Angela Monalisa Kurniawan

2012

Membaca di Kalangan Generasi Muda Indonesia
Salam sejahtera. Pertama-tama saya ingin memanjatkan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkatNya sehingga saya dapat berdiri sekarang ini di depan Anda sekalian. Terima kasih juga saya ucapkan kepada Bu Zhita selaku pembimbing saya dalam menyusun naskah ini. Tak lupa juga saya mengucapkan terima kasih bagi Anda semua, selaku audiens, yang telah berkenan meluangkan waktu untuk mendengarkan pidato saya pada hari ini. Dalam rangka memperingati Hari Gerakan Membaca Nasional maka saya akan membicarakan mengenai pentingnya membaca bagi remaja. Hal ini didasari oleh keprihatinan saya bahwa di kalangan generasi muda Indonesia, minat membaca sangatlah kurang. Saya bahkan menemukan beberapa teman yang belum pernah membaca 1 buku pun hingga tuntas seumur hidupnya. Saya juga sering mendapati bahwa bagi mereka membaca sebuah buku sangatlah sulit, dan mereka sudah ketakutan terlebih dahulu begitu melihat betapa tebalnya buku tersebut. Jelaslah bagi saya bahwa sebagian besar generasi besar, −meskipun tidak semua− teloah kehilangan minat membaca dan hal ini sangat memprihatinkan. Pertama kita harus menyadari bahwa membaca mendatangkan bermacam manfaat. Dengan rajin membaca maka wawasan kita akan menjadi luas. Kita akan menjadi orang yang ‘serba tahu’ dan bukannya orang yang berwawasan sempit. Jika seseorang berwawasan sempit maka ia akan terlihat bodoh dan sukar baginya untuk bersosialisasi. Pada suatu survey, kecepatan membaca siswa Indonesia tertinggal dari siswa Jepang. Misalnya, kecepatan membaca rata-rata siswa di Indonesia adalah 250 KPM (kata per menit), tetapi di usia yag sama siswa Jepang dapat membawa dengan kecepatan 350 KPM. Pada survey yang berbeda, ternyata kemampuan anak Indonesia dalam mata pelajaran pokok seperti matematika dan sains juga kalah jauh dibandingkan dengan kemampuan siswa Jepang. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca seorang anak mampu menunjang prestasi akademiknya. Jika seseorang mampu membaca cepat maka kemampuan pengolahan otaknya juga dapat berkembang. Jenis bacaan yang tersedia pun bervariasi dan turut menentukan manfaat apa yang bisa kita dapat. Jika kita membaca buku ilmu pengetahuan, maka pengetahuan kita yang berhubungan dengan itu juga akan bertambah. Tentu saja hal ini tidak membuat bacaan jenis lain terkesan tidak bermanfaat. Bacaan aapun selama yang tidak menjurus ke arah yang negatif juga pasti menyumbangkan manfaat. Yang membedakan adalah jenis manfaat yang diberikan. Ada yang memberikan manfaat pengetahuan di bidang sains, ada juga yang memberikan petuah dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari. Contohnya bisa kita dapatkan saat membaca novel-novel fiksi, penulis pasti menyelipkan makna dan makna itulah yang sebetulnya kita cari. Dengan demikian jelaslah sudah bahwa membaca membawa banyak manfaat penting bagi kehidupan kita selaku siswa baik kehidupan sosial maupun prestasi akademik. Agar kita dapat merasakan manfaat dari membaca maka alangkah baiknya kita mengikuti beberapa kiat berikut. Pertama, kita harus menumbuhkan semangat membaca dalam diri kita masing-masing. Kita bisa memilih buku yang kita sukai, atau bahkan komik. Terkadang bacaan yang ringan mampu membawa kita menuju bacaan yang lebih berat. Kedua, membaca tumbuh dari pembiasaan. Di beberapa negara, siswa SMA diwajibkan untuk membaca beberapa judul
Pidato Peringatan Hari Gerakan Membaca Nasional – 12 November Page 1

memajukan diri. Dengan saran tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan gairah membaca bagi generasi muda. Oleh karena itu dimulai dari sekarang kita. semoga Hari Gerakan Membaca Nasional kali ini dapat menjadi titik tolak bangsa kita. Semoga pidato saya kali ini mampu membuat perubahan bagi generasi muda Indonesia. Jangan memilih buku bacaan karena dipaksa atau sedang ngetrend. sebaliknya pilihlah buku sesuai minat Anda masing-masing karena justru hal itu dapat menjadi dorongan tersendiri bagi kita untuk membaca. kemudian di Swiss dan Jepang sebanyak 15 judul buku. −terutama yang jarang membaca− bisa melakukan beberapa pembiasaan kecil dalam diri kita. Akhir kata saya mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah diberikan kepada saya. Hal ini agar kita semua juga disadarkan. terutama Anda yang berkumpul disini sekarang. siswa diwajibkan membaca 25 buku. tetapi kalau kita mau latihan dengan tekun untuk membaca terjemahan itu. Bahkan nantinya kita bisa menikmati film tersebut baik gambar maupun teks terjemahan tanpa terbebani dengan pikiran untuk membaca. Pidato Peringatan Hari Gerakan Membaca Nasional – 12 November Page 2 . Hal ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga bagi kemajuan bangsa dan negara. Di Amerika Serikat. Buku yang dibaca pun ikut menjadi faktor penentu. alih-alih terus mengkritik negara kita dapat memperbaikinya dengan memperbaiki diri sendiri. Tak dapat dipungkiri bahwa hal ini merupakan salah satu faktor mudah ditemukan siswa SMA yang belum membaca 1 judul buku sama sekali.Angela Monalisa Kurniawan 2012 buku. kondisi bangsa kita kedepannya bergantung kepada kita. Misalnya kiha kita menyukai sepak bola maka kita bisa membiasakan diri mengecek situs-situs di internet yang menyajikan berita tentang bola. untuk berinvestasi kepada bangsa kita di masa depan. Padahal sebelumnya di zaman AMS Hindia Belanda. di Belanda dan Prancis 30 buku. Selamat siang. siswa SMA wajib membaca 32 judul buku. Karena pada akhirnya semua itu akan mengalir begitu saja. Ingat. Terkadang ada film yang menggunakan banyak dialog sehingga subtitle atau terjemahannya dengan cepat berganti. Kadangkala kita tidak sempat membacanya. anak seusia kita tentunya sudah sering menonton film di bioskop. dan saya juga minta maaf atas perkataan yang kurang berkenan di hati Anda. Kemudian untuk melatih kecepatan membaca. Bandingkan dengan Indonesia yang dari tahun 1943-2003 jumlah judul buku adalah nol. maka lambat laun kita akan bisa mengikuti kecepatan pergantian terjemahan tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful