P. 1
sampah dan pengolahannya

sampah dan pengolahannya

|Views: 53|Likes:
Published by Annisa Trimirasti
sampahh sampahh
sampahh sampahh

More info:

Published by: Annisa Trimirasti on Mar 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2013

pdf

text

original

Pernah mendengan PLTSa? Pembangkit Listrik Tenaga Sampah?

Suatu isu yang sedang hangat dibicarakan di Kota Bandung, sebuah kota besar di Indonesa yang beberapa waktu yang lalu pernah heboh karena keberadaan sampah yang merayap bahkan hingga badan jalan-jalan utamanya. Jangankan jalan utama, saat Anda memasuki Bandung menuju flyover Pasupati, Anda pasti akan disambut dengan segunduk besar sampah yang hampir menutupi setengah badan jalan. Itu dulu. Sekarang, Kota Bandung sudah kembali menjadi sedia kala dan solusi PLTSa-lah yang sedang diperdebatkan. Tujuan akhir dari sebuah PLTSa ialah untuk mengkonversi sampah menjadi energi. Pada dasarnya ada dua alternatif proses pengolahan sampah menjadi energi, yaitu proses biologis yang menghasilkan gas-bio dan proses thermal yang menghasilkan panas. PLTSa yang sedang diperdebatkan untuk dibangun di Bandung menggunakan proses thermal sebagai proses konversinya. Pada kedua proses tersebut, hasil proses dapat langsung dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik. Perbedaan mendasar di antara keduanya ialah proses biologis menghasilkan gas-bio yang kemudian dibarak untuk menghasilkan tenaga yang akan menggerakkan motor yang dihubungkan dengan generator listrik sedangkan proses thermal menghasilkan panas yang dapat digunakan untuk membangkitkan steam yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang dihubungkan dengan generator listrik.

Proses Konversi Thermal
Proses konversi thermal dapat dicapai melalui beberapa cara, yaitu insinerasi, pirolisa, dan gasifikasi. Insinerasi pada dasarnya ialah proses oksidasi bahan-bahan organik menjadi bahan anorganik. Prosesnya sendiri merupakan reaksi oksidasi cepat antara bahan organik dengan oksigen. Apabila berlangsung secara sempurna, kandungan bahan organik (H dan C) dalam sampah akan dikonversi menjadi gas karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Unsur-unsur penyusun sampah lainnya seperti belerang (S) dan nitrogen (N) akan dioksidasi menjadi oksidaoksida dalam fasa gas (SOx, NOx) yang terbawa di gas produk. Beberapa contoh insinerator ialah open burning, single chamber, open pit, multiple chamber, starved air unit, rotary kiln, dan fluidized bed incinerator.

Incinerator. Sebuah ilustrasi bagian-bagian dalam sebuah incinerator. Pirolisa merupakan proses konversi bahan organik padat melalui pemanasan tanpa kehadiran oksigen. Dengan adanya proses pemanasan dengan temperatur tinggi, molekul-molekul organik yang berukuran besar akan terurai menjadi molekul organik yang kecil dan lebih sederhana. Hasil pirolisa dapat berupa tar, larutan asam asetat, methanol, padatan char, dan produk gas. Gasifikasi merupakan proses konversi termokimia padatan organik menjadi gas. Gasifikasi melibatkan proses perengkahan dan pembakaran tidak sempurna pada temperatur yang relatif tinggi (sekitar 900-1100 C). Seperti halnya pirolisa, proses gasifikasi menghasilkan gas yang dapat dibakar dengan nilai kalor sekitar 4000 kJ/Nm3.

Proses Konversi Biologis
Proses konversi biologis dapat dicapai dengan cara digestion secara anaerobik (biogas) atau tanah urug (landfill). Biogas adalah teknologi konversi biomassa (sampah) menjadi gas dengan

Karena itu. Untuk melakukan pemilihan alur konversi sampah diperlukan adanya informasi tentang karakter . Produk dari digester tersebut berupa gas methane yang dapat dibakar dengan nilai kalor sekitar 6500 kJ/Nm3. Modern Landfill. limbah organik akan didekomposisi oleh mikroba dalam tanah menjadi senyawasenyawa gas dan cair. Selain itu terdapat juga sistem pengambilan gas dengan pompa desentralisasi. Jika landfill tidak didesain dengan baik. Aktifias mikroba dalam landfill menghasilkan gas CH4 dan CO2 (pada tahap awal – proses aerobik) dan menghasilkan gas methane (pada proses anaerobiknya). Gas landfill tersebut mempunyai nilai kalor sekitar 450-540 Btu/scf. Proses biogas menghasilkan gas yang kaya akan methane dan slurry. Pemilihan Teknologi Tujuan suatu sitem pemanfaatan sampah ialah dengan mengkonversi sampah tersebut menjadi bahan yang berguna secara efisien dan ekonomis dengan dampak lingkungan yang minimal. leachate akan mencemari tanah dan masuk ke dalam badan-badan air di dalam tanah. Sistem pengambilan gas hasil biasanya terdiri dari sejumlah sumur-sumur dalam pipa-pipa yang dipasang lateral dan dihubungkan dengan pompa vakum sentral. Di dalam lahan landfill. tanah di landfill harus mempunya permeabilitas yang rendah. Senyawa-senyawa ini berinteraksi dengan air yang dikandung oleh limbah dan air hujan yang masuk ke dalam tanah dan membentuk bahan cair yang disebut lindi (leachate).bantuan mikroba anaerob. Konsep landfill seperti di atas ialah sebuah konsep landfill modern yang di dalamnya terdapat suatu sistem pengolahan produk buangan yang baik. Landfill ialah pengelolaan sampah dengan cara menimbunnya di dalam tanah. Gas methane dapat digunakan untuk berbagai sistem pembangkitan energi sedangkan slurry dapat digunakan sebagai kompos.

dan yang pasti: keekonomian. hydraulic retention time (HRT) 10. produksi tertinggi diperoleh pada konsentrasi solid 1% pada HRT 18 hari sebesar 401 liter biogas/kg sampah kering. 5% dan 7%. Biogas banyak dikembangkan sebagai salah satu sumber energi alternatif.com/2007/12/teknologi-pengolahan-sampah/ PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK SECARA ANAEROBIK UNTUK MEMPRODUKSI BIOGAS SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN ANAEROBIC TREATMENT OF ORGANIC WASTE FOR BIOGAS PRODUCTION AS RENEWABLE ENERGY Created by : SATO. Sampah merupakan sumber bahan organik yang dapat dikembangkan menjadi biogas. Unjuk kerja reaktor dalam percobaan pada feed dengan kadar solid 5% atau lebih menghasilkan produksi biogas per volume reaktor cenderung semakin rendah dengan berkurangnya HRT. Penelitian dilakukan di dalam reaktor anaerobik dengan volume 153 liter pada suhu kamar mesophilik antara 25�30 oC. terutama energi terbarukan. Karenanya perlu dipikirkan usaha dalam pencarian dan penggunaan sumber energi alternatif. ABAS ( 2307201005 ) Subject: Alt. Tjandra Setiadi http://majarimagazine. Subject : Keyword: Pembuangan sampah dan menolak Refuse and refuse disposal biogas sampah organik reaktor anaerobik [ Description ] Pada saat ini Indonesia telah menjadi negara pengimpor minyak karena kebutuhan bahan bakar minyak lebih tinggi daripada produksinya. Dalam penelitian ini akan dilakukan usaha untuk meningkatkan produksi biogas dari fermentasi sampah organik dengan menambah air pada sampah dan kotoran sapi sebagai starter. 18. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan produktifitas biogas cenderung semakin tinggi pada feed dengan konsentrasi solid yang rendah. Percobaan juga dilakukan dengan penambahan urea di dalam feed dan hasilnya meningkatkan produktifitas biogas per kilogram sampah kering menjadi di atas 7%. 22 dan 25 hari serta feed sampah yang masuk memiliki konsentrasi solid 1%. 3%. 15. mengingat jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun di tempat pembuangan sampah . Bahan bakar ini dibuat melalui proses penguraian secara anaerobik dari berbagai macam limbah organik.sampah. karakter pasar dari produk pengolahan. karakter teknis teknologi konversi yang ada. persyaratan lingkungan. implikasi lingkungan dan sistem. Dengan mengambil data pada percobaan . Kembali ke Bandung. Kira-kira teknologi mana yang tepat sebagai solusi pengolahan sampah menjadi bahan berguna? Apakah PLTSa sudah merupakan teknologi yang tepat?? Referensi: Pengelolaan Limbah Industri – Prof.

445 Sat p Source : Master Theses. Experimental result demonstrate that biogas productivity were higher at lower solid concentration.its. hydraulic retention time (HRT) of 10. Biogas has been developed as an alternative energy. This fuel is made through a process of anaerobic decomposition of various organic matter. Research were conducted in 153 liter anaerobic reactor at room mesophilic temperature between 25-30 oC. 22 and 25 days and the waste feed has a solid concentration of 1%. Chimecal Engineering.id/ITS-Master-3100010037368/11806 .ac. especially the renewable energy. obtained at solid concentration in the feed of 1%.dengan kadar solid dalam feed 3% pada HRT 15 hari.12 liter minyak tanah Alt. Therefore need to be considered the searching and utilization of alternative energy sources. the production of biogas per reactor volume tends to be lower with decreasing of HRT. RTK 628. In this research. 5% and 7%. Format : Indonesian Language : ITS-Master-3100010037368 Identifier Collection ID : 3100010037368 Call Number : RTK 628. effort will be made to increase the production of biogas from the fermentation of organic waste with addition of water in the waste and cow manure as starter. considering the large amount increased from year to year in waste disposal. Ir. 2010 http://digilib. the highest production were 401 liter biogas/kg dry waste. 3%. Prof. each kilogram dry waste could produce biogas in the same heat-of-combuston with heat content in 120 mL kerosene Contributor : 1. Dr. maka setiap kilogram sampah kering dapat menghasilkan biogas dengan nilai bakar yang setara dengan 0. Using data at the experiment of solid feed concentration of 3%.445 Sat p. Nonot Soewarno. M. 18. Performance of the reactor in the experiment with solid feed rate of 5% or more. HRT 18 days. HRT 15 days. 15. xperiments were also done with the addition of urea in the feed and productivity of the biogas per kg dry waste increase to be more than 7%. Description Indonesia has become the importer of oil because the country needs the fuel oil is higher than its production.Eng Date Create : 29/06/2010 : Text Type : pdf. Municipal organic waste is a source of organic material that could be developed into biogas.

Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis. sehingga pengomposan merupakan alternatif penanganan yang sesuai. Crawford. Membuat kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat.Kompos Dari Wikipedia bahasa Indonesia. lembab. yaitu bagian organik dan anorganik.H. cari Kompos dari sampah dedaunan Kompos dari jerami padi Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat. Sampah terdiri dari dua bagian. khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. 2003). Rata-rata persentase bahan organik sampah mencapai ±80%. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi. dan penambahan aktivator pengomposan. pemberian air yang cukup. mengaturan aerasi. dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang. Kompos sangat berpotensi untuk dikembangkan mengingat semakin tingginya jumlah .

maupun teknologi tinggi.3 Memanipulasi Kondisi dan Menambahkan Aktivator Pengomposan o 5. Pada prinsipnya pengembangan teknologi pengomposan didasarkan pada proses penguraian bahan organic yang terjadi secara alami.2 Menggunakan Aktivator Pengomposan o 5. Dan dari jumlah tersebut. di mana 95%-nya adalah sampah organik. Melihat besarnya sampah organik yang dihasilkan oleh masyarakat. Teknologi pengomposan saat ini menjadi sangat penting artinya terutama untuk mengatasi permasalahan limbah organic. seperti untuk mengatasi masalah sampah di kota-kota besar. Untuk mempercepat proses pengomposan ini telah banyak dikembangkan teknologi-teknologi pengomposan. Namun proses pengomposan yang terjadi secara alami berlangsung lama dan lambat. 2005). 1400 ton dihasilkan oleh seluruh pasar yang ada di Jakarta. terlihat potensi untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat (Rohendi.2 Tahapan pengomposan 7 Kontrol proses produksi kompos o 7. sedang.sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dan menyebabkan terjadinya polusi bau dan lepasnya gas metana ke udara. .1 Memanipulasi Kondisi Pengomposan o 5. serta limbah pertanian dan perkebunan.1 Bahan-bahan yang Dapat Dikomposkan o 4. Daftar isi           1 Pendahuluan 2 Jenis-jenis kompos 3 Manfaat Kompos 4 Dasar-dasar Pengomposan o 4.1 Peralatan o 6.3 Faktor yang memengaruhi proses Pengomposan 5 Strategi Mempercepat Proses Pengomposan o 5. Baik pengomposan dengan teknologi sederhana.4 Pertimbangan untuk menentukan strategi pengomposan 6 Pengomposan secara aerobik o 6.1 Proses pengontrolan 8 Mutu kompos 9 Literatur 10 Pranala luar [sunting] Pendahuluan Secara alami bahan-bahan organik akan mengalami penguraian di alam dengan bantuan mikroba maupun biota tanah lainnya.2 Proses Pengomposan o 4. DKI Jakarta menghasilkan 6000 ton sampah setiap harinya. di mana sekitar 65%-nya adalah sampah organik. Proses penguraian dioptimalkan sedemikian rupa sehingga pengomposan dapat berjalan dengan lebih cepat dan efisien. limbah organik industry.

Asal Bahan 1. Berikut disajikan bahan-bahan yang umum dijadikan bahan baku pengomposan. eklamasi pantai pasca penambangan. menggemburkan kembali tanah pertanian. ganggang biru. OrgaDec. menggemburkan kembali tanah petamanan. Aktivator pengomposan yang sudah banyak beredar antara lain PROMI (Promoting Microbes). dan sebagai media tanaman. limbah ternak cair. Dekomposisi bahan dilakukan oleh mikroorganisme di dalam bahan itu sendiri dengan bantuan udara. SuperDec. batang dan tongkol jagung. Setiap aktivator memiliki keunggulan sendiri-sendiri. dengan atau tanpa aktivator pengomposan. karena mudah dan murah untuk dilakukan. gulma air . serta tidak membutuhkan kontrol proses yang terlalu sulit. seperti kotoran hewan. limbah pakan ternak. BioPos. baik secara aerobik maupun anaerobik. cairan biogas Tanaman air Azola. sampah kota. Bahan baku pengomposan adalah semua material orgaengandung karbon dan nitrogen. Pertanian Limbah dan residu Jerami dan sekam padi. sehingga produksi tanaman menjadi lebih tinggi. Green Phoskko Organic Decomposer dan SUPERFARM (Effective Microorganism)atau menggunakan cacing guna mendapatkan kompos (vermicompost). enceng gondok. serta mengurangi penggunaan pupuk kimia. Kompos yang dihasilkan dari pengomposan sampah dapat digunakan untuk menguatkan struktur lahan kritis. sampah hijauan. lumpur cair dan limbah industri pertanian. EM4. Hasil akhir dari pengomposan ini merupakan bahan yang sangat dibutuhkan untuk kepentingan tanah-tanah pertanian di Indonesia. fisika dan biologi tanah. semua bagian tanaman vegetatif tanaman. batang pisang dan sabut kelapa Limbah & residu ternak Kotoran padat. Pengomposan secara aerobik paling banyak digunakan. sebagai upaya untuk memperbaiki sifat kimia. ActiComp. sebagai bahan penutup sampah di TPA. Sedangkan pengomposan secara anaerobik memanfaatkan mikroorganisme yang tidak membutuhkan udara dalam mendegradasi bahan organik.Teknologi pengomposan sampah sangat beragam. gulma.

Menghemat biaya untuk transportasi dan penimbunan limbah 2. lebih berat. limbah pengolahan kertas. blotong. ampas tebu. ajinomoto. Kompos bagase. limbah kelapa sawit. Aktivitas mikroba tanah juga d iketahui dapat membantu tanaman menghadapi serangan penyakit. Mengurangi volume/ukuran limbah 3. [sunting] Manfaat Kompos Kompos memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Kompos bokashi. limbah pengalengan makanan dan pemotongan hewan Limbah cair Alkohol. urin. Kompos memiliki banyak manfaat yang ditinjau dari beberapa aspek: Aspek Ekonomi : 1. yaitu pupuk yang terbuat dari ampas tebu sisa penggilingan tebu di pabrik gula. Industri Limbah padat Serbuk gergaji kayu. Memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari pada bahan asalnya . limbah pengolahan minyak kelapa sawit 3. yaitu kompos yang terbuat dari bahan organik yang dicerna oleh cacing.2. Yang menjadi pupuk adalah kotoran cacing tersebut. Aktivitas mikroba ini membantu tanaman untuk menyerap unsur hara dari tanah. dan lebih enak. Aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman akan meningkat dengan penambahan kompos. misal: hasil panen lebih tahan disimpan. Tanaman yang dipupuk dengan kompos juga cenderung lebih baik kualitasnya daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia. kertas. sampah rumah tangga dan sampah kota [sunting] Jenis-jenis kompos    Kompos cacing (vermicompost). Limbah rumah tangga Sampah Tinja. lebih segar.

2009. berdasarkan hasil uji Duncan. dan sebagainya. 6. Indikatornya terdapat pada diameter batang. Institut Pertanian Bogor menyebutkan bahwa kompos bagase (kompos yang dibuat dari ampas tebu) yang diaplikasikan pada tanaman tebu (Saccharum officinarum L) meningkatkan penyerapan nitrogen secara signifikan setelah tiga bulan pengaplikasian dibandingkan degan yang tanpa kompos. Hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman yang ditelitinya ketika itu. dan meningkatkan kemampuan menahan air. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan Departemen Agronomi dan Hortikultura.Aspek Lingkungan : 1. menunjukkan bahwa kompos memberikan peningkatan kadar Kalium pada tanah lebih tinggi dari pada kalium yang disediakan pupuk NPK. 1980). 8. 2008. 2. 5. 3. nilai gizi. Peran bahan organik terhadap sifat biologis tanah adalah meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang berperan pada fiksasi nitrogen dan transfer hara tertentu seperti N. Mengurangi kebutuhan lahan untuk penimbunan Aspek bagi tanah/tanaman: 1. P. Penggunaan kompos bagase dengan pupuk anorganik secara bersamaan tidak . namun kadar fosfor tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan NPK. dan jumlah panen) Menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanah Peran bahan organik terhadap sifat fisik tanah di antaranya merangsang granulasi. memperbaiki aerasi tanah. 7. Meningkatkan kesuburan tanah Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah Meningkatkan kapasitas penyerapan air oleh tanah Meningkatkan aktivitas mikroba tanah Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa. mengingat media tanam subsoil merupakan media tanam dengan pH yang rendah sehingga penyerapan hara tidak optimal. Hasil penelitian Handayani. Pemberian kompos akan menambah bahan organik tanah sehingga meningkatkan kapasitas tukar kation tanah dan memengaruhi serapan hara oleh tanah. dan sulfur. menjadi lebih baik dibandingkan dengan NPK. dan S. kalium. Mengurangi polusi udara karena pembakaran limbah dan pelepasan gas metana dari sampah organik yang membusuk akibat bakteri metanogen di tempat pembuangan sampah 2. pupuk cacing (vermicompost) memberikan hasil pertumbuhan yang terbaik pada pertumbuhan bibit Salam (Eugenia polyantha Wight) pada media tanam subsoil. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penambahan pupuk anorganik tidak memberikan efek apapun pada pertumbuhan bibit. caisin (Brassica oleracea). namun tidak ada peningkatan yang berarti terhadap penyerapan fosfor. walau tanah dalam keadaan masam. Peran bahan organik terhadap sifat kimia tanah adalah meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga memengaruhi serapan hara oleh tanaman (Gaur. Beberapa studi telah dilakukan terkait manfaat kompos bagi tanah dan pertumbuhan tanaman. 4. Penelitian Abdurohim.

sampah-sampah organik pasar/kota. uap air dan panas. Selama tahap-tahap awal proses. Pada saat ini terjadi dekomposisi/penguraian bahan organik yang sangat aktif. dan diameter dari batang.meningkatkan laju pertumbuhan. yaitu tahap aktif dan tahap pematangan. limbah pabrik kertas. Suhu tumpukan kompos akan meningkat dengan cepat. Selama proses pengomposan akan terjadi penyusutan volume maupun biomassa bahan. dll. Suhu akan tetap tinggi selama waktu tertentu. Skema Proses Pengomposan Aerobik . tanduk. oksigen dan senyawa-senyawa yang mudah terdegradasi akan segera dimanfaatkan oleh mikroba mesofilik. Mikroba yang aktif pada kondisi ini adalah mikroba Termofilik.70o C. tinggi. limbahlimbah pertanian. limbah-limbah agroindustri. [sunting] Dasar-dasar Pengomposan [sunting] Bahan-bahan yang Dapat Dikomposkan Pada dasarnya semua bahan-bahan organik padat dapat dikomposkan. limbah pabrik gula. Pada saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut. Suhu akan meningkat hingga di atas 50o . kertas. namun diperkirakan dapat meningkatkan rendemen gula dalam tebu. Setelah sebagian besar bahan telah terurai. Bahan organik yang sulit untuk dikomposkan antara lain: tulang. Proses pengomposan secara sederhana dapat dibagi menjadi dua tahap. dan rambut. kotoran/limbah peternakan. yaitu mikroba yang aktif pada suhu tinggi. Demikian pula akan diikuti dengan peningkatan pH kompos. maka suhu akan berangsur-angsur mengalami penurunan. yaitu pembentukan komplek liat humus. misalnya: limbah organik rumah tangga. Pengurangan ini dapat mencapai 30 – 40% dari volume/bobot awal bahan. limbah pabrik kelapa sawit. Mikrobamikroba di dalam kompos dengan menggunakan oksigen akan menguraikan bahan organik menjadi CO2. [sunting] Proses Pengomposan Proses pengomposan akan segera berlansung setelah bahan-bahan mentah dicampur.

asam valerat. atau bahkan mati. dimana mikroba menggunakan oksigen dalam proses dekomposisi bahan organik. Aktivator pengomposan yang dipergunakan 3. Proses anaerobik akan menghasilkan senyawa-senyawa yang berbau tidak sedap.109. Proses dekomposisi dapat juga terjadi tanpa menggunakan oksigen yang disebut proses anaerobik. Kapang Protozoa Jamur tingkat tinggi Cacing tanah. Apabila kondisinya sesuai. proses ini tidak diinginkan. amonia. pindah ke tempat lain.105 Proses pengomposan tergantung pada : 1. maka organisme tersebut akan dorman. kutu. Karakteristik bahan yang dikomposkan 2. 105 108. puttrecine). Namun. Gambar profil suhu dan populasi mikroba selama proses pengomposan Tabel organisme yang terlibat dalam proses pengomposan Kelompok Organisme Mikroflora Mikrofanuna Makroflora Makrofauna Organisme Bakteri. Menciptakan . Proses yang dijelaskan sebelumnya adalah proses aerobik. Metode pengomposan yang dilakukan [sunting] Faktor yang memengaruhi proses Pengomposan Setiap organisme pendegradasi bahan organik membutuhkan kondisi lingkungan dan bahan yang berbeda-beda. 104 . asam butirat. dll Jumlah/gr kompos 109 . Aktinomicetes. karena selama proses pengomposan akan dihasilkan bau yang tidak sedap. semut.106 104 . dan H2S.Proses pengomposan dapat terjadi secara aerobik (menggunakan oksigen) atau anaerobik (tidak ada oksigen). maka dekomposer tersebut akan bekerja giat untuk mendekomposisi limbah padat organik. Apabila kondisinya kurang sesuai atau tidak sesuai. seperti: asam-asam organik (asam asetat. rayap.

akibatnya aktivitas mikroba akan menurun dan akan terjadi fermentasi anaerobik yang menimbulkan bau tidak sedap. Ukuran Partikel Aktivitas mikroba berada di antara permukaan area dan udara. dsb). Untuk menurunkan rasio C/N diperlukan perlakuan khusus. Udara akan mensuplay Oksigen untuk proses pengomposan. Mikrooranisme dapat memanfaatkan bahan organik apabila bahan organik tersebut larut di dalam air. Porositas Porositas adalah ruang di antara partikel di dalam tumpukan kompos. Aerasi dapat ditingkatkan dengan melakukan pembalikan atau mengalirkan udara di dalam tumpukan kompos. Aerasi secara alami akan terjadi pada saat terjadi peningkatan suhu yang menyebabkan udara hangat keluar dan udara yang lebih dingin masuk ke dalam tumpukan kompos. Apabila rasio C/N terlalu tinggi. terutama jika bahan utamanya adalah bahan yang mengandung kadar kayu tinggi (sisa gergajian kayu. Pada rasio C/N di antara 30 s/d 40 mikroba mendapatkan cukup C untuk energi dan N untuk sintesis protein. Umumnya. 1991) atau dengan menambahkan kotoran hewan karena kotoran hewan mengandung banyak senyawa nitrogen. ampas tebu. aktivitas mikroba akan mengalami penurunan dan akan lebih rendah lagi pada kelembaban 15%. Porositas dihitung dengan mengukur volume rongga dibagi dengan volume total. Mikroba memecah senyawa C sebagai sumber energi dan menggunakan N untuk sintesis protein. misalnya menambahkan mikroorganisme selulotik (Toharisman. . ranting. Aerasi ditentukan oleh porositas dan kandungan air bahan(kelembaban). Aerasi Pengomposan yang cepat dapat terjadi dalam kondisi yang cukup oksigen(aerob). Kelembaban 40 . Apabila rongga dijenuhi oleh air. Kelembaban (Moisture content) Kelembaban memegang peranan yang sangat penting dalam proses metabolisme mikroba dan secara tidak langsung berpengaruh pada suplay oksigen. Apabila aerasi terhambat.kondisi yang optimum untuk proses pengomposan sangat menentukan keberhasilan proses pengomposan itu sendiri. maka akan terjadi proses anaerob yang akan menghasilkan bau yang tidak sedap. Apabila kelembaban lebih besar dari 60%.60 % adalah kisaran optimum untuk metabolisme mikroba. Faktor-faktor yang memperngaruhi proses pengomposan antara lain: Rasio C/N Rasio C/N yang efektif untuk proses pengomposan berkisar antara 30: 1 hingga 40:1. volume udara berkurang. masalah utama pengomposan adalah pada rasio C/N yang tinggi. Untuk meningkatkan luas permukaan dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel bahan tersebut. maka pasokan oksigen akan berkurang dan proses pengomposan juga akan terganggu. Ukuran partikel juga menentukan besarnya ruang antar bahan (porositas). hara akan tercuci. Rongga-rongga ini akan diisi oleh air dan udara. mikroba akan kekurangan N untuk sintesis protein sehingga dekomposisi berjalan lambat. Apabila kelembaban di bawah 40%. Permukaan area yang lebih luas akan meningkatkan kontak antara mikroba dengan bahan dan proses dekomposisi akan berjalan lebih cepat.

metode pengomposan yang dipergunakan dan dengan atau tanpa penambahan aktivator pengomposan. secara temporer atau lokal.8 hingga 7. Sebagai contoh. Kandungan Hara Kandungan P dan K juga penting dalam proses pengomposan dan bisanya terdapat di dalam kompos-kompos dari peternakan. Suhu yang tinggi juga akan membunuh mikroba-mikroba patogen tanaman dan benihbenih gulma. 1992) Kondisi Rasio C/N Kelembaban Konsisi yang bisa diterima 20:1 s/d 40:1 40 – 65 % Ideal 25-35:1 45 – 62 % berat > 10% bervariasi 1000 lbs/cu yd Konsentrasi oksigen tersedia > 5% Ukuran partikel Bulk Density 1 inchi 1000 lbs/cu yd . Proses pengomposan sendiri akan menyebabkan perubahan pada bahan organik dan pH bahan itu sendiri. Zn. akan menyebabkan penurunan pH (pengasaman). Hara ini akan dimanfaatkan oleh mikroba selama proses pengomposan. Lama pengomposan Lama waktu pengomposan tergantung pada karakteristik bahan yang dikomposkan. Ada hubungan langsung antara peningkatan suhu dengan konsumsi oksigen.5 sampai 7. Temperatur yang berkisar antara 30 . pH kotoran ternak umumnya berkisar antara 6. Semakin tinggi temperatur akan semakin banyak konsumsi oksigen dan akan semakin cepat pula proses dekomposisi.Temperatur/suhu Panas dihasilkan dari aktivitas mikroba. Peningkatan suhu dapat terjadi dengan cepat pada tumpukan kompos. Kandungan Bahan Berbahaya Beberapa bahan organik mungkin mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kehidupan mikroba.4. Cu. proses pelepasan asam. pH yang optimum untuk proses pengomposan berkisar antara 6. Tabel Kondisi yang optimal untuk mempercepat proses pengomposan (Ryak. sedangkan produksi amonia dari senyawasenyawa yang mengandung nitrogen akan meningkatkan pH pada fase-fase awal pengomposan. Logam-logam berat seperti Mg. Logam-logam berat akan mengalami imobilisasi selama proses pengomposan. Suhu yang lebih tinggi dari 60oC akan membunuh sebagian mikroba dan hanya mikroba thermofilik saja yang akan tetap bertahan hidup. pH Proses pengomposan dapat terjadi pada kisaran pH yang lebar. Nickel.60oC menunjukkan aktivitas pengomposan yang cepat. pH kompos yang sudah matang biasanya mendekati netral.5. Secara alami pengomposan akan berlangsung dalam waktu beberapa minggu sampai 2 tahun hingga kompos benar-benar matang. Cr adalah beberapa bahan yang termasuk kategori ini.

Aktivator pengomposan ini menggunakan mikroba-mikroba terpilih yang memiliki kemampuan tinggi dalam mendegradasi limbah-limbah padat organik. seperti kotoran ternak. Namun.0 54 -60oC [sunting] Strategi Mempercepat Proses Pengomposan Pengomposan dapat dipercepat dengan beberapa strategi. SuperDec. 3. misalnya :Green Phoskko(GP-1). Menggabungkan strategi pertama dan kedua. Secara umum strategi untuk mempercepat proses pengomposan dapat dikelompokan menjadi tiga. maupuan kapang/cendawan. Bahan yang terlalu kering diberi tambahan air atau bahan yang terlalu basah dikeringkan terlebih dahulu sebelum proses pengomposan.5 – 9.pH Suhu 5. Untuk membuat kondisi ini bahan-bahan yang mengandung rasio C/N tinggi dicampur dengan bahan yang mengandung rasio C/N rendah. Cytopaga sp. Ukuran bahan yang besar-besar dicacah sehingga ukurannya cukup kecil dan ideal untuk proses pengomposan. OrgaDec. EM4.5 – 8. Promi. 2. Starbio. ActiComp. yaitu: 1. Saat ini dipasaran banyak sekali beredar aktivatoraktivator pengomposan. dan ActiComp adalah hasil penelitian Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) dan saat ini telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Demikian pula untuk faktor-faktor lainnya. SuperDec. Trichoderma harzianum. baik bakeri. dan lain-lain. aktinomicetes. Organisme lain yang banyak dipergunakan adalah mikroba. [sunting] Memanipulasi Kondisi Pengomposan Strtegi ini banyak dilakukan di awal-awal berkembangnya teknologi pengomposan. rasio C/N yang optimum adalah 25-35:1. Mikroba ini bekerja aktif pada suhu tinggi (termofilik). Stardec.0 43 – 66oC 6. Proses pengomposannya disebut vermikompos dan kompos yang dihasilkan dikenal dengan sebutan kascing. yaitu: Trichoderma pseudokoningii. Sebagai contoh. Aktivator yang dikembangkan oleh BPBPi tidak memerlukan tambahan bahan-bahan lain dan tanpa pengadukan secara berkala. Kondisi atau faktor-faktor pengomposan dibuat seoptimum mungkin. Promi. [sunting] Menggunakan Aktivator Pengomposan Strategi yang lebih maju adalah dengan memanfaatkan organisme yang dapat mempercepat proses pengomposan. OrgaDec. Agraily sp dan FPP (fungi pelapuk putih). BioPos. Menanipulasi kondisi/faktor-faktor yang berpengaruh pada proses pengomposan. Organisme yang sudah banyak dimanfaatkan misalnya cacing tanah. Pholyota sp. Menambahkan Organisme yang dapat mempercepat proses pengomposan: mikroba pendegradasi bahan organik dan vermikompos (cacing). kompos perlu ditutup/sungkup untuk mempertahankan suhu dan kelembaban agar .

Kondisi pengomposan dibuat seoptimal mungkin dengan menambahkan aktivator pengomposan.proses pengomposan berjalan optimal dan cepat. Garpu/cangkrang o Digunakan untuk membantu proses pembalikan tumpukan bahan dan pemilahan sampah 4. Termometer . Saringan/ayakan o Digunakan untuk mengayak kompos yang sudah matang agar diperoleh ukuran yang sesuai o Ukuran lubang saringan disesuaikan dengan ukuran kompos yang diinginkan o Saringan bisa berbentuk papan saring yang dimiringkan atau saringan putar 5. 4.½ m. Pengomposan dapat dipercepat hingga 2 minggu untuk bahan-bahan lunak/mudah dikomposakan hingga 2 bulan untuk bahan-bahan keras/sulit dikomposkan. Ada beberapa pertimbangan yang dapat digunakan untuk menentukan strategi pengomposan: 1. [sunting] Pertimbangan untuk menentukan strategi pengomposan Seringkali tidak dapat menerapkan seluruh strategi pengomposan di atas dalam waktu yang bersamaan. 3. lebar ¼ . Terowongan udara (Saluran Udara) o Digunakan sebagai dasar tumpukan dan saluran udara o Terbuat dari bambu dan rangka penguat dari kayu o Dimensi : panjang 2m. 1. Berikut disajikan peralatan yang digunakan. Biaya yang diperlukan dan hasil yang dapat dicapai. 2. tinggi ½ m o Sudut : 45o o Dapat dipakai menahan bahan 2 – 3 ton 2. [sunting] Memanipulasi Kondisi dan Menambahkan Aktivator Pengomposan Strategi proses pengomposan yang saat ini banyak dikembangkan adalah mengabungkan dua strategi di atas. Sekop o Alat bantu dalam pengayakan dan tugas-tugas lainnya 3. Karakteristik bahan yang akan dikomposkan. Waktu yang tersedia untuk pembuatan kompos. Tingkat kesulitan pembuatan kompos [sunting] Pengomposan secara aerobik [sunting] Peralatan Peralatan yang dibutuhkan dalam pengomposan secara aerobik terdiri dari peralatan untuk penanganan bahan dan peralatan perlindungan keselamatan dan kesehatan bagi pekerja.

Pemilahan Sampah o Pada tahap ini dilakukan pemisahan sampah organik dari sampah anorganik (barang lapak dan barang berbahaya). Pengecil Ukuran . misalnya. Digunakan untuk mengukur suhu tumpukan Pada bagian ujungnya dipasang tali untuk mengulur termometer ke bagian dalam tumpukan dan menariknya kembali dengan cepat o Sebaiknya digunakan termometer alkohol (bukan air raksa) agar tidak mencemari kompos jika termometer pecah Timbangan o Digunakan untuk mengukur kompos yang akan dikemas sesuai berat yang diinginkan o Jenis timbangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penimbangan dan pengemasan Sepatu boot o Digunakan oleh pekerja untuk melindungi kaki selama bekerja agar terhindar dari bahan-bahan berbahaya Sarung tangan o Digunakan oleh pekerja untuk melindungi tangan selama melakukan pemilahan bahan dan untuk kegiatan lain yang memerlukan perlindungan tangan Masker o Digunakan oleh pekerja untuk melindungi pernafasan dari debu dan gas bahan terbang lainnya o o Kompos Bahan Organik dan Kotoran Hewan Pengomposan dapat juga menggunakan alat mesin yang lebih maju dan modern. [sunting] Tahapan pengomposan 1. Pemilahan harus dilakukan dengan teliti karena akan menentukan kelancaran proses dan mutu kompos yang dihasilkan 2. 8. 9. berfungsi dalam memberi asupan oksigen ( intensitas aerasi). 7. Komposter type Rotary Kiln. suhu serta membalik bahan secara praktis. menggunakan proses pembalikan bahan dan mengontrol aerasi dengan cara mengayuh pedal serta memutar aerator ( exhaust fan).6. Penggunaan komposter Biophoskko disertai aktivator kompos Green Phoskko (GP-1) telah mampu meningkatkan kerja penguraian bahan organik(dekomposisi) oleh jasad renik menjadi 5 sampai 7 hari saja. menjaga kelembaban. Komposter type Rotary Klin di pasaran terdapat dengan kapasitas 1 ton setara 3 m3 hingga 2 ton atau setara 6 m3 bahan sampah.

. 4. Pembalikan o Pembalikan dilakuan untuk membuang panas yang berlebihan. Kompos masuk pada tahap pematangan selama 14 hari. o Pada tiap tumpukan dapat diberi terowongan bambu (windrow) yang berfungsi mengalirkan udara di dalam tumpukan. o Kompos yang telah dikemas disimpan dalam gudang yang aman dan terlindung dari kemungkinan tumbuhnya jamur dan tercemari oleh bibit jamur dan benih gulma dan benih lain yang tidak diinginkan yang mungkin terbawa oleh angin. Jasad renik membutuhkan air. o Desain penumpukan yang biasa digunakan adalah desain memanjang dengan dimensi panjang x lebar x tinggi = 2m x 12m x 1. 7. o Pada saat itu tumpukan telah lapuk. sedangkan bahan yang tidak terkomposkan dibuang sebagai residu. o Apabila pada saat digenggam kemudian diperas tidak keluar air. o [sunting] Kontrol proses produksi kompos 1. Kondisi ideal bagi proses pengomposan berupa keadaan lingkungan atau habitat dimana jasad renik (mikroorganisme) dapat hidup dan berkembang biak dengan optimal. maka tumpukan sampah harus ditambahkan air. memasukkan udara segar ke dalam tumpukan bahan. meratakan proses pelapukan di setiap bagian tumpukan. Pengemasan dan Penyimpanan o Kompos yang telah disaring dikemas dalam kantung sesuai dengan kebutuhan pemasaran. Penyaringan o Penyaringan dilakukan untuk memperoleh ukuran partikel kompos sesuai dengan kebutuhan serta untuk memisahkan bahan-bahan yang tidak dapat dikomposkan yang lolos dari proses pemilahan di awal proses. suhu tumpukan akan semakin menurun hingga mendekati suhu ruangan. berwarna coklat tua atau kehitaman. o Bahan yang belum terkomposkan dikembalikan ke dalam tumpukan yang baru. 5. 2. sehingga sampah dapat dengan mudah dan cepat didekomposisi menjadi kompos Penyusunan Tumpukan o Bahan organik yang telah melewati tahap pemilahan dan pengecil ukuran kemudian disusun menjadi tumpukan. Pengecil ukuran dilakukan untuk memperluas permukaan sampah. Penyiraman o Pembalikan dilakukan terhadap bahan baku dan tumpukan yang terlalu kering (kelembaban kurang dari 50%). 6.75m.3. sedangkan jika sebelum diperas sudah keluar air. maka tumpukan terlalu basah oleh karena itu perlu dilakukan pembalikan. udara (O2). Pematangan o Setelah pengomposan berjalan 30 – 40 hari. o Secara manual perlu tidaknya penyiraman dapat dilakukan dengan memeras segenggam bahan dari bagian dalam tumpukan. 3. Proses pengomposan membutuhkan pengendalian agar memperoleh hasil yang baik. meratakan pemberian air. 8. serta membantu penghancuran bahan menjadi partikel kecil-kecil. dan makanan berupa bahan organik dari sampah untuk menghasilkan energi dan tumbuh.

Kompos yang bermutu adalah kompos yang telah terdekomposisi dengan sempurna serta tidak menimbulkan efek-efek merugikan bagi pertumbuhan tanaman. 1991. Guntoro Dwi. Monitoring Temperatur Tumpukan Monitoring Kelembaban Monitoring Oksigen Monitoring Kecukupan C/N Ratio Monitoring Volume [sunting] Mutu kompos 1. C. Present Status of Composting and Agricultural Aspect. o Tidak larut dalam air. 2. 2005.Energi Sampah / PLTSa . E. Improvig Soil Fertility Through Organic Recycling. o Suhunya kurang lebih sama dengan suhu lingkungan.110 . D. Compost Technology. Dalam IPB Repository. 3. (ed). Mutia. o Berefek baik jika diaplikasikan pada tanah. 5. 17 Februari 2005. Lokakarya Sehari Pengelolaan Sampah Pasar DKI Jakarta. 2008. Makalah. Purwono. New Delhi. 2. Dalam IPB Repository diunduh 13 Juni 2010. Penggunaan kompos yang belum matang akan menyebabkan terjadinya persaingan bahan nutrien antara tanaman dengan mikroorganisme tanah yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman 3. sebuah prosiding. tergantung dari bahan baku dan derajat humifikasinya. Gaur. Toharisman. A. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia. Pengaruh Kompos Terhadap Ketersediaan Hara Dan Produksi Tanaman Caisin Pada Tanah Latosol Dari Gunung Sindur. 2008. sebuah skripsi. in: Hesse. diunduh 13 Juni 2010. dan o Tidak berbau. R.[sunting] Proses pengontrolan Proses pengontrolan yang harus dilakukan terhadap tumpukan sampah adalah: 1. ~ Teknologi Tepat Guna Dari Sampah Kumpulan Artikel . dan Sarwono. Isroi.). Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Kompos Terhadap Pertumbuhan Bibit Salam. Bogor. o Nisbah C/N sebesar 10 – 20. Kompos yang baik memiliki beberapa ciri sebagai berikut : o Berwarna coklat tua hingga hitam mirip dengan warna tanah. Departemen Agronomi dan Hortikultura. Oim. Pengaruh Pemberian Kompos Bagase Terhadap Serapan Hara Dan Pertumbuhan Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L. [sunting] Literatur        Abdurohim. 2009. 4. KOMPOS. Rohendi. P. Dalam Buletin Agronomi. Handayani. Potensi Dan Pemanfaatan Limbah Industri Gula Sebagai Sumber Bahan Organik Tanah. meski sebagian kompos dapat membentuk suspensi. sebuah skripsi. 2003. Bogor. 1980. FAO of United Nation. Institut Pertanian Bogor.

Teknologi akan menghasilkan produk samping berupa logam bekas (skrap) dan uap yang dapat dikonservasikan menjadi energi listrik. Teknologi proses sampah Sampah yang telah ditimbun pada tempat pembuangan akhir (TPA) dapat mengalami proses lanjutan. sampah plastik dan kaca akan di daur ulang menjadi bahan baku industri. Kebanyakan kota-kota di Indonesia hanya mampu mengumpulkan dan membuang sekitar 60% dari seluruh produksi sampah. kotor.80% dari sumber sampah tanpa proses pemilahan. sampah industri. Berangkal juga bisa dimasukkan dalam kelompok ini. Abu atau terak dari sisa pembakaran cukup kering dan .000 meter kubik/hari. Secara garis besar sampah bisa digolongkan ke dalam dua kelompok yaitu sampah organik yakni sampah yang berasal dari benda-benda atau makhluk hidup. Untuk mengolah sampah ini memerlukan biaya dan teknologi tinggi. Teknologi yang digunakan dalam proses lanjutan yang umum adalah pertama. sisa sayuran. segala jenis benda buangan dari makhluk hidup. meliputi buangan hasil proses industri. berbau. dan sampah makhluk hidup. sedangkan sampah organik dapat mengembangkan industri pengolah kompos menjadi pupuk organik dan juga dapat diolah menjadi industri energi/industri bahan bangunan. Sampah anorganik.000 hingga 27.Sulap Sampah Jadi Barang Bermanfaat Dengan teknologi yang tepat. dapat mengurangi volume sampah sekitar 75% . menimbulkan penyakit dan mencemari lingkungan dapat menjadi barang yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi tinggi. yakni sampah rumah tangga adalah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. sampah yang tadinya sebagai barang buangan. sampah ini bisa dibedakan menjadi tiga macam. buah-buahan dan daundaunan. plastik. dilihat dari sumbernya. teknologi pembakaran (incinerator). Kedua. Kertas bekas akan di daur ulang oleh industri kertas. Keuntungan lainnya menggunakan teknologi ini menurut Dinas Kebersihan DKI Jakarta adalah. dilihat dari asal zat-zat yang dikandungnya. yakni sampah yang berasal dari benda-benda atau zat-zat mati. Sampah jenis ini banyak yang sulit hancur dan sulit diolah. kaleng. Misalnya. Volume sampah dikota-kota besar seperti di Jakarta bisa mencapai 24. kaca. Jenis sampah dan kandungannya Pertama. Sampah anorganik bisa membantu mengembangkan industri daur ulang (recycling). besi. Contohnya.

Akhirnya dihasilkan kertas daur ulang. Barang-barang bekas ini bisa dikirim ke pabrik yang melakukan daur ulang. kardus. besi dan bongkahan beton disisihkan dan dibuang. Kompos yang dalam pembuatannya dilapisi dengan lumpur dasar sungai ternyata hasilnya jauh lebih baik dibandingkan dengan jika tidak dilapisi dengan lumpur. Pengolahan sampah menjadi energi listrik sudah lazim di banyak negara. dipungut dan dikumpulkan. seperti kertas.bebas dari pembusukan dan bisa langsung dapat dibawa ke tempat penimbunan pada lahan kosong. teknologi pengomposan (composting). Pemusnahan dengan cara ini (sanitary landfill) memang membutuhkan biaya lebih besar.000 MWH/tahun yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk menekan biaya proses. plastik dan sebagainya. dipanaskan dan dibuat pulp. potongan besi. Sebaiknya yang dimanfaatkan jenis sampah yang tak mudah lapuk saja. Setelah mencapai tinggi tertentu segera ditimbun tanah. Cara daur ulang kertas. Setelah ketinggian mencapi yang diinginkan penimbunan sampah dihentikan. sampah kemudian ditimbun secara teratur dalam suatu hamparan tertutup yang bisa diawasi suhu. potongan kayu. Manfaat lain sampah Sampah tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai kompos untuk pupuk organik. Perlakuan ini akan membuat proses pembusukan sampah berlangsung optimal. Investor Inggris. lalu diratakan dan dipadatkan. Setelah kompos itu “jadi”. Lebih jauh sampah dapat dijadikan barang-barang aksesoris. pecahan kaca. rawa ataupun daerah sebagai bahan pengurug. kaleng bekas dan sebagainya. Setelah dikemas dengan baik. teknologi penimbunan tanah (land fill). Pada saat ini proyek untuk menghasilkan energi listrik dari sampah sedang dibangun di Bali. alat-alat dan perangkat rumah tangga dari plastik dan kaca. tergantung pada cara penangannanya. barang fungsional dan sebagai bahan bangunan. yang dapat menghasilkan produk daur ulang seperti karton. sehingga barang bekas tadi bisa diolah menjadi bahan baku. Teknologi ini sudah lama dilakukan. kertas-kertas dikumpulkan secara terpisah dengan plastik. Kemudian kertas dicampur dengan air. teknologi daur ulang (recycling). segera dikeringkan kemudian digiling. Proses pembuatan kompos ini biasanya berlangsung antara 2 hari hingga 6 minggu. Sampah yang terkumpul dari rumah tangga dan pasar dimanfaatkan untuk menimbun tanah rendah. Kedua. Selanjutnya sampah dihancurleburkan menggunakan mesin khusus sampai lumat. plastik. Lantas dibawa ketempat daur ulang kertas. botol bekas. kardus pembungkus. Ketiga. tingkat kelembaban dan aliran udaranya menggunakan alat khusus. Pada prinsipnya teknologi pengomposan adalah sebagai berikut. Contohnya adalah kertas. Lapisan tanah ini sedikitnya setebal 60 cm. tetapi di Indonesia fasilitas gas dari TPA masih relatif baru. Setelah dipotong dalam ukuran tertentu dan dikemas. Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI). Gianyar dan Tabanan. Keempat. logam-logam. kertas sudah bisa dipasarkan kembali. akan mendirikan instalasi pengelolaan sampah terpadu sebagai penghasil listrik untuk Denpasar. Badung. tapi juga bisa diolah menjadi energi bio arang. Dan pada instalasi yang cukup besar dengan kapasitas 300 ton/hari dapat dilengkapi dengan pembangkit listrik sehingga energi listrik sekitar 96. Sampah-sampah yang kiranya masih bisa diolah kembali. Proyek ini akan . Sebab kalau sampah itu bercampur dengan sampah lapuk yang sangat mudah membusuk akan menimbulkan bau tidak sedap. Sampah yang telah digiling cukup dihamparkan begitu saja tertimpa sinar matahari selama beberapa hari sampai membusuk dengan sempurna. sampah yang tak lapuh seperti kaca. agar proses pembusuksn oleh mikroorganisme dapat berjalan dengan baik. Sampah ditimbun begitu saja sampai menggunung. Walaupun demikian pembusukan bisa dilakukan secara sederhana. maka kompos siap dipasarkan. Sehingga yang tinggal hanya yang bisa lapuk saja. biomass dan energi untuk listrik. tapi lebih aman dan tidak merugikan kehidupan masyarakat. Residu tinta dipisahkan untuk meningkatkan kualitas.

Bakar atau hancurkan di incinerator. tegel. yakni terdiri dari sampah dan berangkal (puing). batako. Komposisi bahan yang diperlukan dalam membuat genteng berbeda dengan komposisi jenis batako. Bila incinerator tidak ada. waktu yang dibutuhka lebih sedikit. kemudian dimasukkan dalam digester (pengering) yang nantinya menghasilkan biogas dan kompos. yakni dengan pemanasan tinggi tanpa oksigen yang menhasilkan gas dan digunakan untuk menggerakkan turbin. dan air secukupnya (5%). sampah yang dihancurkan (45%). Batako dan bata menggunakan adukan tipe kasar. yang akan dibangun di empat lokasi. Selanjutnya bahan-bahan tadi dicampur dan diaduk-aduk. prosesnya dipilah dulu. sampah juga bisa dicacah dengan parang atau golok. kemudian dimasukkan dalam alat cetak genteng. Penghancuran dengan mesin giling relatif lebih efisien dan efektif. seperti bata seukuran bata merah. Dengan demikian tumpukan sampah itu akan mengering. Komposisi perbandingan bahan sama persis dengan batako. Proses pembuatan bahan bangunan 1. Cara pembuatannya. Setelah itu keluarkan batako yang sudah jadi dari alat cetak Untuk membuat lubang-lubang batako. Untuk sampah yang baru. Kedua bahan ini harus diolah terlebih dahulu. Alat cetak bisa dipakai alat cetak bata merah non sampah. dapat pula dilakukan secara manual. Pencacahan dilakukan di sebuah wadah khusus. sampah ternyata juga bisa dibuat bahan bangunan. Prosesnya. Marunda. Sampah basah seperti kayu. kertas dicacah dulu.250 ton per hari menjadi 1000 ton. proses pembakaran dapat dilakukan di tempat lain. 3. Pemprov DKI juga berencana menerapkan system waste to energy (WTE). Sayangnya ditempat-tempat pembuangan sampah tidak semuanya tersedia incinerator. Kalau genteng membutuhkan adukan tipe halus dengan komposisi sebagai berikut. misalnya di pekarangan atau di dalam wadah khusus seperti drum. ratakan bagian atasnya. Setelah jadi adukan dimasukkan dalam alat pencetak. Dalam prinsipnya pembuatan bata sama dengan pembuatan batako. paving block. Mula-mula seluruh sampah ditimbun dengan tanah. Teknologi ini disebut Anaerobic Digestion. Ragunan dan Duri Kosambi. daun. berangkal yang digiling (30%). Sebelumya alat cetak dilapisi oleh plastik dan diolesi solar secara merata di . teraso dan genteng. berangkal yang telah digiling (35%). Proses penghancuran berangkal dapat dilakukan di sebuah mesin giling khusus. semen (10%). misalnya di cekungan tanah. Teknologi yang digunakan adalah teknologi landfill. gas methan ditangkap dan digunakan untuk mengeringkan sampah. 2. Cairan yang keluar selama proses itu ditampung dan dikelola dalam instalasi khusus atau water treatment supaya tidak menimbulkan pencemaran. Sebaiknya penususksn dilakukan ketika alat cetak baru berisi separo. Selain itu. pergunakan pipa besi. Pencacahan tidak sebaik hasil pembakaran dan butuh waktu lama. Dengan ini diharapkan sampah di Bantar Gebang bisa berkurang dari 6. semen (20%). sampah yang telah dihancurkan (50%).mengolah sampah sebanyak 500 ton per hari dan menhasilkan listrik 5–8 megawatt. setelah adukan jadi. menjadikan biogas yang didapat dari sampah melalui gas engine dikonservasikan menjadi energi listrik. dan air secukupnya (5%). Proses pembuatan batako. Pulo Gebang. Adukan jangan terlalu encer atau kental. Perbandingan bahan-bahan untuk membuat batako. lalu lewat pipa yang dipasang di dalamnya. Sedangkan sampah kering semacam plastik akan diolah dengan teknologi pirolisis dan gassfication. Selain dibakar.

kemuadian campuran adukan tadi di press. Keluarkan tegel yang sudah jadi. Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan tegel terdiri dari sampah dan berangkal hancuran. seperti adukan untuk mengecor. Haluskan dengan alat penghalus. Kemudian preslah. Padatkan dan ratakan dengan besi atau baja. diikuti dengan adukan kedua 20 mm. Adukan ini digunakan untuk membuat tegel kembang dan polos. Proses selanjutnya sama dengan proses pembuatan tegel. teraso juga terdiri dari bagian kepala dan kaki. Adukan ke 4: terdiri dari semen putih. Untuk membuat tegel polos prosesnya paling sederhana. Siapkan cetakan. Aduklah sampai kental. Seperti tegel. Ratakan. semen biasa. Balikan alat cetak. Oleskan solar. Masukkan adukan kesatu setebal 5mm. Aukan ke 2: terdiri dari sampah dan berangkal kasar dan semen biasa dengan komposisi 5 : 1. Wagu F By Amri Views . Perbandingan kedua tipe ini 1:2. Khusus untuk sampah dan berangkal harus dibagi dua. 6. Bahan untuk membuat bagian kepala adalah semen putih. Keluarkan teraso dan bawa ketempat penampungan. Campurkan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan bagian kepala. Lapisi seluruh permukaan bagian dalam dengan plastik tipis. pewarna tegel dan air sabun. 5. Maka gentengpun sudah jadi. Setiap 1 kg semen biasa membutuhkan air sabun 3 liter dengan pewarna hitam secukupnya. tekan alasnya sambil menarik pegangannya. Paving block terbuat dari pencampuran dua tipe adukan. Adukan 1 dan 2 digunakan untuk semua jenis tegel. yang kasar dan yang halus.seluruh permukaan plastik. Adukan ke 3: terdiri dari kapur giling dan semen putih dengan komposisi 2 : 1. tipe kasar dan tipe halus. Untuk itu sampah berangkal harus diayak dengan ayakan ukuran maksimum lubang 2 mm. Lalu masukkan adukan kedua setebal 25 mm. Ini untuk bagian kaki. pewarna semen. Pemakaian bahan-bahan tadi tidak sekaligus tapi dibagi menjadi lima jenis adukan: Adukan ke 1: terdiri dari sampah dan berangkal halus dan semen biasa dengan komposisi 3 : 1. Adukan ke 5: terdiri dari semen biasa. pewarna hitam dan air sabun. Setiap 1 kg semen putih membutuhkan air sabun 1 liter dengan pewararna secukupnya. Adukan ini dipakai untuk jenis tegel wavel. Ini untuk bagian kepala. Kemudian siapkan adukan untuk bagian kaki. Kemudian diikuti adukan kesatu juga setebal 4 mm. semen putih. Adukan ini digunakan untuk membuat tegel wavel dan kembang. kapur giling dan air sabun. batu teraso dan air sabun. 4. Masukkan adukan kelima setebal 4 mm. kapur giling. Komposisinya 1:2:1 dengan air sabun secukupnya. Kemudian masukkan ke alat cetak yang terlebih dulu dilapisi dengan plastik yang diolesi solar. Cara mengeluarkan paving block dengan bantuan papan. Setelah proses tadi selesai. Masukkan adukan dibagian kepala setebal 4 mm. Setiap satu bagian tipe halus dicampurkan denga dua bagian tipe kasar. Ratakan permukaan dengan limbatan. Adukan yang sudah jadi dimasukkan ke dalam alat cetak pukul-pukul biar padat. Tempatkan diwadah khusus.

banyak sarana fasilitas akomodasi seperti hotel dan restoran. Dan bisa dimanfaatkan "Kita ubah enceng gondok menjadi energy yang ramah lingkungan. lanjut dia. Direktur PT Cipta Visi Sinar Kencana Sonson Garsoni menyebutkan teknologi pengolahan sampah menjadi bio energi telah diterapkan di Jawa Barat dan hasilnya sudah dapat dirasakan oleh masyarakat. pesantren Internasional. dengan biaya murah. dan Tasikmalaya.Pengusaha Jabar Lirik Pengolahan Sampah Organik di Batam BATAM--MICOM: Pengusaha provinsi Jawa Barat berminat menggarap sampah di Batam menjadi sumber bio energi dengan menerapkan teknologi yang tepat guna. namun pada praktiknya hal itu sangat mudah dapat diterapkan di mana pun di Indonesia. Dengan alat yang berupa digester dan generator untuk mengolah dan membangkitkan listrik. Khusus Batam. diterapkan pada sebuah danau berisikan enceng gondok yang terdapat kafe di sekitarnya. Jawa Barat. Daerah-daerah yang telah diuji coba antara lain Cipondoh Tangerang." ujarnya. di Indramayu. oleh kalangan dunia usaha." paparnya. "Mengolah sampah menjadi energy listrik dan bisa dijadikan pupuk organik teorinya rumit. Dia menjelaskan seperti di Cipondoh. Yang mana menghasilkan food waste (sampah sisa makanan) yang masuk kategori sampah organik. usai seminar Pemanfaatan Biomassa (Material Organik) Menjadi Bio Listrik dan Pupuk di Batam. Apalagi teknologi pengolahan sampah menjadi energi bisa diterapkan di kawasan terpencil di daerah pesisir yang ada di sejumlah kawasan di Batam seperti pulau-pulau yang sulit mendapatkan listrik. hal itu bisa . Kamis (26/5).

kami mendukung upaya itu.000 meter kubik atau 1 ton.dilakukan. Dengan syarat yaitu minimal kapasitas sampah organik yang dibutuhkan untuk menghasilkan listrik yang diperlukan sekitar 3. Wakil Wali Kota Batam Rudy mengatakan Pemkot Batam mendukung upaya perusahaan Jawa Barat untuk mengubah sampah organik menjadi energi yang bermanfaat dan murah bagi masyarakat Batam. (OL-12) http://www.000 watt per hari.mediaindonesia. "Masyarakat di daerah ini akan senang sekali dengan penerapan teknologi tersebut jika benar-benar akan diimplementasikan dalam waktu dekat.com/read/2011/05/27/229171/21/2/-Pengusaha-Jabar-Lirik-PengolahanSampah-Organik-di-Batam ." katanya. Sementara itu. dan sudah mampu menghasilkan listrik sekitar 5 atau 6 Kwh atau sama dengan 5.000 -6.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->