BAB I ANATOMI FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN

A. KELENJAR ENDOKRIN Kelenjar endokrin adalah organ yang menyintesis, menyimpan, dan menyekresi hormon kedalam aliran darah. Terdapat banyak kelenjar endokrin didalam tubuh termasuk pankreas, tiroid, paratiroid, dan sebagian sel usus dan ginjal. 1. Kelenjar Endokrin Dengan Sasaran Kelenjar Endokrin Lain a. Kelenjar Hipofisis Keistimewaan kelenjar hipofisis yang terletak dibawah batang otak, bahwa kelenjar tersebut mempunyai sasaran berbagai kelenjar endokrin lain. Maka tidak jarang kelenjar ini disebut pula sebagai “kelenjar penguasa” atau “master gland”. Dalam perkembangannya, kelenjar hipofisis berasal dari dua jaringan terpisah. 1) Nerohipofisis Bagian kelenjar hipofisis ini berasal dari lanjutan jaringan otak, sehingga strukturnya mirip jaringan saraf. Sel-sel penghasil hormonnya sendiri tidak berada di hipofisis, melainkan di batang otak. Sel-sel penghasil adalah sel saraf yang juga mempunyai tonjolan sebagai akson. Hormone yang dihasilkan diangkut melalui akson dan dilepaskan dari ujung – ujung akson yang berada dalam nerohipofisis. Hormone utama yang dihasilkan oleh nerohipofisis yaitu oksitoksin yang mengatur kontraksi otot – otot dinding uterus. Hormone kedua yaitu vaso pressin mengatur kontraksi otot arteri kecil sehingga dapat meningkatkan tekanan darah. Disamping itu vasopressin merangsang pipa – pipa nefron dalam ginjal untuk menyerap kembali air yang disaring, sehingga air kemih menjadi pekat. 2) Adenohipofisis Bagian kelenjar ini berasal bukan dari jaringan saraf, melainkan berasal dari atap rongga mulut dalam perkembangannya. Tonjolan dari atap rongga mulut tersebut kemudian melepaskan diri dan bersatu dengan nerohipofisis yang berada di belakangnya. Walaupun adenohipofisis merupakan sebagai sebuah kelanjar, namun sebenarnya mengandung berbagai sel –sel kelenjar yang masing – masing menghasilkan jenis hormone yang berbeda. Sebagaian besar hormone – hormone tersebut masing – masing mempunyai sasaran kelenjar endokrin lain luar hipofisis. Diantara hasil – hasi hormone – hormone yang dilepaskan, yaitu :
1

a) Hormone tirotrofik : mempunyai sasaran kelenjar tiroid, sehingga kelenjar tersebut dirangsang menghasilkan hormonnya. b) Hormone adrenokortikotrofik : dalam bahasa inggris disingkat ACTH.

Hormone ini mempunyai sasaran korteks kelenjar adrenal agar korteks kelenjar adrenal menghasilkan hormone – hormonnya. c) Hormone gonadotrofin : mempunyai sasaran gonade sebagai kelenjar endokrin.paling sedikit ada dua jenis hormone yang termasuk gonadotrofin ini, yaitu : FSH ( follicle stimulating hormone ) dan LH ( luteinizing hormone ). FSH pada wanita merangsang perkembangan sel – sel folikel dalam ovarium untuk berkembang dan menghasilkan hormone wanita. Pada laki – laki FSH disebut pula sebagai ICSH ( interstitial cell stimulating hormone ) yang merangsang sel – sel dalam jaringan testes untuk menghasilkan hormone testosterone. d) Hormone somatotrofin : disebut juga sebagai hormone pertumbuhan karena melalui kartilago epifisealis pada tulang panjang, sel –sel kartilago membelah diri sehingga tulang – tilang panjang bertambah panjang. Jadi sasaran hormone tersebut bukan kelenjar endokrin. Charles O’Brien yang diteliti oleh Dr.Jhon Hunter dalam tahun 1783, atau Anasrul dari Indonesia yang keduanya mengalami pertumbuhan berlebihan sehingga seperi raksasa, sebenarnya menderita tumor pada hipofisis,khususnya mengenai sel – sel endokrin penghasil somatotrfin. Karena kedua penderita masih muda, maka kartilago epifisealis pada tulang –tulang panjangnya masih ada. Oleh pengaruh hormone somatotrofin yang berlebihan, maka sel – sel kartilago tersebut membelah terus sehingga tulang – tulangnya tumbuh memanjang terus. e) Hormone prolaktin : dihasilkan oleh adenohipofisis ini juga mempunyai sasaran bukan kelenjar endokrin, melainkan kelenjar susu. Pada wanita yang bersalin, kelenjar susunya dirangsang oleh hormone prolaktin sehingga wanita tersebut menghasilkan susu untuk bayinya.

b. Hipotalamus Hpotalamus adalah area kecil otak yang terletak dibagian otak depan yang disebut diensefalon. Hipotalamus berkaitan dengan mempertahankan homeostasis, yaitu memepertahankan lingkungan intenal tubuh tetap konstan. Hipotalamus juga
2

sangat penting dalam mengontrol perilaku dan memungkinkan respons yang tepat terhadap berbagai stimulus yang datang. Hipotalamus secara terus menerus menerima informasi dari sistem saraf pusat dan perifer mengenai suhu tubuh, nyeri, rasa nikmat, pemberian makanan, rasa lapar, massa tubuh dan status metabolik. Hipotalamus juga menerima infut dari hormon lain dalam tubuh dan menerima ekstensi saraf dari area lain di otak. Sel –sel saraf dalam hipotalamus mempu menghasilkan bahan kimia yang dapat mempengarihu sel –sel kelenjar endokrin. Dengan demikian, hipotalamus dapat dianggap sebagai kelenjar endokrin yang hormonnya mempunyai sasaran kelenjar hipofisis. Karena kelenjar hipofisis merupakan kelenjar endokrin juga, maka hormone yang dilepas oleh kelenjar hipofisis dinamakan factor pelepas hormone. Setiap homon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis dilepaskan oleh pengaruh factor pelepas hormone dari hipotalamus. Sebagai contoh : hipofisis akan melepas hormone tirotrofik apabila sel –sel kelenjarnya dirangsang oleh factor pelepas hormone tirotrofik dari hipotalamus. Demikian pula hormone somatrofin akan dilepas oleh adenohipofisis apabila mendapat rangsangan dari factor pelepas hormone

somatotrofin. Dan seterusnya. Hipotalamus secara berurutan berespon terhadap semua stimulus yang datang dengan mengirim tonjolan saraf keseluruh otak dan dengan menyintesis serta menyekresi hormonnya sendiri. Badan sel saraf dihipotalamus ventral menyintesis beberapa hormon dan mengirimnya ditonjolan akson untuk dilepaskan kedalam darah dan disampaikan ke kelenjar hipofisis anterior. Badan sel saraf lain dihipotalamus menyintesis hormon yang dikirim kebawah melalui tonjolan akson kehipofisis posterior, tempat hormon tersebut disimpan sampai pada ahirnya dilepaskan kedalam aliran darah. 1) Hipofisis anterior Adalah organ target utama bagi hormon hipotalamus dan berespons terhadap hormon hipotalamus dengan melepaskan hormonnya sendiri. 2) Hipofisis posterior Adalah jaringan saraf sejati yang secara ebrologis berasal dari hipotalamus. Pada hipofisis posterior terdapat tiga bagian : eminensia mediana (kadang-kadang dianggap sebagai jaringan hipotalamus),batang dengan hipofisis infundibular dan yang prosesus
3

menghubungakan

hipotalamus

posterior

Kelenjar Endokrin Khusus Kelenjar –kelenjar endokrin yang dibahas ini. Terjadilah pembesaran kelenjar tiroid untuk mengejar kekurangan hormone yang dihasilkan. kebanyakan penduduk kekurangan yodium untuk membentuk hormone tiroid. Kelebihan hormone tiroid atau hipertiroid kadang – kadang disertai dengan tanda bola mata yang melotot. Kadang – kadang kelnjar tiroid dihasilkan oleh hormone berlebihan. yaitu tiroksin ( T4 ) dan triyodotirinin ( T3 ) diperlukan bahan yodium. sehingga penderita mengalami gangguan metabolism. yang merupakan ujung terminal hipofisis posterior. Gejala – gejala yang tampak dapat bermacam – macam.infundibular. secara khusus menghasilkan hormone dengan sasaran bukan kelenjar endokrin dan fungsi yang khas. 2. Untuk membuat hormonnya. Dalam kelenjar tersebut tidak terdapat jaringan lain yang berfungsi lain seperti kelenjar endokrin yang dibahas sebelumnya. Dalam setiap molekul tiroksin terdapat 4 aton yodiun dan dalam setiap molekul triyodotironin terdapat 3 atom yodium. Karena hormone tiroid mengatur metabolism. maka pertumbuhannya pun terganggu. lamban kecerdsannya dalam aktivitasnya dan kemunduran kecerdasanya. Peningkatan metabolism dapat menyebabkan denyut jantung dan jari – jari bergetar. Dalam keadaan biasa. penderita menunjukan gejala – gejala bengkak di wajahnya. Si anak menjadi kerdil pertumbuhannya. sehingga penyakitnya disebut sebagai Gangguan Akibat Kekurangan Yodium ( GAKI ).diantara kelenjar – kelenjar tersebut dapat disebutkan disisni : a. Hormon yang dilepaskan oleh hipofisis posterior berasal dari hipotalamus dan plepasannya bergantung pada hipotalamus. yodium diperoleh dari air atau makanan. Apabila sejak kanak – kanak sudah menderita kekurangan yodium. Di daerah yang miskin ydium dalam air tanahnya. Pelepasan kelenjar tiroid dirangsang oleh kelenjar adenohipofisis yaitu Thyroid Stimulating Hormon atau hormone tirotrofik. maka apabila kekurangan hormone. Pembesaran kelenjar tiroid kita kenal sebagai penyakit gondok. berbentuk seperti perisai. 4 . Kelenjar tiroid Kelenjar tiroid terdapat di leher.

Hormone paratiroid sangat diperlukan untuk pemanfaatan kalium dan fosfat. Keadaan ini sering terjadi karena secara tidak disengaja pada saat operasi pengangkatan kelenjar tiroid. Kelenjar adrenal Pada mausia terletak pada ujung atas setiap ginjal. Obat – obatan tersebut bersifat anabolic. Pelepasan hormone ini diatur oleh ACTH yang dihasilkan oleh kelenjar adenohipofisis. Dengan demikian korteks kelenjar adrenal merupakan sasaran hormone ACTH. Demikian pula banyak para olahragawan dengan sengaja memakai obat –obatan teroid dengan maksud dapat meningkatkan prestasi olahraganya. Penderita kekurangan hormone paratiroid. namun penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang mengeluarkan toksin. Kelenjar suprarenal ini dapat dibedakan dengan jelas bagian korteks. Bagian korteks kelenjar adrenal menghasilkan hormone kortikosteroid. Hormone kortikosteroid merupakan kumpulan hormone seperti glukokortikoid dan mineralokortikoid yang terlibat dalam metabolism bahan makanan. Pelepasan hormone ini juga dirangsang oleh hormone yang dihasilkan oleh kelenjar adenohipofisis. diantara sakit reumatik. asma.b. dan sebagainya. yaitu meningkatkan metabolism. Namun pemakaian secara berlebihan tanpa petunjuk dokter dapat membawa kerugian bagi pemakainya. kadang – kadang kelenjar tersebut “ terkubur “ dalam kelenjar tiroid. Pemakaian steroid oleh olahragawan biasanya disebut 5 . sebaiknya diobati dengan pemberian hormone paratiroid. Karena banyak menolong penderita berbagai macam penyakit. Kelenjar paratiroid Kelenjar para tiroid terdapat 2 pasang. sedang kadar fosfat meningkat. maka kadar kalsium dalam serum turun dibawah kadar normal. yang terdapat dekat permukaan pada bagian medulla yang terdapat di tengah – tengah kelenjar. Biasanya penyakit tetanus timbul sesudah terjadi luka tusuk. Penyakit tetanus juga memberikan gejala kejang. Apabila terjadi kekurangan hormone ini. yang biasanya terletak di belakang kelenjar tiroid . Kekurangan hormone paratiroid dapat menyebabkan penyakit tetani ( bukan tetanus ) yaitu sering timbilnya kontraksi otot sampai dalam bentuk kejang – kejang walaupun oleh rangsangan yang sangat lemah pada otot. alergi. c. sehingga dinamakan kelenjar suprarenal. kelenjar paratiroid ikut terangakat.walaupun luka sangat kecil.

Kelenjar Endokrin Dalam Organ Lain Ada jumlah hormone yang dihasilkan oleh sel–sel yang terdapat dalam organ yang fungsi utamanya bukan sebagai kelenjar endokrin. Di samping menaikan tekanan darah. sehingga wajah dapat berubah kemerah– merahan. Walaupun sesak napasnya hilang. Maka adrenalin juga digolongkan dalam neurotransmitter. Karena orang telah dapat mengetahui struktur kimia adrenalin. juga mempunyai efek mengendorkan otot–otot dinding bronkiolus pada saluran napas. pembuluh darah kecil menjadi kendur kembali. 6 . sehingga sering diberikan pada orang yang mengalami keadaan shock yang tekanan darahnya sangat rendah. Adrenalin selain dihasilkan sebagai hormone . sehingga adrenalin dapat menimbulkan jantung berdebar – debar dan peningkatan tekanan darah. Adanya pengecilan pembuluh darah di sekitar kulit wajah menyebabkan wajah seseorang menjadi pucat. juga dihasilkan oleh ujung – ujung akson saraf untuk meneruskan implus saraf. Hormone Pengatur Pencernaan Termasuk dalam hormone yang mengatur pencernaan yaitu hormone yang dihasilkan oleh jarring endokrin yang terdapat dalam selaput lender saluran pencernaan. Salah satu pengobatannya yaitu dengan memberikan adrenalin. Hal ini sering dijumpai pada orang–orang yang kaget. 1) Gastrin yang merangsang sekresi kelenjar pencernaan lambung. 3. maka orang dapat dengan mudah membuat secara besar – besaran untuk digunakan sebagai obat suntik. oleh kelenjar endokrin. Ini menunjukan adanya kaitan yang sangat erat antara emosi system saraf–system endokrin. Tetapi banyak penderita asma yang sangat peka terhadap adrenalin. Penderita asma mengalami sesak napas oleh karena mengecilnya bronkiolus. Adrenalin mnyebabkan pengecilan pembuluh arteri dan peningkatan denyut jantung. Setelah adrenalin tidak berkerja lagi. namun jantung menjadi berdebar – debar.doping. ketakutan atau sangat marah. Bagian tengah kelenjar adrenal ( medulla ) menghasilkan hormone adrenalin. Adrenalin dapat menaikan tekanan darah. Yang termasuk dalam kategori ini yaitu: a.

c. Keterlibatan system–system lain dalam system reproduksi diantaranya dikoordinasikan melalui system hormone. luka sulit diobati dan sering menderita bisul. karena semua kegiatan system dalam organism hidup. banyak makan. sehingga dalam air kemih pun mengandung glukosa. Hormone ini dihasilkan oleh sel–sel dalam selaput lendir duodenum. Kadang – kadang air kemih penderita DM dikerumuni semut. sebenarnya dapat dipandang mempunyai kegiatan yang bertujuan agar organismee tersebut mempertahankan hidupnya dan mempertahankan jenisnya melalui perkembangbiakan. Dalam pulau langerhans. sehingga kadar glukosa dalam darah sangat tinggi. Mengapa penyakit DM disebut pula penyakit kencing manis ? kadar glukosa dalam darah ( misalnya 300 mg / ml atau lebih ) menyebabkan glukosa yang disaring dalam ginjal tidak dapat diserap kembali. air kemih mengandung glukosa. Hormone Pengatur Metabolism Karbohidrat Hormone–hormone ini diantaranya tardapat dalam pancreas yang merupakan kelenjar penghasil enzim–enzim pencernaan. paling sedikit terdapat dua jenis sel kelenjar endokrin yaitu : 1) Sel beta menghasilkan hormone insulin yang mengatur kadar glukosa dalam darah. Hormone ini dihasilkan oleh selsel dalam selaput lendir mukosa saluran pencernaan. Hormone–hormone tersebut dihasilkan oleh sel–sel kelenjar endokrin yang berkumpul sebagai bercak–bercak pulau–pulau diantara kelenjar pancreas. Penderita DM menunjukan gejala : banyak minum. Hormon Pertumbuhan Pada hakekatnya. system pengeluaran dan lain–lainnya.yaitu system pencernaan. 2) Sel alpha menghasilkan hormone glucagon yang mempunyai efek yang berlawanan dengan insulin. system transportasi. Maka kumpulan sel–sel kelenjar endokrin yang tidak memiliki saluran khusus ini disebut pulau langerhans. 3) Kolestosistokinin merangsang palepasan cairan empedu dari kantung empedu dari kantung empedu.2) Sekretin merangsang sekresi kelenjar pancreas. Diantara 7 . Reproduksi adalah usaha untuk mempertahankan jenisnya. b. Penderita penyakit diabetes militus mengalami gangguan kekurangan insulin. seringgkali buang air kecil. reproduksi merupakan tema sentral dari kehidupan.

terutama sel otot. yang juga dosebut somatotropin. Peningkatan pelepasan GH terjadi selama pubertas dan kehamilan. yang dilepaskan dari hati sebagai respons terhadap hormon pertumbuhan. sebagai respons terhadap keseimbangan antara dua hormon hipotalamus growt hormone releasing hormone (GHRH) dan growt hormone inhibiting hormone.hormone–hormone pengatur reproduksi tersebut terdapat hormone yang dihasilkan dalam kelenjar kelamin atau alat reproduksi. Sekitar 70% sekresi harian terjadi dalam suatu ledakan 1-4 jam setelah awitan tidur. kulit. asam lemak bebas. b) Faktor yang mengontrol pelepasan hormon pertumbuhan Hormon pertumbuhan dilepaskan dari hipofisis anterior. yang disebutsomatostatin. adalah hormon protein yang dilepaskan dalam pola diurnal selama 24 jam. sel penghasil tulang di tubuh. IGF). yang disebut somatomedin atau faktor pertumbuhan mirip-insulin (insulinlike growt factor. Karena lemak digunakan sebagai sumber energi. GH sangat penting untuk pertumbuhan tulang logitudinal dan untuk remodeling tulang yang terus-menerus yang berlangsung seumur hidup. Pengaruh emosi termasuk 8 . Somatostatin dilepaskan sebagai respons terhadap glukosa darah yang tinggi. GH bekerja dengan cara umpan balik negatif pada hipotalamus untuk menurunkan pelepasan GHRH lebih lanjut. GH secara langsung menstimulasi pertumbuhan hampir semua organ lain pada tubuh. yang disebut somatostatin.GH). dan kortisol. c) Faktor yang Mengontrol Pelepasan Somatostatin Hipotalamus melepaskan hormon inhibisi untuk GH. Hormon pertumbuhan menyebabkan pemecahan lemak dan penggunaan lebih lanjut asam lemak sebagai energi. termasuk otot jantung. Dengan menurunnya sensivitas terhadap insulin. dan kelenjar endokrin. GH menyebabkan insensitivitas terhadap insulin. Efek GH pada tulang dan kartilago terjadi melalui peptida perantara. obesitas. sebagian besar sel tidak mengangkut glukosa melalui intrasel sehingga meningkatkan kadar glukosa plasma lebih lanjut. GH menstimulasi pertumbuhan kertilago da aktivitas osteoblas. Hormon pertumbuhan (growt hormone. a) Efek hormon pertumbuhan Hormon pertumbuhan meningkatkan sitesis protein di semua sel tubuh.

yang juga disebut ovum. 1) Gonadotropin Gonadotropin meliputi dua hormon hipofisis anterior . Pada ovulasi. Progesteron tampak memberi umpan balik pada hipofisis anterior untuk membatasi sekresi FSH dan LH.stres menstimulasi somatostatin. Jaringan target FSH dan LH adalah ovarium pada wanita dan testis pada pria. Diperkirakan bahwa peningkatan pelepasan somatostatin yang disebabkan oleh stres akibat pengabaian dapat berperan menimbulkan sindrom gagal tumbuh. anak. a) Efek Gonadotropin Pada wanita. dan pubertas. sel telur. Bayi dan anak yang diabaikan secara fisik atau emosional dapat mengalami sindrom gagal tumbuh (failure to thrive). sebagai respons terhadap FSH dan LH. dilepaskan dan menjadi tersedia untuk fertilisasi oleh sperma. tempat terjadinya spermatogenesis. Sel testis yang paling banyak dipengaruhi oleh FSH pada pria adalah sel Sertoli. mempengaruhi produksi testoteron dengan bekerja secara langsung pada kelenjar hipofisis untuk menurunkan pelepasan FSH. inhibin. Sel Sertoli membentuk lapisan dalam tubulus seminiferus. bayi. LH juga dilepaskan dari hipofisis anterior para pria. GH sangat penting untuk pertumbuhan tulang longitudinal yang berlangsung selama masa gestasi. dengan efek negatif pada peningkatan pelepasan FSH dan efek positif pada pelepasan LH. LH menyebabkan sel 9 . kemungkinan besar melalui peningkatan kortisol sehingga menurunkan pertumbuhan. Estrogen memberi umpan balik pada hipotalamus dan hipofisis anterior dengan cara yang rumit. ovarium menyekresi hormon steroid estrogen dan progesteron. Pada pria. follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). yang akhirnya menyebabkan ovulasi (ruptur folikel ovarium). d) Pertimbangan Pediatrik Anak melepaskan lebih banyak GH mereka dalam ledakan malam hari dibandingkan orang dewasa. Pada anak. yang ditandai oleh penurunan pertumbuhan longitudinal dan kenaikan berat badan. Hormon yang dihasilkan oleh sel Sertoli. FSH menstimulasi sel testis untuk memulai dan mendukung spermatogenesis (produksi sperma). dan penting dalam memberi zat gizi kepada sperma yang berkembang.

3. dan rasa takut dapat memengaruhi pelepasan GnHR setiap saat sehingga memengaruhi pelepasan estrogen dan progesteron pada wanita dan testosteron pada pria serta mengubah fungsi reproduksi. Stimulasi perkembangan payudara selama kehamilan. Pada maturasi hipotalamus dan mungkin pencapainan masa tubuh tertentu. c) Faktor yang mengontrol gonadotropin-relesing hormone Sebelum pubertas. b) Faktor yang mengontrol pelepasan gonadotropin Gonadotropin dilepaskan dari hipofisis sebagai respons terhadap gonadotropin-releasing hormone (GnRH) dari hipotalamus. kelaparan. Tampak bahwa satu hormon hipotalamus mengontrol pelepasan kedua gonadotropin hipofisis. estradiol. 4. dan estriol. Stres. Pemeliharaan kahamilan. perkembangan in utero organ seks internal dan eksternal wanita 2. a) Efek estrogen adalah sebagai berikut: 1. Stimulasi pertumbuhan lapisan endrometrium uterus setiap bulan untuk mempersiapkan implantasi embrio. GnHR kadang-kadang disebut sebagai luteinizing hormone-releasing hormone (LHRH). transkripsi DNA. pigmentasi puting. Peningkatan sintesis dan pelepasan GnHR menyebebkan awitan pubertas. 5. pria juga menghasilkan dan dipengaruhi oleh estrogen. kadar GnHR yang bersirkulasi dikontrol dengan cara umpan balik negatif oleh estrogen dan testosteron. kadar GnHR yang bersikurlasi sangat rendah. atau translasi RNA. GnHR meningkatkan dan mencetuskan pubertas. Estrogen dan testosteron juga disentesis oleh kelenjar adrenal. Terdapat tiga jenis utama estrogen pada manusia: estron. sebagai respons terhadap stimulasi ACTH. pada pria dan wanita. 2) Estrogen Estrogen adalah hormon steroid yang memengaruhi jaringan targetnya dengan mengubah kecepatan replekasi DNA.interstisial testis menghasilkan dan menyekresi testosteron. Setelah maturasi seksual terbantuk. Walaupun efek estrogen paling jelas terlihatpada wanita. 6. 10 . distribusi lemak tubuh wanita.

Bekerja untuk mengurangi risiko penyakit arteri koroner. Estrogen dapat secara patologis memengaruhi anak sehingga menyebabkan awaitan menstruasi yang terlalu cepat (dini) pada anak perempuan dan perkembangan payudara pada anak perempuan dan anak laki-laki. termasuk perkembangn payudara serta pertumbuhan rambut ketiak dan pubis.7. Membatasi resorpsi(penguraian) tulang melalui kerja langsung pada tulang atau dengan membatasi respons tulang terhadap hormon paratiroid pada pria dan wanita. kadar LH. 14. 12. faktor koagulasi. dan menimbulkan penutupan lempeng tulang epifisis untuk menghentikan pertumbuhan pada pria dan wanita pada akhir masa pubertas. Stimulasi pembentukan tulang seumur hidup pada pria dan wanita. Estrogen juga bekerja bersama hormon pertumbuhan dan androgen untuk menyebabkan pertumbuhan skelet selam pubertas. Memengaruhi produksi lipoprotein dari protein di hati (menstilasi HDL. 11. 8. menurunkan LDL). kurangnya estrogen pada 11 . c) Pertimbangan geriatric Menopause dianggap terjadi ketika wanita tidak mengalami periode menstruasi selama satu tahun. Menstimulasi ginjal untuk menahan natrium pada pria dan wanita. 10. 13. Walaupun menopause adalah tahap perkembangan normal. dan molekul pembawa untuk hormon steroid dan tiroksin pada pri dan wanita. kemungkinan besar akibat peningkatan HDL. Ketika kadar estrogen turun. Menopause terjadi ketika ovarium yang menua tidak lagi berespons terhadap sinyal gonadotropin untuk menyintesis dan menyekresi estrogn. dan GnRH meningkat karena semua umpan balik negtif oleh estrogen hilang. pada pria dan wanita. FSH. Memengaruhi sinyal saraf otak pada pria dan wanita. 9. Stimulasi laktasi. Kelebihan estrogen pada pria dapat menyebabkan ginekomastia (pembesaran payudara) b) Pertimbangan pediatric Estrogen bekerja selama pubertas untuk menimbulkan perkembangan kerakkristik seks sekunder pada wanita. yang memengaruhii perilaku dan mood.

yang dinyatakan Womens Helth Initiative. para ahli klinis merekomendasikan bahwa HRT tidak diprogramkan sama sekali atau diprogramkan dalam periode waktu sesingkat yang diperlukan untuk mengontrol gejala menopause. a) Efek progesteron adalah sebagai berikut : 1. Pada wanita. Folikel yang ruptur menjadi korpus luteum. yang terus menyekresikan progesteron. Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi terapi hormon berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara. 3) Progesteron Progesteron. FSH. seperti estrogen. progesteron disintesis oleh sel tekal folikel yang sedang berkembang dan kemudian karpus leteum. peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. sebagai respons terhadap stimulasi oleh LH dan terhadap tingkatan yang lebih rendah. serta hot flash atau kemerahan pada kulit. dan stroke pada wanita pascamenopause. Terapi hormonal dan sitotosik yang digunakan pada kanker payudara dapat menyebabkan menopause dini pada beberapa wanita. Kebanyakan wanita di negara berkembang mengalami menopause pada usia akhir 40-an atau awal 50-an. Progesteron dilepaskan dari folikel ovarium setelah folikel tersebut ruptur selama ovulasi. mengeringnya kulit dan membran vagina.waita pascemenopause menimbulkan penurunan densitas tulang. HRT) pada wanita pascamenopause. Progesteron menyebabkan lapisan endometrium uterus menjadi sekretori sebagai antisipasi fertilisasi ovum dan implantasi embrio. Efek estrogen sendiri masih diteliti walaupun estrogen sendiri dikontraindikasikan untuk wanita dengan uterus yang utuh akibat peningkatan risiko kanker endometrium. termasuk estrogen yang diberikan. 12 . Beberapa percobaan klinis acak secara cermat meneliti keamanan terapi sulih hormon (hormone replacement therapy. penyakit kardiovaskular. Akibat penelitian ini. dengan hasil bahwa pembuluh darah padaendometrium mulai bercabang dan kelenjar mulai menyekresi cairan encer kaya glikogen. adalah hormon steroid. baik hanya estrogen maupun dalam kombinasi dengan progesteron.

dan terjadi menstruasi (lapisan uterus terlepas). Kelebihan testosteron pada anak perempuan dapat menyebabkan 13 . Testosteron juga penting untuk pertumbuhan skelet selama pubertas. yang mempengaruhi perilaku dan mood pada pria dan wanita 8.2. Progesteron tampak bersifat protektif terhadap beberapa kanker. 4. Apabila kadar progesteron turun. Apabila tidak terjadi kehamilan. Perkembangan in utero organ seks internal dan eksternal pria. 3. Kelebihan testosteron pada wanita dapat menyebabkan pembesaran klitoris. Apabila ovum dibuahi dan embrio tertanam di uterus. kadar progesteron menurun. kehamilan berakhir. dan perkembangan jenggot. 6. Stimulasi pembentukkan sel darah merah pada pria dan wanita 6. Pemeliharaan produksi sperma seumur hidup pria. yang juga suatu hormon steroid. adalah hormon androgen yang paling banyak dan paling kuat. termasuk uterus dan otot polos vaskular arteriol. b) Pertimbangan Pediatrik Testosteron bekerja selama pubertas untuk menimbulkan perkembangan karateristik seks sekunder pria. a) Efek testosteron adalah sebagai berikut : 1. Stimulasi anabolisme (penimbunan) protein pada pria dan wanita 7. Sintesis testosteron terjadi di sel-sel khusus testis yang disebut sel Leydig dan dikelenjar adrenal pada wanita. Progesteron bekerja bersama estrogen dan prolaktin untuk menstimulasi perkembangan peyudara selama pubertas dan kehamilan. korpus luteum berdegenerasi dalam 14 hari berikutnya. Terlibat dalam sinyal saraf otak. 5. 3. Stimulasi pembentukkan tulang seumur hidup pada pria dan wanita 5. korpus luteum dan kemudian plasenta mempertahankan kehamilan dengan menyekrei progesteron. Progesteron menyebabkan relaksasi otot polos. pendalaman suara. terutama pada pria. termasuk pertumbuhan penis dan skrotum dan perkembangan pola rambut ketiak dan rambut pubis pria. Stimulasi dan pemeliharaan distribusi otot pria 4. 4) Testosteron Testosteron. 2.

c) Pertimbangan Geriatrik Testis terus berespons terhadap gonadotropin ketika pria semakin tua walaupun dengan kadar yang menurun. FSH dan LH. kadar prolaktin yang tinggi pada wanita yyang menyusui bayinya secara penuh dapat memberi proteksi terhadap terjadinya kehamilan berikutnya. akne. perkembangan otot pola pria. Penurunan pelepasan dopamin menstimulasi 14 . 5) Prolaktin Prolaktin adalah hormon protein yang dilepaskan dari hipofisis anterior. b) Faktor yang mengontrol pelepasan prolaktin Sekresi prolaktin dari hipofisis anterior dikontrol oleh pelepasan prolactininhibitory hormoone (PIH) dari hipotalamus. juga produksi sperma. a) Efek prolaktin Ketika anak perempuan mencapai pubertas. seumur hidup priawlaupun dengan kecepatan yang berkurang. Peran prolaktin pada pria belum diketahui walaupun bukti terbaru menunjukkan bahwa pada pria dan wanita prolaktin dapat mempengaruhi sistem imun. kadar prolaktin yang tinggi menghambat pelepasan dua hormon hipofisis anterior lainnya. Kadar testosteron yang adekuat untuk mempertahankan produksi sperma dan massa otot berlanjut sampai paling tidak dekade ketujuh pada pria. dan GH untuk meningkatkan perkembangan jaringan payudara. Sintesis dan pelepasan testosteron oleh testis terus berlanjut. Karena FSH dan LH sangat penting untuk ovulasi dan kehamilan. Pada wanita yang tidak hamil.pendalaman suara. dan pembesaran klitoris. kemungkinan dengan memodulasi pelepasan sitokin tertentu. hormon hipotalamus posterior oksitosin bekerja bersama prolaktin dan diperlukan untuk keberhasilan menyusui. prolaktin bekerja pada payudara untuk menstimulasi laktasi (produksi susu) yang memungkinkan bayi untuk menyusu. yang baru-baru ini diidentifikasikan sebagai dopamin katekolamin. Pada wanita pascapartum. prolaktin bekerja bersama estrogen. progesteron. Setelah kelahiran bayi. Setiap hormon ini meningkat kadarnya secaradramatis selama kehamilan sehingga menyebabkan stimulasi perkembangan payudara lebih lanjut.

Kelenjar Langerhans Dalam system pencernaan telah diterangkan. Kecuali itu. Ada juga prolactin stimulating hormone yang dilepaskan dari hipotalamus walaupun belum diketahui. Hormone insulin berpengaruh pada pertukaran karbohidrat dalam tubuh.pelepasan prolaktin. menstimulasi pelepasan prolaktin setelah kehamilan. Kekurangan hormone insulin dapat mengakibatkan kencing manis ( diabetes militus ) akibat kadar gula naik. Oleh insulin glukosa yang berlebihan dalam darah diubah menjadi glikogen ( gula otot ) yang ditimbun di dalam hati dan otot. Pada orang yang baru saja makan. karena tak lama kemudian kadar glukosa akan normal kembali. Setelah dilepaskan hrmon mengalir dalam darah dan hanya mempengaruhi sel tubuh yang memiliki reseftor (temat pengikat) spesifik untuk hormon tersebut. Apabila kadar glukosa turun maka glikogen yang ditimbun akan diubah oleh adrenalin menjadi glukosa kembali. yakni kira–kira 0.1 %. Karena kerjasama antara insulin dan adrenalin maka kadar gukosa dalam darah tetap normal. 4. Sel yang berespon terhadap hormon-hormon tertentu disebut sel target untukhormon tersebut. Stimulasi puting oleh pengisapan tersebut tampak menyebabkan peningkatan prolaktin dengan menurunkan pelepasan PIH oleh hipotalamus. Pengisapan puting ibu oleh bayi selama menyusui. Hormone ini dibuat oleh sel–sel pancreas yang disebut pulau–pulau langerhans. Stimulasi untuk peningkatan prolaktin selama kehamilan tampak menjadi penurunan pelepasan PIH oleh hipotalamus yang dependen estrogen. bahwa pancreas menghasilkan getah pancreas yang di edarkan melalui saluran pancreas ke usus duabelas jari ( duodenum ). HORMON Hormon adalah pembawa pesan kimia yang dilepaskan oleh kelenjar endokrin kedalam sirkulasi. Getah pancreas mengandung garam mineral yang berguna bagi pencernaan. kadar glukosa dalam darah naik. Biasanya hormon dilepaskan dalam jumlah banyak dari kelnjar endokrin dalam pola yang sering mengikuti irama (diurnal) harian yang menjadi sifatnya. pancreas pun menghasilkan suatu hormone yang disebut insulin. Infut yang mempengaruhi pelepasan hormon adalah : 15 . B. Kenaikan ini bersifat fisiologis.

atau menyebabkan aktivasi pembawa pesan intrasel. Pengikatan katekolamin mengaktivasi sistem pembawa pesan kedua AMP siklik dan mengubah aktivitas enzim atau permeabilitas membran. Karena hormon steroid larut lemak. atau molekul organik seperti glukosa. yang mencakup semua hormon hipotalamus dan hipofsis. Hormon Peptida Hormon peptida bersirkulasi dalam plasma keorgan targetnya dan menimbulkan efeknya dengan mengikat reseftor spesifk yang ada diluar membran sel target. Hormon tiroid mengalir dalam darah yang sebagian besar brikatan dengan protein protein pembawa dengan jumlah yang bersirkulasi bebas lebih sedikit. hormon steroid berjalan keinti sel. hormon ini dapat menembus membran sel dan berikatan dengan reseptor atau atau pembawa (carrier) di dalam sel. 16 . atau translasi RNA menjadi protein. Stimulasi yang disebabkan oleh penurunan atau peningkatan ion atau zat gizi tertentu. a. dan asam amino. elektroit. b. yang kemudian menyebabkan aktivasi enzim atau sintesis protein. Setelah berada didalam sel. steroid. Setelah mencapai sel target. Hormkon katekolamin mengalir dalam darah menuju sel targetnya dan berkaitan dengan membran plasma ditempat reseftor spesifik. tempat hormon ini mempengaruhi sel dengan mempengaruhi replikasi DNA. Terdapat tiga kategori besar hormon : peptida. c. Kebanyakan hormon. Hormon Amina Hormon amina adalah derivatif asam amino tirosin dan mencakup hormon tiroid dan katekolamin (epinefrin. adalah hormon peptida.a. Hormon Steroid Hormon steroid adalah molekul mengandung kolesterol yang larut lemak yang dihasilkan oleh korteks adrenal dan organ seks. b. hormon tiroid bebas menembus membaran sel dan berikatan dengan DNA inti. Stimulasi oleh hormon atau neurotransmiter lain. transkripsi DNA menjadi RNA . dan dopamin). yang secara lansung mempengaruhi transkripsi DNA. norepineprin. Dengan mengikat reseftornya hormon protein mengubah permeabilitas sel tehadap air. Hormon steroid terbentuk dari kolesterol dan dapat larut menembus membran sel.

Ketika hypothalamic releasing hormone disekresikan. Faktor yang mengontrol sekresi hormon hipotalamus Untuk sistem hormonal hipotalamus hipofisis. Kompleks yang mengandung iodin ini disebut indotirosin.1. Ketika hypotalamic inhibiting hormone disekresikan. 2. Kedua fungsi bertujuan meningkatkan penggunaan energi oleh sel sehingga 17 . dan berbagai hormon yang dilepaskan oleh organ target. Hormon Organ Target a. yang disebut T3 dan T4. suhu. Faktor yang Mengontrol Sekresi Hormon a. lemak. hipotalamus pada ahirnya menentukan apakah hormon akan disekresi. hormon ini menghambat sintesis dan pelepasan hrmon hipofisis anterior yang dikontrolnya.nyeri. Faktor yang mengontrol sekresi hormon hipofisis anterior Stimulus yang mengontrol sekresi hrmon hipofisis adalah hormon yang disekresi oleh hipotalamus yang mengair dalam darah portal ke hipofisis anterior hormon ini adalah hypothalamic releasing hormone atau hypothalamic inhibiting hormone. Semua pengaruh ini dapat bersifat eksitasi atau inhibisi pada setiap hormon releasing atau inhibiting. Input berkaitan dengan stres. TH juga tampak menstimulasi kecepatan pompa natrium-kalium di sel targetnya. hormon hipofisis anterior yang berhubungan dengannya dilepaskan. Hormon ini dibentuk ketika satu atau dua molekul iodin disatukan dengan glikoprotein besar yang disebut tiroglubin. berat badan. 1) Efek hormon tiroid Efek primer TH adalah menstimulasi laju metabolisme smua sel target dengan meninkatkan metabolisme protein. dan karbohidrat. emosi. Setelah disekresi. Hypothalamic releasing atau inhibiting hormone disekresi pada kadar dasar yang dapat ditingkatkan atau diturunkan akibat integrasi berbagai input saraf dengan hipotalamus. Hormon tiroid Hormon tiroid adalah hormon amina yang disintesis dan dilepaskan dari kelenjar tiroid. b. Dua iodotirosn kemudian menyatu untuk membentuk dua jenis TH yang bersirkulasi. yang disintesis dikelenjar tiroid dan mengandung asam amino tirosin. hormon hipofisis bekerja untuk menstimulasi organ atau sel target lain untuk melakukan fungsi atau melepaskan hormonnya sendiri.

3) Faktor yang mengontrol sekresi thyroid releasing hormone Stimulus yang bertanggung jawab terhadap peningkatan sekresi TRH adalah pajanana tubuh terhadap suhu dingin. yang disekresi dari hipotalamus kedalam aliran darah portal. termasuk sistem kardiovaskuler dan sistem imun. Glukokortrikoid diepaskan secara diurnal (harian). Pada manusia glukokortrikoid utama adalah kortisol. hasilnya adalah peningkatan TH. dan kadar TH yang rendah apabila sekresi TRH di stimlus oleh suhu dingin. stres fisik dan mungkin stres psikologis. Glukokortrikoid juga mempengaruhi banyak sistem lain dalam tubuh. Demikian juga glukokortrikoid menstimulasi pemecahan protein dan menghambat sintesis protein disemua sel tubuh. adiposa (lemak). yang meningkatkan BMR sehingga terjadi peningkatan panas tubuh dan penurunan kebutuhan akan pwningkatan TRH lebih lanjut. Glukokortrikoid juga menstimulasi rasa 18 . Glukokortrikoid juga meningkatkan kadar glukosa darah dengan menstimulasi otot. untuk menurunkan pelepasan TSH. Stimulus untuk peepasan TSH adalah thyroid-releasing hormone (TRH). Glukokortrikoid Adalah hormon steroid yang dilepaskan dari korteks kelenjar adenal yng empengaruhi banyak aspek metabolisme. dengan puncaknya pada jam-jam pgi dini hari. untuk menurunkan pelepasan TRH lebih lanjut. dan jaringan limfatik untuk memakai asam lemak bebas sebagai energi dan bukan glukosa. 2) Faktor yang mengontrol sekresi hormon tiroid Stimulus untuk sekresi TH adalah thyroid –stymulating hormone (TSH ). b. mmbakar kalori. 1) Efek glukokortrikoid Glukokortrikoid meningkatkan kadar glukosa darah dengan menstimulasi glukoneogenesis (konversi lemak dan protein menjadi glukosa di hati). Hormon tiroid tampakbekerja dengan cara umpan balik negatif pada hipotalamus. terutama metabolisme glukosa. dan pada hipofisis.meningkatkan laju metabolisme basal. dan meningkatkan panas oleh setiap sel. yang dilepaskan kedalam aliran darah dari hipofisis anterior.

Kadar ACTH yang tinggi dapat menimbulkan efek silang pada kulit menjadi gelap. secara berurutan. aldosteron. Struktur ACTH sama dengan hormon hipofisis anterior lainnya. 3) Efek lain hormon adrenokortikotropik Androgen adrenal dilepaskan sebagai respons terhadap stimulasi ACTH pada kelenjar adrenal. Juga meningkatkan efek katekolamin sehingga terjadi peningkatan frekuensi jantung dan tekanan darah. ACTH dalm jumlah terbatas tampak sangat penting untuk sintesis hormon kortikal adrenal lain. pembuangan garam dan kematian terjadi. 19 . 2) Faktor yang mengontrol pelepasan glukokortikoid Glokokortikoid dilepaskan dari kelenjar adrenal sebagai respons terhadap hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang bersirkulasi dari hipofisis anterior. c. Hormon ini juga disebut vasopresin yang berarti tensor vaskular.lapar.melanin stimulating hormone(MSH). Setelah dilepaskan. ACTH dilepaskan sebagai respons terhadap corticotropin-releasing hormone (CRH) yang dibawa dalam darah portal dari hipotalamus. yang menyebabkan sel kulit memproduksi melanin zat tanning. Androgen adrenal adalah somber utama androgen pada wanita dan anak. CRH juga menstimulasi pelepasan endorfin oleh hipofisis anterior dan mungkin ditempat lai. Kadar ACTH yang tinggi dapat menimbulkan maskulinisasi pada wanita dan anak. dan menghambat pertumbuhan dengan menekan hormon pertumbuhan dan melawan efek hormon pertumbuhan pada sintesis protein. Glukokortikoid meningkatkan efek hormon pertumbuhan pada jaringan adiposa dan meningkatkan efek hormon pertumbuhan pada jaringan targetnya. meningkatkan penimbunan lemak didaerah badan dan wajah. glukokortikoid memberi umpan balik pada hipotalamus dan hipofisis anterior untuk menurunkan pelepasan CRH dan ACTH lebih lanjut. Hormon Antidiuretik Hormon antidiuretik (ADH) adlah hormon protein yang dibentuk di nukleus supraoptik hipotalamus dan disimpan di dalam dan dilepaskan dari hipofisis posterior. Tanpa aldosteron.

nyeri. dan alkohol. Obat pitocin adalah derivatif oksitoksin dan digunakan secara klinis untuk mencetuskan dan mempercepat persalinan. oksitoksin meyebabkan peningkatan intensitas kontraksi uterus saat terjadi kemajuan persalinan dan mendekati pelahiran. Peran tepatnya dalam mencetuskan persalinan pada ibu hamil tidak jelas. Oksitoksin Oksitoksin adalah hormon protein ang dibentuk di nukleus paraventrikel hipotalamus dan disimpan didalam dan dilepaskan dari hipofisis posterior. Oksitoksin juga menstimulasi kontraksi otot polos uterus. 1) Efek oksitoksin Oksitoksin menstimulasi kontraksi lapisan otot polos duktus susu payudara sehingga menyebabkan peningkatan tekanan intramamaria dan kemudian keluarnya air susu (letdown) yang disimpan ke puting. Antidiuresis akibat ADH mengembalikan osmolalitas plasma (meningkatan konsentrasi airnya). Pada kadar yang tinggi. Ketika dorongan untuk mengisap berkurang. stimulus untuk pelepasan oksitoksin berkurang dan keluarnya air susu melambat. Osmolalitas plasma normal adalah sekitar 280 mOsm/kg. Ini adalah efek antidiuretik ADH. Peningkatan osmolalitas plasma dideteksi oleh osmoreseptor di hipotalamus. d. Akan tetapi. stres.1) Efek hormon antidiuretik ADH menyebabkan sel duktus pengumpul ginjal menjadi lebih permeable terhadap air. Ini adalah efek vasoaktif utama. Hal ini meningkatkan reabsorpsi air kedalam darah sehingga menurunkan diuresis (aliran) urine. peningkatan tekanan darah. ADH meyebabkan kontraksi otot polos vaskular sehingga meningkatkan tahanan perifer total dan tekanan darah. Pengisapan menyebabkan keluarnya air susu yang memungkinkan bayi untuk menyusu. Stimulus lain untuk pelepasan ADH adalah penurunan tekanan darah (yang dideteksi oleh baroreseptor karotis dan aorta). Ini 20 . Sekresi ADH dihambat oleh penurunan osmolalitas plasma. 2) Faktor yang mengontrol pelepasan Hormon Antidiuretik Stimulus utama untuk pelepasan ADH adalah peningkatan osmolalitas plasma (peningkatan konsentrasi zat terlarut). dan olahraga.

3. 4. Mengantarkan teratur. System koordinasi tersebut terdiri dari system saraf dan system hormone. Berpengaruh kepada pertukaran zat. Hal ini terjadi misalnya karena kelenjar adrenal terkena infeksi atau oleh sebab autoimun. Berkurangnya volume dan tekanan darah karena turunnya kadar Na+ dan volume air dari cairan tubuh. yaitu : 1. Didalam tubuh diedarkan melaui darah. Gejala– gejalanya berupa : a. Rangsangan melalui serabut saraf. rangsangan secara kurang SYSTEM HORMONE 1. sedangkan vitamin masuk ke dalam tubuh bersama–sama dengan zat makanan. Perbandingan antara system saraf dan system hormone SYSTEM SARAF 1. D. KELAINAN–KELAINAN PADA SISTEM HORMON 1. Mengantarkan lambat. 3. Struktur kimianya kadang – kadang sama. C. Mengantar teratrur. 2. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. PERBEDAAN CARA KERJA SISTEM SARAF DENGAN SISTEM HORMON Seluruh kegiatan tubuh manusia dapat bekerja serasi dan terpadu bila system koordinasi yang baik. Mengantar rangsangan dengan cepat. rangsangan dengan rangsangan dengan Sifat hormone banyak persamaannya dengan sifat vitamin. Perbedaannya adalah bahwa hormone dibuat di dalam tubuh oleh kelenjar endokrin. Rangsangan melalui darah. 2. 21 . Penyakit Addison Penyakit ini dimana terjadi sekresi yang berkurang dari glukokortikoid.adalah contoh jelas umpan balik negatif. Saraf dan hormone mempunyai perbedaan dalam mengatur kerja seluruh organ tubuh. 5. Beberapa hormone dibuat secara sintetis di laboratorium. 3. Stres atau rasa takut dapat menghambat sintesis oksitoksin. 2.

Akibatnya kadar ACTH meningkatkan dan zona retikularis dirangsang untuk mensekresi andogen yang menyebabkan timbulnya tanda – tanda kelainan sekunder pria pada seorang wanita yang disebut virilisme yaitu timbulnya janggut dan distribusi rambur seperti pria. Hipoglikemia dan turunnya daya tahan tubuh terhadap stress. Sindrom Cushing Kumpulan gejala–gejala penyakit yang disebabkan oleh sekresi berlebihan dari glukokortikoid seperti tumor adrenal dan hipofisis.b. Tetapi bila timbul sekresi yang berlebihan dari estrogen dan progesterone timbul tanda – tanda kelamin sekunder wanita antara lain yaitu ginaekomastia ( payudara membesar seperti pada wanita ). otot – otot tubuh seperti pria. sehingga penderita mudah menjadi shock dan terjadi kematian hanya karena stress kecil saja misalnya flu dan kelaparan. Basal metabolism meningkat 22 . c. c. yaitu timbulnya tanda – tanda kelamin sekunder dibawah umur. Pada pria dewasa gejala – gejala diatas tertutup oleh tanda – tanda kelamin sekunder normal yang disebabkan oleh testosterone. Pada pria dibawah umur timbul pubertas perkoks. payudara mengecil. Osteoporosis. Gejala – gejalanya berupa a. Juga dapat disebabkan oleh pemberian obat–obatan kortikosteroid yang berlebihan. Peokromositoma Tumor adrenal medulla yang menyebabkan hipersekresi adrenalin dan noadrenalin dengan akibat sebagai berikut : a. Sindrom Arenogenital Kelainan dimana terjadi kekurangan produksi glukokortikoid yang biasanya akibat kekurangan enzim pembentuk glukokortikoid pada kelenjar adrenal. Lesu mental dan fisik. Luka yang sulit sembuh. 3. 2. Gangguan mental misalnya euphoria ( terasa segan ). 4. klitiris membesar seperti penis dan kadang – kadang kebotakan. perubahan suara. d. b. Otot – otot mengecil dan menjadi lemah karena katabolisme.

Pada defisiensi yodium. mudah gemuk. muka bengkak. gemetaran. Berkurangnya fungsi saluran penceraan f. Bila terjadi pada masa bayi dan anak. suhu tubuh rendah. hal ini merangsang sel–sel folikel untuk hipertropi dan hiperflasia. nafsu makan besar. Tekanan darah meninggi e. Jantung berdebar d. Hipertiroidea paling sering terdapat pada penyakit graves. denyut jantung lambat. Kreatinisme dapat diobati dengan pemberian hormone tiroid asalkan tidak terlambat. tumor atau defisiensi yodium. Hal ini dapat dihindarkan dengan mengkonsumsi garam beryodium. lemah. dan lidah besar. TSA ) terhadap reseptor TSH pada sel – sel tiroid. Pengobatannya melalui operasi. Hipotiroid dapat terjadi bila terdapat defisensi yodium pada makanan. 7. jantung berdebar dan BMR meningkat melebihi 20 sampai 100. hipotiroidea menimbulkan miksedema. suatu penyakit autoimin dimana terbentuk antibody ( thyroid stimulating antibody. perut buncit. Struma kelenjar tiroid yang menimbulkan pembenjolan pada leher bagian depan. Hipertiroidea Keadaan dimana hormone tiroid disekresikan melebihi kadar normal. berkeringat. Glukosa darah meningkat c. 23 . rambur kasar. berat badan menurun. Hipotiroidea Keadaan dimana terjadi kekurangan hormone tiroid. lamban secara fisik mental. Gejala–gejala berupa.b. leher pendek. 6. Anak yang kreati memiliki muka bulat. Penyebab struma antara lain peradangan. struma terjadi karena kadar T4 dan T3 menurun. Gejala–gejala berupa kulit tebal. hipotiroidea menimbulkan kretinisme yaitu tubuh menjadi pendek karena pertubuhan tulang dan otot terhambat. kadar TASH. Keringan pada telapak tangan Kesemuanya menyebabkan berat badan menurun dan tubuh lemah. 5. disertai kemunduran mental karena sel–sel otak kurang berkembang. Bila terjadi pada orang dewasa.

Penderita DM dapat meninggal karena penyakit yang dideritanya atau karena komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit ini. gangguan jantung dan gangguan saraf. dan penonjolan bola mata ( eksoptalmus ) yang disebabkan oleh reaksi radang terhadap imun kompleks pada otot bola mata eksternal dan jaringan sekitar bola mata. Penyakit ini dapat di control dengan pengaturan konsumsi gula dan mengurangi berat badan. 24 . maka kadar T4 dan T3 darah meningkat. Penyakit Graves juga disertai dengan goiter ( stauma ) pembengkakan kelenjar tiroud. Pada kedua hal tersebut.mengaktifkan reseptor – resepror ini. gen adalah materi genetic yang membawa sifat–sifat yang diturunkan. Biasanya DM tipe II berasosiasi dengan kegumukan dan baru timbul setelah penderita berusia lebih dari 40 tahun. 8. Tipe I ( insulin dependent ) diabetes yang timbul akibat dari kerusakan sel –sel beta pancreas karana infeksi virus atau kerusakan gen. Terdapat dua macam tipe DM. Penyakit ini bersifat menurunkan dam merupakan akibat kerusakan gen yang mengkode reseptor insulin pada sel. Penderita membutuhkan suplemen insulin yang diberikan dengan cara penyuntikan. misalnya penyakit ginjal. Diabetes tipe I biasanya timbul sebelum penderita berusia 15 tahun. Diabetes Melitus DM adalah penyakit penyakit yang disebabkan oleh kelainan hormone yang mengakibatkan sel–sel dalam tubuh tidak dapat menyerap glukosa dari darah. sel– sel tubuh tidak mendapat cukup glukosa dari darah sehingga kekurangan energy dan akhirnya terjadi pembakaran cadangan lemak dan protein tubuh. Penyakit ini timbul ketika di dalam darah tidak terdapat cukup insulin atau ketika sel–sel tubuh tidak dapat bereaksi secara normal terhadap insulin dalam darah. DM tipe II timbul karena sel–sel tubuh tidak mampu bereaksi terhadap insulin walaupun sel–sel pancreas memproduksi cukup insulin. Selain itu dianjurkan untuk mengurangi konsumsi lemak dan garam. system pencernaan tetap dapat menyerap glukosa dari makanan sehingga kadar glukosa dalam darah menjadi sangat tinggi dan akhirnya di sekresi bersama urin. Sementara itu.

misalnya virus hepatitis B yang menyerang hati dan merusak kelenjar pancreas. namun faktor keturunan sangat memegang peranan penting. disebabkan oleh karena pada jenis ini timbul reaksi automun yang disebabkan oleh karena adanya peradangan pada sel beta dan alergi terhadap kelenjar pancreasnya sendiri. Tipe 1 adalah IDDM (Insulin Dependent Diabetes Melitus) Diabetes yang jumlah insulinnya tidak adekuat. DM yang tidak selalu tergantung pada insulin.BAB II TINJAUAN TEORI DIABETES MELITUS A. sehingga sel beta yang memproduksi insulin menjadi rusak. Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis termasuk Heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat B. GDM (Gestational Diabetes Melitus) 25 . sampai sekarang penyebabnya masih jamak. Tipe 2 adalah NIDDM (Non Insulin Dependent Diabetes Melitus) Kadar insulin dalam tubuh normal atau tinggi. Gejala klinik biasanya timbul setelah umur 40 tahun. Akibatnya orang harus selalu mendapat suntikan insulin terus menerus untuk menetralisir kadar gulanya. Gambaran klinik biasanya timbul pada masa kanak-kanak dan puncaknya pada masa akil balig. b. d. Klasifikasi DM a. Pengertian Diabetes Melitus adalah keadaan dimana tubuh tidak menghasilkan atau memakai insulin sebagaimana mestinya. Diduga zat sianida yang terdapat pada singkong yang menjadi sumber karbohidrat berperan dalam proses terjadinya penyakit ini. Kadang-kadang penyakit ini dihubungkan dengan virus. tetapi tidak berpengaruh pada jenis kelamin. Diabetes Melitus adalah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula atau glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. MRDM (Malnutrisi relasi Diabetes Melitus) Bentuk ini biasanya disebabkan oleh adanya malnutrisi disertai kekurangan protein yang nyata. Diabetes Melitus adalah sekelompok kelainan yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia). c.

Kesemutan pada jari-jari tangan dan kaki serta gatal-gatal. Genetik yaitu faktor keturunan memang memegang peranan penting pada kejadian penyakit ini. 3. Ibu-ibu sering keguguran dan melahirkan bayi diatas 4 kg. Virus yaitu virus hepatitis B menyerang hati dan merusak kelenjar pankreas. Poliuria: sering kencing terutama malam hari. 6. 2. Penyakit Pankreas yaitu peradangan pada sel beta mengakibatkan sel tersebut tidak dapat memproduksi insulin. Kelainan Hormonal yaitu hormon insulin yang kurang jumlahnya atau tidak berfungsi D. 5. cepat lelah. Manifestasi Klinik 1. 10. 17). Diabetes Melitus jenis ini meliputi 2-5 % daripada seluruh DM. 8. disebabkan oleh meningkatnya kadar gula darah yang dapat mempengaruhi syaraf tepi dan otonom. Polidipsi: Rasa haus yang berlebihan. sehingga sel beta yang memproduksi insulin menjadi rusak. Gaya Hidup yaitu orang yang kurang gerak badan diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat. 2002.Diabetes yang muncul selama kehamilan. 7. kegemukan dan kesalahan pola makan. 2. 26 . 9. C. keputihan dan pruritus vulva pada wanita). Berat badan menurun secara drastis. Gairah seks menurun (impotensi pada pria. hal. Akibatnya janin yang dilahirkan berat badannya diatas 4 kg atau bisa jadi keguguran (Soegondo. 4. 5. Apabila orang tua (salah satu atau keduanya) menderita DM. 4. Poliphagia: cepat lapar. 3. Etiologi 1. Luka sukar sembuh. maka kemungkinan anak-anaknya menderita penyakit ini lebih besar. Penglihatan kabur. Badan lemah. Jenis ini sangat penting untuk diketahui karena dampaknya pada janin kurang baik bila tidak ditangani dengan benar. walaupun cuaca tidak panas.

Akibat naiknya kadar gula darah. Glukosa merupakan zat yang bersifat hipertonik sehingga menyerap cairan tubuh. pasien akan mengalami peningkatan dalam berkemih (poliuria). akibatnya. penderita mengalami kelebihan gula dalam darah yang harus dikeluarkan melalui urine. ginjal tidak dapat menyerap kembali semua glukosa yang tersaring keluar. juga ikut mengatur metabolisme lemak dan protein dalam tubuh manusia. Sebagai akibat dari kehilangan cairan yang berlebihan. Disamping itu akan terjadi pemecahan lemak yang akan mengakibatkan peningkatan produksi badan keton yang merupakan produk samping pemecahan lemak. ekskresi ini akan disertai pengeluaran cairan dan elektrolit yang berlebihan. Patofisiologi Penyakit diabetes melitus terjadi akibat berbagai faktor diantaranya virus hepatitis B yang menyerang hati dan merusak kelenjar pancreas terutama sel Beta. terutama cairan ekstra seluler yang kemudian dikeluarkan melalui ginjal. bahkan glukosa hanya berkumpul di dalam darah dan beredar keseluruh tubuh. Ketika glukosa yang berlebihan diekskresikan ke dalam urine. lesu dan sering mengantuk.E. glukosa dalam darah meningkat dan tidak digunakan dengan baik oleh sel. Badan Keton merupakan asam yang mengganggu keseimbangan asam basa tubuh apabila 27 . diabetik nefropati dan gangguan fungsi imunitas tubuh. diabetik neuropati. Jika konsentrasi glukosa dalam darah cukup tinggi. namun pada penderita defisiensi insulin. Kondisi fisik yang terganggu. Pasien dapat mengalami peningkatan selera makan (polifagia) akibat menurunnya simpanan kalori. Difisiensi insulin akan juga mengganggu metabolisme protein dan lemak yang menyebabkan penurunan berat badan. Akibat kekurangan hormon insulin. proses ini akan terjadi tanpa hambatan dan lebih lanjut turut menimbulkan hiperglikemia. DM mengakibatkan perubahan-perubahan seperti arterosklerosis. Insulin bekerja merubah glukosa dalam darah menjadi energi atau tenaga yang digunakan oleh sel. dan rasa haus (polidipsia). sehingga penderita menjadi tidak produktif. Gejala lainnya mencakup kelelahan dan kelemahan. meskipun penderita banyak makan (polifagia) tetapi penderita tidak gemuk dan semakin kurus. Keadaaan ini dinamakan diuresis osmotik. glukosa tersebut muncul dalam urine (glukosuria). diabetik retinopati. kemudian terjadi gangguan produksi insulin. Dalam keadaan normal insulin mengendalikan glikogenesis (pemecahan glukosa yang disimpan) dan glukoneogenesis (pembentukan glukosa yang baru dari asam-asam amino serta substansi lain).

kesulitan menghitung sederhana. 1998. Ganong. dengan atau tanpa kejang. Hipoglikemia Adalah keadaan klinik gangguan syaraf yang disebabkan penurunan glukosa darah. sesudah melahirkan. stadium gangguan otak ringan lemah. koma bahkan kematian. stadium otak berat: koma (tidak sadar). Ketoasidosis diabetic yang diakibatkannya dapat menyebabkan tanda-tanda dan gejala seperti nyeri abdomen. stadium simpatik: keringat dingin pada muka. b. tekanan darah menurun. tetapi kejadian ini sering timbul karena pasien tidak mempertahankan atau belum mengetahui pengaruh beberapa perubahan pada tubuhnya. 339) F. hiperventilasi. Tanda klinik dari hipoglikemia bervariasi dan berbeda pada setiap orang. penghentian obat oral maupun insulin yang didahului oleh stress akut. Hiperglikemia Adalah adanya masukan kalori yang berlebihan. berat badan turun. Tanda khas kesadaran menurun disertai dehidrasi berat. (William F. jantung berdebar-debar. Tanda-tanda hipoglikemia yaitu: stadium parasimpatik: lapar. khususnya glibenklamid.jumlahnya berlebihan. Komplikasi 1. mual. terdiri dari: a. Penyebab hipoglikemia yaitu makan kurang dari aturan yang ditentukan. nafas bau keton dan bila tidak ditangani akan menimbulkan perubahan kesadaran. Tanda dari hipoglikemia mulai timbul bila glukosa darah kurang dari 50 mg/dl. c.Akut. lesu. Ketoasidosis Diabetik (KAD) Adanya gangguan metabolik yang mengancam hidup yang secara potensial akut yang terjadi sebagai akibat defisiensi insulin lama. Meskipun hipoglikemia sering pula terjadi pada pengobatan dengan insulin. Penyebab tersering hipoglikemia adalah obat-obatan hipoglikemia oral golongan sulfonilurea. muntah. mual. hal. meskipun reaksi hipoglikemia bisa didapat pada kadar glukosa darah yang lebih tinggi. dikarakteristikkan dengan 28 . bibir atau tangan. sesudah olahraga. Gejala ini dapat ringan berupa gelisah sampai berat berupa koma dan kejang. terutama pada hidung. sulit bicara. sembuh dari sakit dan makan obat yang mempunyai sifat serupa.

ini menyebabkan diabetik retinopati. terutama mempengaruhi pembuluh darah besar dan sedang. kegagalan untuk mentaati modifikasi diet. Penderita DM dengan kelainan makrovaskular dapat memberikan gambaran kelainan pada tungkai bawah. a) Neuropati Diabetik Disebabkan oleh kerusakan kecepatan konduksi syaraf karena konsentrasi glukosa tinggi dan penyakit mikrovaskular. neuropati dan nefropati. penurunan masukan cairan. terdiri dari: 1) Penyakit Makrovaskuler Penyakit makrovaskuler adalah karena aterosklerosis. Pada penderita tersebut bila dilakukan perabaan arteri mungkin akan teraba denyut yang berkurang sampai menghilang. Neuropati motor sensori berperan dalam ulkus dan infeksi kaki dan telapak kaki. Faktorfaktor pencetus KAD adalah obat-obatan (steroid. Oklusi vaskular dari aterosklerosis dapat menyebabkan penyakit arteri koroner.hiperglikemia yang ekstrim (lebih dari 300 mg/dl). pasien tampak sakit berat dan memerlukan intervensi darurat untuk mengurangi kadar glukosa darah dan memperbaiki asidosis berat elektrolit dan ketidak seimbangan cairan. rasa nyeri dada sering tidak dijumpai akibat adanya neuropati. 2. kegagalan masukan insulin sesuai program. konstipasi yang berubah-ubah dengan diare. diuretik. alkohol).Kronik. KAD dimanifestasikan sebagai status berlanjutnya patofisiologi dari DM. Perubahan pada sintesis dan katabolisme lemak mengakibatkan peningkatan LDL (Low Density Lipoprotein). impotensi. Penderita dengan gangguan serebrovaskular dapat memberikan gambaran berupa kelumpuhan infark jantung juga dapat terjadi akibat kelainan makrovaskular. baik berupa ulkus maupun gangren diabetik. penyakit vaskular perifer dan penyakit vaskular serebral. hipotensi ortostatik dan adanya 29 . karena adanya kekurangan insulin. stress emosi berat. 2) Penyakit Mikrovaskular Terutama mempengaruhi pembuluh darah kecil dan disebabkan oleh penebalan membran dasar kapiler dari peningkatan kadar glukosa darah secara kronis. Neuropati autonomik berperan dalam kandung kemih neurogenik. lemak diubah menjadi glukosa untuk energi.

Sedangkan tujuan jangka panjang adalah untuk mencegah komplikasi. 2. Kultur: kemungkinan adanya ISK. fosfor: lebih sering menurun. 5. Insulin darah: mungkin menurun atau bahkan tidak ada (pada tipe I) atau normal sampai tinggi (tipe II) yang mengidentifikasikan insufiensi insulin atau ganguan dalam penggunaannya. Gas darah arteri: PH rendah dan penurunan pada HCO3 (asidosis metabolic). pucat sampai keluhan sesak nafas akibat penimbunan cairan. Glukosa darah: meningkat >200 mg/dl atau lebih. c) Nefropati Diabetik Penderita dengan nefropati diabetik dapat menunjukkan gambaran gagal ginjal menahun seperti lemas. baik makroangiopati. mual. hemokonsentrasi. Penatalaksanaan Medis Dalam mengelola DM untuk jangka pendek tujuannnya adalah menghilangkan keluhan dan gejala dan mempertahankan rasa nyaman dan sehat. rasa lemah dan baal. 10. Aseton Plasma atau keton: positif. Elektrolit: Natrium: mungkin normal. 8. b) Retinopati Diabetik Penderita dengan retinopati diabetik akan dapat mengalami gejala penglihatan kabur yang dapat menyebabkan katarak. Keluhan tersering adalah berupa kesemutan. Trombosit: Ht mungkin meningkat (dehidrasi) leukositosis. 3. 6. merupakan respon terhadap infeksi. Ureum/kreatinin: mungkin meningkat atau normal (dehidrasi atau penurunan fungsi ginjal). Adanya gagal ginjal yang dibuktikan dengan kenaikan kadar kreatinin atau ureum serum ditemukan berkisar antara 2-7 % G.keluhan gangguan pengeluaran keringat. 7. Pemeriksaan Penunjang 1. 9. berat jenis urine mungkin meningkat. kalium: normal. meningkat atau menurun. infeksi pernafasan dan infeksi pada luka. H. Urine: Gula dan aseton positif. Asam lemak bebas: kadar lipid dan kolesterol meningkat. 4. 30 . ataupun gangguan refraksi akibat perubahan-perubahan pada lensa oleh hiperglikemia.

Cara yang lebih mudah lagi adalah dengan perhitungan kasar. protein dan lemak. diantaranya adalah dengan memperhitungkan berdasarkan kebutuhan kalori basal yang bersarnya 25-30 kalori/kg BB ideal. umur. aktivitas. Usia 40-59 tahun: kalori – 5 % Usia 60-69 tahun: kalori – 10 tahun 31 . adanya komplikasi dan berat badan.mikroangiopati maupun neuropati dengan tujuan akhir menurunkan morbiditas dan mortalitas DM. rumus dimodifikasi sebagai berikut: BB I: (TB dalam cm – 100) X 1 kg Sedangkan menurut Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh: (IMT) yaitu BB (kg) (TB (cm)) 2 Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan kalori: 1) Jenis Kelamin Wanita: 25 kalori/kg BB Pria: 30 kalori/kg BB 2) Usia a) b) c) d) e) Usia bayi: 112 kalori / kg BB Usia 1 tahun: 1000 kalori / kg BB Usia > 1 tahun: tambah 100 kalori untuk tiap tahunnya. yaitu: a. protein 10-15 %. Prinsip pengelolaan diabetes mellitus didasarkan pada 4 tonggak penting. normal 1700-2100 kalori dan gemuk 1300-1500 kalori. Perencanaan makan (diit) Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan komposisi yang seimbang dalam hal karbohidrat. lemak 20-25 %. yaitu untuk pasien kurus 2300-2500 kalori. sesuai dengan kecukupan gizi baik. ditambah atau dikurangi bergantung pada beberapa faktor yaitu jenis kelamin. kehamilan atau laktasi. Ada beberapa cara untuk menentukan kalori yang dibutuhkan orang dengan DM. sebagai berikut: karbohidrat 60-70 %. Perhitungan berat badan ideal dengan rumus Brocca yang dimodifikasi sebagai berikut: BB I: 90 % X (TB dalam cm – 100) X 1 kg Bagi pria dengan TB dibawah 160 cm dan wanita dibawah 150 cm.

sebagai contoh olah raga ringan adalah berjalan kaki biasa selama 30 menit. dan sore 25 % serta 2-3 porsi makanan ringan 10-15 % diantaranya. trauma atau operasi yang menyebabkan kenaikan suhu memerlukan tambahan kalori sebesar 13 % untuk tiap kenaikan 1o C. Obesitas. 6) Berat badan a) b) c) d) Kurus. Latihan jasmani/olah raga Dianjurkan latihan jasmani secara teratur (3-4 kali seminggu) selama kurang lebih 30 menit. olah raga sedang adalah berjalan cepat selama 20 menit dan olah raga berat misalnya jogging. Jumlah kalori yang dibutuhkan orang gemuk: BB I x kalori basal + kalori aktivitas – status gizi Makanan sejumlah kalori terhitung. kalori sehari: BB x 30. Normal. dengan komposisi tersebut diatas dibagi dalam tiga porsi besar untuk makan pagi 20 %. kalori sehari: BB x 40.f) 3) Usia > 70 tahun: kalori – 20 % Aktifitas fisik atau pekerjaan a) b) c) d) e) Istirahat: kebutuhan kalori basal + 10 % Ringan: Kebutuhan kalori basal + 20 % Sedang: kebutuhan kalori basal + 30 % Berat: kebutuhan kalori basal + 40 % Sangat berat: kebutuhan kalori basal + 50 % 4) Kehamilan atau laktasi Trimester I: + 150 kalori/hari. 5) Adanya komplikasi Infeksi. Gemuk. kalori sehari: BB x 10/15. 32 .60. Rumus: Jumlah kalori yang dibutuhkan orang kurus: BB I x kalori basal = kalori aktivitas + status gizi. Laktasi: + 550 kalori/hari. b. kalori sehari: BB x 20. makan siang 30 %. Trimester II dan III: + 350 % kalori/hari.

Golongan obat ini tidak dapat dipakai pada IDDM. Dengan demikian.c. Pada diabetes tipe I. f) Pengobatan sindrom hipoglikemi TERAPI INSULIN Sebagaimana dinyatakan sebelumnya. Disamping itu. a) Semua orang dengan diabetes tipe 1 memerlukan insulin eksogen karena produksi insulin oleh sel beta tidak ada atau hampir tidak ada. langkah berikut yang mungkin diberikan adalah insulin. d) Diabetes dengan ketoasidosis. Selma periode puasa. b) Orang dengan diabetes tipe 2 tertentu mungkin membutuhkan insulin bila terapi jenis lain tidak dapat mengendalikan kadar glukosa darah atau apabila stress fisiologis seperti pada tingkatan pembedahan. 2) Obat-obatan golongan biguanid (metformin) : bekerja dengan menurunkan glukosa darah tetapi tidak menyebabkan penurunan sampai dibawah normal. insulin eksogenus harus diberikan dalam jumlah tak terbatas. insulin menghambat pemecahan simpanan glukosa. c) Orang dengan diabetes kehamilan bila diet saja tidak dapat mengendalikan kadar glukosa darah. sebagian pasien diabetes tipe II yang biasanya mengendalikan kadar glukosa darah dengan diet atau dengan diet dan 33 . protein dan lemak. e) Orang DM yang mendapat nutrisi parenteral atau yang memerlukan suplemen tinggi kalori. lemak dan hati. hormone insulin disekresikan oleh sel-sel beta pulau-pulai Langerhans. tubuh kehilangan kemampuan untuk memproduksi insulin. insulin mungkin diperlukan sebagai terapi jangka panjang untuk mengendalikan kadar glukosa darah jika diet dan obat hipoglikemia oral tidak berhasil mengontrolnya. 3) Insulin : untuk pasien yang sudah tidak dapat dikendalikan kadar glukosa darahnya dengan kombinasi sulfonilurea dan metformin. Obat-obatan dan Insulin 1) Obat-obat golongan sulfonilurea (glibenklamid) : bekerja dengan menstimulasi sel beta pancreas untuk melepaskan insulin yang tersimpan.pada diabetes tipe II. Hormone ini bekerja untuk menurunkan kadar glukosa darah post prandial dengan mmpermudah pengambilan serta penggunaan glukosa oleh sel-sel otot.

actinf atau intermediet-ecting atau memberikan dosis insulin sebelum makan malam. Preparat insulin. Perjalanan waktu. Pemantauan mandiri kadar glukosa darah telah menjadi dasar dalam memberikan terapi insulin.obat oral kadang membutuhkan insulin secara temporer selama mengalami sakit. maka emantauan kadar glukosa darah yang akurat sangat penting. spesies (sumber) dan pabrik pembuatnya. konsentrasi. Preparat insulin dapat dikelompokan dalam tiga kategori utama berdasarkan awitan. pemberian insulin long. Kini tersedia sejumlah preparat insulin. Mengubah waktu penyuntikan insulin dari saat makan Kadar glukosa darah relative normal intermediet-acting sampai ± pukul 3. Fenomena fajar. kehamilan. puncak dan durasi kerja. 34 . Preparat ini digolongkan menurut empat karakteristik: perjalanan waktu.00 pagi saat kadar malam menjadi saat akan tidur malam. Terapi Meningkatkan dosis (sebelum makan Kenaikan progresif glukosa darah dari malam atau pada saat akan tidur) saat akan tidur malam hingga pagi hari. pembedahan atau beberapa kejadian stres lainnya. Karakteristik Penyusunan insulin. infeksi. Karena dosis insulin yang diperlukan masing-masing pasien ditentukan oleh kadar glukosa dalam darah. tersebut mulai naik. Penyuntikan insulin sering dilakukan 2 kali sehari (atau bahkan lebih sering lagi) untuk mengendalikan kenaikan kadar glukosa darah sesudah makan dan pada malam hari. dan selanjutnya terjadi pningkatan yang disebabkan oleh produksi hormone counter-regulasi. pasien belum menggunakan cara ini. Efek somogyi Menurunkan dosis (sebelum makan Kadar glukosa darah yang normal atau malam atau pada saat akan tidur) meningkat pada saat akan tidur malam: pemberian Insulin long-acting atau penurunan terjadi pada pukul 2-3 pagi intermedit sebelum makan malam jika hingga mencapai tingkat hipoglikemia.

dibrikan atau dengan sebelum dapat sendiri bersama insulin long-acting.Short-acting Insulin  Insulin regular Awitan kerja human insulin regular adalah ½ hingga 1 jam: puncaknya. tetapi tidak cukup. Pengobatan dengan obat–obatan penting. Insulin regular terlihat jernih dan biasanya diberikan 20-30 menit sebelum makan. Penyuluhan/pendidikan kesehatan Penyuluhan diperlukan karena penyakit DM adalah yang berhubungan dengan gaya hidup. durasi kerjanya 4 hingga 6 jam. d. Intermediate. 2 hingga 3 jam.NPH acting (neutral protamine hagedorn) Lente (“L”) Long-acting Ultrralente (“UL”) 6-8 jam 12-16 jam 20-30 jam Digunakan terutama untuk 3-4 jam 4-12 jam 16-20 jam Diberikan sesudah makan mengendalikan kadar glukosa darah puasa. Kategori insulin. Pengobatan 35 . Lama kerja Short-acting Agens Regular “R” Awitan ½-1 jam Puncak 2-3 jam Durasi 4-6 jam Indikasi Diberikan 20-30 menit makan.

5 . Kategori Indeks Massa Tubuh Untuk orang dewasa yang berusia 20 tahun keatas. 2009).25.0 . Tabel : Kategori Indeks Massa Tubuh (IMT) IMT < 17.53. Pada akhirnya diambil kesimpulan. IMT tidak mengukur lemak tubuh secara langsung. bekerja dan lain-lain. tidur.0 .56 = 19. Pasien yang mempunyai pengetahuan yang cukup tentang DM kemudian selanjutnya mengubah perilaku. Untuk mengetahui nilai IMT ini. TB = 160 cm. Berhasilnya pengobatan DM tergantung pada kerja sama antara petugas kesehatan dengan pasien dan keluarganya. batas ambang dimodifikasi lagi berdasarkan pengalaman klinis dan hasil penelitian di beberapa negara berkembang.18. atau indeks Quetelet. ini ditemukan antara tahun 1830 dan 1850 oleh polymath asal Belgia Adolphe Quetelet selama pengembangan "fisika sosial".27. akan dapat mengendalikan kondisi penyakitnya sehingga ia dapat hidup lebih lama. IMT diinterpretasi menggunakan kategori status berat badan standard yang sama untuk semua umur bagi pria dan wanita. batas ambang IMT untuk Indonesia adalah sebagai berikut: a. IMT dipercayai dapat menjadi indikator atau mengambarkan kadar adipositas dalam tubuh seseorang.0 Status Gizi Gizi Kurang Gizi Kurang Gizi Baik Gizi Lebih Kategori Sangat Kurus Kurus Normal Gemuk 36 .0 17. Indeks massa tubuh (IMT). IMT = 50/(160/100)2 = 50/2.juga merupakan proksi heuristik untuk lemak tubuh manusia berdasarkan berat badan seseorang dan tinggi.DM memerlukan keseimbangan antara beberapa kegiatan yang memerlukan bagian integral dari kegiatan rutin sehari–hari seperti makan. dapat dihitung dengan rumus berikut: IMT = Berat Badan (kg)/(Tinggi Badan (cm)/100)2 Contoh :BB = 50 kg.5 18. Body Mass Index (BMI) atau Indeks massa tubuh Indeks massa tubuh (IMT) adalah nilai yang diambil dari perhitungan antara berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) seseorang. intrepretasi IMT adalah spesifik mengikut usia dan jenis kelamin (CDC.0 25. Untuk kepentingan Indonesia.Untuk anak-anak dan remaja.

0 Gizi Lebih Sangat Gemuk 37 .> 27.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful