Rabu, April 11

Falsafah,Tugas,Peran dan Kepribadian Pelatih Falsafah,Tugas,Peran dan Kepribadian Pelatih
OLEH: SYAMSUL RIZAL BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Lahirnya seorang juara tidak dapat dilepaskan dari peranan pelatih. Meskipun bakat pembawaan merupakan modal dasar lahirnya seorang juara, namun persaingan ketat dalam olahraga dewasa ini telah melibatkan para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, sehingga tentu saja pelatih sangat memegang peran utama. Kepelatihan merupakan usaha atau kegiatan memberi perlakuan untuk membantu atlet agar pada akhirnya atlet dapat mengembangkan diri sendiri dan meningkatkan bakat kemampuan, keterampilan, kondisi fisik, pengetahuan, sikap-sikap, penguasaan emosi serta kepribadian pada umumnya. Dalam olahragapun tentunya kita sepakat bahwa atlet diharapkan dapat berbuat sebaik – baiknya, selain kemampuan pribadinya dapat berfungsi baik dalam suatu tingkat integrasi tertentu, juga menunjukkan kematangan emosional serta dapat menguasai dirinya. Atas dasar itulah sehingga nantinya kita berharap bahwa olahraga dapat memberi dampak positif pada individu seperti peningkatan tanggung jawab, kejujuran dalam bermain, kerjasama, memperhatikan orang lain, kepemimpinan, menghargai para pelatih, wasit dan pembina, setia, toleran, disiplin yang akhirnya dapat diharapkan menjadi warga negara yang baik. Selain itu kita juga berharap tentu saja tugas pelatih bukan sekedar hanya membantu atlet untuk meraih prestasi, akan tetapi pelatih juga harus menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam olahraga. Semua itu bisa terwujud apabila setiap pelatih bisa memahami sifat-sifat kepribadiannya sendiri untuk dapat menyadari kelemahan-kelemahannya, dan selanjutnya berusaha mencapai target yang ditetapkannya, untuk mencapai prestasi lebih tinggi, memenangkan pertandingan atau memecahkan rekornya sendiri. Namun kenyataan dilapangan tak jarang kita masih melihat beberapa pelatih yang belum memposisikan dirinya sebagai pelatih yang benar- benar sesuai dengan apa yang sudah menjadi norma dan tugas tanggung jawabnya, diantaranya dengan mempertontonkan tingkah lakunya ketika sedang dalam pertandingan yang tentu saja jauh dari keinginan dari harapan masyarakat pada umumnya. Sebagai contoh kasus, penulis mencoba menampilkan dua pelatih yang kurang menerima kekalahan timnya, contoh pertama pelatih Persik Kediri Jaya Hartono, pihaknya mengaku timnya telah dikerjai oleh wasit saat melawan Perseman Manokwari dalam laga terakhir putaran pertama Grup II Liga Divisi Utama Indonesia Ti-Phone di Stadion Sanggeng, Manokwari, Papua Barat, Minggu (6/2) lalu. Bahkan ia menuding timnya telah dikerjain wasit, sehingaa permainan pun tidak berjalan secara fair play. "Kami dikerjai oleh wasit habis-habisan. Permainan tidak berjalan secara fair play. Sehingga kami banyak dirugikan dengan keputusan yang sifatnya kontroversial," kata Jaya Hartono sebagaimana dilansir GOAL.com Indonesia. Hal serupa tentu saja tidak terjadi hanya diliga Indonesia, bahkan di liga seri A dunia, seperti halnya pelatih Napoli Walter Mazzari yang tidak puas dengan wasit saat pasukannya dibekap Ac Milan. Bahkan Mazzari mempertanyakan keputusan Nicola Rizzoli mengusir keluar Michele Pazienza di menit 45, dan menganggap wasit tidak cermat melihat bahwa Napoli layak mendapat penalti saat Lavezzi dijatuhkan Sokratis di kotak penalti. Atas ketidak puasannya tersebut bahkan Mzzari sempat menyidir wasit dengan pertanyaan “Saya tidak ingin berbicara soal wasit. Wasit harus menunjukan

penulis akan membahasnya secara rinci berdasarkan kajian beberapa literatur yang relevan.konsistensi dalam semua situasi di sebuah pertandingan. Tujuan Makalah ini bertujuan mendeskripsikan berbagai penomena pelatih khususnya yang berkenaan dengan falsafah. Namun selain itu ada juga yang beranggapan dengan menjadi pelatih ia akan memperoleh kekuasaan. peran dan kepribadian pelatih. termasuk juga dengan pelatih. bahasa yang digunakannya. 1. sampai kepada kostum latihan dan pertandingannya. Dan tidak sedikit pula yang menjadikan keahlian melatihnya semata- . Dan sebelum kita membahas lebih dalam tentang falsafah pelatih. BAB II PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini tentunya akan membahas lebih dalam lagi tentang falsafah pelatihan olahraga dan tugas. D. (Harsono:1988). peran dan kepribadian pelatih. Atas penomena di atas tentu saja kita sepakat bahwa banyak pelatih profesional pun ketika di hadapkan dalam keadaan tertekan mereka menyimpang dari falsafah. Hand ball untuk Napoli. sikap. menggunakan metoda studi litelatur . kesetiaan terhadap teman dan timnya.. dimana penulis mencoba untuk mengeksplorasi berbagai referensi yang relevan dengan topik permasalahan yang penulis bahas. Maka sikap dan perilakunya. Adapun permasalahan tersebut penulis rinci sebagai bentuk pertanyaan Apa implementasi nilai pedagogi dan apa nilai-nilai penting dari falsafah. peran dan kepribadian pelatih. Salah satu arti dari falsafah adalah bahwa falsafah ialah suatu system dari prinsip-prinsip yang dipakai untuk membimbing orang dalam kegiatan-kegiatannya. kesanggupan untuk mengatasi stress-stress pertandingan.Falsafah Pelatih Berbicara tentang falsafah tentu saja setiap orang mempunyai falsafah hidup masing-masing. yang memfokuskan pada permasalahan secara spesifik. Motivasi menjadi pelatih. yang keduanya mengacu kepada system nilai-nilai seseorang. dan prinsip-prinsip yang menuntun (guide) perilaku orang sebagaii pelatih (Harsono:1988). itu semua dapat merupakan sebagian dari indikator –indikator yang mencerminkan falsafah pelatihnya. Metoda Dalam memecahkan masalah dalam makalah ini. B. C. ada yang memilih karier menjadi pelatih atas dasar ia ingin mengamalkan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya kepada orang lain. Motivasi memilih karier menjadi pelatih tentu saja setiap orang tidak sama. peran dan kepribadian pelatih. Perilaku di luar lapangan. kita biasanya akan dapat mengetahui falsafah pelatihnya. kita bicara mengenai suatu perangkat sikap (attitudes) atau prinsip-prinsip dasar yang menuntun tabiat dan perilaku di dalam situasi-situasi praktek. kepercayaan (belief). Selain itu nilai-naial apa yang penting dan bagaimana implementasi nilai pedagogi dari falsafah. tugas. atau ada juga yang beranggap dengan menjadi pelatih ia bisa mendapat kepuasan setelah atlet didikannya memperlihatkan peningkatan prestasi. Gaya permainan para atletnya. rasa hormat (respect) yang diperlihatkan kepada para ofisial dan lawan-lawannya. kepribadiannya sebagai pelatih. Jadi kalau kita bicara mengenai falsafah kepelatihan.” ungkap Mazzari. Dengan mengobservasi perilaku para atletnya. Aspek-aspek falsafah dan etika coaching adalah saling berhubungan. A. tentu kita harus mengenal terlebih dahulu apa arti dari falsafah itu sendiri. semangat bertandingnya. tugas. Penangannya juga akan berbeda dengan pelatih-pelatih yang falsafah coachingnya lain. Ada pula yang memang senang mengasuh anak-anak muda dan senang akan keterlibatan yang terus menerus dalam sensasi stress dan sensasi pertandingan. juga hand ball untuk Milan (bila kejadiannya sama). Ada pelatih-pelatih yang falsafah coachingnya adalah “memenangkan setiap pertandingan”. seperti dikutip Football-Italia. serta cara menangani olahraganya dan atlet-atletnya adalah tercermin dalam falsafahnya tersebut. Permasalahan Berdasarkan permasalahan tersebut. Berbeda dengan pelatih-pelatih yang falsafah coachingnya adalah menanamkan kepribadian yang baik dan prilaku etis pada atlet-atletnya. staminanya pada akhir-akhir pertandingan. tugas. ya. seperti halnya memperoleh status dan pengakuan dimasyarakat.

mata sebagai sumber hidupnya. spiritual. Oleh karena itu sering kali pelatih mengahalalkan segala macam cara untuk bisa memenangkan pertandingan. Perilaku. Artinya dalam kondisi atau situasi apapun kita harus bisa menghormati keputusan yang dibuat oleh wasit. Coach harus pula dapat memberikan bimbingan agar atlet-atletnya bisa berdikari dalam hidupnya kelak dan menjadi warga negara yang baik. Dibawah ini akan diuraikan beberapa tugas utama seorang pelatih. B. dan selalu merasa bahwa kepintaran coachingnya senantiasa dinilai oleh masyarakat dengan menang kalahnya atlet-atletnya dalam pertandingan. Falsafah seorang pelatih harus tercermin di dalam pendapatnya dan tingkah lakunya dalam melaksanakan tugasnya sebagai coach dan dalam membina atletnya-atletnya untuk memperkembangkan secara optimal kesehatan fisik. Seorang pelatih harus memberikan contoh sikap yang sportif kepada atletnya. 2. Sudah kebayang apabila ada seorang atlet yang memiliki perilaku buruk. Sikap sportif. serta cita-cita tinggi dari profesi tersebut. 2. Apalagi bagi anak-anak seorang pemain yang juara suka dijadikan sebagai idola hidupnya. Juga sifat seorang pemimpin akan terlihat dalam kondisi yang sekalipun kritis . Kepemimpinan. sportivitasnya. dan sifat-sifat demokratisnya. Artinya bukan hanya juara yang dikejar oleh pelatih akan tetapi prilaku sosial atlet juga harus dapat perhatian. (Harsono:1988). Hal negatif inilah yang serring kali menyebabkan olahraga menjadi suatu aktivitas komersial dan bukan lagi sesuatu yang menyenangkan dan yang dapat dinikmati. Perilaku seorang pelatih dimasyarakat harus menjadi contoh yang baik dalam masyarakat. Contohnya dalam keadaan klubnya atau atletnya kalah seorang pelatih harus bisa memperlihatkan sifat getelmennya. Ada seperangkat ketentuan dan kewajiban moral yang harus kita patuhi. Karena kehidupan seorang pelatih selalu jadi sorotan masyarakat. Perangkat ketentuan-ketentuan tersebut biasanya dituangkan di dalam kode etik pelatih. teman sejati. bapak. maka mereka seringkali lupa akan tugas-tugas moral dan tujuan-tujuan yang murni dari olahraga. 