KELIPATAN DAN FAKTOR BILANGAN

1.1 Bilangan Ganjil dan Genap Kita telah mengenal operasi hitung penjumlahan dan perkalian bilangan. Operasioperasi hitung tersebut harus benar-benar kamu pahami karena akan kita gunakan dalam mempelajari kelipatan dan faktor bilangan. Selain itu juga kita harus menguasai sifat dari bilangan genap dan bilangan ganjil serta bagaimana cara mengenalkannya pada anak didik. 1. Bilangan ganjil dan bilangan genap

Definisi : • • Bilangan asli yang tidak habis dibagi dua disebut bilangan ganjil. Bilangan asli yang habis dibagi dua disebut bilangan genap.

Contoh a. 3, 5, 7, 9, 11, … adalah bilangan ganjil, sebab tidak habis dibagi dua, karena jika dibagi dua menghasilkan sisa satu. b. 4, 6, 8, 10, 12, …adalah bilangan genap, sebab habis dibagi dua, atau jika dibagi dua hasilnya nol Dari keadaan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa: I. II. Bilangan ganjil adalah bilangan yang dapat ditulis dalam bentuk 2k+1,dimana k adalah bilangan cacah. Bilangan genap adalah bilangan yang dapat di tulis dalam bentuk 2k, dimana k adalah bilangan cacah. Contoh a) 5= 2x2+1 b) 7= 2x3+1 d) 2= 2x1 jadi 5 adalah bilangan ganjil. jadi 7 adalah bilangan ganjil. jadi 2 adalah bilangan genap.

c) 19= 2x9+1 jadi 19 adalah bilangan ganjil.

Bukti: Misalkan p dan q masing masing bilangan ganjil. Sifat bilangan ganjil Setelah mengenalkan kepada siswa tentang jenis bilangan ganjil dan genap. Perhatikan penjumlahan tersebut: 3 + 7 = 10 1+5=6 13 + 25 = 38 17 + 13 = 30 Bilangan – bilangan apakah yang terletak di ruas kiri (di sebelah kiri tanda sama dengan) dan bilangan. Teorema 5..bilangan apakah yang terletak di ruas kanan (di sebelah kanan tanda sama dengan)? Kepada siswa anda dapat menjelaskan secara induktif dengan beberapa contoh seperti diatas dan kemudian menyimpulkan bahwa jumlah dua bilangan ganjil adalah bilangan genap. selanjutnya anda dapat mengenal beberapa sifat dari bilangan tersebut. Karena p dan q bilangan ganjil maka terdapat bilangan cacah k dan h sehingga. . 2.1 Jumlah dua bilangan ganjil adalah genap. akan dibuktikan bahwa p+q merupakan bilangan genap. jadi 16 adalah bilangan genap.e) 8= 2x4 f) 26= 2x13 jadi 8 adalah bilanhan genap.

maka 2(2kh + k + h) + 1 merupakan bilangan ganjil. dan 1 bilangan cacah maka k + h + 1 juga bilangn cacah.2 Kelipatan Suatu Bilangan Perhatikan garis bilangan berikut. . dan misal q bilangan ganjil maka ada bilangan asli h sehingga q = 2h + 1. sehingga p+q merupakan kelipatan dua dari satu bilangan cacah. Teorema 5. p+q = (2k + 1) +(2h + 1) = 2k + 2h + 2 = 2 (k + h + 1) Karena k. Sehingga pxq= (2k + 1)(2h + 1) = 4kh + 2k + 2h + 1 = 2 (2kh + k + h) + 1 Karena 2(2kh + k + h) bilangan genap (mengapa??). 1. h.2 Hasil kali dua bilangan ganjil adalah bilangan ganjil.p = 2k + 1 q = 2h + 1 jadi. p+q merupakan bilangan genap. Dengan demikian teorema terbukti. Jadi. Bukti : Misal p bilangan ganjil maka ada bilangan asli k sehingga p = 2k + 1.

2 Bilangan asli c disebut kelipatan dari bilangan asli a. melainkan sangat banyak dan tak terbatas. yang berarti 6 = 2 x 3 Ini berarti kelipatan 3 itu tidak tunggal. jika terdapat terdapat bilangan asli k sedemikian hingga c =ka Contoh 12 adalah kelipatan dari 3. sebab 12 = 2 x 6 15 adalah kelipatan dari 5. Definisi 1. sebab 12 = 4 x 3 12 adalah kelipatan dari 6. dengan masingmasing lompatan sejauh tiga satuan. sebab 15 = 3 x 5 15 adalah kelipatan dari 3.1 Misal a bilangan asli. yang berarti 15 adalah kelipatan dari 3. Bilangan asli c disebut kelipatan dari a. Demikian juga dari 0 kita dapat melompat tiga-tiga sbanyak 5 kali untuk dapat sampai ke-15. sebab dari 0 kita dapat melompat tiga-tiga sebanyak dua kali untuk sampai di 6.0 … 1 … 2 … 3 … 4 … 5 … 6 … 7… 8 … 9 … 10 … 11 … 12 … Kita melompat tiga-tiga sebanyak empat kali dari 0 sampai 12. 6 jua kelipatan tiga . Misalnya : . jika a membagi habis c. atau 6 habis membagi 12. Sebaliknya jika kita akan mencari kelipatan suatu bilangan maka kita cukup mengalikan bilangan tersebut dengan suatu bilangan asli. oleh karena itu dikatakan bahwa 12 adalah kelipatan dari 3. yaitu : Definisi 1. Hal ini berarti 12 habis dibagi 6. Ini berarti 12 = 4 x 3 . sebab 15 = 5 x 3 Definisi diatas dapat juga dirumuskan dalam bentuk lain. Jadi. Tetapi. 15 = 3 x 5. Contoh 12 adalah kelipatan 3 sebab 12 : 3 = 4 ( jadi 12 habis dibagi 3 ) 18 adalah kelipatan dari 9 sebab 18 : 9 = 2 ( jadi habis dibagi 9 ) Catatan : Yang dimaksud dengan habis dibagi disini adalah jiaka suatu bilangan dibagi dengan bilangan lain hasilnya adalah bilangan asli dan sisanya nol . misalnya 12 : 6 = 2.

Misalnya. Ini berarti 14 merupakan kelipatan 2. jadi 24 adalah kelipatan dari 8 Dan seterusnya Jangan lupa bahwa suatu bilangan merupakan kelipatan dari dirinya sendiri . Misalnya. yaitu tanpa menggunakan alat peraga siswa diminta mencari suatu bilangan yang kelipatannya merupakanbilangan yang telah diketahui . anda dapat menggunakan garis bilangan seperti contoh diatas. jadi 24 adalah kelipatan dari 6 24= 6 x 4.21. Kemudian mereka diminta untuk mengelompokan kelerengnya.28. yaitu menggunakan sifat perkalian dasar bilangan. sebab 8 = 1 x 8 . Ternyata 14 kelereng tersebut dapat dibuat menjadi 7 kelompok dua-dua. 24= 4 x 6.Kelipatan dari 7 adalah : 7 x 2 =14 7 x 3 = 21 7 x 4 = 28 7 x 11 = 77 Dan sebagainya Jadi. jadi 24 adalah kelipatan dari 4 24= 3 x 8. misalnya : 8 adalah kelipatan dari 8 . misalnya menjadi kelompok dua-dua. siswa ditugasi mengambil kelereng sebanyak 14 butir. Dengan cara seperti itu anda dapat menguasai siswa sehingga siswa dapat menemukan bahwa suatu bilangan yang ditentukan merupakan kelipatan dari bilangan yang lain. Setelah itu ajak siswa anda untuk berpikir secara abstrak. 14.77 adalah kelipatan 7. Untuk menanamkan konsep bilangan ini. siswa diminta menuliskan perkalian dua bilangan yang hasil kalinya 24 untuk menyelesaikan soal seperti : 24 merupakan kelipatan dari … Kemudian kalimat perkalian dua bilangan yang terjadi dikaitakan dengan pengertia kelipatan suatu bilangan yang sedang dipelajari siswa dan dinyatakan sebagai berikut. tetapi anda juga dapat menggunakan lidi atau kelereng atau benda laian yang mudah didapat.

24.3 Kelipatan Persekutuan Dua Bilangan Pada kegiatan belajar 1 anda telah mengenal konsep kelipatan dari suatu bilangan. dan urytkan dari yang paling kecil Contoh a. … .6.28.60 Jadi kelipatan persekutuan dari 4 dan 6 adalah 12.12.48.15.8. Pada kegiatan belajar 2 ini anda diminta mengidentifikasikan menentukan kelipatan persekutuan dari dua bilangan.36.Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 3 dan 4 Penyelesaian Kelipatan dari 3 adalah : 3.Tentukan kelipatan persekutuan dar 4 dan 6 dengan lebih dahulu menentukan kelipatan dari 4 dan 6 masing-masing sebanyak 10 buah. Penyelesaian : Kelipatan dari 4 adalah : 4. • Pilih bilangan yang sama dari kedua kelompok kelipatan tadi.36.54.20.27.20.40 Kelipatan dari 6 adalah :6. • Tentukan kelipatan bilangan yang kedua juga secara berurutan.16.42.32.18.12. … Jadi. Langkah yang dapat dilakukan adalah : • Tentukan kelipatan bilangan yang pertama secara berurutan mulai dari kelipatan yang paling kecil. b.7 adalah kelipatan dari 7 .16.32.9. … Karena banyaknya kelipatan dari suatu bilangan itu banyak sekali maka sebaiknya anda menentukan berapa banyak kelipatan suatu bilangan yang harus dicari sehingga dapat menjawab pertanyaan yang diajukan.8. dan mulai dari paling kecil. sebab 7 = 1 x 7 1.36.24.12.24.18.24.21.30. … Kelipatan dari 4 adalah : 4.36.28.24.12. kelipatan persekutuan dari 3 dan 4 adalah: 12.24.

12.16.16.6. sedang yang diminta sebanyak 5 buah maka tinggal melengkapinya dengan memperhatikan selisih dua bilangan yang telah didapat itu.24.6.15.18. Kelipatan dari 3 adalah : 3.30.48.24. … Jadi .36 Kelipatan dari 5 adalah :5.24.48.30.8. Penyelesaian: Kelipatan dari 3 adalah : 3. Langkah serupa dapat dilakukan jika kita diminta untuk menentukan kelipatan persekutuan dari tiga bilangan atau lebih.18.42.60.18.24. yaitu 12.4. tentukan kelipatan persekutuan dari 3 dan 5 sebanyak 5 buah.15. Selisihnya adalah 12 sehingga urutan berikutnya adalah 48. maka pastilah urutan berikutnya adalah 36.4 .8.36.30.10.21.40. … Kelipatan dari 4 adalah : 4. d. dan 6 adalah :12.25. tentukan kelipatan persekutuan dari 3.36.18.9.48 dan seterusnya. … c.9.45.12.… Kelipatan dari 8 adalah 8.48. … Coba perhatikan selisih antara dua bilangan yang berdekatan.Setelah melakukan hal serupa untuk beberapa pasang bilangan . Dengan demikian kelipatan persekutuan 4 dan 6 adalah 12. anda dappat memperhatikan pola urutan bilangan kelipatan persekutuan yang didapat sehingga anda dapat menentukan bilangan urutan berikutnya.12.28. Penyelesaian Kelipatan dari 6 adalah :6.21.20. kelipatan persekutuan dari 3.72. dan 6.36. 60 dan seterusnya bertambah 12.24.12. … .27.12.30.30.24. e.12.32. … Kelipatan dari 6 adalah :6.15.27.75 Penjelasan Karena pada mulanya sudah didapat kelipatan persekutuannya 15 dan 30.60.48.24.36.24.60.33. … Penjelasan Karena kelipatan persekutuan yang didapat adalah 12 dan 24 yang mempunyai selisih 12.24.36.Tentukan keliptan persekutuan dari 6. Misal dari pola kelipatan persekutuan bilangan 4 dan 6 yang didapat diatas.20.35 Kelipatan persekutuan dari 5 dan 3 adalah 15.

120. … Jadi kelipatan persekutuan dari 6. Karena perkalian memenuhi sifat komutatif.Kelipatan 12 adalah 12. tetapi bukan kelipata dari 8.24. 6:1=6 6:2=3 6:3=2 . ternyata bilangan kelipatan dari bilangan yang lebih besar juga merupakan kelipatan dari bilangan yang lebih kecil.8. … Dari beberapa contoh diatas terlihat bahwa jika dua bilangan yang akan dicari kelipatan persekutuannya . Mari kita perhatikan pembagian di bawah ini. sebab A = C x B. tetapi bukan kelipatan dari 12 28 merupakan kelipatan dari 4 .72. Yaitu jika a. 1. 1.60. Dengan demikian C juga merupakan faktor dari A. maka A = B x C atau A : C = B.96. maka B disebut faktor dari A. yang satu merupakan kelipatan dari yang lain.48. Jadi jika A = B x C. maka B dan C adalah faktor dari A.c dan k bilangan asli dan c = ka maka keliptan dari c juga merupakan kelipatan dari a Misalnya: Kelipatan dari 6 juga merupakan kelipatan dari 3 Kelipatan dari 8 juga merupakan kelipatan dari 4 Kelipatan dari 12 juga merupakan kelipatan dari 6 Tetapi tidak berlaku sebaliknya Kelipatan dari 6 belum tentu merupakn kelipatan dari 12 Kelipatan dari 4 belum tentu merupakan kelipatan dari 8 Misalnya: 18 merupakan kelipatan dari 6 .48. Apakah yang disebut faktor? Bagaimana cara menentukannya? Mari kita pelajari bersama. Menentukan Suatu Faktor Bilangan Bila suatu bilangan asli A habis dibagi bilangan asli B dan hasilnya adalah C. dan 12 adalah 24.4 Faktor Suatu Bilangan Selain kelipatan. setiap bilangan juga mempunyai faktor.

2.3. 2 adalah faktor dari 6. Bilangan-bilangan 1. Faktor adalah pembagi dari suatu bilangan. 3.6:6=1 Ternyata bilangan 6 habis dibagi oleh bilangan-bilangan 1. Berikut di bawah ini. 3. Oleh karena itu. Sepasang bilangan pada petak-petak yang berpasangan hasil kalinya adalah bilangan yang akan ditentukan faktornya. dan suatu bilangan adalah faktor dari dirinya sendiri. 2x3. Dari pembahasan di atas. sebab 2 habis membagi 6. yaitu bilangan-bilangan yang membagi habis bilangan tersebut.2. 2. 4.3. dan 6. 3x2. 6=1×6 6=2×3 6=3×2 6=6×1 Karena 6 diperoleh dari hasil kali 1x6. untuk mencari faktor dari semua bilangan. dan 6. Contoh : Tentukan faktor dari bilangan 8 dan 9 Faktor dari 8 adalah 1. 6}. 8 . Menentukan faktor dari suatu bilangan dapat dilakukan dengan beberapa cara.2. maka faktor dari 6 adalah 1. dan 6x1. 2. Dengan cara lain dapat dituliskan sebagai berikut. dan 6 disebut faktor dari bilangan 6. Kalian dapat menyimpulkan pengertian faktor dari suatu bilangan. maka himpunan faktor dari 6 adalah {1. Cara berikut adalah dengan menggunakan kotak perkalian/ petak perkalian. Bila ditulis dalam bentuk himpunan.

. 1.Faktor dari 9 adalah 1. faktor persekutuan dari 5 dan 10 adalah 5. 9 Berdasarkan contoh diatas. yaitu 5. dan 8 adalah faktor dari 8. 3. sebagai contoh : • Tentukan faktor persekutuan dari 5 dan 10 ! Jawab : . 2. dan 8.Faktor dari 5 adalah 1. 10. .5 Faktor Persekutuan Dua Bilangan Seperti yang telah kita ketahui Faktor suatu bilangan adalah sebuah bilangan yang dapat membagi habis bilangan tersebut. 2. merupakan kelipatan dari 1. bahwa 8.Faktor dari 10 adalah 1. B. maka himpunan faktor dari x adalah {A. . 5. • Tentukan faktor persekutan dari 6 dan 15 ! .Dikatakan bahwa 5 adalah faktor persekutuan dari 5 dan 10. C. 4. C. 2. Secara umum dapat dkatakan bila x merupakan kelipatan dari A.Terdapat bilangan-bilangan yang sama di antara faktor-faktor dari 5 dan 10. dan D. Hal ini berarti1. B. 5.Jadi. D}. Faktor persekutuan dari dua bilangan adalah bilangan-bilangan yang merupakan faktor dari kedua bilangan tersebut atau dengan kata lain Faktor persekutuan merupakan faktor yang sama dari 2 bilangan atau lebih. 4. . Jadi.

Faktor dari 6 adalah 1.Dikatakan bahwa 1.6 Bilangan Prima . 12. 2 dan 4. 15.Jadi. . yaitu 1.Faktor dari 12 adalah 1. 2. 3.Terdapat bilangan-bilangan yang sama di antara faktor-faktor dari 12 dan 20. . . • Tentukan faktor persekutuan dari 12 dan 20 ! Jawab : . 1. 5.Terdapat bilangan-bilangan yang sama di antara faktor-faktor dari 6 dan 15. . faktor persekutuan dari 12 dan 20 adalah 1.Faktor dari 20 adalah 1. . 3. dan 4. 3. . 2. 10.Faktor dari 15 adalah 1. . 4. . 5. 6. yaitu 1 dan 3. faktor persekutuan dari 6 dan 15 adalah 1 dan 3. 6.Dikatakan bahwa 1 dan 3 adalah faktor persekutuan dari 6 dan 15. 4. 2 dan 4 adalah faktor persekutuan dari 12 dan 20. 2. 20. 2.Jadi.Jawab : .

e. kecuali 3. Cara Mengidentifikasi Bilangan Prima Pada abad II sebelum Masehi. b. kecuali 7. Cara yang ditemukan itu selanjutnya dusebut saringan Eristothenes. dan 9 dengan sendirinya sudah ikut tercoret. Dari langkah b dan c. menemukan cara untuk menemukan bilangan prima. Coretlah semua bilangan kelipatan 5. kecuali 5. .8. kemudian : a. 1. f. yang bentuknya sebagai berikut. Coretlah semua bilangan kelipatan 7. seorang matematisi bangsa Greek yang bernama Erastothenes. 1 11 21 31 41 51 61 71 81 91 2 12 22 32 42 52 62 72 82 92 3 13 23 33 43 53 63 73 83 93 4 14 24 34 44 54 64 74 84 94 5 15 25 35 45 55 65 75 85 95 6 16 26 36 46 56 66 76 86 96 7 17 27 37 47 57 67 77 87 97 8 18 28 38 48 58 68 78 88 98 9 19 29 39 49 59 69 79 89 99 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Susunlah bilangan asli dari 1 sampai dengan 100 menjadi bentuk persegi Dari susunan bilangan diatas.6. kecuali 2. Coretlah semua bilangan kelipatan 2. semua bilangan yang merupakan kelipatan 4.Bilangan prima adalah bilangan asli lebih dari 1 yang mempunyai tepat dua faktor positif yaitu 1 dan bilangan itu sendiri. d. c. Coretlah bilangan 1. Coretlah semua bilangan kelipatan 3.

sebab memenuhi kriteria diatas 69 bukan bilangan prima. bukan bilangan kuadrat. 19. 7. …. 13. misalnya 25. 27.Langkah ini diteruskan. Untuk mengetahui apakah p merupakan bilangan prima atau bukan. 365 buakn bilangan prima e. 11. 5. 95. Contoh : 37 adalah bilangan prima. a. 77. kecuali 2 b. 75. misalnya 35. sebab bilangan kuadrat . misalnya 21. p tidak merupakan angka kembar. 3. angka terakhir dari p bukan 5. secara umum dapat diidentifikasi sebagai berikut. 81 bukan bilangan prima. sebab merupakan bilangan kembar 73 bilangan prima. misalnya 33. sebab memenuhi kriteria di atas 25 bukan bilangan prima. 63. p adalah bilangan ganjil. 49. Maka. 99. sebab angka terakhirnya 5 99 bukan bilangan prima. 97 2. bukan bilangan prima c. 55. Cara mengidentifikasi Bilangan Prima Secara Umum Misal diketahui bilangan p kurang dari 100. jumlah angka-angka yang membentuk p bukan kelipatan 3. yaitu : 2. 23. sebab 6 + 9 = kelipatan 3 49 bukan bilangan prima. bukan bilangan prima d. 17. sampai semua bilangan yang mempunyai pembagi selain dirinya dan 1 tercoret semuanya. bilangan yang tidak tercoret merupakan bilangan prima yang lebih kecil dari 100. 273.

Saringan ini. dapat kita modifikasi. Bilangan prima terakhir ini merupakan bilangan prima terbesar sampai saat ini.Tetapi kita perlu berhati-hati dengan cara identifikasi di atas. namun rumus tersebut hanya berlaku untuk nilai bilangan asli n yang terbatas. sebab bilangan 91 walaupun memenuhi kriteria di atas tetapi 91 bukan bilangan prima. yaitu 2 11213_1. Beberapa pakar matematika telah menemukan rumus fungsi untuk menentukan bilangan prima. yaitu 219937_1. Pembelajaran Untuk mencari bilangan prima yang lebih kecil dari 100. b. dan tahun 1971 ditemukan lagi bilangan prima yang lebih besar. f(n) = n2 – 79n + 1601 juga merupakan rumus untuk mendapatkan bilangan prima. bila kita lihat pada Standar Kompetensi sesuai dengan kurikulum saat ini yaitu KTSP. kita dapat menggunakan saringan Erastothenhes.n + 41 menentukan bilangan prima untuk setiap bilangan asli n < 41. a. Pada tahun 1963 ditemukan bilangan prima terbesar sampai saat itu. yaitu : f(1) = 1 – 1 + 41 = 41 f(6) = 36 – 6 + 41 = 71 f(15) = 225 – 15 + 41 = 251 Rumus ini tidak berlaku untuk n > 40. agar anak lebih tertarik. f(n) = n2 . pembelajaran faktor bilangan dan kelipatan dipelajari di kelas IV sekolah .

Kita dapat membuat alat peraga seperti dibawah : 1 11 21 31 41 51 61 71 81 91 2 12 22 32 42 52 62 72 82 92 3 13 23 33 43 53 63 73 83 93 4 14 24 34 44 54 64 74 84 94 5 15 25 35 45 55 65 75 85 95 6 16 26 36 46 56 66 76 86 96 7 17 27 37 47 57 67 77 87 97 8 18 28 38 48 58 68 78 88 98 9 19 29 39 49 59 69 79 89 99 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 a. Petik semua daun bilangan kelipatan 2. kecuali 5 e. Selanjutnya tanyakan kepada siswa. kita tidak memetik bilangan kelipatan 4?. kelipatan 13. Petik daun berangka 1 dari pohon. Petik semua daun bilangan kelipatan 3. dengan harapan siswa dapat memberi jawaban bahwa bilangan kelipatan 4 atau 6. proses kehidupan tumbuhan dan binatang menarik bagi mereka.dasar. Petik semua daun bilangan kelipatan 5. 19. b. 17. dalam karakteristik perkembangan siswa di kelas ini. Dan seterusnya. kecuali 2 c. kecuali 11 g. … Bilangan yang tidak terpetik adalah bilangan prima. Petik semua daun bilangan kelipatan 7. mengapa pada langkah nomor 4. kecuali 3 d. . kecuali 7 f. Petik semua daun bilangan kelipatan 11.

7 Menentukan Faktor Prima Suatu Bilangan Cara untuk menentukan faktor prima dari suatu bilangan adalah dengan diagram pohon (pohon faktor). Contoh : 1. Kitapun perlu menjelaskan kepada siswa bahwa bilangan yang tidak terpetik tadi adalah bilangan prima. Karena 1 merupakan faktor dari setiap bilangan maka tidak dituliskan dalam diagram pohon tersebut. . Tentukan faktor prima dari 30 Karena 30=2x15 dan 15=3x5. Jadi faktor prima dari 30 adalah {2.3. 1. yaitu bilangan yang dapat dinyatakan sebagai hasil kali dari dua bilangan asli yang berbeda dengan dirinya. Aturan untuk menentukan pohon faktor dari suatu bilangan adalah kita menentukan sepasang bilangan yang hasil kalinya sama dengan bilangan yang akan dicari faktornya.5} Untuk menentukan faktor dari 30 dapat pula ditentukan sebagai berikut. 3. maka pohon faktor dari 30 adalah 30 2 15 3 5 Kita perhatikan 2.telah terpetik pada saat kita memetik semua bilangan kelipatan 2. 5 pada ujung pohon faktor di atas dan bilangan-bilangan ini adalah bilanagn prima. sedangkan semua bilangan yang terpetik selain 1 adalah bilangan komposit.Demikian juga kelipatan 10 atau 15 telah terpetik pada saat kita memetik kelipatan 5.

maka pohon faktornya adalah : 30 5 6 2 3 Jadi faktor prima dari 12 adalah 2.5} Bila dibandingkan antara keduanya terletak pada saaat menentukan pasangan bilangan yang hasil kalinya sama dengan 30. Karena 12 = 2 x 6 dan 6 = 2 x 3. maka faktornya akan ditulis sebagai bilangan berpangkat. Faktor prima dari 12.Karena 30 = 5x6 dan 6=2x3. maka pohon faktornya adalah 30 5 6 2 3 Jadi faktor prima dari 30 adalah {2. Sebenarnya masih banyak kemungkinan untuk pohon faktor di atas. Jadi untuk 2 faktor prima dari . 2 dan 3 pada contoh di atas angka 2 ditulis 2 kali. 2. Untuk selanjutnya bila faktor suatu bilangan diperoleh bilangan yang sam. sebab angka 2 muncul dua kali pada ujung pohon tersebut.3.

dan D. B. D}. 3} Hubungan yang perlu kita ketahui dari faktor prima suatu bilangan dengan bilangannya adalah hasil kali faktor-faktor primanya merupakan bilangan itu sendiri. B. Bila bilangan N merupakan kelipatan A.12 pada contoh di atas menjadi 22 dan 3. faktor dan bilangan prima. Pohon faktor atau diagram pohon dapat digunakan untuk menentukan faktor prima dari suatu bilangan. . C. C. Jika (A. C. B. D) merupakan faktor prima dari bilangan N. C. Faktor prima pada diagram pohon adalah bilangan prima yang terdapat pada ujung pohon faktor tersebut. B. Bila di tulis dalam himpunan adalah {2 2. maka pemfaktoran {faktorisasi} dari N adalah A x B x C x D. {A. D} disebut faktor prima jika { A. D } merupakan himpunan bilangan prima (bilangan yang tepat memiliki dua faktor yaitu bilangan itu sendiri dan satu). B. maka faktor dari N adalah {A. C. Untuk contoh di atas : 30 = 2 x 3 x 5 KESIMPULAN Secara singkat yang dibahas dalam makalah ini adalah hasil kali.

. Ayo Belajar Matematika. 1992. Depdikbud.DAFTAR PUSTAKA Darhim. Materi Pokok Pendidikan Matematika 2. Ary. Mustaqim.Jakarta : Universitas Terbuka. Burhan dan Astuty. Jakarta : Aneka Ilmu. 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful