PENGERTIAN PEMBERIAN OBAT

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah KDK II, yaitu makalah tentang Medikasi . Dalam Penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan - kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini Kami berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.

Bekasi, Mei 2012 penulis

BAB I PENDAHULUAN

Yang dimaksud dosis suatu obat adalah dosis . kemudian nama dagang ( trade mark) merupakan nama yang keluar sesuai dengan perusahaan atau pabrik dalam menggunakan symbol seperti ecortin. dan standar potensi yang baik. bahkan sering membahayakan.4 Metode Penulisan Disini kami menggunakan 2 metode yaitu education learning dan study pustaka BAB II ISI 2. analgesic. pengobatan. buffrin. dan lainlain. Selain kemurnian.3 Rumusan Masalah Bagaimana cara memberikan obat dan memberikan dosis dengan benar agar tidak ada kesalahan.1 Pengertian pemberian obat Obat merupakan sebuah substansi yang diberikan kepada manusia atau binatang sebagai perawatan. karena baik kekurangan atau kelebihan dosis akan menghasilkan efek yang tidak diinginkan. empirin. dan efektivitas. atau bahkn pencegahan terhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuh. Memberitahukan cara pengobatan dan dosis yang benar 2. 2. Mejelaskan reaksi obat 4.3 Pemberian Dosis Obat Dosis obat merupakan faktor penting. Standar-standar tersebut harus dimiliki obat agar menghasilkan efek baik obat itu sendiri. kemudian ada nama yang memiliki arti nama dibawah lisensi salah satu publikasi yang resmi.2 Standar obat Obat yang di gunakan sebaikny a memenuhi berbagai standar persyaratan obat.hal ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pasien 2. 1. Menjelaskan standar obat 3.tidak ada percampuran. 1. Dalam pelaksanaannya . Menjelaskan dan melakukan teknik pemberian obat 1. yaitu suatu keadaan yang dimiliki obat karena unsur keasliannya.di antaranya kemurnian. Pada aspek obat ada beberapa istilah yang penting kita ketahui di antaranya: nama generic merupakan nama pertama dari pabrik yang sudah mendapatkan lisensi..2 Tujuan Penulisan 1.1.yang mempelajari farmakologi agar dapat memahami tentang efek dari obat yang diharapkan sehingga mampu mengevaluasi efek pengobatan. nama kimiawi merupakan nama yang berasal dari susunan zat kimiawi seperti acetylsalicylic acid atau aspirin.1 Latar Belakang dalam program ini sangat penting dalam pemberian obat kepada pasien.tenaga medis memiliki tanggung jawab dalam keamanan obat dan pemberian secara lsngsung ke pasien.

2. dosis per injeksi. Misalnya pemakaian sehari. dan seterusnya. 4. 2. Dosis Letalis adalah takaran obat yang dalam keadaan biasa dapat menyebabkan kematian pada penderita. juga Farmakope lain. Berikut adalah rumus-rumus dosis yang dapat digunakan untuk menghitung dosis anak dan bayi Rumus berdasarkan umur: 1. 3. 2. Pemakaian/ dosis obat untuk pasien harus tepat atau sesuai dengan Dosis Lazim supaya efek terapi tercapai. Pada kompetensi menerapkan pembuatan sediaan obat sesuai resep dokter di bawah pengawasan apotekerproses perhitungan dosis lazim menjadi bagian yang sangat penting karena semua bahan obat/ obat harus diperhitungkan Dosis Lazimnya sesuai dengan umur pasien dan dibandingkan dengan dosis obat yang digunakan pasien sesuai resep dokter. per oral untuk orang dewasa. kecuali jika ada tanda seru ( ! ) dibelakang angka dari takaran yang melebihi tersebut. Rumus Dilling.pemakaian sekali. dosis letalis terdiri dari: a. b. 2.4 Macam – macam Dosis 1. Dosis Maksimum ( DM ) adalah dosis / takaran maksimum / terbanyak yang dapat diberikan (berefek terapi) tanpa menimbulkan bahaya.5 Rumus-Rumus Untuk Menghitung Dosis Maksimum. Dosis lazim ( DL ) adalah dosis yang tercantum dalam literatur merupakan dosis yang lazimnya dapat menyembuhkan. Rumus Young. untuk anak berumur kurang dari 8 th : umurumur+12 x dosis dewasa = dosis anak 2. dosis untuk anak. untuk bayi kurang dari 1 tahun: umur dalam bulan150x dosis dewasa = dosis bayi Rumus berdasarkan berat badan: 4. Maka DM untuk anak dapat dihitung dengan membandingkan kebutuhan anak terhadap dosis maksimum dewasa. Dosis toksik adalah takaran obat dalam keadaan biasa yang dapat menyebabkan keracunan pada penderita. untuk anak berumur lebih atau sama dengan 8 th: umur (n)20x dosis dewasa 3. apabila dokter berkehendak maka resep dapat diracik. Tetapi DM anak tidak terdapat dalam literatur. Dosis lazim dan dosis maksimum terdapat dalam FI ed III. Dosis-dosis maksimum tidak boleh dilampaui dalam petunjuk-petunjuk yang dimaksudkan untuk pengobatan. LD 100 : takaran yang menyebabkan kematian pada 100% hewan percobaan. Rumus Fried. sebaliknya jika dokter menghendaki supaya pemakaiannya ditepatkan supaya efek terapi tercapai maka Apoteker/ Asisten Apoteker harus dapat melakukan perhitungan untuk melakukan penyesuaian dosis sehingga jumlah obat akan diganti oleh dokter supaya berefek terapi optimal untu pasien. kalau kalau yang dimaksud bukan dosis tersebut diatas harus dengan keterangan yang jelas. jika pada perhitungan dosis ternyata pemakaian obatnya kurang atau lebih dari DL maka harus ditanyakan kepada dokter pembuat resep karena ada banyak hal yang mempengaruhi dosis yang diberikan pada pasien.6 Faktor –faktor yang Mempengaruhi Dosis Obat . LD 50 : takaran yang menyebabkan kematian pada 50% hewan percobaan. Rumus berdasarkan berat badan: Rumus Clarke berat ( dalam kg )70 ( rata-rata dewasa dalam kg ) x dosis dewasa – dosis anak Dan masih ada beberapa versi rumus perhitungan dosis maksimal obat.

Dosis suatu obat merupakan suatu jumlah yang “cukup tidak berlebihan” untuk menghasilkan efek terapeutik obat yang optimum pada seorang pasien tertentu. Kerugian Kombinasi Obat a) Pengobatan berlebihan b) Biaya pengobatan jadi lebih mahal. mengurangi terjadinya resistensi. tidak terlalu sering. antagonisme. Mempermudah pemberian obat sehingga menjadi praktis. 3. potensiasi. Dalam keadaan tertentu. maka dalam hal ini dimiliki dosis yang berganda Apabila dalam resep terdapat dua atau lebih obat yang mempunyai khasiat yang sama maka dosis-dosis yang ada dihitung sebagai berikutnya. 1) Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi dosis obat yang tepat untuk seorang pasien antara lain: a) UmuR b) Berat badan c) Jenis kelamin d) Status patologis e) Toleransi terhadap obat f) Waktu penggunaan obat g) Sifat bentuk sediaan h) Cara penggunaan i) Macam-macam faktor psikologis dan fisiologis. Keuntungan Kombinasi Obat 1. maka untuk tiap zat dihitung sendiri  Zat-zat yang berlainan mempunyai kerja yang bersamaan. 2. Dapat terjadi interaksi obat. rumus-rumusnya No 1 rumus berdasarkan berat badan berdasarkanbody 2 surface area / luas permukaan tubuh Perhitungan . dapat terjadi dua hal  Zat-zat yang berlainan itu tidak mempunyai kerja yang bersamaan. biasanya mempunyai kerja searah. Zat-zat yang mempunyai bentuk kimia yang bersamaan. Meningkatkan efektifitas obat karena efek sinergisme 2. c) Efek samping obat meningkat d) Penggunaan obat menjadi kurang efektif 5.7 Dosis Rangkap atau Dosis Kombinasi Dosis Ganda = Dosis Rangkap = Dosis Kombinasi Apabila dalam resep terdapat dua atau lebih obat yang mempunyai khasiat yang sama.

apalagi kalau efek sampingnya seperti membuat detak jantung lebih cepat.mulut kering.” (Arie Undaya. Kalau efek sampingnya tidur.” (Hafni.8 Efek samping “Maksudnya yang suka ada di kemasan obat itu? Efek samping itu pokoknya selain ikut mengobati. Ya bahaya lah. ngantuk. nggak bahaya soalnya biar tidur. Staf Biro Perencanaan ITB) . baik langsung atau nggak langsung. mual.” (Cahya. berarti jangan minum obat dalam berkendaraan atau sedang beraktivitas karena akan mengganggu aktivitas kita. positif dan negatif. Nggak semuanya bahaya sih.” (Faisal. nggak bahaya kalo orang sakit trus istirahat. jantung berdebar. misalnya kalo obat tersebut efek sampingnya menyebabkan kantuk. Obat juga kan makhluk asing yang dimasukkin ke tubuh. Teknisi Bengkel Mobil) “Efek samping obat itu ngantuk. “ (Gine. Menurut aku nggak bahaya selagi pas waktu minum obat itu nggak lagi kerja atau sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Bahaya? Tergantung kondisinya. Contohnya ngantuk. Mahasiswa Magister Teknik Material ITB) “Efek samping obat itu misalnya badan jadi panas. Bahaya? Nggak juga. efek samping obat itu yang negatif.dosis clark 3 berdasarkan berat badan 4 rumus berdasarkan BSA rumus young anak(anak 1-8thn) rumus cowling 6 anak(anak 8-12 thn) 7 rumus bastedo rumus 8 dilling(anak > 8 thn) 9 rumus fried untuk bayi ** 5 “Akibat kalau kita minum obat itu ada dua. Bahaya nggaknya tergantung dosisnya. mual. Pegawai Swasta) 2. bisa ketergantungan. muntah.” (Andri. Pengajar Primagama) “Efek samping obat itu ketergantungan. obat juga menimbulkan efek lainnya. Bahaya. Contohnya mual. Kalo yang ketergantungan ga terlalu bahaya sih tapi ntar keseringan minum obat jadi banyak bahan kimia di tubuhnya.” (Devy. Mahasiswi Matematika UNPAD) “Efek samping obat itu misalnya mengantuk. Misalnya. mulut kering. trus ngantuk trus lagi nyetir gitu. ODP Bank Mandiri) “Setiap efek yang tidak dikehendaki yang dapat merugikan pasien yang meminum obat tersebut. Kalau nggak bahaya sih nggak apa-apa. Yang bahaya kalo makan obat. Contohnya alergi. Pegawai Lembaga Administrasi Negara) “Efek yang ditimbulkan setelah pemakaian obat. pusing. balik lagi ke kitanya yang minum obat. Nah.” (Deri.

” (Teguh. maka pada waktu menuang obatnya ketempat takaran lainnya. . paling nyaman dan aman.” (Eni. Obat yang diberikan per oral ini biasanya membutuhkan waktu 30 sampai 45 menit sebelum diabsorpsi dan efek puncaknya dicapai setelah 1 sampai dengan 1. Mahasiswa Teknik Mesin ITB) “Ngantuk. Pemberian obat per rala adalah cara yang paling banyak diapakaia karena ini merupakan cara yang paling mujrah. Tergantung. Pengertian lain mengenai pemberian obat per oral adalah rute pemberian yang paling umum dan paling banyak dipakai. Kelemahan dari cara pemberian obat per oral adalah aktivitasnyha yang lambat sehingga cara ini tidak dapat dipakai pada keadaan gawat. Pasien dapat diberikan minuman yang dingin sebelum sirup tersebut. Untuk mencegah masalah ini maka disiapkan bentuk-bentuk lain seperti bentuk kapsul atau tablet. Pada saat dikembalikan. pencuci mulut atau kembang gula. maka pemberian harus dilakukan dengan cara yang paling nyaman. maka label obatnya harus jauh dari tetes obatnya pada mulut botolnya. 3. c. sebelum mengambil atau mengeluarkan obat. sirup. Kalau obat dikemas dalam bentuk sirup. Ingat tablet dan kapsul tidak boleh dipegang. karena ekonomis. Cara per oral tidak dapat dipakai pada pasien yang mengalami pengisapan cairan lambung serta pada pasien yang mempunyai gangguan menela. Bahaya. khususnya untuk obat-obat yang rasanya pahit atau tidak enak. maka pemberian obat per oral dapat disertai dengan pemberian setengah gelas air atau cairan yang lainnya. 2. Ras d an bau obat yang tidak enak sering mengganggu pasien. Kartu pesanan obat harus diperiksa secara hati-hati tentang pesanan obatnya. tetapi setelah di dalam usus akan hancur dalam suasana netral atau basa. kapsul atau serbuk. ngantuk kan biar bisa bikin istirahat.1 PEMBERIAN OBAT PER ORAL Pemberian obat per oral adalah memberikan obat yang dimasukkan melalui mulut. Pembantu Rumah Tangga) 3. skala (garis) tekanan harus sejajar dengan mata pada permukaan yang datar.5 jam. Obat dapat juga diabsorpsi melalui rongga mulut (sublingual atau bukal) seperti tablet ISDN. Pada saat botol obat diambil dari lemari obat b. maka perawat harus menguap atau membersihkan mulut bibir botol. Sediaan obat berupa tablet atau kapsul dikeluarkan dari botolnya pada tutupnya dan selanjutnya dituangkan kedalam mangkok obat yang dialasi dengan kertas permanen uuntuk memberikan kepada pasien. TUJUAN PEMBERIAN OBAT PER ORAL . Pada saat mencocokkan dengan kartu pesanan obat. Sesudah minum sirup pasien dapat diberi minum. Disamping itu ada beberapa jenis obat dapat mengganggu dan mengiritasi lambung dan dapat menyebabkan muntah (misalnya garam besi dan salisilat). karena kalo misalnya lagi bawa motor ngantuk kan bisa bahaya. maka perawat harus mencocokkan kartu pesanan obat dengan label pada botol kemasan obat. Berbagai bentuk obat dapat diberikan secara oral baik dalam bentuk tablet. Apabila obatnya dalam bentuk cairan. Setiap label harus dibaca tiga kali untuk meyakinkan obat yang diberikan yaitu: a. Sebelum mengembalikan obatnya ke lemari. Bentuk demikian akan tetap utuh di dalam lambung. sehingga obat tidak melengket atau merusak label.2 PERSIAPAN PEMBERIAN OBAT PER ORAL Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1.“Efek samping obat itu ngantuk. 3. Tapi kalo mau pergi-pergi pake kendaraan kalo ngantuk ya bisa bahaya. aman dan nyaman bagi pasien. Untuk membantu absorpsi.

Siapkan peralatan dan cuci tangan 2. Ppet. kemudian campurkan dengan menggunakan air.Untuk memudahkan dalam pemberian 1. rak atau lemari es) 5. Ingat untuk jangan menyentuh obat dan cocokkan dengan order pengobatan. . Menghindari pemberian obat yang menyebabkan kerusakan kulit dan jaringan CARA PEMBERIAN OBAT PER ORAL PERSIAPAN ALAT 1. karena beberapa obat tidak boleh digerus sebab dapat mempengaruhi daya kerjanya. Cek dengan bagian farmasi sebelum menggerus obat. gerus obat menjadi bubuk dengan menggunakan martil dan lumpang penggerus. Baki berisi obat 2. 4. muntah. Menghindari pemberian obat yang menyebabkan nyeri 3. Kartu atau buku berisi rencana pengobatan 3. Siapkan obat-obatan yang akan diberikan. Proses reabsorbsi lebih lambat sehingga bila timbul efek samping dari obat tersebut dapat segera diatasi 2. Tablet atau kapsul 1) Tuangkan tablet atau kapsul ke dalam mangkuk disposibel tanpa menyentuh obat. a. mual. Siapkan jumlah obat yang sesuai dengan dosis yang diperlukan tanpa mengkontaminasi obat (gunakan tehnik aseptik untuk menjaga kebersihan obat). Martil dan lumpang penggerus (bila diperlukan) 5. buang obat yang telah berubah warna atau menjadi lebih keruh. Untuk menghindari kontaminasi pada tutup botol bagian dalam. Glas dan air minum 7. nama dan dosis obat. Kaji kemampuan klien untuk dapat minum obat per oral (menelan. b. PROSEDUR KERJA 1. Obat dalam bentuk cair 1) Kocok /putar obat/dibolak balik agar bercampur dengan rata sebelum dituangkan. Sndok 9. 2) Gunakan alat pemotong tablet bila diperlukan untuk membagi obat sesuai dengan dosis yang diperlukan. 3) Jika klien mengalami kesulitan menelan. Sedotan 8. bila ada kerugian pada perintah pengobatan laporkan pada perawat/bidan yang berwenang atau dokter yang meminta. Pemotong obat (bila diperlukan) 4. 2) Buka penutup botol dan letakkan menghadap keatas. waktu dan cara pemberian) periksa tanggal kedaluarsa obat. akan dilakukan pengisapan lambung dll) 3. Ambil obat sesuai yang diperlukan (baca perintah pengobatan dan ambil obat yang diperlukan yang mana obat di ambil dilemari. Periksa kembali perintah pengobatan (nama klien. adanya program tahan makan atau minum. Glas pengukur (bila diperlukan) 6.

Menjelaskan mengenai tujuan dan daya kerja obat dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh klien. 6) Bila jumlah obat yang diberikan hanya sedikit. maka syarat obat suntik adalah steril. bila sulit menelan anjurkan klien meletakkan obat di lidah bagian belakang. Di dunia perunggasan teknik injeksi lebih familiar dipakai untuk pemberian vaksin. 4) Tuang obat sejumlah yang diperlukan ke dalam mangkuk obat berskala. Jika tidak steril maka bisa dipastikan bukan efek ampuh dari obat yang kita peroleh. melainkan penyakit ayam menjadi semakin parah. Φ Teknik Pengobatan Secara Parenteral Lima bulan yang lalu. sedangkan untuk pengobatan masih relatif jarang dilakukan. Φ Kembalikan peralatan yang dipakai dengan tepat dan benar. Selain itu bisa disebabkan sifat zak aktif dari obat yang bisa rusak atau tidak efektif jika diberikan via oral (air minum. Mencegah obat menjadi rusak akibat tumpahan cairan obat. misalnya saat kondisi ayam parah dimana nafsu makan dan minum turun. obat dapat disuntikkan ke dalam hampir seluruh organ atau bagian tubuh. Φ Catat obat yang telah diberikan meliputi nama dan dosis obat. Teknik parenteral mungkin jarang digunakan.Φ Beri klien air yang cukup untuk menelan obat. 7) Berikan obat pada waktu dan cara yang benar. Posisi ini membantu untuk menelan dan mencegah aspirasi. teknik injeksi yang biasanya diaplikasikan adalah suntikan intramuskuler dan subkutan. ransum). Kesempatan kali ini kami akan menyampaikan tentang teknik pengobatan parenteral yaitu pemberian obat melalui injeksi atau suntikan. Jika obat tidak dapat masuk atau dimuntahkan. Obat injeksi diartikan sebagai sediaan steril bebas pirogen (senyawa organik yang menimbulkan demam yang berasal dari kontaminasi mikrobia). jika tidak memungkinkan berikan posisi lateral. termasuk sendi. dan tuangkan obat kearah menjauhi label. catat secara jelas alasannya. buang alat-alat disposibel kemudian cuci tangan. Posisi ini membantu mempermudah untuk menelan dan mencegah aspirasi. tulang punggung bahkan dalam kondisi gawat dapat disuntikkan dalam jantung. terutama vaksin inaktif. kurang dari 5 ml maka gunakan spuit steril untuk mengambilnya dari botol. Bentuk sediaan obat injeksi berupa larutan yang relatif encer akan lebih cepat diabsorpsi (diserap) dalam tubuh dan menghasilkan efek terapi yang lebih cepat dibandingkan bentuk suspensi dan emulsi. Kebanyakan peternak lebih memilih memberikan obat melalui air minum. Lain halnya dalam dunia perunggasan. Kondisi steril tentu saja tidak hanya pada sediaan obat yang kita gunakan tetapi alat suntik yang kita gunakan juga harus dalam kondisi steril. Lokasi penyuntikan obat yaitu intramuskuler (IM). Φ Atur pada posisi duduk. sehingga label tidak bisa dibaca dengan tepat. Berdasar pada definisi tersebut. Identifikasi klien dengan tepat. Pada umumnya teknik ini dilakukan guna memperoleh kerja obat yang cepat. tepatnya bulan Juli 2007 artikel suplemen mengangkat sebuah artikel mengenai teknik pengobatan via air minum atau pengobatan oral. 5) Sebelum menutup botol tutup usap bagian tutup botol dengan menggunakan kertas tissue. Φ Lakukan evaluasi mengenai efek obat pada klien. namun pada kondisi tertentu teknik pengobatan ini sangat diperlukan.3) Pegang botol obat sehingga sisa labelnya berada pada telapak tangan. setiap keluhan. Mencegah tutup botol sulit dibuka kembali akibat cairan obat yang mengering pada tutup botol. Sediaan obat injeksi dapat dibagi menjadi 3 jenis. suspensi dan emulsi.3 Jenis Teknik Pengobatan Parenteral Dalam dunia kedokteran. dan tanda tangan pelaksana. 3. kemudian anjurkan minum. ruang cairan sendi. yaitu larutan. intravena (IV) dan subkutan (SC) .

kemudian terabsorpsi ke pembuluh darah. Jika terjadi kesalahan maka bisa mengakibatkan terjadinya paralisis akibat rusaknya syaraf. Apabila di sekitar leher ayam basah. Penyuntikan di paha bagian luar harus dilakukan secara hati-hati. Suntikan subkutan Sedikit berbeda dengan suntikan intramuskuler. Volume obat yang disuntikan dengan teknik ini relatif lebih kecil daripada jumlah obat yang diberikan secara intramuskuler. hematom maupun terkelupasnya kulit.Suntikan intramuskuler Injeksi intramuskuler dilakukan dengan memasukkan obat ke dalam otot (daging). Pada ayam. Kulit leher ayam dicubit sehingga lebih memudahkan dalam penyuntikan. Obat-obat yang bisa mengiritasi sebaiknya tidak diberikan dengan suntikan subkutan karena dapat memicu timbulnya rasa sakit. Vet Strep atau Injeksi Vitamin B Kompleks. lokasi penyuntikan subkutan berada di bawah permukaan kulit (di antara daging/otot dengan kulit) dan untuk ayam biasanya dipilih lokasi penyuntikan di leher bagian belakang sebelah bawah. obat akan berdifusi di cairan antar sel kulit. Selain itu. Hal ini tentu membutuhkan waktu maupun tenaga yang lebih banyak. Pengaruh stres lebih besar Tentu kita telah mengetahui dan telah merasakan sendiri bahwa pengobatan dengan suntikan akan terasa lebih sakit dibandingkan teknik pengobatan lainnya. Efek pengobatan dengan teknik ini relatif lebih lambat (efek depo atau sustained effect) jika dibandingkan dengan suntikan intramuskuler. Bagi ayam keadaan ini tentu saja akan menimbulkan efek . Tempat penyuntikkan sebaiknya sejauh mungkin dari syaraf-syaraf utama atau pembuluh darah utama. diantaranya mengetahui anatomi tubuh ayam maupun teknik penyuntikan yang baik. Perhatikan kemiringan jarum suntik. abses. karena di paha bagian dalam terdapat syaraf ischiadicus Memerlukan waktu yang lebih lama Teknik pengobatan ini bersifat individual atau dilakukan 1 x untuk masing-masing ayam. sebaiknya ± 30 o. kista. Saat melakukan pemberian obat dengan teknik suntikan subkutan di daerah leher harus dilakukan secara hati-hati karena pada bagian ini juga terdapat syaraf dan jika terkena dapat menyebabkan ayam tortikolis bahkan Kelemahan dan Kelebihan Parenteral Aplikasi pengobatan parenteral tentu saja mempunyai beberapa kelemahan. diantaranya : Memerlukan ketrampilan khusus Tidak setiap orang atau personal kandang mampu mengaplikasikan teknik pengobatan ini. Obat tersebut selanjutnya akan terabsorpsi ke pembuluh darah yang terdapat pada otot. Suntikan intramuskuler di bagian dada dan paha. hendaknya dipilih otot dengan suplai pembuluh darah dan kontraksi (pergerakan) otot yang banyak. Hati-hati dengan syaraf yang terdapat di leher Obat yang diaplikasikan dengan suntikan subkutan adalah obat yang tidak mengiritasi jaringan kulit. lokasi penyuntikan intramuskuler biasanya dilakukan pada otot dada (pectoral) atau otot paha (femur). Suntikan subkutan di leher bagian bawah. Aplikasi ini harus dilakukan dengan hati-hati dengan memperhatikan titik tempat jarum ditusukkan dan di mana obat ditempatkan. Hal ini disebabkan teknik ini membutuhkan ketrampilan khusus. Setelah obat disuntikkan ke bawah kulit. lecet atau abses dan rasa nyeri. Produk yang diberikan secara intramuskuler antara lainGentamin. itu menandakan bahwa obat yang disuntikkan tidak masuk sempurna ke bawah kulit. emboli.

3. baik subkutan maupun intramuskuler menjadi lebih tepat. ayam). Selektif Pengobatan dengan teknik injeksi hanya dilakukan untuk ternak yang sakit sehingga dari segi biaya akan menjadi lebih efisien. Namun saat pemberian. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada daya kerja obat. 3.4 Faktor-Faktor Pendukung Keberhasilan Pengobatan secara Parenteral Agar pemberian obat dapat mencapai efek yang optimal. Selain itu. Stabilitas obat lebih terjaga Obat yang diberikan secara injeksi akan relatif lebih stabil. Hal tersebut tentu saja akan berpengaruh pada efektifitas pengobatan. seperti sinar (matahari. obat injeksi yang telah dibuka harus segera diberikan dan habis selama 24 jam. DEFINISI . kesalahan penyuntikan juga bisa menyebabkan timbulnya peradangan di sekitar tempat penyuntikan. Efek pengobatan lebih cepat Setelah disuntikkan. obat langsung terserap dalam tubuh (aliran darah) sehingga langsung bekerja membasmi bibit penyakit. Selain itu. perhatikan bekas lokasi penyuntikan. Pastikan apakah terdapat obat yang keluar. alat suntik (Alat Suntik Socorex) juga harus disterilkan terlebih dahulu (dimasak dalam air mendidih selama 30 menit) dan ganti jarum setiap 200-300 suntikan agar tetap tajam dan steril. usus) bisa di minimalkan. dimana pengaruh dari faktor luar. diantaranya : Dosis tepat Dosis obat yang diterima atau masuk ke dalam tubuh dengan teknik pemberian secara suntikan. Meskipun terdapat beberapa kekurangan. kualitas air maupun ransum tidak ada. Spesial untuk penyakit yang parah Teknik pengobatan ini sangat cocok diaplikasikan untuk ayam yang telah terinfeksi bibit penyakit yang relatif parah yang mengakibatkan nafsu makan dan minum menurun drastis. lampu). obat langsung masuk dalam darah sehingga pengaruh enzim di saluran pencernaan (lambung. cacat maupun kematian. yaitu obat mampu bekerja optimal membasmi bibit penyakit ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu : Jaga sterilitas obat maupun peralatan Obat injeksi yang diproduksi oleh pabrik telah melalui uji sterilitas oleh bagian quality control (QC) sehingga sterilitas obat telah terjamin.5 Pemberian Obat Melalui Vagina 1. Pastikan obat tidak keluar lagi Setelah penyuntikan. Selain itu. Hasil penyuntikan yang baik ditandai dengan tidak keluarnya obat dan biasanya terdapat benjolan kecil dalam otot.stres yang lebih parah. Hati-hati saat menyuntik Pelaksanaan penyuntikan harus hati-hati untuk menghindari kesalahan penyuntikan yang berakibat obat tidak bisa diserap secara optimal sehingga dosis yang diterima kurang sesuai. namun teknik pengobatan ini tetap baik untuk diaplikasikan kepada ternak (red.

2. Pada pemberian obat secara vaginal. memiliki rabas yang kental. dan ketidaknyamanan 3. seperti :  Mengurangi peradangan  Mengobati infeksi pada vagina  Menghilangkan nyeri. berbau aneh dan seperti dadik.  Penggunaan alat kontrasepsi 4. Obat yang dimasukkan pada umumnya bekerja secara lokal. rasa terbakar. Obat ini tersedia dalam bentuk krim. Sarung tangan .Vagina adalah saluran yang dindingnya dilapisi oleh membran mukosa dan membentang dari serviks uteri hingga valua dinding vagina normalnya berwarna merah mudah dan bebas dari rabas dan lesi. Contoh pemberian obat pada penanganan pasien seperti adanya benda asing di dalam vagina dan pemberian prostaglandin untuk induksi persalinan. TUJUAN a) Untuk mendapatkan efek terapi obat b) Mengobati saluran vagina atau serviks. Obat dalam tempatnya B. ALAT / BAHAN: A. Vagina harus terasa hangat dan lembab dengan dinding yang lembut. KERUGIAN    Dapat membangkitkan rasa malu Kesulitan dalam melakukan prosedur terhadap wanita lansia Setiap rabas yang keluar memungkinkan berbau busuk 7. INDIKASI  Pembatasan mobilitas  Adanya dehidrasi infeksi atau obstruksi persalinan  Pengaruh suhu tubuh terhadap distribusi dan absorbsi obat. Wanita yang menderita infeksi jamur. putih. Terkadang vagina yang terasa tegang dapat berkaitan dengan rasa takut atau jaringan parut. pasien harus minimal selama 1 jam tidur terlentang untuk menghindari obat itu mengalir keluar. tablet yang dapat larut dengan perlahan ataupun dapat juga dalam bentuk salep dan supositoria. Pemberian obat melalui vagina adalah pemberian obat yang dilakukan dengan memasukkan obat melalui vagina.KONTRAINDIKTOR Perawat tidak boleh melakukan pemeriksaan vagina pada keadaan : a) Menstruasi b) Khusus pada pasien spartus antara lain  Perdarahan  Plasenta previa  Ketuban pecah dini  Persalinan praterm 5. KELEBIHAN   Obat cepat bereaksi Efek yang ditimbulkan bersifat lokal 6.

Tutup gorden atau pintu kamar J. Catat nama obat. Kain kasa D.C. Cuci tangan B. . Kertas tisu E. bilas dan simpan untuk penggunaan selanjutnya R. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan C. Pastikan orifisium vagina disinari dengan baik oleh lampu kamar/lampu leher angsa (gcoseneck) M. dosis. Pengalas G. Inspeksi kondisi saluran vagina dan genetalia eksterna di antara pemberian obat T. Beri krim/sabun sesuai dengan petunjuk pada kemasan obat (lihat gambar) O. cuci dengan sabun dan air hangat. Bantu klien berbaring dalam posisi dorsal recumben K. cuci tangan P. Bantalan perineum (bila perlu) 8. Korentang dalam tempatnya H. Jaga abdomen dan ekstremitas bawah tetap tertutup L. Kaji kemampuan klien menggunakan aplikator atau supositoria dan mengambil posisi saat obat dimasukkan H. Alur suplai di sisi tempat tidur I. Tawarkan klien pembalut perineum ketika ia mulai bergerak S. Lepas sarung tangan dengan menarik bagian dalam sarung tangan keluar dan buang ke dalam wadah yang tepat. Masukkan supositoria dengan tangan terbungkus sarung tangan (lihat gambar) N. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN a) Pemberian bentuk. Instruksikan klien untuk tetap berbaring terlentang selama sekurang-kurangnya 10 menit Q. Kapas suplimat dalam tempatnya F. Periksa identifikasi klien dan menanyakan nama klien F. PROSEDUR KERJA A. Apabila aplkator digunakan. Infeksi kondisi genetalia eksterna dan saluran vagina G. rute dosis waktu yang tepat b) Simpankanlah obat supostoria padat pada tempatnya c) Minimalkan rasa malu klien d) Kurangi dan cegah penularan infeksi e) Jaga kenyamanan klien f) Pertahankan hygiene perineum g) Jaga privasi kerja h) Hindarkan tindakan yang dapat menyebabkan pasien merasa sakit i) j) Perhatikan teknik septik dan aseptik Pemberian obat harus dalam posisi rekumben k) Menginformasikan kepada pasien tentang apa yang terjadi. Gunakan sarung tangan D. 9. Siapkan suplai E. cara pemberian dan waktu pemberian obat pada catatan obat.

Alat dan Bahan: 1. dengan tujuan memberikan efek lokal dan sistemik. 3. 4. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. Kain kasa. Vaselin/pelicin/pelumas. 11. 8. Beberapa kasus sudah memberikan respon terhadap pengobatan. jumlah dosis. dan cara pemberian. Kertas tisu. sfingter anal interna dan mengenai dinding rektal kurang lebih 10 cm pada orang dewasa. Obat suppositoria dalam tempatnya 2.5-10 cm. Cuci tangan. terutama pada laki-laki homoseksual. Penyakit Crohn atau kolitis ulserativa 2. 3. sifilis. Cuci tangan. Setelah selesai tarik jari tangan dan bersihkan daerah sekitar anal dengan tisu. lainnya tumbuh . Gunakan sarung tangan. 9. 7. kemudian masukkan suppositoria dengan perlahan melalui anus. herpessimpleks. Buka pembungkus obat dan pegang dengan kain kasa.7 Penyakit yang biasa terjadi pada rectum Proktitis (radang lapisan rektum) DEFINISI Proktitis adalah peradangan pada lapisan rektum (mukosa rektum). Pemberian obat supositoria ini diberikan tepat pada dnding rektal yang melewati sfingter ani interna. Setelah selesai lepaskan sarung tangan ke dalam bengkok. Regangkan glutea dengan tangan kiri.6 Pemberian Obat Anus/Rektum Merupakan cara memberikan obat dengan memasukkan obat melalui anus atau rektum. Oleskan ujung pada obat suppositoria dengan pelicin. Kontra indikasi pada pasien yang mengalami pembedahan rektal. Sarung tangan. Penyakit menular seksual (gonore. yang lainnya menetap atau kambuh dan membutuhkan pengobatan jangka panjang. Pada proktitis ulserativa. 4. 2. 4. Catat obat. Contoh pemberian obat yang memiliki efek lokal seperti obat dulcolac supositoria yang berfungsi secara lokal untuk meningkatkan defekasi dan contoh efek sistemik pada obat aminofilin suppositoria dengan berfungsi mendilatasi bronkus. ulkus (luka) muncul pada lapisan rektum yang meradang. infeksi Chlamydia trachomatis. 5. PENYEBAB Proktitis memiliki beberapa penyebab : 1. 5 cm pada bayi atau anak. 6. 10. Beberapa kasus akhirnya berkembang menjadi kolitis ulserativa. Tindakan pengobatan ini disebut pemberian obat suppositoria yang bertujuan untuk mendapatkan efek terapi obat. Anjurkan pasien untuk tetap berbaring telentang atau miring selama kurang lebih 5 menit.3. 3. 5. Prosedur Kerja: 1. menjadikan lunak pada daerah feses dan merangsang buang air besar. 3. infeksi Bakteri spesifik seperti Salmonella Penggunaan antibiotik tertentu yang merusak bakteri usus normal dan memungkinkan bakteri sitomegalovirus). Hal ini bisa mengenai rektum bagian bawah selebar 2.

5. Air hangat/kapas pelembab. ENAM PRINSIP BENAR DALAM PEMBERIAN OBAT : 1.5.  GEJALA Proktitis terutama menyebabkan perdarahan yang tidak nyeri atau pengeluaran lendir dari rektum.1 Persiapan alat dan bahan 1.Sulfasalazine atau obat serupa bisa diberikan per-oral (melalui mulut) dalam waktu bersamaan 4.Jika proktitis disebabkan karena penggunaan antibiotik yang merusak flora normal usus. bisa diberikan kortikosteroid (misalnyahydrocortisone dan mesalamine). 5. terutama pada infeksi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks atau sitomegalovirus. 9. Pemeriksaan laboratorium bisa menemukan jenis kuman.1. 7. 4.  PENGOBATAN Antibiotik merupakan pengobatan terbaik untuk proktitis yang disebabkan oleh infeksi kuman spesifik. 4. Benar dokumentasi 3. Obat dalam tempatnya dengan penetes steril atau berupa salep. Korentang dalam tempatnya. 6. Kain kasa. Benar nama pasien 2.  DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan dengan proktoskop atau sigmoidoskop dan hasil pemeriksaan dari contoh jaringan lapisan rektum. 2. Terapi penyinaran pada rektum atau di sekitar rektum. Benar dosis obat . 8. anus dan rektum akan terasa sangat nyeri. serta penghilangan iritasi mata. Plestier. Pipet. 3. Pinset anatomi dalam tempatnya. Orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya proktitis. 10.1 Pemberian Obat Pada Mata Pemberian obat pada mata dengan obat tetes mata atau salep mata digunakan untuk persiapan pemeriksaan struktur internal mata dengan mendilatasi pupil pengukuran refksi lensa dengan melemahkan otot lensa. jamur atau virus yang menjadi penyebabnya. 4. Kertas tisu. 6. Balutan Sarung tangan. Benar nama obat Benar rute pemberian Benar waktu pemberian. Kortison diberikan dalam bentuk busa yang dimasukan dengan bantuan alat khusus. Keduanya dapat diberikan sebagai enema (cairan yang dimasukkan ke dalam usus/usus besar) atau sebagai suppositoria (obat yang dimasukkan melalui dubur). Daerah lain dari usus juga bisa diperiksa dengan menggunakan kolonoskop atau barium enema. herpes simpleks atau sitomegalovirus. Bila penyebabnya adalah terapi penyinaran atau tidak diketahui. bisa digunakan metronidazole atau vancomycinuntuk menghancurkan kuman yang merugikan. Jika penyebabnya gonore.

g) Teteskan obatmata di atas sakus konjungtiva. 10. 4. Cuci tangan 2. Atur posisi pasien dengan kepala menengadah dengan posisi perawat di samping kanan. 9. jari telunjuk di atas tulang orbita. 5. ` obat atas Langkah –langkah pemberian obat / prosedur kerja apabila obat berbentuk salep. Nasihati klien untuk tidak mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin yang berbahaya apabila pandangan terganggu. 3. 8.kesukaran bernafas. f) dengan menekan perlahan-lahan bagian bawah dengan ibu jari. 6. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. Dengan lembut tekan duktus lakrimalis dengan bola kapas atau tissue steril 1-2 menit setelah penetesan untuk mencegah absorpsi sistemik melalui kanalis lakrimalis. secara .4 Persiapan Pasien 1.4. Buka mata dengan menekan perlahan-lahan bagian bawah dengan ibu jari. Beritahukan klien akan perlunya pemeriksaan medis secara terus – menerus. apabila sangat kotor basuh dengan air hangat.1. Beritahukan klien untuk melaporkan perubahan penglihatan. Klien harus menjaga agar mata tetap tertutup selama 1-2 menit selama penetesan untuk meningkatkan absorpsi. Penetesan langsung pada kornea dapat menimbulkan rasa tidak enak atau kerusakan Setelah selesai.penetesan langsung pada kornea dapat menimbulkan rasa tidak enak atau kerusakan. Bersihkan daerah kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab dari sudut mata ke Buka mataarah d) Gunakan sarung tangan. jari telunjuk di tulang orbital 7. h) Apabila obatmata jenis salep pegang aplikator salep di atas pinggir kelopakmatakemudian pencet tube sehingga obat keluar dan berikan obatpada kelopakmata bawah. c) e) Atur posisi pasien dengan kepala menengadah dengan posisi perawat di samping kanan. Gunakan sarung tangan. (kira – kira ¼ inci kecuali ada petunjuk lainnya) pada sakus konjungtiva. hidung. 5.Usahakan supaya penetes tidak menyentuh lipatan mata atau bulu mata. 6. Teteskan sebanyak yang diresepkan ke tengah – tengah Sakus. b) Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. anjurkan pasienuntuk melihat ke bawah. 4.atau kulit kemerahan 3. Beritahukan klien untuk tidak menghentikan pemakaian obat secara mendadak tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan dokter yang meresepkan obat atersebut. 2. Beritahukan klien untuk tidak menyimpan obat pada tempat yang dapat menahan cahaya dan jauh dari panas. a) Cuci tangan. Teteskan obatmata di atas sakus konjungtiva. apabila sangat kotor basuh dengan air hangat.atau hilangnya penglihatan. Bersihkan daerah kelopak dan bulu mata dengan kapas lembab dari sudut matake arah hidung. Langkah –langkah pemberian obat / prosedur kerja apabila obat berbentuk tetes 1.kabur. Beritahukan dan tunjukan pada klien atau keluaranya cara pemberian tetes mata dan salep mata yang benar.

Bentuk Obat mata Bentuk Obat – obat mata adalah Guttae (Obat Tetes) dan ObatSalep mata . (2006). Evaluasi : efek samping Evaluasi Tindakan : Efek Samping Obat Tetes Dan Salep untuk mata adalah : a) Penglihatan Kabur b) Nyeri Pada Mata c) Iritasi atau Infeksi Mata d) Sakit Kepala e) Alergi Kontak KESIMPULAN Obat merupakan sebuah substansi yang diberikan kepada manusia atau binatang sebagai perawatan atau pengobatan atau bisa disebut juga pencegahan adanya penyakit yang ada didalam tubuh manusia. AAA dan Uliyah. jumlah. EGC. atasdan biarkan pasienuntuk k) Berikan pada waktu tidur.bergantian dan berikan obatpada kelopak mata bagian memejamkan matadan menggerakkankelopakmata selama 2 – 3 menit. Obat ini sendiri mempunyai pelaksanaan atau tanggung jawab keamanan obat dan pemberian langsung kepada pasien dengan cara 5B. waktu.B. kemudian juga dapat digunakan untuk menghilangkan iritasi mata. Teknik Dasar Pemberian Obat Bagi Perawat. J. Jakarta. i) j) l) Tutupmata dengan kasa bila perlu. Jakarta. Mekanisme Kerja Obat Pada Mata Cara memberikanobatpadamatadengan tetes mata atau salep mataobat tetes matadigunakan untuk persiapan pemeriksaan struktur internal matadengan cara mendilatasi pupil. (1995). clinical nursing skills techniques 4 thn edition. Beritahu klien bahwa penglihatannya akan kabur sebentar. Hidayat. dan tempatpemberian. Robert. M. Anne Griffin perry dan patricia A potter.jika memungkinkan m) Catat obat. Cuci tangan. untuk pengukuran refraksi lensa dengan cara melemahkan otot lensa. lippincot philadelphia. Keterampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan.application of nursing process A step by step guide.R (1998). mosby year book inc. Salemba Medika. . Priharjo.(1997). DAFTAR PUSTAKA alfaro.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful