BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dalam negara dunia yang pendidikan di Indonesia bidang studi mulai administrasi pendidikan boleh dikatakan masih baru. Di negarasudah maju,administrasi pendidikan berkembang dengan pesat sejak pertengahan pertama abad ke20,terutama sejak berakhirnya perang dunia kedua. Khususnya di negara kita,Indonesia,adcministrasi pendidikan baru diperkenalkan melalui beberapa IKIP sejak tahun 1960an,dan baru dimasukkan sebagai mata pelajaran decan mata ujian di SGA/SPG sejak tahun ajaran 1965/1966.Oleh karena itu,tidak mengherankan jika para pendidik sendiri banyak yang belum dapat memahami pendidikan betapa dalam perlu dan pentingnya dan administrasi penyelenggaraan

pengembangan pendidikan pada umumnya. Disamping itu, administrasi pendidikan itu sendiri sebagai ilmu,terus mengalami perkembangan sesuai dengan perkembangan pendidikan negara masing-masing.(Purwanto:1:2007 Setelah kita mengetahui realita yang terjadi seperti yang sudah tersebut di atas,maka diperlukan sebuah penjelasa secara rinci dan mendetail tentang administrasi pendidikan agar para pendidik Oleh dapat karena memahami itu para betapa perlu dan pentingnya harus administrasi pendidikan itu. pendidiki terlebih dahulu mengetahui dasar-dasar dari administrasi pendidikan. Maka

1

dimakalah ini kami akan menjelaskan tentang dasar-dasar administrasi pendidikan.

B. Tujuan Penulisan makalah ini bertujuan agar penulis dan pembahasnya dapat mengetahui dan mengerti tentang AspekAspek Administrasi dan Supervisi Pendidikan Pendidikan C. Rumusan Masalah Permasalahan yang kami angkat menjadi pembahasan makalah ini adalah mengenai tentang Aspek-Aspek Administrasi dan Supervisi Pendidikan

2

pengelolaan segala hal yang berkaitan dengan sekolah. administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan. dan efisien guna menunjang pencapaian tujuan pendidikan. Monre (1952). Roring (1966). untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. efektif. relevan. dan evaluasi. pengawasan. 2. Pengertian Administrasi dan ruang lingkup Pendidikan Administrasi pendidikan adalah proses memanfaatkan sumber daya pendidikan melalui kerjasama sejumlah orang dengan melaksanakan fungsi perencanaan. administrasi pendidikan adalah pengarahan. Dalam arti segala aspek yang berkaitan dengan sekolah harus dipertimbangkan untuk mencapai tujuan pendidikan. Beberapa rumusan pakar tentang pengertian administrasi pendidikan dikemukakan antara lain : 1. Nasution (1972). administrasi pendidikan dapat diartikan pula sebagai pelaksanaan pimpinan yang mewujudkan aktivitas kerja sama yang efektif bafgi tercapainya tujuan pendidikan. 3. serta media pendidikan lainnya) secara optimal. sarana dan prasarana. termasuk administrasi pembiayaan. semua kegiatan bersama dalam bidang pendidikan dengan memanfaatkan semua fasilitas yang 3 . Administrasi pendidikan adalah semua aspek kegiatan untuk mendayagunakan berbagai sumber (manusia.BAB II PEMBAHASAN A. pelaksanaan.

5. Semua fungsi tersebut satu sama lain bertalian sangat erat. administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal. koordinasi. 2009. (S. administrasi pendidikan adalah segala usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber (personal maupun materil) secara efesien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan . 4. Nawawi (1983). Mochtar Husain dan Andi Nurochman. pengorganisasian. Perencanaan (Planning) 4 . komunikasi. Untuk menadapat gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsitersebut di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci 1. Fungsi Administrasi Pendidikan Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan. maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan.kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus).tersedia baik personil.. supervise kepegawaian dan pembiayaan dan evaluasi. Administrasi dan Supervisi pendidikan) B. Kurikulum SMP (1975). materil. Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsi-fungsi perencanaan.

Di dalam pengorganisasian terdapatadanya pembagian tugas-tugas.yaitu faktor tujuan dan faktor sarana. wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian. Tanpa perencanaan. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seoran pemimpin. Di dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan. Pengorganisasian (Organizing) Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.Perencanaan merupakan salh satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. sehingga dari situ dapat terciptalah ditetapkan. 2.pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. Dlam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah 5 . Pengorganisasian pendidikan menjadi sebagai utama fungsi bagi administrasi pemimpin tugas para adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harfmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah pendidikan termasuk kepala sekolah. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacammacam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapandan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda.

dan (d) memberikan 4. balikan tentang hasil sutu kegiatan. Pengkoordinasian (Coordinating) Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang. aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sanat penting. semua bagian dcan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan.seperti:(a)melaksanakan penjelasan singkat (briefing). Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selarfas dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan.(c) memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.(b)mengadakan rapat kerja. gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran. (Soetjipto:137:2004) 6 . Usayha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara. 3. memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin. Komunikasi Dalam melaksanakan suatu program pendidikan. Dengan adanya koordinasi yang baik.mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar.

Good Carter memberikan definisi sebagai berikut: “Supervisi adalah segala usaha dari petugas-petugas termasuk sekolah dalam memimpin guru-guru dan petugas pendidikan lainnya dalam memperbaiki pengajaran.C. Nurney meninjau suervisi sebagai suatu process penilaian mengatakan: supervisi adalah prosedure memberi arah serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran. H. Dickey: Supervisi adalah suatu program yang memperbaiki pengajaran. Pengertian dan ruang lingkup Supervisi Pendidikan Menurut P. sehingga dengan demikian mereka mampu dan lebih cakap berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern. memperkembangkan pertumbuhan guru-guru. Dalam dictionary of education. Adams dan Frank G. agar lebih mengerti. Menurut Boardman: “Supervisi adalah suatu usaha menstimulir. (Supervision is a planned program for the improvement of instruction). Bruckner: Supervisi adalah suatu teknik pelayanan yang tujuan utamanya mempelajari dan memperbaiki 7 . menyelesaikan dan merevisi tujuan pendidikan. Menurut Alexander dan Saylor: “Supervisi adalah suatu program inservice education dan usaha memperkembangkan kelompok (group) secara bersama. baik secara individual maupun secara kolektif. bahan-bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaian pengajaran. Menurut Mc. dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pegnajarna. Burton & Leo J. mengkoordinir dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru sekolah.

tertundanya kenaikan pangkat dan sebagainya. perintah atau larangan dijalankan sesuai dengan petunjuk. yang kemudian mendapat hukuman. misalnya dipindah ke tempat yang tidak menyenangkan. apabila karyawan menyimpang dari peraturan maka ia mendapat kondite “buruk”. kenaikan gaji dan sebagainya. Para menerima kenaikan pangkat. supervisi dijalankan oleh pemilik sekolah atau olehkepala sekolah terhadap guru-guru diwilayahnya. Supervisor pada waktu itu dinamakan inspektur. Jadi supervisi zaman dahulu hanyalah untuk membagi hadian kepada kayarwan sekolah yang taat melaksanakan perintah dari puat.secara bersama-sama faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. dan untuk mencari kesalahan para karyawan. Tujuan Supervisi Pada zaman penjajahan. dan menerima hukuman administratif. kalau kita teliti kesemuanya tidak meninggalkan unsur-unsur pokok berikut: Tujuan Situasi Supervisor D. karena titik tolak mereka juga berbeda-beda. karyawan Apabila mendapat semuanya kondite sudah baik dan sesuai dan tidak hadiah: menyimpang sedikitpun. Tujuannya ialah untuk mengetahui apakah segala peraturan. Sebaliknya. Usaha pembimbingan dan memberi 8 . maka sekolah itu dinilai “baik”. Namun demikian. Definisi-definisi tersebut di atas rupa-rupanya terdapat perbedaan satu dengan yang lain.

12 Tahun 1954 bab XVI Pasal 27 yang berbunyi: “Pengawas pendidikan dan pengajaran berarti memberi pimpinan kepada para guru untuk mencapai kesempurnaan di dalam pekerjaannya” Karena itu di dalam masyarakat yang senantiasa berkembang ini. Atau dengan kata lain tujuan supervisi ialah memperkembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik. guna memberi hadiah maupun hukuman. seorang guru hendaknya dapat mengeikuti perkembangan-perkembangan itu. melainkan untuk dapat memberikan pimpinan dalam mencapai tujuan sekolah. supervisi tidak bertujuan melulu untuk memberi kondite pada karyawan. karena semua karyawan dihinggapi rasa khawatir mendapat kondite buruk apabila sekoyong-koyong ada penilikan. Jika tidak. akan menjadi salah satu faktor penhalang bagi perkembangan masyarakat. Tujuan supervisi pada zaman ini ialah: mengetahui situasi untuk mengukur tingkat perkembangan kegiatan sekolah dalam usahanya mencapai tujuan. 9 . bahwa dalam zaman kemerdekaan ini.nasihat guna kesempurnaan pelaksanaan tugas tidak ada. yaitu untuk pengukuran kemajuan sekolah. Tidak ada kegembiraan bekerja. Hal ini dengan jelas tercantum dalam Undang-Undang tentang Pendidikan dan Pengajaran No. Lain halnya dengan zaman kemerdekaan sekarang. Jadi pengawasan bertujuan untuk mengadakan evaluasi. maka kita tidak akan tertinggal dan secara tidak sasar. Jelaslah. Karena itu suasana kepegawaian adalah tertekan dan takut.

Supervisi diperlukan dalam proses pendidikan berdasarkan dua hal penting. mengikuti kegiatan ilmiah. Teknik pengembangan jenis informasl antara lain adalah mengikuti perkembangan pendidikan melalu kepustakaan. Pelaksanaan Perkembangan kurikulum tersebut sering menimbulkan perubahan-perubahan struktur maupun fungsi tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaaan nyata di lapangan. dan sejenisnya. Demikian pula hal dengan sekolahkepala sekolah. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebt 10 . tugas belajar. Hal ini berarti bahwa guru-guru senantiasa harus berusaha baik. Kedua. pendidikan. tenaga tata usaha meerlukan peningkatan kariernya. telaahan atau percobaan suatu emtode emgnajar. dan ketrampilannya. lokakarya.. pengetahuan. sarana. atau media cetak pendidikan yang langka. guru. kurang gairah dan sikap tak acuh. Pertama. menambah pegnetahuan melalui bacaan. Sedangkan pengembangan informasl merupakan tanggung jawab pegawai sendiri dilaksanakan secara mandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. menjadi Pengembangan jawab formal lembaga diselengagrakan dan tanggung emngembangkan kreativitasnya agar supaya pendidikan berdasarkan kurikulum itu dapat terlaksana dengan bersangkutan melalui penataran. perkembangan kurikulum yang merupakan gejala kemajuan kurikulum. pegawai. Hambatan terhadap upaya ini timbul karena guru-guru sering terlalu asyik dengan pekerjaan rutin. pengembagnan personel. atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus-menerus dalamsuatu organisasi.

Membina. membimbing dan emgnarahkan perkembangan para personel sekolah. Menilai kurikulum sarana prasarana. Supervise pendidikan ialah bantuan yang diberikan kepada personel pendidikan untuk mengembangkan proses pendidikan yang lebib baik dan upaya meningkatkan mtu pendidikan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut: Menyampaikan gagasan.perlu ada bantuan yang memadai dari pihal lain. prosedur berdsarkan tujuan pendidikan. sanggar kerja. rujukan atau acuan tindakan dan upaya mencapai tujuan. membimbing dan mengarahkan guru-guru kepada peningkatan pengetahuan. petunjuk. prosedur dan bahan material untuk menilai dan mengembangkan kurikulum. lokakarya. cara an bahan penunjang lainnya utnuk melaksanana kurikulum Merencanakan perbaikan metode proses belajar-mengajar secar aformal melalui penataran. seminar. Membina dan megnembangkan organisasi profesi seperti: Musyawarah Guru Bidang Studi. diskusi dan kunjungan dinas. arahan. Asas adalah nilai-nilai yang dipegang teguh untuk dijadikan sumber. Kalau tujuan itu berfungsi memberi tumpukan atau landasan untuk bertindak dan berupaya. Kelompok Kerja Kepala SEkolah (KKKS). Kelompok Kerja Guru (KKG). Mengembangkan pedman. Bantuan yang bersifat membina. maka dari batas-batas ketentuan 11 . Kelompk Kerja Penilik Sekolah (KKPS). kemampuan dan keterampilan melaksanakan pross belajar mengajar. Tanpa asas yang dianut dan disepakati bersama.

Tujuan supervisi pendidikan adalah meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional Pelaksanaan supervisi pendidikan hendaknya dilaksanakan secara musyawarah. sosial ataupun makhluk ciptaan Tuhan. bersedia menerima pendapat orang lain dan menyatakan pendapatnya sendiri. kekacauan dalam pelaksanaan. jika supervise dilakukan dengan cara dan metode yang asas-asas supervisi dapat dikemukakan sebagai 12 . Hal ini akan menimbulkan benturan dengan bidang yang lain. saling menghormati. ruang lingkup yang ditetapkan dan disepakati. Supervisi pendidikan hendaknya memperhatikan kesejahteraan personel pendidikan yang meliputi pemenuhan kebutuhan perorangan dan sosialnya Supervisi pendidikan hendaknya dilaksanakan oleh yang telah mendapat pendidikan atau latihan dalam bidang supervisi. Supervisi yang baik akan menghasilkan pola kinerja yang baik. Secara garis besarnya berikut: Supervisi pendidikan adalah bagian terpadu dari program pendidikan Supervisi ini memperlakukan manusia sebagai manusia seutuhnya baik sebagai manusia perorangan. Supervisi mempunyai asas-asas sendiri yang mungkin berbeda dengan asas-asas bidang yang lain. Perbedaan ini justru memberikan sifat tersendiri kepada supervisi. hak dan kewajiban.dan peraturan. dan konflik diantara nailai-nilai sendiri.

Memperbesar kesanggupan guru-guru memperlengkapi dan mempersiapkan murid-muridnya menjadi anggota masyrakat yang efektif. b.benar pula. d. Berdasarkan Tujuan Umum Pendidikan Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia “dewasa” yang sanggup berdiri sendiri. 1. Tujuan Khusus Supervisi Pendidikan Meliputi : a. Berdasarkan Tujuan Pendidikan Nasional Yaitu membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia-manusia pembangunan yang dewasa dan pancasilais. Tujuan Umum Supervisi pendidikan a. b. Membantu guru-guru untuk lebih memahami tujuan yang sebenarnya dari pendidikan dan perencanaan sekolah dalam usaha mencapai tujuannya. Membantu guru-guru mengadakan diagnose secara kritis aktivitas-aktivitasnya. c.kesulitan 13 . serta kesulitan. 2. c. Berdasarkan Tujuan Supervisi sendiri Agar tercapai perbaikan situasi pendidikan dan pengajaran pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar pada khususnya. Membantu guru-guru untuk dapat lebih menyadari dan memahami kesulitan kebutuhan-kebutuhan murid dan menolong dan kesulitanuntuk untuk mereka mengatasinya. tentu ini menuntut pengetahuan yang benar pula bagi para supervisi dalam melaksanakan tugasnya.

Memperkenalkan k. Membantu kepada guru-guru untuk lebih agar untuk dapat lebih sekolah dan baru memamfaatkan pengalaman-pengalamannya sendiri. Membantu guru-guru untuk dapat menilai aktivitasaktivasnya dalam rangka tujuan perkembangan anak didiknya. Memperbesar kesadaran guru-guru terhadap tata kerja yang demokratis dan guru dapat mempelajari bersama catatan-catatan tentang kemajuan murid guna menilai keefektivan program yang disusun. g. f. mempopulerkan bertambah atau masyarkat simpati kesedian masyarakat untuk menyokong sekolah. Fungsi Supervisi Setelah dibuat organisasi administrasi pendidikan lengkap dengan seksi-seksinya. Mengembangkan “profesionalisme esprit e corps” guru-guru. Memperbesar ambisi guru-guru untuk meningkatkan mutu karyanya secara maksimal dalam bidang profesi (keahlianya). Melindungi guru-guru dan karyawan kepada situasi sekolah profesinya. maka kemudian harus diadakan 14 .mengajar dan belajar murid-muridnya. l. guru-guru karyawan terhadap tuntutan-tuntutan yang tak wajar dan kritik-kritik yang tak sehat dari masyarkat. h. j. Membantu i. E. dan menolong mereka merencanakan perbaikan. e.

Menganalisis situasi belajar dan mengajar 7. maka ada kemungkinan tujuan tidak tercapai dalam waktu yang telah direncanakan. Secara singkat dapat disimpulkan. Karena hambatan itu makin lama makin banyak. Menjalankan aktivitas untuk mempertinggi hasil dan untuk menghilangkan hambatan-hambatan.pengawasan (supervisi) oleh pimpinan sekolah atau atasannya. Membantu meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru 15 . Sebab tanpa adanya pengawasan ada kemungkinan timbulnya situasi yang menghambat jalannya administrasi pendidikan di sekolah. maka Swearingen memberikan 8 fungsi supervisi sebagai berikut: 1. Menjalankan aktivitas untuk mengetahui situasi administrasi pendidikan. Memperluas pengalaman guru-guru 4. Atau dengan singkat bahwa fungsi utama dari supervisi adalah ditujukan kepada perbaikan pengajaran. Memberikan pengetahuan/skill kepada setiap anggota staf 8. Menentukan syarat-syarat yang diperlukan untuk menciptakan situasi pendidikan di sekolah. Sehubungnad engan hal tersebut di atas. bahwa fungsi atau tugas supervisi ialah sebagai berikut: 1. Mengkoordinis semua usaha sekolah 2. Menstrimulir usaha-usaha yang kreatif 5. Memperlengkapi kepemimpinan sekolah 3. sebagai kegiatan pendidikan di sekolah dalam segala bidang 2. Memberikan fasilitas dan penilaian yang terus menerus 6. 3.

Merancang. aktivitas. antara guru-guru. ke luar 6. Kesimpulan Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi 16 . antar pegawai. 4. antar kelas sehingga tercapai suasana kekeluargaan 5.Tugasnya fungsi supervisi adalah untuk memelihara program pengajaran dengan sebaik-baiknya. mengarahkan sekolah dan berjalan mengkoordinir dengan baik semua menuj agar tercapainya tujuan sekolah Membimbing para guru agar menunaikan tugasnya dengan penuh semangat dan kegembiraan Membimbingh para murid untuk belajar rajin. Menjaga adanya koordinasi antara seksiseksi dalam organisasi sekolah dan sebagainya. Melaksanakan hubungan baik ke dalam dan BAB III PENUTUP A. 2. Adapun tugas kepala sekolah sebagai supervisor dapat disingkatkan sebagai berikut: 1. tertib dan giat Menjaga suasana baik dalam sekolah. antar murid-murid. 3.

keuangan. Untuk mensupervisi guru digunakan lembar observasi yang berupa alat penilaian kemampuan guru (APKG). sekolah Pelaksanaan bertujuan supervisi pengajaran perlu dilakukan secara sistematis oleh kepala pengawas memberikan pembinaan kepada guru-guru agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien. Pengorganisasian (Organizing). serta hubungan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA Perencanaan (Planning). Saran Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang. Pengkoordinasian 17 .pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien Fungsi Administrasi Pendidikan adalah (Coordinating)dan Komunikasi Salah satu upaya peningkatan profesional guru adalah melalui sekolah supervisi dan pengajaran. baik kepala sekolah dan pengawas menggunakan lembar pengamatan yang berisi aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kinerja guru dan kinerja sekolah. kesiswaan. personalia. Dalam pelaksanaannya. sarana dan prasarana. B. sedangkan untuk mensupervisi kinerja sekolah dilakukan dengan mencermati bidang akademik.

Supandi. Universitas Terbuka dan Dirjen Pembinaan dan Kelembagaan Agama Islam. Jakarta. Drs. Fuadudin dan Sukama Karya. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Dirjen Pembinaan dan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka. M. Administrasi dan Supervisi Pendidikan . Jakarta. 1996 Purwanto. 1990. 2005 http://borneoneo. Bandung:Remaja Rosdakarya.com/2008/09/16/tujuan-dan-fungsisupervisi/ KATA PENGANTAR iii 18 .wordpress. Pengembangan dan inovasi kurikulum.Ngalim.

November 2012 Penyusun DAFTAR ISI i 19 . Bengkulu. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang.Puji syukur penulis ucapkan atas rahmat yang diberikan Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini Penulis pembimbing mengucapkan yang telah terima kasih penulis kepada dalam dosen membantu membuat makalah ini dan teman-teman yang telah memberi motivasi dan dorongan serta semua pihak yang berkaitan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan baik dan tepat pada waktunya.

.................................. Fungsi Administrasi Pendidikan.............. BAB II PEMBAHASAN A............ Kritik dan Saran .................................................................................... C.......... Tujuan.................................. B............................................................................. Pengertian dan ruang lingkup Supervisi Pendidikan......... E.................................. Tujuan Supervisi Pendidikan........ BAB III PENUTUP A..... Batasan Masalah..... Fungsi Supervisi Pendidikan............................................................... Kesimpulan...... DAFATR ISI.............................. DAFTAR PUSTAKA ................. KATA PENGANTAR............ D............................... C...................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A......... 14 14 iii 3 4 6 7 12 1 2 2 i ii MAKALAH ii 20 ..... B..........HALAMAN JUDUL .......................................................................... Latar Belakang.............................................................. Pengertian dan ruang Lingkup Administrasi Pendidikan B.....

Ahmad Jazuli. M.Pd JURUSAN TARBIYAH PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI STAIN (BENGKULU) 2012 21 .ADMINISTRASI DAN SUPERVISI Aspek Aspek Administrasi Pendidikan Disusun Oleh : Weni Evasantri 209 324 5825 Dosen : Drs.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful