latar Belakang, Tujuan Penyusunan, Ruang Lingkup Penyusunan, Teknik Penyusunan dan Sistematika Penyusunan. BAB II tentang tinjauan teoritis yang meliputi pengertian, etiologi, klasifikasi, patofisiologi, manifestasi klinis, evaluasi diagnostik, penatalaksanaan medis, komplikasi dari hidrokel BAB III meliputi asuhan keperawatan. BAB IV tentang penutup yang meliputi kesimpulan dan saran.

terletak bersebelahan. 3) Rongga yang ketiga disebut korpus spongiosum. Konsep Anatomi Fisiologi 1. Skrotum juga . 2) Vas deferens merupakan saluran yang membawa sperma dari epididimis. 4) Skrotum merupakan kantung berkulit tipis yang mengelilingi dan melindungi testis.Jika terisi darah. 2) 2 rongga yang berukuran lebih besar disebut korpus kavernosus. Saluran 1) Epididimis Fungsinya mengumpulkan sperma dari testis dan menyediakan ruang serta lingkungan untuk proses pematangan sperma. 2) Kelenjar Cowper menghasilkan cairan berwarna bening menuju saluran kencing saat rangsangan seksual sebelum ejakulasi dan orgasme. maka penis menjadi lebih besar. 4) Vesicula Seminalis adalah sepasang kantong yang memproduksi 60% cairan air mani dimana air sperma diangkut. Organ Genitalia eksterna Organ Genitalia eksterna terdiri atas : 1) Penis terdiri dari: a) Akar (menempel pada didnding perut) b) Badan (merupakan bagian tengah dari penis) c) Glans penis (ujung penis yang berbentuk seperti kerucut). yaitu menghasilkan sperma dan membuat testosteron (hormon seks pria yang utama). kaku dan tegak (mengalami ereksi).BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Testis Terletak di dalam skrotum. Anatomi Sistem Reproduksi Gambar a.Testis memiliki 2 fungsi. d. Lubang uretra (saluran tempat keluarnya semen dan air kemih) terdapat di umung glans penis. Bagian dari sistem reproduksi yang mengalirkan semen. mengelilingi uretra. 3) Uretra punya 2 fungsi: Bagian dari sistem kemih yang mengalirkan air kemih dari kandung kemih. b. cairan ini digunakan untuk menyediakan nutrisi bagi sperma. Kelenjar 1) Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang merupakan sumber makanan bagi sperma. c.

karena agar sperma terbentuk secara normal. D.( http:// www. Kemudian hal ini dapat menyebabkan produksi cairan yang berlebihan oleh testis. Gambar 3. (Pramono. Doctorology-indonesia. Etiologi Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena : 1. Hidrokel akut Biasanya berlangsung dengan cepat dan dapat menyebabkan nyeri. Gambar 2. maupun obstruksi aliran limfe atau vena di dalam funikulus spermatikus. Hidrokel sekunder Pada orang dewasa.net/hidrokel-doctorology. Keadaan ini dapat karena radang atau karena suatu proses neoplastik. Hidrokel primer Hidrokel primer terlihat pada anak akibat kegagalan penutupan prosesus vaginalis. Belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis (Hernia Komunikan) 2. . yaitu kegagalan penutupan saluran tempat turunnya testis dari rongga perut ke dalam skrotum. Pengertian Hidrokel berasal dari dua kata yaitu hidro ( air ) dan cell (rongga / celah). hidrokel sekunder cenderung berkembang lambat dalam suatu masa dan dianggap sekunder terhadap obstruksi aliran keluar limfe.net/hidrokel-doctorology.( Behram. 1. atau trauma pada testis/epididimis.anna/hidrokel/05/02/08. Radang lapisan mesotel dan tunika vaginalis menyebabkan terjadinya produksi cairan berlebihan yang tidak dapat dibuang keluar dalam jumlah yang cukup oleh saluran limfe dalam lapisan luar tunika. (Pramono. Dalam keadaan normal. 2. Cairan peritoneum mengalir melalui saluran yang terbuka tersebut dan terperangkap di dalam skrotum sehingga skrotum membengkak. testis harus memiliki suhu yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan suhu tubuh.( http:// www. Cairan berrwarna kemerahan .kiatsehat.net. Jika jumlah cairan yang terkumpul berubahubah. hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. Kelainan pada testis itu mungkin suatu tumor. infeksi. B. cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya. 2000) Hidrokel adalah penimbunan cairan dalam selaput yang membungkus testis. maka kemungkinan besar penyebabnya adalah hernia inguinalis. Pada orang dewasa. Dapat diartikan secara harafiah bahwa hidrokel adalah adanya penumpukan air pada rongga khususnya pada tunika vaginalis.net. Kadang hidrokel berhubungan dengan hernia inguinalis.html) Hidrokel adalah kumpulan cairan serosa yang berkembang di antara lapisan visera dan parientalis tunika vaginalis ( http://www. Klasifikasi Hidrokel dapat diklasifikasi menjadi dua jenis berdasarkan kapan terjadinya yaitu: hidrokel primer dan hidrokel sekunder (didapat).bertindak sebagai sistem pengontrol suhu untuk testis.com/dr. yang menyebabkan pembengkakan lunak pada salah satu testis. Dapat disebabkan oleh kelainan testis atau epididimis. 2008) Hidrokel adalah penumpukan cairan berbatas tegas yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. Penyebabnya karena gangguan dalam pembentukan alat genitalia external.Budi . Doctorologyindonesia.html).Budi . Hidrokel jenis ini tidak diperlukan terapi karena dengan sendirinya rongga ini akan menutup dan cairan dalam tunika akan diabsorpsi. Hidrokel Sekunder 3. Penyumbatan cairan atau darah di dalam korda spermatika. Penyebab sekunder dapat terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel. Prosesus vaginalis adalah suatu divertikulum peritoneum embrionik yang melintasi kanalis inguinalis dan membentuk tunika vaginalis. 2008) Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan visceralis tunika vaginalis testis.html) Hidrokel adalah pengumpulan cairan peritoneum di dalam skrotum. Penyakit Hidrokel C.

Cairan peritoneum mengalir melalui saluran yang terbuka tersebut dan terperangkap di dalam skrotum sehingga skrotum membengkak. sehingga pada palpasi. Hidrokel komunikan Merupakan hidrokel yang terjadi karena adanya faktor / penyebab lain. Apabila setelah anak berumur 1 tahun cairan hidrokel ini tetap ada maka dapat dilakukan tindakan operatif. 2. Jenis ini biasanya terjadi kongenital dimana terjadi akibat adanya kegagalan penutupan saluran tempat turunnya testis dari rongga perut ke dalam skrotum. Hidrokel testis. Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari.infeksi/trauma) Penyumbatan cairan/darah di dalam korda spermatika Penumpukan darah di tunika vaginalis Nyeri Tidak menutupnya rongga antara tunika vaginalis Penumpukan cairan di tunika vaginalis Terakumulasinya cairan di tunika vaginalis Obstruksi di aliran limfe/vena didalam funikulus spermatikus Menekan pembuluh darah yang ada di dalam testis Atrofi testis Pembengkakan Resiko kerusakan integristas kulit Perubahan body image . bukan dari daerah tunika vaginalis itu sendiri. secara klinis dibedakan beberapa macam hidrokel. Ada hubungan dengan rongga perut. testis dapat diraba dan berada di luar kantong hidrokel. Patofisiologi Kelainan pada testis (tumor. bisa membesar dan biasanya lebih cepat dan harus di operasi.mengandung protein. 3. yaitu 1. fibrin. hidrokel akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan setelah bayi lahir. Pada anamnesis. Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis.infeksi/trauma) Kelainan pada testis (tumor. 4. Secara normal. Kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat diraba. besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari. Hidrokel kronis Hidrokel jenis ini hanya menyebabkan peregangan tunika secara perlahan dan walaupun akan menjadi besar dan memberikan rasa berat. jarang menyebabkan nyeri. eritrosit dan sel polimorf. E. Hidrokel funikulus Kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah kranial dari testis.

maka testis terlihat seakan-akan sedikit membesar dan teraba lunak. kadang kala dapat menimbulkan penyulit berupa infeksi. sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan ultrasonografi. Indikasi kosmetik c. yaitu 1. kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari. Sehingga terbentuklah rongga antara tunika vaginalis dengan cavum peritoneal dan menyebabkan terakumulasinya cairan yang berasal dari sistem limfatik disekitar.Hidrokel disebabkan oleh kelainan kongenital (bawaan sejak lahir) ataupun ketidaksempurnaan dari prosessus vaginalis tersebut menyebabkan tidak menutupnya rongga peritoneumm dengan prosessus vaginalis. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya benjolan di kantong skrotum dengan konsistensi kistus dan pada pemeriksaan penerawangan menunjukkan adanya transiluminasi. kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat diraba. Pada . kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan ke dalam rongga abdomen. secara klinis dibedakan beberapa macam hidrokel. Dengan hasil USG berwarna keabu-abuan. Dan terjadilah penimbunan di tunika vaginalis tersebut. Tindakan untuk mengatasi cairan hidrokel adalah dengan aspirasi dan operasi. Tetapi pada penyakit ini. kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah kranial testis. mengakibatkan Obstruksi aliran limfe atau vena di dalam funikulus spermatikus. testis dapat diraba dan berada di luar kantong hidrokel. G. Hidrokel komunikan. Pada anamnesis. Pemeriksaan Diagnostik Diagnosis hidrokel dapat dibuat dengan transiluminasi skrotum. Pemeriksan USG dapat dipertimbangkan apabila hasil pemeriksaan transiluminasi tidak jelas yang disebabkan oleh tebalnya kulit skrotum pasien. Pentalaksanaan medis Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup. Pasien mengeluh adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri. Hidrokel funikulus Pada hidrokel funikulus. terlihat benjolan terang dengan masa gelap oval dari bayangan testis. Hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari. Bila timbunan cairan banyak terlihat skrotum membesar dan agak tegang. Bila dilakukan transiluminasi pada hidrokel terlihat translusen. Akibat dari tekanan yang terus-menerus. 2. 1. Pembagian ini penting karena berhubungan dengan metode operasi yang akan dilakukan pada saat melakukan koreksi hidrokel. Dan terjadilah atrofi testis dikarenakan akibat dari tekanan pembuluh darah yang ada di daerah sekitar testis tersebut. sekaligus melakukan herniografi. Pada hidrokel komunikan terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan peritoneum. telah terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan limfa. kantong hidrokel besarnya dapat berubah-ubah yaitu bertambah besar pada saat anak menangis. Cairan yanng seharusnya seimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya. besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari. sehingga pada palpasi. Manifestasi klinis Gambaran klinis hidrokel kongenital tergantung pada jumlah cairan yang tertimbun. Menurut letak kantong hidrokel terhadap testis. Hidrokel yang besar sehingga dapat menekan pembuluh darah b. Pada anamnesis. Hidrokel testis Pada hidrokel testis. Beberapa indikasi untuk melakukan operasi pada hidrokel adalah : a. Pada anamnesis. hidrokel akan sembuh sendiri. tetapi jika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan koreksi. Bila timbunan cairan hanya sedikit. Hidrokelektomi Pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel. F. 3. Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan scrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara Winkelman atau plikasi kantong hidrokel sesuai cara Lord. 2. Pada hidrokel yang terinfeksi atau kulit skrotum yang sangat tebal kadang-kadang sulit melakukan pemeriksaan ini. Aspirasi Aspirasi cairan hidrokel tidak dianjurkan karena selain angka kekambuhannya tinggi. H. Pada palpasi.

c. Resiko infeksi b. jenis kelamin. C. c.ketakutan).d kondisi anak : prosedur pembedahan. tetapi pada hernia terdapat suara bising usus. e. d. pegang skrotum. bila sinar merata pada bagian skrotum maka berarti isinya cairan ( bila warnanya redup ) B. b. b. perdarahan. Pre op a. d. dan hernia berwarna gelap. Auskultasi pada hidrokel tidak terdapat suara bising usus. umur. Hidrokelektomi I. 3. pekerjaaan. Bila dilakukan transiluminasi pada hidrokel terlihat transulen. Identitas klien yang mencakup nama. Pengangkatan hidrokel bisa dlakukan anestesi umum ataupun regional (spinal). Resiko kerusakan integritas kulit : skorotum b. Anamnese Anamnese berkaitan tentang lamanya pembengkakan skrotum dan apakah ukuran pembengkakan itu bervariasi baik pada waktu istirahat maupun pada keadaan emosional (menangis. Tindakan pembedahan berupa hidrokelektomi. Cara ini nggak begitu digunakan karena cairan hidrokelnya akan terisi kembali. Tindakan lain adalah dengan aspirasi jarum (disedot pakai jarum). program pentalaksanaan. BAB III ASUHAN KEPERAWATAN A.d kondisi anaknya dan kurang pengetahuan merawat anak.d adanya gesekan dan peregangan jaringan kulit skrotum. Pada saat pemeriksaan fisik dengan Transiluminasi/diaponaskopi hidrokel berwarna merah terang. hidrokel dirasakan sesuatu yang oval atau bulat. Pada saat di palpasi hidrokel terasa seperti kistik.d insisi post op. Diagnosa keperawatan 1. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik.hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel secara in toto. Hidrokel dapat dibedakan dengan hernia melalui beberapa cara : a.d perubahan bentuk skrotum. biasanya menghilang sebelum umur 2 tahun. dan drainase 6. c. Ansietas pada orangtua b. pada hernia tidak. penumpukan cairan ini bisa mengganggu kesuburan dan fungsi seksualnya. Lakukan transluminasi test : ambil senter. Post operasi a. Kalau tidak ditangani segera. 4. Komplikasi 1. Hidrokel tidak dapat didorong. Pre operasi a. 3. Namun jika setelah diaspirasi kemudian dimasukkan bahan pengerut (sclerosing drug) mungkin bisa menolong. 2. Hematom pada jaringan skrotum yang kendor 2. PENGKAJIAN 1.1 Tujuan dan kriteria hasil .(Mayo Cliinic) Gambar 5. alamat. trauma pembedahan. sorot dari bawah . Nyeri berhubungan dengan gangguan pada kulit jaringan. Infeksi testis. f. Gangguan rasa nyaman (nyeri) b. Pada hidrokel tidak ada terapi khusus yang diperlukan karena cairan lambat laun akan diserap. lembut dan tidak nyeri tekan. disuria. Dx. tetapi pada hernia terasa kenyal. perawatan post op. Perencanaan dan intervensi 1. hernia biasanya dapat didorong.d pembengkakan skrotum b. Kaji setelah pembedahan : infeksi. 2. dan hernia di lipatan paha. Kaji sistem perkemihan 5. Hidrokel pada saat di inspeksi terdapat benjolan yang hanya ada di scrotum. Perubaan body image : citra tubuh b. Deficit pengetahuan orangtua b.

Dx. b) Perhatikan perilaku menarik diri pada keluarga. Intervensi Keperawatan : a) Kaji adanya tanda kerusakan kulit seperti lecet dan kemerahan sekitar area pembesaran ( lipatan paha ). d) Berikan posisi yang nyaman : abduksi. RASIONAL : mengurangi sensasi nyeri. RASIONAL : mencegah kerusakan yang lebih parah. d) Berikan tindakan nyaman massage punggung. . RASIONAL : mengurangi sensasi nyeri. Intervensi Keperawatan : a) Kaji tingkat pengetahuan pasien tentang kondisi dan pengobatan. tidak efektif menggunakan pengingkaran atau perilaku yang mengindikasikan terlalu mempermasalahkan tubuh dan fungsinya. e) Anjurkan klien menggunakan pakaian yang longgar terutama celana. c) Kurangi aktifitas klien selama sakit. Perhatikan tanda depresi berat /lama.3 Tujuan dan criteria hasil Diharapkan setelah dilakuakan intervensi.2 Tujuan dan criteria hasil Diharapkan setelah dilakukan intervensi. dan pada bayi. e) Observasi dan catat pembesaran skrotum ( bila perlu ukur tiap hari ). dengan criteria hasil : 1) Keluarga sabar menghadapi kondisi anaknya. RASIONAL : identifikasi tahap yang pasien sedang alami memberikan pedoman untuk mengenal dan menerima perilaku dengan tepat. b) Catat petunjuk nnonverbal seperti gelisah. RASIONAL : memberikan sirkulasi bagi aliran darah. b. RASIONAL : mengetahui lebih dini gejala kerusakan kulit untuk dilakukan intervensi selanjutnya. cek adanya keluhan nyeri. menolak untuk bergerak. RASIONAL : indicator terjadinya kesulitan menangani stress terhadap apa yang terjadi. nyeri klien berkurang bahkan hilang 3) Skala nyeri 0-3 Intervensi Keperawatan : a) Kaji skala. orangtua harus memahami bahwa penyakit ini dapat disembuhkan. Dx. dengan criteria hasil : 1) Tidak ada lecet dan kemerahan di sekitar area pembesaran. b) Berikan salep atau pelumas. RASIONAL : menjadi acuan dalam perrkembangan terapi yang sudah diberikan. Depresi lama menunjukan intervensi lanjut. karakteristik dan lokasi nyeri yang dialami klien sesuai dengan PQRST. rasa tidak nyaman berkurang bahkan hilang dengan criteria hasil : 1) Pembengkakan skrotum berkurang 2) Klien merasa nyaman.Diharapkan setelah dilakukan intervensi. RASIONAL : mengurangi sensasi nyeri. kerusakan integritas kulit tidak terjadi. RASIONAL : mengidentifikasi nyeri akibat gangguan lain. klien tidak merasa bahwa penyakitnya adalah suatu penderitaan. dan ansietas seubungan dengan situasi saat ini. mengubah posisi dan aktifitas senggang. berhati-hati saat beraktifitas dan meringis. c. c) Tentukan tahap berduka. RASIONAL : mendeskripsikan tingkat nyeri c) Ajarkan pasien untuk memulai posisi yang nyaman atau tekhnik relaksasi misalnya duduk dengan kaki agak dibuka dan nafas dalam. RASIONAL : mencegah iritasi yang lebih parah. RASIONAL : mengidentifikasi luas masalah dan perlunya intervensi. f) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi. RASIONAL : mencegah kerusakan kulit.

d) Berikan informasi bahwa penyakit ini dapat hilang dengan sendirinya. pengobatan dan potensial komplikasi. RASIONAL : memperkuat keyakinan keluarga dan memberikan semangat yang mempertahankan harga diri keluarga dan menghindari kecemasan yang berlebihan. c) Diskusikan perawatan insisi. Dx. RASIONAL : pemahaman meningkatkan kerjasama dengana program terapi. d. Intervensi keperawatan a) Kaji ulang pembatasan aktivitas pascaoperasi. dan lekas kembali pulih normal. termasuk mengganti balutan. RASIONAL : mencegah komplikasi lanjut dari pergerakan dan aktivitas yang berlebihan. gatal. RASIONAL : menyampaikan harapan untuk mengatur situasi dan membantu perasaan harga diri dan orang lain. RASIONAL : menghilangkan kecemasan orangtua klien karena ketidaktahuan tentang prosedur. RASIONAL : mengindari persepsi yang salah dan membantu menghilangkan kecemasan pada anak. dan kembali ke dokter untuk mengangkat jahitan / pengikat. dengan criteria hasil : 1) cemas yang dialami orangtua klien berkurang bahkan hilang. e) Anjurkan orang terdekat untuk memperlakukan pasien secara normal dan bukan sebagai orang cacat. 4 Tujuan dan criteria hasil Diharapkan setelah dilakukan intervensi. perawatan setelah operasi dan pengobatanya dengan criteria hasil : 1) klien menyatakan pemahamannya proses penyakit. RASIONAL : menghilangkan kecemasan orangtua klien karena ketidaktahuan tentang prosedur. panas. pembatasan mandi. Rasional : mengurangi kontaminasi silang b) Batasi penggunaan alat atau prosedur invasive jika memungkinkan Rasional : mengurangi jumlah lokasi yang dapat menjadi tempat masuk organisme c) Gunakan teknik steril pada waktu penggatian balutan/penghisapan/berikan lokasi perawatan. 2. mengurangi risiko infeksi nosokomial d) Gunakan sarung tangan/pakaian pada waktu merawat luka yang terbuka/antisipasi dari kontak langsung dengan sekresi ataupun ekskresi Rasional : mencegah penyebaran infeksi/kontaminasi silang b. f) Yakinkan keluarga bahwa penyakit ini dapat disembuhkan dan tetap sabar menghadapi kondisi anaknya.2 Tujuan dan kriteria hasil : Diharapkan setelah diberikan intervensi. perubahan fungsi. edema/eritema . RASIONAL : pengenalan perasaan tersebut diharapkan membantu orangtua pasien untuk menerima perilaku dan mengatasinya secara efektif. Post operasi a. c) Libatkan orangtua dalam perawatan terhadap anaknya. Intervensi Keperawatan : a) Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas walupun menggunakan sarung tangan steril. b) Jelaskan tindakan yang akan dilakukan terhadap anaknya sebelum tindakan dilakukan. misalnya jalur invasive Rasional : mencegah masuknya bakteri. meningkatkan penyembuhan dan program perbaikan. d) Identifikasi gejala yang memerlukan evaluasi medic. meningkatkan penyembuhan. Dx. RASIONAL : menghilangkan kecemasan orangtua klien karena ketidaktahuan tentang prosedur. contoh peningkatan nyeri. b) Dorong aktivitas sesuai toleransi dengan periode istirahat periodic RASIONAL : mencegah kelemahan.1 Tujuan : diharapkan resiko terjadinya infeksi tidak terjadi dengan kriteria hasil : 1) Berkurangnya tanda-tanda peradangan seperti kemeraha-merahan. klien memahami dan mengerti tentang prosedur pembedahan. Intervensi Keperawatan : a) Beritahu dan jelaskan tentang prognosa dan diagnose penyakit yang dialami oleh anaknya.d) Akui kenormalan perasaan. Dx. orangtua memahami dan mengerrti tentang prognosa dan diagnose penyakit yang dialami oleh anaknya.

catat lokasi. d) Orangtua tidak cemas. beratnya (0-10). RASIONAL : berguna dalam pengawasan keefektifan obat. RASIONAL : gravitasi melokalisasi eksudat inflamasi. Intervensi Keperawatan : a) Kaji nyeri. adanya drainase. d) Berikan aktivitas hiburan. Diposkan oleh Pter_9889 di 09:37 . RASIONAL : menghilangkan nyeri mempermuda kerja sama dengan intervensi terapi lain contoh batuk dan ambulasi. Post operasi a) Tidak terjadi infeksi. EVALUASI KEPERAWATAN 1. c) Dorong ambulasi dini.3 Tujuan dan kriteria hasil Diharapkan setelah diberikan terapi. c) Nyeri klien tidak berlangsung lama. Pre operasi a) Nyeri klien berkurang bahkan hilang. RASIONAL : meningkatkan normalisasi fungsi organ. b) Pertahankan istirahat dengan posisi semifowler.luka. karakteristik. nyeri klien berkurang bahkan hilang dengan criteria hasil skala nyeri 0-3 dan kllien tidak menangis serta gelisah. b) Tidak terjadi kerusakan integritas kulit. RASIONAL : upaya intervensi menurunkan risiko komplikasi serius contoh lambatnya penyembuhan. kemajuan penyembuhan. demam. Dx. c. e) Berikan analgetik sesuai indikasi. 2. RASIONAL : focus perhatian kembali. meningkatkan relaksasi. dan dapat meningkatkan kemampuan koping. c) Perubahan body image dan harga diri rendah tidak terjadi pada keluarga. b) Klien memiliki pengetahuan tentang prosedur perawatan dan pengobatan. D. Selidiki dan laporkan perubahan nyeri dengan cepat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful