P. 1
22919598 Cara Pemakaian Obat

22919598 Cara Pemakaian Obat

|Views: 109|Likes:

More info:

Published by: Saul Saul Rio Sirait on Apr 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/29/2013

pdf

text

original

http://www.yoyoke.web.ugm.ac.

id OBAT (BIOMEDIK FARMAKOLOGI) By: Raden Sanjoyo – D3 Rekam Medis FMIPA Universitas Gadjah Mada Halaman 1. Obat dan Peran Obat dalam Pelayanan Kesehatan…………………. al……………………………………………….. d. Penggolongan Obat……………………………………………. e. rta Tujuan Penggunaannya…………….. Cara Pemberian Obat serta Tujuan Bentuk Sediaan…………………………….. 2 2 2 3 3 4 5 5 8 11 11 14 16 17 17

a. Pengertian Obat………………………… Peran Obat……………………………………………… Penggunaannya…………… Tabel Pen 17 18 19 20 21 26 20 35

4. Terapi Obat pada Pasien-pasien Khusus…………………………… a. Terapi/Penggunaan Obat pada Pasien Ham gunaan Obat pada Pasien Menyusui………………. c. Terapi/Penggunaan Obat pada Pasien Anak…………………… d. aan Obat pada Pasien Lansia…………………... e. Terapi/Penggunaan Obat pada Pasien Gangguan Ginjal d n Hati 5. Penggolongan Obat pada Saluran Cerna…………………………… 6. Penggolongan Obat pada Saluran P olongan Obat pada Antibiotika……………………………… 8. Pengetahuan Farmakologi (obat) bagi Rekam Medis… REFERENSI……………………………………………………………. 37 1

http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id 1. Obat dan Peran Obat dalam Pelayanan Kesehatan a. Pengertian Obat Menurut PerM enKes 917/Menkes/Per/x/1993, obat (jadi) adalah sediaan atau paduan-paduan yang siap digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki secara fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, p eningkatan kesehatan dan kontrasepsi. Menurut Ansel (1985), obat adalah zat yang digunakan untuk diagnosis, mengurangi rasa sakit, serta mengobati atau mencegah penyakit pada manusia atau hewan. Obat dalam arti luas ialah setiap zat kimia y ang dapat mempengaruhi proses hidup, maka farmakologi merupakan ilmu yang sangat luas cakupannya. Namun untuk seorang dokter, ilmu ini dibatasi tujuannya yaitu agar dapat menggunakan obat untuk maksud pencegahan, diagnosis, dan pengobatan p enyakit. Selain itu, agar mengerti bahwa penggunaan obat dapat mengakibatkan ber bagai gejala penyakit. (Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Ind onesia) Obat merupakan sediaan atau paduan bahan-bahan yang siap untuk digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dala m rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan, k esehatan dan kontrasepsi (Kebijakan Obat Nasional, Departemen Kesehatan RI, 2005 ). Obat merupakan benda yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, membebaskan gejala, atau memodifikasi proses kimia dalam tubuh. Obat merupakan senyawa kimi a selain makanan yang bisa mempengaruhi organisme hidup, yang pemanfaatannya bis a untuk mendiagnosis, menyembuhkan, mencegah suatu penyakit. b. Bahan Obat / Bah an Baku Semua bahan, baik yang berkhasiat maupun yang tidak berkhasiat, yang ber ubah maupun yang tidak berubah, yang digunakan dalam pengolahan 2

http://www.yoyoke.web.ugm.ac.id obat walaupun tidak semua bahan tersebut masih terdapat di dalam produk ruahan. Produk ruahan merupakan tiap bahan yang telah selesai diolah dan tinggal memerlu kan pengemasan untuk menjadi oabt jadi. c. Obat Tradisional Merupakan bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sa rian (gelenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun menurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. d. Penggolongan Obat Obat di golongkan menjadi 4 golongan, yaitu: 1) Obat Bebas, merupakan obat yang ditandai dengan lingkaran berwarna hijau dengan tepi lingkaran berwarna hitam. Obat beba s umumnya berupa suplemen vitamin dan mineral, obat gosok, beberapa analgetikant ipiretik, dan beberapa antasida. Obat golongan ini dapat dibeli bebas di Apotek, toko obat, toko kelontong, warung. 2) Obat Bebas Terbatas, merupakan obat yang ditandai dengan lingkaran berwarna biru dengan tepi lingkaran berwarna hitam. Ob at-obat yang umunya masuk ke dalam golongan ini antara lain obat batuk, obat inf luenza, obat penghilang rasa sakit dan penurun panas pada saat demam (analgetikantipiretik), beberapa suplemen vitamin dan mineral, dan obat-obat antiseptika, obat tetes mata untuk iritasi ringan. Obat golongan ini hanya dapat dibeli di Ap otek dan toko obat berizin. 3) Obat Keras, merupakan obat yang pada kemasannya d itandai dengan lingkaran yang didalamnya terdapat huruf K berwarna merah yang me nyentuh tepi lingkaran yang berwarna hitam. Obat keras merupakan obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Obat-obat yang umumnya masuk ke dalam golo ngan ini antara lain obat jantung, obat darah tinggi/hipertensi, obat darah rendah/antihipotensi, obat diabetes, hormon, antibiotika, dan beberapa obat ulku s lambung. Obat golongan ini hanya dapat diperoleh di Apotek dengan resep dokter . 3

Obat berbeda den gan komoditas perdagangan. Obat Narkotika bersifat adiksi dan penggunaannya diawasi dengan ketet .id 4) Obat Narkotika.yoyoke. hilangnya rasa. Dalam bid ang kesehatan. Contoh dari obat narkotika antara la in: opium. obat j uga memiliki fungsi sosial.ac. dan lain sebagainya. e. coca. merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri . sehingga obat golongan narkotika hanya diperoleh di Apotek dengan resep dokter asli (tidak dapat menggunakan kopi resep). heroin. morfin. karena selain merupakan komoditas perdagangan. ganja/marijuana. Obat ini pad a kemasannya ditandai dengan lingkaran yang didalamnya terdapat palang (+) berwa rna merah. 22 Th 1997 tentang Narkotika).ugm. Obat berperan sangat penting dalam pelayanan kesehat an karena penanganan dan pencegahan berbagai penyakit tidak dapat dilepaskan dar i tindakan terapi dengan obat atau farmakoterapi. Peran Obat Obat merupakan salah satu k omponen yang tidak dapat tergantikan dalam pelayanan kesehatan. obatobat narkotika biasa digunakan sebagai anestesi/obat bius dan analgetik/obat penghilang rasa sakit.web. maka peran obat secara umum adalah sebagai berikut: 1) Penetapan diagnosa 2) Untuk pencegahan penyakit 3) Menyembuhkan penyakit 4) Memulihkan (rehabilitasi) kesehatan 5) Mengubah fungsi normal tubuh untuk tujuan tertentu 6) Peningkatan kesehatan 7) Mengurangi rasa sakit 4 .http://www. Seperti yang telah dituliskan pada pengertian obat diatas. dan dapat menimbulkan ketergantungan (UURI No.

dalam persen terhadap dosis. Kelengkapan dinyatakan dalam persen dar i jumlah obat yang diberikan. dan pengikatan unt uk sampai di tempat kerja dan menimbulkan efek. Farmakokinetika Farmakokinetika merupakan aspek farmakologi yang mencakup nasib obat dalam tubuh yaitu absorbsi.1. distribus i. Obat yang masuk ke dalam tubuh melalui b erbagai cara pemberian umunya mengalami absorpsi. obat diekskresi dari dalam tubuh. yang mencapai sirkulasi 5 .ugm. Istilah ini menyatakan jumlah obat.ac. Tetapi secara klinik. dan ekskresinya (ADME). yang merupakan proses penyerapan obat dari tempat pemberian.web. yang lebih penting ialah bio availabilitas. distribusi. menyangkut ke lengkapan dan kecepatan proses tersebut.id 2. Parameter-parameter Farmakologi a. Seluruh proses ini disebut dengan proses farmakokinetika dan berjalan serentak seperti yang terlihat pada gambar 1 .http://www. Berbagai proses farmakokinetika obat 1) Absorpsi dan Bioavailabilitas Kedua istilah tersebut tidak sama artinya. Kemudian dengan atau tanpa biotr ansformasi. Abso rpsi.yoyoke.1 dibawah ini. metabolisme. Gambar 1.

Distribusi ini baru mencapai keseimbangan setela h waktu yang lebih lama. vis era. atau memberikannya bersama maka nan. distribusi fase kedua jauh lebih luas yaitu mencakup jaringan yang perfusinya tidak sebaik organ di atas misalnya otot. obat akan didistribusi ke seluruh tubuh m elalui sirkulasi darah. t idak semua yang diabsorpsi dari tempat pemberian akan mencapai sirkulasi sestemi k. Obat demikian mempunyai bioavailabili tas oral yang tidak begitu tinggi meskipun absorpsi oralnya mungkin hampir sempu rna. yaitu ke organ yang perfusinya sangat baik misalnya jantung. Ini terjadi karena untuk obat-obat tertentu. Selanjutnya.id sistemik dalam bentuk utuh/aktif. dan otak. Sebagaian akan dimetabolisme oleh enzim di dinding ususpada pemberian oral da n/atau di hati pada lintasan pertamanya melalui organ-organ tersebut. Obat yang mudah larut dalam lemak akan melintasi membran sel dan terdis tribusi ke dalam otak. Distribusi fase pertama terjadi segera s etelah penyerapan.web. Selain tergantung dari aliran darah. Distribusi obat dibedakan atas 2 fase be rdasarkan penyebarannya di dalam tubuh. ginjal. Difusi ke ruang interstisial jaringan terjadi karena ce lah antarsel endotel kapiler mampu melewatkan semua molekul obat bebas. Eliminasi lintas pertama ini d apat dihindari atau dikurangi dengan cara pemberian parenteral (misalnya lidokai n). kecuali di otak. Metabolism e ini disebut metabolisme atau eliminasi lintas pertama (first pass metabolism o r elimination) atau eliminasi prasistemik. dan jaringan lemak. rektal.ac. sublingual (misalnya nitrogliserin). sedangkan obat yang tidak larut dalam lemak akan sulit me nembus membran sel sehingga distribusinya terbatas terurama di cairan ekstrasel.yoyoke.http://www. 2) Distribusi Setelah diabsorpsi. Distribusi juga dibatasi oleh 6 . Jadi istilah bioavailabilitas menggambarkan kecepatan dan kelengkapan absorpsi sekaligus meta bolisme obat sebelum mencapai sirkulasi sistemik. hati. distribusi obat jug a ditentukan oleh sifat fisikokimianya. kulit.ugm.

Tetapi. kecuali pada ekskresi melalui paru. 4) Ekskresi Obat dikeluarkan dari tubuh melalui berb agai organ ekskresi dalam bentuk metabolit hasil biotransformasi atau dalam bent uk asalnya. hanya obat bebas yang dapat berdifusi dan menca pai keseimbangan. paru. saluran cerna. yakni enzim mikrosom yang terdapat dalam retikulum endoplasma halus (yang pada isolasi in vitro membentuk mikrosom).ac. lebih aktif. atau tidak toksik. Selain itu. tetapi juga terdapat di sel jaringan lain misalnya ginjal. Pengikatan obat oleh protein akan berkurang pada malnutrisi berat karena adanya defisiensi protein. Kedua macam enzim metabolisme ini terutama terdapat dalam se l hati. artinya lebih mudah larut dalam air dan kurang larut dalam lemak sehingga lebih mudah di ekskresi melalui ginjal. sehingga biotransformasi sangat berperan dalam mengakhiri kerja obat. dan kadar proteinnya sendiri. Derajat ikatan obat dengan protein plasma ditentukan oleh afin itas obat terhadap protein. dan plasma. Enzim yang berperan dalam biotransformasi obat dapat dib edakan berdasarkan letaknya dalam sel.yoyoke.id ikatan obat pada protein plasma.web. ada obat y ang metabolitnya sama aktif. Ginjal merupakan organ ekskresi yang terpenting. kadar obat. Obat atau metabolit polar diekskresi lebih cepat daripada obat larut lemak. Ada obat yang merup akan calon obat (prodrug) justru diaktifkan oleh enzim biotransformasi ini. Ekskresi disini merupakan resultante dari 3 7 . 3) Biotransformasi / Metabolisme Biotransformasi atau metabolisme obat ialah proses perubahan struktur kimia obat yang terjadi dalam tubuh dan dikatal is oleh enzim.ugm. pada umumnya obat menjadi inaktif. epitel. dan enzim non-mikrosom.http://www. Meta bolit aktif akan mengalami biotransformasi lebih lanjut dan/atau diekskresi sehi ngga kerjanya berakhir. Pada proses ini molekul obat diubah menjadi lebih polar.

pada kedokteran forens ik. mengetahui interaksi obat dengan sel. tetapi hanya memodulasi fungsi yang sudah ada. Rambut pun dapa t digunakan untuk menemukan logam toksik. yakni filtrasi di glomerulus. tetapi dalam jumlah yang relatif kec il sekali sehingga tidak berarti dalam pengakhiran efek obat. bahwa obat tidak menimbulkan suat u fungsi baru. Ekskresi obat melalui ginjal men urun pada gangguan fungsi ginjal sehingga dosis perlu diturunkan atau intercal p emberian diperpanjang. secara umum konsep ini masih berlaku sampai sekarang. Walaupun tidak ber laku bagi terapi gen. Interaksi obat dengan reseptornya ini mencetuskan perubahan biokimiawi dan fisiologi yang merupakan respons khas untuk obat tersebut. Pertama. air susu. 1) Mekanisme Kerja Obat Efek obat umumnya timbul karena interaksi obat dengan reseptor pada sel suatu organisme. misalnya arsen.ugm. Farmakodinamika Farmakodinamika mempelajari efek obat terhadap fisiologi dan biokimia berbagai organ tubuh serta mekanisme kerjanya. Seti ap komponen makromolekul fungsional dapat berperan sebagai 8 .web. air mata. Pengetahuan yang baik mengenai hal ini merupakan dasar terapi rasional dan berguna dalam sintesis obat baru. dan re arbsorpsi pasif di tubuli proksimal dan distal. dan mengetahui urutan peristiwa serta spektrum efek dan respon yang terjadi. dan rambut.yoyoke. bahwa obat dapat mengubah kecepatan kegiatan faal tubuh. Ekskresi obat juga terjadi melalui keri ngat. sekresi aktif di tubuli proksimal.http://www. Liur dapat digunak an sebagai pengganti darah untuk menentukan kadar obat tertentu. Reseptor obat merupakan komponen ma kromolekul fungsional yang mencakup 2 konsep penting. Kedua.ac. Bersihan kreatinin dapat dijadikan patokan dalam menyesua ikan dosis atau interval pemberian obat. b. liur. Tujuan mempelajari mekan isme kerja obat ialah untuk meneliti efek utama obat.id preoses.

http://www. 4) Interaksi Obat-Reseptor Ikatan antara obat dan re septor misalnya ikatan substrat dengan enzim. TRH. neurotransmitor). hidrogen. LH.web. 2) Reseptor Obat St ruktur kimia suatu obat berhubunga dengan afinitasnya terhadap reseptor dan akti vitas intrinsiknya. tetapi sekelompok reseptor obat tertentu juga berperan sebagai re septor yang ligand endogen (hormon.ugm. vit.yoyoke. 9 . senyawa yang tidak mempunyai aktivitas intrinsik tetapi menghambat secara kompetitif efek suatu agonis di te mpat ikatan agonis (agonist binding site) disebut antagonis. biasanya merupakan ikatan lemah (i katan ion.id reseptor obat. Dalam keadaan tertentu. hidrofobik. van der Waals). Substansi yang efeknya men yerupai senyawa endogen disebut agonis. D. misalnya peruba han stereoisomer. Sebaliknya. dan jarang berupa ikatan kovale n. Pengetahuan mengenai hubungan struktur aktivitas bermanfaat dalam strategi penge mbangan obat baru. Contoh. sintesis obat yang rasio terapinya lebih baik. 3) Transmisi Sinyal Biologis Penghan taran sinyal biologis ialah proses yang menyebabkan suatu substansi ekstraselule r (extracellular chemical messenger) menimbulkan suatu respons seluler fisiologis yang spesifik. transm itor untuk reseptor yang terdapat di membran sel ialah katekolamin. Sistem hantaran ini dimulai dengan pendudukan reseptor yang terdapat di membran sel atau di dalam si toplasmaoleh transmitor. atau sintesis obat yang selektif terhadap jaringan tertentu. tiroksin. Kebanyakan messenger ini bersifat polar.ac. dapat menimbulkan perubahan besar dalam sidat farmakologinya. molekul r eseptor berinteraksi secara erat dengan protein seluler lain membentuk sistem re septor-efektor sebelum menimbulkan respons. Sed angkan untuk reseptor yang terdapat dalam sitoplasma ialah steroid (adrenal dan gonadal). sehingga perubahan kecil dalam molekul obat.

sedangkan obat yang mempengaruhi efek obat lain dis ebut obat presipitan.ac. sedang obat yang efeknya dikurangi atau ditiadakan disebut agonis. obat tertentu tidak berikatan dengan reseptor. Peristiwa ini termasuk interaksi obat.id 5) Antagonisme Farmakodinamika Secara farmakodinamika dapat dibedakan 2 jenis an tagonisme.web. 7) Efek Obat Efek obat yaitu perubahan fungsi struktur (o rgan)/proses/tingkah laku organisme hidup akibat kerja obat. berinteraksi dengan ion atau molekul kecil.http://www. Selain it u. atau masuk ke komponen sel. Secara umum obat yang efeknya dipengaruhi oleh o bat lain disebut obat objek. 10 .yoyoke.ugm. Obat yang men yebabkan pengurangan efek disebut antagonis. Obat-obat ini mungki n mengubah sifat cairan tubuh. Antagonisme merupakan peristiwa pengurangan atau penghapusan efek suatu obat oleh obat lain. yaitu antagonisme fisiologik dan antagonisme pada reseptor. antagonisme pada reseptor dapat bersifat kompetitif atau nonkompetitif. 6) Kerja Obat yang tidak Diperantarai Reseptor Dalam menim bulkan efek.

Tablet (Compressi) Merupakan sediaan padat kompak di buat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.web.http://www. 1) Tablet Kempa paling banyak digunakan. dibungkus menggunakan bahan pengemas yang c ocok untuk sekali minum. 11 .ugm.ac. Sudah jarang ditemukan 4) Tablet Hipodermik dibuat dari bahan yang mu dah larut atau melarut sempurna dalam air. ditujukan untuk pe makaian oral atau untuk pemakaian luar. sekar ang diberikan secara oral. tablet larut dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik.yoyoke. c. Pada etiket tertulis “tidak untuk langsung ditelan”. b. bentuk serta penandaannya tergantung design cetakan 2) Tablet Cetak dibuat denga n memberikan tekanan rendah pada massa lembab dalam lubang cetakan. 5) Tablet Sublingual dikehendaki efek cepat (tidak le wat hati). Pulveres Merupakan serbuk yang dibagi dalam bobot yang lebih kurang sama. Macam-macam Bentuk Obat dan Tujuan Penggunaannya • Bentuk-bentuk obat serta tuj uan penggunaannya antara lain adalah sebagai berikut: a. Harus dikemas da lam 7) Tablet Efervescen wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. 3) Tablet Trikurat tablet kempa atau cetak be ntuk kecil umumnya silindris. ukuran dapat bervariasi.id 3. Digunakan dengan meletakkan tablet di bawah lidah. Pulvis (Serbuk) Merupak an campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan. 6) Tablet Bukal digunakan den gan meletakkan di antara pipi dan gusi.

misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut ya ng saling bercampur. e. Suspensi Merupakan sediaan cair yang mengandung partikel pa dat tidak larut terdispersi dalam fase cair. Kapsulae (Kapsul) Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam ca ngkang keras atau lunak yang dapat larut. g.yoyoke. f. atau ti dak enak. mudah ditelan. d. Keuntungan/tujuan sediaan kapsul yaitu : 1) Menutupi bau dan rasa yang tidak enak 2) Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari 3) Lebih enak dipandang 4) Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis). dengan pemisahan antara lain menggu nakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukkan bersama serbuk lain ke da lam kapsul yang lebih besar. cara peracikan atau penggun aannya. Solutiones (Larutan) Merupakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut. 5) Mudah ditelan. yang karena bahan-bahannya. Dapat juga dikat akan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang larut.id 8) Tablet Kunyah cara penggunaannya dikunyah. Saat ini sudah jarang dit emukan karena tergusur tablet dan kapsul. tidak meninggalkan rasa pahit.http://www.ac. Masih banyak ditemukan pada seduhan ja mu. Meninggalkan sisa rasa enak di rongga mulut. tidak dimasukkan dalam golongan produk lainnya (Ansel). biasan ya dilarutkan dalam air. Pilulae (PIL) Merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil menga ndung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Macam suspensi antara lain: suspens i oral 12 .web. Cara penggunaannya yaitu larutan oral (diminum) dan larutan topikal (kulit).ugm.

yoyoke. fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase caira n lainnya. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok. Extractum Merupakan sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat dar i simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai.ac.ugm. 13 . j. suspensi t etes telinga (telinga bagian luar). Be rkhasiat menetralkan toksin kuman (bisa ular) dan mengikat kuman/virus/antigen. Galenik Merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang disari.id (juga termasuk susu/magma). h. Unguenta (Salep) Merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian t opikal pada kulit atau selaput lendir. Infusa Merupak an sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pad a suhu 900 C selama 15 menit. i. umumnya distabilkan oleh zat pengemulsi. suspensi optalmik. suspensi topikal (penggunaan pada kulit). Emulsi Merupakan sediaan berupa campuran dari dua fase cairan dalam sistem disp ersi. m. l.http://www. kemudi an semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa d iperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang ditetapkan. suspensi sirup kering. Immunosera (Imunoserum) Merupakan sediaan yang mengandung Imunoglobin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian. k. Dapat juga dikatakan sediaan setengah pad at yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar.web.

tidak bermanfaat untuk pasien yang sering muntah.id n. ekonomis. • Cara pemberian obat serta tujuan penggunaannya adalah sebagai berikut: a. Sediaan obat tetes dapat berupa antara lain: Guttae (obat dalam). Oral Obat yang cara penggunaannya masuk melalui mulut. aspi rin untuk analgenik antipiretik. melunak atau melaru t pada suhu tubuh. iritasi.yoyoke. chlorprozamin untuk anti muntah. Gu ttae Oris (tets mulut). Suppositoria Merupakan sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk. yang disuntikkan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. 2) Penggunaan sistemik aminofilin dan te ofilin untuk asma. Injectiones (Injeksi) Merupakan s ediaan steril berupa larutan. o. dimaksudkan untuk obat dalam atau obat l uar. Guttae (Obat Tetes) Merupakan sediaan cairan berupa larutan. dan inflamasi karena hemoroid. tidak 14 . emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilaru tkan atau disuspensikan lebih dahulu sebelum digunakan. umumnya meleleh.http://www. Guttae Ophtalmicae (tetes mata). praktis. diare.web.ac. emulsi. Kerugiannya timbul efek lambat. p. Guttae Auriculares (tetes telinga). vagina atau uretra. chloral hydrat untuk sedatif dan hipnotif. atau suspensi. Guttae Nasales (tete s hidung). Tuj uannya yaitu kerja obat cepat serta dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan melalui mulut. Tujuan pengobatan yaitu: 1) Penggunaan lokal memudahkan defek asi serta mengobati gatal. yang di berikan melalui rektal. digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tete san setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes beku yang disebutkan Farmacope Indonesia.ugm. Keuntungannya relatif aman.

yoyoke. Contoh . terhindar dari efek lintas pertama. dapat diberikan langsung pada bronkus. teofilin. obat dalam keadaan gas atau uap yang akan diabsorpsi sa ngat cepat melalui alveoli paru-paru dan membran mukosa pada perjalanan pernafas an. Misal pa da kasus pasien jantung. barbiturat.web. S ublingual Cara penggunaannya. kadar oba t dapat dikontrol. obat ditaruh dibawah lidah. Pervaginam Bentuknya hampir sama dengan obat rektal. sering mengiritasi epitel paru – sekresi saluran nafas. Kerugiannya yaitu. Obat oral sulit/tidak dapat dilakukan karena iritasi lambung. parasetamol. tidak kooperatif. terjadi efek lintas pertama. serta umumnya paling aman. Untuk tujuan terapi serta efe k sistematik yang dikehendaki. Keuntungan cara ini efek obat cepat serta kerusakan oba t di saluran cerna dan metabolisme di dinding usus dan hati dapat dihindari (tid ak lewat vena porta) Inhalasi Penggunaannya dengan cara disemprot (ke mulut). sadar. Rektal Cara penggunaannya melalui dubur atau anus. penggunaan obat melalui oral tidak dapat dipakai. Keuntungannya yaitu absorpsi terjadi cepat dan homogen. toksisitas pada jantung. koma. Hanya beberapa obat yang mengalami perusaka n oleh cairan lambung atau usus. obat absorpsi tidak teratur. asetosal.id b. d. Tujuannya supaya efekn ya lebih cepat karena pembuluh darah bawah lidah merupakan pusat sakit. insulin). Tujuannya mempercepat ker ja obat serta sifatnya lokal dan sistemik. c. dimasukkan ke vagina.ac.ugm. penggunaan oral adalah yang paling menyenangkan d an murah. Mi sal obat asma. Pada keadaan pasien muntah-muntah.http://www. sukar mengat ur dosis. Misal untuk keputihan atau jamur. atau d ikehendaki onset yang cepat. Dalam inhalasi. diperlukan alat dan metoda khusus. terurai di lambung. langsung ke pusat sasar. obat yang inaktif/terurai oleh cairan lambung/ usus tidak bermanfaat (p enisilin G. e. untuk obat iritatif dan rasa tidak enak penggunaannya t erbatas. indometasin. 15 .

pasta. spon Larutan. Kelemahannya yaitu kurang aman. supositoria Cara Pemberian Oral Sublingual Parentral Epikutan/transdermal Konjungtival Intro akular/intraaural Intranasal Intrarespiratori Rektal Vaginal Uretral Sumber: Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi (Howard C. sal ep Erosol Larutan. Injeksi dapat berup a larutan. bubuk Tablet. tid ak disukai pasien. magma. g. Ansel) 16 . erosol. larutan. suspensi. tempelan transdermal.http://www. atau dapat dikatakan obat dimasukkan de dalam tubuh selain saluran cerna. Suntikan Diberikan bila obat tida k diabsorpsi di saluran cerna serta dibutuhkan kerja cepat. Keuntungannya yaitu dapat untuk pasien yang tidak sadar. tetes telinga. salep. bekerja cepat dan dosis ekonomis.ugm.web. salep. Efeknya biar langs ung sampai sasaran. Misal suntikan atau insulin. kapsul. berbahaya (suntikan – infeksi). sirup. h. eliks ir. supositoria Larutan. • Tabel Penggunaan Ben tuk Sediaan Bentuk Sediaan Utama Tablet. trokhisi dan tablet hisap Larutan. suspe nsi Salep. jel. bubuk. ser ing muntah. diare. dapat untuk obat yang mengiritasi lambung. Misal tetes mata.yoyoke. latio. Parentral Digunakan tanpa melalui mulut. krim. salep. supositoria. inhalan. mak a dibuat dalam bentuk kering. plester. dapat menghindari kerusakan obat di saluran cerna dan hati. atau emulsi. busa-busa emulsi.id f. Tujuannya tanpa melalui saluran pencernaan dan langsung ke pembuluh darah. yang sulit menelan/pasien yang tidak kooperatif. semprot. Apabila obatnya tidak stabil dalam cairan. Topikal/lokal Obat yang sifatnya lok al. suspensi. larutan (sulotio). suspensi Larutan. Istilah injeksi termasuk semua bentuk obat yang digunakan secara parentral. Bila mau dipakai baru ditambah aqua steril untuk m emperoleh larutan atau suspensi injeksi.ac. termasuk infus. dan solutio Salep Larutan. cak ram. sisipan. tablet.

namun juga untuk mencegah fungsi normal tub uh untuk tujuan tertentu (misal: penggunaan obat-obat KB. me nghindari komplikasi.id 4. memulihkan (rehabilitasi) kesehatan.yoyoke.ac. menegakkan diagnostik. menyembuhk an penyakit. pakailah obat dengan efek samping teraman. Obat hanya diresepkan pada wanita hamil bila manfaat yang diperoleh ibu diha rapkan lebih besar dibanding resiko pada janin. serta memperpanjang masa hidup. wanita gon dok menyusui tidak dihentikan anak kerdil minum obat Sedapat mungkin menghindari penggunaan obat pada wanita yang menyusui atau mengh entikan pemberian air susu ibu (ASI) jika pemakaian obat harus dilanjutkan. Sedapat mungkin dihindari penggu naan segala jenis obat pada trimester pertama kehamilan Bila menggunakan obat sa at hamil. fisiologi berubah. Terapi/penggunaan Obat pada Pasien Hamil. sehingga dioperasi t idak sakit)). Jika penggunaan obat diperlukan. Obat harus diresepkan pada d osis efektif yang terendah dan untuk jangka waktu pemakaian yang sesingkat mungk in. Penggunaan obat dapat mengakibatkan kecacatan pada bayi atau mempengaruhi janin. 17 . apabila obat yang dikonsumsi oleh ibu hamil tembus ke placen ta. terutama obat-obatan yang memiliki ijin untuk digunakan pada bayi. Terapi Obat Pada Pasien-pasien Khusus Farmakoterapi merupakan cabang ilmu far makologi yang mempelajari obat untuk mencegah. a.ugm.http://www. Misal. Terapi/penggunaan Obat pada Pasien Menyusui Obat yang diminum ibu menyusu i dapat menembus air susu sehingga diminum/terminum oleh bayi.web. maka harus dipilih obat yang paling aman. anastetika umum (hilan gnya kesadaran dan respon aktif (nyeri). mengurangi rasa sakit. Tujuan terapi adalah untuk menyembuhkan. b.

Pen yuluhan kepada pasien anak-anak maupun pengasuhnya dalam bahasa yang mudah 18 . enzimenzim belum terbentuk sempurna.id Apabila menggunakan obat selama menyusui. ginjal belum belum efisie n mensekresikan obat sehingga mengakibatkan konsentrasi yang tinggi di darah ana k.yoyoke. Mungkin dapat dianjurkan kepada ibu untuk meminum obat segera setelah menyusui. Dalam pengobatan. Pada hati. Pada ginjal. Farmakokinetik a pada anak-anak berbeda dengan orang dewasa.ugm. Pemakaian obat y ang belum mempunyai ijin untuk digunakan pada anak. Dosis bagi anak-anak sering sulit untuk ditentukan. maka bayi harus dipantau secara cermat terhadap efek samping yang mungkin terjadi. anak-anak tidak dapat diperlakukan sebagai orang dewasa ber ukuran kecil. Terapi/penggunaan Obat pada Pasi en Anak Obat pada anak dapat berpengaruh karena organ-organ pada anak belum semp urna pertumbuhannya.web. Dengan memahami perbedaan tersebut akan membantu farmasis klinis dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan dos is.http://www. Pemanfaatan pengalaman klinis merupakan acuan terbaik dalam m enentukan dosis yang paling sesuai untuk bayi maupun anak-anak. misalnya dalam pengusulan dosis (mg/kg) maupun frekuensi pemberian obat yang berbeda antara anak-anak dengan orang dewasa. mengakibatkan konsentrasi obat yang tin ggi di tubuh anak. sehingg a obat tidak termotabolisme dengan baik. c. ha rus dipantau secara ketat untuk memastikan bahwa keamanan pasien diutamakan. sehingga obat dapat menjadi racun dalam darah (mempengaruhi organ hati dan ginjal). sistem dalam tubuh maupun en zim yang bertanggungjawab terhadap metabolisme dan ekskresi obat. bayi berumur 6 bulang.ac. walaupun sering dijumpai. Penggunaan obat pada anak merupakan hal yang bersifat khusus yang berkaitan dengan perbedaan laju perkembangan organ.

Kepatuhan penggunaan obat sering kali mengalami penurunan karena beberapa gangguan pada lanjut usia.id dimengerti akan membantu meningkatkan kepatuhan anak terhadap pengobatan. pemilihan obat. psikologi. Farmasis sebaiknya perlu memiliki pengetahuan menyeluruh tentang perub ahan-perubahan farmakokinetik dan farmakodinamik yang muncul. Pasien lanjut usia tiga kali lebih beresiko masuk rumah sakit akibat efe k samping obat. bahasa. Perubahan fisiolog i yang terkait usia dapat menyebabkan perubahan yang bermakna dalam penatalaksan aan obat.yoyoke. Proses penuaan akan mengakibatkan terjadinya beb erapa perubahan fisiologi. semuanya dapat berperan dalam masalah ini. Hal ini berpengaruh secara bermakna terhadap segi finansial sepe rti halnya implikasi teraupetik. Efek samping obat lebih sering terjadi pada populasi lanju t usia. Ter api/penggunaan Obat pada Pasien Lansia Terdapat perubahan-perubahan fungsi. anatomi.ac. termasuk evaluasi terhadap pengobatan. serta l aju darah dalam ginjal menurun. 19 . Keahlian klinis farmasis. Peresepan yang tidak tepat dan polifarmasi merupakan problem utama dalam terapi dengan obat pada pasien lanjut usia. Kesulitan dalam hal membac a. dosis dalam darah meningkat sehingga menjadi racun. titrasi dosis. d. kema mpuan organ menurun. dapat digunakan untuk memperbaiki pelayanan dalam bidang ini. dan bentuk sediaan obat yang tepat serta pengobatan penyebab penyakit bukan sekedar gejalanya merupakan semua tindakan ya ng sangat diperlukan.web.ugm. Perbaikan kualitas hidup. mendengar dan ketangkasan. dan sosiologi. Tujuan terapi obat pada pasien lanjut us ia harus ditetapkan dalam rangka mengoptimalkan hasil terapi.http://www.

distribusi obat dapat berubah kare na terjadi fluktuasi derajat hidrasi atau oleh adanya perubahan pada ikatan prot ein. 20 . Perubahan dosis y ang paling sering dilakukan adalah dengan menurunkan dosis atau memperpanjang in terval pemberian obat. maka klirens obat yang terutama t ereliminasi melalui mekanisme ini akan menurun dan waktu paruh obat dalam plasma menjadi lebih panjang. Penggunaan obat apa pun yang diketahui ber potensi menimbulkan nephrotoksisitas sedapat mungkin harus dihindari pada semua penderita gangguan ginjal. 2) O bat terdistribusi ke jaringan harus dalam jumlah yang kecil. bahkan jika eliminasinya tidak terg anggu. Akan tetapi perubahan ikatan protein akan bermakna secara klinis apabila: 1 ) Lebih dari 90% jumlah obat dalam plasma merupakan bentuk terikat protein.web. dan lebih dari setengah bagian ginjal ha rus mengalami kerusakan sebelum terlihat nyata bukti kejadiannya gangguan ginjal . Pada gagal ginjal. Ekskresi adalah par ameter farmakokinetika yang paling terpengaruh oleh gangguan ginjal. Jika filtra si glomeruler terganggu oleh penyakit ginjal .yoyoke.ac. Bentuk gangguan ginjal yang paling sering diakibatkan oleh obat adalah interst itial nefritis dan glomerulonefritis. atau kombinasi keduanya. Anjuran dosis didasarkan pada tingkat keparahan gangguan ginjal. Terapi/penggunaan Obat pada Pasien Gangguan Ginjal dan Hati Terjadi karena ka rena terjadi penurunan fungsi hati dan ginjal.http://www.ugm. yang bia sanya dinyatakan dalam istilah laju filtrasi glomeruler (LFG). Penderita dengan ginjal yang tidak berfungsi normal dapa t menjadi lebih peka terhadap beberapa obat.id e. Uji fungsi ginjal hanya menggamba rkan penyakit secara kasar/garis besar.

4. dan mencegah kambuh.yoyoke. Antitukak Tukak lambung adalah s uatu kondisi patologis pada lambung.id 5. obstruksi). Antimuskarini Pirenzepin k yang Selektif Khelator dan Trikalium Senyawa Disitrat obismutat Kompleks Sukralfat 21 . dan stoma gastroenterostomi (setelah bedah lambung).http://www. mempercepat penyembuhan. Golongan da ri Antitukak adalah sebagai berikut: No 1.ugm. Tujuan terapi tukak lambung adalah me ringankan atau menghilangkan gejala. Golongan Antasida Zat Aktif (Nama Gen eric) Aluminuim Hidroksida Antasida DOEN Magnesium Karbonat Magnesium Trisilikat Magnesium Hidrotalsit Natrium Bikarbonat Cimetidin Kode ICOPIM 7-300 7-309 7-30 1 Brand Name • Dexanta • Promag • Waisan • Simeco • Saclon • Neoglumin • Neomag • Homag • San alsit • Waisan Forte • Antimaag • Sanmetidin • Tagamet • Ulsikur • Facid • Famocid • Gaster • • Graseric • Radin • Rantin • Gastrozepin • Pirenzepin • De-Nol • Inpepsa 7-303 7-302 2. Antagonis Reseptor H2 7-308 Fomatidin Nizatidin Ranitidin 3.web. perforasi. deudenum.ac. esofagus bagian bawah. Penggolongan Obat pada Saluran Pencernaan a. mencegah komplikas i yang serius (hemoragi.

Golongan Antimuskarinik Zat Ak tif Kode ICOPIM (Nama Generic) Atropin Sulfat 7-110 Ekstrak 7-110 Beladona Hiosi n 7-111 Butilbromida 7-112 7-511 Brand Name 2.http://www.yoyoke. Golonga n dari Antipasmodik adalah sebagai berikut: No 1.ac. 6.ugm. Termasuk dalam kelas ini adalah senyawa yang memiliki efek antikolinergik (lebih tepatnya antimuskarinik) dan antagonis reseptordopamin tertentu. Antispasmodik Antispasmodik merupakan dolongan obat yang memiliki sifat sebagai relaksan otot polos. 3.web.id 5. Analog Prostaglandin Penghambat Pompa Proton Misoprostol Omeprazole • Ulcron • Ulcumaag • Cytotec • Lambuzol • Loklor • Losec • Betalans • Laz • Prosogan • Panto Lansoprazol Pantoprazol b. Propantelin Bromida Antispasmodik Mebeverin lain Hidroklorida Stimulan Cisaprid Motilitas • Buskopan • Buskopan Plus • Gitas • ProBanthine • Duspatalin 22 .

ugm. Golongan Oral it Zat Aktif (Nama Generic) Oralit Kode ICOPIM Brand Name • Alphatrolit • Aqualyte • B ioralit • Neo Diaform • Neo Kaolana • Neo Entrostop 7-351 • Neo Koniform • Tapulrae • Karbo Absorben • Norit • Lomotil • Imomed • Lodia • Lomodium • Sulcolon • Questran 6-200 2. Adsorben dan Kaolin. Pencahar juga berman faat pada konstipasi kerena obat.web. Antimotilitas Codein Co-Fenotrop Loperamid Hidroklorida Morfin Sulfasalazin Kolesteramin Hidro kortison 6-502 7-352 4. Pencahar Pencahar adalah obat yang digunakan untuk memudahkan pelintasan dan pengeluaran tinja dari kolon dan rektum.ac.id c.http://www. Antidiare Golongan dari Antidiare adalah sebagai berikut: No 1. untuk pengeluaran parasit setelah pemberian an telmenti. ringan Obat Pembunuh Massa Attapulgit Karbo Absorben 3. 23 . Penyelahgunaan pencahar dapat menyebabkan hipokalemia dan atonia kol on sehingga tidak berfungsi.yoyoke. serta untuk membersihkan saluran cerna sebelum pembedahan dan prosedur radiologi. kecua li bila ketegangan akan memperparah suatu kondisi (seperti pada angina) atau men ingkatkan resiko pendarahan rektal (seperti pada hemoroid). Pengobatan Diare Kronis 6-501 6-105 d. Pencahar umumnya harus dihindari.

Pada prokti tis. fistulas. rasa nyeri.web. dan ekskoriasi di anus dan perianus yan g lazim dijumpai pada pasien hemoroid.http://www. Antihemoroid Gatal-gatal. dan proktitis sebaiknya diobati dengan aplikasi salep dan supositoria. 4. Golongan Pencahar Pembentuk Massa Pencahar Stimulan Zat Aktif Kode ICOPIM (Nama Generic) Ishaghula Sekam 7331 Brand Name • Metamucil • Mucofalk • Mulax • Dulcolax • Laxamex • Melaxan • Laxatab • Glys n Cap Gajah • Proconsti • Triolax • Laxoberon 7-321 7-339 7-330 • Laxadin • Duphalac • Garam Inggris Cap Gajah 2. Pembersihan lokal dengan hati-hati maupu n penyesuaian diit guna menghindari tinja yang keras.ac. tindakan-tindakan ini dapat menambah pengobatan dengan kortikosteroid atau sulfasalazin. 24 .ugm.yoyoke. Pelunak Tinja Pencahar Osmotik Natrium Pikosulfat Parafin Liquidum Laktulosa Magnesium Sulfat e.id Golongan dari Pencahar adalah sebagai berikut: No 1. Bisakodil 7-319 Dantron Natrium Dokusat Glyserin 7-319 3. serta penggunaan pencahar pembentuk massa seperti bran dan diet residu tinggi juga bermanfaat.

web. Kortikostreroid 6-209 3.yoyoke.ugm. Enzim Pencernaan Pankreatin 7-703 7-340 • • • • • • Estazor Pramur Urdafalk Enzymfort Excelase Librozym 25 .id Golongan dari Antihemoroid adalah sebagai berikut: No 1. Golongan Obat yang Bekerja pada K andung Empedu Zat Aktif Kode ICOPIM (Nama Generic) Asam 7-341 Kenodeoksikolat Br and Name • Chenofalk Asam Ursodeoksikolat 2. Obat dengan Gangguan Sekresi Pencernaan Golongan dari obat dengan gangguan se kresi pencernaan adalah sebagai berikut: No 1. f.http://www.ac. Golongan Sediaan Pelemb ut Sediaan Kombinasi dengan Kortikosteroid Sklerosan Rektal Zat Aktif (Nama Gene ric) Bismut Kode ICOPIM Brand Name • Anusol • Rako • Boraginol-N • Anusol HC • Ultraproct • Boraginal-S 2.

web.http://www.id 6.yoyoke. Penggolongan Obat pada Saluran Pernafasan No 1 Golongan Antiasma & Bronkodila tor Zat Aktif Kode ICOPIM (Nama Generic) Teofilin 7-412 Brand Name • • • • • • • • • • • • • lex Bronchophylin Decafil Aminofusin TPN Konisma Astop Bromosal Butasal Astherin Bintasma Brasmatic Bambec Aminofilin 7-570 Salbutamol 7-571 Terbutalin 7-578 Bambuterol HCL Eformoterol Fumarat Fenoterol Hidrobromida Salmeterol • Foradil • • • • 7-121 7-578 Berotec Berodual Mdi Serevent Inhaler Serevent Rotadisk • Erla drine • • • • • • • • • • • Atrovent Atrovent Udv Combivent Beclomet Becotide Respocort Autoh ammide Pulmicort Pulmicort Respules Flixotide Inhaler Flixotide Rotadisk Efedrin HCL Ipratoprium Bromida 2 Kortikosteroid Beklometason Dipropionat 7-606 Budesonid Flutikason Propionat 26 .ugm.ac.

web.ugm.id 3 Kromoglikat Natrium Kromoglikat Nedokromil Natrium Ketotifen • Intal 5 • Tylade Syncroner • Intifen • Nortifen • Profilas • Semprex • Hismanal • Hispral his • Betarhin • Cerini • Incidal OD • Alloris • Anhissen • Clarihis • Alpenaso • Gradane • e • Zadine • Aficitom • Alleron • Chlorophen • Antimab • Antimo • Dramamine • Cinnipirine • ron • Tavegyl • Alphahist • Aprocyn • Apeton • Bestalin • Iterax • Meviran • Oxtin • Tinset amergan • Phenergan • Avopreg 4 Antihistamin Akrivastin Astemizol Setirizin Hidroklorida Loratadin Terfenadin Azatadin Maleat Klorfeniramin Maleat Dimenhidrinat 6-305 Sinarizin Klemastin Siproheptadin HCL Hidroksizin Hidroklorida Mequitazin Oksato mid Feniramin Maleat Prometazin Hidroklorida Prometazin 6-302 6-911 6-911 27 • H S • .http://www.yoyoke.ac.

yoyoke.http://www.id Teoklat Mebhidrolin Napadisilat Oksomemazin Homoklorsiklizi n Hidroklorida Deksk lorfeniram in Maleat 6-304 • • • • • • Biolergy Histapan Interhistin Comtusi Doxergan Homoklomin 6-300 Brompheniramin 6-304 Maleat Deksbromfenira 6-304 min Maleat Oksatomid Mequitazin Asetilsistein • Dexteem • Polamec • Polofar • • Drixoral • • • • • • • • • • • • • • • • • Oxtin Tinset Mev ric Pectocil Broncholit Muciclar Mucocil Ambril Berea Bronchopront Codipront Cod ipront Cum Expectorant Romilar Zenidex Sudafed 5 Mukolitik 7-553 Karbosisetein Ambroxol 6 Antitusif Codein 6-502 Dekstrometorfan 7 Dekongestan 7-548 8 Ekspektoran Pseudoefedrin 7-561 HCL Fenilpropanolam 7-700 in Gliseril 7-550 Guaiakolat • Rhinergal • Woods Pepermint • Versaldex • Pyril • Drixoral • Neobronco Deksbromfenira min Tripelenamin 6-304 6-305 28 .web.ugm.ac.

http://www.yoyoke.web.id Etil Morfin Alkaloida opium & morphin Noscapin 6-502 Piristina • Dionin Cough • • • • • • • • • Doveri Pulvis Doveri Longatin Mercotine Neocodin P Bredon Selvigon Sinecod 6-502 Isoaminil Oksolamin Pipazetat Butamirat 7-548 7-548 29 .ugm.ac.

beratnya infeksi. daya tahan terhadap obat. beberapa antibiotika bekerja terhadap dinding sel dan membran sel.id 7. sehingga kuma n musnah atau tidak berkembang lagi tanpa merusak jaringan tuan rumah. Penggunaan antibiotik didasarkan pada: a. daya tahan terhadap infeksi (status imunolo gis). • Fungsi Antibiotika Antibiotika digunakan u ntuk mengobati berbagai infeksi akibat kuman atau juga untuk prevensi infeksi. yang dapat menghambat pertumbuhan atau membasmi mikrob a jenis lain.http://www. yaitu sebagai stimulans pertumbu han pada binatang ternak. untuk wanita apakah seda ng hamil atau menyusui dan lain-lain. fungsi hati. Sedangkan antimikroba yaitu obat yang membasmi mikroba khusunya mi kroba yang merugikan manusia. m isalnya pada pembedahan besar. Faktor pasien Faktor pasien yang perlu diperh atikan dalam pemberian antibiotic adalah fungsi organ tubuh pasien yaitu fungsi ginjal. 30 .yoyoke. Namun pada kenyataannya. proses tersebut tidak dapat berjalan karena tidak mungkin melakukan pemeriksaan kepada setiap pasien yang datang karena infeksi. dank arena infeksi yang berat perlu pe nanganan segera maka pengambilan sample bahan biologic untuk pengembangbiakan da n pemeriksaan kepekaan kuman dapat dilakukan setelah dilakukannya pengobatan ter hadap pasien yang bersangkutan. Namun anti biotika dapat digunakan sebagai non-terapeutis. Penyebab infeksi Proses pemberian antibiotic yang paling baik adalah dengan melakukan pe meriksaan mikrobiologis dan uji kepekaan kuman. Selain it u. usia.web.ugm.ac. Mekanisme kerja ya ng terpenting pada antibiotika adalah perintangan sintesa protein. riwayat alergi. juga sebelum cabut gigi. terutama fungi. b. Secara provilaktis juga diberikan kepada pasien d engan sendi dan klep jantung buatan. Penggolongan Obat pada Antibiotika Antibiotik adalah zat yang dihasilakn oleh mikroba.

Golongan dari Antibiotik adalah sebagai berikut: Klasifikasi Penisilin (6-349) Zat Aktif (Nama Generic) Benzatin Penisilin G Phenoxymethyl Penicilline Kloksalisin Kode ICOPIM 6-000 Brand Name • Prokain Penisilin G • Penadur LA • Fenocin • Ospen • Ven Pee • Meixam • Ikaclox • Orbenin • Alclomex • Floxapen • Dexypen • Kalpicilin en • Abdimox • Alphamox • No 1. c.ac. profilaksis di berikan untuk tindakan bedah tertentu yang sering disertai infeksi pasca bedah a tau yang berakibat berat bila terjadi infeksi pasca bedah. Pengobatan awal pada infeksi berat yang etiologinya belum jelas. misalny a ekstraksi gigi.yoyoke. 6-002 Flucloxacillin Ampicilin 6-003 6-004 Amoksisilin 6-004 31 .http://www.id • Penggunaan Antibiotik untuk Profilaksis Profilaksis antibiotik diperlukan dalam keadaan sebagai berikut: a. pembedahan dan lain-lain. c. Antibioti k Kombinasi Antibiotik kombinasi diberikan untuk 4 indikasi utama: Pengobatan in feksi campuran.web. Untuk kasus bedah. Mendapatka n efek sinergi. • a. misalnya sepsis. Memperlambat timbulnya resistensi. Mencegah endokarditis pada pasien yang mengalami kelainan katup jantung atau defek septum yang akan menjalani prosedur dengan resiko bakteremia. misalnya pasca bedah abdomen. misalnya pada pengobatan tube rkulosis.ugm. b. Untuk melindungi seseorang yang terpajan kuman terte ntu. meningitis purulenta. d. b.

yoyoke. Sefalosporin (6-059) Pivampisilin Tikarsilin Piperasilin Sulbenisilin Cefaclor 6-164 Cefadroxil Sefiksim Sefrozil Sefodizim Cefotaxime Sefpirom Ceftazidime Seftibutem Ceftriaxone Sefuroxime Cephalexin 6-052 Sefamandol Cephradin 6-059 Cefazolin Sefpodoksim • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Amobiotic Bacacil Amocomb Ancla Augmentin Pivamex Timentin Ledercil Kedacilin Ca pabiotic Ceclor Cloracef Alxil Bidicef Biodroxil Cefspan Ceptik Comsporin Cefzil Modivid Clacef Claforan Clatax Cefrom Ceftum Fortum Cedax Broadcef Elpicef Roch ephin Anbacim Cefurox Cethixim Cefabiotic Ospexin Pralexin Dardokef Dofacef Cefi cin Dynacef Velocef Cefacidal Banan 32 .http://www.ac.web.ugm.id Bakampisilin Co Amoksiklav 2.

web. Minosiklin Oxytetracycline Aminoglikosida Amikasin (6-638) Gentamisin 6-049 6-042 6-069 6-082 Kanamycin Neomisin Sulfat Netilmisin Tobramisin 5. Kuinolon (6-139) Asam Nalidiksat 6-190 33 .http://www.id Antibiotik Betalaktam Lainnya Aztreonam • Azactam • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • 3.yoyoke.ugm. Tetrasiklin (6-040) Imipenem Meropenem Tetrasiklin 6-901 6-040 Dimeklosiklin Hidroklorida Doxycycline Tienam Meronem Bimatra Camicyclin Combicyclin Ledermycin Dotur Doxin Dumoxin Min ocin Teramycyn Alostil Amikin Ethigent Garabiotic Garamycin Kanamycin Meiji Almo cyn Netromycin C Dartobcin Tobryne Alphathrocin Bannthrocin Camitrocin Aztrin Me zatrin Zifin Abbotic Clambiotic Claros Anbiolid Ixor Makrodex Hypermisin Osmysin Rovadin Negram Urineg 6-043 4. Makrolid (6-482) Erytromisin 6-069 7-600 6-089 6-030 Azitromisin Klaritromisin Roksitromisin Spiramisin 6-032 6.ac.

yoyoke.id Asam Pipemidat Ofloksasin Norfloksasin Ciprofloksasin Pefloksasin Fleroksasin Sparfloksasin Levofloksasin 7.ugm. Sulfonamide (6-109) dan T rimetropim (6-148) Trimetoprim 6-148 • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Impresial Urinter Urixin Akilen Betaflox Danoflox Amanita Lexinor Nopratik Baqui nor Bernoflox Bidiprox Peflacine Quinodis Zagam Cravit Reskuin Tobyprim Trisopri m Cotrimoksazol 6-193 • Abatrim • Bactoprim • Bactricid • • • • • • • • • • • • • • • • 8.web.ac.http://www. Antibiotik Lain Sulfadiazin Sulfadimidin Sulfasalazin Kloramfenikol 6-102 6-102 6-105 Tiamfenikol Klindamisin Linkomisin 6-039 Vankomisin Spektinomisin Kolistin 6-081 6-069 Sulcolon Camicetine Chloramex Colme Biothicol Comthycol Corsafen Albiotin Ancroc id Cindala Biolincom Lincobiotic Lincocin Ladervan Trobicin Colistine 34 .

Menurut Departemen Kesehatan RI (1991) rekam medis adalah ke terangan baik yang tertulis maupun yang terekam tentang identitas. segala pelayanan dan tindakan medis yang di berikan kepada pasien. sehingga di dalam rekam medis tidak terlepas dari macam-macam obat yang digunakan dalam p engobatan/terapi tersebut.web. maupu n yang mendapat pelayanan gawat darurat. Hubungan kemitraan. rawat jalan.ac. meracik) se rta menyerahkan obat kepada pasien. padahal kemitraan dimulai dengan ko munikasi yang baik. jelas bahwa di dalam reka m medis mencatat segala hal tentang pengobatan/terapi terhadap pasien.ugm. termasuk penyakit sekarang dan masa lampau dan tindakan-ti ndakan yang diberikan untuk pengobatan/perawatan kepada pasien tersebut yang dit ulis oleh profesional dalam bidang kesehatan. anamnese. Laporan ini nantinya menjadi sebuah informasi untuk menunjang sebuah kepu tusan. Bagaimana jika rekam medis tidak dibekali oleh pengetahuan 35 .yoyoke. dan pengobatan baik yang dirawat inap. Data-data inilah yang kemudian akan diolah oleh bagia n rekam medis menjadi sebuah laporan yang diperlukan atau dilaporkan kepada piha k menejemen atau pihak luar rumah sakit (Dinas Kesehatan maupun Departemen Keseh atan). Hubungan interaksi langsung Apoteker dengan pasien sangat jarang dan bahkan komunikasi antara Apoteker dengan staf medik ata u staf non-medis lainnya juga sangat kurang. pen entuan fisik laboratorium. Jaminan Keakurata n Laporan/Informasi Dari pengertian-pengertian diatas.http://www. Beberapa arti penting pengetahuan farmakologi (obat) bagi rekam medis adalah sebagai berikut: a.id 8. tidak lepas dari sejar ah pelayanan kefarmasian yang dititik beratkan pada produk (membuat. diagnosa. Sedangkan menurut Huffman (1994) rekam medis adalah himpunan fakta-fakta yang berhubungan dengan riwayat hidup dan kese hatan seorang pasien. Pengetahuan Farmakologi (Obat) bagi Rekam Medis Selama ini obat dalam pelayan an kesehatan selalu disebut sebagai unsur penunjang walaupun hampir 80% pelayana n kesehatan diintervensi dengan obat.

keakuratan mutu Dinas laporan/informasi pengambilan diharapkan bagi memperbaiki/menjaga menejemen maupun keputusan Kesehatan/Departemen Kesehatan. Klaim asuransi biasanya harus mencan tumkan obat yang digunakan oleh pasien selama menjalani pelayanan kesehatan. 36 . b. jelas. dapat dipertega s dengan memperkirakan obat yang digunakan.http://www. Di dalam rekam medis terdapat segala bentuk pelayanan yang sudah diberikan oleh pasien. Dengan dapat pihak kata lain. Diha rapkan dengan adanya pengetahuan farmakologi (obat). Manfaat dari hal ini adalah se bagai berikut: • • Penulisan diagnosis yang tidak jelas oleh dokter. petugas rekam medis mampu u ntuk mengenali (familiar) terhadap nama. sehingga data-data dari rekam medis dapat di olah dan disajikan secara akurat. sehingga informasi dan data di dalamnya harus lengkap. namun isinya merupakan milik pasien. bentuk. Rekam medis merupakan bukti pelayanan terhadap pasien. sehingga petugas rekam medis harus dapat memahami isi rekam medis itu sendiri. • • Data obat yang jelas dapat dija dikan olat komunikasi antar dokter karena (mungkin) tidak setiap pasien ditangan i oleh dokter yang sama. termas uk di dalamnya adalah obat-obat yang digunakan untuk menunjang pelayanan kesehat an/proses penyembuhan pasien. Keakuratan Data Medis Pasien Berkas rekam med is adalah milik rumah sakit. seh ingga petugas rekam medis harus tahu (tidak salah/harus akurat) dalam menuliskan obat yang digunakan pada lembar klaim asuransi.id farmakologi (obat)? Olahan data tersebut tidak akan valid atau tidak akurat kare na rekam medis akan terasa asing dengan nama atau macam obat-obat tersebut. dan akurat (termas uk di dalamnya pemberian obat kepada pasien).web.ugm. Petugas rekam medis sendiri harus pandai mentelaah /mencerna isi rekam medis (obat) karena rekam medis itu sendiri merupakan bukti pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien.yoyoke.ac. ataupun macam-macam obat yang d igunakan dalam tindakan pengobatan.

ac. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. 2003. Yogya karta: Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Undang-undang Bidang Kesehatan dan Farmasi.yoyoke. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokeran Farmakologi dan Terapi. H oward. Apt. Mohammed.id DAFTAR PUSTAKA Anief. Apt. 1989. Drs. Browsing Internet melalui situs search engine www. 1995. Departemen Kesehatan Republik Indonesia 37 .com Hand-out Kuliah Bio medik Farmakologi Program Studi Rekam Medis FMIPA Universitas Gadjah Mada Yogyak arta Hand-out Kuliah Farmakologi Program Studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Muhlis. Adi Prayitno.Si.google. Muhammad. 2003.ugm. Ansel. Jakarta: Ghalia Indonesia. 1984.http://www.web. S. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Moh. UI Press Aslam. Diklat Kuliat Farmasetika I. C. Jakarta Universitas Indonesia. Farmasi Klinis (Clinical Pharmacy). Chik Ka w Tan. Ilmu Farmasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->