P. 1
Tugas Metodologi Penelitian.docx

Tugas Metodologi Penelitian.docx

|Views: 6|Likes:
Published by Wahyu Arya Putra

More info:

Published by: Wahyu Arya Putra on Apr 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2014

pdf

text

original

Tugas Metodologi Penelitian

Nama : M. Wahyu Arya Putra

Nim : 7103210035
1. Penelitian Menurut Metode
Penelitian menurut metodenya, dapat dikelompokkan menjadi metode penelitian survey, ex post facto, eksperimen, naturalistic, policy research(penelitian policy), action research (penelitian tindakan), evaluasi dan sejarah. a. Penelitian Survey Kerlinger (1973) mengemukakan bahwa penelitian survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadiankejadian relative, distribusi dan hubungan-hubungan antar variable sosiologis maupun psikologis. Penelitian survey pada umumnya dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam. Walaupun metode survey ini tidak memerlukan kelompok control seperti halnya pada metode eksperimen, namun generalisasi yang dialkukan bisa lebih akurat bila digunakan sampel yang representative (David Kline : 1980). Contoh misalnya:

Penelitian

untuk

mengungkapkan

kecendrungan

masyarakat

dalam

mengkonsumsi jenis minuman. b. Penelitian Ex Post facto Penelitian Ex post Facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut. Penelitian ini menggunakan logika dasar yang sama dengan penelitian eksperimen yaitu jika x maka y, hanya saja dalam penelitian ini tidak ada manipulasi langsung terhadap variable independent. Contoh misalnya:

atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar. dan masalah ini pada umumnya dimiliki oleh para administrator/manajer atau para pengambil keputusan pada suatu organisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan secara induktif.  Penelitian untuk mengungkapkan sebab-sebab terjadinya penurunan produktivitas penjualan. Hubungan antara pelaku bisnis yang punya “pesugihan” dengan jumlah penjualan. Terdapat empat bentuk metode eksperimen yaitu experimental. sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertindak secara . (Tuckman 1982:128-156). Penelitian Eksperimen Penelitian dengan pendekatan eksperimen adalah suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variable tertentu terhadap variable yang lain dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Penelitian Naturalistic Metode penelitian ini sering disebut dengan metode kualitatif. Policy Research (Penelitian policy) Policy Research (penggunaan metode penelitian kebijakan) dimulai karena adanya masalah. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah (seabagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci. Penelitian eksperimen ini pada umumnya dilakukan pada laboratorium.  e. Majchrzak (1984) mendefinisikan policy research adalah suatu proses penelitian yang dilakukan pada. c. Penelitian untuk mengungkapkan sebab-sebab terjadinya kebakaran pabrik sepatu. d. dan quasi experimental. true eksperimental factorial. dsb. Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna darip-ada generalisasi. Contoh :  Penelitian untuk mengungkapkan makna upacara ritual atau adanya sesaji terhadap keberhasilan bisnis. Contoh misalnya:   Pengaruh unsur kimia tertentu terhadap kelezatan makanan Pengaruh jenis bahan tertentu terhadap keawetan warna kain. dsb.

(2) perilaku. f. Penelitian melibatkan peneliti dan karyawan untuk mengkaji bersama-sama tentang kelemahan dan kebaikan prosedur kerja. kegiatan dan produk dengan standard dan program . metode kerja. iklim kerja dan pranata. Sebagai evaluasi berarti hal ini merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan. Jadi dapat dinyatakan disini bahwa. dan alat-alat kerja yang digunakan selama ini dan selanjutnya mendapatkan metode kerja yang digunakan selama ini dan selanjutnya mendapatkan metode kerja baru yang dipandang paling efisien. setelah sampai pada tahap kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Contoh :  Penelitian untuk mendapatkan informasi guna menentukan sistem penggajian karyawan. penelitian evaluasi dapat dinyatakan sebagai evaluasi. Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah (1) situasi. Metode kerja baru tersebut selanjutnya dicobakan. yaitu untuk membandingkan suatu kejadian. Action Research (penelitian tindakan) Penelitian tindakan merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien. Contoh :  Penelitian untuk memperbaiki prosedur dan metode kerja dalam pembuatan suatu jenis makanan yang diproduksi masal. Policy research ini sangat relevan bagi perencana dan perencanaan. penelitian tindakan adalah suatu proses yang dilalui oleh perorangan atau kelompok yang menghendaki perubahan dalam situasi tertentu untuk menguji prosedur yang diperkirakan akan menghasilkan perubahan tersebut dan kemudian. dsb. Penelitian Evaluasi Dalam hal yang khusus. tetapi dalam hal lain juga dapat dinyatakan sebagai penelitian. dievaluasi secara terus menerus dalam pelaksanaannya. g.praktis dalam menyelesaikan masalah. (3) organisasi termasuk struktur mekanisme kerja.  Penelitian untuk mendapatkan informasi guna menentukan jenis barang apa yang perlu diproduksi besar-besaran. melaksanakan prosedur ini. sehingga sampai ditemukan metode yang paling efisien untuk dilaksanakan. sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktivitas lembaga dapat meningkat.

sehingga dapat ditetapkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan. Tujuan penelitian sejarah menurut Isaac (1981) adalah untuk merekonstruksi kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan obyektif. Penelitian Sejarah Penelitian sejarah berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadiankejadian yang berlangsung dimasa lalu. melelui pengumpulan. atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu. Terdapat dua jenis dalam penelitian evaluasi yaitu: penelitian evaluasi formatif yang menekankan pada proses dan evaluasi sumatif yang menekankan pada produk (Kidder 1981 : 84). dan bagaimana prosesnya. Penelitian sejarah terutama dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan tentang: kapan kejadian itu berlangsung. evaluasi verifikasi. Walaupun demikian sumber datanya bisa primer. yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu. h. sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan program atau produk. Evaluasi sumatif menekankan pada efektifitas pencapaian program yang berupa produk tertentu. Namun demikian kesimpulan yang diperoleh sifatnya masih hipotesis. Contoh:  Penelitian untuk mengetahui perkembangan bisnis di Indonesia antara tahun 1600 s/d 1945.yang telah ditetapkan. Evaluasi sebagai penelitian berarti akan berfungsi untuk menjelaskan fenomena. 2. dan sintesa data diperoleh. Jadi penelitian tidak mungkin lagi mengamati kejadian yang akan diteliti. Contoh:  Penelitian untuk mengevaluasi apakah suatu produk yang direncanakan terjual 95% tercapai atau tidak. siapa pelaku-pelakunya. Evaluasi formatif ingin mendapatkan feedback dari suatu aktivitas dalam proses. Jenis Penelitian Berdasarkan Tingkat Eksplanasi (Penjelasan) .

atau menghubungkan antara varibel yang satu dengan yang lain. b. bagaimanakah etos kerja dan prestasi kerja para karyawan di departemen x. panjang jalan. dimana angka yang diberikan kepada objek mempunyai arti sebagai label saja. dan penelitian asosiatif. 3. Contoh data diskrit adalah data tentang jumlah penduduk. Data nominal adalah ukuran yang paling sederhana. Penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. dan kepada semua anggota set diberikan angka. c. Contoh: adakah hubungan antara datangnya kupu-kupu dengan tamu. Data diskrit adalah data yang sifatnya terputus-putus. Penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variable atau lebih. adakah pengaruh insentif terhadap prestasi kerja pegawai. Misalnya tentang jenis olah raga yakni tenis. adakah perbedaan kemampuan kerja antara lulusan SMK dengan SMU. Contoh: adakah perbedaan profil presiden Indonesia dari waktu ke waktu. atau nama. c. b. dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu penelitian deskriptif. Data kontinyu adalah data yang sifatnya sinambung atau kontinyu. penelitian komparatif. Contoh: penelitian yang berusaha menjawab bagaimanakah profil presiden Indonesia. Kemudian masing-masing anggota set di atas kita berikan angka. set-set tersebut tidak boleh tumpang tindih dan bersisa. nilainya bukan merupakan pecahan (angka utuh). Macam-Macam Data Penelitian a. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable mandiri. atau diskrit.Jenis penelitian berdasarkan tingkat eksplanasi (penjelasan) dapat. a. Bila objek dikelompokkan ke dalam set-set. Contoh data kontinyu adalah data tentang hasil panen padi. nilainya bisa berupa pecahan. baik satu variable atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan. Ciri-ciri data nominal adalah hanya memiliki atribut. kendaraan dan sebagainya. Data nominal merupakan data diskrit dan tidak memiliki urutan. dan tidak menunjukkan tingkatan apapun. basket dan renang. misalnya tenis . berat sapi dan sebagainya.

Numerik yang dihasilkan akan selalu berbentuk bilangan bulat. atau tujuh kali. dengan kode 4. 4. tidak pernah menghadiri. 5 dan seterusnya. yakni Dayak. Data nominal ini diperoleh dari hasil pengukuran dengan skala nominal. d. Atau paling baik sampai ke yang paling buruk. Masing-masing kategori tidak dinyatakan lebih tinggi dari atribut (nama) yang lain. Data ini. Tetapi akan mengatakan dua kali. Angka tersebut tidak memberikan arti apaapa jika ditambahkan. Alat analisis (uji hipotesis asosiatif) statistik nonparametrik yang lazim digunakan untuk data ordinal adalah Spearman Rank Correlation dan Kendall Tau. Dari hasil pengukuran dengan menggunakan skala ordinal ini akan diperoleh data ordinal. dengan kode 1. Jika kita memiliki sebuah set objek yang dinomori. dengan kode 3.(1). tidak akan pernah mengatakan dua setengah kali. Data Ordinal bagian lain dari data kontinum adalah data ordinal. Seseorang yang pergi ke Jakarta. mulai dari tidak pernah absen menghadiri. Bugis dan Badui. Angka yang diberikan mengandung tingkatan. basket (2) dan renang (3). selain memiliki nama (atribut). Ia akan memiliki urutan mulai dari yang paling tinggi sampai paling rendah. 2. dengan kode 5. . misalnya Partai Bulan. Begitu juga tentang ukuran jumlah anak dalam suatu keluarga. misalnya peringkat 1. kadang-kadang saja menghadiri. 3. juga memiliki peringkat atau urutan. demikian seterusnya. atau sebaliknya. tidak setuju sampai sangat tidak setuju. Ukuran ini tidak memberikan nilai absolut terhadap objek. Jelas kelihatan bahwa angka yang diberikan tidak menunjukkan bahwa tingkat olah raga basket lebih tinggi dari tenis ataupun tingkat renang lebih tinggi dari tenis. bila dinyatakan dalam skala. ragu-ragu. Partai Bintang dan Partai Matahari. mulai dari sangat setuju. maka jarak antara data yang satu dengan lainnya tidak sama. Begitu juga tentang suku. Angka yang diberikan hanya berfungsi sebagai label saja. Tidak akan pernah ada bilangan pecahan. dengan kode 2 sampai tidak ingin menghadiri sama sekali. atau tiga seperempat kali. Misalnya dalam skala Likert (Moh Nazir). Tentang partai. tetapi hanya memberikan peringkat saja. Atau jawaban pertanyaan tentang kecenderungan masyarakat untuk menghadiri rapat umum pemilihan kepala daerah. dari 1 sampai n. Ia digunakan untuk mengurutkan objek dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi. lima kali. kurang menghadiri. setuju.

Partial Regression. Angka pada data rasio dapat menunjukkan nilai sebenarnya dari objek yang diukur. 40.e.000. Multiple Correlation.000. Karenanya. maka dapat dikatakan bahwa beda prestasi antara mahasiswa C dan A adalah 3 – 1 = 2. D. A. maka data rasio dapat dibuat perkalian ataupun pembagian. Interval . Oleh karena ada titik nol. Bila dilihat dengan ukuran rasio maka pendapatan pengemudi C adalah 4 kali pendapatan pengemudi A. B. Akan tetapi tidak bisa dikatakan bahwa prestasi mahasiswa E adalah 5 kali prestasi mahasiswa A ataupun prestasi mahasiswa F adalah 3 kali lebih baik dari prestasi mahasiswa B. Beda prestasi antara mahasiswa C dan F adalah 6 – 3 = 3.000 dan Rp. yakni A. Data rasio. Pendapatan pengemudi C adalah 4/3 kali pendapatan pengemudi B. rasio antara pengemudi C dan A adalah 4 : 1. Data interval Pemberian angka kepada set dari objek yang mempunyai sifatsifat ukuran ordinal dan ditambah satu sifat lain. 2. E dan F diukur dengan ukuran interval pada skala prestasi dengan ukuran 1. yang diperoleh melalui pengukuran dengan skala rasio memiliki titik nol. C.30. interval jarak tidak dinyatakan dengan beda angka rata-rata satu kelompok dibandingkan dengan titik nol di atas. dan Multiple Regression. 3. Pendapatan pengemudi D adalah 5 kali pendapatan pengemudi A. Dari hasil pengukuran dengan menggunakan skala interval ini akan diperoleh data interval. Data ratio Ukuran yang meliputi semua ukuran di atas ditambah dengan satu sifat yang lain. Jika ada 4 orang pengemudi. yakni ukuran yang memberikan keterangan tentang nilai absolut dari objek yang diukur dinamakan ukuran rasio (data rasio). Partial Correlation. sedangkan rasio antara pengemudi C dan B adalah 4 : 3. Misalnya tentang nilai ujian 6 orang mahasiswa. Rp. 50. Alat analisis (uji hipotesis asosiatif) statistik parametrik yang lazim digunakan untuk data interval ini adalah Pearson Korelasi Product Moment. 5 dan 6.000. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan skala interval dinamakan data interval. Data ini memperlihatkan jarak yang sama dari ciri atau sifat objek yang diukur. C dan D mempunyai pendapatan masing-masing perhari Rp. f. Rp. B. Akan tetapi ukuran interval tidak memberikan jumlah absolut dari objek yang diukur. Dengan kata lain. yakni jarak yang sama pada pengukuran dinamakan data interval. rasio antara pengemudi D dan A adalah 5 : 1. 10. 4.

Contoh data rasio lainnya adalah berat badan bayi yang diukur dengan skala rasio. jenis kelamin. misalnya status perkawinan. dan bayi C memiliki rasio berat badan sepertiga kali berat badan bayi A. Bayi B memiliki berat 2 Kg dan bayi C memiliki berat 1 Kg. peringkat tingkat kesukaran suatu pekerjaan dan lain-lain.Sesuai dengan ulasan jenis pengukuran yang digunakan.pendapatan pengemudi A dan C adalah 30. Multiple Correlation. variabel (data) interval. peringkat perlombaan catur. dan Multiple Regression. seperti motivasi seseorang untuk bekerja.000. Partial Correlation. maka variabel penelitian lazimnya bisa di bagi menjadi 4 jenis variabel. skala termometer dan sebagainya. Bayi B memiliki rasio berat badan dua kali dari berat badan bayi C. maka bayi A memiliki rasio berat badan 3 kali dari berat badan bayi C. profesi pekerjaan seseorang dan sebagainya. berat badan. Jika diukur dengan skala rasio. Bayi A memiliki berat 3 Kg. dan variabel (data) rasio. sedangkan variabel rasio adalah variabel yang disusun dengan ukuran rasio seperti tingkat penganggguran. variabel (data) ordinal. Variabel ordinal adalah variabel yang disusun atas dasar peringkat. suku bangsa. dst. dan pendapatan pengemudi C adalah 4 kali pendapatan pengemudi A. Variabel interval adalah variabel yang diukur dengan ukuran interval seperti indek prestasi mahasiswa. Dari hasil pengukuran dengan menggunakan skala rasio ini akan diperoleh data rasio. Partial Regression. dan sebagainya. Variabel nominal. Alat analisis (uji hipotesis asosiatif) yang digunakan adalah statistik parametrik dan yang lazim digunakan untuk data rasio ini adalah Pearson Korelasi Product Moment. . yakni variabel (data) nominal. penghasilan. yaitu variabel yang dikategorikan secara diskrit dan saling terpisah satu sama lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->