makalah hadits maudhu

'

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang Masalah hadits maudhu berawal dari pertentangan politik yang terjadi pada masa khalifah Ali Bin Abi Thalib yang berujung pada pembuatan hadits-hadits palsu yang tujuannya adalah untuk mengalahkan lawan dan mempengaruhi orang-orang tertentu. Akibat perpecahan politik ini, hampir setiap golongan membuat hadits maudhu untuk memperkuat golongannya masingmasing. Ulumul hadits merupakan suatu ilmu pengetahuan yang komplek dan sangat menarik untuk diperbincangkan, salah satuanya adalah mengenai hadits maudhu yang menimbulkan kontrofersi dalam keberadaannya. Suatu pihak menanggapnya dengan apa adanya, ada juga yang menanggapinya dengan beberapa pertimbangan dan catatan, bahkan ada pihak yang menolaknya secara langsung. Kemudian kami sebagai Mahasiswa yang dituntut untuk mengkaji dan memahami polemik problematika umat yang salah satunya ditimbulkan dari adanya hadits maudhu. 2. Rumusan masalah 1) Apa yang dimaksyud dengan hadits maudhu? 2) Mengapa muncul hadits maudhu? 3) Bagaimana realitas hadis maudhu?

BAB II PEMBAHASAN HADITS MAUDU’ (PALSU) A. Pengertian hadits Maudu’
Maudu‟ berasal dari isim maf‟ul dari ‫ وضع يضع وضعا‬menurut bahasa seperti (meletakan atau minyimpan).[1] Sedangkan menurut istilah hadits maudu‟ adalah hadits yang dibuat-buatatau diciptakan atau didustakan atas nama nabi[2]

Dan para ahli hadits mendifinisikan hadits maudu‟ adalah:

ِ ‫و وسلَّم‬ ِ ‫ل اللّو صلَّى اللّو‬ ِ ‫ىو‬ ِ‫َل رسو‬ ِ ‫س‬ ْ ِ‫و ك‬ َ ‫ذبًا ِِمَّا‬ ْ َ‫َو ي‬ َّ‫ق‬ َ ُ‫َو ي‬ ُ َ‫َلْ ي‬ ْ َ َ َ ‫علَْي‬ َ ُ‫ره‬ َ‫ف‬ َ ْ ‫ع ْلوُ أ‬ ْ ‫ق ْلوُ أ‬ َ َُ ُْ َ َ‫ب إ‬ َ ‫إختالَقًا‬ َ ُ‫ما ن‬
“hadits yang disandarkan kepada Rasulullah SAW secara dibuat-buat dan dusta, padahal beliau tidak mengatakan, memperbuat dan mengerjakan [3]

ِ َ ‫كا‬ ِ ‫ل اللَّو صلَّى اللّو‬ َّ َ ‫و‬ ً‫خطَأ‬ ُ‫و‬ َ ِ‫ب ا‬ َ ٌ‫واء‬ ً‫م‬ َ ‫ن ذَل‬ ْ‫م‬ َ ‫ك‬ َ ْ ُ‫وب‬ ْ‫م‬ ُ َ ‫و‬ َ َْ‫دا ا‬ ْ‫ع‬ ْ ‫م‬ ُ‫و‬ َ ‫هتَانًا‬ ُ‫ر‬ ُ َ‫ختَ ل‬ ْ‫س‬ ْ‫س‬ ْ ُ‫صن‬ َ ‫را‬ ً‫زو‬ َ ‫علَْيو‬ َ ‫َل‬ َ ْ‫وعُ ال‬ َ ْ‫ع ال‬ ُ ْ‫و ال‬ َ‫س‬ َ‫ى‬ َ ‫سل‬ ُ ‫مْن‬
“hadits yang diciptakan dan dibuat oleh seorang (pendusta) yang ciptaan ini dinisbahkan kepada Rasulullah secara paksa dan dusta, baik disengaja maupun tidak” [4] Dari pengertian diatas tersebut dapat disimpulkan bahwa hadits maudhu‟ adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik perbuatan, perkataan maupun taqrirnya, secara rekaan atau dusta semata-mata. Dalam penggunaan masyarakat islam,hadits maudhu‟ disebut juga dengan Hadits palsu.[5]

B. Sejarah Munculnya Hadits Maudhu
Masuknya secara masal penganut agama lain kedalam islam, yang merupakan dari keberhasilan dakwah islamiyah keseluruh pelosok dunia, secara tidak langsung menjadi faktor munculnya hadits-hadits palsu. Kita tidak bisa menafikan bahwa masuknya mereka keislam,disamping ada yang benar-benar ikhlas, ada juga segolongan mereka yang mennganut agama islam hanya karena terpaksa tnduk pada kekuasaan islam pada waktu itu. Golomngan ini kita kenal dengan kaum Munafik.[6] Golongan tersebut senantiasa menyimpan dendam dan dengki terhadap islah dan senantiasa menunggu peluang yang tepat untuk merusak dan menimbulkan keraguan dalam hati-hati orangorang islam. Maka datanglah waktu yang ditunggu-tunggu oleh mereka, yaitu pada masa pemerintahan Utsman bin Affan. Golongan inilah yang mulai menaburkan benih-benih fitnah yang pertama. salah seorang tokoh yang berperan dalam upaya menghancurkan Islam pada masa Utsman bin Affan adalah Abdullah bin Saba‟, seorang yahudi yang menyatakan telah memeluk islam. Dengan bertopengkan pembelaan kepada saydina Ali dan Ahli Bait, ia menabur fitnah untuk fitnah kepada orang ramai. Ia menyatakan bahwa Ali lebih berhak menjadi khalifah dari pada Utsman, bahkan lebih berhak daripada Abu Bakar dan Umar. Halitu karena, menurut Abdullah bin Saba‟, sesuai dengan wasiat dari Nabi Saw. Lalu, untuk mendukung propoganda tersebut, ia

membuat suatu haditds maudhu‟ yang artinya “ setiap Nabi ada penerima wasiatnya dan penerima mwasiatku dalahali”. Namun penyebaran hadits Maudhu‟ pada masa ini belum begitu meluas karena masih banyak sahabat utama yang masih hidup dan mengetahui dengan penuh yakin akan suatu kepalsuan suatu hadits. Setelah zaman shahabat berlalu, penelitian terhadap hadits-hadits Nabi SAW, mulai melemah. Ini menyebabkan bayaknya periwayatan dan penyebaran hadits secara tidak langsung telah menyebabkan terjadunya pendustaan terhadap Rasulullah dan sebagian shahabat. Ditambah lagi dengan adanya konflik politik antara umat Islam yang semakin hebat, telah membuka peluang kepada golongan tertentu yang memcoba bersengkongkol dengan penguasa untuk memalsukan hadits.

C. Faktor-faktor penyebab munculnya Hadits maudhu’
Terdapat beberapa faktor tentang penyebab hadits maudhu‟ ini muncul, antara lain sebagai berikut: 1. Pertentangan politik dalamm soal pemilihan khalifah Kejadian ini timbul sesudah terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan oleh para

pemberontak. Pada masa itu Umat Islam terpecah-belah menjadi beberapa golongan. Diantara golongan-golongan tersebut, untuk mendukung golongannya masing-masing, mereka membuat hadits palsu, yang pertama yang paling banyak membuat hadits Maudhu‟ adalah golongan Syiah dan Rafidhah.[7] Diantara hadits-hadits yang dibuat golongan syiah adalah:

ِ ‫َل إِب‬ ِِ‫عبادت‬ ِ ِ َ ِ‫و وإ‬ ِ ِ ‫ِف‬ ِ ِ ِ ِ ‫اىي‬ ِ ِ ِ ِ ‫إَل اَد‬ ِ ُ‫قواه‬ ِ ‫و‬ ِ ٍ ‫َل نُو‬ ‫و‬ َ ِ‫وإ‬ ْ َ‫اد أ‬ َ َ ‫سى ِِف‬ َ‫ر‬ َ ِ ‫سى‬ ََ َ ‫ر‬ ُ ‫َل‬ ْ‫م‬ َ َ‫و‬ ْ‫م‬ ْ َ ‫وإ‬ َ ‫ىْيبَت‬ َ ‫م ِف ع ْلمو‬ َ َ ْ َ‫ح ِف ت‬ َ ‫م ِف ع ْلم‬ ََ‫ن ا‬ َْ ‫ر‬ َ ْ َ ‫وإ‬ َُ‫ن يَْنظ‬ َ ‫َل عْي‬ ‫علِي‬ َ ِ‫ر إ‬ َ ‫َل‬ ُْ‫فَ ْليَ ْنظ‬
“ Barang siapa tyang ingin melihat Adam tentang ketinggian ilmunya, ingin melihat Nuh tentang ketakwaannya, ingin melihat Ibrahim tentang kebaikan hatinya, ingin melihat Musa tentang kehebatannya, ingin melihat isa tentang ibadahnya, hendaklah melihat Ali.

ِ ِ ‫عا‬ ُ‫وه‬ َ‫م‬ ُ‫م‬ ّ َ‫إذ‬ ْ ُ‫ويَوَ فَاقْ تُل‬ ْ ُ‫رأَيْت‬
Apabila kamu melihat Muawiyyah atas mimbarku, bunuhlah dia.

di Arafah dengan bekendaraan Unta kelabu. Yahudi.[9] ِ ِ ‫مي‬ ِ ‫َل الْوج‬ ِْ ‫و‬ ‫ادة‬ ٌ ّ َ‫ل عب‬ ْ َ‫اْل‬ ْ َ َ ِ‫ر إ‬ ُْ‫النَّظ‬ Melihat (memandang) muka yang indah adalah ibadah.‫ن‬ ُ ‫ما‬ ُ‫و‬ َ ْ‫ر ال‬ ْ ُ‫ن ذ‬ ْ‫ار‬ ْ ‫و الن‬ َ‫ُّو‬ ُ‫ف‬ َ ْ‫ عُث‬.Gerakan-gerakan orang syiah tersebut diimbangi oleh golongan jumhur yang bodoh dan tidak tahu akibat dari pemalsuan hadits tersebut dengan membuat-buat hadits-hadits palsu. Jibril Dan Muawwiyah.[8] Sejarah mencatatAbdullah Bin Saba‟ adalah seorang Yahudi yang berpura-pura memeluk Agama Islam.‫ق‬ ِ ‫نوي‬ ِ ‫ل ربُّنَا‬ ٍ ‫ل اَو‬ ِ ‫يَْن‬ ‫ة‬ ْ‫الر‬ َ ‫شا‬ َ ‫علَى‬ ُّ ‫ح‬ َ‫م‬ َ ً‫عشيَّة‬ َ َ ُ‫ز‬ ُ ‫عان‬ َ ُ َ َ ‫كبَا‬ َُ ‫ر‬ ُ ‫صاف‬ َ ْ ٍ َ‫َج‬ ُ ْ‫ق ال‬ Tuhan kami turunkan dari langit pada sore hari. 2. adalah: ِ ‫ ي‬. Abu bakar Ash-Shiddieq. dia berani menciptakan hadits Maudhu‟ pada saat masih banyak sahabat utama masih hidup. yaitu Aku. Contoh hadits palsu ِ ٍ‫ك‬ .‫ق‬ ْ َ‫و ب‬ ُ‫و‬ َّ َ‫ُم‬ ٌ‫م‬ ُ ‫ الَإِلَوَ إِالَّ اللَّو‬:‫ها‬ ُ ْ‫ر الصدي‬ َ ‫مْن‬ ُ‫ر‬ ْ ُ‫ أَب‬. dan Utsman Dzunnuraini. dan Nasrani yang senantiasa menyimpan dendam terhadap agama Islam. Muhammadur Rasulullah. Mereka tidak mampu untuk melawan kekuatan Islam secara terbuka maka mereka mengambil jalan yang buruk ini. Adanya Kesengajaan dari pihak lain untuk merusak Ajaran Islam Golongan ini adalah dari golongan Zindiq.‫ل اللّو‬ ْ‫س‬ َ‫د‬ ٍَ‫كل ورق‬ ِ ‫شجرة‬ ‫ة‬ ‫مك‬ َ ‫ب‬ ٌ‫و‬ َ َّ‫ٌ إال‬ ْ ُ‫ْت‬ َ َ ُ ‫علَى‬ ََ َ ِ ‫اْلن‬ ِ ‫ما‬ ‫َّة‬ َْ ‫ِف‬ َ ِ ْ‫ري‬ . Umar Al-faruq. Diantara hadits Maudhu‟ yang diciptakan oleh orang-orang zindiq tersebut. Mereka menciptakan sejumlah besar hadits Maudhu‟ dengan tujuan merusak ajaran Islam. Golongan yang fanatik kepada Muawiyyah membuat pula hadits palsu yang menertangkan keutamaan Muawiyyah. Majusi. diantaranya: ِ‫ أَنَا و‬:ٌ ِْ ‫ج‬ ِ ‫عا‬ ُ‫ويَة‬ َ‫ا‬ َ‫م‬ ُ‫و‬ َ ‫َأل‬ َ ‫ُمنَاءُ ثَالَثَة‬ َ‫ل‬ ُ ْ‫ْبي‬ Orang yang terpercaya itu ada tiga. sambil berjabatan tangan dengan orang-orang yang berkendaraan dan memeluk orang-orang yang sedang berjalan. .‫ق‬ َ ُ‫ع‬ ُ‫م‬ Tak ada satu pohon pun daklam syurga. melainkan tertulis pada tiap-tiap dahannya: la ilaha illallah. Oleh sebab itu.

[12] . yang akhirnya dihukum mati oleh Khalid bin Abdillah. Seperti hadits-hadits yang dibuat oleh Nuh ibn Maryam. lalu AlMahdi memberinya sepuluh dinar. Ia menambahkan kata. yang akhirnya dibunuh oleh Abu Ja‟far Al-Mansur c) Bayan bin Sam‟an Al-Mahdi. Mempertahankan Mahzab dalam masalah Fiqh dan masalah Kalam Mereka yang fanati terhadap Madzhab Abu Hanifah yang menganggaptidak sah shalat mengagkut kedua tangan shalat.[11] 5. Setelah ia berpaling. tidak sah shalatnya. membuat hadits Maudhu‟sebagai berikut.Tokoh-tokoh terkenal yang membuat hadits Maudhu‟ dari kalangan Zindiq. kecuali dalam anak panah. bahwasanya beliau bersabda: ِ َ ‫الَ سب‬ ٍ ِ‫حاف‬ ٍ‫ص‬ ‫اح‬ ٍ َ‫جن‬ ٍّ ‫خ‬ ْ َ‫ِف ن‬ ُ ‫َو‬ ْ‫ر أ‬ ْ‫ف أ‬ ْ‫ل أ‬ َ ‫َو‬ َ ‫َو‬ ََ ْ ِ َّ‫ق إال‬ Tidak ada perlombaan.” Lalu memerintahkanuntuk menyembelih mengerti itu. atau burung yang bersayap. 4. Menjilat Para Penguasa untuk Mencari Kedudukan atau Hadiah.. adalah: a) Abdul Karim bin Abi Al-Auja. ِ ‫و ِِف ال‬ ِ ‫دي‬ ْ َ َ‫ع ي‬ ُ‫صالَةَ لَو‬ ّ َ َ‫صالَة فَال‬ ْ‫م‬ َ َ َ‫رف‬ َ‫ن‬ Barang siapa mengagkat kedua tangannya didalam shalat. menunggang kuda. „atau burung yang bersayap‟. Melalui amalan-amalan yang mereka ciptakan. yang sedang bermain merpati. ia menjawab: “ Saya dapati manusia telah berpaling dari membaca Al-Qur‟an maka saya membuat hadits-hadits ini untuk menarik minat umat kembali kepada Al-qur‟an.000 hadits Maudhu tentang hukum halal-haram. Membangkitkan gairah beribadah untuk Mendekatkan diri kepada Allah Mereka membuat hadits-hadits palsu dengan tujuan menarik orang untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. ketangkasan. telah membuat sekitar 4.[10] 3. Lalu iya mentyebut hadits dengan sanadnya secara berturut-turut sampai kepada nabi Saw. seorang tokoh hadits maudhu. sang Amir berkata. Ketika ditanya alasannya melakukan hal seperti itu. “Aku bersaksi bahwa tengkukmu adalah tengkuk pendusta atas nama Rasulullah SAW.tentang keutamaan Al-Qur‟an. Seperti kisah Ghiyats bin Ibrahim An-Nakha‟i yang datang kepada Amirul mukminin AlMahdi. b) Muhammad bin Sa‟id Al-Mashubi. untuk meyenagkanAl-Mahdi.

Ciri-ciri Hadits Maudhu’ 1. misalnya ketika Ma‟mun ibn Ahmad As Sarawi mengaku bahwa ia menerima Hadits dari Hisyam ibn Amr kepada Ibnu Hibban maka Ibnu Hibban bertanya. maka dijawab: “tidak seorang pun yang meriwayatkan hadits ini kepadaku.” d) Keadaan rawi dan faktor-faktor yang mendorongnya membuat hadits maudhu‟. Ciri-ciri yang terdapat pada Matan a) Keburukan susunan lafadznya. Hisyam meninggal dunia pada tahun 245 H.Mahdi yang sedang bermain dengan burung merpati yang berkata: ِ َّ‫ق إِال‬ ٍ ِ‫حاف‬ ٍ‫ص‬ ‫اح‬ ٍ َ‫جن‬ ٍّ ‫خ‬ ْ َ‫ِف ن‬ ُ ‫َو‬ َ َ‫سب‬ ْ‫ر أ‬ ْ‫ف أ‬ ْ‫ل أ‬ َ ‫َو‬ َ ‫َو‬ َ َ‫ال‬ “Tidak sah perlombaan itu. seperti pengakuan seorang guru tasawwuf. sang Amir berkata: “ aku bersaksi bahwa tengkukmu adalah tengkuk pendusta. Setelah ia berpaling. kami melihat manusia membenci Al-qur‟an. mereka tidak mungkin bertemu. atau mengadu burung Ia menambahkan kata. Misalnya seperti yang dilakukan oleh Giyats bin Ibrahim. atau ia lahir sesudah guru tersebut meninggal. kami ciptakan untuk mereka hadits ini (tentang keutamaan ayat-ayat Al-Qur‟an). Dengan mendalami ilmu bayan ini. ketika ditanya oleh ibnu ismail tentang keutamaan ayat Al-Qur‟an. kala ia berkunjung kerumah Al.”[14] c) Kenyataan sejarah. lalu ia memerintahkan tentang kemaudhu‟an suatu Hadits. atas Nama Rasulullah SAW. mengadu kuda. Akan tetapi. mengadu unta. “kapan engkau pergi keSyam?” Ma‟mun menjawab. “ pada tahun 250 H. kita akan merasakan susunan kata. untuk menyenagkan Al-Mahdi. lalu Al-Mahdi memberinya sepuluh ribu dirham. padahal ia tidak pernah bertemu dengan guru tersebut. selain mengadu anak panah. agar mereka menaruh perhatian untuk mencintai Al-Qur‟an. Ciri-ciri yang terdapat pada Sanad a) Rawi tersebut terkenal berdusta (seorang pendusta) dan tidak ada seorang rawi yang terpercaya yang meriwayatkan hadits dari dia[13] b) Pengakuan dari sipembuat sendiri.” Mendengar itu Ibnu Hibban berkata. . “au janahin” (atau mengadu burung). mana yang keluar dari mulut Rasulullah SAW. dan mana yang tidak mungkin keluar dari mulut Rasulullah SAW.D.[15] 2. Ciri ini akan diketahui setelah kita mendalami ilmu bayan. misalnya ada pengakuan seorang rawi bahwa ia menerima hadits dari seorang guru.

lalu ia memacukannya. lalu tuhan menjadikan dirinya dari kuda itu. 1) Karena berlawanan dengan akal sehat. atau menyalahi kenyataan. seperti hadits yang menerangkan bahwa „Auj ibnu Unuq mempunyai panjang tigab ratus hasta. Ketika Nuh menakutinya dengan air bah. ia berkata: “ketika topan terjadi. 4) Karena menyalahi undang-undang (ketentuan-ketentuan) yang ditetapkan akal kepada Allah. 2) Karena berlawanan dengan hukum akhlak yang umum. seperti hadits: ٍ ‫كل شي‬ ِ ‫اَلْب‬ ِ َ‫ش‬ ِ‫ن‬ ‫ء‬ ْ ‫اذ‬ ُ ‫ْنَا‬ ْ ‫فاءٌ م‬ َ َْ ُ‫ن‬ Buah terong itu penawar bagi penyakit. seperti Hadits: ِ ‫ن‬ ِ ‫ت‬ ِ ِ ٍ ‫في نَةَ نَو‬ ِ َ ‫ت بِالْم‬ ِ ْ َ‫عت‬ ‫ي‬ ْ‫ر‬ َ‫ك‬ َ‫و‬ ً ‫سْب‬ َ ‫سْبت‬ َ ‫ح با لْبَ ْي‬ َ َّ َ‫ا‬ ْ ْ‫س‬ َ ْ َّ‫صل‬ َ ‫عا‬ َ ‫قام‬ Sesungguhnya bahtera Nuh bertawaf tujuh kali keliling ka‟bah dan bersembahyang dimaqam Ibrahim dua raka‟at. 3) Karena bertentangan dengan ilmu kedokteran. yang ada padanya keperluan bagi Allah. maka berpeluhlah kuda itu. .b) Kerusakan maknanya. Akal menetapkan bahwa Allah suci dari serupa dengan makhluqnya. Oleh karena itu. seperti Hadits: ِ ِ ِ ِ ٌ‫ة مولُو‬ ِ ِ َ ‫د بع‬ ٌ‫اجة‬ ْ َ ُ َ‫ول‬ َ ‫ح‬ َ ‫د للّو فْيو‬ ْ ْ َ َ‫د الْمائ‬ ْ ُ‫الَي‬ Tiada dilahirkan seorang anak sesudah tahun seratus. kita menghukumi palsu hadits berikut ini: ِ ‫فس‬ ِ‫ع‬ َّ ِ‫إ‬ ‫ها‬ َ ْ‫ق ال‬ ْ َ‫رق‬ َ‫ر‬ َ َ‫ت ف‬ ْ ‫س فَأ‬ َ َ‫ن الَّلو‬ َ َ‫خل‬ َ َ‫خل‬ َ ‫ها مْن‬ َ َ ْ َ‫ق ن‬ َ َ‫اىا ف‬ َ‫ر‬ َ‫َج‬ َ‫ف‬ Sesungguhnya Allah menjadikan kuda betina. 5) Karena menyalahi hukum-hukum Allah dalam menciptakan alam. air hanya sampai ketumitnya saja.

000 bahasa yang dapat memintakan ampun kepadanya. Contohnya: ِ ‫من‬ ِ ‫ْلن‬ ِ ُ‫ده‬ ‫َّة‬ َ ،‫دا‬ َّ َ‫ُم‬ َّ ‫س‬ َ ‫كا‬ ٌ َ‫ول‬ ُ ُ‫ماه‬ ً‫م‬ َ ‫ول‬ ُ‫و‬ ُ‫ن‬ َْ ‫ِف ا‬ َ‫و‬ ُْ‫ول‬ ْ‫م‬ َ‫و‬ َ ُ‫د لَو‬ ُ َْ َ‫ى‬ َ َ‫د ف‬ Barangsiapa mengucapkan tahlil (la ilaha illallh) maka Allah menciptakan dari kalimat itu seekor burung yang mempunyai 70. lalu membakar ikan yang diambilnya kepanas matahari yang tidak seberapa jauh dari ujung tangannya. Bertentangan dengan keterangan Al-Qur‟an. Hadits mutawatir.Kalu mau makan. Hukum membuat dan meriwayatkan hadits maudhu’ . seperti hadits: ِ َ ‫وحبِْيب‬ ِّ ‫ض‬ ‫ِب‬ ْ ‫ك‬ ُ ْ‫اَلدي‬ ُ َ‫األَبْي‬ ُ َ ‫ِب‬ ْ ِ‫حبْي‬ ْ ِ‫حبْي‬ Ayam putih kekasihku dan kekasih dari kekasihku jibril. E. S. Al-An‟am : 164.000 lisan. Seorang anak sekali pun tidak dapat dibebani dosa orang tuanya. yaitu: ِ ‫ر وا‬ ِ َ‫والَت‬ ٌِ ‫رى‬ ‫رة‬ ْ‫و‬ ْ ‫رأ‬ َ‫ز‬ َ‫ز‬ َ ُ‫ز‬ َ َ‫ُخ‬ Dan seorang yang berdosa tidak akanmemikul dosa orang lain. atau siksa yang sangat besar terhadap perbuatan yang kecil. dan setiap lisan yang mempunyai 70. Seperti Hadits: 7) ٍ ‫ة أب ن‬ ‫اء‬ َ ِ‫ل اْلَنَّةَ إ‬ ْ َ‫د الزنَا الَي‬ ُ َ‫ول‬ َْ ِ ‫ع‬ ُ ‫د‬ َ ‫سْب‬ ّ ‫َل‬ َ ُ‫خ‬ Anak zina itu tidak dpat masuk syurga sampai tujuh turunan. dan kaidah-kaidah kulliyah. 6) Karena mengandung dongeng-dongeng yang tidak masuk akal sama sekali. 8) Menerangkan suatu pahala yang sangat besar terhadap perbuatan-perbuatan yang sangat kecil. Ayat diatas menjelaskan bahwa dosa seseorang tidak dapat dibebankan kepada orng lain. ia memasukan tangannya kedalam laut. Makna hadits diatas bertentangan dengan kandungan Q.

karya Ibnu Iraq Al-kittani (ringkasan kedua kitab tersebut). d) Rawinya pendusta. karya Al-albani G. tidak ada dosa atasnya. hadits mutawatir dan hadits shahih c) Matannya menyebutkan janji yang besar untuk perbuatan kecil. hendaklah segera dia tinggalkannya. Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha‟ifak. dengan menggunakan berbagai kaidah studi kritis hadits. di antaranya. Cara mengetahui hadits maudhu a) Adanya pengakuan dari pembuatannya b) Maknanya rusak. sedangkan dari jalan atau sanad lain tidak ada sama sekali.Umat Islam telah sepakat bahwa hukum membuat dan meriwayatkan hadits maudhu‟ dengan sengaja adalah haram secara mutkaq. karya As-Suyuti (Ringkasan Ibnu Al-jauzi dengan beberapa tambahan). Al-La‟ali Al-Mashnu‟ah fi Al-Ahadits Al-Maudhu‟ah. F. Mereka yang tidak tahu sama sekali kemudian meriwayatkannya atau mereka mengamalkan makna hadits tersebut karena tidak tahu. Tanzihu Asy-Syari‟ah Al-marfu‟ah an Al-Ahadits Asy-Syani‟ah Al-Maudhu‟ah. Kitab-kitab yang memuat hadits maudhu’ Para ulama muhaditsin. kalau tetap dia amalkan. 4. hukumnya tidak boleh. Akan tetapi. tidak ada dosa atasnya. Al-Maudhu‟ Al-Kubra. sesudah mendapatkan penjelasan bahwa riwayat atau hadits yang dia ceritakan atau amalkan itu adalah hadits palsu.[16] . Adapun bagi mereka yang meriwayatkan dengan tujuan memberi tahu kepada orang bahwa hadits ini adalah palsu (menerangkan sesudah meriwayatkan atau membacanya). bagi mereka yang sudah mengetahui hadits itu palsu. 2. karya Ibn Al-jauzi (ulama yang paling awal menulis dalam ilmu ini). berhasil mengumpulkan hadits-hadits maudhu‟ dalam sejumlah karya yang cukup banyak. 3. 1. dalam arti bertentangan dengan alqur‟an.

Adapun latar belakangnya hadits maudhu tersebut hakikatnya adalah pembelaan atau pembencian terhadap suatu golongan tertentu. ada sekelompok orang yang menyikapinya dengan menerima tanpa pertimbangan tertentu.BABIII PENUTUP KESIMPULAN Pengertian hadits maudhu mempunyai bermacam-macam pendapat. Menyikapi terhadap adanya hadits maudhu sangat beragam. . misalnya mengetahui ciri-ciri yang terdapat pada sanad dan matannya. Hadits maudhu dapat diidentifikasi keberadaannya dengan mengetahuinya berdasarkan metode-metode tertentu. ada pula yang menerimanya dengan berbagai catatan tertentu. walaupun demikian dapat ditarik kesimpulah bahwa hadits maudhu adalah hadis palsu yang dibuat oleh seseorang dan disandarkan kepada nabi Muhammad saw. bahkan ada pula yang tidak menerimanya sama sekali.

Jakarta: Gaya Media Pratama. h. Jakarta: Gaya Media Pratama. lamhat Min Tarikh As-Sunnah wa Ulum Al-Hadits. 254. [10] Fathur Rahman. bandung.hlm. H. Cit. [15] Rahman. Ag. Ikhtisar Musthalahahul Hadits. hlm 177. 2009 Khusniati Rofiah. studi ilmu Hadits. stain po prees. 1987. Dar al-ilm al-malayin. Hlm 246. 1997 M. Utang Ranuwijaya. adlwa‟ „ala sunnah al muhammadiyah. M. Munzier suprapto. Ulumul Hadits. 1979 M. raja grapindo persada. jakarta: Bulan Bintang. Hlm179‫ن‬ [11] Ash-Shiddiqy. Ag. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits. M. Utang Ranuwijaya. dan Drs. A. Tafsir Musthalah Al-Hadits. Ag. [12] Al-qaththan. 352. Terj. 2009. „Ajjaj Al-Khatib. lamhat Min Tarikh As-Sunnah wa Ulum Al-Hadits Fathur Rahman. „ulum al-hadits wa Mustalahahuh. Bandung: Al-Ma‟arif. M. Dar al-Ma‟arif. 2010 Mahmud abu rayah. Op. jakarta: Bulan Bintang. Agus Solahudin. 191 [2] Mahmud abu rayah. [16] Khusniati Rofiah. Bandung: Pustaka Setia. 1974. M. Mekah. Beirut: Dar Al-Qur‟an Al-Karim. h. Beirut: Dar Al-Qur‟an Al-Karim. [8] Mahmud At-Tahhan. 1993 Drs. Ilmu Hadits. 182. hlm. Ushul Al-Hadits. Hasbi Ash-Shiddiqy. Bandung: Pustaka Setia. Hlm. Cit. Dar al-ilm al-malayin. Munzier suprapto. Cit. Ag. Qodirun dan Ahmad Musyafiq. Lc. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits. Jakarta. hlm 41 [7] M. Ikhtisar Musthalahahul Hadits.DAFTAR PUSTAKA Abdul Fatah Abu Ghuddah. Op. Hlm. dan Agus Suyadi. Terj. stain po prees. adlwa‟ „ala sunnah al muhammadiyah. M. hlm 91 [9] Fathur Rahman. A. h 199 [3] Subhi as-Salih. Lc. Ulumul Hadits. Cit. raja grapindo persada. Mekah. M. dan Drs. studi ilmu Hadits. Hasbi Ash-Shiddiqy. M. 1979. M. [13] Ash-Shiddieqy. Ilmu Hadits. H. dan Agus Suyadi. Qodirun dan Ahmad Musyafiq. Op. Op. h 119 [5] M. 1993. M. Cit. 149. Hlm. 2010 [1] . Agus Solahudin. 1997 Mahmud At-Tahhan. Ushul Al-Hadits. Dar al-Ma‟arif.Op cit. 263 [4] Mahmud abu rayah. Jakarta. Tafsir Musthalah Al-Hadits. Op. Hlm 237 [14] Drs. M. 1974 Drs. „Ajjaj Al-Khatib. [6] Abdul Fatah Abu Ghuddah. 1997 Drs. Bandung: Al-Ma‟arif. 1997. 170. 1987 Subhi as-Salih. „ulum al-hadits wa Mustalahahuh. bandung.

Kondisi demikian dapat mengacaukan. Pengertian Hadits Maudhu’ Secara bahasa. 5. anutan dan pedoman beragama. Rumusan Masalah Dalam makalah ini. padahal beliau tidak mengatakan. tetapi perkataan atau perbuatan seseorang atau pihak-pihak tertentu dengan suatu alasan yang kemudian dinisbatkan kepada Rasul. dan al-tarku (ditinggal). bahkan dianggap sebagai hadits yang berasal dari Nabi. 3. Latar Belakang Masalah Faktor yang paling mendasar dari penyebab pentingnya penelitian terhadap riwayat adalah timulnya pemalsuan hadits dan banyaknya bermunculan hadits-hadits palsu. . kami akan mencoba membahas beberapa poin tentang hadits maudhu‟. Hadits-hadits maudhu‟ yang beredar di masyarakat hampir menjadi tradisi. oleh karena itu penelitian terhadap hadits-hadits maudhu‟ sebagai upaya untuk meluruskan pemahaman masyarakat merupakan suatu misi yang sangat penting untuk dilakukan. Kemunculan riwayat hadits palsu yang tersebar di masyarakat. berbuat ataupun menetapkannya. 2.Makalah “Hadist Maudhu’” BAB I PENDAHULUAN 1.[1] Jadi hadits maudhu‟ adalah bukan hadits yang bersumber dari Rasulullah atau dengan kata lain bukan hadits Rasul. al-iftira‟ wa al-ikhtilaq (mengada-ada atau membuat-buat). Pengertian Hadits Maudhu’ Latar Belakang Munculnya Hadits Maudhu’ Status Hadits Maudhu’ Metode Periwayatan Hadits Maudhu’ Bagaimana kaidah-kaidah untuk Mengetahui Hadits Maudhu’ Usaha-usaha untuk Menyelamatkan Hadits BAB II PEMBAHASAN 1. yaitu: 1. menyulitkan masyarakat Islam yang ingin mengetahui riwayat yang dipertanggungjawabkan. Rumusan pengertian secara istilah hadits maudhu‟ adalah sebagai berikut: ‫ص ل عن زوزا وب ه تاً ا سىاء ك اى ذال ك عودا او‬ ‫خطاء‬ ‫ال وى ضىع ال وخ ت لق ال و ص ٌىع ال و ٌ سىب ال ى ز سىل هللا‬ Artinya: “Hadits yang disandarkan kepada Rasulullah SAW secar dibuat-buat dan dusta. 4. 2. kata maudhu‟ merupakan isim maf‟ul dari ‫ و ضع‬yaitu ‫عوضوم‬ yang mempunyai arti al-isqath (meletakkan atau menyimpan). 6.

Masing-masing kelompok berusaha mencari dalilnya ke dalam Alqur‟an dan sunnah untuk mengunggulkan kelompoknya. Pada masa itu timbul pertentangan dan perpecahan di kalangan umat Islam. dingkapkan oleh Akram Al-Umari yang menyatakan bahwa gerakan pemalsuan hadits mulai terjadi sejak paruh kedua kekhalifahan Utsman Ibn Affan. bahwa pihak yang pertama membuat hadits adalah dari golongan Syi‟ah. didasarkan pada hadits Nabi yang mengecam keras terhadap setiap orang yang berusaha melakukan pendustaan diri Nabi. Pendapat pertama.Pada mulanya para ulama‟ berbeda pendapat tentang benar tidaknya terjadi pemalsuan hadits jika dilihat dari periwayatannya. Pendapat ketiga. dia pasti akan disediakan tempat kembalinya di neraka”. Contoh hadits palsu yang dibuat oleh golongan Syi‟ah: Artinya: . Menurut Ibn Abi Al-Haddad dalam Syarah Nahj Al-Balaghah. Pendapat kedua. dianut oleh Ahmad Amin dan Hasyim Ma‟ruf Asy-Syi‟I yang menyatakan bahwa pemalsuan hadits dan munculnya riwayat hadits maudhu‟ mulai terjadi pada periode Nabi Muhammad SAW. yang mengambil dasar pendapatnya dari masa terjadinya penyusupan musuh-musuh Islam ketika terjadinya masa alfitnah (kekacauan) pada masa kepemimpinan Utsman. antara lain:[3] 1.[2] 2. Sebagaiman sabda Nabi: ‫هي ك رب ع لي ه ت عودا ف ل ي ت بىاء ه ق عدٍ هي ال ٌاز‬ Artinya: “Barangsiapa berdusta terhadap diriku secara sengaja. berupa berita atau pembuatan hadits. dikemukakan oleh Abu Syuhbah dan Abu Zahu. tetapi juga dilakukan oleh orang-orang non Islam. Dengan riwayat tersebut bisa diduga bahwa Ibn Addis adalah orangn yang pertama melakukan pemalsuan hadits. Hal ini didorong oleh beberapa motif. Dalam hal ini ada tiga pendapat di kalangan para Muhadditsin. salah satunya riwayat Ibn Addis dari Rasulullah SAW: (sandal Utsman lebih sesat daripada Ubaidah). Pendapat ini dikuatkan oleh beberapa riwayat palsu yang beredar dan berawsal dari kalangan sahabat. dan ahlu Al-Sunnah menandinginya dengan hadits lain yang juga maudhu‟. Latar Belakang Munculnya Hadits Maudhu’ Pemalsuan hadits tidak hanya dilakukan oleh orang-orang Islam. Pertentangan Politik Perpecahan umat Islam yang terjadi pada masa kekhalifahan ali bin Abi Thalib besar sekali pengaruhnya terhadap kemunculan hadits-hadits palsu.

Bangsa. 4. Membangkitkan Gairah Beribadat. Mereka tidak mungkin melakukan konfrontasi dan pemalsuan terhadap Alqur‟an. Fanatik terhadap Suku.000 hadits. Ia (Jibril) membaca basmalah dengan nyaring. bangsa. 1. tanpa Mengerti Apa yang Dilakukan. Perselisihan Madzhab dan Ilmu Kalam Munculnya hadits-hadits palsu dalam masalah fiqh dan ilmu kalam ini berasal dari para pengikut madzhab. Contohnya: “Barangsiapa yang mengucapkan kalimat Allah akan menciptakan seekor burung (sebagai balasan dari tiap-tiap kalimat) yang paruhnya terdiri dari emas dan bulunya dari marjan”. Sedangkan golongan Khawarij menurut data sejarah tidak pernah membuat hadits palsu. Contoh hadits golongan Zindik antara lain: “Melihat wajah cantik termasuk ibadah”. Negeri dan Pimpinan Mereka membuat hadits palsu karena didorong oleh sikap ego dan fanatik serta ingin menonjolkan seseorang. 2. 1. Mempengaruhi Kaum Awam dengan Kisah dan Nasihat Pemalsuan hadits dilakukan untuk memperoleh simpatik dari pendengarnya dan agar mereka kagum melihat kemampuannya. mengaku telah memalsukan hadits sebanyak 4. maka cara yang digunakan adalah melalui pemalsuan hadits. keluargamu. 1. kedua orang tuamu. Siapa yang mengangkat kedua tangannya dalam shalatnya tidak sah Jibril menjadi Imamku dalam shalat Ka’bah. kelompok atau yang lain. Yang junub wajib berkumur dan menghisap air tiga kali. Abdul Karim Ibn „Auja‟ yang dihukum oleh Muhammad bin Sulaiman bin Ali. Nuh bin Abi Maryam telah membuat hadits berkenaan dengan fadhillah membaca surat-surat tertentu dalam Alqur‟an. Diantara hadits palsu tentang masalah ini adalah: 1. dan orang yang mencintai (golongan) Syi‟ahmu”.“Wahai Ali sesungguhnya Allah SWT telah mengampunimu. dengan tujuan menghancurkan agama dari dalam. 1. keturunanmu. Mereka berani melakukan pemalsuan hadits karena didorong sifat fanatik dan ingin menguatkan madzhabnya masing-masing. Hadits yang mereka katakana terlalu berlebih-lebihan dan tidak masuk akal. 3. Banyak ulama‟ yang membuat hadits palsu dan mengira usahanya itu benar dan merupakan upaya pendekatan diri kepada Allah. . (golongan) Syi‟ahmu. Bahasa. serta menjunjung tinggi agama-Nya. Usaha Kaum Zindik Kaum Zindik termasuk kaum yang membenci Islam.

Sehingga menjadi musnad yang marfu’. bahkan bukan bagian dari hadits atau bukan hadits. Kaidah-kaidah Mengetahui Hadits Maudhu’ Tidak mudah orang dapat membeda-bedakan hadits-hadits yang dipalsukan orang. disertai dengan klaim bahwa ucapannya itu adalah ucapan. tabi’in.1. kemudian disandarkan pada Nabi SAW.000 dirham. diwakili oleh Ibn Shalah dan diikuti Jumhur Muhadditsin. Sebaliknya para ulama‟ lainnya tetap berpendirian bahwa hadits maudhu‟ merupakan bagian dari hadits dhaif. Setelah mendengar hadits tersebut. dengan cara sengaja atau tidak sengaja. Matan asli sabda Rasulullah berbunyi: Kemudian Ghiyats menambah kata dalam akhir hadits tersebut. Hal ini berdasarkan pada realitas empirik bahwa kebanyakan para muhadditsin memasukkan hadits maudhu‟ dalam kitab hadits mereka. tetapi tingkatan kedhaifannya berada pada tingkat yang paling rendah. dusta. Dibentuk dengan cara mengambil salah satu ungkapan yang berasal dari sahabat. Kelompok kedua. Ia juga tidak pernah membenarkan bahwa hadits lemah bisa dijadikan sebagai landasan aqidah dan muamalah. al-Hakim sudah mengantisipasi sejak semula bahwa ada bagian-again tertentu yang diperbolehkan tasahul. tajam otaknya. berbeda pendapat bahwa hadits maudhu‟ bukan termasuk hadits dhaif. namun ketika berbalik hendak pergi. Hanya oleh ahli hadits yang luas pengetahuannya tentang Ilmu Hadits cukup muthala‟ahnya. serta paling rusak nilainya. Saat itu juga khalifah memerintahkan untuk menyembelih burung merpatinya. seraya berkata aku yakin itu sebenarnya merupakan dusta atas nama Rasulullah. diwakili oleh Ibn Hajar Al-Asqalani. 2. paling parah. [5] 4. Dalam hal ini ada dua pandangan.[6] 1. Alasan yang dikemukakan berkaitan erat dengan definisi dari hadits maudhu‟ sebagai hadits yang mengandung unsure yang dibuat-buat. berpendapat bahwa hadits maudhu‟ merupakan bagian dari hadits dhaif. dengan maksud agar diberi hadiah atau simpatik dari khalifah Al-Mahdy. para hakim. Status Hadits Maudhu’ Para ulama‟ berbeda pendapat dalam menentukan status hadits maudhu‟. . Menjilat Penguasa Ghiyats bin Ibrahim merupakan tokoh yang banyak ditulis dalam kitab hadits sebagai pemalsu hadits tentang “perlombaan”. 3. perbuatan atau ketetapan Nabi. Secara metodologis. Al-Mahdy memberikan hadiah 10. Al-Mahdy menegurnya. 5. atau lainnya.[4] Menurut Al-Hakim (seorang ulama‟ hadits akhir abad ke-4 yang mampu menembus kevakuman “ijtihad” pada masanya) berpendapat bahwa hadits ia tidak pernah membenarkan hadits maudhu‟ sebagai hadits. dibuatkan sanadnya sampai nampak seperti berasal dari Nabi Muhammad SAW. Metode Periwayatan Hadits Maudhu’ Ada dua metode dalam proses pembentukan atau pembuatan hadits maudhu‟ yang dilakukan oleh pembuatnya. pertama. Dibentuk dari ucapan rawi pembuatnya sendiri kemudian disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Ssementara itu tidak ditemukan dalam riwayat lain. 4) Menyusun kaidah-kaidah umum untuk memilih hadits-hadits. Memilih perawi-perawi hadits yang terpercaya. 2. atau ijma’. Matannya menyebutkan janji yang sangat besar atas perbuatan yang kecil atau ancaman yang sangat besar atas perkara kecil. Maknanya rusak. Ibnu Hajar menerangkan bahwa kejelasan lafadz ini dititikberatkan pada kerusakan arti. Adanya qarinah (dalil) yang menunjukkan kebohongannya. dan jelas tampak kebohongannya. kecuali bila si perawi menjelaskan bahwa hadits itu benar-benar datang dari Nabi. Matannya bertentangan dengan akal atau kenyataan. Maka hal ini ditetapkan sebagai hadits maudhu’. antara lain ialah Ilmu Rijal Al-Hadits dan Ilmu Al-Jarh wa Al-Ta‟dil. Studi kritik rawi. 6. hadits yang terlalu melebih-lebihkan salah satu sahabat. hasan dan dhaif. Usaha-usaha Menyelamatkan hadits. 5. Bersamaan dengan itu muncullah berbagai macam Ilmu hadits. sebagaimana pengakuan Abu ‘Ishmah Nuh bin Abi Maryam yang telah membuat hadits tentang fadhilah membaca Alqur’an. khususnya yang berkaitan dengan penelitian sanad hadits. Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebnagai berikut: 1) 2) 3) meneliti system sandaran hadits. tapi ternyata ia belum pernah bertemu secara langsung. Atas dasar pengakuan para pembuat hadits palsu. tujuan penyusunan kaidah-kaidah tersebut untuk mengetahui keadaan matan hadits. Meriwayatkan hadits sendirian. Pada akhirnya. Dari redaksi yang jelek akan berpengaruh kepada makna ataupun maksud dari hadits Nabi SAW. 3. 4. . sementara diri rawi dikenal sebagai pembohong.yaitu dengan mengetahui batasan-batasan hadits shahih. yang lebih dikonsentrasikan pada sifat kejujuran atau kebohongannya. b) Dalam Matan 1. Mulai saat itu perkembangan ilmu hadits melaju bagitu cepat demi menyelamatkan hadits-hadits Rasul ini. Para ulama‟ hadits menyusun berbagai kaidah penelitian hadits untuk menyelamatkan hadits Nabi SAW di tengah-tengah gencarnya pembuatan hadits palsu.[7]Ada beberapa patokan yang bisa dijadikan alat untuk mengidentifikasi bahwa hadits itu palsu atau shahih. Hadits yang bertentangan dengan kenyataan sejarah yang benar-benar terjadi di masa Rasulullah SAW.kuat pahamnya serta mempunyai malakah yang kuat. :[8] 6. di antaranya a) Dalam Sanad 1. 3. seperti menurut pengakuannya ia meriwayatkan dari seorang Syeikh. Buruknya redaksi hadits. bertentangan dengan Alqur’an atau hadits yang lebih kuat. 2.

.Dengan berbagai kaidah dan ilmu hadits itu. Semoga makalah inidapat dapat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita. M. [3] Drs. Mohamad Najib. Ilmu Hadits.cit. Bandung. Apapun alasan membuat hadits palsu. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Drs. A. M. 2002.. MA. Pustaka Setia.Ilmu Musthalah Hadits. PT Grafindo Persada. hal. PT Grafindo Persada. Dengan berbagai kaiddah dan ilmu hadits serta telah dibukukannya hadits mengakibatkan ruang gerak para pembuat hadits palsu yang sangat sempit. CV Diponegoro.Pergeseran Pemikiran Hadits (Ijtihad Al-Hakim dalam Menentukan Status Hadits Hadits). hal. 49. M.cit. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Hadits Maudhu‟ adalah hadits yang bukan bersumber dari Nabi atau dengan kata lain bukan hadits Rasul. Munzier Suparta. 1999. Pustaka Setia. Qadir Hassan. 181-188 [4] Dr. Pergolakan Politik Umat Islam Dalam Kemunculan Hadits Maudhu‟.A. Mohamad Najib. Bandung. seperti Al-Maudhu‟ Al-Kubra.A. [1] Drs. Pergolakan Politik Umat Islam Dalam Kemunculan Hadits Maudhu‟. Dr. Abdurrahman. Paramadina. Kritik dan saran selalu kami harapkan agar dapat kami buat sebagai pijakan dalam makalah-makalah selanjutnya. ulama‟ telah berhasil menghimpun berbagai hadits palsu dalam kitab-kitab khusus. Dr. Bandung. Hadits-hadits yang berkembang di masyarakat dan termaktub dalam kitab-kitab dapat diteliti dan diketahui kualitasnya. merupakan perbuatan tercela dan menyesatkan karena bertentangan dengan sabda Rasulullah Saw. 47. tetapi perkataan atau perbuatan seseorang atau pihak-pihak tertentu dengan suatu alasan yang kemudian dinisbatkan pada Rasul. Demikianlah makalah yang telah kami susun. 2002. op. Jakarta. 2001. hal. 1996. hal. 176 [2] Dr. karangan Abu Al-Fari „Abd AlRahman bin Al-Jauzi (508-597 H) dalam 4 jilid..Ilmu Hadits. Jakarta. Munzier Suparta. Munzier Suparta. dsb. Mohamad Najib. 2001. op.

CV Diponegoro. op. diperbincangkan..191 HADITS MAUDHU’ (HADITS PALSU) Januari 25. Adapun pengertian hadits maudhu’ (hadits palsu) secara istilah ialah: ‫ ٔضغ – يضغ – ٔضؼا‬yang secara bahasa berarti menyimpan. selain itu hadits pun berarti ‫ انخثس‬. hal. M. Munzier Suparta. Jakarta. Pengertian Hadits Maudhu ‫ انذديد‬secara bahasa berarti ‫انجديد‬. Haliman A.cit. [6] Dr. dan dipindahkan dari seseorang kepada orang yang lain. Paramadina. 234. [7] A. Bandung. yaitu sesuatu yang baru. Mohamad Najib. Mahmud Thahan didalam kitabnya mengatakan. op. [8] Drs. 1999. Pergeseran Pemikiran Hadits (Ijtihad Al-Hakim dalam Menentukan Status Hadits Hadits). ‫اذا كاٌ سثة انطؼٍ فٗ انسٖٔ ْٕ انكر ب ػهٗ زسٕل هللا فذد يرّ يسًٗ انًٕضغ‬ Apabila sebab keadaan cacatnya rowi dia berdusta terhadap Rasulullah. Ilmu Musthalah Hadits. Sedangkan ‫ يٕضغ‬merupakan derivasi dari kata mengada-ngada atau membuat-buat. ِ‫ًا نى يقهّ أٔيقس‬ ّ ‫يا َسة انٗ زسٕل هللا صهٗ هللا ػهيّ ٔ انسالو إخحالفا ٔ كرتا ي‬ Apa-apa yang disandarkan kepada Rasulullah secara dibuat-buat dan dusta. Qadir Hassan. padahal beliau tidak mengatakan dan memperbuatnya. 1996.[5] Dr. 2009 pada 12:50 pm · Disimpan dalam Ilmu Hadits Oleh: Dede KS. berita. maka haditsnya dinamakan maudhu’. 122. hal.57. ( Taysiru Musthalahu Alhadits:89) Dan pengertiannya secara istilah beliau mengatakan ‫ْٕ انكرب انًخحهق انًُصٕع انًُسٕب انٗ زسٕل هللا صهٗ هللا ػهيّ ٔانسالو‬ Hadits yang dibuat oleh seorang pendusta yang dibangsakan kepada Rasulullah ( Taysiru Musthalahu Alhadits:89) . 189. hal. Mustafa Azmi.cit. Abdurrahman. Yaitu sesuatu yang diberitakan.. hal. Dr.

Kaum Syafi’i mengatakan “saya tidak melihat suatu kaum yang lebih berani berdusta selain kaum Rafidhah”. Menurut Ahmad Amin.Mudatsir didalam bukunya Ilmu Hadits. beliau beralasan dengan sebuah hadits yang matannya‫ُأ مقعدي مه انىّاز‬ ّ ‫مدا فهيتث‬ ّ ‫ي متع‬ ّ ‫ مه كرب عه‬. dengan alasan Ahmad Amin tidak mempunyai alasan secara histories. Mereka membuat hadits-hadits palsu tentang keutamaan Ali bin Abi Thalib dan Ahlul Bait. Dan data menunjukan sepanjang masa Rasulullah Saw.B. Misal munculnya Syiah. Akan tetapi pendapat ini kurang disetujui oleh H. mereka pun membuat hadits-hadits untuk menyerang golongan yang lain. Misalkan hadits yang mereka buat sebagai berikut: ‫نما اسسِ انىثي اتاي جثسيم تسفسجهح مه انجىح قاكهٍا فعهقت انسيدج خديجح تقاطمح فكان اذاشتاق انّ زائحح‬ ‫انجىح شم فاطمح‬ “Ketika Nabi diisra’kan. Diantara pendapat-pendapat yang ada sebagai berikut: a. beliau lalu mencium Fatimah” Kepalsuan hadits ini sangat jelas sekali. selain itu pemalsuan hadits dijaman Rasulullah Saw. Kemudian sayyidah Khodijah menghubungkan buah tersebut dengan Fatimah. Menurutnya hadits tersebut menggambarkan kemungkinan pada zaman Rasulullah Saw. Sejarah Perkembangan Hadits Palsu Para ahli berbeda pendapat dalam menentukan kapan mulai terjadinya pemalsuan hadits. tidak tercantum didalam kitab-kitab standar yang berkaitan dengan Asbabul Wurud. tidak pernah ada seorang sahabatpun yang sengaja berbuat dusta kepadanya. Jibril datang memberikan buah Safarjalah dari surga. Misalkan mereka membuat hadits untuk menjelekjelekan Muawiyah sebagai berikut: ً‫ااذا زايتم معاَيح عهّ مىثسِ فاقته‬ “Apabila kamu melihat Muawiyah berada diatas mimbarku. sebab Khodijah telah meninggal sebelum peristiwa Isra. bahwa hadits telah mengalami pemalsuan sejak jaman khalifah Ali bin Abi Thalib. Disamping mereka membuat hadits-hadits palsu untuk memuji golongan mereka sendiri. C. Menurut jumhur muhadditsin. yaitu diantaranya: a. Mempertahankan ideologi partai (golongan)nya sendiri dan menyerang golongan yang lain. b. bahkan mereka pun menciptakan hadits tentang keutamaan Fatimah. Motif-motif yang mendorong pembuatan hadits maudhu’ Ada banyak hal yang mendorong seseorang untuk membuat hadits palsu (maudhu’). Karena itu apabila Rasulullah rindu akan bau-bauan surga. Sebelum terjadi pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah bin Abu Sufyan. Pertentangan politik kekhilafahan yang timbul sejak akhir kekhalifahan Usman bin Affan dan awal kekhalifahan Ali bin Abi Thalib bisa dikatakan sebagai sebab munculnya golongan-golongan yang saling menyerang dengan pembuatan hadits-hadits palsu. hadits masih bisa dikatakan selamat dari pemalsuan. kemudian Khawarij. telah terjadi pemalsuan hadits. maka bunuhlah dia” . Golongan Syiah yang paling banyak menciptakan hadits palsu ialah Syiah Rafidhah. bahwa hadits palsu terjadi sejak jaman Rasulullah Saw.

Fanatik kebangsaan. misalkan kisah-kisah yang menggembirakan tentang surga: “Didalam surga itu terdapat bidadari-bidadari yang berbau harum semerbak. Mereka merasa sakit hati melihat orang-orang berbondongbondong masuk Islam. dengan berkendaraan unta kelabu. Diantara hadits palsu yang mereka ciptakan ialah: “Tuhan kami turun dari langit pada sore hari di Arafah. sambil berjabatan tangan dengan orang-orang yang berkendaraan dan memeluk orang-orang yang berjalan”. yang paling menggetarkan umatku daripada iblis” a. Kisah dan nasihat itu mereka nisbatkan kepada nabi. “Sesungguhnya Allah itu apabila marah menurunkan wahyu dalam bahasa Parsi dan apabila reda maka menurunkan wahyu dalam bahasa Arab. Dan diantara contoh hadits-hadits palsu yang bermotiv karena kultus terhadap imam diantaranya: ‫سيكُن زجم في امتي يقال اتُ حىيفح انىعمان ٌُ وُزاامتي‬ “Nanti akan lahir seorang laki-laki pada umatku bernama Abu Hanifah an-Nu’man. a. kesukuan. kebahasaan. Pada istana itu . dan kultus terhadap Imam mereka. akhlaq. pengobatan dan hokum tentang halal dan haram.a. Mereka yang ta’asub (fanatik) kepada bangsa dan bahasa parsi menciptakan ha dits maudhu sebagai berikut: ‫ان هللا اذا غضة اوزل انُحي تانعستيح َاذا زضّ اوزل انُحي تانفازسيح‬ “Sesungguhnya Allah apabila marah. sebagai pelita umatku” Ada juga golongan Syafi’iyah yang sempit pandangannya dan melib atkan diri untuk membuat hadits palsu untuk melawan pengikut-pengikut Abu Hanifah: “Akan lahir seorang laki-laki pada umatku yang bernama Muhamad bin Idris. Dengan maksud untuk merusak dan mengeruhkan agama Islam mereka membuat beribu-ribu hadits palsu dalam bidang aqidah. Membuat kisah-kisah dan nasihat-nasihat untuk menarik minat para pendengarnya. kedaerahan. maka Dia menurunkan wahyu dalam bahasa Arab. mereka membenci melihat kepesatan tersiarnya agama Islam dan kejayaan pemerintahannya. Untuk merusak dan mengeruhkan agama Islam Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Zindiq. masa tuanya berjuta-juta tahun dan Allah menempatkan mereka disuatu istana yang terbuat dari mutiara putih. Dan apabila reda maka Dia menurunkan wahyu dalam bahasa Parsi” Kemudian golongan yang tersinggung membalas dengan membuat hadits yang palsu pula.

Akan tetapi serentak kami melihat manusiamanusia sama benci terhadap Al-Qur’an. Hadits maudhu memang yang paling banyak tidak memiliki sanad. maka makna hadits itu bertentangan dengan Al-Qur’an. dank arena memang kejahilan seseorang didalam ilmu agama. Mereka yang menganggap tidak syah shalat dengan mengangkat tangan dikala shalat. Dari segi makananya. diantaranya dengan motiv untuk mencari muka dihadapan penguasa.terdapat tujuh puluh ribu papiliun yang setiap papiliun terdapat tujuh puluh ribu kubah. hadits mutawatir. Dalam hal matan Ciri-ciri yang terdapat pada matan hadits palsu atau hadits maudhu. Ciri-Ciri Hadits Maudhu a. membuat hadits palsu: ً‫مه زفع يديً في انصالج قال صالج ن‬ “Barangsiapa yang mengangkat kedua tangannya dalam shalat maka tidaklah sah shalatnya” Dan masih banyak lagi motiv-motiv seseorang membuat hadits palsu. Misalnya seorang rowi mengaku menerima hadits dari seorang guru. Qorinah-qorinah yang memperkuat adanya pengakuan membuat hadits palsu (maudhu). b. serentak ia menjawab: “Tidak seorangpun yang meriwayatkan hadits kepadaku. Atau menerima dari seorang guru yang sudah meninggal dunia sebelum ia dilahirkan. Adapun dari segi lafadznya yaitu susunan kalimatnya tidak baik dan tidak fasih. D. Mempertahankan madzhab dalam masalah khilafiyah fiqhiyah dan kalamiyah. dapat ditinjau da ri segi makna dan segi lafadznya. Pengakuan dari sipembuat sendiri. seperti pengakuan salah seorang guru tasawuf ketika ditanya oleh Ibnu Ismail tentang keutamaan ayat-ayat Al-Qur’an. padahal ia tidak pernah bertemu dengan guru tersebut. Yang demikian itu tetap berjalan selama tujuh puluh ribu tahun tanpa bergeser sedikitp un” a. Dalam hal Sanad 1. kami ciptakan hadits ini (tentang keutamaan ayat -ayat Al-Qur’an) agar mereka menaruh perhatian untuk mencintai Al-Qur’an. ijma dan akal sehat. 2. 3. .

Misalnya Hadits maudhu yang dinukil dari perka taan seorang alim mutaqaddimin: “Cinta keduniaan ialah modal kesalahan”. 1[1] M. Banyak di antara mereka kelompok ortodoks. berlian atau segala hasil kerja seni. HADIS MAUDHU DAN PERMASALAHANNYA BAB I PENDAHULUAN Suatu fakta yang lumrah. padahal ini merupakan perkataan Malik bin Dinar.1[1] Hadis dhaif merupakan hadis yang tidak memenuhi beberapa persyaratan hadis shahih misalnya karena tidak bersambung sanadnya (adam alittishal) tidak adil dan tidak dapat diandalkan kekuatan daya ingat atu hafln perawi daalm seluruh sanadnya („adam „adl wa dhabith ar-ruwah). dalam menjalankan aksinya kadang-kadang mengambil dari pikirannya sendiri. Oleh sebab itu. Bagi orang Islam selain Al-Quran tidak ada yang lebih berharga dibandingkan dengan sunnah Nabi. Dan kadang-kadang menukil perkataan sesorang yang dianggap alim pada waktu itu.E. Ulumul Hadis. hal 168 . dari motivasi dan untuk tujuan berbeda. Berbagai kritik negative yang ditimbulkan oleh keyakinan masyarakat. Hadis palsu yang disandarkan kepada Nabi dapat dikelompokkan pada dua kategori yaitu pemalsuan yang disengaja. Abdul Majid khon. seperti permata. Bandung. Jakarta. Itu disebut hadis maudhu dan pemalsuan yang tidak disengaja. 1996. Mustafa Azami. pustaka Hidayah.2[2] Berbagai dampak positif yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan hadis lemah dan hadis palsu tidak dapat menghilangkan dampak negatifnya. amzah. atau perkataan orang alim mutaqaddimin. berbagai kelompok dan tingkatan manusia. dan lain-lain. dan lainnya adalah mereka yang telah kehilangan tanah airnya dan masih buta huruf. hal. 105 2[2] H. Bila manusia selalu mencoba memalsukan sesuatu yang berharga. atau karena adanya keganjilan baik dalam sanad atau matan. Hadits ini mereka (para pembuat hadits palsu) katakan bersumber dari nabi. Masyarakat yang tingkat pengetahuan dan pendidikannya makin tinggi akan mempunyai kesan yang salah tentang sumber ajaran Islam itu sendiri. Namun mereka terkadang berniat baik terhadap orang muslim dengan pemalsuan hadis tersebut. Sumber-Sumber Yang Diriwayatkan Para pembuat hadits maudhu. telah memalsukan hadis Nabi. 2009. dan atau karena adanya cacat-cacat yang tersembunyi baik dalam sanad maupun dalam matan. Akibat yang ditimbulkan oleh kedua kondisi ini adalah sam yaitu munculnya ungkapan palsu yang disandarkan kepada Nabi. Metodologi kritik hadis.

Boleh jadi apa yang dikatakan baik oleh akal sementara pihak. Hadis dhaif ialah hadis yang tidak memenuhi syarat-syarat bisa diterima. Mayoritas ulama menyatakan hadis dhaif yaitu hadis yng tidak memenuhi syarat-syarat shahih dan syarat-syarat hasan.M. Kalaulah dikaui bahwa sebagian hadis lemah dan hadis palsu mengandung petunjuk-petunjuk kebaikan. maka sesungguhnya apa yang dinyatakan sebagai kebaikan itu masih perlu didiskusikan. Pengertian Dari segi bahasa dh‟if berarti lemah lawan dari al-qawi yang berarti kuat. Pernyataan ini diajukan karena sumber ajaran Islam adalah wahyu Allah. Jakarta. baik yang bersifat matlu (yang dibaca. Gema Insane Press. ternyata tidak baik menurut wahyu. hal 68-69 . dan Pemalsunya. Syuhudi Ismail. Hadis dhaif 1.3[3] BAB II KEDUDUKAN HADIS DHAIF DAN HADIS MAUDHU A.khususnya umat Islam. yakini al-quran) maupun yang bersifat gair matlu (yang tidak dibca. tentang ajaran Islam yang mereka pahami dari petunjuk-petunjuk haids lemah dan palsu. Pengingkar.4[4] 3[3] H. Hadits Nabi menurut Pembela. yaitu hadis nabi) Tolak ukur utama tentang ajaran Islam haruslah berangkat dari petunjuk wahyu tersebut. 1995. walaupun pada dasarnya antara akal dan wahyu tidak terdapat pertentangan.

Hal tersebut dapat di maklumi karena pengertian hadis dhaif menurut mereka adalah hadis yang tidak memenuhi sebagian atau seluruh syarat-syarat hadis shahih dan hadis hasan. lengah dalam menghafal. tetapi juga ditentukan oleh matannya. menyalahi orang kepercayaan. cit hal 53-54 . baik tentang keadilannya maupun kehafalannya. hasan dan dhaif. matan.5[5] Para muhadditsin mengemukakan sebab-sebab tertolaknya hadis dari dua jurusan. kemudian barulah mnerangkan pengertian hadis dhaif. Jakarta. Adapun pengertian hadis shahih itu sendiri adalah hadis sanatnya bersambung sampai kepada Nabi. Ushul Al-Hadits Pokok-Pokok Ilmu Hadits. Dar al-Fikr. membagi kulitas hadis kepada tiga macam. 676 H= 1277 M). penganut bid‟ah dan tidak baik hafalannya. Tiga butir syarat yang disebutkan pertama berkaiatan dengan sanad (termasuk para periwayat). terhindar dari kejanggalan (syudyudz) dan cacat (illat). Tingkat ke-dhabith-an hadis shahih sempurna. Syarat-syarat hadis shahih dan hadis hasan hampir sama. seperti : dusta. diriwayatkan oleh orang-orang yng bersifat adil dan dhabith. atau dalam sanad dan matan sekaligus. fasik. Dalam menerangkan hadis para ulama mendahulukan pengertian hadis shahih dan hadis hasan. tidak diketahui identitasnya. sedang dua butir berikutnya berkaiatan dengan sanad dan matan hadis. hal 304 5[5] Op. 643H=1245 M) dan Al-Nawwi (w. Jadi keshahihan suatu hadis tidak hanya ditentukan oleh sanadnya saja. kesetiaan hapalan periwayat untuk hadis hasan tidak sesempurna kesetiaan hafalan periwayat hadis shahih. Apabila bobot ke-dha‟if-an sanad terlalu parah misalnya adanya sanad yang sering kacau hapalannya. maka kualitas hadis yang bersangkutan dinyatakan kualitas dha‟if termasuk matannya. 4[4] Muhammad Ajaj Al-Khathib. banyak waham. Yakni dari jurusan sanad dan jurusan matan. yakni shahih. tertuduh dusta. Ulama hadis berpendirian demikian karena periwayat yang sering kacau hapalannya sulit dipercaya apa yang diriwayatkannya. Perbedaan keduanya terletak pada tingkat ke-dhabith-an periwayat. sedang tingkat ke-dhabith-an hadis hasan agak kurang sedikit lazim disebut khafif al dhabith maksudnya. misalnya Ibn al Shalah (w. Kekacauan tentang apa yang diriwayatkannaya itu dapat saja terjadi dalam sanad. 1998. banyak salah. Dari jurusan sanad diperinci menajadi dua bagian: Pertama: terwujudnya cacat-cacat pada rawinya.Ulama hadis yang tergolong Muta‟akhirin.

Contohnya : perkataan tabiin”berbuat demikian”.Kedua: tidak bersambungnya sanad. Gem Insani Press. 1974. perbuatan maupun ketetapan baik sanadnya bersambung atau tidak.6[6] Dari jurusan matan. PT. Jakarta. Bandung. hal 24-25 8[8] Muhammad Nashiruddin af-Albni. Hadis ini sangat dhaif. maka hatinya tidak akan mati di hari ketika manusia mati. hadis dhaif yang disebabkan suatu sifat yang terdapat pada matan ialah: a. baik berupa perkataan. Hukum Periwayatan Hadis Dhaif 6[6] Fatchur Rahman. Al Hikmah. baik sanadnya bersambung atau tidak. Hadis maqthu ialah hadis yang disandarkan kepada tabiin dan orang-orang yang datang sesudahnya.8[8] 2. Surabaya. Kalau yang digugurkan itu sanad terakhir (sahabat) 3.a. hal 167-168 7[7] Hafid Hasan al-Mas‟udi. Hadis maufuq ilah hadis yang disandarkan kepada sahabat. Ikhtisar Mushthalahul Hadis. Telah dikeluarkan oleh Ibnu Majah dengan sanad dari buqayah bin al-walid. yang digugurkan atau saling tidak bertemunya satu dengan yang lainnya. Sisilah hadis Dha‟if dan Maudhu. baik berupa perkataan. Kalau yang digugurkan itu sanad pertama 2. Kalau tidak sunyi maka hukumnya marfu‟. dengan demikian yang dinyatakan al-Hafizh al-Iraqi dalam Tahrij al-Ihya-nya. tetapi dengan syarat sunyi dari tanda-tanda marfu‟ dan mauquf. dikarenakan adanya seorang rawi atau lebih. Sebab-sebab tertolaknya hadis karena sanad digugurkan (tidak bersambung) 1. Alma Arif.7[7] Contoh hadis dhaif ‫يٍ قا و نيهحي انؼيد يٍ يذحسثا هللا نى يًث قهثّ يٕ و جًٕ ت‬ Arinya: Barang siapa menyamarakkan malam dua hari raya hanya semata-mata mengharap ridha Allah. sanad riwayat ini dhaif dikarenakan Buqayah dikenal sebagai orang yang suka mencampur adukkan perawi. dengan syarat sunyi dari tanda-tanda marfu‟. 1997 hal 23-24 . Kalau yang digugurkan itu dua orang rawi atau lebih berturut-turut. Seperti riwayat Bukhari :” adalah Ibnu Umar dan Ibnu Abbas keduanya berbuka puasa dan meringkas shalat pada perjalanan empat burad (12 mil) b. dari Tsur bin Yazid dari Khalid bin Ma‟dan. dari Abu Umamlah r. Ilmu Musthalah Hadis. perbuatan maupu ketetapan.

10[10] 3. cit. Ini diceritakan oleh Ibnu Sayyid an-nas dari Yahya bin Ma‟in dan pendapat inilah yang dipilih Abu Bakar Ibnu Al-Arabi. Hukum pengamalan hadis dhaif Para ulama berbeda pendapat dalam pengamalan hadis dhaif. Tetapi berkaitan dengan masalahh mau‟izhah. Sehingga ia tidak diperkenankan mengatakan: Rasulullah SAW. Muslim dan Ibnu Hazam 9[9] Op. Adapun meriwayatkan hadis-hadis dhaif lengkap dengan sanadnya tidak di makruhkan menggunakan redaksi yng menunjukkan kemantapan. Tidak berkaitan dengan akidah seperti sifat-sifat Allah Tidak menjelaskan hukum syara‟ yang berkaitan dengan halal dan haram. Menyabdakan beginibegini”dan sejenisnya. Hadis dhaif tidak bisa diamalkan secara mutlak baik mengenai fadhilah amal maupun dalam hukum. nuqila (di pindahkan). Perbedaan itu dapat dibagi menjadi tiga pendapat yaitu: a. Kecuali jika hadis dhaif diriwayatkan dengan menyebutkan sanad. hal 316 10[10] Ulumul hadis. makruh meriwayatkan dengan menggunakan bentuk kata pasif seperti hadis dhaif. Al-Bukhari. kisahkisah dan lain-lain. ruwiya (diriwayatkan) ja‟a (datang). b..9[9] Para ulama memperbolehkan meriwayatkan hadis dhaif sekalipun tanpa menjelaskan kedhaifannya dengan dua syarat: a. maka menggunakan redaksi yang tidak menunjukkan kemantapan penuh. fima yurwa. cit.Ulama hadis mengingatkan agar orang yang meriwayatkan hadis dhaif tanpa sanad tidak meriwayatkan dengan redaksi yang menunjukkan kemantapan penuh bahwa ia merupakan hadis. bila diriwayatkan kepada ahli ilmu. hal 164 . Bila diriwayatkan kepada orang awam. Op. Berbeda dengan meriwayatkan hadits shahih. harus menggunakan kata aktif yang meyakinkan Rasulullah SAW bersabda……. sama seperti ketika meriwayatkan tanpa sanad. targhib watarhib (hadis-hadis tentang ancaman dan janji). Bahkan Ia harus meriwayatkan dengan redaksi yang menujukkan keraguan akan keshahihannya misalnya. sebaiknya dengan menggunakan bentuk kata aktif dan meyakinkan ketika dikonsumsi oleh kalangan ahli ilmu dan untuk kalangan orang umum boleh dengan menggunakan bentuk pasif tidak sebagaimana tanpa sanad. (pada sesuatu yang diriwayatkan) dan sejenisnya.

Masuk kedalam kategori hadis yang diamalkan (ma‟mul bih) seperti hadis muhkan (hadis maqbul yang tidak terjadi pertentangan dengan hadis lain). Kitab al-afrad. dan dibuat-buat. Hadis dhaif dapat diamalkan secara mutlak baik dalam fadhilah al-amal atau dalam masalah hukum (ahkam). Sedangkan diletakkan. Didalam hadis-hadis afrad terdapat hadis-hadis al-fardu almuthlaq dan al-frdu an-nisbi c. Sedangkan menurut istilah maudhu adalah sesuatu yang disandarkan kepada rasul SAW secara mengada-ada dan bohong dari apa yang tidak dikatakan beliau atau tidk dilakukan atau tidak disetujuinya. dibiarkan.11[11] Hadis-hadis dha‟if banyak terdapat pada sebagian karya berikut ini: a. seperti diantara perawinya pendusta (hadis mawdhu‟) atu dituduh dusta (hadis matruk). targhib (janiji-janji yang menggemparkan) dan tarhib (ancaman yang menakutkan) jika memenuhi beberapa persyaratan sebagaimana yang dipaparkan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani yaitu sebagai berikut: 1). Pendapat Abu Daud dan Imam Ahmad. Mereka berpendapat bahwa hadis dhaif lebih kuat dari pada pendapat ulama. hal 132 . Tidak terlalu dhaif. mau‟izah. Tidak diyakinkan secara unggul yakin kebenaran hadis dari nabi. nasikh (hadis yang membatalkan hukum pada hdis sebelumnya) dan rajah (hadis yang lebih unggul dibandingkan oposisinya) 3). dan didustakan seseorang pada 11[11] Ibid. Pengertian Mudhu menurut bahasa adalah sesuatu yang diletakkan. Jakarta. Ketiga mu. Pustaka Al kausar. Kumpulan karya al-khathib al-baghdadi d. Hadis Maudhu 1. Sebagian ulama mengartikan bahwa hadis maudhu adalah hadis yang diada-ada kan. Pengantar Studi Ilmu Hadis.al-kabir. hal 165-166 12[12] Syaikh Manna Al-Qaththan.jani at-thabari. c.12[12] B. Hadis dhaif dapat diamalkan dalam fadhail al-amal. al-awsat. orang yang daya ingat hapalannya sangat kurang dan berlaku fasik dan bid‟ah baik dalam perkataan atau perbuatan (hadis munkar) 2). as-shaghir b. Kitab hilyatul auliya „wa-thbaqtul ashfiya‟kary abu nu‟aim al-ashbahani. digugurkan. dibuat. 2004. karya ad-daruquthni. tetapi karena berhati-hati semata atau ikhtiyath. ditinggalkan.b.

karena walaupun dikatakan hadis tetapi palsu dan bohong daalm arti palsu dan bohong ini meniadakan makna hadis Contoh hadis maudhu: ‫يٍ ا ػحكف ػشس ا في ز يضاٌ كاٌ كذجحيٍ ٔػًست‬ Artinya: “Barang siapa melakukan ik‟tikap pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan. sebab salah seorang perawinya yang bernama Muhammad bin Zadan ditolak riwayatnya oleh jumhur ahli hadis. Al-baihaqi berkata. maka baginya pahala dua ibadah haji dan dua ibadah umrah. Op. Telah diriwayatkan oleh al-baihaqi dalam Asy-Syi‟b dengan sanad dari Husain bin Ali ra.14[14] Jumhur ahli hadis juga berpendapat. bukan dari Rasulullah tetapi dikatakan dari Rasulullah oleh seseorang pembohong. Oleh karena itu. Bahkan Syeikh Abu Muhammad al-juwainiy mengkafirkan 13[13] Silsilah Hadis Dhaif dan Maudhu. Mengenai Anbasah Abu Hatim dengan tegas menyatakannya sebagai pemalsu riwayat. Menciptkan hadis maudhu sama dengan mendustakan kepada Rasulullah. Orang yng demikian di ancam dengan api neraka. maka hendaklah siap-siaplah tempat tinggalnya didalam neraka. “ Imam Bukhari juga menyatakan mengenai Muhammad bin Zadan ini. batrang siapa yang mendustakanku dengan sengaja. Semua ahli hadis menolak khabar pendusta. Karena perkataan itu dari pencipta sendiri atau dari perkataan orang lain kemudian diklaim Rasulullah yang menyabdakan berarti ia berdusta atas nama Rasulullah. hal 207 . Diantaranya Imam Bukhari sendiri menyatakan. Selain itu perawi sanad yang lain. sebagaimana sabda Rasulullah SAW yng artinya. “ tidak ada satu pun ulama ahli hadis yang menerima riwayatnya”. Wallahu a‟lam. sebagian ulama ada yang tidak memasukkannya bagian di hadis dhaif karena bukan hadis dalam arti yang sebenarnya dan ada pula yang memasukkannya. “ sanad riwayat ini dha‟if. Hukum meriwayatkan hadis maudhu Umat Islam telah sepakat bahwa meriwayatkan hadis mudhu „adalah hukumnya secara mutlak tidak ada perbedaan antara mereka. Anbsah bin Abdur Rahman. Jadi hadis mudhu adalah hadis bohong atau hadis palsu. Riwayat yng dibawanya tidaklah diterima dan tidak ada yang mencatatnya”. dinyatakan oleh jumhur muhadditsin sebagai tukang memalsukan hadis.13[13] 2. bahwa berdusta termasuk dosa besar. Cit hal 21 14[14] Ibid.Rasulullah SAW.

maka Ia juga termasuk satu diantara para pendusta”. karena merupakan kedustan atas diri rasul SAW. Ma‟mun bin ahmad al-kharawi mengaku mendengar hadis dari Hisyam bin Hammar. Adanya bukti (qarinah) mengenai pengakuan Seperti seorang yang meriwayatkan hadis dengan ungkapan yang mantap serta meyakinkan (jazam) dari seorang syeikh padahal dalam sejarah ia tidak pernah bertemu atau dari seorang syeikh di suatu negeri yang ia tidak pernah ke sana atau seorang syeikh yang telah wafat sementara ia masih kecil atau belum lahir. Hal ini menunjukkan adanya pengakuan bahwa ia tidak pernah bertemu dengan Hisyam bin Amar. tarhib. Di dalamnya aku haramkan yang halal dan aku halalkan yang haram”. Demikian Abu Ishmah bin Maryam yang bergelar Nuh Al-Jami mengaku banyak membuat hadis maudhu yang disandarkan kepada abbas tentang keutamaan al-quran. Kemudian dihukum pancung lehernya atas instruksi Muhammad bin Sulaiman bin Ali gubernur Basrah (160-173 H). Alhafizh bin Hibban bertanya:‟ kapan anda datang ke syam?”. Mereka tidak memperbolehkan meriwayatkan sedikit pun hadis palsu. Semua hadis maudhu bathil lagi tertolak dan tidak bisa dijadikan pegangan. tanpa menjelaskan kemaudhuannya dan kedustaannya. Maysarah bin Abdi Rabbih alFarisi mengaku banyak membuat hadis maudhu lebih dari 70 hadis. Adanya bukti pada perawi . diantaranya sebagai berikut: a. ulama juga sepakat mengenai keharaman meriwayatknnya. Disamping sepakat mengenai keharaman membuat hadis palsu. Pengkuan dari ornag yang membuat sendiri Sebagaimana pengakuan abdul Karim bin Abu Al-Auja ketika akan dihukum mati ia mengatakan: “ demi Allah aku palsukan padamu 4000 buah hadis. targthib. c. Ma‟mun menjwab: “ pada tahun 250 H. hukum-hukum ataupun tidak.pemalsu hadis. “ Ibnu Hibban menjelaskan bahwa Hisyam bin Amar meninggal pada tahun 245 H. Tanda-tanda maudhu pada sanad. 3. baik berkenaan dengan kisah. b. sambut Ma‟mun :” Hisyam bin Amar yang lain. Tanda-tanda hadis maudhu Hadis maudhu dapat diketahui melalui tanda-tandanya baik yang ada pada sanad maupun pada matan. berdasarkan sabda Rasulullah SAW ٍ‫يٍ ادرخ ػُي تذد يس اَّ كرب فٕٓاددانكاذتي‬ Artinya:” Barang siapa yang meriwayatkan dariku sebuah hadis dan terlihat bahwa hadis itu dusta.

Tanda-tanda maudhu pada matan a.15[15] 4. Banyak hadis-hadis panjang yang lemah susunan bahasa dan maknanya. maka hadis itu bertentangan dengan al-quran.cit hal 171 . Lemah susunan lafal dn maknanya Dari segi maknanya. karena bisa jadi ia beralasan Riwayah Abi Al-Ma‟na atau tidak bisa menyusunnya secara baik b. Ar-Rabi‟ bin Khats yang berkata: sesungguhnya hadis itu bercahaya seperti cahaya kami mengenalnya dan memilki kegelapan bagaikan gelap malam kami menolaknya. karena sangat rusak susunanya. Contoh: ‫انُظسال انٕجّ انذسٍ يجأانثصس ٔانُظسال انٕجّ انقثيخ يٕزخ انكا ح‬ 15[15] Ibid hal 208-209 16[16] Ikhtisar Musthalahul Hadis. Kedustaan perawi Seorang perawi yang dikenal dusta meriwayatkan suatu hadis sendirian dan tidak ada seorang tsiqah yang meriwayatkannya. Rusak maknanya Maksud rusak maknanya karena bertentangan dengan rasio yang sehat. hadis. Op.16[16] Secara logis tidak di benarkan bahwa ungkapan itu datang dari Rasul. Jika tidak dinyatakan secara eksplisit. mendorong pelampiasan biologis seks dan lain-lain dan tidak bisa ditakwilkan. menyalahi kaidah kesehatan. dengan ijma dan logika yang sehat. menurut Hajar al-Asqalani. misalnya seorang perawi yang rafidhah dan hadisnya berisikan tentang keutamaan ahlul baith. hadis itu dikembalikan kepada maknanya yang rusak. d. Hadis palsu jika diriwayatkan secara eksplisit bahwa ini lafal dari Nabi dapat terdeteksi oleh pakar yang dalam bidangnya sehingga tercium bahwa ini hadis yang sesungguhnya dan hadis palsu. Seorang yang memiliki ketajaman dalam memahami hadis dari Nabi atau bukan hadis maudhu ini bukan bahasa Nabi yang mengandung sastra (fashahah).Adanya indikasi pada perawi yang menujukkan akan kepalsuannya.

hal 201-211 18[18] Terjemah Al-Qur‟an al-Karim. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". memandang wajah yang jelek dapat menyebabkan sedih”.‟Å"ym y7¯Rr(x. mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah. tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. H Mahmud Yunus. Bandung. Padahal Allah Azza Wa Jalla berfirman: y‰ZÏã $ygãKù=Ïæ $yJ¯RÎ) ö@è% ( $yg8y™ó•ßD tb$-ƒr& Ïptã$¡¡9$# Ç`tã y7tRqè=t«ó¡o„ 4 uqèd žwÎ) !$pkÉJø%uqÏ9 $pkŽÏk=pgä† Ÿw ( ‟În1u„ y7tRqè=t«ó¡o„ 3 ZptGøót/ žwÎ) ö/ä3‹Ï?ù's? Ÿw 4 ÇÚö„F{$#ur ÏNºuq»yJ¡¡9$# ‟Îû ôMn=à)rO ö@è% ( $pk÷]tã . tahun 1986. tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui". tentu semau orang akan mengerti kapan kiamat tiba. PT Al-Ma‟rif. Bertentangan teks Al-Qur‟an atau hadis mutawatir Contoh yang bertentangan dengan Al-Quran adalah tentang jangka usia dunia. Ini jelas tidak shahih. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. ÇÊÑÐÈ tbqßJn=ôètƒ Ÿw Ĩ$¨Z9$# uŽsYò2r& £`Å3»s9ur «!$# y‰ZÏã $ygßJù=Ïæ $yJ¯RÎ) Artinya:”Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku.17[17] c.Artinya:” Memandang wajah yang cantik dapat menerangkan mata. tidak akan dimaksukkan ke neraka. hal 158 .Cit.(QS. Al-Araf:187)18[18] Contoh hadis maudhu yang bertentangan dengan hadis mutawatir: ‫ٔاٌ كم يٍ يسًي تٓرِ انسًاء (يذًدٔادًد)آليدخم اَاز‬ Artinya:” Bahwa setiap orang dinamakan dengan nama-nama (Muhammd Ahmad dan semisalnya) ini.” Contoh hadis palsu yang bertentangan dengan hadis shahih adalah hadis-hadis tentang pujian terhadap prang yang namanya Muhammad atau Ahmad dan bahwa orang-orang yang 17[17] Ulumul Hadis Op. yaitu tujuh ribu tahun.

a. Misalnya: ‫يٍ صم انضفي كرأكرازكؼة اػطي ذٕاب سثؼيٍ َثيا‬ Artinya:”Barang siapa yang sholat d‫ا‬uha sekian rakaat diberi pahala 70 nabi. d. Biasanya motif pemalsuan hadis ini disampaikan para tukang kisah yang ingin menarik perhatian para pendengarnya atau agar menarik pendengar agar melakukan amal saleh.” Hadis ini mengkultuskan Ali sesuai dengan prinsip madzhab syiah. hadis yang diriwayatkan oleh Habbah bin Juwaihi. bahwa nabi SAW tidak menegaskan siapa yang akan mengganti beliau. Sahabat dituduh menyembunyikan hadis 19[19] Ikhtisar Mushthalahul Hadis.19[19] Setiap hadis yang meriwayatkan Ali adalah shahih yang menyatakan wasiat khalifah ada pada Ali r.namanya seperti itu tidak akan masuk neraka. hal 212-213 .Cit hal 172 20[20] Ulumul Hadis Op. bahwa neraka tidak akan terpengaruh oleh nama-nama tertentu. Op.”20[20] g. Jadi hadis tersebut jelas bertentangan dengan ajaran agama. tidaklah shahih. tetapi mengkultuskan itu juga tidak masuk akal. ia berkata: saya mendengar Ali berkata ٍ‫ػثدت هللا يغ ز سٕنّ قثم اٌ يؼثدِ اادديٍ ْرِ اال ية خًس سُيٍ أسثغ سُي‬ artinya:” Aku menyembah Tuhan bersama Rasul-Nya sebelum menyembah-Nya seorang pun dari umat ini lima atau tujuh tahun. bagaimana Ali beribadah bersama rasul lima atau tujuh tahun sebelum umat ini. e.Cit. Hadis sesuai dengan mazhab perawi misalnya. Menyalahi realita sejarah Misalnya hadis yang menjelaskan bahwa Nabi memungut jizyah (pajak) para penuduk khaibar dengan di saksikan oleh Sa‟ad bin Mu‟ads padahal Sa‟ad telah meninggal pada masa perang khandaq sebelum kejadian tersebut. Mengandung pahala yang berlebih bagi amal yng kecil. f. Tetapi memang tinggi dalam membesarkan suatu amal kecil dengan pahala yang berlebihan. untuk selamat darinya hanya bisa dilakukam dengan beriman dan beramal shaleh. Karena ia bertentangan dengan ijma‟ ulama.

Meningkatkan kesungguhan penelitian Sejak masa sahabat dan tabi‟in. b. Diantara usaha-usaha itu adalah: a. 5.keharusan sanad dalam menerima hadis bukan pada orang-orang khusus saja. mereka telah mengadakan penelitian dan pemeriksaan hadis yang mereka dengar dan yang mereka terima dari sesamanya. nabi memegang tangan Ali bin Abi Thalib di hadapan para sahabat semua. Abdullah bin Al-Mubarok berkata : yang mencari agamanya tanpa sanad bagaikan orang yang naik loteng tanpa tangga. Disamping itu agar lebih jelas posisi hadis maudhu tidak tercampur dengan hadis-hadis shahih. hingga merupakan suatu kewajiban bagi ahli hadis menerangkan sanad hadis yang ia riwayat kan. jika tidak disertai dengan sanad. Usaha para ulama dalam mengatasi hadis palsu Ada beberapa usaha yang dilakukan para ulama dalam menanggulangi hadis maudhu.Sahabat dituduh menyembunyikan hadis dan tidak menayampaikan atau tidak meriwayatkan kepada orang lain. kemudian bersabda: ini wasiatku dan saudaraku dan khalifah setelah aku. segera mereka melakukan rihlah (perjalanan) sekalipun dalam jarak jauh untuk mengecek kebenarannya kepada para sahabat senior atau yang terlibat dalam kejadian hadis. misalnya. bagi masyarakat umum pun pada saat itu mengharuskan menerimanya dengan sanad. Memelihara sanad hadis Dalam rangka memelihara sunnah siapa saja yang mengaku mendapat sunnah harus disertai sanad. . karena masalahnya adalah untuk kepentingan umum yakni kepemimpinan. Jika hadis yang mereka terima itu meragukan atau datang bukan dari sahabat yang langsung terlibat dalam permasalahan hadis. Hal ini mulai berkembang sejak masa tabi‟in. Seandainya ini benar wasiat dari Nabi SAW tentu banyak diantara para sahabat yang meriwayatkannya. Tidak mungkin para sahabat diam tidak meriwayatkan jika hal itu terjadi benar pada diri Rasulullah. padahal hadis itu secara transparan harus disampaikan Nabi SAW.maka suatu hadits tidak dapat di terima. dengan tujuan agar hadis tetap eksis terpelihara dan bersih dari pemalsuan tangan orang-orang kotor.

Kaidah-kidah itu dijadikan standar penilaian suatu hadis menurut criteria sebagai hadis yang diterima atau ditolak. dhaif dan maudhu. Abdullah bin Mubarak dll d. e. dari yang jujur. Semua ahli hadis juga menyampaikan hadis-hadis maudhu dan pembuatnya itu kepada murid-muridnya. Menerangkan keadaan para perawi Para ahli hadis berusaha menelusuri sejarah kehidupan baik mulai dari lahir hingga wafat atau pun dari segi-segi sifat-sifat para perawi hadis.22[22] 6. Diantara para ulama yang dkenal menentang para maudhu adalah Amir Asy-Sya‟bi. dan andalnya ingatannya dan sebaliknya. adil. hasan. agar mereka menjauhi dan tidak meriwayatkan hadis dari padanya. Orang-orang yang dikenal sebagai pendusta hadis dijauhi dan masyarakat pun di jauhkan dari padanya.Syu‟bah bin Al-Hajj. Sufyan Ats-Tsauri. Imam syafie menulis ar-risalah dan al-umm yang memuat ulumul hadis. at-tirmidzi dalam akhir kitab jami-nya.Hasilnya mereka bukukan dalam berbagai buku hadis seperti buku hadis induk enam atau tujuh. Hasilnya mereka himpun dalam buku Rijal Al-Hadis dan Al-Jarrh wa At-Ta‟dil sehingga oleh generasi berikutnya. Memberikan kaidah-kaidah hadis Para ulama meletakkan dasar-dasar secara metodelogis tentang penelitian hadis untuk menganalisa otensitasnya sehingga dapat diketahui mana shahih. Mengisolir para pendusta hadis Para ulama berhati-hati dalam menerima dan meriwayatkan hadis. Aban bin Jafar Al-Numaiqi. Sehingga dapat dibedakan mana hadis shahih dan mana hadis yang palsu. membuat 300 hadis yang disandarkan kepada abu hanifah 21[21] Ibid hal 214 22[22] Ibid hal 215 . Para pendusta dan kitab-kitab hadis maudhu Diantara pendusta hadis yang diketahui setelah melakukan penelitian yang dilakukan para ulama adalah sebagai berikut: a.21[21] c.

Al-Waqidi dan Ibnu Abu Yahya. Tadzkirah al-maudhuat. yang membuat beribu-ribu hadis kepentingan al-karramiyah d. Jabir bin Zaid Al-Juafi. Ibrhim bin Zaid Al-Aslami. membuat 30. Al-La‟ali al-Mashnu‟ah fi al-Maudhu‟ah. Al-Waqidi Muqatil bin sulaiman.000 hadis e. karya Zainuddin Abdurahman al-Iaraqi(725806 H) e. karya Abu al-Fadhal Muhammad bin Thahir al-Maqdisi (448-507 H) didalam kitab ini disebutkan nama perawi yang dinilai cacat (tarjih) b. Al-Harits bin Said Al-Mashlub. membuat hadis disandarkan dari malik c. Nuh bin Abu Maryam membuat hadis maudhu tentang fadhail surah-surah dalam Al-Quran f.b. Al-ba‟its „ala al-Khalash Min Hawadits al-Qashash. Al-fawa‟id al-Majmu‟ah fi al-Ahadits al-Mawdhu‟ah. karya Jalaluddin as-Suyuti (849-911 H) d. Muhammad bin Syuja Al-Wasithi. Ahmad bin Abdullah Al-Juwaini. karya al-Qadhi Abu Abdullah Muhammad Asy-Syaukani (1173-1255 H) . Diantara kitab-kitab yang memuat hadis maudhu adalah sebagai berikut: a. karya Abu al-Faraj Abdurrahman al-Jauzi (508-597) c. Muhammad bin Saad Al-Mashlub. Al-Maudhu‟at al-Kubra.

mengandung pahala yang berlebihan bagi amal yang kecil dan sahabat dituduh menyembunyikan hadis 7. mengisolir para pendusta hadis. adanya bukti pada keadaan perawi.hadis dha‟if tidak bisa diamalkan secara mutlak baik mengenai fadhail amal maupun dalam hukum. Sanad : pengakuan dari orang yang membuat sendiri. Hukum meriwayatkan hadis maudhu: hukumnya haram secara mutlak tidak ada perbedaan antara mereka. Tanda-tanda hadis maudhu pada: a. 6. para ulama memperbolehkan meriwayatkan hadis dha‟if sekalipun tanpa menjelaskan kedha‟ifanyadengan dua syarat:Tidak berkaitan dengan akidah seperti sifat-sifat Allah dan tidak menjelaskan hukum syara‟ yang berkaitan dengan halal haram. Hadis dha‟if adalah hadis yang tidak memenuhi sebagian atau seluruh syarat-syarat hadis sahih dan hadis hasan. Matan : lemah susunan lafal dan maknanya.rusak maknanya. Hadis dha‟if dapat diamalkan secara mutlak baik dalam fadhail al-a‟mal atau dalam masalah hukum {akham}. menerangkan keadaan para perawi dan memberikan kaidah-kaidah hadis KATA PENGANTAR . dibuat. Usaha para ulama dalam mengatasi hadis palsu : memelihara sanad hadis. 2. kedustaan perawi b.bertentangan teks Al Quran atau hadis mutawatir.BAB III KESIMPULAN Dari uraian di ats dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. meningkatkan kesungguhan penelitian. 3. Hukum periwayatan hadis dha‟if. Hadis maudhu adalah hadis yang diada-adakan.mau‟izhah. Hukum pengalaman hadis dha‟if .targhib dan tarhib 4. adanya bukti (qarinah) mengenai pengakuan. hadis sesuai dengan mazhab perawi. dan didustakan seseorang pada Rasulullah SAW 5.menyalahi realita sejarah. Hadis dha‟if dapat diamalkan dalam fadhail al-a‟mal.

Januari 2012 Penulis DAFTAR ISI i KATA PENGANTAR……………………………………………………. taufik.‫وعلى اله وصحبه أجمعين‬ Rasa syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. M.. Banjarmasin. i ii 1 BAB II : KEDUDUKAN HADIS DHAIF DAN HADIS MAUDHU……. para sahabat dan segenap pengikut beliau hingga akhir zaman. DAFTAR ISI……………………………………………………………… BAB I : Pendahuluan……………………………………………………. Makalah ini jauh dari kesempurnaan oleh karena itu segala kritik dan saran sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.ÉOŠÏm§•9$# Ç`»uH÷q§•9$# «!$# Oó¡Î0 ‫الحمد هلل رب العالمين والصالة والسالم على أشرف االنبياء والمرسلين سيدنا وموالنا محمد‬ ‫ أما بعد‬. dengan dosen pengasuh Dr.. Shalawat serta salam semoga tercurah ke haribaan Nabi Besar Muhammad SAW. 2. dan hidayah-Nya jualah penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.. Hukum periwaytan hadis dha‟if………………………………. Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.Ag dan penulis mengucapkan terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan. 3. Saifuddin. juga kepada keluarga. berkah rahmat. Amin ya rabbal „alamien Penulisan makalah kedudukan hadits Dha‟if dan hadits Maudhu ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah sejarah pemikiran Islam. 1. 3 A. Hukum pengamalan hadis dha‟if……………………………… 3 3 5 6 . Hadis Dhaif……………………………………………………... Pengertian…………………………………………………….

Bandung: Pt Al-Ma‟arif . 2.. Sisilah hadis Dha‟if dan Maudhu. Surabaya: Al-Hikmah Al-qaththan. syaikh manna. 2009. 1998. 1996. Metedologi Kritik Hadis. Shalahudin ibn Ahmad.. 1995. Ulumul Hadis.M. Fatchur. Hukum meriwayatkan hadis maudhu…………………………. Muhammad Nashiruddin. H. BAB III : KESIMPULAN………………………………………………… DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA ii Al-Albani. Usaha para ulama dalam mengatasi hadis palsu……………. Pengikar. 7 7 8 9 11 14 16 18 1. Bandung: Pustaka Hidayah Fikr Ismail. Ushul Al-Hadits Pokok-Pokok Ilmu Hadits. Jakarta : pustaka Al-Kautsar Al-adlabi. Bandung:PT. Hadis Nabi Menurut Pembela. hafid hasan. Azami. Abdul Majid. Jakarta: Gaya Media Pratama. 6. 2004. Pengertian……………………………………………………….. Pengantar Studi Ilmu Hadis. Kritik Metodologi Matan Hadis. 4. Jakarta:Amzah Rahman. M.B. H. Hadis maudhu…………………………………………………. Tanda-tanda hadis maudhu……………………………………. Jakarta: dar al-al-mas‟udi. Terjemah Al-Qur‟an Karim. Al Ma‟arif Yunus. 2004. 3. 1997. H. 1974. Ilmu Musthalah Hadis. Jakarta: Gema Insani Press Al-khatib. Para pendusta dan kitab-kitab hadis maudhu…………………. Syuhudi. Mustafa. Ikhtisar Musthalahul hadis. Muhammad Ajaj. Tanda-tanda maudhu pada matan……………………………… 5. Jakarta: Gema Insani Press Khon.1986. Mahmud. dan Pemalsunya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful