Rabu, April 11

Falsafah,Tugas,Peran dan Kepribadian Pelatih Falsafah,Tugas,Peran dan Kepribadian Pelatih
OLEH: SYAMSUL RIZAL BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah Lahirnya seorang juara tidak dapat dilepaskan dari peranan pelatih. Meskipun bakat pembawaan merupakan modal dasar lahirnya seorang juara, namun persaingan ketat dalam olahraga dewasa ini telah melibatkan para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, sehingga tentu saja pelatih sangat memegang peran utama. Kepelatihan merupakan usaha atau kegiatan memberi perlakuan untuk membantu atlet agar pada akhirnya atlet dapat mengembangkan diri sendiri dan meningkatkan bakat kemampuan, keterampilan, kondisi fisik, pengetahuan, sikap-sikap, penguasaan emosi serta kepribadian pada umumnya. Dalam olahragapun tentunya kita sepakat bahwa atlet diharapkan dapat berbuat sebaik – baiknya, selain kemampuan pribadinya dapat berfungsi baik dalam suatu tingkat integrasi tertentu, juga menunjukkan kematangan emosional serta dapat menguasai dirinya. Atas dasar itulah sehingga nantinya kita berharap bahwa olahraga dapat memberi dampak positif pada individu seperti peningkatan tanggung jawab, kejujuran dalam bermain, kerjasama, memperhatikan orang lain, kepemimpinan, menghargai para pelatih, wasit dan pembina, setia, toleran, disiplin yang akhirnya dapat diharapkan menjadi warga negara yang baik. Selain itu kita juga berharap tentu saja tugas pelatih bukan sekedar hanya membantu atlet untuk meraih prestasi, akan tetapi pelatih juga harus menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam olahraga. Semua itu bisa terwujud apabila setiap pelatih bisa memahami sifat-sifat kepribadiannya sendiri untuk dapat menyadari kelemahan-kelemahannya, dan selanjutnya berusaha mencapai target yang ditetapkannya, untuk mencapai prestasi lebih tinggi, memenangkan pertandingan atau memecahkan rekornya sendiri. Namun kenyataan dilapangan tak jarang kita masih melihat beberapa pelatih yang belum memposisikan dirinya sebagai pelatih yang benar- benar sesuai dengan apa yang sudah menjadi norma dan tugas tanggung jawabnya, diantaranya dengan mempertontonkan tingkah lakunya ketika sedang dalam pertandingan yang tentu saja jauh dari keinginan dari harapan masyarakat pada umumnya. Sebagai contoh kasus, penulis mencoba menampilkan dua pelatih yang kurang menerima kekalahan timnya, contoh pertama pelatih Persik Kediri Jaya Hartono, pihaknya mengaku timnya telah dikerjai oleh wasit saat melawan Perseman Manokwari dalam laga terakhir putaran pertama Grup II Liga Divisi Utama Indonesia Ti-Phone di Stadion Sanggeng, Manokwari, Papua Barat, Minggu (6/2) lalu. Bahkan ia menuding timnya telah dikerjain wasit, sehingaa permainan pun tidak berjalan secara fair play. "Kami dikerjai oleh wasit habis-habisan. Permainan tidak berjalan secara fair play. Sehingga kami banyak dirugikan dengan keputusan yang sifatnya kontroversial," kata Jaya Hartono sebagaimana dilansir GOAL.com Indonesia. Hal serupa tentu saja tidak terjadi hanya diliga Indonesia, bahkan di liga seri A dunia, seperti halnya pelatih Napoli Walter Mazzari yang tidak puas dengan wasit saat pasukannya dibekap Ac Milan. Bahkan Mazzari mempertanyakan keputusan Nicola Rizzoli mengusir keluar Michele Pazienza di menit 45, dan menganggap wasit tidak cermat melihat bahwa Napoli layak mendapat penalti saat Lavezzi dijatuhkan Sokratis di kotak penalti. Atas ketidak puasannya tersebut bahkan Mzzari sempat menyidir wasit dengan pertanyaan “Saya tidak ingin berbicara soal wasit. Wasit harus menunjukan

kesetiaan terhadap teman dan timnya. Motivasi menjadi pelatih. tugas. BAB II PEMBAHASAN Dalam pembahasan ini tentunya akan membahas lebih dalam lagi tentang falsafah pelatihan olahraga dan tugas. semangat bertandingnya. Tujuan Makalah ini bertujuan mendeskripsikan berbagai penomena pelatih khususnya yang berkenaan dengan falsafah. kita bicara mengenai suatu perangkat sikap (attitudes) atau prinsip-prinsip dasar yang menuntun tabiat dan perilaku di dalam situasi-situasi praktek. penulis akan membahasnya secara rinci berdasarkan kajian beberapa literatur yang relevan. menggunakan metoda studi litelatur .konsistensi dalam semua situasi di sebuah pertandingan. (Harsono:1988). Berbeda dengan pelatih-pelatih yang falsafah coachingnya adalah menanamkan kepribadian yang baik dan prilaku etis pada atlet-atletnya. serta cara menangani olahraganya dan atlet-atletnya adalah tercermin dalam falsafahnya tersebut. kepercayaan (belief). A. ya. Dengan mengobservasi perilaku para atletnya. staminanya pada akhir-akhir pertandingan. peran dan kepribadian pelatih. Selain itu nilai-naial apa yang penting dan bagaimana implementasi nilai pedagogi dari falsafah. Perilaku di luar lapangan.Falsafah Pelatih Berbicara tentang falsafah tentu saja setiap orang mempunyai falsafah hidup masing-masing. atau ada juga yang beranggap dengan menjadi pelatih ia bisa mendapat kepuasan setelah atlet didikannya memperlihatkan peningkatan prestasi. tugas.. Permasalahan Berdasarkan permasalahan tersebut. yang memfokuskan pada permasalahan secara spesifik. peran dan kepribadian pelatih. sikap. Motivasi memilih karier menjadi pelatih tentu saja setiap orang tidak sama. dan prinsip-prinsip yang menuntun (guide) perilaku orang sebagaii pelatih (Harsono:1988). Metoda Dalam memecahkan masalah dalam makalah ini. Dan sebelum kita membahas lebih dalam tentang falsafah pelatih.” ungkap Mazzari. Ada pelatih-pelatih yang falsafah coachingnya adalah “memenangkan setiap pertandingan”. kesanggupan untuk mengatasi stress-stress pertandingan. peran dan kepribadian pelatih. kita biasanya akan dapat mengetahui falsafah pelatihnya. dimana penulis mencoba untuk mengeksplorasi berbagai referensi yang relevan dengan topik permasalahan yang penulis bahas. Jadi kalau kita bicara mengenai falsafah kepelatihan. juga hand ball untuk Milan (bila kejadiannya sama). B. Salah satu arti dari falsafah adalah bahwa falsafah ialah suatu system dari prinsip-prinsip yang dipakai untuk membimbing orang dalam kegiatan-kegiatannya. Namun selain itu ada juga yang beranggapan dengan menjadi pelatih ia akan memperoleh kekuasaan. rasa hormat (respect) yang diperlihatkan kepada para ofisial dan lawan-lawannya. Penangannya juga akan berbeda dengan pelatih-pelatih yang falsafah coachingnya lain. peran dan kepribadian pelatih. Hand ball untuk Napoli. yang keduanya mengacu kepada system nilai-nilai seseorang. Adapun permasalahan tersebut penulis rinci sebagai bentuk pertanyaan Apa implementasi nilai pedagogi dan apa nilai-nilai penting dari falsafah. bahasa yang digunakannya. kepribadiannya sebagai pelatih. Maka sikap dan perilakunya. termasuk juga dengan pelatih. Aspek-aspek falsafah dan etika coaching adalah saling berhubungan. Dan tidak sedikit pula yang menjadikan keahlian melatihnya semata- . ada yang memilih karier menjadi pelatih atas dasar ia ingin mengamalkan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya kepada orang lain. Atas penomena di atas tentu saja kita sepakat bahwa banyak pelatih profesional pun ketika di hadapkan dalam keadaan tertekan mereka menyimpang dari falsafah. Gaya permainan para atletnya. 1. sampai kepada kostum latihan dan pertandingannya. tugas. C. seperti halnya memperoleh status dan pengakuan dimasyarakat. itu semua dapat merupakan sebagian dari indikator –indikator yang mencerminkan falsafah pelatihnya. Ada pula yang memang senang mengasuh anak-anak muda dan senang akan keterlibatan yang terus menerus dalam sensasi stress dan sensasi pertandingan. tentu kita harus mengenal terlebih dahulu apa arti dari falsafah itu sendiri. seperti dikutip Football-Italia. D.

bapak. Dilema pelatih Karena sering kali kurang memperlihatkan pentingnya tujuan berolahraga ini. Sudah kebayang apabila ada seorang atlet yang memiliki perilaku buruk. maka secara tidak langsung akan diikuti oleh penggemar-penggemarnya. Seorang pelatih harus memberikan contoh sikap yang sportif kepada atletnya. Jauh dari itu seorang pelatih harus mampu menjadi guru sebagai pendidik. sebagai bapak dia akan dicintai oleh atletnya. Dibawah ini akan diuraikan beberapa tugas utama seorang pelatih. teman sejati. Bagaimana mau diturut atau digugu oleh atletnya apablia ia tidak memiliki sikap sebagai seorang pemimpin. Hal negatif inilah yang serring kali menyebabkan olahraga menjadi suatu aktivitas komersial dan bukan lagi sesuatu yang menyenangkan dan yang dapat dinikmati. sehingga apabila ada tindak tanduk perilaku yang tidak baik maka dengan cepat akan menyebar ke seluruh masyarakat dan ini akan menjadi boomerang bagi dirinya sendiri juga bagi tim yang di asuhnya. Oleh karena itu sering kali pelatih mengahalalkan segala macam cara untuk bisa memenangkan pertandingan. dan sebagai teman hanya dia yang akan dipercaya apabila atlet memiliki masalah yang bersifat pribadi. Perilaku. Juga sifat seorang pemimpin akan terlihat dalam kondisi yang sekalipun kritis . dan sifat-sifat demokratisnya. Perangkat ketentuan-ketentuan tersebut biasanya dituangkan di dalam kode etik pelatih. Demikian pula dalam profesi melatih. Begitu kompleks dan rumitnya peran dan tugas sebagai seorang pelatih. sportivitasnya. Sikap sportif. perilaku etis. Ada seperangkat ketentuan dan kewajiban moral yang harus kita patuhi. Pemimpin yang baik ialah yang disegani bukan ditakuti. 2. 2. Falsafah seorang pelatih harus tercermin di dalam watak luhurnya. Coach harus pula dapat memberikan bimbingan agar atlet-atletnya bisa berdikari dalam hidupnya kelak dan menjadi warga negara yang baik. dan selalu merasa bahwa kepintaran coachingnya senantiasa dinilai oleh masyarakat dengan menang kalahnya atlet-atletnya dalam pertandingan. Contohnya dalam keadaan klubnya atau atletnya kalah seorang pelatih harus bisa memperlihatkan sifat getelmennya. 3. tujuan-tujuan. kepribadian. 1. Artinya dalam kondisi atau situasi apapun kita harus bisa menghormati keputusan yang dibuat oleh wasit. Apalagi bagi anak-anak seorang pemain yang juara suka dijadikan sebagai idola hidupnya. pelatih juga harus menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam olahraga. dan juga termasuk bagaimana sebenarnya perilaku seorang pelatih dalam masyarakat. dan sosialnya. Di samping itu tugasnya adalah juga untuk memperkembangkan keterampilan motorik dan prestasi atlet. Dalam setiap profesi musti ada kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi oleh anggotanya. maka mereka seringkali lupa akan tugas-tugas moral dan tujuan-tujuan yang murni dari olahraga.mata sebagai sumber hidupnya. Sebagai seorang pemimpin harus mampu memberikan motivasi kepada atletnya juga harus mau menerima saran dari para pembantunya. Sebagai guru pelatih akan disegani dan dihormati. Artinya bukan hanya juara yang dikejar oleh pelatih akan tetapi prilaku sosial atlet juga harus dapat perhatian. Peran dan Kepribadian Pelatih Tugas pelatih bukan hanya membantu atlet untuk meraih prestasi. akan tetapi lebih jauh dari itu. artinya jangan sampai seorang pelatih ada perilakunya yang tidak sesuai dengan norma atau aturanaturan kehidupan dalam masyarakat. walaupun sebenarnya keputusan wasit itu sangat merugikan klub atau atletnya dan menghormati . serta cita-cita tinggi dari profesi tersebut. Itu semua adalah (dan seharusnya) merupakan tanggungjawab seorang pemimpin olahraga. dan dengan sendirinya juga yang diharapkan dari seorang pelatih. spiritual. Harapan orang dari seorang pelatih. pertimbanganpertimbangan intelektualnya. (Harsono:1988). Falsafah seorang pelatih harus tercermin di dalam pendapatnya dan tingkah lakunya dalam melaksanakan tugasnya sebagai coach dan dalam membina atletnya-atletnya untuk memperkembangkan secara optimal kesehatan fisik. yaitu berperilaku dan berkiprah sesuai dengan norma-norma. dan respek terhadap orang lain. moral yang baik. Kepemimpinan. mental.Tugas. 3. Karena kehidupan seorang pelatih selalu jadi sorotan masyarakat. Perilaku seorang pelatih dimasyarakat harus menjadi contoh yang baik dalam masyarakat. B. Jiwa kepemimpinan harus dimiliki oleh seorang pelatih. karena atlet adalah model bagi masyarakat.

Pengetahuan dan keterampilan. 8. citra rasa humor yang tinggi akan lebih mendekatkan hubungan dengan para atletnya. Begitu juga mengenai kemampuan keterampilannya ini akan lebih baik jika pelatih itu adalah orang yang berpendidikan dalam ilmunya juga mantan atlet cabang olahraga tersebut. Ini biasanya dibutuhkan dalam kreativitas untuk merubah-rubah kondisi dilapangan atau strategi yang baik untuk mensiasati lawan supaya mencapai kemenangan. Imajinasi. rileks. atau terpaksa harus menerima kenyataan dilapangan padahal klubnya dirugikan itu adalah cerminan tingkat keseimbangan emosional yang baik. dan ini akan membawa dampak yang positif kepada atletnya. Ketegasan dan keberanian. Kemampuan untuk membuat orang lain tertawa akan membawa pada situasi yang menyegarkan. sehingga lawan sulit untuk membaca permainan yang diterapkannya. akan tetapi ilmu pengetahuannyalah yang lebih penting dalam mendukung prestasi dalam melatihnya. ini merupakan tugas yang sangat berat. Seorang pelatih harus memiliki keberanian yang tegas dalam mengambil keputusan pada kondisi yang tertekan. atau bahkan ikut dalam proses latihan. Karena yang mengetahui kondisi permainan dan kondisi atletnya hanyalah pelatihnya sendiri oleh karena itu keputussan yang diambilpun harus berdasarkan pada analisanya sendiri. dan selalu ingat bahwa masih ada hari esok. Atlet harus belajar bagaimana hidup dalam kemenangan dan bagaimana dalam kekalahan. Pelatih juga sebagai pengelola olahraga. 5. oleh karena itu ia harus mampu mengorganisir program latihan dan pertandingan. ini berarti pelatih itu ada sekolahnya atau ada pendidikan secara formalnya. karena dengan humor akan menurunkan tingkat ketegangan yang dirasakan oleh atlet. Ini biasanya tertuang dalam proses latihan yang selalu menciptakan hal-hal yang baru. Keseimbangan emosional. kekompakan tim. Salah satu contohnya bagaimana menangani masalah menang dan kalah. Seorang pelatih akan selalu ada dalam tingkat stress yang tinggi. akan tetapi bukan berarti kita harus sering mengalah melainkan kita kalah dengan terhormat. disamping tugas sehari-harinya dia juga harus mempersiapkan program untuk latihan esok harinya. dan yang penting lagi sifat ini harus mampu ditularkan kepada atlet-atletnya. ini artinya seorang pelatih harus mampu mengendalikan emosinya (self control). juga dalam taktik permainan baik taktik menyerang atau taktik bertahan. Humor. Mengajar mereka bagaimana mengelola sukses secara santun adalah penting akan tetapi yang lebih penting lagi bagaimana mereka mengelola kalah dengan baik. apalagi pada saat terjun dilapangan memberikan contoh gerakan yang baik. Perkembangan serta pendewasaan anak. mengevaluasi dan menganalisa hasil kerjanya dalam hal melatih apakah ada kemajuan atau mandeg atau bahkan mundur. Administator. menginventalisir data-data atletnya. Tidak diragukan lagi bahwa seorang pelatih harus memiliki dan menguasai pengetahuan yang luas terutama pengetahuan tentang ilmu-ilmu yang mendukung dalam proses pelatihan. 9. suasana ketegangan yang terus menerus terutama pada saat kompetisi sedang berlangsung. Atlet harus diajar untuk senantias berusaha untuk mencoba terus . 6. Kemampuan ini adalah kemampuan untuk membentuk hayalan-hayalan mental tentang obyek yang tidak nampak. Pendewasaan anak. Seorang pelatih tidak boleh mendengar ucapan-ucapan penonton yang memberikan saran untuk mengganti pemain atau menukar posisi dalam situasi pertandingan. 12.kemenangan lawan. Ini semua menuntut kesehatan dan vitalitas yang tinggi dari seorang pelatih. tekanan emosional. Satu sifat yang tampaknya enteng padahal ssangat perlu. juga harus mampu memberikan contoh yang baik dalam hal keterampilan cabang olahraganya. ambisi disiplin tentunya sangatlah penting diperhatikan oleh seorang pelatih. bahkan kemajuan dan kemunduran yang dialami oleh atletnya tidak boleh terlewatkan dari analisanya. Betapa beratnya tugas seorang pelatih. Kemampuan bersikap wajar dalam kondisi dan situasi yang sangat tertekan. . dan ini sangat beruntung untuk klub atau atletnya 7. 11. data kondisi fisiknya. Dari sini kita bisa menangkap bahwa seorang pelatih itu harus memiliki ilmu pengetahuan tentang ilmu pelatihan. mengambil inisiatif. 10. termasuk mengajar sifat-sifat kepemimpinan. 4. Kesehatan. Bahkan dalam keadaan sedang bermain atletnya pelatih dapat merubah-rubah taktik yang dipakai.

tidak selalu menumpahkan segala kesalahan kepada para asistennya akan tetapi selalu menjalin kerjasama dengan baik yang didasarkan atas kepentingan bersama. 13. selalu menerima dengan tangan terbuka baik padangan maupun kritik yang diberikan para asistennya. karena setiap atlet merasa bahwa dia mendapat perhatian pribadi dari pelatihnya. Interaksi edukatif perlu diciptakan oleh pelatih. 14. Pelatih harus dapat mengajarkan kegembiraan bermain dan berlatih. Hubungan dengan para asisten pelatih. Pelatih yang sukses biasanya adalah pelatih yang sangat memperhatikan atlet-atletnya. Selain apa yang dipaparkan di atas. mengamalkan segala pengetahuan yang dimiliki dan yang terpenting berani berkorban baik fisik maupun mental untuk profesinya tersebut. Berpikir positif. Pelatih harus melatih atlet-atletnya agar mereka selalu berpikiran positi. 3. 17. Pelatih yang baik sebaiknya jangan mengkritik. alangkah baiknya menyebutnya secara umum. Kalau sekiranya perlu untuk memberikan contoh mengenai kekurangan-kekurangan demikian. yang semua itu didasarkan atas sikap-sikap positif konstuktif. 18. Pelatih janganlah menggunakan wewenang untuk kepentingan pribadi. penuh kasih sayang. Pelatih raus dapat menghargai keputusan-keputusan wasit dan ofisial pertandingan lainnya. yaitu interaksi antara pelatih dan atlet. Perhatian pribadi. Berbicara didepan umumm dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar tentu saja selain dapat dengan mudah dicerna juga bisa menaikan prestise pelatih itu sendiri dimata para pendengarnya. atau ofesial lain kepada orang lain. 1. 15. Terlebih dahulu perlu diciptakan komunikasi yang sebaik-baiknya antar pelatih dengan atlet. Kegembiraan bermain dan berlatih tersebut bisa diselipkan dalam latihan-latihan. yaitu antara lain rasa keakraban. menerima silang pendapat dengan para asistennya bila ada suatu masalah yang perlu dipecahkan. Diantaranya sebagai pelatih harus merupakan sebagai bapak yang selalu memberikan bimbingan dan adanya rangsang kepada asistennya. dan antara sesama atlet yang didasarkan atas nilai-nilai pendidikan. Bagaimanapun hebatnya seorang pelatih tidak akan dapat membina atlet dengan baik apabila tidak ada kesediaan psikologik dari atlet untuk mendengarkan dan menerima petunjuk-petunjuk dari pelatihnya. Hargai tim tamu. Memahami watak. Atlet ingin agar dia diakui sebagai orang dan bukan sebagai sesuatu yang hanya dipergunakan untuk pertandingan. untuk dapat melakukan tugas dan peranan pelatih dengan sebaik-baiknya maka beberapa hal dibawah ini perlu mendapat perhatian. Larang judi. Hargai wasit. Pelatih harus berani untuk melarang judi kepada atletnya dan apabila ada yang melakukannya tentu saja pelatih harus berani memberikan sanksi bagi atletnya. akan tetapi dengan tetap tidak melupakan disiplin. Dan selalu memusatkan pada kekuatan yang miliki bukan kepada kelamahan pada saat disetiap pertandingan. kebutuhan dan minat atlet sebagaimana dikatakan Dewey (1964) keberhasilan pendidikan juga akan ditentukan oleh seberapa jauh kita memperhatikan minat (interest). 16. Mengisukan orang. 22. Tugas pelatih yang tidak boleh diabaikan yaitu . Pelatih harus memperlakukan tim tamu dengan menyuguhkan permainan yang seru dan bermutu dengan tetap menjunjung rasa sportifitas dan mengedepankan fair play. 2. 20. 4. Pelatih harus secara sungguh-sungguh untuk mempersiapkan mentalnya seperti halnya siap mengabdikan diri sepenuhnya. Sikap mental. karena pada akhirnya keberhasilan penampilan seorang atlet akan bergantung pada diri atlet itu sendiri. optimistic. kebutuhan (needs) dan kemampuan (ability) yang harus dikembangkan dari subyek didik.Kegembiraan berlatih. keterbukaan. menceritakan kekurangankekurangan atlet. 21. Hubungan yang baik antara pelatih dengan para asistennya adalah penting oleh karena turut menentukan sukses tidaknya tim yang dilatihnya. pelatih lain. Menggunakan wewenang. mengisukan. 19. yaitu . Berbahasa baik dan benar. menerima saran-saran dan sebagainya. Pelatih harus mampu menjadi motivator yang baik sebagaimana dikatakan Singer (1984) : “ To be agood coach one has to be a good motivator”. kesedian untuk dikoreksi. Kendatipun tidak setuju dengan keputusan wasit salurkanlah melalui proses yang resmi. seperti halnya dnegan menerima hadiah yang bisa memberikan peluang untuk dirinya menyimpang dari kode etik profesinya. Sukses akan diperoleh kalau perhatian banyak ditujukan kepada kebutuhan-kebutuhan atlet. sifat-sifat.

The Nice guy coach.pelatih muda (tidak semua) dengan ciri-ciri : sangat disiplin. yaitu antara lain : suka menakut-nakuti atlet dalam upaya member tantangan. member kesan bahwa . merupakan pelatih yang memiliki sifat kebalikan dari driven coach yang penuh semangat dan suka memaksa. Mengenai hal-hal yang kurang menguntungkan. terlalu fleksibel dalam membuat perencanaan namun kadang-kadang menjadi kacau balau. team terorganisir baik. sering bersikap moralitas dan religius. team dibantu sepenuhnya kalau mau kerja keras. kurang hangat dalam pergaulan. selalu memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai permainan dan segala peraturannya. dapat bertindak kejam dan sadis. membenci atlet yang menunjukkan penampilan malas. mudah kehilangan atlet karena kurang ditangani dengan baik. tidak pernah mendesah segalanya dilihatnya mudah. 4. kemungkinan team mengalami burn out sebelum berakhir season. team yang mampu bermain keras dan agresif. maupun problema dalam keluarga. selalu berkemauan keras melibatkan diri dan tidak pernah puas dengan apa yang dihasilkan. menyediakan seluruh waktu untuk memahami permasalahan yang dihadapi. mendorong atlet untuk berjuang mencapai target yang ditetapkan. team spirit baik pada saat menang. suasana team tegang. memotivasi atlet atas dasar pengalaman pribadi. sangat kaku dalam menerapkan jadwal dan rencana. 2. 1. atlet sering menunjukan prestasi melebihi apa yang diharapkan. yaitu antara lain : ikatan team kuat/akrab. penumbuhkan motivasi dengan cara positif. segan berhubungan dekat dengan orang lain. lari keliling. bedanya drive coach lebih emosional dan tidak suka menghukum. Kebaikan pelatih dengan gaya seperti ini. enggan membuat jadwal kerja. Sementara untuk kepribadian pelatih akan dibahas pula gaya kepempimpinan pelatih dengan membanding-bandingkan sifat-sifat pelatih dengan berbagai kelebihan dan kekurangnya yaitu dengan membedakan gaya kepemimpinan pelatih atas dasar sifat-sifat kepribadiannya (Tutko dan Richards (1971) seperti di bawah ini. dapat mengorganisasikan sesuatu dengan baik dan terencana dengan baik. Adalah gambaran seorang pelatih yang bergaya jagoan yang merasa yakin dalam tindakan-tindakan menetapkan sasaran atau target. Intense or driven coach. sering membenci atau khawatir. Kebaikan dari driven coach yaitu antara lain : tema yang dibina pada umumnya sikses dalam pertandingan.membantu atlet dalam memecahkan problema-problema yang dihadapi. Adalah pelatih yang bergaya seperti bujangan yang pandai bergaul. pelatih tersebut biasanya kerja lebih keras daripada atlet yang dibinanya. atlet berbakat kurang ditangani dengan baik. penuh perhatian kepada orang lain. 3. pemain-pemain yang sensitive mudah droup out. baik problema yang dihadapi dalam latihan dan pertandingan. untuk menimbulkan motivasi menggunakan perlakuan-perlakuan (push ups. segala sesuatu ditangani secara pribadi. lebih senang mempunyai asisten orang-orang yang lemah. sekolah ataupun pekerjaan. keras memegang pendirian sering berprasangka. seiring mencoba-coba sesuatu dan terbuka terhadap saran-saran. The easy going coach Pelatih ini sering menganggap enteng permasalahan. tuntutannya sering tidak realistic. Adapun kelemahan atau hal yang kurang menguntungkan. Gaya pelatih seperti ini banyak terdapat pada pelatih. dsb nya) Kebaikan dari gaya pelatih seperti ini antara lain : terbentuknya displin yang kuat. suasana team rileks penuh kekeluargaan. sering memaksakan peraturan dengan ancaman hukuman. permasalahan-permasalahan atlet dapat ditangani lebih efektif. Intense atau driven coach dalam banyak hal sifatsifatnya mirip dengan the hardnosed authoritarian coach. sering anggota team malu mengenai penampilannya yang emosional. Adapun ciri driven coach adalah : mudah kelihatah khawatir dan bingung. The Hardnosed authoritarian coach. antara lain : pelatih sering kelihatan lemah. Adapun ciri-cirinya yaitu antara lain : tidak pernah tampak serius menghadapi segala sesuatu. Beberapa hal yang kurang menguntungkan. dengan memiliki ciri-ciri : disenangi banyak orang. rumahnya selalu terbuka bagi para atlet . suka mendramatisasikan keadaan. biasanya kondisi fisik anggota tema lebih baik dari lain team. yaitu antara lain : team mudah mendiskusikan sesuatu apabila ada hal-hal yang tidak baik dalam suasana yang tidak menyenangkan. dapat kehilangan atlet-atlet yang mempunyai sifat pemalu.

yaitu antara lain : sering pelatih tampak tidak mampu menguasai pemainnya. Tutko dan Richards (1971) menegaskan bahwa tugas pelatih adalah membantu atlet agar pada akhirnya atlet dapat menolong dirinya sendiri atau dapat berdiri sendiri. team tampak terorganisasi secara strategis untuk dapat mencapai sukses. segala sesuatu didapat dengan mudah oleh team. Kebaikan pelatih ini antara lain : team selalu up to date dalam penguasaan teknik-teknik baru. Adapun ciri business like coach yaitu : menggunakan pendekatan dalam olahraga atas dasar untung rugi. sikap-sikap. 2) hubungan interpersonal yang terjadi antara atlet dengan atlet. penanganan team kurang untuk dapat kerja keras. The business like coach Pelatih yang bergaya seperti business men ini sangat berhasrat untuk belajar. mudah kehilangan atlet karena kurang motivasi secara emosional. Harsono (1988) juga menegaskan bahwa berbicara mengenai falsafah coaching tidak terlepas dari suatu perangkat sikap atau prinsip-prinsip dasar yang menuntun tabiat dan perilaku pelatih di dalam situasi-situasi praktek. wasit dan pembina. atlet dengan orang tua. Dan sapek –aspek tersebut tidak terlepas dari peran motivasi menjadi pelatih. kejujuran dalam bermain. memperhatikan orang lain. Sukses dan sebagainya. Segi-segi kekurangan yang terjadi antara lain : sering timbul rasa dianggap tidak penting. Kebaikan pelatih ini antara lain : team hanya mengalami sedikit tekanan.Dengan upaya pembinaan atlet yang dilakukan secara terencana. Pendapat para ahli pada umumnya menunjukkan kecenderungan yang sama. sering tampak seperti playboy tidak senang olahraga. pikiran utamanya ditujukan pada lawan bertanding. teratur terarah dan berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan : 1.. harapan orang dari seorang pelatih dan dilema pelatih. Ini penting sekali untuk dipahami pelatih karena atlet adalah individu yang sering mengalami persaingan. Kepelatihan merupakan usaha atau kegiatan memberi perlakuan untuk membantu atlet agar pada akhirnya atlet dapat mengembangkan diri sendiri dan meningktakna bakat kemampuan. menumbuhkan perasaan tidak tergantung pada pelatih. selalu berusaha mendapat informasi terbaru. toleran. mempelajari sesuatu. maka dalam kehidupan seharihari pelatoh sebagai seorang model atau panutan para atletnya serta senantiasa bertindak sebagai bapak atau seorang teman yang merupakan tempat tumpuan curahan isi hati setiap atlet. perasaan gagal. Meningkatkan keadaan fisik dan kemampuan keterampilan atlet sesuai cabang yang ditekuni . pengetahuan. kondisi fisik. pendekatannya sangat logis. menghargai para pelatih. 5. kerjasama. team spirit kurang. yaitu bahwa olahraga dapat memberikan dampak positip pada individu seperti peningkatan tanggung jawab. Pengetahuan atlet menganai apa yang harus dilakukan agar dapat mencapai prestasi tinggi dan mengapa latihan-latihan tertentu dilakukan 2. Mengenai hal-hal yang kurang menguntungkan. setia. serta untuk dapat mengontrol dan mengembalikan perkembangannya. kepemimpinan. stress. Sehubungan hal di atas tiap-tiap pelatih diharapkan lebih peka menghadapi : 1) tuntutan kebutuhan dan motivasi atlet-atletnya. tampaknya berpribadi dingin tidak hangat dalam pergaulan.semuanya dapat dikendalikan sehingga pada saat –saat tertentu kelihatan malas. pragmatis dan tekun. adanya tekanan karena tidak menangani team dengan baik dapat mudah menimbulkan panik. keluarga kelompok-kelompok pergaulan dan sebagainya. BAB III KESIMPULAN Kewajiban dan tugas seorang pelatih sangat luas dan komplek. pemikirannya tajam. Ini semua sangat berguna untuk dapat memahami kemampuan atlet. team sering tidak dalam kondisi fisik yang baik karena kurang keras latihan. sehingga pelatih lebih menyerupai guide dan konsultan. biasanya selfish yaitu memiliki sifat semau gue. keterampilan. sulit menghadapi atlet yang kurang terorganisasi dengan baik. atlet dengan pelatih. pelatih sering tampak tidak ambil pusing oleh keadaan. atlet merasa percaya dirinya berkembang melalui organisasi yang dikelola secara cerdik. penguasaan emosi serta kepribadian pada umumnya. displin yang akhirnya dapat diharapkan menjadi warga Negara yang baik.

bermanfaat. yaitu bahwa kepribadian adalah the sum total of an individual‟s characteristics which make him unique”. Menanamkan cita-cita dan kepribadian yang mantap sehingga mampu mengembangkan diri sendiri dan mampu menghadapi hambatan-hambatan dalam keadaan bagaimanapun juga. ia juga harus memiliki falsafah yang baik tentang olahraga dan latihan. Dan bila kita membicarakan mengenai kepemimpinan maka sudah barang tentu akan menyangkut sifat dan ciri-ciri kepribadian seseorang. kebiasaan-kebiasaannya yang khas yang membedakannya dengan kepribadian orang lain. 4. intense or driven coach.atas dasar analisis yang cermat dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi mutahir 3. Sebelum kita bicarakan gaya-gaya umum kepemimpinan. psychological structures and processes that organize human experience and shape a person‟s actions and reactions to the environment”. kepribadian adalah VI the dynamic organization within the individual of those psychophysical systems that determine his unique adjustments to his environment”. http://maafjiwaku. Sehingga segala ucapannya dan tindak tanduknya akan pula mempunyai peranan yang penting dalam pembentukan falsafah hidup si anak/atlet. Intinya sifat dan kepribadian pelatih akan banyak turut menentukan keberhasilan atau tidak tugas pengabdiannya. 5. berpuluh-puluh kemungkinan variasi sehingga dapat menimbulkan lebih dari lima pola/gaya kepemimpinan pelatih. Gill (1986) juga mengatakan bahwa “Personality is the individual‟s unique psychological makeup or “.html Kepribadian Pelatih Teori kepribadian.blogspot. diri-ciri perangai. Hollander pada tahun 1976 mengajukan batasan yang senada akan tetapi lebih sederhana. teori mengenai kepribadian yang mungkin bisa diajukan di sini adalah bahwa kepribadian seseorang biasanya dicerminkan oleh sifat-sifat. Sementara untuk gambaran kepribadian pelatih dengan berbagai sifat sebagai cirinya yang oleh Tutko dan Richards (1971) dibedakan dalam lima gaya kepemimpinan pelatih yang terdiri dari : the hardnosed authoritarian coach. dan kombinasi dari sifat-sifat tersebut dapat bervariasi. Konsep mengenai kepribadian adalah begitu luas sehingga sukar Untuk memberikan batasannya secara tepat. Kepribadian manusia dapat dibedakan atas sifat-sifat yang dimilkinya. Seorang pelatih disamping falsafah hidup yang benar.com/2012/04/falsafahtugasperan-dan-kepribadian. the easy going coach dan the business like coach. Secara sederhana. selanjutnya akan diuraikan berbagai tipe kepribadian pelatih yang khas dan yang biasanya kita kenal dalam profesi kepelatihan olahraga. dan kemudian mengutip pendapat Lazarus dan Monat “ the underlying. pendidik dan seorang ayah. Ia adalah seorang guru. Cox (1985) mengatakan bahwa batasan kepribadian yang diajukan oleh Allport pada tahun 1937 masih cukup siknifikan. penguasaan diri dan lebih meningkatkan motif berprestasi untuk bisa mencapai prestasi setinggi-tingginya. Meningkatkan kemampuan penguasaan emosi. relatively stable. . bukanlah satu-satunya cara untuk dapat memahami kepribadian pelatih. bertujuan dan merupakan sumbangan yang vital guna mencapai tujuan-tujuan tersebut. (Cox: 1985). Ia harus sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah benar. Menurut Allport. the nice guy coach. Sehingga kalau kita berbicara tentang kepribadian seorang pelatih maka hal ini tidaklah dapat dipisahkan dengan kepemimpinannya dalam melatih. Mengembangkan sikap positif kontruktif terhadap sesame atlet terhadap program latihan terhadap pelatih dan pembina.

Memang tidak mudah untuk betul-betul obyektif terhadap diri sendiri. Tipe kepribadian pelatih. tidak kenal kompromi. apakah timnya adalah tim yang bersemangat. dan seorang pemanah lain yang mengatakan “Saya yakin akan bisa menembak dengan baik. Kepribadian dibentuk dan berkembang selama hidup kita. (Moore: 1971). dan yang dominan ini biasanya yang diidentifikasikan orang sebagai kepribadiannya. Beberapa sifat. Akan tetapi hanya beberapa sifat saja yang biasanya dominan. faktor-faktor fisik. (Llewellyn dan Blucker: 1982). dari yang “galak” sampai yang lembut. mencerminkan kepribadian yang berbeda. untuk kemudian hilang pada waktu kita dewasa. Orang biasanya melihat dirinya sendiri sebagaimana Ia mengharapkan orang lain melihat dirinya. yaitu bahwa kepribadian adalah that which tells what a man will do when plced in a given situation”. Kepribadian dapat mempengaruhi perilaku kita. dan selanjutnya berpengaruh pula terhadap tipe tim dan kepribadian tim yang dilatihnya. kebiasaan bisa saja mendominasi kepribadian kita pada usia muda. dan sekali pun kepada dirinya sendiri. Kalau anda berkesempatan meneliti di T. mengajak orang lain berkelahi.Batasan apapun yang diberikan oleh beberapa ahli lainnya. kepribadian pelatih juga bisa ikut membentuk kepribadian atlet yang dilatihnya. pelindung bagi atlet-atletnva ada pula yang digambarkan sebagai individu yang santai yang seolah-olah tidak mempedulikan anak asuhannya. Oleh karena itu adalah teramat penting bahwa seorang coach mengenal kepribadiannya sendiri. bisa memperbaiki atau merusak. keinginankeinginannya dorongan-dorongan hatinya. Perubahan-perubahan bisa terjadi selama hayat. mereka umumnya mengatakan bahwa kepribadian seseorang adalah unik.C. Orang condong untuk menolak mengakut kelemahan-kelemannya. Pengaruh ini bisa positif atau negatif. Pelatih harus sadar bahwa dia bisa mempengaruhi perkembangan watak dan kepribadian atlet-atletnya. Berbagai faktor yang bisa menyebabkan perubahan-perubahan tersebut adalah misalnya faktor lingkungan. kekuatankekuatannya kelemahan-kelemahannya. Dan besar kemungkinannya pula bahwa. Hal ini sesuai dengan batasan yang diberikan oleh Cattell. Setiap orang umumnya memiliki banyak sifat dan perangai. Seorang pemanah yang mempertanyakan “Apakah saya akan bisa menembak dengan baik. Beberapa penulis buku dan peneliti telah mencoba untuk mengklasifikasikan berbagai tipe . den sebagainya. dan inteligensi. akan bisa mengatasisegala stress pertandingan”. Selain itu. Mengapa? Oleh karena kepribadian pelatih dapat berpengaruh terhadap falsafahnya mengenai olahraga. khas. mudah marah. yang berjuang “sampai titik darah yang penghabisan „ yang santai. Kita lihat di sini pula bahwa setiap atlet memberikan reaksi yang berbeda terhadap suatu situasi tertentu. Seseorang yang senantiasa berubah agresif. Pengertian (insight) mengenai masalah-masalah psikologis penting bagi seorang pelatih agar pendekatannya terhadap atletnya bisa semakin efektif. misalnya selau membantah. dicap sebagai orang yang mempunyai ciri kepribadian agresif. di Senayan. ada yang dilukiskan sebagai seorang model. Ada yang dilukiskan sebagai seorang individu yang keras. pembimbing. Perkembangan kepribadian selalu dinamis. emosional. anda akan bisa menemukan variasi dan berbagai ragam tipe kepnibadian pelatih kita. Yang yakin biasanya akan lebih unggul daripada yang bimbang. perangai. Amatlah penting bagi pelatih untuk memiliki kepribadian yang socially desirable and technically necery for success in athletic coaching”. Sosok pelatih telah dilukiskan oleh banyak orang dalam berbagai tipe. tidak statis. apakah saya akan bisa terus konsentrasi selama pertandingan nanti”. mental. bertengkar mulut. sosial. prestasi mereka pada pertandingan yang akan datang juga akan berbeda oleh karena mereka mempunyai perasaan yang berbeda terhadap kemungkinan penampilan mereka pada pertandingan yang akan datang tersebut. terutama atlet-atlet yang masih muda. yang mudah menyerah. karena itu tidak akan pernah berhenti. contoh dan orang yang sportif. motifmotifnya. Dan pengaruh ini bisa dibawa seumur hidup oleh atlet yang dipengaruhinya tersebut.

html . Tutko dan Richards (1975).blogspot.com/2012/12/kepribadian-pelatih.pelatih sesuai dengan perangai dan temperamen yang mereka pancarkan. dua orang peneliti yang secara ekstensif membahas tipe-tipe pelatih http://aryadipelatih.