P. 1
Pengertian Akuntansi Perbankkan Syariah

Pengertian Akuntansi Perbankkan Syariah

|Views: 30|Likes:
rangkuman
rangkuman

More info:

Published by: Hari RedArmy MufcLover LuphRya on Apr 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2013

pdf

text

original

pengertian akuntansi perbankkan syariah

Akuntansi Perbankan Syariah a. Definisi Pengertian bank menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2004) adalah lembagayang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yangmemilki dana dan pihak-pihak yang memerlukan dana, serta sebagai lembaga yangberfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran. Pengertian bank menurut UU no. 7 tahun 1992 tentang perbankan adalah:“bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuksimpanan, dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan tarafhidup rakyat banyak, sedangkan bank umum adalah bank yang dapat memberikanjasa dalam lalu lintas pembayaran”. Siamat (2005) mengemukakan bahwaperbankan syariah pada dasarnya adalah sistem perbankan yang dalam usahanya didasarkan pada prinsip-prinsip hukum atausyariah Islam dengan mengacu kepada al-Qur’andan al-Hadits,beroperasi dengan mengikuti ketentuan-ketentuansyariah Islam,khususnya menyangkut tata cara bermuamalat misalnya dengan menjauhi praktikpraktik yang mengandung unsur-unsur riba dan melakukan kegiatan investasi atasdasar bagi hasil pembiayaan. b. Karakteristik 1. Karakteristik bank konvensional Anonimous(2001) menjelaskan bahwa karakteristik bank konvensional meliputi beberapa hal: a. Merupakan industri yang kegiatan usahanya mengandalkan kepercayaan masyarakat sehingga tingkat kesehatan bank perlu dipelihara b.Pengelola bank dalam usahanya dituntut untuk senantiasa menjagakeseimbangan antara pemeliharaan likuiditas yang cukup dan pencapaianrentabilitas yang wajar serta pemenuhan kebutuhan modal yang memadaisesuai dengan jenis penanamannya. c.Bank sebagai lembaga kepercayaan masyarakat dan bagian dari sistemmoneter mempunyai kedudukan yang strategis sebagai penunjangpembangunan ekonomi 2. Karakteristik banksyariah Ikatan Akuntan Indonesia (2004) menyebutkan bahwa karakteristik bank syariahada lah: 1. Berdasarkan prinsipsyariah 2.Implementasi prinsip ekonomi Islam dengan ciri: a.Pelarangan riba dalam berbagai bentuknya b.Tidak mengenal konsep time-value of money c.Uang sebagai alat tukar bukan komoditi yang diperdagangkan 1.Beroperasi atas dasar bagi hasil 2.Kegiatan usaha untuk memperoleh imbalan atas jasa 3.Tidak menggunakan “bunga” sebagai alat untuk memperoleh pendapatan 4.Azas utama : kemitraan, keadilan, transparansi dan universal 5. Tidak membedakan secara tegas sektor moneter dan sektor riil, dapat melakukan transaksi-transaksi sektor riil c. Tujuan laporan keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (2004) menyatakan bahwa tujuan laporan keuanganbanksyariah pada dasarnya sama dengan tujuan laporan keuangan secara umum yaitumenyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja dan perubahanposisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakaidalam pengambilan keputusan ekonomi. Namun laporan keuangan banksyariahmemiliki beberapa tambahan antara lain menyediakan: a.Informasi kepatuhan bank terhadap prinsipsyariah, serta informasipendapatan dan beban yang tidak sesuai dengan prinsipsyariah bila ada danbagaimana pendapatan tersebut diperoleh serta penggunaannya b.Informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab bankterhadap amanah dalam mengamankan dana, menginvestasikannya padatingkat keuntungan yang layak, dan informasi mengenai tingkat keuntunganinvestasi yang diperoleh pemilik dan pemilik dana investasi terikat; dan c.Informasi mengenai pemenuhan fungsi sosial bank, termasuk pengelolaan dan penyaluran zakat. d. Asumsi dasar Ikatan Akuntan Indonesia (2004) menjelaskan bahwa asumsi dasar konsepakuntansi banksyariah sama dengan asumsi dasar konsep akuntansi keuangan secaraumum yaitu konsep kelangsungan usaha (going concern) atas dasar akrual.Pendapatan untuk tujuan penghitungan bagi hasil menggunakan dasar kas

Untuk mengetahui tren perkembangan perbankan dari tahun ke tahun. dan melaporkan berbagai transaksi sehingga dapat dipahami oleh para pengguna informasi. maka untuk melakukan pencatatan transaksi dapat dilakukan dengan baik pada tataran praktis. Menyediakan informasi ekonomi mengenai keuangan yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan. yaitu akuntansi syariah). Artinya. Dengan langkah derivasi ini. Akuntansi Syariah adalah ilmu sosial profetik yang menurunkan ajaran normatif Al-Quran dalam bentuk yang lebih konkret. mengklarifikasi.Pentingnya Akuntansi Bank Syariah Akuntansi secara umum mempunyai fungsi sebagai alat untuk menyajikan informasi khususnya yang bersifat keuangan dalam kaitannya dengan kegiatan sosial ekonomi dalam suatu komunitas masyarakat tertentu. Diterapkannya prinsip kehati-hatian dalam operasional perbankan syariah Hal ini ditandai dengan terwujudnya kerangka pengaturan dan pengawasan yang berbasis risiko sesuai dengan karakteristiknya dan didukung oleh sumber daya insane yang andal. [1] Untuk mewujudkan terealisaasinya penggunaan akuntansi yang berbasis syariah maka standar yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan yakni Generally Accepted Accounting Principles yang tidak bisa terlepas dari cara pandang masyarakat ( dimana kegiatan ekonomi itu diselenggarakan ) terhadap nilai-nilai kehidupan sosialnya. Terciptanya stabilitas sistemik serta terealisasinya kemanfaatan bagi masyarakat luas Hal ini ditandai dengan terwujudnya safety net yang merupakan kesatuan dengan konsep operasional perbankan yang berhati-hati. terpenuhinya kebutuhan masyarakat yang menginginkan layanan bank syariah diseluruh Indonesia dengan target mangsa sebesar 5 persen dari total asset perbankan nasional. dan rendahnya tingkat keluhan masyarakat dalam hal penerapan prinsip syariah dalam setiap transaksi. 2. baik instrument maupun badan yang terkait. Pendekatan dalam penyusunan standar akuntansi tsb. telah menerbitkan standar akuntansi bagi lembaga keuangan islam /bank yang tentunya sangat diharapkan dapat diadopsi oleh organisasi profesi akuntansi dan bank sentral negara-negara penyelenggara bank islam. 3. Di mana perbuatan tadi harus didasari dan dituntun oleh ilmu (dalam hal ini adalah ilmu sosial profetik. Adanya organisasi akuntansi dan audit untuk lembaga keuangan islam (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution). 4. Terpenuhinya prinsip syariah dalam operasional perbankan Hal ini ditandai dengan tersusunnya norma-norma keuangan syariah terstandarisasi.diterapkannya kebijakan exit dan entry yang efisien. menganalisis. dan amal. 2. wujud keberimanan seseorang harus diekspresikan dalam bentuk perbuatan (amal atau aksi). serta terwujudnya real time supervision dan self regulation system. Adapun pentingnya akuntansi syariah mendukung bank syariah dalam upaya pengembangan perbankan syariah yakni tercapainya beberapa sasaran sebagai berikut: 1. dan terwujudnya mekanisme kerja sama dengan lembaga-lembaga pendukung. 3. Adapun proses akuntansi berupa tindakan mencatat. terwujudnya fungsi perbankan syariah . Ini terbukti dari tidak mudahnya melakukan harmonisasi standar akuntansi secara internasional meskipun upaya ke arah sana selalu diusahakan dengan adanya International Accounting Standard. Terciptanya sistem perbankan syariah yang kompetitif dan efisien Hal ini ditandai dengan terciptanya pemain-pemain yang mampu bersaing secara global. lembaga profesi akuntansi dan central bank dari negara-negara yang mengizinkan beroperasinya lembaga keuangan islam. diterapkannya konsep corporate governance dalam operasi perbankan syariah. ilmu. akuntansi syariah merupakan bagian tak terpisahkan dari trilogi iman. Dalam hal ini manfaat akuntansi dalam perbankan syariah adalah: 1. Pertangungjawaban manajemen kepada pemilik perbankan atau investor. terwuujudnya aliansi strategis yang efektif. terwujudnya mekanisme kerja yang efisien bagi pengawasan prinsip syariah operasional perbankan. Dengan demikian. menggunakan International Accounting Standard sebagai basis utama dalam pengkajian kebutuhan standar yang sesuai dengan operasi bank syariah sehingga secara praktis akan menerima IAS sepanjang tidak bertentangan dengan syariah dan otomatis akan menolak bila tidak sejalan [2] dengan tuntunan syariah dengan konsekwensi menciptakan suatu standar baru sesuai dengan syariah.

Tetapi melihatnya dalam perspektif yang lebih luas. Metodologi konstruksi akuntansi syariah sedapat mungkin adalah metodologi yang paling dekat dengan syariah. Hal ini misalnya didorong oleh: Munculnya kesadaran orang membayar zakat baik zakat pribadi maupun zakat perusahaan. laba modal pokok yang hasil transaksi dan juga wajib menjelaskan dan [6] mencatat pendapatn dari sumber yang haram jika ada. Dalam akuntansi Syariah mata uang seperti emas. perspektif Khalifatullah fil Ardh tidak melihat realitas dalam bentuk yang paling sederhana yaitu relitas materi. sebagaimana yang ada pada akuntansi konvensional 3. Sebagai contoh misalnya. perak dan barang lainnya memiliki kedudukan yang sama. 3. transaksi. Akuntansi Syariah dan Epistemologi Islam . dan juga uang dari sumber yang haram tercampur menjadi satu. Munculnya berbagai yayasan atau organisasi islam yang memerlukannya. pinjaman. 4.yang kafah dan dapat melayani seluruh segmen masyarakat. realitas spiritual. yaitu realitas Absolut (Tuhan). dan tidak dibedakan atas tujuan tertentu. atau sindikasi maka mau tidak mau perlu mengetahui sistem akuntansi lembaga yang ingin bekerja sama ini. Sedangkan dalam akuntansi syariah juga berlaku demikian namun tidak berlebihan dan selalu memperhatikan akan adanya laba yang masih mungkin terjadi. yaitu meliputi: realitas materi. Konsekuensi yang harus diterima adalah bahwa akuntansi syariah tidak saja merefleksikan realitas materi. [4] Pemahaman realitas yang demikian akan sangat berpengaruh terhadap bentuk akuntansi syariah. yaitu metodologi yang lebih holistik dibandingkan dengan yang lainnya. Realitas yang tidak terpisah dengan realitas lainnya yakni dari realitas yang paling rendah hingga yang paling tinggi. harta berupa barang (stock) yang kemudian dibagi kembali menjadi harta dagang dan harta milik 2. Jika dilakukan suatu perbandingan antara akuntansi syariah dan konvensional maka akan ditemukan beberapa perbedaan yang sifatnya sangat mendasar antara lain sebagai berikut: 1. yaitu: menstimulasi perilaku manusia pada kesadaran Ketuhanan yang pada akhirnya akan menghantarkan manusia untuk kembali kepada Realitas Absolut dari mana manusia itu berasal. Mempelajari Akuntansi Islam sudah merupakan keharusan dalam ekonomi yang semakin global ini. Dalam akuntansi konvensional Assets (harta) dibedakan atas dua hal yakni harta lancar (current assets) dan harta tetap (fixed assets). realitas psikis. 1. Sedangkan dalam akuntansi syariah laba dipisahkan pencatatanya atas laba hasil aktivitas pokok. 4. dan meningkatkan proporsi pola pembiayaan secara bagi [3] hasil. sedangkan dalam akuntansi syariah harta terbagi atas harta berupa uang (cash). Semakin banyaknya lembaga bisnis yang menerapkan syariat islam akan memerlukan Akuntansi Islam dan tenaga yang menguasainya. tetapi juga realitas nonmateri. B. Akuntansi konvensional menerapkan prinsip laba yang universal sehingga laba dagang. maka semakin banyak negara yang akan menerapkan model akuntansi ini. Misalnya jika ada bank yang dijalankan secara syariah seperti bank Muamalat maka bank lain atau perusahaan lain yang ingin meminjam atau ingin kerja sama. dan realitas absolut (Tuhan). Keberadaan lembaga ini tentu membuka peluang untuk masyarakat luas bekerja sama dengan lembaga ini. modal pokok. [5] Demikian juga skala internasional. Akuntansi Konvensional senantiasa menerapakan prinsip ketelitian dan pencadangan yang berlebihan atas kemungkinan terjadinya kerugian dari kesalaha pencatatan sehingga mengesampingkan perhitungan laba yang masih mungkin terjadi. 2. join financing. 5. Konsekuensi ini tentu saja tetap konsisten dengan tujuan dari akuntansi syariah itu sendiri.

kebenaran. shodaqoh. epistimologi Islam diperlukan guna memperoleh pengetahuan yang diharapkan memiliki karakteristik. Epistimologi Islam adalah metode memperoleh pengetahuan ilmu yang Islami melalui proses penalaran yang sistematis. menjunjung tinggi musyawarah dan kerjasama. C. epistimologi mengandung pengertian sebagai metode memperoleh pengetahuan agar memiliki karakteristik. Laporan keuangan akuntansi syariah tidak lagi berorientasi pada maksimasi laba. melakukan usaha halal. serta barokah (blessing). Prinsip dasar paradigma syariah merupakan multi paradigma yang mencakup keseluruhan dimensi wilayah mikro dan makro dalam kehidupan manusia yang saling terkait. secara harfiah epistimologi berasal dari bahasa Yunani episteme yang berarti pengetahuan (Suria Sumantri.Al Hadits. Fiqh. lingkungan dan individu melalui keterlibatan institusi dalam kegiatan ekonomi. Dalam kerangka konseptual akuntansi syariah tersebut di atas. mengenai implementasi syariah misalnya zakat. dan laporan lainnya yang relevan.1991). Laporan Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (Socio Economy Accounting Reporting).Kerangka konseptual akuntansi syariah menggunakan pendekatan epistimologi Islam. infaq. tanggungjawab (responsibility/fardh). Jenis laporan keuangan akuntansi syariah yang memenuhi kriteria ini menurut Harahap (2000) meliputi: Neraca. Pencapaian tujuan syariah tersebut dilakukan menggunakan etika dan motal iman (faith). kebenaran dan nilai-nilai Islami. produktivitas. iman dan taqwa. dinyatakan bahwa tujuan diselenggarakannya akuntansi syariah adalah mencapai keadilan sosialekonomi dan sebagai sarana ibadah memenuhi kewajiban kepada Allah SWT. Landasan tauhid diperlukan untuk mencapai tujuan syariah yaitu menciptakan keadilan sosial ( al a’dl dan al ihsan) serta kebahagiaan dunia dan akhirat. Kedua. Prinsip Akuntansi Bank Syariah Dengan prinsip operasi yang berbeda dengan bank konvensional memberikan implikasi perbedaan pada prinsip akuntansi baik dari segi penyajian maupun pelaporannya. dan nilainilai tertentu sebagai ilmu (Chalmers. yang menyajikan pula Laporan Sumberdaya Manusia. dan memenuhi kewajiban zakat. Sedangkan dalam dimensi ekonomi. akan tetapi membawa pesan modal dalam menstimuli perilaku etis dan adil terhadap semua pihak. hubungan dengan Allah dan manusia (Habluminallah dan Habluminannas). ibadah (worship). taqwa (piety). logis dan sangat mendalam menggunakan “ijtihad” yang dibangun atas kesadaran sebagai khalifatullah fii-ardl. Produk akhir teknik akuntansi syariah adalah informasi akuntansi yang akurat untuk menghitung zakat dan pertanggungjawaban kepada Allah SWT dengan berlandaskan moral. dan laporan dewan syariah.ekonomi dan sosial. Dengan demikian dalam hal akuntansi syariah sebagai alat pertanggungjawaban. 1991). kebaikan (righteoneus/birr). dimensi makro prinsip syariah adalah meliputi wilayah politik. Laporan Nilai Tambah (Value Added Reporting) yang menyajikan semua hasil yang diperoleh perusahaan darikontribusi semua pihak yang terkait dengan entitas. efisiensi. Laporan Arus Kas (Cash Flow). diwakili informasi akuntansi syariah dalam bentuk laporan keuangan yang sesuai dengan syariah yaitu mematuhi prinsip full disclousure. Selanjutnya dalam dimensi sosial yaitu mengutamakan kepentingan umum dan amanah. Melaporkan good governance. Epistimologi adalah cabang filsafat yang secara khusus membahas teori ilmu pengetahuan. dimensi mikro prinsip dasar paradigma syariah adalah individu yang beriman kepada Allah SWT (tauhid) serta mentaati segala aturan dan larangan yang tertuang dalam Al-Qur’an. usaha (free will/ikhtiyar). Dalam lingkup filsafat ilmu. transaksi haram. Dalam dimensi politik. Dalam konteks epistimologi sebagai metode memperoleh pengetahuan ilmu. mengenai produksi. Diantaranya dimensi tersebut adalah sebagai berikut: Pertama. Catatan atas Laporan Keuangan. dan hasil ijtihad. dan kemudian mendistribusikannya secara adil. Laporan akuntansi bank Islam akan terdiri dari : Laporan posisi keuangan / neraca Laporan laba-rugi   . mematuhi larangan bunga.

Prinsip Filosofis Akuntansi Syariah Teori Akuntansi Syariah tidak terlepas dari konteks faith. Dalam konteks ini berarti akuntansi syariah di bangun berdasarkan budaya manusia itu sendiri. knowledge. 7. Piutang murabahah dicatat sebesar sisa harga jual yang belum tertagih dikurangi dengan margin yang belum diterima. dan action. sesuai dengan fitrah manusia. 3. Bagi hasil antara mudharib dan sahibul mal dilakukan atas profit loss sharing ataurevenue sharing. Keduanya tidak boleh lepas dari bingkai keimanan/tauhid (faith) yang dalam hal ini bisa digambarkan sebagai sisi lingkaran pada iang logam yang membatasi dua sisi lainnya untuk tidak keluar dari keimanan. Ini artinya adalah bahwa teori akuntansi syariah ( dalam hal ini adalah knowledge) digunakan untuk memandu praktik akuntansi (action) dari keterkaitan ini kita bisa melihat bahwa teori Akuntansi Syariah (knowledge) dan praktik Akuntansi Syariah (action) adalah dua sisi dari satu uang logam yang sama. 6. Pendapatan pada umumnya diakui secara cash basis sedang beban tetap secara accrual basis. Emansipatoris mempunyai pengertian bahwa teori Akuntansi Syariah mampu melakukan perubahan-perubahan yang signifikan terhadap teori dan praktik akuntansi modern yang eksis saat ini. 8. Keduanya tidak bisa dipisahkan. dan dapat dipraktikan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh manusia sebagai makhluk yang selalu berinteraksi dengan orang lain (dan alam) secara dinamis dalam kehidupan sehari-hari. 5. Perubahan-perubahan yang dimaksud     . D. 4. sedangkan pendapatan bank yang berasal dari investasi dana sendiri atau dari dana yang bukan berasal dari rekening investasi sepenuhnya menjadi pendapatan bank. Bank Indonesia bersama IAI sedang dalam proses untuk mengadopsi standard tersebut menjadi standar akuntansi bank syariah di Indonesia yang diharapkan selesai tahun ini. Investasi mudharabah dan musyarakah disajikan sebesar sisa nilai modal yang disertakan atau diinvestasikan Aset yang disewakan dicatat sebesar harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan. disamping itu pendapatan jasa bank sepenuhnya menjadi pendapatan bank yang tidak dibagi hasilkan. dan Teologikal Humanis memberikan suatu pengertian bahwa teori Akuntansi Syariah bersifat manusiawi. Rekening investasi tidak bebas dicatat terpisah sebagai off balance sheet account dalam bentuk laporan perubahan posisi investasi tidak bebas. Prinsip akuntansi bank Islam mengacu pada Accounting and Auditing Standard for Islamic Financial Institution yang diterbitkan oleh Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution yang berpusat di Bahrain yang didirikan pada tahun 1991 atas prakarsa IDB dan beberapa lembaga keuangan Islam besar dan sekarang telah mempunyai anggota hampir seluruh lembaga keuangan Islam. Dari teori diatas akuntansi syariah memiliki prinsip sebagai berikut: Humanis Emansipatoris Trasendental. 2. Rekening investasi mudharabah bebas / deposito dicatat/disajikan sebagai rekening tersendiri antara hutang dan modal (bukan hutang). 1.      Laporan arus kas Laporan perubahan modal Laporan perubahan investasi tidak bebas /terbatas Catatan atas laporan keuangan Laporan sumber dan penggunaan zakat Laporan sumber dan penggunaan dana qard/qardul hasan Beberapa hal yang menonjol dalam akuntansi bank Islam adalah : Giro dan tabungan wadiah dicatat / disajikan sebagai hutang dalam neraca.

adalah perubahan membebaskan (emansipasi). menyimpan dana. tetapi juga memiliki tujuan transendental sebagai bentuk pertanggung jawaban manusia terhadap Tuhannya. pembebasan dari kekuatan semu (pseudo power). karena menjanjikan keadilan yang sesuai dengan syariah dalam [10] sistem ekonominya. dan sewa Berorientasi keuntungan dan falah (kebahagiaan dunia dan akhirat sesuai ajaran Islam)   Hubungan dengan nasabah dalam bentuk kemitraan Penghimpunan dan penyaluran dana sesuai fatwa Dewan Pengawas Syariah Afzalur Rahman dalam bukunya Islamic Doctrine on Banking and Insurance (1980) berpendapat bahwa prinsip perbankan syariah bertujuan membawa kemaslahatan bagi nasabah. jual-beli. 2. yaitu agar lembaga perbankan dapat menghasilkan keuntungan dengan cara meminjamkan modal. membiayai kegiatan usaha. Prinsip ini mengantarkan manusia pada tujuan hakikat kehidupan. Bunga (‫ ربا‬riba). Perjudian dan spekulasi yang disengaja (‫ ميسر‬maisir).     [4] Bank Konvensional  Melakukan investasi baik yang halal atau haram menurut hukum Islam Memakai perangkat suku bunga Berorientasi keuntungan Hubungan dengan nasabah dalam bentuk kreditur-debitur Penghimpunan dan penyaluran dana tidak diatur oleh dewan sejenis Produk perbankan syariah Beberapa produk jasa yang disediakan oleh bank berbasis syariah antara lain: Titipan atau simpanan . yaitu yaitu tidak terbatas pada objek yang bersifat materi (ekonomi) tetapi juga aspek non-materi (mental dan spiritual). Perbandingan antara bank syariah dan bank konvensional adalah sebagai berikut: Bank Islam  Melakukan hanya investasi yang halal menurut hukum Islam   Memakai prinsip bagi hasil. Teologikal memberikan suatu dasar pemikiran bahwa akuntansi tidak sekedar memberikan informasi untuk pengambilan keputusan ekonomi. fenomenologi. Perniagaan atas barang-barang yang haram. serta 4. psikologi. Falah disini dapat diartikan keberhasilan manusia kembali ke sang pencipta dengan jiwa yang tenang dan suci (muthmainah). yaitu falah (kemenangan). atau kegiatan [4] lainnya yang sesuai. Bahkan melintas batas dunia materi (ekonomi). dan pembebasan dari ideologi semu. Prinsip perbankan syariah Perbankan syariah memiliki tujuan yang sama seperti perbankan konvensional. dan kepada alam semesta. etnologi. 3. Transendental mempunyai makna bahwa teori akuntansi syariah melintas batas disiplin ilmu akuntansi itu sendiri. Aaspek transendental ini sebetulnya tidak terbatas pada disiplin ilmu. Ketidakjelasan dan manipulatif (‫ غرر‬gharar). dan lain-lainnya. tetapi juga menyangkut aspek ontologi. antropologi. Prinsip hukum Islam melarang unsur-unsur di bawah ini dalam transaksi-transaksi perbankan tersebut: 1. Dengan prinsip filosofis ini teori akuntansi syariah dapat memperkaya dirinya dengan mengadopsi disiplin ilmu lainnya (selain ilmu ekonomi). Pembebasan dari ikatan-ikatan semu yang tidak perlu diikuti. seperti : sosiologi. kepada sesama manusia.

dan pengguna jasa dapat mengangsur barang tersebut. pedagang pasar induk. Barang yang dibeli harus diukur dan ditimbang secara jelas dan spesifik. adalah jasa penitipan dana dimana penitip dapat mengambil dana tersebut sewaktu-waktu. Bai' Al-Istishna'. margin bank/keuntungan bank 100 jt. Karena barang yang dibeli (misalnya padi. Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan pengguna jasa kemudian menjualnya kembali ke pengguna jasa dengan harga yang dinaikkan sesuai margin keuntungan yang ditetapkan bank.  Bagi hasil  Al-Musyarakah (Joint Venture). Keuntungan yang diraih akan dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing pihak. Contoh: harga rumah 500 juta.  . dibayar secara angsuran. maka yang dibayar nasabah peminjam ialah 600 juta dan diangsur selama waktu yang disepakati diawal antara Bank dan Nasabah. tidak seperti As-Salam di mana semua pihak diikat secara bersama sejak semula. Bai' As-Salam. bank. Resiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak Bank kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolaan. adalah penyaluran dana dalam bentuk jual beli.   Sewa  Al-Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang dan jasa melalui pembayaran upah sewa. atau dibayar di kemudian hari. untuk memberikan bonus kepada nasabah. Bank Muamalat Indonesia-Shahibul Maal. Al-Ijarah Al-Muntahia Bit-Tamlik sama dengan ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang dan jasa melalui pembayaran upah sewa. dan penetapan harga beli berdasarkan keridhaan yang utuh antara kedua belah pihak. Perbedaan mendasar dengan mudharabah ialah dalam konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya sedangkan mudharabah tidak ada campur tangan Al-Mudharabah. yaitu antara penjual. Bank akan membelikan barang yang dibutuhkan di kemudian hari. Al-Musaqah. Bank mengikat masing-masing kepada pembeli dan penjual secara terpisah. nasabah menyimpan dana di Bank dalam kurun waktu yang tertentu. Dengan sistem wadiah Bank tidak berkewajiban. namun diperbolehkan. adalah bank memberikan pembiayaan bagi nasabah yang bergerak dalam bidang pertanian/perkebunan atas dasar bagi hasil dari hasil panen. maka bank melakukan akad bai' as-salam kepada pembeli kedua (misalnya Bulog. adalah perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha. cabai) tidak dimaksudkan sebagai inventori. jagung. di mana nasabah hanya bertanggung-jawab atas penyiramaan dan pemeliharaan. Deposito Mudharabah. dan rekanan yang direkomendasikan penjual. adalah bentuk lebih yang sederhana dari muzara'ah.    Jual beli  Bai' Al-Murabahah. kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti penyelewengan. tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri. Setiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. kecurangan dan penyalahgunaan. Besarnya angsuran flat sesuai akad diawal dan besarnya angsuran=harga pokok ditambah margin yang disepakati. Keuntungan dari investasi terhadap dana nasabah yang dilakukan bank akan dibagikan antara bank dan nasabah dengan nisbah bagi hasil tertentu. sedangkan pembayaran dilakukan di muka. konsep ini diterapkan pada model partnership atau joint venture. namun dimasa akhir sewa terjadi pemindahan kepemilikan atas barang sewa. dan sebagai imbalannya nasabah berhak atas nisbah tertentu dari hasil panen. Contoh: Pembiayaan bagi petani dalam jangka waktu yang pendek (2-6 bulan). Contoh lain misalnya pada produk garmen. grosir). Al-Wadi'ah (jasa penitipan). Al-Muzara'ah. Dengan demikian. bank sebagai pihak yang mengadakan barang bertanggung-jawab kepada nasabah atas kesalahan pelaksanaan pekerjaan dan jaminan yang timbul dari transaksi tersebut. merupakan bentuk As-Salam khusus di mana harga barang bisa dibayar saat kontrak.

Ar-Rahn. yang merupakan akad (perwakilan) yang sesuai dengan prinsip prinsip yang di terapkan dalam syariat islam.[sunting]Jasa  Al-Wakalah adalah suatu akad pada transaksi perbankan syariah. dengan kata lain mengalihkan tanggung jawab seorang yang dijamin dengan berpegang pada tanggung jawab orang lain sebagai jaminan. secara tidak langsung berniat untuk tolong menolong bukan komersial. adalah suatu akad pada transaksi perbankan syariah. Al-Qardh adalah salah satu akad yang terdapat pada sistem perbankan syariah yang tidak lain adalah memberikan pinjaman baik berupa uang ataupun lainnya tanpa mengharapkan imbalan atau bunga ( riba .     . yang merupakan akad gadai yang sesuai dengan syariah. Al-Hawalah adalah akad perpindahan dimana dalam prakteknya memindahkan hutang dari tanggungan orang yang berhutang menjadi tanggungan orang yang berkewajiban membayar hutang (contoh: lembaga pengambilalihan hutang). Al-Kafalah adalah memberikan jaminan yang diberikan oleh penanggung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->