Kode KIM.

10

Laju Reaksi

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

Kim. 10. Laju Reaksi

i

Kode KIM.10

Laju Reaksi

Penyusun:

Dra. Utiya Azizah, M.Pd.

Editor
Drs. Sukarmin, MPd. Drs. Diding Wahyuding, MS.

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

Kim. 10. Laju Reaksi

ii

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan hidayah-Nya, kami dapat menyusun bahan ajar modul manual untuk SMK Bidang Adaptif, yakni mata pelajaran Fisika, Kimia dan Matematika. Modul yang disusun ini menggunakan pendekatan pembelajaran berdasarkan kompetensi, sebagai konsekuensi logis dari Kurikulum SMK Edisi 2004 yang menggunakan pendekatan kompetensi (CBT: Competency Based Training). Sumber dan bahan ajar pokok Kurikulum SMK Edisi 2004 adalah modul, baik modul manual maupun interaktif dengan mengacu pada Standar Kompetensi Nasional (SKN) atau standarisasi pada dunia kerja dan industri.Dengan modul ini, diharapkan digunakan sebagai sumber belajar pokok oleh peserta diklat untuk mencapai kompetensi kerja standar yang diharapkan dunia kerja dan industri. Modul ini disusun melalui beberapa tahapan proses, yakni mulai dari penyiapan materi modul, penyusunan naskah secara tertulis, kemudian disetting dengan bantuan alat-alat komputer, serta divalidasi dan diujicobakan empirik secara terbatas.Validasi dilakukan dengan teknik telaah ahli (expertjudgment), sementara ujicoba empirik dilakukan pada beberapa peserta diklat SMK.Harapannya, modul yang telah disusun ini merupakan bahan dan sumber belajar yang berbobot untuk membekali peserta diklat kompetensi kerja yang diharapkan.Namun demikian, karena dinamika perubahan sain dan teknologi di industri begitu cepat terjadi, maka modul ini masih akan selalu dimintakan masukan untuk bahan perbaikan atau direvisi agar supaya selalu relevan dengan kondisi lapangan. Pekerjaan berat ini dapat terselesaikan, tentu dengan banyaknya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak yang perlu diberikan penghargaan dan ucapan terima kasih.Oleh karena itu, dalam kesempatan ini tidak berlebihan bilamana disampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang
Kim. 10. Laju Reaksi

iii

khususnya peserta diklat SMK Bidang Adaptif untuk mata pelajaran Matematika. pengorbanan waktu.Gatot Hari Priowirjanto. kesesuaian dan fleksibilitas. editor. tenaga ahli desain grafis) atas dedikasi. Demikian. tenaga. terutama tim penyusun modul (penulis. M.Diharapkan para pemakai berpegang pada azas keterlaksanaan. Jakarta.Ir. dan pakar akademik sebagai bahan untuk melakukan peningkatan kualitas modul.sebesar-besarnya kepada berbagai pihak. Kami mengharapkan saran dan kritik dari para pakar di bidang psikologi. tenaga komputerisasi modul. Desember 2004 a. Fisika. atau praktisi yang sedang mengembangkan modul pembelajaran untuk SMK.n. dengan mengacu pada perkembangan IPTEK pada dunia usaha dan industri dan potensi SMK dan dukungan dunia usaha industri dalam rangka membekali kompetensi yang terstandar pada peserta diklat. Laju Reaksi iv . praktisi dunia usaha dan industri. semoga modul ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Kimia.Sc. NIP 130 675 814 Kim.Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan. Dr. 10. dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan modul ini.

yaitu sifat dan kedaan zat. Tak lupa juga kami mengharapkan kritik dan masukan dari para pemakai dan pemerhati buku pelajaran. Bagi siswa. konsentrasi. dan mekanisme berlangsungnya proses tersebut. 10. Surabaya. Dalam modul ini akan dipelajari bagaimana laju berlangsungnya reaksi kimia. karena isinya yang singkat. Selain itu modul dilengkapi dengan tugas dan tes formatif pada setiap akhir subbab dan evaluasi pada setiap akhir bab. sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. dan dapat membuat siswa belajar kimia dengan senang. desember 2004 Penyusun Utiya Azizah Kim. Bagi sekolah menengah kejuruan. Laju suatu reaksi sangat dipengaruhi beberapa faktor. yaitu di dalam buku terdapat kegiatan-kegiatan yang memungkinkan siswa untukmelakukan aktivitas mental dan fisik. Akhir kata. dan mudah dipahami oleh siswa sehingga proses pembelajaran yang tepat guna akan dapat dicapai. suhu dan katalisator. modul juga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan tertentu. Semoga modul ini bermanfaat bagi siswa khususnya. Modul ini memiliki fitur yang khas. Modul merupakan salah satu media yang sesuai dan tepat untuk mencapai suatu tujuan tertentu pada setiap pembelajaran. Pertanyaanpertanyaan di dalam tugas.Kata Pengantar Modul Kimia untuk siswa SMK ini disusun dengan mengacu kepada kurikulum SMK Edisi 2004. Laju Reaksi v . padat informasi. tes formatif dan evaluasi diharapkan siswa dapat mencoba dan melatih sendiri untuk menyelesaikannya. selain dapat dipakai sebagai sumber belajar. modul merupakan media informasi yang dirasakan efektif. diharapkan modul ini dapat meringankan tugas guru dalam mengajar. energi yang berhubungan dengan proses itu.

.. PEMBELAJARAN A.... C................................................... Kegiatan Belajar............................................................................................................. 6 1................ Tes Formatif ................................... f........................................................ Kim....... Rangkuman ................ d......................................................................................... Rencana Belajar Peserta Diklat........ 1 1 1 2 3 4 II. B......................... Cek Kemampuan................................................................................................... x I.......... 6 6 16 16 17 19 22 22 22 34 35 35 36 38 2.............. Tujuan Akhir.............................................. Petunjuk Penggunaan Modul ..... Kompetensi ........ Tujuan Kegiatan Pembelajaran.... Uraian Materi ....... b............................. b............................................................ Prasyarat .................... Rangkuman ......................... Uraian Materi ....... 10.............................................................. iii Kata Pengantar ...................... f............................................... Kegiatan Belajar 1 .......................................... Tugas ...................... c........ F..................... i Halaman Francis ....................................................... ii Kata Pengantar .............................. Kunci Jawaban ............................... Tes Formatif ....................................................................................................... c................... v Daftar Isi .................................Daftar Isi ? ? ? ? ? ? ? ? Halaman Sampul................................................................................................ D......................................................... PENDAHULUAN A.......... viii Daftar judul modul ............................................................. E..... a....................................................... ix Glosary ............................................... e..... Kegiatan Belajar 2....................................................................................................................... d....... 5 B...................................................................................................................................................... Tugas .......................................................... g.... vi Peta Kedudukan Modul ...................................................... e.................. Laju Reaksi vi ........................................ Kunci Jawaban .......................... Deskripsi ............................ Lembar Kerja ........................................... 6 a.......................... Tujuan Kegiatan Pembelajaran..............

............................................................ 10................................... 44 A............. EVALUASI .................III.......................................................... Laju Reaksi vii ............... 44 B........................... 41 B............................... PENUTUP ....................................... Tes Praktek .... Tes Tertulis ... 47 IV. 50 Kim.......................................... Tes Tertulis ..................................... 41 A..................................... 49 DAFTAR PUSTAKA ....................... 43 KUNCI JAWABAN ................................................................................................................................................................................... Tes Praktek .

Peta Kedudukan Modul MATERI DAN PERUBAHAN LAMBANG UNSUR DAN PERSAMAAN REAKSI STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK KONSEP MOL IKATAN KIMIA DAN TATANANNYA LARUTAN ASAM BASA REDOKS PENCEMARAN LINGKUNGAN THERMOKIMIA HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI LAJU REAKSI SENYAWA KARBON KESETIMBANGAN POLIMER ELEKTROKIMIA KIMIA LINGKUNGAN Kim. 10. Laju Reaksi viii .

11 KIM. 08 KIM. 03 KIM. 04 KIM. 15 KIM.Daftar Judul Modul No. 09 KIM. Laju Reaksi ix . 14 KIM. 02 KIM. 16 Judul Modul Materi dan Perubahannya Lambang Unsur dan Persamaan Reaksi Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur Konsep Mol Ikatan Kimia Larutan Asam Basa Reaksi Oksidasi dan Reduksi Pencemaran Lingkungan Termokimia Laju Reaksi Kesetimbangan Kimia Elektrokimia Hidrokarbon dan Minyak Bumi Senyawa Karbon Polimer Kimia Lingkungan Kim. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kode Modul KIM. 07 KIM. 12 KIM. 05 KIM. 01 KIM. 06 KIM. 13 KIM. 10. 10 KIM.

Glossary ISTILAH Laju reaksi Orde reaksi Energi pengaktifan Kompleks teraktivasi Katalis Katalisator Inhibitor Katalis homogen Katalis heterogen KETERANGAN Jumlah suatu perubahan dalam reaksi tiap satuan waktu Pangkat dari konsentrasi komponen-komponen dalam persamaan laju reaksi Energi minimum yang harus dimiliki oleh partikel pereaksi sehingga menghasilkan tumbukan yang efektif Suatu keadaan transisi antara pereaksi dan produk Zat yang dapat meningkatkan laju reaksi tanpa dirinya mengalami perubahan kimia secara permanen Katalis yang berfungsi untuk mempercepat laju reaksi Katalis yang berfungsi untuk memperlambat laju reaksi Katalisator yang mempunyai fasa sama dengan zat yang dikatalisis Katalisator yang mempunyai fasa tidak sama dengan zat yang dikatalisis Kim. Laju Reaksi x . 10.

Catatlah kesulitan yang Anda dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada guru pada saat kegiatan tatap muka. 3. kerjakan tugas tersebut dengan baik dan jika perlu konsultasikan hasil tersebut pada guru/instruktur. Pahami setiap materi teori dasar yang akan menunjang penguasaan suatu pekerjaan dengan membaca secara teliti. Prasyarat Agar dapat mempelajari modul ini Anda harus memahami lambang unsur dan persamaan reaksi. Laju Reaksi 1 .BAB I. 2. Deskripsi Dalam modul ini Anda akan mempelajari laju berlangsungnya reaksi kimia. 5. Petunjuk Penggunaan Modul 1. suhu dan katalisator. Laju suatu reaksi sangat dipengaruhi beberapa faktor. Perhatikan langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan dengan benar untuk mempermudah dalam memahami suatu proses pekerjaan. Bacalah referensi yang lain Kim. 6. 10. Apabila terdapat evaluasi. B. 4. yaitu sifat dan kedaan zat. konsep mol dan termokimia. PENDAHULUAN A. energi yang berhubungan dengan proses itu. maka kerjakan evaluasi tersebut sebagai sarana latihan. konsentrasi. dan mekanisme berlangsungnya proses tersebut. Jawablah tes formatif dengan jawaban yang singkat dan jelas serta kerjakan sesuai dengan kemampuan Anda setelah mempelajari modul ini. Pelajari daftar isi serta skema kedudukan modul dengan cermat dan teliti karena dalam skema modul akan nampak kedudukan modul yang sedang Anda pelajari ini diantara modul-modul yang lain. sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Bila terdapat penugasan. ikatan kimia. C.

10.yang berhubungan dengan materi modul agar Anda mendapatkan pengetahuan tambahan. Laju Reaksi 2 . D. Tujuan Akhir Setelah mempelajari modul ini diharapkan anda dapat: o Menjelaskan pengertian laju reaksi o Menentukan persamaan laju reaksi o Menentukan orde laju reaksi o Menentukan tetapan laju reaksi o Menjelaskan teori tumbukan Kim.

Ofset . Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi ? Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dianalisis melalui percobaan ? Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dijelaskan berdasarkan postulat dasar teori tumbukan ? ? ? Aktif melakukan percobaan tentang faktorfaktor yang mempengaruhi laju reaksi ? Bekerjsama ? Cermat ? Teliti ? Kritis ? Penjelasan Teori tumbukan ? Penjelasan knsentrasi ? Penjelasan katalis ? Pengertian luas permukaan sentuhan ? Penjelasan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi ? Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan data percobaan dan teori tumbukan Kim. Kompetensi Kompetensi Program Keahlian Matadiklat/Kode Durasi Pembelajaran SUB KOMPETENSI 1.Pembuatan tinta .Fotoreproduksi . Laju Reaksi 3 .Pembuatan kertas .10 : 22 jam @ 45 menit LINGKUP BELAJAR Pengertian laju reaksi Persamaan laju reaksi Penentuan orde reaksi Tetapan laju reaksi Digunakan untuk mendukung materi: . 10.E. Konsep laju reaksi dan orde reaksi : LAJU REAKSI : Program Adaptif : KIMIA/KIM.Sablon Teori tumbukan Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi SIKAP Kritis Jujur Obyektif Bekerjasama Cermat Teliti MATERI POKOK PEMBELAJARAN PENGETAHUAN KETERAMPILAN ? Pengertian laju reaksi ? Menginterpretasi ? Penjelasan orde reaksi kan data yang ? Pengertian tetapan laju berhu-bungan reaksi dengan ? Penjelasan persamaan penentuan orde laju reaksi reaksi dan laju ? Menghitung laju reaksi reaksi KRITERIA KINER JA ? Menjelaskan pengertian laju reaksi ? Ungkapan laju reaksi dituliskan sesuai ketentuan ? Persamaan laju reaksi dan tingkat reaksi dijelaskan sesuai ketentuan ? Tingkat reaksi persamaan laju reaksi dan tetapan laju reaksi ditentukan berdasarkan data hasil percobaan ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 2.

Tentukan tetapan laju reaksi 5. Cek kemampuan 1. Jelaskan pengertian tentang laju reaksi 2. Laju Reaksi 4 . Tentukan orde laju reaksi 4. 10. Tentukan persamaan laju reaksi 3. Jelaskan fakor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan 6.F. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan analisis percobaan Kim.

Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat Belajar Alasan perubahan Tandatangan Guru Kim.BAB II. Jika ada perubahan dari rencana semula. Laju Reaksi 5 . RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi Sub Kompetensi : : Laju Reaksi Konsep laju reaksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi Tulislah semua jenis kegiatan yang anda lakukan di dalam tabel kegiatan di bawah ini. berilah alasannya kemudian mintalah tanda tangan kepada guru atau instruktur anda. PEMBELAJARAN A. 10.

Uraian Materi Reaksi diantaranya kimia berjalan berjalan sangat pada tingkat yang berbeda. Beberapa kaleng lambat. Beberapa reaksi lain berjalan sangat cepat misalnya nitrogliserin yang mudah meledak. Kim. misalnya penghancuran aluminium oleh udara atau penghancuran botol plastik oleh sinar matahari.B. dan tetapan laju reaksi ditentukan berdasarkan data hasil percobaan ? Menghitung laju reaksi berdasarkan data hasil percobaan b. misalnya di gurun besi berkarat cukup lambat. KEGIATAN BELAJAR 1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar 1.persamaan laju reaksi. misalnya besi mudah berkarat pada kondisi lembab. Selain itu beberapa reaksi dapat berjalan cepat atau lambat bergantung pada kondisinya. 10. Kegiatan Belajar 1 a. yang memerlukan waktu bertahun-tahun bahkan berabad-abad. Laju Reaksi 6 . tetapi di lingkungan yang kering. diharapkan anda dapat: ? Menjelaskan pengertian laju reaksi ? Mengungkapkan laju reaksi dituliskan sesuai ketentuan ? Menuliskan persamaan laju reaksi dan tingkat reaksi dijelaskan sesuai ketentuan ? Menghitung tetapan laju reaksi ? Menentukan tingkat (orde) reaksi.

Gambar 1

(a)

(b)

Perkaratan besi merupakan contoh reaksi lambat (a) sedangkan ledakan merupakan contoh reaksi cepat

Pengertian Laju Reaksi
Laju atau kecepatan didefinisikan sebagai jumlah suatu perubahan tiap satuan waktu. Satuan waktu dapat berupa detik, menit, jam, hari atau tahun. Sebagai contoh, seseorang lari dengan kecepatan 10 km/jam. Artinya orang tersebut telah berpindah tempat sejauh 10 km dalam waktu satu jam. Bagaimanakah cara menyatakan laju dari suatu reaksi? Dalam reaksi kimia, perubahan yang dimaksud adalah perubahan konsentrasi pereaksi atau produk. Seiring dengan bertambahnya waktu reaksi, maka jumlah zat pereaksi akan makin sedikit, sedangkan produk makin banyak. Laju reaksi dinyatakan sebagai laju berkurangnya pereaksi atau laju bertambahnya produk. Satuan konsentrasi yang digunakan adalah molaritas (M) atau mol per liter (mol. L-1). Satuan waktu yang digunakan biasanya detik (dt). Sehingga laju reaksi mempunyai satuan mol per liter per detik (mol. L-1. dt-1 atau M.dt-1).

Kim. 10. Laju Reaksi

7

Gambar 2 Laju reaksi A ? B, ditunjukkan dengan berkurangnya molekul A dan bertambahnya molekul B dalam satu satuan waktu. Pendefinisian laju reaksi lebih lanjut dapat kita perhatikan pada persamaan stoikiometri berikut. aA + bB ? cC + dD Bila laju reaksi diungkapkan sebagai berkurangnya pereaksi A atau B dan bertambahnya produk C atau D tiap satuan waktu, maka persamaan lajunya adalah

v??

? [ A] ? [B] ? [C ] ? [ D] ?? ?? ?? ........................(1) ?t ?t ?t ?t

Dengan tanda minus (-) menunjukkan konsentrasi pereaksi makin berkurang, tanda positip (+) menunjukkan konsentrasi produk makin bertambah dan ? menunjukkan perubahan konsentrasi pereaksi atau produk. Sebagai contoh, untuk reaksi: 2H2 (g) + O 2 (g) ? 2 H2O (l) Laju reaksinya dapat dinyatakan sebagai laju berkurangnya konsentrasi H2 dan O 2 atau laju bertambahnya H2O, dan ditulis:

v??

? [H 2 ] ? [O 2 ] ? [ H 2 O] ?? ?? ?t ?t ?t

Sesuai dengan persamaan reaksi diatas, setiap 2 mol H2 yang bereaksi (habis), maka bereaksi pula 1 mol O2. Artinya laju berkurangnya H2 adalah

Kim. 10. Laju Reaksi

8

dua kali laju berkurangnya O 2. Oleh karena itu, laju reaksi dinyatakan sebagai berikut.

?

?[H2 ] ? [ O2 ] ? ?2 atau ?t ?t

?[H2 ] ? [O2 ] ? 12 ?? ?t ?t

Dengan demikian dari persamaan diatas diperoleh

?[H2 ] ? [O2 ] ? [ H 2O ] ? 12 ?? ? ? 12 ?t ?t ?t
Dengan cara yang sama, persamaan umum (1) dapat berlaku
v?? 1 ? [ A] 1 ? [ B] 1 ? [C ] 1 ? [ D] ?? ?? ?? ........(2) a ?t b ?t c ?t d ?t

Dimensi (satuan) bagi laju reaksi adalah konsentrasi/waktu, sehingga umumnya berlaku satuan laju reaksi = mol/liter. Menit atau satuan lain. Untuk fasa gas, satuan konsentrasi akan lebih tepat bila menggunakan tekanan. Perhatikan Gambar 3, reaksi antara bromin dengan asam formiat yang ditunjukkan dengan persamaan reaksi berikut. Br2 (aq) + HCOOH (aq) ? 2H+ (aq) + 2 Br - (aq) + CO2 (g) Awal reaksi bromin berwarna coklat kemerahan, lama kelamaan menjadi tidak berwarna.

Gambar 3 Berkurangnya konsentrasi bromin dalam satu satuan waktu yang ditandai dengan hilangnya warna dari coklat kemerahan menjadi tidak berwarna (dari kiri ke kanan).

Kim. 10. Laju Reaksi

9

.c. Sebagai contoh..(aq) b. v ? ? b..(aq) + OI.... 4 NH3 (g) + 5 O 2 (g) ? 4 NO (g) + 6 H2O (g) Penyelesaian a..Contoh soal 1 Tulis laju reaksi dari reaksi-reaksi berikut: a.(aq) + OCl. v ? ? ? [I ? ] ? [ OCl ? ] ? [Cl ? ] ? [ OI ? ] ?? ?? ?? ?t ?t ?t ?t 1 ? [ O2 ] 1 ? [O3 ] ? 3 ?t 2 ?t 1 ? [ NH 3 ] 1 ? [O2 ] 1 ? [ NO] 1 ? [ H 2 O] ?? ?? ?? 4 ?t 5 ?t 4 ?t 6 ?t Persamaan Laju Reaksi Tujuan dari mempelajari laju reaksi adalah untuk dapat memprediksi laju suatu reaksi...(aq) ? Cl. dipengaruhi suhu dan katalis (jika ada) m = orde (tingkat) reaksi terhadap pereaksi A n = orde (tingkat) reaksi terhadap pereaksi B [A]. v ? ? c.... 10.... maka hukum lajunya dapat dituliskan sebagai berikut: Laju reaksi = k [A]m [B]n .. Kim. I..b. Laju Reaksi 10 .. C dan D adalah produk dan a..d adalah koefisien penyetaraan reaksi... [B] = konsentrasi dalam molaritas.. pada reaksi: aA+bB? cC+dD Dimana A dan B adalah pereaksi.(3) dengan... k = tetapan laju... 3 O 2 (g) ? 2 O 3 (g) c. Hal tersebut dapat dilakukan dengan hitungan matematis melalui hukum laju..

Pangkat m dan n ditentukan dari data eksperimen. Kenaikan suhu dan penggunaan katalis umumnya memperbesar harga k. bila m=1 kita katakan bahwa reaksi tersebut adalah orde pertama terhadap A. Jika n=3. biasanya harganya kecil dan tidak selalu sama dengan koefisien a dan b. Pangkat m dan n ditentukan dari data eksperimen. Semakin besar harga ‘k’ reaksi akan berlangsung lebih cepat. Secara formal hukum laju adalah persamaan yang menyatakan laju reaksi v sebagai fungsi dari konsentrasi semua komponen spesies yang menentukan laju reaksi. Laju Reaksi 11 . 10. biasanya harganya kecil dan tidak selalu sama dengan koefisien a dan b. Orde Reaksi Salah satu faktor yang dapat mempercepat laju reaksi adalah konsentrasi. Bila kita tulis laju reaksinya: v ? ? ? [ A] ? k [ A] 0 ? k ?t Integrasinya diperoleh: [A]t = -kt + [A 0] Kim. namun seberapa cepat hal ini terjadi? Menemukan orde reaksi merupakan salah satu cara memperkirakan sejauh mana konsentrasi zat pereaksi mempengaruhi laju reaksi tertentu. Artinya. beberapa macam orde reaksi diuraikan sebagai berikut: 1.. reaksi tersebut orde ketiga terhadap B. v = k [A]m [B]n. tidak ada hubungan antara jumlah pereaksi dan koefisien reaksi dengan orde reaksi. asalkan terdapat dalam jumlah tertentu. Orde total adalah jumlah orde semua komponen dalam persamaan laju: n + m + . Hal ini berarti. Orde nol Reaksi dikatakan berorde nol terhadap salah satu pereaksinya apabila perubahan konsentrasi pereaksi tersebut tidak mempengaruhi laju reaksi. Sebagai contoh. Secara garis besar.. perubahan konsentrasi pereaksi itu tidak mempengaruhi laju reaksi. Orde reaksi atau tingkat reaksi terhadap suatu komponen merupakan pangkat dari konsentrasi komponen tersebut dalam hukum laju.

maka diperoleh garis lurus dengan kemiringan = -k. Misalkan.Dengan membuat plot [A] terhadap t akan diperoleh garis lurus dengan kemiringan (slope) = -k (Gambar 4a ). [ A] 0 12 . Misalnya. 2. maka [ A] diperoleh garis lurus dengan kemiringan = k. sedang jelajahnya (intersep) = ln[A]0. Apabila konsentrasi zat itu dilipat tigakan. maka persamaan lajunya: v ? ? [ A] ? k [ A] ?t Integrasinya adalah ln [A]t = -kt + ln[A 0] Bila persamaan ln [A]t = -kt + ln[A 0] dibuat grafik ln [A] lawan t. (Gambar 4b). A ? produk. maka laju reaksi akan menjadi 32 atau 9 kali lebih besar. Laju Reaksi = 1 (Gambar 4c). Orde Dua Suatu reaksi dikatakan berorde dua terhadap salah satu pereaksi jika laju reaksi merupakan pangkat dua dari konsentrasi pereaksi itu. maka persamaan lajunya: v ? Integrasinya adalah: Bila persamaan 1 1 ? kt ? [ A] t [ A] 0 1 1 ? kt ? [ A] t [ A] 0 ? [ A] ? k[ A]2 ?t dibuat grafik 1 lawan t. 3. konsentrasi pereaksi itu dilipat tigakan maka laju reaksi akan menjadi 31 atau 3 kali lebih besar. Bila kita tinjau reaksi orde satu berikut: A ? produk. 10. sedang jelajahnya (intersep) Kim. Orde Satu Suatu reaksi dikatakan berorde satu terhadap salah satu pereaksinya jika laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasi pereaksi itu.

Sebagai contoh. orde satu (b) dan orde dua (c) Penentuan Persamaan Laju Reaksi Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi secara kuantitatif hanya dapat diketahui dari hasil eksperimen. dapat ditabulasikan dalam Tabel 1 berikut.-1 waktu-1 (a) Gambar 4 (b) Grafik reaksi orde nol (a). dan 2 Orde 0 1 2 Persamaan laju k [A]0 = k k [A] k [A]2 Hukum laju integrasi [A]t = -kt + [A0] ln [A]t = -kt + ln[A0] Garis kurva [A]t vs t ln[A]t vs t Slope -k -k k Satuan Kons. Tabel 1.waktu-1 Waktu -1 1 1 ? kt ? [ A] t [ A] 0 1 vs t [ A] t Kons. 2H2 (g) + 2 NO (g) ? 2 H2O (g) + N2 (g) Kim.Uraian di atas. Mari kita perhatikan reaksi antara hidrogen (gas) dengan nitrogen mono oksida (gas) yang secara kinetika dapat diamati dari perubahan tekanan campuran yang berkurang. 1. Persamaan Laju Integrasi dari Orde 0. penentuan persamaan laju dengan metode laju awal. 10. Laju Reaksi 13 . karena empat molekul pereaksi menghasilkan tiga molekul produk menurut reaksi.

001 0. yaitu x dapat ditentukan dengan membandingkan percobaan 1 dan 2.009 0.001 0.056 Dari data eksperimen 1 dan 2 terlihat.006 0. perubahan laju semata-mata disebabkan oleh perubahan konsentrasi H2. Dengan demikian.Dari reaksi pada suhu 8000C diperoleh data sebagai berikut: Tabel 2.025 0.050 ? ? ? 2x = 2. percobaan 1 dan 3: atau percobaan 2 dan 3. jika konsentrasi H2 dilipat duakan.001][ 0. Bagaimana cara menentukan persamaan laju reaksi dari data percobaan di atas? Dari persamaan reaksi: 2H2 (g) + 2 NO (g) ? 2 H2O (g) + N2 (g) dapat ditulis persamaan lajunya sebagai: v = k [H2]x [NO]y Orde reaksi terhadap H2. atau v 2 k [0. Laju reaksi NO dan H2 pada suhu Eksperimen 1 2 3 4 5 6 Konsentrasi molar awal NO H2 0. maka laju reaksi naik menjadi empat kali dan sembilan kali lebih besar. 10.025 Jadi. Kim.002 0.006] 0. Eksperimen 4.050 0.006 0. bahwa pada konsentrasi NO konstan (0.006M). laju reaksi juga bertambah menjadi tiga kali lipat (eksperimen 1 dan 3).003 0.025 0. Laju Reaksi 14 .009M). 5.003 0. maka x = 1 v1 k[ 0. perubahan laju reaksi semata-mata disebabkan perubahan konsentrasi NO.009 0. laju reaksi juga naik dua kali lipat.002 ][0.075 0. jika konsentrasi NO dinaikan dua kali dan tiga kali lipat.0063 0.002 0. Jadi. dan 6 menunjukkan bahwa pada konsentrasi H2 konstan (0. laju reaksi sebanding dengan konsentrasi H2 pangkat satu.009 Laju awal 0.006 ] 0. Bila konsentrasi H2 dinaikan tiga kali.006 0.

0063 Jadi. Rumus laju reaksinya e.Orde reaksi terhadap NO.08 x 10 -4 a.025 ? ? ? 2x = 4. maka x = 2 v 4 k [0. 10. Orde reaksi total d. Orde reaksi terhadap gas NO b. Secara matematis.009][0.2 0. atau v 5 k[0.1 1.1 0.1 0.8 x 10-3 1.2 0.009][0. Laju Reaksi 15 .4 x 10-3 4.1 0. laju reaksi sebanding dengan konsentrasi NO pangkat dua.3 0. percobaan 5 dan 6: atau percobaan 4 dan 6.2 x 10-3 2. Tetapan kecepatan laju reaksi Kim.002] 0. yaitu y dapat ditentukan dengan membandingkan percobaan 4 dan 5.1 0. persamaan laju reaksi dapat dituliskan: v = k [H2][NO]2 Contoh soal 2 Gas nitrogen monoksida dan gas brom bereaksi pada 00 C menurut persamaan reaksi 2NO (g) + Br 2(g) ? 2NOBr (g) Laju reaksinya diikuti dengan mengukur pertambahan konsentrasi NOBr dan diperoleh data sebagai berikut: Percobaan ke [NO] M [Br 2 ] M Kecepatan awal pembentukan NOBr (M detik-1 ) 1 2 3 4 Tentukan: 0. Orde reaksi terhadap gas Br2 c.001] 0.

jam. [NO]x [Br 2]y Pada percobaan ke 1 dan 3. [Br 2] tetap. 10. Satuan waktu dapat berupa detik. Rangkuman ? Laju atau kecepatan didefinisikan sebagai jumlah suatu perubahan tiap satuan waktu. Orde reaksi total = 2 + 1 = 3 d. salah satunya dengan menggunakan metode laju awal. 2y = 2 ? y = 1 ? Orde reaksi terhadap gas Br 2 = 1 c. 2x = 4 = 22 ? x = 2 ? orde reaksi terhadap gas NO = 2 b. Pembakaran bahan bakar roket Kim. menit.1) . ? Penentuan persamaan laju dalam suatu percobaan. Pada percobaan ke 1 dan 2.2 x10 ? 3 M det ? 1 k= ? ? ? 1.0. Nyatakan masing-masing perubahan berikut tergolong cepat atau lambat dan jelaskan alasannya.2 x10 ? 3 1. Rumus laju reaksi 2NO (g) + Br 2(g) ? 2NOBr (g) v = k . yang ditentukan melalui percobaan dan tidak dari persamaan reaksinya.2 M ? 2 det ? 1 2 2 ?3 3 [ NO] [ Br2 ] (0. v = k . a.1 10 M c. [NO] tetap. Memudarnya warna pakaian b.Penyelesaian a. [NO]2 [Br 2] v 1. Pada percobaan ke 1 v = k . hari atau tahun. d. [NO]2 [Br 2] e. Laju Reaksi 16 . ? Orde reaksi atau tingkat reaksi terhadap suatu komponen merupakan pangkat dari konsentrasi komponen tersebut dalam hukum laju. Tugas 1.

Apakah 1 waktu dapat digunakan sebagai ukuran laju suatu reaksi? 3. Tuliskan persamaan laju reaksinya. artinya makin besar laju reaksi makin singkat waktu yang diperlukan untuk menuntaskan reaksi. 1 2 3 4 5 Konsentrasi Mula-mula [CO] [H2] -3 2 x 10 2 x 10-3 4 x 10-3 2 x 10-3 -3 6 x 10 2 x 10-3 4 x 10-3 6 x 10-3 -3 4 x 10 8 x 10-3 Laju reaksi dalam Mol L-1 det -1 4 x 10-4 8 x 10-4 12 x 10-4 24 x 10-4 32 x 10-4 Dari data tersebut. tentukan orde masing-masing pereaksi dan orde totalnya. a. 2 H2O 2 (aq) ? 2 H2O (l) + O 2 (g) + 22 H2O (l) 4. jawablah pertanyaan berikut. Dari persamaan reaksi: H2 (g) + I2 (g) ? 2 HI (g). Data suatu percobaan dari 2CO (g) + O 2 (g) ? 2 CO 2 (g) adalah sebagai berikut. b.det-1 3.(aq) + 6 I. Tentukan: a. Tentukan orde reaksinya e. Perc. Untuk masing-masing reaksi dan hukum lajunya berikut.c.(aq) ? 2 Cr3+ (aq) + 3 I2 (aq) 17 . a. 10. Proses pematangan buah-buahan 2. Tuliskan persamaan laju dari reaksi berikut: CH4 (g) + 2 O 2 (g) ? CO 2 (g) + 2 H2O (g) 2. Laju HI (g). Tes Formatif 1. Laju Reaksi v = k [H2O 2] v = [HCrO 4-][I-]2[H3O +]2 dengan hidrogen pada b.0037 mol L-1. Persamaan laju reaksi b. Suatu reaksi dari nitrogen monoksida temperatur 12800 C adalah 2 NO (g) + 2H2 (g) ? N2 (g) + 2 H 2O (g) Kim. Laju reaksi berbanding terbalik dengan waktu. bila laju I2 (g) 0. 14 H3O + (aq) + 2 HCrO 4.

017 Tentukan hukum laju dan hitung konstanta laju Laju awal (M/s) 2.) 1.1 x 10-2 0. mempunyai persamaan laju reaksi.0 x 10-3 Laju awal (M/det. bila konsentrasi A dan B keduanya diperbesar dua kali semula.(aq) berdasarkan reaksi. diperoleh data seperti dalam tabel berikut.0 x 10 2. diperoleh data seperti dalam tabel berikut. dan Kim. berapa kali semulakah laju reaksi? 7.017 3 0.160 0.0 x 10-5 10. dari percobaan terhadap reaksi: 2 NO2 (g) didapat data sebagai berkut. Perc.3 x 10-5 5.034 2 0. 1 2 3 Konsentrasi NO2 (mol L-1) 0.1 x 10-4 2. v = k [A]2 [B] Hitung: a.080 0. Eksperimen 1 2 3 Konsentrasi molar awal NO H2 -3 5.0 x 10-3 -3 10. Tentukan persamaan laju reaksi dan konstanta laju reaksi. orde reaksi b. Laju Reaksi 18 .0 x 10 2. Suatu reaksi dari ion peroksida sulfat dengan ion iodida adalah S2O 82.berdasarkan reaksi. Reaksi A + B ? .0 x 10 -3 4. Eksperimen Konsentrasi molar awal [S2O82-] [I-] 1 0. 10.2 x 10-4 1.0 x 10 -5 Tentukan hukum laju dan hitung konstanta laju 5.6 x 10-2 Laju pembentukan NO (mol L-1 det -1) 2 18 72 ? 2 NO (g) + O2 (g).(aq) + 3 I.0 x 10-3 10.2 x 10-4 6.3 x 10-2 0.(aq) + I3.(aq) ? 2 SO42.080 0.

30 f. Laju Reaksi 19 .020 0. jika konsentrasi H2 dilipat duakan.05 0. 2 mol HI setara dengan 1 mol I2. Berdasarkan koefisien dalam reaksi. Secara matematis dapat dituliskan: v = k [NO]2[H2] Kim. a. I.= 1. Dengan demikian laju reaksi sebanding dengan konsentrasi H2 pangkat satu.0074 mol L-1.0 x 10-3).020 0. Perc. eksperimen 1. Dari data eksperimen 2 dan 3 terlihat.det-1 = 0.190 0.090 0. v ? ? ? [CH 4 ] ? [CO2 ] 1 ? [ O2 ] 1 ? [ H 2 O] ?? ?? ?? ?t 2 ?t ?t 2 ?t ? [I 2 ] ? [H ] 1 ? [ HI ] ?? ?? ?t ?t 2 ?t 2.040 Laju pembentukan PQ (mol L-1 det -1) 0. bahwa pada konsentrasi NO konstan (10. Sehingga laju pembentukan HI adalah dua kali pembentukan I2. Tentukan persamaan laju reaksi dan konstantan laju reaksi dari percobaan pada reaksi: P + Q ? PQ.0 x 10-3). Jadi laju reaksi sebanding dengan konsentrasi NO pangkat dua. v ? ? b.= 2 dan H3O + = 3 Jadi orde reaksi total = 5 4. orde reaksi total 1 b.0037 mol L-1. 1 2 3 Konsentrasi awal (mol L-1) P Q 0. a. Orde reaksi terhadap HCrO4. maka: ?[I2 ] 1 ? [ HI ] ?? 2 ?t ?t ? ? [I 2 ] ? [ HI ] ? 2x ?t ?t = 2 x 0.det-1 3.8. maka laju reaksi naik menjadi empat kali lebih besar. jika konsentrasi NO dinaikan dua kali. Orde reaksi terhadap H2O 2 = 1. dan 2 menunjukkan bahwa pada konsentrasi H2 konstan (2. 10.15 0. Berdasarkan tabel pengamatan. dan didapat data sebagai berikut.010 0. laju reaksi juga naik dua kali lipat. Kunci Jawaban 1.

1 x 10-2 / M . jika [A]’ = 2 [A] dan [B]’ = 2 [B].080). det (0. 10. Dari data eksperimen 2 dan 3 terlihat.diturunkan setengahnya.017). a. = 8. maka m = 2 v 2 k [0.2 x10 ? 4 M / det . jika konsentrasi I. v = k [A]2 [B]. Secara matematis dapat dituliskan: r = k [S2O82-] [I-] Jadi orde reaksi = 1 + 1 = 2 Konstanta laju dari eksperimen 1 k= 2.0 x10 ? 3 M ) 2 (2. maka laju reaksi juga turun menjadi setengahnya.3 x10 ? 2 ] 18 Dari kedua pengujian di atas ternyata v = k [NO2]2 Untuk mencari nilai k.0 x10 ?5 M / det . Jadi laju reaksi sebanding dengan konsentrasi S2O 82. dimasukkan nilai salah satu percobaan. misalnya percobaan 1. Kim. sebagai berikut.0 x10 ?3 M ) 5. Dengan demikian laju reaksi sebanding dengan konsentrasi Ipangkat satu. maka m = 2 v1 k [0.080 M )( 0.6 x10 ? 2 ] 72 ? ? ? (2)m = 4.det.konstan (0.5 x 102 / M2 .Maka orde reaksi total = 2 + 1 = 3 Konstanta laju dari eksperimen 2 5. dan 2 menunjukkan bahwa pada konsentrasi S2O 82. maka v’ = k x [2A]2 [2B] = 8 k [A]2 [B] atau v’ = 8 v (delapan kali semula) 7. k= = 2. Persamaan umum laju reaksi adalah: v = k [NO 2]m Dari percobaan 1 dan 2.034 M ) 6.konstan (0. didapat: v 3 k [0.dilipat duakan. (10. Berdasarkan tabel pengamatan.pangkat satu. Laju Reaksi 20 . bahwa pada konsentrasi I. jika konsentrasi S2O 82.1x10 ? 2 ] 2 dari percobaan 2 dan 3.3 x10 ? 2 ] 18 ? ? ? (3)m = 9. laju reaksi juga naik dua kali lipat. eksperimen 1. didapat: v 2 k [0. Orde reaksi= 2 + 1 = 3 b.

5 L ?1 .040 ] 0. Laju Reaksi 21 . sebagai berikut. maka m = ½ v1 k [0.020 ] 0.006 mol½ L½ det-1 Kim.0 x 103 mol-1 L-1 det-1 2 ?2 ?1 [NO2 ] (0.5 = 0.090 ] 0. didapat: v 2 k [0. misalnya percobaan 2.v 2 mol L? 1 det ? 1 k= ? = 2.30 ? ? ? (2)n = 2.1 x 10 ) mol L 8.010 ] 0. dimasukkan nilai salah satu percobaan.15 Dari kedua pengujian di atas ternyata v = k [P]½ [Q]1 Untuk mencari nilai k. Persamaan umum laju reaksi adalah: v = k [P]m [Q]n Dari percobaan 1 dan 2.15 mol L? 1 det ? 1 (0.05 dari percobaan 2 dan 3. 10.09) 1 2 (0.15 ? ? ? (9)m = 3.02) mol 1. didapat: v 3 k [0. k= v [P] 1 2 [Q] ? 0. maka n = 1 v 2 k [0.

10. reaksi berlangsung sebagai hasil tumbukan antar partikel pereaksi. diharapkan Anda dapat: ? Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi berdasarkan teori tumbukan ? Menjelaskan tentang pengaruh konsentrasi pereaksi. Akan tetapi. Uraian materi Dalam kegiatan belajar 1. suhu dan katalis terhadap laju reaksi ? Menjelaskan mekanisme dari suatu reaksi b. luas permukaan sentuhan. Jadi laju reaksi akan bergantung pada tiga hal berikut: ? ? ? frekuensi tumbukan freaksi tumbukan yang melibatkan partikel dengan energi cukup freaksi partikel dengan energi cukup yang bertumbukan dengan arah yang tepat. Laju Reaksi 22 . Kim. tidaklah setiap tumbukan menghasilkan reaksi. Tujuan kegiatan pembelajaran Setelah mempelajari kegiatan belajar 2. kita telah mempelajari tentang pengertian laju reaksi dan kenyataan bahwa dalam kehidupan sehari-hari ada reaksi yang berlangsung sangat cepat dan reaksi yang berlangsung sangat lambat. melainkan hanya tumbukan antar partikel yang memiliki energi cukup serta arah tumbukan yang tepat. Menurut teori ini. Kegiatan Belajar 2 a. Teori Tumbukan Pengaruh dari berbagai faktor tersebut terhadap laju reaksi dapat dijelaskan dengan teori tumbukan.2. Permasalahannya sekarang apakah yang menyebabkan cepat lambatnya laju reaksi suatu reaksi? Berikut akan kita pelajari pengaruh beberapa faktor terhadap laju reaksi.

karena ukuran atomnya sama. Tumbukan efektif Tumbukan yang menghasilkan reaksi kita sebut tumbukan efektif. Kim.Berikut akan diuraikan syarat-syarat terjadinya suatu reaksi. baik dengan molekul yang sama maupun berbeda. Tumbukan itu dapat memutuskan ikatan dalam molekul pereaksi dan kemudian membentuk ikatan baru yang menghasilkan molekul hasil reaksi. dan berkemungkinan besar bertumbukan satu sama lain. 1. Sebagai contoh. tumbukan yang efektif akan terjadi bila kedaaan molekul sedemikian rupa sehingga antara atom-atom yang berukuran sama saling bertabrakan (Gambar 5a ). 10. Sedangkan tumbukan tidak efektif jika yang bertabrakan adalah atomatom dengan ukuran berbeda (Gambar 5b). Maka. meliputi tumbukan efektif dan energi tumbukan yang cukup. Molekul pereaksi dalam wadahnya selalu bergerak kesegala arah. Laju Reaksi 23 . reaksi antara atom kalium (K) dan metil iodida (CH3I) dengan reaksi berikut: K + CH3I ? KI + CH 3. Gambar 5 Tumbukan yang efektif terjadi bila atom K bertumbukan dengan atom I.

10. Demikian pula. eksoterm atau endoterm. Laju Reaksi 24 . Kim. Semua reaksi. Sebaliknya. berarti energi kinetik batu tidak cukup untuk memecahkan kaca. reaksi yang memiliki energi pengaktifan besar hanya dapat berlangsung pada suhu tinggi. Profil diagram energi pada reaksi eksoterm dan endoterm diberikan pada Gambar 7. dimungkinkan banyak tumbukan terjadi reaksi. Reaksi yang dapat berlangsung pada suhu rendah berarti memiliki energi pengaktifan yang rendah. memerlukan energi pengaktifan. Energi minimum yang harus dimiliki oleh partikel pereaksi sehingga menghasilkan tumbukan efektif disebut energi pengaktifan (Ea = energi aktivasi). walaupun sudah bertabrakan langsung dengan posisi yang efektif. Pereaksi harus didorong sehingga dapat melewati energi penghalang tersebut baru kemudian dapat berubah menjadi produk. Energi pengaktifan ditafsirkan seb agai energi penghalang (barier ) antara pereaksi dan produk. bila telah terjadi tabrakan molekul pereaksi.Supaya Karena efektif molekul terjadi banyak tumbukan. tetapi ternyata energi kurang tidak akan menimbulkan reaksi. dengan yang hasil bertambahnya untuk pereaksi. makin banyak kemungkinan terjadi tumbukan untuk menghasilkan molekul hasil reaksi 2. molekul maka terjadi penambahan molekul pereaksi. Energi Tumbukan yang Cukup Bila kaca dilempar dengan batu tetapi tidak pecah. menghasilkan tersebut Kedaaan divisualisasikan dalam Gambar 6 Gambar 6 Makin banyak molekul yang bereaksi.

Energi tersebut sebagian atau seluruhnya akan dipakai untuk memutuskan ikatan lama (A -B). Laju Reaksi 25 . Berdasarkan Gambar 7. pada saat terbentuknya ikatan baru (C-D).(a) (a) (b) (b) Gambar 7 Energi pengaktifan untuk reaksi eksoterm (a) dan reaksi endoterm (b) Menurut hukum mekanika. tetapi kedaan awal dapat lebih tinggi atau lebih rendah daripada keadaan akhir. Kedaan seperti itu hanya sesaat dan tidak stabil. reaksi menghasilkan kalor Kim. kedaaan transisi. dan keadaan akhir (hasil reaksi). dan proses ini akan melepaskan sejumlah energi. Keadaan transisi selalu lebih tinggi daripada dua keadaan yang lain. Bila keadaan awal lebih tinggi. terdapat dua ikatan (A -B dan C-D). dalam suatu reaksi terdapat tiga keadaan yaitu keadaan awal (pereaksi). Berarti pada saat itu. 10. terjadi penurunan tingkat energi sistem. masih terdapat ikatan lama (A -B). maka keadaan tersebut disebut keadaan transisi atau kompleks teraktivasi yang mempunyai tingkat energi lebih tinggi daripada keadaan awal. Terbentuknya ikatan baru (C-D) adalah akibat gaya tarik (energi potensial). Selama proses pemutusan. bahwa energi total (jumlah energi kinetik dan energi potensial) harus konstan. karena terbentuk ikatan baru yang energinya lebih rendah. Dengan demikian.

10. bila kita mempunyai kubus dengan ukuran panjang.atau eksoterm (Gambar 7a ). Bila partikel makin banyak. Bila konsentrasi pereaksi diperbesar dalam suatu reaksi. Dan bila sebaliknya. Luas permukaan bagian belakang. berarti kerapatannya bertambah dan akan memperbanyak kemungkinan tabrakan sehingga akan mempercepat laju reaksi. Kita telah tahu bahwa jumlah mol spesi zat terlarut dalam 1 liter larutan dinamakan konsentrasi molar. Luas permukaan kubus bagian depan 1 cm x 1 cm = 1 cm 2. makin banyak terjadi tabrakan Luas Permukaan Sentuhan Suatu reaksi mungkin banyak melibatkan pereaksi dalam bentuk padatan. kiri. sehingga reaksi bertambah cepat. Gambar 8 Makin banyak perahu dalam kolam. Laju Reaksi 26 . reaksi adalah menyerap kalor atau endoterm (Gambar 7b). perubahan jumlah molekul pereaksi dapat berpengaruh pada laju suatu reaksi. kanan. akibatnya lebih banyak kemungkinan partikel saling bertumbukan yang terjadi dalam suatu larutan. Kim. Perhatikan Gambar 9. lebar dan tinggi masing-masing 1cm. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi Konsentrasi Telah diuraikan dalam teori tumbukan. apa yang terjadi bila dalam suatu kolam makin banyak perahu yang berjalan? Pasti akan terjadi banyak kemungkinan saling bertabrakan. Perhatikan Gambar 8.

Dengan demikian. dan permukaan sentuh tadi bereaksi dengan cairan atau gas. Berarti luas dua kubus hasil pecahan adalah 8 cm 2. Jadi luas permukaan seluruhnya 6 cm 2. reaksi hanya terjadi pada bidang batas campuran yang selanjutnya kita sebut bidang sentuh. Mengapa kepingan yang lebih halus bereaksi lebih cepat? Pada campuran pereaksi yang heterogen. makin Kim.5 cm x 1 cm) = 4 cm2. dan semua faktor lain yang dibuat tetap (sama) disebut variabel kontrol. perubahan laju reaksi semata-mata sebagai akibat perbedaan ukuran kepingan batu gamping (kepingan halus dan kepingan kasar). ukuran keping batu gamping kita sebut variabel manipulasi. Apa yang dapat Anda simpulkan mengenai hal ini? Jadi makin kecil pecahan tersebut. Dalam hal ini. Percobaan dilakukan sebanyak dua kali. Oleh karena itu. konsentrasi larutan HCl dan suhu dibuat sama. maka luas permukaan salah satu kubus hasil pecahan tadi adalah 2(1 cm x 1 cm) + 4 (0. kita mengamati reaksi antara batu gamping dengan larutan asam klorida (HCl). Hal ini merupakan contoh bagaimana penurunan ukuran partikel dapat memperluas permukaan sentuh zat. Gambar 9 Bila kubus 1 cm3 dipecah menjadi dua. masing-masing juga 1cm 2 . Laju Reaksi 27 . maka luas permukaan sentuh meningkat dua kalinya.atas dan bawah. Bagaimana pengaruh ukuran kepingan zat padat terhadap laju reaksi? Misalkan. masing-masing dengan ukuran keping batu gamping yang berbeda. luas permukaannya makin besar. perubahan laju reaksi (waktu reaksi) disebut variabel respon. sedangkan faktor-faktor lainnya seperti massa batu gamping. Kemudian kubus tersebut kita pecah jadi dua. volume larutan HCl. 10.

Jadi makin halus ukuran kepingan zat padat makin luas permukaannya. Kita telah tahu bahwa. makin cepat pergerakan partikel akan menyebabkan terjadinya tumbukan antar zat pereaksi makin banyak. Umumnya kenaikan suhu sebesar 100C menyebabkan kenaikan laju reaksi sebesar dua sampai tiga kali. Kenaikan laju reaksi ini dapat dijelaskan dari gerak molekulnya. makin cepat terjadinya reaksi. yaitu dengan menghaluskan terlebih dahulu bahan yang berupa padatan sebelum direaksikan. makin luas permukaannya. laju reaksi ditentukan oleh jumlah tumbukan. Artinya makin kecil ukuran. Suhu Umumnya kenaikan suhu mempercepat reaksi. makin banyak tumbukan. Bila kita memasak nasi dengan api besar akan lebih cepat dibandingkan api kecil. Pengaruh luas permukaan banyak diterapkan dalam industri. Jika suhu dinaikkan. 10.luas bidang sentuh makin cepat bereaksi. maka kalor yang diberikan akan menambah energi kinetik partikel pereaksi. energi yang diperlukan untuk Kim. agar proses reaksi di dalam lambung berlangsung lebih cepat dan penyerapan sari makanan lebih sempurna. Bila kita ingin mengawetkan makanan (misalnya ikan) pasti kita pilih lemari es. Sehingga pergerakan partikel-partikel pereaksi makin cepat. dan sebaliknya penurunan suhu memperlambat reaksi. mengapa? Karena penurunan suhu memperlambat proses pembusukan. Laju reaksi kimia bertambah dengan naiknya suhu. Oleh karena itu. Ketika kita makan. Tetapi tabrakan itu belum berdampak apa-apa bila energi yang dimiliki oleh molekul-molekul itu tidak cukup untuk menghasilkan tabrakan yang efektif. Apa hubungannya dengan tumbukan? Makin luas permukaan gamping. kemungkinan terjadi tabrakan antar molekul yang ada. Molekul-molekul dalam suatu zat kimia selalu bergerak-gerak. sangat dianjurkan untuk mengunyah makanan hingga lembut. Laju Reaksi 28 . makin luas bidang sentuh dengan asam klorida makin besar. sehingga reaksi makin cepat. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Ingat. sehingga jumlah tumbukannya juga makin besar.

Dengan perkataan lain. molekul-molekul bergerak lebih cepat dan tabrakan dengan dampak benturan yang lebih besar makin sering terjadi. Ada yang besar dan ada yang kecil. Akibatnya. benturan antar molekul yang mempunyai energi kinetik yang cukup tinggi itu menyebabkan reaksi kimia juga makin banyak terjadi. Katalis adalah zat yang dapat meningkatkan laju reaksi tanpa dirinya mengalami perubahan kimia secara permanen. A + B ? AB (reaksi lambat) Kim. Laju Reaksi 29 . Oleh karena itu. pada suhu tertentu ada molekul-molekul yang bertabrakan secara efektif dan ada yang bertabrakan secara tidak efektif. Hal ini berarti bahwa laju reaksi makin tinggi. Suatu reaksi yang menggunakan katalis disebut reaksi katalis dan prosesnya disebut katalisme. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan katalis. ada tabrakan yang menghasilkan reaksi kimia ada yang tidak menghasilkan reaksi kimia. Perhatikan zat A dan zat B yang direaksikan membentuk zat AB dengan zat C sebagai katalis. Katalis suatu reaksi biasanya dituliskan di atas tanda panah. Energi kinetik molekul-molekul tidak sama. Meningkatkan suhu reaksi berarti menambahkan energi. Dengan demikian. Katalis Salah satu cara lain untuk mempercepat laju reaksi adalah dengan jalan menurunkan energi pengaktifan suatu reaksi. Energi diserap oleh molekul-molekul sehingga energi kinetik molekul menjadi lebih besar. 2 KClO3 (g) ? MnO ? ? 2 ? 2 KCl (s) + 3 O 2 (g) H2 (g) + Cl2 (g) ? arang ?? ? 2 HCl (g) Secara umum proses sustu reaksi kimia dengan penambahan katalis dapat dijelaskan sebagai berikut. 10. Katalis dapat bekerja dengan membentuk senyawa antara atau mengabsorpsi zat yang direaksikan. misalnya.menghasilkan tabrakan yang efektif atau untuk menghasilkan suatu reaksi disebut energi pengaktifan.

maka terjadilah reaksi: A + C ? AC (reaksi cepat). Gambar 10 Katalis menyebabkan energi pengaktifan reaksi lebih rendah Ada dua macam katalis. 10. yaitu katalis positif (katalisator) yang berfungsi mempercepat reaksi. ABC ? AB + C (reaksi cepat) Energi pengaktifan reaksi zat A dan zat B tanpa dan dengan katalis ditunjukkan dalam Gambar 10. Katalis positif berperan menurunkan Kim.Bila tanpa katalis diperlukan energi pengaktifan yang tinggi dan terbentuknya AB lambat. Namun. AC terbentuk cepat dan seketika itu juga AC bereaksi dengan B membentuk senyawa ABC. Laju Reaksi 30 . dan katalis negatif (inhibitor) yang berfungsi memperlambat laju reaksi. dengan adanya katalis C. Energi pengaktifan diturunkan. AC + B ? ABC (reaksi cepat) Energi pengaktifan reaksi ini rendah sehingga dengan cepat terbentuk ABC yang kemudian mengurai menjadi AB dan C.

Umumnya katalisator heterogen berupa zat padat. Pd dan V. sehingga proses dapat berlangsung lebih cepat dan biaya produksi dapat dikurangi. Contohnya adalah besi (III) klorida pada reaksi penguraian hidrogen peroksida menjadi air dan gas oksigen menurut persamaan : 2 H2O 2 (l) ? FeCl ?? 3? ? Katalisator heterogen Katalisator heterogen adalah katalisator yang mempunyai fasa tidak sama dengan zat yang dikatalisis. 2 H2O (l) + O 2 (g) Kim. dan membuat orientasi molekul sesuai untuk terjadinya tumbukan. Laju Reaksi 31 . kendaraan bermotor telah dilengkapi dengan katalis dari oksida logam atau paduan logam pada knalpotnya sehingga dapat mempercepat reaksi antara gas CO dengan udara. misalnya Ni. Gaya tarik menarik antara atom logam dengan molekul gas dapat memperlemah ikatan kovalen pada molekul gas. ? Katalisator homogen Katalisator homogen adalah katalisator yang mempunyai fasa sama dengan zat yang dikatalisis.energi pengaktifan. dan bahkan dapat memutuskan ikatan itu. Prinsip ini adalah kerja dari katalis heterogen. Di beberapa negara maju. Dalam industri banyak dipergunakan nikel atau platina sebagai katalis pada reaksi hidrogenasi terhadap asam lemak tak jenuh. Pt. Sedangkan katalisator dibedakan atas katalisator homogen dan katalisator heterogen. yang banyak dimanfaatkan untuk mengkatalisis reaksi-reaksi gas. Akibatnya molekul gas yang teradborpsi pada permukaan logam ini menjadi lebih reaktif daripada molekul gas yang tidak terabsorbsi. Banyak logam yang dapat mengikat cukup banyak molekul-molekul gas pada permukannya. Banyak proses industri yang menggunakan katalisator heterogen. 10.

pengubah katalitik pada knalpot kendaraan bermotor ? Katalisator enzim Katalis sangat diperlukan dalam reaksi zat organik. namun hanya untuk reaksi yang spesifik.Gambar 11 Katalis platina. 10. Laju Reaksi 32 . digunakan pada proses Oswald dalam industri asam nitrat. seperti yang ditunjukkan pada Gambar 12. Reaksi-reaksi metabolisme dapat berlangsung pada suhu tubuh yang realtif rendah berkat adanya suatu biokatalis yang disebut enzim. Gambar 12 Dalam proses katalisis enzim yang digunakan harus sesuai dengan substratnya Kim. Dalam tubuh kita terdapat ribuan jenis enzim karena setiap enzim hanya dapat mengkatalisis satu reaksi spesifik dalam molekul (substrat) tertentu. termasuk dalam organisme. Enzim dapat meningkatkan laju reaksi dengan faktor 106 hingga 1018.

10. Dalam reaksi ini terjadi pemutusan ikatan A-B dan C-D. namun tidak dapat mengkatalisis penguraian skharosa. sebelum diperoleh produk akhir. dapat melalui beberapa tahap. dan kemudian terbentuk ikatan A-C dan B -D. reaksi: AB + CD ? AC + BD AB dan CD adalah keadaan awal. Sebagai contoh. Kim.Salah satu contoh adalah enzim protease yang dapat digunakan sebagai katalis dalam proses penguraian protein (Gambar 13). Mekanisme reaksi ialah serangkaian reaksi tahap demi tahap yang terjadi berturut-turut selama proses perubahan reaktan menjadi produk. Reaksi yang demikian berlangsung tahap demi tahap. yaitu: Tahap 1 : AB Tahap 2 : A + CD Tahap 3 : ACD Tahap 4 : B + D ? A+B ? ACD ? AC + D ? BD (cepat) (lambat) (cepat) (cepat) Setiap tahap mekanisme reaksi diatas. sedangkan AC dan BD adalah keadaan akhir. karen tahap ini merupakan penghalang untuk laju reaksi secara keseluruhan. Laju Reaksi 33 . Gambar 13 Gelatin dibuat dari buah nanas. Proses ini tidak serentak. Tahap yang paling lambat (tahap 2) disebut tahap penentu laju reaksi. Buah nanas mengandung enzim aktif protease yang dapat menguraikan molekul protein dalam gelatin Mekanisme Reaksi Beberapa reaksi berlangsung melalui pembetukan zat antara. mempunyai laju tertentu.

Kim. Akan tetapi hanya tumbukan antar partikel yang memiliki energi minimum tertentu dan arah yang tepat yang menghasilkan reaksi. (b) freaksi partikel yang memiliki energi minimum tertentu. yang bergantung pada konsentrasi H2 dan SO 2. tidak ada pengaruh kenaikan laju tahap 1. dan 4 terhadap reaksi total. 10. Contoh Soal 3 Tentukan persamaan laju reaksi 2H2 (g) + SO 2 (g) ? 2 H2O (g) + S (p) yang mempunyai tahap: H2 (g) + SO2 (g) ? SO 2H2 SO 2H2 SO + H2O SOH2 ? SOH2 ? H2O + S (lambat) (cepat) (cepat) ? H2O + SO (cepat) Penyelesaian Tahap penentu laju reaksi adalah tahap 1.Artinya. reaksi dapat terjadi jika partikel pereaksi saling bertumbukan. ? ? ? Energi pengaktifan adalah energi minimum yang harus dimiliki oleh partikel pereaksi sehingga menghasilkan tumbukan efektif. dan (c) f reaksi yang mempunyai arah yang sesuai. Sehingga. sehingga v = k [H 2] [SO 2] c. 3. Freaksi molekul yang mencapai energi pengaktifan dapat ditingkatkan dengan menaikkan suhu. Laju Reaksi 34 . Rangkuman ? Menurut teori tumbukan. Frekuensi tumbukan dapat diperbesar dengan memperbesar konsentrasi atau memperluas permukaan zat padat. kelajuan reaksi bergantung pada: (a) frekuensi tumbukan.

e. Mengapa suhu dapat memepercepat laju reaksi? Kim. Tes Formatif 1.? ? ? ? Katalis adalah zat yang dapat meningkatkan laju reaksi tanpa dirinya mengalami perubahan kimia secara permanen. Bagaimana teori tumbukan menjelaskan pengaruh faktor-faktor yang mempercepat laju reaksi? 2. Mengapa luas permukaan sentuhan pereaksi padat dapat mempengaruhi laju reaksi? 3. Katalisator dapat mempercepat reaksi karena membuat tahap reaksi dengan energi pengaktifan yang lebih rendah. dalam hal faktor yang mempengaruhi laju dan percobaan mana yang paling cepat. Setiap tahap dalam mekanisme reaksi berlangsung dengan laju yang berbeda. Laju Reaksi 35 . Mengapa bila suhu dinaikkan akan menghasilkan energi pengaktifan yang dapat menghasilkan suatu produk reaksi? 5. 2. 10.2 g [HCl] 1 Serbuk 3M 2 Serbuk 2M 3 1 keping 3M 4 1 keping 2M 5 1 keping 1M Apa yang dapat Anda simpulkan dari percobaan ini. Data percobaan reaksi antara besi dan larutan asam klorida sebagai berikut. No Besi 0. Tugas 1. Jelaskan mengenai mekanisme suatu reaksi dengan menggunakan contoh. d. Jelaskan perbedaan antara katalisator dan inhibitor! 4. Mekanisme reaksi adalah serangkaian reaksi tahap demi tahap yang terjadi berturut-turut selama proses perubahan pereaksi menjadi produk. Laju reaksi keseluruhan ditentukan oleh tahap yang berlangsung paling lambat.

2 0. o Laju reaksi percobaan 2 dan 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi pada percobaan tersebut adalah luas permukaan sentuhan zat pereaksi (Besi 0.1 0.1 0.1 Waktu (detik) 2 3 5 1. sehingga energi kinetik molekul-molekul akan membesar dan mengakibatkan laju reaksi semakin bertambah. Jelaskan karakteristik dari katalis pada suatu reaksi kimia! 4. Konsentrasi HCl paling besar dan besi dalam bentuk serbuk merupakan kondisi yang cepat untuk melakukan reaksi adalah percobaan nomor 1. L-1) 0. Laju Reaksi 36 . Kim. Menaikkan suhu berarti menambah energi.(aq) Tentukan: a. Kunci Jawaban 1.5 Suhu (0C) 25 25 25 30 35 o Faktor yang mempengaruhi laju reaksi pada percobaan 1 dan 3.(aq) ? H2O (l) + I .5 1.2 g) dan konsentrasi HCl. Bagaimana perubahan kecepatan reaksi. bila suhu dinaikkan sebesar 100C. 5. untuk reaksi: A + B ? hasil Perc. Data hasil percobaan. Bagaimana rumus kecepatan reaksi itu? b. 2. Dari percobaan.3. Dari rumus reaksi yang diperoleh dari suatu eksperimen diperoleh bahwa dalam reaksi: H2O 2 (g) + 2 H+ (g) ? 2 H2O (l) + I2 (aq) terhadap satu tahap lambat yaitu tahap pertama H2O 2 (aq) + I. 1 2 3 4 5 Tentukan: Massa/bentuk zat A 5 g serbuk 5 g larutan 5 g padat 5 g larutan 5 g larutan Konsentrasi B (mol.1 0. bila: Konsentrasi H2O 2 diperbesar 2 kali? Konsentrasi ion iodida diperbesar 2 kali? Konsentrasi H2O 2 maupun konsentrasi I. 10.diperbesar 2 kali? f.

2 [H2O 2] [I-] = 2v Jadi laju reaksinya 2 kali semula Konsentrasi ion iodida diperbesar 2 kali.(aq) ? H2O (l) + I .perbedaan: bentuk zat A serbuk dan padatan Berarti. maka kecepatan reaksinya v = k . yaitu H2O 2 (aq) + I. Mempercepat pemutusan ikatan antara partikel-partikel dalam suatu zat pereaksi c. a.3. [H2O2] .1) laju reaksi menjadi 2x (dari 3 detik menjadi 1. maka kecepatan reaksinya: v = k . Laju Reaksi 37 . 10. [H2O 2] [I-] ? Konsentrasi H2O 2 diperbesar 2 kali. Pada percobaan 1 dan 3: .suhu sama (250C) .1 mol. Pada percobaan 2 dan 5. Katalis pada suatu reaksi kimia: a. 2 [I-] = 4v Jadi laju reaksinya 4 kali semula Kim. faktor yang berpengaruh terhadap laju adalah luas permukaan sentuhan. 2 [H2O 2] .diperbesar 2 kali. Menurunkan energi aktivasi reaksi tersebut. b. Pada akhir reaksi ditemukan kembali dalam jumlah yang sama. maka kecepatan reaksinya: v = k .konsentrasi B sama yaitu 0. jika suhunya dinaikkan 10 0C (25 0C menjadi 350C) maka dengan konsentrasi yang sama (0. 5. 2 [I-] = 2v Jadi laju reaksinya 2 kali semula Konsentrasi H2O 2 maupun konsentrasi I.L -1 . Berdasarkan reaksi diatas: ? Tahap lambat adalah tahap penentu kecepatan reaksi.5 detik) atau laju reaksi menjadi 2 x semula. b. 4.(aq) Jadi rumus kecepatan reaksinya adalah v = k .

2M. C.5M Balon Cara Kerja: Pengaruh Konsentrasi Terhadap Laju Reaksi 1. Untuk gelas kimia A tambahkan 5 mL asam klorida 5 M dan kocok. 15 mL dan yang sempurna. Bandingkan kecepatan pembentukan endapan belerang dan jelaskan hasilhasil yang dicapai. dan D tambahkan berturut-turut 10 mL. Lembar Kerja Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi laju Reaksi Alat dan Bahan yang diperlukan: ? Labu ukur 250 mL ? Stopwatch ? Gelas kimia 100 mL ? Gelas ukur 50 mL ? Pengaduk ? Mortar dan alu ? Pipet tetes ? Tabung reaksi + rak ? Penjepit ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? HCl 4M. 3.05M KMnO 4 0.B. Laju Reaksi 38 . 3M.g. Lakukan hal yang sama dengan gelas kimia B. dan D 5 mL natrium tiosulfat 1 M 2. Tuangkan ke dalam masing-masing gelas kimia yang ditandai A. 10. Jalankan stopwatch tepat pada saat larutan asam klorida dituangkan dan hentikan stopwatch itu tepat pada saat kekeruhan timbul. 25 mL air suling dan guncangkan gelas kimia itu agar terjadi pencampuran Kim. Catat semua hasil percobaan. C dan D.15 M KI padat HgCl2 padat CaCO3 (marmer) H2C2O 4 0.C. dan 1 M Butiran Zn Na2S2O 3 1 M dan 0.01M H2SO 4 0. 5. 4. Ke dalam B.

5 M dalam air mendidih selama 10 detik. Ukur waktu yang diperlukan sampai warna larutan hilang. Kemudian tambahkan 1 tetes larutan B dan catat waktu yang diperlukan sampai warna larutan hilang. 2. Bandingkan hasil-hasil pengukuran waktu yang diperoleh dan jelaskan hasil pengamatan Anda serta tuliskan reaksi yang terjadi. 10. Lakukan hal yang sama dengan larutan kalium permanganat Kim. 5 mL (larutan A).Pengaruh Luas permukaan Sentuhan Terhadap Laju Reaksi 1. 4. Tuliskan reaksi y ang terjadi dan jelaskan hasil pengamatan yang Anda peroleh. Ukur waktu yang diperlukan saat balon tersebut terisi dengan gas karbon dioksida 3. 4. 2 tetes larutan asam sulfat 0. dalam suatu tabung reaksi. Laju Reaksi 39 . Buat tanda hitam pada sehelai kertas putih dan tempatkan tabung reaksi di atas tanda tersebut. Jalankan stopwatch ketika tetes akhir ini ditambahkan. panaskan tabung reaksi yang berisi 2 tetes larutan A dan 2 tetes larutan asam sulfat 0. tuangkan 2 tetes larutan A. 2. isi balon dengan 2 gram marmer butiran dan pasang balon pada labu yang sebelumnya telah diisi dengan 10 mL asam klorida 1 M. Encerkan 10 tetes larutan asam oksalat dengan air hingga menjadi (larutan B). 3. Lakukan hal yang sama dengan marmer yang telah digerus halus. Reaksi akan terjadi saat marmer jatuh ke dalam asam klorida. Pengaruh Suhu Terhadap Laju Reaksi Reaksi antara Kalium Permanganat dan Asam Oksalat 1.5 M dan 1 tetes larutan B. Reaksi antara Natrium Tiosulfat dan Asam Klorida 1.

Pada tabung reaksi masukkan 2 tetes larutan natrium tiosulfat dan panaskan tabung dalam air mendidih selama 10 detik. Ke dalam tabung reaksi tersebut masukkan 2 tetes larutan natrium tiosulfat 0. Ambil 10 tetes larutan KMnO 4 dan encerkan dengan air sampai volume 10 mL. 3. Identifikasi variabel-variabel percobaan (variabel manipulasi. Pengaruh Katalis Terhadap Laju Reaksi 1. Catat waktu yang diperlukan! 3. 4. Buatlah simpulan pada masing-masing percobaan yang telah Anda lakukan. variabel respon dan variabel kontrol) pada masing-masing percobaan. Analisis dan Simpulan: 1. Catat semua hasil yang diperoleh dan jelaskan. Ukur waktu yang diperlukan untuk mengaburkan tanda hitam tersebut. Lanjutkan penambahan tetesan larutan encer kalium permanganat sampai warna permanganat menghilang segera. 2. Kim. 4.2. masukkan berturut-turut: 2 tetes asam oksalat + 2 tetes asam sulfat + 1 teets mangan (II) sulfat + 1 tetes larutan encer kalium permanganat sampai warna permanganat hilang. catat waktu yang diperlukan untuk mengaburkan tanda hitam tersebut. Siapkan tabung reaksi dan masukkan larutan berikut: 2 tetes asam oksalat + 2 tetes asam sulfat + 1 tetes larutan encer kalium permanganat.15 M dan 2 tetes larutan asam klorida 3 M. Buatlah reaksi-reaksi yang terjadi pada masing-masing percobaan. 3. Ke dalam tabung reaksi yang lain. Jalankan stopwatch tepat saat penambahan kalium permanganat dan hentikan pada saat warna kalium permanganat hilang. Laju Reaksi 40 . Kemudian letakkan di atas tanda hitam tadi dan tambahkan 2 tetes asam klorida. 10. 2.

10 0.010 Laju awal (M/s) 1. Suatu reaksi antara F2 dan ClO2. seperti dalam tabel berikut.8 x 10-3 2.127 4.60 0. dan diperoleh data seperti Konsentrasi molar awal F2 (M) ClO2 (M) 0. Tes Tertulis 1. Eksperimen 1 2 3 Tentukan: a. Hukum laju b. bila [F2] = 0. Tulis laju reaksi dari reaksi-reaksi berikut: a.010 0.020 M 3.30 0.010 M dan [ClO2] = 0.20 0.40 0. Laju Reaksi 41 . mempunyai persamaan reaksi sebagai berikut: F2 (g) + 2ClO2 (g) ? 2FClO 2 (g).(aq) + 6 H+ (aq) ? 3 Br 2 (aq) + 3 H 2O (l) 2.30 Laju awal (M/s) 0.40 0.10 0. 2 H2 (g) + O 2 (g) ? 2 H2O (g) c.20 0. dan diperoleh data pada temperatur 360 K.(aq) + BrO3.20 0. H2 (g) + I2 (g) ? 2 HI (g) b.10 0. Laju reaksi.50 0. 5 Br . Eksperimen 1 2 3 4 5 Konsentrasi molar awal [X] [Y] 0.064 1. Suatu reaksi dari X dan Y.4 x 10-3 dalam tabel berikut.016 0. EVALUASI A.040 0. 147 0. 10. mempunyai persamaan reaksi sebagai berikut: X + Y ? XY.2 x 10-3 4.BAB III. Konstanta laju c.60 0.508 Kim.

Laju Reaksi 42 . Pada suhu 300C suatu reaksi berlangsung 3 menit. tunjukkan a. Bila konsentrasi masing-masing pereaksi diperbesar 3 kali. Bila konsentrasi awal A dan B masing-masing dinaikkan dua kali. Nitrogen oksida. berapakah peningkatan laju reaksinya? 9. b.0 x 10-2 6. Laju reaksi jika konsentrasi NO dan H2 masing-masing 0.0 x 10-3 1. bila laju O 2 (g) 0. laju reaksi dua kali lebih besar. Tentukan laju awal.2 x 10 3. Untuk reaksi: A + B ? hasil ternyata: Bila konsentrasi awal A dinaikkan jadi dua kali. diperoleh data: Eksperimen 1 2 3 Konsentrasi molar [P] [Q] -2 1.2 x 10-2 1. laju reaksi jadi delapan kali lebih besar.30 M dan [Y] = 0. bila [X] = 0. Suatu reaksi mempunyai ungkapan laju reaksi v = k [P]2 [Q].40 M 4.5 x 10-2 7. Berapa orde reaksi dari reaksi P + Q ? R.023 mol L -1. NO bereaksi dengan hidrogen membentuk dinitrogen oksida dan uap air dengan reaksi: 2 NO (g) + H2 (g) ? N2O (g) + H2O (g) Dari reaksi tersebut didapatkan persamaan lajunya.6 x 10-5 M/det.4 x 10-1 3.6 x 10-2 Laju reaksi (M/s) 1.5 M Kim. Reaksi akan berlangsung 3 kali lebih cepat dari semula setiap kenaikan 200C. Dari persamaan reaksi: 2 N2O 5 (g) ? 4 NO 2 (g) + O 2 (g). Orde reaksi b. Laju persamaan reaksi b. 10. Harga satuan tetapan laju. Berapa menitkah reaksi dapat berlangsung pada suhu 700C? 7. bila [NO] = 6.2 x 10-2 6.2 x103 M dan laju reaksinya = 2.4 x 10-3 M dan [H2] = 2. Bagaimana rumus laju reaksinya? 8. Tentukan: a. v = k [NO]2 [H2]. Laju NO2 (g).det-1 5.Tentukan: a. pada konsentrasi B tetap.6 x 10-2 1.

Rancangkan suatu eksperimen untuk membuktikan bahwa konsentrasi.10. suhu dan luas permukaan sentuhan mempengaruhi laju reaksi. 10. maka tentukan peningkatan laju B. Laju Reaksi 43 . Persamaan laju reaksi A + B ? AB adalah v = k [A] reaksinya? 2 [B]. Jika konsentrasi masing-masing dinaikkan dua kali. Kim. Tes Praktek 1. dengan menggunakan larutan HCl dan seng (Zn).

2 /M.010) 10 M c. didapat: a. v ? ? d.( 0. Tes Tertulis 1. [ClO2] tetap. [F2]x [ClO 2]y Pada percobaan ke 1 dan 3. bila [F2] = 0.2 x10 ? 3 Ms ? 1 ? ? ? 1. Laju reaksi. 4y = 4 ? y = 1 ? Orde reaksi terhadap gas ClO2 = 1 Orde reaksi total = 1 + 1 = 2 Rumus laju reaksi F2 (g) + 2ClO2 (g) ? 2FClO2 (g) v = k . 2 x10 ? 3 1. Persamaan laju reaksi: c. Berdasarkan data-data percobaan.010 M dan [ClO2] = 0. [F2] [ClO2] v = 1. [X]x [Y]y Pada percobaan ke 2 dan 5. [F2] tetap.020 M) = 2. Laju Reaksi 44 . Berdasarkan data-data percobaan. 10. [Y] tetap. 2x = 2 ? x = 1 ? orde reaksi terhadap gas F2 = 1 Pada percobaan ke 1 dan 2. Pada percobaan ke 1 v = k . (0.s .4 x 10 -4 M/s 3. [F2] [ClO2] b. v ? ? ?? ?? ?? ? 5 ?t ?t 6 ?t 3 ?t 3 ?t 2.KUNCI JAWABAN A. 2 M ? 2 det ? 1 ?3 3 [ F2 ][ClO2 ] ( 0. 2x = 4 = 2 2 ? x = 2 Kim. v = k . v = k . v ? ? ? [ H 2] ? [I 2 ] 1 ? [ HI ] ?? ?? ?t ?t 2 ?t ? [ O2 ] 1 ? [ H 2] 1 ? [ H 2 O] ?? ?? 2 ?t ?t 2 ?t ? ? [ BrO 3 ] 1 ? [ Br ? ] 1 ? [H ? ] 1 ? [ Br2 ] 1 ? [ H 2 O] e.020 M v = k .010 M) (0. didapat: a.10). [F2] [ClO2] k= v 1.

4 mol NO 2 setara dengan 1 mol O 2.10). maka n = 1 v1 k [3.352 M/s 4. 1 dan 3 pada [P] yang sama v 3 k[1.det-1 5.2 x10 ? 2 ] 7 x10 ? 2 m ? ? ?3 ? 2 ? (2) = 2.50) 0.40 M v = k . pembentukan O 2.6 x10 ? 2 ] 7 x10 ? 2 ? ? ? (2)n = 2. a. v ? ? ? [ O2 ] 1 ? [ N 2O5 ] 1 ? [ NO2 ] ?? ?? 2 ?t 4 ?t ?t Sehingga laju pembentukan NO2 adalah empat kali b.023 mol L-1. [P]m [Q]n . Laju Reaksi 45 . [X]2 [Y]3 b.147 Ms ? 1 ? ? ? 2.4 x10 ?1 Untuk mencari orde [P] lihat persamaan 2 dan 3 pada [Q] yang sama v 3 k [1.30 M) (0.94 M ? 1 s ? 1 2 [ X ][Y ] ( 0.( 0.94 /M.? orde reaksi terhadap X = 2 Pada percobaan ke 2 dan 4. bila [X] = 0. Berdasarkan koefisien. maka: Untuk mencari orde [Q] lihat percobaan no. [X] tetap.40 M) = 0. v ? ? t ? . Bila persamaan laju v = k . maka m = 1 v2 k[6 x10 ] 3.147 0.det-1 = 0. [X] [Y] Pada percobaan ke 1 v = k .2 x10 ? 2 ] 1.092 mol L-1. t v 1? maka t = ? ? ? ?3? n n = kelipatan kenaikan suhu 200C Kim.s . 2y = 8 = 23 ? y = 3 ? Orde reaksi terhadap Y = 3 Orde reaksi total = 2 + 3 = 5 Rumus laju reaksi X + Y ? XY v = k . [X] [Y] k= v 0.5 x10 1 1 6. 10.30 M dan [Y] = 0. (0. maka. ? [O2 ] 1 ? [ NO2 ] ?? 4 ?t ?t ? ? [ NO2 ] ? [O2 ] ? 4x ?t ?t = 4 x 0. Laju awal reaksi.05 M v = 2.

Persamaan laju reaksi: v = 288.4 x10 )( 2. Dari persamaan laju v = k [NO]2 [H2]. [B] ? v = k’[B]2 Pada awal [A] = 2 [A]. det-1 ?3 ?3 (6. a. maka penambahan [A] menyebabkan penambahan laju reaksi yang sebanding.6 x10 ? 5 = 288. berati laju reaksi v = k’ [A] [B]2 8.det-1 10. k = 2. jika [B] tetap Jika [A] tetap.06 M. 10.5)2 (0.t = 700C ? n = 2 n . artinya jika [A] ? laju reaksi = 2 x lebih besar. [B] = 2 . b.5) = 36.5 M-2 . V = k [A]2. [B] = 2. Jika [B] tetap. t0 = 300C ? n = 0 2 1? 1 ?1 ? t = ? menit ? ? x 3 menit = ? ? x 3 menit = 3 ?3? ?3? 7.5 (0. [B] laju reaksinya = 8 x lebih besar. Reaksi: A + B ? hasil Laju reaksi berbanding langsung dengan hasil perkalian konsentrasi zat yang bereaksi.5 (NO]2 [H2] Kim.2 x10 ) = 288. Laju Reaksi 46 . v = k [P]2 [Q] v = [3]2 [3]1 ? v = 9 x 3 = 27 kali 9. v = k [A]2 [B] = k {2 [A] }2 {[B]} = k 4 [A]2 2 [B] = 8 k [A]2 [B] Jadi laju reaksi lebih cepat 8x dari semula.

Persiapan alat dan bahan b. Kim. Bahasa yang digunakan komunikatif g. Absen Program Keahlian : : : Skor Maks. Hasil rancangan eksperimen Sub Total Merancang eksperimen a. 3. 4. Stopwatch telah dinolkan sebelum digunakan (dikalibrasi) b. Disertai dengan aturan kebersihan dan penanganan keselamatan kerja Sub Total Menggunakan Stopwatch a. Stopwatch dihidupkan tepat pada saat terjadi reaksi kimia c. Rancangan tersebut memungkinkan variebel respon dapat diukur dengan tepat. Metode dan prosedur yang digunakan dalam eksperimen mengikuti urutan tertentu d. Rumusan masalah menjelaskan kebutuhan eksperimen c. 10. Laju Reaksi 47 . Saat volume larutan yang 2. f. Prosedur eksperimen jelas dan komunikatif e. Menyebutkan satuan waktu dengan benar Sub Total Menggunakan Gelas Ukur a.B. Perencanaan a. Skor Keterangan Perolehan PEDOMAN PENILAIAN No Aspek Penilaian 1. Rancangan percobaan yang dibuat dapat menguji prediksi b. Skala gelas ukur menghadap siswa b. Stopwatc dimatikan tepat saat reaksi kimia berhenti d. Tes Praktek Nama Siswa No.

Kemandirian Sub Total 6. dihentikan. Sub Total Laporan a. Laju Reaksi 48 . c.dima-sukkan akan mencapai tanda batas. Menggunakan botol semprot atau pipet tetes untuk menambah air sehingga mencapai tanda batas d. Sikap/Etos kerja a. Ketelitian c. Tanggung jawab b. Inisiatif d. Sistematika penyusunan laporan b. 10. Kelengkapan bukti fisik Sub Total Total Kim. Membaca skala berdasarkan meniskus dan garis penglihatan lurus pada skala e. Batas bawah/atas larutan tepat pada skala 5.

maka hasil yang berupa nilai dari guru atau berupa portofolio dapat dijadikan bahan verifikasi oleh pihak industri atau asosiasi profesi. PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini. Kemudian selanjutnya hasil tersebut dapat dijadikan sebagai penentu standar pemenuhan kompetensi dan bila memenuhi syarat Anda berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh dunia industri atau asosiasi profesi.BAB IV. Apabila Anda dinyatakan memenuhi syarat kelurusan dari hasil evaluasi dalam modul ini. Anda berhak untuk mengikuti tes praktek untuk menguji kompetensi yang telah Anda pelajari. 10. Mintalah pada guru untuk melakukan uji kompetensi dengan sistem penilaian yang dilakukan langsung oleh pihak industri atau asosiasi yang berkompeten apabila Anda telah menyelesaikan seluruh evaluasi dari setiap modul. Laju Reaksi 49 . maka Anda berhak untuk melanjutkan ke topik/modul berikutnya. Kim.

Hill. 2003. Boston: Mc Graw Hill. John. Chemistry A New Approach. Chemistry for Changing Times. Carr. Dorothy M. Doris K. Chemistry and Life. 2005. 1997. Chemistry In Context: Applying Chemistry to Society. London: Prentice Hall International (UK) Limited. Strozak. Cheryl. New York The McGraw – Hill Companies. Andrew. Stanitski. Laju Reaksi 50 . 2004. Second Edition. Conrad L.DAFTAR PUSTAKA Chang. Et all. Hongkong: Macmillan Publishers (HK) Limited. Hill. Fundamentals of Chemistry. Paul B. and Scott. Chemistry The Molecular Science. 1990. Fifth Edition. Eighth Edition. 2003. Heyworth. David E. Fourth Edition. Chemistry: Concepts and Application Students Edition. Rex.. Phillips. John W. Boston: Mc Graw Hill. and Kolb.. General Chemistry: The Essential Concepts. Feigl.. Winstrom. James D. 10. Raymond. 1998. Boston: Mc Graw-Hill.. Inc. London: Prentice Hall International (UK) Limited. Inc. Third Edition. Chemistry A World of Choices. Stuart J. Stanitski and Jurs. John W.. United States: Thomson Learning. 1997. New York: GLENCOE McGraw-Hill Kim. Baum.. Goldberg. 2003. Victor. John W. Peter C. Kelter. Moore.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful