P. 1
Pupuk

Pupuk

|Views: 244|Likes:
Published by alif_fiqriah
nanananaaaaaaaaa
nanananaaaaaaaaa

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: alif_fiqriah on Apr 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/29/2015

pdf

text

original

Pupuk Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pupuk kandang, ditumpuk di tepi ladang. Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen. Pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen seperti hormon tumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme. Meskipun demikian, ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen. Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun. Salah satu jenis pupuk organik adalah kompos. Daftar isi Macam-macam pupuk Dalam praktik sehari-hari, pupuk biasa dikelompok-kelompokkan untuk kemudahan pembahasan. Pembagian itu berdasarkan sumber bahan pembuatannya, bentuk fisiknya, atau berdasarkan kandungannya. Pupuk berdasarkan sumber bahan Dilihat dari sumber pembuatannya, terdapat dua kelompok besar pupuk: (1) pupuk organik atau pupuk alami (bahasa Inggris: manure) dan (2) pupuk kimia atau pupuk buatan (Ing. fertilizer). Pupuk organik mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa-sisa metabolisme atau organ hewan dan tumbuhan, sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral. Pupuk kimia biasanya lebih "murni" daripada pupuk organik, dengan kandungan bahan yang dapat dikalkulasi. Pupuk organik sukar ditentukan isinya, tergantung dari sumbernya; keunggulannya adalah ia dapat memperbaiki kondisi fisik tanah karena membantu pengikatan air secara efektif. Pupuk berdasarkan bentuk fisik Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk dibedakan menjadi pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau

cairan. Pupuk padatan biasanya diaplikan ke tanah/media tanam, sementara pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman. Pupuk berdasarkan kandungannya Terdapat dua kelompok pupuk berdasarkan kandungan: pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal mengandung hanya satu unsur, sedangkan pupuk majemuk paling tidak mengandung dua unsur yang diperlukan. Terdapat pula pengelompokan yang disebut pupuk mikro, karena mengandung hara mikro (micronutrients). Beberapa merk pupuk majemuk modern sekarang juga diberi campuran zat pengatur tumbuh atau zat lainnya untuk meningkatkan efektivitas penyerapan hara yang diberikan. RidwanAZ.com Pengertian dan Jenis Pupuk Organik – Pupuk Anorganik admin June 29, 2012 0 Pengertian pupuk adalah semua bahan yang ditambahkan kepada tanah dengan tujuan memperbaiki sifat fisis, sifat kimia, dan sifat biologi tanah. Sifat fisis tanah berkaitan erat dengan tingkat kegemburan tanah, porositas dan daya serap. Sifat kimia berkaitan dengan pH (tingkat keasaman) dan ketersediaan unsur hara. Sedangkan sifat biologi berkaitan dengan mikroorganisme yang hidup di dalam tanah. Macam-macam Unsur Hara Makro dan Fungsinya Pupuk dan pestisida sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi pertanian. Terkait dengan pembahasan bidang ilmu biologi, telah dipelajari berbagai macam unsur hara, pengelompokan dan juga bentuk yang siap dikonsumsi oleh tanaman bagi masing-masing unsur hara. Berikut ini daftar unsur hara makro yang diperlukan tanaman beserta fungsinya bagi pertumbuhan: 1. 2. 3. Karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O). Ketiganya merupakan unsur dasar penyusun karbohidrat, protein, lemak, klorofil, dan lain-lain. Nitrogen (N). Nitrogen berguna dalam proses sintesis protein dan klorofil. Nitrogen juga bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan vegetatif. Fosfor (P). Fosfor berguna sebagai pemacu pertumbuhan akar pada benih atau tumbuhan muda, mempercepat pembungaan dan pemasakan biji atau buah, serta berperan dalam pembentukan inti sel, protein, dan lemak. Kalium (K). Kalium berguna dalam hal memperlancar proses fotosintesis dan pembentukan protein, mengeraskan jerami dan bagian kayu dari tanaman, dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Kalsium (Ca). Kalsium bermanfaat untuk memperkokoh batang dan merangsang pembentukan biji-bijian. Magnesium (Mg). Magnesium bermanfaat sebagai salah satu komponen pembentukan klorofil. Belerang (S). Belerang berperan dalam proses pembentukan klorofil dan berbagai jenis protein.

4.

5. 6. 7.

Unsur-unsur hara makro tersebut diperlukan oleh tanaman dalam jumlah relatif besar sehingga diperlukan tambahan dalam bentuk pupuk. Jenis pupuk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Adapun unsur hara mikro tidak perlu ditambahkan dalam pupuk karena diperlukan dalam jumlah relatif sedikit dan sudah tersedia di dalam tanah.

A. Pupuk Organik (Pupuk Alam) Macam-macam pupuk organik adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. Pupuk hijau. Pupuk hijau didapatkan dari tumbuhan muda, terutama dari jenis polong-polongan (leguminose), yang dibenamkan di lahan pertanian. Pupuk kandang. Pupuk kandang diperoleh dari kotoran hewan ternak, misalnya sapi, ayam, kambing, dan lain-lain. Kompos. Pupuk kompos diperoleh dari bahan organik limbah pertanian, misalnya jerami, batang jagung, atau sampah yang dibusukkan bersama pupuk kandang. Pupuk kompos lebih banyak digunakan untuk menyuburkan tanaman-tanaman pot atau holtikultura.

Pupuk alam dapat memperbaiki sifat-sifat fisis tanah, yaitu: struktur, tata udara, daya resap air, dan daya tahan terhadap erosi. Selain itu, pupuk alam juga membentuk humus (bunga tanah) sehingga berperan juga dalam memperbaiki sifat biologi. Selanjutnya, peruraian dari humus akan menambah ketersediaan unsur-unsur hara. B. Pupuk Anorganik (Pupuk Buatan) Jenis-jenis pupuk anorganik meliputi pupuk nitrogen, pupuk kalium, pupuk fosfor, pupuk, majemuk, dan pupuk daun. Pupuk nitrogen. Contoh pupuk nitrogen antara lain: 1. 2. 3. 4. Urea atau CO(NH2)2 yang memiliki kadar Nitrogen 45-46%, ZA (Zwavelvuur Amonium) atau (NH4)2SO4 yang memiliki kadar Nitrogen 20,5-21%, Sendawa Chili atau NaNO3 yang memiliki kadar nitrogen 15%, dan Amonium Nitrat atau NH4NO3 yang memiliki kadar nitrogen sebesar 35%.

Jenis pupuk nitrogen yang paling banyak dipakai adalah ZA dan Urea. Pupuk fosforus. Contoh pupuk fosforus adalah:

1. 2. 3.

Superfosfat tunggal (ES= Engkel Superfosfat) yang memiliki kadar P2O5 sebesar 5%, Superfosfat rangkap (DS= Double Superfosfat) yang memiliki kadar P2O5 sebesar 30%, Superfosfat Triple (TS= Triple Superfosfat) dengan kadar P2O5 sebesar 45%.

Dari ketiga jenis pupuk fosfor di atas, yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah jenis TS.

Pupuk Kalium. Contoh pupuk kalium adalah: 1. 2. Kalium Klorida atau KCl yang memiliki kadar K2O sebesar 50%, dan Kalium Sulfat (ZK= Zwavelvuur Kali) dengan kadar K2O sebesar 50%.

Pupuk majemuk. Pupuk Nitrogen, Pupuk Phosphor, dan Pupuk Kalium adalah jenis pupuk tunggal. Ketiganya disebut sebagai pupuk tunggal karena hanya mengandung satu jenis unsur hara primer. Sedangkan pupuk majemuk mengandung lebih dari satu jenis unsur hara primer. Contoh pupuk majemuk adalah: 1. 2. Pupuk NPK yang mengandung amonium nitrat (NH4NO3), Amonium dihidrogen fosfat (NH4H2PO4) dan Kalium Klorida (KCl).

Kadar masing-masing unsur dinyatakan dengan suatu angka. Contoh: Pupuk NPK 10-15-20, berarti mengandung 10% nitrogen (sebagai N), 15% fosfor (sebagai P2O5), dan 20% Kalium (sebagai K2O). Setiap jenis tanaman memerlukan N, P dan K dengan perbandingan tertentu. Oleh karena itu, penggunaan pupuk majemuk disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan dipupuk. Pupuk Daun. Pupuk daun diberikan kepada tanaman dengan cara disemprotkan pada daun sehingga terserap secara osmosis ataupun difusi melalui stomata (mulut daun). Pupuk daun biasanya mengandung unsur hara, namun terkadang

mengandung Contoh pupuk daun: 1. 2.

vitamin,

hormon

dan

zat

tumbuh.

Wuxal dengan kandungan 9% N, 9% P2O5, 7% K2O, Fe, Mn, B, Zn, Mo, vitamin dan hormon tumbuh. Contoh pupuk daun yang kedua adalah Baypolan yang mengandung 11% N, 10% P2O5, 6%K2O, Fe, Mn, Cu, Zn, dan Mo.

Semoga informasi atau penjelasan mengenai pengertian pupuk serta jenis-jenisnya di atas bisa bermnafaat bagi kamu, sehingga dapat memaksimalkan hal-hal alami di sekitar kamu menjadi pupuk organik yang aman bagi ekosistem di sekitarnya. Referensi: http://balittanah.litbang.deptan.go.id/dokumentasi/juknis/pupuk%20organik.pdf http://id.wikipedia.org/wiki/Pupuk_organik http://pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/bpp09037.pdf

BERBAGAI MACAM JENIS PUPUK

NPK 7-7-7 SUPER BAHARI Ijin Deptan : G 853/DEPTAN-PPI/VII/2009 SNI : 089/LS-Pro/SNI/2009 Pupuk NPK Super Bahari merupakan pupuk NPK yang disamping mengandung unsur Makro primer N, P, K, juga mengandung unsur makro sekunder Ca, Mg, S, dan unsur mikro Zn, Br, Mo. Ketersediaan unsur tersebut akan memacu tanaman tumbuh cepat dan berproduksi secara optimal. Kandungan unsur hara : N 7,22%, P2O5 7,22 %, K2O 7,57%, CaO 20%, Mg 2%, Sulfat 2%, Unsur mikro Zn, Mn, Fe, Cu, Bo, dan silikat.

Kandungan Ijin SNI

(N Deptan

16%, :

NPK 16-16-16 / 15-15-15 DAUN SEGAR P2O5 16%, K2O 16%) : G035/DEPTAN-PPI/I/2006 02-3776-2003

NPK Daun Segar merupakan pupuk NPK yang mempunyai kandungan N 16%, P2O5 16% dan K2O 16% Kandungan dalam NPK Daun Segar hampir seluruhnya larut dalam air sehingga seluruhnya dapat terserap oleh tanaman serta kandungan unsur hara yang lengkap dan berimbang baik unsur makro maupun mikro menjadikan tanaman sehat dan kuat

NPK ELANG SUPER 16

Pupuk NPK ELANG SUPER hampir seluruhnya larut dalam air sehingga dapat seluruhnya terserap oleh tanaman serta unsur hara makro yang lengkap yaitu nitrogen, posphat, dan kalium dan hara mikro seperti Mgo, Ca, S, Protein dan lain-lain menjadikan tanaman sehat dan kuat. hampir tidak ada resiko salah dalam mencampur dan menggunakan dilapangan. Kandungan unsurnya merata dalam setiap butiran dan berimbang.

NP

K MUTIARA 16-16-16

Pupuk NPK dengan kandungan NPK 16-16-16 pupuk ini sudah sangat familiar di kalangan petani dengan berbagai keunggulanya.

Pupuk NK FLORAMAS merupakan pupuk dengan kandungan N (Nitrogen) +/- 22,62%, dan K2O +/- 8,72.

Pupuk Pembenah Tanah merk PHOSKA, merupakan pupuk dengan fungsi sebagai pembenah tanah, dengan kandungan CaO 15,66%, MgO 10,36%, Al2O3 + Fe2O3 0,22% dan SiO2 0,16%.

NPK KEL APA SAWIT (NPK maks : 12 20 12) Ijin Deptan : G314/DEPTAN-PPI/VII/2007 Ijin Memperindag : 089/M/SK/ILMK/VIII/1998 SNI Pupuk NPK Kelapa Sawit merupakan pupuk dengan kandungan NPK yang di formulasikan untuk tanaman perkebunan kelapa sawit, tetapi dapat juga di aplikasikan pada tanaman pertanian. Selain mengandung unsur hara makro primer seperti Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K), pupuk kelapa sawit juga meng andung unsur hara makro sekunder yang juga sangat di butuhkan tanaman seperti Ca, MG, dan S. Fungsi NPK Kelapa Sawit : Mempercepat pertumbuhan tanaman dtan menjadikan tanaman lebih sehat dan kuat.Praktis, hemat biaya, hemat waktu, dan dosis pupuk lebih terukur.Lebih efisien karena sekali pemberian pupuk sudah mencakup u nsur hara makro,mikro, dan organik yang dibutuhkan tanaman. Mengapa harus menggunakan pupuk berimbang NPK Kelapa Sawit,
  

Mempercepat pertumbuhan tanaman dan menjadikan tanaman lebih sehat dan kuat Praktis, hemat biaya, he mat waktu dan dosis lebih terukur Lebih efisien, karena sekali pemberian pupuk sudah sekaligus mencakup unsur hara makro, mikro dan organik yang dibutuhkan tanaman

NPK BHOS KA (NPK maks : 16 14 11) Ijin Deptan : G708/PPI/II/2009 Pupuk NPK Bhoska merupakan pupuk yang bisa diaplikasikan untuk semua jenis tanaman pertanian maupun perkebunan dengan ha rga yang terjangkau. Dengan keunggulan paket teknologi pupuk Bhoska dapat menunjang produksi pangan, pendapatan dan kesejahteraan petani. Tersedi a dalam kemasan 25kg dan 50kg. Manfaat Pupuk NPK Bhoska:
     

Menjadikan daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun yang sangat penting bagi proses fotosintes Mempercepat pertumbuhan tanaman, mempercepat pencapaian tinggi tanaman maksimum dan jumlah anakan maksimum Memacu pertumbuhan akar, perakaran lebih lebat sehingga tanaman menjadi sehat dan kuat Menjadikan batang lebih tegak, kuat dan mengurangi resiko rebah Meningkatkan daya tahan terhadap serangan hama penyakit tanaman Memperbanyak jumlah butir gabah per malai

PUPUK NPK MENJANGAN (Kandungan maks. 15-13-19) Ijin Deptan G.642.PPI XI/2008 Pupuk NPK Menjangan merupakan pupuk yang mengandung unsure Nitrogen, Posphat, dan Kalium dan mampu menggantikan kehilangan unsure hara dari pupuk N (urea) dan unsure K dari pupuk KCL yang tercuci air karena mudah sekali larut dalam air. Pupuk Menjangan dapat diaplikasikan untuk semua jenis tanaman baik tanaman pertanian maupun perkebunan. Kegunaan Pupuk menjangan :
     

Mempercepat, memperbanyak, memperpanjang dan memperkuat perakaran tanaman sehingga meningkatkan penyerapan hara. Mempercepat, memperbesar, dan memperkuat pertumbuhan tanaman dan mencegah kekerdilan tanaman Mempercepat, memperbanyak, dan menyehatkan pertumbuhan tunas Meningkatkan fotosintesa sehingga pembentukan zat tepung, gula dan protein akan meningkat Memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan produksi buah Mengurangi kerontokan bunga dan buah. Dengan Pupuk Menjangan jumlah mutu hasil tanaman akan meningkat, sehingga pendapatan petani akan meningkat pula.

UREA

(nonsubsidi), ZA, KCL (Rusia) dan KCL (Canada)

PUPUK

ORGANIK

GUANO

SP - 2 7 Cap PADI KUNING (Kadar P2O5 sekitar 18%) Pupuk SP-27 Cap Padi Kuning dapat merangsang pertumbuhan dan kesuburan semua jenis tanaman, berguna untuk memperbaiki sifat fisik tanah serta meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, mempercepat pertubuhan akar yang sehat sehingga dapat mengambil unsur hara didalam tanah lebih banyak dan tanaman menjadi kuat. Pupuk SP-27 Cap Padi Kuning, untuk tanaman semusim sebaiknya digunakan sebagai pupuk dasar sedangkan untuk tanaman tahunan diberikan pada awal atau akhir musim hujan atau segera setelah masa panen, dan dapat digunakan bersama dengan pupuk lain.

PUPUK SSP-18 (kandungan P2O5 ± 18,72% dan S ± 3,94%) Ijin Deptan : G 506/DEPTAN-PPI/VII/2008 Pupuk Super Phospat (SSP-18) merupakan pupuk unggul saat ini dan akan datang, toleransi yang luas dapat digunakan pada berbagai jenis tanaman dengan tingkat kesuburan tanah. Dengan kandungan hara utama Pospor (P) dalam bentuk P2O5 18% dan unsure makro lain Ca, Mg, S, juga terdapat unsure mikro yang sangat dibutuhkan tanaman. Manfaat dan Kegunaan Pupuk SSP-18 :
 

 

Bentuk granular memudahkan aplikasi di lapanganBersifat netral sehingga tidak mempengaruhi keasaman tanah Kandungan hara yang cukup dan tersedia akan mudah merangsang tanaman tumbuh sehat dan kuat dengan system perakaran yang kokoh untuk menjaga agar kondisi tanah tetap seimbang Unsure hara pospor yang terdapat dalam pupuk SSP-18 hampir seluruhnya larut dalm air dan dapat diserap tanaman secara bertahap, sehingga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi selama periode pertumbuhan Kadar air rendah sehingga lebih efisien dalam pengangkutan dan penyimpanan Sebagai pupuk alternatif yang ekonomis dan efisien, serta diformulasikan ramah lingkungan dan kesehatan.

PUPUK Ijin

Deptan

ORGANIK :

G

DOFOSF G-21 506/DEPTAN-PPI/VII/2008

TDI : 18/403.56/TDI/III/2008 Pupuk organik Dofosf G-21 diproduksi dengan sistem formulasi seimbang, yaitu untuk kebutuhan nutrisi tanaman dan perbaikan kualitas struktur tanah agar dapat meningkatkan produksi dan kualitas hasil pertanian secara optimal, serta berorientasi untuk jangka panjang. Pupuk organik Dofosf G-21 diformulasikan lebih dari 12 macam bahan organik yang telah mengalami fermentasi sempurna (c/n ratio 5-7% dan C organik 10-15%) dan diperkaya dengan mineral macro, multivitamin, glukosa, asam amino dan humic acid. Sehingga menjadi pupuk organik lengk ap, disamping unsur hara makro nutrient (N,P,K,Ca,Mg,S) serta unsur hara tambahan mikro nutrient (Cu,Fe,B,Zn,dll) diaplikasikan dengan campuran organik plus vittan dalam bentuk granular memungkinkan unsur hara dapat diserap tanaman secara bertahap, sehingga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi selama periode pertumbuhan dan menjadi stabilitas struktur tanah. Pupuk organik Dofosf G-21 juga sangat ramah lingkungan.

PUPUK ORGANIK GRANUL (CURAH) Pupuk Organik ini di jual dalam bentuk masih curah sehingga pembeli dapat menentukan kemasan dan merk dagang sendiri. Kapasitas : Banyak

Hasil Lab : C organik : 12.4% BO : 14.4% N total : 3.7% P2O5 : 10.5 ppm K2O : 9.2% pH : 7 Ca : 13.4% Mg : 1.2% (sumber : Lab ilmu tanah UPN yogyakarta)

PUPUK

ORGANIK

GRANUL

"GREEN

LEAF"

Kandungan : C Organik:12%, C/N:12-25%, pH:5-8, K2O:maks5%, P2O5 maks:5%, Unsur mikroba:min2% diameter:2-5mm. Pupuk organik Green Leaf merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa hayati yang familiar dan mudah didapat di lingkungan. Fungsi:

Menyediakan fungsi makro dan mikro lengkap senyawa organik komplek (enzim dan asam organik komplek) serta mikroorganisme yang menguntungkan. Manfaat Produk:
  

Memperbaiki kesuburan fisik tanah dalam jangka panjang dan memacu aktivitas makro organisme tanah Menghemat pemakaian pupuk anorganik dan mengandung ekstrak pestisida hayati Bebas sporacendawan/jamur, biji gulma, telur/parasit hama, bakteri phatogen, termasuk gas beracun, bau, dan meningkatkan produksi tanaman

PUPUK KOTAK (Untuk Kelapa Sawit) Pupuk kotak merupakan pupuk organik yang dalam penggunaanya ditempel pada pelepah kelapa sawit. Pupuk ini sangat efektif dan efisien karena semua unsurnya dapat di serap secara maksimal. Keunggulan :
 

Efektif dan efisien karena penyerapan unsur oleh tanaman yang maksimal Sangat cocok untuk tana man perkebunan kelapa sawit karena sudah teruji

GUANO

(Kotoran

Kelelawar)

Guano memiliki unsur hara yang lengkap untuk tanaman baik unsur makro dan mikro yang sangat berguna untuk 1. Memperbaiki dan memperkaya struktur tanah karena 40% pupuk ini mengandung material organik. 2. Terkandung bakteria dan mikrobiotik flora yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman dan sebagai fungisida alami. 3. Kaya akan unsur makro fosfor (P) dan nitrogen (N). Oleh karena itu jenis pupuk ini lebih dikenal sebagai pupuk organik fosfor. 4. Dapat digunakan pada semua jenis tanaman baik yang berada di dalam atau di luar ruangan, dan ramah lingkungan

upuk Lain

ZEOLITE adalah mineral natural yang menakjubkan karena kemampuannya yang luar biasa untuk menyerap(absorben) ,mengandung dan melepaskan ion-ion dan berkemampuan menyimpan mineral dan pupuk, nutrien, sehingga tanah yang ditanami dapat dipertahankan kesuburannya dan kegemburannya, karena zeolite mengandung macro dan micro nutrisi yang dibutuhkan tanaman, zeolite mempunyai pori-pori untuk menggemburkan tanah, zeolite mempunyai kemampuan penukar kation atau disebut juga CEC( Cation Exchange Capacity) Kegunaan Zeolit antara lain : 1. Murah dibanding pupuk Kimia 2 Dapat menghemat pemakaian pupuk 40% 3 Meningkatkan hasil produksi 50%-80% 4 Menghindari kehilangan nutrisi pupuk melalui aliran air dan suhu panas 5 Menambah daya tahan tanaman dan mengurangi serangan penyakit(menyerap racun-racun),karena SiO2 yang tinngi. 6 memperbaiki sirkulasi udara dalam tanah 7 Bisa digunakan untuk semua tanaman 8 Mengubah PH tanah (keasaman) tanah menjadi ph subur (netral) 9 mengandung unsur hara untuk tanaman ( unsur makro dan mikro nutrien)

10 Menyerap logam-logam berat , supaya tidak ikut dalam tanaman 11.Menghemat pemakaian pupuk, karena ZEOLITE akan menyimpan pupuk/mengikatnya KEKURANGAN 1.30%-40% dari nutrisi pupuk panas(journal of oil palm 2 Tidak merawat tanah 3 Tidak PUPUK hilang terlarut melalui resapan air dan research 1996,salisbury F>B, et al dan tidak memperbaiki pengudaraan mengandung mikro KiMIA cuaca 1969) tanah nutrien

Dari penelitian di Malaysia melalui studi kelayakan di Malaysia dengan menggunakan campuran pupuk dan zeolit di dapatkan perbandingan terbaik adalah NPK : Zeolit = 3 : 2 Percobaan dilakukan pada perkebunan sawit (palm), dapat disimpulkan 1. Terjadi penghematan pupuk 2. Dapat meningkatkan hasil panen

PHOSPHAT ALAM Powder dan Granule kadar P2O5 +/- 20% Phosphat Alam berasal dari batuan phosfat hasil akumulasi, sedimentasi, kompaksi serta proses biokimia yang berlangsung secara alami dan dalam jangka waktu yang sangat lama. Unsur utama yang terkandung dalam mineral ini adalah fosfor dalam bentuk P2O5. Phosphat Alam sangat baik digunakan pada lahan pertanian maupun perkebunan.

DOLOMIT Dolomit adalah mineral dengan unsur utama adalah MgO yang berbentuk batuan dengan warna putih keabu-abuan. Fungsi dolomit di bidang pertanian : untuk menetralisir tanah yang sudah masam dan menahan keasaman yang ditimbulkan oleh pupuk urea. Pemberian pupuk yang terlalu banyak (dengan urea maupun kalium) akan menurunkan Mg sehingga menyebabkan kehilangan kemampuan berasimilasi dengan CO2. Dengan pemberian dolomit, pH tanah akan meningkat sehingga unsur-unsur N, P, K akan menjadi semakin baik.

PUPUK

PRODAP

PUPUK PK

Sumber : http://pupukplus.blogspot.com/2005/07/pupuk-lain.html

Tentang Pupuk dan Kegunaan Pupuk
Posted by carabudidaya.com in artikel | 0 comments

Kesuburan tanah tidak terlepas dari keseimbangan biologi, fisika dan kimia; ketiga unsur tersebut saling berkaitan dan sangat menentukan tingkat kesuburan lahan pertanian. Tanpa disadari selama ini sebagian besar pelaku tani di Indonesia hanya mementingkan kesuburan yang bersifat kimia saja, yaitu dengan memberikan pupuk anorganik seperti : urea, TSP/SP36, KCL dan NPK secara terus menerus dengan dosis yang berlebihan. Pemupukan akan efektif jika pupuk yang ditebarkan dapat menambah atau melengkapi unsur hara yang telah tersedia di dalam tanah. Karena hanya bersifat menambah atau melengkapi unsur hara, maka sebelum digunakan harus diketahui gambaran keadaan tanahnya, khususnya kemampuan awal untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Dalam mendukung kehidupan tanaman, tanah memiliki empat fungsi utama yaitu :

1. Memberi unsur hara dan sebagai media perakaran 2. Menyediakan air dan sebagai tempat penampung (reservoir) air 3. Menyediakan udara untuk respirasi (pernafasan) akar 4. Sebagai media tumbuhan tanaman Tanah dapat digolongkan berdasarkan sifat fisik dan kimianya, menjadi: 1. Tanah yg kimia kaya dan fisik baik. Biasanya pd tanah pegunungan, contohnya; tanah andosol, & chernocen 2. Tanah yg kimia kaya tetapi sifat fisik jelek. Tanah ini umumnya berwarna abu-abu sampai merah, hal ini menunjukkan kandungan bahan organik dan liat yg cukup tinggi. Misal pada tanah Gromosol (di Jawa Tengah & Jawa Timur) 3. Tanah yg kimia miskin tetapi sifat fisik baik. Pd umumnya, tanah berwarna merah sampai coklat, terbentuk pada daerah2 dgn pencucian tinggi sbg akibat curah hujan yg tinggi. Cth; tanah Lanosol (Jawa Barat). 4. Tanah yg kimia miskin & fisiknya jelek. Sebagian besar tanah2 di Indonesia (60%). Cth : tanah PMK (Podsolik Merah Kuning), dan cocok untuk komoditas perkebunan seperti karet, kelapa sawit, & HTI Dalam melakukan budidaya tanaman, perlakuan dengan pemberian pupuk sangatlah penting. Hal ini disebabkan karena kandungan unsur hara pada tanah sering mengalami pencucian oleh air hujan maupun pemakaian oleh tanaman yang tumbuh sebelumnya. Selain itu, kebutuhan tanaman terhadap unsur hara pada setian fase pertumbuhannya yang berbeda-beda sehingga perlu dilakukan pemupukan. Selain itu Produktivitas tanah semakin lama akan semakin menurun,sbg akibat dari faktor-faktor : 1. Usaha budidaya pertanian. 2. Pengikisan top soil 3. Pencemaran lingkungan 4. Bencana alam 5. Pengaruh Iklim

Sebelum melakukan pemupukan, ada baiknya kita mengenal, apa itu pupuk. Pupuk adalah bahan atau unsur-unsur dalam bentuk senyawa Kimia Organik maupun anorganik yang berguna untuk tanah & nutrisi tanaman. Sementara pemupukan berarti pengaplikasian bahan/unsur-unsur kimia organik maupun anorganik yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi kimia tanah dan mengganti kehilangan unsur hara dalam tanah serta bertujuan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman sehingga dapat meningkatkan produktifitas tanaman. 5 Tepat Pemupukan 1) Tepat Jenis. Jenis pupuk disesuaikan dengan unsur hara yg dibutuhkan tanaman. 2) Tepat Dosis. Pemberian pupuk harus tepat takarannya, disesuaikan dgn jumlah unsur hara yg dibutuhkan tanaman pada setiap fase pertumbuhan tanaman. 3) Tepat Waktu. Harus sesuai dgn masa kebutuhan hara pd setiap fase/umur tanaman, dan kondisi iklim/cuaca (misal : (a) pemupukan yg baik jika ilakukan di awal musim penghujan atau akhir musim kemarau, (b) pengaplikasian PPC sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum jam 11 siang) 4) Tepat Cara. Cara pengaplikasian pupuk disesuaikan dengan bentuk fisik pupuk, pola tanam, kondisi lahan dan sifat2 fisik , kimia tanah & biologi tanah. 5) Tepat Sasaran. Pemupukan harus tepat pada sasaran yg ingin dipupuk, misal;

Jika yg ingin dipupuk adalah tanaman, maka pemberian pupuk harus berada didalam radius daerah perakaran tanaman, dan sebelum dilakukan pemupukan maka areal pertanaman harus bersih dari gulma-gulma pengganggu. Jika pemupukan ditujukan untuk tanah, maka aplikasinya dilakukan pada saat pengolahan tanah, dan berdasarkan pada hasil analisa kondisi fisik & kimia tanah.

Pemberian bahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki suasana tanah, baik fisik, kimia atau biologis disebut pembenahan tanah (amandement) yang berarti perbaikan (reparation) atau penggantian (restitution). Bahan-bahan tersebut termasuk mulsa (pengawet lengas tanah, penyangga temperatur), pembenah tanah (soil conditioner, untuk memperbaiki struktur tanah), kapur pertanian (untuk menaikkan pH tanah yang terlalu rendah, atau untuk mengatasi keracunan Al dan Fe), tepung belerang (untuk menurunkan pH tanah yang semula tinggi) dan gipsum (untuk menurunkan kegaraman tanah). Rabuk kandang dan hijauan legum diberikan ke dalam tanah dengan maksud sebagai pupuk maupun pembenah tanah. Pemupukan merupakan salah satu usaha pengelolaan kesuburan tanah. Dengan mengandalkan sediaan hara dari tanah asli saja, tanpa penambahan hara, produk pertanian akan semakin merosot. Hal ini disebabkan ketimpangan antara pasokan hara dan kebutuhan tanaman. Hara dalam tanah secara berangsur-angsur akan berkurang karena terangkut bersama hasil panen, pelindian, air limpasan permukaan, erosi atau penguapan. Pengelolaan hara terpadu antara pemberian pupuk dan pembenah akan meningkatkan efektivitas penyediaan hara, serta menjaga mutu tanah agar tetap berfungsi secara lestari.

Tujuan utama pemupukan adalah menjamin ketersediaan hara secara optimum untuk mendukung pertumbuhan tanaman sehingga diperoleh peningkatan hasil panen. Penggunaan pupuk yang efisien pada dasarnya adalah memberikan pupuk bentuk dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, dengan cara yang tepat dan pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pertumbuhan tanaman tersebut. Tanaman dapat menggunakan pupuk hanya pada perakaran aktif, tetapi sukar menyerap hara dari lapisan tanah yang kering atau mampat. Efisiensi pemupukan dapat ditaksir berdasarkan kenaikan bobot kering atau serapan hara terhadap satuan hara yang ditambahkan dalam pupuk tersebut. Faktor yang berpengaruh terhadap pemupukan: 1. Tanah: kondisi fisik (kelerengan, jeluk mempan perakaran, retensi lengas dan aerasi), kondisi kimiawi (retensi hara tersedia, reaksi tanah, bahan organik tanah, sematan hara, status dan imbangan hara), kondisi biologis (pathogen, gulma). 2. Tanaman: jenis, umur dan hasil panen yang diharapkan. 3. Pupuk: sifat, mutu, ketersediaan dan harga. 4. Iklim: temperatur, curah hujan, panjang penyinaran dan angin. Pemupukan menurut pengertian khusus ialah pemberian bahan yang dimaksudkan untuk menyediakan hara bagi tanaman. Umumnya pupuk diberikan dalam bentuk padat atau cair melalui tanah dan diserap oleh akar tanaman. Namun pupuk dapat juga diberikan lewat permukaan tanaman, terutama daun. Pemberian pupuk daun bersifat menunjang pemberian pupuk akar. Namun demikian, pemberian pupuk lewat daun mempunyai beberapa keuntungan seperti (1) cepat dan mudah diserap oleh tanaman; (2) kandungan unsur haranya lengkap; dan (3) tidak merusak struktur tanah. Pupuk daun yang diberikan meliputi pupuk daun untuk pertumbuhan vegetatif, generatif, dan dan peningkatan kualitas buah. Pemberian pupuk akar dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : pupuk utuh/Kristal dan pupuk kocoran (bentuk cair). Pemupukan yang berupa pupuk utuh/Kristal bertujuan untuk memberikan cadangan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman selama masa pertumbuhannya. Pupuk yang biasa digunakan berupa campuran Urea, TSP, dan KCl dengan perbandingan 1:1:1. Cara pemberian pupuk dengan tugalan atau koakan diantaradua baris tanaman. Sedangkan pupuk kocoran merupakan pupuk akar yang diberikan dalam bentuk cair. Pupuk yang dicairkan ini akan segera diserap tanaman dan langsung dapat dipergunakan tanaman sehingga pemberiannya terutama ditujukan untuk pemulihan kondisi tanaman pda saat terseran hama dan penyakit.

pupuk kompos

Cara pemberian pupuk akar:

1. Penyebaran (broadcasting) Dengan cara ini pupuk ditebarkan pada permukaan tanah, misalnya pada lahan sawah. Pemupukan dilakukan sebelum tanam (waktu pembajakan/ penggaruan/ pengolahan tanah) sebagai pupuk dasar, atau sesudah tanam sebagai pupuk susulan, kemudian diinjak-injak agar pupuk terbenam ke dalam tanah. Dapat dibedakan: 1. Top dressing: pupuk ditebarkan merata ke seluruh permukaan tanah atau menurut alur yang tersedia. Untuk lahan yang sudah ditanami, jika permukaan tanaman basah atau lembab cara ini harus ditunda, karena dapat menyebabkan plasmolisis daun. Kerusakan akan meningkat pada dosis yang lebih besar, terutama pupuk N dan K. 2. Side dressing: pupuk ditebarkan di samping alur benih atau tanaman. Metoda broadcasting cocok dilakukan untuk lahan sawah atau tanaman dengan jarak tanam yang rapat, perakaran merata pada tanah bagian atas (top soil) dan pupuk diberikan dalam jumlah yang besar. cara ini mudah dilakukan, hemat beaya dan tenaga, pemberian pupuk agak berlebih tidak berdampak buruk bagi tanaman. Namun kerugian yang harus ditanggung adalah kontak pupuk dengan tanah besar, sehingga penyematan hara khususnya P oleh tanah akan lebih besar, pada tanah alkalis dan kering sebagian N akan hilang menguap dalam bentuk ammonia (NH3), juga pertumbuhan gulma akan ikut terpacu. 2. Penempatan (placement)

Dengan cara ini pupuk ditempatkan secara khusus ke dalam lubang atau alur yang sudah dipersiapkan lebih dahulu. Pupuk dapat diberikan pada saat penyiapan atau saat penanaman, terutama untuk tanaman semusim. Pupuk diberikan dengan cara plow sole placement (bersamaan dengan pengolahan tanah, pupuk dijatuhkan melalui lubang di belakang mata bajak), row placement (pupuk dibenamkan ke dalam tanah menurut alur bekas bajakan kemudian akan tertutup oleh pembalikan tanah pada alur berikutnya) atau combine drilling (pupuk dibenamkan bersama benih ke dalam alur yang sudah dibuat sebelumnya, posisi pupuk dapat di bawah benih disamping, atau keduanya). Untuk lahan yang sudah ditanami dipergunakan cara side band placement (pupuk ditempatkan pada alur disamping barisan tanaman), spot/ point placement (pupuk ditempatkan pada suatu titik atau lubang di kanan atau kiri tanaman), atau circular band / ring placement (pupuk dibenamkan ke dalam alir melingkar di sekeliing tanaman sejauh tajuk daun terluar). Untuk tanaman tahunan pupuk dapat diberikan ke dasar lubang tanam, dapat pula dicampur terlebih dahulu dengan tanah bagian atas yang akan digunakan untuk menimbun lubang. Metode placement cocok digunakan untuk tanah yang kurang subur, lahan kering, jarak tanam renggang, perakaran sedikit, tanaman tahunan, jumlah pupuk sedikit, pupuk tablet, dan terutama pupuk P dan K. Keuntungan yang diperoleh dengan metode ini adalah kontak pupuk dengan tanah dapat dikurangi, sehingga penyematan hara dapat ditekan, pengambilan hara oleh tanaman lebih mudah, terutama bagi tanaman yang perakarannya terbatas, residual effect dari pupuk lebih besar, serta kehilangan hara dapat dikurangi. 3. Fertigation (fertilizing-irrigation) Dengan cara ini kita melakukan pengairan sekaligus memupuk tanaman. Pengairan dapat secara sederhana yakni air saluran yang dimasukkan ke lahan, atau irigasi modern menggunakan tangki bertekanan. Pupuk yang digunakan dapat berupa cairan atau pupuk padat yang dilarutkan dalam air. pupuk yang sering digunakan adalah ammonia, asam fosfat dan KCl. Cara ini biasanya diterapkan untuk usaha yang komersial terutama di wilayah padang pasir atau perbukitan. 4. Injection Pupuk ammonia (gas) bertekanan disuntikkan pada jeluk 10-20 dibawah permukaan tanah, pupuk tanpa tekanan disuntikkan dekat dengan permukan tanah. Umumnya diterapkan pada skala usaha yang besar dan hamparan yang luas.

Tweet TAGS » artikel biologi, pupuk anorganik, pupuk organik POSTED IN » alam

About the author: admin View all posts by admin Related »

Memahami Anatomi Mata – Bagian-bagian mata

Pengertian Anatomi Mari kita Pelajari

Pengertian Ekosistem – Susunan dan Macam Ekosistem

Pengertian Rantai Makanan – Jenis dan contoh rantai makanan Leave A Response »

Name (required)

Email (required)

Website

Comment

Search her

Recent Posts      ZTE Grand S, Smartphone layar Full HD tertipis di dunia ? Acer Iconia B1 – Tablet android acer yang murah cuma 1 jutaan Memahami Anatomi Mata – Bagian-bagian mata Pengertian Anatomi Mari kita Pelajari Mengenal Sejarah Isuzu Panther, Mobil MPV Diesel yang patut diperhitungkan

pantau update blog lewat emailmu Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

iklan

Cara memperoleh pupuk Pupuk dapat diperoleh dari membeli atau membuat sendiri. Pupuk dapat dibeli secara bebas melalui toko pupuk, toko pertanian, pabrik pupuk, dan distributor pupuk. Masa depan pupuk Penelitian modern pupuk berfokus pada pengurangan dampak lingkungan berbahaya dan menemukan sumber yang lebih murah sebagai bahan baku baru bagi pupuk. Telah diketahui bahwa beberapa limbah mengandung banyak nutrisi yang baik diperlukan untuk pupuk. Tetapi, limbah tersebut juga mengandung zat tergolong Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) seperti timah, kadmium ,& merkuri dalam konsentrasi yang dapat membahayakan [1] kelangsungan tanaman & manusia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->