3. Sebagai seorang pemimpin harus mampu memberikan motivasi kepada atletnya juga harus mau menerima saran dari para pembantunya. Dilema pelatih Karena sering kali kurang memperlihatkan pentingnya tujuan berolahraga ini. dan sebagai teman hanya dia yang akan dipercaya apabila atlet memiliki masalah yang bersifat pribadi. perilaku etis. Pemimpin yang baik ialah yang disegani bukan ditakuti. dan respek terhadap orang lain. akan tetapi lebih jauh dari itu. Jauh dari itu seorang pelatih harus mampu menjadi guru sebagai pendidik. dan sosialnya. Sebagai guru pelatih akan disegani dan dihormati. Falsafah seorang pelatih harus tercermin di dalam watak luhurnya. kepribadian. 3. Itu semua adalah (dan seharusnya) merupakan tanggungjawab seorang pemimpin olahraga. Bagaimana mau diturut atau digugu oleh atletnya apablia ia tidak memiliki sikap sebagai seorang pemimpin. moral yang baik.Tugas. Demikian pula dalam profesi melatih. tujuan-tujuan. Peran dan Kepribadian Pelatih Tugas pelatih bukan hanya membantu atlet untuk meraih prestasi. Jiwa kepemimpinan harus dimiliki oleh seorang pelatih. pertimbanganpertimbangan intelektualnya. Begitu kompleks dan rumitnya peran dan tugas sebagai seorang pelatih. dan dengan sendirinya juga yang diharapkan dari seorang pelatih. walaupun sebenarnya keputusan wasit itu sangat merugikan klub atau atletnya dan menghormati . artinya jangan sampai seorang pelatih ada perilakunya yang tidak sesuai dengan norma atau aturanaturan kehidupan dalam masyarakat. sebagai bapak dia akan dicintai oleh atletnya. pelatih juga harus menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam olahraga. 1. dan juga termasuk bagaimana sebenarnya perilaku seorang pelatih dalam masyarakat. mental. yaitu berperilaku dan berkiprah sesuai dengan norma-norma. Di samping itu tugasnya adalah juga untuk memperkembangkan keterampilan motorik dan prestasi atlet. sehingga apabila ada tindak tanduk perilaku yang tidak baik maka dengan cepat akan menyebar ke seluruh masyarakat dan ini akan menjadi boomerang bagi dirinya sendiri juga bagi tim yang di asuhnya. maka secara tidak langsung akan diikuti oleh penggemar-penggemarnya. Harapan orang dari seorang pelatih. karena atlet adalah model bagi masyarakat. Dalam setiap profesi musti ada kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi oleh anggotanya.

data kondisi fisiknya. mengambil inisiatif. ini merupakan tugas yang sangat berat. atau bahkan ikut dalam proses latihan. atau terpaksa harus menerima kenyataan dilapangan padahal klubnya dirugikan itu adalah cerminan tingkat keseimbangan emosional yang baik. Dari sini kita bisa menangkap bahwa seorang pelatih itu harus memiliki ilmu pengetahuan tentang ilmu pelatihan. tekanan emosional. Salah satu contohnya bagaimana menangani masalah menang dan kalah. sehingga lawan sulit untuk membaca permainan yang diterapkannya. Betapa beratnya tugas seorang pelatih. Ini semua menuntut kesehatan dan vitalitas yang tinggi dari seorang pelatih. Ini biasanya tertuang dalam proses latihan yang selalu menciptakan hal-hal yang baru. Ketegasan dan keberanian. Satu sifat yang tampaknya enteng padahal ssangat perlu.kemenangan lawan. Keseimbangan emosional. 10. suasana ketegangan yang terus menerus terutama pada saat kompetisi sedang berlangsung. Mengajar mereka bagaimana mengelola sukses secara santun adalah penting akan tetapi yang lebih penting lagi bagaimana mereka mengelola kalah dengan baik. ini artinya seorang pelatih harus mampu mengendalikan emosinya (self control). dan ini sangat beruntung untuk klub atau atletnya 7. 6. Tidak diragukan lagi bahwa seorang pelatih harus memiliki dan menguasai pengetahuan yang luas terutama pengetahuan tentang ilmu-ilmu yang mendukung dalam proses pelatihan. Bahkan dalam keadaan sedang bermain atletnya pelatih dapat merubah-rubah taktik yang dipakai. dan yang penting lagi sifat ini harus mampu ditularkan kepada atlet-atletnya. 4. citra rasa humor yang tinggi akan lebih mendekatkan hubungan dengan para atletnya. Pelatih juga sebagai pengelola olahraga. Pendewasaan anak. Ini biasanya dibutuhkan dalam kreativitas untuk merubah-rubah kondisi dilapangan atau strategi yang baik untuk mensiasati lawan supaya mencapai kemenangan. Kemampuan bersikap wajar dalam kondisi dan situasi yang sangat tertekan. ini berarti pelatih itu ada sekolahnya atau ada pendidikan secara formalnya. dan selalu ingat bahwa masih ada hari esok. Kemampuan untuk membuat orang lain tertawa akan membawa pada situasi yang menyegarkan. akan tetapi bukan berarti kita harus sering mengalah melainkan kita kalah dengan terhormat. menginventalisir data-data atletnya. Humor. 8. Kemampuan ini adalah kemampuan untuk membentuk hayalan-hayalan mental tentang obyek yang tidak nampak. Seorang pelatih tidak boleh mendengar ucapan-ucapan penonton yang memberikan saran untuk mengganti pemain atau menukar posisi dalam situasi pertandingan. akan tetapi ilmu pengetahuannyalah yang lebih penting dalam mendukung prestasi dalam melatihnya. Perkembangan serta pendewasaan anak. juga dalam taktik permainan baik taktik menyerang atau taktik bertahan. termasuk mengajar sifat-sifat kepemimpinan. Imajinasi. rileks. Seorang pelatih akan selalu ada dalam tingkat stress yang tinggi. juga harus mampu memberikan contoh yang baik dalam hal keterampilan cabang olahraganya. bahkan kemajuan dan kemunduran yang dialami oleh atletnya tidak boleh terlewatkan dari analisanya. apalagi pada saat terjun dilapangan memberikan contoh gerakan yang baik. 11. Pengetahuan dan keterampilan. 12. 5. ambisi disiplin tentunya sangatlah penting diperhatikan oleh seorang pelatih. karena dengan humor akan menurunkan tingkat ketegangan yang dirasakan oleh atlet. Atlet harus diajar untuk senantias berusaha untuk mencoba terus . oleh karena itu ia harus mampu mengorganisir program latihan dan pertandingan. Begitu juga mengenai kemampuan keterampilannya ini akan lebih baik jika pelatih itu adalah orang yang berpendidikan dalam ilmunya juga mantan atlet cabang olahraga tersebut. kekompakan tim. Karena yang mengetahui kondisi permainan dan kondisi atletnya hanyalah pelatihnya sendiri oleh karena itu keputussan yang diambilpun harus berdasarkan pada analisanya sendiri. Administator. mengevaluasi dan menganalisa hasil kerjanya dalam hal melatih apakah ada kemajuan atau mandeg atau bahkan mundur. . disamping tugas sehari-harinya dia juga harus mempersiapkan program untuk latihan esok harinya. Atlet harus belajar bagaimana hidup dalam kemenangan dan bagaimana dalam kekalahan. 9. Kesehatan. dan ini akan membawa dampak yang positif kepada atletnya. Seorang pelatih harus memiliki keberanian yang tegas dalam mengambil keputusan pada kondisi yang tertekan.

18. 22. pelatih lain. 15. untuk dapat melakukan tugas dan peranan pelatih dengan sebaik-baiknya maka beberapa hal dibawah ini perlu mendapat perhatian. Berpikir positif. Kegembiraan bermain dan berlatih tersebut bisa diselipkan dalam latihan-latihan. 16. dan antara sesama atlet yang didasarkan atas nilai-nilai pendidikan. Berbicara didepan umumm dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar tentu saja selain dapat dengan mudah dicerna juga bisa menaikan prestise pelatih itu sendiri dimata para pendengarnya. Terlebih dahulu perlu diciptakan komunikasi yang sebaik-baiknya antar pelatih dengan atlet. Pelatih harus mampu menjadi motivator yang baik sebagaimana dikatakan Singer (1984) : “ To be agood coach one has to be a good motivator”. Pelatih raus dapat menghargai keputusan-keputusan wasit dan ofisial pertandingan lainnya. Pelatih janganlah menggunakan wewenang untuk kepentingan pribadi. yang semua itu didasarkan atas sikap-sikap positif konstuktif. Pelatih yang sukses biasanya adalah pelatih yang sangat memperhatikan atlet-atletnya. Hargai tim tamu. 13. selalu menerima dengan tangan terbuka baik padangan maupun kritik yang diberikan para asistennya. Diantaranya sebagai pelatih harus merupakan sebagai bapak yang selalu memberikan bimbingan dan adanya rangsang kepada asistennya. 19. Pelatih harus memperlakukan tim tamu dengan menyuguhkan permainan yang seru dan bermutu dengan tetap menjunjung rasa sportifitas dan mengedepankan fair play. akan tetapi dengan tetap tidak melupakan disiplin. 3. Mengisukan orang. 4. karena pada akhirnya keberhasilan penampilan seorang atlet akan bergantung pada diri atlet itu sendiri. yaitu . Hubungan yang baik antara pelatih dengan para asistennya adalah penting oleh karena turut menentukan sukses tidaknya tim yang dilatihnya. menerima silang pendapat dengan para asistennya bila ada suatu masalah yang perlu dipecahkan. Dan selalu memusatkan pada kekuatan yang miliki bukan kepada kelamahan pada saat disetiap pertandingan. Pelatih harus berani untuk melarang judi kepada atletnya dan apabila ada yang melakukannya tentu saja pelatih harus berani memberikan sanksi bagi atletnya. Pelatih harus melatih atlet-atletnya agar mereka selalu berpikiran positi. 20. keterbukaan. Kalau sekiranya perlu untuk memberikan contoh mengenai kekurangan-kekurangan demikian. mengisukan. sifat-sifat. Atlet ingin agar dia diakui sebagai orang dan bukan sebagai sesuatu yang hanya dipergunakan untuk pertandingan. kebutuhan dan minat atlet sebagaimana dikatakan Dewey (1964) keberhasilan pendidikan juga akan ditentukan oleh seberapa jauh kita memperhatikan minat (interest). 1. Larang judi. 17. yaitu antara lain rasa keakraban. yaitu interaksi antara pelatih dan atlet. optimistic. seperti halnya dnegan menerima hadiah yang bisa memberikan peluang untuk dirinya menyimpang dari kode etik profesinya. Menggunakan wewenang. kebutuhan (needs) dan kemampuan (ability) yang harus dikembangkan dari subyek didik. Pelatih harus secara sungguh-sungguh untuk mempersiapkan mentalnya seperti halnya siap mengabdikan diri sepenuhnya. kesedian untuk dikoreksi. menceritakan kekurangankekurangan atlet. 14. atau ofesial lain kepada orang lain.Kegembiraan berlatih. Tugas pelatih yang tidak boleh diabaikan yaitu . Memahami watak. Kendatipun tidak setuju dengan keputusan wasit salurkanlah melalui proses yang resmi. Interaksi edukatif perlu diciptakan oleh pelatih. tidak selalu menumpahkan segala kesalahan kepada para asistennya akan tetapi selalu menjalin kerjasama dengan baik yang didasarkan atas kepentingan bersama. alangkah baiknya menyebutnya secara umum. 21. Perhatian pribadi. Pelatih yang baik sebaiknya jangan mengkritik. Selain apa yang dipaparkan di atas. Pelatih harus dapat mengajarkan kegembiraan bermain dan berlatih. 2. Berbahasa baik dan benar. Hargai wasit. Bagaimanapun hebatnya seorang pelatih tidak akan dapat membina atlet dengan baik apabila tidak ada kesediaan psikologik dari atlet untuk mendengarkan dan menerima petunjuk-petunjuk dari pelatihnya. Hubungan dengan para asisten pelatih. penuh kasih sayang. karena setiap atlet merasa bahwa dia mendapat perhatian pribadi dari pelatihnya. Sukses akan diperoleh kalau perhatian banyak ditujukan kepada kebutuhan-kebutuhan atlet. mengamalkan segala pengetahuan yang dimiliki dan yang terpenting berani berkorban baik fisik maupun mental untuk profesinya tersebut. Sikap mental. menerima saran-saran dan sebagainya.

permasalahan-permasalahan atlet dapat ditangani lebih efektif. team terorganisir baik. Intense atau driven coach dalam banyak hal sifatsifatnya mirip dengan the hardnosed authoritarian coach. segan berhubungan dekat dengan orang lain. team spirit baik pada saat menang. bedanya drive coach lebih emosional dan tidak suka menghukum. Gaya pelatih seperti ini banyak terdapat pada pelatih. 2. selalu berkemauan keras melibatkan diri dan tidak pernah puas dengan apa yang dihasilkan. Adapun ciri driven coach adalah : mudah kelihatah khawatir dan bingung. Sementara untuk kepribadian pelatih akan dibahas pula gaya kepempimpinan pelatih dengan membanding-bandingkan sifat-sifat pelatih dengan berbagai kelebihan dan kekurangnya yaitu dengan membedakan gaya kepemimpinan pelatih atas dasar sifat-sifat kepribadiannya (Tutko dan Richards (1971) seperti di bawah ini. dapat kehilangan atlet-atlet yang mempunyai sifat pemalu. rumahnya selalu terbuka bagi para atlet . enggan membuat jadwal kerja.pelatih muda (tidak semua) dengan ciri-ciri : sangat disiplin. dapat bertindak kejam dan sadis. sering bersikap moralitas dan religius. Adapun ciri-cirinya yaitu antara lain : tidak pernah tampak serius menghadapi segala sesuatu. untuk menimbulkan motivasi menggunakan perlakuan-perlakuan (push ups. Beberapa hal yang kurang menguntungkan. sering membenci atau khawatir. biasanya kondisi fisik anggota tema lebih baik dari lain team. tuntutannya sering tidak realistic. mendorong atlet untuk berjuang mencapai target yang ditetapkan. selalu memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai permainan dan segala peraturannya. menyediakan seluruh waktu untuk memahami permasalahan yang dihadapi. team yang mampu bermain keras dan agresif. mudah kehilangan atlet karena kurang ditangani dengan baik. membenci atlet yang menunjukkan penampilan malas. keras memegang pendirian sering berprasangka. sekolah ataupun pekerjaan. yaitu antara lain : team mudah mendiskusikan sesuatu apabila ada hal-hal yang tidak baik dalam suasana yang tidak menyenangkan. Adalah gambaran seorang pelatih yang bergaya jagoan yang merasa yakin dalam tindakan-tindakan menetapkan sasaran atau target. pelatih tersebut biasanya kerja lebih keras daripada atlet yang dibinanya. kurang hangat dalam pergaulan. maupun problema dalam keluarga. suasana team rileks penuh kekeluargaan. tidak pernah mendesah segalanya dilihatnya mudah. suasana team tegang. penumbuhkan motivasi dengan cara positif.membantu atlet dalam memecahkan problema-problema yang dihadapi. The Nice guy coach. terlalu fleksibel dalam membuat perencanaan namun kadang-kadang menjadi kacau balau. The Hardnosed authoritarian coach. pemain-pemain yang sensitive mudah droup out. yaitu antara lain : ikatan team kuat/akrab. penuh perhatian kepada orang lain. Adapun kelemahan atau hal yang kurang menguntungkan. segala sesuatu ditangani secara pribadi. merupakan pelatih yang memiliki sifat kebalikan dari driven coach yang penuh semangat dan suka memaksa. sering memaksakan peraturan dengan ancaman hukuman. baik problema yang dihadapi dalam latihan dan pertandingan. The easy going coach Pelatih ini sering menganggap enteng permasalahan. Mengenai hal-hal yang kurang menguntungkan. 4. yaitu antara lain : suka menakut-nakuti atlet dalam upaya member tantangan. 3. Adalah pelatih yang bergaya seperti bujangan yang pandai bergaul. lebih senang mempunyai asisten orang-orang yang lemah. antara lain : pelatih sering kelihatan lemah. team dibantu sepenuhnya kalau mau kerja keras. dapat mengorganisasikan sesuatu dengan baik dan terencana dengan baik. kemungkinan team mengalami burn out sebelum berakhir season. lari keliling. suka mendramatisasikan keadaan. member kesan bahwa . seiring mencoba-coba sesuatu dan terbuka terhadap saran-saran. Kebaikan dari driven coach yaitu antara lain : tema yang dibina pada umumnya sikses dalam pertandingan. dengan memiliki ciri-ciri : disenangi banyak orang. memotivasi atlet atas dasar pengalaman pribadi. Kebaikan pelatih dengan gaya seperti ini. dsb nya) Kebaikan dari gaya pelatih seperti ini antara lain : terbentuknya displin yang kuat. 1. atlet berbakat kurang ditangani dengan baik. sering anggota team malu mengenai penampilannya yang emosional. atlet sering menunjukan prestasi melebihi apa yang diharapkan. Intense or driven coach. sangat kaku dalam menerapkan jadwal dan rencana.

BAB III KESIMPULAN Kewajiban dan tugas seorang pelatih sangat luas dan komplek. toleran. Segi-segi kekurangan yang terjadi antara lain : sering timbul rasa dianggap tidak penting. 2) hubungan interpersonal yang terjadi antara atlet dengan atlet. team spirit kurang. maka dalam kehidupan seharihari pelatoh sebagai seorang model atau panutan para atletnya serta senantiasa bertindak sebagai bapak atau seorang teman yang merupakan tempat tumpuan curahan isi hati setiap atlet. penanganan team kurang untuk dapat kerja keras. yaitu antara lain : sering pelatih tampak tidak mampu menguasai pemainnya. serta untuk dapat mengontrol dan mengembalikan perkembangannya. kejujuran dalam bermain. Kebaikan pelatih ini antara lain : team selalu up to date dalam penguasaan teknik-teknik baru. pelatih sering tampak tidak ambil pusing oleh keadaan. stress. atlet dengan pelatih. displin yang akhirnya dapat diharapkan menjadi warga Negara yang baik. segala sesuatu didapat dengan mudah oleh team. sikap-sikap. 5. teratur terarah dan berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan : 1. atlet merasa percaya dirinya berkembang melalui organisasi yang dikelola secara cerdik. adanya tekanan karena tidak menangani team dengan baik dapat mudah menimbulkan panik. sering tampak seperti playboy tidak senang olahraga. atlet dengan orang tua.Dengan upaya pembinaan atlet yang dilakukan secara terencana. selalu berusaha mendapat informasi terbaru. Meningkatkan keadaan fisik dan kemampuan keterampilan atlet sesuai cabang yang ditekuni . memperhatikan orang lain. setia. Ini penting sekali untuk dipahami pelatih karena atlet adalah individu yang sering mengalami persaingan. harapan orang dari seorang pelatih dan dilema pelatih. Sukses dan sebagainya. Harsono (1988) juga menegaskan bahwa berbicara mengenai falsafah coaching tidak terlepas dari suatu perangkat sikap atau prinsip-prinsip dasar yang menuntun tabiat dan perilaku pelatih di dalam situasi-situasi praktek. menghargai para pelatih. Pengetahuan atlet menganai apa yang harus dilakukan agar dapat mencapai prestasi tinggi dan mengapa latihan-latihan tertentu dilakukan 2. penguasaan emosi serta kepribadian pada umumnya. kondisi fisik. Kepelatihan merupakan usaha atau kegiatan memberi perlakuan untuk membantu atlet agar pada akhirnya atlet dapat mengembangkan diri sendiri dan meningktakna bakat kemampuan. mempelajari sesuatu. tampaknya berpribadi dingin tidak hangat dalam pergaulan. Ini semua sangat berguna untuk dapat memahami kemampuan atlet. sehingga pelatih lebih menyerupai guide dan konsultan. team tampak terorganisasi secara strategis untuk dapat mencapai sukses. kepemimpinan. Sehubungan hal di atas tiap-tiap pelatih diharapkan lebih peka menghadapi : 1) tuntutan kebutuhan dan motivasi atlet-atletnya. mudah kehilangan atlet karena kurang motivasi secara emosional. The business like coach Pelatih yang bergaya seperti business men ini sangat berhasrat untuk belajar.. wasit dan pembina. Mengenai hal-hal yang kurang menguntungkan.semuanya dapat dikendalikan sehingga pada saat –saat tertentu kelihatan malas. Kebaikan pelatih ini antara lain : team hanya mengalami sedikit tekanan. keluarga kelompok-kelompok pergaulan dan sebagainya. Pendapat para ahli pada umumnya menunjukkan kecenderungan yang sama. perasaan gagal. yaitu bahwa olahraga dapat memberikan dampak positip pada individu seperti peningkatan tanggung jawab. sulit menghadapi atlet yang kurang terorganisasi dengan baik. menumbuhkan perasaan tidak tergantung pada pelatih. pengetahuan. keterampilan. Dan sapek –aspek tersebut tidak terlepas dari peran motivasi menjadi pelatih. pragmatis dan tekun. Tutko dan Richards (1971) menegaskan bahwa tugas pelatih adalah membantu atlet agar pada akhirnya atlet dapat menolong dirinya sendiri atau dapat berdiri sendiri. pikiran utamanya ditujukan pada lawan bertanding. Adapun ciri business like coach yaitu : menggunakan pendekatan dalam olahraga atas dasar untung rugi. pendekatannya sangat logis. pemikirannya tajam. team sering tidak dalam kondisi fisik yang baik karena kurang keras latihan. biasanya selfish yaitu memiliki sifat semau gue. kerjasama.

5. yaitu bahwa kepribadian adalah the sum total of an individual‟s characteristics which make him unique”. Menurut Allport. kebiasaan-kebiasaannya yang khas yang membedakannya dengan kepribadian orang lain. Menanamkan cita-cita dan kepribadian yang mantap sehingga mampu mengembangkan diri sendiri dan mampu menghadapi hambatan-hambatan dalam keadaan bagaimanapun juga.blogspot. kepribadian adalah VI the dynamic organization within the individual of those psychophysical systems that determine his unique adjustments to his environment”. Sehingga segala ucapannya dan tindak tanduknya akan pula mempunyai peranan yang penting dalam pembentukan falsafah hidup si anak/atlet. Mengembangkan sikap positif kontruktif terhadap sesame atlet terhadap program latihan terhadap pelatih dan pembina. bermanfaat. Gill (1986) juga mengatakan bahwa “Personality is the individual‟s unique psychological makeup or “. selanjutnya akan diuraikan berbagai tipe kepribadian pelatih yang khas dan yang biasanya kita kenal dalam profesi kepelatihan olahraga. .com/2012/04/falsafahtugasperan-dan-kepribadian. Sementara untuk gambaran kepribadian pelatih dengan berbagai sifat sebagai cirinya yang oleh Tutko dan Richards (1971) dibedakan dalam lima gaya kepemimpinan pelatih yang terdiri dari : the hardnosed authoritarian coach. Secara sederhana. teori mengenai kepribadian yang mungkin bisa diajukan di sini adalah bahwa kepribadian seseorang biasanya dicerminkan oleh sifat-sifat. Seorang pelatih disamping falsafah hidup yang benar. the nice guy coach. the easy going coach dan the business like coach. diri-ciri perangai. Konsep mengenai kepribadian adalah begitu luas sehingga sukar Untuk memberikan batasannya secara tepat.atas dasar analisis yang cermat dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi mutahir 3. Intinya sifat dan kepribadian pelatih akan banyak turut menentukan keberhasilan atau tidak tugas pengabdiannya. Ia harus sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah benar. bertujuan dan merupakan sumbangan yang vital guna mencapai tujuan-tujuan tersebut. Dan bila kita membicarakan mengenai kepemimpinan maka sudah barang tentu akan menyangkut sifat dan ciri-ciri kepribadian seseorang. pendidik dan seorang ayah. Kepribadian manusia dapat dibedakan atas sifat-sifat yang dimilkinya. Meningkatkan kemampuan penguasaan emosi. penguasaan diri dan lebih meningkatkan motif berprestasi untuk bisa mencapai prestasi setinggi-tingginya. 4. Sebelum kita bicarakan gaya-gaya umum kepemimpinan. Ia adalah seorang guru. http://maafjiwaku. Cox (1985) mengatakan bahwa batasan kepribadian yang diajukan oleh Allport pada tahun 1937 masih cukup siknifikan. relatively stable. dan kemudian mengutip pendapat Lazarus dan Monat “ the underlying. bukanlah satu-satunya cara untuk dapat memahami kepribadian pelatih. ia juga harus memiliki falsafah yang baik tentang olahraga dan latihan. psychological structures and processes that organize human experience and shape a person‟s actions and reactions to the environment”. Sehingga kalau kita berbicara tentang kepribadian seorang pelatih maka hal ini tidaklah dapat dipisahkan dengan kepemimpinannya dalam melatih. (Cox: 1985). Hollander pada tahun 1976 mengajukan batasan yang senada akan tetapi lebih sederhana.html Kepribadian Pelatih Teori kepribadian. berpuluh-puluh kemungkinan variasi sehingga dapat menimbulkan lebih dari lima pola/gaya kepemimpinan pelatih. dan kombinasi dari sifat-sifat tersebut dapat bervariasi. intense or driven coach.

Setiap orang umumnya memiliki banyak sifat dan perangai. di Senayan. apakah saya akan bisa terus konsentrasi selama pertandingan nanti”. mereka umumnya mengatakan bahwa kepribadian seseorang adalah unik. keinginankeinginannya dorongan-dorongan hatinya. Perubahan-perubahan bisa terjadi selama hayat. Kita lihat di sini pula bahwa setiap atlet memberikan reaksi yang berbeda terhadap suatu situasi tertentu. pembimbing. yang berjuang “sampai titik darah yang penghabisan „ yang santai. Pengaruh ini bisa positif atau negatif.Batasan apapun yang diberikan oleh beberapa ahli lainnya. Tipe kepribadian pelatih. Kepribadian dibentuk dan berkembang selama hidup kita.C. khas. Ada yang dilukiskan sebagai seorang individu yang keras. dan selanjutnya berpengaruh pula terhadap tipe tim dan kepribadian tim yang dilatihnya. prestasi mereka pada pertandingan yang akan datang juga akan berbeda oleh karena mereka mempunyai perasaan yang berbeda terhadap kemungkinan penampilan mereka pada pertandingan yang akan datang tersebut. perangai. dan inteligensi. misalnya selau membantah. Kalau anda berkesempatan meneliti di T. mengajak orang lain berkelahi. kepribadian pelatih juga bisa ikut membentuk kepribadian atlet yang dilatihnya. dicap sebagai orang yang mempunyai ciri kepribadian agresif. Oleh karena itu adalah teramat penting bahwa seorang coach mengenal kepribadiannya sendiri. ada yang dilukiskan sebagai seorang model. Mengapa? Oleh karena kepribadian pelatih dapat berpengaruh terhadap falsafahnya mengenai olahraga. sosial. Orang biasanya melihat dirinya sendiri sebagaimana Ia mengharapkan orang lain melihat dirinya. kekuatankekuatannya kelemahan-kelemahannya. Seorang pemanah yang mempertanyakan “Apakah saya akan bisa menembak dengan baik. dan yang dominan ini biasanya yang diidentifikasikan orang sebagai kepribadiannya. Hal ini sesuai dengan batasan yang diberikan oleh Cattell. Memang tidak mudah untuk betul-betul obyektif terhadap diri sendiri. Yang yakin biasanya akan lebih unggul daripada yang bimbang. Berbagai faktor yang bisa menyebabkan perubahan-perubahan tersebut adalah misalnya faktor lingkungan. bisa memperbaiki atau merusak. Selain itu. yang mudah menyerah. tidak kenal kompromi. Pengertian (insight) mengenai masalah-masalah psikologis penting bagi seorang pelatih agar pendekatannya terhadap atletnya bisa semakin efektif. Beberapa sifat. untuk kemudian hilang pada waktu kita dewasa. kebiasaan bisa saja mendominasi kepribadian kita pada usia muda. Perkembangan kepribadian selalu dinamis. Amatlah penting bagi pelatih untuk memiliki kepribadian yang socially desirable and technically necery for success in athletic coaching”. Dan besar kemungkinannya pula bahwa. pelindung bagi atlet-atletnva ada pula yang digambarkan sebagai individu yang santai yang seolah-olah tidak mempedulikan anak asuhannya. dan sekali pun kepada dirinya sendiri. tidak statis. terutama atlet-atlet yang masih muda. mencerminkan kepribadian yang berbeda. Dan pengaruh ini bisa dibawa seumur hidup oleh atlet yang dipengaruhinya tersebut. emosional. yaitu bahwa kepribadian adalah that which tells what a man will do when plced in a given situation”. Kepribadian dapat mempengaruhi perilaku kita. Seseorang yang senantiasa berubah agresif. dan seorang pemanah lain yang mengatakan “Saya yakin akan bisa menembak dengan baik. (Llewellyn dan Blucker: 1982). dari yang “galak” sampai yang lembut. bertengkar mulut. mental. den sebagainya. Orang condong untuk menolak mengakut kelemahan-kelemannya. Akan tetapi hanya beberapa sifat saja yang biasanya dominan. Sosok pelatih telah dilukiskan oleh banyak orang dalam berbagai tipe. (Moore: 1971). contoh dan orang yang sportif. mudah marah. apakah timnya adalah tim yang bersemangat. faktor-faktor fisik. motifmotifnya. Pelatih harus sadar bahwa dia bisa mempengaruhi perkembangan watak dan kepribadian atlet-atletnya. karena itu tidak akan pernah berhenti. akan bisa mengatasisegala stress pertandingan”. anda akan bisa menemukan variasi dan berbagai ragam tipe kepnibadian pelatih kita. Beberapa penulis buku dan peneliti telah mencoba untuk mengklasifikasikan berbagai tipe .

pelatih sesuai dengan perangai dan temperamen yang mereka pancarkan.html . dua orang peneliti yang secara ekstensif membahas tipe-tipe pelatih http://aryadipelatih.com/2012/12/kepribadian-pelatih.blogspot. Tutko dan Richards (1975).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful