PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Islam memilki konsern yang sangat tinggi terhadap bersuci dan penyucian baik bersifat hissiyah ( dapat diinderakan) maupun maknawi. Sedangkan gama-agama lain tidak memiliki konsern yang sedemikian hebat yang melebihi islam terhadap

kebersihan. Islam sangat peduli dengan kebersihan manusia, kebersihan rumah, kebersihan jalan, kebersihan masjid dan yang lainnya. Hingga tersebar di kalangan kaum muslim dan tidak pada selain mereka kata-kata “ nazhafatu min al-iman” (kebersihan adalah sebagian dari iman). Padahal para pemuka agama di abad pertengahan, seperti pendeta di barat melakukan taqarrub kepada Allah SWT dengan cara yang kotor dan menghindari menggunakan air. Hingga diantara mereka ada yang mengatakan : semoga Allah memberikan rahmatnya pada sang pendeta fulan, sebab dia telah hidup selama 50 tahun dengan tidak pernah membasuh kedua kakinya. Bagi orang-orang yang berilmu dari kalangan islam yang mampu menggabungkan antara keshahihan teks dan kejelasan fakta, akan melihat jelas bahwa kebaikan dan keburukan itu merupakan sesuatu yang bisa ditangkap secara rasio melalui perbuatanperbuatan, seperti sesuatu yang indah dan jelek. Atau dalam suatu benda, seperti barang yang kotor dan barang yang harun baunya. Sesungguhnya tidak diragukan bahwa seseorang akan lebih cenderung memilih yang baik dan akan senantiasa menghindar yang kotor. Hanya saja akal tidak mampu memberikan detailnya. Maka datanglah syariat menerangkan detailnya dengan menerangkan posisinya dalam rasio.
1

Syariat memerintahkan untuk mengetahuninya, memerintahkan menjauhkannya dan menyingkirkannya setelah melakukannya. Yang demikian ini disebut dengan pembersihan (thatir) dan penyucian (tarkiyah). Sedangkan penyucian yang berkenaan dengan sesuatu yang dimaklumi adalah dengan taubat dan kaffarat dan yang dirasakan (mahsusat) adalah dengan cara disucikan dengan air dan yang serupa dengannya. Kemuliaan makhluk adalah karena kedekatannya dengan pencipta-Nya. Oleh sebab itu, syariat memerintahkan agar seseorang menjauhkan dirinya dari najis dalam segala kondisinya Allah mewajibkan untuk membersihkan diri dalam semua hal saat dia akan menghadap Tuhannya seperti saat shalat. Sebab shalat adalah puncak dari pendekatan diri kepada Allah SWT.

B. PERMASALAHAN
Dalam pembuatan makalah ini yang menjadi suatu permasalahan adalah kurang tahunya atau minimnya informasi tentang Thaharah ini itu dari segi aspek positrifnya. Hal ini dikarenakan beberapa kendala yang baik dari sumber atau dari para pembaca yang kurang meminati tentang bacaan yang mengenai Thaharah. Untuk itu penulis menjadikan suatu permasalahan yang mengarah pada topik akan dibahas agar para pembaca dapat mengerti dan paham aka nisi makalah ini. Peranan penting Thaharah ini akan dapat kita lihat dalam pemecahannya yang terdapat pada bagian isi makalah ini yang menjelaskan tentang Thaharah, macam Thaharah, kedudukan Thaharah, hingga pembagian air yang mana sebagai alat yang digunakan dalam Thaharah tersebut.

2

Hadats ada dua. Menghilangkan hadats besar dengan mandi atau tayammum dan menghilangkan hadats kecil dengan dan wudhu atau tayjammum.pakaian dan tempat. Sedangkan menurut istilah adalah menghilangkan segala sesuatu yang dapat menghalangi ( sahnya ) shalat baik berupa hadats maupun najis. Bersuci karena hadats hanya dibagian badan saja.berdasarkan firman Allah dan sunnah Nabi SAW.dengan menggunakan air.dan syarat itu harus didahulukan atas apa yang disyaratkan. atau menghilangkan status hadats dan najis itu dengan menggunakan debu. Adapun firman Allah dakam surat Al_Baqarah ayat 222 3 . Thaharah adalah syarat islam yang paling kuat. B.yaitu hadats besar dan hadats kecil.kata “thaharah” ( bersuci ) mengandung arti “membersihkan ( diri ) dari kotoran”. Hukum Thaharah Bersuci hukumnya wajib. Pengertian Thaharah Menurut bahasa. Bersuci dari najis berlaku pada badan. Cara menghilangkannya harus dicuci dengan air suci dan mensucikan.PEMECAHAN MASALAH DAMPAK THAHARAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA A.

Artinya: “sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” Dan surat Al-Maidah ayat 6: Artinya: “Dan jika kamu junub maka mandilah. 4 .” Adapun sabda nabi antara lain: Artinya: “Bersuci adalah separuh dari iman.” Dan surat Al_Muddatstsir ayat 4: Artinya: “Dan pakaianmu bersihkanlah.

seseorang terlebih dahulu harus melakukan wudhu dan membersihkan najis yang melekat di badan. ( H.R. 5 . Fungsi Thaharah Thaharah merupakan salah satu syarat untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW: Artinya: “Allah tidak menerima shalat yang tidak dengan bersuci “. Dengan demikian fungsi thaharag adalah sebagai syarat untuk keabsahan suatu ibadah. Untuk melakukan shalat umpamanya.Muslim ) D.Artinya: “Kunci dari shalat adalah bersuci. Shalat tiada sah bila tiada dengan thaharah. Demikian juga halnya dengan puasa yang tidal boleh dilakukan oleh orang yang dalam keadaan haid dan nifas.” C. Kedudukan Thaharah dalam Ibadat Thaharah merupakan masalah yang sangat penting dalam agama dan merupakan pangkal pokok dari ibadat yang menjadi penyongsong bagi manusia dalam menghubungkan diri dengan Tuhan.

sebagaimana do‟a rasulullah SAW.najis dan sebagainya 2) Membersihkan anggota tubuh dari perbuatan dosa 3) Membersihkan jiwa.” 5) Bersiwaklah.ada sopan santun ( adap ) yang harus dipatuhi.ialah sebagai berikut: 1) Jangan menghadap ataupun membelakangi kiblat ketika bersuci ( beristinja‟ ) dari buang air besar atau kecil 2) Masuklah ke jamban dengan mendahulukan kaki kiri.dalam sabdanya: 6 .yang bias kita golongkan sebagai berikut: 1) Membersihkan tubuh dari hadatd. Kemudian dalam melakukan thaharah. Bahkan ketika berwudhu. Adap Thaharah Sebenarnya arti thaharah itu sangat luas.E.dan keluarlah dengan kaki kanan terlebih dahulu 3) Jangan berbicara ketika buang air 4) Ucapkan sehabis buang air yang artinya: “segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan dariku penyakit dan menyehatkanku.jangan sampai mnyeleweng atau berakhlak rendah 4) Kesucian para Nabi.bersiwak itu sunnah mu‟akad 6) Dahulukan anggota-anggota tubuh bagian kanan ketika membasuh atau mengusap 7) Hematlah dengan air 8) Berdo‟alah sehabis berwudhu.yakni kebersihan hati mereka dari kemusyrikan kepada Allah SWT.

Dan seterusnya. Hadats kecil adalah suatu keadaan seseprangyang dapat disucikan dengan wudhu atau tayammum. yaitu dengan cara menghilangkan najis tersebut. pakaian maupun tempat. F. Hadats ialah keadaan yang menghalangi thaharah. Hadats terdiri dari dua macam. sebagai ganti dari pad wudhu.tinja dan lain sebagainya.kecuali pintu-pintu surge yang delapan dibukakan untuknya. 7 . yaitu hadats kecil dan besar. Adapun kotoran adalah najis hakiki seperti darah. seperti wudhu. Dan aku bersaksi bahwa tiada Muhammad itu hamba Allah dan utusan-Nya ). ia boleh masuk dari pintu man saja yang ia kehendaki”. Macam-macam Thaharah Thaharah memiliki macam-macam. Jenis thaharah ini adalah khusus yang mengenai tubuh. 2) Bersuci dari khubuts (najis).tiada sekutu bagi-Nya.kemudian membaca:”Asyhadu…. antara lainnya sebagai berikut: 1) Bersuci dari hadats.Artinya: “Tidak seorang pun diantara kamu sekalian yang berwudhu dengan sempurna. Sedangkan hadats besar ialah suatu keadaan seseorang yang mesti dibersihkan atau disucikan dengan mandi atau tayammum. baik yang ada pada tubuh. Orang yang tidak berwudhu disebut hadits kecil.yaitu terdiri dari dua macam. baik hadats besar maupun kecil. sebagai ganti dari mandi..” ( Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa. seperti orang yang sedang junub dan wanita yang sedang haid. 9) Shalatlah dua rakaat sehabis wudhu 10) Sekalah air setelah wudhu dan mandi. mandi dan tayammum.

bagi setiap perbuatan. curang.pakaian yang dipakai dan pada badan seseorang.AlAnfal ayat 11: 8 . Kebersihan dari kotoran. cara menghilangkannya dengan menghilangkan kotoran itu pada tempat ibadah. Yang termasuk kedalam najis hukmi ialah hadas kecil yang harus dihilangkan dengan wudu‟ dan hadas besar yang harus dihilangkan dengan mandi. Najis hakiki adalah kotoran yang menghalangi keabsahan shalat tanpa ada keringanan. takabur dan caranya dengan bertindak ikhlas. Q. yaitu najis hakiki dan najis hukmi. Sedang kebersihan dari hadats dilakukan dengan mengambil air wudhu dan mandi. Sedangkan najis hukmi ialah suatu hal yang dipandang ada pada anggota badan yang secara hukum menghalangi keabsahan shalat. dengki. yakni cinta kebajikan. hanya menghendaki kerelaan Allah.benar tawadlu.S. Macam-macam Air dan Pembagiannya Alat terpenting untuk bersuci ialah air. Kebersihan lahir ialah bersih dari kotoran dan daro hadats.Bersuci bathin adalah mensucikan diri dari dosa dan ma‟shiyat. Berdasarkan firman Allah. keraguan dan kebencian. Cara mensucikan diri itu dengan taubat yang sungguh-sungguh dari segala dosa dan ma‟shiyat dari kotoran kemusrikan. seperti darah dan kotoran manusia. Pembahagian Bersuci Bersuci itu terbagi dua:lahir dan bathin. G.Najis secara garis besarnya terbagi kedalam dua macam.

2) Air Makruh Yaitu air yang suci dan dapat mensucikan tetapi makruh digunakannya. air laut.Artinya: Artinya: “Dan kami turunkan dari langit air yang sangat bersih. artinya air itu dapat digunakan untuk bersuci. air dapat dibagi menjadi 4 macam yaitu : 1) Air Mutlak Air mutlak ialah air suci yang dapat mrnsucikan ( thahir-muthahhir ). Misalnya air hujan. dan air embun. air sumur.” Ditinjau dari segi hukumnya. air sungai. 9 . air salju. seperti air musyammas ( air yang dipanaskan dengan panas matahari ) dalam tempat logam yang dibuat bukan dari emas dan perak.

Baik ia turun dari langit maupun mengalir diatas tanah. Misalnya: a) Air sedikit telah dipakai untuk bersuci walaupun tidak berubah sifaynya.air kopi dan sebagainya.580 l = 55.4 cm2 Sifat air yang dapat digunakan untuk bersuci dan air yang tidak dapat digunalan untuk bersuci. Yang dimaksud air dua kullah menurut ukuran di Bagdad adalag 500 kali ( 10 jerigen). Air mutanajjis apabila kurang dari dua kullah 1) tidak sah untuj bersuci. Ia adalah air yang masih dalam keadaannya yang asli.9 cm2 : 176. maka sah untuk bersuci. 4) Air Mutanajjis Yaitu air yang terkena najis. seperti air teh. Air itu disebut musta‟mal. Air dua kullah sendiri kalau diukur dengan ukuran liter adalah srbagai berikut: a) Menurut imam nawawi b) Menurut imam rafi‟i c) Menurut ulama irak : 174.1 cm2 : 245. b) Air suci yang bercampur dengan benda suci.245 l = 56. ukuran per satu kali menurut pendapat imam nawawi adalah bernilai 128 dirham lebih 417 dirham. Ini pendapat yan paling kuat .325 l = 63. rupa dan rasanya).tetapi apabila lebih dari dua kullah dan tidak berubah sifatnya ( bau.3) Air suci tetapi tidak dapat digunakan untuk bersuci ( thahirghairu nuthahhir ) Yaitu air yang boleh diminum tetapi tidak sah untuk bersuci. 10 . Air yang digunakan untuk bersuci itu adalah air yang suci zatnya dan dapat mensucikan yang lainnya.

Sekalipun air telah berubah warnanya. karna ia tak mengangkat hadats dan tidak menghilangkan najis. akan tetapi air jenis i terbagi 3: a) Air yang tidak dapat digunakan untuk bersuci berdasarkan kesepakatan ulama. namun ia masih dinamakan air mutlak. maupun tercampuroleh materi yang suci yang tak mengalahkannya dan tak mengubah namanya. 2.air jenis ini terbagi 2: 1) Air yang diperas dari benda-benda yang suci.Air tebagi dua: 1. Air seperti ini adalah air yang telah berubah karna terkena najis. baik ia tetap dalam sifatnya. Yang dimaksud air yang suci adalah air yang tidak mengandung najis. 11 . Air yang mensucikan yang boleh digunakan untuk bersuci. Sedangkan yang dimaksud dengan air yang mutlak adalah air yang tidak digabungkan dengan sesuatu yang lain. Tidak boleh dan tidak sah mengangkat hadats dan menghilangkan najis yang semakna dengan mengangkat hadats dan menghilakngkan najis melainkan dengan air mutlak. Air najis yang tak boleh digunakan. Air yang penyebutnya digabungkan dengan dengan nama zat lain tidak dapat sigunakan untuk bersuci. Yakni dengan air murni ialah zat cair yang dinamakan air yang tidak bercampur se[erti air hujan dan sebagainya.seperti air mawar 2) Air yang dicampur dengan sesuatu yang suci lalu sesuatu itu merubah nama air tersebut dan dapat mengalahkan unsur-unsurnya hingga ia menjadi berwarna 3) Air yang dimasak bersamaan dengan sesuatu yang suci hingga air itu pun berubah.

Cara mensucikannya ialah kebih dahulu dihilangkan wujud benda najis itu. sedangkan. yakni najis yang timbul dari najis anjing dan babi. 4) Sesuatu yang dapat nerubah sifat air bukan karna keduanya saling bercampur.b) Air yang dicampur dengan sesuatu yang suci yang dapat dipisahkan darinya. 12 . seperti air kencing dan sebagainya. seperti buncis. Najis dapat dibagi menjadi 3 bagian : 1) Najis mughalladzah Yaitu najis yang berat. 3) Benda yang memiliki sifat-sifat yang sama dengan sifat-sifat air yaitu suci dan mensucikan. melainkan hanya karna berdekatan saja. 2) Air yang penyebutnya digabungkan dengan nama benda yang tidak dapat dihindarkan darinya. Air ini terbagi 4 macam: 1) Air yang penyebutnya digabungkan dengan nama tempatnya. baik rasa. H.hingga sesuatu itu merubah salah satu sifat dari air tersebut. seperti tanah. warna. Macam-macam najis dan tingkatannya Najis ( najasah ) menurut bahasa artinya kotoran. kemudian baru dicuci bersih dengan air sampai 7 kali dan permulaan diantara persucian itu dicuci dengan air yang bercampur tanah. seperti lumut. sedangkan menurut syara‟ berarti yang mencegah sahnya shalat. c) Diantara air yang penyebutnya digabungkan dengan nama brnda lain dan air yang boleh digunakan untuk berwudhu berdasarkan kesepakatan ulama. maupun baunya.seperti air sungai.

R. Cara mensucikannya.sedang bila terkena air kencing anak laki-laki cukuplah dengan mrmrtcikkan air padanya. Artinya: “suci tempat ( perkakas ) mu apabila dijilat anjing adalah dengan mencucinya 7 kali. seperti air kencing bayi laki-laki yang umurnya kurang dari 2 tahun dan belum makan apa-apa kecuali ASI.R. Sabda rasulullah saw: Artinya: “ barang yang terkena air kencing anak perempuan harus dicuci.Abu dawud dan Nasa’i ) 13 .Cara ini dilakukan berdasarkan sabda rasulullah saw.cukup dengan memercikkan air pada benda yang terkena najis itu sampai bersih.”( H.At-Tirmidzi ) 2) Najis mukhaffafah Ialah najis yang ringan.permulaan atau penghabisan diantara prnyucian si cuci dengan air yang bercampur dengan tanah .” ( H.

belalang. 4) Najis yang dapat dimaafkan. apabila mengenai dirinya. kutu busuk dan sebagainya . Barang-barang yang najis Barang yang najis ialah kotoran yang wajib mensucikannya bagi tiap muslim.3) Najis Mutawassithah ( sedang ) Yaitu kotoran. pakaian atau tempatnya.yaitu najis yang tidak berwujud bendanya. Cara mensucikannya dengan menghilangkan zatnya lebih dahulu. Cara mensucikannya dengan mengalirkan air pada bekas najis itu. b) Najis yang sedikit sekali c) Nanah atau darah dari kudis atau bisulnya sendiri yang belum sembuh d) Debu yang campur najis dan lain-lainnya yang sukar dihindarkan. seperti kotoran manusia atau binatang kencing. bau dan warnanya. Najis yang dapat dimaafkan antara lain: a) Bangkai binatang yang darahnya tidak mengalir . nanah. Najis mutawassithah dapat dibagi menjadi 2 bagian: a) Najis „ainiyah. b) Najis hukmiyah. arak yang sudah kering. 14 . darah .dan mayat manusia) dan najis-najis yang lain selain juga tesb dlm najis ringan dan berat. kemudian menyiramnya dengan air sampai bersih. seperti nyamuk. bangkai ( selain bangkai ikan.yaitu najis yang bendanya berwujud. hingga hilang rasa. seperti bekas kencing.

3) Air kencing dan kotoran manusia.dikala bersetubuh. kenajisan kotoran manusia tersebut diatas. tidak najis. air madzi itu najis. tanduk. air yang keluar dari kemaluan pria maupun wanita. gigi bulu dan rambut. 4) Air madzi Air madzi ialah air putih yang keluar dari kemaluan baik wanita maupun pria. seperti semut dan sebagainya. maka kedudukan air itu suci.pakaian dan tempat.Macam-macam barang yang najis mengenai badan. Pengecualian dari hal itu ialah: a) Bangkai ikan dan belalang b) Bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya. Berdasarkan kata aisyah: 15 . selain air kencing bayi laki-laki yang masih menyusuh. Telah disepakati oleh mujtahidien. 2) Darah yang memgalir. yakni air nuthfah. ialah: 1) Bangkai Bangkai ialah hewan yang mati tanpa disembelih atau sebagian organ yang diambil dari hewan yang masih hidup. c) Tulang. dan belum memakan makanan. Termasuk barang najis ialah darah yang mengalir yaitu darah binatang yang disembelih. menurut persetujuan ulama mengenai air mani.

“saya ( aisyah ) menggaruk-garuk air mani yang ada pada pakaian Rasulullah saw. Darah haidh ialah darah yang biasa keluar tiap bulan dari rahim wanita. apabila mengenai badan dan pakaian tidak wajib disucikan. dicuci kalau mani itu basah. 6) Daging babi 7) Khamar Khamar menurut jumhur ulama termasuk barang najis. nifas dan istihadhah. sampai batas 40 hari sejak mekahirkan. 16 . kemudian Nabi bersembahyang dengan pakaian itu. 5) Air liur anjing Air liur anjing termasuk najis. sampai batas 40 hari. sehingga tidak berlaku lagi wanita yang mengeluarkan darah tersebut hukum-hukum orang nifas. bahkan termasuk najis mugholadhoh. pakaian atau badan.” Sebagian mujtahid berpendapat bahwa mani itu najis. Bila dijilat anjing. wajib dicuci 7 kali. termasuk barang njis menurut persepakatan ulama.tempat.Sebagaian ulama menafsurkan khamar itu keadaannya suci. apabila mengenai badan atau pakaian wajib dibasuh.Darah nifas ialah darah yang keluar dari rahi wanita setekah mekahirkan. bukan darah nifas lagi. 8) Darah haidh. salah satunya dengan menggunakan debu. tetapi cukup digaruk-garuk kalau sudah kering.

mereka wajib mengerjakan sembahyang. e) Wadi. f) Air luka yang berubah baunya g) Nanah baik kental maupun cair h) Darah. binatang untuk 17 . yakni masih tetap mengeluarkan dara sesudah waktu penetapan haidh dan nifas. hanya harus mandi dulu sebelum mengerjakan sembahyang. ialah: a) Tidak boleh melakukan sembahyang dan puasa b) Tidak boleh melakukan thawaf dan membaca al_Qur‟an c) Tidak boleh menyentuh mashaf d) Tidak boleh melakukan hubungan kelamin Kedudukan orang yang sedang nifas sana dengan orang yang sedang haidh. biasanya keluar setelah kencing dikala pikiran tertekan atau ketika membawa barang berat.Ada yang tidak boleh dikerjakan bagi orang nifas sama dengan orang yang sedang haidh. seperti susu keledai l) Makanan yang dikeluarkan kembali dari perut dimakan kedua kali. kecuali hati dan limpa i) Empedu j) Muntahan k) Susu hewan yang tidak dapat diminum selain manusia. yaitu air putih yang keruh kental . Adapun wanita yang istihadhah.

selain air kalau dalam keadaan kentak.Cara membersihkan najis yang dapat dilihat mata Dibersihkan najis itu pada umumnya dengan air yang dapat untuk bersuci.bila barang yang terkena bangkai dibuankah bangkai itu. Abdil bar menukilkan bahwa para ulama sepakat. 2) Apabila najis itu tidak dapat dilihat. dan bila keadaannya cair maka tak dapat digunakan semua.maksudnya yang terkena najid tersebut. 1) Apabila najis itu dapat dilihat seperti kotoran. maka membersihkannya cukup disiram sekali atau beberapa kali. Untuk itu dapat diikuti uraian tentang caea membersihkan air itu menurut keadaan najis dan yang terkena najis. hukum benda cair sama dengan hukum air. dan najis itu mengenai tempat . 4) Membersihkn tanah yang kena najis ialah dengan menuangkan air diatas tanah itu. makadibuang sebagian yang terkena najis itu. apabila tidak berubah karna najis itu.seperti air kencing. 18 . badan atau pakaian. menurut jumhur ulama. Apabila mengenai badan atau pakaian dan tidak jelas mana yang terkena anggota badan atau pakaian itu. kecuali beberapa hal. Benda cair itu tidak menjadi najis. Mengenai barang cair yang terkena najis. najislah semuanya. maka membersihkannya digosok kemudian disiram dengan air sekali atau beberapa kali. 3) Apabila barang yang terkena najis itu barang cair. Lain halnya pendapat Az_Zuhri Al.Auza‟I. maka dengan mandi dan membasuh pakaian yang terkena najis tersebut.

dan dari nurani-nurani yang mati. Membersihkan alat-alat tersebut dengan menggosokkan alat tersebut seperti yang dilakukan oleh para sahabat .5) Yang kena najis peralatan. dari kenistaan benci. yang keras dan mengkilap seperti cermin. 7) Membersihkan kulit binatang Penyembelihan binatang yang dagingnya halal dimakan. yaitu dengan menggosokkannya pada tanah sehingga hilang najis yang menempel pada sandal atau sepatu tersebut. Cara lain yang mengandung sarana untuk mensucikan kulit binatang ialah dengan menyamak. akan kesucian kulit binatang itu sehingga dapat dipergunakan manusia. mereka mengerjakan sholat sedangkan mereka membawa pedang yang terkena darah yang ada pada pedang-pedang itu.Kita melihat ada perhatian khusus terhadap hal tersebut. Menyamak ini dapat mensucikan kulit hewan yang dagingnya haram dimakan. Adapun dampak thaharah dalam kehidupan manusia yaitu : 1. 6) Membersihkan sandal yang terkena najis Membersihkan sandal atau sepatu yang terkena najis. Membersihkan hati dari penyakit-penyakit Kita melihat ada perhatian khusus terhadap kebersihan hati dari penyakit-penyakit buruk. baik dalam alqur‟an maupun dalam sunnah Rasulullah SAW. 19 . pedang dan sebagainya. mengandung ketentuan hukum. baik yang bersifat hissiyah (dapat dilihat indera) atau maknawi. Dampak Thaharah dalam kehidupan Manusia Islam memiliki konsern yang sangat tinggi terhadap bersuci dan penyucian. kecuali kulit babi atau babi hutan I.

dan kebohongan adalah orang munafik yang mengaku beriman namun hatinya tidak.Dalam alquran Allah menyebutkan bahwa orang-orang yahudi itu keterlaluan berlaku kufur dan sesat. Oleh karena itu allah tidak berkehendak membersihkan hati mereka dari kekufuran. Firman Allah SWT yang artinya : 20 . Sama seperti mereka dalam hal kekufuran. Allah juga berkehendak membersihkan dari kekufuran dan perbuatan-perbuatan yang nista. kesesatan.Seandainya allah berkehendak. memalsukan taurat dan tidak mau mempraktikkan hukuman yang telah ditetapkan oleh Allah terhadap seorang laki-laki dan perempuan yang berstatus muhshan (sudah berkeluarga) yang melakukan zina. dan mengikuti hawa nafsu. penyimpangan. tentu mereka tidak akan terjerumus dalam fitnah-fitnah tersebut. Mereka begitu saja menerima kebohongan dan kedustaan dari ulama-ulama mereka terhadap agama Allah.

maka hati-hatilah. Meraka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. berburuk sangkakepada orang lain.Artinya : “Hai.maka sekali-kali kamu tidak dapat menolak sesuatupun yang datang daripada Allah. 21 ..padahal hati mereka belum beriman. adalah lebih penting daripada sekadar membersihkannya dari segala sesuatu yang dapat diindera. menghina sesama hamba Allah. maka terimalah. rasul janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang memperlihatkan kekafirannya. Mereka mengubah perkataan-perkataan taurat dari tempat-tempatnya. Mereka berkata.’kami telah beriman’. berkawan akrab dengan orang-orang yang menentang dan memusuhi Allah dan dosa-dosa besar lainnya adalah hati setan yang gelap dan celaka. membenci orang-orang mukmin yang saleh.” (Al-Maidah 41). jika diberikan ini (yang sudah diubah-ubah oleh meraka)kepada kami. hati yang menjadi budak hawa nafsu yang selalu mengajak berbuat jahat dan hati yang dipenudi dengan kotoran. yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka.mereka sangat suka mendengar perkataan orang lain yang belum pernah datng kepadamu. dan jika kamu diberikan bukan ini. kesombongan. menyukai orang kafir dan orang yang jahat lainnya. dan juaga dianra orang-orang yahudi. Sesungguhnya hati yang diisi degan kemunafikan. dan kedengkian. Membersihkan hati dari hal-hal yang nista dengan cara mengisinya untuk mencintai hal-hal yang mulia. Barang siapa yang Allah mengkehendaki kesesatannya. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka berolrh siksaan yang besar.

dan bahwa amal kejahatan yang paling rendah adalah kufur yang juga ada dalam hati. sholat. Membersihkan anggota tubuh dari maksiat Sesungguhnya setiap anggota tubuh seseorang itu selain berpotensi untuk ia gunakan melakukan kebajikan yang menjanjikan kebahagiaan dan kehidupan yang menyenangkan. dan jika ia rusak. 2. maka semua jasad pun menjadi rusak. membaca alquran. Contohnya seperti ia gunakan untuk bertasbih. dan kerugian dunia akhirat. Atau ia gunakan anggota tubuhnya untuk mengucapkan kalimat yang santun kepada sesama saudaranya. dan menghiasinya dengan cahaya-cahaya iman sebagai buah amal-amal yang saleh serta akhlak-akhlak yang terpuji. Ingat segumpal daging itu adalah hati “. untuk mengulur bantuan. juga berpotensi untuk ia gunakan melakukan kejahatan yang akan mengantarkannya pada mala petaka. berdoa. hal itu karena ia mau menggunakan anggota tubuhnya untuk melakukan halhal uang disukai dan diridoi Allah. zakat. Jika seseoorang mendapatkan pertolongan serta petuunjuk dari Allah. puasa. untuk 22 . Sabda Nabi SAW yang artinya: “ ingatlah dan sesungguhnya di dalam jasad itu ada segumpal daging yang kalau baik maka jasad itu akan baik pula. Oleh karana itu kita tahu betapa pentingnya memperhatikan hati dengan cara membersihkannya dari segala kezaliman yang muncul dari kemaksiatankemaksiatan.Setiap orang yang berakal seharusnya paham bahwa amal kebaikan yang paling tinggi adalah iman yang ada dalam hati. bencan. dan ibadah-ibadah lainnya demi tunduk kepda keagungan serta kesempurnaan Allah.

dari kemungkaran dan kekejian. mereka itulah adalah sebaik-baik makhluk “(Al-Bayyinah 7) 23 . dari kezaliman dan menzalimi. Contoh manusia seperti itu adalah manusia yang paling baik. keadilan dan kebahagiaanyang diberkahi dan diridhoi oleh Allah. untuk menyuruh kepada sesuatu yang makhruf. Dan itu semua bisa dilakukan jika seseorang bisa membersihkan anggota tubuhnya dari kerusakan dan merusak.Dia itulah yang sanggup membersihkan seluruh anggota tubuhnya dari segala sesuatu yang dapat mengundang kemungkaran allah dan sanggup membersihkannya dari noda-noda maksiat dengan cara melakukan ketaatanketaatan. untuk membela kebenaran. untuk menyemarakkan dunia dengan kebajikan. untuk mencegah dari yang mungkar. Meraka itulah manusia yang disinggung dalam firman Allah SWT: Artinya: “ Sesungguhnya orang yang beriman dan berramal saleh. dan juga dari perbuatan maksiat kepada allah sekalipun itu hanya mengakibatkan dosa kecil. Sesungguhnya orang yang saleh adalah orang yang dapat mengendalikan anggota tubuhnya untuk melakukan kebajikan yang manfaatnya kembali bagi dirinya sendiri maupun orang lain di sekitarnya. untuk memberikan pertolongan . dan paling layak memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.menjenguk orang yang sakit. paling utama. keindahan. untuk memperkokoh banguunan peradaban yang bersih dan kehidupan yang baik.

Agar kita dalam menjalankan ibadah syah hukumnya. dan ia senantiasa merasakan kebahagiaan yang tidak dapat terlukiskan dalam pelukan Allah Ta‟ala. para setan dari jenis manusia dan jin putus asa untuk menggodanya. Dan seandainya setiap orang mau bertakwa kepada tuhannya. Seandainya manusia berlaku lurus pada manhaj Allah. yang bertakwa dan yang dikasihi oleh Allah. maka itu menjadi acuan diterimanya atau syah tidaknya ibadah yang kita lakukan. 3. akantetapi kalau kita lihat bahwa ibadah itu tidak meruupakan gerak baban saja melainkan terutama merupakan 24 . 4. duunia akan tunduk di bawah telapah kakinya. berjalan di atas jalan-Nya. menggunakan setiap anggota tubuhnya untuk taat kepada Allah. dan tidak melampaui batas-bata yang telah ditentukan oleh Allah . Thaharah merupakan pembersihan badani. niscaya mereka semua akan menjadi orang-orang yang baik. Mereka saling mencintai dan saling membantu dalam mengerjakan kebaktian serta ketakwaan.Sesungguhnya ibadah-obadah yang diperintahkan oleh Allah kepada kita merupakan sarana-sarana yang dapat membersihkan seseorang sekaligus menjadikan setiap anggota tubuhnya dapat beridabah dan bermanfaat. cahaya-cahaya akan memenuhi hatinya. dan menanamkan kebajikan baik bagi diri sendiri dan bagi manusia lainnya. niscaya para malaikat akan menyalaminya di atas tempat tidurnya. Agar badan kita suci dari hadast dan najis. Sebelum kita melakukan atau mengerjakan ibadah-ibadah yang mengharuskan kita untuk bersuci.

Agar kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. 8. Sangat menyukai rang-rang yang suci atau bersih dari segala macam hadats dan najis. tempat dan lain-lain. Disamping itu kita pun tidak suka pada kotoran dan hal-hal yang menjijikkan. 25 . 5. 7. Memelihara kesehatan. 9. kita mempunyai kecenderungan menyukai kebersihan baik berupa kebersihan diri. karena Allah SWT.mensucikan anggota badan adalah untuk menghapus dosadosa yang dilakukan oleh anggota badan tersebut.gerak atau proses psikologis yang mendalam (khusyu‟) sehingga memungkinkan manusia secara psikologis bertemu dengan Allah SWT. Salah satu bentuk ibadah kepada Allah demi mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat kelak. Dengan berusaha untuk menjaga kebersihan yang artinya menghindari dari berbagai penyakit. Dan banyak penyakit yang tersebar melalui kotoran atau polda hidup yang tidak bersih. pakaian. Kewajiban mensucikan anggota badan adalah mengingatkan orang Islam untuk selalu bersyukur kepada nikmat Allah dari yang sekecil-kecilnya hingga yang sebesar-besarnya. 6.3. Tuntunan Fitrah Tentu sebagai manusia. Kebersihan sama dengan menjaga kesehatan.

PENUTUP A. B. untuk itu penulis menerima setiap saran yang membangun dari pembaca agar makalah ini jadi baik lagi. Kesimpulan Thaharah merupakan media atau cara untuk membersihkan diri yang mana termasuk juga kedalam ibadah. 26 . Peranan Thaharah ini memiliki kedudukan yang benarbenar harus diingat bagi kita agar setiap ibadah yang kita lakukan agar dapat diterima oleh Allah SWT. tanpa ada dilakukannya Thaharah dalam melakukan ibadah seperti shalat wajib. maka shalatnya tersebut tidak sah atau batal. Selain itu air sebagai alat yang digunakan untuk Thaharah harus juga benar-benar bersih selaku mensucikan. Saran Dalam penulisan makalah ini penulis menyadarai mungkin terdapat kekurangannya. Karena Thaharah disini memiliki peran penting dalam pelaksanaan ibadah kepada Allah SWT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful