P. 1
ALAT PERMAINAN EDUKASI

ALAT PERMAINAN EDUKASI

|Views: 190|Likes:
Published by أليف هكيم
paud
paud

More info:

Published by: أليف هكيم on Mar 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2014

pdf

text

original

Sections

  • OLEH:
  • THERESIA LELY OKVITASARI
  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • 1.1. Latar Belakang
  • 1.2.Rumusan Masalah
  • 1.3.Tujuan Penelitian
  • 1.4.Manfaat Penelitian
  • 1.5. Hipotesis Tindakan
  • BAB II
  • KAJIAN PUSTAKA
  • 2.1. Bahasa dan Perkembangan Anak
  • 2.2. Metode Bercerita
  • 2.3. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Perkembangan Bahasa
  • 2.4 Pengertian, Fungsi dan Peranan Bahasa Bagi Anak
  • 2.4.2 Fungsi Bahasa Bagi Anak
  • 2.4.3 Permasalahan Bahasa Bagi Anak
  • 2.4.4 Peranan Bahasa
  • 2.4.6 Cara mengembangkan bahasa anak
  • 2.5 Hubungan Metode Bercerita dengan Kemampuan Bahasa Anak
  • METODE PENELITIAN
  • 3.1. Rancangan Penelitian
  • Definisi PTK
  • 3.2. Subyek Penelitian
  • 3.3. Data Penelitian
  • 3.4. Teknik Pengumpulan Data
  • 3.5. Instrumen Pengumpulan Data
  • 3.6. Prosedur Pengumpulan Data
  • 3.7. Tehnik Analisis Data Penelitian
  • M =
  • P =
  • 3.8. Instrumen Analisis Data Penelitian
  • Tabel 3.2 Hasil Penilaian SKM
  • Tabel 3.3 Pengamatan Aktivitas Guru
  • Tabel 3.7 Hasil Belajar Siswa
  • 3.9. Prosedur Analisis Data Penelitian
  • 1.1 Latar Belakang
  • 1.2 Rumusan Masalah
  • 1.3 Tujuan
  • 1.4 Manfaat
  • LANDASAN TEORI
  • 2.1 Pengertian Guru Profesional
  • 2.2 Sosok Seorang Guru Ideal dan Guru Profesional
  • 2.3 Tuntutan dan Janji Profesionalisme Guru
  • BAB III
  • PEMBAHASAN
  • 3.1 Menjadi Guru Ideal
  • 3.2 Peran Strategis
  • 3.3 Mutu Guru Kunci Keberhasilan Pendidikan
  • 3.4 Mewujudkan Guru yang Profesional
  • BAB IV
  • KESIMPULAN
  • DAFTAR RUJUKAN

ALAT PERMAINAN EDUKASI

Proses belajar yang terjadi pada anak usia dini merupakan pengalaman yang di koleksi dengan kondisi menyenangkan. Permainan adalah wahana yang paling cocok dan merupakan sarana paling afektif dalam mentransfer pengalaman-pengalaman tersebut. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua permainan akan mampu memberikan pengalaman yang bermanfaat, dalam arti permainan yang mendidik. Dalam ranah pembelajaran anak usia dini dikenal dengan istilah APE [Alat Permainan Edukatif]. Apakah APE itu? Sarana yang dapat merangsang aktivitas anak untuk mempelajari sesuatu tanpa anak menyadarinya, baik menggunakan teknologi modern, konvensional, tradisional Bagaimana Kriteria APE yang baik? APE yang baik adalah yang dapat mengembangkan totalias kepribadian anak, bukan karena kejenakaan atau kebagusannya. Jika memungkinkan, gunakan alat-alat yang terbuat dari bahan yang mudah dan mudah diperoleh Ingin tahu lebih dalam ?, Warung kami menyediakan bahan tayang dalam Power Point yang dapat anda download, Klik"APE" Posted by Djoko Adi walujo [Pemerhati Buku] at 8:44 PM

APE
Mengapa perlu APE ( Alat Permainan Edukatif ) ? Untuk bisa meotivasi anak sebagai media pembelajaran anak Pengertian APE APE adalah segala sesuatu yang digunakan sebagai sarana / alat permainan yang mengandung nilai pendidikan dan dapat mengembangkan seluruh aspek kehidupan anak. Fungsi APE : Sebagai alat bantu pendidik tutor / pamong PAUD 1. Menciptakan situasu bermain / belajar bagi anak dalam melakukan proses pemberian perangsangan aspek perkembangan anak, 2. Menumbuhkan rasa percaya diri pada anak untuk membentuk citra diri anak yang positif, 3. Memberikan perangsang dalam pembentukan perilaku dan mengembangkan kemampuan dasar, 4. Memberikan kesempatan anak untuk bersosialisasi, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan lingkungan. Tujuan APE 1. Memperjelas materi yang diberikan 2. Merangsang kecerdasan anak 3. Mengembangkan kreatifitas Sifat APE  Instruktif → mengandung perintah, penugasan

  

Informatif → mengandung informasi seperti pengetahuan-pengetahuan yang baru Motivasi → menggugah minat belajar, ada dorongan pada anak Rekreatif → mengandung rasa yang menyenangkan

Kriteria APE, ada 4 syarat : 1. Manfaat 2. Aman 3. Mudah 4. Asyik

1. PAPAN SMART
LOMBA ALAT PERAGA PEMBELAJARAN TK TINGKAT KOTA SURABAYA 2011

OLEH: THERESIA LELY OKVITASARI LATAR BELAKANG Alat permainan edukatif (APE) atau alat peraga pembelajaran (APP) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pembelajaran anak di Taman Kanak-kanak. Alat permainan tersebut sangat menunjang dalam pembelajaran anak di sekolah secara efektif dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal. Mayke Sugianto, T. 1995, mengemukakan bahwa alat permainan edukatif (APE) adalah alat permainan yang sengaja dirancang secara khusus untuk kepentingan pendidikan. Pengertian alat permainan edukatif tersebut menunjukkan bahwa pada pengembangan dan pemanfaatannya tidak semua alat permainan yang digunakan anak di TK itu dirancang secara khusus untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak. Direktorat PADU, Depdiknas (2003) mendefinisikan alat permainan edukatif sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai sarana atau peralatan untuk bermain yang mengandung nilai edukatif (pendidikan) dan dapat mengembangkan seluruh kemampuan anak. Perbedaan antara alat permainan yang biasa dengan alat peraga pembelajaran adalah pada alat peraga pembelajaran (APP) terdapat unsur perencanaan, pembuatan secara mendalam yang mempertimbangkan karakterisitik anak dan mengaitkannya pada pengembangan berbagai aspek perkembangan anak yaitu bahasa, kognitif, fisik motorik, dan seni. Sedangkan alat permainan biasa dibuat dengan tujuan yang berbeda, yaitu untuk memenuhi kepentingan bisnis semata tanpa adanya kajian secara mendalam tentang aspek-aspek perkembangan anak yang dapat dikembangkan melalui alat permainan tersebut. Untuk dapat melihat dan memahami secara lebih mendalam mengenai apakah suatu alat permainan dapat dikategorikan sebagai alat peraga pembelajaran (APP) untuk anak TK atau tidak, terdapat beberapa ciri yang harus dipenuhinya yaitu:

1. Alat permainan tersebut ditujukan untuk anak TK. 2. Berfungsi untuk mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak TK. 3. Dapat digunakan dengan berbagai cara, bentuk, dan untuk bermacam tujuan aspek pengembangan (indikator) atau multiguna. 4. Aman atau tidak berbahaya bagi anak. 5. Dirancang untuk mendorong aktifitas dan mengembangkan kreatifitas anak. 6. Bersifat konstruktif atau ada sesuatu yang dihasilkan.

7. Mengandung nilai pendidikan.
Alat peraga pembelajaran (APP) yang dibuat oleh para guru TK, diharapkan dapat menjadi alat peraga yang menarik minat anak, mendorong aktifitas, mengembangkan kreativitas dan membantu anak untuk lebih memahami materi kegiatan yang disampaikan oleh guru. Dengan demikian tujuan pembelajaran di kelas dapat tercapai dan semua aspek pengembangan yang direncanakan dapat terlaksana karena anak merasa senang, nyaman, dan aman. TUJUAN Alat peraga pembelajaran (APP) yang kami buat ini yaitu Papan Smart, pada intinya diarahkan untuk mencapai tujuan-tujuan sebagai berikut:

1. Memperjelas materi yang diberikan. pengembangan Bahasa dan Kognitif.

Dalam

hal

ini

adalah

bidang

2. Memberikan motivasi dan merangsang anak untuk bereksplorasi dan bereksperimen dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangannya, melalui kegiatan pembelajaran di kelas sesuai yang direncanakan guru. 3. Memberikan kesenangan pada anak dalam bermain dan belajar. Dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga ini anak juga dapat belajar sambil bermain, bermain sambil belajar. Hal ini akan membuat anak senang dan tidak terasa mereka telah belajar sesuatu lewat permainannya.
MANFAAT Alat peraga pembelajaran (APP) yaitu Papan Smart ini, dapat digunakan untuk kelompok Playgroup, TK A dan TK B. Manfaat yang dapat diperoleh lewat alat peraga edukatif ini adalah:

1. Anak belajar mengenal huruf, angka. 2. Anak belajar tentang penjumlahan dan pengurangan. 3. Anak belajar membilang. 4. Anak belajar membaca permulaan dan menyusun kalimat. 5. Anak dapat mengembangkan sebanyak-banyaknya. kreativitasnya dengan menuliskan kata

6. Anak dapat belajar memegang pinsil dengan benar. 7. Anak dapat mengembangkan sikap untuk saling berbagi, menolong dengan teman. 8. Anak mempunyai keberanian untuk bertanya dan mengungkapkan sesuatu baik lewat tulisan atau lisan.

kartu kata lebih dari 2 suku kata (memancing. 12... kartu kata (ba. Karton susu sebanyak 1 buah. kota.. Spidol marker. . Lem rajawali 7.. 4... 9. Tempelkan kardus susu di sebelah kanan ukuran disesuaikan dan kardus sereal di sebelah kiri ukuran disesuaikan. Sterofoam... Kuas besar/sedang/kecil. Penggaris. Kertas lipat.. 17. Siapkan triplek ukuran sesuai kebutuhan bentuk L. 14. di. Gunting. 6. 11. 8. Karton sereal kecil sebanyak 3 buah. Kalender bekas yang tebal. Kertas kado/kalender tipis bekas. memasak. Papan triplek ukuran relatif. Kertas CD. 3. 10. 2. Pita kertas. Cat poster. 3..) dari kalender bekas yang tebal. tempelkan sterofoam dengan bantuan lem rajawali dan beri background dengan lukisan atau finger painting. 15. Isolasi bolak-balik/lem.. 2. kartu gambar.. Plastik.). kartu huruf (a-z). dari.BAHAN / ALAT 1. 13. 5. CARA MEMBUAT 1.. 16. Buat kartu angka (1-20). sebelumnya bungkus dengan kertas kado atau kalender yang tipis.

Jumlah plastik disesuaikan dengan ukuran papan dan kartu. Notes bisa dibuat per anak. 5. Cover notes dari kalender bekas yang tebal/kertas asturo. letakkan notes kecil di tengah papan dan pinsil. Tempelkan plastik dengan ukuran sesuai kartu dilebihkan 1cm pada papan yang berdiri.4. Tempelkan kertas tebal untuk alas menulis. beri hiasan dan isi dari kertas CD/HVS bekas yang masih baik. 4-5 di tengah untuk menyusun huruf/kata. 2 3 4 Mengelompokkan kata-kata yang sejenis (Bahasa) Menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya (Bahasa) 5 6 Membilang/menyebut urutan bilangan dari 1-20 (Kognitif) Membilang (mengenal konsep bilangan dengan benda) sampai 10 (Kognitif) Menghubungkan/memasangkan 7 . ASPEK YANG DIKEMBANGKAN NO 1 INDIKATOR Menunjukkan perbuatan yang salah dan benar (Pembiasaan) Menyebutkan berbagai bunyi/suara tertentu (Bahasa) Menirukan kembali 3-4 urutan kata (Bahasa) KEGIATAN Menunjukkan susunan huruf/kalimat yang benar dan salah Menyebutkan bunyi huruf dan kata yang disusun Menyusun huruf atau kata sesuai dengan yang disebutkan guru atau teman Menuliskan/mencari kata-kata yang sesuai dengan tema hari ini Menyusun huruf menjadi kata/kata menjadi kalimat sesuai dengan benda/gambar yang ditunjukkan/disediakan guru Mengambil kartu angka dan mengurutkannya Meletakkan kartu gambar dan kartu angka yang sesuai dengan jumlah benda yang ada pada gambar. 3-4 di bawah untuk membuat kalimat. dengan komposisi 4 di atas untuk angka.

datar. lengkung. Papan triplek 2. JUN 19 ALAT PERAGA EDUKATIF 1 ALAT PERAGA EDUKATIF TEMA : BINATANG DIBUAT OLEH : THERESIA LELY OKVITASARI SEKOLAH : TK KATOLIK KARITAS III SURABAYA BAHAN : 1. Botol ukuran kecil . miring.dll (Fisik Motorik) Menggambar bebas dengan berbagai media dengan rapi (Seni) Membuat soal dan menghitung hasil penambahan/pengurangan dengan kartu angka Anak belajar memegang pinsil dengan benar saat menulis atau menggambar di notes yang disediakan Menuliskan kata-kata dengan huruf yang benar 9 10 11 Menggambar bebas sesuai dengan jumlah yang diminta guru dengan menggunakan pinsil/spidol Mewarnai gambar yang telah dibuat dengan krayon atau pinsil warna 12 Mewarnai bentuk gambar sederhana dengan rapi (Seni) Posted 19th June 2011 by Theresia Lely Okvitasari 0 Add a comment 2. lingkaran.lambang bilangan dengan bendabenda sampai 10 (anak tidak menulis) (Kognitif) 8 Menyebutkan hasil penambahan dan pengurangan dengan benda sampai 10 (Kognitif) Memegang pinsil dengan benar (antara ibu jari dan 2 jari) (Fisik Motorik) Meniru membuat garis tegak.

peras sampai air tidak menetes. Buat gunung dari bubur kertas koran. Isolasi bolak-balik/lem 12. udara) Menghitung banyaknya binatang yang muncul dalam cerita. tanaman yang mempunyai warna. APR 3 . CARA PEMBUATAN BUBUR KERTAS : 1. Kertas Koran disobek-sobek. Lem rajawali 5. Rendam dalam air selama 2-3 hari. Menyanyikan lagu-lagu yang digunakan untuk mendukung cerita 0 Posted 19th June 2011 by Theresia Lely Okvitasari Add a comment 3. Plastisin 8. Kertas asturo/kardus mie CARA PEMBUATAN : 1. Plastisin dapat digunakan untuk menempelkan/alas gambar bunga. Batu-batuan 6. setiap hari air diganti. Kertas Koran (dibuat bubur Koran) 4. 3. Bila gunung ingin diberi warna jangan dikuas tetapi cukup disemburkan dengan cat yang encer dengan bantuan kuas. beri background dengan lukisan atau finger painting. Pasir putih/serbuk gergaji/ampas kelapa 7. ukuran atau menurut ciri-ciri tertentu (Kognitif) Membilang (mengenal konsep bilangan dengan bendabenda) sampai 10 (Kognitif) Menyanyi lebih dari 20 lagu anakanak (Seni) KEGIATAN Tanya jawab tentang perbuatan yang baik dan benar dalam cerita Menirukan suara binatang yang ditunjukkan guru Mendengarkan cerita guru dengan tema Binatang dan anak dapat bercerita seperti cerita guru atau versi anak sendiri Menunjuk dan mencari nama-nama hewan atau gambar menurut tempat hidupnya (air. bunga 10. hewan. PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM KEGIATAN : NO INDIKATOR 1 Menunjukkan perbuatan yang baik dan benar (Pembiasaan) 2 Membedakan dan menirukan kembali bunyi atau suara tertentu (Bahasa) 3 Mendengarkan dan menceritakan kembali cerita secara urut (Bahasa) 4 5 6 Menunjuk dan mencari sebanyakbanyaknya benda. Stik eskrim/tusuk sate 11. 3. Cat poster 9. sesuai kreasi di sekitar gunung.3. 4. Gambar binatang. 2. Siapkan triplek ukluran sesuai kebutuhan. Atur batu-batuan. kemudian campur dengan lem rajawali. 5. bagian tengah diberi botol agar kuat. darat. Pasir putih/serbuk gergaji/ampas kelapa. 2. bentuk. Sebelum digunakan..

Selain itu. konsep diri. Upaya pengembangan tersebut harus dilakukan melalui kegiatan bermain sambil belajar atau belajar serayabermain. Adanya perbedaan yang sebesar antara pola pendidikan di sekolah dan di rumah menyebabkan anak yang tidak masuk pendidikan taman kanak-kanak (prasekolah) mengalami kejutan sekolah dan mereka mogok sekolah atau tidak mampu menyesuaikan diri sehingga tidak berkembang secara optimal. tujuan penelitian. Dengan bermain anak memiliki . Usia 4-6 tahun. Diperkirakan bahwa anak-anak yang mengulang kelas adalah anak– anak yang tidak masuk pendidikanprasekolah sebelum masuk SD. Perkembangan kecerdasan pada masa ini mengalami peningkatan dari 50% menjadi 80%. Mereka adalah anak yang belum siap dan tidak dipersiapkan oleh orangtuanyamemasuki SD. 1.PTK TK Bidang pengembangan Bahasa BAB I PENDAHULUAN Dalam pendahuluan akan dijelaskan tentang latar belakang masalah. Pada usia ini secara terminologi disebut sebagai anak usia prasekolah. guru dan orang dewasa lain) sangat dalam upaya pengembangan potensi anak 4-6 tahun.85%. disiplin. dan kelas IV sebesar 0. Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalammengembangkan kamampuan fisik. Peran pendidik (orang tua. Data tersebutmenggambarkan bahwa angka mengulang kelas I dan II lebih tinggi dari kelas lain. kemandirian. Oleh sebab itu dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak tercapai secara optimal. Latar Belakang Anak usia 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia diri yang berada pada rentangan usia lahir sampai 6 tahun.42%. manfaat penelitian.kognitif. devinisi istilah. bahasa.sosial emosional. Hal ini menyesuaikan diri sehinggatidak dapat berkembang secara optimal.dan nilai-nilai agama. seni moral. Hal ini menunjukkan pentingnya upaya pengembangan seluruh potensi anak usia prasekolah. Balitbang Diknas tahun 1999 menunjukkan bahwa hampir pada seluruh aspek perkembangan anak yang masuk TK mempunyai kemampuan lebih tinggi daripada anak yang tidak masuk TK di kelas I SD Data angka mengulang kelas tahun 2001/2002 untuk kel as I sebesar 10. Anak mulai sensitif untuk menerima berbagi upaya perkembangan seluruh potensi anak. Masa peka adalah masa terjasinya pematangan fungsi–fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. batasan penelitian.1. merupakan peka bagi anak. rumusan masalah. berdasarkan hasil penelitian/ kajian yang dilakukan oleh Pusat Kurikulum.

1996:1940). Dari berbagai metode dalam pendidikan anak usia dini nampak bahwa salah satu metode yang dipergunakan adalah metode bercerita yang sesuai dengan tujuan pengembangan anak di Taman Kanak-kanak. ketrampilan dan sikap termasuk akal pikiran yang merupakan anugrah terbesar manusia dari Tuhan di banding makhluk hidup yang lain. Metode pembelajaran yang dapat diterapkan di Taman kanak-kanak adalah metode yang sesuai untuk belajar usia dini. Undang-undang no. pengetahuan. Selain itu bermain membantu anak mengenai dirinya sendiri. 1994:158) ”untuk membentuk melakukan dasar arah perkembangan sikap. Pendidikan bagi anak usia dini tidak pernah surut dengan perkembangan permasalahan. Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak Taman Kanak-kanak melalui cerita yang disampaikan secara lisan (Moeslichatin. orang lain dan lingkungan.kesempatan untuk bereksplorasi. Program Kegiatan di Taman Kanak-kanak di laksanakan dengan tujuan program (Depsikbud. mereka yang muncul sebagai pemimpin yang mengemban nilai-nilai kemanusiaan. pengetahuan.maka kurikulum yang dikembangkan disusun berdasarkan karakteristik anak dalam rangka mengembangkan seluruh potensi anak. Anak memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat dikembangkan guna memikul tanggung jawab di masa mendatang. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) menjelaskan secara jelas batasan tentang pendidikan anak usia dini dalam penjelasan pasal 28 ayat (1) : bahwa Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan (tahun dan bukan merupakan persyaratan untuk mengikuti pendidikan dewasa). Potensi ini meliputi seluruh aspek yang ada dalam diri anak baik moral. Pendidikan di Taman Kanak-kanak dilakukan dengan pendekatan ”bermain sambil belajar” atau belajar seraya bermain” dengan tujuan menimbulkan rasa senang pada anak bagaimana karakteristik anak usia dini. Bercerita adalah menuturkan sesuatu yang mengisahkan tentang perbuatan atau suatu kejadian dan disampaikan secara lisan dengan tujuan membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada orang lain. Tumbuh kembang seorang anak menjadi tanggung jawab setiap orang yang memandang masa depan dengan penuh tantangan yang beragam. menemukan. Dengan demikian bercerita dalam konteks komunikasi dapat dikatakan sebagai upaya mempengaruhi orang lain melalui ucapan dan penuturan tentang sesuatu (ide). berkreasi belajar secara menyenangkan. Dalam bukunya tentang metode pembelajaran di Taman Kanak-kanak. mengekspresikan perasaan. model pemecahan serta inovasi untuk mengambil peranan dan tanggungjawab bagi masa depan kemanusiaan. ketrampilan dan daya cipta yang di perlukan oleh anak dalam menyesuaikan dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. ”Pendidikan di taman kanak-kanak di kembangkan dengan berdasar pada teori pembelajaran yang menggunakan prosedur dan strategi ilmiah untuk belajar di antaranya adalah dengan menggunakan metode pembelajaran. sebab anak merupakan asset masa depan bagi kemanusiaan. Sementaradalam konteks pembelajaran anak usia dini bercerita dapat dikatakan sebagai upaya . Atas dasar hal tersebut di atas.

2 Bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita untuk meningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B.1 Bagaimana aktivitas guru dalam pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita pada anak kelompok B. diperoleh rumusan masalah penelitian sebagai berikut : 1. di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/ 2010? .2. 1.2. Kegiatan bercerita memberikan sumbangan besar pada perkembangan anak secara keseluruhan sebagai implikasi dari perkembangan bahasanya sehingga anak akan memiliki kemampuan untuk mengembangkan aspek perkembangan yang lain dengan modal kemampuan berbahasa yang sudah baik.2. Dari uaian latar belakang di atas maka dianggap perlu melakukan penelitian ”Upaya Meningkatkan Perkembangan Bahasa pada Anak Kelompok B Melalui Metode Bercerita di TKK Karitas II Surabaya tahun peljaran 2009/2010 ini telah disetujui dan dinyatakan memenuhi syarat untuk diseminarkan.2. di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/ 2010? 1. Kemampuan guru Taman Kanak-kanak untuk mengembangankan perkembangan bahasa anak didiknya yang dilakukan dengan berbagai cara.2.2.untuk mengembangkan potensi kemampuan berbahasa anak melalui pendengaran dan kemudian menuturkanya kembali dengan tujuan melatih anak dalam bercakap-cakap untuk menyampaikan ide dalam bentuk lisan. Salah satunya melalui metode bercerita yang digunakan dalam pembelajaran di Taman Kanak-kanak.2. di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/ 2010? 1.1 Bagaimana rencana pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita untuk meningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B. Perkembangan anak usia dini merupakan kesadaran dan kemampuan anak untuk mengenal dirinya dan berinteraksi dengan lingkungannya seiiring dengan pertumbuhan fisik yang anak alami.Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan. di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/ 2010? 1.2.2 Bagaimana aktivitassiswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita pada anak kelompok B. di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/ 2010? 1.2. Pendidikan yang dilakukan pada anak usia dini pada hahekatnya adalah upaya memfasilitasi yang sedang terjadi pada dirinya.3 Apa saja faktor penghambat pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita pada anak kelompok B.

4 Mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada anak kelompok B setelah pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/2010. 1.4 Bagaimana meningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B sesudah pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/2010? 1.3 Mendeskripsikan faktor penghambat dalam pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita dalam rangka dalam rangka untuk meningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/2010.3 Mendeskripsikan kesalahan berbahasa pada anak kelompok B sebelum pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/2010.2 Mendeskripsikan aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita dalam rangka dalam rangka untuk meningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/2010.2 Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita dalam rangka untukmeningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/2010. .3.3. 1.3.3.3.2. 1.3.2.2.2.4 Apa saja fantor pendukung pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita pada anak kelompok B.2.Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas. 1. 1.2.3 Bagaimana meningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B sebelum pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/2010? 1.4 Mendeskripsikan faktor pendukung dalam pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita dalam rangka dalam rangka untuk meningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/2010. 1. di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/ 2010.2. maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.2.1.3.3. 1. 1.3.1 Mendeskripsikan aktivitas guru dalam pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita dalam rangka dalam rangka untuk meningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/2010.1 Mendeskripsikan rencana pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita dalam rangka meningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/2010.

semakin banyak juga konsep tentang sesuatu yang dikenalnya (Musfiroh.4. ia dapat bertanya apabila tidak memahaminya dan selanjutnya ia dapat mengekspresikan terhadap apa yang diceritakannya. Bagi peneliti. diharapkan dapat meningkatkan perkembangan bahasa dengan menggunakan metode bercerita.dapat menjadi pedoman dalam penelitian selanjutnya. Bagi sekolah diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah yang terjadi selama proses belajar mengajar berlangsung terutama masalah meningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B di TKK Karitas II Surabaya tahun pelajaran 2009/2010.5. hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan ketrampilan mengajar guru di kelas. Semakin banyak kata yang dikenalknya.1. 1.Manfaat Penelitian Pada dasarnya penelitian ini mempunyai manfaat teoritis dan manfaat praktis. yaitu melalui perbendaharaan kosa kata yang sering didengarnya. 4. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan pada penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita dapat meningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B di TKK Karitas II Surabaya tahun pengajaran 2009/2010. secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan dalam pengembangan konsep pembelajaran berbahasa dengan menggunakan konsep pembelajaran berbahasa dengan menggunakan metode bercerita. . sedangkan secara praktis manfaat penelitian ini antara lain: 1. serta menambah wawasan bahwa bercerita dapat digunakan untuk pembelajaran berbahasa. Bahasa dan Perkembangan Anak Musfiroh mengatakan bahasa metode bercerita adalah salah satu metode yang dapat mengembangkankemampuan berbahasa anak. 2.1. 2005:79). Menurut Kusnaini (2004) metode bercerita pada usia dini bertujuan. Bagi guru. Bagi siswa. 3. agar anak mampu mendengar dengan seksama terhadap apa yang disampaikan orang lain.

b. ketulusan. kesetiaan. keramahan. afektif maupun psikomotor. Tips bercerita menurut Rainer dan Isbell dapat diterapkan ketika bercerita terhadap anak-anak. Membantu perkembangan fantasi atau imajinasi anak. Guru yang pandai bercerita akan menjadikan perasaan anak larut dalam kehidupan imajinatif dalam bercerita tersebut. bila anak terlatih untuk menjadi pendengar yang kreatif dan kritis. Buat klarifikasi jika dibutuhkan. Kegiatan bercerita memungkinkan anak mengembangkan kemampuan kognitif. Melatih daya tangkap anak. Memperhatikan anak-anak selama bercerita. e. Dengan demikian akan semakin banyak konsep kata yang dikenal anak. yaitu: a. Beri dorongan untuk berinteraksi dan berpartisipasi. b. b. Suatu kegiatan pembelajaran yang memberikan pengalaman baru dengan membawakan cerita dan berbagai kosakata baru yang belum pernah di dengar anak. keberanian. demikian pula sebaliknya. Upaya meningkatkan perkembangan bahasa pada anak melalui metode bercerita adalah : a. c. Dimana menurut Kusnaini (2004) metode bercerita mempunyai tujuan sebagai berikut : a. gerakan dan kata-kata berulang untuk melibatkan anak-anak masuk dalam cerita. Menciptakan suasana yang menyenangkan dan akrab di ruang kelas. Suatu kegiatan pembelajaran yang menampilkan perilaku tokoh dalam cerita. Melatih daya konsentrasi. Melatih daya pikir anak. Memodifikasi jalan dan panjang cerita untuk menyesuaikan pengalaman dan tingkat perkembangan anak-anak yang hadir. d.Sehingga hikmah dari isi cerita dapat dipahami dan lambat laun di laksanakan. c. . Menurut Moeslichatoen (2004) guru dapat memanfaatkan bercerita untuk menanamkan kejujuran. Jika tokoh yang dimunculkan dengan sifat positif dan sifat itu akan menyenangkan maka anak akan dengan mudah mengadopsi sifat dan perilaku tokoh tersebut. Menggunakan variasi suara. d. ekspresi wajah.

3. Cerita harus menarik dan memikat perhatian guru. 2. Kareana anak-anak akan membangun pemahaman mereka terhadap cerita tersebut. Bercerita juga merupakan stimulan yang dapat membangkitkan anak terlibat secara mental. pengulangan. c. yaitu : a. Namun demikian tidak selalu pada kegiatan penutup.2. sehingga mental anak dapat melambung. Dengan demikian melalui cerita. 2. Anak-anak senang sesuatu yang mudah ditebak. Bercerita merupakan cara untuk meneruskan warisan budaya dari satu generasi ke generasi berkutnya dan menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat di masyarakat.e. melalang buana melalui isi cerita itu sendiri. guru harus selalu hafal isi cerita yang akan disampaikan. f. dan partisipasi aktif ketika mendengarkan cerita. Menurut Moeslichatoen (2004) sebelum membacakan cerita pendongeng harus mengetahui cerita harus menarik dengan pemilihan cerita yang baik. b. Ulang cerita yang sama berulang kali sejak anak-anak. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Perkembangan Bahasa . Pada saat bercerita guru dapat berdialog dengan anak maksud menjelaskan isi gambar yang di tunjukkan guru atau bagian cerita yang sedang di sampaikan guru. kalau cerita itu menarik dan memikat maka guru akan bersungguh-sungguh dalam menceritakan kepada anak-anak. Cerita harus sesuai dengan kepribadian anak. gaya dan bakat anak. anak-anak akan menjadi tidak berminat dan pergi. Biasanya kegiatan bercerita di laksanakan pada kegiatan penutup sehingga ketika anak pulang menjadi tenang. Ketika cerita sulit atau pembaca cerita terlalu dramatis. Menggunakan kata-kata dan deskripsi yang tepat. Cerita harus sesuai dengan usia dan kemampuan mencerna isi cerita anak usia PAUD. humor. Metode Bercerita Metode bercerita Kusnaini (2004) cara guru bercerita pada anak didik untuk memperkenalkan hal-hal baru dan menyampaikan pembelajaran mengembangkan berbagai kompetensi dasar anak usia dini. Anak di beri pujian apabila dapat menjawab pertanyaan guru dan dapat menceritakan kembali cerita yang telah di ceritakan guru ketika guru selesai. kecerdasan bahasa anak semakin terasah. sehingga membantu anak-anak membayangkan kejadian di dalam cerita. Bercerita kepada anak memberikan tantangan yang unik. bercerita dapat pula dilakukan pada saat pembukaan atau ini setiap cerita yang akan disajikan.

Bercerita dengan alat peraga. seperti boneka. imajinatif dan olah kata dari orang yang bercerita melainkan hanya olah intonansi dan suara. hanya mengandalkan kemampuan varbal orang yang memberikan cerita. Bercerita tanpa alat peraga. penerapan kegiatan bercerita dapat dilakukan dengan berbagai bentuk. f. Guru menetapkan rancangan cara-cara bertutur yang dapat menggetarkan perasaan anak. mengatur bahan dan alat yang dipergunakan sebagai alat bantu sesuai cerita yang dipilih. sebagai berikut : a. hafal. dan keterampilan gerak . 5. gambar dan benda lain. Pada kegiatan bercerita tanpa alat ini. televisi. seperti: 1. sesuai dengan rancangan tema dan tujuan. Bercerita dengan cara membaca buku cerita. kemampuan guru secara penuh sangat menentukan dalam hal. kegiatan bercerita tanpa menggunakan alat hanya menggunakan suara. mimik dan pantomimik orang bercerita. maka Moeslichatoen (2004:179180) menetapkan langkah-langkah. guru terlebih dahulu menetapkan rancangan dalam meningkatkan perkembangan bahasa yang harus dilalui dalam bercerita. b. Langkah penutup kegiatan bercerita dengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita. c. tidak diperlukan kemampuan fantasi. ekspresi. Bercerita tanpa alat. Bercerita melalui alat pandang dengar : kaset. video. 3. Bercerita dengan menggunakan bahasa isyarat atau gerakan pantomime. kegiatan bercerita pada pendidikan anak usia dini dapat dilakukan dengan cara : 1. film kartun tanpa bicara. Mengkomunikasikan tujuan teman dalam bercerita kepada anak. 2. Mengatur tempat duduk anak.Dalam memberikan pengalaman belajar melalui penuturan cerita guru. intonansi bicara. Pengembangan kegiatan bercerita. d. isi cerita. Pengembangan cerita yang dituturkan guru e. 4. Menurut Rahman (2005). suara. mimik. Menurut Koesnaini (2004).

kegiatan bercerita dengan menggunakan media alat pendukung isi cerita yang disampaikan. Isi cerita sesuai dengan perkembangan anak dan media yang digunakan. Contoh : 1) Benda : tas sekolah. Alat atau media yang digunakan hendaknya aman. d. Bercerita dengan alat peraga langsung. 2) Binantang : kucing. dua gambar atau lebih. b. Kegiatan bercerita dapat dilaksanakan di tempat tertutup maupun terbuka.4 Pengertian. ayam. Alat atau media yang digunakan tidak membahayakan bagi guru maupun anak didik. 2. Alat atau media yang digunakan dapat tersimpan dalam satu tempat atau dapat dipegang langsung oleh guru dan anak. Fungsi dan Peranan Bahasa Bagi Anak 2. buku. Kegiatan bercerita dengan alat ini pun dapat dilaksanakan di ruangan terbuka maupun tertutup. dll Bercerita dengan alat peraga tidak langsung. Alat yang digunakan dapat asli atau media dari lingkungan sekitarnya dan dapat pula benda tiruan atau fantasi. pohon singkong. 2. bebek. menarik. adalah kegiatan bercerita dengan menggunakan alat peraga langsung baik benda maupun makhluk hidup lainnya misalnya tanaman dan binantang. Bercerita dengan alat. Ketentuan bercerita dengan alat peraga langsung : a.tubuh yang menyenangkan bagi anak usia dini. misalnya bercerita menggunakan gambar. Namun demikian diharapkan penampilan guru tidak dibuat-dibuat secara berlebihan sehingga membuat anak tidak nyaman mendengarkannya dan tidak etrtarik untuk memperhatikannya. Tujuannya untuk membantu imajinasi anak memahami isi cerita.4. baju. pensil. ikan. Jumlah gambar yang digunakan bisa satu gambar. c. dll. untuk membantu imajinasi anak memahami isi cerita.1 Pengertian Bahasa Anak . dapat dimainkan oleh guru maupun anak didik dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. 3) Tanaman : bunga mawar. Menggunakan bahasa anak. dll.

antara lain : 2.4.2 Terdapat orang tua atau orang-orang yang ada disekitar anak yang sengaja berbicara dengan lafal yang dibuat-buat.1 Keterbatasan kata-kata yang diketahui 2. Anak belajar dan menulis di sekolah.3.3 Bahasa sebagai sarana untuk melakukan berbicara.4.2 Bahasa sebagai sarana untuk mendengarkan. 2. bahasa mempunyai peranan untuk membaca dan menulis. 2.4.4.4.4.1 Anak berusaha mengatakan apa yang ada dalam pikirannya dengan kelimat-kalimat pendek.4.2 Alat penerus pengembangan bahasa bagi anak.3 Permasalahan Bahasa Bagi Anak Ada beberapa permasalahan yang berkaitan dengan bahasa bagi anak. 2. 2.4.2.2. Bahasa di luar rumah akan mampu ia gunakan setelah bergaul dengan lingkungan di luar rumah dan di sekolah. Akhadiah dkk (dalam Suhartono.2 Fungsi Bahasa Bagi Anak 2.4.4.4. Anak bisa berbicara dengan bahasa yang ia kenal sehari-hari dilingkungan rumah. Kalimat yang terdiri dari satu kata atau 2 kata.4.4 Peranan Bahasa Peranan bahasa terdiri dari : 2. Oleh karena itu dengan bahasa anak mampu mendengarkan dan mampu memahami maksud bahasa yang didengarnya. Ungkapan-ungkapan ini menunjukkan betapa pentingnya peranan bahasa bagi perkembangan manusia dan kemanusiaan. anak tumbuh dari organisme biologis menjadi pribadi di dalam kelompok. Dengan bahasa manusia bisa bergaul sesama manusia dimuka bumi ini.3.3.3 Adanya beberapa anak yang mempunyai gangguan alat artikulasi sehingga anak tidak mengucapkan bunyi-bunyian vocal tertentu.4. manusia tidak bisa melepaskan diri dari bahasa.Dalam kehidupan sehari-hari. 2. 1993:2) menyatakan bahwa dengan bantuan bahasa. 2. 2.2.4.2.4. khususnya pada waktu ia memasuki kelas satu sekolah dasar. 2.5 Tahap Perkembangan Bahasa Bagi Anak .1 Sebagai sarana utama untuk berpikir 2.4 Setelah anak memasuki sekolah.

1 Usia satu tahun Anak berada pada tahap yang sangat sederhana dan satu kata bisa mewakili banyak pemikiran lengkap. Anak pertama kali baru bisa berkomunikasi dengan orang lain.4. . d. Anak pertama kali baru bisa berbicara b. dan kata-kata kasar lainnya. f. saat anak bilang ”susu”. Anak banyak mempunyai kosata untuk dijadikan sebuah kelimat diotaknya masih sangat terbatas. artinya aku minta susu. 2. Hal ini wajar terjadi pada balita karena : a.5. tetapi cuma dan sepotong kata bisa punya arti panjang. Belum lagi kosa kata diperolehnya di usia ini semakin banyak dan tidak melulu hanya dari orang tua. orang tua tidak perlu cemas.5. yaitu melakukan yang dilarang tidak melakukan yang diizinkan.4.5.2 Usia dua tahun Di usia ini anak sudah menggabung dua kata atau lebih menjadi satu kalimat yang bermakna dan berarti : contohnya. maka anak akan termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuannya berbahasa dan berkomunikasi dengan baik.3 Usia tiga tahun Anak sering melakukan hal yang menarik perhatian karena ia tengah memasuki tahap membangkang.6 Cara mengembangkan bahasa anak Jika cara-cara dibawah ini dilakukan secara terus menerus dan konsisten.4. Anak mulai memperoleh banyak informasi kata dan kalimat baru yang menarik. Walaupun begitu. seperti ”bodoh”. Anak bisa mengucapkan satu atau 2 kata. Contoh. minum susu atau ”tidak susu putih saja” 2.4. atau aku minum susu. Inilah beberapa hal yang penting diperhatikan orang tua saat berkomunkasi dengan si batita. e. Kemampuan bahasa mempunyai arti dan bisa dipahami. 2.2. Pengalaman berbahasanya masih sangat minim. c.

5 Hubungan Metode Bercerita dengan Kemampuan Bahasa Anak Sampai detik ini masih menjadi satu pilihan bagi orang tua dan untuk meningkatkan perkembangan kosa kata.4.6. tetapi mereka harus lebih banyak sebelum mereka mencapai kemampuan berbahasa orang dewasa (Hur Lock.6.6. anak telah menanamkan kecerdasan bahasanya. anak juga belajar bagaimana mengambil pelajaran penggunaan bahasa tentang bagaiamana pembicaraan. bahaya! 2.6. Pada masa itu. tidak cepat-cepat dan dengan gerak mulut yang tegas sehingga mudah dikenali dan diikuti anak. Rancangan Penelitian Penelitian dengan judul “Upaya Meningkatkan Perkembangan Bahasa pada Anak Kelompok B Melalui Metode Bercerita di TKK Karitas II Surabaya Tahun Pengajaran 2009/2010” ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan perkembangan bahasa pada anak kelompok B di TKK Karitas II Surabaya tahun pengajaran 2009/2010 melalui pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita .3 Gunakan selalu kalimat pendek.2.6. jangan ke dekat kompor. ya'" 2. Perkembangan bahasa dapat dipakai sebagai tolak ukur kecerdasannya dikemudian hari. Hal ini yang lebih penting. bagaimana konteks dan konteks berfungsi dalam makna. 2. bagaimana memilih sapaan sopan.1. bagaimana mengucapkan salam dan bagaimanamengambil pola bergiliran bicara yang tepat. anak menguasai kemampuan berbicara. BAB III METODE PENELITIAN 3.2 Gunakan kalimat dan kata yang tidak bermakna ganda.4. bukan oh.5 Karena anak masih belajar. Dengan mendengarkan cerita anak belajar bagaimana bunyi-bunyian yang bermakna diajarkan dengan benar. bagaimana kata–kata disusun secara logis dan mudah dipahami. Contoh.4. perkembangan makna kata. ya"? tapi . 1987:180).4. Ini berarti secara tidak langsung.4. 2. orang tua sebaiknva melambungkan bahasa dengan jelas. mau minum susu.4 Hindari kata-kata kotor dan kasar jika tak ingin anak menirunya.1 Gunakan bahasa yang benar. 2. perkembangan penyusunan kalimat dan perkembangan penggunaan bahasa untuk komunikasi. mimik cu cu. "oh.

diharapkan dapat diberikan penghargaan secara lebih adil dan lebih profesional terhadap pangkat guru yang merupakan pengakuan profesi dan kemudian akan meningkatkan tingkat kesejahteraannya. Menurut Suhardjono (2003). menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula. Saat ini kegiatan penelitian yang makin banyak dilakukan oleh para guru adalah berupa penelitian tindakan kelas. Definisi PTK Menurut Suharsimi Arikunto 2002.Penelitian ini akan menggunakan metode bercerita pada proses pembelajaran yang diuji cobakan. Di antara bentuk KTI yang cenderung banyak dipilih oleh para guru adalah KTI hasil penelitian. 1. 2. Melalui sistem angka kredit tersebut. seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Menyusun Karya Tulis Ilmiah (KTI) dibidang pendidikan merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam pengembangan profesi. adanya keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84 tahun 1993 tentang penetapan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan untuk siswa. serta keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala BAKN nomor 0433/ P/ 1993. Tindakan: menunjuk pada sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Istilah dalam bahasa Inggris adalah classroom Action Research (CAR) yaitusebuah kegiatan penelitian yang dilakukan dikelas dikarenakan ada tiga kata yang membentuk pengertian tersebut. Penelitian: menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. maka ada tiga pengertian yang dapat diterangkan. diantaranya dinyatakan bahwa untuk keperluan kenaikan pangkat/ jabatan guru pembina/ golongan IV a ke atas. penliti/ guru dapat melihat sendiri praktik pembelajaran atau bersama guru lain ia dapat melakukan penelitian terhadap siswa dilihat dari . Pada aturan tersebut. pada prinsipnya bertujuan untuk membina karier kepangkatan dan profesionalisme guru. diwajibkan adanya angka kredit yang harus diperoleh dari kegiatan pengembangan profesi. Menurut Supardi (2004). Kelas: dalam hal ini terikat pada pengertian ruang kelas. 3. dengan maksud agar siswa dapat meningkatkan perkembangan bahasanya. dalam PTK. nomor 25 tahun 1993 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama.

pendidik dapat memperbaiki praktik-praktik pembelajaran sehingga menjadi lebih efektif. Dalam hal ini berarti dengan melakukan PTK. Dalam PTK guru secara reflektif dapat menganalisis. mensintesis terhadap apa yang telah dilakukan di kelas. Selain penelitian ini bersifat khas sebagaimana karakter PTK yakni adanya tindakan tertentu untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran di kelas. secara lebih rinci prosedur penelitian tindakan kelas tiap siklus dijabarkan sebagai berikut : 1. Penelitian deskriptif digunakan karena penelitian ini menghasilkan deskriptif berapa kata–kata tertulis atau lisan dari hasil belajar siswa. Tenaga pendidik tidak perlu takut terganggu dalam mencapai target kurikulumnya jika akan melaksanakan PTK.segi aspek interaksinya dalam proses pembelajaran. melainkan masalah nyata yang dihadapi praktisi pendidikan dalam ini guru TK yang diperoleh melalui hasil kolaboratif dengan mitra. Perencanaan Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan adalah sebagai berikut : a. b. guru. Menyusun persiapan observasi mengajar SKH-SKM tiap kelas. dikelas sendiri. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai seperti yang telah didesain dalam faktor yang ingin diteliti.Oleh karena itu. dan dievaluasi. dilaksanakan. dengan siswanya sendiri melalui tindakan yang direncanakan. Justru dengan melakukan PTK akan dapat meningkatkan kualitas proses dan produk pembelajarannya. Penyajian atau penelitian ini menyempurnakan pendekatan deskriptif kualitatif. diperoleh umpan balik yang sistematis mengenai apa yang selama ini dilakukan dengan kegiatan belajar mengajar. . Membuat lembar observasi untuk pengamatan aktivitas guru dan siswa di dalam kelas proses pembelajaran. Penelitian tindakan kelas juga dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik pendidikan. Prosedur penelitian ini melalui empat tahap. Penelitian ini mengambil masalah bukan dari kajian teoritis. pelaksanaan tindakan. Dengan demikian. Jika dilakukan secara kolaboratif yang bertujuan memperbaiki proses pembelajaran tidak akan mempengaruhi materi pelajaran. yaitu tahap perencanaan. Hal ini terjadi karena kegiatan tersebut dilaksanakan sendiri. observasi dan refleksi pada tiap siklus. Penelitian tindakan kelas tidak harus membebani pekerjaan pendidik / guru dalam kesehariannya. Penelitian ini direncanakan dalam tiga siklus dengan harapan indikator keberhasilan akan tercapai.

Data Penelitian Data dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif terdiri atas data hasil belajar siswa. Observasi dilakukan terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat untuk mengawasi dan menilai aktivitas guru dan siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.3. 2. Pelaksanaan Tindakan Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran yang telah direncanakan guru menyampaikan materi. pengamatan aktivitas guru dan siswa. serta penilaian SKH dan SKM. 3. Selain itu refleksi ini juga dilakukan untukmengetahui bagaimana kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan metode bercerita pada siklussebelumnya. Refleksi Hasil yang di dapat dari tahap observasi dari penilaian tugas berbahasa pada anak kelompok B itu dikumpukan lalu dianalisis. yaitu melihat sejauh mana kemampuan siswa dalam meningkatkan perkembangan bahasa. Adapun guru yang dijadikan subjek penelitian ini adalah guru TK ”B” yakni ibu Christinius Herwinarni. e.2.Hal ini akan digunakan sebagai acuan untuk siklus berikutnya. f. Mempersiapkan sumber pembelajaran. . 4. Mempersiapkan instrumen penelitian yang lain.c. 3. Mempersiapkan media pembelajaran yaitu buku cerita dan peralatan pendukung lainnya. Observasi Observasi dilakukukan ketika berlangsungnya proses beajar mengajar. melakukan tindakan. Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah peneliti guru dan siswa kelas ”B” di TK TKK Karitas II Surabaya yang berjumlah 20 siswa. d. lalu siswa meningkatkan perkembangan bahasa 3. Mempersiapkan alat evaluasi untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana kemampuan siswa terhadap pembelajaran meningkatkan perkembangan bahasa. yang terdiri atas 7 siswa perempuan dan 13 siswa laki–laki. Dari hasil observasi guru dapat mengadakan refleksi.

Pada saat pembelajaran berlangsung yang meliputi aktivitas guru dan siswa. Teknik wawancara digunakan untuk mengetahui fakor-faktor penghambat dan pendukung pembelajaran meningkatkan perkembangan bahasa dengan menggunakan metode bercerita. Lembar pengamatan ini oleh guru mitra yaitu guru teman sejawat yang bertindak sebagaimana pengamat selama kegiatan pembelajaran berlangsung. SKM berupa skor yang diberikan tim ahli yaitu dosen ahli dan guru mitra selama pelaksanaan siklus I. 3. II dan III. II dan III.Data hasil belajar siswa berupa skor nilai pada saat pembelajaran berbahasa dengan media gambar selama siklus I.3 Lembar pengamatan aktivitas guru.5. SKM dengan kegiatan pembelajaran selama proses belajar mengajar berlangsung.5.5. Lembar pengamatan ini oleh guru mitra yaitu guru teman sejawat yang bertindak sebagaimana pengamat selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Instrumen ini digunakan untuk mengetahui aspek aktivitas guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Data kualitatif yaitui data fakor penghambat dan pendukung dalam pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita dalam rangka untuk meningkatkan perkembangan bahasa yang diperoleh dari deskriptif hasil wawancara.1 Lembar penilaian SKH. 3. sedangkan data penilian SKH.5. 3. Lembar penilaian ini diisi oleh guru mitra yaitu guru yang mengajar kelompok B TKK Karitas II Surabaya dan dosen ahli. wawancara dan tes teknik observasi digunakan untuk menyimpulkan data-data tentang situasi kelas.4. .2 Lembar pengamatan aktivitas siswa. Adapun data pengamatan aktivitas guru dan siswa berupa skor pengamatan yang diberikan pada saat pembelajaran berbahasa dengan media gambar selama siklus I. II dan III. Sedangkan teknik tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita. 3. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen atau alat pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi. Instrumen ini digunakan untuk mengetahui aspek aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. SKH dan kegiatan pembelajaran SKH.

2 Wawancara Wawancara dilakukan diluar kelas setelah kegiatan belajar mengajar berakhir. Jenis wawancara yang digunakan pada penelitian ini ialah wawancara bebas terpimpin dengan menggunakan lembar pedoman wawancara. 3. Tes ini digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diberikan pembelajaran pada setiap siklus.4 Lembar pedoman wawancara. cukup dan kurang.6. Gambar diberikan pada tiap siklusnya bervariasi jenis dan kuantitasnya.6. sehinggauntuk tiap siklusnya siswa akan menghasilkan produk.6. pertanyaan tidak hanya didasarkan pada pedoman wawancara namun pertanyaan dapat berkembang seiring jawaban mitra sejawat dengan pengelompokkan nilai baik.6. 3. Tes yang diberikan merupakan tes lisan tentang materi meningkatkan perkembangan bahasa dengan metodebercerita tiap siswa.1 Observasi Observasi dilakukan secara langsung pada saat pembelajaran meningkatkan perkembangan bahasa pada ssiwa kelompok B.3 Tes Tes diberikan untuk mendapatkan data tantang hasil belajar siswa. 3.3. 3.5. yang meliputi aktivitas guru dan siswa. kegiatan wawancara tersebut juga untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung selama proses belajar mengajar berlangsung. Instrumen ini digunakan sebagai pedoman selama proses wawancara untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran meningkatkan perkembangan bahasa dengan metode bercerita. Lembar observasi ini bertujuan untuk mendapatkan data–data tentang situasi kelas pada saat pembelajaran berlangsung. Prosedur Pengumpulan Data Prosedur pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini antara lain : 3.5. selama proses wawancara. tes tersebut pada tiap siklus. 3. Tehnik Analisis Data Penelitian . Melalui tes tersebut akan diketahui peningkatan perkembangan bahasa sebelum dan setelah menggunakan pembelajaran dengan media gambar.7. Selain itu.5 Tes Hasil Belajar.

1 Analisis data hasil penilaian SKH.2 Analisis data tes hasil belajar Teknik analisis ini menggunakan penghitungan prosentase sebagai keberhasilan atau ketercapaian siswa dalam menguasai berbahasa penghitungannya sebagai berikut : M= Keterangan: M = Mean (nilai rata-rata) fx = Jumlah skor yang diperoleh N = Jumlah skor maksimal 3.7. Begitu juga semua data yang berupa angka-angka yang diperoleh dan dianalisis terlebih dahulu menggunakan rumus-rumus statistik sederhana. Teknik analisis ini menggunakan penghitungan prosentase sebagai berikut: M= Keterangan : M = Mean (nilai rata-rata) fx = Jumlah skor yang diperoleh N = Jumlah skor maksimal 3. SKM dan kegiatan pembelajaran.7.Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Data yang dianalisis antara lain : 3.7. Teknik deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan dengan kata-kata semua simpulan hasil penelitian.3 Analisis data observasi aktivitas siswa Data observasi aktivitas siswa selama kegiatan belajar berlangsung dianalisis dengan menggunakan perhitungan prosentase. Penghitungannya sebagai berikut : .

5 Analisis data hasil wawancara Data yang dihasilkan melalui titik wawancara merupakan data kualitatif yang berupa kata-kata.4 Analisis data hasil observasi aktivitas guru Data observasi aktivitas guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung dianalisis dengan menggunakan penghitungan persentase. Penghitungannya sebagai berikut: P= Keterangan: P = Porsentase frekuensi kejadian yang muncul f = Banyaknya aktivitas siswa yang muncul N = Jumlah aktivitas keseluruhan 3. Tabel 3. SKM. 3. SKM dan hasil observasi aktivitas guru dan siswa. 1.1 Hasil Penilaian SKH .P= Keterangan: P = Porsentase frekuensi kejadian yang muncul fx = banyaknya aktivitas siswa yang muncul N = Jumlah aktivitas keseluruhan 3. Instrumen Analisis Data Penelitian Instrumen analisis data penelitian ini berupa tabel hasil penilaian SKH. berupa faktor-faktor penghambat dan penunjang atau pendukung pembelajaran dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan melakukan para frase jawaban subjek yang diwawancara dan membuat simpulan hasil wawancara.7. Tabel hasil penilaian SKH.8.7. hasil tes dan data hasil wawancara.

4 Pengamatan Aktivitas Siswa .2 Hasil Penilaian SKM No 1 2 Dst Skor Total Aspek yang diteliti Skor Prosentase 4 Tabel hasil observasi aktivitas guru dan siswa Tabel 3.3 Pengamatan Aktivitas Guru No 1 2 Dst Skor Total Aspek yang diteliti Skor Prosentase Tabel 3.No 1 2 Dst Aspek yang diteliti Skor Prosentase Skor Total Tabel 3.

6 Data Gabungan Pengamatan Aktivitas Siswa Pertemuan 1 No Pengam at 1 1 2 Pengam at 2 Pengam at 1 Pengam at 2 Pertemuan 2 Rat arata .5 Data Gabungan Pengamatan Aktivitas Guru Pertemuan 1 No Pengam at 1 1 2 Dst Jumla h Pengam at 2 Pengam at 1 Pengam at 2 Pertemuan 2 Rat arata Tabel 3.No 1 2 Dst Aspek yang diteliti Skor Prosentase Skor Total Tabel 3.

Prosedur Analisis Data Penelitian Data yang diperoleh dalam penelitian langkah penganalisisan sebagai berikut : 1.Dst Jumla h 3.7 Hasil Belajar Siswa No 1 2 Dst Skor Total Nama siswa Niai Kriteria 3.9. Data hasil belajar siswa sebelum menggunakan pembelajaran dengan media gambar. Data hasil pengamatan aktivitas siswa 3. Data hasil belajar siswa setelah menggunakan pembelajaran dengan media gambar. b. Data hasil penilaian SKH 2. Data hasil pengamatan aktivitas guru 2. Tabel hasil observasi siswa Tabel 3. Data hasil belajar siswa a. Posted 3rd April 2011 by Theresia Lely Okvitasari ini akan dianalisis dengan langkah– . Data hasil wawancara 4. Data hasil pengamatan 1.

0 Add a comment 4. .3 Tujuan Tujuan secara umum adalah para guru di Indonesia dapat menjadi guru profesional yang bertanggungjawab dan bermutu. para guru dituntut untuk mampu mengembangkan diri baik dalam segi tingkat pendidikan maupun kualitas kerjanya. sarana prasarana maupun sumber daya manusia yang terlibat dalam dunia pendidikan. Bagaimana menjadi guru yang profesional ? 2. Indonesia akan menjadi negara besar jika para putra bangsanya mampu bersaing dengan negara-negara maju. Mengapa guru profesional adalah kunci keberhasilan pendidikan ? 1. karena para siswa adalah calon-calon penerus dan pengembang bangsa Indonesia. Peningkatan kualitas guru ini benar-benar mendapat perhatian serius dari pemerintah. 1. informasi dan sains. Dan tugas ini terletak di pundak para guru sebagai pendidik dan pengajar. Demikian pula dengan dunia pendidikan. FEB 24 Guru Profesional Kunci Keberhasilan Pendidikan BAB I PENDAHULUAN 1. Dengan peningkatan sumber daya manusia terutama para guru. meskipun tidak 100% adaptasi dari negara maju tetapi upaya untuk menghasilkan lulusan bermutu sudah mulai digalakkan. Dunia pendidikan di Indonesia memang masih tertinggal jauh dengan negaranegara lain. Untuk mengejar ketinggalan dengan negara lain.2 Rumusan Masalah Masalah yang kami angkat adalah : 1. Tujuan secara khusus adalah para guru mau dan dapat mengembangkan diri secara periodik agar tidak tertinggal. bermutu dalam arti mampu bersaing dalam era globalisasi dan mengikuti perkembangan jaman terutama dalam bidang teknologi. dalam pembangunan bangsa masih mengacu pada negara-negara lain yang sudah maju.1 Latar Belakang Indonesia sebagai negara berkembang. Baik dari segi mutu lulusan. Bagus dari segi prestasi. diharapkan dunia pendidikan mampu menghasilkan lulusan yang bagus dan bermutu.

1 Pengertian Guru Profesional Guru profesional dipandang dari segi jabatan adalah guru yang memiliki sertifikat mengajar. mengembangkan diri secara periodik melalui seminar-seminar. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. haruslah melewati tahap-tahap menjadi guru ideal. sertifikat hanya selembar kertas. BAB II LANDASAN TEORI 2. Untuk mencapai menjadi guru profesional. mampu menghasilkan lulusan yang bermutu. mempunyai jam mengajar minimal 24 jam perminggu. Tolak ukur untuk menetapkan mana guru yang ideal dan mana guru yang sedikit ideal bahkan tidak ideal sama sekali tentu sangat subyektif dan relatif.2 Sosok Seorang Guru Ideal dan Guru Profesional Sebelum menjadi sosok guru profesional. kegiatan nyata.3 Tuntutan dan Janji Profesionalisme Guru Menurut T. yaitu pilar pertama adalah kemampuan-atau katakanlah kompetensi tingkat tinggi yang hanya bisa diraih melalui pendidikan yang "serius"-kuat dasar akademiknya. berijasah minimal S-1 keguruan atau Akta IV.1. suatu profesi harus berpijak pada tiga pilar. menjadi panutan bagi masyarakat dan terlibat dalamm kegiatan-kegiatan masyarakat. inovatif. Syarat-syarat ini akan kami bahas di bab selanjutnya. Apa yang disampaikan oleh Husnul tentang kriteria guru ideal abad 21 merupakan tawaran yang cukup bagus. Pilar kedua. menjalin hubungan dengan pakar-pakar pendidikan atau masyarakat umum. 2. tetapi wujud nyata sebagai seorang guru yang dikatakan profesional sebagaimana halnya dokter harus diwujudkan. Bekal sertifikat mengajar saja tidak cukup. melaksanakan administrasi pembelajaran secara teratur. Tetapi. menjadi guru ideal belumlah cukup. intelektual dan kemampuan berkembang sesuai jaman dan kreatif. serta tinggi keakrabannya dengan situasi rujukannya melalui program pengalaman lapangan yang sistematis: mulai dari latihan laboratorik. memanfaatkan teknologi secara tepat guna. dilanjutkan dengan latihan di lapangan yang bermuara pada masa pemagangan . Guru profesional dipandang dari segi tugas dan fungsinya adalah guru yang mampu mentransfer ilmu kepada siswa dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat. berkreasi dan mampu menuangkan ide-ide kreatif melalui tulisan. Karena syarat untuk menjadi guru profesional ada dalam syarat menjadi guru ideal. penataran. hendaklah menjadi guru ideal terlebih dahulu. Raka Joni. mampu berkomunikasi dengan siswa secara baik. kita perlu juga mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya. tangguh pengetahuan dan keterampilan profesionalnya. menguasai metode dan teknologi.4 Manfaat Manfaat yang diperoleh dengan menjadi guru profesional adalah kesejahteraan guru meningkat. mampu bersaing dalam era globalisasi. diklat. dalam menerapkan layanan . 2.

Guru yang profesional. Namun kembali lagi pada masalah yang pertama tentang pembagian waktu. banyak guru yang bisa membagi waktu dengan baik. pasien dalam konteks kedokteran). kedudukan sebagai penyelenggara layanan ahli diperoleh berdasarkan kompetensi dan etika. Namun benturan ekonomi dan rendahnya kesejahteraan -terutama guru tidak tetap (GTT). Pilar ketiga adalah diakui serta dihargainya eksistensi layanan yang unik.1 Menjadi Guru Ideal Pertama. Metoda pengajaran yang dinamis. salah satu yang memegang kendali paling dominan adalah bagaimana mempunyai tenaga pendidik yang memang benar-benar berkualitas Mencapai sosok guru yang berkualitas dan mampu melahirkan daya saing pendidikan tidak sekadar menaikkan gaji. harus segera diwujudkan. yang diajarkan dengan sebuah metoda pengajaran yang dinamis. mampu bekerja sama dalam sebuah sistem pendidikan formal terkecil sekolah. mengajar dan mempersiapkan materi pelajaran.ahlinya itu. Tidak pernah terlintas dalam pikiran seorang profesional untuk menggunakan keahliannya itu untuk memperoleh keuntungan pribadi. bukan berdasarkan uang atau akrobatik KKN. seorang profesional selalu menampilkan diri sebagai safe practitioner. tentang budaya menulis dan meneliti. Untuk meraih posisi yang lebih meningkat. bukan jalan yang mudah.ini yang ideal. guru harus gemar membaca. yang mempersyaratkan keahlian khas ini oleh masyarakat pemakai layanan serta oleh pemerintah. Oleh karena itu. Untuk itulah. kedua pilar merujuk kepada persyaratan pembentukan kepribadian dan watak yang bermuara pada pelaksanaan layanan ahli yang selalu dapat diandalkan oleh klien. Dengan kata lain. Konteks globalisasi. dua hal ini masih menjadi kendala terberat guru. Kalau hanya untuk belajar. dengan naiknya gaji. Bayangkan saja. BAB III PEMBAHASAN 3. Kedua. mempunyai landasan pengetahuan nalar yang kuat.seringkali membuat hidup menjadi serba kekurangan. Sebab. dengan acuan kompetisi global yang sungguh ketat. menjadi guru yang profesional berarti mempunyai militansi individual. Kegiatan ini terdengar mudah sebab bisa kapan saja dan di mana saja. Kita bisa meluangkan waktu pergi ke perpustakaan atau tempat lain yang baca gratis. bagaimana jika kalangan pendidik tampil lebih professional. guru ideal dapat membagi waktu. Ketiga. sadar akan sistem sanksi profesi. Dengan perkataan lain. di samping karena sisi teknis pendidikan persiapannya. Barangkali para guru akan sedikit bahagia kalau mendengar kabar bahwa sehari tidak lagi 24 jam tetapi 34 jam. kaum profesional tersebut selalu mengedepankan kemaslahatan kliennya (subyek didik dalam konteks keguruan. Saya mensinyalir ada keterkaitan antara budaya membaca dan keterampilan . Maka. Terlebih di era otonomi daerah. jika melihat peringkat dunia pendidikan kita berada di urutan ke-109 di tahun 2000. lebih memaksa para guru mampu memberikan materi-materi ajar yang relevan dengan kebutuhan zaman. Urusan membagi waktu pun kemudian menjadi hal yang teramat sulit. apalagi yang dapat berdampak merugikan klien. setidaknya harus dipunyai oleh mereka yang ingin benar-benar menjadi profesional di dunia pendidikan. ternyata salah satu tuntutan yang terus bergulir deras adalah. Membaca juga tidak harus dengan membeli buku.

layaknya sebilah pisau. siapa yang rajin membaca. time is money. Orang Barat mengatakan bahwa waktu adalah uang. maka akan tumpul dan berkarat. maka waktu akan menjadikan kita manusia tidak berharga. Mengalir bening dan menghilangkan rasa dahaga bagi siapa saja yang meminumnya. bila kita malas membaca. guru yang memahami benar akan profesinya. maka ia akan terbiasa menulis. Pengalaman mengatakan. Bagi guru yang kurang memanfaatkan waktunya dengan baik. namun bisa juga sebagai pembunuh dirinya sendiri. Menulis itu ibarat pisau yang kalau tidak sering diasah. Demikian pula . Kehadirannya dirindukan oleh peserta didiknya. Semakin diambil semakin jernih airnya. Guru yang ideal adalah guru yang juga rajin menulis. maka ia akan kaya akan ilmu. kecuali ridho dari Tuhan pemilik bumi. Mampu menjelaskan dengan baik apa yang diajarkannya. Guru ideal adalah sosok guru yang mampu untuk menjadi panutan dan selalu memberikan keteladanan. Disukai oleh peserta didiknya karena cara mengajarnya yang enak didengar dan mudah dipahami. Di Malang raya begitu banyak media untuk mempublikasikan tulisan dan hasil peneltian. Paling tidak. Sapa. Tulisannya sangat menyentuh hati. Ilmunya seperti mata air yang tak pernah habis. dan selalu menerapkan 5S dalam kesehariannya (Salam. Falsafah hidupnya adalah tangan di atas lebih mulia daripada tangan dibawah.menulis. rinci serta mudah dicerna bagi siapa saja yang membacanya. Senyum. Menulis dan membaca adalah kepingan mata uang logam yang tidak dapat dipisahkan. Ketiga. Ilmunya mengalir deras dan terus bersemi di hati para anak didiknya. Bila ada peserta didiknya yang bertanya. Namun. Sopan. Dia adalah sosok yang selalu memberi dengan tulus dan tak mengharapkan imbalan apapun. maka tidak akan banyak prestasi yang ia raih dalam hidupnya. Dia mendidik dengan hatinya. dan bermakna. guru yang ideal adalah guru yang sensitif terhadap waktu. Guru ideal adalah dambaan peserta didik. Guru yang terbiasa membaca. Benarkah sosok itu ada? Lalu seperti apakah sosok guru ideal yang diperlukan saat ini? Guru ideal yang diperlukan saat ini adalah pertama. Akan terlihat wawasan guru yang rajin membaca. Bila guru malas membaca. Pedang yang tajam bisa berguna untuk membantu guru menghadapi hidup ini. Kedua. dari cara bicara dan menyampaikan pengajarannya. Dia akan terbunuh oleh waktu yang ia sia-siakan. Bagi guru waktu lebih dari uang dan bahkan bagaikan sebilah pedang tajam yang dapat membunuh siapa saja termasuk pemiliknya. Wajahnya selalu ceria. Saat kita menganggap waktu tidak berharga. maka kemiskinan ilmu akan terasa. Karena itu guru harus sensitif terhadap waktu. memori otaknya langsung bekerja mencari dan menjawab pertanyaan para anak didiknya dengan cepat dan benar. Guru ideal adalah guru yang mengusai ilmunya dengan baik. Hanya memberi tak harap kembali. mengapa? Dari membaca itulah guru mampu membuat kesimpulan dari apa yang dibacanya. Guru yang rajin menulis. maka sudah bisa dipastikan dia akan malas pula untuk menulis. kemudian kesimpulan itu ia tuliskan kembali dalam gaya bahasanya sendiri. dengan banyaknya media yang menyediakan ruang bagi guru dapat memacu guru untuk lebih giat menulis dan meneliti. akan mempunyai kekuatan tulisan yang sangat tajam. Profesi guru adalah profesi yang mulia. Detik demi detik waktunya teratur dan terjaga dari sesuatu yang kurang baik serta sangat berharga. senang. Guru yang rajin membaca otaknya seperti komputer atau ibarat mesin pencari di internet ysng bernama Google. guru yang ideal adalah guru yang rajin membaca dan menulis. dan Sabar).

Kecerdasan yang dimiliki terpancar jelas dari karakter dan prilakunya sehari-hari. Buatlah jadwal yang terencana. Dia tidak pernah puas dengan apa yang dia lakukan. Dia belajar sepanjang hayat hidupnya. Rutinitas kerja tanpa sadar membuat guru terpola menjadi guru pasif bukan aktif. Kelima kecerdasan itu adalah: kecerdasan intelektual. tapi jujur adalah satu-satunya kebijakan. Guru harus pandai mengatur rutinitas kerjanya. dan . Rencana Program pembelajaran tinggal menyalin dari kurikulum yang dibuat oleh pemerintah atau menyontek dari guru lainnya. dan lain-lain. Guru harus pandai mensiasati pembagian waktu kerjanya. Apakah dia sudah menjadi guru yang baik? Apakah dia sudah mendidik dengan benar? Apakah anak didiknya mengerti tentang apa yang dia sampaikan? Dia selalu memperbaiki diri. Keempat. karena itu dia berusaha keras agar yang dilakukannya bagus di mata pimpinannya atau kepala sekolah. Dia selalu merasa kurang dalam proses pembelajarannya. Tidak mau tahu dengan lingkungan dan kondisi sekolah apalagi kondisi siswa. segala cara dianggap halal. kecerdasan moral. membuat diari atau catatan harian yang ditulis dalam agenda guru. guru yang ideal adalah guru yang tidak terjebak dengan rutinitas kerjanya. Kejujuran adalah kunci keberhasilan dan kesuksesan. kecerdasan sosial. Guru malas mencoba sesuatu yang baru dalam pembelajarannya. Buang kebiasankebiasaan yang membawa guru untuk tidak terjebak di dalam rutinitas kerja. Selain itu kecerdasan sosial juga harus dimilikin oleh guru ideal agar tidak egois. kecerdasan emosional. Jangan sampai guru terjebak sendiri dengan rutinitasnya yang justru tidak menghantarkan dia menjadi guru yang baik dan menjadi tauladan anak didiknya. guru yang ideal adalah guru yang memiliki 5 kecerdasan. Apakah ini yang disebut guru profesional? Kelima. Waktunya di sekolah hanya sebatas sebagai tugas rutin mengajar yang tidak punya nilai apa-apa. hanya sekedar copy and paste tanggal dan tahun saja. Tak ada upaya untuk keluar dari rutinitas kerjanya yang sudah membosankan. yang penting target tercapai semaksimal mungkin. maka waktu akan menjadikan kita orang mulia. Mengapa? Bila kecerdasan intelektual tidak diimbangi dengan kecerdasan moral akan menghasilkan peserta didik yang hanya mementingkan keberhasilan ketimbang proses. guru yang ideal adalah guru yang kreatif dan inovatif. Dari tahun ke tahun gaya mengajarnya itu-itu saja. Dia tidak mendidik dengan hati. Selalu ada inovasi baru yang dia ciptakan dalam proses pembelajarannya. Kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan kecerdasan moral. Dia selalu memperbaiki proses pembelajarannya melalui penelitian tindakan kelas. Tidak ada upaya untuk menciptakan sesuatu yang baru dari pembelajarannya. Guru hanya melakukan transfer of knowledge. Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang dibuatpun dari tahun ke tahun sama. tiada henti. ataupun dalam hidup ditengah-tengah masyarakat. Untuk melakukan suatu proses kreatif dibutuhkan kemauan untuk melakukan inovasi yang terus menerus. Jujur bukanlah kebijakan yang terbaik. Baik ketika mengajar. Dia merasa sudah cukup. Bahkan sampai saatnya memasuki pensiun. Karena itu kecerdasan moral akan mengawal kecerdasan intelektual sehingga akan mampu berlaku jujur dalam situasi apapun. Merasa sudah berpengalaman membuat guru menjadi kurang kreatif. Hari-harinya diisi hanya untuk mengajar saja. Kesibukan kerja setiap hari menjadi rutinitas yang tiada henti. Dia selalu belajar sesuatu yang baru.Guru yang kreatif adalah guru yang selalu bertanya pada dirnya sendiri. misalnya : pandai mengatur waktu dengan baik. Karena itu. kualitas seseorang terlihat dari cara ia memperlakukan waktu dengan baik. kecerdasan motorik. Inilah yang terjadi pada masyarakat kita sehingga kasus korupsi merajalela di kalangan orang terdidik.saat kita memuliakan waktu. Guru menjadi tidak kreatif. Dia mengganggap pekerjaan dia adalah karirnya. Keenam. Proses kreatif menjadi tidak jalan. dan merasa tertarik untuk membenahi cara mengajarnya.

Dalam proses belajar mengajar di kelas. siswa sangat membutuhkan wilayah untuk didengarkan. Kunci sukses kegiatan belajar mengajar hanya akan tercapai. jika dibandingkan dengan sosok guru yang memang bernar-benar tampil dalam kapasitasnya yang professional. imajinatif. tersinggung. secara kongkret mempunyai kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri. maka seorang guru akan mampu memotivasi. Maka sosok guru yang professional. Yang dalam teori McCleland diungkapkan sebagai sosok yang mampu memacu siswa berpikir secara divergent dengan memberikan berbagai pertanyaan yang jawabannya tidak sekadar terkait dengan fakta: ya atau tidak ! Peran guru bisa diupayakan dalam fase klimaksnya. Selain itu yang paling menyakitkan adalah berpeluang untuk bisa menumpulkan daya nalar. Misalkan. Kedua. pertama. Maka. dan mudah melecehkan orang lain. hanya gurulah yang bisa mengendalikannya. Dalam paradigmanya yang lain. Mungkin guru yang masuk ketegori semacam ini. 3. Namun. guru juga mampu memunculkan kesan yang : membosankan. maka kualitas pembelajaran berhasil tidaknya ada di tangan guru. memegang peran keberhasilan pendidikan siswa. guru harus mampu menerapkan kurikulum pengajaran dengan metoda mengajar yang . mempunyai kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik (feedback) dalam sebuah proses pembelajaran. sekadar instruktif dan justru dijauhi para siswanya. Yakni. mempunyai kemampuan interpersonal dalam memberikan empati dan penghargaan kepada setiap siswa. mewakili kriteria. sebab definisi proses pembelajaran adalah bentuk komunikasi dua arah. Kinerja guru semacam ini. mendorong lahirnya kreativitas berpikir baru.2 Peran Strategis Guru yang profesional dan efektif. Dia harus mampu bekerjasama dengan karakter orang lain yang berbeda. serta dapat membantu setiap kebutuhan siswa secara professional. Dengan merumuskan pertanyaan kepada siswa yang memerlukan jawaban-jawaban kreatif. melainkan subjek siswa yang seharusnya diutamakan. dan menutup pintu. Sedangkan kecerdasan motorik diperlukan agar guru mampu melakukan mobilitas tinggi sehingga mampu bersaing dalam memperoleh hasil yang maksimal. Kemana intensitas pendidikan kelas akan diarahkan. setidaknya eksis dengan kapasitasnya memberikan respon-respon positif terhadap kreativitas siswa. Guru. 1998) praktisi pendidikan Amerika. hipotetik dan sintetik (thought provoking question). menisbikan dimensi afektif. Masing-masing subjek akan berperan dalam kapasitasnya. terungkap bahwa peran guru sangat signifikan dalam keberhasilan proses pembelajaran. pada akhirnya akan mampu mematikan kreativitas dan menciptakan stagnasi proses pembelajaran itu sendiri. Ketika seorang guru memasuki kelas. Kecerdasan emosional harus ditumbuhkan agar guru tidak gampang marah. dalam setiap pengajaran peran guru bukanlah yang dominan. setidaknya ada beberapa pijakan untuk bisa menjadi guru yang profesional dan efektif. kuantitasnya lebih banyak. mendorong siswa mempunyai produktivitas kognitif. Dalam proses pembelajaran.tidak memperdulikan orang lain. jika guru benar-benar mampu melaksanakan profesionalitas kerjanya. Seperti diungkapkan dalam penelitian John Goodladd (Behind The Classroom Doors. Ketiga.

sudah menjadi kemutlakan (taken for granted). Masalahnya adalah apakah para guru kita mampu untuk diajak terus menerus berlari mengejar perkembangan jaman dan teknologi jika mereka tidak pernah. Paling banter nantinya akan menjadi ‘Sekolah Bertarif Internasional’. Itu adalah buah dari kebijakan pendidikan sebelum ini yang merekrut guru secara asal-asalan dan pada akhirnya dunia pendidikan diisi oleh orang-orang yang tidak . suka menyela. Untuk bisa menghasilkan siswa-siswa yang siap berkompetisi dalam dunia modern maka mereka mesti dididik oleh para guru yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai dengan kebutuhan masa depan tersebut. Dalam kapasitasnya sebagai guru. Itu artinya kita hanya akan meluluskan siswa dengan kualitas ‘dunia agraris’ belaka. Sebab. Kita hanya akan menghasilkan lulusan-lulusan yang tidak kompatibel dengan kebutuhan dunia baru yang mensyaratkan kemampuan memanfaatkan internet sebagai media dalam segala urusan dunia modern. dan lebih parah lagi. Manajemen pembelajaran di sini meliputi strategi menghadapi siswa yang tidak mempunyai perhatian. atau secara kongkret mampu mengadaptasikan perencanaan dengan titik pengembangan cara pembelajaran yang relevan. tidak mau dilatih dan dibimbing? Dunia pendidikan kita memang menghadapi masalah besar dengan kompetensi para gurunya. Kalau tidak maka dunia pendidikan hanya akan menghasilkan lulusan-lulusan yang ‘katrok’ terhadap perkembangan dunia lain. zaman kali ini telah memaksa dunia pendidikan untuk bisa meningkatkan daya kompetitifnya yang maksimal. Memiliki dan mendapatkan guru-guru berkualitas prima itu semakin lama semakin perlu mengingat bahwa dunia pendidikan perlu mengalami perubahan yang sama cepatnya dengan dunia ilmu pengetahuan dan dunia bisnis. sebisa mungkin juga mampu memberikan tugas dengan titik tekan pada peningkatan cara berpikir siswa. Perubahan kurikulum dalam sistem pendidikan kita adalah sebuah keniscayaan. Kalau tidak berubah berarti kita semakin tertinggal.inovatif. kelas dan sekolah baru akan efektif apabila (1) kita merekrut orang-orang terbaik untuk menjadi guru. menjadi guru yang professional setidaknya benar-benar memahami strategi manajemen pembelajaran. Segala ambisi besar macam ‘Sekolah Bertaraf Internasional’ pada akhirnya akan kandas bertekuk lutut di kaki guru yang sama sekali tak bertaraf internasional. senantiasa terpacu untuk memperluas dan menambah pengetahuan mengenai metoda-metoda pengajaran yang dinamis. Keempat. Seorang pengamat pendidikan dengan masygul berkata bahwa dunia pendidikan kita dilaksanakan oleh mayoritas orang-orang yang tidak kompeten. Kalau sekolah kita tidak mengajarkan pemanfaatan komputer sebagai alat belajar dan internet sebagai sumber belajar maka sekolah kita jelas akan tertinggal jauh di belakang. Apapun perubahan dan inovasi pendidikan yang hendak dilakukan oleh bangsa ini kalau mutu guru rendah maka semuanya akan sia-sia. 3. Menyakitkan tapi memang begitu faktanya. Sungguh celaka! Itu sebetulnya sudah dipahami oleh semua pihak. Setidaknya dari uraian tersebut sungguh berat rasanya. Menjadi guru yang berkualitas.3 Mutu Guru Kunci Keberhasilan Pendidikan Seperti yang dikatakan oleh Fullan. mengalihkan pembicaraan pengajaran serta mampu memberikan substansi transisi siswa. dalam rangka mencapai sosok guru yang professional. Namun ini mutlak untuk diupayakan. dan (2) lingkungan kerja guru dibuat nyaman dan kondusif untuk bekerja dan mendorong mereka untuk berkarya agar mereka tidak loncat mencari pekerjaan lain.

Tidak adanya model sekolah yang bisa dijadikan sebagai rujukan membuat para guru tidak mampu melakukan perubahan. Berbagai upaya untuk memperbaiki kompetensi dan profesionalisme guru nampaknya selalu terganjal oleh fakta bahwa banyak guru yang tidak mampu (dan juga tidak mau) untuk ditingkatkan kualitasnya. 3. Saat ini sekolah-sekolah berlomba-lomba menerapkan moving class tanpa tahu apa sebenarnya inti dari moving class tersebut sehingga yang terjadi sama sekali berbeda dengan apa yang hendak dicapai oleh sistem moving class tersebut. Ketidakmampuan memahami pendekatan yang mendasari kurikulum ini membuat para guru tidak berusaha untuk mengubah pola pengajaran lama mereka secara mendasar. para guru bahkan belum mengenal pengajaran dengan menggunakan proyek-proyek yang menggabungkan beberapa mata pelajaran sekaligus. dalam proses peningkatan kegiatan belajar mengajarnya. Dan itu juga lagi-lagi karena rendahnya kualitas guru sehingga mereka tidak mampu menyerap dan memahami apa sebenarnya dibalik berbagai perubahan yang terjadi di negara-negara maju. Ironinya adalah bahwa kita hampir tidak punya daya untuk mengubah keadaan tersebut. Mereka mengikuti tapi tidak paham apa sebenarnya yang mereka ikuti itu. Guru belum memahami konstelasi bidang studi yang diajarkannya dalam kaitan dan hubungannya dengan bidang studi lain dan masih melihat berbagai bidang studi secara terpisah dan tersendiri tanpa ada hubungan dengan bidang studi lain. Pengajaran tematik bahkan masih asing terdengar oleh para guru. bahkan pada sekolah-sekolah yang dianggap unggulan. Hanya sebagian kecil saja guru yang memiliki ‘tulang bagus’ dan bisa dididik dan dilatih ulang. apalagi ketrampilan. Evaluasi yang digunakan oleh para guru dilapangan masih berpedoman pada paradigma lama yang hanya mengukur kemampuan kognitif dengan bentukbentuk evaluasi yang hampir tidak berubah sama sekali dengan kurikulum sebelumnya. Mereka belum mampu untuk melaksanakan KBM dalam sebuah proyek secara bersama dengan guru-guru dari bidang studi lain. Guru masih melihat bidang studinya berupa ‘text’ dan belum ‘context’ karena metode CTL (Contextual Teaching and Learning) masih berupa wacana dan belum menjadi pengetahuan. bagi para guru. Hal ini nampak jelas pada evaluasi yang mereka lakukan. Guru-guru masih terjebak pada filosofi dan pendekatan lamanya. apalagi lompatan. Dan kita harus menanggungnya sekarang.4 Mewujudkan Guru yang Profesional Jika guru telah memiliki kualitas sebagai guru professional maka tuntutan kurikulum bagaimana pun tentu akan dapat dipenuhinya. Lebih ke bawah lagi. CBSA yang sebelum ini telah dikenalkan masih berupa wacana dan belum menjadi kegiatan sehari-hari di kelas. Mereka hanya mengambil kulitkulitnya dan tidak paham esensinya. Dari sononya memang sudah ‘katrok’ dan tidak bisa diperbaiki. bahkan belum paham benar dengan prinsip ‘student-centered’ dan kegiatan belajar mengajar masih berpusat pada gurunya. Fakta menunjukkan bahwa mutu guru di Indonesia masih jauh dari memadai untuk melakukan perubahan yang sifatnya mendasar macam mengenal dan menggunakan internet sebagai media pembelajaran. Karena ketidakpahaman ini mereka kembali kepada pola assesmen lama dengan tes-tes dan ulangan-ulangan yang bersifat cognitive-based semata. Kesulitan utama pada guru-guru adalah ketidakpahaman mereka mengenai apa dan bagaimana melakukan evaluai dengan portofolio.kompeten. Kurikulum ini hanya dipahami secara parsial sehingga juga diterapkan secara parsial. Sebagian besar guru. Seorang guru profesional adalah bak seorang Chef ahli yang dapat diminta untuk membuat masakan jenis apa pun .

sepanjang bahan dan peralatannya tersedia. Minimal guru harus dapat memperoleh 3 (tiga) kali seminar atau pelatihan mengenai bidang studi yang diajarkannya maupun tentang metodologi.practice…. Banyak hal yang harus dikerjakan para guru dan banyak hal pula yang harus diperhatikan untuk mencapai keberhasilan pendidikan. loka-karya. Untuk itu sekolah harus secara berkala menyelenggarakan atau mengirim gurugurunya untuk mengikuti seminar. . pendekatan Quantum Teaching and Learning. Setelah itu berikan pelatihan tentang pembelajaran sebanyak-banyaknya dan biarkan mereka berkreasi di kelas. Seperti halnya para pakar dalam uraiannya tentang peran guru dalam dunia pendidikan di bawah ini. ‘well-equipped’. Seorang Chef ahli bahkan bisa membuat masakan yang enak meski bahan dan peralatannya terbatas. maupun pemahaman filosofi dan paradigma yang menyertainya. Guru harus benar-benar kompeten dengan materi yang akan diberikannya. Dianjurkan agar sekolah-sekolah mau belajar ke sekolah-sekolah internasional yang ada di kota masing-masing karena mereka telah lama melaksanakan pendekatan ‘student-centered’ maupun ‘competence based’ ini. and practice. Guru juga harus selalu aktif mengikuti perkembangan metodologi pengajaran dengan mengikuti berbagai kegiatan kelompok profesi sejenis maupun melalui buletin-buletin profesi. Kalau perlu magangkan mereka ke sekolah-sekolah internasional agar mereka melihat langsung bagaimana pendekatan competencebased dilakukan di kelas. Pelatihan ini harus dibarengi dengan usaha-usaha keras untuk mengembangkan sensifitas dan kreatifitas dari masing-masing guru untuk mengembangkan sendiri metodologi yang tepat bagi siswa masing-masing. metode pengajaran Contextual Teaching and Learning. Taksonomi Bloom dan aplikasinya pada proses belajar mengajar. pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan dalam hal ini. magang. Apabila guru telah dapat menguasai materi yang hendak diajarkannya maka guru harus dapat mengupdate dirinya. hendaknya dapat menjadi bahan perenungan dan motivasi bagi para guru untuk menjadi seorang guru yang ideal dan profesional. Syarat utama bagi guru untuk dapat mengajar dengan baik adalah guru yang memiliki kapasitas penguasaan materi yang telah memadai. tapi juga harus ‘well-trained’‘. Dibutuhkan guru–guru profesional untuk dapat mengembangkan kurikulum apa pun dan bukan sekedar guru berkualitas ‘standar’. pelatihan. Sekolah berkewajiban untuk meningkatkan kompetensi guru-gurunya dalam memahami materi yang diajarkannya dan metodologi penyampaiannya. dan tentunya juga ‘well-paid’. guru juga harus memahami benar materi yang hendak diajarkannya dan tahu tentang bagaimana mengolahnya menjadi suatu kegiatan belajar mengajar yang mampu mengembangkan kompetensi siswa-siswanya. mengakses dan memanfaatkan internet sebagai wahana belajar. Practice…. maupun studi banding ke sekolah-sekolah yang telah mampu melaksanakan sistem pengajaran yang efektif. Berikan otonomi seluas-luasnya pada mereka untuk mengembangkan kurikulum. terutama dalam penerapan evaluasi dengan menggunakan portofolio. Bukan hanya guru yang dituntut lebuh tetapi juga perhatian dan kerjasama serta keterlibatan para ahli. Ibarat koki yang harus memahami dasar-dasar tentang segala jenis bahan makanan dan peralatan masak sebelum ia mampu membuat suatu masakan atau sajian yang benar-benar berkualitas. Guru yang memiliki motivasi rendah tidak akan dapat melaksanakan KBK ini karena KBK menuntut kerja keras guru untuk mempersiapkan dan melaksanakannya di kelas. Pelatihan terus menerus adalah jawabnya. Guru yang tidak kompeten tentu tidak akan dapat menghasilkan siswa yang kompeten. Baik itu metodologi-metodologi pengajaran yang berkorelasi dengan penguasan KBK. Selain itu guru juga harus memiliki komitmen yang benar-benar tinggi dalam usaha untuk mengembangkan kurikulum ini. pemahaman tentang Multiple Intelligences dan penerapannya di kelas. Ia juga harus paham hal-hal mendasar seperti prinsip belajar otak kiri dan kanan. Guru profesional bukan hanya harus ‘well-performed’. BAB IV KESIMPULAN Untuk menjadi seorang guru yang profesional dan menjadi klunci keberhasilan pendidikan ternyata tidaklah semudah membalikkan telapak tangan kita. mengorkestrasikan materi yang diajarkannya dengan materi pelajaran lain dalam suatu KBM tematik dalam bentuk project. Sekolah juga harus terus aktif untuk meningkatkan motivasi dari para gurunya dalam memberikan pengajaran yang terbaik bagi siswa-siswanya. Bagaimana mewujudkan hal tersebut? Mulai sekarang rekrutlah guru-guru yang memang memiliki kualifikasi tinggi pada bidangnya. Guru profesional bukan hanya harus benar-benar menguasai materi yang harus disampaikannya kepada siswa dan kaitannya dengan tujuan pendidikan nasional secara filosofis maupun praktis.

M. Berjuanglah terlebih dahulu untuk menjadi guru ideal sebelum mencapai guru profesional.” Bagi para guru yang sudah dinyatakan profesional. menyusun evaluasinya. Selanjutnya acara dibuka dengan doa pagi dan senam rohani. M. Proficiat! DAFTAR RUJUKAN 1. memantapkan kerohanian siswa. minum) kegiatan game dimulai. Tiap pos dicatat pemenangnya. Ada 5 pos yaitu. Email: theresia_lely@yahoo. perubahan filosofisnya.Si Yani Heryani. mengumpulkan bola dengan warna tertentu dalam kolam. Kegiatan ini berlangsung dari jam 07. Acara game diakhiri dengan makan siang dan tidur siang. Untuk kegiatan tidur siang ini. Kegiatan dibuka dengan pembagian kartu nama dan membagi dalam kelompok. mengangkat tongkat dengan 2 jari telunjuk. 5 Desember 2009). (11 April 2010) Hartanti.com from: Dra. Profesionalisme Dalam Mengajar (Senin.com from: Dra. mantan Kasi Kurikulum Subdiknas TK/SD Dindik Kab. Discovery.00WIB. Sensifitas adalah kemampuan guru untuk mengembangkan kepekaan-kepekaan paedagogisnya untuk kepentingan pembelajaran. Profesinalisme Guru : Janji dan Tuntutannya(Senin. puzzle.Si Satria Dolet Dharma.Si T. dll. 5 Desember 2009). menggunakan alat bantunya. jangan berhenti untuk terus mengembangkan diri dengan belajar dan terus belajar. anak-anak telah membawa perlengkapan tidur dari rumah dan diatur sesuai dengan jenis kelaminnya. estafet balon air. Suyanto Ph. Apapun 4. Sosok Guru yang Profesional. Bagi para guru yang belum mendapat kesempatan untuk mendapatkan pengakuan sebagai guru profesional jangan putus asa. Email: theresia_lely@yahoo. Raka Joni. 3.Prof. Tiap kelompok dipandu oleh 1 orang guru dan diberikan rute / urutan tempat game. metode pembelajarannya yang berbasis Inquiry. Jahju Kurikulumnya. M. M. Contextual Teaching and Learning. (5 Mei 2010) Posted 24th February 2011 by Theresia Lely Okvitasari 0 Add a comment 5. yang berjumlah 6 orang tiap kelompok.Si Dominikus Unaradjan. Orang tua selama kegiatan berlangsung dilarang untuk menengok anaknya. Hartono. Ponorogo “Guru harus terus ditingkatkan sensifitasnya dan kreatifitasnya.” Achmad Sapari. Setelah mamiri (makan. Jahju Hartanti. Hartono. 2. Email: theresia_lely@yahoo. Dirjen Mandikdasmen : “Guru harus diajak berubah dengan dilatih terus menerus dalam pembuatan satuan pelajaran. Tujuan kegiatan adalah melatih kemandirian siswa. Email: theresia_lely@yahoo. 8 Maret 2010. hanya mengantar dan menjemput saja. Guru Kuncinya.com from: Dr.00 .D. MAR 11 ONE DAY WITH TEACHER TKK KARITAS III SURABAYA Pada hari Sabtu. memupuk rasa tanggung jawab dan kerja sama dalam kelompok.16. menyusun huruf. Setelah . TK Katolik Karitas III mengadakan kegiatan One Day With Teacher di sekolah.com from: Dr.

Acara ini kami nilai cukup sukses karena baru pertama kali diadakan dan kami berharap di tahun mendatang dukungan orang tua lebih banyak dan lebih besar. Dinamakan hamburger kasih sayang karena hamburger ini tidak boleh dimakan tetapi dibawa pulang untuk diberikan kepada oarang tua sambil berkata. . Baru kemudian anak laki-laki yang mandi." Setelah itu acara mandi. . . kehebohan masih terasa pada anak. sehingga menjadi warna yang sekunder dan tersier. Bahkan orang tua pun sangat senang mendengar anaknya bercerita dengan gembira dan lebih mandiri.Mengenalkan konsep pencampuran warna primer..YES Posted 11th March 2010 by Theresia Lely Okvitasari Labels: kegiatan TK 0 Add a comment ng Send feedback Finger Painting (Lukisan Jari) Pada kesempatan kali ini.Melatih imajinasi dan kreatifitas anak.YES. Ada beberapa metode atau cara dalam kegiatan finger painting : • Menggunakan teknik basah (kertas dibasahi dulu) • Menggunakan teknik kering (kertas tidak perlu dibasahi) . giliran pertama adalah anak perempuan dulu..Mengendalkan estetika keindahan warna. Sukses TKK Karitas III YES. Dad. kuning. kegembiraan dan kondisi-kondisi emosi mereka. SAY GOOD BY.tidur siang anak-anak menonton tayangan video cerita binatang dan dilanjutkan dengan pembuatan hamburger kasih sayang.. Bahkan cerita ini berlanjut hingga seminggu kemudian. "Mom. Dari warna-warna yang terang kita dapat mengetahui kondisi emosi anak. Acara ini memang melelahkan bagi pendamping tapi bagi anak sangat berkesan. biru). I love u full.Dapat melatih motorik halus pada anak yang melibatkan gerak otot-otot kecil dan kematangan syaraf. Tujuan dari kegiatan ini adalah : .Mengenal konsep warna primer (merah. Sebelum pulang anak-anak minum teh dan roti. .. acara ditutup dengan doa bersama dan pembagian sertifikat dan souvenir. anak laki-laki bermain bola di halaman. Gaung kesenangan. kita akan mempelajari salah satu kegiatan di area seni yaitu kegiatan melukis dengan jari tangan atau bisa dikenal dengan nama finger painting.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->