P. 1
Diferensiasi Sel

Diferensiasi Sel

|Views: 30|Likes:
Published by Rahma Cita Halida

More info:

Published by: Rahma Cita Halida on Apr 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

Diferensiasi sel

Regenerasi sel adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak. Diferensiasi sel adalah proses pematangan suatu sel menjadi sel yang spesifik dan fungsional, terletak pada posisi tertentu di dalam jaringan, dan mendukung fisiologis hewan. Misalnya, sebuah stem cell mampu berdiferensiasi menjadi sel kulit. Saat sebuah sel tunggal, yaitu sel yang telah dibuahi, mengalami pembelahan berulang kali dan menghasilkan pola akhir dengan keakuratan dan kompleksitas yang spektakuler, sel itu telah mengalami regenerasi dan diferensiasi. Regenerasi dan diferensiasi sel hewan ditentukan oleh genom. Genom yang identik terdapat pada setiap sel, namun mengekspresikan set gen yang berbeda, bergantung pada jumlah gen yang diekspresikan. Misalnya, pada sel retina mata, tentu gen penyandi karakteristik penangkap cahaya terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada ekspresi gen indera lainnya.

[sunting] Morfogenesis
Pengekspresian gen itu sendiri mempengaruhi jumlah sel, jenis sel, interaksi sel, bahkan lokasi sel. Oleh karena itu, sel hewan memiliki 4 proses esensial pengkonstruksian embrio yang diatur oleh ekspresi gen, sebagai berikut: Proliferasi sel menghasilkan banyak sel dari satu sel Spesialisasi sel menciptakan sel dengan karakteristik berbeda pada posisi yang berbeda Interaksi sel mengkoordinasi perilaku sebuah sel dengan sel tetangganya Pergerakan sel menyusun sel untuk membentuk struktur jaringan dan organ Pada embrio yang berkembang, keempat proses ini berlangsung bersamaan. Tidak ada badan pengatur khusus untuk proses ini. Setiap sel dari jutaan sel embrio harus membuat keputusannya masing-masing, menurut jumlah kopi instruksi genetik dan kondisi khusus masing-masing sel. Sel tubuh, seperti otot, saraf, dsb. tetap mempertahankan karakteristik karena masih mengingat sinyal yang diberikan oleh nenek moyangnya saat awal perkembangan embrio.

[sunting] Apoptosis

Sitoplasma juga didukung oleh jaringan kerangka yang mendukung bentuk sitoplasma sehingga tidak mudah berubah bentuk. Keberadaan dinding sel juga menyebabkan terbentuknya ruang antarsel. mencakup leukoplas. Organel-organel yang ditemukan pada sitoplasma adalah • • • • • mitokondria (kondriosom) badan Golgi (diktiosom) retikulum endoplasma plastida (khusus tumbuhan.Apoptosis merupakan bagian dari perkembangan sel. Dinding sel bersifat tidak elastis dan membatasi perubahan ukuran sel. Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai protoplasma. Sel bakteri sangat . sel tidak dapat mati begitu saja tanpa suatu mekanisme yang tertanam di dalam sel. dan inti sel atau nukleus. [sunting] Struktur sel [sunting] Sel eukariota Secara umum setiap sel memiliki • • • membran sel. Sitoplasma berwujud cairan kental (sitosol) yang di dalamnya terdapat berbagai organel yang memiliki fungsi yang terorganisasi untuk mendukung kehidupan sel. Organel memiliki struktur terpisah dari sitosol dan merupakan "kompartementasi" di dalam sel. sehingga memungkinkan terjadinya reaksi yang tidak mungkin berlangsung di sitosol. dan kromoplas) vakuola (khusus tumbuhan) [sunting] Sel prokariota Sel tumbuhan dan sel bakteri memiliki lapisan di luar membran yang dikenal sebagai dinding sel. sitoplasma. kloroplas. Sel tumbuhan. yang pada tumbuhan menjadi bagian penting dari transportasi hara dan mineral di dalam tubuh tumbuhan. yang dapat diaktivasi oleh sinyal internal maupun eksternal. dan sel bakteri mempunyai beberapa perbedaan seperti berikut: Sel tumbuhan Sel hewan Sel bakteri Sel tumbuhan lebih Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan. sel hewan.

Tidak Mempunyai sentrosom [centrosome]. . Menyimpan tenaga Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran dalam bentuk (granul) glikogen. yang tetap. Mempunyai dinding sel [cell wall] dari Tidak mempunyai dinding sel [cell wall]. Mempunyai vakuola walaupun kadang-kadang sel beberapa hewan [vacuole] atau Tidak mempunyai uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak sebesar rongga sel yang vakuola. hewan adalah vesikel atau [vesicle]. - Tidak Mempunyai sentrosom [centrosome]. Mempunyai dinding sel [cell wall] dari lipoprotein. selulosa. Tidak memiliki nukleus dalam arti sebenarnya. Mempunyai bentuk Tidak mempunyai bentuk yang tetap. butiran (granul) pati. Mempunyai sentrosom [centrosome]. Nukleus lebih kecil Nukleus lebih besar daripada vesikel. Mempunyai bentuk yang tetap. Mempunyai plastida. Tidak mempunyai plastida. yang dimiliki tumbuhan). kecil. Tidak mempunyai vakuola [vacuole]. daripada vakuola. Yang biasa dimiliki besar. Tidak mempunyai plastida.besar daripada sel hewan. Tidak memiliki Memiliki lisosom [lysosome]. lisosom [lysosome].

perbedaan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut: Hewan Tumbuhan Terdapat sentriol Tidak ada sentriol Tidak ada pembentukan dinding sel Terdapat sitokinesis dan pembentukan dinding sel Ada kutub animal dan vegetal Tidak ada perbedaan kutub embriogenik. contohnya trombosit dan eritrosit (Sel darah merah). yang ada lebih ke arah jaringan. . Di dalam sel darah merah. tidak melibatkan mitokondria caspase [sunting] Sel-sel khusus • Sel Tidak Berinti.[sunting] Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan sel hewan dan tanaman Secara umum. melibatkan mitokondria dan proteksi diri. kecuali kemampuan akar dalam hal menopang berat tubuh bagian atas Apoptosis untuk perkembangan Tidak ada "Apoptosis". terdapat hemoglobin sebagai pengganti nukleus (inti sel). yang ada semacam epigeal dan hipogeal Jaringan sel hewan bergerak menjadi bentuk yang berbeda Jaringan sel tumbuhan tumbuh menjadi bentuk yang berbeda Terdapat proses gastrulasi Terdapat proses histodiferensiasi Tidak terdapat jaringan embrionik seumur hidup Meristem sebagai jaringan embrionik seumur hidup Terdapat batasan pertumbuhan (ukuran tubuh) Tidak ada batasan pertumbuhan.

contohnya adalah sel xilem.• • • Sel Berinti Banyak. . Sel pendukung. contohnya Paramecium sp dan sel otot Sel hewan berklorofil. Kedua ini sangatlah membantu dalam proses transpirasi pada tumbuhan. contohnya euglena sp. Sel xilem akan mati dan meninggalkan dinding sel sebagai "tulang" dan saluran air. Euglena sp adalah hewan uniseluler berklorofil.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->