PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NOMOR : 2 TAHUN 2013

TENTANG PERUBAHAN PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA REGISTRASI ULANG, PERPANJANGAN MASA BERLAKU DAN PERMOHONAN BARU SERTIFIKAT BADAN USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI

JAKARTA, 15 JANUARI 2013 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL

1

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 2 TAHUN 2013

TENTANG PERUBAHAN PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA REGISTRASI ULANG, PERPANJANGAN MASA BERLAKU DAN PERMOHONAN BARU SERTIFIKAT BADAN USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA KUASA LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL Menimbang : bahwa dalam rangka memberikan pelayanan terhadap permohonan perubahan klasifikasi subklasifikasi, peningkatan kualifikasi, pindah asosiasi, perpanjangan masa berlaku, registrasi ulang dan registrasi tahun ke-2 sertifikat, perlu ditetapkan perubahan Peraturan LPJK Nasional Nomor 02 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Registrasi Ulang, Perpanjangan Masa Berlaku dan Permohonan Baru Sertifikat Badan Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi. : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3955) sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2010 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 157).

Mengingat

1

2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10/PRT/M/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2010 tentang Tata Cara Pemilihan Pengurus, Masa Bakti, Tugas Pokok dan Fungsi, serta Mekanisme Kerja Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi. 3. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 223/KPTS/M/2011 tentang Penetapan Organisasi dan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Periode 2011-2015. 4. Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor 02 Tahun 2011 tentang Tata Cara registrasi Ulang, Perpanjangan Masa Berlaku dan Permohonan Baru Sertifikat Badan Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi. 5. Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nomor 08 Tahun 2012 tentang Pembentukan Unit Sertifikasi Badan Usaha. Memperhatikan : Surat Edaran Kementerian Pekerjaan Umum Nomor 10/SE/M/2012 tentang Pemberlakuan SBU/SKA/SKT

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL TENTANG PERUBAHAN PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA REGISTRASI ULANG, PERPANJANGAN MASA BERLAKU DAN PERMOHONAN BARU SERTIFIKAT BADAN USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI

2

Pasal 27. ayat (2). Lampiran 9-2. Pasal 24 huruf b. 28. Unit Sertifikasi Badan Usaha Tingkat Nasional yang selanjutnya disebut USBU Nasional adalah USBU yang dibentuk oleh LPJK Nasional. Ketentuan Pasal 1 butir 27. Pasal 30 ayat (2) dan ayat (3). Pasal 25 huruf b. dan ayat (7). Lampiran 14.PASAL I Semua frasa LPJK Daerah sebagaimana tertulis pada Pasal 1 Nomor 3. Pasal 31 ayat (1) huruf f dan huruf g. Pasal 35 ayat (1) huruf e. Pasal 29. Pasal 33 ayat (1). Lampiran 12-1. Nomor 20. PASAL III Beberapa ketentuan dalam Peraturan Lembaga Pengembangaan Jasa Konstruksi Nasional Tentang Tata Cara Registrasi Ulang. Perpanjangan Masa Berlaku Dan Permohonan Baru Sertifikat Badan Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi diubah sebagai berikut : 1. ayat (3). Pasal 23 ayat (1). butir 28 dan butir 29 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: 27. diubah menjadi LPJK Provinsi. Pasal 26 ayat (1) dan ayat (2). Lampiran 4.ayat (5) dan ayat (7). Unit Sertifikasi Badan Usaha Tingkat Provinsi yang selanjutnya disebut USBU Provinsi adalah USBU yang dibentuk oleh LPJK Provinsi. PASAL II Semua frasa STI-LPJK sebagaimana tertulis pada Pasal 1 Nomor 17. ayat (4). Lampiran 11-1. Lampiran 5. Pasal 31 ayat (1) huruf d. Pasal 28 ayat 2. 29. 3 . Sistem Informasi Konstruksi Indonesia LPJK yang selanjutnya disebut SIKI-LPJK Nasional adalah sistem informasi berbasis teknologi informasi yang menghimpun semua data dan informasi jasa konstruksi yang dimiliki LPJK Nasional. ayat (4). Lampiran 13. diubah menjadi SIKI-LPJK Nasional. ayat (3) dan ayat (7). dan Diagram Alur. Pasal 18 ayat (2) huruf b. dan huruf g. Lampiran 11-1. Lampiran 10-2. Lampiran 12-1. ayat (6). Pasal 34 ayat (2). dan ayat (5).

(2) Peraturan ini bertujuan untuk mewujudkan tertib pelaksanaan registrasi perpanjangan SBU yang telah habis masa berlakunya. 4 . sifat. Gred 4. Ketentuan Pasal 9 diubah sehingga keseluruhan Pasal 9 berbunyi sebagai berikut: Pasal 9 (1) Penggolongan kualifikasi usaha jasa pelaksana konstruksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 didasarkan pada kriteria tingkat/kedalaman kemampuan usaha. Ketentuan Pasal 3 diubah sehingga keseluruhan Pasal 3 berbunyi sebagai berikut: Pasal 3 Lingkup pengaturan ini tentang tata cara registrasi perpanjangan SBU yang telah habis masa berlakunya. Gred 6. penyelenggaraan registrasi. Ketentuan Pasal 2 diubah sehingga keseluruhan berbunyi sebagai berikut: Pasal 2 (1) Peraturan ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan registrasi perpanjangan SBU yang telah habis masa berlakunya. registrasi permohonan baru SBU. registrasi perubahan klasifikasi dan kualifikasi usaha. Gred 2. dan Gred 7. registrasi perubahan klasifikasi dan kualifikasi usaha. registrasi permohonan baru SBU. (3) Kualifikasi usaha Gred 1 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku untuk usaha orang perorangan. Gred 6. registrasi perubahan klasifikasi dan kualifikasi usaha. penyelenggaraan sertifikasi dan persyaratan permohonan sertifikasi. persyaratan. registrasi ulang SBU dan registrasi tahun ke-2 SBU. Gred 5. registrasi permohonan baru SBU. 4. registrasi ulang SBU dan registrasi tahun ke-2 SBU sesuai dengan ketentuan peraturan dan peraturan perundang-undangaan 3. dan penggolongan kualifikasi usaha jasa pelaksana konstruksi. registrasi ulang SBU dan registrasi tahun ke-2 SBU meliputi ketentuan tentang bentuk. Gred 4. dan Gred 7 dimaksud pada ayat (2) berlaku untuk badan usaha. Gred 5. (4) Kualifikasi usaha Gred 2. Gred 3. (2) Penggolongan kualifikasi usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi Gred 1. Gred 3.2.

b. PJT untuk semua kualifikasi. adalah pegawai yang ditetapkan oleh Koperasi. (2) Ketentuan PJBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a berlaku untuk : a. dan c. adalah pegawai yang ditetapkan oleh Badan Usaha. dan c. adalah Direktur Utama atau salah seorang Direktur yang ditetapkan oleh Badan Usaha. Badan Usaha berbadan hukum Perseroan Terbatas. PJB untuk kualifikasi Gred 5. adalah Pengurus yang ditetapkan oleh Koperasi. adalah pegawai yang ditetapkan oleh Badan Usaha yang minimum harus memiliki SKT-K serta berpengalaman kerja. dan c. dan c. Badan Usaha berbadan hukum Koperasi. Badan Usaha bukan badan hukum. Ketentuan Pasal 11 ditambahkan 1 (satu) ayat. yang harus memiliki SKT-K atau SKA serta berpengalaman kerja. adalah Tenaga Ahli yang memiliki pengalaman dan SKA sesuai dengan bidangnya. PJBU untuk semua kualifikasi. (3) Ketentuan PJT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berlaku untuk : a. Gred 6 dan Gred 7. Pengalaman.(5) Penetapan atas tingkat/kedalaman kemampuan usaha jasa pelaksana konstruksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada penilaian atas : a. (4) Ketentuan PJB sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c berlaku untuk Badan Usaha berbadan hukum Perseroan Terbatas kualifikasi Gred 5. Sumber Daya Manusia. Badan Usaha berbadan hukum Koperasi. 5 . Badan Usaha berbadan hukum Perseroan Terbatas. Gred 6 dan Gred 7. sehingga keseluruhan Pasal 11 sebagai berikut : Pasal 11 (1) Setiap Badan Usaha harus memiliki : a. b. masing-masing sesuai dengan akta pendirian badan usaha dan akta perubahannya. b. Badan Usaha bukan badan hukum. b. adalah pimpinan Badan Usaha yang ditetapkan oleh Badan Usaha. yang harus memiliki SKT-K atau SKA serta berpengalaman kerja. Kekayaan Bersih 5. yang diangkat oleh Badan Usaha sebagai pegawai bekerja penuh waktu untuk bertanggung jawab dalam bidang pekerjaan tertentu.

Badan Usaha wajib mengganti dan melaporkan kepada LPJK. Registrasi ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk penggantian dengan SBU baru sebagaimana terlampir dalam peraturan ini. PJT dan PJB harus bekerja penuh. sehingga keseluruhan Pasal 19 sebagai berikut : Pasal 19 (1) SBU yang diterbitkan setelah tanggal 30 September 2011 sampai dengan 29 Nopember 2011 dan masih berlaku wajib dilakukan registrasi ulang. permohonan registrasi ulang SBU dan permohonan registrasi tahun ke-2 SBU dapat dilakukan rangkap jabatan PJBU. (2) (3) (4) (5) (6) 6 . Dalam hal klasifikasi dan kualifikasi tidak terdapat dalam pangkalan data SIKI LPJK maka yang digunakan adalah klasifikasi dan kualifikasi yang tertera dalam SBU. Dalam hal klasifikasi dan kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berbeda dengan yang tertera dalam SBU maka yang digunakan adalah klasifikasi dan kualifikasi yang tertera dalam pangkalan data SIKI LPJK. PJBU.(5) (6) PJB sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak dapat merangkap sebagai PJT dan/atau PJBU pada Badan Usaha yang sama. bertanggung jawab atas jalannya badan usaha dan dilarang merangkap menjadi PJBU. 6. PJT dan PJB. Klasifikasi dan kualifkasi yang tertera pada sertifikat baru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sesuai dengan data pada pangkalan data SIKI LPJK. Permohonan Registrasi ulang atas SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan kepada LPJK sesuai kewenangannya melalui asosiasi perusahaan. (8) Apabila PJT dan/atau PJB badan usaha yang telah tercatat di LPJK keluar dari Badan Usaha. (7) Dalam hal permohonan perpanjangan masa berlaku SBU. PJT dan PJB pada badan usaha jasa pelaksana konstruksi lain. Ketentuan Pasal 19 ayat (6) diubah.

Dalam hal SBU tidak dilakukan registrasi tahun k-2 sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yakni Pasal 19A dan 19B. Dalam hal klasifikasi dan kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berbeda dengan yang tertera dalam SBU maka yang digunakan adalah klasifikasi dan kualifikasi yang tertera dalam pangkalan data SIKI LPJK Dalam hal klasifikasi dan kualifikasi tidak terdapat dalam pangkalan data SIKI LPJK maka yang digunakan adalah klasifikasi dan kualifikasi yang tertera dalam SBU. SBU yang tidak diregistrasi tahun ke-2 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikenakan denda sebesar 10 (sepuluh) kali biaya registrasi tahun ke-2. Pencetakan QR-code sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan setelah surat permohonan registrasi tahun ke-2 yang dilampiri bukti pembayaran disampaikan ke LPJK. yang berbunyi sebagai berikut: Pasal 19A (1) (2) SBU yang diterbitkan sebelum tanggal 30 September 2011 dan masih berlaku wajib dilakukan registrasi ulang. Pasal 19B (1) (2) (3) SBU yang diterbitkan berdasarkan ketentuan Peraturan LPJK Nomor 02 Tahun 2011 dan masih berlaku wajib dilakukan registrasi tahun ke-2. Registrasi tahun ke-2 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mencetak QR-code pada halaman belakang SBU. Di antara Pasal 19 dan Pasal 20 disisipkan 2 (dua) pasal. (3) (4) (5) (6) (4) (5) 7 . Registrasi ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam bentuk penggantian dengan SBU baru sebagaimana terlampir dalam peraturan ini. Permohonan Registrasi ulang atas SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan kepada LPJK sesuai kewenangannya melalui asosiasi perusahaan.7. Klasifikasi dan kualifkasi yang tertera pada sertifikat baru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sesuai dengan data pada pangkalan data SIKI LPJK. masa berlaku SBU tidak dapat diperpanjang.

Pasal 21B. Perubahan kualifikasi sebagaimana dimaksud ayat (3) hanya dapat diberikan untuk satu tingkat di atas atau di bawah dari kualifikasi yang dimilikinya. yakni Pasal 21A. Perubahan kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi peningkatan atau penurunan kualifikasi. USBU dan Asosiasi dalam setiap tahapan proses sertifikasi dan registrasi harus menggunakan SIKI-LPJK Nasional.8. Lampiran 9-4 : Surat pernyataan Badan Usaha. Badan Usaha yang melakukan perubahan klasifikasi dan/atau kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) wajib mengisi formulir isian secara lengkap dengan menyertakan data pendukung sebagai berikut: a. Perubahan klasifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penambahan atau pengurangan subklasifikasi. Perkembangan permohonan sertifikat setiap hari dapat dilihat melalui situs SIKI-LPJK Nasional. Dalam hal SIKI-LPJK Nasional mengalami gangguan maka pelayanan down load dari server LPJK Nasional dapat dilakukan langsung antara petugas SIKI-LPJK Nasional melalui E-mail. b. Database badan usaha yang telah di unggah ke SIKI-LPJK Nasional diberi tanda pengenal oleh situs dan menjadi data LPJK Nasional. Diantara Pasal 21 dan Pasal 22 disisipkan 4 (empat) pasal. Perubahan kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dilakukan paling cepat setelah 6 (enam) bulan sejak SBU diterbitkan. Perubahan klasifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilakukan paling cepat setelah 6 (enam) bulan sejak SBU diterbitkan. (2) (3) (4) (5) Pasal 21B (1) Badan Usaha jasa pelaksana konstruksi dapat mengajukan permohonan registrasi SBU untuk perubahan klasifikasi dan kualifikasi. dan Pasal 21D yang berbunyi sebagai berikut: Pasal 21A (1) LPJK. dan (2) (3) (4) (5) (6) (7) 8 . Pasal 21C. Lampiran 16 : Surat permohonan perubahan SBU. Pencetakan data dan kemampuan badan usaha menggunakan format yang ditetapkan oleh SIKI-LPJK Nasional.

c.(seratus juta rupiah) sampai dengan Rp..(tujuh puluh lima juta rupiah) yang diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir. dari kualifikasi Grade 4 menjadi kualifikasi Grade 5. (2) Peningkatan kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dapat diberikan dengan persyaratan: a. dan e. 100. b. telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan kualifikasi Gred 2 sesuai sub bidangnya dengan nilai perolehan sekarang secara kumulatif paling sedikit Rp 200. Pasal 21C (1) Peningkatan kualifikasi usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21B ayat (3) dapat dilakukan apabila memenuhi persyaratan: a. Dokumen pendukung perubahan subklasifikasi dan/atau kualifikasi.000.000.000.000. dan c. b. Pasal 21D (1) Peningkatan kualifikasi badan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21B ayat (3) dapat dilakukan sebagai berikut: a. PJT dan PJBU dengan kualifikasi paling rendah sebagai tenaga terampil dan kualifikasi paling rendah tingkat II. USBU melalui (2) Penurunan kualifikasi usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21B ayat (3) wajib melalui penilaian kelayakan klasifikasi dan kualifikasi oleh USBU. d. dari kualifikasi Grade 2 menjadi kualifikasi Grade 3.. dari kualifikasi Grade 5 menjadi kualifikasi Grade 6. kekayaan bersih lebih dari Rp. 9 ..(delapan ratus juta rupiah) dengan melampirkan neraca tahun terakhir yang dibuat oleh badan usaha dan ditandatangani diatas materai.000. Melampirkan bukti autentik berita acara serah terima pertama pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) yang diperoleh dalam 1 (satu) tahun terakhir dari permohonan peningkatan kualifikasi.000.000..(dua ratus juta rupiah) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir atau perolehan paket tertinggi paling kurang Rp.000.c. 75. dari kualifikasi Grade 3 menjadi kualifikasi Grade 4. b. dari kualifikasi Grade 6 menjadi kualifikasi Grade 7. dan c. penambahan pengalaman pekerjaan untuk setiap klasifikasi sesuai yang diajukan peningkatan kualifikasinya. Peningkatan kualifikasi usaha dilakukan oleh penilaian kelayakan klasifikasi dan kualifikasi. 800.

000...(dua milyar rupiah) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) terakhir atau perolehan paket tertinggi paling kurang Rp. b. 500. 150. PJT. PJB dan PJBU dengan kualifikasi paling rendah sebagai tenaga ahli dan kualifikasi paling rendah ahli muda. telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan kualifikasi Gred 4 sesuai sub bidangnya dengan nilai perolehan sekarang secara kumulatif paling sedikit Rp 2.. kekayaan bersih lebih dari Rp. 10.000.(dua puluh lima milyar rupiah) dengan melampirkan neraca tahun terakhir yang dibuat oleh badan usaha ditandatangani diatas materai dan laporan keuangan yang diterbitkan oleh kantor akuntan publik.(tujuh milyar rupiah) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) terakhir atau perolehan paket tertinggi paling kurang Rp.000.000.(sepuluh milyar rupiah) dengan melampirkan neraca tahun terakhir yang dibuat oleh badan usaha ditandatangani diatas materai dan laporan keuangan yang diterbitkan oleh kantor akuntan publik. 5.000.000.000.. telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan kualifikasi Gred 3 sesuai sub bidangnya dengan nilai perolehan sekarang secara kumulatif paling sedikit Rp 800.400. kekayaan bersih lebih dari Rp..000.. 1. dan c. kekayaan bersih lebih dari Rp.(lima ratus juta rupiah) yang diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir.(lima milyar rupiah) yang diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir. (5) Peningkatan kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d dapat diberikan dengan persyaratan: a. telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan kualifikasi Gred 5 sesuai sub bidangnya dengan nilai perolehan sekarang secara kumulatif paling sedikit Rp 7.(delapan ratus lima puluh juta rupiah) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) terakhir atau perolehan paket tertinggi paling kurang Rp. (4) Peningkatan kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat diberikan dengan persyaratan: a..000. PJT dan PJBU dengan kualifikasi paling rendah sebagai tenaga terampil dan kualifikasi paling rendah tingkat I.. dan c. 3.(empat ratus lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp.000.000.000..000. b..000.000..000..000.1.000.000..000.(3) Peningkatan kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat diberikan dengan persyaratan: a.(tiga milyar rupiah) sampai dengan Rp. b.000.. dan c.000. 25.000.000.000.(satu milyar rupiah) sampai dengan Rp.000.000.000.000. PJT dan PJBU dengan kualifikasi paling rendah sebagai tenaga ahli dan kualifikasi paling rendah ahli madya serta PJB dengan 10 .000.(seratus lima puluh juta rupiah) yang diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir.000..000.(satu milyar rupiah) dengan melampirkan neraca tahun terakhir yang dibuat oleh badan usaha ditandatangani diatas materai.

(sepuluh milyar rupiah) dengan melampirkan neraca tahun terakhir yang dibuat oleh badan usaha ditandatangani diatas materai dan laporan keuangan yang diterbitkan oleh kantor akuntan publik.000. F1/PL/A02 Bentuk Surat Pengantar Badan Usaha c..000.000. F1/PL/A04 Bentuk Surat Pernyataan Badan Usaha h. F1/PL/B05 Bentuk Neraca Gred 2.000. g.000. b.(dua puluh lima milyar rupiah) dalam kurun waktu 10 (sepuluh) terakhir atau perolehan paket tertinggi paling kurang Rp.000. PJT. 10. l. F1/PL/A06 Formulir Isian Data Pengurus F1/PL/A07 Formulir Isian Data Penanggung Jawab F1/PL/B01 Formulir Data Keuangan F1/PL/B04 Bentuk Neraca Gred 5 tipe 2 (Gred 5 baru) F1/PL/C01 Formulir Isian Data Personalia (PJT / PJB) d. 9. F1/PL/A01 Permohonan Sertifikasi. j. telah mempunyai pengalaman melaksanakan pekerjaan kualifikasi Gred 6 sesuai sub bidangnya dengan nilai perolehan sekarang secara kumulatif paling sedikit Rp 25. i. 10.kualifikasi paling rendah sebagai tenaga ahli dan kualifikasi paling rendah ahli muda. F1/PL/C03 Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Non Teknik 11 . Gred 3 dan Gred 4 m. mengisi isian permohonan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 9 dilengkapi Lampiran yang memuat data Badan Usaha yang terdiri atas: a. F1/PL/A03 Formulir Permohonan Bidang / Subbidang F1/PL/A05 Formulir Isian Data Administrasi. e.. kekayaan bersih lebih dari Rp. PJBU dan PJB dengan kualifikasi paling rendah sebagai tenaga ahli dan kualifikasi paling rendah ahli madya. F1/PL/C02 Formulir Isian Data Personalia berlatar belakang Teknik n. f. b..000. (6) Peningkatan kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e dapat diberikan dengan persyaratan: a. Ketentuan Pasal 22 diubah sehingga keseluruhan Pasal 22 sebagai berikut : Pasal 22 (1) Badan Usaha baru yang untuk pertama kalinya mengajukan permohonan SBU. dan c. 000.000. F1/PL/A08 Formulir Surat Pernyataan Bukan Pegawai Negeri k.(sepuluh milyar rupiah) yang diperoleh selama kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir.

F2/PL/A04 Bentuk Surat Pernyataan Badan Usaha. (7) Badan Usaha yang mengajukan permohonan perubahan data administratif harus menyampaikan data pendukung bukti perubahan tersebut. F1/PL/C05 Bentuk Daftar Riwayat Hidup q. F/PR/01 : Surat permohonan registrasi ulang SBU. PJK dan PJBU dengan SKA / SKTK yang telah diperbaharui. mengisi isian permohonan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 11 dilengkapi Lampiran yang memuat data Badan Usaha yang terdiri atas: a. (5) Badan Usaha yang mengajukan permohonan registrasi perubahan klasifikasi dan kualiafikasi usaha. Salinan SKA / SKTK yang telah diperbaharui. ayat (3). c. c. F/PR/01 : Surat permohonan registrasi ulang SBU. SBU asli yang telah habis masa belakunya. b. F1/PL/E01 Formulir Isian Data Peralatan (2) Badan Usaha yang mengajukan permohonan perpanjangan SBU. d. F2/PR/02 : Surat pernyataan Badan Usaha. dan d. PJK dan PJBU yang telah diperbaharui. (3) Badan Usaha yang mengajukan permohonan registrasi ulang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 dan Pasal 19A wajib mengisi formulir isian secara lengkap dengan menyertakan data pendukung sebagai berikut: a. F1/PL/C04 Surat Pernyataan PJT/PJB p. F2/PR/02 : Surat pernyataan Badan Usaha. dan F2/PR/03 : dokumen PJT. mengisi isian permohonan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 16 dilengkapi Lampiran yang memuat data Badan Usaha sebagaiana diatur pada ayat (1) (6) Berkas permohonan registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). F1/PL/D01 Formulir Isian Pengalaman Badan Usaha r. 12 . ayat (4) dan ayat (5) disampaikan melalui asosiasi. c. (4) Badan Usaha yang mengajukan permohonan registrasi tahun ke-2 SBU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19B wajib mengisi formulir isian secara lengkap dengan menyertakan data pendukung sebagai berikut: a. F2/PL/A01 Permohonan Perpanjangan. b.o. F2/PR/03 : dokumen PJT. dan Isian laporan perolehan pekerjaan dalam 1 (satu) tahun sebagimana dimaksud pada Lampiran 17. b.

mengisi formulir kelengkapan dokumen yang tersedia pada SIKI LPJK Nasional. Diantara Pasal 22 dan Pasal 23 disisipkan 1 (satu) pasal. F/PA/02 : Surat keterangan persetujuan keanggotaan dari asosiasi perusahaan yang baru c. F/PA/02 : Surat pernyataan pindah asosiasi dari badan usaha yang bersangkutan (2) Dalam hal asosiasi perusahaan sebelumnya tidak memberikan surat keterangan persetujuan pindah asosiasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. b. dan b. 13 . Badan Pelaksana LPJK mendistribusikan dokumen permohonan registrasi orang perseorangan dan SBU ke USBU untuk dilakukan penilaian kelayakan klasifikasi dan kualifikasi Badan Usaha. LPJK dapat mengambil keputusan berdasarkan pemenuhan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan huruf c. c. Badan Pelaksana LPJK memeriksa kelengkapan dokumen. USBU menjamin kebenaran dan keabsahan seluruh dokumen dalam bentuk Berita Acara Hasil Verifikasi dan Validasi Awal yang ditandatangani oleh Ketua Pelaksana sebagaimana lampiran 7 dan mengunggah database badan usaha ke SIKI LPJK Nasional. F/PA/01 : Surat keterangan tidak keberatan pindah asosiasi dari asosiasi perusahaan sebelumnya. (2) Permohonan Registrasi untuk penyedia jasa orang perseorangan dan badan usaha yang belum menjadi anggota asosiasi disampaikan kepada LPJK Provinsi sesuai dengan kewenangannya dengan alur kerja sebagai berikut: a. yakni Pasal 22A yang berbunyi sebagai berikut: Pasal 22A (1) Badan Usaha yang mengajukan permohonan registrasi SBU dapat melakukan perpindahan keanggotaan Asosiasi Perusahaan dengan memenuhi persyaratan meliputi: a. Ketentuan Pasal 23 diubah. sehingga keseluruhan Pasal 23 berbunyi sebagai berikut: Pasal 23 (1) Penerbitan SBU dilaksanakan oleh LPJK Nasional atau LPJK Provinsi sesuai dengan kewenangannya.10. 11. kemudian memberikan tanda terima aplikasi permohonan registrasi orang perseorangan dan SBU.

d. (3) Permohonan Registrasi SBU untuk badan usaha anggota asosiasi disampaikan kepada LPJK Nasional atau LPJK Provinsi sesuai dengan kewenangannya melalui asosiasi dengan alur kerja sebagai berikut: a. Registrasi SBU dilakukan dengan mengunduh data pemohon SBU yang telah tersedia pada pangkalan data SIKI LPJK untuk dicetak pada blanko SBU. LPJK melakukan Rapat Pengurus untuk menetapkan Klasifikasi dan Kualifikasi yang dituangkan dalam Buku Registrasi. LPJK mencetak SBU dan ditandatangani oleh berwenang sebagaimana dimaksud pada pasal 25. memeriksa kelengkapan dokumen. LPJK melalui Badan Pelaksana LPJK menerima dokumen permohonan registrasi SBU dari asosiasi. LPJK melalui Badan Pelaksana LPJK mendistribusikan dokumen permohonan registrasi SBU ke USBU untuk dilakukan penilaian kelayakan klasifikasi dan kualifikasi Badan Usaha. 14 . e. Asesor pada USBU melakukan pemeriksaan dokumen. Asosiasi wajib menjamin kebenaran dan keabsahan seluruh dokumen dalam bentuk Berita Acara Hasil Verifikasi dan Validasi Awal yang ditandatangani oleh Ketua Umum / Ketua Asosiasi sebagaimana lampiran 7 dan mengunggah database badan usaha ke SIKI LPJK Nasional. c. Ketua Pelaksana USBU menerbitkan Berita Acara Kelayakan Klasifikasi dan Kualifikasi permohonan registrasi SBU untuk selanjutnya disampaikan kepada LPJK. f. Pada halaman belakang SBU tertera logo asosiasi dan tanda tangan Ketua Umum /Ketua asosiasi dalam bentuk format cetak dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. memeriksa keabsahan berkas. dan unggah data base dilakukan oleh USBU. kemudian membuat rekomendasi kelayakan klasifikasi dan kualifikasi. d. h. penilaian kemampuan badan usaha berdasarkan pada dokumen permohonan registrasi SBU dan database badan usaha. dan memeriksa database badan usaha dari SIKI LPJK Nasional. kemudian membuat rekomendasi kelayakan klasifikasi dan kualifikasi. Dalam hal dokumen permohonan registrasi SBU berasal dari asosiasi yang tidak diberi wewenang untuk melaksanakan verifikasi & validasi awal. memeriksa keabsahan berkas. kemudian memberikan tanda terima aplikasi permohonan registrasi SBU. maka Badan Pelaksana LPJK memeriksa kelengkapan dokumen. Asesor pada USBU melakukan pemeriksaan dokumen. mengisi formulir kelengkapan dokumen yang tersedia pada SIKI LPJK Nasional. g. kemudian memberikan tanda terima aplikasi permohonan registrasi SBU. b. e. penilaian kemampuan badan usaha berdasarkan pada dokumen permohonan registrasi dan database orang perseorangan serta badan usaha. pejabat yang i.

b. pejabat yang f. Asosiasi wajib menjamin kebenaran dan keabsahan seluruh dokumen dalam bentuk Berita Acara Hasil Verifikasi dan Validasi yang ditandatangani oleh Ketua Umum / Ketua Asosiasi sebagaimana lampiran 7 dan mengunggah database badan usaha ke SIKI LPJK Nasional. d. 15 . dan memeriksa database badan usaha dari SIKI LPJK Nasional. dan mengunggah database badan usaha kemudian memberikan tanda terima aplikasi permohonan registrasi SBU. kemudian memberikan tanda terima aplikasi permohonan registrasi SBU. c. Pada halaman belakang SBU tertera logo asosiasi dan tanda tangan Ketua Umum /Ketua asosiasi dalam bentuk format cetak dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. maka Badan Pelaksana LPJK memeriksa kelengkapan dokumen. Registrasi SBU dilakukan dengan mengunduh data pemohon SBU yang telah tersedia pada pangkalan data SIKI LPJK untuk dicetak pada blanko SBU. LPJK mencetak SBU dan ditandatangani oleh berwenang sebagaimana dimaksud pada pasal 25. memeriksa kelengkapan dokumen. i. h. g. LPJK melalui Badan Pelaksana LPJK menerima dokumen permohonan registrasi SBU dari asosiasi. Registrasi SBU dilakukan dengan mengunduh data pemohon SBU yang telah tersedia pada pangkalan data SIKI LPJK untuk dicetak pada blanko SBU. permohonan disampaikan kepada LPJK melalui asosiasi dengan alur kerja sebagai berikut: a. Ketua Pelaksana USBU menerbitkan Berita Acara Kelayakan Klasifikasi dan Kualifikasi permohonan registrasi SBU untuk selanjutnya disampaikan kepada LPJK. LPJK mencetak SBU dan ditandatangani oleh berwenang sebagaimana dimaksud pada pasal 25. e. Dalam hal dokumen permohonan registrasi SBU berasal dari asosiasi yang tidak diberi wewenang untuk melaksanakan verifikasi & validasi awal. mengisi formulir kelengkapan dokumen yang tersedia pada SIKI LPJK Nasional. Pada halaman belakang SBU tertera logo asosiasi dan tanda tangan Ketua Umum /Ketua asosiasi dalam bentuk format cetak dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. LPJK melakukan Rapat Pengurus untuk menetapkan Klasifikasi dan Kualifikasi yang dituangkan dalam Buku Registrasi. (4) Dalam hal permohonan registrasi berupa perpanjangan dan registrasi ulang.f. pejabat yang j.

c. dan memeriksa database badan usaha dari SIKI LPJK Nasional. yakni Pasal 26A yang berbunyi sebagai berikut: Pasal 26A (1) Pelaksanaan sertifikasi untuk registrasi permohonan baru dan registrasi permohonan perubahan klasifikasi dan kualifikasi usaha dilaksanakan oleh: a. b. memeriksa kelengkapan dokumen. Dalam hal dokumen permohonan registrasi SBU berasal dari asosiasi yang tidak diberi wewenang untuk melaksanakan verifikasi & validasi awal. Di antara Pasal 26 dan Pasal 27 disisipkan 1 (satu) pasal. Asosiasi wajib menjamin kebenaran dan keabsahan seluruh dokumen dalam bentuk Berita Acara Hasil Verifikasi dan Validasi yang ditandatangani oleh Ketua Umum / Ketua Asosiasi sebagaimana lampiran 7 dan mengunggah database badan usaha ke SIKI LPJK Nasional. mengisi formulir kelengkapan dokumen yang tersedia pada SIKI LPJK Nasional. Dalam hal registrasi tahun ke-2 melalui Asosiasi yang diberi wewenang untuk melaksanakan verifikasi & validasi. d.(5) Dalam hal permohonan registrasi berupa registrasi tahun ke-2 SBU. pencetakan QR-code pada halaman belakang SBU dapat dilakukan di asosiasi. LPJK mencetak QR-code pada halaman belakang SBU dengan format yang ditetapkan oleh SIKI LPJK Nasional f. maka Badan Pelaksana LPJK memeriksa kelengkapan dokumen. permohonan disampaikan kepada LPJK melaui asosiasi dengan alur kerja sebagai berikut: a. e. (6) Asosiasi wajib menyampaikan surat pernyataan yang ditandatangani oleh ketua umum/ketua Asosiasi kepada LPJK Nasional atau LPJK Provinsi. dan 16 . USBU Nasional untuk permohonan dengan salah satu kualifikasi dengan kualifikasi Gred 7. menyatakan bahwa menyetujui tanda tangan dan nama Ketua Umum/Ketua Asosiasi atau pengurus asosiasi yang diberi kewenangan tercetak kering pada halaman belakang SBU. 12. dan mengunggah database badan usaha kemudian memberikan tanda terima aplikasi permohonan registrasi SBU. LPJK melalui Badan Pelaksana LPJK menerima dokumen permohonan registrasi SBU dari asosiasi. kemudian memberikan tanda terima aplikasi permohonan registrasi SBU. Registrasi SBU dilakukan dengan mengunduh data pemohon SBU yang telah tersedia pada pangkalan data SIKI LPJK untuk dicetak QR-code pada SBU.

ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6-1. untuk legalisasi SBU ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6-3. Untuk permohonan baru SBU dan permohonan perubahan klasifikasi dan kualifikasi. Ketentuan Pasal 35 diubah. USBU Provinsi untuk permohonan kualifikasi Gred 2 sampai dengan Gred 6 (2) Dalam hal USBU Provinsi belum terbentuk pelaksanaan sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf dilaksanakan oleh USBU Nasional 13. adalah dimana kegiatan registrasi tersebut dilakukan. sehingga keseluruhan Pasal 35 berbunyi sebagai berikut: Pasal 35 (1) Biaya permohonan registrasi SBU dikenakan kepada Badan Usaha untuk kegiatan yang ditangani oleh LPJK Nasional/LPJK Provinsi pembagian penerimaannya diatur sebagai berikut : a. ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6-2. (3) Biaya sertifikasi dan registrasi Badan Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) untuk setiap kualifikasi usaha dikenakannya per subbidang 17 . Untuk permohonan perpanjangan masa berlaku SBU. Untuk registrasi usaha orang perseorangan dan registrasi ulang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6-4. sehingga keseluruhan Pasal 29 berbunyi sebagai berikut: Pasal 29 Blanko SBU sebagaimana terlampir pada peraturan ini. c. Penerimaan LPJK Nasional / LPJK Provinsi. dicetak oleh LPJK Nasional dan didistribusikan kepada LPJK Provinsi. dan selanjutnya pembagian penerimaan antar asosiasi pusat dan cabangnya diatur oleh asosiasi yang bersangkutan. Ketentuan Pasal 29 diubah. e. d. b. (2) Biaya sertifikasi dan registrasi Badan Usaha berlaku sama di seluruh Indonesia. registrasi ulang SBU dan registrasi tahun ke – 2 SBU.b. 14. dan selanjutnya pembagian penerimaan antar asosiasi pusat dan cabangnya diatur oleh asosiasi yang bersangkutan.

Kategori dan Mekanisme Sanksi Pasal 35B (1) Jenis sanksi ditetapkan sebagai berikut : a. (4) Bagian Kedua Jenis. 18 . a. Untuk pelanggaran ringan dikenakan dalam 3 (tiga) kali Surat b. yakni Pasal 35A yang berbunyi sebagai berikut: BAB VA SANKSI Bagian Kesatu Pemberi Sanksi dan Yang Dikenakan Sanksi Pasal 35A (3) Pengurus LPJK Nasional/Provinsi memberikan sanksi kepada Badan Usaha dan orang perseorangan yang melakukan pelanggaran atas ketentuan dalam Peraturan ini. b. Surat Peringatan.pekerjaan atau bagian subbidang pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 6. dan c. yakni Bab VA dan diantara Pasal 35 dan Pasal 36 disisipkan 8 (delapan) pasal. 15. Untuk pelanggaran sedang dikenakan dalam 2 (dua) kali Surat Peringatan. Pencabutan SBU. (2) Masuk dalam Daftar Hitam LPJK. Sanksi atas pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan kepada Badan Usaha yang memiliki SBU atau orang perseorangan yang memiliki TDUP. a Surat Peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf dikeluarkan oleh Pengurus LPJK Nasional/Provinsi sebagai berikut : Peringatan. Di antara Bab IV dan Bab V disisipkan 1 (satu) Bab.

Pengurus LPJK Provinsi terhadap SBU yang diterbitkan oleh USBU Provinsi. Pencabutan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan oleh Pengurus LPJK Nasional/Provinsi berdasarkan usulan Unit Sertifikasi. d. dan bilamana diperlukan asosiasi dapat mengenakan sanksi organisasi. Pengurus LPJK Nasional terhadap SBU yang diterbitkan oleh USBU (4) (5) Nasioanal. (7) (8) 19 . Untuk pelanggaran berat dikenakan dalam 1 (satu) kali Surat Peringatan. Usaha diberi waktu 30 (tiga puluh) hari untuk mematuhi teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan sebelumnya. (3) Setiap Surat Peringatan ditembuskan kepada asosiasi dimana Badan Usaha tercatat sebagai anggota untuk selanjutnya mendapatkan pembinaan. Surat Peringatan sebagaimana dimaksud dalam huruf c adalah merupakan Surat Peringatan pertama dan terakhir. setelah dalam waktu 30 (tiga puluh) hari teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan untuk kategori pelanggaran berat tidak dipatuhi. b.c. Dalam hal tidak dipatuhinya batas 3 (tiga) kali Surat Peringatan untuk pelanggaran ringan maka pelanggaran tersebut akan dimasukan dalam kategori pelanggaran sedang yang pertama. dan f. Keputusan pencabutan SBU sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dikeluarkan oleh a. Untuk setiap tahapan Surat Peringatan tersebut huruf a dan b. Sanksi terhadap Badan Usaha dicatat dalam database Badan Usaha tersebut dalam SIKI-LPJK Nasional. Contoh bentuk Surat Peringatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran 18 dan contoh Surat Pencabutan SBU sebagaimana tercantum dalam Lampiran 19. Badan e. dan selanjutnya bilamana batas 2 (dua) kali Surat Peringatan untuk pelanggaran sedang tidak dipatuhi maka pelanggaran tersebut akan dimasukan dalam kategori pelanggaran berat. (6) Setiap surat pencabutan SBU yang dikeluarkan oleh Pengurus LPJK Nasional/Provinsi kepada Badan Usaha ditembuskan kepada asosiasi dimana Badan Usaha tercatat sebagai anggota untuk selanjutnya mendapatkan pembinaan.

Badan Usaha mempekerjakan tenaga kerja warga negara asing yang tidak memiliki sertifikat keahlian yang diregistrasi oleh LPJK Nasional dan/atau kompetensinya tidak sesuai dengan jabatan pekerjaannya. Badan f. Badan Usaha tidak memberikan data dan/atau klarifikasi yang dibutuhkan dalam proses pemeriksaan oleh LPJK Nasional/Provinsi atas pengaduan yang masuk ke LPJK Nasional/Provinsi dalam batas waktu yang ditetapkan . Badan Usaha tidak melaporkan perolehan pekerjaan maupun penyelesaian pekerjaannya kepada LPJK Nasional/Provinsi melalui Asosiasi. atau berhenti dari Badan Usaha tersebut dan/atau tidak melaporkan penggantinya kepada LPJK Nasional/Provinsi. atau Badan usaha tidak melaporkan pengunduran diri dari asosiasi lamanya kepada LPJK. j. atau c. bilamana Badan Usaha : 20 . Pelanggaran Sedang. atau i. Usaha yang melaksanakan pekerjaan keteknikan tidak dilengkapi dengan tenaga kerja yang memiliki SKA dan/atau SKTK. (3) Pelanggaran Sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. atau h. Data administrasi identitas Badan Usaha dalam dokumen yang diserahkan kepada LPJK Nasional/Provinsi ternyata tidak benar .Pasal 35C (1) Pelanggaran yang dilakukan oleh Badan Usaha pemilik SBU. Badan Usaha dilaporkan oleh asosiasinya telah pindah ke asosiasi lain tanpa memberitahukan pengunduran diri dari asosiasi lamanya. PJBU/PJT/PJB yang dipersyaratkan tidak bekerja pada Badan Usaha sesuai dengan data yang ada dalam SIKI-LPJK Nasional dan/atau terbukti merangkap jabatan pada Badan Usaha lain dengan usaha sejenis di bidang jasa konstruksi . atau d. b. dikategorikan sebagai berikut : a. Badan Usaha tidak menerapkan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berlaku di tempat kegiatan konstruksi . atau e. (2) Pelanggaran Ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dikenakan bilamana terjadi hal-hal sebagai berikut : a. atau b. dan c. Badan Usaha tidak langsung mengganti PJT/PJB yang keluar atau g. Pelanggaran Ringan. Pelanggaran Berat.

atau klasifikasi c. selama 30 (tiga puluh) hari dan sanksi pelanggaraannya dinaikkan menjadi kategori pelanggaran sedang. melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan dan/atau kualifikasi usaha yang dimilikinya . dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti proses pengadaan terhitung sejak dikeluarkannya surat pengenaan sanksi untuk : a. namun dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkannya Surat Peringatan tersebut Badan Usaha tidak memenuhi ketentuan sebagaimana tertera dalam isi Surat Peringatan tersebut. atau d. surat keterangan tidak sedang dikenakan sanksi dan surat keterangan telah melaporkan perolehan pekerjaan. (4) Pelanggaran Berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c. Pasal 35C ayat (2) huruf a. j. Pasal 35C ayat (2) huruf f. d. b. 21 . Badan Usaha tidak memenuhi ketentuan sebagaimana yang tercantum dalam isi Surat Peringatan tersebut . b. atau b. h dan i selama 60 (enam puluh) hari dan sanksi pelanggaraannya dinaikkan menjadi kategori pelanggaran sedang. e. yang menyebabkan penetapan klasifikasi maupun kualifikasi usahanya tidak benar . yang diterbitkan oleh SIKI-LPJK Nasional . anggota Tentara Nasional Indonesia dan anggota Kepolisian Republik Indonesia sebagai PJBU. terbukti memiliki lebih dari satu SBU untuk klasifikasi yang sama dengan kualifikasi berbeda. atau f. c. dan PJB. atau e. PJT.a. terbukti mengubah klasifikasi dan atau kualifikasi usaha dalam rekaman SBU atau rekaman turunan SBU-nya. telah menerima 3 (tiga) kali Surat Peringatan pelanggaran ringan atau Surat Peringatan pelanggaran sedang yang pertama. terbukti memalsukan pengalaman pekerjaan dan/atau memasukkan data pengalaman dan/atau data keuangan dan/atau data personalia yang tidak benar. g. Pasal 35D (1) Badan Usaha yang terkena sanksi pelanggaran ringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35C ayat (2) dan telah menerima 3 (tiga) kali Surat Peringatan tetapi tidak juga mematuhi teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan tersebut. telah menerima Surat Peringatan pelanggaran sedang yang kedua. terbukti memperoleh SBU dengan cara melanggar hukum. terbukti memalsukan surat keabsahan Registrasi. terbukti telah mempekerjakan tenaga Pegawai Negeri Sipil. atau c. bilamana Badan Usaha : a. atau b. namun dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkannya Surat Peringatan tersebut. yang tidak sama dengan SBU aslinya.

atau sengaja mengikuti proses pengadaan pada saat sedang menjalani sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak boleh mengikuti pelelangan. terbukti melakukan pengrusakan pada SIKI-LPJK Nasional. terbukti memalsukan SBU. Pasal 35E (3) (4) (1) Sanksi pencabutan SBU langsung dikenakan dan tanpa melalui proses sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35D dikenakan terhadap Badan Usaha yang : a. Badan Usaha yang terkena pelanggaran berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35C ayat (4) huruf a dan telah menerima surat peringatan tetapi tidak juga mematuhi teguran yang tercantum dalam isi Surat Peringatan tersebut dikenakan sanksi pencabutan SBU. terbukti atas kesalahannya mengakibatkan kegagalan bangunan yang e. dapat mengajukan peninjauan kembali sanksi tersebut kepada Pengurus LPJK Provinsi dengan mengajukan bukti-bukti pendukungnya. atau menimbulkan terjadinya korban jiwa. atau b. Badan Usaha yang terkena pelanggaran berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35C ayat (4) salah satu dari huruf b sampai dengan f dikenakan sanksi pencabutan SBU. atau f. 22 . d dan e dan telah menerima 2 (dua) kali Surat Peringatan tetapi tidak juga mematuhi teguran yang tercantum dalam isi surat peringatan tersebut. dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti proses pengadaan selama 60 (enam puluh) hari terhitung sejak dikeluarkannya surat pengenaan sanksi dan sanksi pelanggaraannya dinaikkan menjadi kategori pelanggaraan berat. c. dengan d. Bagian Ketiga Peninjauan Kembali Pengenaan Sanksi Pasal 35F (1) Badan Usaha yang keberatan terhadap sanksi peringatan yang dikenakan oleh LPJK.(2) Badan Usaha yang terkena sanksi pelanggaran sedang sebagaimana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35C ayat (3) huruf b. dinyatakan pailit berdasarkan keputusan pengadilan niaga . atau c. (2) Sanksi pencabutan SBU langsung secara terbatas dikenakan kepada Badan Usaha yang terkena sanksi oleh pengguna jasa pada klasifikasi atau subklasifikasi pekerjaan tertentu pada wilayah tertentu untuk waktu tertentu. diputuskan bersalah oleh keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang berkaitan dengankegiatan usahanya.

b. dapat mengajukan peninjauan kembali atas keputusan tersebut kepada Pengurus LPJK Nasional dengan mengajukan tambahan buktibukti pendukungnya. 23 . dan LPJK akan menjaga kerahasian pemberi masukan atau pengaduan. (3) Masukan atau pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang disampaikan kepada LPJK Nasional/Provinsi akan ditindaklanjuti oleh USBU dan yang disampaikan kepada Asosiasi akan ditindaklanjuti oleh USBU adalah yang identitas pemberi masukan/pengaduan jelas dan permasalahan yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkannya. Keputusan LPJK Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) bersifat final. Badan Usaha yang keberatan terhadap keputusan pemberian sanksi pencabutan SBU oleh Pengurus LPJK Provinsi. b. (3) (4) Bagian Keempat Tata Cara Pemeriksaan Pengaduan SBU Pasal 35G (1) Masyarakat atau pengguna jasa dapat memberi masukan atau pengaduan apabila ditemui ada ketidakbenaran data Badan Usaha yang tercantum dalam SIKI-LPJK Nasional atau SBU kepada : a. LPJK Nasional dapat menolak pengajuan keberatan atau menerima pengajuan keberatan dengan membatalkan pengenaan sanksi tersebut. Asosiasi tingkat Nasional/Provinsi dimana Badan Usaha tersebut menjadi anggotanya. LPJK Nasional/Provinsi . Data pengalaman Badan Usaha.dan LPJK dapat menolak pengajuan keberatan atau menerima pengajuan keberatan dengan membatalkan pengenaan sanksi tersebut. c. Data personalia Badan Usaha. Informasi yang terkait dengan perolehan pekerjaan. dapat mengajukan peninjauan kembali atas keputusan tersebut kepada Pengurus LPJK Nasional dengan mengajukan bukti-bukti pendukungnya. (2) Ketidakbenaran data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi : a. Klasifikasi dan/atau kualifikasi usaha. Data administrasi. (2) Badan Usaha yang masih keberatan terhadap keputusan Pengurus LPJK Provinsi yang menolak pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan LPJK Nasional dapat menolak pengajuan keberatan atau menerima pengajuan keberatan dengan membatalkan pengenaan sanksi tersebut. d. dan e.

2) Masyarakat atau pengguna jasa dapat melaporkan kepada LPJK Nasional/Provinsi tentang data Badan Usaha yang tidak benar. Penugasan Pemeriksaan Setelah pengaduan diterima oleh LPJK Nasional/Provinsi. Tahapan Penanganan 1) Penerimaan laporan. pengaduan dan temuan. c.(4) Masyarakat dan pengguna jasa dapat memberi masukan atau pengaduan apabila ditemui ada ketidakbenaran data Badan Usaha yang tercantum dalam DRBU kepada : a. LPJK Nasional/Provinsi . Prosedur Penanganan Pengaduan 1) Penerimaan laporan. Pemeriksaan pengaduan 1) Pengurus LPJK Nasional/Provinsi dalam melakukan pemeriksaan kepada Badan Usaha yang diadukan dapat menyertakan Unit Sertifikasi. Bapel LPJK dan asosiasi dimana Badan Usaha menjadi anggotanya. akan ditangani oleh Bapel LPJK Nasional/Provinsi dengan mencatat pengaduan. 4) Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan. dan 5) Penetapan sanksi. pengaduan atau temuan. 5) Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang disampaikan kepada Asosiasi. maka Pengurus LPJK Nasional/Provinsi segera menerbitkan Surat Penugasan Pemeriksaan kepada Bapel LPJK Nasional/Provinsi. d. b. 3) Pemeriksaan pengaduan. harus diteruskan kepada LPJK Nasional/Provinsi setelah melakukan klarifikasi selambat-lambatnya dalam 14 (empat belas) hari kerja setelah surat pengaduan diterima. Asosiasi tingkat Nasional/Provinsi dimana Badan Usaha tersebut menjadi anggotanya. harus berbentuk surat resmi beserta lampirannya. 4) Setiap pengaduan yang masuk kepada LPJK Nasional/Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (5) Penanganan atas pengaduan dilakukan sebagai berikut : a. melaporkannya kepada Pengurus LPJK Nasional/Provinsi. b. 3) Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). 2) Perintah Pelaksanaan pemeriksaan. 24 . memberi nomor urut pengaduan dan setelah melakukan klarifikasi.

atau b. Pasal 35I Badan Usaha yang dikenakan sanksi oleh LPJK Nasional/Provinsi ditayangkan dalam SIKI-LPJK Nasional. 3) Bilamana diperlukan Unit Sertifikasi dapat meminta keterangan tambahan kepada pihak lain yang terkait dengan masalah yang diadukan. Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan Hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud pada huruf b angka 3) dituangkan dalam Berita Acara Hasil Pemeriksaan dengan dikonfirmasikan kepada Unit Sertifikasi yang menyelenggarakan klasifikasi dan kualifikasi usaha dan selanjutnya disampaikan kepada Dewan Pengurus LPJK Nasional/Provinsi. Unit Sertifikasi dapat meminta klarifikasi terlebih dahulu kepada masyarakat atau pengguna jasa yang menyampaikan pengaduan. g. Penetapan Sanksi Penetapan Sanksi atas pelanggaran yang terbukti dilakukan oleh badan usaha. Pasal 35D. Bilamana hasil pemeriksaan menunjukkan terjadinya pelanggaran dengan sepengetahuan Unit Sertifikasi. e.2) Untuk kebutuhan pemeriksaan. dan Pasal 35E. Pasal 35C. 25 . terbukti menyalahi peraturan perundang-undangan. Bagian Kelima Daftar Hitam LPJK Pasal 35H (1) Badan Usaha dapat dimasukkan dalam Daftar Hitam LPJK dalam hal: a. maka Pengurus LPJK Nasional/Provinsi akan memberikan sanksi sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan kepada Unit Sertifikasi tersebut. f. h. Seluruh proses penanganan pengaduan harus diselesaikan paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak penugasan pemeriksaan dikeluarkan. dikenakan sanksi daftar hitam oleh pengguna jasa dan dilaporkan kepada LPJK . dilaksanakan berdasarkan Pasal 35B. (2) Tatacara pengenaan daftar hitam diatur tersendiri dalam peraturan LPJK.

Putut Marhayudi Prof. Tri Widjajanto J. MT Wakil Ketua I Wakil Ketua II Wakil Ketua III Dr. Sarwono Hardjomuljadi 26 . Dr. DITETAPKAN DI : JAKARTA PADA TANGGAL : 15 Januari 2013 LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL Ketua Ir. Ir. Wiratman Wangsadinata Dr. Ir.Pasal IV Peraturan Lembaga Pengembangan Jasa Konstrksi Nasional ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ir.

PERPANJANGAN MASA BERLAKU DAN PERMOHONAN BARU SERTIFIKAT BADAN USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI Lampiran 2 Persyaratan Penetapan Kualifikasi Usaha Jasa Pelaksana Konstruksi Biaya Sertifikasi dan Registrasi Permohonan Baru serta Perubahan Klasifikasi dan Kualifikasi Biaya Registrasi Perpanjangan.DAFTAR LAMPIRAN PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 2 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR 02 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA REGISTRASI ULANG.1 Lampiran 6.2 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 2 . Registrasi Ulang dan Registrasi Tahun ke-2 Permohonan Perubahan Klasifikasi dan Kualifikasi Daftar Perolehan Pekerjaan Yang Telah Dilaksanakan Bentuk Surat Peringatan Bentuk Surat Sanksi Pencabutan Lampiran 6.

000 4.000 3 100.000 s/d 800.000.000.000 s/d tak terbatas 1 org 1 orang berpengalaman dalam Jasa Konstruksi bersertifikat keahlian kerja (SKA) minimal Madya (tidak boleh dirangkap oleh PJBU) 1 orang berpengalaman dlm Jasa Konstruksi bersertifikat keahlian kerja (SKA) minimal Madya sesuai bidangnya (tidak boleh dirangkap oleh PJBU/PJT) Pengalaman melaksanakan pekerjaan B2 / Gred 6 sesuai sub bidangnya dng total nilai Rp. 10.000 720.000.000. S = Sipil .000.000.00 Maksimum 6 dari Gred 2 dapat diberikan tambahan 4 subbid/bagsubbid tanpa pengalaman Maksimum 8 tidak boleh ada subbid/bagsubbid pekerjaan Gred 2. bagian subbidang pekerjaan Gred 2.000.000.080.PERSYARATAN PENETAPAN KUALIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI NO GOL USAHA KUALI FIKASI BATAS NILAI SATU PEKERJAAN (Rp) 4 100.00 Pernah memiliki SBU K2 atau Gred 3 dan Badan Usaha lama yang telah memiliki Pengalaman sesuai dalam lampiran ini Maksimum 10 tidak boleh ada subbid/bagsubbid pekerjaan Gred 2.000.000 64.000.000 s/d 160.000.000 1 org 1 orang berpengalaman dalam Jasa Konstruksi bersertifikat keahlian kerja (SKA) minimal Madya (boleh dirangkap oleh PJBU) 1 orang berpengalaman dalam Jasa Konstruksi bersertifikat keahlian kerja (SKA) minimal Muda sesuai bidangnya (tidak boleh dirangkap oleh PJBU/PJT) Pengalaman melaksanakan pekerjaan M / Gred 5 sesuai sub bidangnya dng total nilai Rp.000.000 Gred 1 2 tidak persyaratkan JUMLAH PAKET PEK SESAAT 5 KEKAYAAN BERSIH (Rp) 6 KEUANGAN KEMAMPUAN KEUANGAN SESAAT PJBU (SELURUH PAKET) (Rp) 7 8 PERSONALIA PJT PJB PENGALAMAN NILAI MINIMUM KUMULATIF \ selama 7 tahun terakhir sesuai sub-bid 11 KETERANGAN BATASAN JUMLAH SUBBIDANG/BAGIAN SUBBIDANG 1 2 PER ORANGAN 3 9 10 12 13 1 Diri sendiri minimal berpengalaman dalam Jasa Konstruksi bersertifikat sesuai bidang : A/S/M/E/T yang dibuktikan dgn SKT Tingkat I Pengalaman sesuai dengan bagian subbidang Maksimum 2 Harus memiliki NPWP Gred 2 500000000 3 50.800.000 dalam kurun waktu 7 tahun atau perolehan paket tertinggi dengan NPs = Rp.000.000.00 Sesuai Kompetensinya tidak boleh ada subbidang. Dari Gred 5 dapat diberikan tambahan 4 subbid/bagsubbid pekerjaan 4 B E S A R Gred 7 tak terbatas Bagi badan usaha yang baru berdiri harus memiliki PJB yang bersertifikat Keahlian kerja yang memiliki pengalaman sekurang kurangnya 5 tahun sesuai dengan bidang yang dimohon.000 s/d tak terbatas 64.000. 75. dan Gred 4.000 s/d 1.00 dalam kurun waktu 7 tahun atau perolehan paket tertinggi dengan NPs = Rp.000.000. E = Elektrikal .000.000.000. 5.00 Bagi Badan Usaha baru berdiri.000.000.000 3.00 Maksimum 12 tidak boleh ada subbid/bagsubbid pekerjaan Gred 2.000.000 s/d 1.000.000.000.000.000 3 400.000. T = Tata Lingkungan 25 .000 1 org 1 orang berpengalaman dalam Jasa Konstruksi bersertifikat keterampilan kerja (SKT) minimal tingkat III (boleh dirangkap oleh PJBU) Tidak dipersyaratkan Pengalaman BU tidak dipersyaratkan Maksimum 4 Bagi badan usaha yang baru berdiri harus memiliki PJT yang bersertifikat Keterampilan kerja yang memiliki pengalaman sekurang-kurangnya 2 tahun. 25.000 s/d 1.000. dalam Jasa Konstruksi Jumlah subbidang maksimal = 4 subbidang 2 K E C I L Gred 3 1.000.000 90.00 dalam kurun waktu 7 tahun atau perolehan paket tertinggi dengan NPs = Rp. Berbadan Hukum PT Pernah mempunyai SBU B2 / Gred 6 dan Badan Usaha lama yang telah memiliki Pengalaman sesuai dalam lampiran ini 8 atau 1. nilai minimum pekerjaannya diukur dari pengalaman PJT/PJB yang dimilikinya dgn NPS = Rp. keuangan.000.000 s/d 25.440.000. Berbadan Hukum PT dan Badan Usaha lama yang telah memiliki Pengalaman sesuai dalam lampiran ini Sekurang-kurangnya dalam organisasi badan usaha memiliki divisi terpisah untuk perencanaan. Gred 3.000.000.000.000. Jumlah sub bidang maksimal = 4 sub bidang.000.500. Gred 3 dan Gred 4 NPs = Nilai Pekerjaan sekarang (Net Present Value ) Keterangan : A = Arsitektur . M = Mekanikal . dan Gred 4.000 1. 600.000. 150.000 1 org 1 orang berpengalaman dalam Jasa Konstruksi bersertifikat keahlian kerja (SKA) minimal Muda sesuai bidangnya (tidak boleh dirangkap oleh PJBU/PJT) Pengalaman melaksanakan pekerjaan K2 / Gred 3 sesuai sub bidangnya dng total nilai Rp.000 s/d 600.00 Pengalaman melaksanakan pekerjaan K1 / Gred 4 sesuai sub bidangnya dng total nilai Rp.000 s/d 10.000.000.000.00 dalam kurun waktu 7 tahun atau perolehan paket tertinggi dengan NPs = Rp.2 N N = Jumlah paket sesaat 10.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 1 org 1 orang berpengalaman dalam Jasa Konstruksi bersertifikat keterampilan kerja (SKT) tingkat I (boleh dirangkap oleh PJBU) 1 orang berpengalaman dalam Jasa Konstruksi bersertifikat keahlian kerja (SKA) minimal Muda (boleh dirangkap oleh PJBU) Tidak dipersyaratkan 3 M E N E N G A H 5 Gred 5 10.000 s/d 42.000 s/d 1.000.000.000.000.000.000. 7.00 dalam kurun waktu 7 tahun atau perolehan paket tertinggi dengan NPs = Rp.000. Gred 3.000.000.000. Dari Gred 3 dapat diberikan tambahan 2 subbid/bagsubbid tanpa pengalaman Pernah memiliki SBU K3 atau Gred 2 dan Badan Usaha lama yang telah memiliki Pengalaman sesuai dalam lampiran ini Gred 4 2.000. dan administrasi personalia Berbadan Hukum PT Pernah mempunyai SBU M / Gred 5 dan Badan Usaha lama yang telah memiliki Pengalaman sesuai dalam lampiran ini Badan usaha hrs bersertifikat ISO 9000-94 atau versi 2000.000 180.000.000. operasional.000.200. 2.000.000 1 org 1 orang berpengalaman dalam Jasa Konstruksi bersertifikat keterampilan kerja (SKT) minimal tingkat II (boleh dirangkap oleh PJBU) Tidak dipersyaratkan Pengalaman melaksanakan pekerjaan K3 / Gred 2 sesuai sub bidangnya dng total nilai Rp 200. Dari Gred 4 dapat diberikan tambahan 4 subbid/bagsubbid tanpa pengalaman 8 Gred 6 50. 500. 500.

000 250.000 500.000 BELUM ANGGOTA ASOSIASI 85.500 187. .000 500..000 212.000 350.000 250.2.000 100.000.000 100.000 100.000 150.000 350.000 145.000 500.500 32.1 BIAYA SERTIFIKASI DAN REGISTRASI PERMOHONAN SBU BARU DAN PERMOHONAN PERUBAHAN KLASIFIKASI DAN KUALIFIKASI BADAN USAHA ANGGOTA ASOSIASI DAN BELUM ANGGOTA ASOSIASI PER SUB-BIDANG DAN BAGIAN SUB-BIDANG KUALIFIKASI GRED ANGGOTA ASOSIASI ASOSIASI VV AWAL ASOSIASI NON VV AWAL ASOSIASI LPJK TOTAL ASOSIASI LPJK TOTAL 22.000 137. Pembayaran untuk kualifikasi Gred 7 di lakukan di LPJK Nasional 25 .500 312.000 625..000 55.000 55.500 60.500 40. Biaya sertifikasi dan registrasi dibayar ditempat dimana sertifikasi dan registrasi dilakukan.000 NO.000 100.per sertifikat .000 80.3.000 80.Lampiran 6.000 350.000 250.000 115.500 47.500 32.500 55.000 475. 1 2 3 4 5 6 Gred 2 Gred 3 Gred 4 Gred 5 Gred 6 Gred 7 Catatan 1.000 350. Biaya tersebut diatas ditambahkan biaya pengembangan jasa konstruksi dan sistim informasi LPJK Nasional sebesar Rp 25.000 80.

Biaya tersebut diatas ditambahkan biaya pengembangan jasa konstruksi dan sistim informasi LPJK Nasional sebesar Rp 25.000 20. .000 150.000 25.000 75.000 NO.000 35.000 20.3. Biaya sertifikasi dan registrasi dibayar ditempat dimana sertifikasi dan registrasi dilakukan.000 100.000 35.000 150.2.000 225.000 75..2 BIAYA REGISTRASI PERMOHONAN SBU PERPANJANGAN MASA BERLAKU.000 150.000 50.000.000 15.000 35.000 35. 1 2 3 4 5 6 Gred Gred Gred Gred Gred Gred 2 3 4 5 6 7 Catatan 1. Pembayaran untuk kualifikasi Gred 7 di lakukan di LPJK Nasional 26 . REGISTRASI ULANG DAN REGISTRASI TAHUN KE .000 10.000 35.000 10.000 100.000 20.per sertifikat .000 50.000 35.000 125.Lampiran 6.000 20.000 100.000 225.000 225.000 100.2 PER SUB-BIDANG DAN BAGIAN SUB-BIDANG KUALIFIKASI GRED ANGGOTA ASOSIASI ASOSIASI VV AWAL ASOSIASI NON VV AWAL ASOSIASI LPJK TOTAL ASOSIASI LPJK TOTAL 10.

.. klasifikasi . kualifikasi usaha Gred ........ (data yang lama) menjadi klasifikasi .... Data badan usaha : a.... *) di …………………....LAMPIRAN 16 KEPALA SURAT BADAN USAHA Kop Surat Badan Usaha Nomor Lampiran : : Kepada Yth LPJK Nasional / LPJK Daerah . klasifikasi .) Direktur Utama / Penanggung Jawab Badan Usaha 27 .................. ( ……………………………..... Bersama ini kami mengajukan permohonan perubahan klasifikasi dan kualifikasi Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan keterangan sebagai berikut : 1.. (data yang lama) menjadi klasifikasi . (data yang baru) c... kualifikasi usaha Gred . Pemohon...... Perihal : Permohonan Perubahan Klasifikasi dan Kualifikasi Sertifikat Badan Usaha (SBU) Dengan hormat.... kualifikasi usaha Gred .... (data yang baru) dst Demikian permohonan perpanjangan SBU ini kami sampaikan dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih..... klasifikasi ..... (data yang baru) b.. kualifikasi usaha Gred ...................... (data yang lama) menjadi klasifikasi ..... ………………………………...... kualifikasi usaha Gred ......... 200..... kualifikasi usaha Gred .

5. 6. 3. dapat ditambah dengan cara memperbanyak lembar ini.net 2. Pengisian dengan diketik / huruf cetak. 28 . Apabila lembar ini tidak mencukupi. 4.LAMPIRAN 17 DAFTAR PEROLEHAN PEKERJAAN YANG TELAH DILAKSANAKAN Nama Badan Usaha Klasifikasi Usaha Anggota Asosiasi Nama Pekerjaan (sesuai kontrak) Lokasi Pekerjaan Nomor Kode (Kab/Kota) : : : Nilai Kontrak (Juta) Rp Nomor & Tanggal Kontrak/SPK TTD & Stempel (Diisi Pengguna Jasa pada saat penandatanganan kontrak) Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jangka Waktu (hk) Tgl Mulai Tgl Selesai Tgl/No PHO Tgl/No FHO NKPK Dari LPJKN / LPJKD No Pengguna Jasa Keterangan : 1.lpjk. Kebenaran data isian diatas sepenuhnya menjadi tanggung jawab Badan Usaha. Dilarang melaminasi daftar perolehan pekerjaan ini. Data tersebut dalam Daftar Perolehan Pekerjaan ini dapat di klarifikasi melalui situs LPJK dengan alamat www. Daftar Perolehan Pekerjaan ini berlampiran SBU dan TDUP yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan sebagai keabsahan sertifikat.

..20. Demikian surat peringatan ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian sepenuhnya... dengan ini kami beritahukan bahwa PT / CV . yang dilakukan oleh PT / CV . ……………... Kepada Yth Direktur PT / CV ….LAMPIRAN 18-1 Bentuk Surat Peringatan Pertama Untuk Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang KEPALA SURAT LPJK KEPALA SURAT LPJK NASIONAL / LPJK PROVINSI Nomor Lampiran : : ………………...... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Provinsi…………………………… …………………………........ Untuk itu kami minta Saudara selaku penanggung jawab badan usaha untuk memenuhi : …………………………………………………………………………………………………........ …………………………………………………………………………………………………......…………………………. 3...... Tembusan kepada Yth : 1..... dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan ini.. Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) coret yang tidak perlu / 29 ......... yang Saudara pimpin.... Sehubungan dengan pelanggaran atas Peraturan LPJK Nomor : …………………. dikenakan sanksi Peringatan I (pertama) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang*..(domisili Badan Usaha) 2... Pemerintah Daerah Kab / Kota ……….. LPJK Nasional / Daerah ……………………….. berupa : ……………………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………....…………………………… di …………………… Perihal : Peringatan I (pertama) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang* Dengan hormat..

yang Saudara pimpin. Dengan Saudara tidak memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan I (pertama) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang* tersebut maka sesuai Peraturan LPJK Nomor : .. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Provinsi………… …………………………...... Untuk itu kami mengingatkan Saudara selaku penanggung jawab badan usaha untuk segera memenuhi : …………………………………………………………………………………………………..... 3.... dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan ini........ kepada PT / CV ..... Pemerintah Daerah Kab / Kota ……….. Menunjuk Surat Peringatan I (pertama) tanggal ............ dikenakan sanksi Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang*... Kami mengingatkan bilamana Saudara tidak juga memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Sedang ini..........LAMPIRAN 18 ............. maka kepada PT / CV .. ………………… ………………………………………………………………………………....... Demikian peringatan ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian sepenuhnya. ……………. Tembusan kepada Yth : 1..2 Bentuk Surat Peringatan Kedua Untuk Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang KEPALA SURAT LPJK KEPALA SURAT LPJK NASIONAL / LPJK PROVINSI Nomor Lampiran : : ………………............ belum memenuhi apa yang diminta dalam isi Surat Peringatan I (pertama) tersebut..20.(domisili Badan Usaha) 2........ ternyata sampai dengan batas waktu 30 (tiga puluh) hari yang ditetapkan PT / CV .... LPJK Nasional / Provinsi ………………………...…………………………… di …………………… Perihal : Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan / Sedang* Dengan hormat. Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) coret yang tidak perlu **) alinea ini digunakan untuk Kategori Pelanggaraan Sedang 30 ... kepada PT / CV.... Kepada Yth Direktur PT / CV ….... dengan nomor .... akan dikenakan sanksi Kategori Pelanggaraan Berat serta dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti pelelangan selama 60 (enam puluh) hari**...

.. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Provinsi…………… …………………………..... Kepada Yth Direktur PT / CV …..... Untuk itu kami mengingatkan kembali Saudara selaku penanggung jawab badan usaha untuk segera memenuhi : …………………………………………………………………………………………………......... yang Saudara pimpin. dengan nomor : ... ternyata sampai dengan batas waktu 30 (tiga puluh) hari yang ditetapkan PT / CV ....…………………………… di …………………… Perihal Dengan hormat.......... .......LAMPIRAN 18 .... Asosiasi tingkat pusat/daerah …………………… 31 .. Pemerintah Daerah Kab / Kota ………....20... Dengan tidak memenuhi / mengabaikan Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan tersebut maka sesuai Peraturan LPJK Nomor :..... Demikian peringatan ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian sepenuhnya. akan dikenakan sanksi Kategori Pelanggaraan Sedang serta dikenakan sanksi pembatasan kegiatan usaha tidak dapat mengikuti pelelangan selama 30 (tiga puluh) hari. 3.... belum memenuhi juga apa yang diminta dalam isi Surat Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan tersebut... kepada PT / CV ....... kepada PT / CV..... Tembusan kepada Yth : 1......... dikenakan sanksi Peringatan III (ketiga) Kategori Pelanggaraan Ringan. LPJK Nasional /Provinsi ………………………........(domisili Badan Usaha) 2. ………………… ………………………………………………………………………………......... ……………... dalam waktu selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan ini. Kami mengingatkan bilamana Saudara tidak juga memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan III (ketiga) Kategori Pelanggaraan Ringan ini..........3 Bentuk Surat Peringatan Ketiga Untuk Kategori Pelanggaraan Ringan KEPALA SURAT LPJK KEPALA SURAT LPJK NASIONAL / LPJK PROVINSI Nomor Lampiran : : ………………. maka kepada PT / CV .. : Peringatan III (ketiga) Kategori Pelanggaraan Ringan Menunjuk Surat Peringatan II (kedua) Kategori Pelanggaraan Ringan tanggal ..

Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) bentuk surat peringatan ini digunakan bagi pengenaan kategori pelanggaraan berat yang terkena sanksi secara berjenjang dari kategori pelanggaraan ringan. Demikian surat peringatan ini kami sampaikan untuk mendapat perhatian sepenuhnya........ Kepada Yth Direktur PT / CV ….. berupa : ……………………………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………….. dengan ini kami beritahukan bahwa PT / CV ............. …………………………………………………………………………………………………....... akan dikenakan sanksi pencabutan SBU.4 Bentuk Surat Peringatan Untuk Kategori Pelanggaraan Berat KEPALA SURAT LPJK KEPALA SURAT LPJK NASIONAL / LPJK PROVINSI Nomor Lampiran : : ………………. maka kepada PT / CV . yang dilakukan oleh PT / CV ......…………………………… di …………………… Perihal Dengan hormat.. Untuk itu kami minta Saudara selaku penanggung jawab badan usaha untuk memenuhi : ………………………………………………………………………………………………….20. Tembusan kepada Yth : 1.. kemudian kategori pelanggaraan sedang dan selanjutnya kategori pelanggaraan berat...... yang Saudara pimpin...(domisili Badan Usaha) 2.. . 32 : Peringatan Kategori Pelanggaraan Berat* .. 3.. .......LAMPIRAN 18 ... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional / Provinsi………… …………………………....lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal dikeluarkannya surat peringatan ini........ dalam waktu selambat...........…………………………. Sehubungan dengan pelanggaran yang dikategorikan sebagai Pelanggaraan Berat sesuai Peraturan LPJK Nomor : …………………... Kami mengingatkan bilamana Saudara tidak memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan ini............ Pemerintah Daerah Kab / Kota ……….... dikenakan Peringatan pertama dan terakhir dengan Kategori Pelanggaraan Berat. ……………...... LPJK Nasional / Provinsi……………………….....

...20. Tembusan kepada Yth : 1... : Kepada Yth : Direktur PT / CV…………………………… di …………………… Perihal Dengan hormat.... Demikian surat pencabutan ini kami sampaikan untuk Saudara ketahui. dan dengan demikian SBU dinyatakan tidak berlaku......... Menunjuk Surat Peringatan pertama dan terakhir dengan Kategori Pelanggaraan Berat tanggal .. kemudian kategori pelanggaraan sedang dan selanjutnya kategori pelanggaraan berat...... Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) bentuk surat peringatan ini digunakan bagi pengenaan kategori pelanggaraan berat yang terkena sanksi secara berjenjang dari kategori pelanggaraan ringan.. Dengan tidak memenuhi / mengabaikan Surat Peringatan tersebut maka dengan ini kepada PT / CV ... dikenakan sanksi Pencabutan Sertifikat Badan Usaha (SBU)..LAMPIRAN 19 KEPALA SURAT LPJK Bentuk Surat Sanksi Pencabutan SBU Nomor : Lampiran ……………….. 33 . ternyata sampai dengan batas waktu 30 (tiga puluh) hari yang ditetapkan Saudara selaku penanggung jawab badan usaha tidak juga memenuhi apa yang diminta dalam isi Surat Peringatan tersebut.... ……………. LPJK Nasional / Provinsi……………………… 3.... dengan nomor : ....... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional ……………………… / Provinsi : Pencabutan Sertifikat Badan Usaha (SBU)* …………………………........... Pemerintah Daerah Kab/Kota ………………… 2.

.............. dikenakan sanksi Pencabutan Sertifikat Badan Usaha (SBU)........ huruf b / c / d / e / f / g** yang dilakukan oleh PT / CV .. LPJK Nasional / Provinsi……………………… 4...... Pemerintah Daerah Propinsi/Kab/Kota ………………… 3......20..... dengan ini kepada PT / CV .... Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional ……………………… …………………………... Instansi Pemerintah terkait 2. yang Saudara pimpin berupa : ……………………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………. Demikian surat pencabutan ini kami sampaikan untuk dimaklumi........LAMPIRAN 19-1 KEPALA SURAT LPJK Bentuk Surat Sanksi Pencabutan SBU Nomor : Lampiran ………………..... Asosiasi tingkat pusat / daerah …………………… *) bentuk surat peringatan ini digunakan bagi pengenaan kategori pelanggaraan berat secara langsung..... Sehubungan dengan Pelanggaraan Berat sesuai ketentuan Peraturan LPJK Nomor : ...………………………….... dan dengan demikian SBU atas nama PT / CV .. dengan nomor registrasi ........ Tembusan kepada Yth : 1....... ……………. **) coret yang tidak perlu / Provinsi : Pencabutan Sertifikat Badan Usaha (SBU)* 34 .. dinyatakan tidak berlaku.. : Kepada Yth : Direktur PT / CV…………………………… di …………………… Perihal Dengan hormat.