P. 1
Jaringan hewan

Jaringan hewan

|Views: 415|Likes:
Published by Muhammad Rizki
jaringan jaringan pada hewan
jaringan jaringan pada hewan

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Muhammad Rizki on Mar 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2015

pdf

text

original

SEL – SEL PENYUSUN JARINGAN HEWAN

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

OLEH Nama NIM Kelompok Asisiten : Demes Chornelia. M : J1C107009 : II : Echka Sastrawati B.

PROGRAM STUDI BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU November,2007

Jenis jaringan yang berbeda memilki struktur yang berbeda yang sesuai dengan fungsinya.1999). Jaringan konektif pengikat berfungsi untuk mengikat bagian-bagian tubuh (Kimball. Jaringan otot dibedakan menjadi tiga. yang menurunkan antara lain kulit dan sistem syaraf. Beberapa jaringan macam jaringan konektif terdapat dalam tubuh manusia.1999). Lapisan lembaga mesoderm. bantuan dan perlindungan kepada bagian-bagian lemah pada tubuh. Lapisan lembaga ektoderm . kombinasi berbagai jaringan membentuk unit fungsional yang disebut organ.otot lurik. Ketiganya mempunyai fungsi yang berbeda-beda dan mempunyai keistemewaan yang berbeda-beda pula. 2. yaitu jaringan epithelium. dan jaringan otot. atau sel saraf yang secara unik dikhususkan untuk mengahantarkan sinyal yang disebut impuls saraf (Campbell. Matriks ini disekresi oleh sel. termasuk hewan. Jaringan konektif penunjang digunakan untuk memberi kekuatan. lapisan ini terutama akan menjadi saluran dengan kelenjar pencernaannya. dan otot jantung. Penamaannya sebagian besar berdasarkan jumlah lapisan yang ada dan bentuk sel yang paling permukaan (Campbell. paru-paru dan kantung air seni (Radiopoetro. jaringan ikat. Jaringan epitelium terdapat dalam wujud lapisan-lapisan sel yang terkemas dengan rapat. 3.BAB I PENDAHULUAN 1. Unit fungsional jaringan saraf adalah neuron. memiliki sel-sel khusus yang mengelompok membentuk jaringan. yang merupakan tingkat struktur dan fungsi yang lebih tinggi. organ ekstetori. Misalnya. dan kumpulan organ yang bekerja bersama-sama akan membentuk sistem organ. Jaringan tersebut melindungi bagian luar tubuh dan melapisi organ dan rongga didalam tubuh. Masing-masing terdiri atas sel-sel terdiferensiasi yang terbenam dalam jumlah besar bahan ekstraselular. jantung dengan pembuluh darahnya serta organ-organ genetalia. Jaringan otot mempunyai fungsi melakukan pergerakan pada berbagai bagian tubuh. 1990). Juga akan menurunkan coelum atau body cavity di antara kedua lapisan mesoderm lateral.1987). Setiap epitel selalu melapisi permukaan luar organ atau membatasi lumen organ yang bersangkutan.1 Latar Belakang Organisme multiseluler. rangka. Jaringan saraf merasakan adanya stimulus atau rangsangan dan menghantarkan sinyal dari suatu bagian tubuh hewan ke bagian tubuh yang lain.suatu jaringan disatukan oleh matriks ekstraseluler lengket yang melapisi selsel itu atau menenun mereka bersama-sama menjadi suatu anyaman erat. sistem pencernaan manusia (Campbell. Lapisan lembaga endoderm. otot polos. Ada tiga lapisan spesifik (germinal) yang merupakan bakal dari pembentukan jaringan atau organ-organ dewasa yaitu : 1.2 Tujuan Praktikum . yang antara lain akan membentuk otot. jaringan saraf. Dalam tubuh manusia terdapat 9 jenis jaringan epitelium. 1.1999). Pada sebagian besar hewan. Jaringan dapat dikelompokkan menjadi empat kategori utama. Jaringan adalah kumpulan sel-sel dengan struktur dan fungsi yang sama.

selain itu sel dapat juga dicirikan oleh adanya molekul makro seperti protein dan asam nukleat baik DNA atau RNA yang tersusun sebagai rantai yang terdiri dari ratusan sampai ribuan molekul (Saktiono. dan jaringan saraf (Pearce. jaringan pengikat. seperti peka dan pengendali (jaringan saraf). yang terjadi dari ratusan sampai ribuan gula atau molekul lain.1999). Masing-masing jaringan dasar dibedakan lagi menjadi beberapa tipe khusus sesuai dengan fungsinya. Sel-sel penyusun jaringan pada hewan lebih banyak dan kompleks. Jaringan Epitelium Jaringan epitelium ialah jaringan yang melapisi bagian permukaan tubuh organisme multicelluler. Pengemasan secara ketat ini memungkinkan epitelium berfungsi sebagai suatu rintangan yang melindungi sel dari kerusakan mekanis. Bentuk-bentuk sel yang berada pada permukaan bebas epitelium itu dapat berupa kuboidal (seperti dadu).1990) Jaringan epitelium (epithelial tissue) terdapat dalam wujud lapisan-lapisan sel yang terkemas dengan rapat. Jaringan didalam tubuh hewan mempunyai sifat yang khusus dalam melakukan fungsinya. jaringan hewan terdiri dari sel-sel dengan membran halus. misalnya pada: permukaan mulut. jaringan otot dan jaringan saraf (Brotowijoyo. Jaringan pada hewan dibagi menjadi empat jaringan utama yaitu. absorbsi dan sekresi (jaringan epitel). Sel-sel epitelium menyatu dengan erat. Dua kriteria yang menjadi dasar pengelompokan epitelium adalah jumlah lapisan sel dan bentuk. misalnya pada pembuluh-pembuluh darah dan rongga-rongga tubuh. kolumnar ( seperti bata yang dijejer berdiri).1994). usus. penunjang dan pengisi tubuh (jaringan ikat).bentuk sel pada permukaan bebasnya. lambung.1989). dengan sedikit bahan diantara sel-sel tersebut. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Sel dicirikan oleh adanya molekul makro khusus. baik permukaan luar maupun permukaan dalam. 1. dan kehilangan cairan (Campbell. Permukaan-permukaan dalam yang lain. jaringan epitelium.1999). seperti pati dan selulosa. gerakan (jaringan otot). lapisan kecambah (germ layers) berdiferensiasi (dengan proses yang disebut histogenesis) menjadi empat macam jaringan utama. Ilmu yang mempelajari jaringan disebut histologi.1983). dan jaringan digenangi dengan larutan yang mengandung NaCl. juga dilapisi oleh epitelium (Radiopoetro. atau skuamosa (datar seperti tegel lantai). yang meskipun tidak berhubungan dengan permukaan luar. jaringan otot.Mengamati bentuk-bentuk sel yang menyusun jaringan tubuh hewan. kerongkongan. jaringan ikat atau jaringan penyambung. otot-otot jantung yang bercabang menghubungkan sel-jantung yang lainnya. yaitu jaringan epitel. Pada saat perkembangan embrio. bersifat cair (darah) dan lainnya. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai fungsi yang spesifik. Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. paru-paru yagn sesungguhnya ada hubungannya dengan permukaan luar. Percabangan tersebut membantu kontraksi sel-sel dalam satu koordinasi (Campbell . serangan mikroorganisme yang menyusup masuk. Sebagai contoh. .

Epitel berlapis juga menyelimuti mulut. Epitel gepeng Sel epitel gepeng terdiri atas lembaran tipis halus tersusun berdempetan seperti pada lukisan mozaik atau seperti pada lantai ubin. Epitel peralihan Epitel peralihan ialah epitel majemuk berlapis. Epitel berambut Epitel berambut dijumpai pada saluran pernapasan serta cabang-cabangnya seperti pada sinus frontalis dan sinus maxilaris.1993). Epitel silinder Epitel silinder dibentuk oleh satu lapis sel dan melapisi saluran dari sebagian besar kalenjer. usofagus. seperti pada selaput jantung . Misalnya. f. 2. beberapa macam epitelium dapat menyerap atau mensekresikan larutan kimia. Epitel Majemuk Epitel majemuk terdiri lebih dari satu lapis sel. epitelium bersilia pada saluran pernapasan kita. c. e. yang melicinkan atau melumasi permukaan saluran dan menjaganya tetap lembab (Campbell. Ia melapisi kandung kencing. Permukaan epitelium yang bebas pada membran mukosa memiliki silia yang berdenyut yang menggerakkan lapisan tipis mukosa disepanjang permukaan itu.1999). terdiri atas tiga lapis sel. 1999). Sel ini dijumpai ditempat-tempat dimana permukaan yang sangat halus diperlukan. ureter dan bagian atas dari uretra. Sel yang sejenis ini yang membentuk alveoli paru-paru. masing-masing juga terdiri atas berbagai varietas. dan juga menutupi permukaan kornea. hampir seluruh saluran pencernaan yang diselingi sel bentuk cangkir. Jenis-Jenis Jaringan Epitel: a. pada sturktur-struktur itu .1983). Lapisan sel yang terletak paling dalam membentuk silinder . pelvis ginjal. d. yang disebut mukus. Lapisan dekat permukaan kulit membentuk lapisan tanduk. Misalnya sel-sel epitelium yang melapisi lumen (rongga) saluran pencernaan dan pernapasan membentuk suatu membran mukosa. faring. bagian bawah uretra. Jaringan Penyokong atau pengikat Jaringan ikat berfungsi untuk mengikat dan menyokong jaringan lain. Sel-sel itu mensekresikan larutan encer. Semua epitel terletak di atas bahan homogen yang disebut membran alas (dasar) dan juga yang mempersatukan sel-sel itu (Pearce. anus dan vagina. kita mendapatkan istilah epitelium kuboidal sederhana dan epitelum skuamosa berlapis. Membran mukosa yang melapisi usus halus juga mensekresikan enzim-enzim pencernaan dan menyerap nutiren. (Pearce. Sel ini gepeng menyerupai sisik. Juga melapisi lapisan saluran telur dan sebagian dari uterus dan ventrikel otak.Dari penggabungan ciri-ciri bentuk sel dan jumlah lapisan. membantu menjaga paru-paru kita tetap bersih dengan cara menjerat debu dan partikel lain dan menyapu mereka kembali ke atas trakea (Campbell. Epitel berlapis membentuk lapisan epidermal (kulit ari )pada kulit. b. Jaringan epitel dibagi atas dua golongan utama. Epitel Sederhana Golongan ini hanya terdiri atas satu lapis sel dan dapat dibagi lagi menjadi tiga golongan varisetas. jaringan ikat memiliki kumpulan sel-sel yang jarang. yang tersebar dalam suatu matriks . Pada daerah-daerah ini tidak terbentuk lapisan tanduk. diantaranya juga melapisi beberapa bagian dari saluran urogenital. Selain melindungi organ-organ yang dilapisinya. epitel membungkus atau melapisi itu disebut endotelium.

ekstraseluler. Tulang rawan tidak mengandung pembuluh darah tetapi diselubungi membran . Jaringan pengikat longgar Jaringan ikat yang paling banyak terdapat dalam tubuh vertebrata adalah jaringan ikat longgar (loose connective tissue) . yang terbuat dari protein. c. jaringan tulang dikelompokkan menjadi. bila matriknya padat dan jaringan tulang spons (bunga karang). Serat jaringan ikat. bening. Setiap sel adiposa mengandung suatu butiran lemak besar yang membengkak ketika lemak disimpan dan mengkerut ketika tubuh menggunakan lemak itu sebagai bahan bakar. Kemudian pusat-pusat yang masih tumbuh saja yang dipertahankan sebagai tulang rawan. Jaringan tulang rawan/ kartilago Tulang rawan terbuat dari bahan yang padat. e. d. Tersusun atas kolagen dan tersambung dengan serat berkolagen. Ada tiga jenis tulang rawan yang memperlihatkan ciri-cirinya yang khas yaitu ulet.1983). jaringan tulang kompak. serat ini membentuk anyaman yang ditenun dengan ketat yang menghubungkan jaringan ikat dengan jaringan disebalahnya (Campbell. adalah untaian yang panjang yang terbuat dari protein yang disebut elastin. dan putih kebiru-biruan. yang mungkin merupakan protein yang paling berlimpah dalam kingdom hewan. Tulang rawan fibrosa Tulang rawan fibrosa terbentuk oleh berkas-berkas serabut dengan sel tulang rawan tersusun di antara berkas serabut itu dan dijumpai di tempat yang memerlukan kekutan besar.1993). Kuat dan elastik dan dijumpai menutupi ujung tulang pipa sebgai tulang rawan sendi. Jaringan Pengikat serabut padat Jaringan ini terdapat pada selaput pembuluh darah. Serat berkolagen bersifat tidak elastis dan tidak mudah robek jika ditarik mengikuti panjangnya (Campbell. bila matriknya berongga (Kimball.1999). b. Tulang rawan dibedakan menjadi : 1. yang menjaga agar organ tetap ditempatnya. tempat tulang rawan mendapatkan darah (Salomon et all. 2.1999). Serat berkolagen. lentur dan kokoh. Jaringan ini mengikatkan epitelium dengan jaringan dibawahnya dan berfungsi sebagai bahan pengemas. Jaringan adiposa melapisi dan menginsulasi tubuh. Sangat kuat tetapi kurang bila dibandingkan dengan tulang. Serat elastis memberikan suatu sifat seperti karet yang melengkapi kekuatan serat berkolagen yang tidak elastis. Mula-mula tulang embrio adalah tulang rawan. terdiri atas tiga jenis. adalah serat yang sangat tipis dan bercabang. terbuat dari kolagen. Jenis. dan serat retikuler. serta menyimpan molekul-molekul bahan bakar. Jaringan Lemak Jaringan ini adalah bentuk khusus dari jaringan pengikat longgar yang menyimpan lemak dalam sel-sel adiposa yang menyebar di seluruh matriknya. 3. Jaringan tulang Berdasarkan susunan matriknya. serat berkolagen. serat elastis. Tulang rawan elastik . Serat elastis ( elastic fiber). yaitu perikhondrium.jenis jaringan ikat : a. Tulang Rawan hialin Tulang rawan hialin terdiri atas serabut kolagen yang terbenam dalam bahan dasar yang bening seperti kaca dan ulet. Serat retikuler ( reticular fiber).

Otot polos berkontraksi secara refleks dan di bawah pengaruh saraf otonom. yaitu memiliki matriks ekstraseluler yang luas. 2. Otot Lurik Otot lurik atau otot rangka adalah sejenis otot yang menempel pada rangka tubuh dan digunakan untuk pergerakan. Otot Jantung Jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan tengah dinding jantung. Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung (Pearce. karena melekat di rangka dan juga otot sadar. bergerak dalam waktu cepat. yang terdiri atas air. Strukturnya menyerupai otot lurik. glukosa dan garam (Kimball. dinding pembuluh darah. Otot polos terdapat pada saluran pencernaan. 3. dan berbagai jenis protein terlarut. meskipun begitu kontraksi otot jantung secara refleks serta reaksi terhadap rangsang lambat. Didalam plasma terdapat tiga tipe sel. 1983). g. reaksinya lambat. memanjang dan berinti sel banyak (multinuklei). Secara embriologi. Bila otot polos dirangsang. Jaringan Otot Jaringan otot. f. karena bekerja di bawah kesadaran (volunter). 3. Jaringan darah Meskipun darah berbeda dari jaringan ikat lain. leukosit dan trombosit. Substansi intraselulernya berupa cairan yang disebut plasma. garam-garam. Darah beredar dari jantung ke dalam pembuluh darah nadi. saluran pernapasan (Pearce. 4. Disebut juga otot rangka.1983). Ciri-cirinya adalah berbentuk silindris. dan kontraksi otot merupakan bagian besar dari kerja seluler yang memerlukan energi dalam suatu hewan yang aktif. karena pada otot ini tampak daerah gelap (miosin) dan terang (aktin) yang berselang seling. ia juga memenuhi salah satu kriteria jaringan ikat. jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm. Tersusun dalam susunan partikel didalam sitoplasma. Otot adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar hewan. dan cepat lelah (Pearce.1983). terdiri atas sel-sel panjang yang disebut serabut otot yang mampu berkontraksi ketika diransang oleh impuls saraf.1983). pembuluh darah balik dan kapiler ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung. Ada tiga jenis otot yaitu : 1. Otot ini mempunyai pigmen mioglobin dan mendominasi tubuh vertebrata. serabut otot adalah sejumlah besar mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktil aktin dan miosin. itu berupa cairan yang disebut plasma. yaitu eritrosit. Jaringan ini terdapat . Jaringan limfe Limfe merupakan suatu cairan yang terbentuk dari air. Darah merupakan jaringan pengikat yang memiliki ciri antaa lain : 1. 3. Matriks. Jaringan saraf Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian rangsang. 1983) 2.Tulang rawan elastik sering disebut tulang rawan elastik kuning sebab mengandung sejumlah besar serabut elastik berwarna kuning (Pearce. Otot ini disebut lurik. Otot polos Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis.

. Ada dua macam sel.pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan pada sistim saraf tepi. disebut akson (neurit). ditemukan juga sel pendukung. Selain neuron. yang berperan dalam meneruskan sinyal dari badan sel ke neuron lainnya. Neuron mengandung badan sel. Satu tipe penjuluran tersebut adalah dendrit. yaitu sel saraf (neuron) dan sel pendukung (sel glia). yaitu memanjang dari otak sampai ke bagian bawah abdomen (panjang 1/2 meter atau lebih). Sel glia merupakan sel yang menunjang dan melindungi neuron. dan penjuluran atau serabut. Tipe penjuluran sel saraf yang lain. seperti sel glia. Beberapa akson berukuran sangat panjang. nukleus. Sel-sel pendukung umumnya berperan dalam melindungi dan membungkus akson dan dendrit. yang berperan dalam menerima sinyal dari sel lain dan meneruskannya ke badan sel. Transmisi sinyal dari neuron ke neuron lainnya umumnya dilakukan secara kimia. sehingga membantu mempercepat transmisi sinyal (Campbell. 1999).

3.00 – 18. Menggambar dan memberi keterangan bagian-bagian sel yang terlihat.3 Prosedur Kerja 1. Banjarbaru.1 Waktu dan Tempat Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu. pukul 16. memperhatikan bentuk dan bagaimana sel menyusun jaringan. sel epitelium rongga mulut. 3.tusuk gigi.2 Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah mikroskop.00 Wita bertempat diruang Biologi 1 Laboratorium Dasar FMIPA. Bagian pipi sebelah dalam digaruk dengan tusuk gigi kemudian digoreskan pada gelas obyek.BAB III METODE PERCOBAAN 3. 4. 3. Menetesi obyek dengan metilen blue dan dibiarkan selama 5 menit dan kemudian ditutup dengan kaca penutup serta diamati langsung dibawah mikroskop. Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah preparat jadi otot poos dan otot lurik. . 2. preparat jadi sel darah merah. Untuk preparat awetan. preparat jadi tulang keras dan tulang rawan. Menjelaskan bagaimana hubungan bentuk sel dan bagaimana sel menyusun jaringan dengan fungsi jaringan tersebut. tanggal 7 November 2007. dan metilen blue.

Sel berbentuk kumparan Gambar 2 : Otot polos (Mammal smoth muscle) (100 X) Keternagan gambar : a.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Pemisah antar sel c. Sitoplasma c.1 Hasil Pengamatan Keterangan gambar: a. Inti sel b. Bentuk lembaran berwarna hijau Gambar 3 : Reptileskin (10 X) Keteranagan gambar : a. Sel epitel pipih Gambar 1 : Sel epitelium rongga mulut (100 X) Keterangan gambar : a. Plasma . Dinding sel b. Inti sel b. Sel darah merah b.

Lakuna Gambar 6: Tulang rawan (Mammal Developing Cartilago) (40X) Keterangan gambar : a. Lamella d. Lakuna c. Sel-sel epitelium tersusun kompak. Sel epitel banyak b. pada sel epitelium terdapat inti sel dan sel epitel pipih. baik diluar maupun didalam tubuh. dan bagian dasarnya biasnya disokong oleh suatu membran basalis. Sel epitelium yang .2 Pembahasan 1. Fasciculi c. Jaringan ikat fibrosa e. Sel-sel jaringan epitel ini tersusun membentuk lembaran-lembaran yang menutupi permukaan tubuh yang terbuka. Sel epitelium Bagian-bagian sel epitelium dapat dilihat dengan perbesaran 100 x. Daerah rawan sebenarnya d. Myofibril b. tergabung bersama oleh adanya perekat intercelluler sehingga menyusun suatu kekuatan. Saluran harvers Gambar 7 : Tulang keras ( Mammal compact bone) (40X) 4. Perikondrium c. Kondroblas f.Gambar 4 : Sel darah Merah (Human Blood) (100 X) Keternagan gambar : a. Sistem harvers b. Inti sel Gambar 5: Otot lurik ( Mucle Striated) (40x) Keternagan gambar : a.

saluran harvers. Setiap serabut otot polos adalah sel tunggal berbentuk gelendong dengan satu nukleus. tetapi berlainan dengan tonus pada otot kerangka. Tulang rawan (Mammal developing cartilago) Tulang rawan dengan perbesaran 40x terlihat memiliki bagian-bagian sel epitel banyak. daerah rawan sebenarnya. Sel epitel pada bagian dalam pipi. merupakan epitel majemuk. Tulang keras (Mammal compact bone) Dalam percobaan ini digunakan perbesaran 40 kali. 6. 5. Otot lurik berbentuk bulat memanjang. lakuna. Tulang rawan memiliki serat berkolagen yang sangat berlimpah. Kondroitin sulfat dan kolagen disekresikan oleh kondrosit. Bentuk “Bikonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas-gas antara sel-sel dan plasma darah. Otot lurik (Mucle striated) Otot lurik mempunyai serabut otot dengan garis terang dan gelap melintang berselang-seling sehingga tampak lurik-lurik. Kerja otot polos lebih lambat daripada kerja otot rangka. sistem harvers. Reptileskin Untuk melihat bagian.5μm dan ketebalan tepi 2μm.bagian sel dari kulit reptil digunakan perbesaran 10 x. terdiri atas sel-sel yang silidris memajang. maka dikenal sebagai otot sadar. dan selanjutnya berkas otot saling bergabung membentuk berkas otot. sitoplasma. Selain itu otot polos berbeda dengan otot kerangka dalam kemampuannya utnuk tetap berkontraksi pada berbagai panjang. bentuk lembaran berwarna hijau. 3. Sel-sel tersusun dalam lembaran. Dalam percobaan ini digunakan preparat otot polos yang sudah jadi. perikondrium. Otot polos dapat berkontraksi secara spontan. Serabut-serabut otot membentuk satuan otot . Otot polos memerlukan waktu antara tiga detik sampai tiga menit untuk berkontraksi. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis dari pada tepinya. lakuna. dalam percobaan ini terlihat dinding sel. dan disebut otot rangka karena otot ini melekat pada rangka. Gabungan serat berkolagen dan kondroitin sulfat membuat tulang rawan menjadi materi penyokong yang kuat namun fleksibel.Tulang keras merupakan jaringan pengikat yang tersusun oleh sel tulang (osteoblas) yang menghasilkan matriks yang mengandung endapan zat kapur. terutama dikendalikan oleh neuron motor dari sistem saraf simpatik dan parasimpatik. kondroblas. Sel darah merah mempunyai bentuk cakra dengan diameter 7. yang tertanam dalam suatu matriks mirip karet yang tersusun atas suatu bahan yang disebut kondroitin sulfat. Didalam plasma terdapat serabut-serabut halus (miofibril) yang berwarna gelap dan terang. Tiap serabut mempunyai banyak inti pada bagian tepi sel otot. jaringan ikat fibrosa. terdapat pada dinding pipi bagian dalam ini berfungsi untuk perlindungan. Otot Polos ( Mammal smoth muscle) Untuk melihat bentuk dan bagian-bagian sel dari otot polos digunakan perbesaran 100 x. Sel darah merah ( Human Blood) Sel darah merah dengan perbesaran 100x. terlihat seperti bintik-bintik kecil dengan berwarna merah tersebar diantaranya plasmanya. Otot poos juga disebut otot tak berlurik karena tidak tampak adanya pola lurik melintang di bawah mikroskop cahaya. Sel-sel yang hanya terdapat dalam ruangan yang tersebar dalam matriks yang disebut lakuna. bagian-bagian yang terlihat di mikroskop adalah. suatu kompleks protein-karbohidrat. dan filamen tersebut tersusun menjadi fibril kontraktil. Keadaan ini juga dinamakan tonus. lamella. Otot rangka geraknya dipengaruhi oleh kesadaran. 7. Akan tetapi sel-sel ini mengandung baik filamen tipis maupun filamen tebal aktin dan miosin. sehingga matriksnya . 4.2.

Agar parktikum dapat berjalan dengan baik.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diperoleh dari percobaan yang telah dilaksanakan adalah : 1. . Pada percobaan dengan menggunakan tujuh preparat. bagain tengah besar dan ujungnya meruncing. yaitu Jaringan epitel. Osteosit terletak didalam lakuna. 3. Jaringan saraf. 2. Ada empat jaringan utama. BAB V PENUTUP 5. dapat diketahui bahwa bentuk sel pada masing-masing jaringan berbeda-beda dan mempunyai fungsi yang berbeda-beda pula. ruangan yang dikelilingi matriks keras. jaringan penyokong/pengikat. Sel epitelium yang terdapat pada bagian dalam pipi berfungsi untuk perlindungan. Namun semuanya itu saling membutuhkan satu sama lain. Jaringan otot. Saluran-saluran kecil pada matriks itu akan menghubungkan lakuna dan membuat nutrien bisa disuplai ke osteosit. Sedangkan Otot lurik.2 Saran Untuk para praktikan sebaiknya lebih berhati-hati dalam menggunakan alat dan saat diadakannya praktikum tolong diusahakan untuk tidak ribut. yang didepositkan di sekitar saluran pusat yang mengandung pembuluh darah dan saraf yang menyediakan kebutuhan tulang sejati.menjadi lebih keras dibandingkan tulang rawan. mempunyai serabut otot. tidak bergaris-garis. berinti satu letaknya ditengah. Masing-masing sistem memiliki lapisan-lapisan konsentrik yang terdiri dari matriks berimineral. tiap serabut mempunyai inti. 4. 5. Struktur mikroskopik tulang sejati mamalia terdiri atas unti berulang yang disebut sostem haversian. Epitel ini merupakan epitel majemuk. Otot polos berbentuk gelendong.

Anatomi dn Fisiologi Untuk paramedis.DAFTAR PUSTAKA Barnes. Salomon et all. Zoologi Dasar.1993. Gramedia. Saunders College Publishing. New York.3 ed. 1993 Biologi. Zoology. W. Zoologi. 1990. Gramedia Pustaka Utama. D. 1991. Orlando. Jakarta. Biologi. Saktiono. 1994. Jakarta. Jakarta. Biologi Umum. . Erlangga. Jakarta Radiopoetro. Jakarta. Pearce. Erlangga. Erlangga. Brotowijoyo. J. Kimball. 1989. 1997. C. Saunders College Publishing.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->