Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar, memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap

keberhasilan pengembangan sumber daya manusia. Pepatah yang mengatakan “Guru kencing berdiri, murid kencing lari” memang benar adanya. Bahkan tidak hanya murid yang akan melihat tingkah laku, maupun kepribadian guru. Namun semua lapisan masyarakat di lingkungan guru berada. Hal ini karena guru memiliki nilai lebih dalam masyarakat. Mereka adalah orang penting, orang berilmu, dan dianggap special di mata masyarakat. Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya, sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut “digugu” (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan “ditiru” (di contoh sikap dan perilakunya).Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. Dalam kaitan ini, Zakiah Darajat dalam Syah (2000:225-226) menegaskan bahwa kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya, ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah). Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. Fleksibilitas kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. Selain itu, ia memiliki resistensi atau daya tahan terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam pengamatan dan pengenalan.Dalam Undang-undang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi kepribadian adalah “kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik”. Yang dimaksud dengan komptensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Subkompetensi mantap dan stabil memiliki indicator esensial yakni bertindak sesuai dengan hokum, bertindak sesuai dengan norma social, bangga menjadi guru dan memiliki konsistensi dalam bertindak dan bertutur. Guru yang dewasa akan menampilkan kemandirian dalam bertindak dam memiliki etos kerja yang tinggi. Sementara itu, guru yang arif akan mampu melihat manfaat pembelajaran bagi peserta didik, sekolah dan masyarakat,

yang indikatornya bertindak sesuai dengan norma hukum. ikhlas dan dapat diteladani. antara lain melalui pembiasaan diri dalam. meletakkan persoalan sesuai pada tempatnya. mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan dalam pembelajaran apa pun jenis mata pelajarannya. workshop. berprilaku mencerminkan ketaqwaan. menerima dan memberi kritik dan saran. Kompetensi pedagogik. Esensi kompetensi kepribadian guru semuanya bermuara ke dalam intern pribadi guru. stabil. dan berwibawa yang ditandai. arif. Upaya pemerintah meningkatkan kemampuan pedagogis dan professional guru banyak dilakukan. Tampilan kepribadian guru akan lebih banyak memengaruhi minat dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. profesional dan sosial yang dimiliki seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran. (3) berprilaku sebagai pendidik profesional yang dicirikan. Tanpa bermaksud mengabaikan salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru. Yang paling utama dalam kepribadian guru adalah berakhlak mulia. tuntas. kompetensi kepribadian kiranya harus mendapatkan perhatian yang lebih. Mengacu kepada standar nasional pendidikan. tetapi implementasinya dalam pembelajaran kurang optimal. dan melaksanakan tugas secara mandiri. dan taqwa. (1) Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil. dan bertanggung jawab. jujur. Ia dapat menjadi teladan dan bertindak sesuai normaagama (iman. Berwibawa mengandung makna bahwa guru memiliki prilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan perilaku yang disegani. Sebab. Oleh karena itu. kompetensi kepribadian guru meliputi. maupun pemberdayaan musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. kompetensi ini akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik. ikhlas dan suka menolong serta memilki perilaku yang dapat dicontoh. dalam beberapa kasus tidak jarang seorang guru yang mempunyai kemampuan mumpuni secara pedagogis dan profesional dalam mata pelajaran yang diajarkannya. konsisten dalam bersikap dan bertindak. pada akhirnya akan lebih banyak ditentukan oleh kompetensi kepribadian yang dimilikinya. Hal ini boleh jadi disebabkan tidak terbangunnya jembatan hati antara pribadi guru yang bersangkutan sebagai pendidik dan siswanya. norma sosial. Akan tetapi. hal tersebut kurang menyentuh peningkatan kompetensi kepribadian guru. Bangga sebagai pendidik. Pribadi guru yang santun. jujur. membiasakan diri menerapkan kode etik . (1) selalu menampilkan diri sebagai pribadi mantap. dewasa. baik di kelas maupun di luar kelas. dan berprilaku yang dapat diteladani oleh murid dan masyarakat. respek terhadap siswa.menunjukkan sikap terbuka dalam berfkir dan bertindak. mentaati peraturan. berprilaku santun. Secara lebih specifik kompetensi kepribadian guru tersebut dijabarkan sebagai berikut. antara lain. (2) selalu menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi murid dan masyarakat yang tercermin melalui pembiasaan diri dalam. baik melalui pelatihan.

