PERAN PERADILAN AGAMA DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA EKONOMI SYARI’AH

(ANALISA PUTUSAN NOMOR 891/PDT.G/2009/PAJP)

Untuk Memenuhi Tugas:

MATA KULIAH PERADILAN AGAMA

Disusun Oleh: Ahmad Thohir 1206182404

1

2013 JAKARTA 2 .PROGRAM PASCASARJANA PEMINATAN HUKUM EKONOMI ISLAM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA Maret.

karena dalam kurun waktu sejak berdiri tahun 2003 hingga saat ini. 2 tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah. struktur ekonomi syari’ah. UU. produk. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah. kajian ini bertujuan: 3 . Peraturan Mahkamah Agung. dan buku IV tentang Akuntansi Syari’ah. Pengadilan Agama Depok belum pernah menerima gugatan atau permohonan terkait sengketa hukum ekonomi syari’ah. 3 tahun 2006 tentang Peradilan Agama secara eksplesit menjelaskan dalam pasal 49.G/2009/PAJP) Oleh Ahmad Thohir I. Situasi seperti ini menuntun adanya regulasi yang mengatur secara khusus. 891/Pdt. yang terkait dengan produk akad Musyarokah dan Murobahah. TUJUAN Sesuai dengan rumusan masalah tersebut di atas. Proses pengamatan terhadap kondisi Pengadilan Agama. terhadap jenis. sebagai lex specialis dari model perbankan konvensional. LATAR BELAKANG Ekonomi Syari’ah telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam kurun waktu dua windu terakhir. II. RUMUSAN MASALAH Dalam tulisan ini. termasuk dalam penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah. Namun dalam tulisan ini akan dikaji terkait penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah di Peradilan Agama. Instruksi Presiden. yang memuat empat bagian. Tahapan ini dilakukan dengan teknik interview kepada Panitra Muda Hukum Pengadilan Agama Depok. terkait dengan kesiapan dalam penanganan sengketa ekonomi syari’ah. dan i) ekonomi syari’ah” .G/2009/PAJP yang mengadili atas Gugatan Perlawanan atas Eksekusi Hak Tanggungan. dan lain sebagainya. Penulis mengambil objek kajian Pengadilan Agama Depok Jawa Barat. Selanjutnya. Dalam upaya penyelesaian sengketa di bidang ekonomi syari’ah sebenarnya juga bisa ditempuh jalur non litigasi. baik Undang-Undang.PERAN PERADILAN AGAMA DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA EKONOMI SYARI’AH (ANALISA PUTUSAN NOMOR 891/PDT. memutus. Bagaimanakah kesiapan Pengadilan Agama Depok dalam menyelesaikan sengketa Ekonomi Syari’ah? 2. buku III tentag Zakat dan Hibah. Demikian halnya sebagai rujukan penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah diterbitkanlah Peraturan Mahkamah Agung RI No.G/2009/PAJP sudah sesuai dengan prosedur Undang-Undang. Penulis memilih Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor: 891/Pdt. lahirlah UU No. yaitu melalui Badan Arbitrase Syari’ah Nasional (BASYARNAS). dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antra orang-orang yang beragama Islam di bidang a) perkawinan b) waris c) wasiat d) hibah e) wakaf f) zakat g) infaq h) shadaqah. baik yang berbentuk Perbankan maupun Non Bank tumbuh dan berkembang dengan produk-produk ekonomi syari’ahnya. Di bidang perbankan misalnya. buku I tentang Subyek Hukum dan Amwal. bahwa “Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa. Hal ini kemudian mendorong lahirnya beberapa aturan. No. Lembaga Keuangan Syari’ah. baik secara formil maupun materiil? III. Apakah Putusan No. fokus masalah yang akan dikaji sebagaimana berikut: 1. maka pada tahapan Analisa Putusan (produk). Begitupun dalam penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah. buku II tentang Akad.

Mengetahui apakah Putusan No. 2.G/2009/PAJP sudah sesuai dengan prosedur Undang-Undang. maupun materiil. Mengetahui kesiapan Pengadilan Agama Depok dalam menyelesaikan sengketa Ekonomi Syari’ah. baik secara formil. 4 . 891/Pdt.1.

wakaf.id/profil-pa. infak. wakaf. Dr.IV. dengan beban kerja rata-rata tiap bulan 162 perkara. Arifuddin. di Jalan Soekarno Hatta 714 Bandung. shodaqoh dan ekonomi syari’ah dan tugas dan kewenangan lain yang diberikan oleh atau berdasarkan Undang-undang. sehingga kehidupan masyarakat menjadi tenang. 4 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. sederhana dan biaya ringan”. H.CL. Dalam melaksanakan tugasnya Pengadilan Agama Depok didukung dengan kekuatan pegawai sebanyak 38 Orang dan secara formal pelaksanaan tugas Pengadilan Agama Depok harus dipertanggung jawabkan dalam bentuk laporan ke Pengadilan Tinggi Agama Bandung selaku atasan. Arifuddin hal ini karena masyarakat belum banyak yang tahu tentang kewenangan penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah di PA. warisan dan wasiat. memutus dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam dibidang perkawinan. E. tertib dan damai di bawah lindungan Allah SWT” dan Misi : “Menerima. zakat. Drs. H. hibah. M. hal mana Pengadilan Agama Depok sebagai pelaksana Visi dan Misi Mahkamah Agung RI yang dijabarkan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. Pengadilan Agama Depok sesuai dengan tugas dan kewenangannya yaitu bertugas dan berwenang memeriksa. zakat. E.1 Terkait dengan sengketa Ekonomi Syari’ah. dengan alamat http://www. Pengadilan Agama Depok dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2002 tanggal 28 Agustus 2002. SEKILAS PENGADILAN AGAMA DEPOK DAN KESIAPANNYA DALAM MENANGANI PERKARA EKONOMI SYARI’AH Pengadilan Agama Depok Kelas IB beralamat di Jalan Boulevard Sektor Aggrek Komplek Perkantoran Kota Kembang Grand Depok City Depok dan beroperasi pada alamat tersebut setelah diresmikannya gedung Pengadilan Agama Depok bersamaan dengan diresmikannya gedung Pengadilan Tinggi Agama Bandung pada tanggal 20 Februari tahun 2007 oleh Prof. memeriksa.. karena aturanya relatif baru ditetapkan. yaitu: Visi “Terwujudnya putusan yang adil dan berwibawa. Sebagai salah satu lembaga yang melaksanakan amanat UndangUndang No. disamping PA Depok juga intens melakukan sosialisasi ataupun Sebagaimana dimuat dalam situs Pengadilan Agama Depok. Menurut H. dan biaya ringan. berdasar interview dengan Panitera Muda Hukum. Bagir Manan.go. yaitu UU No. mengadili dan menyelesaikan perkara-perkara yang diajukan oleh umat islam Indonesia di bidang perkawinan. hingga saat ini belum ada gugatan yang terdaftar di PA Depok. SH. cepat. 3 tahun 2006. SH. PEMBAHASAN A. warisan dan wasiat. hibah. Pengadilan Agama Depok yang daerah hukumnya meliputi Wilayah Pemerintahan Kota Depok yang terdiri dari ( sebelum pemekaran adalah 6 Kecamatan dengan 60 Kelurahan) 11 Kecamatan dengan 64 Kelurahan dengan mayoritas penduduk beragama Islam. shodaqoh dan ekonomi syari’ah. Daerah hukum Pengadilan Agama Depok adalah meliputi Pemerintahan Kota Depok sesuai dengan Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 1989 yang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2002 Pasal 2 ayat (5) disebutkan bahwa “Daerah hukum Pengadilan Agama Depok meliputi wilayah Pemerintahan Kota Depok Propinsi Jawa Barat”..pa-depok. 1 5 . tepat. dalam melaksanakan tugasnya guna menegakkan hukum dan keadilan harus memenuhi harapan dari para pencari keadilan yang selalu menghendaki peradilan yang sederhana. infak. secara cepat.

Selain itu. produk ekonomi syari’ah belum begitu massif diterapkan di masyarakat. 2 6 . Meskipun demikian. SDM Hakim di lingkungan PA Depok sudah sangat memadai. dibanding sistem konvensional. termasuk tentang kewenangan penyelesaian sengketa Ekonomi Syari’ah. SH. Wawancara dengan Panmud. tanggal 22/3/’13. Hukum PA Depok. Arifuddin. E. Drs. H. serta pelatihan tentang kompilasi hukum ekonomi syari’ah juga sering diikuti oleh para hakim2. PA Depok.penyuluhan ke masyarakat. karena sebagian besar berlatar belakang Hukum Islam.

sebagai TERGUGAT II. Pada tahun 2007. Berdasar kontrak kerja di atas. sebagaimana dituangkan dalam 7 . STRUKTUR (BENTUK DAN ISI) PUTUSAN NO. A) mengajukan pemohonan ke TERGUGAT I (Bank Syari’ah) untuk menyediakan dana dalam keperluan take over fasilitas kredit PENGGUGAT dari Lembaga Finance. Jasa Boga dan Industri. Antara lain. untuk memudahkan identifikasi dalam analisa kasus selanjutnya. Identitas Para Pihak Dalam salinan putusan yang diperoleh Penulis. 891/PDT. Tentang Duduk Perkaranya (Posita) Yang menjadi duduk perkara sebenarnya gugatan perlawanan atas eksekusi hak tanggungan. Melawan PT. PENGGUGAT ( selanjutnya disebut PT.G/2009/PAJP Selanjutnya: BISMILLAHIRAHMANIRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KIETUHANAN YANG MAHA ESA Bentuk penulisan dua kalimat ini harus menggunakan huruf besar. Pasal 4 ayat 1 UU Nomor 14 Tahun 1970. 002/DE11-6030/DE-RLK/IX/07 for catering and Services Coal Fired Steam Power Plant Project 300-400 MW Class PLT. 3 Banten. PENGGUGAT adalah Perusahaan yang bergerak dibidang jasa Catering. 001/DE116030/DE-RLK/VIII/07 for catering and Services Coal Fired Steam Power Plant Project 300-400 MW dan tertanggal Agustus 2007 dan NO. PENGGUGAT dengan inisial PT. A yang memberi kuasa pada Advodakat AA. Lalu C (Kepala Kantor Kekayaan Negara dan Lelang Bogor).) di wilayah Banten-Lontar (Teluk Naga) dan pekerjaan yang sama di Jatim-Pacitan. sebagaimana tertera dalam surat gugatan yang diajukan PENGGUGAT tanggal 22 Desember 2009. Bank Syari’ah dalam hal ini menyetujui untuk menyalurkan pembiayaan tersebut berdasarkan SK Pembiayaan No. sentra Kredit Menengah Kantor Cabang Jakarta Kota dan Kredit Modal Kerja (KMK). 2. identitas para pihak dan alamatnya disamarkan.G/2009/PAJP 1. 3. Nama Pengadilan Agama yang Memutus dan Jenis Perkara Pengadilan Agama Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu dalam tingkat pertama dalam persidangan Majelis telah menjatuhkan Putusan atas Gugatan Perlawanan atas Eksekusi Hak Tanggungan. memberi kuasa kepada Advokad BB. B (pihak Bank) yang berkedudukan di Jakarta Pusat.B. D yang merupakan kontraktor dalam Pekerjaan Konstruksi Proyek Instalasi Listrik PLTU (Pen. 4. sebagai TERGUGAT I. Akan tetapi Penulis mencoba memberi ilustrasi para Pihak dengan inisial. Bagian Kepala Putusan PUTUSAN Nomor 891/Pdt. Perjanjian pekerjaan tersebut berdasarkan contract agreement no. dan TERGUGAT III (Pelaksana Pra Lelang). untuk memenuhi peratuan pada Pasal 57 ayat 2 UU Nomor 7 Tahun 1989 jo. USY/3/427/R tertanggal 27 Juni 2008. perusahaan ini memperoleh pekerjaan sebagai Catering Service dari PT.

45. Bahkan PT.000. A berdasarkan PBI Nomor 10/18/PBI/2008 tentang Restrukturisasi Pembiayaan bagi Bank Syari’ah dan Unit Usaha Syari’ah jo. 46 Rp. baik secara materiil maupun immateriil karena adanya upaya lelang yang dilakukan oleh para TERGUGAT.Akad Pembiayaan Musyarakah No. 17. A sempat melaporkan PT.07/2006 tentang petunjuk pelaksanaan Lelang. A pun melakukan klarifikasi dan minta penjelasan dari PT. a.076. peralatan kerja. A merasa beri’tikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya itu dengan mengangsur kewajibannya. bahwa proses lelang yang dilakukan para TERGUGAT menyalahi prosedur. Jumlah pembiayaan adalah. ayat 2 “Apabila dalam 30 (tiga puluh) hari kalender sejak dilakukan penyelesaian secara musyawarah dan mufakat sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini tidak tercapai kesepakatan. PT.654. 45 Rp.654. Akad Pembiayaan Murabahah No.503. Tapi Bank Syari’ah tetap akan melakukan upaya Lelang melalui Kantor Pejabat Lelang (Tergugat II). Surat Edaran Bank Indonesia No. PT. PT. 8 .084. Akad Pembiayaan Musyarakah No. A selaku PENGGUGAT selanjutnya mengajukan Gugatan ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat. 40/PMK. Padahal menurut PT. Akad Pembiayaan Musyarakah No. A mengalami kesulitan membayar kewajiban cicilan ke pihak Bank Syari’ah yang sudah jatuh tempo. A memberikan jaminan berupa aset tanah. “lelang yang akan dilaksanakan hanya dapat dibatalkan dengan putman/penetapan lembaga peradilan atau atas permintaan penjual”. PT.148. Menurut PT. A melalui kuasanya.663.000. 700. Akad Pembiayan Musyarakah No. dan tambahan aset/barang yang akan menjadi jaminan setelah ada (dalam proses). 47.238. para pihak sepakat untuk menyelesaikannya melalui Pengadilan Agama Jakarta Pusat”. ayat 1 “Segala perselisihan yang timbul berdasarkan akad ini antara para pihak berkenaan dengan penafsiran secara musyawarah dan mufakat”. Namun jawaban PT. D sebagaimana kesepakatan. Selanjutnya. Fasilitas Murabahah untuk take over dalam hal kredit investasi pembangunan dapur utama di Bogor dan Proyek A di Pacitan Jawa Timur Rp.D ke kepolisian atas dugaan tindak pidana penipuan. dalam hal ini yang berwenang Pengadilan Agama Jakarta Pusat . 3. Dalam kondisi inilah. jika ditotal keseluruhan jaminan adalah Rp. b. senilai Rp. antara lain pasal 25 Akta No. 45 dan 46. juga berdasar pada psal 14 huruf a Peraturan Menteri Keuangan No. Dengan alasan itu. para Pihak sepakat untuk memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Agama Jakarta Pusat di Jakarta”.000. PT. PT. bahwa guna menghindari resiko potensi kerugian yang disebabkan oleh pembiayaan bermasalah bagi setiap Bank Umum Syari’ah (BUS) dan Unit Usaha Syari’ah (UUS) dapat melakukan Restrukturisasi Pembiayaan terhadap nasabah yang mengalami penurunan kemampuan pembayaran dan masih memiliki prospek usaha yang baik serta mampu memenuhi kewajiban setelah restrukturisasi. bangunan. 10. dengan mengacu pada perjanjian Akad Pembiayaan Musyarakah tanggal 27 Juni 2008.209.725. 3.220. A tidak mendapatkan realisasi proyek pengadaan jasa catering tersebut. 31.156.220. Pasal 26 “tentang akad ini dan segala akibatnya. D ternyata bahwa dalam proyek yang sudah disepakati tersebut tidak dibutuhkan Surat Perintah Kerja (SPK). 17. total pembiayaan Rp. Dan PENGGUGAT merasa dirugikan.000. PT. yang belum dalam bentuk Surat Perintah Kerja (SPK). A keberatan dan mengajukan pembatalan terhadap proses lelang. 10/34/DPbS kepada semua Bank Umum Syari’ah dan Unit Usaha Syari’ah. 46. yaitu harus mendapatkan penetapan melalui Ketua Pengadilan Negeri setempat. Dalam perjalanannya. c.

Demikian pula Pasal 29 ayat 1 huruf b UU No. 10/18/PBI/2008. PT.Inti dari gugatan PT. serta membayar biaya perkara. disebabkan PENGGUGAT salah dalam menyebutkan Pengadilan Negeri Agama Jakarta Pusat. TERGUGAT I menolak melakukan restrukturisasi sebagaimana didalilkan oleh PENGGUGAT mengacu pada PBI No. PENGGUGAT REKONPENSI (Bank Syari’ah) kembali memperjelas tentang wanprestasi yang dilakukan TERGUGAT REKONPENSI dan dasar hukum yang membolehkan BANK mengakhiri jangka waktu pembiayaan dan mengambil tindakan hukum jika terjadi wanprestasi dan penyimpangan dari jangka waktu yang telah ditentukan dalam akad pembiayaan ini (Pasal 15 ayat 1 dan 2 Akad 9 . 10/8/PBI/2008). Karena itu TERGUGAT I perlu melakukan upaya hukum untuk penyelamatan dan penyelesaian pembiayaan. 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia “Penjualan benda yang menjadi objek jaminan fidusia atas kekuasaan penerima Fidusia sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan”. Selain jawaban diatas. antara lain meminta Majelis Hakim untuk menjatuhkan putusan sela sebagai putusan akhir karena PA Jakarta Pusat tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini. Menurut TERGUGAT I ketentuan yang tertuang di dalam akad mengenai penyelesaian sengketa di PA Jakarta Pusat adalah berkaitan dengan penafsiran perjanjian (akad). karena restrukturisasi hanya dapat dilakukan apabila nasabah mengajukan permohonan secara tertulis kepada TERGUGAT I. dimana istilah tersebut tidak dikenal. PENGGUGAT tidak mempunyai kualitas mengajukan Gugatan. TERGUGAT I menilai bahwa PENGGUGAT telah melakukan cidera janji (wanprestasi). 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan “Apabila debitor cidera janji. Disamping itu. karena PENGGUGAT tidak memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan dalam akad pembiayaan ini (Pasal 22 ayat 1 huruf a akad Pembiayaan Musyarakah No. Yang berwenang mengadili perkara ini adalah Pengadilan Negeri Bogor yaitu di wilayah hukum dimana lelang akan dilaksanakan. 26 tanggal 9 Mei 2008 disebutkan wilayah hukum Pengadilan Negeri Bogor sebagai domisili hukum dalam penyelesaian sengketa berkaitan dengan Hak Tanggungan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT I. Dalam Rekonpensi. Pemegang Hak tanggungan pertama mempunyai hak untuk menjual objek Hak Tanggungan atas kekusaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan dari hasil penjualan tersebut”. oleh karena ada ketidaksesuaian nama subyek PENGGUGAT dalam perubahan Akta PT. Selanjutnya.A. 45 tanggal 27 Juni 2008). TERGUGAT I dalam eksepsinya menyampaikan jawaban bantahan. Sedangkan gugatan perlawanan ini berkaitan dengan Lelang yang akan dilaksanakan oleh TERGUGAT II (Kantor Pejabat Lelang) di Bogor atas objek-objek jaminan milik PENGGUGAT yang telah dijaminkan pada TERGUGGAT I. baik murabahah maupun musyarakah. TERGUGAT I (Bank Syari’ah) pun telah melakukan somasi sebanyak 3 kali. Dalam pasal 4 Akta Pembebanan Hak Tanggungan No. REKONPENSI. TERGUGAT I juga menilai gugatan PENGGUGAT kabur dan tidak jelas. sementara hal itu tidak pernah dilakukan (Pasal 4 PBI No. sebagaimana Pasal 6 UU No. A adalah meminta PA Jakarta Pusat untuk menyatakan bahwa para TERGUGAT tidak memiliki hak untuk melaksanakan lelang terhadap asset-asset PENGGUGAT. EKSEPSI TERGUGAT I. TERGUGAT I juga menyampaikan bahwa Surat kuasa penggugat tidak jelas.A meminta Majelis untuk menghukum TERGUGAT I (Bank Syari’ah) untuk membayar ganti rugi materiil dan immateriil.

padahal tidak berdasarkan peraturan hukum yang berlaku. Terkait dengan kewenangan PA Jakarta Pusat dalam perkara ini. PENGGUGAT tetap berpegang bahwa PA Jakarta Pusat tidak melanggar kompetensi absolut ataupun relatif sebagaimana tertuang dalam perjanjian akad. sebagaimana Pasal 9 ayat 1 Akad Pembayran Musyarakah No. Meski mengakui ada kesalahan dalam penulisan nama subjek PT. 45 tanggal 27 Juni 2008 dan Akad Pembiayaan Musyarakah No. A selaku TERGUGAT REKONPENSI membayar outstanding kewajiban ditambah denda bunga 5% pertahun dari keterlambatan pembayaran. Dengan ini pula PENGGUGAT pun menolak permintaan majelis hakim untuk menjatuhkan putusan sela sebagai putusan akhir tanpa memeriksa pokok perkara terlebih dahulu karena melanggar kompetensi absolut Pengadilan Agama. majelis hakim sebenarnya telah memberi kesempatan kepada para pihak untuk melakukan upaya damai di luar Pengadilan. dimana proses pelelangan harus mendapatkan Penetapan melalui Penetapan Ketua Pengadilan. karena dianggap berlebihan. maka persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan tentang eksepsi TERGUGAT I dan TERGUGAT II. baik melalui negosiasi ataupun mediasi. padahal lelang tersebut atas permintaan TERGUGAT I melalui suratnya Nomor: USY/3/4037 tanggal 24 Agustus 2009. Majelis berpendapat bahwa yang menjadi masalah adalah apakah perkara ini termasuk perkara 10 . yang dalam hal ini berwenang adalah Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat. TERGUGAT II (Kepala Kantor Kekayaan Negara dan Lelang Bogor) intinya menolak Gugatan Penggugat yang menyatakan tindakan lelang yang dilakukan adalah perbuatan melawan hukum. bukan serta merta mengaburkan gugatan. yang intinya tetap berpegang pada dalil-dalil gugatannya. merupakan pihak yang sama. 5. TERGUGAT II memohon kepada Majelis Hakim untuk menyatakan sah pelelangan yang dilakukan oleh TERGUGAT II. EKSEPSI TERGUGAT II. yang mediatornya disepakati oleh kedua belah pihak. PENGGUGAT menjelaskan bahwa perbedaan nama subjek dalam perubahan akta. PENGGUGAT menolak dianggap tidak mempunyai kualitas mengajukan gugatan. Bank Syari’ah dalam Rekonpensi ini pula menggugat PT. para pihak tidak mencapai kesepakatan damai. Untuk TERGUGAT II. 45 tanggal 27 Juni 2008). Disamping itu. PENGGUGAT memberikan jawaban atas eksepsi TERGUGAT I. demikian halnya dalam kesalahan penulisan Pengadilan Negeri Agama. namun hingga persidangan perkara ini pada tanggal 5 Agustus 2010. Begitu juga dengan bantahan bahwa penggugat exception in persona.Pembiayaan Musyarakah No. PENGGUGAT menolak eksepsinya dengan menyatakan bahwa TERGUGAT II ikut bertanggungjawab karena melaksanakan lelang bersama TERGUGAT I. Maka dari itu. 46 tanggal 27 Juni 2008.07/2006 Pasal 6 ayat 4 “KP2LN/Kantor Pejabat Lelang Kelas II tidak boleh menolak permohonan lelang yang diajukan kepadanya sepanjang dokumen persyaratan lelang sudah lengkap dan telah memenuhi legalitas subjek dan objek lelang” .A. Sebelum persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan tentang eksepsi yang diajukan TERGUGAT I dan TERGUGAT II. Tentang Pertimbangan Hukum dan Dasar Hukum Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat menimbang keterangan pihak-pihak dan dalil-dalilnya. TERGUGAT II tidak bisa menolak permohonan lelang sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40/PMK.

I. Seharusnya PENGGUGAT mengajukan perkaranya di Pengadilan yang mewilayahi tempat pelaksanaan eksekusi tersebut sebagaimana ketentuan dalam pasal 195 ayat 6 HIR. Majelis menilai bahwa alat bukti yang diajukan oleh TERGUGAT I telah memenuhi syarat formil. 26 tanggal 9 Mei 2008 disebutkan domisili hukum dalam penyelesaian permasalahan hak tanggungan tersebut adalah Pengadilan Negeri Bogor. maka Pengadilan Agama Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara Nomor 891/Pdt. bahwa tata cara penyelesaian sengketa 1) segala perselisihan yang timbul berdasarkan akad ini antara para pihak berkenaan dengan penafsiran. Dalam pendapat ini.I.3) dengan redaksi yang sama.I. sehingga Pengadilan Agama Jakarta Pusat berwenang mengadili sesuai dengan 49 UU No. diantaranya yang berupa sertifikat hak tanggungan nomor 1715/2007 tanggal 13 Agustus 2007 (T. Majelis berpendapat clausa ini sudah sangat jelas. secara musyawarah dan mufakat. maka akan diselesaikan di Pengadilan Agama Jakarta Pusat. dan sertifikat hak tanggungan nomor 1321/2008 tanggal 5 September (T.6). 3 tahun 2006. sertifikat hak tanggungan Nomor 1675/2008 tanggal 26 Juni 2008 (T. 2) apabila dalam 30 (tiga puluh) hari kalender sejak dilakukan penyelesaian secara musyawarah dan mufakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini tidak tercapai kesepakatan. 6. akan tetapi mengacu pada Pasal 4 akta Hak Tanggungan No. Majelis berpendapat bahwa perkara ini bukanlah mengenai sengketa ekonomi syari’ah. Majelis juga telah mengkaji isi-isi akad yang ternyata dalam pasal 25 akad pembiayaan musyarakah Nomor 45 (T.I. para pihak sepakat untuk menyelesaikannya melalui Pengadilan Agama Jakarta Pusat.9). pasal 25 akad pembiayaan musyarakah Nomor 46 (TI.I. perkara ini berkaitan dengan lelang yang akan dilaksanakan oleh TERGUGAT II. dan bukan mengenai sengketa ekonomi syari’ah. Majelis membenarkan dalil-dalil eksepsi TERGUGAT I. majelis menimbang dalil TERGUGAT I yang menyatakan bahwa jika terjadi perselisihan penafsiran terkait akad musyarakah ataupun murabah.10) seluruhnya dalam pasal 4 yang menyatakan “para pihak dalam hak-hak mengenai hak tanggungan tersebut di atas dengan segala akibatnya memilih domisili pada Panitera Pengadilan Negeri Bogor di Bogor”.4) sertifikat hak tanggungan Nomor 1716 tanggal 13 Agustus 2007 (T. Karena itu pula putusan ini merupakan putusan akhir sehingga eksepsi selain tentang kompetensi tidak perlu dipertimbangkan lagi. bukan berkaitan dengan masalah penafsiran dari akad murabahah maupun musyarakah. Majelis juga menimbang dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT I dalam eksepsi kompetensinya. Diktum atau Amar Putusan MENGADILI 11 .G/2009/PAJP ini.I). Dengan demikian yang menjadi pokok sengketa dalam perkara ini adalah tentang perlawanan lelang sebagai eksekusi langsung yang dilakukan atau akan dilakukan oleh TERGUGAT I melalui TERGUGAT II. 2) dan pasal 20 akad pembiayaan murabahah (T. maka Pengadilan Agama Jakarta Pusat harus menyatakan tidak berwenang mengadili perkara ini.I. Apalagi ternyata objek yang akan dilelang adalah segala benda yang termuat dalam sertifikat hak tanggungan atas perkara ini haruslah diikuti ketentuan yang telah ditetapkan di dalam sertifikat hak tanggungan tersebut.sengketa ekonomi syari’ah.

Ujang Soleh. 891/PDT.G/2009/PAJP merupakan kategori Putusan Akhir. Bagian Kaki Putusan Demikianlah diputuskan dalam permusyawatan Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat pada hari Kamis tanggal 2 September 2010 M. H. meski belum menempuh semua tahap pemeriksaan. ANALISA PUTUSAN NO. MH. Putusan No.051.G/2009/PAJP mengakhiri pemeriksaan di persidangan. Verstek. karena majelis hakim hanya memeriksa tentang sengketa kompetensi kewenangan Pengadilan Agama. Putusan No.G/2009/PAJP adalah Putusan Tidak Menerima. SH. Hal ini dikarenakan gugatan tidak memenuhi syarat hukum. putusan mana oleh Ketua Majelis Hakim tersebut pada hari itu juga diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum dengan didampingi oleh Hakim Anggota yang sama dan dibantu oleh Sajidan. 891/Pdt. Karena Putusan No. Tanda Tangan Hakim dan Panitera serta Perincian Biaya Putusan ini ditandatangani oleh majelis hakim dan anggota.1. Dari Segi Isinya Terhadap Gugutan Perkara. Menghukum kepada PENGGUGAT untuk membayar biaya perkara yang hingga kini terhitung sebesar Rp. MH. SH sebagai Panitera Pengganti dan dihadiri oleh Kuasa Hukum PENGGUGAT. isinya terhadap gugatan/perkara dan sifatnya terhadap akibat hukum yang ditimbulkan. Subuki. Kuasa Hukum TERGUGAT I. hadir tidaknya para pihak. bertepatan dengan tanggal 23 Ramadhan 1431 H. jadi Putusan ini bukan termasuk kategori Gugur. H. ataupun Komdemnatoir yang bilamana salah satu pihak tidak menghadiri saat putusan dijatuhkan. sebagai Ketua Majelis dan Drs. 891/Pdt. Putusan ini menegaskan bawah Pengadilan Agama Jakarta Pusat tidak berwenang memeriksa dan mengadili Gugatan Perlawanan atas Eksekusi Hak Tanggungan karena bukan bagian kompetensi absolut sebagaimana pasal 49 UU No. 1. 8. Kholis.G/2009/PAJP memiliki karakter tersendiri bila dilihat dari beberapa aspek. Dari Segi Fungsinya Dalam Mengakhiri Perkara. C. diluar hadirnya TERGUGAT II dan TERGUGAT III serta Para Kuasa Hukumnya. Drs. yaitu secara 12 . 891/Pdt. serta mencantumkan rincian biaya. Mengabulkan eksepsi TERGUGAT I 2. 3 tahun 2006. Menyatakan Pengadilan Agama Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara ini 3. MH dan Drs. 3.000 (dua juta lima puluh satu ribu rupiah).G/2009/PAJP saat dijatuhkan/diucapkan di muka persidangan dihadiri oleh semua pihak yang diwakili oleh para kuasa hukumnya. Drs. Masrum. 891/Pdt. Dari Segi Hadir Tidaknya Para Pihak Pada Saat Putusan Dijatuhkan. Achmad Manshur Noor masing-masing sebagai hakim anggota. antara lain fungsinya dalam mengakhiri perkara.G/2009/PAJP Putusan No. 891/Pdt. yang terdiri dari Drs. 2. Putusan No. 2. H. 7. karena majelis hakim menyatakan bahwa hakim “tidak menerima gugatan penggugat” .

Dari Segi Sifatnya Terhadap Akibat Hukum Yang Ditimbulkan . pasti akan semakin memberatkan. 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Terkait dengan subtansi Putusan No. 45 dan No. Penulis sependapat dengan logika hukum yang dibangun oleh majelis hakim bahwa sengketa bukan bagian dari penafsiran dalam pelaksanaan akad ekonomi syari’ah. Sedangkan majelis hakim belum masuk pada pemeriksaan perkara lebih lanjut. pihak Bank Syari’ah akan melakukan pelunasan tanggungan piutangnya dari harta jaminan yang akan dilelang. Ilustrasinya begini. Putusan No. maka Nasabah dikenakan denda sebesar 5% (lima persen) pertahun dari pembayaran yang tertunggak dan harus dibayar lunas oleh Nasabah kepada Bank untuk digunakan atau disalurkan untuk kepentingan sosial”. dan apakah ketentuan seperti ini justeru berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi salah satu pihak. Jika disaat yang bersamaan pihak yang berhutang juga harus membayar 5% dari jumlah tunggakan. disamping dasar hukum di atas tentang Hak Tanggungan dan Jaminan Fidusia.I. dan Bank Syari’ah bisa saja membatalkan akad di tengah jalan bila pihak nasabah melakukan wanprestasi yang merugikan Bank Syari’ah selaku penyalur dana. sebenarnya dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah (KHES) juga dinjelaskan dalam pasal 47 Bagian Ketujuh tentang Akibat Akad KHES. Dalam konteks musyarakah (join venture). Meski disebutkan akan digunakan atau disalurkan untuk kepentingan sosial. pada pasal 9 ayat (1). Hal ini merujuk pula pada Pasal 6 UU No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan dan Pasal 29 ayat 1 UU No. Karena Putusan bersifat menghukum kepada salah satu pihak.formil.10) dalam pasal 4 yang menyatakan bahwa “para pihak dalam hak-hak mengenai hak tanggungan tersebut di atas dengan segala akibatnya memilih domisili pada Panitera Pengadilan Negeri Bogor di Bogor”. 891/Pdt. yang berbunyi “Suatu akad dapat dibatalkan oleh pihak yang berpiutang jika pihak yang berutang terbukti melakukan perbuatan yang merugikan pihak yang berpiutang”. 891/Pdt. 46. apakah denda 5% per tahun tidak menyimpang dari prinsip-prinsip ekonomi syari’ah. Perkara ini merupakan kompetensi Pengadilan Negeri yang mewilayahi objek yang akan dilelang sebagaimana juga diperjanjikan dalam Pasal 4 Sertifikat Hak Tanggungan nomor 1321/2008 tanggal 5 September (T. hanya fokus pada sengketa kompetensi dan kemudian menjatuhkan Putusan Akhir tanpa memeriksa pokok perkara lainnya.G/2009/PAJP yang menyatakan Pengadilan Agama Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara Gugatan Perlawanan atas Eksekusi Hak Tanggungan. yang berbunyi “apabila Nasabah tidak atau terlambat melakukan pengembalian pokok pembiayaan bagi hasil sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (2) dan Pasal 8 ayat (1) Akad Pembiayaan ini. seperti ketentuan dalam UU Hak Tanggungan dan UU Jaminan Fidusia di atas. karena itu kewajiban angsuran merupakan piutang bagi pihak Bank Syari’ah. bukan wewenang untuk memeriksa dan mengadili. Sebagai catatan. menarik bila mencermati kutipan Akad Pembiayaan Musyarakah No. ataupun murabah (jual beli dengan mark up). Namun dasar hukum menurut KHES ini belum dikutip oleh Pihak TERGUGAT I. hal ini tetap berpotensi 13 . 4. karena Pengadilan Agama tidak berhak. yaitu PENGGUGAT untuk membayar biaya perkara.G/2009/PAJP termasuk Putusan Kondemnatoir. Lalu muncul pertanyaan di sini. pihak Bank Syari’ah menyalurkan pembiayaan dalam bentuk akad musyarakah dan murabahah. Menurut hemat Penulis.

yaitu kewenangan Peradilan Agama dalam memeriksa dan mengadili sengketa ekonomi syari’ah. 2. tapi gugatan perlawanan lelang atas aset jaminan yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri Bogor yang mewilayahi objek lelang. V. janganlah kamu makan riba dengan berlipat ganda. 14 . sebagaimana QS. termasuk yang terkait dengan kewenangan penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah. baik secara infrastruktur maupun kompetensi Hakim di lingkungan Pengadilan Agama Depok. Majelis Hakim memutuskan bahwa Gugatan tidak memenuhi syarat hukum formil. Dan peliharalah dirimu dari api neraka yang disediakan bagi orang-orang kafir”. sebagaimana juga tertera dalam Akta Hak Tanggungan. Penulis menarik kesimpulan sebagaimana berikut: 1.G/2009/PAJP. Oleh karena itu. 891/Pdt. dan hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah supaya kamu beruntung.terjadi penarikan profit yang berlipat dari pihak yang berhutang secara dzalim. Terkait dengan Putusan No. karena bagaimana mekanisme untuk mengawasi 5% tadi untuk kepentingan sosial?. jika tidak berhati-hati hal semacam ini akan terjerumus dalam kategori riba. KESIMPULAN Dari pembahasan di atas. Pengadilan Agama Depok memiliki kesiapan dalam menyelesaikan sengketa Ekonomi Syari’ah. karena subtansi sengketa buka pada penafsiran akad-akad ekonomi syari’ah. meski menganut asas kebebasan berkontrak (1338 KHP). Pengadilan Agama Depok juga secara reguler melakukan sosialiasi terkait kewenangan Peradilan Agama di masyarakat. Ali Imran 3.130-131 “Wahai orang yang beriman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful