Deklarasi Stockholm

Komprensi Stockholm, bermula dari Dewan Ekonomi dan Sosial PBB mengadakan peninjauan terhadap hasil-hasil gerakan dasawarsa pembangunan Dunia I (1960-1970) guna merumuskan strategis dasawarsa pembangunan Dunia Ke - 2, (1970-1980) (Soemartono, 1996;24). Mengenai masalah lingkungan hidup dari wakil Swedia mengajukan saran untuk menyelenggarakan suatu konfrensi internasional tentang lingkungan hidup. Yang pada akhirnya disepakati pada tanggal 516 Juni 1972 diadakan konfrensi PBB di Stockholm - Swedia. Dengan dikeluarkan deklarasi tentang penanganan lingkungan hidup. Deklarasi Stockholm merupakan suatu legitimasi dasar (basic legetimation) penanganan hukum bagi negara-negara yang berkumpul di stockholm. Bagi negara-negara maju persoalan pembangunan tidak menjadi masalah sedangkan faktor lingkungan menjadi masalah, sedangkan bagi negara berkembang, diperhadapkan pada dua pilihan. Pada satu pilihan mempercepat pertumbuhan pembangunan, sementara pada pilihan yang lain faktor kelestarian lingkungan sangat dibutuhkan. Walaupun demikian, Deklarasi Stockholm mengilhami negara-negara di dunia akan pentingnya lingkungan hidup masa depan. Oleh Karena itu telah disadari bahwa, masalah lingkungan hidup sangat menentukan kelangsungan hidup makhluk Tuhan, termasuk manusia. Antara makhluk dan ekologinya saling mempengaruhi dan mempunyai ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. Manusia memerlukan lingkungan hidup yang sehat, nyaman, baik udara, tumbuhtumbuhan, air maupun binatang. Demikian juga sebaliknya. Namun, kondisi yang demikian, telah terevolusi akibat tangan-tangan manusia, yang selalu mementingkan kepentingannya sendiri dan pemerintah pada masing-masing negara karena mengejar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, sering mengeksploitasi dan mengeksploirasi lingkungan secara bebas tanpa memperhitungkan dampak negatifnya. Deklarasi Stockholm telah merefleksi konsep tentang pembangunan berwawasan lingkungan. Konsep ini bukan saja mengajak seluruh negara dan penduduk bumi untuk meningkatkan kepedulian terhadap ancaman kerusakan lingkungan, tetapi juga melihat adanya kesejajaran antara pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup dan bukan sesuatu yang harus dipertentangkan antara satu dengan yang lain (Soejono, 1996 ; 3). Konsep pembangunan berwawasan modern, berbeda dengan konsep lingkungan klasik. Lingkungan klasik mengedepankan pemanfaatan dan eksploitasi sumber-sumber daya lingkungan dengan berbagai kepandaian manusia untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin dan dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Deklarasi Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Lingkungan Manusia Konferensi PBB mengenai Lingkungan Manusia, melaksanakan pertemuan di Stockholm pada 516 Juni 1972, mempertimbangkan perlunya suatu pandangan umum dan prinsip-prinsip umum untuk mengilhami dan membimbing seluruh manusia dalam pelestarian dan peningkatan lingkungan manusia ,

tempat berteduh dan pendidikan serta kesehatan dan sanitasi. kehancuran dan penipisan sumber daya non hayati. Untuk tujuan yang sama.. 2. kemampuan manusia untuk memperbaiki lingkungan meningkat setiap harinya 6. dalam lingkungan buatan manusia. Di negara-negara berkembang sebagian besar masalah lingkungan disebabkan oleh pembangunan. Dalam evolusi yang panjang dan berliku dari kehidupan manusia di dunia telah dicapai suatu babak . yaitu alam dan ciptaan manusia sama-sama penting bagi kesejahteraan dan untuk perwujudan HAM itu sendiri. melalui kerja keras mereka. Di negara-negara industri. jika digunakan secara bijak. dan kebijakan serta langkah-langkah yang memadai harus diadopsi. Penerapan yang salah atau semena-mena. negaranegara industri harus melakukan upaya untuk mengurangi kesenjangan diri mereka sendiri dengan negara-negara berkembang. khususnya dalam lingkungan dan ruang kerja 4. manusia telah memperoleh kekuatan untuk mengubah lingkungannya dalam berbagai cara dan pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. masalah lingkungan umumnya terkait dengan industrialisasi dan perkembangan teknologi . sebagaimana mestinya. sosial dan pertumbuhan rohani. Di masa kini. Oleh karena itu. udara. mengingat prioritas mereka dan kebutuhan untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan.Memproklamirkan bahwa : 1. kemampuan manusia untuk mengubah lingkungannya. Pertumbuhan alami penduduk terus menerus menyajikan permasalahan bagi pelestarian lingkungan. Yang dimaksud di sini adalah orang-orang yang mendorong kemajuan sosial.melalui percepatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jutaan di antaranya terus hidup. Seiring dengan kemajuan sosial dan kemajuan produksi. Kedua aspek dari lingkungan manusia . bencana hebat dan tidak dikehendaki terhadap keseimbangan ekologi biosfer... menemukan. Dibanding semua yang ada di dunia. moral. Perlindungan dan perbaikan lingkungan hidup manusia merupakan masalah besar yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat dan perkembangan ekonomi di seluruh dunia. dan defisinesi kotor . kekuatan yang sama dapat sangat membahayakan manusia dan lingkungannya. negara-negara berkembang harus mengarahkan upaya mereka pada pembangunan. Hal ini menjadi keinginan yang mendesak bangsa-bangsa seluruh dunia serta merupakan kewajiban dari semua Pemerintah 3. Manusia secara terus-menerus memperbanyak pengalamannya dan terus menggali. dapat membawa manfaat yang membangun bagi semua bangsa dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup. Manusia adalah ciptaan sekaligus pencipta lingkungannya. mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta. mencipta serta terus mengalami kemajuan. bumi serta makhluk hidup berada pada tingkatan yang berbahaya. menciptakan kemakmuran sosial. mental dan kesehatan sosial manusia. terus-menerus mengubah sekitarnya. ilmu pengetahuan dan teknologi. yang memberinya kelebihan fisik dan kemampuan-kemampuan dalam hal kecerdasan berpikir. 5. kekurangan pangan dan sandang yang memadai. Kita lihat di sekitar kita semakin banyak bukti dari kebrutalan kelakuan manusia di berbagai belahan dunia tingkat pencemaran baik air. manusia adalah makhluk yang paling berharga. untuk menghadapi masalah ini. jauh di bawah tingkat minimum yang diperlukan untuk kehidupan manusia yang layak. berbahaya bagi fisik. Suatu hal telah tercapai dalam sejarah ketika kita sebagai masyrakat dunia diharuskan .

Lokal dan pemerintah nasional akan menanggung beban terbesar untuk kebijakan lingkungan dan tindakan dalam yurisdiksi mereka dalam skala besar. kolonial dan bentuk lain dari penindasan dan pendudukan asing dikutuk dan harus dihilangkan. Untuk tujuan pencapaian kebebasan akan sebuah dunia yang alami. pikiran yang tenang dan kuat namun bekerja dengan sepatutnya. kesetaraan dan kondisi-kondisi kehidupan yang memadai.. dalam suatu lingkungan berkualitas yang memungkinkan kehidupan yang bermartabat dan sejahtera. dengan nilai-nilai mereka dan jberbagai tindakannya. Konferensi menyerukan kepada Pemerintah dan masyarakat untuk mengerahkan usaha bersama untuk pelestarian dan perbaikan lingkungan manusia. harus dijaga untuk kepentingan generasi sekarang dan masa . Sebaliknya. diskriminasi. dan ia memegang tanggung jawab suci untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan untuk generasi sekarang dan mendatang. Prinsip 2 Sumber daya alam bumi. dan selaras dengan. bekerja sama dengan alam. akan membentuk dunia menjadi lingkungan masa depan. Melalui ketidaktahuan atau ketidakpedulian kita bisa melakukan pembahayaan yang besar dan tidak dapat dirubah lagi terhadap bumi di mana kehidupan dan kesejahteraan kita bergantung. Untuk mempertahankan dan meningkatkan lingkungan hidup manusia untuk generasi sekarang dan mendatang telah menjadi suatu keharusan bagi umat manusia-sebuah tujuan untuk dikejar bersama-sama dengan. tujuan yang mapan dan mendasar akan perdamaian dan pembangunan ekonomi dan sosial di seluruh dunia. air. karena tingkatannya adalah regional atau global atau karena mereka mempengaruhi kepentingan umum bagi dunia internasional. untuk kepentingan semua orang dan bagi keturunan mereka. termasuk udara.mengambil sikap kehati-hatian yang lebih sebagai sebuah konsekuensi dari kondisi lingkungan saat ini. Sebuah pertumbuhan kelas dalam permasalahan lingkungan. flora dan fauna dan khususnya contoh perwakilan dari ekosistem alam. kita dapat memeproleh kehidupan yang lebih baik dalam lingkungan yang lebih mampu memenuhi kebutuhan dan harapan manusia untuk diri kita dan anak cucu kita. semua berbagi secara adil dalam usaha bersama. Apa yang dibutuhkan adalah sebuah keantusiaan. akan memerlukan kerjasama yang luas antar bangsa dan tindakan oleh organisasi-organisasi internasional dalam kepentingan bersama. Prinsip-prinsip dasar Menyatakan keyakinan umum sebagai berikut : Prinsip 1 Manusia mempunyai hak asasi terhadap kebebasan. Untuk mencapai tujuan lingkungan ini akan dituntut penerimaan tanggung jawab oleh warga negara dan masyarakat dan oleh perusahaan dan lembaga-lembaga di setiap tingkatan. Ada pemandangan yang luas untuk peningkatan kualitas lingkungan dan penciptaan kehidupan yang baik. manusia harus menggunakan pengetahuan untuk membangun. lingkungan yang lebih baik. tanah. Dalam hal ini. Kerjasama internasional juga diperlukan dalam rangka untuk meningkatkan sumber daya untuk mendukung negara-negara berkembang dalam melaksanakan tanggung jawab mereka dalam bidang ini. segregasi rasial. 7. Individu pada semua lapisan masyarakat seperti juga organisasi-organisasi di berbagai bidang. melalui pengetahuan yang lebih sempurna dan tindakan yang lebih bijaksana. kebijakan mempromosikan atau mengabadikan apartheid.

kestabilan harga dan pendapatan yang memadai untuk komoditas primer dan bahan baku sangat penting untuk pengelolaan lingkungan hidup. Prinsip 7 Negara sebaiknya mengambil semua langkah yang memungkinkan untuk mencegah pencemaran laut oleh zat-zat yang bertanggung jawab membahayakan kesehatan manusia.hidup dan kehidupan laut. Prinsip 9 Defisiansi lingkungan yang diakibatkan oleh kondisi-kondisi akibat pengembangan dan bencana alam menimbulkan masalah yang mematikan dan paling baik dapat diatasi dengan percepatan pembangunan melalui transfer keuangan dan bantuan teknologi dalam jumlah besar sebagai pelengkap upaya dalam negeri negara-negara berkembang dan semacam bantuan tepat waktu sejauh diperlukan. Perjuangan seluruh umat manusia dari negara yang rawan pencemaran harus didukung. fasilitas merusak atau yang bertentangan dengan pemanfaatan laut yang sah lainnya. Prinsip 8 Pembangunan ekonomi dan sosial sangat penting untuk menjamin sebuah kehidupan yang baik dan lingkungan kerja bagi manusia dan untuk menciptakan kondisi di bumi yang diperlukan bagi peningkatan kualitas hidup. dan langkahlangkah tepat harus diambil oleh negara-negara dan organisasi internasional dengan maksud untuk mencapai kesepakatan mengenai kemungkinan pertemuan nasional dan menghasilkan konsekuensi ekonomi internasional sebagai akibat penerapan langkah-langkah lingkungan. Prinsip 12 . yang sekarang benar-benar terancam punah oleh kombinasi faktor-faktor yang merugikan. Prinsip 3 Kapasitas bumi untuk menghasilkan sumber daya vital yang dapat diperbarui harus dipertahankan dan. Konservasi alam. harus dihentikan dalam rangka untuk memastikan bahwa kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi tidak berdampak pada ekosistem. yang sesuai. Prinsip 4 Manusia mempunyai tanggung jawab khusus untuk menjaga dan secara bijaksana mengelola warisan satwa liar dan habitatnya. harus menerima untuk itu pentingnya dalam perencanaan untuk pembangunan ekonomi. Prinsip 5 Sumber daya bumi yang tidak dapat diperbarui harus digunakan sedemikian rupa untuk menjaga dari bahaya kelelahan masa depan mereka dan untuk memastikan bahwa manfaat dari pekerjaan semacam itu juga dimiliki oleh seluruh umat manusia. dalam jumlah besar atau konsentrasi yang melebihi kapasitas lingkungan yang aman dan tidak berbahaya. Prinsip 10 Untuk negara-negara berkembang. dipulihkan atau ditingkatkan. karena itu faktor-faktor ekonomi serta proses-proses ekologis harus diperhitungkan Prinsip 11 Kebijakan lingkungan dari semua Negara harus meningkatkan dan tidak akan merugikan potensi pembangunan sekarang atau masa depan negara-negara berkembang. dimanapun dilaksanakan. juga tidak boleh menghambat adanya pencapaian kondisi kehidupan yang lebih baik untuk semua. Prinsip 6 Pembuangan zat-zat beracun atau bahan lain dan pelepasan panas. termasuk satwa liar.depan melalui perencanaan dan manajemen yang hati-hati.

mengelola atau mengendalikan 9 sumber daya lingkungan negara-negara dengan maksud untuk meningkatkan kualitas lingkungan.. harus diterapkan pada identifikasi. ekonomi dan lingkungan yang maksimal untuk semua. adalah penting untuk memperluas basis untuk pencerahan pendapat dan bertanggung jawab melaksanakan bagi individu. perusahaan dan masyarakat dalam melindungi dan meningkatkan lingkungan dalam dimensi penuh manusia ini. dengan memperhitungkan keadaan dan persyaratan khusus negara-negara berkembang dan biaya apapun yang mungkin berasal-dari mereka yang menggabungkan perlindungan lingkungan ke dalam perencanaan pembangunan dan kebutuhan akan persediaan bagi mereka. setelah permintaan mereka. memberikan pertimbangan kepada kaum miskin. arus bebas dari informasi ilmiah yang mengikuti perkembangan jaman dan transfer pengalaman harus didukung dan dibantu. penghindaran dan pengawasan risiko lingkungan dan pemecahan masalah lingkungan dan untuk kebaikan bersama umat manusia. sebaliknya.Sumber daya harus dibuat tersedia untuk melestarikan dan memperbaiki lingkungan. baik nasional maupun multinasional. Dalam hal ini proyek-proyek yang dirancang melengkung untuk kolonialis dan dominasi rasis harus ditinggalkan. Prinsip 15 Perencanaan harus diterapkan pada pemukiman manusia dan urbanisasi dengan tujuan untuk menghindari dampak buruk terhadap lingkungan dan memperoleh manfaat sosial. negara harus mengadopsi pendekatan terpadu dan terkoordinasi untuk perencanaan pembangunan mereka untuk memastikan bahwa pembangunan tersebut kompatibel dengan kebutuhan untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan untuk kepentingan populasi mereka. menyebarkan informasi dari alam pendidikan pada kebutuhan untuk proyek dan meningkatkan lingkungan dalam rangka untuk memungkinkan mal untuk berkembang dalam semua hal. Prinsip 20 Penelitian ilmiah dan pengembangan dalam konteks masalah lingkungan. sebagai bagian dari sumbangan mereka kepada pembangunan ekonomi dan sosial. Prinsip 13 Dalam rangka mencapai pengelolaan yang lebih rasional dan dengan demikian sumber daya untuk memperbaiki lingkungan. Prinsip 14 Perencanaan rasional merupakan alat penting untuk mendamaikan setiap konflik antara kebutuhan pembangunan dan kebutuhan untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan.Dalam hubungan ini.Hal ini juga penting bahwa komunikasi media massa berkontribusi untuk menghindari kerusakan lingkungan. tetapi. penambahan bantuan internasional dalam keuangan dan teknis untuk tujuan ini. Prinsip 16 Demografis kebijakan yang tanpa prasangka terhadap hak asasi manusia dan yang dianggap tepat oleh Pemerintah yang bersangkutan harus diterapkan di daerah-daerah di mana laju pertumbuhan penduduk atau konsentrasi penduduk yang berlebihan cenderung memiliki dampak yang merugikan lingkungan hidup manusia dan menghambat pembangunan. untuk memfasilitasi penyelesaian masalah lingkungan. untuk generasi muda dan juga orang dewasa. Prinsip 19 Pendidikan dalam masalah lingkungan hidup. Prinsip 18 Ilmu pengetahuan dan teknologi. harus dipromosikan di semua negara. Prinsip 17 Lembaga-lembaga nasional yang tepat harus dipercayakan dengan tugas perencanaan. . terutama negara-negara berkembang.

dalam organ-organ internasional yang relevan. mencegah. mengurangi dan menghilangkan secara efektif dampak merugikan lingkungan akibat kegiatan yang dilakukan di semua bidang. Prinsip 25 Negara-negara harus memastikan bahwa organisasi-organisasi internasional menjalankan peran yang terkoordinasi. Prinsip 22 Negara-negara akan bekerja sama untuk mengembangkan lebih lanjut hukum internasional tentang tanggung jawab dan kompensasi untuk korban pencemaran dan kerusakan lingkungan lainnya yang disebabkan oleh kegiatan dalam yurisdiksi atau pengawasan Negara-negara tersebut untuk kawasan di luar yurisdiksi mereka. ini akan menjadi hal penting dalam semua kasus untuk mempertimbangkan sistem nilai-nilai yang berlaku di setiap negara.teknologi lingkungan harus dibuat tersedia bagi negara-negara berkembang dalam hal-hal yang akan mendorong penyebar luasannya tanpa mernjadi beban ekonomi di negara-negara berkembang. efisien dan dinamis untuk perlindungan dan perbaikan lingkungan. hak berdaulat untuk mengeksploitasi sumber daya mereka sendiri sesuai dengan kebijakan lingkungan mereka sendiri. sedemikian rupa yang berdampak pada nilai yang diambil dari kedaulatan dan kepentingan semua Serikat. Negara harus berusaha untuk mendesak tercapainya kesepakatan . Prinsip 21 Negara-negara telah sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip hukum internasional. besar dan kecil. Prinsip 23 Tanpa berprasangka terhadap kriteria tersebut dapat disepakati oleh masyarakat internasional. tetapi yang mungkin menjadi beban sosial tidak tepat dan tidak beralasan untuk negara-negara berkembang. Prinsip 26 Manusia dan lingkungan harus terhindar dari efek senjata nuklir dan semua jenis pemusnah massal. Prinsip 24 Masalah internasional mengenai perlindungan dan perbaikan lingkungan harus ditangani dalam semangat kerjasama oleh semua negara. dan sejauh mana penerapan standar yang berlaku untuk negara-negara yang paling maju. Kerjasama multilateral atau bilateral melalui pengaturan atau sarana lain yang tepat sangat penting untuk mengendalikan. tentang penghapusan dan pelengkapan penghancuran senjata tersebut . atau dengan standar-standar yang harus ditentukan secara nasional. pada pijakan yang sama. dan tanggung jawab untuk memastikan bahwa aktivitas dalam yurisdiksi atau kontrol mereka tidak menyebabkan kerusakan untuk lingkungan Negara-negara lainnya atau kawasan di luar batas yurisdiksi nasional.

Pada akhirnya setelah mendapat penjelasan dari delegasi Indonesia tentang pengalamannya dalam Konperensi Bangkok 1978 yaitu Konperensi ESCAP-UNEP tentang Perundang-undangan Lingkungan kata “Deklarasi” dihapuskan. Namun ada suatu pertemuan penting yang berkenaan dengan hukum lingkungan yang diadakan di kota Montevideo. Namun masalah “Deklarasi” dalam Konperensi Montevideo ini masih dipermasalahkan. Dari hasil keputusan-keputusan diatas kemudian diadakan sidang Persiapan Panitia atau Preparation Committee (Prepcom) di Jenewa antara tanggal 9-18 September 1981 yang hasilnya adalah persiapan “Deklarasi Montevideo”. Selain itu pertemuan juga mempersiapkan dan implementasi (penerapan) komponen hukum lingkungan ke dalam program-program lingkungan. Polusi udara lintas batas 5. Pertemuan Montevideo ini berhasil mengidentifikasi 3 bidang penting untuk pengembangan prinsip-prinsip atau persetujuan sertapetunjuk-petunjuk (guidelines) yaitu : 1. (Danusaputro:1982) Kemudian hasil pertemuan para ahli hukum ini diadopsi oleh Governing Council UNEP dalam pertemuan yang ke-10 tanggal 31 May 1982 melalui keputusannya No 10/21 dimana hasil-hasil pertemuan ini diintergrasikan dalam suatu System-wide Medium Term Environmental Programme. Perlindungan lapisan Ozon 3. Pada bulan Desember 1980 melalui Resolusi sidang Majelis Umum PBB No. Dalam keputusan UNEP Governing Council No 8/15 tanggal 29 April 1980. Perlindungan sungai serta inland water terhadap polusi 7. Transportasi. Keputusan yang penting lainnya adalah Decesion 9/19-A tanggal 26 Mei 1981. Konservasi tanah 4. Sedangkan dalam pertemuan ini hanya merupakan pertemuan para pejabat tinggi pemerintah sehingga tidak memiliki kewenangan untuk mensahkan sebuah deklarasi. Akhirnya para delegasi menyetujui “Conclusion and Recomendations of Montevideo” yang diterima secara bulat. Deklarasi biasanya disahkan oleh Konperensi Tingkat Menteri. Pengelolaan wilayah pantai 3. Namun ternyata hal ini mendapat tanggapan dari delegasi Indonesia.Deklarasi Montevideo Beberapa pertemuan banyak diselenggarakan sesudah lahirnya deklarasi Stockhlom 1972. Akhirnya hasil sidang Prepcom tidak menyebutkan kata deklarasi. Mekanisme hukum dan administrasi untuk perlindungan dan perbaikan kerusakan akibat . Ke 8 bidang ini adalah : 1. Direktur Eksekutif UNEP diperintahkan untuk mengadakan suatu Ad Hoc Meeting of Senior Government Officials Expert in Environmental Law. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk membentuk suatu kerangka kerja. Uruguay. regional dan nasional untuk pengembangan serta pemantauan periodik hukum lingkungan. 35/75 diputuskan untuk menyelenggarakan Konperensi Montevideo. (Danusaputro:1982) Kemudian pertemuan ini terselenggara antara 28 Oktober sampai dengan 6 November 1981. Perdagangan internasional bahan kimia yang memiliki potensi berbahaya 6. Peningkatan kerjasama internasional di bidang lingkungan 2. Pencemaran laut yang berasal dari daratan 2. methode dan program termasuk upaya global. pengendalian serta pembuangan bahan beracun berbahaya (B3) Selain itu juga akan mengambil tindakan-tindakan dalam 8 bidang yang sesuai dengan tujuan dan strategi yang telah disetujui dalam pertemuan ini.

8. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan UNEP memberi tanggung jawab kepada The Environment Law and Institutions Unit (ELIUUNEP) untuk menerapkan hasil-hasil pertemuan ini. Juga peraturan regional seperti Convention for the protection of the Mediterranean Sea Against Pollution. Juga membantu pembentukan serta pengembangan hukum lingkungan nasional di beberapa negara seperti Maroko (1985).blogspot. Bercelona 16 Februari 1976. Turki (1990).pramudianto/2009/07/29/diplomasi-lingkungan-hidup/ http://id.1984).blog. (UNEP-ELIU:1991) Dalam melaksanakan semuanya ini ELIU-UNEP bekerjasama dengan berbagai badan-badan internasional yang bergerak di bidang tertentu. pemberian informasi kepada negara-negara berkembang dibidang hukum lingkungan serta membantu negara-negara berkembang dalam membentuk peraturan nasional dan memperkuat kelembagaan. http://staff. Sri Langka (1986). Setelah dilaksanakannya program ini ELIU-UNEP telah berhasil mensponsori berbagai peraturan internasional seperti Konvensi Wina 1985.id/andreas. Juga dengan NGO seperti IUCN dalam pembentukan dan pengembangan hukum lingkungan nasional dibeberapa negara. regional maupun nasional. Uruguay (1979). Panama( 1979. petunjuk-petunjuk dan prinsip-prinsip. Irak (1984). Zanzibar (1991). Tugas ELIU dilaksanakan dengan melalui pengembangan persetujuan internasional.ac. Dengan organisasi regional seperti Masyarakat Eropa (Eropean Community) melalui pengembangan berbagai bidang hukum lingkungan internasional. Sao Tome and Principe (1991).ui.org/wiki/KTT_Bumi http://triligayanti. Zaire (1979). Konvensi Basel 1989 dll. mempromosikan serta mengkoordinasi proses pembentukan hukum lingkungan.wikipedia.html .polusi.com/2010/10/prinsip-prinsip-pembangunan. Sebagai contoh kerjasama ELIU-UNEP dengan IMO dalam pembentukan konvensi Basel.