Laporan Analisa Kuantitatif Vitamin C

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA PANGAN

ANALISIS KUANTITATIF VITAMIN

OLEH :

GOLONGAN 10 1.ELSA PERMATA SARI ( NIM : 112110181) 2.IRNAL MARNINDA (NIM : 112110185) 3.RIMA TRISNAWATI (NIM:112110196)

KEMENTERIAN KESEHATAN PADANG JURUSAN GIZI POLTEKKES PADANG 2012

rasanya masam. ada katalisator Fe dan Cu. Vitamin C (C6H8O6) merupakan master of nutrient. D. stabil dalam kondisi asam (pH rendah) dan kondisi kristal kering. tidak larut dalam lemak. dan tidak berbau. dengan logam membentuk garam. Vitamin merupakan komponen penting yang terdapat dalam bahan pangan sebagai indikator yang akan menentukan nilai gizi dari bahan pangan tersebut. E. peka terhadap panas. sedikit larut dalam aseton dan alkohol yang mempunyai berat molekul rendah. terutama pada kondisi basa. dan K serta vitamin yang larut air (water soluble yang meliputi vitamin B dan vitamin C. sinar serta suhu tinggi. enzim askorbat oksidase. Namun. VITAMIN C (ACIDUM ASCORBICUM) Vitamin C atau asam askorbat merupakan senyawa organik derivat heksosa yang mempunyai berat molekul 178 dengan rumus molekul C6H8O6. diperlukan sekali bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh yang normal. bersifat larut dalam air. mudah teroksidasi menjadi asam dehidroaskorbat tetapi mudah tereduksi menjadi asam askorbat kembali. reduktor kuat.LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA PANGAN JUDUL PRATIKUM TOPIK PRATIKUM PRAKTEK KE/GOL HARI/TANGGAL TUJUAN PRATIKUM TINJAUAN PUSTAKA : Analisis Kuantitatif Vitamin :: 8/10 : Selasa/8 Mei 2012 : Mengetahui kadar vitamin C dalam sample yang dianalisa. Macam-macam bahan makanan yang menjadi sumber vitamin C yakni hati. Asupan gizi rata-rata sehari sekitar 30 sampai 100 mg vitamin C yang dianjurkan untuk orang dewasa. titik cairnya 190-192oC. berbentuk kristal warna putih. . sayur-sayuran dan buah-buahan segar terutama jeruk baik yang masih dalam bentuk buah asli maupun sudah berupa minuman segar. Ada dua golongan vitamin yakni vitamin yang larut dalam lemak (fat soluble) seperti vitamin A. ginjal. mudah teroksidasi dalam keadaan larutan. : Vitamin ialah senyawa kimia yang sangat esensial yang walaupun tersedianya dalam tubuh dalam jumlah demikian kecil. terdapat variasi kebutuhan dalam individu yang berbeda (Sweetman 2005).

yakni dua jenis asam amino yang merupakan komponen utama dari kolagen. Vitamin C sangat esensial dalam proses hidroksilasi proline dan lisin. Kolagen adalah sejenis protein yang merupakan salah satu komponen utama dari jaringan ikat. et al. Vitamin C ini bertindak sebagai ko-enzim atau ko-faktor pada proses hidroksilasi. Vitamin C juga disebut asam askorbat dapat disintesis dari D-glukosa atau D-galaktosa merupakan gula heksosa (Winarno dan Aman 1981). Hal ini disebabkan semakin banyak mendapat cahaya. yang mungkin disebabkan oleh adanya fungsi spesifik asam askorbat dalam sintesis hemoglobin. Kekurangan dan Kelebihan Vitamin C Kekurangan asupan vitamin C dapat menyebabkan skorbut. baik secara aktif maupun sebagai zat reduktor. matriks tulang. biasanya terjadi gigi mudah tanggal. dan robeknya pembuluh darah kapiler (Gilman. Skorbut dikaitkan dengan gangguan sintesis kolagen yang manifestasinya berupa luka yang sulit sembuh. lapisan endotelium pembuluh darah dan lain-lain. Kandungan asam askorbat akan mengalami penurunan selama penyimpanan terutama pada suhu penyimpanan yang tinggi. Sementara kelebihan vitamin C dapat menyebabkan diare. gingivitis. Asam askorbat sangat mudah teroksidasi menjadi L-dehidroaskorbat yang masih mempunyai keaktifan sebagai vitamin C. tulang-tulang rawan. dan anemia. Menurut Apandi (1984). Asam L-dehidroaskorbat secara kimia sangat labil dan dapat mengalami perubahan lebih lanjut menjadi asam L-diketogulat yang tidak memiliki keaktifan vitamin C lagi (Winarno dan Aman 1981). Bila kelebihan vitamin C akibat penggunaan suplemen dalam jangka waktu yang cukup lama dapat mengakibatkan batu ginjal Perubahan Vitamin C dalam Buah Buah yang masih mentah mengandung vitamin C yang cukup banyak sehingga semakin tua buah maka semakin berkurang kandungan vitamin C-nya. Dalam kasus-kasus skorbut spontan. Beberapa zat dalam makanan. gangguan pembentukan gigi. sering ditambahkan pada makanan untuk mencegah perubahan oksidatif (William and Caliendo 1984). Vitamin C. Vitamin C juga berperan dalam proses penyembuhan luka. Sering kali. 1996). Fungsi utama vitamin C juga berkaitan dengan sintesis kolagen. didalam tubuh dihancurkan atau dirusak jika mengalami oksidasi. Suatu antioksidan adalah zat yang dapat melindungi zat lain dari oksidasi dimana dirinya sendiri yang teroksidasi. Manfaat Vitamin C Bagi Kesehatan Tubuh Manusia . dentin. Kandungan asam askorbat setelah penyimpanan kira-kira 1/2 sampai 2/3 pada waktu panen (Pantastico 1986).Peranan Vitamin C Salah satu fungsi vitamin C adalah sebagai antioksidan. semakin banyak mendapat sinar matahari pada waktu tanaman tumbuh maka semakin banyak pula kandungan asam askorbat. zat tersebut dihindari dari oksidasi dengan menambahkan antioksidan. karena memiliki daya antioksidan. setiap proses fotosintesis akan semakin giat dan gula heksosa akan semakin banyak terbentuk.

6. Gejala awal ditandai dengan pendarahan pada gusi. memiliki kandungan vitamin C sebesar 66 mg. mulai dari pembuatan kolagen (protein berserat yang membentuk jaringan ikat pada jantung). . 1/2 mangkuk brokoli mentah = 70 mg. dimana beberapa dari radikal bebas tersebut bersifat toksik dan sangat reaktif. Pada anak-anak. Pada usia pertumbuhan sekitar 90 mg/hari. pengangkut lemak. Penggunaan vitamin C dapat meningkatkan derajat kesehatan dan mengobati serta mencegah berbagai penyakit. di bawah kulit. dan 1/2 mangkuk bayam mentah = 14 mg. 1 cangkir jus anggur segar = 93 mg. Untuk Kebutuhan dari vitamin adalah 60 mg/hari. 1/2 pepaya ukuran sedang = 85 mg. pemacu gusi yang sehat. pengangkut electron dari berbagai reaksi enzimatik. Vitamin C dapat meningkatkan laju pembuangan kolestrol dalam bentuk asam empedu melalui usus halus dan juga meningkatkan kadar HDL (High Density Lipoprotein). Pada 1 buah jeruk yang berukuran sedang. 3. 5. Vitamin C juga dikenal sebagai senyawa ampuh untuk menangkan radikal bebas (molekul tak stabil karena kehilangan elektron). 2. Pada wanita hamil dan menyusui sekitar 100 mg dan 150 mg/hari. tapi hal ini bervariasi pada setiap individu. 1 cangkir jus jeruk segar 124 mg. Apabila dalam keadaan tubuh selama beberapa waktu mengalami kekurangan vitamin C. dapat menimbulkan: Kerusakan sel-sel endotel. Para ahli gizi. Kebutuhan akan vitamin C bagi tiap individu adalah berbeda yaitu: Pada bayi diperkirakan sekitar 30 mg/hari. Asam askorbat juga penting dalam pengobatan arthritis dan untuk mencegah serta mengobati pilek. 4. Pembuluh kapiler kurang permeable dan mengakibatkan timbulnya pendarahan dalam sumsum tulang dan kerusakan tulang. telah meneliti besarnya kandungan vitamin C pada setiap buah. Pada orang dewasa sekitar 75 mg/hari. 1/2 cangkir stroberi = 44 mg. 1/2 blackberry = 15 mg. pengatur tingkat kolestrol serta pemacu imunitas.1. sekitar 60 mg/hari. Vitamin C berperan dalam mengatur tingkat anti bodi yang merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan yang langsung berhadapan dengan benda asing berbahaya (antigen). karies gigi dan mudah menderita sakit gigi. disebut juga skorbutum. Vitamin C dikenal sebagai senyawa utama tubuh yang dibutuhkan dalam berbagai proses penting.

Buah jeruk. obesitas. ternyata juga banyak mengandung mineral. tomat kaya vitamin C dan beta karoten. pepaya. Komposisi gizi jeruk manis dijabarkan sebagai berikut: Kandungan nutrisi air (g) 87. baik untuk nafsu makan yang rendah. kadar mineralnya. kalsium serta rendahnya lemak dan kalori. hidung tersumbat. penyakit crohn. Bentuk vitamin C yang ada di alam terutama adalah L-asam askorbat. D-asam askorbat jarang terdapat di alam dan hanya dimiliki 10% aktivitas vitamin C (Andarwulan N dan Kuswano S. demikian juga dengan cabai hijau. Vitamin C merupakan senyawa yang sangat mudah larut dalam air. semangka. Perokok membutuhkan vitamin C sekitar 100 mg/hari (Anonim. hipoglikemia. pms. Satu buah tomat mengandung 30 kalori.2 kalori (kkal) 45 Jeruk Manis karbohidrat (g) 11. dan mengatur kolesterol. bahan pelawan kanker. yang kaya akan vitamin C.2 190 vitamin B1 (mg) 0. keracunan logam berat. memiliki kandungan vitamin C cukup besar. Cabai rawit ternyata mengandung vitamin C tinggi dan betakaroten (provitamin a) mengalahkan buah-buahan populer seperti mangga. mempunyai sifat asam dan sifat pereduksi yang kuat. infeksi ragi. nanas. lemon. dan kegemukan (Anonim. 2009a). Buah melon kaya vitamin a dan c. sedangkan paprika terutama berwarna merah memiliki kandungan vitamin C dan betakaroten lebih banyak dibandingkan yang hijau (Anonim. gangguan lambung. baik untuk batuk pilek. vitamin A 1500 SI.9 0. Sifat tersebut terutama disebabkan adanya struktur eradial yang berkonjugasi dengan gugus karbonil dalam cincin lekton. Karena tingginya kandungan vitamin.2 protein (g) lemak (g) vitamin A (SI) 0. tomat rendah natrium dan kalori serta kaya akan asam nitrat dan kalium. Buah tomat mengandung lycopene. 1990). vitamin C 40 mg. zat besi dan kalsium. jika dikombinasikan dengan lemon. baik untuk membantu menghilangkan kanker paru-paru. 1992). 2009a). infeksi tenggorokan. penggunaan terus-menerus obat-obatan tertentu (termasuk aspirin. 2009a). dapat membantu menghilangkan asam urat. gangguan hati. infeksi.08 vitamin C (mg) 49 Ca (mg) 33 . dan limau adalah buah-buahan yang menghilangkan lemak. gangguan prostat. melarutkan lemak. obat tidur) meningkatkan kebutuhan tubuh akan vitamin C. terutama kalsium dan fosfornya meng-ungguli ikan segar. kelelahan. buah tomat ini tidak menggemukkan (Tugiyono. melon oranye kaya akan beta karoten. rokok.Stres fisik seperti luka bakar. Buah tomat yang merupakan buah yang mengandung vitamin C.

a.4 bjdd (g) 100 Analisa Vitamin C Terdapat beberapa metode untuk mengetahui kadar vitamin C pada suatu bahan pangan. metode ini jarang dilakukan karena harga dari larutan 2. persiapan sampel ditambahkan asam oksalat atau asam metafosfat. suatu cara atau metode. Namun.6 D (Dichloroindophenol) Metode ini menggunakan 2. 2002). Iodium Metode ini paling banyak digunakan. Metode Titrasi 2. 3. sehingga mencegah logam katalis lain mengoksidasi vitamin C. titrasi ini memakai Iodium sebagai oksidator yang mengoksidasi vitamin C dan memakai amilum sebagai indikatornya. Bila larutan yang diuji bersifat basa maka titran harus bersifat asam dan sebaliknya. 2005). (Wijanarko. Metode Titrasi 1. Diantaranya adalah metode titrasi dan metode spektrofotometri.6 dan asam metafosfat sangat mahal (Wijanarko. sederhana. Pada titrasi ini. 2.6 D dan menghasilkan hasil yang lebih spesifik dari titrasi yodium.P (mg) 23 Fe (mg) 0. Untuk menghitungnya kadar vitamin C dari metode ini adalah dengan mol NaOH = mol asam Askorbat (Sastrohamidjojo. yang menggunakan larutan yang disebut titran dan dilepaskan dari perangkat gelas yang disebut buret. dan tidak memerlukan peralatan laboratorium yang canggih. Titrasi Asam-Basa Titrasi Asam Basa merupakan contoh analisis volumetri. karena murah. 2002). yaitu. .

10 gr pati yang dapat larut dicampur dengan 10 mg Hgl dan 30 ml aquades yang sedang mendidih · Standar Yodium : 2 – 2. Karena alasan biaya. Metode Spektrofotometri Pada metode ini.b.269 gr I2 dilarutkan dalam aquades sampai 1 liter ALAT : Ø Buret Ø Statif Ø Erlenmeyer Ø Labu ukur Ø Neraca analitik . 2007). Analisis menggunakan metode ini memiliki hasil yang akurat.5 gr KI dan 1. larutan sampel (vitamin C) diletakkan pada sebuah kuvet yang disinari oleh cahaya UV dengan panjang gelombang yang sama dengan molekul pada vitamin C yaitu 269 nm. metode ini jarang digunakan (Sudarmaji. BAHAN Sample : · Jeruk Reagen · Amylum 1% .

0 1. Timbang sebanyak 10 – 30 gr dengan neraca analitik menggunakan gelas kimia.C = Vol. ambil airnya.2 1.88 mg x 100% . 4.pengenceran x Volume titrasi x 0.Ø Gelas kimia Ø Pipet tetes Ø Kapas Ø Pipet gondok Ø Pisau PROSEDUR PRATIKUM 1.6 2. Masukkan ke dalam labu ukur 100 ml dan tambahkan aquades sampai tanda batas. Catat hasil yang ditimbang. 7. Kemudian titrasi dengan 0/01 N standart yodium (sebelumnya yodium telah dimasukkan kedalam buret yang telah dibersihkan dan yang telah diuji apakah buret tersebut tidak bocor) HASIL PRATIKUM DAN PEMBAHASAN : Ml Hasil ml titran (standart yodium) dari titrasi yang digunakan. : 2.9 10 g Dari percobaan yang dilakukan didapat hasil kandungan vitamin C dalam sample yang dianalisa dengan melakukan perhitungan sebagai berikut: Kadar Vit. Jeruk diperas. 5. Tambahkan 1 ml larutan amylum 1% (soluble starch). 6.Sampel Ml titran I titran II Ml titran II Ml titran II Rata-rata Ml titran Bobot sampel (g) Perasan air jeruk 2. Saring dengan kapas untuk memisahkan filtratnya.8 1. 3. Pipet 10 ml filtrat dan masukkan ke dalam erlenmeyer.

volume titran yang diperoleh kurang memuaskan karena tetesan dari buret tidak lancar dan dalam mengaduk erlenmeyer juga tidak konsisten.9 x 0. Hal tersebut di atas juga dapat disebabkan oleh jenis sample (jeruk) yang digunakan . Selain itu. Fungsi larutan standart yodium ialah pereaksi untuk memperlihatkan jumlah vitamin C yang terdapat dalam sampel menjadi senyawa dehidro askorbat sehingga akan berwarna biru tua karena pereaksi yang berlebih. Pada saat titrasi.2 mg/100 gr sampel. indikator yang dipergunakan dalam analisa vitamin C dengan metode iodimetri adalah larutan amilum. Fungsi amylum ialah untuk meningkatkan kecepatan percobaan (sebagai indikator). ml titran yang digunakan mempunyai rata-rata 1. sedangkan reaksi IODOMETRI adalah kebalikannya. kebersihan alat juga berpengaruh dalam mendapatkan nilai yang akurat karena dapat terrkontaminasi dengan zat lain.72 mg/10 gr atau 167. vitamin C memiliki sifat yang mudah rusak dan mudah larut dalam air.0150 g.01 N.Berat Sample Kadar vit. sample ditimbang dalam gelas kimia dengan menggunakan neraca analitik dan diencerkan dengan menggunakan aquadest sampai tanda batas. Proses pengujian untuk sample jeruk dilakukan hanya dengan 1 kali pengenceran yaitu 100 mL. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari percobaan ini. Hasil percobaan memiliki nilai yang lebih tinggi dari nilai yang ada di DKBM (Daftar Komposisi Bahan Makanan) yaitu 49 mg/100 gr jeruk manis. setelah dilakukan sebanyak 4X. kemudian ditmabahkan amilum 1% sebagai indikator. Sehingga jika lebih hasil yang diperoleh juga akan berbeda yang dapat mempengaruhi hasil yang sesungguhnya.C = 100 x 1. dan dilakukan 4 kali pengujian (duplo) sehingga saat praktikum dilakukan 4 kali titrasi.72 mg 10 PEMBAHASAN Percobaan penetapan kadar vitamin C pada praktikum kali ini dengan menggunakan sampel minuman yang mengandung vitamin C yaitu jeruk yang diperas airnya. sehingga mudah teroksidasi. selanjutnya sample dipipet sebanyak 10 mL dan dimasukan dalam erlenmeyer. Proses titrasi dilakukan sampai larutan dalam erlenmeyer berubah warna menjadi biru.9 ml. Hal ini dapat disebabkan pada saat melakukan praktikum praktikan kurang berhati-hati dalam melakukan percobaan.88 mg x 1 = 16. Untuk sample dengan pengenceran 100 mL berat sample yang berhasil ditimbang adalah 10. warna biru yang dihasilkan merupakan iod-amilum yang menandakan bahwa proses titrasi telah mencapai titik akhir. setelah itu dititrasi dengan menggunakan I2 0. warna yang diperoleh adalah pada saat 15 detik pertama. Kadar vitamin C setelah perhitungan diperoleh 16. Reaksi ini disebut reaksi IODIMETRI karena terjadi perubahan dari tidak berwarna (bening) menjadi berwarna biru tua. Hal tersebut dilakukan karena pada pengujian pertama/titrasi pertama dengan pengenceran 100 mL tersebut. Setelah sample ditimbang dan diencerkan.

reduktor kuat. mudah teroksidasi dalam kondisi basa. hal ini disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya jenis bahan dan ketelitian dalam melaksanakan praktikum. SARAN 1. dipengaruhi oleh beberapa faktor. 2. menggunakan banyak sampel yang diuji dari satu jenis bahan (sari jeruk) sehingga hasil pengukuran yang digunakan merupakan nilai rata-rata yang dapat mendekati nilai keakuratan pengujian. Sebaiknya dalam melakukan titrasi. KESIMPULAN 1. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa kadar vitamin C pada jeruk sample adalah senilai 162. Kesalahan terjadi karena kurang teliti dan kurang terampilnya praktikan melakukan proses titraasi. Hasil praktikum belum sesuai seperti yang ada di bahan sumber karena terjadinya kesalahan. semakin lama waktu mengekstrasi kandungan vitamin C akan semakin berkurang. 3. tidak larut dalam lemak. Prinsip analisa kadar vitamin C dengan metode titrasi iodium adalah reaksi vitamin C dengan iodin membentuk ikatan dengan atom C nomor 2 dan 3 sehingga ikatan rangkapnya hilang dan terbentuk kompleks iodium-amilum berwarna biru gelap. Vitamin C merupakan senyawa organik yang larut dalam air. . tingkat keasaman. Praktikan juga harus lebih teliti melihat awal dan akhir titrasi. yaitu Keadaan buah tersebut. stabil dalam kondisi asam dan kondisi kering. Sebaiknya sewaktu analisa kadar vitamin. semakin layu/kusut atau tidak segarnya vitamin menyebabkan kadar vitamin C yang terkandung dalam buah tersebut berkurang. Kadar dari vitamin C. Waktu dalam mengekstrasi juga mempengaruhi kadar vitamin C. sehingga hasil tidak akan kelebihan.7 yang berbeda dari yang ada di DKBM. Sebelum melakukan analisa kadar vitamin. berbentuk kristal warna putih. 2. varietas. 3. mahasiswa harus benar-benar memahami prosedur kerja agar diperoleh data pengukuran dengan keteliatian yang tinggi dan mendekati keakuratan. peka terhadap panas. 4. sehingga hasil pengamatan menjadi kurang akurat. Hal ini juga disebabkan karena penyusunan DKBM ini hanya menggunakan satu jenis bahan yang kita tidak mengetahui darimana asal dan bagaimana komposisi bahan tersebut. sebelumnya praktikan telah memastikan kondisi buret seperti mengatur kuat tidaknya keran untuk dibuka atau ditutup. dan hal-hal lainnya yang menyebabkan ketidaksamaan data yang didapat.mungkin saja berbeda baik dari segi jenis.

Winarno. http://www. Budiyanto. 2012.id/ . Yogyakarta: Penerbit Liberty. Kimia Pangan dan Gizi. Sudarmadji. 2001. Prosedur Analisis Bahan Makanan dan Pertanian. 1996. et al. 1994.nutrifood. 4. Thamrin. Malang : UMM Press http://id. Slamet. Sudarmadji. 9. dkk. DKBM. Dasar-Dasar Ilmu Gizi. 6. 7. Jakarta: Gramedia. Mukhammad. et al. Analisis Bahan Makanan dan Pertanian. Fauzi.DAFTAR PUSTAKA 1. Yogyakarta: Penerbit Liberty. 1996. Jurusan Gizi : Poltekkes Kemenkes Padang 2. Agus. F. 5.keluargasehat.wikipedia. 1999 3. Analisa Hasil Pangan (Teori dan Praktek). 8.co.org/wiki/Vit C http://www. 1997. Penuntun Praktikum Kimia pangan.G. Slamet.com/keluarga-giziisi. Jember: UNEJ Krisno.. Husni.php?news_id=940 10.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful