P. 1
Kesetaraan Gender Dalam Pandangan Islam

Kesetaraan Gender Dalam Pandangan Islam

|Views: 383|Likes:
Published by Farida Aryani

More info:

Published by: Farida Aryani on Mar 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2015

pdf

text

original

KESETARAAN GENDER DALAM PANDANGAN ISLAM

A.

PENDAHULUAN

Membicarakan keadilan dan kesetaraan (gender issues) di dalam Hukum Islam tidak bisa kita lepaskan dari tuntunan Al Qur`an dan Hadist sebagai sumber pokok dari Hukum Islam. Hal ini perlu kita pelajari dengan baik dan benar supaya kita tidak tersesat dalam menafsirkan keadilan dan kesetaraan antara kedudukan laki-laki dan perempuan dalam kenyataan kehidupan sehari-hari menurut Hukum Islam. Memang untuk memahami konsep keadilan dan kesetaraan gender diperlukan pemahaman yang benar, mengingat dalam kenyataan hidup sehari-hari banyak fakta yang menunjukkan bahwa konsep tersebut belum atau bahkan tidak dilaksanakan sesuai dengan ajaran-ajaran agama Islam yang bersumberkan pada Al Qur`an dan Hadist yang diriwayatkan oleh perawinya dengan benar. Bahkan terkait dengan keadilan dan kesetaraan gender ini, seringkali kita dapati pula bahwa dalam kenyataan kehidupan masyarakat muslim ada hadist-hadist yang diriwayatkan oleh perawi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bahkan malahan bertentangan dengan AlQur’an. Setiap muslim seharusnya memahami hukum Islam, karena aktivitas hidup sehari-hari orang muslim tidak bisa terlepas dari permasalahan hukum Islam, baik ketika ia beribadah kepada Allah atau ketika dia melakukan hubungan sosial antar manusia (muamalah) termasuk relasi kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Akan tetapi permasalahan yang muncul, tidak sedikit kaum muslimin yang belum memahami, bahkan sama sekali tidak memahami hukum Islam terkait dengan kesetaraan gender, sehingga aktivitas kesehariaannya terkait dengan keadilan dan kesetaraan gender banyak yang belum sesuai atau bahkan bertentangan dengan hukum Islam.

B.

Hakekat Keadilan dan Kesetaraan dalam Islam

Ukuran-ukuran tersebut antara lain sebagai berikut: . ekonomi. kesempatan berpartisipasi dan kontrol atas pembangunan serta memperoleh manfaat yang setara dan adil dari pembangunan. kemampuan. Masyarakat belum memahami bahwa gender adalah suatu konstruksi/bangunan budaya tentang peran. dengan demikian mereka memiliki akses. cenderung dipahami secara sepotong-sepotong kurang menyeluruh. Dr. Sementara itu. Faktor utama penyebab kesenjangan gender adalah tata nilai sosial budaya masyarakat. terhadap laki-laki dan perempuan. pada umumnya lebih mengutamakan laki-laki daripada perempuan (budaya patriarki). Kondisi demikian mengakibatkan kesenjangan peran sosial dan tanggung jawab sehingga terjadi diskriminasi. baik terhadap laki-laki maupun perempuan. Prof. kemauan dan kesiapan kaum perempuan sendiri untuk merubah keadaan tidak secara nyata dilaksanakan. Hanya saja bila dibandingkan. fungsi dan tanggung jawab sosial antara laki-laki dan perempuan. Kesetaraan gender juga meliputi penghapusan diskriminasi dan ketidakadilan struktural. dan kekerasan terhadap perempuan maupun laki-laki. mengemukakan ada beberapa ukuran yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam melihat prinsipprinsip kesetaraan jender dalam Al.Qur'an. Tidak adanya diskriminasi antara perempuan dan laki-laki menjadi tanda terwujudnya kesetaran dan keadilan gender. Kesetaraan gender mempunyai arti kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-hak yang sama sebagai manusia. sosial budaya. beban ganda. penafsiran ajaran agama yang kurang menyeluruh atau cenderung dipahami menurut teks/tulisan kurang memahami realitas/kenyataan. agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti : politik.. pendidikan dan lain sebagainya. hukum. Disamping itu. Nasaruddin Umar. diskriminasi terhadap perempuan kurang menguntungkan dibandingkan laki-laki. Dengan keadilan gender berarti tidak ada pembakuan peran.Hakekat keadilan dan kesetaraan gender memang tidak bisa dilepaskan dari konteks yang selama ini dipahami oleh masyarakat tentang peranan dan kedudukan lakilaki dan perempuan di dalam realitas sosial mereka.

Kata Khalifah tidak menunjuk kepada salah satu jenis kelamin atau kelompok etnis tertentu. Tidak ada seorangpun yang mengatakan "tidak".1. Dalam Islam. Laki-laki dan perempuan mempunyai fungsi yang sama sebagai khalifah. Dalam kapasitas sebagai hamba. Az-Dzariyat/51:56). Laki-laki dan Perempuan Menerima Perjanjian Primordial Laki-laki dan perempuan sama-sama mengemban amanah dan menerima perjanjian primordial dengan Tuhan. Dalam kapasitas manusia sebagai hamba. dan untuk mencapai derajat bertaqwa ini tidak dikenal adanya perbedaan jenis kelamin. yaitu dalam Al-Qur'an biasa diistilahkan sebagai orangorang yang bertaqwa. al-Nahl/16:97). laki-laki dan perempuan masing-masing akan mendapatkan penghargaan dari Tuhan sesuai dengan kadar pengabdiannya (Q. Seperti diketahui.S. Laki-laki dan Perempuan Sama-sama sebagai Hamba Salah satu tujuan penciptaan manusia adalah untuk menyembah kepada Tuhan (QS. suku bangsa atau kelompok etnis tertentu. menjelang seorang anak manusia keluar dari rahim ibunya. Sejak awal sejarah manusia dalam Islam tidak dikenal adanya diskriminasi jenis kelamin. Rasa percaya diri seorang perempuan dalam Islam seharusnya terbentuk sejak lahir. 3. tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. yaitu sejak dalam kandungan. tanggung jawab individual dan kemandirian berlangsung sejak dini. Laki-laki dan perempuan sama-sama menyatakan ikrar ketuhanan yang sama. selain untuk menjadi hamba yang tunduk dan patuh serta mengabdi kepada Allah swt. Tidak ada seorangpun anak manusia lahir di muka bumi yang tidak berikrar akan keberadaan Tuhan. Al-An'am/6:165). dan ikrar mereka disaksikan oleh para malaikat. yang akan mempertanggungjawabkan tugas-tugas kekhalifahannya di bumi. juga untuk menjadi khalifah di bumi (QS. Keduanya mempunyai potensi dan peluang yang sama untuk menjadi hamba ideal. Al-A’raf/7:172). 2. ia terlebih dahulu harus menerima perjanjian dengan Tuhannya (QS. karena sejak awal tidak pernah diberikan beban khusus berupa . Laki-laki dan Perempuan sebagai Khalifah di Bumi Maksud dan tujuan penciptaan manusia di muka bumi. sebagaimana halnya mereka harus bertanggung jawab sebagai hamba Tuhan.

Laki-laki dan Perempuan Sama-sama Berpotensi Meraih Prestasi Dalam hal peluang untuk meraih prestasi maksimum. 4. seperti dapat dilihat dalam beberapa kasus berikut ini: Keduanya diciptakan di surga dan memanfaatkan fasilitas surga (Q.S. Setelah di bumi. Al-Qur'an yang mempunyai pandangan positif terhadap manusia. keduanya mengembangkan keturunan dan salingmelengkapi dan saling membutuhkan (Q.S. Al-A'raf/7:23).S. Dalam Al-Qur'an. AlA'raf/7:20). Sama-sama memohon ampun dan samasama diampuni Tuhan (Q.S.A'raf/7:22). Al-Qur'an menegaskan bahwa Allah memuliakan seluruh anak cucu Adam (Q. tidak ada perbedaan antara . yang memberikan citra negatif begitu seseorang lahir sebagai perempuan. Al-Baqarah/2:187). selalu menekankan kedua belah pihak secara aktif dengan menggunakan kata ganti untuk dua orang yakni kata ganti untuk Adam dan Hawa.S. perempuan selalu dihubungkan dengan drama kosmis. Keduanya mendapat kualitas godaan yang sama dari syaitan (Q. Jadi. Al-Isra/17:70). di mana Hawa dianggap terlibat di dalam kasus keluarnya Adam dari surga. AlBaqarah/2:35).S."dosa warisan" seperti yang dikesankan di dalam tradisi Yahudi-Kristen. tidak pernah ditemukan satupun ayat yang menunjukan keutamaan seseorang karena faktor jenis kelamin atau karena keturunan suku bangsa tertentu. tidak dapat dibenarkan jika ada anggapan yang menyatakan perempuan sebagai mahluk penggoda yang menjadi penyebab jatuhnya anak manusia kebumi penderitaan 5.S. Adam dan Hawa. Dalam tradisi ini. Sama-sama memohon ampun dan sama-sama diampuni Tuhan (Q. Adam dan Hawa disebutkan secara bersama-sama sebagai pelaku dan bertanggung jawab terhadap drama kosmis tersebut. Al-A'raf/7:23). Terlibat secara Aktif dalam Drama Kosmis Semua ayat yang menceritakan tentang drama kosmis. al. yakni cerita tentang keadaan Adam dan pasangannya di surga sampai keluar ke bumi. Samasama memakan buah khuldi dan keduanya menerima akibat jatuh ke bumi (Q.

tempat kelahiran Nabi Muhammad. Keadilan dalam Al-Qur'an mencakup segala segi kehidupan umat manusia. Nasaruddin Umar tersebut di atas.S. sebetulnya sudah menyebutkan adanya keadilan dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di dalam Islam. baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.laki-laki dan perempuan. An-Nisa/4:124 dan Q. tidak mesti dimonopoli oleh salah satu jenis kelamin saja. Mu’min/40:40). sebagaimana ditegaskan secara khusus di dalam tiga ayat Al. Karena itu. Dr.Qur'an (Q. Contoh kasus tentang dominasi laki-laki terhadap perempuan. Menurut laporan resmi minimal empat belas gadis muda terbakar hingga mati atau sesak napas terkena asap ketika sebuah kecelakaan kebakaran melanda sekolah negeri mereka. suku bangsa dan kepercayaan. Jika terdapat suatu hasil pemahaman atau penafsiran yang bersifat menindas atau menyalahi nilai-nilai luhur kemanusiaan. Orangtua-orangtua siswa yang . Al-Qur'an tidak mentolerir segala bentuk penindasan. termasuk pelaksanaan yang terjadi di dunia yang mayoritas warganya beragama Islam. maka hasil pemahaman dan penafsiran tersebut terbuka untuk diperdebatkan.S. Salah satu obsesi Al-Qur'an ialah terwujudnya keadilan di dalam masyarakat. terlihat bahwa di dalam Al-Qur’an.S. karena masih terdapat sejumlah kendala. warna kulit. Namun di dalam kenyataan sehari-hari keadilan dan kesetaraan gender seperti yang diamanahkan di dalam Al-Qur’an tersebut bias dikatakan masih jauh dari harapan. terutama kendala budaya yang sulit diselesaikan. Namun. Dengan melihat paparan yang dikemukakan oleh Prof. baik berdasarkan kelompok etnis. Q. maupun yang berdasarkan jenis kelamin. sebagaimana dikutip oleh Khaled Abaou (Seorang Profesor/dosen Hukum Islam) pada sekitar pertengahan Maret 2002 koran Arab Saudi memberitakan sebuah insiden yang terjadi di Mekkah. Ayat-ayat ini mengisyaratkan konsep kesetaraan jender yang ideal dan memberikan ketegasan bahwa prestasi individual. Lakilaki dan perempuan memperoleh kesempatan yang sama meraih prestasi optimal. Ali Imran/3:195. dalam kenyataan di masyarakat. konsep ideal ini masih membutuhkan tahapan dan sosialisasi. baik dalam bidang spiritual maupun urusan karier profesional.

yang mungkin terjadi di tengah kemelut. Dr. maka seolah-olah ia membunuh seluruh manusia. Tidak ada katakata yang bisa menggambarkan kebejatan yang menjijikkan secara moral dari insiden ini. Hal ini dikarenakan jika ketiganya dipakai. ataukah hadist tawatir (hadis yang diriwayatkan oleh bebrapa perawi/periwayatannya melalui berbagai rantai periwayatan). pasukan pertahanan sipil yang bertugas di lokasi kejadian. Nasaruddin Umar tersebut di atas. Kisah tragis memilukan ini menguakkan begitu banyak hal. hukum. polisi agama itu tidak mengizinkan gadis-gadis untuk lari atau diselamatkan karena “mereka tidak tertutupi dengan baik”. Namun demikian terkait dengan hadisthadist Nabi.mendatangi kejadian itu menggambarkan sebuah situasi yang mengerikan: pintupintu sekolah semuanya terkunci dari luar. sebetulnya sudah menyebutkan adanya keadilan dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di dalam Islam. ada hadist-hadist yang derajat kebenarannya masih diragukan. Polisipolisi agama tidak ingin terjadi kontak fisik antara gadis-gadis itu dengan pasukan pertahanan sipil lantara takut munculnya gairah seksual. Di dalam Islam dinyatakan bahwa nyawa manusia dipandang suci. akan membuahkan sikap yang dapat menyelamatkan gadis-gadis itu. yang isinya merendahkan kaum perempuan yang tidak menggambarkan adanya kesetaraan gender. bahwa di dalam Al-Qur’an. Al‟quran dengan terang menyatakan bahwa siapapun yang membunuh satu orang. apakah hadist tersebut lemah (dha‟if) atau baik (gharib). atau „abaya. Contoh hadist yang perlu dicermati berkaitan dengan keadilan dan kesetaraan gender tersebut : hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurayrah . dan logika. petugas kebakaran. Insiden yang memuakkan secara moral ini mencerminkan suatu sikap emotif yang mengorbankan teologi. dan polisi agama Saudi secara paksa mencegah gadis-gadis itu supaya tidak lari dari dalam sekolah yang terbakar serta menghalangi petugas pemadam kebakaran yang hendak memasuki gedung sekolah guna menyelamatkan gadis-gadis itu. karena gadis-gadis itu melepaskan cadar yang menutupi wajah mereka. selendang mirip jubah yang membungkus tubuh mereka.Seperti apa yang dikemukakan oleh Prof. Menurut pengakuan para orangtua siswa. apakah hadis tersebut adalah hadis ahad (hadis yang perawinya tunggal).

al-Rum ayat 21nmenyebutkan : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya. dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang”.yang menyatakan bahwa Nabi pernah bersabda “Jika seorang suami mengajak isterinya ketempat tidur. saya akan menyuruh seorang isteri bersujud kepada suaminya. kemudian ia menolaknya maka para malaikat akan melaknatnya hingga terbit fajar”. Namun demikian keadilan dan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan dalam Al-Qur’an dengan tegas diilustrasikan bahwa perubahan sosial terjadi manakala mereka yang mempunyai hak (kaum perempuan) menuntutnya. karena untuk mencapai keadilan haruslah ada ikhtiar tak kenal lelah untuk meraih keseimbangan yang lebih autentik antara kewajiban dan hak di dalam hidup kaum perempuan dengan pemberdayaan yang dilakukan oleh kaum perempuan sendiri. karena kalau kita artikan secara tekstual akan sangat bertentangan dengan Al-qur’an yang di dalamnya tidak mengajarkan halhal seperti itu Di samping itu hadist-hadist tersebut tidak selaras dengan ayat-ayat AlQur’anyang menjelaskan tentang kehidupan pernikahan. Kalau kita tafsirkan secara tekstual. Al-Qur’an. Al-Baqarah ayat 2. termasuk hadis riwayat Abu Hurayrah yang lain. ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. Di samping itu. hadist-hadist tersebut juga tidak sejalan dengan keseluruhan riwayat yang menggambarkan perilaku Nabi terhadap para isterinya.tapi sekiranya saya harus menyuruh sesorang untuk bersujud kepada seseorang lainnya. karena begitu besarnya hak suami terhadap isterinya”. yang menyatakan bahwa Nabi pernah bersabda bahwa “Seseorang tidak dibenarkan untuk sujud kepada siapapun. Dalam S. bersama-sama dengan kaum laki-laki sebagaimana dikemukakan dalam Al’Quran bahwa laki-laki dan perempuan saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran sesuai dengan . supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. juga dinyatakan bahwa pasangan suami-isteri sebagai pakaian satu sama lain. Kita perlu berhati-hati dalam menafsirkan hadis-hadis seperti ini. hadis tersebut akan sangat merugikan perempuan yang berarti tidak ada kesetaraan gender dalam hadis ini. dalam S.

Masing-masing dari mereka memiliki kewajiban dan hak yang sama dihadapan Allah sebagai hamba-hamba-Nya. sedikit demi sedikit dominasi syariat dan hukum-hukum Islam bergeser ke ranah-ranah privat dan hanya diminati oleh minoritas orang. Islam memandang laki-laki dan wanita dalam posisi yang sama. ideologi kebebasan mutlak tanpa tapal batas. Diantara produk pemikiran Barat yang saat ini tengah dengan giat disosialisasikan adalah isu kesetaraan gender. Begitu pun dengan janji pahala dan ancaman siksaan. Masing-masing adalah ciptaan Allah yang dibebani dengan tanggungjawab melaksanakan ibadah kepada-Nya. Hampir seluruh syariat Islam dan hukumhukumnya berlaku untuk kaum Adam dan kaum Hawa secara seimbang. Isu yang menghendaki hancurnya batas-batas pembeda antara dua kelompok manusia (baca: laki-laki dan perempuan) dalam status sosial dan peran di masyarakat ini dijajakan oleh para aktivis feminisme yang tidak lain adalah anak turunan liberalisme. Kesetaraan dalam Kewajiban Beribadah dan Pahalanya Secara umum. Berikut adalah petikan ayat-ayat al Qur`an yang menjelaskan tentang pandangan Islam dalam hal ini: .perkembangan situasi dan zaman yang digambarkan sebuah perkembangan yang baik. Produk-produk pemikiran Barat pun sedikit demi sedikit menyebar di khalayak kaum muslimin. C. Perbedaan Antara Laki-laki dan Perempuan dalam Pandangan Islam Dari sejak hegemoni Barat mulai bercokol di banyak negeri kaum muslimin. Problem lemahnya keyakinan dan dangkalnya wawasan keagamaan menjadi pemicu utama yang menyebabkan ide-ide luar itu dapat dengan mudah masuk ke dalam pemikiran kaum muslimin tanpa filter yang menyaringnya. Apalagi. budakbudak pemikiran Barat yang giat menebar ide-ide rusak ini tidak jarang berbicara atas nama pembaharuan Islam. menunaikan titah-titahNya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. dan jargon-jargon lainnya. seiring melemahnya kekuatan mereka. untuk ukuran jaman dan tempat di mana mereka berada. Tidak dibedakan satu dengan yang lainnya. tanpa ada perbedaan. moderenisasi.

(karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. “Ummu Salamah pernah berkata kepada Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam.“Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu. Ali Imran [3]: 195) Mujahid berkata. status sosial. bukan berarti kaum laki-laki dan wanita menjadi sama dan setara dalam segala hal. “Wahai Rasulullah. kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa antara laki-laki dan wanita terdapat perbedaan-perbedaan mendasar. Secara biologis dan kemampuan fisik. Adz-Dzariyat [51]: 56) “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh.” (QS. hingga jika kita melihat keduanya dengan kasat mata sekalipun. 2/153) Perbedaan Kodrat Namun demikian. pekerjaan. An-Nahl [16]: 97) “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh. kami tidak mendengar penyebutan wanita dalam masalah hijrah sedikitpun?” maka turunlah ayat ini. Menyetarakan keduanya dalam semua peran. baik laki-laki atau perempuan.” (QS.” (Tafsir Ibnu Katsir: 2/190. Tafsir Al Bagawy. maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. jenis kewajiban dan hak sama dengan melanggar kodrat. kedudukan. An Nisa [4]: 124) “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu. baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman.” (QS. laki-laki dan perempuan . Karena. maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baikdan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman.

“Dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. menstruasi. atau persamaan (dalam bahasa Arab: musâwâtu) antara laki-laki dan perempuan bukanlah nilai yang berasal dari pandangan Islam Islam memandang keadilan antara laki-laki dan wanita. Ali Imran [3]: 36) Dari sini. 180-181) Hukum Syariat antara Laki-laki dan Wanita . agar keduanya saling melengkapi satu sama lain dan dengannya hidup ini dapat berjalan sempurna. 18-19) Dari sisi ini pula. menyusui. pemikiran-akal. sejumlah hukum-hukum syariat ditetapkan oleh Allah yang Mahaadil dengan perbedaan-perbedaan pula. kesetaraan. Sebagian hukum. Muhammad Aali al Ghamidy dalam sebuah artikel bertajuk “Muqâranatu al Nadzrah al Takâmuliyyah al Islâmiyyah bayna al Rajul wa al Mar`ati wa al Nadzrah al Tanâfusiyyah al „Almâniyyah” menjelaskan. memberikan hak kepada yang berhak menerimanya. melahirkan. emosi dan potensi masing-masing juga berbeda. kecenderungan. hal. Apalagi wanita dengan tabiatnya melakukan proses reproduksi. Tujuannya adalah. Allah berfirman menghiyakatkan perkataan istri Imran. bukan hubungan persaingan sebagaimana yang diinginkan oleh konsep sekuler.” (QS. harmonis dan seimbang. Adalah tidak adil jika kita kemudian memaksakan suatu peran yang tidak sesuai dengan tabiat dan kecenderungan dasar dari masing-masing jenis tersebut.jelas berbeda. Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid berkata. Begitu pun dari sisi sifat. sementara laki-laki tidak. hal. bukan kesetaraan. Konsep kesetaraan bertolak belakang dengan prinsip keadilan. mengandung. kewajiban. Karena adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya. hak dan peran yang disyariatkan oleh Allah dibedakan sesuai dengan kemampuan masing-masing dari keduanya tadi. Sementara (Lihat kritikan Syaikh al Utsaimin tentang kata al musâwâtu dalam Syarhu al „Aqîdah al Wâsithiyyah. “Bertolak dari perbedaan mendasar ini. bahwa pandangan Islam dalam model hubungan antara laki-laki dan wanita adalah hubungan saling melengkapi.” (Lihat Hirâsatu al Fadhîlah.

Syariat juga menetapkan perceraian berada di tangan laki-laki. hal. menejerial. (Lihat Hirâsah al Fadhîlah. 22) Sikap Seorang Mukmin dan Mukminah .” (Khuthbah Jum’at. dalam hal agamanya. Baik dalam ibadat. Syaikh Shalih Al Fauzan berkata. atau perwalian seperti wali nikah dan yang lainnya. Begitu pula dalam kepemimpinan pada ranah-ranah publik seperti jabatan kepala negara. “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Bahkan sebagian para ulama menulis secara khusus buku-buku yang berkaitan dengan hukum-hukum wanita.” (QS. lakilaki secara khusus dibebani kewajiban jihad. Bahkan. Allah berfirman. otoritarian dan tekanan. tidak hanya urusan-urusan dunia mereka. semua itu juga hanya diberikan kepada laki-laki dan tidak kepada wanita. termasuk menjamin pakaian. muamalat dan lain-lain. shalat jum’at dan berjamah di masjid. kepemimpinan atau kekuasaan seorang laki-laki atas wanita itu bermakna penjagaan. kehakiman. dan bagian waris dua bagi laki-laki dan satu untuk wanita. sebagaimana yang telah disebutkan. bukan dalam arti kesewenang-wenangan. “Laki-laki adalah pemimpin/penanggungjawab bagi wanita. makanan dan rumah mereka. sebelum dalam hal pakaian dan makanannya. Dalam rumah tangga. disyariatkan bagi mereka adzan dan iqamah. Masjid Amir Mut’ib) Dengan catatan. lakilaki adalah pemimpin yang bertanggungjawab menjaga dan memelihara urusan orang-orang yang berada dibawah kepemimpinannya dari para istri dan anak-anak.Di antara ketetapan syariat yang Allah khususkan bagi laki-laki adalah soal kepemimpinan. dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). AnNisa` [4]: 34) Posisi strategis ini Allah berikan kepada laki-laki karena ia sesuai dengan tabiat dan kodrat penciptaannya. namun juga dalam urusan agama mereka. Adapun hukum-hukum yang khusus untuk kaum wanita juga banyak. Dalam ibadah dan ketaatan. perhatian dan pengaturan.

dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan. An Nisa` [4]: 32) Tentang sebab turunnya ayat ini. sekaligus bentuk pengingkaran . “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. “Wahai Rasulullah.Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid rahimahullah menyimpulkan. Hal ini tidak boleh bahkan termasuk kekufuran. “Ummu Salamah berkata. Kedua.” (QS. dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. jika al Qur`an dengan jelas melarang untuk sekedar iri. serta hendaknya masing-masing merasa ridha dengan kodrat Allah dan ketetapan-ketetapan hukum-Nya. Mujahid menuturkan. (Karena) bagi orang lakilaki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan. mengapa laki-laki berperang sementara kami tidak? Dan mengapa kami hanya mendapatkan setengah dari harta waris? Maka turunlah ayat ini. beriman dan menerima perbedaan-perbedaan antara laki-laki dan wanita baik secara fisik.” (Diriwayatkan oleh al Thabari. dari perbedaan-perbedaan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah tersebut. atau hukum syar’i. Karena ia merupakan bentuk penentangan terhadap kehendak Allah yang bersifat kauni yang telah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan perbedaan-perbedaan tabiat tadi. Oleh karena itu Allah melarang hal itu dengan firmanNya. Imam Ahmad. Hakim dan yang lainnya) Ketika. maka ada tiga sikap yang harus kita ambil: Pertama. psikis. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. tidak boleh bagi masing-masing dari laki-laki atau wanita menginginkan sesuatu yang telah Allah khususkan bagi salah satunya dalam perbedaan-perbedaan hukum tersebut dan mengembangkan perasaan iri satu sama lain disebabkan perbedaan-perbedaan tersebut. maka apalagi mengingkari dan menentang perbedaan-perbedaan syar’i antara laki-laki dan wanita ini dengan cara memropagandakan isu kesetaraan gender.

hal.terhadap teks-teks syar’i yang bersifat qath‟i dalam pembedaan-pembedaan hukum antara keduanya. (Lihat Hirâsah al Fadhîlah. 22) .

Speaking in God‟s Name. Serambi Ilmu Semesta. oleh R.htm. yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “Atas nama Tuhan”. . Hakekat Kesetaraan dan Keadilan Gender. Nazarudin Umar “Prinsip-Prinsip Keadilan Gender dalam AlQur’an”. Serambi Ilmu Semesta. Dr. 2005. . yang dimuat dalam file:///C:/Users/HPPavilion/Documents/2722-hakikat-kesetaraandankeadilan-gender.Khaled Abou El Fadl. yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “Selamatkan Islam dari Muslim Puritan”. yang dimuat dalam file:///C:/Users/H HP Pavilion/Downloads/download keadilan dan kesetaraan gender/prinsip-prinsip kesetaraan gender. diunduh dari internet tanggal 8 November 2010.Khaled Abou El Fadl.html.Sumber Bahan Bacaan : . The Great Theft : Wrestling Islam from the Extremis. .Prof. oleh Helmi Mustofa. 2003. Jakarta. Jakarta.Tepas Ahmad Heryawan. Cecep Lukman Yasin. diunduh dari internet tanggal 18 November 2010 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->