P. 1
makalah ansietas

makalah ansietas

|Views: 200|Likes:
Published by Rahma Cita Halida

More info:

Published by: Rahma Cita Halida on Apr 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

CASE

Halaman 1 Seorang wanita, ibu rumah tangga berusia 36 tahun dating ditemani oleh kakaknya ke poli jiwa RSPAD Gatot Subroto, karena merasa gelisah dan takut semenjak kematian ibunya 6 bulan yang lalu setelah menderita kelumpuhan akibat stroke selama 3 tahun. Riwayat Gangguan Sekarang Pasien selalu terbayang saat kematian ibunya. Selama 1 minggu setelah kematian ibunya, pasien merasa sangat sedih sehingga sering sulit tidur dan nafsu makan menurun. Hamper sepanjang hari pasien merasakan jantungnya berdebar-debar, gelisah, gemetar dan merasa sesak. Pasien merasa ketakutan bahwa dia akan terkena stroke lalu meninggal. Semenjak itu pasien mengeluh sering merasa cepat lelah dan tidak bisa berkonsentrasi sehingga perhatiannya kepada keluarga menjadi terganggu dan dia tidak bisa menjalankan fungsinya sebagai istri dan juga ibu. Pasien telah berobat ke dokter dan diberi “obat penenang”. Setelah obat habis keluhan dating kembali. Riwayat Gangguan Dahulu Timbulnya perasaan gelisah, telapak tangannya berkeringat dan jantungnya berdebar mulai dirasakan pasien semenjak ibunya terkena stroke, menurut pasien itu bisa diatasi dengan cara berjaln-jalan dengan anak dan teman-temannya tapi kemudian kecemasan muncul kembali. Riwayat Kehidupan Pribadi Anak terakhir dari 7 bersaudara, dilahirkan normal pada saat usia ibunya 44 tahun. Usia pasien terpaut jauh dari kakaknya, sehingga menurut pasien dia bisa bermanja-manja pada kakaknya dan kemana-mana harus diantar oleh kakak atau ibunya. Hubungan dengan ayah tidak terlalu dekat dan paling dekat dengan kakak nomor 6, karena kakaknya ini selalu memperhatikannya dan menuruti apa kemauannya. Riwayat pernikahan dari keterangan pasien dia menikah pada saat usia 20 tahun atas kemauan sendiri, pernah bermasalah dengan suami tapi sudah selesai. Riwayat pendidikan baik lulu SMA. Pada saat melanjutkan kuliah diminta berhenti oleh keluarganya karena merasa tidak bisa hidup jauh dari kakak dan ibunya. Pada saat sekolah pasien merasa lebih nyaman berteman dengan laki-laki karena katanya laki-laki bisa diandalkan saaat dia membutuhkan.

Halaman 2 Status Mental A. Deskripsi Umum 1. Penampilan 2. Kesadaran : penampilan sesuai usia, rapi, tampak gelisah : compos mentis

3. Perilaku dan aktivitas motorik: gelisah, sering meremas-remas tangannya 4. Pembicaraan : lancar, menjawab dengan baik, suara pelan, bicara lambat 5. Sikap : kooperatif B. Afek dan Mood 1. Afek 2. Mood 3. Keserasian : cukup luas : eutim : appropriate

C. Gangguan Persepsi : tidak ditemukan D. Fungsi Intelektual : baik E. Proses Pikir 1. Arus piker : baik, lancer dan spontan 2. Isi pikiran : ketakutan akan masa depan, waham (-) F. Daya Tilik (insight) : Derajat 4

Halaman 3 Dokter mendiagnosis : Axis I Axis II Axis III Axis IV Axis V : F41.1 Gangguan cemas menyeluruh : Ciri kepribadian Dependent : Tidak ada diagnosis : Masalah psikososial : kematian orang tua : GAF = 65

Dokter memberikan terapi   Klobazam 2x10 mg Diazepam 1x2 mg (malam hari)

Psikoterapi suportif dan konseling keluarga

LEARNING PROGRESS
PROBLEM 1. Mengapa pasien gelisah dan takut sejak kematian ibunya 6 tahun yang lalu? 2. Mengapa pasien merasa sedih sehingga sulit tidur dan nafsu makan menurun? 3. Mengapa hamper sepanjang hari pasien merasa jantung berdebar, gelisah, gemetar dan sesak? 4. Mengapa pasien merasa takut akan terkena stroke dan akan meninggal, sehingga tidak bisa mengurus anak-anaknya dan memikirkan masa depan anaknya jika ia meninggal? 5. Apa yang menyebabkan pasien sering merasa cepat lelah, tidak bisa konsentrasi dan tidak bisa menjalankan fungsi sebagai istri dan ibu? 6. Mengapa setelah pasien diberi obat penenang dan habis, keluhannya dating kembali? 7. Apa hubungan antara RGD dengan KU pasien? 8. Apa hubungan riwayat kehidupan pribadi dengan kelainan yang dialami pasien? 9. Mengapa perilakunya gelisah dan sering meremas-remas tangannya?

HIPOTESIS 1. Gangguan jiwa 2. Gangguan suasana perasaan (mood) 3. Gangguan neurosis dan kepribadian - gangguan anxietas - gangguan cemas menyeluruh - ganggguan campuran anxietas dan depresi - gangguan depresif akut 4. Sindrom perilaku yg berhubungan dengan gangguan fisiologis dan faktor fisik - gangguan makan - gangguan tidur

MORE INFO a. Pemeriksaan Fisik   Status interna Status neurologis

b. Pemeriksaan Psikiatri

Gangguan Psikosis:  F3. Gangguan suasana perasaan (mood & afektif) 2. Gangguan Neurosis: F4 –F9 ALL ABOUT .   Kesan pertama KU Keadaan spesifik I DON’T KNOW & LEARNING ISSUES 1.

Wilhelm Griesinger (1817-1869) menyatakan penyakit mental adalah penyakit somatis dan penyebab dari penyakit mental dapat ditemukan di otak. SEJARAH Pada zaman dahulu kala. Dahulu gangguan mood dikenal dengan gangguan afektif namun sekarang istilah gangguan mood lebih disukai karena mood lebih merujuk pada status emosional yang meresap dari seseorang sedangkan afektif merupakan ekspresi eksternal dari emosi saat itu. Hippocrates (460-377 SM) mengatakan bahwa semua penyakit gangguan mental dapat dijelaskan secara ilmiah. Catatan mengenai gangguan mood banyak ditemukan dalam dokumen purbakala. gangguan suasana perasaan (mood [afektif]) merupakan sekelompok penyakit yang bervariasi bentuknya. Dalam kisah Iliad karangan Homer tentang bunuh diri Ajax juga mengenai depresi. Seorang Psikiatrik Jerman bernama Karl Kahlbaum tahun 1882 menggunakan istilah siklotimia untuk menggambarkan mania dan depresi pada satu stadium penyakit yang sama. Kelainan fundamental dari kelompok gangguan ini adalah perubahan suasana perasaan (mood) atau afek. Kisah Perjanjian Lama tentang Raja Saul menggambarkan suatu gejala depresif. GANGGUAN SUASANA PERASAAN (MOOD/AFEKTIF) DEFINISI Gangguan mood merupakan kelompok gangguan psikiatri dimana mood yang patologis akan mempengaruhi fungsi vegetatif dan psikomotor yang merupakan gambaran klinis utama dari gangguan tersebut. Gangguan mood merupakan suatu sindrom yang terdiri dari tanda-tanda dan gejala-gejala yang berlangsung dalam hitungan minggu hingga bulan yang mempengaruhi fungsi dan pola kehidupan seharihari. Julles Falret menggambarkan suatu keadaan yang disebut folie circulaire dimana pasien mengalami perubahan mood depresi dan mania. atau ke arah elasi (suasana perasaan yang meningkat). Menurut PPDGJ III. masyarakat kuno percaya bahwa semua penyakit mental disebabkan oleh kekuatan supranatural dan cara untuk menyembuhkannya adalah dengan mengeluarkan roh jahat dari tubuh penderita. biasanya kearah depresi. Pada tahun 1854.F3. Emil Kreplin .

Status perkawinan: mayoritas terjadi pada pasien yang tidak memiliki hub. amphetamine . otak akan bekerja secara harmonis. Di satu sisi. Ia menyadari bahwa neuropsikologi dan psikologi tidak bertentangan.(1855-1926) menyatakan bahwa penyakit mental disebabkan oleh faktor hereditas. FAKTOR BIOLOGIS Beberapa bahan kimia di dalam otak dan tubuh memiliki peranan yang penting dalam mengendalikan emosi kita. jika neurotransmiter ini berlebih dapat menjadi penyebab gangguan manik. Ia kemudian menemukan bahwa faktor metabolik juga mempengaruhi penyakit mental. Obat-obat yang meningkatkan kadar dopamin seperti tyrosine. ETIOLOGI 1. Pada beberapa pasien yang bunuh diri memiliki konsentrasi metabolit serotonin yang rendah di cairan serebrospinalnya. Data menunjukkan aktivitas dopamin yang menurun pada depresi dan meningkat pada mania. Interperseonal/ cerai/ berpisah.50 th) rata-rata 30 tahun. Pada penggunaan antidepresan jangka panjang terjadi penurunan jumlah tempat ambilan kembali serotonin. Freud meyakini bahwa setiap pasien adalah individu yang unik dengan masa lalu yang berbeda-beda. Dopamin juga diperkirakan memiliki peranan dalam menyebabkan depresi. Penurunan serotonin dapat menyebabkan depresi. Selain itu antidepresan trisiklik dapat memicu mania. norepinefrin dan dopamin dapat menyebabkan depresi. Dalam otak terdapat substansi biokimiawi yaitu neurotransmitter yang berfungsi sebagai pembawa pesan komunikasi antar neuron di otak. Jika neurotransmiter ini berada pada tingkat yang normal. Obat yang menurunkan kadar dopamin seperti reserpine dan pada penyakit yang mengalami penurunan dopamin seperti parkinson disertai juga dengan gejala depresi. kekurangan neurotransmiter serotonin. EPIDEMIOLOGI • • • • Depresif > mania Gender: depresif Wanita > Pria mania  Wanita = Pria Usia: depresif: 40 tahun (5% pasien onset 20-50 tahun) mania: onset awal (5 atau 6 tahun . Berdasarkan riset. Serotonin adalah neurotransmiter aminergic yang paling sering dihubungkan dengan depresi.

Disfungsi jalur dopamin mesolimbik dan hipoaktivitas reseptor dopamin tipe 1 (D1) terjadi pada depresi. 50% dari pasien yang menderita depresi memiliki respon yang abnormal terhadap dexamethasone dosis tunggal.dan bupropion menurunkan gejala depresi. Sepertiga dari pasien dengan gangguan depresif berat memiliki pelepasan tirotropin yang tumpul. Penelitian telah mengambarkan adanya regulasi tiroid yang abnormal pada pasien dengan gangguan mood. Obat-obatan yang mempengaruhi sistem neurotransmiter seperti kokain akan memperparah mania. Pada Dexamethasone Suppression Test. Penelitian terakhir melaporkan kira-kira 10% pasien dengan gangguan mood khususnya gangguan bipolar I memiliki antibodi antitiroid yang dapat dideteksi. Dexamethasone adalah analog sintetik dari kortisol. Neurotransmiter lain seperti GABA dan peptida neuroaktif seperti vasopresin dan opiat endogen juga berperan dalam patofisiologi gangguan mood. penurunan pelepasan prolaktin. Banyak penelitian menemukan bahwa hiperkortisolemia dapat merusak neuron pada hipokampus. Gangguan tiroid seringkali disertai dengan gejala afektif. Beberapa penelitian menemukan terdapat perbedaan pengaturan pelepasan hormon pertumbuhan antara pasien depresi dengan orang normal. Gangguan regulasi kalsium ini dapat menyebabkan transmisi glutaminergik yang berlebihan dan iskemia pembuluh darah. Pasien dengan gangguan mood mengalami penurunan sekresi melatonin nokturnal. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sistem pembawa kedua (second messenger) seperti adenylate cyclase. Regulasi abnormal pada sumbu neuroendokrin mungkin dikarenakan fungsi abnormal neuron yang mengandung amine biogenik. Agen lain yang dapat memperburuk mania termasuk L-dopa. Penelitian juga telah menemukan bahwa pasien dengan depresi memiliki penumpulan respon terhadap peningkatan sekresi hormon pertumbuhan yang diinduksi clonidine. penurunan kadar FSH dan LH serta penurunan kadar testosteron pada laki-laki. . Secara teoritis. yang berpengaruh pada reuptake dopamin dan serotonin. disregulasi pada sumbu neuroendokrin seperti sumbu tiroid dan adrenal terlibat dalam gangguan mood. Calsium channel blocker yang digunakan untuk mengobati mania dapat mengganggu regulasi kalsium di neuron. phosphatidylinositol dan regulasi kalsium mungkin memiliki relevansi dengan penyebab gangguan mood.

Gangguan tidur adalah gejala yang sering ditemukan pada pasien depresi. Menurunnya kebutuhan tidur adalah gejala klasik dari mania. Penelitian telah mengungkapkan bahwa elektroensefalogram (EEG) saat tidur pada orang yang menderita depresi menunjukkan kelainan. Kelainan tersebut antara lain perlambatan onset tidur, pemendekan latensi rapid eye movement (REM), peningkatan panjang periode REM pertama dan tidur delta yang abnormal. Pada depresi terjadi regulasi abnormal dari irama sirkadian. Beberapa penelitian pada binatang menyatakan bahwa terapi antidepresan efektif untuk mengubah jam biologis. Penelitian melaporkan adanya kelainan imunologis pada pasien depresi dan pada orang yang berdukacita karena kehilangan sanak saudara, pasangan atau teman dekat. Kemungkinan proses patofisiologi yang melibatkan sistem imun menyebabkan gejala psikiatrik dan gangguan mood pada beberapa pasien. Pada pencitraan otak pasien dengan gangguan mood terdapat sekumpulan pasien dengan gangguan bipolar I terutama pasien laki-laki memiliki ventrikel serebral yang membesar. Pembesaran ventrikel lebih jarang pada pasien dengan gangguan depresif berat. Pencitraan dengan MRI juga menyatakan bahwa pasien dengan gangguan depresif berat memiliki nukleus kaudatus yang lebih kecil dan lobus frontalis yang lebih kecil. Banyak literatur menjelaskan penurunan aliran darah pada korteks serebral dan area korteks frontalis pada pasien depresi berat. Hipotesis menyatakan gangguan mood melibatkan patologis pada sistem limbik, ganglia basalis dan hipotalamus. Gangguan pada ganglia basalis dan sistem limbik terutama pada hemisfer yang dominan dapat ditemukan bersamaan dengan gejala depresif. Disfungsi pada hipotalamus dihubungkan dengan perubahan pola tidur, nafsu makan dan perilaku seksual pada pasien dengan depresi. Postur yang membungkuk, terbatasnya aktivitas motorik dan gangguan kognitif minor adalah beberapa gejala depresi yang juga ditemukan pada penderita dengan gangguan

ganglia basalis seperti penyakit Parkinson dan demensia subkortikal lainnya.

2.

FAKTOR GENETIK Seseorang yang memiliki keluarga dengan gangguan mood memiliki resiko lebih besar menderita gangguan mood daripada masyarakat pada umumnya. Tidak semua orang yang dalam keluarganya terdapat anggota keluarga yang menderita depresi secara otomatis akan terkena depresi, namun diperlukan suatu kejadian atau peristiwa yang dapat memicu terjadinya depresi. Pengaruh gen lebih besar pada

depresi berat dibandingkan depresi ringan dan lebih berpengaruh pada individu muda dibanding individu yang lebih tua. Penelitian oleh Kendler (1992) dari Departemen Psikiatri Virginia Commonwealth University menunjukkan bahwa resiko depresi sebesar 70% karena faktor genetik, 20% karena faktor lingkungan dan 10% karena akibat langsung dari depresi berat. Pada penelitian keluarga ditemukan bahwa keluarga derajat pertama dari penderita gangguan bipolar I kemungkinan 8 sampai 18 kali lebih besar untuk menderita gangguan bipolar I dan 2 sampai 10 kali lebih besar untuk menderita gangguan depresi berat dibanding kelompok kontrol. Keluarga derajat pertama pasien dengan gangguan depresif berat kemungkinan 1,5 sampai 2,5 kali lebih besar untuk menderita gangguan bipolar I dan 2 sampai 3 kali lebih besar untuk menderita gangguan depresif berat dibanding kelompok kontrol.

3.

FAKTOR PSIKOSOSIAL Telah lama diamati bahwa peristiwa kehidupan yang menyebabkan stress sering mendahului episode pertama pada gangguan mood. Beberapa klinisi mempercayai bahwa peristiwa kehidupan memainkan peranan penting dalam depresi. Beberapa artikel menjelaskan hubungan antara fungsi keluarga dengan onset serta perjalanan gangguan mood khususnya gangguan depresif berat. Ada bukti bahwa individu yang kehilangan ibu saat masih muda memiliki resiko lebih besar terkena depresi. Pada pola pengasuhan, orang tua yang menuntut dan kritis, menghargai kesuksesan dan menolak semua kegagalan membuat anak mudah terserang depresi di masa depan. Anak yang menderita penyiksaan fisik atau seksual membuat seseorang mudah terkena depresi sewaktu dewasa. Menurut Gordon Parker, seseorang yang mengalami kecemasan tingkat tinggi, mudah terpengaruh, pemalu, suka mengkritik diri sendiri, memiliki harga diri yang rendah, hipersensitif, perfeksionis dan memusatkan perhatian pada diri sendiri (self focused) memiliki resiko terkena depresi. Sigmund Freud menyatakan suatu hubungan antara kehilangan objek dengan melankolia. Ia menyatakan bahwa kekerasan yang dilakukan pasien depresi diarahkan secara internal karena identifikasi terhadap objek yang hilang. E Bibring memandang depresi sebagai suatu afek yang berasal dari ketegangan dalam ego antara aspirasi seseorang dengan kenyataan yang ada. Pasien yang terdepresi menyadari bahwa mereka tidak hidup dengan ideal sehingga mereka

merasa putus asa dan tidak berdaya. Menurut Heinz Kohut, orang yang terdepresi merasakan suatu ketidaklengkapan dan putus asa kerena tidak menerima respon yang diinginkan.

MANIFESTASI KLINIK DAN DIAGNOSIS Menurut PPDGJ III, gangguan suasana perasaan (mood [afektif]) dibagi menjadi: F30 EPISODE MANIK  Kesamaan karakteristik dalam afek yang meningkat, disertai peningkatan dalam jumlah dan kecepatan aktivitas fisik dan mental, dalam berbagai derajat keparahan. Kategori ini hanya untuk satu episode manik tunggal (yang pertama), termasuk gangguan afektif bipolar, episode manik tunggal. Jika ada episode afektif (depresi, manik atau hipomanik) sebelumnya atau sesudahnya, termasuk gangguan afektif bipolar. (F31).

F30.0 Hipomania  Derajat gangguan yang lebih ringan dari mania (F30.1), afek yang meninggi atau berubah disertai peningkatan aktivitas, menetap selama sekurang-kurangnya beberapa hari berturut-turut, pada suatu derajat intensitas dan yang bertahan melebihi apa yang digambarkan bagi siklotimia (F34.0), dan tidak disertai halusinasi atau waham.  Pengaruh nyata atas kelancaran pekerjaan dan aktivitas sosial memang sesuai dengan diagnosis hipomania, akan tetapi bila kakacauan itu berat atau menyeluruh, maka diagnosis mania (F30.1 atau F30.2) harus ditegakkan.

F30.1 Mania Tanpa Gejala Psikotik  Episode harus berlangsung sekurang-kurangnya 1 minggu, dan cukup berat sampai mengacaukan seluruh atau hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas sosial yang biasa dilakukan.  Perubahan afek harus disertai dengan energi yang bertambah sehingga terjadi aktivitas berlabihan, percepatan dan kebanyakan bicara, kebutuhan tidur yang berkurang, ide-ide perihal kebesaran/ “grandiose ideas” dan terlalu optimistik.

episode manik tunggal (F30). Yang khas adalah bahwa biasanya ada penyembuhan sempurna antar episode.  Termasuk: gangguan atau psikosis manik-depresif. Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan beralngsung antara 2 minggu sampai 4-5 bulan.8 Episode Manik Lainnya F30.1 (mania tanpa gejala psikotik). Harga diri yang membumbung dan gagasan kebesaran dapat berkembang menjadi waham kebesaran (delusion of grandeur).F30.2 Mania Dengan Gejala Psikotik   Gambaran klinis merupakan bentuk mania yang lebih berat dari F30. episode depresi cenderung berlangsung lebih lama (rata-rata sekitar 6 bulan) meskipun jarang melebihi 1 tahun kecuali pada orang usia lanjut. pada waktu tertentu terdiri dari peningkatan afek disertai penmbahan energi dan aktivitas (mania atau hipomania). Tidak termasuk: gangguan bipolar. dan . dan pada waktu lain berupa penurunan afek disertai pengurangan energi dan aktivitas (depresi). irritabilitas dan kecurigaan menjadi waham kejar (delusion of persecution). F31. Waham dan halusinasi “sesuai” dengan keadaan afek tersebut (mood congruent). Kedua macam episode itu seringkali terajadi setelah peristiwa hidup yang penuh stres atau trauma mental lain (adanya stres tidak esensial untuk penegakan diagnosis).0 Gangguan Afektif Bipolar. F30. Episode Kini Hipomanik  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk hipomania (F30.9 Episode Manik YTT F31 GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR  Gangguan ini tersifat oleh episode berulang (sekurang-kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu.0).

dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. F31. Episode Kini Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik (F32. . dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik. manik. Episode Kini Manik Dengan Gejala Psikotik  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania dengan gejala psikotik (F30.2). Episode Kini Manik Tanpa Gejala Psikotik  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania tanpa gejala psikotik (F30.4 Gangguan Afektif Bipolar. F31. depresif atau campuran) di masa lampau. Episode Kini Depresif Ringan atau Sedang  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan (F32. manik.3 Gangguan Afektif Bipolar.2).1 Gangguan Afektif Bipolar.1).0) ataupun sedang (F32. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik.(b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik. F31. F31. manik.2 Gangguan Afektif Bipolar. depresif atau campuran) di masa lampau.1). manik atau campuran di masa lampau. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. depresif atau campuran) di masa lampau. manik atau campuran di masa lampau.

dapat lekas marah.7 Gangguan Afektif Bipolar Episode Kini Dalam Remisi  Sekarang tidak menderita gangguan afektif yang nyata selama beberapa bulan terakhir ini.F31. dan depresif yang tercampur atau bergantian dengan cepat (gejala mania/ hipomania dan depresi sama-sama mencolok selama masa terbesar dari episode penyakit yang sekarang. perasaan: euforik. labil. tetapi pernah mengalami sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik.9 Gangguan Afektif Bipolar YTT STATUS MENTAL EPISODE MANIK • • Deskripsi umum: banyak bicara. F31.3). Mood. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. manik atau campuran di masa lampau. Episode Kini Campuran  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang menunjukkan gejala-gejala manik. depresif atau campuran). F31. hipomani. dan telah berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu).5 Gangguan Afektif Bipolar.6 Gangguan Afektif Bipolar. manik. F31. atau campuran dimasa lampau dan ditambah sekurangnya satu episode afektif lain (hipomanik. atau campuran di masa lampau. dan (b) Harus ada sekurang-kurangnya satu episode afektif hipomanik. afek. hiperaktif.8 Gangguan Afektif Bipolar Lainnya F31. manik. manik. . Episode Kini Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik  Untuk menegakkan diagnosis pasti: (a) Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik (F32.

 Efek terhadap neurotransmiter Lithium tampaknya meningkatkan aktivitas serotonin. kemampuan konsentrasi hilang flight of ideas. Diperkirakan Lithium menurunkan pengeluaran norepinefrin dan dopamin.• • • • • • • Bicara: tidak dapat disela. Pengendalian impuls: 75% pasien manik senang menyerang dan mengancam. kebesaran diri. Diperkirakan bekerja atas tiga dasar yaitu:  Efek terhadap elektrolit-elektrolit dan transpor ion Lithium berhubungan erat dengan natrium. Telah lama dikenal bahwa lithium merupakan pengobatan yang paling disukai pada gangguan bipolar khusunya fase manik. asosiasi longgar. waham & halusinasi aneh dan tidak sesuai mood. Lithium dapat menggantikan natrium dalam menimbulkan potensial aksi dan pertukaran natrium melewati membran. menghambat . rewel. Kadar dalam plasma dicapai setelah 30 menit sampai 2 jam. Farmakokinetik Pada penggunaan oral. sedikit tilikan terhadap gangguan pada dirinya. Sensorium & kognisi: defisit kognitif. berusaha bunuh diri atau membunuh tp insidensi tidak diketahui. mudah dialihkan perhatiannya. Farmakodinamik Mekanisme kerja yang pasti dari lithium sampai saat ini masih dalam penelitian. ANTIMANIA LITHIUM Lithium adalah kation monovalen yang kecil. Ekskresi terutama melalui urin dengan waktu paruh eliminasi 20 jam. Pertimbangan & tilikan: ada ggn pertimbangan. orientasi & daya ingat intak. Gangguan persepsi: waham 75%. Reliabilitas: tidak dapat dipercaya. Efek terapi terlihat setelah 10 hari penggunaan. Angka keberhasilannya pada remisi pasien dengan fase manik dilaporkan mencapai 60-80%. Pikiran: bertema kepercaya diri-an. absorbsi lengkap terjadi setelah 6-8 jam.

pada kasus berat. Setelah mania dapat teratasi. Lithium menghambat konversi IP2 menjadi IP1 dan konversi IP menjadi inositol. Beberapa pasien mengalami pembesaran kelenjar gondok dan gejala-gejala hipotiroidisme. Penyakatan ini menyebabkan deplesi PIP2 yang merupakan prekursor IP3 dan DAG. lithium sering dikombinasi dengan antidepresan. koreoatetosis.  Efek pada ginjal: polidipsi dan poliuri sering ditemukan namun bersifat reversibel. antipsikosis boleh dihentikan dan lithium digunakan bersamaan dengan benzodiazepine untuk pemeliharaan. Penurunan laju filtrasi glomerulus telah ditemukan tapi tidak ada contoh mengenai azotemia maupun gagal ginjal. Bila mania masih tergolong ringan. hiperaktivitas motorik. Beberapa studi mengemukakan bahwa peningkatan aktivitas kolinergik akan mengurangi mania. Efek Samping   Efek neurologis: tremor. hampir selalu perlu ditambah clonazepam atau lorazepam dan kadang ditambah antipsikosis juga. Pengobatan jangka panjang menunjukkan penurunan resiko bunuh diri. Farmakologi Klinik Sampai saat ini lithium karbonat dikenal sebagai obat gangguan bipolar terutama pada fase manik. IP3 dan DAG merupakan pembawa pesan kedua yang penting dalam transmisi α-adrenergik maupun transmisi muskarinik. . Oleh sebab itu perlu dilakukan pengukuran kadar TSH serum setiap 6-12 bulan. Tes fungsi ginjal harus dilakukan secara periodik untuk mendeteksi perubahan-perubahan pada ginjal. disartria dan afasia. ataksia. Efek pada fungsi tiroid: dapat menurunkan fungsi kelenjar tiroid tapi efeknya reversibel dan nonprogresif.supersensitifitas dopamin dan meningkatkan sintesis asetilkolin. Pada fase depresif gangguan bipolar. Beberapa literatur menerangkan bahwa terapi lithium jangka panjang dapat menyebabkan disfungsi ginjal termasuk nefritis interstitial kronis dan glomerulopati perubahan minimal dengan sindrom nefrotik. lithium sendiri merupakan obat yang efektif.  Efek ada pembawa pesan kedua (second messengers) Studi tentang lithium memperlihatkan perubahan kadar inositol phosphate di otak.

Namun data terbaru menyebutkan resiko efek teratogenik relatif rendah. Lithium didapatkan pada air susu dengan kadar sepertiga sampai setengah dari kadar serum. Efek pada kehamilan dan menyusui: Laporan terdahulu menyatakan peningkatan frekuensi kelainan jantung pada bayi dengan ibu yang mengkonsumsi lithium terutama anomali Ebstein. Preparat yang Tersedia Lithium carbonate (generik. 300. sianosis. Kombinasi valproate dengan obat-obatan psikotropik lainnya mungkin dapat digunakan dalam pengelolaan fase kedua pada penyakit bipolar yang umumnya dapat ditoleransi dengan baik. 600 mg kapsul. Secara keseluruhan. Valproate manjur untuk pasien-pasien yang gagal memberikan respon terhadap lithium. 450 mg tablet sustained release 300 mg lithium carbonate setara dengan 8. Edema: Hal ini mungkin terkait dengan efek lithium pada retensi natrium. 300. . Banyak dokter tidak setuju untuk menggabungkan valproate dengan lithium pada pasien yang respon terhadap salah satu agen. 300 mg tablet. VALPROATE) Obat ini merupakan suatu agen untuk epilepsi dan telah terbukti memiliki efek antimania.  Efek lainnya: Telah dilaporkan efek erupsi jerawat dan folikulitis pada penggunaan lithium. reflek moro dan reflek hisap berkurang dan hepatomegali. Eskalith) Oral: 150.12 meq Li Dosis: 250-500 mg/hari ASAM VALPROAT (VALPROIC ACID. Valproate telah diakui sebagai pengobatan lini pertama untuk mania. 8 meq/5 mL sirup. Toksisitas pada bayi dimanifestasikan dengan letargi. Peningkatan berat badan pada pasien diduga karena edema namun pada 30% pasien tidak mengalami peningkatan berat badan.   Efek pada jantung: Ion lithium dapat menekan pada nodus sinus sehingga sindrom bradikardi dan takikardi merupakan kontraindikasi penggunaan lithium. valroate menunjukkan keberhasilan yang setara dengan lithium pada awal minggu pengobatan. Leukositosis selama pengobatan dengan lithium selalu ada yang merefleksikan efek langsung pada leukopoiesis.

250 mg/5 mL sirup Dosis: 3 x 250 mg/hari CARBAMAZEPINE Carbamazepine telah dianggap sebagai alternatif yang pantas untuk lithium jika lithium kurang optimal. 200. hilangnya nafsu makan Epidemiologi  Wanita >> pria  Usia : 50% 20-50 tahun  Status perkawinan : umumnya terjadi paling sering pada orang yang tidak memiliki hubungan interpersonal yang erat atau yang bercerai atau berpisah . kesulitan berkonsentrasi. tetapi dapat mengurangi sensitisasi otak terhadap perubahan mood. 100 mg tablet kunyah. 400 mg tablet extended-release.Preparat yang Tersedia Valproic acid (generik. Depakene) Oral: 250 mg kapsul. Mekanisme tersebut mungkin serupa dengan efek antikonvulsinya. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati mania akut dan juga untuk terapi profilaksis. 300 mg kapsul Dosis: 400-600 mg/hari F3.2 EPISODE DEPRESIF Pasien dengan mood terdepresi merasakan hilangnya energi dan minat. 100. Carbamazepine dapat digunakan sendiri atau pada pasien yang refrakter dapat dikombinasi dengan lithium. 100 mg/5 mL suspensi. perasaan bersalah. namun tidak menjadi masalah besar pada penggunaanya sebagai penstabil mood. 200. Efek samping carbamazepine pada umumnya tidak lebih besar dari lithium dan kadang bahkan lebih rendah. Preparat yang Tersedia Carbamazepine (generic. Cara kerja carbamazepine tidak jelas. Tegretol) Oral: 200 mg tablet. Meskipun efek diskrasia darah menonjol pada penggunaannya sebagai antikonvulsi.

Etiologi  Faktor Biologis  Faktor Genetika  Faktor Psikososial Gambaran Klinis Gejala Utama  Afek Depresi  Kehilangan minat dan kegembiraan  Berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah dan menurunnya aktivitas Gejala lainnya  Konsentrasi dan perhatian berkurang  Harga diri dan kepercayaan diri berkurang  Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna  Pandangan masa depan suram dan pesimistis  Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri  Tidur terganggu  Nafsu makan berkurang Kriteria Diagnosis Episode Depresif Ringan  Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama gangguan depresif  Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainnya  Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya  Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu  Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial yang dilakukannya Episode Depresif Sedang .

 Halusinasi auditorik atau olfatorik biasanya berupa suara yang menghina atau menuduh. maka penderita mungkin tidak mau atau tidak mampu untuk melaporkan banyak gejalanya secara rinci. Sekurang-kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama gangguan depresif  Ditambah sekurang-kurangnya 3 gejala lainnya  Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya  Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya sekitar 2 minggu  Menghadapi kesulitan nyata dalam meneruskan kegiatan dan kegiatan sosial. dan penderita merasa bertanggung jawab atas hal itu.  Episode depresi biasanya harus berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu. dan beberapa diantaranya harus berintensitas berat  Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retardasi psikometer) yang mencolok. atau bau kotoran atau daging membusuk.  Waham biasanya melibatkan ide tentang dosa.  Retardasi psikomotor yang berat dapat menuju pada stupor Pemeriksaan Status Mental  Deskripsi umum  Retardasi psikomotor . Episode Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik  Disertai waham. pekerjaan dan urusan rumah tangga Episode Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik  Semua 3 gejala utama gangguan depresif harus ada  Ditambah sekurang-kurangnya 4 dari gejala lainnya. pekerjaan atau rumah tangga kecuali pada tarif yang sangat terbatas. maka masih dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu  Sangat tidak mungkin penderita akan mampu meneruskan kegiatan sosial. akan tetapi jika gejala amat berat dan beronset sangat cepat. kemiskinan atau malapetaka yang mengancam. halusinasi atau stupor.

 Pikiran  Memiliki pandangan negatif tentang dunia dan dirinya sendiri  Daya Ingat  Gangguan kognitif. kemiskinan. memalukan. Metode terapi semacam ini sering digunakan pada kasus depresif berat atau mempunyai risiko bunuh diri yang besar dan respon terapi dengan obat antidepresan kurang baik. kegagalan. seringkali mengeluh gangguan konsentrasi dan mudah lupa Terapi  ELECTRO CONVULSIVE THERAPY ( ECT ) ECT adalah terapi dengan melewatkan arus listrik ke otak. Antidepresan Klasik (Trisiklik & Tetrasiklik) Mekanisme kerja : Obat–obat ini menghambat resorpsi dari serotonin dan noradrenalin dari sela sinaps di ujung-ujung saraf. tidak berguna. Agitasi psikomotor (sering pada usia lanjut)  Posut membungkuk  Tidak terdapat pergerakan spontan  Pendangan mata putus asa dan memalingkan pandangan  Biasanya pasien di bawa oleh keluarga atau kerabatnya karena penarikan sosial dan penurunan aktivitas  Bicara  Kecepatan dan volume bicara menurun  Respon yang lambat terhadap pertanyaan  Gangguan persepsi  Waham bersalah.  Psikoterapi Merupakan terapi yang digunakan untuk menghilangkan atau mengurangi keluhan-keluhan dan mencegah kambuhnya gangguan psikologik atau pola perilaku  FARMAKOLOGI 1. Antidepresan Generasi ke-2 . 2.

akan tetapi frekuensinya lebih jarang dibandingkan dengan gangguan bipolar  Tanpa riwayat adanya episode tersendiri dari peninggian afek dan hiperaktifitas yang memenuhi kriteria mania. . Terdapat beberapa indikasi bahwa obat-obat ini lebih efektif daripada SSRI. menghambat re-uptake dari serotonin dan noradrenalin. MAOI) Monoamin oksidase merupakan suatu sistem enzim kompleks yang terdistribusi luas dalam tubuh. namun sebagian kecil pasien mungkin mendapat depresi yang akhirnya menetap. sehingga menyebabkan peningkatan konsentrasi amin endogen. serotonin. berperan dalam dekomposisi amin biogenik. MAOI menghambat sistem enzim ini. F33 GANGGUAN DEPRESIF BERULANG Pedoman Diagnostik  Gangguan ini tersifat dengan episode berulang dari  Episode depresi ringan  Episode depresi sedang  Episode depresi berat Episode masing-masing rata-rata lamanya sekitar 6 bulan. dopamine. seperti norepinefrin. terutama pada usia lanjut . Namun kategori ini harus tetap digunakan jika ternyata ada episode singkat dari peninggian afek dan hiperaktivitas ringan yang memenuhi kriteria hipomania segera sesudah episode depresif (kadang-kadang tampaknya dicetuskan oleh tindakan pengobatan depresi  Pemulihan keadaan biasanya sempurna diantara episode. 3. Antidepresan MAO. epinefrin.Inhibitor Monoamin Oksidase (Monoamine Oxidase Inhibitor.  NaSA ( Noradrenalin and Serotonin Antidepressants ): Obatobat ini tidak berkhasiat selektif.Mekanisme kerja :  SSRI ( Selective Serotonin Re-uptake Inhibitor ) : Obat-obat ini menghambat resorpsi dari serotonin.

Episode Kini Ringan Pedoman Diagnostik  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus dipenuhi.0 Gangguan Depresif Berulang.2 Gangguan Depresif Berulang. dan  Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna F33. Episode Kini Sedang Pedoman diagnostik  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus dipenuhi. dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif sedang.3 Gangguan Depresif Berulang. Episode masing-masing dalam berbagai tingkat keparahan seringkali dicetuskan oleh peristiwa kehidupan yang penuh stres atau trauma mental lain (adanya stres tidak esensial untuk menegakkan diagnosis) F33. Episode Kini Berat dengan Gejala Psikotik Pedoman Diagnostik . dan  Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna F33.1 Gangguan Depresif Berulang. dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan. dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik. Episode Kini Berat tanpa Gejala Psikotik Pedoman Diagnostik  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus dipenuhi. dan  Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna F33.

0 Siklotimia Pedoman Diagnostik  Ciri esensial ialah ketidakstabilan menetap dari afek. Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus dipenuhi. dan  Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna F33. dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik. meliputi banyak periode depresi ringan atau hipomania ringan.8 Gangguan Depresif berulang Lainnya F33. dan  Sekurang-kurangnya dua episode telah berlangsung masing-masing selama minimal 2 minggu dengan sela waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna F33. diantaranya tidak ada yang cukup parah atau cukup lama untuk memenuhi kriteria gangguan afektif bipolar atau gangguan depresi berulang  Setiap episode alunan afektif tidak memenuhi kriteria untuk kategori manapun yang disebut dalam episode manik atau episode depresif F34.4 Gangguan Depresif Berulang.9 Gangguan Depresif berulang YTT F34 GANGGUAN SUASANA PERASAAN (MOOD [AFEKTIF]) MENETAP F34.1 Distimia Pedoman Diagnostik . Kini dalam Remisi Pedoman Diagnostik  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus pernah dipenuhi di masa lampau tetapi keadaan sekarang seharusnya tidak memnuhi kriteria untuk episode depresif dengan derajat keparahan apapun atau gangguan lain apapun dalam F30-F39.

9 Gangguan Afektif Menetap YTT F38 GANGGUAN SUASANA PERASAAN (MOOD [AFEKTIF]) LAINNYA F38. munul kira-kira sekali sebulan selama satu tahun yang lampau.0 Gangguan Afektif Tunggal Lainnya  Episode Afektif campuran Episode afektif yang berlangsung sekurang-kurangnya selama 2 minggu yang bersifat campuran atau pergantian cepat (biasanya dalam beberapa jam) antara gejala hipomanik. Jika onsetnya pada usia lebih lanjut. dan depresif F38. Ciri esensial ialah afek depresif yang berlangsung sangat lama yang tidak pernah atau jarang sekali cukup parah untuk memenuhi kriteria gangguan depresif berulang ringan atau sedang  Biasanya mulai dari usia dini dari masa dewasa dan berlangsung sekurang kurangnya beberapa tahun. gangguan ini seringkali merupakan kelanjutan suatu episeode depresif tersendiri dan berhubungan dengan masa berkabung atau stres lain yang tampak jelas. manik. dengan pemuliahan sempurna) tetapi memenuhi kriteria simptomatik untuk episeode depresif ringan. sedang atau berat .1 Gangguan Afektif Berulang Lainnya  Gangguan Depresif Singkat Berulang Episode depresif singkat yang berulang. kadang-kadang untuk jangka waktu tidak terbatas. Semua episode depresif masing-masing berlagsung kurang dari 2 minggu (yang khas ialah 2-3 hari.8 Gangguan Afektif Menetap Lainnya  Kategori sisa untuk gangguan afektif menetap yang tidak cukup parah atau tidak berlangsung cukup lama untuk memenuhi kriteria siklotimia atau distimia. namun secara klinis bermakna F34. F34.

8 Gangguan aektif lainnya YDT Merupakan kategori sisa untuk gangguan afektif yang tidak memenuhi kriteria untuk kategori manapun F38. jika tidak ada istilah lain yang dapat digunakan .9 Gangguan Afektif YTT  Untuk dipakai sebagai langkah akhir.F38.

norepinefrin. glutamate. Teori Psikoanalitik Anxietas adalah gejala dari konflik bawah sadar yang tidak terselesaikan. Pada tingkat yang paling primitif. serotonin. Pada tingkat yang lebih matang lagi. GANGGUAN SOMATOFORM & GANGGUAN TERKAIT STRES F40  PHOBIC ANXIETAS DISSODER Definisi Anxietas adalah perasaan tidak senang yang khas disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau frustrasi yang mengancam atau membahayakan rasa aman. Neurotransmiter yang berkaitan dengan AD adalah GABA.F4 GANGGUAN NEUROTIK. atau kehidupan seseorang individu atau kelompok biososialnya  Epidemiologi Angka prevalensi untuk Anxietas Dissoder 3-8% wanita > 40 tahun Rasio antara perempuan dan laki-laki sekitar 2:1. anxietas dihubungkan dengan kehilangan cinta dari objek yang penting. Teori kognitif-perilaku Penderita AD berespon secara salah dan tidak tepat terhadap ancaman. Sekitar 25% dari keluarga tingkat pertama penderita AD juga menderita gangguan yang sama. adanya - - - . Sedangkan penelitian pada pasangan kembar didapatkan angka 50% pada kembar monozigotik dan 15% pada kembar dizigotik. disebabkan oleh perhatian yang selektif terhadap hal-hal yang negative pada lingkungan. Insides tinggi pada usia 35-45 tahun. keseimbangan. Pada pasien AD juga ditemukan sistem serotonergik yang abnormal. Teori Genetik Pada sebuah studi didapatkan bahwa terdapat hubungan genetik pasien AD dan gangguan Depresi Mayor pada pasien wanita. anxietas dihubungkan dengan perpisahan dengan objek cinta.  Etiologi Teori Biologi Area otak yang diduga terlibat pada timbulnya AD adalah lobus oksipitalis yang mempunyai reseptor benzodiazepine tertinggi di otak. dan kolesistokinin. Merupakan gangguan kecemasan yang paling sering ditemukan pada usia tua.

hiperventilasi Mudah lelah.distorsi pada pemrosesan informasi dan pandangan yang sangat negative terhadap kemampuan diri untuk menghadapi ancaman. sering kaget Hiperaktivitas otonomik (wajah merah dan pucat.  Gejala Gejala somatik         Gemetar Nyeri punggung dan nyeri kepala Ketegangan otot Napas pendek. takikardia. sering kencing) Parestesia Sulit menelan Gejala psikologik       Rasa takut yang berlebihan dan sulit untuk dikontrol Sulit konsentrasi Insomnia Libido menurun Rasa mual di perut Hipervigilance 40. diare. mulut kering.0  Agarofobia. Gejala utama Ketakutan irrasional bila mengghadapi keadaan yang berbeda dari situasi keluarga dirumah Gejala fobia timbul setelah suatu fase permulaan panik & perasaan tak berdaya terhadap sesuatu yang belum terjadi ditempat yang jau dari rumah Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III - - . tangan rasa dingin. palpitasi.