mengembangkan dan menyelenggarakan kegiatan yang menunjang profesi guru. bersikap inovatif. (4) mampu mengembangkan diri secara terus menerus sebagai pendidik yang dicirikan keinginan melatih diri dalam memanfaatkan berbagai sumber untuk meningkatkan pengetahuan/ketrampilan/dan kepribadian. Sedangkan Pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuan merancang pembelajaran. Sumber: http://nyongandikahendra. dan masyarakat dalam program pembelajaran khususnya dan peningkatan kulitas pendidikan umumnya. dan riset lainnya (7) mampu berkomunikasi secara efektif dengan orang tua peserta didik. melainkan manusia biasa. Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak. Upaya meningkatkan kualifikasi guru menjadi D-IV atau S1mulai dilakukan. memecahkan masalah dan meningkatkan kinerjanya untuk kepentingan pendidikan. mengimplementasikan pembelajaran. karena ia berfungsi sebagai pemelihara kinerjanya. dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. mengkaji strategi berfikir reflektif untuk melakukan penilaian kinerja sendiri. masih diperlukan bekal kepribadian yang berawal dari motivasi menjadi guru sebagai panggilan hidupnya. dan menindaklanjuti hasil penilaian kinerjanya untuk kepentingan peserta didik.com/2009/04/kompetensikepribadian. adaptif dan kritis terhadap lingkungan. kompetensi dan kompensasi guru diperbaiki.html tp Q tambahin dikiiiiiiit. sama dengan manusia biasa lainnya. dedikasinya.com/2007/01/06/kompetensi-yang-harus-dimiliki-seorangguru/ . sesama pendidik.wordpress. mengikuti berbagai kegiatan yang menunjang pengembangan profesi keguruan. mengingat guru bukanlah jenis "manusia super". Ne bisa jd bagian latar belakang atw pendahuluan:: HINGGA saat ini pemerintah telah berupaya mewujudkan guru profesional. membiasakan diri menilai kinerjanya sendiri dan melakukan refleksi untuk perbaikan di masa depan. menunjukkan komitmen sebagai pendidik. tetapi belumlah cukup untuk mewujudkan guru profesional yang bermartabat dan beradab. Menurut penulis upaya tersebut adalah penting. Yang membedakannya dari manusia yang bukan guru adalah niat atau motivasinya. idealismenya. kompetensinya dan profesionalismenya". melakukan berbagai kegiatan yang memupuk kebiasaan membaca dan menulis. dan mengembangkan etos kerja secara bertanggung jawab. (5) mampu menilai kinerjanya sendiri yang dikaitkan dalam pencapaian utuh pendidikan yang dicirikan antara lain.profesi guru dalam kehidupan sehari-hari. http://saifuladi. Kompetensi pedagogik yang dimaksud dalam tulisan ini yakni antara lain kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik.blogspot. (6) mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. menilai proses dan hasil pembelajaran..

Menurut Peraturan Pemerintah tentang Guru. bahwasanya kompetensi pedagogik Guru merupakan kemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi: 1. Selain itu. Perancangan pembelajaran Guru memiliki merencanakan sistem pembelajaran yang memamfaatkan sumber daya yang ada. Merujuk pada sistem pengelolaan pembelajaran yang berbasis subjek (mata pelajaran). sehingga mengetahui dengan benar pendekatan yang tepat yang dilakukan pada anak didiknya. guru memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan pembelajaran di kelas. Pemahaman terhadap peserta didik Guru memiliki pemahaman akan psikologi perkembangan anak. Guru memiliki latar belakang pendidikan keilmuan sehingga memiliki keahlian secara akademik dan intelektual. Guru memiliki pengetahuan dan pemahaman terhadap latar belakang pribadi anak. guru seharusnya memiliki kesesuaian antara latar belakang keilmuan dengan subjek yang dibina. sehingga dapat mengidentifikasi problem-problem yang dihadapi anak serta menentukan solusi dan pendekatan yang tepat. Selain itu. 3. Guru dapat membimbing anak melewati masa-masa sulit dalam usia yang dialami anak. Secara otentik kedua hal tersebut dapat dibuktikan dengan ijazah akademik dan ijazah keahlian mengajar (akta mengajar) dari lembaga pendidikan yang diakreditasi pemerintah. Semua aktivitas pembelajaran dari awal sampai akhir telah dapat . pengembangan kurikulum/silabus Guru memiliki kemampuan mengembangkan kurikulum pendidikan nasional yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lingkungan sekolah. 2. 4. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan.

berbasis pada perencanaan dan solusi atas masalah yang dihadapi anak dalam belajar. 7. guru menggunakan teknologi sebagai media. Dalam menyelenggarakan pembelajaran. . Membiasakan anak berinteraksi dengan menggunakan teknologi. Penelitian tindakan kelas. termasuk antisipasi masalah yang kemungkinan dapat timbul dari skenario yang direncanakan. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya Guru memiliki kemampuan untuk membimbing anak. Memberikan ruang yang luas bagi anak untuk dapat mengeksplor potensi dan kemampuannya sehingga dapat dilatih dan dikembangkan. 5. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan ini adalah dengan melaksanakan penelitian tindakan kelas. Untuk dapat mengevaluasi. guru harus dapat merencanakan penilaian yang tepat. hasil belajar anak. metode dan pendekatan. menciptakan wadah bagi anak untuk mengenali potensinya dan melatih untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki. Sehingga hasil belajar anak dapat meningkat dan target perencanaan guru dapat tercapai. melakukan pengukuran dengan benar. respon anak.direncanakan secara strategis. Pemanfaatan teknologi pembelajaran. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis Guru menciptakan situasi belajar bagi anak yang kreatif. Menyediakan bahan belajar dan mengadministrasikan dengan menggunakan teknologi informasi. dan membuat kesimpulan dan solusi secara akurat. Evaluasi hasil belajar Guru memiliki kemampuan untuk mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan meliputi perencanaan. 8. aktif dan menyenangkan. 6.

Sumber: http://mahmuddin.com/2008/03/19/kompetensi-pedagogik-guruindonesia/ Nama: Restu Ragil P. Kesemua aspek kompetensi paedagogik di atas senantiasa dapat ditingkatkan melalui pengembangan kajian masalah dan alternatife solusi.wordpress.Pada prinsipnya. NIM : 09403241042 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful