P. 1
Artikel

Artikel

|Views: 706|Likes:
Published by spcftevio
1
1

More info:

Published by: spcftevio on Apr 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/09/2014

pdf

text

original

PROSES BONGKAR MUAT KAPAL TANKER GAS LPG/C

Oleh : Maulana Perdana Yudha Abstraksi Dalam proses kegiatan bongkar muat khususnya muatan LPG perlu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, hal tersebut memerlukan persiapan yang matang, baik dari pihak kapal maupun pihak darat. Pada dasarnya penanganan hambatan bertujuan untuk mengatasi masalah agar dapat diselesaikan dengan baik pada saat proses bongkar muat. Permasalahan yang penulis ambil disini adalah hambatan apa yang terjadi saat proses bongkar muat LPG/C ? Upaya-upaya apakah yang harus dilaksanakan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang timbul saat proses bongkar muat dikapal gas LPG/C ? Tujuan dari penelitian ini untuk pengetahuan tentang memuat dan membongkar muatan dari dan keatas kapal yang sedemikian rupa agar terwujud lima prinsip pemuatan yang baik. Bongkar muat adalah suatu kegiatan pelayaran memuat ataupun membongkar suatu muatan dari dermaga, tongkang, truck ke dalam palka atau geladak, dengan menggunakan derek kapal maupun darat atau dengan alat bongkar lainnya, dimana barang yang dipindahkan dari dan ke atas kapal. Berdasarkan hasil penelitian, kenaikan suhu tangki secara tiba-tiba disebabkan karena pengaruh suhu dari luar dan faktor pemuatan yang cepat. Agar tidak terjadi bahaya saat pemuatan berlangsung, maka kenaikan suhu tangki harus segera diturunkan dengan tindakan yang dilakukan yaitu dengan metode cooling down, mengurangi vapour dengan compressor cargo, menggunkan vapour return line dan cargo spray line. Kesimpulan dari pemasalahan ini adalah dalam kegiatan muat bongkar, awak kapal mengerti tentang penanganan muatan LPG agar saat proses bongkar muat aman dan lancar, saran-saran yang diberikan yaitu sebaiknya awak kapal mengikuti program sertifikasi dan latihan tentang LPG sebagai dasar untuk bekerja dikapal tanker gas, harapan ini agar seluruh awak kapal dapat meningkatkan kesigapan apabila terjadi suatu permasalahan yang timbul saat proses bongkar muat. Kata Kunci : Pengetahuan proses bongkar muat kapal tanker gas

Pendahuluan Proses bongkar muat secara tepat agar memperlancar proses bongkar muat. Dengan mengetahui langkah-langkah proses bongkar muat secara benar bertujuan agar muatan tetap terjaga serta crew kapal terjaga keselamatannya. Namun sering dijumpai hambatan serta kendala, karena kurangnya pemahaman awak kapal yang baru bekerja di atas kapal gas terutama pada saat proses bongkar muat di pelabuhan. LPG (Liquefied Petroleum Gas) adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam yang diperoleh dari kilang-kilang gas atau hasil pengolahan minyak bumi. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, maka gas berubah menjadi cair. Komponennya didominasi propana (C3H8) dan butana (C4H10). LPG juga mengandung hidrokarbon

ringan lain dalam jumlah kecil, misalnya etana (C2H6) dan pentana (C5H12). Gas produk yang dihasilkan mempunyai suhu yang panas, sehingga tidak mungkin dapat digunakan karena mempunyai tekanan yang tinggi karena itu harus didinginkan terlebih dahulu, agar gas dapat berubah menjadi cair dan dapat dikemas untuk dipergunakan. Konstruksi kapal itu sendiri berbeda dengan kapal lain pada umumnya serta dalam penanganannya memerlukan perhatian khusus, karena LPG adalah salah satu muatan yang berbahaya. Konstruksi kapal LPG berbeda dengan kapal lain pada umumnya, dengan bentuk tangki yang bulat atau lonjong dan mempunyai lapisan membrane sell pada lapisan tangki dalam yang terbuat dari bahan baja khusus untuk mencegah terjadinya korosi atau suhu yang sangat dingin di sebabkan oleh muatan yang dapat merusak tangki. Setiap konstruksi kapal LPG keadaan tangki harus selalu kedap udara dan tidak boleh tercampur dengan oksigen ataupun karbondioksida agar muatan tidak rusak atau terjadi Polimerisasi (Terjadinya penggumpalan yang disebabkan tercampurnya zat lain yang tidak sejenis) dan meledak akibat tercampur dengan oksigen. Dalam pelaksanaan pemuatan dan pembongkaran LPG dari dan ke kapal sering dijumpai hambatan serta kendala, karena kurangnya pemahaman awak kapal yang baru bekerja di atas kapal gas terutama pada saat proses bongkar muat di pelabuhan dan kurangnya kesadaran akan bahaya yang dapat di timbulkan oleh muatan LPG, serta naiknya tekanan dalam tangki pada saat kegiatan muat bongkar muat LPG dipelabuhan dan dampak yang akan terjadi. Sehingga untuk menangani dan mengoperasikan kapal jenis kapal tanker jenis LPG khususnya baik dalam pemuatan maupun dalam pembongkaran

diperlukan suatu keterampilan dan pengetahuan khusus yang mendalam bagi para mualim dan awak kapalnya sehingga diharapkan tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar. Menurut McGuire and White dalam buku " Liquified Gas Handling Procedure " (2000:xxiv), yang menjelaskan bahwa LPG adalah suatu produk percampuran dari berbagai unsur hydrocarbon yang berasal dari gas alam yang asam, basah yang diperoleh dari ladang-ladang gas atau minyak, sehingga menghasilkan gas. Menurut badan Diklat Perhubungan (2000:8) LPG di definisikan sebagai propane, butane dan campuran propane-butane dalam bentuk cair yang tidak menimbulkan karat, tidak beracun tetapi sangat mudah terbakar. Menurut International Maritime Organitation (1993:6), Gas cair adalah cairan yang mempunyai tekanan uapnya melebihi 2,8 Bar pada temperatur 37,8o C dan zat-zat lain sebagaimana yang diterapkan didalam gas codes. Menurut uraian diatas penulis mengambil kesimpulan bahwa LPG adalah suatu gas produk yang mempunyai tekanan dalam atmosfier yang mempunyai tingkat bahaya yang sangat tinggi terutama bahaya ledakan dan mudah terbakar. 1. Sifat LPG Sifat LPG adalah sebagai berikut : a. Sangat mudah terbakar baik dalam bentuk cairan ataupun vapour b. Tidak beracun, tidak berwarna, dan berbau menyengat. c. Gas dikemas dalam bentuk cairan yang bertekanan dengan suhu yang sangat dingin ke dalam tangki bersilinder. d. Cairan dari gas LPG akan menguap diudara bebas, tetapi gas akan menempati daerah yang rendah karena gas ini lebih berat jika dibanding udara. e. Gas ini dapat meledak sendiri jika tekanan di dalam tangki terlalu besar atau suhu yang tinggi. 2. Penggunaan LPG Penggunaan LPG di Indonesia digunakan sebagai pengganti minyak tanah (Kerosine) yang produksinya kini semakin minim, dan saat ini sudah banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor yang dikenal

dengan BBG (Bahan Bakar Gas) yang lebih ramah lingkungan dari pada menggunakan bahan bakar dalam bentuk cair. 3. Bahaya LPG Salah satu resiko penggunaan LPG adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau instalasi gas sehingga bila terkena api dapat menyebabkan kebakaran. Pada awalnya, gas LPG tidak berbau, tapi bila demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada tabung gas. Menyadari hal tersebut pihak pengolah menambahkan gas merchaptan , yang baunya khas dan menyengat. Hal ini berfungsi untuk mendeteksi bila terjadi kebocoran tabung gas. Tekanan LPG cukup besar (tekanan uap sekitar 120 psig), sehingga

kebocoran LPG akan membentuk gas secara cepat dan merubah volumenya menjadi lebih besar. Bahaya-bahaya utama dari gas yang di cairkan adalah : a. Mudah terbakar Muatan ini mudah sekali terbakar baik itu dalam bentuk cair maupun gas. b. Mudah meledak Bahaya muatan ini yang paling berbahaya yaitu dapat meledak walaupun tidak ada api di sekitar, karena dapat meledak sendiri bila takanan ataupun suhu terlalu tinggi (Auto Ignition). Untuk LPG ini dapat meledak dengan sendirinya bila melebihi suhu 450o C. c. Bahaya karena suhu dingin Bahaya karena suhu dingin karena LPG mempunyai suhu yang sangat dingin sehingga jika tersentuh kulit akan menyebabkan sengatan dingin (frost bite). Es atau gumpalan es pada peralatan yang tidak diisolasikan tidak selamanya terlihat, untuk peringatan agar jangan dipegang atau disentuh karena dapat menyebabkan kulit tertempel dan sulit terlepas. Terhirupnya uap yang sangat dingin dapat menyebabkan kerusakan pada paru-paru secara permanen. Kebanyakan baja kehilangan ketahanannya apabila suhunya turun dibawah 0oC, hal ini berarti bahwa baja akan menjadi rapuh dan banyak kehilangan daya tahan. d. Bahaya bagi kesehatan Bahaya-bahaya yang disebabkan oleh cairan ataupun gas bagi kesehatan makhluk hidup terutama manusia yaitu:

1) Kekurangan Oksigen (Asphyxia) Tubuh manusia membutuhkan kandungan oksigen 20,8% untuk bernafas normal, namun bila nafas dibawah kondisi tersebut dalam waktu singkat akan berakibat buruk. Daya tahan terhadap pengaruh konsentrasi oksigen berbeda pada setiap individu tetapi biasanya tubuh manusia akan kehilangan daya kerja ataupun kesadaran jika menghirup udara kurang dari 19,5% sehingga dalam kondisi seperti itu akan sulit untuk berfikir dan bingung dalam mengambil keputusan ketika didalam kondisi berbahaya. 2) Keracunan (Toxicity) Toxic sama artinya dengan beracun atau berbahaya, toxicity adalah kemampuan suatu unsur ketika terhirup atau terserap kedalam kulit yang akan menyebabkan kerusakan jaringan tubuh, kerusakan pada sistem kesadaran pusat atau pada kejadian yang ekstrim dapat menyebabkan kematian. 3) Efek Akut (Accute Effect) Hal ini dapat terjadi dengan cepat, semakin banyak petroleum gas yang masuk maka semakin besar akibatnya, yaitu: pusing, sakit kepala, iritasi pada mata, pada jumlah yang semakin besar akan menyebabkan tidak bekerjanya organ tubuh dan kemungkinan mengakibatkan kematian. Metode Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kaulitatif yang memiliki ciri deskriptif yang membuat gambaran atau lukisan secara sistematis, actual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan penanganan hambatan bongkar muat LPG dikapal MT.Gas Indonesia. Menurut Riduwan dalam bukunya ( 2003:164), penelitian deskriptif adalah suatu penelitian yang tidak membandingkan dan menghubungkan dengan variable lainnya hanya mengambarkan satu variable saja. Menurut Kirk dan Miller dalam buku metodologi penelitian kualitatif (Moleong, 2004:5) penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan

berbagai mode yang ada. Sedangkan menurut Moleong dalam buku metodologi penelitian yang memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan dan perilaku individu atau sekelompok orang. Penulis menggunakan beberapa tehnik pengumpulan data: 1. Observasi Menurut Riduwan dalam bukunya " Dasar-Dasar Statistika " (2003:57), observasi adalah melakukan pengamatan secara langsung kepada obyek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Dalam hal pengumpulan data ini, penulis mengadakan observasi langsung yaitu tentang kegiatan proses bongkar muat muatan LPG yang dilaksanakan di kapal MT Gas Indonesia. 2. Wawancara Penulis mengadakan wawancara ataupun tanya jawab bebas yang berisikan beberapa pertanyaan yang ditujukan kepada crew dan perwira kapal serta pihak-pihak lain yang berkaitan dengan penanganan muatan di kapal MT Gas Indonesia. Beberapa pihak yang terkait dengan wawancara yang penulis lakukan tersebut adalah: a. Awak kapal 1) Nahkoda MT Gas Indonesia 2) Mualim I MT Gas Indonesia, selaku perwira yang bertanggung jawab terhadap proses bongkar muat LPG dan perawatan kapal. 3) Mualim jaga muatan, yaitu mualim II dan mualim III kapal MT Gas Indonesia 4) Kepala Kamar Mesin (KKM), selaku perwira yang bertanggung jawab terhadap kamar mesin termasuk juga peralatan permesinan yang berada di deck. 5) Beberapa awak kapal selain yang tersebut diatas. b. Pihak darat : 1) Loading master adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proses bongkar muat. Pihak ini bekerja sama dengan pihak kapal, yaitu mualim I agar tercapai pelaksanaan proses bongkar muat yang aman dan terkendali.

2) Cargo surveyor adalah orang yang memiliki hak untuk mengawasi pelaksanaan proses bongkar muat dikapal. Pihak ini merupakan wakil dari pemilik barang. 3) Ship agent adalah orang yang bertanggung jawab terhadap kelancaran operasi kapal di pelabuhan. Proses analisa data dilakukan dengan mengadakan tehnik analisis data secara induktif yaitu menganalisa data untuk mendapatkan kesimpulan dari hasil penelitian dengan menggunakan model interaktif. Penulis juga mendiskripsikan saran-saran yang baik didasarkan atas teori-teori yang ada maupun pengetahuan yang didapat dari perwira kapal selama menjalankan praktek laut. Untuk memudahkan dalam menganalisisa data, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain : 1. Reduksi data. Reduksi dapat didefinisikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. 2. Penyajian data. Penyajian data merupakan sekumpulan informasi yang telah tersusun secara terpadu dan mudah dipahami yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan mengambil tindakan. 3. Menarik kesimpulan. Menarik kesimpulan merupakan kemampuan seorang peneliti dalam menyimpulkan berbagai temuan yang diperoleh dalam beberapa penelitian. Hasil

Setiap titik pada diagram merupakan campuran udara, uap mudah terbakar dan gas inert, ditentukan dalam hal yang uap mudah terbakar dan kadar oksigen. Air dan mudah terbakar uap campuran tanpa gas inert pada garis AB, kemiringan yang mencerminkan penurunan kandungan oksigen sebagai isi meningkat mudah terbakar uap (mis. di udara 50% dan 50% kargo uap, oksigen 10M '% tangki atmosfer). Contoh grafik tekanan uap, gravitasi spesifik dan panas penguapan Metana

Pembahasan Upaya-upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi saat melaksanakan kegiatan bongkar muat 1. Penyebab terjadinya kenaikan tekanan tangki yang drastis saat pemuatan.

Mengenai kenaikan tekanan tangki yang drastis saat pemuatan Mualim I mengemukakan sebagai berikut: “Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi kenaikan tekanan tangki dengan cara menggunakan kompresor muatan, vapour return line, water spray line dan cargo spray line” maka selaku perwira yang bertanggung jawab terhadap operasi muatan mengambil tindakan sebagai berikut : a. Menggunakan vapour return line (saluran gas balik). Apabila tekanan tangki dikapal lebih tinggi dari tekanan tangki didarat, maka gas muatan ditangki kapal akan dialirkan kembali dialirkan kembali tangki darat hingga kedua tangki tersebut memiliki tekanan yang sama. Sesuai prinsip utamanya adalah dengan menyamakan tekanan antara tangki didarat dan dikapal. Dengan membuka keran saluran vapour kapal yang telah terpasang dengan saluran vapour darat, vapour yang berada ditangki muatan secara otomatis akan mengalir dengan sendirinya karena perbedaan tekanan di tangki kapal dan di tangki darat. b. Menggunakan kompresor muatan. Cara menggunakan kompresor bervariasi dalam menurunkan tekanan dalam tangki karena dari mualim I mempunyai cara yang berbeda-beda. Dikapal MT. Gas Indonesia kompresor muatan biasanya digunakan untuk mendorong muatan gas agar tekanan turun, dengan mensirkulasi muatan yaitu dengan menghisap muatan gas dari tangki yang dimuat dan didorong ke dalam tangki yang belum dimuat melalui saluran muatan uap atau sebaliknya, tangki yang bermuatan uap itu kembali dibuka dan di dorong dengan kompresor kedalam tangki yang sudah dimuat tetapi dengan membuka bypass jadi muatan cair bercampur dengan muatan uap, karena muatan cair dingin bercampur dengan muatan uap maka muatan uap pun akan menjadi cair.

Beberapa metode penggunaan cargo commpressor : a) Direct System: Single-Stage

Gambar tahap siklus kompresi tunggal langsung

Gambar grafik skema Mollier bagan tahap siklus kompresi tunggal langsung Keterangan: Uap muatan (1) diambil dari tangki kargo ke kompresor (2)

melalui pemisah muatan cair, karena muatan cair yang terkandung uap muatan bisa merusak kompresor. Kompresor digunakan untuk meningkatkan suhu matan uap dengan kondensor air laut yang digunakan. Uap muatan yang sangat panas dari kompresor (3) yang kental untuk cairan suhu lingkungan dalam kondensor

berpendingin air laut (4), dan dikumpulkan dalam bejana mengumpulkan, dikenal sebagai penerima kondensat, sebelum dilewatkan melalui katup ekspansi (5) untuk mendinginkannya. b) System: Two-Stage Sistem ini dapat digunakan untuk kapal LPG semi-bertekanan dan sepenuhnya didinginkan.

Gambar dua tahap siklus langsung kompresi

Gambar grafik skema Mollier bagan dua tahap siklus kompresi langsung Keterangan: Rebus-off (1) diambil dari tangki melalui pemisah cairan ke kompresor tahap pertama (2) di mana ia superpanas (3). Uap kemudian dapat didinginkan dalam pendingin interstage (atau "intercooler") (4) sebelum melewati ke kompresor tahap kedua. Tujuan dari intercooler adalah untuk mengurangi tekanan hisap dari tahap kedua dan meningkatkan efisiensi, adalah penting untuk kargo seperti amonia sepenuhnya didinginkan. Kompresi kedua lanjut superheats uap (5) yang kemudian didinginkan dan dikondensasikan dalam kondensor berpendingin air laut (6). Cairan suhu lingkungan ini kemudian dikumpulkan dan melewati katup ekspansi (8) seperti dalam siklus satu tahap. Sebelum katup ekspansi, cairan kental dapat digunakan sebagai pendingin intercooler (7). c) Direct System: Cascade Sistem ini hampir sama dengan sistem single-stage langsung, tapi kondensor kargo didinginkan oleh gas refrigeran cair

Gambar siklus Cascade

Gambar grafik skema siklus Cascade c. Menggunakan fasilitas water spray line (menyemprotkan air) pada tangki. Akibat adanya gesekan antara muatan cair dengan pipa muatan dan antara muatan uap dengan pipa muatan, maka secara tidak langsung akan mengakibatkan kenaikan suhu terhadap muatan itu sendiri, tetapi yang lebih penting adalah karena pengaruh cuaca yang panas selama pemuatan atau selama pelayaran menuju pelabuhan bongkar yang mengakibatkan kenaikan suhu tangki dan tekanan pada tangki muatan. Untuk menurunkannya dengan mengalirkan atau menyiramkan air laut diatas dome tangki selama proses pemuatan atau selama perlayaran bila tekanan tangki naik maupun suhu didalam tangki naik, maka dengan mengalirkan air secara perlahan suhu dari tangki muatan akan turun secara induksi dan karena suhu berbanding lurus terhadap tekanan, maka tekanan dari tangki muatan akan turun pula. d. Menggunakan cargo spray line (penyemprotan dengan muatan). Pada dasarnya didalam tangki terdapat alat pengukur suhu yang dibagi menjadi tiga yaitu bottom (bawah), midlle (tengah), dan top (atas), jadi pada saat pemuatan muatan cair akan mengisi bagian bottom kemudian midlle dan

sampai mengisi bagian top. Prinsip kerja cargo spray line berbeda dengan water spray, yang berbeda adalah menggunakan muatan itu sendiri untuk mendinginkan vapour yang hangat dari dalam tangki bagian atas, muatan cair dari darat dialirkan melalui saluran drop line (pipa utama yang mengalirkan muatan cair) tetapi sebagian dari muatan tersebut dilewatkan melalui saluran ini. Secara logika didalam tangki terdapat dua jenis muatan yaitu muatan cair (liquid) berada dibawah dan uap muatan (vapour) dari muatan itu sendiri berada diatas, sehingga yang menjadi penyebab naiknya suhu dan tekanan adalah uap dari muatan tersebut yang hangat, maka penggunaan cargo spray line untuk mendinginkan uap dari muatan dengan bentuk semprotan yang menyebar, karena muatan cair yang dingin ketika muat dari manifold kemudian ke drop line dan dialirkan sebagian pada cargo spray line, melalui cargo spray line semprotkan liquid dibagian atas berbentuk kabut dan menyebar pada bagian atas didalam tangki, maka muatan cair akan bergesekan dengan muatan uap, maka uap (vapour) akan menjadi cair karena didinginkan oleh muatan cair, dan yang perlu diketahui bahwa temperatur juga tidak boleh kurang dari 0oC karena temperatur kerja untuk kapal MT Gas Indonesia ini adalah 0oC sampai 80oC. 2. Memberikan penyuluhan, motivasi pengetahuan tentang penanganan muatan LPG serta pelatihannya. Tingkat keamanan dan kelancaran operasional kapal tergantung dari sifat dan praktek kapal. Maka dari itu penyuluhan, latihan dan pengetahuan sangat penting peranannya bagi meningkatkan keamanan dan kelancaran saat bongkar muat. Istilah-isilah penyuluhan dan latihan mempunyai makna sendiri. Penyuluhan adalah memberikan informasi yang dapat menimbulkan kejelasan pada orang-orang yang bersangkutan. Motivasi sudah lebih jauh lagi oleh karena disini sudah diharapkan suatu upaya kearah yang lebih baik dengan partisipasi awak kapal. Pengetahuan lebih khusus lagi oleh karena menyangkut keterampilan dalam keselamatan kerja dan pencegah kecelakaan. Tentu saja untuk semua kegiatan penyuluhan, motivasi dan latihan, komunikasi dua arah sangat penting dan diharapkan efektifitas upaya yang besar. Dalam memberikan materi kepada awak kapal dapat dilakukan sewaktu-waktu baik itu dalam keadaan jaga muatan dipelabuhan maupun saat berlayar.

Berbagai cara yang dapat dipakai untuk meningkatkan pemahaman awak kapal tentang muatan LPG adalah sebagai berikut: a. Safety meeting Safety meeting adalah suatu pertemuan yang dilakukan untuk membahas tentang kegiatan-kegiatan keselamatan dan

memperbaiki bila terjadi kesalahan dalam melaksanakan kegiatan bongkar muat dengan tujuan keselamatan awak kapal sendiri yang dibantu oleh nahkoda dan perwira. Didalam safety meeting ini juga perlu dipraktekan bagaimana sewaktu terjadi keadaan darurat, pembagian tugas, posisi, kelompok dan siapa yang menjadi komandan regu. Dalam safety meeting inilah biasanya efektif untuk awak kapal dalam memahami apa yang disampaikan karena disini semua kru dapat berkumpul dan melihat secara langsung bagaimana materi itu ditujukan dan dapat dipraktekan secara langsung. b. Memutar film dokumenter. Suatu film yang memperlihatkan seluruh cerita tentang bahayanya muatan LPG atau berisikan tentang kecelakaan yang ditimbulkan oleh muatan LPG dengan menunjukan lingkungan kerja, bagaimana timbulnya suatu yang berbahaya, bagaimana terjadinya kecelakaan, apa akibat-akibatnya dan bagaimana semestinya cara mencegahnya. c. Poster dan MSDS (Material Safety Data Sheet). Terdapat aneka poster dan masing-masing dapat membantu meningkatkan pengetahuan awak kapal tentang muatan. Diantaranya menerangkan tanda atau sifat dari suatu benda, arah maupun suatu tempat dan ada juga yang menunjukan bahaya khusus dan lain-lain. Selain itu adalah poster ada juga MSDS (Material Safety Data Sheet) yang biasanya ditempel pada dinding akomodasi MSDS ini adalah manual data yang berisi tentang muatan yaitu sifat muatan dan cara menangani bila terjadi kecelakaan kerja. Manfaat dari manual ini bila ditempel pada dinding akomodasi adalah sewaktu kita melakukan bongkar muat dengan muatan yang berbeda maka kita dapat lihat dahulu pada MSDS ini apa yang harus kita lakukan dan

yang digunakan dalam menangani muatan tersebut. Sehingga dalam kegiatan bongkar muat dapat berjalan dengan aman dan lancar. Penutup Sebagai akhir dari artikel ini, akan diberikan kesimpulan dari akhir analisa dan saran-saran dengan tujuan: 1. Manfaat Teoritis a. Dapat menambah pengetahuan tentang cara proses bongkar muat muatan LPG dengan studi kasus dilapangan yang mana sangat bermanfaat bagi teman-teman seprofesi dan bagi calon pelaut yang ingin bekerja di atas kapal LPG khususnya kapal LPG type-C dan juga yang masih dalam masa pendidikan dapat digunakan sebagai bahan referensi. b. Sebagai acuan yang dapat digunakan penelitian lebih lanjut yang berhubungan dengan masalah ini. 2. Manfaat Praktis a. Kita dapat mempelajari dan melaksanakan cara-cara yang baik dan benar dalam penanganan muatan LPG sehingga kita dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain juga dalam pengoprasian menjadi aman dan lancar. b. Mengetahui secara langsung kegiatan penanganan muatan LPG dan menambah pengetahuan serta pengalaman awak kapal dalam

penganganan muatan gas yang dicairkan dalam tanki yang bertekanan. Daftar Rujukan Germanischer Lloyd, (2008), “Liquefied Gas Carriers”, Germanischer Lloyd SE, Hamburg. Halifax, Pellon Lane, (1995), “ICS (International Chamber of Shipping)-Tanker Safety Guide Liquified Second Edition”, Edward Mortimer Ltd, England. IMO, Specialized Training For Liquified Petrolium Gas”, International Maritime Organization, London. McGuire and White, (2000), ”SIGTTO-Liquefied Gas Handling Principles On Ships and in Terminals”, Witherby & Co Ltd, England.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->