Penatalaksanaan Preeklampsia 1 Preeklampsia Ringan

Pada pre eklampsi ringan penanganan simtomatis dan berobat jalan dengan memberikan: 1 2 3 4 a b c Mencegah kenaikan peningkatan tekanan darah (berlanjut menjadi pre eklampsi berat), dengan memberikan obat antihipertensif. Sedativa ringan : Phenobarbital 3 x 30 mgr, Valium 3 x 10 mgr Obat penunjang : Vitamin B kompleks, Vitamin C, Vitamin E, Zat besi Nasehat Garam dalam makanan dikurangi Lebih banyak istirahat baring ke arah punggung bayi, istirahat baring 2 jam siang hari dan > 8 jam pada malam hari. Segera datang memeriksakan diri, bila terdapat gejala sakit kepala, mata kabur, edema mendadak atau berat badan naik, pernapasan semakin sesak, nyeri pada epigastrium, kesadaran makin berkurang, gerak janin melemah, pengeluaran urin berkurang. 5 Jadwal pemeriksaan hamil dipercepat dan diperketat. Pasien hamil hendaknya diperiksa sekali 2 minggu setelah bulan ke 6 dan sekali seminggu pada bulan terakhir, gunanya adalah untuk menilai perkembangan kehamilan dan kesejahteraan janin, apakah ada perburukan keluhan subyektif, peningkatan berat badan berlebih, kenaikan tekanan darah, dan melakukan pemeriksaan penunjang lain sesuai kebutuhan, terutama protein urin. Petunjuk untuk segera memasukan penderita ke rumah sakit atau merujuk penderita perlu memperhatikan hal berikut: a b c d 2 1 2 Bila tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih Protein dalam urin 1 plus atau lebih Edema bertambah dengan mendadak Terdapat gejala dan keluhan subjektif Preeklampsia Berat Pengobatan Medisinal Pengobatan medisinal pasien pre eklampsia berat yaitu : Segera masuk rumah sakit Tirah baring miring ke satu sisi. Tanda vital diperiksa setiap 30 menit, refleks patella setiap jam.

Dosis yangbiasa dipakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus atau press disesuaikandengan tekanan darah. diberikan digitalisasicepat dengan cedilanid.3 4 5 6 7 8 a Infus dextrose 5% dimana setiap 1 liter diselingi dengan infus RL (60-125 cc/jam) 500 cc. 10 a b Lain-lain : Konsul bagian penyakit dalam / jantung. c d Antibiotik diberikan atas indikasi.5 derajat celcius dapatdibantu dengan pemberian kompres dingin atau alkohol atau xylomidon 2 ccIM. b c Dosis antihipertensi sama dengan dosis antihipertensi pada umumnya. Sasaran pengobatan adalah tekanan diastolis kurang 105 mmHg (bukan kurang 90 mmHg) karena akan menurunkan perfusi plasenta.Bersama dengan awal pemberian sublingual maka obat yang sama mulai diberikan secara oral. dapat diberikan obatobat antihipertensi parenteral (tetesan kontinyu). (Syakib Bakri. payah jantung kongestif atau edema anasarka. Dapat diberikan petidin HCL 50-75 mg sekali saja. lemak dan garam. selambat-lambatnya 2 jam sebelum janin lahir. Antihipertensi diberikan bila : Desakan darah sistolis lebih 180 mmHg. d Bila tidak tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tabletantihipertensi secara sublingual diulang selang 1 jam. Diberikan ampicillin 1 gr/6 jam/IV/hari. Obat-obat antipiretik diberikan bila suhu rektal lebih 38. Antasida Diet cukup protein. Pemberian obat anti kejang : magnesium sulfat Diuretikum tidak diberikan kecuali bila ada tanda-tanda edema paru. . diastolis lebih 110 mmHg atau MAP lebih 125 mmHg. Bila dibutuhkan penurunan tekanan darah secepatnya. catapres injeksi. mata. maksimal 4-5 kali. rendah karbohidrat. Diberikan furosemid injeksi 40 mg/im. Anti nyeri bila penderita kesakitan atau gelisah karena kontraksi uterus. 1997) 9 Kardiotonika Indikasinya bila ada tanda-tanda menjurus payah jantung.

5 cc/kgBB/jam). Kadar 12-15 mEq terjadi kelumpuhan otototot pernapasan dan lebih 15 mEq/liter terjadi kematian jantung. kelumpuhan dan selanjutnya dapat menyebabkan kematian karena kelumpuhan otot-otot pernapasan karena ada serum 10 U magnesium pada dosis adekuat adalah 4-7 mEq/liter. . 10 cc) diberikan intravenous dalam 3 menit. Diikuti segera 4 gr di bokong kiri dan 4 gram di bokong kanan (40 % dalam 10 cc) dengan jarum no 21 panjang 3.7 cm. 1 gram (10% dalam Refleks patella positif kuat Frekuensi pernapasan lebih 16 kali per menit. Lakukan pernapasan buatan. hipotensi. dalam waktu 3 menit. Produksi urin lebih 100 cc dalam 4 jam sebelumnya (0. (2) Bila timbul tanda-tanda keracunan magnesium sulfat (a) (b) (c) (d) (3) Hentikan pemberian magnesium sulfat Berikan calcium gluconase 10% 1 gram (10% dalam 10 cc) secara IV Berikan oksigen. c) Syarat-syarat pemberian MgSO4 (1) (2) (3) (4) d) Tersedia antidotum MgSO4 yaitu calcium gluconas 10%. depresi SSP. b) Dosis ulangan : diberikan 4 gram intramuskuler 40% setelah 6 jam pemberian dosis awal lalu dosis ulangan diberikan 4 gram IM setiap 6 jam dimana pemberian MgSO4 tidak melebihi 2-3 hari. Magnesium sulfat dihentikan juga bila setelah 4 jam pasca persalinan sudah terjadi perbaikan (normotensif). MgSO4 dihentikan bila (1) Ada tanda-tanda keracunan yaitu kelemahan otot. Refleks fisiologis menghilang pada kadar 8-10 mEq/liter. Untuk mengurangi nyeri dapat diberikan 1 cc xylocain 2% yang tidak mengandung adrenalin pada suntikan IM. refleks fisiologis menurun.3 Obat Anti Kejang Pemberian Magnesium Sulfat Cara pemberian magnesium sulfat : a) Dosis awal sekitar 4 gram MgSO4 IV (20 % dalam 20 cc) selama 1 gr/menit kemasan 20% dalam 25 cc larutan MgSO4 (dalam 3-5 menit). fungsi jantung terganggu.

peningkatan kreatinin serum. diastolik tekanan darah tunggal > 110meskipun sudah tirah baring Kelainan laboratorium: proteinuria > 1 gram/ 24 jam. atau BPP abnormal ( Benson. maka dosis dapat ditingkatkan samapi 20 mg intravena (Cunningham. a) Obat pilihan adalah hidralazin. edema paru. aterm terlalu kecil. d) Indikasi Persalinan o o o o Kriteria tekanan darah: diastolik tetap > 100 mmHg selama 24 jam. pemeriksaan fungsi hati abnormal. 2001).5 intamuskular setiap 2 jam c) Jika hidralazin tidak tersedia. 5 Persalinan a) Pada preeklampsia berat. atau janin mati. 2003) . Jangan lakukan anastesia lokal. 2008) 6 Induksi Persalinan Induksi Persalinan adalah upaya menstimulus kontraksi spontan uterus yang belum muncu luntuk mempersiapkan kelahiran. yang diberikan 5 mg intravena pelan-pelan selama 5 menit sampai tekanan darah turun b) Jika perlu. trombositopenia Komlikasi Ibu: sindrom HELLP. lakukan induksi dengan aksitosin 2-5 IU dalam 500 ml dekstrose 10 tetes/menit atau dengan prostaglandin (Abdul bari. dekompensasi jantung. perhatikan bahwa: o o Tidak terdapat koagulapati Anestesi yang aman/ terpilih adalah anastesia umum. lakukan persalinan pervaginam. atau 12. dll Kelainan janin: gawat janin. persalinan harus terjadi dalam 24 jam. Jika servik matang. sedangkan anestesia spinal berhubungan dengan hipotensi c) Jika anestesia yang umum tidak tersedia. NST. eklampsia. CST. · Labetalol 10 mg intravena sebagai dosis awal.4 Obat Antihipertensi. b) Jika seksio sesarea akan dilakukan. jika tekanan darah tidak membaik dalam 10 menit. pemberian hidralazin dapat diulang setiap jam. Induksi persalinan adalah suatu upaya agar . dapat diberikan: · Nifedipine dosis oral 10 mg yang diulang tiap 30 menit.

IUGR. Atas permintaan yang bersangkutan . Maturitas paru cukup b. d. Kehamilan dengan diabetes miltus. b.persalinan mulai berlangsung sebelum atau sesudah kehamilan cukup bulan dengan jalan merangsang (stimulasi) timbulnya HIS. c. Indikasi janin a. Insufisiensi plasenta. Oligohidramnion. Kontraksi uterus tak sempurna c. f. Penyakit hipertensi dalam kehamilan termasuk preeklamsi dan eklamsi. i. Gestasi pascamatur. Indikasi Indikasi Ibu a. Inkompatibilitas Rh. Ketuban pecah dini. Kehamilan lewat waktu (postmaturitas). Indikasi Selektif a. g. c. Infeksi amnionitis. IUFD. h. e. b. Janin mati.

misalnya pernah mengalami seksio sesarea. Plasenta previa.Kontraindikasi 1. Beberapa penyakit . Gemeli. Beberapa penyakit . 9. Infusiensi plasenta. Cacat rahim. Malposisi dan malpresentasi janin. Hati-hati pada bekas-bekas operasi/uterus yang cacat seperti bekas SC. 13. miomektomi yang luas dan ekstensif. 2. 11. 7. 12. Disproporsi sefalo-pelvik. 10. Hydrosefalus. 10. 3. Distensi rahim yang berlebihan misalnya pada hidramnion. 6. Makrosomia. 4. berlebihan misalnya pada hidramnion. seperti herpes genetalis aktif. Makrosomia. 8. 13. Cara Induksi Persalinan dengan Obat-obatan . Grande multipara. 12. Ibu menderita penyakit jantung berat. Plasenta previa. 11. Hydrosefalus. seperti herpes genetalis aktif. 5.

mulai mendatar dan mulai membuka. 2) Untuk menilai serviks ini dapat juga dipakai skor bishop. d) Janin dalam presentasi kepala e) Serviks sudah matang yaitu. maka kadar tetsan oksitosin dipertahankan. maka diperlukan syarat-syarat berikutnya : a) Kehamilan aterm b) Ukuran panggul normal c) Tidak ada CPD (disproposi antara pelvis dan janin). sintosinon.a. Bila dalam waktu 15 menit ini HIS tetap lemah. Sebaliknya bila tejadi kontraksi rahim yang sangat kuat. Pada waktu pemberian infuse . Penderita dengan infus oksitosin harus diamati secara cermat untuk kemungkinan timbulnya tetania uteri. Infuse oksitosin Kemasan yang dipakai adalah pitosin. Timbulnya kontraksi rahim dinilai dalam setiap 15 menit. Tetesan permulaan kecepatan pertama 10 tetes/menit. tetesan dapat dinaikan. Infuse oksitosin ini hendaknya tetap dipertahankan sampai persalinan selasai yaitu sampai satu jam sesudah lahirnya plasenta. tanda-tanda rupture uteri membakat. 1) Agar infuse oksitosin berhasil dalam menginduksi persalinan dan tidak memungkinkan penyulit baik pada ibu dan janin. maupun tanda-tanda gawat janin Bila kontraksi timbul secara teratur dan adekuat . Umumnya tetesan maksimal diperbolehkan sampai mencapai kadar oksitosin 30-40 tetes/menit. porsio teraba lunak. induksi persalinan kemungkinan besar akan berhasil. Sebaiknya infuse oksitosin dihentikan. Evaluasi kemajuan janin pembukaan serviks dapat dilakukan dengan periksa dalam bila HIS telah kuat dan adekuat. jumlah tetsan dapat dikurangi atau sementara dihentikan. yaitu bila nilai berlebih dari 8. maka berapapun kadar oksitosin yang dinaikan tidak akan menimbulkan tambahan kekuatan kontraksi lagi.

Segera setelah kala II dimulai. induksi persalinan dengan prostaglandin cukup efektif. pemantauan denyut jantung janin harus dilanjutkan dan tanda-tanda vital dicatat. c. Dianjurkan preparat ini diberikan pada saat atau menjelang tiba dikamar bersalin agar dapat dilakukan pemantauan kontinu terhadap aktifitas uterus dan denyut jantung janin. kontraksi biasanya terjadi pada jam pertama dan memperlihatkan aktivitas puncak dalam 4 jam pertama. Pengaruh sampingan dari pemberia prostaglandin ialah mual. vaginal. Untuk induksi persalinan prostaglandin dapat diberikan secara intravena. Obat ini digunakan “off- . muntah.oksitosin bila ternyata kemudian persalinan telah berlangsung. diare. Menurut petunjuk pembuatannya. induksi oksitosin harus ditunda selama 6 hingga 12 jam. Maka infuse oksitosin harus segera dihentikan dan kehamilan segera diselesaikan dengan seksio sesarea. Jika muncul. rectal. b. Prostaglandin E2 Prostaglandin dapat merangsang otot-otot polos termasuk juga otot-otot rahim. dan saat ini tersedia berbagai tablet 100 mcg untuk mencegah ulkus peptic. oral. dan intra amnion. Jika tetap terjadi kontraksi yang teratur. Misoprostol Misoprostol (cytotec) adalah prostaglandin E1 sintenik. Pada kehamilan aterm. Jika tidak terdapat perubahan dalam aktifitas uterus atau denyut jantung janin setelah peiode ini. maka tetesan infuse oksitosin dipertahankan dan ibu di pimpin mengejan atau dipimpin dengan persalinan buatan sesuai dengan indikasi yang ada pada waktu itu. Tetapi bila sepanjang pemberiaan infuse oksitosin timbul penyulit pada ibu maupun janin. pasien dapat dipindahkan atau dipulangkan. Interval waktu aman minimal antara pemberian prostaglandin E2 dan permulaan pemberian oksitosin belum diketahui pasti. Prostaglandin yang spesifik untuk merangsang otot rahim ialah PGE2 Dan PGF2 alpha. maka infuse oksitosin dilanjutkan sampai pembukaan lengkap. Mungkin perlu dilakukan pengamatan dengan periode berkisar dari 30 menit hingga 2 jam.

Misoprostol berharga murah. Cairan hipertonik yang dipakai dapat berupa cairan garam hipertonik 20%. pengeluaran dan aspirasi mekonium. serupa dengan misoprostol intravagina 25 μg. Dosis misoprostol intravagina yang lebih tinggi (50 μ g atau lebih) menyebabkan peningkatan bermakna takisistol uterus. tetapi tidak ke serviks . kadang-kadang pemakaian urea dicampur dengan prostaglandin untuk meperkuar rangsangan pada otot-otot rahim. Misoprostol vagina Tablet misoprostol vagina dimasukan kedalam vagina setara dan mungkin lebih 25μg.label” (diluar indikasi resmi) untuk pematangan serviks prainduksi dan induksi persalinan. 100 μg. Misoprostol oral Afektivitas misoprostol oral. Laporan rupture uterus pada wanita dengan riwayat pembedahan dengan menyebabkan misoprostol tidak boleh digunakan pada para wanita tersebut. . urea dan lain-lain. d. dan mudah diberikan peroral atau dengan memasukannya kevagina. e. hipertensi dimulai uterus disertai perubahan denyut jantung janin perlu diperhatikan pada pemakaian obat ini. dan sesar atas indikasi hiperstimulasi uterus. f. stabil pada suhu kamar. Cairan hipertonik intrauterine Pemberian cairan hipertonik cairan amnion dipakai untuk merangsang kontraksi rahim pada kehamilan dengan janin mati.