P. 1
Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) Di Kota Bandar Lampung Oleh Indra Gumay Yudha

Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) Di Kota Bandar Lampung Oleh Indra Gumay Yudha

|Views: 3,392|Likes:
Published by Indra Gumay Yudha
Kajian UKL UPL Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kota Bandar Lampung.
Kajian UKL UPL Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kota Bandar Lampung.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Indra Gumay Yudha on Mar 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2013

pdf

text

original

Pemantauan merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan lingkungan
hidup. Pengelolaan lingkungan tanpa diikuti oleh aktivitas pemantauan tidak akan
banyak berarti. Tidak akan ada yang dapat mengetahui apakah pendugaan
dampak benar terjadi dan aktivitas pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan
dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Hasil pemantauan merupakan bahan
untuk melakukan evaluasi atas kebijakan yang telah diambil oleh pengambil
keputusan, apakah perlu perbaikan atau penyempurnaan.

Adanya perubahan-perubahan yang berkenaan dengan kualitas lingkungan akan
dapat terdeteksi dan diidentifikasi melalui upaya pemantauan lingkungan, sehingga
timbulnya kemerosotan kualitas lingkungan yang mengarah pada keadaan kritis
dapat diketahui secara dini dan tindakan pencegahan dan perbaikan segera dapat
dilakukan. Oleh karena itu upaya pemantauan lingkungan merupakan kunci
keberhasilan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan merupakan alat kontrol
bagi setiap perubahan komonen lingkungan. Usaha-usaha yang akan dilakukan
akan lebih menitikberatkan pada jenis-jenis dampak negatif dan meningkatkan
dampak positifnya.

Upaya pemantauan lingkungan yang akan dilakukan oleh pengelola Pasar Ikan
Higienis Lempasing mulai dari tahap konstruksi hingga pasca konstruksi/operasi,
yang meliputi: jenis kegiatan yang menjadi sumber dampak, jenis dampak
lingkungan yang terjadi, metode pemantauan dampak lingkungan yang akan
dilakukan, dan ukuran dampak. Adapun lokasi pemantauan adalah di sekitar
lokasi PIH Lempasing, baik di lingkungan darat, perairan, udara, serta kondisi
sosial ekonomi masyarakat setempat.

Pada saat tahap konstruksi pemantauan dilakukan dengan pengawasan dan
pemeriksaan secara seksama, baik saat pembersihan lahan, pemasangan pagar
proyek, pekerjaan tanah, dan pembangunan gedung PIH Lempasing. Tolok ukur
yang dipantau antara lain: lumpur dan tanah galian tidak masuk ke perairan pantai

Studi Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung

Studi

Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung

36

yang dapat menyebabkan kekeruhan di perairan, kandungan debu di udara
dibawah 230 μg, dan tingkat kebisingan di bawah 55 dBA. Dari segi sosial
ekonomi, pemantauan juga dilakukan terhadap perekrutan tenaga kerja dengan
tolok ukur ada/tidaknya masyarakat setempat yang terekrut sebagai tenaga kerja
sesuai dengan kualifikasi/keahlian yang dibutuhkan.

Pada saat tahap operasional, pemantauan dititikberatkan pada komponen utama
penyebab dampak lingkungan, baik pada kegiatan pemeriksaan ikan di
laboratorium, kegiatan penyiangan dan penjualan ikan, ataupun dari kegiatan
rekreasi (restoran). Limbah yang dihasilkan harus terus dipantau agar tidak
mencemari lingkungan. Pemantauan dilakukan pada instalasi pengolah limbah
yang ada, sehingga limbah tersebut benar-benar diolah secara baik sebelum
dibuang ke lingkungan. Limbah cair yang dihasilkan saat dibuang ke lingkungan
harus memiliki nilai BOD5 dan COD yang nilainya dibawah ambang batas. Nilai
BOD5 harus dibawah 50 mg/l; sedangkan COD dibawah 100 mg/l. Pemantauan
limbah tersebut dilakukan 3 bulan sekali.

Pemantauan tingkat kebisingan dilakukan dengan mengukur parameter tersebut di
sekitar lokasi PIH Lempasing secara periodik 3 bulan sekali. Dari hasil
pemantauan akan diketahui apakah tingkat kebisingan sudah melebihi ambang
batas (< 55 dBA) atau masih di batas aman yang tidak mengganggu masyarakat
sekitarnya. Dari pemantauan ini juga dapat diketahui efektivitas tumbuh-tumbuhan
yang ditanam yang berfungsi sebagai peredam/penahan kebisingan. Secara rinci,
upaya pemantauan lingkungan tersebut disajikan pada Tabel 11.

Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung

37

Studi

Tabel 11. Ringkasan Upaya Pemantauan Lingkungan Pembangunan Pasar Ikan Higienis (PIH) Lempasing.

No.

Tahap
Kegiatan

Jenis Kegiatan
yang Menjadi
Sumber
Dampak

Jenis Dampak
Lingkungan

Metode Pemantauan
Lingkungan

Ukuran Dampak

1. Prakonstruksi

Tidak ada

• Tidak ada

a. Rekruitment
tenaga kerja

• Tersedianya kesempatan
kerja

• Pemeriksaan administrasi
perekrutan tenaga kerja

• Jumlah penduduk setempat
yg terekrut sebagai tenaga
kerja

b. Pembersihan lahan • Penurunan kualitas
perairan
• Penurunan nilai Estetika

• Pengawasan selama pembersihan
lahan
• Pemeriksaan pagar areal
pembangunan

• Lumpur tidak masuk ke
perairan pantai
• Areal pembangunan terpagar
rapi

2. Konstruksi

c. Pekerjaan
Bangunan

• Penurunan kualitas
perairan
• Meningkatnya kandungan
debu udara
• Meningkatnya nilai
estetika

• Pengawasan selama penggalian
pondasi
• Pengamatan kualitas udara, pema-
sangan alat pemantau sederhana
& pengambilan sampel udara.
• Pengamatan selama pembangunan
taman.

• Tanah galian tidak masuk ke
perairan pantai
• Kandungan debu di udara <
230 µg
• Penilaian masyarakat
meningkat

a. Bongkar Muat
Barang

Tidak ada

b. Pemeriksaan Ikan

• Penurunan kualitas
perairan oleh limbah
organik cair

• Pengambilan sampel secara
periodik dan pemeriksaan di
laboratorium (3 bulan sekali)

• BOD efluent < 50 mg/l
• COD efluent < 100 mg/l

c. Penyiangan dan
penjualan ikan

• Penurunan kualitas
perairan oleh limbah
organik
• Penurunan kualitas udara
akibat pembusukan
limbah padat ikan

• Pengambilan sampel secara
periodik dan pemeriksaan di
laboratorium (3 bulan sekali)
• Pengamatan ada tidaknya
tumpukan limbah ikan busuk dan
pemeriksaan kualitas udara

• BOD efluent < 50 mg/l
• COD efluent < 100 mg/l
• Efluent tidak mengandung
Khlorin
• Udara tdk berbau bangkai
ikan

d. Penyimpanan

• Kebisingan akibat mesin
pendingin

• Pengukuran tingkat kebisingan
secara periodik (3 bulan sekali)

• Tingkat kebisingan < 55 dBA

3. Pasca

konstruksi/
Operasional

e Rekreasi.

• Penurunan kualitas
perairan akibat limbah
organik

• Pengambilan sampel secara
periodik dan pemeriksaan di lab (3
bln sekali)

• BOD efluent < 50 mg/l
• COD efluent < 100 mg/l

Studi

Pembangunan Pasar Ikan Higienis di Kotamadya Bandar Lampung

38

No.

Tahap
Kegiatan

Jenis Kegiatan
yang Menjadi
Sumber
Dampak

Jenis Dampak
Lingkungan

Metode Pemantauan
Lingkungan

Ukuran Dampak

• Baku mutu kandungan debu ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan RI Nomor 205/07/1996 Tentang : Pedoman
Teknis Pengendalian Pencemaran Udara untuk Sumber Tidak Bergerak.

• Penurunan kualitas udara
akibat limbah padat ikan

• Pengamatan ada tidaknya
tumpukan limbah ikan busuk dan
pemeriksaan kualitas udara

• Udara tidak berbau bangkai
ikan

f. Saniter (WC dan
Kamar mandi)

• Penurunan kualitas
perairan pantai

Pengamatan ada tidaknya buangan
limbah ke perairan umum.

• Air limbah tidak masuk ke
perairan umum/pantai

• Baku mutu untuk BOD dan COD effluent ditentukan berdasarkan Kep. Men. Lingkungan Hidup No. Kep.51/MENLH/10/1995)

Keterangan :

39

VII. KESIMPULAN DAN SARAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->