P. 1
fgfgfdgfdgfdgfdgdfgdfggggggf fkgjhdfg dkjfgdf gkdjfgd fgkdfg dgdfg df gdf

fgfgfdgfdgfdgfdgdfgdfggggggf fkgjhdfg dkjfgdf gkdjfgd fgkdfg dgdfg df gdf

|Views: 9|Likes:
Published by Raja Tanjakan
kjlkfg dfklgjdfg
kjlkfg dfklgjdfg

More info:

Published by: Raja Tanjakan on Apr 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2014

pdf

text

original

Studi Kelayakan dan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2

Laporan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2 III-1
DEBIT ANDALAN UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK
Analisa debit andalan pada PLTM Pandan Laras 2 dilakukan dengan
menggunakan Model Mock.
Berdasarkan simulasi model F.J Mock tersebut besarnya debit andalan
dengan keandalan 25%, 50%, 75% dan 100% (365 hari) disajikan pada Tabel 1 serta
Flow Duration Curve disajikan pada Gambar 2.
Kurva durasi debit (Flow duration curves) menunjukkan prosentase waktu
dari debit yang sama atau lebih dari variasi selama periode pencatatan data. Kurva
ini menunjukkan karakteristik dari aliran/debit dan dapat dibentuk dari data debit
rata-rata harian dan bulanan.
Tabel 1 Perhitungan Debit Andalan
No Debit
Tahun m
3
/dt
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
3,325
3,186
2,765
2,971
3,735
2,899
3,248
3,564
3,409
4,615
2,958
3,079
2,394
2,558
3,555
4,085
4,188
4,130
4,259
5,093

Q Diurutkan
m
3
/dt P% Tahun
5,09
4,61
4,26
4,19
4,13
4,09
3,73
3,56
3,56
3,41
3,33
3,25
3,19
3,08
2,97
2,96
2,90
2,77
2,56
2,39
4,8
9,5
14,3
19,0
23,8
28,6
33,3
38,1
42,9
47,6
52,4
57,1
61,9
66,7
71,4
76,2
81,0
85,7
90,5
95,2
2010
2000
2009
2007
2008
2006
1995
1998
2005
1999
1991
1997
1992
2002
1994
2001
1996
1993
2004
2003






Studi Kelayakan dan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2


Laporan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2 III-2
Debit Riparian
Debit riparian adalah debit yang tetap dipertahankan atau harus ada di
sungai untuk menjaga kelestarian sungai. Sesuai buku Panduan Perencanaan
Bendungan Urugan Volume II (Analisis Hidrologi) besarnya debit riparian sebesar 50
l/dt sampai 100 l/dt.
Seperti pada Gambar 1 di bawah dapat dijelaskan bahwa lengkung yang
mendatar menunjukkan laju yang lebih tinggi pada kenaikan wolume tampungan
waduk dibanding luas layanan, hal ini jika ditinjau dari segi ekonomi kurang
menguntungkan.










Gambar 1 Panduan Perencanaan Bendungan Urugan Volume II
(Analisis Hidrologi)
Simulasi Neraca Air
Simulasi neraca air waduk merupakan fungsi dari inflow, outflow dan
tampungan waduk yang dapat disajikan dalam persamaan sederhana
I = O = ds/dt atau I = O ± ΔS
Dimana : I = inflow
O = outflow
ds/dt = ΔS = perubahan tampungan
Sehingga untuk dapat memenuhi persyaratan tersebut, inflow dari sungai
Pandan Laras didapat berdasarkan hasil perhitungan debit dengan model FJ Mock
Studi Kelayakan dan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2


Laporan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2 III-3
dikurangi dengan debit riparian dari debit tersedia dalam bulan Januari sampai
dengan Desember.
Karena kondisi sungai Pandan Laras di musim kemarau atau kering masih
mempunyai aliran, maka dalam perhitungan debit andalan ditambahkan dengan
base flow yang ada di sungai sesuai data debit di Dam Pandan Laras sebelah hilir
rencana bendung Pandan Laras ini. Berdasarkan perbandingan DAS didapat base
flow sebesar 0,72 m
3
/dt, base flow ini nantinya masih dikurangi dengan debit
riparian sebesar 0,10 m
3
/dt, sehingga penambahan debit dari perhitungan model FJ
Mock adalah sebesar 0,62 m
3
/dt.
Hasil perhitungan debit andalan setelah dikurangi dengan debit riparian
dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2 Probabilitas Debit Tahunan (FJ Mock) PLTA Pandan Laras 2
(dengan Debit Riparian dan Base Flow)
No Debit
Tahun m
3
/dt
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
3,945
3,806
3,385
3,591
4,355
3,519
3,868
4,184
4,029
5,235
3,578
3,699
3,014
3,178
4,175
4,705
4,808
4,750
4,879
5,713

Q Diurutkan
m
3
/dt P% Tahun
5,71
5,23
4,88
4,81
4,75
4,71
4,35
4,18
4,18
4,03
3,95
3,87
3,81
3,70
3,59
3,58
3,52
3,39
3,18
3,01
4,8
9,5
14,3
19,0
23,8
28,6
33,3
38,1
42,9
47,6
52,4
57,1
61,9
66,7
71,4
76,2
81,0
85,7
90,5
95,2
2010
2000
2009
2007
2008
2006
1995
1998
2005
1999
1991
1997
1992
2002
1994
2001
1996
1993
2004
2003

Dari hasil perhitungan yang disajikan pada Tabel 2 di atas, dapat
disimpulkan hasil debit andalan dengan memperhitungkan debit riparian dan base
flow adalah sebagai berikut :

Studi Kelayakan dan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2


Laporan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2 III-4
- Q 25 % : 4,74 m
3
/dt
- Q 50 % : 3,99 m
3
/dt
- Q 60 % : 3,83 m
3
/dt
- Q 75 % : 3,58 m
3
/dt
- Q 90 % : 3,20 m
3
/dt














Gambar 2 Flow Duration Curve

OPTIMASI KAPASITAS TERPASANG
Kapasitas terpasang dengan berbagai probabilitas debit andalan dari 25%
hingga 90 % sesuai dengan Flow Duration Curve adalah sebagai Tabel 3 :

Tabel 3. Kapasitas Terpasang
Probabilitas Debit (m
3
/dt) H (m) Kapasitas Terpasang (MW)
Q 25% 4,74 141,35 5,68
Q 50% 3,99 141,35 4,78
Q 60% 3,83 141,35 4,59
Q 75% 3,58 141,35 4,29
Q 90% 3,20 141,35 3,84

Gambar 4.3 Kurva Durasi Aliran PLTM Pandanlaras
(dengan Base Flow dan Debit Riparian)
2.75
3.00
3.25
3.50
3.75
4.00
4.25
4.50
4.75
5.00
5.25
5.50
5.75
6.00
0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 35% 40% 45% 50% 55% 60% 65% 70% 75% 80% 85% 90% 95% 100%
Probabilitas, P% --->
D
e
b
i
t

R
e
r
a
t
a

T
a
h
u
n
a
n
,

Q

(
m
3
/
d
t
)

-
-
-
>
Studi Kelayakan dan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2


Laporan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2 III-5
Optimasi kapasitas terpasang dilakukan dengan berbagai alternatif jumlah unit
turbin dan pola operasinya. Dengan memperhitungkan output energi pada saat
debit musim basah dan debit musim kering didapatkan nilai plant factor sebesar
0,65. Apabila turbin dapat beroperasi dengan debit rencana sampai dengan debit
minimum sebesar 3,01 m
3
/dtk maka kapasitas terpasang dan energi yang dapat
dibangkitkan sebagai berikut :
Alternatif 1 : Q design = Q 75% = 3,58 m3/s
Q maksimum = 1,20 x Q design = 4,30 m3/s
Q Firm 1 Turbine = Q 95% = 3,01 m3/s

Tabel 3 Energi Terbangkitkan
i days operation Q H (m) m
T
m
G
m
TR
P
T
Pel Ei
[-] [-] [days] [m
3
/s] [m] [%] [%] [%] [kW] [kW] [kWh]
2 units in 1 120 120 4,30 195 90% 95% 98% 7.403 6.892 19.849.828
operation 2 273 153 3,58 195 91% 95% 98% 5.920 5.512 20.279.382
3 166 13 4,03 195 88% 95% 98% 6.445 6.000 1.892.630
4 179 13 3,87 195 85% 95% 98% 5.978 5.566 1.736.446
5 192 13 3,81 195 83% 95% 98% 5.747 5.350 1.669.301
6 205 13 3,70 195 91% 95% 98% 6.119 5.697 1.777.357
1 unit in 7 218 13 3,58 195 88% 95% 98% 5.725 5.330 1.663.019
operation 8 231 13 3,52 195 85% 95% 98% 5.437 5.062 1.579.403
9 244 13 3,01 195 83% 95% 98% 4.540 4.227 1.318.791
E A 51.766.158
E d 51.862.775
PF 1,00
Q dsign = Q 75% = 3.58 m3/s ; Q max = 4.30 m3/s ; Q firm 1 turbine = 3.01 m3/s
PLTM PANDAN LARAS 2- Annual Production














Studi Kelayakan dan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2


Laporan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2 III-6
Alternatif 2 : Q design = Q 37,5% = 4.36 m3/s
Q maksimum = 1,10 x Q design = 4,81 m3/s
Q Firm 1 Turbine = Q 95% = 3,01 m3/s

Tabel 4 Energi Terbangkitkan Alternatif 2
i days operation Q H (m)
m
T
m
G
m
TR
P
T Pel Ei
[-] [-] [days]
[m
3
/s]
[m] [%] [%] [%] [kW] [kW] [kWh]
2 units in 1 83,95 84,00 4,81 195 90% 95% 98% 7.867 7.710 15.542.877
operation 2 135,00 51,05 4,36 195 91% 95% 98% 7.210 7.066 8.657.414
3 167,00 32,00 4,03 195 88% 95% 98% 6.445 6.316 4.850.676
4 199,00 32,00 3,87 195 85% 95% 98% 5.978 5.858 4.499.294
5 231,00 32,00 3,50 195 83% 95% 98% 5.279 5.174 3.973.385
6 263,00 32,00 3,40 195 91% 95% 98% 5.623 5.510 4.231.894
1 unit in 7 295,00 32,00 3,20 195 88% 95% 98% 5.118 5.015 3.851.653
operation 8 327,00 32,00 3,10 195 85% 95% 98% 4.789 4.693 3.604.086
9 359,00 32,00 3,01 195 83% 95% 98% 4.540 4.449 3.417.111
E a 52.628.391
E d 63.162.486
PF 0,83
Qdesign :Q37% = 4.36 m3/s ; Qmax = 4.81 m3/c ; Q firm 1 turbine = 3.01 m3/s)
PLTM PANDAN LARAS 2- Annual Production

Dari perbandingan alternatif tersebut , dipakai alternatif 2.

outflow dan tampungan waduk yang dapat disajikan dalam persamaan sederhana I = O = ds/dt atau Dimana : I O ds/dt = ΔS I = O ± ΔS = inflow = outflow = perubahan tampungan Sehingga untuk dapat memenuhi persyaratan tersebut. hal ini jika ditinjau dari segi ekonomi kurang menguntungkan. Seperti pada Gambar 1 di bawah dapat dijelaskan bahwa lengkung yang mendatar menunjukkan laju yang lebih tinggi pada kenaikan wolume tampungan waduk dibanding luas layanan.Studi Kelayakan dan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2 Debit Riparian Debit riparian adalah debit yang tetap dipertahankan atau harus ada di sungai untuk menjaga kelestarian sungai. Gambar 1 Panduan Perencanaan Bendungan Urugan Volume II (Analisis Hidrologi) Simulasi Neraca Air Simulasi neraca air waduk merupakan fungsi dari inflow. inflow dari sungai Pandan Laras didapat berdasarkan hasil perhitungan debit dengan model FJ Mock Laporan Detail Engineering Desain PLTM Pandan Laras 2 III-2 . Sesuai buku Panduan Perencanaan Bendungan Urugan Volume II (Analisis Hidrologi) besarnya debit riparian sebesar 50 l/dt sampai 100 l/dt.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->