HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO PROGRAM DIPLOMA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA

1

INTRODUCTION OF MICROCONTROLLERS AT89S51
Features 8-bit Microcontroller with 4K Bytes Flash • Compatible with MCS-51® Products • 4K Bytes of In-System Programmable (ISP) Flash Memory – Endurance: 1000 Write/Erase Cycles *) • 4.0V to 5.5V Operating Range • Fully Static Operation: 0 Hz to 33 MHz *) • Three-level Program Memory Lock • 128 x 8-bit Internal RAM • 32 Programmable I/O Lines • Two 16-bit Timer/Counters • Six Interrupt Sources • Full Duplex UART Serial Channel • Low-power Idle and Power-down Modes • Interrupt Recovery from Power-down Mode *) • Watchdog Timer *) • Dual Data Pointer *) • Power-off Flag *) • Fast Programming Time *) Ket: *) Tidak diperoleh di versi sebelumnya yaitu AT89C51 TENTANG MICROCONTROLLER DISKRIPSI Pada tahun 1970 mikroposesor (‘computer on a chip’) intel 4004 pertama diproduksi secara masal, pertumbuhannya sangat cepat. Pengembangan mikoprosesor dengan menggunakan teknik pabrikasi yang sama dan konsep pemrograman yang sama melahirkan mikrokontroler. Mikrokontroler tidak dikenal secara luas karena hanya ditujukan untuk komunitas teknik. Mikroprosesor adalah cpu computer, untuk dapat digunakan secara umum,masih diperlukan: • Memory (RAM, ROM) dan juga decoder memory • I/O dan decoder I/O • Piranti khusus (Interupsi, timer, counter, etc) • Clock Generator Mikrokontroler didesain sebagai True computer on a chip, jadi mikrokontroler sudah mempunyai piranti-piranti tambahan untuk membangun suatu sistem computer digital. Mikrokontroler dirancang dengan dengan intruksi yang bisa mengakses piranti terprogram dan dioptimalkan untuk instruksi bit dan byte, sementara computer PC didesain dengan instruksi untuk mengases data data multy byte.
Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006

2 MICROCONTROLLER MARKET 4 bit Mikrokontroler mikrokontroler terlaris dengan minimal pin dan ukuran sehingga murah sudah cukup “cerdas” untuk mengendalikan peralatan sederhana Manufacture Hitachi National OKI TI TOSHIBA Model HMCS COP420 MSM6411 TMS1000 TLCS47 Pins 28 28 16 28 42 i/o 10 23 11 23 35 Counter 0 1 0 0 2 Ram 32 64 32 64 128 Rom 512 1K 1K 1K 2K Feature

8 BIT MIKROKONTROLER Transisi antara volume besar 4bit dengan performa tinggi 16 bit dan 32 bit Mampu menangani data dalam byte dan bisa digunakan untuk komputasi sederhana. Digunakam untuk pengendalian lebih komplek seperti pengendalian mesin-mesin dan kolektor data. Diproduksi baik dengan ROM, EPROM, maupun ROMless, bahkan beberapa uC dilengkapi dengan piranti tambahan., seperti ADC dan DAC. Manufacture Intel National Motorola TI Zilog Model 8051 COP820 68HC11 TMS370 Z8820 Pins 40 28 52 68 44 I/O 32 24 40 55 40 Counter 2 1 2 2 2 RAM 128 64 256 256 272 ROM 4K 1K 4K 4K 8K Feature

ADC,WDT

Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006

3

ARSITEKTUR MIKROKONTROLER AT89S51

Gambar 1. Arsitektur

Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006

4 RESET VALUE berikut: Saat mikrokontroler di reset, maka nilai dari register-register mikrokontroler adalah sebagai

Mikrokontroler dapat di reset dengan memberikan sinyal ‘high’ (1) pada kaki reset (pin 9) untuk periode tertentu, besarnya periode ini adalah 2 periode siklus mesin. Dibawah ini adalah sistem minimum agar mikrokontroler bisa bekerja dengan normal.

Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006

Artinya setiap 12 siklus yang dihasilkan oleh ceramic resonator maka akan menghasilkan satu siklus mesin. Untuk clock internal. saat pertama suplay diberikan ke mikrokontroler maka kaki 9 akan berlogika 1.5 Gambar 2. Untuk mendesain sistem mikrokontroler kita memerlukan sistem clock. Sistem Clock Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . Nilai dari clok ini tergantung dari keramik resonator (x-tal) yang diberikan SISTEM CLOCK Mikrokontroler. Setelah itu pin 9 akan berlogika 0 kembali. 12 siklus clock. kita tinggal memasang komponen seperti di bawah ini: Gambar 3. sistem ini bisa di bangun dari clock eksternal maupun clock internal. selama 2 siklus mesin. mempunyai sistem pewaktuan CPU. Nilai ini yang akan menjadi acuan waktu operasi CPU. dipasang bersamaan dengan keramik resonator (x-tal) untuk menghasilkan Clock internal. Proses seperti ini bisa terjadi berdasarkan proses pengisian dan pengosongan kapasitor. Sistem minimum Sistem diatas bekerja sebagai berikut: Kapasitor C1 dan Resistor R1 digunakan untuk sistem Reset. Kapasitor C2 dan C3.

.. juga bisa sebagai A7.. dan SCK. pada saat mengakakses memori eksternal. atau sebagai high order address. fungsinya sama seperti pada seri sebelumnya.8 21.0 P1.0. MOSI. Letak perbedaan pada hardware adalah adanya MOSI. SCK A8.17 10 11 12 13 14 Nama GND VCC P0.7 Port 3 P3.1 P3.3 P3.28 10. Artinya mikrokontroler ini mampu diprogram meskipun dalam kondiasi bekerja.0 P3.4 Ket Sebagai Kaki Suplay GND Sebagai Kaki Suplay VCC D7. Sebagai I/O biasa. namun juga mempunyai fungsi khusus RXD Port serial input TXD Port serial output INT0 External Interupt 0 INT1 External Interupt 1 T0 External timer 0 input Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 Alternatif .. Pada mikrokontroler AT89S51 terdapat fasilitas ISP (In System Programming)... P2. P0.7. MOSI.2 P3.7 P2.39 1.0. Deskripsi Pin Yang membedakan mikrokontroler AT89S51 dengan C51(seri sebelumnya) adalah cara pengisian program (flash programming). Adapun fungsi dari pin pin yang lain. A15 Port 0 sebagai I/0 biasa.. pin ini berguna saat flash programming. Diwah ini disajikan fungsi pin untuk mikrokontroler AT89S51 Nomor 20 40 32.. P1.6 FUNGSI MASING-MASING PIN Gambar 4. mempunyai internal pull up dan berfungsi sebagai input dengan memberikan logika 1 Terdapat pin MISO...D0 & Port 0 dapat berfungsi sebagai I/0 biasa.A0 alamat rendah dan bus data untuk memori eksternal Sebagai port I/0 biasa.

6 P3.7 15 16 17 9 30 P3.5 P3.7 RST ALE T1 WR RD Prog External timer 1 input External data memory write strobe External data memory read strobe Reset aktiv dengan logika 1 minimal 2 siklus Pin ini dapat berfungsi sebagai Address Latch Enable (ALE) yang me-latch low byte address pada saat mengakses memori eksternal Sedangkan pada saat Flash Programming (PROG) berfungsi sebagai pulse input untuk Pada operasi normal ALE akan mengeluarkan sinyal clock sebesar 1/16 frekwensi oscillator kecuali pada saat mengakses memori eksternal Sinyal clock pada pin ini dapat pula didisable dengan men-set bit 0 dari Special Function Register di alamat 8EH ALE hanya akan aktif pada saat mengakses memori eksternal (MOVX & MOVC) Pin ini berfungsi pada saat mengeksekusi program yang terletak pada memori eksternal. PSEN akan aktif dua kali setiap cycle Pada kondisi low maka pin ini akan berfungsi sebagai EA yaitu mikrokontroler akan menjalankan program yang ada pada memori eksternal setelah sistem direset Apabila berkondisi high maka pin ini akan berfungsi untuk menjalankan program yang ada pada memori internal Input Oscillator Output Oscillator 29 PSEN 31 EA 18 19 XTAL1 XTAL2 Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .

Memori-program dinomori sendiri. pada AT89S51 mulai dari nomor $0000 sampai $0FFF. Gambar 5 Denah Memori-data Seperti terlihat dalam denah memori-data Gambar 5. Random Access Memory dalam chip AT89x51 adalah memoridata. dikenal sebagai memori-program. maka kedua memori itu mempunyai penomoran yang terpisah. sedangkan memori nomor $80 sampai $FF dipakai sangat khusus yang dinamakan sebagai Special Function Register Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . sedangkan Flash PEROM merupakan memori penampung program pengendali AT89x51. yaitu memori yang dipakai untuk menyimpan data. Karena kedua memori itu memang dibedakan dengan tegas.8 STRUKTUR MEMORI Dalam pengertian MCS51. Sedangkan memori-data yang hanya 256 byte dinomori dari nomor $00 sampai $FF. memori nomor $00 sampai $7F merupakan memori seperti RAM selayaknya meskipun beberapa bagian mempunyai kegunaan khusus. memori-data dibagi menjadi dua bagian.

Selain itu. Informasi dalam level bit tersebut masing-masing bisa di-‘1’-kan. Pengertian ini bisa diperjelas dengan contoh 2 instruksi berikut : MOV A. Empat kelompok Register Serba Guna itu tidak bisa dipakai secara bersamaan. dengan demikian dari 16 byte memori yang ada bisa dipakai untuk menyimpan 128 bit (16 x 8 bit) yang dinomori dengan bit nomor $00 sampai $7F. memori sebanyak 32 byte ini dikelompokkan menjadi 4 Kelompok Register (Register Bank). R2. khusus untuk Register 0 dan Register 1 (R0 dan R1) masih punya mempunyai kemampuan lain. Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .. • Memori nomor $30 sampai $7F (sebanyak 80 byte) merupakan memori-data biasa. bisa dipakai untuk menyimpan informasi dalam level bit. Register 7 (R0. tidak lagi dengan nomor memori. maka yang dianggap sebagai R0 bukan lagi memori-data nomor 0 melainkan memori-data nomor 8. R5. Kalau yang diaktifkan adalah Kelompok Register 1. Setiap byte memori di daerah ini bisa dipakai menampung 8 bit informasi yang masing-masing dinomori tersendiri. dibagi menjadi 3 bagian: • Memori nomor $00 sampai $18 selain sebagai memori-data biasa.04H MOV A. bisa dipakai untuk menyimpan data maupun dipakai sebagai Stack. Dengan cara ini instruksi yang terbentuk bisa lebih sederhana dan bekerja lebih cepat. Dalam penulisan program memori-memori ini bisa langsung disebut sebagai R0.‘0’-kan dengan instruksi. jadi instruksi kedua lebih sederhana dari instruksi pertama. Karena R4 menempati memori-data nomor 4. saat setelah reset yang aktif dipakai adalah Kelompok Register 0 (Register Bank 0). intruksi pertama dirubah menjadi E5 04 (heksadesimal) dan instruksi kedua menjadi E6 (heksadesimal). R1. jadi kedua instruksi itu berakibat sama bagi Akumulator A. R3. R6 dan R7. Tapi saat diterjemahkan ke kode mesin. R6 dan R7). demikian pula kalau yang diaktifkan Kelompok Register 3 maka memori-data nomor 18h yang menjadi R0. R3. Register 1 . di . R4. R2. R1. hal ini akan dibicarakan lebih lanjut di belakang. Kelompok Register yang aktif dipilih dengan cara mengatur bit RS0 dan RS1 yang ada di dalam Register PSW (Program Status Word). R5. bisa pula dipakai sebagai Register Serba Guna (General Purpose Register). • Memori nomor $20 sampai $2F selain sebagai memori-data biasa. 8 byte memori dari masing-masing Kelompok itu dikenali sebagai Register 0.9 Memori-data nomor $00 sampai $7F bisa dipakai sebagai memori penyimpan data biasa. sedangkan instruksi kedua artinya isi R4 di-copy-kan ke Akumulator A. R4. Memori level Bit Memori-data nomor $20 sampai $2F bisa dipakai menampung informasi dalam level bit. Register Serba Guna Register Serba Guna (General Purpose Register) menempati memori-data nomor $00 sampai $18. kedua register ini bisa dipakai sebagai register penampung alamat yang dipakai dalam penyebutan memori secara tidak langsung (indirect memori addressing).R4 Instruksi pertama mempunyai makna isi memori-data nomor 4 di-copy-kan ke Akumulator A.

Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . yakni penyebutan nomor memori secara langsung (direct memory addressing) dan penyebutan nomor memori secara tidak langsung (indirect memory addressing) lewat bantuan R0 dan R1.10 Pengertian di atas bisa dipikirkan seolah-olah MCS51 mempunyai jenis memori yang lain. dalam menyebut memori-data bisa dipakai dua cara. Hal ini akan dibahas lebih lanjut di bagian lain. Meskipun demikian. Sedangkan instruksi CLR $7F mengakibatkan memori-bit nomor $7F menjadi ‘0’. atau sama dengan membuat bit nomor 0 dari memori-data nomor $20 menjadi ‘1’. Tapi untuk SFR hanya bisa dipakai penyebutan nomor memori secara langsung (direct memory addressing) saja. misalnya tempat untuk berhubungan dengan port paralel P1 atau P3. dalam hal penulisan program SFR diperlakukan persis sama dengan memoridata. Meskipun demikian.#0FH Sama dengan hasil kerja instruksi-instruksi berikut : SETB SETB SETB SETB CLR CLR CLR CLR 08H 09H 0AH 0BH 0CH 0DH 0EH 0FH Instruksi MOV 21H. hanya saja cara penyebutannya saja yang berlainan. instruksi yang dipergunakan adalah : MOV 60H. #0FH Sedangkan untuk memenyimpan 0FH ke Port 1 yang di SFR menempati memori-data nomor 90H. #0FH Membandingkan kedua instruksi di atas bisa dimengerti dalam segi penulisan program SFR diperlakukan persis sama dengan memori-data. instruksi yang dipergunakan adalah : MOV 90H.Special Function Register) adalah satu daerah RAM dalam IC keluarga MCS51 yang dipakai untuk mengatur perilaku MCS51 dalam hal-hal khusus. tapi tidak umum dipakai untuk menyimpan data seperti layaknya memori-data. satau sama dengan membuat bit nomor 7 dari memori-data nomor $2F menjadi ‘0’. Pengertian ini dipertegas dengn intsruksi-instruksi berikut: MOV 21H. dan sarana input/output lainnya. berarti mengisi memori-bit nomor 0FH sampai 08H dengan bilangan biner 00001111 yang bisa dinyatakan dengan 8 baris instruksi berikutnya. tapi sesungguhnya kedua jenis memori itu tetap sama.#0FH mempunyai makna mengisi memori-data nomor 21H dengan nilai 0FH (atau bilangan biner 00001111). Untuk mengisi memori-data nomor 60H dengan bilangan 0FH. sedangkan bit-bit lainnya dalam memori nomor $20 tidak berubah nilai. Special Function Register (SFR) Register Khusus (SFR . Instruksi SETB $00 mengakibatkan memori-bit nomor 0 menjadi ‘1’. sedangkan bit-bit lainnya dalam memori nomor $2F tidak berubah nilai.

tergantung pada jumlah byte instruksi bersangkutan. ada register yang spesifik pada masing-masing prosesor.. Akumulator. Saat setelah reset PC bernilai 0000h.. Yang termasuk Register Baku antara lain Program Counter. ada instruksi yang sampai 4 byte. Ada instruksi yang hanya 1 byte. Ada beberapa macam register merupakan register baku yang bisa dijumpai disemua jenis mikroprosesor/ mikrokontroler. antara lain adalah Register B. Stack Pointer Register. Data Pointer High Byte dan Data Pointer Low Byte. Dalam mikroprosesor/mikrokontroler yang lain. setiap mikroprosesor/mikrokontroler selalu dilengkapi dengan Register Dasar. tapi dalam MCS51 register-register itu ditempatkan secara terpisah. Di dalam PC dicatat nomor memori-program yang menyimpan instruksi berikutnya yang akan diambil (fetch) sebagai instruksi untuk dikerjakan (execute).11 Register Dasar MCS51 Untuk keperluan penulisan program. Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . Semua ini digambarkan dalam Gambar 4.R7 yang sudah disebut dibagian atas. Di samping itu MCS51 masih mempunyai Register Serba Guna R0. Sebagai register yang khas MCS51.R7 ditempatkan di salah satu bagian dari memori-data • Register lainnya ditempatkan dalam Special Function Register (SFR). MCS51 mempunyai semua register baku ini. • Program Counter ditempatkan ditempat tersendiri di dalam inti prosesor • Register Serba Guna R0. Gambar 6 Susunan Register Dasar MCS51 Kegunaan dan pemakaian register-register dasar tersebut antara lain sebagai berikut: Program Counter Program Counter (PC) dalam AT89S51 merupakan register dengan kapasitas 16 bit. Program Status Register. berarti MCS51 akan segera mengambil isi memori-program nomor 0 sebagai instruksi. dengan demikian pertambahan nilai PC setelah menjalankan instruksi. Nilai PC otomatis bertambah 1 setelah prosesor mengambil instruksi 1 byte. register-register dasar biasanya ditempatkan ditempat tersendiri dalam inti prosesor.

Akumulator bisa menampung data 8 bit (1 byte) dan merupakan register yang paling banyak kegunaannya. Register B Merupakan register dengan kapasitas 8 bit.#20H ADD A. Akumulator adalah sebuah register yang berfungsi untuk menampung (accumulate) hasil hasil pengolahan data dari banyak instruksi MCS51.#30H Instruksi pertama menyimpan nilai 20H ke Akumulator. Register ini dipakai untuk mengalamati data dalam jangkauan yang luas. lebih dari setengah instruksi-instruksi MCS51 melibatkan Akumulator. dalam Stack Pointer Register disimpan nomor memori-data yang dipakai untuk operasi Stack berikutnya. instruksi kedua menambahkan bilangan 30H ke Akumulator. DPH dan DPL Data Pointer High Byte (DPH) dan Data Pointer Low Byte (DPL) masing-masing merupakan register dengan kapasitas 8 bit. Stack Pointer Register adalah register yang berfungsi untuk mengatur kerja stack. Stack Pointer Register Salah satu bagian dari memori-data dipakai sebagai Stack. yaitu tempat yang dipakai untuk menyimpan sementara nilai PC sebelum prosesor menjalankan sub-rutin. nilai tersebut akan diambil kembali dari Stack dan dikembalikan ke PC saat prosesor selesai menjalankan sub-rutin. Sesuai dengan namanya. Instruksi-instruksi berikut memperjelas pengertian di atas : MOV A. Pembahasan tentang PSW secara rinci akan dilakukan dibagian lain. Program Status Word Program Status Word (PSW) berfungsi mencatat kondisi prosesor setelah melaksanakan instruksi.12 Akumulator Sesuai dengan namanya. merupakan register pembantu Akumulator saat menjalankan instruk perkalian dan pembagian. Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . hasil penjumlahan sebesar 50H ditampung di Akumulator. tapi dalam pemakaiannya kedua register ini digabungkan menjadi satu register 16 bit yang dinamakan sebagai Data Pointer Register (DPTR).

#data XRL A.#data INC A INC Rn INC direct INC @Ri DEC A DEC Rn DEC direct DEC @Ri INC DPTR MUL AB DIV AB DA A Description Add register to A direct Add direct byte to A @Ri Add indirect RAM to A Add immediate data to A Add register to A with Carry Add direct byte to A with Carry Add indirect RAM to A with Carry Add immediate data to A with Carry Subtract register from A with Borrow Subtract direct byte from A with Borrow Subtract indirect RAM from A with Borrow Subtract immediate data from A with Borrow Increment A Increment register Increment direct byte Increment indirect RAM Decrement A Decrement register Decrement direct byte Decrement indirect RAM Increment Data Pointer Multiply A & B (A x B => BA) Divide A by B (A/B => A + B) Decimal Adjust A Bytes Cycles 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 4 1 4 1 1 LOGICAL OPERATIONS Mnemonic ANL A. ADD A.#data SUBB A.#data ORL A.13 ASEMBBLY OPERATION & SINTAX PROGRAM ARITHMETIC OPERATIONS Mnemonic ADD A.#data ANL direct.direct ORL A.@Ri SUBB A.direct Description AND register to A AND direct byte to A AND indirect RAM to A AND immediate data to A AND A to direct byte AND immediate data to direct byte OR register to A OR direct byte to A OR indirect RAM to A OR immediate data to A OR A to direct byte OR immediate data to direct byte Exclusive-OR register to A Exclusive-OR direct byte to A Bytes Cycles 1 1 2 1 1 1 2 1 2 1 3 2 1 1 2 1 1 1 2 1 2 1 3 2 1 1 2 1 Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .#data ORL direct.@Ri ANL A.@Ri ADDC A.#data ADDC A.direct ADDC A.direct ANL A.Rn SUBB A. ADD A.A ANL direct.Rn ORL A.Rn XRL A.@Ri ORL A.direct SUBB A.Rn ADD A.A ORL direct.Rn ANL A.Rn ADDC A.

@A+PC MOVX A.@Ri MOV A.#data MOV @Ri.direct MOV direct.#data MOV DPTR.#data MOV Rn.Rn XCH A.Rn MOV direct.@Ri XCHD A.@A+DPTR MOVC A.direct MOV A.A MOV Rn.@Ri XRL A.A MOV direct.direct MOV Rn.#data XRL direct.A PUSH direct POP direct XCH A.A MOVX @DPTR.#data CLR A CPL A RL A RLC A RR A RRC A SWAP A DATA TRANSFER Mnemonic MOV A.Rn MOV A.@DPTR MOVX @Ri.@Ri Description Move register to A Move direct byte to A Move indirect RAM to A Move immediate data to A Move A to register Move direct byte to register Move immediate data to register Move A to direct byte Move register to direct byte Move direct byte to direct byte Move indirect RAM to direct byte Move immediate data to direct byte Move A to indirect RAM Move direct byte to indirect RAM Move immediate data to indirect RAM Load Data Pointer with 16-bit constant Move Code byte relative to DPTR to A Move Code byte relative to PC to A External RAM (8-bit addr) to A Move External RAM (16-bit addr) to A Move A to External RAM (8-bit addr) Move A to External RAM (16-bit addr) Push direct byte onto stack Pop direct byte from stack Exchange register with A Exchange direct byte with A Exchange indirect RAM with A Exchange low-order Digit indirect RAM with A Bytes Cycles 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 2 2 2 1 2 1 2 2 3 2 2 2 3 2 1 1 2 2 2 1 2 1 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 2 2 2 2 1 1 2 1 1 1 1 1 Exclusive-OR indirect RAM to A Exclusive-OR immediate data to A Exclusive-OR A to direct byte Exclusive-OR immediate data to direct byte Clear A Complement A Rotate A Left Rotate A Left through Carry Rotate A Right Rotate A Right through Carry Swap nibbles within A 1 2 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .direct MOV @Ri.#data16 MOVC A.#data MOV direct.@Ri Move MOVX A.direct XCH A.A MOV @Ri.14 XRL A.A XRL direct.@Ri MOV direct.

#data.rel CJNE Rn.rel DJNZ direct.bit ANL C.C Description Clear Carry flag Clear direct bit Set Carry flag Set direct bit Complement Carry flag Complement direct bit AND direct bit to Carry flag AND complement of direct bit to Carry flag OR direct bit to Carry flag OR complement of direct bit to Carry flag Move direct bit to Carry flag Move Carry flag to direct bit Bytes Cycles 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 PROGRAM AND MACHINE CONTROL Mnemonic ACALL addr11 LCALL addr16 RET RETI AJMP addr11 LJMP addr16 SJMP rel JMP @A+DPTR JZ rel JNZ rel JC rel JNC rel JB bit. & Jump if Not Equal Decrement register & Jump if Not Zero Decrement direct byte & Jump if Not Zero No operation Bytes Cycles 2 2 3 2 1 2 1 2 2 2 3 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 2 3 2 1 1 Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . to reg. & Jump if Not Equal Compare immed. to ind.15 BOOLEAN VARIABLE MANIPULATION Mnemonic CLR C CLR bit SETB C SETB bit CPL C CPL bit ANL C.#data.rel JNB bit./bit ORL C.bit MOV bit.rel CJNE A.rel JBC bit.rel CJNE @Ri.rel DJNZ Rn.rel NOP Description Absolute subroutine call Long subroutine call Return from subroutine Return from interrupt Absolute Jump Long Jump Short Jump (relative addr) Jump indirect relative to DPTR Jump if A is Zero Jump if A is Not Zero Jump if Carry flag is set Jump if No Carry flag Jump if direct Bit is set Jump if direct Bit is Not set Jump if direct Bit is set & Clear bit Compare direct to A & Jump if Not Equal Compare immediate to A & Jump if Not Equal Compare immed./bit MOV C.#data.rel CJNE A.direct.bit ORL C.

-128) All mnemonics copyrighted © Intel Corporation 1979 Information from Intel Application Note AP-69 Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .16 Notes on data addressing modes Rn Working register R0-R7 direct 128 internal RAM locations. any I/O port. control or status register @Ri Indirect internal RAM location addressed by register R0 or R1 #data 8-bit constant included in instruction #data16 16-bit constant included in instruction bit 128 software flags. control or status bit Notes on program addressing modes addr16 Destination address may be anywhere in 64-kByte program address space addr11 Destination address will be within same 2-kByte page of program address space as first byte of the following instruction rel 8-bit offset relative to first byte of following instruction (+127. any I/O pin.

Dari sana lakukan hingga ada keterangan Assembly Complete. Jalankan ASM51 dengan perintah asm51 spasi namfile.LST nya Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .LST Ya Di-Compile oleh OH File. seperti notepad. Jika ada bugs dalam program maka akan terlihat. Deri object di compile menjadi file dalam bentuk hexa Mulai Program. Buat folder untuk ASM 51. biasanya ditampilkan no baris untuk letak kesalahan program kita 6.HEX Selesai Gambar 7. 1. Kemudian di compile dalam dengan compiler asm51. editor dos. OH.OBJ? File. Asembly Proses Untuk menulis program dalam bahasa asember kita bisa memanfaatkan teks editor. program diketik dalam bahasa asembler.asm.h51. Untuk melihat detail kesalahan kita kita bisa melihat file .asm atau . No Error Found 5. lalu tekan enter 4. Masuk ke direktori C:\Mikro\ dengan DOS 3. kemudian kita simpan pada folder dengan lokasi yang sama dengan lokasi copiler ASM51. Contoh. dsb. Setelah kita menulis program dalam teks editor. dengan sintax seperti diatas).ASM Di-Compile oleh ASM51 Tidak File. dalam folde C:\Mikro\ 2.17 PROSES PEMBUATAN PROGRAM Pada proses pembuatan program. menjadi file object. kita perlu simpan file kita dengan ekstensi .

2 Copyright 1979.0a.. Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .2600] (C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.0 (038-N) MCS-51 MACRO ASSEMBLER. sehingga kita tidak pusing lagi menghadapi proteksi yang diberikan oleh Windows XP. C:\>d: D:\>cd mikro D:\mikro>asm51 robotc. NO ERRORS FOUND D:\mikro>oh robotc. Alasan kita menggunakan software ini karena pada software ini telah dilengkapi driver untuk Windows XP. file inilah yang akan kita kirim ke mikrokontroler.0 Copyright 1986 Intel Corporation Deangan demikian sekarang kita telah mendapatkan file dalam bentuk . C:\Documents and Settings>cd. Dibawah ini adalah contoh proses kompilasi file.0 (038-N) D:\mikro> OH V1. V2.HEX. 1983.obj DOS 5.. C:\Documents and Settings\Zero_Bit>cd. Microsoft Windows XP [Version 5. 1986 Intel Corporation ASSEMBLY COMPLETE. Selain itu software ini juga mampu digunakan untuk menulis progra pada mikrokontroler jenis AVR. Kali ini kita menggunakan Software ISP-Programmer Version 3.18 7.h51 DOS 5.1. Untuk menulis ke mikriokontroler kita memerlukan sofrware downloader.

apakah progarm program yang ditulis sudah sesuai dengan buffer Signature : membaca jenis mikrokontroler yang dipakai Reload : megisi ulang file yang sama namanya ke buffer About : Informasi pembuat Program Lock bit : Mengunci mikrokontroler. dalah hal ini file harus berekstensi . Software downloader Fitur yang disajikan: Read : Untuk membaca isi program dalam mikrokontroler Write : Untuk menulis mengisikan program dalam mikrokontroler Open : Membuka file dan enyimpannya ke buffer internal program Disp : Menampilkan isi Buffer. digunakan saat program bersifat rahasia Cara menggunakan software Untuk pertama kali cek koneksi dengan hardware mwnggunakan perintah signature Pilih Open file untuk memanggil program kita.19 Gambar 8.HEX Kemudian pilih Write dan pastikan tidak ada error Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . berupa file-file Hexa Verify : Untuk mengecek.

Hal ini dikarenakan terjadi perbedaan tegangan pada kaki anoda dan katoda. saar kita memberikan logika 1. maka Led akan padam karena disana kita menggunakan conmmon anoda yang terhubung dengan VCC. yaitu saat kita memberikan logika 0 pada port 1 maka kita akan mendapatkan led menyala.#00H end . dan masukkan program yang akan kita isikan ke mikrokontroler Yang terakhir Klik Write. .OBJ Sekarang kita sudah punya file Hexa nya.asm Pastikan tidak ada error Ketikkan perintah OH Nama_file. org 00h mov p1. Dan pastikan tidak ada error Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . Lakukan Proses Assembly dengan masuk ke dos.Biner done Ketik Program seperti diatas. yang diahasilkan dari proses diatas Buka Program ISP-Flash Programmer Version 30. Antarmuka Port 1 dengan LED Prinsip kerja Hardware. Contoh program sederhana untuk menyalakan Led. misal C:\Mikro\. yaitu masuk direktori C:\Mikro\ Ketikkan perintah Asm51 Nama_file. .a Pilih Open File. Simpan pada direktori yang sama dengan direktori ASM51.20 PORT PARALEL AT89S51 Gambar 9. . Alamat mualainya program keluarkan data ke port 1 dengan nilai 00 Hexa atau 00000000 .

#11110000B ACALL DELAY SJMP MULAI . LED P1. DELAY) LED P1. mengulangi proses (pengurangan isi register) hingga dicapai suatu . sehingga 4 led menyala dan 4 led padam.================================================================== DELAY: MOV R0. simpan data 11111110B ke akumulator .#0FFH . Lampu menyala pingpong kiri ke kanan.0 menyala duluan) MULAI: MOV P1.7 nyala (heksa= #0FH) lakukan penundaan sesaat (sub. tunda sebentar Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . Isi register R2 dengan 0 (256x ulang) DJNZ R2. Tampilan Led yang dipasang pada modul adalah Led pada port 1 Penjelasan.4 s/d P1. jika R2 belum 0 ulangi lagi DJNZ R1. kemudian kita menunda waktu dengan menggunakan looping program.================================================================== . . maka led menyala. kondisi tertentu . Isi Register R1 dengan 255 (255x ulang DELAY2: MOV R2. Kembali ke pemanggil subrutin DELAY END Penjelasan Yang Pertama dilakukan adalah memberikan data ke port 1 0FH.#00001111B ACALL DELAY MOV P1.A . kirim data ke Port 1 ACALL DELAY . Program untuk membuat led Flip Flop ORG 0H MULAI: MOV P1.3 nyala (heksa= #0F0H) lakukan penundaan sesaat (sub.DELAY1 . . kanan ke kiri di port 1 . Program diatas hanya menyalakan Led pada port 1. #0FEH .---------------------------------------------------------------------Org 0h MOV A. jika R1 belum 0 ulangi DELAY2 DJNZ R0.#0 . hubungkan mikrokontroler dengan PC menggunakan DB25 Cable. R0=R0-1. jika R0 belum 0 ulangi DELAY1 RET . Isi Register R0 dengan 5 (5x ulang) DELAY1: MOV R1. dengan cara memberikan data ke port 1 berupa bilangan 00 Hexa.---------------------------------------------------------------------. DELAY) ulangi lagi dari awal .#5H . subrutin ini hanya sekedar melakukan penundaan sesaat dengan cara . program ditempatkan pada lokasi 0000H .DELAY2 . R2=R2-1. . R1=R1-1.21 Hardware Conection Pasang Power Suplay. (P1. Tunda waktu diperlukan agar efek kedipan led terlihat mata Program Untuk membuat led ping pong . karena sifat dari hardware active low. .0 s/d P1.$ .

#7FH. apakah A=01111111B ? ...#0 Delay1: Mov R1. putar isi akumulator ke kiri 1 bit . apakah A=11111110B ? . ulangi lagi dari paling awal. . Isi Register R1 dengan 0 (256x ulang) MULAI1: MOV ACALL RR CJNE SJMP Delay: Mov R0. Untuk menjadikan Port ini sebagai input.Tidak. sehingga kondisi default-nya adalah high.MULAI P1. putar isi akumulator ke kanan 1 bit . Ya.A DELAY A A. kita tinggal memberikan logika high atau membiarkannya dalam kondisi default. Jika kita menginginkan sebuah masukan terbaca kita sebaiknya menggunakan masukan berup sinyal Low... Ya. Gambar 10. Isi Register R0 dengan 0 (256x ulang) . lanjutkan ke proses berikut.Delay1 Ret End PORT PARALEL UNTUK MASUKAN Port-port mikrokontroler dilengkapi pull up internal.Tidak.22 RL CJNE A A.MULAI1 MULAI .$ Djnz R0. ulangi lagi! .#0 Djnz R1. ulangi lagi! . tunda sebentar . Antarmuka dengan keypad Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . kirim data ke Port 1 .#0FEh. .

0 ditekan? (=11111110) Tidak! Ulangi lagi dari awal Ya! Apakah R0=0 (artinya lampu sedang mati)? Tidak! loncat ke proses mematikan lampu LED (TERUS) Ya! ubah status R0=1 (lampu menyala) dan hidupkan lampu LED di port 1 Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .0 sebagai toggle switch . .TERUS MOV P1. untuk menghidupkan/mematikan lampu pada Port 1 .1 ditekan)? Tidak! lompat ke awal (label MULAI) Ya! Matikan lampu LED di port 1 Ulangi lagi dari awal.MULAI MOV P1. .TERUS MOV MOV R0.#0 . .P3 CJNE A.0 untuk menghidupkan . dan P3.---------------------------------------------------------------------.---------------------------------------------------------------------ORG 0H MULAI: MOV A. Baca tombol P3 dan simpan di akumulator Apakah tombol P3. Saat kita menekan tombol keypad maka signal reendah akan dikrim ke port 3 pada mikrokontroler. . .#0FDH. . . . Baca port 3 dan simpan isinya ke akumulator Apakah isi akumulator = 11111110B (P3.1 untuk mematikan LED pada Port 1 . Penjelasan Saat keypad yang terhubung P3.0 ditekan)? Tidak! lompat ke TERUS Ya! Hidupkan lampu LED di port 1 Ulangi lagi dari awal (label MULAI) Apakah isi akumulator = 11111101B (P3. Simulasi penekanan tombol pd P3. ..MULAI CJNE R0. .. . . sambungkan modul Keypad 8 tombol ke port 3 . . Program akan mengecek isi port 3 jika data tersebut di temukan maka Led pada port 1 akan dimatikan . program akan mengetahuai dengan menengok isi port 3 jika datanya sama (0FE H) maka Led pada port 1 dinyalakan. . .#0FEH.#1 P1.#0FFH SJMP MULAI END . Dengan demikian port ini akan mempunyai logika sesuai dengan penekanan tombol Hardware Conection Pasang Modul Mikrokontroler.#0. .23 Prinsip kerja hardware.---------------------------------------------------------------------ORG 0H MULAI: MOV A.1 maka data pada port 3 11111101 Biner atau 0FD Hexa. . .0 di tekan maka data pada port 3 adalah 11111110 Biner atau 0FE Hexa. jika terjadi penekanan P3.--------------------------------------------------------------------.#0 SJMP MULAI TERUS: CJNE A. Simulasi penekanan tombol pd P3.#0FEH.P3 CJNE A. .

lompat ke A.#0FFH TUNGGU Keypad Matrik Gambar 11. Untuk menghindari bouncing .0 dilepas . 0 Isikan program dibawah ini ke mikrokontroler .7 Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .P3 A. Antarmuka dengan Matrik keypad Hardware Conection Pasang Modul mikrokontroler dengan menghubungkan keypad matrik dengn port 2.3 P0. untuk menghindari bouncing.6 P0.24 TUNGGU: MOV CJNE SJMP TERUS: MOV MOV SJMP TUNGGU END . Tunggu hingga tombol P3.1 P0. PADA PORT 0.5 P0. Ubah status R0=0 (lampu mati) .4 P0.#0 P1. dan matikan lampu LED di port 1 .======================================= KOLOM1 KOLOM2 KOLOM3 KOLOM4 BARIS1 BARIS2 BARIS3 BARIS4 BIT BIT BIT BIT BIT BIT BIT BIT P0.0 P0. Ulangi lagi dari awal . . OUTPUT PADA PORT 1 .2 P0. PROGRAM KEYPAD 4X4 DIPASANG .TUNGGU MULAI R0.#0FFH.======================================= .

#7 BARIS4. KONSTANTA ANTI BOUNCING PORT KEY PAD SCAN KOLOM 1 TOMBOL 1 DITEKAN? .#8 .KEY6 DELAY KEYBOUNC. KEYPAD CONNECT KE PORT 0 . .KEY5 DELAY KEYBOUNC.KEY7 DELAY KEYBOUNC.#0AH KOLOM1 KOLOM2 BARIS1. TOMBOL 2 DITEKAN? Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .A R0.KEY3 DELAY KEYBOUNC.#4 BARIS3. MEMORY UNTUK ANTI BOUNCING KEYPAD A.25 KEYPORT KEYDATA KEYBOUNC ORG 0H ULANG: CALL MOV CJNE JMP DITEKAN: CPL MOV DJNZ JMP KEYPAD: MOV MOV CLR UL1: JB CALL DJNZ MOV RET KEY1: JB CALL DJNZ MOV RET KEY2: JB CALL DJNZ MOV RET KEY3: JB CALL DJNZ MOV RET KEY4: SETB CLR JB CALL DJNZ MOV RET KEY5: JB CALL DJNZ MOV RET KEY6: JB CALL DJNZ MOV EQU EQU EQU P0 50H 51H .#2 BARIS2.#0FFH. MEMORY DATA UNTUK KEYPAD .#5 BARIS3.KEY2 DELAY KEYBOUNC. PANGGIL SUB RUTIN KEYPAD KEYBOUNC.KEYDATA A.UL1 KEYDATA.#100 KEYPORT.KEY5 KEYDATA.KEY2 KEYDATA. DATA DGN 1 .KEY3 KEYDATA. ISI REG.KEY4 KEYDATA.#0FFH KOLOM1 BARIS1.KEY6 KEYDATA.KEY1 DELAY KEYBOUNC. .#1 BARIS2.DITEKAN ULANG A P1.KEY1 KEYDATA.KEY4 DELAY KEYBOUNC. .$ ULANG .

KEY11 DELAY KEYBOUNC.KEY13 DELAY KEYBOUNC.KEY8 DELAY KEYBOUNC.KEY11 KEYDATA.#9 JB BARIS4.#6 JB BARIS3.KEY14 DELAY KEYBOUNC.KEY9 KEYDATA.#0BH SETB KOLOM3 KOLOM4 BARIS1.KEY7 KEYDATA.KEY10 DELAY KEYBOUNC.$ KEYDATA.#3 BARIS2.KEY12 DELAY KEYBOUNC.#0EH JB BARIS4.#0CH JB BARIS2.KEY15 KEYDATA.#0FH MOV R0.KEY14 KEYDATA.KEY9 DELAY KEYBOUNC.KEY16 DELAY KEYBOUNC.KEY12 KEYDATA.26 RET KEY7: JB CALL DJNZ MOV RET KEY8: SETB CLR JB CALL DJNZ MOV RET KEY9: JB CALL DJNZ MOV RET KEY10: CALL DJNZ MOV RET KEY11: CALL DJNZ MOV RET KEY12: CLR JB CALL DJNZ MOV RET KEY13: CALL DJNZ MOV RET KEY14: CALL DJNZ MOV RET KEY15: CALL DJNZ MOV RET KEY16: RET DELAY: DJNZ RET END Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 BARIS4.KEY8 KEYDATA.KEY15 DELAY KEYBOUNC.KEY13 KEYDATA.#0FFH .#0DH JB BARIS3.KEY10 KEYDATA.#0 KOLOM2 KOLOM3 BARIS1.

untuk konveri. untuk dapat ditampilkan di seven segment kita bisa menggunakan dekoder hexa ke sevent segmen atau lewat konversi program. Antarmuka dengan Seven segment dengan 4 digit Gambar 13. perhatikan jangan sampaI terbalik.27 PORT PARALEL UNTUK KELUARAN Gambar 12. Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . tabelnya adalah sebagai berikut: Hardware Conection Pasang Modul mikrokontroler dengan menghubungkannya dengan Modul seven segment pada port 1 dan 3. kita bisa menggunakan sistem look up table program kita memerlukan tabel konversi. Rangkaian Dasar Saklar Elektronik Data yang diolah mikrokontroler adalah data hexa.

#042H P3.KELUARKAN DATA ANGKA 0 .2 f 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 P0.MATIKAN COMMON .28 Tampilan angka 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 P0.MENYALA BERSAMAAN TIMER DAN COUNTER Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .$ R1.================================================= ORG 00H P1.4 DELAY P1.6 dot 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 P0.TUNDA SEBENTAR .3 a 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 P0.0 d 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 Hexa C0 CF 64 46 4B 52 50 C7 40 42 .HIDUPKAN COMMON 1 .7 DELAY MULAI R1.KELUARKAN DATA ANGKA 3 .4 DELAY P3.#1 DJNZ R0.#050H P3.5 c 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 P0.5 DELAY P3.TUNDA SEBENTAR .4 b 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 P0.7 DELAY P3.#040H P3.KELUARKAN DATA ANGKA 1 MULAI: MOV CLR CALL SETB CALL MOV CLR CALL SETB CALL MOV CLR CALL SETB CALL MOV CLR CALL SETB CALL AJMP DELAY: MOV DELAY1: DJNZ RET END .6 DELAY P3.TUNDA INI DIGUNAKAN AGAR 7SEGMENT KELIHATAN .PROGRAM UNTUK MENYALAKAN 4X 7SEGMENT COMMON ANODA .6 DELAY P1.1 e 0 1 0 1 1 1 0 1 0 1 P0.DELAY1 .KELUARKAN DATA ANGKA 2 .7 g 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 P0.5 DELAY P1.================================================= .#0C7H P3.

Di samping itu. Pencacah biner untuk Timer 1 dibentuk dengan register TL1 (Timer 1 Low Byte. Perangkat Timer/Counter tersebut merupakan perangkat keras yang menjadi satu dalam chip mikrokontroler MCS51. memori-data internal nomor $6D). kedudukan pencacah tersebut hanyalah menyatakan banyaknya pulsa yang sudah diterima pencacah. masing-masing dinamakan sebagai Timer 0 dan Timer 1. Jika sebuah pencacah bekerja dengan frekuensi yang tidak tetap. Gambar 14 Konsep dasar Timer/Counter sebagai sarana input Sinyal denyut yang diumpankan ke pencacah bisa dibedakan menjadi 2 macam. sinyal ini merupakan suatu hal yang penting sekali dalam pemakaian pencacah. Seperti layaknya pencacah biner. karena kedudukan pencacah tersebut setara dengan waktu yang bisa ditentukan dengan pasti. memoridata internal nomor $6B) dan register TH1 (Timer 1 High Byte. Pencacah biner untuk Timer 0 dibentuk dengan register TL0 (Timer 0 Low Byte. Hal-hal yang dibicarakan di atas diringkas dalam Gambar 12. dikatakan pencacah tersebut bekerja sebagai timer. bila diperlukan mikrokontroler dapat pula merubah kedudukan pencacah tersebut. memori-data internal nomor $6C). bagi pemakai mikrokontroler MCS51 perangkat tersebut dikenal sebagai SFR (Special Function Register) yang berkedudukan sebagai memori-data internal. dikatakan pencacah tersebut bekerja sebagai counter. Sarana Timer/Counter dalam MCS51 Keluarga mikrokontroler MCS51. Jika sebuah pencacah bekerja dengan frekuensi tetap yang sudah diketahui besarnya. bilamana sinyal denyut (clock) yang diumpankan sudah melebihi kapasitas pencacah. misalnya AT89S51 dan AT89x051. maka pada bagian akhir untaian pencacah akan timbul sinyal limpahan. yang pertama yalah sinyal denyut dengan frekuensi tetap yang sudah diketahui besarnya dan yang kedua adalah sinyal denyut dengan frekuensi tidak tetap. memoridata internal nomor $6A) dan register TH0 (Timer 0 High Byte. Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . sehingga mikrokontroler bisa membaca kedudukan pancacah. sinyal denyut yang diumpankan ke pencacah harus pula bisa dikendalikan dengan mudah.29 Pada dasarnya sarana input yang satu ini merupakan seperangkat pencacah biner (binary counter) yang terhubung langsung ke saluran-data mikrokontroler. mempunyai tambahan satu perangkat Timer/Counter lagi yang dinamakan sebagai Timer 2. Terjadinya limpahan pencacah ini dicatat dalam sebuah flip-flop tersendiri. misalnya AT89S52. dilengkapi dengan dua perangkat Timer/Counter. Sedangkan untuk jenis yang lebih besar.

TH0. TL1 dan TH1 merupakan SFR (Special Function Register) yang dipakai untuk membentuk pencacah biner perangkat Timer 0 dan Timer 1. Susunan TL0.30 Pencacah biner pembentuk Timer/Counter MCS51 merupakan pencacah biner menaik (count up binary counter) yang mencacah dari $0000 sampai $FFFF. Mode 1 – Pencacah Biner 16 bit Gambar 16 Mode 1 . bisa disusun menjadi 4 macam Mode pencacah biner seperti terlihat dalam Gambar 2a sampai Gambar 2d. Seiring Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .Pencacah Biner 13 Bit Pencacah biner dibentuk dengan TLx (maksudnya bisa TL0 atau TL1) sebagai pencacah biner 5 bit (meskipun kapasitas sesungguhnya 8 bit). TL1 dan TH1 dipakai bersama-sama untuk menyusun sistem timer yang tidak bisa di-kombinasi lain. memori-data internal nomor $89). Pada Mode 3 TL0. Mode ini meneruskan sarana Timer yang ada pada mikrokontroler MCS48 (mikrokontroler pendahulu MCS51). atau kombinasi mode lainnya sesuai dengan keperluan.Pencacah Biner 16 Bit Mode ini sama dengan Mode 0. Mode 1 dan Mode 2 Timer 0 dan Timer 1 masing-masing bekerja sendiri. Kapasitas keempat register tersebut masing-masing 8 bit. sehingga kapasitas pencacah biner yang tersbentuk adalah 16 bit. limpahan dari pencacah 13 bit ini ditampung di flip-flop TFx (maksudnya bisa TF0 atau TF1) yang berada di dalam register TCON. Pada Mode 0. bisa dialamat secara bit) dan register TMOD (Timer Mode Register. TH0. Untuk mengatur kerja Timer/Counter dipakai 2 register tambahan yang dipakai bersama oleh Timer 0 dan Timer 1. TH0. TL1 dan TH1 pada masing-masing mode adalah sebagai berikut: Mode 0 – Pencacah Biner 13 bit Gambar 15 Mode 0 . saat kedudukan pencacah berubah dari $FFFF kembali ke $0000 akan timbul sinyal limpahan. hanya saja register TLx dipakai sepenuhnya sebagai pencacah biner 8 bit. artinya bisa dibuat Timer 0 bekerja pada Mode 1 dan Timer 1 bekerja pada Mode 2. limpahan dari pencacah biner 5 bit ini dihubungkan ke THx (maksudnya bisa TH0 atau TH1) membentuk sebuah untaian pencacah biner 13 bit. dengan maksud rancangan alat yang dibuat dengan MCS48 bisa dengan mudah diadaptasikan ke MCS51. Register tambahan tersebut adalah register TCON (Timer Control Register. Mode ini tidak banyak dipakai lagi. Pencacah biner Timer 0 dan 1 TL0. memori-data internal nomor $88.

kedudukan pencacah biner 16 bit ini akan bergerak dari $0000 (biner 0000 0000 0000 0000). TH0.Pencacah Biner 8 Bit dengan Isi Ulang TLx dipakai sebagai pencacah biner 8 bit. $0002 … sampai $FFFF (biner 1111 1111 1111 1111). Pencacah biner ketiga adalah TH0 yang dipakai sebagai pencacah biner 8 bit dengan TF1 sebagai sarana pemantau limpahan. TL1 dan TH1 dipakai untuk membentuk 3 untaian pencacah. kemudian melimpah kembali menjadi $0000. kedua register ini dipakai bersama oleh Timer 0 dan Timer 1. yang pertama adalah untaian pencacah biner 16 bit tanpa fasiltas pemantau sinyal limpahan yang dibentuk dengan TL1 dan TH1. Register Pengatur Timer Register TMOD dan register TCON merupakan register pembantu untuk mengatur kerja Timer 0 dan Timer 1. Mode 2 – Pencacah Biner 8 bit dengan Isi Ulang Gambar 17. Mode 2 . Mode 3 – Gabungan Pencacah Biner 16 bit dan 8 Bit Gambar 18 Mode 3 – Gabungan Pencacah Biner 16 Bit dan 8 Bit Pada Mode 3 TL0.31 dengan sinyal denyut. sedangkan THx dipakai untuk menyimpan nilai yang diisikan ulang ke TLx. $0001. Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . Dengan cara ini bisa didapatkan sinyal limpahan yang frekuensinya ditentukan oleh nilai yang disimpan dalam TH0. setiap kali kedudukan TLx melimpah (berubah dari $FF menjadi $00). Yang kedua adalah TL0 yang dipakai sebagai pencacah biner 8 bit dengan TF0 sebagai sarana pemantau limpahan.

bit 0 sampai 3 register TMOD (TMOD bit 0 .. TMOD bit 7) dipakai untuk mengatur Timer 1. bit 4 sampai 7 register TMODE (TMOD bit 4 . Bit TFx di-nol-kan dengan istruksi CLR TF0 atau CLR TF1. bagian yang diarsir dalam Gambar 3b) dipakai untuk keperluan mengatur kaki INT0 dan INT1. Bila bit GATE pada register TMOD =1.. ke-empat bit ini dibahas dibagian lain. • Bit GATE merupakan bit pengatur saluran sinyal denyut.32 Gambar 19 Denah susunan bit dalam register TMOD Register TMOD dibagi menjadi 2 bagian secara simitris. 4 bit pertama (bit 0 . • Bit TRx (maksudnya adalah TR0 atau TR1) merupakan bit pengatur saluran sinyal denyut. Bila bit GATE=1 kaki INT0 (untuk Timer 0) atau kaki INT1 (untuk Timer 1) dipakai juga untuk mengatur saluran sinyal denyut (lihat Gambar 4). bila bit ini =0 sinyal denyut tidak disalurkan ke pencacah biner sehingga pencacah berhenti mencacah.. TFx akan menjadi ‘1’ setiap kali pencacah biner yang terhubung padanya melimpah (kedudukan pencacah berubah dari $FFFF kembali menjadi $0000). Bila bit GATE=0 saluran sinyal denyut hanya diatur oleh bit TRx (maksudnya adalah TR0 atau TR1 pada register TCON). sedangkan jika C/T*=1 maka sinyal denyut diperoleh dari kaki T0 (untuk Timer 0) atau kaki T1 (untuk Timer 1). TRx di-nol-kan saat MCS51 menjalankan rutin layanan interupsi (ISR – Interupt Service Routine). Jika sarana interupsi dari Timer 0/Timer 1 dipakai. bit 3. pemakaiannya sebagai berikut : • Bit M0/M1 dipakai untuk menentukan Mode Timer seperti yang terlihat dalam Tabel di Gambar 3a. maka saluran sinyal denyut ini diatur bersama oleh TRx dan sinyal pada kaki INT0/INT1 (lihat Gambar 4). Jika C/T*=0 sinyal denyut diperoleh dari osilator kristal yang frekuensinya sudah dibagi 12.bit 7) dibagi menjadi 2 bagian secara simitris yang dipakai untuk mengatur Timer0/Timer 1. TMOD bit 3) dipakai untuk mengatur Timer 0. sebagai berikut: • Bit TFx (maksudnya adalah TF0 atau TF1) merupakan bit penampung limpahan (lihat Gambar 2). Sisa 4 bit dari register TCON (bit 4. Gambar 20 Denah susunan bit dalam register TCON Register TCON dibagi menjadi 2 bagian. Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . • Bit C/T* dipakai untuk mengatur sumber sinyal denyut yang diumpankan ke pencacah biner..

maka posisi saklar S1 harus dikebawahkan dengan membuat bit C/T* menjadi ‘1’. saat INT1=’0’ Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . Dalam pemakaian sesungguhnya. sumber sinyal denyut berasal dari osilator kristal yang frekuensinya sudah dibagi 12. aliran sinyal denyut akan dihentikan jika TR=’0’. • bit GATE=’0’. menurut Gambar 4 keadaan ini membuat saklar S1 ke posisi atas. Gambar ini berlaku pula untuk Timer 0. Jika TR1=’1’ saklar S2 tertutup sehingga sinyal denyut dari S1 disalurkan ke sistem pencacah biner. Gambar 21 Skema lengkap Timer 1 dalam Mode 1 Setelah MCS51 di-reset register TMOD bernilai $00. Dalam keadaan semacam ini.33 Mengatur Timer Gambar 4 merupakan bagan susunan rangkaian yang bisa terjadi pada Timer 1 secara lengkap. Jika sistem yang dirancang memang menghendaki Timer 1 bekerja sebagai timer maka bit C/T* tidak perlu diatur lagi. rangkaian yang dipakai hanya sebagian dari rangkaian lengkap tersebut. sedangkan kerja dari Timer dikendalikan lewat register TCON. pencacah biner yang dibentuk dengan TL1 dan TH1 berfungsi sebagai timer. digambarkan pula hubungan-hubungan semua register pembentuk dan pengatur Timer 1. Sebaliknya jika bit GATE=’1’.5).3). sesuai dengan keperluan sistem yang dibangun. saklar S2 hanya dikendalikan lewat bit TR1 dalam register TCON. output gerbang OR akan mengikuti keadaan kaki INT1. hal ini berarti : • bit C/T* =’0’. Rangkaian yang dikehendaki dibentuk dengan mengatur register TMODE. hal ini membuat output gerbang OR selalu ‘1’ tidak dipengaruhi keadaan ‘0’ atau ‘1’ pada kaki INT1 (P3. Tapi jika sistem yang dirancang menghendaki agar Timer 1 bekerja sebagai counter untuk menghitung pulsa yang masuk lewat kakai T1 (P3.

instruksi pengatur Timer 1 akan menjadi : MOV TMOD. selama kaki INT1 bernilai ‘0’ pencacah biner belum akan mencacah.#%01010000 Perbedaannya dengan instruksi di atas adalah dalam instruksi ini bit 6 (bit C/T*) bernilai ‘1’. dipakai instruksi CLR TR1 Di atas hanya dibahas Timer 1 saja. jika dikehendaki Timer 1 bekerja pada mode 1 seperti terlihat dalam Gambar 4. Dalam pemakaian biasanya dipakai pencacah biner 16 bit.#%11010000 Dalam hal ini bit 7 (bit GATE) bernilai ‘1’. Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . pengisian bit-bit dalam register TMOD harus dipikirkan sekali gus untuk Timer 0 dan Timer 1. Bilangan biner %00010000 diisikan ke TMOD. bit GATE =’0’ berarti kaki INT1 tidak berpengaruh pada rangkaian sehingga Timer 1 hanya dikendalikan dari bit TR1. berarti Timer 1 bekerja sebagai pencacah biner 13 bit. sedangkan TMOD tidak bisa dialamati secara bit (non bit addressable) sehingga jika jika kedua Timer dipakai.34 apa pun keadaan bit TR1 output gerbang AND selalu =’0’ dan saklar S1 selalu terbuka. maka bit GATE harus dibuat menjadi ‘1’ • bit M1 dan M0=’0’. untuk keperluan itu instruksi yang diperlukan untuk mengatur TMOD adalah : MOV TMOD. Yang perlu diperhatikan adalah register TMOD dipakai untuk mengatur Timer 0 dan juga Timer 1. Penulisan dengan bilangan biner semacam ini. instruksinya menjadi : MOV TMOD. sumber sinyal denyut dari osilator kristal atau Timer 1 bekerja sebagai ‘timer’. Setelah mengatur konfigurasi Timer 0 seperti di atas. ke-empat bit ini dipakai untuk mengatur Timer 1.5). Untuk menghentikan proses pencacahan. ‘%’ merupakan awalan yang menandakan bahwa bilangan di belakangnya adalah bilangan biner. memudahkan untuk mengenali dengan cepat bit-bit apa saja yang diisikan ke TMOD. agar saklar S1 bisa tertutup kaki INT1 dan bit TR1 harus =’1’ secara bersamaan.#%00010000 Catatan dalam instruksi di atas tanda ‘#’ menyatakan bagian di belakangnya adalah bilangan konstan yang akan diisikan ke TMOD. berakibat bit 7 TMOD (bit GATE) bernilai ‘0’. Selanjutnya jika diinginkan sinyal dari perangkat keras di luar chip MCS51 bisa ikut mengendalikan Timer 1. pencacah biner belum mulai mencacah sebelum diperintah dengan instruksi : SETB TR1 Perlu diingatkan jika bit GATE = ‘1’. maka bit M1 harus dibuat menjadi ‘0’ dan bit M0 menjadi ‘1’. bit 6 (bit C/T*) bernilai ‘0’. berarti TL1 dan TH1 disusun menjadi pencacah biner 13 bit (Mode 0). Jika sistem yang dirancang menghendaki kerja dari timer/counter dikendalikan dari sinyal yang berasal dari luar chip. tata canya untuk Timer 0 persis sama. Jika dikehendaki pencacah biner dipakai sebagai counter untuk mencacah jumlah pulsa yang masuk lewat kaki T1 (P3. bit 5 dan 4 (bit M1 dan M0) bernilai ‘01’. sehingga Timer 1 bekerja sebagai timer dengan pencacah biner 16 bit yang dikendalikan hanya dengan TR1. Pengetahuan di atas dipakai sebagai dasar untuk mengatur dan mengendalikan Timer seperti terlihat dalam contoh-contoh berikut : Setelah reset TMOD bernilai $00.

.536uD. Dalam hal ini.#0FFH TUNDA MULAI MOV R1. kita harus menggunakan timer.35 Bit TR1 dan TR0 yang dipakai untuk mengendalikan proses pencacahan. . timer yang diitung mengguanakan perhitungan kristal pada 12M . kita memnggunakan perhitungan 10000 X 100 = 1000000 uDetik Hardware Conection Hubungkan modul mikrokontroler.LAGI . juga terletak dalam register TCON yang masing-masing bisa di-monitor sendiri. isi TH0 dengan HIGH(CACAH) isi TL0 dengan LOW(CACAH) hidupkan timer 0 tunggu hingga melimpah matikan flag limpahan timer EQU EQU 100 -10000 .TUNGGU TF0 TR0 R1. gunakan timer 0 mode 16 bit (0000 0001) . 100 x 10000 ud = 1 detik MOV MULAI: MOV CALL MOV CALL SJMP TUNDA: LAGI: MOV MOV SETB TUNGGU: JNB CLR manual CLR DJNZ RET END 0 scr matikan timer 0 apakah sudah #ratusan kali? BELUM! ulangi dari LAGI SUDAH! kembali dari subrutin TUNDA Penjelasan Kali ini kita akan membuat led nyala dan padam dalam waktu satu detik.#01H P1. --------------------------------------------------------------------. terletak di dalam register TCON (memori-data internal nomor $88) yang bisa dialamati secara bit (bit addressable).#RATUSAN TH0. . . ulangi lagi dari awal .#00H TUNDA P1. agar mendapatkan waktu yang presisi. . hidupkan LED selama 1 detik . --------------------------------------------------------------------RATUSAN CACAH ORG 0H TMOD. . . Dibawah ini adalah contoh program untuk aplikasi timer. tidak seperti mengatur TMOD yang harus dilakukan secara bersamaan. .#HIGH CACAH TL0. dengan modul keypad 8 tombol yang terhubung pada port 3 Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .#LOW CACAH TR0 TF0. Demikian pula bit penampung limpahan pencacah biner TF0 dan TF1. matikan LED selama 1 detik . Program menyalakan/mematikan LED selama 1 detik . Timer yang diguanakan adalah timer 0 mode 16 bit. tundaan maksimal yang mampu dihasilkan adalah 65. sehingga kita perlu mengulangi untuk beberapa kali agar kita mendapatkan tundaan waktu 1 detik. Sehingga TR0 dan TR1 bisa diatur secara terpisah (dengan perintah SETB atau CLR).

otomatis LAGI: MOV TH0. --------------------------------------------------------------------CACAH EQU -5 . ulangi lagi dari awal END Penjelasan Sekarang timer 0 dikonfigurasikan untuk mencacah. scr manual CEK1: JNB TF0. penekanan tombol pada T0 (P1.$ .#00 . isi TL0 dengan #cacah SETB TR0 .0 setelah 5 kali .---------------------------------------------------------------------.4). tunggu hingga overflow Mov P1. isi TH0 dengan #cacah MOV TL0. pada P3. lampu akan menyala setelah tombol ditekan 5 kali dan akan padam setelah ditekan 5 kali. Hubungan pin pada int timer .4 sebanyak 5 kali dengan menggunakan timer . caranya dengan memberi bit C/T dengan logika 1.4) CLR TF0 . matikan P1. bersihkan flag limpahan timer 0 .#CACAH . cacah sama dengan 5 ORG 0H MOV TMOD.#0Eh . Program menyalakan/mematikan LED setelah penekanan tombol .#CACAH .0 setelah 5 kali .#0FFH . aktifkan timer0 CEK: JNB TF0. pada (P3. tunggu hingga melimpah Mov P1.4) CLR TF0 .36 Gambar 22. saklar dihugungkan dengan pin T0.$ . gunakan timer 0 mode 8 bit isi-ulang . Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . hidupkan P1. bersihkan flag limpahan timer 0 scr manual SJMP CEK . penekanan tombol pada T0 (P1.

Seperti yang terlihat Gambar 4. yaitu subrutin yang akan dikerjakan bila terjad interupsi Sumber interupsi: Interupsi eksternal 0 Interupsi eksternal 1 Interupsi timer 0 Interupsi timer 1 Interupsi port serial Alamat vektor interupsi Reset system Eksternal 0 Timer 0 Eksternal 1 Timer 1 Port Serial 0000H 0003H 0000B 0013H 001BH 0023H • Interrupt Service Routine. saat terjadi interrupt. tiba-tiba terjadi interrupt dan harus melayani interrupt tersebut terlebih dahulu hingga selesai sebelum ia kembali meneruskan pekerjaannya.1. Program yang dijalankan pada saat melayani interrupt disebut Yang harus diperhatikan untuk menguanakan interupsi adalah. kita harus tau sumber-sumber interupsi. Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . Setelah pembicaraan telephone yang dalam hal ini adalah merupakan analogi dari Interrupt Service Routine selesai maka orang tersebut kembali meneruskan pekerjaanya mengetik. Analoginya adalah sebagai berikut. sebuah program yang seharusnya berjalan terus lurus. mendadak telephone berdering dan menginterrupsi orang tersebut sehingga menghentikan pekerjaan mengetik dan mengangkat telephone. program akan berhenti sesaat. melayani interrupt tersebut dengan menjalankan program yang berada pada alamat yang ditunjuk oleh vektor dari interrupt yang terjadi hingga selesai dan kembali meneruskan program yang terhenti oleh interrupt tadi. seseorang sedang mengetik laporan.37 INTERUPSI Interrupt adalah suatu kejadian atau peristiwa yang menyebabkan mikrokontroler berhenti sejenak untuk melayani interrupt tersebut. vektor layanan interupsa dan yang terpenting rutin lyanan interupsi. Demikian pula pada sistem mikrokontroler yang sedang menjalankan programnya.

Program Counter diisi dengan alamat yang tersimpan dalam stack pada saat interrupt terjadi sehingga mikrokontroler kembali meneruskan program di lokasi saat interrupt terjadi . bit ini harus set Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .Program Counter terisi dengan alamat dari vector interrupt (lihat Interrupt Vector) sehingga mikrokontroler langsung menjalankan program yang terletak pada vector interrupt Program pada vector interrupt biasanya diakhiri dengan instruksi RETI di mana pada saat ini proses yang terjadi pada mikrokontroler adalah sebagai berikut: . Bila bit ini clear. Pengaturan enable dan disable interrupt dilakukan pada Register Interrupt Enable yang terletak pada alamat A8H.Interrupt Status disimpan secara internal .Program Counter (alamat dari instruksi yang sedang berjalan) disimpan ke stack . oleh karena itu untuk mengaktifkan salah satu interrupt. EA: Disable semua interrupt apabila bit ini clear. Analogi proses interupsi Proses yang dilakukan oleh mikrokontroler saat melayani interrupt adalah sebagai berikut: Proses yang terjadi saat mikrokontroler melayani interrupt adalah sebagai berikut: .38 Gambar 23.Instruksi terakhir yang sedang dijalankan diselesaikan terlebih dahulu . maka apapun kondisi bit lain dalam register ini. untuk itu 89C51 mempunyai lima buah interrupt yang masing-masing dapat dienable ataupun disable satu per satu.Interrupt Status dikembalikan ke kondisi terakhir sebelum terjadi interrupt • Enable Interrupt Dalam suatu kondisi dapat juga dibutuhkan suatu program yang sedang berjalan tidak boleh diinterrupt. semua interrupt tidak akan dilayani.Interrupt dilayani sesuai peringkat dari interrupt (lihat Interrupt Priority) .

EX1: Enable/disable External Interrupt 1. clear oleh hardware saat interrupt terjadi pada mode aktif level Timer 0: Bit TF0. Interrupt dengan prioritas yang tinggi dapat meng-interrupt interrupt lain yang mempunyai prioritas lebih rendah. set = enable. EX0: Enable/disable External Interrupt 0.External Interrupt 0 . set = enable. clear oleh hardware saat interrupt terjadi Timer 1 : Bit TF1. set = enable.External Interrupt 1 .Serial Interrupt Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . clear oleh hardware saat interrupt terjadi Serial Port (TXD) : Bit TI. IP0 atau PX0 untuk External Interrupt 0 IP1 atau PT0 untuk Timer 0 Interrupt IP2 atau PX1 untuk External Interrupt 1 IP3 atau PT1 untuk Timer 1 Interrupt IP4 atau PS untuk Serial Interrupt Bit-bit ini akan berkondisi set apabila interrupt yang diaturnya ditempatkan pada prioritas yang tinggi. clear = disable Apabila interrupt ini enable maka interrupt akan terjadi pada saat terjadi pulsa low pada INT0 • Status Interrupt Status-status interrupt dari 89C51 terletak pada Register TCON yaitu INT0: Bit IE0. mikrokontroler bekerja berdasarkan prioritas yang dapat diatur pada Register Interrupt Priority.Timer 1 Interrupt . clear oleh hardware saat interrupt terjadi pada mode aktif level INT1: Bit IE1. clear oleh software External Interrupt 0 maupun External Interrupt 1 dapat diatur menjadi aktif level maupun aktif transisi dengan mengubah bit IT0 atau IT1 pada Register TCON External Interrupt akan bekerja secara aktif level bila bit ITx (x = 0 untuk INT0 dan x =1 untuk INT1) berkondisi low dan bekerja secara aktif transisi bila bit Itx berkondisi high. maka prioritas akan diatur secara polling mulai dari: . clear = disable Apabila Serial Port Interrupt aktif maka interrupt akan terjadi setiap ada data yang masuk ataupun keluar melalui serial port yang membuat Flag RI (Receive Interrupt Flag) ataupun TI (Transmit Interrupt Flag). set = enable. sedangkan interrupt dengan prioritas tinggi itu sendiri tidak dapat di interrupt oleh interrupt lain. ET1: Enable/disable Timer 1 Interrupt. Apabila terjadi lebih dari satu interrupt yang mempunyai prioritas yang sama secara bersamaan. clear = disable Apabila interrupt ini enable maka interrupt akan terjadi pada saat Timer 0 overflow. set = enable. clear = disable Apabila interrupt ini enable maka interrupt akan terjadi pada saat terjadi pulsa low pada INT1 ET0: Enable/disable Timer 0 Interrupt.Timer 0 Interrupt . clear oleh software Serial Port (RXD) : Bit RI. clear = disable Apabila interrupt ini enable aka interrupt akan terjadi pada saat Timer 1 overflow. • Interrupt Priority Dalam melayani interrupt.39 ES: Enable/disable Serial Port Interrupt.

. saat terjadi interrupt Program Counter memang tetap berisi nilai dari Interrupt Vector sehingga program juga meloncat ke alamat tersebut.Timer 0 ISR . .... ... RETI Jadi pada listing ini....... maka bila Interrupt Service Routine untuk External Interrupt 0 diletakkan pada alamat 0003H dan Interrupt Service Routine untuk Timer 0 diletakkan pada alamat 000BH akan terjadi bentrok alamat antara kedua Interrupt Service Routine ini apabila tidak dilakukan suatu trik berikut yang terlihat pada listing berikut... .. Int0: ... .. Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 ......Int0 ISR . misalnya hendak digunakan External Interrupt 0 dan Timer 0 dalam satu sistem.. RETI Timer0: . Kelima interrupt dan system reset dari 89C51 mempunyai Vector masing masing Masing-masing alamat vektor mempunyai jarak yang berdekatan sehingga akan timbul masalah bila diperlukan sebuah Interrupt Service Routine yang cukup panjang..Main Program .... ......... namun karena di alamat tersebut sudah diletakkan instruksi untuk meloncat ke label yang lain seperti Int0 untuk External Interrupt 0 Service Routine maka tidak akan terjadi bentrok alamat antara kedua Interrupt Service Routine ini.. .. Pada saat program menuju ke alamat yang ditunjuk oleh Interrupt Vector maka flag-flag yang set karena terjadinya interrupt akan di-clear kecuali RI dan TI... ... Start: ............ ORG 0000H LJMP Start ORG 0003H LJMP Int0 ORG 000BH LJMP Timer0 .........40 • Interrupt Vector Interrupt Vector adalah harga yang disimpan ke Program Counter pada saat terjadi interrupt sehingga program akan menuju ke alamat yang ditunjukkan oleh Program Counter.

. akumulator (P1. kirim data ke Port 1 ..0 A. ulangi .$ Djnz R0. ...0 menyala duluan) . . kirim data ke Port 1 tunda sebentar putar isi akumulator ke kanan 1 bit apakah A=11111110B ? Tidak.MULAI P1. Program Utama .41 Hardware Gambar 24. simpan data 11111110B ke .#0FEh. Rutin layanan Interupsi Start: SETB SETB MOV MULAI: MOV ACALL RL CJNE lagi! MULAI1: MOV ACALL RR CJNE lagi! SJMP . putar isi akumulator ke kiri 1 bit .A DELAY A A. ulangi . ulangi lagi dari paling awal. Ya. apakah A=01111111B ? Tidak. #0FEh P1. .A DELAY A A. Interupsi eksternal ORG AJMP ORG AJMP 00H START 03H AKSI SETB EA IT0 IE. Isi Register R1 dengan 0 (256x ulang) Delay: Mov R0. Ya.MULAI1 MULAI ..#7FH.#0 Delay1: Mov R1.#0 Djnz R1. lanjutkan ke proses berikut. . tunda sebentar . Isi Register R0 dengan 0 (256x ulang) .Delay1 Ret Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .

#00 DELAY P1.27.#0FFH DELAY P1. jadi untuk mendapatkan resolusi 10mV maka perlu pengesetan Vref/2 sebesar 1. Perlu diketahui bahwa pada pin ADC 0804 pada kaki Vref yang disajikan berupa Vref/2. Gambar 25 antarmuka dengan ADC Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . jika kita memberi tegangan refferensi 2.55 volt maka kita akan mendapatkan kenaikan 1 bit untuk perubahan 10 mVolt.#0FFH DELAY TEKNIK ANTARMUKA DENGAN ADC 0804 Pada ADC 0804 terdapat pin pin kontrol yang harus di kendalikan jika kita ingin menggunakan ADC.5V Cara akses ADC 0804: Aktivkan ADC dengan memberikan sinyal 0 pada kaki Chip Select.#0FFH DELAY P1. Selain itu terdapat nilai tegangan refferensi yang harus diberikan.42 AKSI: MOV CALL MOV CALL MOV CALL MOV CALL MOV CALL MOV CALL RETI End P1. Berikan perintah mulai konversi dengan memberikan pulsa rendah sempit ke kaki ADC Write Tunggu hingga ADC mengeluarkan sinyal 0 dari kaki INT nya Berikan tunda waktu sesaat agar data dari ADC sudah benar Berikan perintah baca dengan memberikan sinyal 0 pada kaki ADC Read Berikan tunda waktu sesaat Sekarang data dari ADC siap digunakan. misal kita menggunakan ADC 8 bit.#00 DELAY P1.#00 DELAY P1.

NOT_EOC DELAY: DJNZ R2.$ MOV A.$ DJNZ R3.43 .6 ADC_WR BIT P2. BACA DATA MELALUI P3 DJNZ R3.5 ADC_INT BIT P2. START OF CONVERSION SETB ADC_WR NOT_EOC: JB ADC_INT.7 ADC_RD BIT P2. ORG 0H NEXT_SAMPLING: CLR ADC_CS .A SJMP NEXT_SAMPLING END Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .4 .============================================= ADC_CS BIT P2. PROGRAM AKSES ADC .P3 SETB ADC_RD SETB ADC_CS CPL A MOV P1.DELAY CLR ADC_RD . AKTIFKAN ADC0804 CLR ADC_WR .============================================= .

maka kita harus memberikan data: 0111 . Untuk hardware nya kita bisa mengguanakan konfigurasi saklar dasar seperti gambar 11 dengan memberikan empat buah saklar. Antar mula motor stepper Pada motor stepper yang lazim digunakan dipasaran. yang perlu diingat sklar diatas adalah saklar untuk orus yang kecil. data pertama 1011 1101 1110 . Misalnya kita menggunakan common Positif. yang tentunya data tersebut adalah kebalikan dari pin common. kemudian kita menghubungkannya ke kaki data motor stepper. data ke empat Keempat data tersebut harus urut. untuk mengatur kecepatanyya kita harus memberikan delay pada pergantian antara data pertama dan data berikutnya. Di bawah ini adalh contoh program untuk menggerakkan motor stepper.44 Antar Muka dengan Motor Stepper Gambar 26. ORG 00H MULAI: Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . sehingga untuk arus yang besar kita harus menambahkan penguatberupa transistor yng disusun secara darlington. Untuk dapat menggerakkan motor stepper kita harus memberikan dat yang bergeser pada pin data. terdapat 4buah pin data dan satu bua common.

Kirim Instruksi Mov P1. Interface LCD Untuk mengakses Lcd kita harus memenuhi beberpa tahapan-tahapan. Inisialisasi LCD . Dibawah ini adalah contoh sub rutin untuk bekerja dengan lcd.#11110111B LDELAY P1. .$ . Tunggu beberapa saat (≥4. SUB ROUTINE DELAY .1 mS) Clr Rs . DJNZ R1.#11111110B LDELAY MULAI .======================================= LDELAY: MOV R1. Signal Clock Enable Clr En Call Wait_Lcd .#11111011B LDELAY P1. END ANTAR MUKA DENGAN LCD 16x2 Gambar 27. Mode pengalamatan 8 bit Setb En .#0CH . DELAY INI TERGANTUNG DARI X-TAL DELAY: MOV R0.45 MOV ACALL MOV ACALL MOV ACALL MOV ACALL WAIT: AJMP P1. YANG DIPASANG DJNZ R0.DELAY RET .#75 . Kirim Instruksi Mov P1.====================================== . Display On/Off Control Setb En Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .#0H .#11111101B LDELAY P1.---------------------------------------------------Init_Lcd: . Inisialisasi Lcd Clr Rs .#38H .---------------------------------------------------.

TULIS TEXT .A EN EN WAIT_LCD1 CLR RS P1.DELAY LCD .#0 DJNZ R5.DELAY3 .$ R0.#01h SETB EN CLR EN CALL WAIT_LCD1 RET .-----------. Tunggu beberapa saat (≥100μS) .#3 MOV R5.MENULISKAN KARAKTER .#25 DELAY1: MOV R5.DELAY LCD ( >4mS ) MOV R0.-----------WAIT_LCD: .#0 R5.---------------.#06H En En Wait_Lcd1 .HAPUS KARAKTER TOTAL .DELAY1 RET WAIT_LCD1: MOV DELAY3: DJNZ DJNZ RET R0.$ DJNZ R0.--------------.--------------CLEAR_LCD: CLR RS MOV P1.POSISI CURSOR Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .DELAY LCD .TEXT EN EN WAIT_LCD1 .HAPUS TAMPILAN . Entry Mode Set .46 Clr Call Clr Mov Setb Clr Call Ret En Wait_Lcd1 Rs P1.---------------WRITE_TEXT: SETB MOV SETB CLR CALL RET CURSOR: MOV SETB CLR CALL RET RS P1.

Interface dengan relay Di atas adalah contoh antar muka dengan relay.#'N' WRITE_TEXT A. Pindah posisi cursor di 0C0H RELAY Gambar 28. Panggil sub rutin inisialisasi .#'A' ACALL WRITE_TEXT MOV ACALL MOV ACALL MOV ACALL MOV ACALL MOV ACALL MOV ACALL MOV ACALL MOV ACALL WAIT: AJMP END A. isi A dgn huruf A (format ASCI) .#'U' WRITE_TEXT A.#'G' WRITE_TEXT 40H. MULAI: ACALL ACALL INIT_LCD CLEAR_LCD .#'G' WRITE_TEXT A. untuk penulisan karakter pada LCD. menulis karakter MOV A. Untuk mematikan relay berikan logika 1 Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .47 Sebagai contoh.#'U' WRITE_TEXT A. berikan logika 0.#0C0H CURSOR A. Panggil sub rutin .#'G' WRITE_TEXT A. Hapus semua karakter . dapat diberikan program sebagai berikut. untuk mengakifkan relay.#'M' WRITE_TEXT $ .

Untuk debuging program kita tinggal menekan F10 atau F11. Load Hex File…. kita tinggal memasukkan file program kita yang ber ekstensi HEX.. TS Control Emulator Program ini mampu memantau status register dalam mikrokontroler..48 LAMPIRAN Petunjuk penggunaaan Program simulasi 1.. dalam diasembled code. maka pgram akan berjalan per step. Dengan cara Fille ... dan kita bisa melihat status reguster Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 . Setelah itu kita akan melihat file hexa yang kita masukkan tadi menjadi asm code.

535 Simulaor Pada simulator ini sudah dilengkapi dengan tampilan visual pada port.49 2. kita tinggal menekan tombol 7 atau F8 Pelatihan Mikrokontroler AT89S51 Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Program Diploma TE UGM 2006 .LST. untuk mengisi program kita harus mengisikan file . Untuk debuging.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful