P. 1
Analisa Putusan Sengketa Ekonomi Islam

Analisa Putusan Sengketa Ekonomi Islam

|Views: 95|Likes:
Published by tahershofa

More info:

Published by: tahershofa on Mar 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2013

pdf

text

original

PERAN PERADILAN AGAMA DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA EKONOMI SYARI’AH

(ANALISA PUTUSAN NOMOR 891/PDT.G/2009/PAJP)

Untuk Memenuhi Tugas:

MATA KULIAH PERADILAN AGAMA

Disusun Oleh: Ahmad Thohir 1206182404

1

2013 JAKARTA 2 .PROGRAM PASCASARJANA PEMINATAN HUKUM EKONOMI ISLAM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA Maret.

yang terkait dengan produk akad Musyarokah dan Murobahah. Situasi seperti ini menuntun adanya regulasi yang mengatur secara khusus. buku II tentang Akad. lahirlah UU No. Tahapan ini dilakukan dengan teknik interview kepada Panitra Muda Hukum Pengadilan Agama Depok. TUJUAN Sesuai dengan rumusan masalah tersebut di atas. kajian ini bertujuan: 3 . Hal ini kemudian mendorong lahirnya beberapa aturan. Demikian halnya sebagai rujukan penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah diterbitkanlah Peraturan Mahkamah Agung RI No. buku I tentang Subyek Hukum dan Amwal. dan buku IV tentang Akuntansi Syari’ah. LATAR BELAKANG Ekonomi Syari’ah telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam kurun waktu dua windu terakhir.PERAN PERADILAN AGAMA DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA EKONOMI SYARI’AH (ANALISA PUTUSAN NOMOR 891/PDT. baik Undang-Undang. memutus. baik secara formil maupun materiil? III. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah. Proses pengamatan terhadap kondisi Pengadilan Agama. baik yang berbentuk Perbankan maupun Non Bank tumbuh dan berkembang dengan produk-produk ekonomi syari’ahnya. Lembaga Keuangan Syari’ah. Bagaimanakah kesiapan Pengadilan Agama Depok dalam menyelesaikan sengketa Ekonomi Syari’ah? 2. Selanjutnya. 3 tahun 2006 tentang Peradilan Agama secara eksplesit menjelaskan dalam pasal 49. Peraturan Mahkamah Agung. bahwa “Pengadilan Agama bertugas dan berwenang memeriksa. 2 tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah. fokus masalah yang akan dikaji sebagaimana berikut: 1. Penulis mengambil objek kajian Pengadilan Agama Depok Jawa Barat. Instruksi Presiden. Dalam upaya penyelesaian sengketa di bidang ekonomi syari’ah sebenarnya juga bisa ditempuh jalur non litigasi. buku III tentag Zakat dan Hibah. Begitupun dalam penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah. Di bidang perbankan misalnya. terhadap jenis. 891/Pdt. Pengadilan Agama Depok belum pernah menerima gugatan atau permohonan terkait sengketa hukum ekonomi syari’ah.G/2009/PAJP sudah sesuai dengan prosedur Undang-Undang. Penulis memilih Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat Nomor: 891/Pdt. dan lain sebagainya. UU. dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antra orang-orang yang beragama Islam di bidang a) perkawinan b) waris c) wasiat d) hibah e) wakaf f) zakat g) infaq h) shadaqah. RUMUSAN MASALAH Dalam tulisan ini. produk. Apakah Putusan No. maka pada tahapan Analisa Putusan (produk). karena dalam kurun waktu sejak berdiri tahun 2003 hingga saat ini. sebagai lex specialis dari model perbankan konvensional. struktur ekonomi syari’ah. Namun dalam tulisan ini akan dikaji terkait penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah di Peradilan Agama. II.G/2009/PAJP) Oleh Ahmad Thohir I. yaitu melalui Badan Arbitrase Syari’ah Nasional (BASYARNAS). termasuk dalam penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah. dan i) ekonomi syari’ah” . terkait dengan kesiapan dalam penanganan sengketa ekonomi syari’ah. yang memuat empat bagian.G/2009/PAJP yang mengadili atas Gugatan Perlawanan atas Eksekusi Hak Tanggungan. No.

baik secara formil. maupun materiil. 4 .G/2009/PAJP sudah sesuai dengan prosedur Undang-Undang. 891/Pdt.1. Mengetahui apakah Putusan No. 2. Mengetahui kesiapan Pengadilan Agama Depok dalam menyelesaikan sengketa Ekonomi Syari’ah.

dengan alamat http://www. zakat. 1 5 . Daerah hukum Pengadilan Agama Depok adalah meliputi Pemerintahan Kota Depok sesuai dengan Pasal 4 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 1989 yang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2002 Pasal 2 ayat (5) disebutkan bahwa “Daerah hukum Pengadilan Agama Depok meliputi wilayah Pemerintahan Kota Depok Propinsi Jawa Barat”. Pengadilan Agama Depok dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2002 tanggal 28 Agustus 2002. tertib dan damai di bawah lindungan Allah SWT” dan Misi : “Menerima. mengadili dan menyelesaikan perkara-perkara yang diajukan oleh umat islam Indonesia di bidang perkawinan.IV. hal mana Pengadilan Agama Depok sebagai pelaksana Visi dan Misi Mahkamah Agung RI yang dijabarkan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama. berdasar interview dengan Panitera Muda Hukum. karena aturanya relatif baru ditetapkan.CL. tepat. dalam melaksanakan tugasnya guna menegakkan hukum dan keadilan harus memenuhi harapan dari para pencari keadilan yang selalu menghendaki peradilan yang sederhana. SH. infak. M. memeriksa. E. Dr. memutus dan menyelesaikan perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam dibidang perkawinan. secara cepat. zakat. warisan dan wasiat. Arifuddin. shodaqoh dan ekonomi syari’ah dan tugas dan kewenangan lain yang diberikan oleh atau berdasarkan Undang-undang. E. PEMBAHASAN A. SEKILAS PENGADILAN AGAMA DEPOK DAN KESIAPANNYA DALAM MENANGANI PERKARA EKONOMI SYARI’AH Pengadilan Agama Depok Kelas IB beralamat di Jalan Boulevard Sektor Aggrek Komplek Perkantoran Kota Kembang Grand Depok City Depok dan beroperasi pada alamat tersebut setelah diresmikannya gedung Pengadilan Agama Depok bersamaan dengan diresmikannya gedung Pengadilan Tinggi Agama Bandung pada tanggal 20 Februari tahun 2007 oleh Prof. disamping PA Depok juga intens melakukan sosialisasi ataupun Sebagaimana dimuat dalam situs Pengadilan Agama Depok. dengan beban kerja rata-rata tiap bulan 162 perkara. hibah. sederhana dan biaya ringan”. Menurut H. SH. Arifuddin hal ini karena masyarakat belum banyak yang tahu tentang kewenangan penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah di PA. Pengadilan Agama Depok yang daerah hukumnya meliputi Wilayah Pemerintahan Kota Depok yang terdiri dari ( sebelum pemekaran adalah 6 Kecamatan dengan 60 Kelurahan) 11 Kecamatan dengan 64 Kelurahan dengan mayoritas penduduk beragama Islam. sehingga kehidupan masyarakat menjadi tenang. Drs. yaitu UU No. H.id/profil-pa. yaitu: Visi “Terwujudnya putusan yang adil dan berwibawa. cepat.. dan biaya ringan. wakaf. Sebagai salah satu lembaga yang melaksanakan amanat UndangUndang No. Dalam melaksanakan tugasnya Pengadilan Agama Depok didukung dengan kekuatan pegawai sebanyak 38 Orang dan secara formal pelaksanaan tugas Pengadilan Agama Depok harus dipertanggung jawabkan dalam bentuk laporan ke Pengadilan Tinggi Agama Bandung selaku atasan.pa-depok. hibah. 4 Tahun 2004 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman.go.. Pengadilan Agama Depok sesuai dengan tugas dan kewenangannya yaitu bertugas dan berwenang memeriksa. 3 tahun 2006. warisan dan wasiat. Bagir Manan. hingga saat ini belum ada gugatan yang terdaftar di PA Depok. infak. wakaf. H. di Jalan Soekarno Hatta 714 Bandung.1 Terkait dengan sengketa Ekonomi Syari’ah. shodaqoh dan ekonomi syari’ah.

Selain itu. dibanding sistem konvensional. karena sebagian besar berlatar belakang Hukum Islam.penyuluhan ke masyarakat. Wawancara dengan Panmud. PA Depok. SH. SDM Hakim di lingkungan PA Depok sudah sangat memadai. Drs. Hukum PA Depok. produk ekonomi syari’ah belum begitu massif diterapkan di masyarakat. tanggal 22/3/’13. Arifuddin. termasuk tentang kewenangan penyelesaian sengketa Ekonomi Syari’ah. Meskipun demikian. H. serta pelatihan tentang kompilasi hukum ekonomi syari’ah juga sering diikuti oleh para hakim2. 2 6 . E.

dan TERGUGAT III (Pelaksana Pra Lelang). 2. Bagian Kepala Putusan PUTUSAN Nomor 891/Pdt. Pasal 4 ayat 1 UU Nomor 14 Tahun 1970. A) mengajukan pemohonan ke TERGUGAT I (Bank Syari’ah) untuk menyediakan dana dalam keperluan take over fasilitas kredit PENGGUGAT dari Lembaga Finance. PENGGUGAT adalah Perusahaan yang bergerak dibidang jasa Catering. 002/DE11-6030/DE-RLK/IX/07 for catering and Services Coal Fired Steam Power Plant Project 300-400 MW Class PLT. Lalu C (Kepala Kantor Kekayaan Negara dan Lelang Bogor). D yang merupakan kontraktor dalam Pekerjaan Konstruksi Proyek Instalasi Listrik PLTU (Pen. Tentang Duduk Perkaranya (Posita) Yang menjadi duduk perkara sebenarnya gugatan perlawanan atas eksekusi hak tanggungan. Bank Syari’ah dalam hal ini menyetujui untuk menyalurkan pembiayaan tersebut berdasarkan SK Pembiayaan No. Akan tetapi Penulis mencoba memberi ilustrasi para Pihak dengan inisial. Jasa Boga dan Industri. Antara lain. Melawan PT. 3. STRUKTUR (BENTUK DAN ISI) PUTUSAN NO. 891/PDT. PENGGUGAT ( selanjutnya disebut PT.B. sebagaimana dituangkan dalam 7 . identitas para pihak dan alamatnya disamarkan.G/2009/PAJP Selanjutnya: BISMILLAHIRAHMANIRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KIETUHANAN YANG MAHA ESA Bentuk penulisan dua kalimat ini harus menggunakan huruf besar. Pada tahun 2007. untuk memudahkan identifikasi dalam analisa kasus selanjutnya. memberi kuasa kepada Advokad BB. untuk memenuhi peratuan pada Pasal 57 ayat 2 UU Nomor 7 Tahun 1989 jo. Identitas Para Pihak Dalam salinan putusan yang diperoleh Penulis. USY/3/427/R tertanggal 27 Juni 2008. sebagai TERGUGAT II.) di wilayah Banten-Lontar (Teluk Naga) dan pekerjaan yang sama di Jatim-Pacitan. Berdasar kontrak kerja di atas. B (pihak Bank) yang berkedudukan di Jakarta Pusat. PENGGUGAT dengan inisial PT. 3 Banten. sebagai TERGUGAT I. sentra Kredit Menengah Kantor Cabang Jakarta Kota dan Kredit Modal Kerja (KMK). 4. Perjanjian pekerjaan tersebut berdasarkan contract agreement no. Nama Pengadilan Agama yang Memutus dan Jenis Perkara Pengadilan Agama Jakarta Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu dalam tingkat pertama dalam persidangan Majelis telah menjatuhkan Putusan atas Gugatan Perlawanan atas Eksekusi Hak Tanggungan. sebagaimana tertera dalam surat gugatan yang diajukan PENGGUGAT tanggal 22 Desember 2009. A yang memberi kuasa pada Advodakat AA.G/2009/PAJP 1. 001/DE116030/DE-RLK/VIII/07 for catering and Services Coal Fired Steam Power Plant Project 300-400 MW dan tertanggal Agustus 2007 dan NO. perusahaan ini memperoleh pekerjaan sebagai Catering Service dari PT.

Akad Pembiayaan Murabahah No. Dan PENGGUGAT merasa dirugikan. 46. A berdasarkan PBI Nomor 10/18/PBI/2008 tentang Restrukturisasi Pembiayaan bagi Bank Syari’ah dan Unit Usaha Syari’ah jo.148.000. Menurut PT. dengan mengacu pada perjanjian Akad Pembiayaan Musyarakah tanggal 27 Juni 2008. “lelang yang akan dilaksanakan hanya dapat dibatalkan dengan putman/penetapan lembaga peradilan atau atas permintaan penjual”. A memberikan jaminan berupa aset tanah.220. senilai Rp. antara lain pasal 25 Akta No.000. Selanjutnya.209. Fasilitas Murabahah untuk take over dalam hal kredit investasi pembangunan dapur utama di Bogor dan Proyek A di Pacitan Jawa Timur Rp.156. peralatan kerja. PT. PT.654. A merasa beri’tikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya itu dengan mengangsur kewajibannya. jika ditotal keseluruhan jaminan adalah Rp. A pun melakukan klarifikasi dan minta penjelasan dari PT. A keberatan dan mengajukan pembatalan terhadap proses lelang. Dengan alasan itu. PT.000.663. bahwa proses lelang yang dilakukan para TERGUGAT menyalahi prosedur.D ke kepolisian atas dugaan tindak pidana penipuan. 31. dalam hal ini yang berwenang Pengadilan Agama Jakarta Pusat . para Pihak sepakat untuk memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Agama Jakarta Pusat di Jakarta”. 17. Dalam kondisi inilah. a. 3. 46 Rp.503. 10. 45 dan 46. 47. Bahkan PT.Akad Pembiayaan Musyarakah No. Dalam perjalanannya. para pihak sepakat untuk menyelesaikannya melalui Pengadilan Agama Jakarta Pusat”. Akad Pembiayaan Musyarakah No. dan tambahan aset/barang yang akan menjadi jaminan setelah ada (dalam proses). 8 . D ternyata bahwa dalam proyek yang sudah disepakati tersebut tidak dibutuhkan Surat Perintah Kerja (SPK). yang belum dalam bentuk Surat Perintah Kerja (SPK). D sebagaimana kesepakatan. Namun jawaban PT. A tidak mendapatkan realisasi proyek pengadaan jasa catering tersebut. 17. PT. ayat 2 “Apabila dalam 30 (tiga puluh) hari kalender sejak dilakukan penyelesaian secara musyawarah dan mufakat sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini tidak tercapai kesepakatan. A selaku PENGGUGAT selanjutnya mengajukan Gugatan ke Pengadilan Agama Jakarta Pusat.725. 45. A sempat melaporkan PT. PT. Akad Pembiayan Musyarakah No. A melalui kuasanya. PT. total pembiayaan Rp. PT. 40/PMK. ayat 1 “Segala perselisihan yang timbul berdasarkan akad ini antara para pihak berkenaan dengan penafsiran secara musyawarah dan mufakat”. A mengalami kesulitan membayar kewajiban cicilan ke pihak Bank Syari’ah yang sudah jatuh tempo. Akad Pembiayaan Musyarakah No. Padahal menurut PT. Tapi Bank Syari’ah tetap akan melakukan upaya Lelang melalui Kantor Pejabat Lelang (Tergugat II). 45 Rp. c. bangunan.654.084. juga berdasar pada psal 14 huruf a Peraturan Menteri Keuangan No. Surat Edaran Bank Indonesia No. Jumlah pembiayaan adalah. 700. 3. baik secara materiil maupun immateriil karena adanya upaya lelang yang dilakukan oleh para TERGUGAT. yaitu harus mendapatkan penetapan melalui Ketua Pengadilan Negeri setempat. Pasal 26 “tentang akad ini dan segala akibatnya.07/2006 tentang petunjuk pelaksanaan Lelang.220.000. bahwa guna menghindari resiko potensi kerugian yang disebabkan oleh pembiayaan bermasalah bagi setiap Bank Umum Syari’ah (BUS) dan Unit Usaha Syari’ah (UUS) dapat melakukan Restrukturisasi Pembiayaan terhadap nasabah yang mengalami penurunan kemampuan pembayaran dan masih memiliki prospek usaha yang baik serta mampu memenuhi kewajiban setelah restrukturisasi.076.238. 10/34/DPbS kepada semua Bank Umum Syari’ah dan Unit Usaha Syari’ah. b.

karena restrukturisasi hanya dapat dilakukan apabila nasabah mengajukan permohonan secara tertulis kepada TERGUGAT I. TERGUGAT I juga menyampaikan bahwa Surat kuasa penggugat tidak jelas. Yang berwenang mengadili perkara ini adalah Pengadilan Negeri Bogor yaitu di wilayah hukum dimana lelang akan dilaksanakan. Karena itu TERGUGAT I perlu melakukan upaya hukum untuk penyelamatan dan penyelesaian pembiayaan. A adalah meminta PA Jakarta Pusat untuk menyatakan bahwa para TERGUGAT tidak memiliki hak untuk melaksanakan lelang terhadap asset-asset PENGGUGAT. Sedangkan gugatan perlawanan ini berkaitan dengan Lelang yang akan dilaksanakan oleh TERGUGAT II (Kantor Pejabat Lelang) di Bogor atas objek-objek jaminan milik PENGGUGAT yang telah dijaminkan pada TERGUGGAT I. oleh karena ada ketidaksesuaian nama subyek PENGGUGAT dalam perubahan Akta PT. TERGUGAT I (Bank Syari’ah) pun telah melakukan somasi sebanyak 3 kali. 10/18/PBI/2008. Pemegang Hak tanggungan pertama mempunyai hak untuk menjual objek Hak Tanggungan atas kekusaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan dari hasil penjualan tersebut”. serta membayar biaya perkara.A meminta Majelis untuk menghukum TERGUGAT I (Bank Syari’ah) untuk membayar ganti rugi materiil dan immateriil. disebabkan PENGGUGAT salah dalam menyebutkan Pengadilan Negeri Agama Jakarta Pusat. Selain jawaban diatas. dimana istilah tersebut tidak dikenal. Selanjutnya. TERGUGAT I menilai bahwa PENGGUGAT telah melakukan cidera janji (wanprestasi). PENGGUGAT tidak mempunyai kualitas mengajukan Gugatan. 45 tanggal 27 Juni 2008). 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia “Penjualan benda yang menjadi objek jaminan fidusia atas kekuasaan penerima Fidusia sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan”. EKSEPSI TERGUGAT I. TERGUGAT I dalam eksepsinya menyampaikan jawaban bantahan. Menurut TERGUGAT I ketentuan yang tertuang di dalam akad mengenai penyelesaian sengketa di PA Jakarta Pusat adalah berkaitan dengan penafsiran perjanjian (akad). antara lain meminta Majelis Hakim untuk menjatuhkan putusan sela sebagai putusan akhir karena PA Jakarta Pusat tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini.Inti dari gugatan PT. REKONPENSI. sebagaimana Pasal 6 UU No. PT. Demikian pula Pasal 29 ayat 1 huruf b UU No. PENGGUGAT REKONPENSI (Bank Syari’ah) kembali memperjelas tentang wanprestasi yang dilakukan TERGUGAT REKONPENSI dan dasar hukum yang membolehkan BANK mengakhiri jangka waktu pembiayaan dan mengambil tindakan hukum jika terjadi wanprestasi dan penyimpangan dari jangka waktu yang telah ditentukan dalam akad pembiayaan ini (Pasal 15 ayat 1 dan 2 Akad 9 . 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan “Apabila debitor cidera janji. 26 tanggal 9 Mei 2008 disebutkan wilayah hukum Pengadilan Negeri Bogor sebagai domisili hukum dalam penyelesaian sengketa berkaitan dengan Hak Tanggungan antara PENGGUGAT dan TERGUGAT I. 10/8/PBI/2008). Dalam pasal 4 Akta Pembebanan Hak Tanggungan No. TERGUGAT I menolak melakukan restrukturisasi sebagaimana didalilkan oleh PENGGUGAT mengacu pada PBI No. Dalam Rekonpensi. Disamping itu. karena PENGGUGAT tidak memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan dalam akad pembiayaan ini (Pasal 22 ayat 1 huruf a akad Pembiayaan Musyarakah No. sementara hal itu tidak pernah dilakukan (Pasal 4 PBI No. baik murabahah maupun musyarakah.A. TERGUGAT I juga menilai gugatan PENGGUGAT kabur dan tidak jelas.

TERGUGAT II memohon kepada Majelis Hakim untuk menyatakan sah pelelangan yang dilakukan oleh TERGUGAT II. yang mediatornya disepakati oleh kedua belah pihak. bukan serta merta mengaburkan gugatan.Pembiayaan Musyarakah No. 45 tanggal 27 Juni 2008 dan Akad Pembiayaan Musyarakah No. Disamping itu. Maka dari itu. Terkait dengan kewenangan PA Jakarta Pusat dalam perkara ini. karena dianggap berlebihan. dimana proses pelelangan harus mendapatkan Penetapan melalui Penetapan Ketua Pengadilan. PENGGUGAT menolak dianggap tidak mempunyai kualitas mengajukan gugatan. TERGUGAT II (Kepala Kantor Kekayaan Negara dan Lelang Bogor) intinya menolak Gugatan Penggugat yang menyatakan tindakan lelang yang dilakukan adalah perbuatan melawan hukum. sebagaimana Pasal 9 ayat 1 Akad Pembayran Musyarakah No. Begitu juga dengan bantahan bahwa penggugat exception in persona. PENGGUGAT menjelaskan bahwa perbedaan nama subjek dalam perubahan akta. 5.A. Majelis berpendapat bahwa yang menjadi masalah adalah apakah perkara ini termasuk perkara 10 . 45 tanggal 27 Juni 2008). A selaku TERGUGAT REKONPENSI membayar outstanding kewajiban ditambah denda bunga 5% pertahun dari keterlambatan pembayaran. yang dalam hal ini berwenang adalah Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat. merupakan pihak yang sama. Tentang Pertimbangan Hukum dan Dasar Hukum Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat menimbang keterangan pihak-pihak dan dalil-dalilnya. baik melalui negosiasi ataupun mediasi. PENGGUGAT tetap berpegang bahwa PA Jakarta Pusat tidak melanggar kompetensi absolut ataupun relatif sebagaimana tertuang dalam perjanjian akad. EKSEPSI TERGUGAT II. 46 tanggal 27 Juni 2008. Dengan ini pula PENGGUGAT pun menolak permintaan majelis hakim untuk menjatuhkan putusan sela sebagai putusan akhir tanpa memeriksa pokok perkara terlebih dahulu karena melanggar kompetensi absolut Pengadilan Agama. PENGGUGAT menolak eksepsinya dengan menyatakan bahwa TERGUGAT II ikut bertanggungjawab karena melaksanakan lelang bersama TERGUGAT I. namun hingga persidangan perkara ini pada tanggal 5 Agustus 2010. maka persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan tentang eksepsi TERGUGAT I dan TERGUGAT II. yang intinya tetap berpegang pada dalil-dalil gugatannya. majelis hakim sebenarnya telah memberi kesempatan kepada para pihak untuk melakukan upaya damai di luar Pengadilan. PENGGUGAT memberikan jawaban atas eksepsi TERGUGAT I.07/2006 Pasal 6 ayat 4 “KP2LN/Kantor Pejabat Lelang Kelas II tidak boleh menolak permohonan lelang yang diajukan kepadanya sepanjang dokumen persyaratan lelang sudah lengkap dan telah memenuhi legalitas subjek dan objek lelang” . padahal lelang tersebut atas permintaan TERGUGAT I melalui suratnya Nomor: USY/3/4037 tanggal 24 Agustus 2009. para pihak tidak mencapai kesepakatan damai. demikian halnya dalam kesalahan penulisan Pengadilan Negeri Agama. Bank Syari’ah dalam Rekonpensi ini pula menggugat PT. Untuk TERGUGAT II. Meski mengakui ada kesalahan dalam penulisan nama subjek PT. padahal tidak berdasarkan peraturan hukum yang berlaku. TERGUGAT II tidak bisa menolak permohonan lelang sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40/PMK. Sebelum persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan tentang eksepsi yang diajukan TERGUGAT I dan TERGUGAT II.

pasal 25 akad pembiayaan musyarakah Nomor 46 (TI. bahwa tata cara penyelesaian sengketa 1) segala perselisihan yang timbul berdasarkan akad ini antara para pihak berkenaan dengan penafsiran. Karena itu pula putusan ini merupakan putusan akhir sehingga eksepsi selain tentang kompetensi tidak perlu dipertimbangkan lagi. para pihak sepakat untuk menyelesaikannya melalui Pengadilan Agama Jakarta Pusat. secara musyawarah dan mufakat. Majelis membenarkan dalil-dalil eksepsi TERGUGAT I.I. Majelis berpendapat clausa ini sudah sangat jelas. 2) dan pasal 20 akad pembiayaan murabahah (T.9). Dengan demikian yang menjadi pokok sengketa dalam perkara ini adalah tentang perlawanan lelang sebagai eksekusi langsung yang dilakukan atau akan dilakukan oleh TERGUGAT I melalui TERGUGAT II. Diktum atau Amar Putusan MENGADILI 11 .sengketa ekonomi syari’ah. dan sertifikat hak tanggungan nomor 1321/2008 tanggal 5 September (T.I. Apalagi ternyata objek yang akan dilelang adalah segala benda yang termuat dalam sertifikat hak tanggungan atas perkara ini haruslah diikuti ketentuan yang telah ditetapkan di dalam sertifikat hak tanggungan tersebut.G/2009/PAJP ini. sertifikat hak tanggungan Nomor 1675/2008 tanggal 26 Juni 2008 (T. 26 tanggal 9 Mei 2008 disebutkan domisili hukum dalam penyelesaian permasalahan hak tanggungan tersebut adalah Pengadilan Negeri Bogor.I. Majelis menilai bahwa alat bukti yang diajukan oleh TERGUGAT I telah memenuhi syarat formil. maka akan diselesaikan di Pengadilan Agama Jakarta Pusat. maka Pengadilan Agama Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara Nomor 891/Pdt.I.6). dan bukan mengenai sengketa ekonomi syari’ah. Majelis berpendapat bahwa perkara ini bukanlah mengenai sengketa ekonomi syari’ah. akan tetapi mengacu pada Pasal 4 akta Hak Tanggungan No.I. perkara ini berkaitan dengan lelang yang akan dilaksanakan oleh TERGUGAT II. diantaranya yang berupa sertifikat hak tanggungan nomor 1715/2007 tanggal 13 Agustus 2007 (T. majelis menimbang dalil TERGUGAT I yang menyatakan bahwa jika terjadi perselisihan penafsiran terkait akad musyarakah ataupun murabah. 2) apabila dalam 30 (tiga puluh) hari kalender sejak dilakukan penyelesaian secara musyawarah dan mufakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini tidak tercapai kesepakatan.I).I. sehingga Pengadilan Agama Jakarta Pusat berwenang mengadili sesuai dengan 49 UU No. Majelis juga menimbang dalil yang dikemukakan oleh TERGUGAT I dalam eksepsi kompetensinya. maka Pengadilan Agama Jakarta Pusat harus menyatakan tidak berwenang mengadili perkara ini. 6. Seharusnya PENGGUGAT mengajukan perkaranya di Pengadilan yang mewilayahi tempat pelaksanaan eksekusi tersebut sebagaimana ketentuan dalam pasal 195 ayat 6 HIR. Majelis juga telah mengkaji isi-isi akad yang ternyata dalam pasal 25 akad pembiayaan musyarakah Nomor 45 (T. 3 tahun 2006.4) sertifikat hak tanggungan Nomor 1716 tanggal 13 Agustus 2007 (T.3) dengan redaksi yang sama.10) seluruhnya dalam pasal 4 yang menyatakan “para pihak dalam hak-hak mengenai hak tanggungan tersebut di atas dengan segala akibatnya memilih domisili pada Panitera Pengadilan Negeri Bogor di Bogor”. bukan berkaitan dengan masalah penafsiran dari akad murabahah maupun musyarakah. Dalam pendapat ini.

G/2009/PAJP memiliki karakter tersendiri bila dilihat dari beberapa aspek. bertepatan dengan tanggal 23 Ramadhan 1431 H. 1. meski belum menempuh semua tahap pemeriksaan. Achmad Manshur Noor masing-masing sebagai hakim anggota.051. Menyatakan Pengadilan Agama Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara ini 3. 2.G/2009/PAJP Putusan No. Drs. 891/Pdt. Dari Segi Hadir Tidaknya Para Pihak Pada Saat Putusan Dijatuhkan. MH. 891/Pdt. 891/PDT. MH dan Drs. 8. Karena Putusan No.G/2009/PAJP adalah Putusan Tidak Menerima.1. Bagian Kaki Putusan Demikianlah diputuskan dalam permusyawatan Majelis Hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat pada hari Kamis tanggal 2 September 2010 M. 3. 3 tahun 2006.G/2009/PAJP saat dijatuhkan/diucapkan di muka persidangan dihadiri oleh semua pihak yang diwakili oleh para kuasa hukumnya. Drs. 891/Pdt.000 (dua juta lima puluh satu ribu rupiah). SH sebagai Panitera Pengganti dan dihadiri oleh Kuasa Hukum PENGGUGAT. isinya terhadap gugatan/perkara dan sifatnya terhadap akibat hukum yang ditimbulkan.G/2009/PAJP mengakhiri pemeriksaan di persidangan. 891/Pdt. MH. sebagai Ketua Majelis dan Drs. ANALISA PUTUSAN NO. H. H. diluar hadirnya TERGUGAT II dan TERGUGAT III serta Para Kuasa Hukumnya. Masrum. yang terdiri dari Drs. SH. Putusan No. Hal ini dikarenakan gugatan tidak memenuhi syarat hukum. Verstek. Dari Segi Isinya Terhadap Gugutan Perkara. C. Dari Segi Fungsinya Dalam Mengakhiri Perkara. Mengabulkan eksepsi TERGUGAT I 2.G/2009/PAJP merupakan kategori Putusan Akhir. Menghukum kepada PENGGUGAT untuk membayar biaya perkara yang hingga kini terhitung sebesar Rp. Subuki. jadi Putusan ini bukan termasuk kategori Gugur. ataupun Komdemnatoir yang bilamana salah satu pihak tidak menghadiri saat putusan dijatuhkan. 7. Kuasa Hukum TERGUGAT I. Tanda Tangan Hakim dan Panitera serta Perincian Biaya Putusan ini ditandatangani oleh majelis hakim dan anggota. hadir tidaknya para pihak. Putusan No. 2. Kholis. Putusan ini menegaskan bawah Pengadilan Agama Jakarta Pusat tidak berwenang memeriksa dan mengadili Gugatan Perlawanan atas Eksekusi Hak Tanggungan karena bukan bagian kompetensi absolut sebagaimana pasal 49 UU No. serta mencantumkan rincian biaya. Putusan No. Ujang Soleh. H. 891/Pdt. yaitu secara 12 . putusan mana oleh Ketua Majelis Hakim tersebut pada hari itu juga diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum dengan didampingi oleh Hakim Anggota yang sama dan dibantu oleh Sajidan. antara lain fungsinya dalam mengakhiri perkara. karena majelis hakim menyatakan bahwa hakim “tidak menerima gugatan penggugat” . karena majelis hakim hanya memeriksa tentang sengketa kompetensi kewenangan Pengadilan Agama.

ataupun murabah (jual beli dengan mark up). Ilustrasinya begini. dan Bank Syari’ah bisa saja membatalkan akad di tengah jalan bila pihak nasabah melakukan wanprestasi yang merugikan Bank Syari’ah selaku penyalur dana. apakah denda 5% per tahun tidak menyimpang dari prinsip-prinsip ekonomi syari’ah. 45 dan No. Perkara ini merupakan kompetensi Pengadilan Negeri yang mewilayahi objek yang akan dilelang sebagaimana juga diperjanjikan dalam Pasal 4 Sertifikat Hak Tanggungan nomor 1321/2008 tanggal 5 September (T. 42 tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. karena Pengadilan Agama tidak berhak. Sebagai catatan. Dalam konteks musyarakah (join venture). Meski disebutkan akan digunakan atau disalurkan untuk kepentingan sosial. Dari Segi Sifatnya Terhadap Akibat Hukum Yang Ditimbulkan . karena itu kewajiban angsuran merupakan piutang bagi pihak Bank Syari’ah. Hal ini merujuk pula pada Pasal 6 UU No. 4.10) dalam pasal 4 yang menyatakan bahwa “para pihak dalam hak-hak mengenai hak tanggungan tersebut di atas dengan segala akibatnya memilih domisili pada Panitera Pengadilan Negeri Bogor di Bogor”. Jika disaat yang bersamaan pihak yang berhutang juga harus membayar 5% dari jumlah tunggakan. seperti ketentuan dalam UU Hak Tanggungan dan UU Jaminan Fidusia di atas. pihak Bank Syari’ah akan melakukan pelunasan tanggungan piutangnya dari harta jaminan yang akan dilelang.G/2009/PAJP termasuk Putusan Kondemnatoir. pada pasal 9 ayat (1).formil. Terkait dengan subtansi Putusan No. dan apakah ketentuan seperti ini justeru berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi salah satu pihak. bukan wewenang untuk memeriksa dan mengadili.I. 46. Sedangkan majelis hakim belum masuk pada pemeriksaan perkara lebih lanjut. menarik bila mencermati kutipan Akad Pembiayaan Musyarakah No. maka Nasabah dikenakan denda sebesar 5% (lima persen) pertahun dari pembayaran yang tertunggak dan harus dibayar lunas oleh Nasabah kepada Bank untuk digunakan atau disalurkan untuk kepentingan sosial”. Karena Putusan bersifat menghukum kepada salah satu pihak. yang berbunyi “apabila Nasabah tidak atau terlambat melakukan pengembalian pokok pembiayaan bagi hasil sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (2) dan Pasal 8 ayat (1) Akad Pembiayaan ini. pihak Bank Syari’ah menyalurkan pembiayaan dalam bentuk akad musyarakah dan murabahah. sebenarnya dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah (KHES) juga dinjelaskan dalam pasal 47 Bagian Ketujuh tentang Akibat Akad KHES. pasti akan semakin memberatkan. 891/Pdt. Namun dasar hukum menurut KHES ini belum dikutip oleh Pihak TERGUGAT I. disamping dasar hukum di atas tentang Hak Tanggungan dan Jaminan Fidusia. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan dan Pasal 29 ayat 1 UU No. Putusan No. hal ini tetap berpotensi 13 . yaitu PENGGUGAT untuk membayar biaya perkara. 891/Pdt.G/2009/PAJP yang menyatakan Pengadilan Agama Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara Gugatan Perlawanan atas Eksekusi Hak Tanggungan. hanya fokus pada sengketa kompetensi dan kemudian menjatuhkan Putusan Akhir tanpa memeriksa pokok perkara lainnya. Lalu muncul pertanyaan di sini. yang berbunyi “Suatu akad dapat dibatalkan oleh pihak yang berpiutang jika pihak yang berutang terbukti melakukan perbuatan yang merugikan pihak yang berpiutang”. Penulis sependapat dengan logika hukum yang dibangun oleh majelis hakim bahwa sengketa bukan bagian dari penafsiran dalam pelaksanaan akad ekonomi syari’ah. Menurut hemat Penulis.

sebagaimana juga tertera dalam Akta Hak Tanggungan. yaitu kewenangan Peradilan Agama dalam memeriksa dan mengadili sengketa ekonomi syari’ah. Pengadilan Agama Depok memiliki kesiapan dalam menyelesaikan sengketa Ekonomi Syari’ah. baik secara infrastruktur maupun kompetensi Hakim di lingkungan Pengadilan Agama Depok. meski menganut asas kebebasan berkontrak (1338 KHP). karena subtansi sengketa buka pada penafsiran akad-akad ekonomi syari’ah. Ali Imran 3. Majelis Hakim memutuskan bahwa Gugatan tidak memenuhi syarat hukum formil. 14 . tapi gugatan perlawanan lelang atas aset jaminan yang menjadi kewenangan Pengadilan Negeri Bogor yang mewilayahi objek lelang. janganlah kamu makan riba dengan berlipat ganda. dan hendaklah kamu bertaqwa kepada Allah supaya kamu beruntung. termasuk yang terkait dengan kewenangan penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah. jika tidak berhati-hati hal semacam ini akan terjerumus dalam kategori riba. karena bagaimana mekanisme untuk mengawasi 5% tadi untuk kepentingan sosial?.terjadi penarikan profit yang berlipat dari pihak yang berhutang secara dzalim. V.130-131 “Wahai orang yang beriman. Penulis menarik kesimpulan sebagaimana berikut: 1. 891/Pdt. 2.G/2009/PAJP. Dan peliharalah dirimu dari api neraka yang disediakan bagi orang-orang kafir”. sebagaimana QS. Pengadilan Agama Depok juga secara reguler melakukan sosialiasi terkait kewenangan Peradilan Agama di masyarakat. Oleh karena itu. Terkait dengan Putusan No. KESIMPULAN Dari pembahasan di atas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->