P. 1
APLIKASI BEHAVIORISME

APLIKASI BEHAVIORISME

|Views: 6|Likes:
Published by ShelothaWinaDinar

More info:

Published by: ShelothaWinaDinar on Mar 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2014

pdf

text

original

APLIKASI BEHAVIORISME DALAM PEMBELAJARAN MUHADATSAH Oleh: Mauidzatun Nisa A.

Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleksrefleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. Dalam teori behaviorisme, ingin menganalisa hanya perilaku yang nampak saja, yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Teori kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Belajar artinya perbahan perilaku organisme sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana

perilakunya dikendalian oleh faktor-faktor lingkungan. Dalam arti teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Dari hal ini, timbulah konsep ”manusia mesin” (Homo Mechanicus). Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar, mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksireaksi behavioural dengan stimulusnya. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkahl laku adalah hasil belajar. Prinsip-prinsip teori behaviorisme

Stimulus belajar dapat berupa: motivasi. dan terbentuk karena dipengaruhi oleh faktor eksternal (di luar diri manusia).yaitu Obyek psikologi adalah tingkah laku. belajar merupakan proses responsi karena adanya stimulus/rangsangan yang mendorong adanya perubahan perilaku. Pavlov menemukan bahwa air liur . teori behaviorisme memandang bahwa perilaku manusia itu merupakan perilaku yang dapat dipelajari dan diamati secara nyata. ganjaran (reward). hukuman (punishment). dan mementingkan pembentukan kebiasaan. berdasarkan penelitiannya. semua bentuk tingkah laku di kembalikan pada reflek. Menurut aliran ini. Teori ini kemudian diaplikasikan dalam konsep belajar. dan lingkungan yang kondusif. Karena itu. stimulus sekunder (nyala lampu dan bunyi lonceng atau bel) dan respon (keluarnya air liur). Teori ini dirintis oleh Ivan Pavlov (1849-1929) dengan teorinya yang menghubungkan antara stimulus primer (makanan). Behaviorisme muncul sebagai reaksi terhadap strukturalisme dan fungsionalisme yang cenderung melihat perilaku manusia dari perspektif internal seperti biologis dan proses mental yang tidak dapat dilihat dan diamati.

Belajar dan mengajarkan bahasa sama artinya belajar dan mengajarkan perilaku. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksireaksi behavioural dengan stimulusnya. maka saat bel dan lampu dinyalakan. karena bahasa merupakan bagian dari perilaku manusia. John B. yang dapat . kemudian dikembangkan oleh psikolog Amerika.anjing mengalir pada saat lampu menyala. tetap saja air liur keluar dari lidah anjing walaupun makanan tidak kunjung dating. Lalu dikembangkan Edward Thorndike dengan teori "hukum efec" yang memberikan perhatian pada ganjaran dan hukuman (reward and punishment). Skinner (1904-1990). Watson (1878-1958) dan akhirnya dimatangkan oleh Burhus F. Menurut Skinner. Hal ini membuktikan bahwa anjing sudah terbiasa dengan symbol/stimulus nyala lampu dan bel yang menandakan datangnya makanan. meskipun tidak ada makanan. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. belajar dan memperoleh bahasa sama dengan pemerolehan kebiasaan.

Skinner menganggap reward dan rierforcement merupakan factor penting dalan belajar. Operant conditioning menjamin respon terhadap stimuli. Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal mengontrol tingkah laku.terbentuk melalui adanya respons terhadap stimulus. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang . Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah dibetulkan jika benar diberi penguat. pengulangan. Dalam hal ini. memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan lebih rajin. Bila tidak menunjukkan stimuli. Operans conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku operans yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat diulang kembali atau menghilang sesuai keinginan. maka guru tidak dapat membimbing siswa untuk mengarahkan tingkah lakunya. dan penguatan (reinforcement) dalam bentuk performansi berupa praktik berbahasa. belajar memiliki prinsip: 1. Menurut Skiner. Teori ini juga disebut dengan operant conditioning. 2. seharusnya Guru memiliki peran dalam mengontrol dan mengarahkan siswa dalam proses belajar sehingga tercapai tujuan yang diinginkan.

sebuah proses pembelajaran yang sangat ditentukan oleh faktor-faktor lingkungan dan pembiasaan. Dalam pembelajaran digunakan shapping. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer. bukan oleh faktor-faktor kognisi dan mentalistik. Materi pelajaran digunakan sebagai sistem modul. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. behaviorisme cenderung melihat pembelajaran bahasa sebagai proses mekanik-deterministik [seperti mengajarkan burung beo berbicara).belajar. Karena itu. Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari hukuman. Berbeda dengan aliran kognitivisme (al-madrasah al-ma'rifiyyah) yang menekankan aspek mental. keberhasilan belajar dan pembelajaran bahasa menurut teori ini terletak . tidak digunakan hukuman. Bedasarkan paparan tersebut. 3. 5. 4. jelaslah bahwa perhatian para penganut madzhab ini lebih menitik beratkan pada factor eksternal dalam pembelajaran dan merekayasa lingkungan pembelajaran adalah cara yang efektif untuk mencapai tujuan.

Pendekatan ini berprinsip bahwa bahasa pada dasarnya adalah ujaran. Teori ini menekankan pentingnya pembelajaran bahasa berbasis keterampilan mendengar dan berbicara. Karena bahasa merupakan bagian dari perilaku.pada tiga kata kunci. Dari teori yang dikemukakan oleh thorndikedan Ivan Pavlov. daripada keterampilan membaca dan menulis. dan bukan mempunyai pemilikan tentang bahasa yang dipelajari. Bahasa tulis merupakan manifestasi dari bahasa lisan. dan perilaku kebahasaan yang pertama kali tampak dalam kehidupan sosial manusia adalah ekspresi verbal. bukan tulisan. memberikan ganjaran. yaitu: peniruan. Implikasinya adalah bahwa prinsip utama dan pertama dalam pembelajaran bahasa adalah menda-hulukan pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara. tujuan pembelajaran bahasa. maka behaviorisme melahirkan pendekatan aural-oral yang membutuhkan partisipasi yang dominan oleh guru untuk memilih bentuk stimulius. pengulangan dan praktik berbahasa. menurut aliran ini. hukuman. adalah mempunyai kemampuan penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Jadi. dan pengutan besserta jenisnya. menghasilkan .

dimana unit-unit ini menimbulkan kecenderungan yang mendorong organisme untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Dari eksperimen yang dilakukan Thorndike terhadap kucing menghasilkan hukum-hukum belajar. Law of Exercise. Classical Conditioning menurut Ivan Pavlov Dari eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan hukum-hukum . b. yaitu: 1. Law of Readiness. c. artinya bahwa hubungan antara Stimulus dengan Respons akan semakin bertambah erat. maka hubungan Stimulus . artinya bahwa kesiapan mengacu pada asumsi bahwa kepuasan organisme itu berasal dari pendayagunaan satuan pengantar (conduction unit). Connectionism ( S-R Bond) menurut Thorndike.Respons akan semakin kuat. jika sering dilatih dan akan semakin berkurang apabila jarang atau tidak dilatih 2. Law of Effect. diantaranya a.beberapa hukum yang dihasilkan dari pendekatan behaviorsme. artinya bahwa jika sebuah respons menghasilkan efek yang memuaskan.

Law of operant extinction yaitu jika timbulnya perilaku operant telah diperkuat melalui proses conditioning itu tidak diiringi stimulus penguat. maka kekuatannya akan menurun 3. b. 4. Skinner Dari eksperimen yang dilakukan B.belajar. Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. diantaranya : a. Operant Conditioning menurut B. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer.F. Social Learning menurut Albert Bandura Teori belajar sosial atau disebut juga teori . Skinner terhadap tikus dan selanjutnya terhadap burung merpati menghasilkan hukum-hukum belajar. b. maka kekuatan perilaku tersebut akan meningkat. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer).F. diantaranya : a. maka kekuatan perilaku tersebut akan menurun bahkan musnah. Law of operant conditining yaitu jika timbulnya perilaku diiringi dengan stimulus penguat.

B. melainkan juga akibat reaksi yang timbul sebagai hasil interaksi antara lingkungan dengan skema kognitif individu itu sendiri. Prinsip dasar belajar menurut teori ini. Berbeda dengan penganut Behaviorisme lainnya. Pembelajaran Muhadatsah Kemahiran berbicara (Muhadatsah) merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa yang ingin dicapai dalam pembelajaran bahasa modern termasuk bahasa Arab. seorang individu akan berfikir dan memutuskan perilaku sosial mana yang perlu dilakukan. Teori ini juga masih memandang pentingnya conditioning. Pembelajaran berbicara (Muhadatsah) . Muhadatsah (berbicara) merupakan sarana utama untuk membina saling pengertian. Melalui pemberian reward dan punishment.observational learning adalah sebuah teori belajar yang relatif masih baru dibandingkan dengan teori-teori belajar lainnya. Bandura memandang Perilaku individu tidak semata-mata refleks otomatis atas stimulus (S-R Bond). bahwa yang dipelajari individu terutama dalam belajar sosial dan moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling). komunikasi timbal balik dengan menggunakan bahasa sebagai medianya.

dan (3) penguasaan (relatif) kosa kata dan ungkapan yang memungkinkan siswa dapat mengkomunikasikan maksud dan fikirannya. yakni antara pembicara dengan pendengarnya secara timbal balik. (2) kemapuan mengucapkan. Oleh karena itu dapat dikatakan. dan memiliki kreativitas dalam mengembangkan model-model pembelajaran berbicara yang banyak sekali variasinya. Dengan demikian latihan muhadatsah harus terlebih dahulu didasari oleh (1) kemampuan mendengarkan. Kunci keberhasilan pembelajaran ini sebenarnya ada pada guru. bahwa latihan berbicara (muhadatsah) merupakan kelanjutan dari latihan menyimak yang di dalam kegiatannya juga terdapat latihan mengucapkan.mempunyai aspek komunikasi dua arah. . Siswa hendaknya ditekankan bahwa takut salah adalah kesalahan yang paling besar. Faktor lain yang menentukan keberhasilan pembelajaran bahasa adalah keberanian murid dan perasaan tidak takut salah. Guru hendaknya secara tepat memilih topik pembicaraan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Oleh karena itu guru harus dapat memberikan dorongan kepada siswa agar berani berbicara kendatipun dengan resiko salah.

.Sistem pembelajaran Bahasa Arab ini didasarkan pada asumsi bahwa bahasa adalah gejala alami manusia untuk menyampaikan ide kepada orang lain atau menerima ide dari orang lain. Artinya. Sistem pembelajaran Bahasa arab ini lebih cepat (lebih efektif) mengantarkan siswa menguasai bahasa arab sebagai alat komunikasi apabila didukung oleh komunitas sosial yang menggunakan Bahasa arab sebagai alat komunikasi sehari-hari. Situasi kondusif ini dapat dimaklumi misalnya dua orang atau lebih yang belajar muhadatsah (percakapan) langsung. komunitas sosial yang menuntut setiap orang yang ada di dalamnya untuk selalu berkomunikasi dengan Bahasa Arab secara aktif. maka idenya disampaikan dengan kata-kata yang didukung dengan ekspresi mereka dan media ingkungan tempat mereka berada sehingga proses belajar menjadi efektif. Akan tetapi pembelajaran Bahasa Arab menjadi tidak efektif apabila tidak didukung oleh lingkungan masyarakat yang menggunakan Bahasa Arab sebagai alat komunikasi sehari-hari. Dengan kata lain manusia sebagai makhluk sosial menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi dengan sesamanya.

Para pengajar yang menerapkan sistem pembelajaran Bahasa Arab ini dituntut untuk selalu menyajikan materi pelajaran Bahasa Arab secara dinamis seiring dengan dinamika perkembangan bahasa yang digunakan oleh penutur asli (native speaker) dari waktu ke waktu. Pertama. memberikan reward bagi respon positif. menyajikan satu kalimat dalam satu situasi. perhatian lebih pada bahasa bukan isi bahasa. tidak menyajikan strukstur nahwu secara terpisah. dan lebih baik dengan sistem deduktif. lebih banyak menggunakan bahasa dalam komunikasi dan banyak menggunakan lab bahasa. karakteristik teori behaviorisme terhadap pembelajaran bahasa diantaranya adalah: penyajian materi lebih banyak dengan hiwar. C. lebih banyak melakukan peniruan dan menghafal idiom-idiom. mensuport untuk berbahasa. bahasa adalah ujaran dan bukan tulisan Bahasa merupakan . Aplikasi Behaviorisme dalam Pembelajaran Muhadatsah Jika dikaitkan dengan pembelajaran bahasa khususnya dalam pembelajaran Muhadatsah. Beberapa prinsip penting dalam pembelajaran bahasa dikembangkan. lebih menitik beratkan pada ujaran.

pengulangan. tujuan pembelajaran bahasa adalah . Ini sudah menjadi kebiasaan yang diwarisinya secara genetis atau secara lingkungan. termasuk bahasa Arab. bagaimana aturan bahasanya baik dari segi gramatikal atau mekanisme berbicaranya. unsur permulaannya adalah dengar dan bicara. Fakta menunjukkan bahwa ketika seseorang berbicara. Maka dalam hal ini guru membuat stimulus berupa suara-suara bahasa yang akan membiasakan siswa mendengar ujaran tersebut. tata bahasa bukanlah tujuan pembelajaran bahasa. Kedua. Prinsip ini memandang penting bahwa penggunaan bahasa merupakan tujuan dari belajar bahasa itu sendiri. seperti gramatika hanya sarana dan penunjang belaka. bahasa adalah seperangkat kebiasaan. dalam pembelajaran bahasa. ajarkan bahasa dan bukan tentang bahasa. Dengan kata lain. Jadi.lambang bunyi. Untuk mencapai pembiasaan itu diperlukan peniruan. Penguasaan tentang bahasa. Jadi. pendarasan. Ketiga. melainkan sebagai alat atau sarana untuk mencapai tujuan. latihan dan pemantapan secara berkelanjutan. tak terfikir dalam benaknya tentang apa yang hendak dikatakan selanjutnya.

Kelima. Keempat. Prinsip ini konsisten dengan prinsip keempat tersebut. karena standar berbahasa yang benar haruslah sesuai dengan yang . pembelajaran bahasa hendaknya membiasakan siswa untuk berbahasa hingga di tahap selanjutnya perolehan bahasa akan dicapai dengan mudah. Untuk memberikan stimulus tersebut.berbicara dalam bahasa tersebut dan bukan berbicara tentang bahasa tersebut. bahasa-bahasa itu tidak sama. setiap bahasa harus diperlakukan sesuai dengan strukturnya secara otonom. Karena itu. dapat dilakukan dengan membuat kondisi atau situasi pembelajaran yang mendorong respon siswa untuk menggunakan bahasa sesuai dengan konteks yang telah dibuat. Setiap bahasa mempunyai identitas dalam struktur dan makna. Yang dikatakan dan diujarkan oleh penutur asli itulah yang dijadikan sebagai standar berbahasa yang benar. Oleh karena itu. Prinsip ini mengindikasikan bahwa pentingnya peniruan terhadap performansi bahasa yang digunakan oleh penutur bahasa asli. bahasa adalah tutur penutur asli bahasa (native speaker) tersebut dan bukan apa yang orang lain pikirkan atau perintahkan mereka harus bertutur.

Teori ini tidak luput dari kritik dan kelemahan. bukan non-penutur asli yang biasanya cenderung menganalisis sebuah bahasa dalam istilah dan konsep bahasanya sendiri (bahasa ibu). antara lain. Hasil dari pembelajaran dapat diukur dan diamati. membaca dan menulis. pemberian penjelasan (oleh guru). Secara prosedural. Kritik dan kelemahan teori ini. Hasil yang diharapkan adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan. Bahan pelajaran disusun hierarki dari yang sederhana sampai yang kompleks. latihan-latihan (drill). kesalahan dapat diperbaiki. penggunaan metode ini dalam pembelajaran bahasa khususnya pembelajaran muhadatsah didasarkan atas tahapan-tahapan berikut: mendengar.digunakan oleh penutur asli. generalisasi (tata bahasa). mengulangi (oleh siswa). Albert Bandura (1925) berpendapat bahwa Aplikasi teori behaviouristik terhadap Guru yang menggunakan paradigma behaviourisme akan menyusun bahan pelajaran yang sudah siap sehingga tujuan pembelajaran yang dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh guru. adalah . Guru tidak hanya memberi ceramah tetapi juga contohcontoh.

madzhab kognitif menambahkan bahwa setiap manusia mempunyai kemampuan dasar (lahiriyah) yang mendorongnya mampu bernahasa. padahal tidak semuanya memiliki kemampuan penuturan sama persis dengan penutur asli. (3) Pembelajar bahasa : dilatih mendengar dan menirukan. (4) Guru dituntut memiliki keterampilan yang hampir sama dengan penutur asli. padahal substansi yang didengar dan ditirukan mungkin belum dipahami sepenuhnya. bukan untuk orang dewasa. paling tidak mendekati aslinya.sebagai berikut: (1) Basis penelitian dalam rangka formulasi teori ini adalah penyelidikan terhadap perilaku binatang (anjing dan tikus). . sehingga sering menimbulkan kelelahan dan kejemuan. padahal perilaku manusia tidak semua sama dengan perilaku binatang. lalu diterapkan pada perilaku manusia. bahkan menghafal. (2) Belajar bahasa dengan teori ini hanya cocok untuk siswa usia muda. (5) Waktu yang diperlukan untuk pembelajaran bahasa juga relatif lama. ia mempunyai akal yang berlian yang mampu memahami situasi external maupun internal ketika terjadi kegiatan bahasa. karena memerlukan banyak pengulangan dan latihan sebagai usaha untuk membiasakan pembelajar.

(3) belajar bahasa lebih pada penggunaan bahasa sebagai tujuan. (2) latihan dan penggunaan bahasa secara aktif dan terus menerus agar pembelajar memiliki keterampilan berbahasa dan terbentuk kebiasaan menggunakan bahasa.dan (6) Kemampuan berbahasa yang dihasilkan dengan penerapan teori ini cenderung mekanistik. Namun demikian. dan . berbagai kelebihan teori ini masih perlu dipertimbangkan dalam pembelajaran bahasa Arab khususnya dalam pembelajaran Muhadatsah. cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan peran orang tua. bukan atas kesadaran tersendiri. Di antaranya adalah pentingnya: (1) pengenalan keterampilan mendengar dan berbicara sebagai awal dalam pembelajaran sebelum keterampilan membaca dan menulis. tidak melalui proses yang alami karena pembelajaran dilakukan dengan pembuatan stimulus termasuk di dalamnya menciptakan lingkungan dan situasi yqng mampu merangsang respon siswa. Albert Badura menambahkan metode ini sangat cocok untuk pemerolehan kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur kecepatan spontanitas kelenturan respon.

jika pembelajar memiliki motivasi yang kuat. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi dan menentukan keberhasilan proses pembelajaran bahasa adalah lingkungan (bi'ah. environment). (5) penggunaan media pembelajaran yang memungkinkan pembelajar mendengar dan berinteraksi dengan penutur asli. (4) penciptaan lingkungan berbahasa yang kondusif agar mendukung proses pembiasaan berbahasa secara efektif. tak terkecuali lingkungan berbahasa.bukan belajar tentang bahasa. Dan tujuan penciptaan lingkungan berbahasa Arab . diskusi (munaqasyah). didukung oleh penciptaan lingkungan berbahasa Arab yang kondusif seperti di beberapa pondok pesantren modern yang bahasa kesehariannya adalah bahasa Arab. Penerapan teori behaviorisme ini dalam pembelajaran bahasa Arab khususnya pembelajaran muhadatsah akan efektif. sehingga dapat menjadi teladan yang baik bagi para siswanya dalam berbahasa. seminar . dan (6) memotivasi guru bahasa untuk terampil berbahasa secara baik dan benar. tidak lain adalah (1) untuk membiasakan dan membiasakan dalam memanfaatkan bahasa Arab secara komunikatif. melalui praktik percakapan (muhadatsah).

Cet. Ilm al-Lughah al-Tathbiqy wa Ta'lim al-'Arabiyah. 2005 Alwasilah. Malang: Misykat. dan (3) menumbuhkan kreativitas dan aktivitas berbahasa Arab yang terpadu anatara teori dan praktik dalam suasana informal yang santai dan menyenangkan. 1996.(nadwah). 1999 Abdul Wahab. 2008). hal 291 dan 294 Ahmad Fuad Effendy. Chaedar dan Furqanul Aziz. Referensi : 'Abduh al-Rajihy. Bandung: Rosdakarya. (Jakarta: UIN Jakarta Press. (2) memberikan penguatan (reinforcement) pemerolehan bahasa yang sudah dipelajari di kelas. Maktabah al-Mulk fahd al-Wathaniyah. al-Riyadl. Epistemologi dan metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Pembelajaran Bahasa Komunikatif: Teori dan Praktik. I. ceramah dan berekspresi melalui tulisan (ta'bir tahriry). hal . Muhbib. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. al-Nadzariyyat al-Lughawiyah wa al-Nafsiyah wa Ta'lim alLughah al-'Arabiyah. 1998 Abdul Aziz ibn Ibrahim al-'Ashly. Alexandria: Jami'ah alIskandariyah.

02 TIDAK ADA KOMENTAR: POSKAN KOMENTAR Posting Lebih BaruPosting LamaBeranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) PENGIKUT ARSIP BLOG .html. 08/04/09 http://kuliahkomunikasi.com/?p=17. DIPOSKAN OLEH NEESA'S SMART ( ‫ )ال ن ساء موع ظة‬DI 07. H.56 Brown. 08/04/09. Dari The Principles of Language Learning and Teaching. oleh 'Abduh al-Rajihi dan "Ali "Ali Ahmad Sya'ban.nahwumudah. 1994 http://apadefinisinya.com/2008/05/teoribehaviorisme. Douglas.blogspot. Terj.com/2009/02/klasifikasipembelajaran-bahasa-arab/. Usus Ta'allum al-Lughah wa Ta'limuha. Beirut Dar al-Nahdlah al'Arabiyah. 08/04/09 http://www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->