LAPORAN PRAKTIKUM Standarisasi Na2S2O3 dengan K2Cr2O7 Melalui Titrasi Iodometri

OLEH HANA RIZKI IKHTIARI P07134112018 REGULER A TINGKAT 1

POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA 2012 / 2013

maka Natrium Tiosulfat (Na2S2O3) biasanya digunakan sebagai titran. misalnya ion Iodida teroksidasi oleh Oksigen diudara. Bila titrasi menggunakan Arsen (III). sehingga sampel (zat yang bersifat oksidator seperti besi III.+ O2 → 2I2 + 2H2O . 20 November 2012 II. Karena banyak pereaksi oksidasi memerlukan larutan berasam untuk dapat bereaksi dengan Iodida. Mengetahui Normalitas Na2S2O3 yang sesungguhnya IV. Hal ini bertujuan untuk meghindari kesalahan. Hari. Tindakan pencegahan harus diambil dalam menangani larutan Kalium Iodida. maka larutan harus sedikit alkali. karena sampel yang digunakan tidak mengandung Iodida (I2). Judul Praktikum Standarisasi Na2S2O3 dengan K2Cr2O7 Melalui Titrasi Iodometri III. Dasar Teori Iodometri merupakan analisa titrimetrik tidak langsung. Oksidator + KI → I2 + 2e I2 + Na2S2O3 → NaI + Na2S4O6 Banyak pereaksi kuat dapat dianalisa dengan penambahan Kalium Iodida berlebih dengan titrasi Iodium yang dibebaskan. Tanggal Praktikum Selasa.I. Mengetahui dan mampu melakukan titrasi Iodometri dengan benar 2. 4H+ + 4I. tembaga II dan krom) harus direaksikan terlebih dahulu hingga menghasilkan I2 yang akan bereaksi atau terdeteksi oleh Natrium Tiosulfat (Na2S2O3).Tujuan Praktikum Pratikum ini dilaksanakan dengan tujuan agar : 1.

Gelas kimia 100mL (3 buah) dan 500mL (2 buah) 4. larutan tidak boleh dibiarkan berhubungan dengan udara dalam waktu yang lama.Reaksi ini lambat dalam netral. Setelah penambahan KI pada larutan berasam dari suatu pereaksi Oksidasi. V. Gelas ukur 50mL 5. Dalam larutan juga tidak boleh mengandung nitrit. Alat dan Bahan A. karena Iodium tambahan akan terbentuk oleh reaksi yang terdahulu. Sendok penyu 15.→ 2NO + I2 + 2H2O 4NO + O2 + 2H2O → 4HNO2 KI juga harus bebas Iodat . karena kedua zat ini akan bereaksi dalam larutan berasam untuk membebaskan Iodium. 2HNO3 + 2H+ + 2I. Buret 10. Pipet volume 25mL 6. Pemanas (kompor listrik) 12. tapi lebih cepat dalam larutan berasam dan dapat juga dipercepat oleh cahaya matahari. Pipet pasteur 7. Kertas saring . Alat 1. Labu erlenmeyer tutup asah 3 buah 2. karena akan direduksi oleh ion Iodida menjadi nitrogen (II) dioksidasi yang selanjtnya akan dioksidasi kembali menjadi nitrit oleh oksigen diudara. Botol timbang 8. Kaca arloji 9. Statif dan klem 14. Labu ukur 100mL 3. Corong 11. Spatulla 13.

Botol semprot B. Aquades VI.4534 gram dalam botol timbang dengan diberi sedikit akuades.0959 gram Massa botol + bahan = 17.0103 Massa bahan = (massa botol + bahan) – massa botol kosong = 17. Cara Kerja Langkah pendahuluan : Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan.16.5569 gram = 0.1 N 100mL a. Melarutkan K2Cr2O7 0. Na2S2O3 padat 7. NaCl padat 6. HCl 37% (BJ = 1. Timbang K2Cr2O7 sebanyak 0. Na2CO3 padat 8.4534 gram b. Bilas semua alat gelas yang akan digunakan dengan aquades sebanyak 3 kali kecuali botol timbang dan gelas arloji.5569 gram Massa yang akan ditimbang = 0. 1. Bahan 1. KI padat 4.9961 gram sampai 17. .19) 3. Kertas timbang 17. K2Cr2O7 padat 2.0103 gram – 16.49 gram dengan neraca analitik Massa botol kosong = 16. Membuat larutan standar primer yaitu K2Cr2O7 0. Neraca teknis 19.49 gram Rentang massa = 16. Neraca analitik 18. Amylum padat 5.

Penuangan harus melalui dinding gelas agar tidak memmercik. Mencampur sampai larutan homogen j. Memipet K2Cr2O7 sebanyak 25 ml kemudian memindahkan ke dalam labu Erlenmeyer tutup asah. Sediakan 200mL aquades didalam gelas beaker 500mL. Tuang 200mL HCl 37% dari botol kedalam wadah (gelas beaker yang lain) untuk mempermudah. Tuang HCl yang telah diukur volumenya tadi ke gelas beaker yang telah berisi aquades. Mengelap bagian atas labu ukur dengan kertas saring l. Mengencerkan HCl 37% (BJ = 1. . Bawalah ke lemari asam. f. e. Kegiatan ini dilakukan di lemari asam. Menambahkan dengan akuades sampai ½ labu ukur g. Menepatkan volume larutan dengan pipet Pasteur sampai garis tera m. Membilas pipet volume 25 ml dengan K2Cr2O7 o. Mencampur sampai larutan homogenya n. d. Menuang ke dalam labu ukur 100 ml dengan corong dan bantuan batang pengaduk e. d. c. Mengaduk dengan batang pengaduk sampai larutannya homogen. Setelah larutan jadi. Membilas botol timbang sampai minimal 8 kali. bawalah kembali ke meja kerja. Jangan lupa homogenkan larukan dengan cara mengaduknya menggunakan spatula. Mencampur sampai larutan homogen h. 2. Menambahkan lagi akuades lagi sampai 1 cm dibawah garis tera k.19) 4N (untuk 5 orang) a.c. Menambahkan akuades lagi sampai ⅔ labu ukur i. f. b. Tuang HCl 37% tersebut ke gelas ukur hingga tepat 100mL.

. Timbang amilum sebanyak 0. Alas yang digunakan adalah gelas arloji.75 gram menggunakan neraca teknis dengan alas kertas timbang. Panaskan akuades sebanyak 25ml dengan gelas beaker berbahan pyrex menggunakan kompor listrik hingga panas namun jangan sampai mendidih f. maka larutan standar primer yaitu K2Cr2O7 harus diencerkan kembali dengan HCl 37% (BJ = 1. h. Menimbang KI Karena titrasi yang dilakukan adalah titrasi iodometri. g. Membuat larutan amylum 1% sebagai indicator (untuk 20 orang) a. i.96 gram ~ 5 gram Na2S2O3 dengan menggunakan neraca teknis. e. Larutan amilum 1% telah jadi dan siap digunakan. 4. Penambahan KI hanya boleh dilakukan pada saat titrasi benar-benar akan segera langsung dilakukan sebab agar I2 yang terbentuk tidak cepat menguap dan terurai. Bilas dengan aquades yang tersisa. d. Sediakan 3 gelas beaker masing-masing berisi aquades 25mL. Timbang 4. b.1 N 200mL a. 5. Melarutkan Na2S2O3 0. Timbang NaCl sebanyak 1 gram menggunakan neraca teknis dengan alas kertas timbang.19) 4N sebanyak 10mL dan aquades 15mL dan kemudian ditambahkan 2 gram/titrasi yang ditimbang dengan neraca teknis dengan alas kertas timbang. Tambahkan pasta amilum kedalam aquades sambil diaduk.3. Setelah selesai tambahkan NaCl 1 gram yang sudah ditimbang tadi. Panaskan sampai larutan jernih tapi jangan mendidih. Aduk hingga rata. c. Buat pasta amilum dengan akuades sebanyak 25mL yang telah ada di gelas beaker tadi.

Aduk hingga Na2CO3 benar-benar larut. Letakkan buret pada statif dengan klem.1N dengan tetesan cepat da labu Erlenmeyer digoyang pelan sampai warna coklat kekuningan atau warna kuning jerami (warna teh encer). Ercerkan dengan menambahkan 10mL HCl encer yang telah dibuat tadi. d. Tambahkan Na2CO3 yang telah ditimbang tadi kedalam aquades. . Catat volumenya sebangai volume awal. isikan larutan Na2S2O3 ke dalam buret. Timbang 0. Warna larutan akan menjadi ungu kebiruan yang sangat gelap. d. lalu tambahkan 15mL aquades. Siapkan Erlenmeyer tutup asah yang telah berisi K2Cr2O7 tadi. Larutan Na2S2O3 siap digunakan. Lakukan titrasi dengan Na2S2O3 0.5 gram Na2CO3 dengan meenggunakan neraca teknis. e. Siapkan 200mL aquades. b. Bilas buret dengan larutan Na2S2O3 sebanyak 1 kali. e. Tambahkan 1mL amilum 1% ke dalam Erlenmeyer tersebut. Aduk hingga homogen. Jika telah benar-benar siap lakukan titrasi maka tambahkan KI kedalam larutan K2Cr2O7. Standarisasi Na2S2O3 a. Bilas buret yang akan digunakan dengan aquades sebanyak 3 kali. h. j. Na2CO3 digunakan sebagai bahan pembebas asam dan bakteri pada aquades. Alas yang digunakan adalah kertas timbang. k. Kencangkan posisinya. f. Setelah itu. Tepatkan dalam gelas beaker 500mL. Letakkan didekat statif. Siapkan 2 garam KI yang telah ditimbang tadi didekat statif juga. c. Amilum ditambahkan guna sebagai indicator.b. f. Siapkan 1mL amilum 1%. Pastikan bahwa buret yang akan digunakan bukan buret yang bocor. Setelah dibilas. larutkan Na2S2O3 kedalamnya. Cek buret. g. i. Tetesan diperlambat namun Erlenmeyer digoyang cepat. c. 6.

Normalitas Na2S2O3 yang sesungguhnya adalah .43 mL Volume Na2S2O3 Volume Akhir 16.l. Normalitas Na2S2O3 yang sesungguhnya adalah Pada Titrasi 2.28 mL 42.35 mL 15.93 mL 26. Hasil dan Pembahasan Normalitas K2Cr2O7 adalah sebagai berikut : N K2Cr2O7 = M x n Tabel hasil titrasi K2Cr2O7 dan Na2S2O3 Titrasi Ke1 2 3 Volume K2Cr2O7 25 mL 25 mL 25 mL Volume Awal 43.85 mL Pada Titrasi 1.18 mL 43. Lakukan titrasi kembali dengan tetesan pelan namun Erlenmeyer digoyang cepat.58 mL Volume Titrasi 26.80 mL 26. Titrasi dilakukan hingga dihasilkan warna biru kehijauan (tosca) yang agak cerah.38 mL 16. VII.

dapat disimpulkan bahwa : 1. Kesimpulan Dari hasil percobaan yang telah dilakukan.Pada Titrasi 3. Normalitas Na2S2O3 yang sesungguhnya adalah Normalitas Na2S2O3 rata-rata adalah Rata-rata selisih Normalitas Na2S2O3 titrasi dengan Normalitas Na2S2O3 Rata-rata VIII. 2. Normalitas Na2S2O3 yang sesungguhnya setelah dilakukan standarisasi adalah 0. Untuk membuat larutan K2Cr2O7 ditimbang adalah 0.0861 N dengan .4534 gram kristal asam oksalat dan menghasilkan larutan K2Cr2O7 0.0925 N sebanyak 100 mL.

com/2011/12/titrasi-iodometri-daniodimetri.Sc NIP. HR dan RA.blogspot. Pengesahan Yogyakarta. SKM.com/catatan/titrasi-iodometri. Referensi Underwood. http://artikelteknikkimia.IX.1992. Jakarta : Erlangga.html X. Analisa Kimia Kuantitatif.DAY. 21 November 2012 Dosen Pembimbing.html http://catatankimia. M. Hana Rizki Ikhtiari NIM. Pratikan. Sujono. P07134112018 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful