P. 1
Dari Gerakan Ke Negara - Anis Matta - Ringkasan

Dari Gerakan Ke Negara - Anis Matta - Ringkasan

|Views: 1|Likes:
Tujuan dakwah adalah mengejawantahkan kehendak-kehendak Allah SWT –yang kemudian kita sebut agama, tau syariah- dalam kehidupan manusia. Syariah itu sesungguhnya merupakan sistem kehidupan yang integral, sempurna, dan universal. Karena manusia yang akan melaksanakan dan mengoperasikan sistem tersebut maka manusia harus disiapkan untuk peran itu. Secara struktural, unit terkecil yang ada dalam masyarakat manusia adalah individu. Itulah sebabnya, perubahan sosial harus dimulai dari sana; membangun ulang susunan keribadian individu, mulai dari cara berpikir hingga cara berperilaku. Setelah itu, individu-individu itu harus dihubungkan satu sama lain dalam suatu jaringan yang baru, dengan dasar ikatan kebersamaan yang baru, identitas kolektif yang baru, sistem distribusi sosial ekonomi politik yang juga baru.
Tujuan dakwah adalah mengejawantahkan kehendak-kehendak Allah SWT –yang kemudian kita sebut agama, tau syariah- dalam kehidupan manusia. Syariah itu sesungguhnya merupakan sistem kehidupan yang integral, sempurna, dan universal. Karena manusia yang akan melaksanakan dan mengoperasikan sistem tersebut maka manusia harus disiapkan untuk peran itu. Secara struktural, unit terkecil yang ada dalam masyarakat manusia adalah individu. Itulah sebabnya, perubahan sosial harus dimulai dari sana; membangun ulang susunan keribadian individu, mulai dari cara berpikir hingga cara berperilaku. Setelah itu, individu-individu itu harus dihubungkan satu sama lain dalam suatu jaringan yang baru, dengan dasar ikatan kebersamaan yang baru, identitas kolektif yang baru, sistem distribusi sosial ekonomi politik yang juga baru.

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Saeful Rohman Bin Ahmad on Apr 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2014

pdf

text

original

Dari Gerakan Ke Negara

. Rencana itu terlalu halus untuk dideteksi secara dini oleh para pemimpin musyrik Quraisy.Tiba-tiba saja Makkah terasa lengang dan sunyi. Ada banyak wajah yang terasa perlahan-lahan enghilang dari lingkungan pergaulan. Tapi tidak ada berita. Tidak ada yang tahu secara pasti apa yang sedang terjadi dalam komunitas Muslim di bawah pimpinan Rasulullah SAW. Ini memang bukan rencana yang bisa dirahasiakan dalam waktu lama. Orang-orang musyrik Makkah akhirya memang mengetahui bahwa kaum Muslimin telah berhijrah ke Madinah. Tapi setelah proses hijrah hampir selesai. Maka gemparlah penduduk Makkah. Tapi. Sebuah episode baru dalam sejarah telah dimulai: sebuah gerakan telah berkembang menjadi sebuah negara, dan sebuah negara telah bergerak menuju peradabannya; sebuah agama telah menemukan “orangorangnya”, setelah itu mereka akan menancapkan “bangunan peradaban” mereka. Tanah, dalam agama ini, adalah persoalan kedua. Sebab yang berpijak di atas tanah adalah manusia maka di sanalah Islam pertama kali menyemaikan dirinya; dalam ruang pikiran, ruang jiwa, dan ruang gerak manusia. Tanah hanya akan menjadi penting ketika komunitas “manusia baru” telah terbentuk dan mereka membutuhkan wilayah teritorial untuk bergerak secara kolektif, legal, dan diakui sebagai sebuah entitas politik. Karena tanah hanya merupakan persoalan kedua maka tidaklah heran bila pilihan daerah tempat hijrah diperluas oleh rasulullah SAW. Dua kali sebelumnya, kaum Musimin, dalam jumlah yang lebih kecil, berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), baru kemudian berhijrah keseluruhan ke Madinah. Tapi, ketika kaum Muslimin sudah berhijrah seluruhnya ke madinah, mereka yang sebelumnya telah berhijrah ke Habasyah tidak serta merta dipanggil oleh Rasulullah SAW. Mereka baru menyusul ke Madinah lima atau enam tahun kemudian. Ketika mereka tiba di Madinah, di bawah pimpinan Ja’far bin Abi Thalib, kaum Muslimin baru saja memenangkan perang Khaibar, sebuah peperangan yang sebenarnya mirip dengan sebuah pengusiran, menyusul pengkhianatan kaum Yahudi dalam perang Khandaq. Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak tahu dengan apa aku digembirakan oleh Allah; apakah dengan kemenangan dalam perang Khaibar atau dengan kedatangan Ja’far?” Dari Gerakan Ke Negara Hijrah, dalam sejarah dakwah Rasulullah SAW adalah sebuah metamorfosis dari “gerakan” menjadi negara. Tiga belas tahun sebelumnya, Rasulullah SAW melakukan penetrasi sosial yang sangat sistematis, di mana Islam menjadi jalan hidup individu; di mana Islam “memanusia” dan

merancang sistem pertahanan negara melalui konsep Jihad fi Sabilillah.kemudian “memasyarakat”. keamanan dan lain-lain. Yang terbesar dari semua peperangan itu adalah perang Khandaq. Negara Madinah membuktikan kekuatan dan kemandiriannya. kaum Muslimin telah membuktikan kekuatannya. politik. Pertama. dan sistem. membuat nota kesepakatan untuk hidup bersama dengan komunitas lain yang berbeda. setelah sebelumnya kaum Muslimin membuktikan kebenarannya. Selain berfungsi sebagai ruang hidup. Melalui hijrah. . sesuatu dengan apa negara bekerja. Rasulullah SAW telah melakukan lebih dari 40 kali peperangan dalam berbagai skala. Sebagai sebuah bangunan. melalui hijrah. yang akan mempunyai makna ketika benda tersebut dihuni oleh manusia dengan cara hidup tertentu. juga perlu ada bahan pendukung lainnya. hal tersebut merupakan infrastruktur pendukung yang bersifat sekunder sebab tanah merupakan benda netral. negara membutuhkan dua bahan dasar: manusia dan sistem. eksistensinya. dan mereka memilih Madinah sebagai wilayahnya. Apa yang kemudian dilakukan Rasulullah SAW sebenarnya relatif mirip dengan semua yang mungkin dilakukan para pemimpin politik yang baru mendirikan negara. Di sini. di mana kaum Muslimin keluar sebagai pemenang. Turunlah ayat-ayat hukum dan berbagai kode etik sosial. tanah juga merupakan tempat Allah menitip sebagian kekayaan-Nya yang menjadi sumber daya kehidupan manusia. Kedua. Sekarang. Keempat. gerakan itu “menegara”. Manusialah yang akan mengisi suprastruktur. dan Madinah adalah wilayahnya. Jadi. sebelum kemudian mengoperasikan negara dalam sistem tersebut. yang dilakukan oleh Rasulullah SAW pada tahapan ini adalah menegakkan negara. Setelah itu tidak ada lagi yang terjadi di sekitar Madinah karena semua peperangan sudah bersifat ekspansif. Dalam kurun waktu itu. Kalau individu membutuhkan aqidah maka negara membutuhkan perangkat sistem. Tapi. Sedangkan sistem adalah perangkat lunak. Setelah komunitas Muslim menegara. manusia adalah sesuatu yang dikelola dan dibelajarkan sedemikian rupa hingga sistem terbangun dalam dirinya. Oleh karena itu Islam bersifat given. tanah. Lengkaplah sudah susunan kandungan sebuah negara: manusia. Tapi. dalam Islam. antara sebagian komunitas “Quraisy” dan “Yatsrib” menjadi komunitas “Muhajirin” dan “Anshar”. Ketiga. tanah. Selain kedua bahan dasar negara itu. dan kelangsungannya. masyarakat itu bergerak linear menuju negara. Pertama. Allah SWT menurunkan perangkat sistem yang mereka butuhkan. sebagai sebuah masyarakat pluralistik yang mendiami wilayah yang sama. membangun infrastruktut negara dengan masjid sebagai simbol dan perangkat utamanya. menciptakan kohesi sosial melalui proses persaudaraan antarkomunitas darah yang berbeda tapi menyatu sebagai komunitas agama. ekonomi. Lima tahun pertama setelah hijrah kehidupan dipenuhi oleh kerja keras Rasulullah SAW beserta para shahabat beliau untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup negara Madinah. Tidak ada negara tanpa tanah. Untuk itulah Rasulullah SAW memilih manusia-manusia terbaik yang akan mengoperasikan negara itu. Islam adalah sistem itu. melalui piagam Madinah.

dari dalam individu. baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat. ketika semua persyaratan dari sebuah negara kuat telah terpenuhi. tentang hakikat negara dan fungsinya. Model perubahan sosial seperti itu mempunyai landasan pada sifat natural manusia. Itulah semua yang dilakukan oleh Rasulullah SAW selama tiga belas tahun berdakwah dan membina sahabat-sahabatnya di Makkah. Ketika gerakan dakwah menemui kematangannya. sistem distribusi sosial ekonomi politik yang juga baru. Secara struktural. jiwa dan raganya. jaringan sosial. membangun ulang susunan keribadian individu. tau syariah. sebenarnya unsur ilmu pengetahuan sudah masuk ke dalam sistem dan unsur kepemimpinan sudah masuk ke dalam unsur manusia. secara implisit. individu-individu itu harus dihubungkan satu sama lain dalam suatu jaringan yang baru. Apabila ke dalam unsur-unsur utama itu kita masukkan unsur ilmu pengetahuan dan unsur kepemimpinan maka keempat unsur utama tersebut akan bersinergi dan tumbuh secara lebih cepat. Tapi. dan keadilan menjadi prinsip dstribusi sosial-ekonomi-politik mereka. aqidah menjadi dasar ikatan kebersamaan mereka. tentang hakikat dan tujuan dakwah serta strategi perubahan sosial. Proses transformasi ini memang terjadi sangat cepat dan dalam skala yang sangat besar. dari dalam pikiran. Setelah itu. mulai dari cara berpikir hingga cara berperilaku. Walaupun. tidak peduli di belahan bumu manapun ia tegak. Tapi. sempurna. Manusia sebagai individu hanya mempunyai efektifitas ketika ia terhubung dengan individu lainnya secara fungsional dalam suatu arah yang sama. dan universal. Menjelang hijrah ke Madinah.Kedua. unit terkecil yang ada dalam masyarakat manusia adalah individu. ia menjelma jadi negara. Masyarakat juga begitu. Perubahan mendasar akan terjadi dalam diri individu jika ada perubahan mendasar pada pola pikirnya karena pikiran adalah akar perilaku. perubahan itu bermula dari sana. Tapi. menyiapkan semua perangkat yang diperlukan dalam mendirikan sebuah negara yang kuat. Karena manusia yang akan melaksanakan dan mengoperasikan sistem tersebut maka manusia harus disiapkan untuk peran itu. Itulah perangkat utama yang diberikan untuk menegakkan negara. Perubahan Sosial Tujuan dakwah adalah mengejawantahkan kehendak-kehendak Allah SWT –yang kemudian kita sebut agama. Syariah itu sesungguhnya merupakan sistem kehidupan yang integral. sistem. Maka terbentuklah sebuah komunitas baru di mana Islam menjadi basis identitas mereka. proses ini sekaligus mengajari kita dua hakikat besar: pertama. tanah. identitas kolektif yang baru.dalam kehidupan manusia. negara itu tegak di atas bumi. Beliau melakukan penetrasi ke dalam masyarakat Quraisy dan merekrut orang-orang terbaik di antara mereka. Ia akan berubah secara mendasar jika individu-individu dalam masyarakat itu berubah dalam jumlah yang relatif memadai. Begitulah transformasi itu terjadi. model perubahan ini selalu gradual dan . Kedua. dan jaringan sosial. Begitulah Rasulullah SAW memulai pekerjaannya. beliau juga merekrut orang-orang terbaik dari penduduk Yatsrib. perubahan sosial harus dimulai dari sana. Hasil dakwah dan pembinaan itulah yang kemudian tumpah ruah di Madinah dan mengkristal secara sangat cepat. Itulah sebabnya. manusia. ukhuwah menjadi sistem jaringan mereka. dengan dasar ikatan kebersamaan yang baru.

Prosesnya lebih cenderung evolusioner. Struktur etnis dan agama dalam sebuah negara juga bisa tunggal dan majemuk. bukan orang yang baik. dan lindungilah kami dari orang-orang jahat yang perkasa dan tangguh. hanya orang kuat dan baik yang dapat menerapkan sistem Allah secara sempurna. serta etika sosial politik lainnya. parlementer. dan parlementer. Hukum-hukum Islam dalam bidang pidana dan perdata sebenarnya merupakan sub-sistem. Tapi. tapi fungsinya tetap sama. Bagaimanapun. Oleh karena itu semua merupakan variabel yang terus berubah. efektifitasnya tidaklah ditentukan semata oleh bentuk dan sistem pemerintahannya.” (Ar-Ra’d:11) Fungsi Negara Dalam konsep politik Islam. tujuan hidup yang jelas. pidana dan perdata. yaitu sistem khilafah yang sebenarnya lebih mirip dengan konsep global state. Inilah makna hadits Rasulullah SAW “laki-laki mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada laki-laki mukmin yang lemah. Negara adalah institusi yang diperlukan untuk menerapkan sistem tersebut. dari sistem khilafah ke kerajaan dan sekarang berbentuk negara bangsa dengan sistem yang beragam dari monarki. Skala negara juga berubah mengikuti perubahan struktur kekuatan antarnegara. hingga presidensiil. yaitu ibadah untuk mendapatkan ridha Allah SWT serta rasa aman dan kesejahteraan hidup. Inilah makna firman Allah SWT “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri. Itulah sebabnya bentuk negara dan pemerintahan dalam sejarah Islam telah mengalami berbagai perubahan. Walaupun tentu saja ada bentuk yang lebih efektif menjalankan peran dan fungsi tersebut. Bush junior di Amerika: negara dunia atau global state. dan barangkali. dari imperium besar ke negara bangsa. Namun demikian. Dari bentuk negara kerajaan. di mana sistem atau hukum mereka adalah hasil dari produk kesepakatan bersama karena hal tersebut sebelumnya tidak ada. Hal itu bertumpu pada manusia. adalah sesuatu yang sudah ada. Inilah perbedaan mendasar dengan negara sekuler. tapi dampaknya selalu bersifat revolusioner. Yang perlu ditegaskan adalah bahwa syariat Allah itu bertujuan memberikan kebahagiaan kepada manusia secara sepurna. institusi yang mewadahi penerapan syariat Allah SWT. yaitu manusia. kita akan melakukan kesalahan besar kalau kita menyederhanakan makna negara Islam dengan membatasinya hanya dengan pelaksanaan hukum. maka Islam tidak membuat batasan tertentu tentang negara. syariat atau kemudian kita sebut sistem atau hukum.” Alangkah dalamnya penghayatan Umar bin Khattab tentang masalah ini ketika berdoa. dinamis.” . bentuk negara selalu berubah mengikuti perubahan-perubahan struktur sosial dan budaya masyarakat manusia. “Ya Allah lindungilah kami dari orang yang bertaqwa yang lemah dan tidak bertaqwa yang lemah dan tidak berdaya. tapi terutama oleh suprastrukturnya. Sebagai institusi.bertahap. Persepsi ini yang membuat negara Islam lebih berciri moral ketimbang ciri lainnya. Tapi. Bentuk boleh berubah. given. yang sekarang jadi mimpi pemerintahan George W. Hanya “orang kuat yang baik” yang bisa memberikan keadilan dan menciptakan kesejahteraan. presidensiil. dampak penerapan syariah tersebut pada penciptaan keamanan dan kesejahteraan hanya dapat muncul di bawah sebuah pemerintahan yang kuat. dan tidak statis.

Inilah sesungguhnya misi gerakan Islam: melahirkan orang-orang baik yang kuat atau orangorang kuat yang baik. [Anis Matta] .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->