Ada atau tidaknya ganguan panik pada agrofobia. bepergian keluar rumah. hendaknya diutamakan diagnosis agarofobia (F40. perilaku atau otonomik yang timbul harus merupakan manifestasi primer dari anxietas bukan sekunder dari gejala-gejala lain seperti waham atau pikiran obsesif anxietas yang timbul harus terbatas minimal 2 dari situasi berikut: banyak orang. Bila terlalu sulit membedakan antara fobia social dengan agarofobia.0) -  Diagnosis Banding Fobia Sosial Gangguan depresif dan agrofobia sering menonjol dan dapat menjadi penyebab.00= tanpa gangguan panik F40. gejala psikosis. tempat umum.1  Fobia Sosial Gejala utama Takut pada situasi terpapar sesuatu yang tertutup/asing Kecemasan terhadap sesuatu yang belum terjadi sanga jelas  Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III gejala psikosis. diutamakan diagnosis agrofobia .01= Dengan gangguan panik 40. dan bepergian sendiri menghindari situasi fobik harus atau sudah merupakan gejala yang menonjol (penderita menjadi “house bound”)    Diagnosis Banding Agrofobia Sebaian penderita hanya sediit mengaami anxietas karena mereka bisa menghindari objek/situasi fobik. Jika fobia sosial dan agrofobia sullit dibedakan. perilaku atau otonomik yang timbul harus merupakan manifestasi primer dari anxietas bukan sekunder dari gejala-gejala lain seperti waham atau pikiran obsesif Anxietas harus mendominasi atau terbatas pada situasi social tertentu (outside the family circle) Menghindari situasi fobik harus atau merupakan gejala yang menonjol. dapat dinyatakan dengan penggunaan karakter kelima - F40.

8 Gangguan Anxietas Fobik lainnya 40. Pada fobia khas ini umumnya tidak ada gejala psikiatrik lain. - - 40. tidak seperti agarofobia dan fobia sosial.9 Gangguan Anxietas Fobik YTT  Diagnosis Banding Phobic Anxietas Disorder  Skizofrenia Depresi berat Gangguan obsesif kompulsif Gangguan kepribadian paranoid Gangguan kepribadian menghindar Tatalaksana Psikoterapi:    Psikoterapi suportif Psikoterapi yang berorientasi dinamik Psikoanalisis.40.2  Fobia Khas (Terisolasi) Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III gejala psikosis.Terapi perilaku Somatoterapi:   Anti depresi Anti anxietas . perilaku atau otonomik yang timbul harus merupakan manifestasi primer dari anxietas bukan sekunder dari gejala-gejala lain seperti waham atau pikiran obsesif Anxietas harus terbatas pada adanya objek atau situasi fobik tertentu ( highly specific situation) Situasi fobik tersebut sedapat mungkin dihindarinya.

Dapat disertai gejala-gejala depresif dan obsesif. umumnya dapat terjadi “anxietas antisipatorik”. asal saja jelas bersifat sekunder atau ringan. untuk ditenangkan (reassurance) serta keluhan-keluhan somatic yang menonjolpadaan berlebihan  Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III . berdebar-debar. rasa dingin. kesemutan Rasa khawatir berleihan akan ha-hal yang akan datang Kewas Pada anak-anak sering terliahat adanya kebutuhan berlebihan.0 Gangguan Panik (anxietas paroksismal episodik)  Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III Gangguan panic baru ditegakkan sebagai diagnosis utama bila tidak ditemukan adanya gangguan ansietas fobik (F40. mudah kaget.1  Definisi Merupakan gangguan neurotik dengan gejala yang menonjol  kecemasan menyeluruh & menetap yang timbul karena kesalahan penyesuain diri terhadap secara emosional terhadap sutu stress  GK Ketegangan motorik : gemetar.F41   ANOTHER ANXIETAS DISSODER Manifestasi anxietas merupakan gejala utama dan tidak terbatas (not restricted) pada situasi lingkungan tertentu saja. 41. harus ditemukan adanya bebrapa kali serangan anxietas berat (severe attacks of autonomic anxiety) dalam masa kira-kira 1 bulan: Pada keadaan-keadaan dimana sebenarnya secara objektif tidak ada bahaya. - - - 41. yaitu anxietas yang terjadi setelah membayangkan sesuatu yamng mengkhawatirkan akan terjadi). Tidak terbatas pada situasi yang telah diketahui atau dapat diduga sebelumnya (unpredictable situation) Dengan keadaan yang relative bebas dari gejala-gejala anxietas pada periode di antara serangan-serangan panic (meskipun demikian. kening berkedut Hiperaktivitas saraf autotomik: berkeringat. bahkan beberapa unsure dari anxietas fobik. Gangguan cemas menyeluruh. tegang.-) Untuk diagnostik pasti.

-). Gangguan Anxietas lainnya YTD Gangguan Anxietas YTT - 41. Bila gejala-gejala yang memenuhi criteria dari kelompok gangguan ini terjadi dalam kaitan dengan perubahan atau stress kehidupan yang bermakna. beberapa gejala otonomik harus ditemukan walaupun tidak terus menerus.8 41.-). hiperaktivitas ototomik.9 .-) - - 41. gangguan anxietas fobik (F40. Untuk anxietas. maka harus digunakan kategori F43. Bila gejala-gejala tersebut berkaitan erat dengan stress kehidupan yang jelas. Adanya gejala-gejala lain yang sifatnya sementara (untuk beberapa hari). akan tetapi tidak memenuhi kriterianya secara lengkap. maka harus dipertimbangkan kategori gangguaqn anxietas lainnya atau gangguan anxietas fobik.2. gangguan panik (F41.0) atau gangguan obsesifkomfulsif (F42. Bila ditemukan anietas berat disertai depresi yang lebih ringan. khususnya depresi. gangguan penyesuaian. disamping rasa cemas atau kekhawatiran berlebihan. Gangguan Anxietas Campuran lainnya - - - 41. ketegangan motorik. tidak membatalkan diagnostikutama yakni gangguan anxietas menyeluru.- Penderita harus menunjukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hamper setiap hari untuk beberapa minggu sampai beberapa bulan. dan diagnosis gangguan campuran tidak fdapat digunakan. Jika karena suatu hal hanya dapat dikemukakan datu diagnostikmaka gangguan depresif harus diutamakan. 2 Gangguan campuran anxietas dan depresi  Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III Terdapat gejala-gejala anxietas maupun depresi.2 gangguan penyesuaian.3  Kriteria diagnostik menurut PPDGJ III Memenuhi criteria gangguan anxietas menyeluruh dan juga menunjukkan (meskipun hanya dalam jangka waktu pendek) cirri-ciri yang menonjol dari kategori gangguan F40-F49. Bila ditemukan sindrom depresi dan anxietas yang cukup berat untuk menegakkan diagnostiktersebut harus dikemukakan. yang tidak terbatas atau hanya menonjol pada keadaan situasi khusus tertentu saja (sifatnya “free floating” atau “mengambang”) Gejala tersebut harus mencakup unsur : kecemasan. selama hal tersebut tidak memenuhi kriteria lengkap dari episode depresif (F32. maka dimasukkan dalam kategori F43. dimana masing-masing tidak menunjukkan rangkaian gejala yang cukup berat untuk menegakkan diagnostiktersendiri.

mencuci tangan atau menghindari sesuatu. perasaan. Keterlibatan serotonin ini belum sebagai penyebab individu mengalami gangguan obsesif kompulsif. muak. melainkan sebagai pembentuk dari gangguan ini. kegiatan fungsional. menurut DSM IV adalah impuls berulang dan mengganggu pikiran.F42 OBSESSIVE COMPULSIVE DISSODER  Definisi OCD adalah gangguan kecemasan berulang yang melibatkan obsessive berulang atau dorongan kecemasan yang cukup memakan waktu. khususnya kurangnya jumlah serotonin. memeriksa keamanan. Ini disebut “thought-action fusion” (fusi pikiran dan tindakan). Dimana dorongan ini tidak membawa kesenangan - - -  Epidemiologi Prevalensi 2-10% Dewasa perempuan = laki-laki Remaja laki-laki > perempuan Onset usia ± 20 tahun  Etiologi Aspek Biologis  Adanya keterlibatan neurotransmitter di otak. atau kebutuhan kuat untuk mempunyai hal-hal “just so” Compulsion (Paksaan/Dorongan) merupakan perilaku yang disadari dan pola berulang dari perilaku terssebut. Obsessive dan Compulsive dapat mengganggu rutinitas normal seseorang. Proyeksi pada konteks frontal diperlukan untuk pengaturan mood. kegiatan sosial sehari-hari dan hubungan dengan keluarga dan temanteman Obsessive. Disertai dengan perasaan yang tidak menyenangkan seperti perasaan takut. . sensasi atau idea. proyeksi pada ganglia basalis bertanggung jawab pada OCD  - Psikologis  Penderita OCD menyetarakan pikiran dengan tindakan atau aktifitas tertentu yang dipresentasikan oleh pikiran tersebut. jijik. Fungsi serotonin di otak ditentukan oleh lokasi system proyeksinya. seperti menghitung hal.

2 - 42. Halhal tersebut dilatar-belakangi perasaan takut terhadap bahaya yang mengancam dirinya. Sedikitnya ada satu pikiran atau tindakan yang tidak berhasil dilawan. meskipun ada lainnya yang tidak lagi dilawan oleh penderita.0 42. keamanan atau masalah kerapihan dan keteraturan. atau implus tersebut harus merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan (unpleasantly repetitive). - Faktor Psikososial  OCD bisa disebabkan karena regresi dari fase anal dalam perkembangannya. Represi perasaan marah terhadap seseorang mungkin menjadi alasan timbulnya pikiran berulang untuk menyakiti orang tersebut. Dapat menyita waktu beberapa jam dalam sehari dan kadang berkaitan dengan ketidak-mampuan mengambil keputusan dan kelambanan Campuran Pikiran dan Tindakan Obsessive Penderita OCD memperlihatkan pikiran Obsessive serta tindakan Compulsive. Pikiran untuk melakukan tindakan tersebut di atas bukan merupakan hal yang memberi kepuasan atau kesenangan (sekedar perasaan lega dari ketegangan atau anxietas.1 - - 42.  Gejala OCD menurut PPDGJ-III : Harus disadari sebagai pikiran atau implus dari diri sendiri. Gagasan. bayangan pikiran. tidak dianggap sebagai kesenangan seperti dimaksud di atas). bayangan atau impuls yang sifatnya mengganggu Hampir selalu menyebabkan distress Predominan Tindakan Compulsive Berkaitan dengan kebersihan. Predominan Pikiran Obsessive atau Pengulangan Gagasan. Mekanisme pertahanan psikologis mungkin memegang peranan pada beberapa manifestasi pada gangguan obsesif-kompulsif. Diagnosis ini digunakan bilamana kedua hal tersebut menonjol Another Obsessive Compulsive Dissoder - - 42. dimana pikiran jahat diasosiasikan dengan niat jahat. Fusi antara pikiran dan tindakan ini dapat disebabkan oleh sikap-sikap tanggung jawab yang berlebih-lebihan yang menyebabkan timbulnya rasa bersalah seperti yang berkembang selama masa kanak-kanak.8 .

Penghambatan ambilan kembali serotonin diakibatkan oleh ikatan obat (misalnya: fluoxetine) pada transporter ambilan kembali yang spesifik. dan ritual obsesif dengan ansietas yang tinggi. disfunfsi seksual. maka hal ini menjadi sulit untuk dijadikan target terapi Terapi psikoanalisa tidak terlalu efektif untuk menangani gangguan obsesifkompulsif  - Exposure and Response Prevention  Terapi ini (dikenal pula dengan sebutan flooding) diciptakan oleh Victor Meyer (1966). dimana pasien menghadapkan dirinya sendiri pada situasi yang menimbulkan tindakan kompulsif dan kemudian menahan diri agar tidak menampilkan perilaku yang menjadi ritualnya membuatnya menghadapi stimulus yang membangkitkan kecemasan.   . nyeri kepala.42. Pada pendekatan ini pasien diuji untuk menguji ketakutan mereka bahwa hal yang buruk akan terjadi jika mereka tidak menampilkan perilaku kompulsi  - Farmakoterapi  Obat-obat Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) bekerja terutama pada terminal akson presinaptik dengan menghambat ambilan kembali serotonin.9  YTT Obsessive Compulsive Dissoder Tatalaksana Pendekatan Psikoanalisa  Terapi yang dilakukan adalah mengurangi represi dan memungkinkan pasien untuk menghadapi hal yang ditakutinya. Namun karena pikiran yang mengganggu dan perilaku kompulsif bersifat melindungi ego dari konflik yang direpres. Pengguanaan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) terutama ditujukan untuk memperbaiki perilaku stereotipik . Efek samping yang dapat terjadi adalah nausea. perilaku melukai diri sendiri. Terapi kognitif dari Beck juga dapat digunakan untuk menangani pasien OCD. Menyebabkan serotonin bertahan lebih lama di celah sinaps. sehingga memungkinkan kecemasan menjadi hilang - Rational-Emotive Behavior Therapy  Menurut Davison & Neale terapi ini digunakan untuk membantu pasien menghapuskan keyakinan bahwa segala sesuatu harus terjadi menurut apa yang mereka inginkan atau hasil pekerjaan harus selalu sempurna. resisten terhadap perubahan hal-hal rutin. dan mulut kering. sehinggga tidak ada lagi neurotransmitter serotonin yang dapat berkaitan dengan transporter.

atau sensorik yang memberi kesan sesuatu konsidi neurologis atau kondisi medis lain. tidak terjadi secara eksklusif selama perjalanan gangguan somatisasi. dan  Kontrol terhadap gerakan tubuh. dan dimulai dengan fluexetine dosis 10 mg/hari dengan pengamatan. Gejala atau defisit tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura). Perbaikan paling nyata dijumpai pada gangguan obsesif dan gejal cemas F. setelah penelitian yang valid.44 GANGGUAN DISOSIATIF (KONVERSI) SINDROM KONVERSI  Gejala utama adanya kehilangan sebagian atau seluruhnya dari integrasi normal (dibawah kendali kesadaran). KONVERSI DSM IV-TR     Satu atau lebih gejala atau defisit yang mempengaruhi fungsi motorik volunter.  Bukti terdapat penyebab psikologis. Tindakan terapi ditujukan untuk mengatasi gejala-gejala disruptif.    . kemampuan kendali di bawah kesadaran dan kendali selektif tersebut terganggu sampai taraf yang dapat berlangsung dari hari ke hari atau bahkan jam ke jam. Gejala atau defisit menyebabkan penderitaan secara klinis yang bermakna atau gangguan pada fungsi sosial. atau sebagai perilaku atau pengalaman yang diterima secara cultural.  Tidak terdapat adanya gangguan fisik yang dapat menjelaskan gejalagejala tersebut. pekerjaan. Pada konversi. antara :  Ingatan masa lalu. dalam bentuk hubungan kurun waktu yang jelas dengan problem dan kejadian-kejadian yang stressful atau hubungan interpersonal yang terganggu (meskipun hal tersebut disangkal oleh pasien). Gejala atau defisit tidak terbatas pada nyeri atau disfungsi seksual.  Obat SSRI tidak banyak berinteraksi dengan reseptor neurotransmitter lainnya. atau fungsi penting lainnya atau membutuhkan evaluasi medis. Faktor psikologis dipertimbangkan berhubungan dengan gejala atau defisit karena cetusan atau eksaserbasi gejala atau defisit didahului oleh konflik atau stresor lainnya.atau oleh efek langsung suatu zat. Gejala atau defisit tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh suatu kondisi medis umum. dan tidak lebih baik dijelaskan oleh gangguan mental lain.  Kesadaran identitas dan penginderaan segera (awareness of identity and immediate sensation).

JENIS GANGGUAN KONVERSI F. suara. F. amnesia buatan (conscious simulation of amnesia) ini biasanya berkaitan dengan problema keuangan. bahaya kematian dalam peperangan. atau kemungkinan hukuman penjara atau hukuman mati. beda dengan postical fugue pada setelah serangan epilepsi. harus dapat dibedakan stupor pada skizofrenia dan stupor depresi atau manik. individu berperilaku seakan-akan dikuasai oleh kepribadian lain. juga bukan ritual budaya atau agama.3 GANGGUAN TRANS DAN KESURUPAN Ciri khas kehilangan sementara aspek penghayatan akan identitas diri dan kesadaran terhadap lingkungannya.5 KONVULSI DISOSIATIF  Disebut juga pseudo suizures. dll). amnesia dapat total atau parsial. bukan aktivitas biasa. dengan ciri sangat berkurang atau hilangnya gerakan volunter dan respon normal terhadap rangsangan luar. amnesia psikogenik.44. dan gejala tersebut berbeda dengan prinsip fisiologis maupun anatomik. perabaan. F.  F. malaikat atau kekuatan lain.4 GANGGUAN MOTORIK DISOSIATIF  Gejala paling sering berupa tidak mampu menggerakkan seluruh atau sebagian dari anggota gerak. perbedaannya pada gangguan skizofrenia ataupun depresi perkembangannya sangat lambat.2 STUPOR DISOSIATIF   Harus ada stupor.44. juga interaksi sosial sederhana (membeli karcis. pasien melakukan perjalanan tertentu melampaui hal yang umumdilakukan sehari-hari. Gangguannya involunter.44.44.0 AMNESIA DISOSIATIF Ciri utama hilangnya daya ingat. Harus dapat dibedakan dengan simulasi sadar (malingering). mengenai kejadian stressful atau traumatik yang baru terjadi. dsb). F. menanyakan arah. dimana dalam hal ini tidak ada problem atau kejadian stressful. kekuatan gaib. gangguan kepribadian ganda. memesan makana. misal cahaya. mandi. epilepsi lobus temporalis.44. Adanya problem atau kejadian baru yang stressful. bensin.  Diagnosis Banding : Intoksikasi.44. F. dan kurang jelasnya tujuan berkepergian serta kegiatan pada pasien epilepsi. mirip dengan kejang epilepsi dalam hal . masih mampu mengurus kebutuhan dasar (makan. gangguan buatan sendiri dan berpura-pura. sedang kesadarannya tidak hilang.1 FUGUE DISOSIATIF  Selain ada amnesia disosiatif. biasanya kejadian penting yang baru terjadi (selektif).

Tusukkan jarum (narrow-bore scalp-vein needle) ke vena di lengan atau tangan. dapat pula terjadi perbedaan antara hilangnya perasaan pada berbagai jenis modalitas penginderaan ysng tidak disebabkan kerusakan neurologis. kabur atau tunnel vision (area lapangan pandang sama. seperti diasepam IV. F44. Cuma kalau dilihat dari kelompok gangguan sangat mungkin berhubungan dengan gejala anxietas. dan mencegah terulangnya serangan berikut.44.8 Gangguan Disosiatif Lainnya • • • • F44.6 ANESTESIA DAN KEHILANGAN SENSORIK DISOSIATIF  Anestesia pada kulit sering kali mempunyai batasan yang jelas. tidak menutup kemungkinan ciri kepribadian dari masing-masing pasien sangat berhubungan. biasanya berupa gangguan ketajaman penglihatan.gerakannya. Dapat juga terjadi tuli disosiatif dan anosmia. tidak tergantung pada perubahan jarak mata dari titik fokus). Gangguan penglihatan jarang total. Tetapi mobilitas pasien dan kemampuan motoriknya masih baik. luka jatuh karena serangan. sampai saat ini belum diketahui pasti. yang mana terjadi hipersensitivitas serotonin reseptor di SSP. Jelaskan bahwa medikasi akin menjadikan pasien santai (relaks) dan ingin berbicara. caranya sebagai berikut: 1. Baringkan pasien 2.9Gangguan disosiatif YTT PENATALAKSANAAN Psikoterapi : Tujuan : menyelidiki adanya konflik yang mendasarinya atua problem / kejadian baru yang sressful.7 GANGGUAN DISOSIATIF CAMPURAN Apa yang mungkin terjasi di SSP. tidak ada kehilangan kesadaran F. Untuk mengorek informasi mengenai problem yang mendasari munculnya disosiatif. atau Amobarbital (Amytal).88 gangguan disosiatif konversi lainnya YDT F44.80 Sindrom Ganser F44.81 gangguan kepribadian multiple F44. F. misalnya hilangnya perasaan dapat disertai dengan keluhan parestesia. selanjutnya menghilangkan problem / stressful tersebut.44. dapat dilakukan hipnosis wawancara dengan menggunakan hipnotika sedatif. bedanya : sangat jarang disertai lidah tergigit. 3. .82 gangguan disosiatif terjadi pada masa kanak dan remaja F44. mengompol.

Pada bagian psikiatri. atau bila tujuan terapi sudah tercapai. melanjutkan memberikan saran agar mau berbicara.45. teruskan invus itu dengan kecepatan 0. janganlah mencecar masalah itu (seperti perasaan amarah yang ingin membunuh terhadap seseorang) untuk mencegah timbulnya panik setelah wawancara. Pasien yang communicative mulai pembicaraan dengan yang netral dulu. Perasaan yang menyertainya dan reaksi saat ini terhadap masalah itu. 8. Wawancara : a.1 gangguan somatoform tak terperinci F. gangguan yang sering ditemukan di klinik adalah gangguan somatisasi dan hipokondriasis.45. Perbincangan masalah yang penuh lekatan emosi dan traumatic secara perlahan. Dorongan untuk bebicara akan mencapai puncaknya pada saat ini. Lakukan wawancara seperti wawancara psychiatric lain. b. tetapi tercapai pada dosis 75 mg (1.45. lima sama dengan klasifikasi awal dari PPDGJ ditambah dengan gangguan konversi.1 ml tiap 5 mnt. dan kemungkinan yang direpresi. yang menimbulkan rasa berdosa. untuk caranya lihat bab sebelumnya GANGGUAN SOMATOFORM berdasarkan PPDGJ III dibagi menjadi : F. dan gangguan dismorfik tubuh. 5. Hentikan wawancara bila bahan sudah cukup. Teruskan invus sampai pasien menunjukkan nistagmus lateral cepat atau mengantuk. Mulai injeksi larutan Amobarbital 5% (Amytal)-500 mg yang dilarutkan dalam 10 ml air stiril-dengan jumlah tetesan tidak melampaui 1 ml / mnt (50 mg / mnt untuk mencegah tertidur atau terhentinya pernafasan.5 . 6. Pasien yang bungkam. ambang tidur biasanya akan tercapai pada dosis antara 150 mg (3 ml) dan 350 mg (7 ml).45. Medikamentosa : biasanya menggunakan BZ.8 gangguan somatoform lainnya F. 9.45. Untuk mempertahankan tingkat nargosis. 7.2 gangguan hipokondriasis F.kemudian perbincangan masalah tersebut secara berulang untuk menggali rincian yang terlupakan. Pasien mutistik atau terhambat komonikasinya. b. menyebut fakta kehidupan pasien yang diketahui sering membantu mempercepat penyembuhan. ada tujuh kelompok. lambat laun menuju ke masalah yang traumatik. Biarkan pasien berbaring untuk 15 mnt lagi hingga dapat berjalan di bawah pengawasan.4 gangguan nyeri somatoform menetap F.9 gangguan somatoform YTT DSM-IV. .5 ml) pada lansia atau dengan penyakit organik.0 gangguan somatisasi F. tetapi denga beebread pesan : a.3 disfungsi otonomik somatoform F. Bicara agak pelo adalah jamak.45.45.4.

0 Gangguan Somatisasi Definisi Gangguan somatisasi (somatization disorder) dicirikan dengan keluhan somatik yang beragam dan berulang yang bermula sebelum usia 30 tahun (namun biasanya pada usia remaja). Keluhan-keluhan yang diutarakan biasanya mencakup sistim-sistim organ yang berbeda seperti nyeri yang samar dan tidak dapat didefinisikan. 45.F. Kriteria diagnostik untuk Gangguan Somatisasi Untuk gangguan somatisasi. Etiologi Belum diketahui. kardiopulmonar. pergantian status kesadaran yang sulit ditandai dan lain sebagainya. yang sudah berlangsung sedikitnya 2 tahun Tidak mau menerima nasehat atau penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ada kelainan fisik yang dapat menjelaskan keluhan-keluhannya. bermula pada masa remaja atau dewasa muda Rasio tertinggi usia 20. genitourinaria. gastrointestinal. problem menstruasi/seksual. terkadang pada saat yang sama. orgasme terhambat. . Jarang dalam setahun berlalu tanpa munculnya beberapa keluhan fisik yang mengawali kunjungan ke dokter. diagnosis pasti memerlukan semua hal berikut:   Adanya banyak keluhan-keluhan fisik yang bermacam-macam yang tidak dapat dijelaskan atas dasar adanya kelainan fisik. dan berakibat antara menuntut perhatian medis atau mengalami hendaya yang berarti dalam memenuhi peran sosial atau pekerjaan. Keluhan tersebut juga tampak meragukan atau dibesar-besarkan. terjadi karena individu belajar untuk mensomatisasikan dirinya untuk mengekspresikan keinginan dan kebutuhan akan perhatian dari keluarga dan orang lain Epidemiologi Wanita : pria = 10 :1. Keluhan-keluhannya tidak dapat dijelaskan oleh penyebab fisik atau melebihi apa yang dapat diharapkan dari suatu masalah fisik yang diketahui.30 tahun Pasien dengan riwayat keluarga pernah menderita gangguan somatoform (berisiko 1020 kali lebih besar dibanding yang tidak ada riwayat). penyakit-penyakit neurologik. Teori yang ada yaitu teori belajar. bertahan paling tidak selama beberapa tahun. dan orang itu sering kali menerima perawatan medis dari sejumlah dokter. Orang dengan gangguan somatisasi adalah orang yang sangat sering memanfaatkan pelayanan medis.

Tatalaksana Tujuan pengobatan 1. hilangnya sensasi atau nyeri. atau selama miksi) 2 gejala gastrointestinal: sekurangnya dua gejala selain nyeri (misalnya mual. paralisis. ketulian. punggung. pemeriksaan fisik. sulit menelan. terjadi selama periode beberapa tahun Tiap kriteria berikut ini harus ditemukan. retensi urin. 1 gejala pseudoneurologis: sekurangnya satu gejala atau defisit yang mengarahkan pada kondisi neurologis yang tidak terbatas pada nyeri (gangguan koordinasi atau keseimbangan. atau alkohol) Jika terdapat kondisi medis umum. medikasi. diare. selama menstruasi. yang berkaitan dengan sifat keluhan-keluhannya dan dampak dari perilakunya. sendi. rektum. perdarahan menstruasi berlebihan. tiap gejala dalam kriteria B tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh sebuah kondisi medis umum yang dikenal atau efek langsung dan suatu zat (misalnya efek cedera. selama hubungan seksual. kebutaan. keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan dari riwayat penyakit. obat. 4 gejala nyeri: sekurangnya empat tempat atau fungsi yang berlainan (misalnya kepala.  Salah satu (1) atau (2): Setelah penelitian yang diperlukan. atau temuan laboratorium. dada. kembung. gejala disosiatif seperti amnesia. disfungsi erektil atau ejakulasi. Mencegah adopsi dari rasa sakit. halusinasi. Terdapat disabilitas dalam fungsinya di masyarakat dan keluarga. anggota gerak. atau hilangnya kesadaran selain pingsan).  Gejala tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti gangguan buatan atau pura-pura). menstruasi tidak teratur. muntah sepanjang kehamilan). atau:   Keluhan fisik dimulai sebelum usia 30 tahun. atau intoleransi terhadap beberapa jenis makanan) 1 gejala seksual: sekurangnya satu gejala selain dari nyeri (misalnya indiferensi seksual. pandangan ganda. kejang. perut. muntah selain dari selama kehamilan. invalidasi (tidak membenarkan pemikiran/meyakinkan bahwa gejala hanya ada dalam pikiran tidak untuk kehidupan nyata .

2. Meminimalisir biaya dan komplikasi dengan menghindari tes-tes diagnosis, treatment, dan obat-obatan yang tidak perlu 3. Melakukan kontrol farmakologis terhadap sindrom komorbid (memperparah kondisi) Strategi dan teknik psikoterapi dan psikososial 1. Pengobatan yang konsisten, ditangani oleh dokter yang sama 2. Buat jadwal regular ddengan interval waktu kedatangan yang memadai 3. Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial Strategi dan teknik farmakologikal dan fisik 1. Diberikan hanya bila indikasinya jelas 2. Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi 3. Anti anxietas dan antidepressan Prognosis Dubia et malam. Pasien susah sembuh walau sudah mengikuti pedoman pengobatan. Sering kali pada pasien wanita berakhir pada percobaan bunuh diri.

F.45.1 Gangguan Somatoform Tak Terperinci Etiologi Tidak diketahui Epidemiologi Bervariasi, di USA 10%-12% terjadi pada usia dewasa dan 20 % menyerang wanita.

Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Somatoform yang tak terperinci   Keluhan-keluhan fisik bersifat multipel, bervariasi dan menetap, akan tetapi gambaran klinis yang khas dan lengkap dari gangguan somatisasi tidak terpenuhi Kemungkinan ada ataupun tidak faktor penyebab psikologis belum jelas, akan tetapi tidak boleh ada penyebab fisik dari keluhan-keluhannya. atau : Satu atau lebih keluhan fisik (misalnya kelelahan, hilangnya nafsu makan, keluhan gastrointestinal atau saluran kemih) · Salah satu (1) atau (2) Setelah pemeriksaan yang tepat, gejala tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh kondisi medis umum yang diketahui atau oleh efek langsung dari suatu zat (misalnya efek cedera, medikasi, obat, atau alkohol)

·

Jika terdapat kondisi medis umum yang berhubungan, keluhan fisik atau gangguan sosial atau pekerjaan yang ditimbulkannya adalah melebihi apa yang diperkirakan menurut riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, atau temuan laboratorium.

-

Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya. Durasi gangguan sekurangnya enam bulan.

-

Gangguan tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya gangguan somatoform, disfungsi seksual, gangguan mood, gangguan kecemasan, gangguan tidur, atau gangguan psikotik).

-

Gejala tidak ditimbulkan dengan sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura)

Tatalaksana Tujuan pengobatan 1. Mencegah adopsi dari rasa sakit, invalidasi (tidak membenarkan pemikiran/meyakinkan bahwa gejala hanya ada dalam pikiran tidak untuk kehidupan nyata 2. Meminimalisir biaya dan komplikasi dengan menghindari tes-tes diagnosis, treatment, dan obat-obatan yang tidak perlu 3. Melakukan kontrol farmakologis terhadap sindrom komorbid (memperparah kondisi) Strategi dan teknik psikoterapi dan psikososial 1. Pengobatan yang konsisten, ditangani oleh dokter yang sama 2. Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai 3. Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial Strategi dan teknik farmakologikal dan fisik 1. Diberikan hanya bila indikasinya jelas 2. Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi 3. Anti anxietas dan antidepressant (kalau perlu) Prognosis Bervariasi, sulit diprediksi karena prognosisnya bergantung pada gejala yang lebih dominan. F.45.2 Gangguan Hipokondriasis Definisi Hipokondriasis adalah keterpakuan (preokupasi) pada ketakutan menderita, atau keyakinan bahwa seseorang memiliki penyakit medis yang serius, meski tidak ada dasar medis untuk keluhan yang dapat ditemukan. Berbeda dengan gangguan somatisasi dimana

pasien biasanya meminta pengobatan terhadap penyakitnya yang seringkali menyebabkan terjadinya penyalahgunaan obat, maka pada gangguan hipokondrik pasien malah takut untuk makan obat karena dikira dapat menambah keparahan dari sakitnya. Ciri utama dari hipokondriasis adalah fokus atau ketakutan bahwa simptom fisik yang dialami seseorang merupakan akibat dari suatu penyakit serius yang mendasarinya, seperti kanker atau masalah jantung. Rasa takut tetap ada meskipun telah diyakinkan secara medis bahwa ketakutan itu tidak berdasar. Gangguan ini paling sering muncul antara usia 20 dan 30 tahun, meski dapat terjadi di usia berapapun. Orang dengan hipokondriasis tidak secara sadar berpura-pura akan simptom fisiknya. Mereka umumnya mengalami ketidaknyamanan fisik, seringkali melibatkan sistem pencernaan atau campuran antara rasa sakit dan nyeri. Berbeda dengan gangguan konversi yang biasanya ditemukan sikap ketidakpedulian terhadap simptom yang muncul, orang dengan hipokondriasis sangat peduli, bahkan benar-benar terlalu peduli pada simptom dan hal-hal yang mungkin mewakili apa yang ia takutkan. Pada gangguan ini, orang menjadi sangat sensitif terhadap perubahan ringan dalam sensasi fisik, seperti sedikit perubahan dalam detak jantung dan sedikit sakit serta nyeri. Padahal kecemasan akan simptom fisik dapat menimbulkan sensasi fisik itu sendiri, misalnya keringat berlebihan dan pusing, bahkan pingsan. Mereka memiliki lebih lanjut kekhawatiran akan kesehatan, lebih banyak simptom psikiatrik, dan mempersepsikan kesehatan yang lebih buruk daripada orang lain. Sebagian besar juga memiliki gangguan psikologis lain, terutama depresi mayor dan gangguan kecemasan. Etiologi Masih belum jelas Epidemiologi Biasanya terjadi pada usia dewasa, rasio antara wanita dan pria sama Kriteria Diagnostik untuk Hipokondriasis Untuk diagnosis pasti gangguan hipokondrik, kedua hal ini harus ada:  Keyakinan yang menetap adanya sekurang-kurangnya satu penyakit fisik yang serius yang melandasi keluhan-keluhannya, meskipun pemeriksaan yang berulang-ulang tidak menunjang adanya alasan fisik yang memadai, ataupun adanya preokupasi yang menetap kemungkinan deformitas atau perubahan bentuk penampakan fisiknya (tidak sampai waham)

pekerjaan. invalidasi (tidak membenarkan pemikiran/meyakinkan bahwa gejala hanya ada dalam pikiran tidak untuk kehidupan nyata 2. gangguan obsesif-kompulsif. Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan kecemasan umum. Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai 3. Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. Tatalaksana Tujuan pengobatan 1. Tidak mau menerima nasehat atau dukungan penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ditemukan penyakit atau abnormalitas fisik yang melandasi keluhan-keluhannya Ciri-ciri diagnostik dari hipokondriasis: Perokupasi (keterpakuan) dengan ketakutan menderita. ditangani oleh dokter yang sama 2. gangguan depresif berat. Mencegah adopsi dari rasa sakit. Meminimalisir biaya dan komplikasi dengan menghindari tes-tes diagnosis. gangguan panik. Tidak disertai dengan waham dan tidak terbatas pada kekhawatiran tentang penampilan (seperti pada gangguan dismorfik tubuh). dan obat-obatan yang tidak perlu 3. Prognosis . Therapi kognitif-behaviour Strategi dan teknik farmakologikal dan fisik 1. Melakukan kontrol farmakologis terhadap sindrom komorbid (memperparah kondisi) Strategi dan teknik psikoterapi dan psikososial 1. Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial 4. Perokupasi menetap walaupun telah dilakukan pemeriksaan medis yang tepat. Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi 2. atau fungsi penting lain. ide bahwa ia menderita suatu penyakit serius didasarkan pada interpretasi keliru orang tersebut terhadap gejala-gejala tubuh. atau gangguan somatoform lain. treatment. Usahakan untuk mengurangi gejala hipokondriasis dengan SSRI (Fluoxetine 60-80 mg/ hari) dibandingkan dengan obat lain. Pengobatan yang konsisten. cemas perpisahan. Lama gangguan sekurangnya 6 bulan.

yang tidak terpengaruh oleh hasil pemeriksaan maupun penjelasan dari dokter Tidak terbukti adanya gangguan yang cukup berarti pada struktur/fungsi dari sistem/organ yang dimaksud Kriteria ke 5. tremor. ditambahkan : F. biasanya setelah suatu stres dan dapat hilang dalam beberapa hari atau berlangsung bertahun-tahun.45. muka panas. F. menunjukkan lokasi rasa nyeri yang dialaminya dengan lebih spesifik. Gangguan Nyeri Yang Menetap Definisi Gangguan nyeri ditandai oleh gejala nyeri yang semata-mata berhubungan dengan faktor psikologis atau secara bermakna dieksaserbasi oleh faktor psikologis. .31 = Saluran Pencernaan Bagian Atas F. dalam Davidson. yang sifatnya menetap dan mengganggu Gejala subjektif tambahan mengacu pada sistem atau organ tertentu (tidak khas) Preokupasi dengan penderitaan mengenai kemungkinan adanya gangguan yang serius yang menimpanya. Neale.10 % pasien bisa sembuh. lebih detail dalam memberikan gambaran sensoris dari rasa nyeri yang dialaminya.38 = Sistem atau Organ Lainnya F.45.32 = Saluran Pencernaan Bagian Bawah F.33 = Sistem Pernapasan F.45.3 Gangguan Disfungsi Otonomik Somatoform Kriteria diagnostik yang diperlukan : Ada gejala bangkitan otonomik seperti palpitasi. pasien malah bertindak sebaliknya.34 = Sistem Genito-Urinaria F. Kring.45. Sedangkan pada nyeri somatoform.30 = Jantung dan Sistem Kardiovaskular F.4 . 25 % prognosisnya buruk.45. dan menjelaskan situasi dimana rasa nyeri yang dirasakan menjadi lebih sakit atau lebih berkurang (Adler et al. Biasanya disertai penyakit organik yang walaupun demikian tidak dapat menerangkan secara adekuat keparahan nyerinya (Tomb..45. Munculnya secara tiba-tiba. Individu yang merasakan nyeri akibat gangguan fisik. 65 % berlanjut menjadi kronik dengan onset yang berfluktuasi.45. 45. 2004). 2004). berkeringat. Pasien sering wanita yang merasa mengalami nyeri yang penyebabnya tidak dapat ditemukan.

fokus pada pertahankan fungsi dan motilitas tubuh daripada fokus pada penyembuhan nyeri Strategi dan teknik psikoterapi dan psikososial 1. Jika nyerinya akut (< 6 bulan). di USA 10-15% pasien datang dengan keluhan nyeri punggung. Mencegah adopsi dari rasa sakit. ditangani oleh dokter yang sama 2. atau fungsi penting lain. Melakukan kontrol farmakologis terhadap sindrom komorbid (memperparah kondisi) 4. invalidasi (tidak membenarkan pemikiran/meyakinkan bahwa gejala hanya ada dalam pikiran tidak untuk kehidupan nyata 2. Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Nyeri Nyeri pada satu atau lebih tempat anatomis Nyeri menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial. kemarahan. Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial 4. eksaserbasi atau bertahannya nyeri. treatment. Tatalaksana Tujuan pengobatan 1. Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai 3. dan obat-obatan yang tidak perlu 3. Nyeri kronik: pertimbangkan terapi fisik dan pekerjaan. Faktor psikologis dianggap memiliki peranan penting dalam onset. Gejala atau defisit tidak ditimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura). serta terapi kognitifbehavioural Strategi dan teknik farmakologikal dan fisik 1. atau gangguan psikotik dan tidak memenuhi kriteria dispareunia. Diberikan hanya bila indikasinya jelas 2. Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi . pekerjaan.Etiologi Tidak diketahui Epidemiologi Terjadi pada semua tingkatan usia. kecemasan. Meminimalisir biaya dan komplikasi dengan menghindari tes-tes diagnosis. Nyeri tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mood. Jika nyeri bersifat kronik (>6 bulan ). tambahkan obat simptomatik untuk gejala yang timbul 5. Pengobatan yang konsisten.

Dispepsia . acetaminophen dan NSAID 5.3.0 Neurastenia • Pedoman Diagnostik a.Pusing kepala . cenderung baik.45. Pertimbangkan akupunktur Prognosis : Jika gejala terjadi < 6 bulan. atau keluhan mengenai kelemahan badaniyah dan kehabisan tenaga hanya setelah kegiatan ringan saja. terbatas secara spesifik pada bagian tubuh/sistem tertentu Tidak ada kaitan dengan adanya kerusakan jaringan Termasuk didalamnya. cenderung buruk (cenderung menjadi kronik).Tidak dapat bersantai .9 gangguan somatoform YTT F.45. ”globus histericus”(perasaan ada benjolan di kerongkongan>>>disfagia) dan dismenore psikogenik F.Peka/mudah tersinggung .48.Perasaan sakit dan nyeri otot-otot . dan jika gejala terjadi > 6 bulan.48 GANGGUAN NEUROTIK LAINNYA F.Gangguan tidur . b. Kronik: Trisiklik anti depresan. Akut: acetaminophen dan NSAIDS (tidak dicampur) atau sebagai tambahan pada opioid 4.8 Gangguan Somatoform Lainnya Pedoman Diagnostik : Keluhan yang ada tidak melalui saraf otonom. Paling sedikit ada 2 dari hal-hal tersebut dibawah ini: . Adanya keluhan-keluhan yang menetap dan mengganggu berupa meningkatnya rasa lelah setelah suatu kegiatan mental. F.Sakit kepala . pruritus psikogenik.

Gajala derealisasi. semu. Bila ditemukan gejala otonomik ataupun depresif .c. b. d.48. seperti Skizofrenia. • Harus diusahkan terlebih dahulu menyingkirkan kemungkinan gangguan depresif atau gangguan anxietas F. F. hilang. tidak hidup. bukan dari dirinya.1 Sindrom Depersonalisasi-derealisasi • Pedoman Diagnostik a.8 Gangguan Neurotik Lainnya YDT • Kategori ini mencakup gangguan-gangguan campuran dari perilaku. tanpa warna. keyakinan dan emosi yang tidak ada penyebabnya dan status neurologik yang jelas. F. c. yaitu objek.jauh. yaitu individu merasa bahwa perasaanya dan atau pengalamannya terlepas dari dirinya.48. Memahami bahwa hal tersebut merupakan perubahan spontan dan subjektif dan bukan disebabkan oleh kekuatan luar atau orang lain. jauh. dan yang terjadi dengan frekuensi tertentu di dalam lingkungan budaya tertentu.48. Epilepsi. Gejala depersonalisasi. keadaan tersebut tidak cukup menetap dan berat untuk dapat memenuhi kriteria tersebut agar dapat didiagnosis secara tersendiri. Peng-inderaan tidak terganggu (clear sensorium) dan tidak ada “toxic confusional state” atau epilepsi • Harus dibedakan dengan gangguan lain dengan gejala “change of personality”.9 Gangguan Neurotik YTT . Gangguan disosatif. orang dan atau lingkungan menjadi seperti tidak sesungguhnya (unreal).

0) o Kesulitan memberi makan dan gangguan penatalaksanaan makan (R63.0 anorexia nervosa • Suatu gangguan yang ditandai penurunan berat badan yang disengaja. yang dimulai dan atau dipertahankan oleh pasien • Umumnya pada gadis remaja atau manita muda .3) o Kesulitan memberi makan pada masa bayi dan kanak (F98.3) F50.2) o Pika pada anak (F98.F5 SINDROM TINGKAH LAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN FISIOLOGIS DAN FAKTOR FISIK  F50 gangguan makan Tidak termasuk : o Anoreksia atau kehilangan nafsu makan YTT (R63.

dengan manifestasi wanita sebagai amenore dan pada pria sebagai kehilangan minat seksual dan potensi • Jika onset terjadi pada masa pra pubertas.8) F50. tetapi interaksi sosiokultural dan faktor biologis berperan sebagai penyebabnya. kepribadian yang lemah Pedoman diagnostik • Berat badan tetap 15% dibawah normal (baik kurang maupun tidak tercapai) atau indeks massa tubuh quetelet adalah 17. perkembangan pubertas tertunda atau bahkan tertahan. dan juga mekanisme psikologis.5 atau kurang • Pengurangan berat badan dilakukan sendiri dengan menghindarkan makanan yang mengandung lemak dan salah satu dan lebih dari yang hal berikut : – Merangsang muntah oleh dirinya sendiri – Olah raga berlebihan – Makan obat penekan nafsu makan • Terdapat distorsi citra tubuh (body image) dalam bentuk psikopatologi khas dengan ketakutan gemuk terus menerus • Adanya gangguan yang luas pada endokrin yang meliputi proses hipotalamushipofisis-gonad.0) Kehilangan nafsu makan psikogenik (F50.1 anorexia nervosa tak khas • Istilah ini digunakan untuk individu dimana 1 atau lebih dari ciri anoreksia nervosa : amenore dan kehilangan berat badan bermakna tidak ditemukan atau tidak ada . tetapi menarke terhambat Tak termasuk : • • kehilangan nafsu makan (R63.• Penyebab secara hakiki belum begitu diketahui. Dengan kesembuhan barulah pubertas tercapai.

pasien menyerah terhadap episode makan berlebih. dan keinginan untuk makan yang tak tertahankan.• Pasien yang mempunyai semua gejala utama tetapi taraf ringan juga bisa dimasukkan • Bukan masuk kelas ini jika gangguannya diakibatkan oleh penyakit fisik yang diketahui F50. sehingga pasien menggunakan cara yang sangat ketat untuk mengurangi efek “menggemukkan” dari makanan • • Distribusi umurnya sama kaya anoreksia nervosa Dianggap sebagai sekuele daru anoreksia nervosa menetap Pedoman diagnostik : • Terdapat suatu preokupasi yang terus menerus untuk makan. menetukan suatu ambang batas berat bada tertentu jauh dari berat badan yang optimal Termasuk : bulimia YTT Hiperoreksia nervosa . saat mana pasien makan sangat banyak dalam waktu yang singkat • Pasien berusaha melawan efek “menggemukkan” dari makanan dengan cara : – Sengaja merangsang muntah – Pemakaian pencahar berlebihan – Puasa berkala – Memakan obat penekan nafsu makan • Psikopatologinya : rasa khawatir luar biasa terhadap kegemukan.2 bulimia nervosa • Adalah suatu sindrom yang ditandai oleh serangan berulang perilaku makan berlebih dan preokupasi berlebihan perihal berat badannya.

dan lain lain) • • Termasuk : makan berlebih psikogenik Tak termasuk : obesitas (E66). sedangkan pada orang . hipersomnia. operasi pembedahan.2) F50. kualita atau waktu tidur akibat kausa emosional yaitu insomnia.8 gangguan makan lainnya • Termasuk : pika nonorganik masa dewasa.5 Muntah yang berhubungan dengan psikologis lainnya • • • • Selain muntah yang dilakukan sendiri seperti di bulimia nervosa Contohnya : muntah berulang akibat gangguan disosiatif. muntah psikogenik Tak termasuk : nausea dan muntah YTT (R11) F50. gangguan jadual tidur • Parasomnia : peristiwa episodik abnormal yang terjadi selama tidur.3 bulimia nervosa tak khas • Istilah ini digunakan pada individu dengan satu atau lebih ciri utama gejala bulimia nervosa (F50. dll Termasuk : hiperemis gravidarum psikogenik. kehilangan nafsu makan psikogenik F50.F50. kecelakaan. polifagia (R63.4 makan berlebih yang berhubungan dengan psikologis lainnya • Adalah makan berlebih yang akan menyebabkan kegemukan sebagai suatu reaksi terhadap stress harus dimasukkan disini (berkabung.9 gangguan makan YTT  F51 gangguan tidur non organik Kelompok ini mencakup : • Dissomnia : kondisi psikogenik primer dengan ciri gangguan utama adalah jumlah.2) tidak ditemukan • Termasuk : bulimia dengan berat badan normal F50. pada masa anak – anak berhubungan dengan perkembangan anak.

cemas.0 insomnia nonorganik • Insomnia : suatu kondisi tidur yang tidak memuaskan secara kuantitas atau dan kualitas. yang keduannya menyebabkan berbagai gangguan dalam fungsi sosial dan pekerjaan F51. mempertahankan tidur atau kualitas tidur yang buruk Gangguan tidur terjadi minimal 3 kali dalam seminggu selama minimal 1 bulan Adanya preokupasi akan tidak bisa tidur dan kekhawatiran berlebihan perihal akibatnya pada malam dan sepanjang hari • Tidak puas secara kuantitas dan kualitas dari tidurnya. yang berlangsung untuk 1 kurun waktu tertentu • Mempunyai keluhan : kesulitan masuk tidur.1 hipersomnia nonorganik • Adalah suatu kondisi baik tidur siang berlebihan maupun serangan kantuk (yang tidak disebabkan oleh tidur yang kurang) atau membutuhkan tenggang waktu yang lebih lama untuk segera pulih segar setelah bangun tidur . yaitu somnambulisme. khawatir. sulit mempertahankan tidur. depresif pada saat tidur. merasa seolah olah pikirannya melayang • Biasanya mereka mengatasinya dengan minum obat ataupun alkohol Pedoman diagnostik : • • • Keluhan sulit masuk tidur. bangun terlalu dini • Cenderung pada wanita dan berkembang pada waktu terjadinya peningkatan stress kehidupan • Pasien insomnia merasakan dirinya tegang. mimpi buruk • • Termasuk pada kategori ini hanya gangguan tidur yang disebabkan oleh emosi sebagai faktor utamanya Tak termasuk : gangguan tidur organik (G47) F51. teror tidur.dewasa predominan adalah psikogenik.

reaktivitas dan kemampuan motorik yang rendah. . maupun waktunya sehingga menyebabkan terganggunya fungsi sosial dan pekerjaan F51. yang menyebabkan keadaan yang tak menyenangkan atau menyebabkan gangguan yang nyata pada fungsi sosial atau pekerjaan F51. yang bukan disebabkan oleh kurang tidur dan atau membutuhkan waktu tenggang yang lebih lama untuk mencapai keaadaan siaga penuh saat bangun tidur • Gangguan tidur terjadi setiap hati selama lebih dari 1 bulan atau gangguan berulang yang berlangsung relatif singkat .3 somnambulisme • Adalah suatu keadaan perubahan dari kesadaran.2 Gangguan jadual tidur nonorganik • Diartikan sebagai kurang sinkronnya antara jadual tidur dan siaga seseorang dengan jadual tidur siaga yang diinginkan untuk lingkungannya. dimana fenomena tidur dan bangun bercampur pada saat yang sama • Pada saat ini berlangsung. memperlihatkan tingkat kesadaran yang rendah. keadaan ini berhubungan dengan gangguan jiwa Pedoman diagnostik : • Tidur siang berlebihan atau serangan kantuk yang hebat pada siang hari. individu bangun dari tempat tidurnya.• Bila tak ada penyebab organiknya. berlangsung sekurang kurangnya 1 bulan atau secara berulang dengan periode yang lebih singkat • Tidur kurang memuaskan dalam kuantitas. kualitas. dengan akibat keluhan baik insomnia maupun hipersomnia Pedoman diagnostik : • Pola jadual individu yang berbeda dengan jadual tidur yang dianggap normal di masyarakat dan keadaan budaya sekitarnya • Adanya insomnia pada waktu orang tidur dan hipersomnia pada waktu kebanyakan orang bangun. biasanya terjadi 1/3 awal dari tidur malam dan berjalan.

• Bisa meninggal kan rumah dan bisa menyebabkan resiko kecelakaan tapi nanti akan kembali lagi ke tempat tidurnya • Pasien tidak ingat atas kejadian tersebut pada saat keesokan harinya Pedoman diagnostik : • Gambaran utamanya adalah satu atau lebih episode bangun dari tempat tidur. individu tak ingat mengenai episode tersebut • Dalam waktu beberapa menitsetelah bangun dari episode somnambulisme. biasanya pada sepertiga awal malam. walaupun mula – mula mungkin ada periode singkat berupa kebingungan dan disorientasi • Tak ada bukti terdapatnya gangguan mental organik seperti demensia atau suatu gangguan fisik seperti epilepsi F51. lalu berjalan • Selama episode itu individu tersebut pandangan kosong. dan hanya dengan susah payah dapat dibangunkan dari tidurnya • Pada waktu bangun. walaupun mereka jarang meninggalkan kamar tidur Pedoman diagnostik : • Gejala predominan adalah terjadinya 1 atau lebih episode terbangun dari tidur yang diawali dengan teriakan panik.4 teror tidur • Adalah episode dimalam hari yang ditandai oleh rasa tercekam atau panik dengan hebat dengan cetusan teriakan • • • Individu terduduk atau terbangun dengan teriakan panik Terjadi 1/3 awal tidur malem Sering lari kepintu seolah mau melarikan diri. tak responsif pada bagian rangsangan. tidak terjadi gangguan aktivitas mental atau perilaku. baik dari 1 episede ataupun keesokan harinya. dengan tanda khas adanya anxietas. tubuh . muka menatap kedepan. tak dapat berkomunikasi.

nafas cepat. tetapi biasanya terjadi pada fase akhit tidur • Saat terbangun dari mimpi menakutkan. dan berkeringat • Episeode berulang ini berlangsung selama 1 – 10 menit dan biasanya terjadi pada 1/3 awal tidur malam • Secara relatif tidak bereaksi terhadap berbagai upaya orang lain untuk mengatasi peristiwa teror malam itu dan upaya demikian bahkan dapat menyebabkan disorientasi dan gerakan perseveratif untuk beberapa menit • Bila dapat ingat peristiwanya. pasien siaga penuh dan baik orientasinnya • Pengalaman mimpi itu dan akibat gangguan tidur yang terjadi menyebabkan pesien merasa tidak enak TERMASUK : gangguan anxxietas pada mimpi F51.9 gangguan tidur nonorganik YTT .bergetar.8 tidur nonorganik lainnya F51. biasanya termasuk ancaman terhadap kehidupan. yang teringat secara terinci oleh individu tersebut • • • Sering terjadi pengulangan dengan mimpi yang sama Pedoman diagnostik : Terbangun dari tidur malam atau tidur siang dengan mimpi yang terperinci. jelas dan menakutkan. keamanan dan harga diri. terbangun dapat terjadi kapan saja. dilatasi pupil.5 mimpi buruk / nightmare • Adalah penganlama mimpi yang penuh dengan kecemasan atau ketakutan. hanya minimal (biasanya hanya terbatas pada 1 atau 2 bayang bayang mental yang fragmentaris) • Tak ada tanda suatu gangguan fisik (tumor otak dan epilepsi) F51. hiperaktivitas otonomik yang hebat seperti takikardi .

Jika terjadi pada selama masturbasi .8). begitu pula orgasme dicapai tapi tidak mendatangkan kenikmatan. Biasanya terjadi pada wanita F52. menimbulkan perasaan takut dan cemas. sehingga aktivitas seksual dihindarkan • Tidak menikmati seks : hubungan seks berjalan normal. koro (F48. impotensi psikogenik .1 Tidak menyukai dan tidak menikmati seks • Tidak menyukai seks : bila berhubungan seksual disertai oleh perasaan negatif yang hebat.0 kurang atau hilangnya nafsu seks • Merupakan masalah utama dan tidak merupakan gangguan sekunder dari kesulitan seksual lainnya seperti kegagalan ereksi atau dispareunia • Berkurangnya nafsu seksual tidak menyingkirkan kenikmatan dan gairah seksual tetapi menyebabkan berkurangnya aktivitas seksual • Termasuk : rigiditas.– Termasuk gangguan tidur emosional YTT  F52 Disfungsi seksual bukan disebabkan oleh gangguan atau penyakit organik     Meliputi bagaimana cara dimana individu tak mampu unutk melaksanakan senggama sebagaimana yang diharapkannya Wanita cenderung lebih lazim mengeluh mengenai kualitas subjektif pengalaman seksualnya (kurangnya kepuasan atau minat) Laki laki mengeluh adanya kegagalan dari respon spesifik seperti ereksi dan ejakulasi Tak termasuk : sindrom dhat (f48.2 kegagalan dari respon genital • Pria : masalah utama disfungsi ereksi. gangguan ereksi pada pria. gangguan nafsu seksual hipoaktif F52.8) F52. atau dengan orang lain terjadi normal normal saja • • Wanita : kekeringan vagina atau kegagalan pelicin Termasuk : gangguan rangsangan seksual pada wanita. waktu tidur.

7 dorongan seksual yang berlebih • Pria dan wanita kadang mungkin mengeluh mengenai adanya dorongan seksual yang berlebihan yang menjadi masalah • Timbul pada masa akhir remaja atau pada dewasa muda F52. anorgasme psikogenik F52.3 disfungsi orgasme • Dapat terjadi orgasme sangat lambat terjadi atau sama sekali tak terjadi.8 disfungsi seksual lainnya.6 dispareunia nonorganik • • • Rasa nyeri saat berhubungan Dapat terjadi pada wanita dan pria Faktor emosional sangat penting F52.5 vaginismus nonorganik • • • Spasme dari otot sekitar vagina.4 ejakulasi dini • Ketidakmampuan mengendalikan ejakulasi sedemikian rupa supaya kedua partner dapat menikmati senggama F52.F52. bukan disebabkan oleh gangguan atau penyaki organik  F53 gangguan jiwa perilaku berhubungan dengan masa nifas YTK . bukan disebabkan oleh gangguan atau penyakit organik F52. Lebih sering terjadi pada wanita • Termasuk : orgasme yang terhambat (pria dan wanita).9 Disfungsi seksual YTT. yang menyebabkan tertutupnya liang vagina Masuknya penis jadi sulit atau terasa nyeri Termasuk : vaginismus psikogenik F52.

9 YTT  F59 sindrom perilaku YTT yang berhubungan dengan gangguan fisiologis dan faktor fisik o Termasuk : disfungsi fisiologis psikogenik YTT .1 pencahar F55.2)  F55 penyalahgunaan zat yang tidak menyebabkan ketergantungan F55.0 gangguan jiwa dan perilaku ringan yang berhubungan dengan masa nifas YTK • • Termasuk : depresi pasca lahir YTK Depresi pasca bersalin (YTT) F53.4 vitamin F55.0 antidepresan F55.8 gangguan jiwa dan perilaku lainnya yang berhubungan dengan masa nifas YTK F53.6 jamu atau obat tradisional F55.2 analgetik F55.5 steroida atau hormon F55.9 gangguan jiwa masa nifas YTT  F54 faktor psikologis dan perilaku yang berhubungan dengan gangguan atau penyakit YDK            Termasuk : Faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi fisik Tidak termasuk : nyeri kepala tipe tegang (G44.8 zat lainnya yang tidak menyebabkan ketergantungan (diuretika) F55. Gangguan jiwa yang berhubungan dengan masa nifas (timbul dalam 6 minggu setelah persalinan) F53.3 antasida F55.1 gangguan jiwa dan perilaku ringan yang berhubungan dengan masa nifas YTK • Termasuk : psikosis masa nifas YTT F53.

mengabaikan keselamatan diri sendiri dan ketidakjujuran F60. tidak punya minat terhadap hubungan dekat dan kedinginan emosi F60.kondisi yang tidak berkaitan langsung dengan kerusakan atau penyakit otak berat atau gangguan jiwa lain -memenuhi criteria berikut ini:      Disharmoni sikap dan perilaku yang cukup berat.1 GK Skizoid : menyukai kesendirian. Pola perilaku abnormal berlangsung lama. Pedoman diagnostic . iritabilitas dan agresifitas.3 GK Emosional tak stabil : kecenderungan yang mencolok untuk bertindak secara impulsif tanpa mempertimbangkan konsekuensinya bersamaan dengan ketidakstabilan emosii . misalnya afek. cara memandang dan berpikir. sedangkan yang lainnya didapat pada masa kehidupan selanjutnya. pengendalian impuls. biasanya meliputi beberapa bidang fungsi.0 GK Paranoid :ketidakpercayaan dan kecurigaan pervasive kepada orang lain F60. Gangguan Kepribadian Khas Suatu gangguan berat dalam konstitusi karakteriologis dan kecendrungan perilaku dari seseorang yang biasanya meliputi beberapa bidang dari kepribadian dan hampir selalu berhubungan dengan kesulitan pribadi dan social.2 GK Dissosial : berulang kali melakukan pelanggaran hukum. Beberapa dari kondisi dan pola perilaku tersebut berkembang sejak dini dari masa pertumbuhan dan perkembangan dirinya sebagai hasil interaksi factor-faktor konstitusi dan pengalaman hidup.serta gaya berhubungan dengan orang lain. Terdiri dari : F60.F6 GANGGUAN KEPRIBADIAN DAN PERILAKU MASA DEWASA Mencakup berbagai kondisi klinis yang bermakna dan pola perilaku yang cenderung menetap dan merupakan ekspresi dari pola hidup yang khas dari seseorang dan cara-cara berhubungan dengan diri sendiri dan orang lain. kesiagaan. berjangka panjang dan tidak terbatas pada episode gangguan jiwa Pola perilaku abnormal bersifat pervasif (mendalam) dan maladaptive yang jelas terhadap keadaan pribadi dan social yang luas Manifestasi di atas selalu muncul pada masa kanak / remaja dan berlanjut sampai usia dewasa Gangguan ini menyebabkan penderitaan pribadi yang cukup berarti tapi baru menjadi nyata setelah perjalanan lanjut. Jenis-jenis nya adalah : • • • • F60.

6 GK Cemas (menghindar) : rendah diri. mengabaikan keselamatan diri sendiri dan ketidakjujuran. serta pikiran. tidak mau terlibat langsung dengan orang lain F60. perasaan tidak adekuat .• F60. gangguan identitas.7 GK Dependen : tidak nyaman dan tidak berdaya jika sendirian. narsistik : rasa kepercayaan diri yang besar. Gangguan terbagi atas :  gangguan kepribadian kluster A : individu yang aneh/eksentrik     paranoid: ketidakpercayaan dan kecurigaan pervasive kepada orang lain skizoid : menyukai kesendirian. tidak punya empati dan sering iri pada orang lain . membutuhkan orang lain untuk melaksanakan/ memutuskan sesuatu F60. kelabilan emosi yang ekstrem. tidak punya minat terhadap hubungan dekat dan kedinginan emosi skizotipal : keyakinan yang aneh. penampilan dan cara bicara yang aneh gangguan kepribadian Kluster B : individu yang dramatis. perilaku.4 GK Histrionik : menunjukkan dramatisasi diri.5 GK Anankastik : • • • • • • • Perasaan ragu-ragu dan hati-hati yang berlebihan Preokupasi dengan hal yang rinci (detail) Perfeksionisme Ketelitian. Kepribadian adalah totalitas sifat emosional & perilaku yang menandai kehidupan seseorang. yakin bahwa dia adalah khusus dan unik.8 GK Khas Lainnya F60. keterpakuan. iritabilitas dan agresifitas. ekspresi emosi yang berlebihan. kemarahan yang kuat dan tidak pada tempatnya.emosional    ambang : perasaan kekosongan yang kronis. anti social : berulang kali melakukan pelanggaran hukum. afek yang tidak sesuai. mudah disugesti. dan keterikatan yang berlebihan Kaku dan keras kepala Pemaksaan terhadap keinginannya Mencampuradukkan pikiran atau dorongan yang memaksa dan yang enggan • • • • • F60. F60.9 GK YTT Berdasarkan DSM-IV.pengalaman persepsi yang tidak lazim. secara terus-menerus menggunakan penampilan fisik untuk menarik perhatian kepada dirinya.

teliti dan tidak fleksibel F61.1 Perubahan Kepribadian Yang Bermasalah F62. histrionic :menunjukkan dramatisasi diri.1 Bakar patologis (piromania) berulang kali melakukan pembakaran tanpa motif yang jelas. mudah disugesti. Jenisjenisnya adalah : • F63.0 Gangguan Kepribadian Campuran F61. tidak mau terlibat langsung dengan orang lain dependen : tidak nyaman dan tidak berdaya jika sendirian. membutuhkan orang lain untuk melaksanakan/ memutuskan sesuatu obsesif kompulsif: perfeksionis. secara terus-menerus menggunakan penampilan fisik untuk menarik perhatian kepada dirinya.60 Jenis-jenisnya adalah :   F61. sangat tertarik menonton peristiwa kebakaran. terlalu berhati2. tetapi tidak menunjukkan pola gejala yang khas yang menjadi ciriciri dari gangguan F. perasaan tegang meningkat sebelum melakukan dan terangsang setelah berhasil melaksanakan . Kategori ini dimaksudkan untuk gangguan kepribadian dan kelainan-kelainan yang seringkali menyulitkan. ekspresi emosi yang berlebihan. perasaan tidak adekuat . Gangguan Kepribadian Campuran dan Lainnya. F63. yang berlanjut seringkali meningkat meskipun ada konsekuensi sosial yang merugikan • F63. kekakuan dan keras kepala. Gangguan Kebiasaan dan Impuls Gangguan ditandai oleh tindakan berulang yang tidak mempunyai motivasi rasional yang jelas serta umumnya merugikan kepentingan penderita sendiri dan orang lain. atau setelah mengalami gangguan jiwa yang berat pada penderita yang tanpa gangguan kepribadian sebelumnya.0 Judi patologis judi secara berulang yang menetap.  gangguan kepribadian kluster C : individu yang pencemas/ ketakutan    menghindar : rendah diri. Perubahan Kepribadian Yang Berlangsung Lama Yang Tidak Diakibatkan Oleh Kerusakan/ Penyakit Otak Kelompok ini meliputi gangguan dari kepribadian dan perilaku dewasa yang berkembang setelah mengalami katastrofik atau stress yang berkepanjangan.

ada penyangkalan terhadap struktur anatomi . upaya menyembunyikan barang tetapi tidak digunakan.0 Transseksualisme identitas sudah menetap selama minimal 2 tahun dan harus bukan merupakan gejala ggn jiwa lain .9 Gangguan Kebiasaan dan Impuls YTT F64. keinginan anak yang mendalam untuk menjadi jenis kelamin lawan jenisnya disertai penolakan terhadap perilaku. terbatas hampir hanya pada pria saja • F65.1 Transvestisme peran ganda mengenakan pakaian dari lawan jenis dan tidak perangsangan seksual untuk melakukan itu • F64. Gangguan Identitas Jenis Kelamin • F64.3 Trikotilomania kerontokan rambut kepala yang terlihat jelas disebabkan oleh berulangkali gagal menahan diri terhadap impuls untuk mencabut rambut . ada hasrat dan keinginan untuk diterima sebagai anggota dari kelompok lawan jenisnya dan mendapatkan terapi untuk membuat tubuhnya semirip mungkkin dengan jenis kelamin yang diinginkan • F64. didahului oleh ketegangan yang meningkat dan setelah itu tercipta rasa puas • • F63.8 Gangguan Kebiasaan dan Impuls Lainnya F63. ada perasaaan cemas murung dan bersalah saat episode pencurian tetapi dihilangkan perasaanya itu dengan mengulangi perbuatannya kembali • F63. peningkatan perasaan tegang sebelum melakukan dan puas setelah melakukan.0 Fetishisme mengandalkan benda mati sebagai rangsangan untuk membangkitkan gairah seksual dan memberi kepuasan seksual (ekstensi dari tubuh manusia) . atribut dll • • F64. Gangguan Preferensi Seksual • F65.8 Gangguan Identitas Jenis Kelamin Lainnya F64.1 Transvestisme fetishistik .2 Curi patologis (kleptomania) dilakukan sendiri.2 Gangguan identitas jenis kelamin masa anak manifestasi pertama timbul pada usia pra sekolah sudah tampak sebelum pubertas .9 Gangguan Identitas Jenis Kelamin YTT F65.• F63.

2 Gangguan jalinan seksual kelainan dalam identitas jenis kelamin atau preferensi seksual merupakan penyebab kesulitan dalam membentuk atau menjalin hubungan dengan mitra seksual • • F66.2 Ekshibisionisme kecenderungan berulang memamerkan alat kelamin kepada orang lain tanpa ajakan untuk berhubungan lebih akrab .9 Gangguan Perkembangan Psikoseksual YTT . takut.9 Gangguan Preferensi Seksual YTT F66.Gangguan Psikologis dan Perilaku Yang Berhubungan Dengan Perkembangan dan Orientasi Seksual • F66. biasanya karena mengalami frustasi kronis terhadap partner seksualnya dan mencari pengganti • F65.8 Gangguan Preferensi Seksual Lainnya F65.4 Pedofilia preferensi seksual terhadap anak . mendapatkan rangsangan dari aktivitas 64adistic maupun masokistik • • • F65. merupakan fase awal transseksualisme • F65.8 Gangguan Perkembangan Psikoseksual Lainnya F66. kegairahan meningkat • F65.5 Sadomasokisme preferensi terhadap aktivitas seksual yang melibatkan pengikatan atau menimbulkan rasa sakit atau penghinaan .6 Gangguan Preferensi Seksual Multipel F65.3 Voyeurisme kecenderungan berulang untuk melihat orang yang sedang melakukan hubungan seksualatau berperilaku intim • F65. sering pada remaja • F66.1 Orientasi seksual egodistonik seksual tidak diragukan tetapi individu mengharapkan yang lain disebabkan ggn psikologis dan perilaku • F66.mengenakan pakaian dari lawan jenis untuk mencapai kepuasan seksual. apabila yang menyaksikan terkejut.0 Gangguan maturitas seksual menderita ketidakpastian ttg identitasnya yang menimbulkan kecemasan atau depresi .

F68. penyakit atau disabilitas yang berlebihan yang disebabkan oleh keadaan psikologis dari penderita • • • F68. Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa Lainnya • F68.8 Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa Lainnya YDT F68.1 Kesengajaan atau berpura-pura membuat gejala atau disabilitas.9 Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa YTT . baik fisik maupun psikologis F68.0 Elaborasi gejala fisik karena alasan psikologis disebabkan oleh ggn fisik.

dan sosial. 3. . supervise dan mengelola untuk melindungi dirinya dengan orang lain. Karakter keempat digunakan untuk menentukan luasnya hendaya perilaku. dan jika mereka masih anak. yaitu kemampuan kognitif. Imbesil. WHO Geneva. motorik. Idiot.3 = tanpa penyebutan dari hendaya perilaku Klasifikasi Undang-undang mengenai defisiensi .1 = terdapat hendaya perilaku yang bermakna dan memerlukan perhatian atau terapi F7x. namun membutuhkan perawatan. ialah mereka dengan defek mental. bila hal ini bukan disebabkan oleh suatu gengguan lain yang menyertai : F7x. selama masa perkembangan.2 = hendaya perilaku lainnya F7x. yaitu : 1. yang walaupun tidak separuh idiot. sehingga berpengaruh pada semua tingkat intelegensia. 1927. didapatkan 4 kelas defek mental. keterampilan. bahasa.mental di Inggris . dan jika mereka masih anak ia tidak dapat belajar mengurus dirinya sendiri.0 = tidak ada. (DSM IV.1994) Retardasi mental sendiri dapat terjadi dengan atu tanpa gangguan jiwa atau gengguan fisik lainnya. mereka tidak akan memperoleh manfaat semestinya bila belajar disekolah biasa. (ICD 10. (PPDGJ III) Retardasi mental adalah suatu keadaan perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap. atau terdapat hendaya perilaku minimal F7x.F7 RETARDASI MENTAL Definisi Retardasi mental ialah suatu keadaan perkembangan jiwa yang terhenti atau tidak lengkap. namun tidak mampu mengurus dirinya sendiri. ialah mereka dengan defek mental yang sedemikian beratnya sehingga tidak mampu menjaga dirinya terhadap bahaya fisik yang biasa dijumpai sehari-hari 2. Pikiran lemah ialah mereka yang dfek mentalnya tidak seberat imbesil. terutama ditandai oleh adanya hendaya. 1992) Retardasi mental adalah gangguan yang ditandai oleh fungsi intelektual yang berfungsi secara bermakna dibwah rata-rata (IQ kira-kira 70 atau lebih rendah) yang bermula sebelum usia 18 tahun disertai defist atau hendaya fungsi adaptif (fungsi adaptif adalah kemampuan individu tersebut secara efektif menghadapi kebutuhan untuk berdikari yang dapat diterima oleh lingkungan social). yang terutama ditandai oleh terjadinya hendaya (disability) keterampilan selama masa perkembangan sehingga berpengaruh pada tingkat kecerdasan secara menyeluruh.

Waktu terjadinya pemaparan. makan IQ berkisar antara 50-69 menunjukan retardasi mental ringan . termasuk temuan klinis. Factor lingkungan yang dapat mengganggu organism yanh sedang tumbuh 3. perilaku adaptif (yang dinilai dengan latar belakang budayanya).4. Saat terjadinya pemeparan dapat mempengaruhi beratnya kerusakan. Defek moral. melainkan harus dinilai berdasarkan sejumlah besar keterampilan fisik yang berbeda. Penilaian diagnostic adalah terhadap “kemampuan umum” (global ability) bukan terhadap suatu area tertentu yang spesifik dari hendaya atau keterampilannya. termasuk kepekaan yang dipengaruhi oleh factor genetic terhadap agen atau faktor ekologis atau lingkungan 2. Meskipun ada kecenderungan umum bahwa semua keterampilan ini akan berkembang ke tingkat keterampilan yang sama pada setiap individu. Faktor predisposisi genetik. dan hasil psikometrik Untuk diagnosis yang pasti. namun dapat terjadi suatu ketimpangan yang besar. harus ada penurunan tingkat kecerdasan yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan adaptasi terhadap tuntutan dari lingkungan social biasa sehari-hari Gangguan jiwa dan fisik yang menyertai retardasi mental. Pedoman diagnostik  Tingkat kecerdasan bukan satu-satunta karakteristik. supervises dan kelola untuk melindungi orang lain. Etiologi 1. ialah mereka dengan defek mental yang disertai kecenderungan bertindak criminal dan kejahatandan membutuhkan perawatan. Penelitian diberbagai Negara mendapatkan prevalensi sedang dan berat pada kelompok usia 15-19 tahun ialah kira-kira 3-4 per 1000. khusunya pada penderita. Prevalensi Angka retardasi mental pada anak lebih tinggi. Orang tersebut mungkin memperlihatkan hendaya berat dalam satu bidang tertentu (misalnya bahasa) atau mempunyai suatu area keterampilan tertentu yang lebih tinggi (misalnta tuda visuo-spasial) yang berlawanan dengan latar belakang adanya retardasi mental berat.     F70 RETARDASI MENTAL RINGAN Pedoman diagnostik  Bila menggunakan tes IQ baku yang tepat. Keadaan ini menetukan kesulitan pada saat menentukan kategori diagnosis Penilaian tingkat kecerdasar harus berdasarkan semua informasi yang tersedia. mempunyai pengaruh besar pada gambaran klinis dan penggunaan dari semua keterampilannya.

Tingkat perkambangan bahasa bervariasi : ada yang dapat mengikuti percakapan sederhana. sedangkan yang lain hanya dapat berkomunikasi seadanya untuk kebutuhan dasar mereka. F71 RETARDASI MENTAL SEDANG Pedoman diagnostik   IQ biasanya dalam rentang 35-49 Umumnya ada profil kesenjangan (discrepancy) dan kemampuan. Keadaan lain yang mnyertai seperti autism. gangguan tingkah laku. maka harus diberi kode diagnosis sendiri. walaupun tingkat perkembangannya agak lambat daripada normal. gangguan perkembangan lain. atau disability fisik dapat ditemukan dalam berbagai proporsi.   Pemahaman dan penggunaan bahasa cenderung terlambat pada berbagai tingkat. Setiap gangguan penyerta harus diberi kode diagnosis tersendiri. Suatu etiologi organik dapat diidentifikasi pada kebanyakn penyandang retardasi mental sedang Autisme masa kanaka tau gangguan perkembangan pervasive lainnya terdapat pada sebagian kecil kasus.   F72 RETARDASI MENTAL BERAT Pedoman diagnostik  IQ biasanya berada dalam rentang 20-34 . disabilitas neurologic dan fisik juga lazim ditemukan meskipun kebanyakan penyandang retardasi mental sedang mampu berjalan tanpa bantuan. beberapa dapat mencapai tingkah laku yang lebih tinggi dalam keterampilan visuo spasial daripada tugas lainnya sangat canggung namun dapat mengadakan interaksi social dan percakapan sederhana. kebanyakan juga dapat mandiri penuh dapat merawat diri sendiri dan mencapai keterampilan praktis dan keterampilan rumah tangga. Kesulitan utama biasanya tampak dalam pekerjaan sekolah yang bersifat akademis. tetapi karena tingkat perkembangan bahasanya yang terbatas sehingga sulit menegakkan diagnosis dan harus tergantung dari informasi yang diperoleh dari orang lain yang mengenalnya. Epilepsy. epilepsy. dan mempunyai pengaruh besar pada gambaran klinis dan tipe penatalaksanaan yang dibutuhkan. Etiologi organic hanya dapat diidentifikasi pada sebagian kecil penderita. dan masalah kemampuan berbicara yang mempengaruhi perkembangan kemandirian dapat menetap sampai dewasa. dan banyak masalah khusus dalam membaca dan menulis. Bila terdapat gangguan demikian. Walaupun mengalami keterlambatan dalam kemampuan bahasa tetapi sebagian besar dapat mencapai kemampuan berbicara untuk keperluan sehari-hari . Kadang-kadang didapatkan gangguan jiwa lain.

F73 RETARDASI MENTAL SANGAT BERAT Pedoman diagnostik    IQ biasanya dibawah 20 Pemahaman dan penggunaan bahasa terbatas. bisu tuli.Kondis yang menyertainya .Terdapat etiologi organic . paling benter mengerti perintah dasar dan mengajukan permohonan sederhan Keterampilan visuo-spasial yang paling dasar dan sederhana tentang memilih dan mencocokkan mungkin dapat dicapainya. dan penderita yang perilakunya terganggu berat atau fisiknya tidak mampu F79 RETARDASI MENTAL YTT Jelas terdapat retardasi mental. seperti epilepsy dan hendaya daya lihat dan daya dengar. misalnya buta. tetapi tidak ada infoermasi yang cukup untuk menggolongkannya dalam salah satu kategori tersebut diatas. Sering ada gangguan perkembangan pervasive dalam bentuk sangat berat khususnya autism yang tidak khas (atipikal autisme).  Pada umumnya mirip dengan retardasi mental sedang dalam hal : . .Gambaran klinis .Tingkat prestasi yang rendah Kebanyakan penyandang retardasi mental berat menderita gangguan motorik yang mencolok atau defisit lain yang menyertainya. dan dengan pengawasan dan petunjuk yang tepat penderita mungkin dapat sedikit ikut melakukan tugas praktis dan rumah tangga Suatu etiologi organic dapat diidentifikasi pada sebagian besar kasus Biasanya da disabilitas neurologic dan fisik lain yang mempengaruhi mobilitas.   F78 RETARDASI MENTAL LAINNYA Kategori ini hanya digunakan bila penilaian dari tingkat retardasi mental dengan memakai prosedur biasa sangat sulit atau tidak mungkin dilakukan karena adanya gangguan sensorik atau fisik. terutama pada penderita yang dapat bergerak. menunjukkan adanya kerusakan atau penyimpangan perkembangan yang bermakna secara klinis dan susunan saraf pusat.

Pada sebagian besar kasus etiologinya tidak diketahui & tetap terdapat ketidakpastian mengenai batasan dan subdivisi dari gangguan perkembangan ini. amat bervariasi pada setiap orang. . Ada bukti faktor genetik pada banyak kasus (bukan semua).0. Riwayat penyakitnya ialah suatu kelambatan atau hendaya yang sedini mungkin dapat dideteksi. Anak laki-laki > anak perempuan Etiologi    Terdapat riwayat keluarga dengan gangguan yang sama.F8 GANGGUAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS Yang termasuk F80-F89 mempunyai gambaran:    Onset bervariasi selama masa bayi atau anak Hendaya atau kelambatan perkembangan fungsi yang berhubungan erat dengan kematangan biologis SSP Berlangsung terus menerus tanpa remisi & kekambuhan yang khas bagi banyak gangguan jiwa Fungsi yang dipengaruhi termasuk:    Bahasa Keterampilan visuo-spesial Koordinasi motorik Yang khas ialah hendaya berkurang secara progresif dengan bertambahnya usia anak (defisit lebih ringan sering menetap sampai dewasa). Pedoman diagnostik Usia kemahiran bersuara untuk berbicara & cara suara ini berkembang. tanpa didahului masa perkembangan yang normal. F 8.0 Gangguan artikulasi berbicara khas Gangguan perkembangan khas yang ditandai oleh penggunaan suara bicara dari anak berada dibawah tingkat yang sesuai untuk usia mentalnya. sedangkan tingkat kemampuan bahasanya normal.

distorsi. menimbulkan :    Misartikulasi berbahasa anak dengan akibat kesulitan bagi orang lain Penghilangan. Kesulitan yang tampak belakangan termasuk :   Perkembangan kosakata yang terbatas Kesulitan memilih & mengganti kosakata yang tepat . Tidak adanya kata atau beberapa kata yang muncul pada usia 2 tahun dan ketidak mampuan dalam mengerti kata majemuk sederhana pada usia 3 tahun. dengan atau tanpa gangguan artikulasi Pedoman Diagnostik. namun pengertian bahasa dalam batas normal. F 8. tidak ada masalah komunikasi Pada usia 11-12 tahun. atau substitusi dari suara berbicara Inkonsistensi dalam mengeluarkan suara (mengucapkan beberapa kata dengan benar tapi tidak dapat untuk kata-kata yang lain) Diagnosis : ditegakkan hanya jika keparahan gangguan artikulasi diluar batas variasi normal bagi usia mental anak. kelainan artikulasi tidak langsung diakibatkan oleh suatu kelainan sensorik. struktur atau neurologik.0.Perkembangan normal:    Pada usia 4 tahun biasa terjadi kesalahan pengungkapan suara bicara. kemampuan berbahasa expresif dalam batas normal.1 Gangguan Berbahasa expresif Gangguan perkembangan Khas dengan kemampuan anak dalam mengexpresikan bahasa lisan/ucapan dibawah rata-rata usia mentalnya. Dislalia. sedangkan intelegensia nonverbal. dan salah-ucap jelas abnormal dalam konteks pemakaian bahasa percakapan sehari-hari di lingkungan budaya anak Termasuk : Gangguan Perkembangan Artikulasi. Gangguan Perkembangan Fonetik. Bahasa Bayi (Lalling). penguasaan dari hampir semua suara untuk berbicara harus dicapai Perkembangan abnormal dapat terjadi jika kemampuan suara bicara terlambat dan/atau menyimpang. Gangguan Artikulasi Fungsional. sebagian besar suara untuk berbahasa akan diperoleh. tapi dapat dimengerti dengan mudah oleh orang lain Pada usia 6-7 tahun.

Pedoman Diagnostik Ketidakmampuan dalam :    Memberi respon terhadap nama benda yang umum (tanpa benda itu) pada ulang tahun yang pertama. dsb) dan kurang mengerti aspek kehalusan bahasa (nada suara. seperti kekurangan dalam pengucapan kalimat dan kesulitan mengurut kejadian yang telah lewat Ketidakmampuan dalam bahasa lisan sering disertai dengan keterlambatan atau abnormalitas dalam bunyi kata yang dihasilkan. artikel dan kata kerja dan kata benda yang terinfleksi (berubah) Dapat dijumpai generalisasi berlebihan yang tidak tepat dari aturan tata bahasa. kata ganti. gerakan tubuh. namun kemampuan pengertian bahasa dalam batas normal (meski dapat juga dibawah rata-rata) Termasuk : Disfasia atau apraksia. perbandingan. dan jika tidak dijumpai gangguan perkembangan pervasif. Dalam hampir semua kasus.0. Diagnosis ditegakkan hanya jika tingkat keparahan dari keterlambatan dalam perkembangan berbahasa expresif telah melewati batas variasi normal dari umur mental anak. tipe ekpresif.    Penggunaan berlebihan dari sekelompok kecil kata-kata umum memendekkan ucapan yang panjang Kesalahan kalimat (Syntatical) Kehilangan awalan atau akhiran yang khas Salah atau gagal dalam menggunakan aturan tata bahasa seperti kata penghubung. Kesulitan dimasa mendatang termasuk pengertian struktur tata bahasa (bentuk kalimat negatif. Identifikasi beberapa objek yang sederhana dalam usia 18 bulan.2 Gangguan berbahasa reseptif Gangguan perkembangan Khas dengan kemampuan anak untuk mengerti bahasa dibawah rata2usia mentalnya. pernyataan. . Atau kegagalan dalam mengikuti instruksi sederhana pada usia 2 tahun dapat dianggap sbg tanda dari keterlambatan. F 8. dsb) Diagnosis ditegakkan hanya jikatingkat keterlambatan dalam bahasa reseptif berada di luar batas variasi normal rata-rata usia mental anak. bahasa expresif jelas terganggu dan lazim ada abnormalitas.

Tuli Kata (Word Deafness).Termasuk : Congenital Auditory Imperception. biasanya bilateral.8 Gangguan perkembangan berbicara dan berbahasa lainnya Termasuk : Pelat (Lisping) F 8.3 Afasia yang di dapat dengan Epilepsi (Sindrom Landau-Kleffner)         Didahului dengan perkembangan Bahasa yang normal Kemudian kehilangan kedua kemampuan berbahasa ekspresif dan reseptif Tetap normal dalam intelegensia umum Onset gangguan disertai dengan abnormalitas paroximal pada EEG (hampir selalu Lobus Temporalis. sering meluas) Kebanyakan kasus disertai kejang Epileptik. tapi cenderung membaik setelah anak mampu berkomunikasi Penyebab kondisi ini secara klinis diperkirakan oleh radang otak Perjalanan penyakit ini cukup bervariasi 2/3 dari anak-anak akan tetap kurang mampu dalam bahasa reseptif.9 Gangguan perkembangan berbicara dan berbahasa YTT Termasuk: Gangguan berbahasa YTT .0. biasanya beberapa bulan sampai 2 tahun Yang khas adalah hendaya berbahasa reseptif yang sgt berat disertai kesulitan dalam pengertian melalui pendengaran yang sering mrpkn manifestasi pertama dari kondisi ini Beberapa anak membisu. Onset usia 3-7 tahun. Afasia Wernicke. afasia atau Disafasia. lainnya mengeluarkan kata ulang tak berarti. bisa mendadak dalam beberapa hari atau minggu Hubungan waktu antara onset kejang dengan kehilangan berbahasa bervariasi. hilang alunan suara yang normal Kadang2 kemampuan berbahasatimbul hilang dalam fase awal dari gangguan ini Gangguan emosional dan prilaku sering menyusul beberapa bulan setelah gangguan berbahasa. Tipe Reseptif. bisa lebih awal atau lebih lambat Kehilangan berbahasa bisa perlahan dalam beberapa bulan. F 8.0. 1/3 nya dapat sembuh sempurna F 8.0. beberapa kekuranglancaran berbahasa dan ucapannya sering ada misartikulasi Beberapa kasus kualitas suara terganggu.

Gangguan ini lebih banyak diperkirakan berasal dari kelainan proses kognitif. atau dari tidak adekwatnya pendidikan di sekolah .1. pada masalah yang terkait (minat ↓. pada pola. Harus tidak ada faktor luar yang menjadi alasan untuk kesulitan skolastik. bukan karena adanya retardasi mental atau hendaya ringan pada intelegensia umum. Riwayat prestasi sekolah anak harus mendukung data ini. beratnya gangguan yang mendahului (didahului oleh keterlambatan atau penyimpangan dalam perkembangan terutama dalam berbicara atau berbahasa pada usia pra sekolah). Diagnosis harus benar2 berdasarkan bukti gangguan secara klinis yang nyata dalam prestasi skolastik. F 8. Bukan akibat dari kurangnya kesempatan belajar atau berhubungan dengan cedera otak penyakit lain. Adalah suatu gangguan pada pola normal kemampuan penguasaan keterampilan yang terganggu sejak stadium awal perkembangan. mempunyai masalah yang sama dalam hal definisi dan pengukuran/pemeriksaannya. yang berhubungan dengan faktor intrinsik dalam perkembangan anak.1 Gangguan Perkembangan Belajar Khas Konsep gangguan ini sebanding dengan gangguan perkembangan Khas berbicara dan berbahasa. misalnya keterampilan yang diharapkan adalah < 3% anak sekolah. harus sudah ada pada anak usia sekolah dan tidak didapatkan kemudian dalam proses perjalanan pendidikan.F 8. aktivitas >>. gangguan emosional atau kelainan tingkah laku). Keparahan kelainan ditentukan berdasarkan istilah. Tidak langsung disebabkan oleh hendaya visus atau pendengaran yang tak terkoreksi. Pedoman klinis yang sederhana yaitu tingkat pencapaian anak harus jauh dibawah prestasi yang diharapkan pada anak berumur mental yang sebaya Hendaya harus dalam perkembangannya. khususnya beberapa tipe disfungsi biologis ♂>♀ Pedoman Diagnostik: Secara klinis terdapat hendaya yang bermakna dalam keterampilan skolastik tertentu.0 Gangguan membaca khas Gambaran utama gangguan ini ialah hendaya yang khas dan bermakna dalam perkembangan Kemampuan membaca. Hendayanya harus khusus. dan pada respons. yang tidak hanya semata-mata dijelaskan dari usia mental ketajaman pandangan.

atau kehilangan bagian dari teks dan tidak tepat menyusun kalimat. Sindrom hiperaktif hampir selalu ada pada akhir masa kanak dan remaja.1 Gangguan mengeja khas Gambaran utama dari gangguian ini adalah hendaya yang khas dan bermakna dalam perkembangan kemampuan mengeja tanpa riwayat gangguan membaca khas. Gangguan perkembangan Khas membaca biasanya didahului oleh riwayat gangguan perkembangan Berbicara atau berbahasa. keraguan yang lama. disleksia perkembangan. digantinya. Termasuk : “membaca terbalik”. Kemampuan ini terbaik dinilai dengan alat tes kemampuan ketepatan baca dengan pengertian yang baku Mungkin ada beberapa kesalahan dalam kemampuan membaca secara lisan seperti yang digambarkan dengan :        Dihilangkannya. Ketidakmampuan menyimpulkan dari materi bacaan. Mempergunakan pengetahuan umum sebagai latar belakang informasi dari informasi yang berasal dari cerita tertentu.Pedoman Diagnostik Kemampuan membaca anak hrs secara bermakna lebih rendah tingkatannya daripada kemampuan yang diharapkan pada usianya. penempatan sekolahnya. retardasi membaca yang khas.1. dan/atau perilaku. Memutar-balikkan kata dalam kalimat atau huruf dalam kata. atau imbuhan kata atau suku kata. Kecepatan membaca yang lamban. intelegensia umum. untuk menjawab pertanyaan dari cerita yang baru dibacakan. Pada masa usia sekolah biasanya disertai gangguan emosional. masalah ketajaman penglihatan atau pendidikan . kesulitan mengeja yang berhubungan dengan gangguan membaca F 8. Masalah emosional biasanya lebih banyak pada tahun pertama sekolah. distorsi. sering dijumpai rasa rendah diri dan kesulitan penyesuaian disekolah dan hubungan dengan teman sebaya. Salah mengawali. yang bukan disebabkan oleh rendahnya usia mental. Ketidakmampuan mengucapkan kembali isi bacaan.   Pada akhir masa kanak dan usia dewasa. kesulitan mengeja lebih parah daripada kesulitan membaca.

tidak mengenal angka.sekolah yang tidak adekuat.1. dan terbaik dinilai dengan cara pemeriksaan yang baku Kemampuan membaca anak hrs dalam batas normal dan tidak ada riwayat sebelumnya yang bermakna tentang kesulitan membaca. intelegensia umum. tingkat sekolahnya. intelegensia umum. gangguan penglihatan. dan bukan didapat sebagai akibat gangguan neurologis. . dan terbaik dinilai dengan cara pemeriksaan untuk kemampuan berhitung yang baku. Pedoman Diagnostik Kemampuan berhitung anak hrs secara bermakna lebih rendah dari tingkat yang seharusnya dicapaisesuai dengan usianya. Kekurangan ialah pada penguasaan kemampuan dasar berhitung yaitu tambah. tetapi hendaya kemampuan pengenalan ruang dan persepsi visual. pendengaran atau fungsi neurologis. kesulitan dalam menjajarkan angka yang sesuai atau meletakkan titik desimal atau lambang dalam berhitung. kali. kurang. beberapa bermasalah perilaku sosioemosiaonal. kesulitan mengaksara kan upaya penghitungan dasar. kemampuan untuk mengeja secara lantang (lisan) dan menuliskan kata secara benar keduanya terkena.2 Gangguan berhitung khas Gangguan ini meliputi hendaya yang khas dalam kemampuan berhitung yang tidak disebabkan oleh retardasi mental atau banyaknya pendidikan sekolah yang tidak adekuat. kesulitan interaksi sosial cukup banyak ditemukan. bagi. psikiatrik lainnya. psikiatrik atau lainnya. Mempunyai daya persepsi pendengaran dan kemampuan verbal yang normal. Kesulitan dalam mengeja bukan sbg akibat cara pengajaran yang tidak adewkuat atau kekurangan daya penglihatan. kesulitan mengenal angka yang terkait dengan soal berhitung. tidak pandai mengatur ruang dalam perhitungan matematika dan tidak mampu untuk menghafal perkalian secara memuaskan. Termasuk : retardasi mengeja khas tanpa gangguan membaca F 8. Pedoman Diagnostik Kemampuan mengeja anak harus secara bermakna dibawah tingkat yang seharusnya sesuai usianya. dan tidak disebabkan gangguan neurologis.kesulitan dalam berhitung bukan karena pengajaran yang tidak adekuat. dan tingkat sekolahnya. pendengaran. tidak mengerti istilah dan lambang matematika. atau fungsi neurologis. Beragam kesulitan berhitung : sulit mengerti konsep perhitungan yang mendasari.

Kelambanan motorik sering dihubungkan dengan hendaya dalam kemampuan melaksanakan tugas kognitif visuo-spasial.2. dalam gerak halus atau kasar. F 8. F 8. masalah ketajaman penglihatan atau pengajaran yang tidak adekuat Termasuk : disabilitas memperoleh pengetahuan YTT.Termasuk : akalkulia perkembangan.3 Gangguan belajar campuran Ini merupakan kategori sisa gangguan yang batasannya tidak jelas.1. pola hendaya motorik bervariasi sesuai usia. tetapi tidak dapat dijelaskan sebagai akibat dari retardasi mental atau pengajaran yang tidak adekuat.8 Gangguan perkembangan belajar lainnya Termasuk : gangguan perkembangan menulis expresif F 8. harus secara bermakna dibawah ratarata kemampuan anak dalam usia mentalnya berupa intelegensia umumnya. konsep yang tidak adekuat (tetapi perlu) dengan hendaya pada kemampuan berhitung. sindrom gerstmann. Meliputi koordinasi motorik halus dan kasar sangat luas.1. disabilitas belajar YTT. F 8. gangguan belajar YTT. gangguan perkembangan berhitung. Kesulitan koordinasi harus tampak dalam fase perkembangan awal. bukan akibat langsung dari gangguan penglihatan atau pendengaran atau dari neurologis lainnya.9 Gangguan perkembangan belajat YTT Kategori ini harus dihindarkan sebisa mungkin dan dipergunakan hanya untuk gangguan yang tidak khas dengan disabilitas yang bermakna tentang belajar yang tidak disebabkan oleh retardasi mental. Pedoman Diagnostik Koordinasi motorik anak. F81.1.2 Gangguan perkembangan motorik khas Gambaran utama dari gangguan ini adalah hendaya berat dalam perkembangan koordinasi motorik yang tidak semata disebabkan oleh retardasi intelektual umum atau kelainan kongenital atau gangguan neurologik yang didapat (kecuali satu yang implisit dalam kelainan koordinasi).1. Ini harus dipergunakan untuk gangguan yang memenuhi kriteria pada F81. membaca atau mengejasecara bermakna.0. . atau F81.

F81.-. dan kategoricampuran ini hanya digunakan jika terjadi tumpang tindih yang jelas. stereotiptik. Sering . Pada pemeriksaan klinis yang teliti kebanyakan kasus menunjukkan kelambatan perkembangan neurologis seperti gerakan koreoform. tetapi tidak ada satu gejala cukup dominan untuk dibuat sbg diagnosis utama. Termasuk : Clumsy Child Syndrome. memasang dan melepaskan kancing. dispraksia perkembangan. kecenderungan minat dan meskipun gambaran gerakan terbatas. tersandung. keterampilan akademik. abnormalitas kualitatif ini merupakan gambaran yang meluas (pervasif) dari fungsi individu dalam segala situasi. membangun model. menabrak tulisan tangan buruk. biasanya sulit mengerjakan permaianan “jigzaw”. Sering dihubungkan dengan hendaya dalam fungsi kognitif. lambat belajar berlari. Tidak dijumpai kelainan neurologis yang nyata. sepertiberat lahir rendah atau lahir prematur. dalam beberapa kasus terdapat masalah prilaku sosio-emosional.4 Gangguan Perkembangan Pervasif Kelompok gangguan ini ditandai oleh abnormalitas kualitatif dalam interaksi sosial dan pola komunikasi. Lamban dalam gerak halus dan gerak kasar. koordinasi motorik halus dan kasar (biasanya disebut sebagai soft neurological signs.-.Tahap perkembangan motorik dapat terlambat dan dapat terjadi kesulitan berbicara (khususnya gangguan artikulasi). main bola serta menggambar dan mengerti peta. Kesulitan belajar mengikat tali sepatu. terjatuh.3 Gangguan Perkembangan Khas Campuran Merupakan sisa kategori gangguan yang batasannya tak jelas. Beberapa anak mengalami kesulitan bersekolah kadang2 tarafnya sgt berat. gangguan perkembangan Koordinasi. F 8. dan F82. meskipun dapat berbeda dalam derajat keparahannya. konsepnya inadekuat dengan perkembangan khas campuran dari berbicara dan berbahasa. Tak pandai menggambar. pada beberapa kasus dapat ditemui riwayat komplikasi perinatal. berulang. menggunakan peralatan konstruksional. Jadi kategori II harus digunakan jika dipenuhi kriteria dari dua atau lebih pada F80. meloncat dan naik turun tangga. F 8. dan/atau fungsi motorik. lokasi lesi`tidak jelas. menyusun bentuk bangunan. Anak tampak aneh berjalannya. melempar dan menangkap bola. refleks tendon ↑ atau ↓secara bilateral. benda yang dipegang mudah jatuh.

dalam kelompok F70-79. tiadanya apresiasi adekuat terhadap isyarat sosioemosional. Dapat terjadi hendaya kognitif umum tapi gangguannya batasan umumsebagai prilaku yang menyimpang dalam hal hubungan dengan usia mental (tak peduli individu retardasi atau tidak). karena bukan gambaran umum gangguan pervasif. Gangguan ini hrs didiagnosis berdasarkan gambaran prilaku. kebanyakan kondisinya nyata dalam 5 tahun pertama. Pada beberapa kasus gangguan itu dihubungkan dg. anak autistik sering menunjukkan beberapa masalah tak khas. rubella congenital. buruknya keserasian dan kurangnya interaksi timbal-balik dalam percakapan. seperti spasme infantil. hendaya dalam permainan imaginatif dan imitasi sosial. Anak ♂ 3-4 X anak ♀. kondisi ini harus diberi kode dianosis sendiri. Terdapat hendaya kualitatif dalam komunikasi. dan prilaku yang terbatas dan berulang.0 Autisme pada anak Gangguan perkembangan Pervasif yang ditandai oleh adanya abnormalitas dan/atau hendaya perkembangan yang muncul sebelum usia 3 tahun. seperti ketakutan/fobia. mengadat (temper tantrum) dan agresivitas. dan diduga akibat dari beberapa kondisi medis. Kurangnya kemampuan berbahasa. hendaya dalam menggunakan variasi atau tekanan modulasi komunikatif. Pedoman Diagnostik Perkembangan Abnormal tampak sebelum usia 3 tahun. Hendaya kualitatif dalam interaksi sosial.terdapat riwayat perkembangan yang abnormal sejak masa bayi. F 8. buruknya fleksibilitas dalam bahasa expresif dan relatif kurang dalam kreativitas dan fantasi dalam proses fikir. pengulangan dan stereotiptik. atau dalam tata ruang Kondisi ini juga ditandai oleh perilaku minat dan kegiatan yang terbatas. Dengan ciri fungsi yang abnormal dalam 3 bidang : interaksi sosial. tuberosa. Cenderung bersikap kaku dan rutin dalam kehidupan . tetapi ditemui retardasi mental yang bermakna pada ¾ kasus Sebagai tambahan dari gambaran diagnosis yang khas ini. komunikasi. tanpa memperdulikan ada atau tidaknya suatu kondisi medis. sklerosis. Jika dijumpai retardasi mental penting diberikan nomor terpisah. dan kurangnya isyarat tubuh untuk menekankan atau mengartikan komunikasi lisan Semua tingkatan IQ dapat ditemukan dalam hubunganya dengan autisme. gangguan tidur dan makan. kurangnya respon emosional terhadap ungkapan verbal dan non verbal orang lain.4. lipidosis serebral. dan anomali kromosom X rapuh.

gerakan seperti mencuci tangan yang stereotiptik. hanya dilaporkan terjadi pada anak perempuan Pedoman Diagnostik Onset biasanya terjadi pada usia 7-24 bulan. dan berulang) meskipun terdapat abnormalitas yang khas dalam bidang lain. Retardasi mental (F70-79).4. juga tampak pada individu dengan gangguan perkemb yang khas berbahasa reseptif yang berat. biasanya berlaku untuk kegiatan baru atau kebiasaan kebiasan sehari-hari yang rutin dan pola bermain.2 Sindrom Rett Suatu kondisi yang belum diketahui sebabnya. sering terdapat penonjolan lidah dan air liur menetes. stereotiptik. Autisme infantil. F 8.1 Autisme tak khas Gangguan perkemb pervasif yang dibedakan dari autisme dalam usia awalnya atau dari tidak terpenuhinya ketiga kriteria diagnostik. kehilangan hubungansosial .2). Maka secara bermakna merupakan kondisi yang terpisah dari autisme. Sindrom kanner. membasahi tangan secara stereotiptik dengan saliva. sering terjadi episode hiperventilasi. tidak cukup menunjukkan abnormalitas dalam satu atau dua dari tiga psikopatologi yang dibutuhkan untuk diagnostik untuk diagnosis autisme (interaksi sosial timbal balik. hambatan dalam fungsi mengunyah makanan. Termasuk : Gangguan autistik.sehari-hari.4. Termasuk : Psikosis masa kanak yang tak khas. dengan fleksi lengan didepan atau dagu. dan prilaku terbatas. Abnormalitas dan/atau hendaya perkemb baru timbul pertama kali setelah berusia diatas 3 tahun. Kehilangan atau hambatan seluruh atau sebagian kemampuan berbahasa. Diagnosis Banding : gangguan perkembangan khas berbahasa reseptif (F80.2) Gangguan kelekatan reaktif (F94. Gejala khas paling menonjol adalah hilangnya kemampuan gerakan tangan yang bertujuan dan keterampilan motorik manipulatif yang telah terlatih. Skizofrenia (F20) dgn onset dini sindrom Rett (F84. penolakan terhadap perubahan dari rutinitas dari lingkungan pribadi (sulit menerima perubahan. Sering muncul dengan retardasi mental yang berat. selalu gagal dalam pengaturan BAB dan BAK.2) F 8. Retardasi mental dengan gambaran autistik. komunikasi. Psikosis infantil.

Atrofi spinal dengan hendaya motorik berat muncul pada saat remaja atau dewasa + 50% kasus.4. disertai dengan disintegrasi prilaku. otot hipotonik. bermain. sindrom heller. sering dengan hilangnya pengendalian fungsi BAB dan BAK. terkadang dengan deteriorasi pengendalian fungsi motorik. ekstrimitas bawah > ekstrimitas atas. Termasuk : demensia infantil. mudah tersinggung. Suatu gangguan perkemb pervasif yang ditandai oleh adanya periode perkemb normal sebelum onset penyakit. F 8. Pedoman Diagnostik Diagnosis ditegakkan berdasarkan suatu perkembangan normal sampai usia minimal 2 tahun. Serta hendaya dalam interaksi sosial dan komunikasi yang mirip autisme.3 Gangguan disintegratif masa kanak lainnya. Yang khas adalah hilangnya secara menyeluruh perhatian terhadap lingkungan. keterampilan sosial dan prilaku sosial penyesuaian diri. Terjadi regresi yang jelas atau kehilangan kemampuan berbicara. skoliosis atau kifoskoliosis yang berkembang kemudian. Serangan epileptik mendadak biasanya dalam bentuk kecil. dan overaktif.4 Gangguan aktivitas berlebih yang berhubungan dengan retardasi mental dan gerakan stereotiptik Ini adalah suatu gangguan yang tak jelas batasannya dengan validitas nosologis yang blm pasti. Diikuti oleh kemiskinan kemudian kehilangan kemampuan berbicara dan berbahasa. Kemudian muncul spastisitas dan rigiditas. koordinasi gerak tubuh memburuk. diikuti kehilangan yang nyata dari keterampilan yang terlatih disertai dengan abnormalitas yang kualitatif dari fungsi sosial. serta adanya kehilangan yang nyata dari keterampilan terlatih pada beberapa bidang perkemb setelah beberapa bulan penyakit berlangsung. pada beberapa kasus hilangnya keterampilan terjadi secara progesif dan menetap. komunikasi dan prilaku.4.Cara berdiri dan berjalan cenderung melebar. Pedoman Diagnostik Diagnostik tergantung pada kombinasi antara perkembangan yang tidak serasi dari : . F 8. Kadang ada periode prodromal berupa keadaan sakit yang samar-samar. disertai adanya abnormalitas yang khas dari fungsi sosial. anak menjadi gelisah. adanya manerisme dan stereotiptik. psikosis disintegratif. psikosis simbiotik. onset serangan < usia 8 tahun. cemas.

ditandai oleh abnormalitas yang kualitatif sama seperti autisme.4. tapi sering bersikap canggung/kikuk. Defisiensi kualitatif fungsi interaksi sosial yang timbal-balik dengan pola prilaku dan perhatianyang terbatas. Bila kriteria diagnostik untuk F84. F 8.Overaktivitas yang berat.1 atau F84. terdapat kecenderungan kuat bahwa abnormalitas berlangsung sampai masa remaja dan dewasa. ♂ : ♀ dengan rasio 8 : 1.2 dipenuhi. atau adanya hal yang kontradiktif yang tidak memenuhi kriteria untuk kode F84 lainnya .9 Gangguan Perkembangan Pervasif YTT Ini merupakan kategori diagnosis sisa yang hrs dipergunkan untuk gangguan yang tidak dapat memenuhi deskripsi umum gangguan perkembangan pervasif.5 Sindrom Asperger Suatu gangguan dengan validitas nosologis yang blm pasti. disertai dengan keterbatasan perhatian dan aktivitas yang sifatnya stereotiptik dengan pengulangan yang sama. yaitu hendaya dalam interaksi sosial yang timbal balik. Stereotiptik motorik dan Retardasi mental berat Ketiganya hrs ada untuk menegakkan diagnosis.8 Gangguan Perkembangan Pervasif lainnya F 8.0.4. Sebagian besar mempunyai intelegensia rata-rata normal.4. tetapi terdapat informasi yang tidak memadai. berulang dan stereotiptik Termasuk : Psikopati Autistik Gangguan Skizoid masa anak F 8. F84. Pedoman Diagnostik Diagnosis berdasarkan kombinasi antara : Keterlambatan berbahasa atau perkembangan kognitif. Tidak ada keterlambatan atau retardasi umum kemampuan berbahasa atau perkembangan kognitif. maka kondisi itu hrs didiagnosis.

AUTISME MASA KANAK • Autisme adalah bentuk gangguan perkembangan pervasif yang ditandai oleh adanya hambatan yang terus menerus dalam interaksi sosial secara timbal balik.Abnormalitas sensorik (sensasiabnormal/oversensitif).Gangguan bicara dan bahasa.Gangguan motorik (inkoordinasi. Psikofarmaka : . GANGGUAN TINGKAH LAKU IV. stereotipik dan berulang.F9 GANGGUAN PERILAKU DAN EMOSIONAL DENGAN ONSET BIASANYA PADA MASA KANAK DAN REMAJA Onset anak-anak dan remaja • TERDIRI DARI ANTARA LAIN : I.Kelemahan kognitif (atensi. GANGGUAN PERKEMBANGAN PERVASIF II. agitasi) Talak 1.memori. 1. komunikasi yang menyimpang dan terbatas serta pola tingkah laku yang stereotipik. 2. clumpsy. dimana ciri ciri fungsi abnormal. konsentrasi. GANGGUAN HIPERKINETIK (GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DENGAN HIPERAKTIFITAS) III. meskipun bisa berbeda dalam derajat keparahannya.Kelainan kualitatif ini menunjukkan gambaran yang pervasif dari fungsi fungsi individu dalam semua situasi . ENURESIS NON ORGANIK GANGGUAN PERKEMBANGANPERVASIF • Kelompok gangguan ini ditandai dengan kelainan kualitatif dalam interaksi sosial yang timbal balik dan dalam pola komunikasi serta minat dan aktifitas yang terbatas. Gambaran klinis Mereka umumnya dikenal sebagai anak yang pasif atau kelewat gaduh.Perilaku abnormal (melukai diri.kognisi) 5.apraksia) 4. 3.

Hidroterapi (hidrotermal..stimulan SSP (Amfetamin.Salah satu (1) atau (2): • • • 1. Ciri utama: kurang tekun dalam kegiatan yang menuntut keterlibatan kognitif.terapi wicara 3.NaValproat) . . Masalah ini menetap selama masa bersekolah. Onset : timbul pada masa perkembangan dini (balita). (e).bisa sampai usia dewasa. Sering kesulitan mengatur tugas dan aktifitas . kecenderungan untuk berpindah dari satu ke lain kegiatan tanpa penyelesaian yang tuntas. Enam atau lebih gejala in-atensi sedikitnya selama 6 bulan ke tingkat maladaptif dan tak konsisten pada tahap perkembangan.terapi perilaku (Applied Behavior Analysis) .neuroleptika (Haloperidol. (d).anti konvulsan(Carbamazepine. tapi secara lambat banyak yang menunjukan perbaikan dalam kegiatan dan perhatiannya. Sering tidak acuh untuk mendengar bila berbicara langsung padanya.antagonis opiat (naltrexon) 2. Sering tidak mau mengikuti perintah dan gagal menyelesai kan PR. Psikoterapi : . hidromekanik) Gangguan hiperkinetik • • • Etiologi : yang spesifik belum diketahui. pekerjaan atau aktifitas lain. Risperidone) . Sering punya kesulitan mempertahankan perhatian pada tugas atau kegiatan bermain. tak beraturan dan berlebihan. kurang peduli dengan . aktifitas yang mengacau. (c). • In-atensi: (a).Metilfenidat) . Sering gagal untuk memberikan perhatian pada hal detail. Kriteria diagnosis (DSM-IV) : A. Terapi diet (bebas glutein dan casein) 4. (b).

Sering menghindar. kaki. Sering berbicara berlebihan. Enam atau lebih dari gejala hiperaktif-impulsif yang menetap untuk sedikitnya 6 bulan ke tingkat maladaptif dan tak konsisten dengan tahap perkembangan. Sering meninggalkan kelas atau pada waktu lain tetap duduk. skizofrenia. (c). (i). Sering gelisah pada lengan. Beberapa hendaya dari gejala yang ada berada dalam dua situasi atau lebih (spt. Sering lari lari atau memanjat. Hiperaktifitas: (a). atau gejala psikotik lainnya. Sering punya kesulitan bermain atau memanfaatkan waktu luang. (h). (i). Sering bicara tanpa pikir & menjawab sebelum pertanyaan selesai.buku). C. berbelit belit diatas kursi. Sering melupakan kegiatan rutin. Sering mudah dibingungkan oleh rangsang dari luar. (e).mainan. Sering interupsi atau mengganggu (dalam berbicara atau bermain) B. E. benci. (b). (h). sekolah. • Penatalaksanaan:  Informasi untuk pasien & keluarga: Perilaku hiperkinetik bukan kesalahan anak . (g). Sering kehilangan sesuatu yang perlu untuk tugas atau kegiatan (spt. cemas. Gejala tidak terjadi secara eksklusif selama perjalanan penyakit dari autisme.pensil. (d). dan bukan gejala gangguan mental lain seperti gangguan mood. Beberapa gejala inatensi atau hiperaktif-impulsif yang menyebabkan hendaya terjadi sebelum mencapai umur 7 tahun. 2.(f). Sering main “motor-motoran”. rumah atau tempat kerja) D. menolak untuk terlibat tugas yang perlu usaha mental yang kuat (spt PR atau tugas sekolah) (g). Sering tak sabar menunggu. (f). pekerjaan & akademik. Secara klinik terbukti adanya hendaya bermakna dalam fungsi sosial. dissosiatif atau kepribadian.

 Konsultasi Spesialis : perlu untuk layanan terapi perilaku Gannguan tingkah laku • Gambaran Klinik : . termasuk hubungan kekeluargaan yang kurang memuaskan & kegagalan di sekolah. selama sedikitnya 12 bulan atau sedikitnya 1 kriteria dalam 6 bulan Agresi pada orang atau hewan.Dorong orang tua untuk memberikan penghargaan bila anak mampu memberikan perhatian.Gangguan tingkah laku sering berhubungan dengan lingkungan psikososial yang buruk. norma sosial sesuai usia atau peraturan dilanggar dengan adanya 3 (atau lebih) dari hal berikut. (4). (3). Melakukan kekejaman fisik pada orang . Perlu bantuan untuk tetap tenang di rumah & sekolah. Hindari hukuman.Gambaran gangguan tingkah laku dapat juga merupakan gejala kondisi psikiatrik lainnya Beberapa kasus dapat berlanjut ke gangguan kepribadian dissosial.  Konseling untuk pasien & keluarga: .- Hasil lebih baik bila orang tua menerima & tenang. Sering suka menantang berkelahi. Pola perilaku menetap & berulang. agresif atau menentang yang berulang & menetap . biasanya laki-laki . A. pemberian hadiah mendorong perilaku (+). • KRITERIA DIAGNOSIS (DSM-IV). Olah raga & aktifitas fisik membantu pengeluaran energi. Suka menggunakan senjata yang dapat melukai orang lain.Sifat pelanggaran norma sosial lebih parah dari kenakalan/ pemberontakan anak dan remaja lazimnya.Ciri khas adanya pola tingkah laku dissosial. di mana baik hak dasar orang lain. (2). (1).mengancam atau menekan orang lain. Sering marah. .

C. Mencuri barang yang tak ada nilainya tanpa berhadapan dengan korban. Merusak barang. (6). Sering keluar malam. Melakukan kekejaman fisik pada hewan. • Penatalaksanaan: menimbulkan  Informasi untuk pasien & keluarga: Pendisiplinan harus jelas & konsisten. (14). pemalsuan). belum termasuk ke dalam gangguan kepribadian anti sosial. (seperti: ngutil. (12). Berbohong atau mencuri (11). Mencuri saat menghadapi korban (diam2 atau terang2an). melawan larangan orang tua yang dimulai sebelum usia 13 tahun. . B. Bila individu berusia lebih 18 th. Gangguan perilaku menyebabkan secara klinis hendaya bermakna dalam fungsi pekerjaan. (8). Merusak rumah. sebelum usia 13 tahun. tanpa kekerasan/kejam Hindari hukuman. akademik & sosial. bangunan atau kendaraan orang lain.lebih baik penghargaan untuk perilaku positif. Sering bolos dari sekolah. (13). (7). (10).(5). Dengan sengaja menggunakan api untuk tindakan yang dapat kerusakan. (9). (15). Sering berbohong untuk memperoleh barang atau menghindari kewajiban. Pelanggaran aturan yang berat. Memaksa seseorang untuk melakukan aktifitas seksual. Kabur dari rumah orang tua atau orang tua angkat malam hari sedikitnya dua kali ( sekali tanpa kembali dalam waktu cukup lama). Dengan sengaja merusak barang lain (tanpa memakai api).

Awal lambat (enuresis sekunder) timbul sekitar usia 5 – 7 tahun. Konseling untuk pasien & keluarga: Tanyakan alasan perilaku keras. atau kondisi medik umum (spt. Dorong orang tua untuk menghargai perilaku positif anak. Enueresis non organic • Gb.epilepsi.retik).DM. coba mengubah sedapat mungkin.spina bifida). • Penatalaksanaan:  Informasi penting utk pasien & keluarga: Enuresis bagian keterlambatan perkembangan. jelaskan pada anak keuntungan dari aturan ini. sosial atau area fungsi penting lainnya C. Kriteria diagnosis: (DSM-IV). Problem emosional mungkin sekunder & sebaliknya enuresis bagian dari gangguan psikiatrik lain. Perilaku bukan akibat efek fisiologis langsung dari zat (spt diu.klinik: Gangguan yang ditandai oleh BAK tanpa kehendak. . B. Pengosongan urine berulang di tempat tidur atau di celana (baik diinginkan atau tidak dikehendaki). baik pada siang atau malam hari yang tidak sesuai dengan usia mental anak dan bukan akibat kurangnya pengendalian kandung kemih akibat gangguan syaraf. diskusikan aturan ini dengan guru. Perilaku secara klinis bermakna diwujudkan oleh frekwensi 2 kali seminggu sedikitnya 3 bulan. Ada ketidakpastian mekanisme yang terlibat. Onset bisa sejak lahir atau sesudah anak dapat mengendalikan kandung kemih. Enuresis dapat merupakan satu kondisi monosimtomatik atau berhubungan dengan emosional atau perilaku yang lebih luas.  Konsul ke spesialis: bila kondisi tak dapat diatasi tanpa obat. atau adanya penderitaan bermakna atau hendaya dalam fungsi akademik. epilepsi atau kelainan struktural saluran kemih. - - - A. Usia kronologik sedikitnya 5 th ( sesuai dengan tahap perkembangan). Penegakkan disiplin dengan membatasi perilaku buruk. sering diturunkan/heriditer. D.

seperti saat tidur Hukuman & dimarahi tak akan membantu.  Konseling utk pasien & keluarga:  Membuat anak. walau bisa membantu untuk anak yang cenderung bersih. ganti sprei). terapi biasanya efektif. Enuresis bukan dalam kendali anak.  Berikan pujian & semangat untuk keberhasilan.- Prognosis baik. Desmopressin (20-40 mg intranasal)  Konsul ke spesialis : Bila enuresis terjadi terkait dengan konflik keluarga yang parah atau gangguan emosional yang lebih parah. terapi sebagai bagian dari dirinya. malah menambah distres emosi.cuci celana. Obat yang cukup efektif Imipramine (25-50 mg 2 jam sebelum tidur).  Bila mudah diperoleh dapat menggunakan sistem alarm.aliran abnormal. diperlukan waktu 12 pekan untuk penggunaannya. stop ditengah bak)  Medikasi : Penggunaan obat secara teratur biasanya relatif.  Tenangkan anak bila cemas dalam menggunakan toilet.  Anak membuat catatan dry nights di kalender.  Latihan untuk meningkatkan bladder control saat jaga (menahan bak untuk waktu lama.inkontinensia menetap. Bila mungkin anak mengambil tanggung jawab untuk problem & pengelolaannya (spt. Bila masalah menetap setelah usia 10 tahun - . Pada kasus UTI.

Riwayat Gangguan Dahulu  Timbul perasaan gelisah. sebab sesorang yang mengalami depresi. diagnosis. tidak bias berkonsentrasi sehingga perhatiannya kepada keluarga terganggu serta tidak bias melakukan pekerjaan sebagai istri dan ibu.  Pasien diberi obat penenang. jenis kelamin. diagnosis. Riwayat Gangguan Sekarang 1 minggu setelah kematian ibunya. dan merasa sesak nafas  Pasien merasa ketakuan bahwa dia akan terkena stroke lalu meninggal  Sejak 3 hari ini. pengobatan. namun setelah obat habis keluhan datang kembali. lahir normal (44th)  Bias bermaja-manja  Hubungan dengan ayahnya tidak terlalu dekat  Lebih nyaman berteman dengan laki-laki Hipotesis Ganagguan cemas   Menyeluruh Campuran anxietas dan depresi  . pasien merasa sangat sedih. Riwayat Kehidupan Pribadi  Aanak ke-7 dari 7 bersaudara. telapak tangan berkeringat. Usia. gelisah. Kita sudah dapat melemahkan depresi. merasa cepat lelah.INTERPRETASI KASUS Wanita. Ibu Rumah Tangga. Keluhan Utama Gelisah dan takut sejak kematian ibunya6 bulan yang lalu. dan jantung berdebar sejak ibunya terkena stroke namun dapat diatasi dengan jalan-jalan. ada gejala merasa cepat lelah semenjak 2 minggu yang lalu. juga pekerjaan ditanyakan yang kemungkinan penting yg dapat mempengaruhi hipotesis. serta pekerjaan ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan penting yang dapat mempengaruhi hipotesis.  Dari keterangan sejak 3 hari merasa cepat lelah. pengobatan dan prognosis. 36 tahun. gemetar. sehingga sulit tidur dan nafsu makan menurun  Sepanjang hari jantung berdebar-debar. Sehingga dari keluhan utama kita dapat mengambil hipotesa depresi karena adanya stressor dan adanya gangguan cemas sesuai dengan keluhan yang diungkapkan. Usia dan jenis kelamin. Kematian ibunya sejak6 bulan yang lalu mungkin saja ini adalah stressor timbulnya gelisah dan takut. tidak bias berkonsentrasi sehingga perhatiannya kepada keluarga terganggu serta tidak bias melakukan pekerjaan sebagai istri dan ibu.

Ketakutan akan masa depan. spontan  Menandakan tidak adanya waham 2. Keserasian B. Kesadaran : komposmentis  Menandakan tidak adanya gangguan mental organik 3. Daya tilik : derajat 4  Menandakan dia tahu dia sakit. menjawab dengan baik. waham (-) F. Arus pikir : baik. Deskripsi umum 1. Sikap : kooperatif Afek dan mood 1. suara pelan.1 Gangguan cemas menyeluruh Karena ditemukan gangguan cemas namun yidak disertai gejala gangguan campuran anxietas dan depresi (gangguan otonomik terus-menerus) Axis II Axis III Axis IV Axis V : Ciri kepribadian dependen : Tidak ada diagnosis : Kematian orang tua : GAF = 65 Dokter member terapi   Klobazepam 2x10 mg Diazepam 1x2 mg (malam hari) Psikoterapi suportif dan konseling keluarga . Pembicaraan : lancer. : cukup luas : eutim : appropriate C. Gangguan persepsi : tidak ditemukan Fungsi intelektual : baik Proses pikir 1. Perilaku dan aktivitas motorik: gelisah sering meremas – remas tangannnya  Memperkuat adanya adanya gangguan cemas 4. D. bicara lambat  suara pelan. E. Diagnosis Axis I : F41. tampak gelisah 2. bicara lambat menandakan ada tanda-tanda gelisah 5. lancar.Pemeriksaan status mental A. Penampilan : penampilan sesuai usia. rapi. tapi tidak mengetahui apa penyebabnya. Afek 2. Mood 3.

– Farmakokinetik      Penyerapan cepat melalui oral. adrenergik. Clobazam terutama dimetabolisme oleh hati. kepala teras ringan (diazepam) Perangsangan nafsu makan  bertambah berat badan Agranulositosi (jarang) Ketidakteraturan mens dan dapat mengalami kegagalan ovulasi Pada pasien gangguan pernafasan  dapat memperberat gejala sesak nafas – Indikasi       Untuk menimbulkan sedasi Menghilangkan rasa cemas Hipnotik Antikonvulsi Pelemas otot Induksi anestesi umum . setelah pemberian. mual. obat ini masih ditemukan dalam urin selama beberapa hari – Efek samping        Jarang timbul kantuk pada penggunaan dosis terapi. gang. perifer pada susunan saraf kolinergik.25 hingga 4 jam.– Klobazam adalah contoh golongan obat benzodiazepin. Fungsi sexsual. 90% berikatan dengan protein. Bertindak pada reseptor GABA sehingga dapat mengurangi aktivitas otak. mencapai kadar tertinggi dalam 8 jam dan tetap tinggi hingga 24 jam Ekskresi melalui ginjal lambat. triptaminergik Setelah pemberian peroral. – Farmakodinamik     Klobazam dan diazepam merupakan prototipe derivat benzodiazepin yang digunakan secara luas sebagai antiansietas Bekerja sentral. nyeri kepala. Konsentrasi dalam plasma. yang dapat terjadi dalam waktu 0. vertigo. Konsentrasi plasma maksimal setelah 24 sampai 72 jam. tapi pada takar lajak benzodiazepin timbul depresi ssp  kantuk dan ataksia Efek yang diharapkan terjadi jika didalam darah mencapai 300 – 400 ng/ml  bersamaan dengan efek sedasi dan gangguan psikomotor (diazepam) Intoksikasi terjadi jika pada kadar > 9900 – 1000 ng/ml : rash.

Lumbantobing.M. dr. Dr. 2006. Balai Penerbit FKUI : Jakarta Kaplan dan Sadock .REFERENSI PPDGJ III Prof. Anak dengan mental terbelakang. S.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->