P. 1
Fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen

|Views: 561|Likes:
Published by Yakmur Geofisika

More info:

Published by: Yakmur Geofisika on Apr 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2014

pdf

text

original

Sections

  • Pengertian Manajemen
  • Fungsi Manajemen:
  • Penerapan Fungsi Manajemen dalam Aspek Perusahaan

Fungsi Manajemen

Newman mengemukakan bahwa fungsi manajemen adalah sebagai berikut (Ibid, 11):

1. Perencanaan (Planning)
2. Pengorganisasian (Organizing)
3. Pengumpulan sumber (Asembling Resources)
4. Pengendalian kerja (Supervising)
5. Pengawasan (Controlling)

Namun yang lebih dikenal dan biasa digunakan oleh organisasi adalah fungsi manajemen
yang dikemukakan oleh George Tery, fungsi manajemen terdiri atas (Ibid, 20):

1. Perencanaan (Planning)
2. Pengorganisasian (Organization)
3. Penggerakan pelaksanaan (Actuating)
4. Pengawasan (Controlling)

Dari pendapat mengenai fungsi manajemen di atas, secara keseluruhan menempatkan
perencanaan (Planning) pada urutan paling atas, dengan demikian para ahli menempatkan
perencanaan hal paling penting dalam fungsi manajemen.

Tingkatan Manajemen

Setiap manajer pada tingkat yang berbeda berurusan dengan hal-hal yang berbeda pula. Salah
satu cara mengambarkan perbedaan itu adalah dengan mengelompokkan para manajer
sebagai berikut:

1. Kelompok Eksekutif; para eksekutif menangani hubungan perusahaan dengan
lingkungan luarnya. Mereka menangani persoalan-persoalan yang berkaitan dengan
posisi perusahaan, kebutuhan pelanggan, dan masyarakat.
2. Manajer Menengah; memusatkan perhatian pada perencanaan dan menjaga
pengoperasian sistem dan prosedur di dalam perusahaan. Tugas mereka adalah
memastikan bahwa perusahaan beroperasi secara efektif dan efisien. Setiap unit
bekerja secara sinkron untuk mencapai tujuan perusahaan.
3. Manajer Supervisi; para supervisor berurusan dengan pelaksanaan pekerjaan secara
langsung dengan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas melalui pengarahan dan
balikan (feedback) yang efektif dan efisien.

Karena setiap manajemen memiliki fungsi dan titik berat masing-masing, ada kemungkinan
terjadinya konflik. Misalnya, Manajer Menengah mungkin sekali mendesain suatu sistem
atau prosedur baru yang berhasil baik bagi hampir semua karyawan. Contoh lain, para
eksekutif mungkin memiliki rencana pemasaran jangka panjang yang menyebabkan para
Manajer Menengah harus mengubah sistem operasi. Hal ini dapat menimbulkan pekerjaan
dan perhatian ekstra dari para Manajer Menengah. Adakalanya para Manajer Menengah atau
supervisor merasa bahwa keputusan yang diambil para eksekutif tidak masuk akal. Dengan
kata lain, perubahan yang terjadi dalam perusahaan akan mempengaruhi semua tingkat

manajemen. Kemungkinan dapat terjadi konflik diantara tingkat manajemen. Namun,
komunikasi yang terpelihara dengan baik diantara semua tingkat manajemen dalam suatu
perusahaan akan dapat mencegah atau menanggulangi konflik yang terjadi.

Daftar Pustaka

Handayaningrat, Soewarno. 1993. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen.
Jakarta: CV. Haji Mas Agung.
Handoko, T. Hani. 1999. Manajemen. Yogyakarta: BPFE.

Daftar Referensi

Definisi dan Tujuan Audit
Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats (SWOT)
Teori Pemasaran
Pengertian, Bentuk dan Tujuan Insentif
Audit Manajemen

http://www.kajianpustaka.com/2012/11/pengertian-fungsi-tingkatan-
manajemen.html#ixzz2PHvnTGyl

//

you're reading...

Manajemen dalam Organisasi

Arti dan Fungsi Manajemen

Posted by instruksi ⋅ Februari 15, 2012 ⋅ Tinggalkan Sebuah Komentar

Definisi tentang manajemen yang dikemukakan oleh para ahli seperti Fagol, Terry, Taylor
adalah berbeda-beda, tetapi pada pokoknya semua definisi tersebut memiliki pengertian yang
sama. Perbedaan yang ada hanyalah terletak pada latar belakang keahlian masing-masing,
sehingga tinjauan manajemennya berasal dari segi yang berbeda pula.

Bila diperhatikan dari beberapa literatur, manajemen memiliki tiga pengertian, yaitu :

1. Manajemen sebagai suatu proses.
2. Manajemen sebagai kolektifitas orang-orang yang melakukan serangkaian aktifitas
manajemen.
3. Manajemen sebagai suatu seni dan ilmu.

Dalam ensiklopedi dari Social Sciences dikatakan bahwa manajemen adalah proses
pelaksanaan suatu tujuan dengan diawasi. Haiman mengatakan : Manajemen adalah fungsi
untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan dan mengawasi segala usaha untuk mencapai tujuan
bersama, dan Georgy R. Terry mengatakan, bahwa manajemen adalah pencapaian tujuan
yang ditetapkan terlebih dahulu dengan melalui suatu kegiatan kelompok.

Dan dari berbagai definisi sebelumnya, Liang Lee mencoba menyimpulkannya menjadi
kesatuan definisi; berikut adalah definisi manajemen yang dikemukakan oleh Profesor Oei
Liang Lee.

Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan,
mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dari definisi tentang manajemen tersebut, diperkuat oleh pendapat Ricky W. Griffin yang
menyimpulkan bahwa manajemen mempunyai lima fungsi, yaitu :

1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
4. Pengkoordinasian
5. Pengawasan.

Kelima macam fungsi manajemen tersebut sangat penting didalam menjalankan semua
kegiatan. Semua hal tersebut dimaksudkan agar kegiatan apapun yang dilakukan dapat
berjalan dengan baik, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Gambar 1. Mekanisme Kerja dari Fungsi-fungsi Manajemen

Setiap kegiatan yang dilakukan seseorang atau sebuah lembaga tentu mempunyai tujuan; dan
untuk mencapai tujuan tersebut perlulah dibuat perencanaan terlebih dahulu. Secara garis
besar, perencanaan tersebut menggambarkan tentang :

1. Apa
2. Bagaimana
3. Mengapa dan
4. Kapan akan dilakukan

Setelah perencanaan disusun, baru ditetapkan siapa yang akan melakukan, bagaimana
pembagian kerjanya, bagaimana wewenang, tanggung jawab serta pertanggung-jawaban
masing-masing kegiatan. Mereka (pelaksana Organisasi) terdiri atas orang-orang yang
mempunyai berbagai macam keinginan, kebutuhan serta pola berfikir yang berbeda-beda.
Meskipun sudah diorganisir didalam suatu wadah organisasi, belum tentu kegiatan seorang
searah dengan orang lain. Oleh karena itu perlulah diadakan pengarahan agar masing-masing
bersedia menyumbangkan tenaganya semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.

Jadi untuk mencapai tujuan harus ada kegiatan, dalam mana kegiatan-kegiatan yang sama
disatukan didalam satu wadah yang disebut fungsi. Tentu saja fungsi yang harus dilakukan
banyak dan berbeda-beda tersebut perlu dikoordinasikan sedemikian rupa, agar supaya tidak
terdapat kontradiksi antara fungsi yang satu dengan lainnya untuk menuju kepada sasaran
yang sama.

Sebuah rencana yang sudah ditetapkan sekarang dimaksudkan untuk dilaksanakan pada
waktu mendatang. Keadaan/waktu yang akan datang, yang penuh dengan ketidak pastian ini
sering menimbulkan berbagai akibat penyimpangan; sehingga hasil kerja yang telah dicapai
tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Untuk menghilangkan atau menjaga agar
penyimpangan yang terjadi tidak terlampau jauh dari rencanaya, maka perlulah dilakukan
pengawasan.

Namun demikian tidaklah berarti bahwa tugas pengawasan hanyalah menjaga agar
penyimpanagn tidak terlalu jauh melampai standar yang telah ditetapkan, tetapi mencakup
pula kegiatan-kegiatan untuk mencari kemungkinanterjadinya penyimpangan, dan mencegah
agar penyimpangan tersebut tidak terjadi.

Dalam jangka panjang, mekanisme kerja dan fungsi-fungsi manajemen tersebut berjalan
secara kronologis seperti uraian sebelumnya; sedangkan dalam jangka pendek akan berjalan
secara bersama-sama. Setelah fungsi terakhir (pengawasan) selesai dilakukan, maka kegiatan
berikutnya dilakukan dengan mengadakan perencanaan lagi.

Gambar 2. Fungsi-fungsi Manajemen

FUNGSI MANAJEMEN MENURUT PARA AHLI

A. PENGERTIAN MANAJEMEN

Manajemen merupakan proses khas yang menggerakkan organisasi adalah sangat
penting, karena tanpa manajemen yang efektif tidak akan ada usaha yang berhasil cukup
lama. Tercapai tujuan organisasi baik tujuan ekonomi, social , politik , untuk sebagian besar
tergantung kepada kemampuan para manajer dalam organisasi yang bersangkutan.
Manajemen memberikan efektivitas pada usaha manusia.
Banyak pendapat para pakar tentang manajemen. Berbagai pendapat tersebut saling
berbeda satu sama lain walaupun terdapat unsure kesamaannya. Dari persamaan atau
perbedaan pendapat yang di sebabkan perbedaan sudut pandang tersebut diharapkan dapat
diperoleh pandangan yang jelas dan menyeluruh tentang manajemen.
Skinner dan Ivancevich ( 1992), menyampaikan manajemen will be the finet as the
application of palning, organizing, staffing, directing, and controlling functions inthemos
efficient manner possible two accomplish objective tives (manajemen dapat didefinisikan
sebagai penggunaan perencanaan, pengorganisasian, pengerjaan, pengarahan, dan fungsi
pengendalian dalam cara yang paling efisien tujuan-tujuan).
Manajemen telah banyak disebut sebagai “seni untuk menyelesaikan pekerjaan
melalui orang lain”. Definisi ini, yang dikemukakan oleh Mary Parker Follett, mengandung

arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi atau perusahaan dengan cara
mengatur orag lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan
tidak melakukan pkerjaan-pekerjaan itu sendiri. (T. Hany Handoko, 2002).

B. Fungsi Manajemen

Didasarkan pada pengertian manajemen sebenarnya fungsi manajemen sudah
terkandung didalamnya. Dengan demikian menurut Skinner (1999), fungsi manajemen
meliputi :

Perencanaan (Planning)
Pengorganisasian (Organizing)
Pengerjaan (Staffing)
Pengarahan (directing), dan
Pengendalian (controlling).

1. Perencanaan (planning)

Perencanaan merupakan fungsi paling awal yang merupakan pedoman kemana
kearah mana tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan perencanaan ini, maka dapat
mengurangi ketidakpastian. Lebih bisa mengarah perhatian pada tujuan dan lebih
memudahkan dlam pengawasan. Unsure-unsur yang perlu ada dalam perencanaan adalah :

a) Kebijaksanaan
b) Prosedur
c) Kemajuan yang diharapkan
d) Program

Sesuai dengan tingkatan manajemen, dalam perencanaan ada 3 macam perencanaan :

a) Perencanaan tingkat atas
b) Perencanaan tingkat menengah
c) Perencanaan tingkat bawah.

Rencana yang baik memerlukan syarat-syarat sebagai berikut :
a) Tujuan dirumusakan dengan jelas
b) Sifatnya harus sederhana
c) Luwes (Flexsible)
d) Realistis (dapat dilaksanakan nantinya).

Dalam perencanaan atau Planning termasuk didalamnya adalah menentukan tujuan,
strategi yang akan digunakan dan mengembangkan perencanaan tersebut untuk koordinasi
kegiatan. (Stephen P. Robbins, 2002).

2. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang mengelompokkan orang dan
memberikan tugas, menjalankan tugas misi.

3 3. Pengerjaan (Staffing)

Pengerjaan merupakan fungsi manajemen untuk menyeleksi, menempatkan, melatih
(traning), dan mengembangkan pegawai.

4 4. Pengarahan (directing)

Pengarahan merupakan fungsi manajemen untuk mengarahkan dan memberikan
perintah. Dalam fungsi ini termaasuk kepemimpinan, yang merupakan bagaimana
memperngaruhi kegiatan individu dan kelompok menuju sasaran. Ada tipe-tipe
kepemimpinan dalam hal ini, yaitu : otoriter, demokratis dan laissez-faire.

President:

Chief Executive Officecier
(CE)

Partner

(accounting)

Vice President of

financial operataion

Director of
research and development

Plant manager

Dean (university)

Project director

Regional coordinator (sales)

First-line supervisor

Product manager
Chair person of Departemen (University)

Tingkatan manajemen (Skinner, 2002)

Dari skema diatas terlihat bahwa ada 3 tingkatan manajemen yaitu:

1. Executive level management/top management atau manajemen tertinggi yang
termasuk kedalam golongan ini adalah anggota-anggota board of manager (dewan
direksi) dan presiden perusahaan.
2. Middle level management atau manajemen menengah, termasuk dalam kelompok ini
ialah kepala bagian, kepala-kepala divisi, dan kepala-kelapa seksi.
3. First line-level management (manajemen tingkat pertama). Termasuk kedalam
golongan ini ialah kepala mandor dan mandor.

5. Pengendalian (Controlling)
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi
manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa
yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud mencapai
tujuan yang sudah yang sudah digariskan semula.

Fungsi yang dilaksanakan Manajemen Menurut Pendapat Para Ahli sebagai berikut :
- Menurut G. R. Terry mengemukakan bahwa fungsi manajer terbagi 4 yaitu:
Planning (Perencanaan),Organizing (Pengorganisasian), Activating (Pelaksanaa), Controlling
(Pengendalian).
- Menurut Henry Fayol, fungsi Manajer terbagi atas :
Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Commanding, Coordinating
(Pengorganisasian), Controlling (Pengendalian).
- Menurut S.P Siagian, fungsi Manajer terbagi atas :

Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Motivating, Controlling
(Pengorganisasian), Evaluating.
- Menurut The Ling Gie, fungsi Manajer terbagi :
Perencanaan (Planning), Pembuat Keputusan, Pengarahan, Pengorganisasian (Organizing),
Pengendalian (Coordinating), Penyempurnaan.

Sumber :
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/teori-pengantar-manajemen-definisi.html
http://akuwhfitri.wordpress.com/2009/11/04/fungsi-manajemen-menurut-para-ahli/

PANDJI ANORAGA,S.E.,M.M : PENGANTAR BISNIS PENGELOLAAN BISNIS
DALAM ERA GLOBALISASI

Pembagian fungsi manajemen menurut beberapa ahli manajemen, di antaranya yaitu :

1. Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam “Management Principles and Management” :

Planning
Organizing
Controlling

2. George R. Ferry (1990) dalam “Principles of Management” :

Planning
Organizing
Controlling
Activating

3. H. Koontz dan O’Donnel (1991) dalam “The Principles of Management” :

Planning
Organizing
Staffing
Controlling
Directing

4. Luther Gullick :

Planning
Organizing
Staffing
Directing
Coordinating
Reporting
Controlling

5. Nickels & McHugh :

Planning
Organizing
Directing
Controling

6. Richar W Griffin :

Planning
Organizing
Leading
Controling

7. Ernest Dale :

Planning
Organizing
Staffing
Directing
Innovating
Representing
Controling

8. Henry Fayol :

Planning
Organizing
Commanding
Coordinating
Controlling

9. Lyndall Urwick & Luther Gulick :

Planning
Organizing
Staffing
Directing
Coordinating
Reporting
Budgeting

10. John Robert B, Ph.D :

Planning
Organizing
Commanding
Controlling

11. William H. Newman :

Planning
Organizing
Assem-bling
Resources
Directing
Controlling

12. Dr. S.P. Siagian, M.P.A :

Planning
Organizing
Motivating
Controlling

13. William Spriegel :

Planning
Organizing
Controlling

14. Dr. Winardi, S.E :

Planning
Organizing
Coordinating
Actuating
Leading
Communication
Controlling

15. The Liang Gie :

Planning
Decision Making
Directing
Coordinating
Controlling
Improving

16. James A.F.Stoner :

Planning
Organizing
Leading
Controlling

17. Louis A.Kallen :

Planning
Organizing

Actuting
Leading

18. Oeng Liang Lee

Planning
Organizing
Directing
Coordinating
Controlling

Pengertian-pengertian :

1. Planning

Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat
rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan
serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir
merumuskan perencaan

merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :

1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?

2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?

3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?

4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?

5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?

6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?

Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk
mencapai sasaran tadi.

2. Organizing

Organizing atau pengororganisasian adalah kumpulan dua orang atau lebih yang bekerja
sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.

3. Controlling

Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi
manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa
yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan
yang telah digariskan semula.

4. Activating

Activating atau pelaksanaan adalah suatu fungsi manajemen berupa bentuk kegiatan kerja
nyata dalam suatu kegiatan manajemen.

5. Staffing

Staffing adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil
kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan
fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.

6. Directing / Commanding

Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha
memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam
melaksanakan tugas masingmasing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-
benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.

7. Coordinating

Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk
melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan
kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan
sehingga terdapat kerja sama yang terarah dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

8. Reporting

Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan
atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-
fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.

9. Leading

Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :

Mengambil keputusan
Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan
Memeberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka
bertindak.

Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuan
dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang
ditetapkan.

10.Innovating

Innovating merupakan fungsi manajemen berupa penelitian, pengembangan, dan / atau
perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu
pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi
yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi.

11. Representing

Representing adalah fungsi manajemen berupa adanya kesamaan dalam hal pengerjaan tugas.

12. Budgeting

Budgeting merupakan fungsi manajemen berupa pengikhtisaran sistem anggaran keuangan.
Baik itu sistem keuangan untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.

13. Assembling

Assembling merupakan fungsi manajemen dimana terjadi pengurutan-pengurtan dalam hal
kegiatan yang berhubungan dengan manajemen itu sendiri.

14. Resources

Resources merupakan fungsi manajemen berupa pemanfaat sumber daya yang ada, baik itu
SDA atau SDM sehingga terjadi ketepatgunaan.

15. Motivating

Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa
pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan
kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.

16. Actuating

Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok
berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha
organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja
dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang
dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan
(leadership).

17. Communication

Communication merupakan suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari
satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada
umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat
dimengerti oleh kedua belah pihak. Dalam hal ini komunikasi yag terjadi diantara hierarki
kepemimpinan.

18. Decision Making

Dicision Making merupakan fungsi manajemen yang dapat dianggap sebagai suatu hasil atau
keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan
di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu
menghasilkan satu pilihan final . Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu
opini terhadap pilihan.

19. Improving

Improving adalah salah satu fungsi manajemen dalam hal peningkatan mutu kegiatan,
kepemimpinan, kerjasma, dan lain-lain.

Menerapkan Fungsi Manajemen POAC (Planning, Organizing,
Actuating, Controlling) Dalam Aspek Perusahaan

Feb26

6 Votes

Pengertian Manajemen

Manajemen berasal dari kata “manage” yang artinya mengatur, mengurus atau mengelola.

Manajemen dapat diartikan sebagai:

Manajemen sebagai suatu proses
Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen
Menajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (science)

Menurut George Robert Terry:

“manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu dengan menggunakan

kegiatan orang lain yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), penggerakan (actuating), dan pengendalian (controlling).

Tujuan manajemen:

Untuk mencapai keteraturan, kelancaran, dan kesinambungan usaha untuk mencapai tujuan
yang telah ditentukan sebelumnya.
Untuk mencapai efisiensi, yaitu suatu perbandingan terbaik antara input dan output.

Manajemen dapat dibedakan menjadi 3 tingkatan:

Ket:

“ Semakin tinggi jabatan seseorang, maka jumlah akan semakin sedikit, sedangkan tugas dan

tanggung jawabnya akan semakin besar. Sedangkan semakin rendah jabatan seseorang, maka
jumlah pemegang jabatan tersebut akan semakin banyak dan tanggung jawabnya semakin

kecil.”

Fungsi Manajemen:

Perencanaan (planning)

Merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pemilihan alternatif-alternatif, kebijaksanaan-
kebijaksanaan, prosedur-prosedur, dan program-program sebagai bentuk usaha untuk
mencapai tujuan yang ingin dicapai.

4 (empat) tingkat kemampuan dasar dalam kegiatan perencanaan:

Insight: kemampuan untuk menghimpun fakta dengan jalan mengadakan penyelidikan
terhadap hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang direncanakan.
Forsight: kemampuan untuk memproyeksikan atau menggambarkan jalan atau cara-cara
yang akan ditempuh, memperkirakan keadaan-keadaan yang mungkin timbul sebagai akibat
dari kegiatan yang dilakukan.
Studi eksploratif: kemampuan untuk melihat segala sesuau secara keseluruhan, sehingga
diperoleh gambaran secara integral dari kondisi yang ada.
Doorsight: kemampuan untuk mengetahui segala cara yang dapat menyamarkan
pandangan, sehingga memungkinkan untuk dapat mengambil keputusan.

Planning jangka panjang memiliki 2 karakteristik utama, yaitu:

Tujuan dan sasaran: merupakan dasar bagi strategi perusahaan
Peramalan (forecasting) jangka panjang: langkah awal sebelum membuat perencanaan

Pengorganisasian (organizing)

Merupakan suatu tindakan atau kegiatan menggabungkan seluruh potensi yang ada dari
seluruh bagian dalam suatu kelompok orang atau badan atau organisasi untuk bekerja secara
bersama-sama guna mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama, baik untuk tujuan
pribadi atau tujuan kelompok dan organisasi.

Dalam pengorganisasian dikenal istilah KISS (koordinasi, integrasi, simplifikasi, dan
sinkronisasi) dalam rangka menciptakan keharmonisan dalam kegiatan organisasi.

Pelaksanaan atau penerapan (actuating)

Merupakan implementasi dari perencanaan dan pengorganisasian, dimana seluruh komponen
yang berada dalam satu sistem dan satu organisasi tersebut bekerja secara bersama-sama
sesuai dengan bidang masing-masing untuk dapat mewujudkan tujuan.

Pengawasan (controlling)

Merupakan pengendalian semua kegiatan dari proses perencanaan, pengorganisasian dan
pelaksanaan, apakah semua kegiatan tersebut memberikan hasil yang efektif dan efisien serta
bernilai guna dan berhasil guna.

Penerapan Fungsi Manajemen dalam Aspek Perusahaan

Pengelolaan fasilitas dan bahan baku

Fasilitas kantor maupun fasilitas produksi sangat diperlukan perusahaan untuk menunjang
keberhasilan usaha. Kelengkapan fasilitas yang diperlukan perusahaann haruslah dapat
menghemat biaya dan menambah efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan. Fasilitas haruslah
dipelihara, karena:

Akan memperpanjang umur ekonomis fasilitas tersebut
Proses dapat berjalan lancar karena jarang terjadi kemacetan mesin
Menghindarkan kemungkinan kerusakan berat/total dari fasilitas produksinya
Kualitas produk dapat dipertahankan karena proses produksi selalu terkendali
Dapat menekan biaya pemeliharaan fasilitas
Aliran bahan baku dapat berjalan normal, maka biaya penyimpanan juga dapat ditekan.

Perbekalan produksi meliputi semua barang dan bahan-bahan baku yang dimiliki perusahaan
dan digunakan proses produksi. Bahan adalah unsur yang melekat dan secara langsung
terlibat pada produk yang bersangkutan.

Bahan dapat dibedakan atas dua: bahan baku dan bahan pembantu.

Bahan baku: bahan utama yang diproses atau diolah menjadi produksi jadi

Bahan baku yang dibutuhkan:

Bahan baku untuk proses produksi
Bahan baku setengah jadi

Bahan pembantu: bahan yang ditambahkan dan sifatnya hanya untuk melengkapi.

Bahan pembantu yang dibutuhkan:

Bahan pembantu untuk proses produksi
Bahan pengemas produk

Tujuan pengendalian persediaan adalah:

Menjaga agar barang dagangan jangan sampai kekurangan
Menjaga agar perusahaan jangan sampai menghentikan kegiatan usahanya
Menjaga agar perusahaan jangan sampai mengecewakan langganannya
Mengatur jangan sampai jumlah pengadaan barang dagangan kekurangan atau kelebihan

Kerugian jika persediaan bahan baku terlalu besar:

Besarnya biaya penyimpanan yang ditanggung perusahaan
Besarnya dana investasi yangb terserap pada persediaan bahan baku dapat menghambat
alokasi dana investasi di bidang lain.
Resiko kerusakan lebih tinggi yang dapat merugikan perusahaan yang bersangkutan bahan

baku
Kerugian bila penurunan harga bahan baku di pasaran

Kelemahan jika persediaan bahan baku terlalu sedikit:

Kebutuhan proses produksi sering kurang
Menghambat kelancaran proses produksi dan mengakibatkan ketidakstabilan kualitas dan
kuantitas produk
Frekuensi pembelian bahan baku sangat tinggi justru memboroskan dana pengadaannya.
Jarang mendapatkan diskon pembelian karena jumlah pembelian selalu kecil

Untuk memperlancar pengadaan bahan baku yang ideal, wirausahawan dapat melakukan hal-
hal sebagai berikut:

Membuat daftar jenis-jenis bahan baku yang dibutuhkan, persyaratannya, dan jumlahnya
Membuat jadwal, kapan bahan baku itu dibutuhkan oleh perusahaan.
Mencari bahan baku yang dibutuhkan perusahaan dengan cara penawaran umum
Melaksanakan pembelian bahan baku sesuai jadwal dan program perusahaan
Melaksanakan penyimpanan bahan baku di dalam gudang milik perusahaan
Menempatkan tenaga pelaksana proses produksi
Menempatkan tenaga pengawas yang bertangggung jawab terhadap terlaksananya proses
produksi yang sesuai dengan program perusahaan.

Barang dagang dipajang dalam bentuk window display, interior display, dan eksterior display

Metode penilalaian persediaan bahan baku di toko/perusahaan

1) Metode FIFO (first in first out)

Bahan baku yang lebih dulu ada dalam persediaan akan lebih dahulu digunakan dalam proses
produksi secara urut. Apabila sejumlah unit bahan dengan harga beli tertentu sudah habis

digunakan atau dijual, maka penggunaan/penjualan bahan berikutnya harganya akan
didasarkan pada harga beli berikutnya.

2) Metode LIFO (last in first out)

Bahan yang terakhir dalam persediaan, justru akan lebih dahulu digunakan dalam proses
produksi/lebih dahulu dikeluarkan.

Mendeteksi barang dagangan:

Buku pembelian: buku pembelian tunai, pembelian kredit, dan buku persediaan barang
Buku penjualan: buku penjualan tunai dan kredit
Perlengkapan lainnya: buku voucher untuk mencatat pembayaran hutang, faktur penjualan
dan nota, materai, kuitansi, dan surat jalan/pengantar barang
Keamanan barang: a) check point/label elektronik, alat pengaman barang, b) kamera, alat
pengaman, c) cermin yang dipasang di berbagai sudut toko/perusahaan.
Tanggung jawab: petugas/karyawan/staf pimpinan toko memegang peranan penting

Mengelola Sumber Daya Manusia

Prinsip pengelolaan sumber daya manusia:

Tenaga kerja dikelola bukan sebagai biaya tetapi sebagai asset atau kekayaan perusahaan
yang utama
Tenaga kerja sebagai individu yang memiliki integritas dan keinginan untuk berbakti pada
perusahaan dan masyarakat lingkungannya.
Tenaga kerja dikelola dalam rangka peningkatan kompetensi dan komitmennya pada
pekerjaan dan pada perusahaannya.
Tenaga kerja dikelola dengan orientasi pada pencapaian hasil yang dapat
dipertanggungjawabkan.
Tenaga kerja dikelola dengan fokus peningkatan kerjasama sebagai suatu tim kerja untuk
mencapai kepentingan bersama.
Tenaga kerja dikelola dalam rangka penciptaan dan atau peningkatan jaringan kerja
(networking)

Langkah-langkah pengelolaan SDM yang bekerja di dalam perusahaan:

Menentukan kebutuhan pegawai/karyawan dan tujuan yang akan dicapai perusahaan
Mengadakan observasi dan penelitian tentanng SDM
Menyelesaikan masalah-masalah SDM di dalam perusahaan dengan menetapkan metode
yang diperkirakan ada frelevansinya dengan kperluan pengelolaan SDM yang berkualitas di
dalam perusahaan
Berdasarkan hasil pemilihan dan hasil percobaan terhadap SDM sebagai pegawai/ karyawan
di dalam perusahaan, akan ditemukan metode-metode atau alternatif penyelesaian
pengelolaan SDM yang berkualita sebagai tenaga kerja di dalam perusahaan
Metode-metode yang telah dipilih dan diuji, terus dievaluasi berdasarkna hasil pengalaman
wirausaha di dalam mengelola SDm di perusahaannya.
Akhirnya, wirausaha melaksanakan metode pengelolaan SDM yang sudah ditentukan
dengan menetapkan pelaksana-pelaksana atau petugas yang ada di perusahaan.

Tahapan-tahapan dalam membuat pengelolaan SDM meliputi: ramalan, sasaran,
kebijaksanaan, program, faktor waktu, prosedur kerja, dan anggaran biaya.

Maksud dan tujuan pengelolaan SDM:

Mendapatkan pegawai/karyawan dan membinanya dalam rangka mendayagunakan SDm
yang berkualitas didalam melaksanakan pekerjaannya
Meningkatkan kreativitas, inovatif, prestatif, dan keterampilan kerja pegawai/karyawan di
dalam perusahaan milik wirausaha
Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang lebih baik, harmonis, dan serasi di antara
para pegawai/karyawan, baik secara vertikal maupun horizontal

Pengembangan pengelolaan SDM dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan /
pendidikan kepada karyawan agar mereka memperoleh kemampuan, ketrampilan, dan
keahlian di dalam melaksanakan pekerjaan.

Peranan pengelolaan SDM:

Pelaksana proses pengembangan usaha/bisnis
Kunci maju mundurnya kegiatan usaha/bisnis
SDM yang produktif, inovatif, dan prestatif
Perencana dan pengatur organisasi di dalam perusahaan milik wirausaha
Modal dasar pengembangan usaha atau bisnis
Dinamisator pengembangan dan kemajuan usaha atau bisnis
Pengendali proses produksi yang efektif dan efisien
Penggerak manajemen usaha/bisnis
Adminstrator kepegawaian di dalam perusahaan milik wirausaha
Generator ketenagakerjaan di dalam perusahaan milik wirausaha

Tujuan penilaian SDM yang berkualitas:

Pertimbangan untuk tambahan gaji/upah/bonus
Menilai aktivitas, kreativitas dan inovatif pegawai/karyawan dalam melaksanakan tugas
Menilai kemampuan, kecakapan dan keterampilan pegawai/karyawan dalam melaksanakan

tugas
Pertimbangan untuk promosi pegawai/karyawan perusahaan

Parameter penilaian dan pengelolaan SDM:

Kejujuran pegawai
Tanggung jawab dalam bekerja
Keandalan dan kemahiran
Kualitas pekerjaan
Inisiatif, inovatif, dan presentatif
Pemanfaatan waktu dalam bekerja
Sikap pegawai terhadap perusahaan
Pengetahuan pegawai terhadap perusahaan
Kerjasama pegawai di dalam perusahaan
Kehadiran dan kerajinan pegawai bekerja di dalam perusahaan

Pelaksanaan Pengelolaan SDM:

1) Latihan dan Pendidikan

Macam-macam latihan dan pendidikan:

Latihan industri (industrion training): bertujuan membantu pegawai/karywan dalam
menyelesaikan pekerjaannya secara efektif dan efisien.
Latihan tugas (job training): bertujuan memberikan instruksi kepada pegawai/karyawan
guna melaksanakan tugas-tugas tertentu di dalam perusahaan
Latihan supervisor (supervisor training): bertujuan untuk melatih pegawai/karyawan tentang
bagaimana memeriksa dan mengawasi kegiatan pekerjaan dalam perusahaan
Latihan manajemen (management training): bertujuan untuk melatih pegawai/karyawan
yang memangku suatu jabatan tertentu di dalam perusahaannya, misalnya untuk menjadi
sekretaris atau akuntan
Latihan pengembangan pimpinan (executive development): bertujuan untuk pengembangan
pimpinan/manajer perusahaan milik wirausaha agar mereka memperoleh kemampuan
memimpin anak buanhnya dalam rangka pengembangan usaha

2) Mutasi

Adalah kegiatan dari pimpinan perusahaan untuk memindahkan karyawan dari suatu
pekerjaan ke pekerjaan lain yang dianggap setingkat atau sejajar.

Tujuan mutasi:

o Meningkatkan produktivitas kerja
o Mendayagunakan pegawai
o Mengembangkan kecakapan dan keterampilan pegawai
o Menin gkatkan tenaga kerja ahli pada unit-unit yang membutuhkan dalam
perusahaan\
o Mengisi jabatan-jabatan yang belum terisi dalam perusahaan

Alasan perlu adanya mutasi:

o Menempatkan pegawai/karyawan yang tepat pada jabatan tertentu
o Meningkatkan prestasi kerja
o Menanamkan rasa senang dalam melaksanakan tugas/bekerja
o Menimbulkan rasa puas dalam bekerja
o Meningkatkan ilmu pengetahuan dan kecakapan pegawai
o Menghilangkan rasa jenuh atau bosan dalam bekerja

3) Promosi

Adalah: kenaikan jabatan yang lebih tinggi, baik kekuasaan maupun tanggungjawab seorang
pegawai/karyawan dalam suatu struktur organisasi di perusahaan

Tujuan diadakannya promosi:

o Dapat meningkatkan semangat kerja
o Merupakan suatu penghargaan terhadap pegawai/karyawan yang cukup
membanggakan
o Dapat menjamin stabilitas kepegawaian di dalam perusahaan

o Menanamkan rasa kepuasan di dalam bekerja
o Meningkatkan produktivitas
o Menambah harga diri yang kuat pada waktu bekerja
o Dapat meningkatkan kegairahan didalam bekerja
o Adanya motivasi ke arah prestasi para pegawai/karyawan

Manfaat evaluasi SDM melalui promosi sbb:

o Alat motivasi SDM
o Alat memperbaiki kesalahan pada waktu bekerja
o Alat untuk meningkatkan SDM dalam hal kecakapan, keterampilan, dan
kemampuannya dalam bekerja

Mengelola proses produksi

Proses produksi adalah suatu kegiatan yang mengkombinasikan faktor-faktor produksi (man,
money, material, method) untuk menghasilkan suatu produk.

Karakterisitik proses produksi:

=Dilihat dari proses produksi=

Produksi langsung, meliputi:

o Produksi primer: produksi dari alam langsung, ex: perikanan, pertambangan, dsb.
o Produksi sekunder: proses produksi yang memberikan nilai lebih dari barang yang
sudah ada, ex: kayu untuk membangun rumah, jembatan,dsb.
Produksi tidak langsung, yaitu; proses produksi yang hanya memberikan hasil dari keahlian
atau produk dalam bentuk jasa, ex; kesehatan oleh dokter, perbaikan kendaraan oleh
montir,dsb.

=Dilihat dari sifat proses produksi=

Proses ekstraktif, yaitu proses produksi dengan mengambil langsung dari alam
Proses analitik, yaitu proses produksi yang berupa kegiatan memisahkan suatu barang
menjadi bermacam-macam barang yang hampir menyerupai bentuk aslinya.
Proses fabrikasi, yaitu proses mengubah suatu bahan menjadi beberapa bentuk produk baru
Proses sintetik, yaitu proses mengkombinasikan beberapa bahan ke dalam satu bentuk
produk, atau sering disebut proses perakitan.

=Dilihat dari jangka waktu produksi=

Proses terus menerus, yaitu proses produksi yang menggunakan fasilitas-fasilitas produksi
untuk mengahasilkan produk yang dilakukan secara terus menerus tanpa terpengaruh oleh
musim atau cuaca dan waktu. Sifat produknya beberapa jenis dan diproduksi dalam skala
besar.

Proses secara terputus-putus, yaitu proses produksi yang kegiatan produksinya berjalan
tidak setiap saat, tetapi tergantung beberapa hal, misalkan produksi berdasarkan pesanan,
prosukdi berdasarkan musim tertentu,dsb.

Sebelum melakukan kegiatan produksi, terlebih dahulu harus membuat rencana prosuk dan
produksinya, terkait denngan persoalan mendasar yang harus dijawab, yaitu:

1) What, barang apa yang akan dihasilkan?

2) How, bagaimana cara produksinya dan

3) How much, berapa banyak yang akan dihasilkan

Perbedaan perencanaan produk dan perencanaan produksi:

Aspek

Perencanaan produk

Perencanaan produksi

Sasaran Rencana tentang apa (what) dan berapa
banyak (how much) yang dapat diproduksi
perusahaan.

Rencana tentang apa dan berapa banyak yang
akan diproduksi perusahaan untuk
waktu/proses produksi tertentu.

Waktu Jangka waktu penggunaan bersifat jangka
panjang.

Jangka waktu biasanya untuk satu tahun
berjalan, dan biasanya ada perubahan tiap
bulan.

Manfaat Berguna untuk menyusun layout pabrik,
lingkungan kerja serta perekrutan tenaga
kerja.

Berguna antara lain untuk menyusun schedule
produksi, menghitung kebutuhan bahan
utama dan bahan penolong, dan upah tenaga
kerja.

Sebelum menetapkan langkah-langkah perencanaan produksi, setiap perusahaan harus
mempertimbnagkan hal-hal berikut:

Jumlah kebutuhan produksi per produk untuk jangka waktu tertentu
Kebijakan persediaan terhadap jumlah persediaan bahan baku/penolong, bahan setengah
jadi dan bahan jadi.
Kebijakan kapasitas mesin/ kapasitas produksi.
Tersedianya fasilitas produksi yang memadai.
Tersedianya bahan baklu, bahan penolong dna tenaga kerja.
Jumlah produksi yang ekonomis.
Jadwal produksi dalam satu periode anggaran tertentu.
Skala produksi dan karakteristik proses produksi.
Dana lain-lain, termasuk dampak dari lamanya proses produksi.

Aspek produksi lain yang harus diperhatikan:

Lokasi produksi, yang paling efisien dan strategis baik bagi perusahaan/wirausaha dan
konsumen/pelanggan
Volume operasi, prediksi kebutuhan pasar akan produk yang dihasilkan.
Mesin dan peralattan, yang sesuai dengan kemajuan teknologi produksi saat ini, dimana
kapasitas produksi disesuaikan dengan luas produksi (tidak over kapasitas)
Bahan baku dan bahan penolong dalam jumlah yang cukup.
Tenaga kerja, seimbang dengan tingkat produksi.

Tata letak/layout, harus tepat sehingga mengurangi kesalahan selama proses produksi
berlangsung.

Sistem pengendalian produksi:

Pengendalian proses produksi, menetapkan jenis dan jumlah produk yang akan diproduksi
pada periode mendatang, teknik penyelesesaian proses produksi, waktu dimulainya proses
produksi, dan waktu penyelesaian proses produksi.
Pengendalian bahan baku, kecukupan bahan baku untuk kelancaran kegiatan proses
produksi, tidak boleh kosong, sangat sedikit atau terlalu banyak.
Pengendalian tenaga kerja, keseimbangan antara pekerja dengan kebutuhan proses
produksi, baik dari segi jumlah, waktu kerja dan keahliannya.
Pengendalian biaya produksi, dengan menggunakan acuan BEP dan biaya yang relevan,
sehingga tidak ada over cost.
Pengendalian kualitas produk, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
Pengendalian pemeliharaan, mengacu pada sarana, prasaran dan fasilitas proses produksi
yang baik dan teratur demi kelancaran proses produksi.

Pengendalian mutu produk

Unsur-unsur yang harus tersedia dalam pengendalian mutu produk, yaitu petugas pengawas
produk, alat-alat standar untuk mengukur mutu produk, tempat-tempat produk yang perlu
diawasi dan batas penyimpanan produk.

Tujuan pengendalian produk:

Pengawasan terhadap bahan-bahan yang masuk ke pabrik
Pengawasan terhadap tingkat kegiatan proses produksi
Pengawasan terhadap produk yang sudah selesai sebelum dipasarkan
Tes-tes produk dari konsumen
Penyelidikan sebab-sebab kesalahan yang timbul selama proses produksi

Mengelola keuangan

Hal-hal yang wajib dipertimbangkan dalam mengelola keuangan:

Membuat pembukuan yang teratur dan tertib, mencatat semua yang masuk dan keluar
dengan rincian yang jelas tentang jumlah, asalnya, tujuannya, tanggalnya dan keterangan
lainnya.
Memeriksa keabsahan semua bukti pembayaran
Memeriksa harta pribadi dan keuangan perusahaan
Menentukan gaji para tenaga kerja, termasuk pemilik sendiri
Membuat anggaran untuk tepat aspek keuangan dan membandingkan realisasinya
Menggunakan jasa bank dengan sebaik-baiknya.

Pengelolaan keuangan yang baik dengan penyelenggaraan administrasi yang tertib, akan
memberikan informasi:

Jumlah laba yang diperoleh
Posisi harta, utang dan modal perusahaan

Kegiatan perusahaan seperti penjualan, pemasaran, utang, piutang, persediaan barang
dagangan.
Laporan pajak, laporan penghasilan,dsb.

Aspek-aspek pengelolaan keuangan:

1) Mengelola modal kerja

Modal kerja adalah dana yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan penghasilan
langsung (current income) sesuai dengan tujuan didirikannya perusahaan pada suatu periode
tertentu.

2) Mengelola piutang

Biasanya memberikan piutang jauh lebih mudah daripada penagihannya, oleh karena itu
perusahaan harus pandai dalam membuat kebijakan agar piutang cepat terbayar. Misalnya,
jika saat belum melunasi piutang-piutangnya maka pelanggan tidak dapat diberi piutang lagi.

3) Mengelola kas

Setiap perusahaan selalu membutuhkan uang tunai (kas) untuk menjalankan usahanya. Kas
tersebut digunakan untuk membiayai operasional sehari-hari seperti pembelian bahan baku,
upah pegawai, pembayaran utang.

Komponen-komponen yang perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan keuangan:

Kebutuhan dana, yaitu keseluruhan kebutuhan dana yang harus dipenuhi guna mendukung
kelancaran kegiatan usaha, misalkan dana untuk aktiva tetap, modal kerja, pembiayaan
awal,dsb.

Sumber dana, dari mana dana itu diperoleh juga harus diperhatikan. Hal ini untuk menjaga
agar kondisi neraca tetap dalam keadaan sehat, yaitu perbandingan antara kewajiban
dengan modal yang tidak terlalu jauh. Sumber dana dapat diperoleh dari sumber internal
dan eksternal.
Proyeksi neraca, perlu dperhatikan bagaimana kondisi keuangan perusahaan, hal ini untuk
mengetahui kekayaan perusahaan dan kondisi keuuangan yang lain yang sangat
berpengaruh terhadap kegiatan usaha secara keseluruhan, misalnya kondisi saldo aktiva
lancar, aktiva tetap, kewajiban jangka pendek, dan jangka panjang, kekayaan bersih dsb.
Proyeksi laba rugi, sangat penting dalam memperkirakan kondisi laba rugi perusahaan pada
masa yang akan datang. Kompenen dalam proyeksi ini meliputi proyeksi penjualan, proyeksi
biaya, proyeksi keuntungan, dsb.
Proyeksi arus kas, meliputi arus kas masuk, kondisi arus kas keluar dan kondisi arus kas
masuk bersih dalam satu periode produksi atau usaha.

Langkah-langkah pengelolaan keuangan usaha:

1. Menetapkan tujuan pengelolaan keuangan usaha
2. Menetapkan tingkat dan target efisiensi usaha
3. Mengembangkan pengelolaan keuangan usaha secara menyeluruh untuk memberikan peta
peluang usaha pada masa mendatang
4. Mengevaluasi fakta dan data angka keuangan usaha
5. Mengevaluasi strategi kemajuan dan pengembangan pengelolaan keuangan usaha

6. Memeriksa kebenaran pengelolaan keuangan usaha dan merevisi jika ada kesalahan dan
peyimpangan
7. Mendokumenatasikan data-data dan fakta pengelolaan keuangan usaha

Mengelola administrasi

Merupakan kegiatan bersama yang terdapat disetiap perusahaan. Untuk mengetahui hal-hal
yang perlu dicatat harus ditelusuri semua kegiatan usaha, kemudian dikelompokkan menurut
jenis kegiatannya.

Kategori pengelolaan administrasi

Administrasi pengelolaan persediaan

1. Kartu barang
2. Metode pengelolaan barang
3. Buku inventaris pengelolaan barang
4. Metode penyimpanan barang
5. Tempat penyimpanan barang

Administrasi pembukuan

1. Buku untuk mencatat transaksi harian
2. Buku jurnal
3. Buku besar
4. Buku neraca (neraca saldo, lajur, dan
perubahan modal
5. Laporan laba-rugi

Sistem pembukuan dan administrasi perkantoran 1. Sistem pencatatan surat menyurat
2. Data kepegawaian
3. Peraturan perusahaan
4. AD/ART

Sistem penunjang produksi

1. Buku inventaris peralatan dan
perlengkapan produksi
2. Buku pengelolaan, pengawasan, dan
perawatan peralatan produksi
3. Buku laporan produksi umum

Administrasi pembukaan usaha

Sistem pembukuan ada dua metode:

1) System cash basis (dasar tunai)

Yaitu sistem pembukuan yang mendasarkan pada transaksi tunai dan kas untuk menentukan
pengakuan pendapatan, beban, atau biaya.

Penhasilan neto dihitung dari jumlah penerimaan kas dari penghasilan bruto dikurangi
dengan jumlah pengeluaran kas untuk beban. Sistem akuntasi ini pembukuannya sangat
sederhana dan banyak digunakan oleh para pengusaha kecil yang memiliki transaksi tidak
terlalu banyak dan kompleks.

2) System accrual basis (dasar himpun)

Yaitu sistem pembukuan yang mendasarkan pada pengakuan pendapatan dan beban atau
biaya sesuai periode atau tahun, artinya untuk menentukan laba usaha dengan cara
menghitung semua pendapatan pada periode tertentu dikurangi dengan semua beban atau
biaya pada periode yang bersangkutan.

Dalam sistem pembukuan ini semua prosedur dan teknik akuntansi dilaksanakan secara
lengkap berdasarkan prinsip dan prosedur akuntansi.

Memasarkan produk

Pemasaran adalah serangkaian kegiatana manusia yang ditujukan untuk memperlancar serta
menyempurnakan pertukaran (Philip Kotler)

Pentingnya pemasaran produk:

1. Menganalisis situasi lingkungan dan peluang pasar
2. Menetapkan strategi pemasaran produk/jasa
3. Mengembangkan sasaran pemasaran produk/jasa
4. Menciptakan taktik/tindakan pelaksanaan pemasaran produk.

Tujuan pemasaran produk:

1. Membawa kearah peningkatan koordinasi dalam pemasaran produk
2. Menetapkan standar prestasi untuk mengukur hasil pemasaran produk
3. Memberikan dasar yang logis untuk pengambilan keputusan dalam pemasaran produk.
4. Meningkatkan kemampuan untuk menhadapi perubahan-perubahan dalam pemasaran

produk.
5. Memberikan pendekatan yang teratur bagi usaha, a.l:

o Pengendalian di dalam usaha-usaha kegiatan pemasaran produk
o Menjamin keserasian antara bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahaan
o Menyelaraskan kegiatan pemasaran produk
o Menggunakan cara-cara berusaha dalam bidang pemasaran produk secara optimal.

Strategi pemasaran produk:

Salah satu strategi pemasaran produk adalah marketing mix, yaitu kombinasi empat variabel
yang terdiri dari produk, tempat, harga, promosi.

Strategi produk, mencakup masalah bentuk penawaran secara fisik, merk, pembungkus,
garansi, dan servis setelah penjualan.

Dapat dilakukan dengan cara:

o Penetrasi pasar, strategi pemasaran untuk tetap bertahan pada produk semula,
tetapi penjualannya diperbanyak
o Pengembangan produk, melakukan pembaharuan produk/memproduksi produk
baru, akan tetapi dipasarkan pada pasar yang sama.

o Perluasan pasar, produk yang sama tetapi pasarnya diperluas.
o Diversifikasi, dengan cara membuat produk baru dan pasar baru.

Place (tempat), yaitu berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang
dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain
channels, coverage, assortments, locations, inventory, and transport.
Strategi harga, mencakup pertimbangan biaya,keuntungan, praktik persaingan, dan
perubahan keinginan pasar.
Strategi promosi, mencakup periklanan, personal selling, promosi penjualan, dan publisitas.

Teknik pemasaran produk:

Pemasaran langsung, langsung dari produsen ke konsumen, ex; produk kerajinan rumah
tangga dan produk home industri.
Pemasaran tidak langsung, pemasaran melalui perantara, ex; agen, pedagang besar,
pedagang kecil, pedagang eceran, baru ke tangan konsumen.
Pemasaran semi langsung, hanya menggunakan satu perantara, yaitu menggunakan saluran
pedagang eceran.

Ruang lingkup riset pemasaran:

Riset pasar

1. Mengukur potensi pasar
2. Menganalisis pasar
3. Menyelidiki karakteristik pasar
4. Menganalisis besarnya penjualan
5. Memperkirakan besarnya permintaan akan produk baru
6. Penelitian potensi dari tiap-tiap daerah penjualan.

Riset barang

1. Meneliti barang-barang saingan
2. Menyelidiki barang-barang yang ada
3. Meneliti desain dan karakteristik pembungkusan
4. Menyelidiki product mix
5. Mengadakan penilaian dan pengujian pasar terhadap barang baru.

Riset penjualan

1. Penetapan dan kemungkinan perubahan daerah penjualan
2. Penelitian metode-metode penjualan yang ada
3. Membuat ramalan penjualan
4. Menganalisis kegiatan para penjual beserta kompensasinya
5. Meneliti saluran distribusi.

Riset ekonomi perusahaan

1. Melakukan peramalan jangka pendek dan jangka panjang
2. Menyelidiki perkembangan perusahaan
3. Menyelidiki kebijaksanaan gudang dan lokasi pabrik

4. Menyelidiki ekspor dan kegiatan internasional
5. Menyelidiki kegiatan karyawan perusahaan.

Pelaksanaan pemasaran produk:

Pedagang eceran
Ukuran penentuan keberhasilan wirausaha sebagai pengelola usaha di bidang pembuatan
produk, yaitu produknya dapat dijual, laku, meningkatkan pemasaran, dan mendapatkan
keuntungan.

Usaha jasa

1. Menyebarkan pamflet untuk memberi informasi tentang jasa yang ditawarkan
2. Memasang papan merk yang mencolok, menarik, dan dapat dibaca dari kejauhan.
3. Memasang lampu yang terang dan berwarna-warni
4. Melayani konsumen dengan menyenangkan
5. Mengadakan demonstrasi dengan cara pembuatan bidang usaha jasa
6. Memberi hadiah khusus bagi pembeli
7. Mengirimkan kartu lebaran/tahun baru kepada para pelanggan yang diketahui alamatnya.
8. Memberi potongan harga khusus bagi pelanggannya

Usaha pembuatan produk

1. Membuat produk yang berkualitas, bermanfaat,dan disenangi oleh pelanggan
2. Menentukan siapa saja, berapa jumlah dan dimana calon pembeli produk
3. Menyelidiki bagaimana perkembangan dan pergeseran selera/minat konsumen terhadap

produk

4. Menyelidiki siapa dan berapa serta dimana pesaing dan calon pesaing, dan apa kelebihan
dan kelemahan pesaing di usaha yang sama
5. Mengetahui kemampuan perusahaan, apakah mengikuti perkembangan teknologi atau tidak
dan kemampuan karyawan dalam produksi
6. Mengetahui perkembangan proses pembuatan produk
7. Menyelidiki bagaimana pembungkusan produk selama ini, apaka sudah aman, menarik dan
harganya relatif ringan.
8. Menyelidiki bagaimana kerja sama antara perusahaan dan penyalur selama ini, apakah
lancar atau tidak.

Bentuk lain strategi pemasaran, a.l:

Metode pusat pengaruh, yaitu menggunakan orang yang berpengaruh seperti pejabat
pemerintahan atau ketua organisasi profesi, yang menjadi pusat pengaruh yang dapat
dimanfaatkan oleh wiraniaga dalam menjual produk dan jasa.
Metode spotter (hubungan antar teman), yaitu menggunakan orang yang dikenal sebagai
teman dan menjadikan mereka sebagai sumber informasi, meskipun bukan sebagai pusat
pengaruh

Metode mata rantai, merupakan petunjuk dari pembeli yang puas dengan produk atau jasa
yang dibeli dari suatu perusahaan melalui pelayanan wiraniaga.
Metode observasi, yaitu memperoleh prospek melalui observasi, misalnya dengan
melakukan pengamatan pada surat kabar lokal.

Note:

atau bisa di download lewat link berikut:

Menerapkan Fungsi Manajemen POAC

FUNGSI MANAJEMEN "POAC"

Terdapat banyak definisi dari manajemen menurut para ahli. Manajemen adalah proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, aktualisasi, dan pengawasan kegiatan/ usaha
secara sistematik dan efektif oleh para anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi
yang telah ditetapkan.
Secara sederhana, Manajemen merupakan suatu proses tindakan atau seni perencanaan,
mengatur, pengarahan dan pengawasan yang dinamis yang menggerakan organisasi mencapai
tujuannya.
Secara umum, ada empat fungsi manajemen yang sering orang menyebutnya “POAC”, yaitu
Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Dua fungsi yang pertama dikategorikan
sebagai kegiatan mental sedangkan dua berikutnya dikategorikan sebagai kegiatan fisik.
Suatu manajemen bisa dikatakan berhasil jika keempat fungsi di atas bisa dijalankan dengan
baik. Kelemahan pada salah satu fungsi manajemen akan mempengaruhi manajemen secara
keseluruhan dan mengakibatkan tidak tercapainya proses yang efektif dan efisien.

1. FUNGSI PERENCANAAN ( PLANNING )
Adalah proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan
di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan
target dan tujuan organisasi. Kegiatan dalam Fungsi Perencanaan antara lain :

• Menetapkan pasar sasaran
• Merumuskan strategi untuk mencapai pasar sasaran tersebut
• Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan
• Menetapkan standar / indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan pasar sasaran

Strategi dan taktik dalam fungsi perencanaan dapat ditentukan dengan menggunakan metode
analisis SWOT. Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) adalah
metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan,
peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Proses ini melibatkan
penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor
internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal yang terlibat
sebagai inputan untuk perancangan proses sehingga proses yang dirancang dapat berjalan
optimal, efektif, dan efisien. Namun analisis SWOT bisa sangat subjective. Bisa saja terjadi 2
orang menganalisa 1 perusahaan yang sama menghasilkan SWOT yang berbeda. Dengan
demikian, hasil analisa SWOT hanya boleh digunakan sebagai arahan dan bukan pemecahan
masalah. Pembuat analisa harus sangat realistis dalam menjabarkan kekuatan dan kelemahan
internal. Kelemahan yang disembunyikan atau kekuatan yang tidak terjabarkan akan
membuat arahan strategi menjadi tidak bisa digunakan

2. FUNGSI PENGORGANISASIAN ( ORGANIZING )
Adalah proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam
perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan
lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam
organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
Kegiatan dalam Fungsi Pengorganisasian antara lain :

• Mengalokasikan sumber daya / sarana, merumuskan dan menetapkan tugas, dan

menetapkan prosedur yang diperlukan.

• Adanya struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan

tanggungjawab, sehingga setiap pekerja akan bergerak dan bertindak sesuai dengan job
description dan kewenangannya dan memiliki tanggung jawab dan bertanggung jawab atas
pekerjaan yang telah dilaksanakan.

• Kegiatan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia/tenaga kerja, hal ini sangatlah

penting agar dapat menyegarkan dan menambah wawasan pekerja.

• Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat atau dengan kata

lain strategi yang telah ditetapkan harus dilaksanakan oleh pekerja yang dinilai mampu dan
layak dan memiliki pengetahuan yang cukup di bidangnya.

3. FUNGSI PENGARAHAN DAN IMPLEMENTASI ( ACTUATING )
Adalah proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam
organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan
tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi. Kegiatan dalam
Fungsi Pengarahan dan Implementasi antara lain :

• Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi

kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.

• Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan dan menjelaskan kebijakan

yang ditetapkan.

4. FUNGSI PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN (CONTROLING )
Adalah proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah
direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target
yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang
dihadapi. Kegiatan dalam Fungsi Pengawasan dan Pengendalian antara lain :

• Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan

indikator yang telah ditetapkan. Hal ini harus secara rutin dilakukan supaya terlihat pada
point mana target yang telah tercapai dan target yang belum tercapai sehingga dapat diambil
langkah penyelesaian.

• Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan.

Langkah ini harus selalu dilakukan agar setiap kesalahan yang ada dapat segera diperbaiki.
• Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian
tujuan dan target bisnis.

Fungsi Manajemen (POAC)

Pada umumnya ada empat fungsi manajemen yang banyak dikenal masyarakat yaitu
perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), Menggerakan (Actuating ) dan
pengendalian (Controlling). yang biasa disingkat dengan POAC.

Perencanaan (Planning)

Salah satu fungsi manajemen yang paling penting adalah perencanaan, planning atau
perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan
strategi program prosedur metode sistem anggaran dan standar yg dibutuhkan utk mencapai
tujuan.
Menurut Stoner, Planning adalah proses menetapkan sasaran/tujuan dan tindakan yang perlu
untuk mencapai sasaran tadi. Proses menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi
kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk

mewujudkan

target

dan

tujuan

organisasi.

Pengorganisasian

(Organizing)

Pengorganisasian atau organizing berarti menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian
yang terintegrasi sedemikian rupa. Pengorganisasian bertujuan membagi suatu kegiatan besar
menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Selain itu, mempermudah manajer dalam
melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-
tugas

yang

telah

dibagi-bagi

tersebut.

Pengarahan

(Actuating )

Pengarahan atau Actuating adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja denagn
seidirinya atau penuh kesadaran secara brsama-sama untuk mencapai tujuan yang
dikehendaki secara efektif, fungsi pengarahan adalah bagaimana membuat atau mendapatkan
para karyawan melakukan apa yg diinginkan dan harus mereka lakukan.

Pengendalian

(Controlling)

Pengendalian merupakan tindakan seorang manajer untuk menilai dan mengendalikan
jalannya suatu kegiatan yang mengarah demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

POAC merupakan sebuah proses. Sedangkan POSDCORBE adalah sebuah fungsi. Karena
POAC sebuah proses, maka di dalam organisasi keberadaan POAC akan selalu berputar dan
tidak akan pernah berhenti. Proses adalah serangkaian tindakan untuk mencapai sesuatu.
Misalnya, membuat keuntungan atau menyediakan layanan. Untuk mencapai tujuan, manajer
menggunakan sumber daya dan melaksanakan empat fungsi manajerial utama, yaitu POAC
(Planning, Organizing, Actuating, Controlling).

POAC diterapkan dalam setiap organisasi di seluruh dunia guna mempertahankan kelanjutan
organisasi. POAC adalah dasar manajemen untuk organisasi manajerial. Terdapat beberapa
konsep proses manajemen, misalnya saja PDCE (Plan, Do, Check, Evaluate), dan PDCA
(Plan, Do, Check, Action). Namun, konsep POAC lebih banyak digunakan dan diterapkan
karena lebih sesuai untuk setiap tingkat manajemen.

Pengertian tiap Fungsi POAC

Fungsi POAC sendiri dalam suatu organisasi adalah untuk meningkatkan efektifitas dan
efisiensi suatu organisasi dalam pencapaian tujuannya. Berikut adalah pemaparan singkat
tentang tiap bagian dari POAC, yang mana akan dibahas lebih dalam di bab lain:

A. Planning

Planning meliputi pengaturan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan
tersebut. Planning telah dipertimbangkan sebagai fungsi utama manajemen dan meliputi
segala sesuatu yang manajer kerjakan. Di dalam planning, manajer memperhatikan masa
depan, mengatakan “Ini adalah apa yang ingin kita capai dan bagaimana kita akan
melakukannya”.

Membuat keputusan biasanya menjadi bagian dari perencanaan karena setiap pilihan dibuat
berdasarkan proses penyelesaian setiap rencana. Planning penting karena banyak berperan
dalam menggerakan fungsi manajemen yang lain. Contohnya, setiap manajer harus membuat
rencana pekerjaan yang efektif di dalam kepegawaian organisasi.

Kesuksesan organisasi adalah mencapai tujuan yang telah disusun oleh manajer pada periode
awal membentuk organisasi. Planning adalah sebuah proses di mana seorang manajer
memutuskan tujuan, menetapkan aksi untuk mencapai tujuan (strategi) itu, mengalokasikan
tanggung jawab unutk menjalankan strategi kepada orang tertentu, dan mengukur
keberhasilan dengan membandingkan tujuan.

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang perencanaan terlebih dahulu mengenal perbedaan
visi, misi, nilai dasar, dan tujuan. Misi, visi, nilai dasar dan tujuan adalah titik awal dari
perencanaan strategi. Keempat hal ini mengatur konteks landasan dari suatu proses dan
untuk menjalankan sesuatu serta unit perencana yang tertanam dalam suatu organisasi.
Perbedaan misi menggambarkan tujuan dari suatu organisasi sedangkan visi menggambarkan
keinginan untuk masa depan, seringkali digambarkan dengan jelas, menggugah, singkat oleh
manajemer suatu organisasi.

Nilai dasar menyatakan secara filosofis komitmen yang diprioritaskan oleh manajer,
sedangkan tujuan adalah keinginan masa depan dari suatu organisasi yang di usahakan untuk
di wujudkan. Empat karakteristik tujuan :

1. Tepat dan terukur. Tujuan yang terukur dapat memberikan seorang manajer standar
pembanding terhadap hasil yang telah dilaksanakan.
2. Menyebutkan issue yang penting. Untuk membangun manajer harus memilih
beberapa tujuan major untuk menaksir kinerja organisasi.
3. Menantang tetapi realis. Memberikan sebuah tantangan tersendiri bagi semua
karyawan, anggota organisasi untuk mengiprovisasi kinerja dalam organisasi. jika
tujuan tidak realis atau terlalu mudah akan membuat putus asa dan bosan pada diri
karyawan atau anggota organisasi.
4. Menetapkan dalam periode waktu tertentu yang seharusnya dapat dicapai. Tenggat
waktu dapat menyuntikkan rasa urgensi dalam pencapaian tujuan dan bertindak
sebagai motivator. Namun, tidak semua tujuan memerlukan kendala waktu.

B. Organizing

Organizing adalah proses dalam memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber
daya tersedia untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan yang berhubungan dengan
organisasi. Organizing juga meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam
setiap tugas yang spesifik, dan menentukan siapa yang memiliki hak untuk mengerjakan
beberapa tugas.

Aspek utama lain dari organizing adalah pengelompokan kegiatan ke departemen atau
beberapa subdivisi lainnya. Misalnya kepegawaian, untuk memastikan bahwa sumber daya
manusia diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi. Memekerjakan orang untuk pekerjaan
merupakan aktifitas kepegawaian yang khas. Kepegawaian adalah suatu aktifitas utama yang
terkadang diklasifikasikan sebagai fungsi yang terpisah dari organizing.

Organizing, atau dalam bahasa Indonesia pengorganisasian merupakan proses menyangkut
bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam
sebuah struktur organisasi yang tepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang
kondusif, dan dapat memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara
efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

Definisi sederhana dari pengorganisasian ialah seluruh proses pengelompokan orang, alat,
tugas, serta wewenang dan tanggung jawab sedemikian rupa sehingga tercipta suatu
organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kesatuan yang utuh dan bulat dalam rangka
pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Pengorganisasian adalah penentuan pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokan tugas
dan membagi pekerjaan kepada setiap karyawan, penetapan berbagai departemen serta
penentuan hubungan. Tujuan pengorganisasian ini adalah untuk menetapkan peran serta
struktur dimana karyawan dapat mengetahui apa tugas dan tujuan mereka.

Prinsip Pengorganisasian

Proses pengorganisasian dapat dilakukan secara efisien jika manajer memiliki pedoman
tertentu sehingga mereka dapat mengambil keputusan dan dapat bertindak. Untuk mengatur
secara efektif, prinsip-prinsip organisasi berikut dapat digunakan oleh seorang manajer.

a. Prinsip Spesialisasi Menurut prinsip, pekerjaan seluruh perhatian harus dibagi di
antara bawahan atas dasar kualifikasi, kemampuan dan keterampilan. Ini adalah melalui
pembagian kerja dapat dicapai yang menghasilkan organisasi yang efektif. Pembagian kerja
adalah pemecahan tugas kompleks menjadi komponen-komponennya sehingga setiap orang
bertanggung jawab untuk beberapa aktivitas terbatas bukannya tugas secara keseluruhan.

b. Prinsip Definisi Fungsional Menurut prinsip ini, semua fungsi dalam kekhawatiran
harus benar dan jelas kepada manajer dan bawahan. Hal ini dapat dilakukan dengan jelas
mendefinisikan tugas-tugas, tanggung jawab, wewenang dan hubungan orang terhadap satu
sama lain.

c. Prinsip Rentang Pengendalian atau Pengawasan

Menurut prinsip ini, rentang kendali adalah rentang pengawasan yang menggambarkan
jumlah karyawan yang dapat ditangani dan dikontrol secara efektif oleh seorang manajer
tunggal. Menurut prinsip ini, seorang manajer harus dapat menangani jumlah karyawan yang
dibawahinya. Keputusan ini dapat diambil dengan memilih baik rentang lebar atau sempit
froma. Ada dua jenis rentang kendali: -

1) Rentang kendali yang luas adalah salah satu di mana seorang manajer dapat
mengawasi dan mengendalikan secara efektif sebuah kelompok besar orang pada satu waktu.

2) Rentang kendali yang sempit rentang ini, pekerjaan dan wewenang dibagi antara
banyak bawahan dan manajer tidak mengawasi dan mengendalikan kelompok yang sangat
besar dari orang di bawah dia. Manajer sesuai dengan rentang yang sempit mengawasi
sejumlah karyawan yang dipilih pada satu waktu.

3) Prinsip Rantai Skalar

Rantai skalar adalah rantai komando atau otoritas yang mengalir dari atas ke bawah. Otoritas
dan tanggung jawab harus berjalan dalam garis yang tegas dan tidak terputus dari eksekutif
tertinggi sampai yang paling rendah. Sebuah rantai skalar memfasilitasi alur kerja di sebuah
organisasi yang membantu dalam pencapaian hasil yang efektif. Sebagai otoritas mengalir

dari atas ke bawah, hal itu akan menjelaskan posisi kewenangan untuk manajer di semua
tingkatan dan yang memfasilitasi organisasi yang efektif.

d. Prinsip Kesatuan Perintah

Ini menyiratkan satu bawahan-satu hubungan yang superior. Setiap bawahan bertanggung
jawab kepada satu manajer. Hal ini membantu dalam menghindari kesenjangan komunikasi
dan kesimpangan tanggung jawab. Jika atasan yang lebih tinggi ingin memberikan perintah
atau hal-hal lain kepada para bawahan yang berada beberapa tangga di bawah dalam hierarki
organisasi, seyogianya hal itu dilakukan melalui atasan langsung orang yang bersangkutan.
Paling tidak dengan sepengetahuan atasan langsung tersebut.

C. Actuating

Actuating adalah peran manajer untuk mengarahkan pekerja yang sesuai dengan tujuan
organisasi. Actuating adalah implementasi rencana, berbeda dari planning dan organizing.
Actuating membuat urutan rencana menjadi tindakan dalam dunia organisasi. Sehingga tanpa
tindakan nyata, rencana akan menjadi imajinasi atau impian yang tidak pernah menjadi
kenyataan.

Actuating, dalam bahasa Indonesia artinya adalah menggerakkan. Maksudnya, suatu tindakan
untuk mengupayakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai
dengan tujuan organisasi dengan berbagai arahan dengan memotivasi setiap karyawan untuk
melaksanakan kegiatan dalam organisasi, yang sesuai dengan peran, tugas dan tanggung
jawab. Jadi, actuating bertujuan untuk menggerakkan orang agar mau bekerja dengan
sendirinya dan penuh dengan kesadaran secara bersama- sama untuk mencapai tujuan
organisasi secara efektif dan efisien. Dalam hal ini dibutuhkan kepemimpinan (leadership)
yang baik.

Leadership dan Actuating

Actuating jelas membutuhkan adanya kematangan pribadi dan pemahaman terhadap karakter
manusia yang memiliki kecenderungan berbeda dan sifatnya dinamis. Maka dari itu, fungsi
actuating ternyata jauh lebih rumit dari kelihatannya, karena harus melibatkan fungsi dari
leadership. Premis yang terkenal pernah diungkapkan oleh Doghlas McGregor, bahwa
seorang karyawan selalu diasumsikan negatif dan positif.

Di dalam proses actuating ini, keberadaan leadership adalah sebagai pendukung. Karena
actuating sendiri memiliki tujuan sebagai penggerak, yang nantinya akan bertujuan
mengefektifkan dan mengefisienkan kerja dalam organisasi.

Prinsip Actuating

a. Pelaksanaan dan Penugasan

Langkah lanjutan dari penetapan program kerja pengawasan adalah pelaksanaan pengawasan
dalam bentuk pemberian tugas. Tujuan utama penugasan adalah untuk mencapai
keseimbangan antara beberapa faktor: persyaratan dan kualifikasi personal, keseimbangan
untuk pengembangan profesi, dan lain-lain.

b. Pengawasan Pengelolaan Dana.

Pengelolaan terhadap dana atau anggaran yang digunakan oleh organisasi penting dilakukan
agar dana tidak disia-siakan.

c. Penyediaan dan Pemanfaatan Sarana Pengawasan.

Pengawasan juga membutuhkan saran dan alat untuk melakukan pengawasan, misalnya
teknologi yang digunakan untuk memantau kerja anggota organisasi atau pekerja.

d. Dokumentasi Pengawasan.

Hal ini diperlukan unutuk mendapatkan bukti yang nyata bila terjadi pelanggaran, kesalahan
dalam melakukan aktivitas di dalam organisasi.

e. Supervisi Audit.

D. Controlling

Controlling, memastikan bahwa kinerja sesuai dengan rencana. Hal ini membandingkan
antara kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan. Jika terjadi perbedaan yang
signifikan antara kinerja aktual dan yang diharapkan, manajer harus mengambil tindakan
yang sifatnya mengoreksi. Misalnya meningkatkan periklanan untuk meningkatkan
penjualan.

Fungsi dari controlling adalah menentukan apakah rencana awal perlu direvisi, melihat hasil
dari kinerja selama ini. Jika dirasa butuh ada perubahan, maka seorang manajer akan kembali
pada proses planning. Di mana ia akan merencanakan sesuatu yang baru, berdasarkan hasil
dari controlling.

Proses dalam Controlling

Dalam controlling ada beberapa proses dan tahapan, yaitu pengawasan. Proses pengawasan
dilakukan secara bertahap dan sistematis melalui langkah sebagai berikut:

1. Menentukan standar yang akan digunakan sebagai dasar pengendalian.
2. Mengukur pelaksanaan atau hasil yang sudah dicapai.
3. Membandingkan pelaksanaan atau hasil dengan standar dan menentukan
penyimpangan jika ada.
4. Melakukan tindakan perbaikan, jika terdapat penyimpangan agar pelaksanaan dan
tujuan sesuai dengan rencana.
5. Meninjau dan menganalisis ulang rencana, apakah sudah realistis atau tidak. Jika
ternyata belum realistis maka perlu diperbaiki.

Implementasi fungsi Manajemen (POAC) dalam diri pribadi sebagai seorang
Mahasiswa

Implementasi fungsi Manajemen (POAC) dalam diri pribadi sebagai seorang Mahasiswa

Berbagai fungsi Manajemen dikemukakan para ahli dengan persamaan dan perbedaan. Untuk
memperjelas pendapat para ahli, masing-masing fungsi manajemen tersebut sebagai berikut :
1. Louis Allen (POLC)
Planning (Merencanakan)
*Organizing (Menyusun)
Leading (Memimpin) *
Controlling (Mengawasi/meneliti) *

2. Harold Koontz and Cyril O’Donnell (POSDLC)

Planning (Perencanaan) *
Organizing (Pengorganisasian) *
Staffing (Penyusunan Pegawai) *
Directing (Pengarahan) *
Leading (Memimpin) *
Controlling (Pengendalian) *
3. Luther Gulick (POSDiCoRB)
*Planning (Perencanaan)
Organizing (Pengorganisasian) *
Staffing (Penyusunan Pegawai) *
Directing (Pengarahan) *
Coordinating (Pengkoordinasian) *
Reporting (Pembuatan laporan) *
Budgeting (Penganggaran) *
4. George R. Terry (POAC)
Planning (Perencanaan) *
Organizing (Pengorganisasian) *
Actuating (Pelaksanaan) *
Controlling (Pengendalian) *

Dari beberapa pendapat para penulis di atas dapat dikombinasikan, fungsi-fungsi manajemen
adalah sebagai berikut:
Planning termasuk Budgeting
perencanaan adalah penentu an serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang
diingin-kan.
fungsi perencanaan sudah termasuk didalamnya penetapan budget. Oleh karenanya lebih
tepat bila perencanaan atau planning dirumuskan sebagai penetapan tujuan, policy, prosedur,
budget, dan program dari suatu organisasi. Jadi dengan fungsi planning termasuk budgeting
yang dimaksudkan fungsi manajemen dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai oleh
organisasi, menetapkan peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman pelaksanaan yang harus
dituruti, dan menetap-kan ikhtisar biaya yang diperlukan dan pemasukan uang yang
diharapkan akan diperoleh dari rangkaian tindakan yang akan dilakukan.
Organizing
Dengan Organizing dimaksud mengelompokan kegiatan yang diperlukan, yakni penetapan
susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi dari setiap unit yang ada dalam organisasi,
serta menetapkan kedudukan dan sifat hubungan antara masing-masing unit tersebut.
Organisasi atau pengorganisasian dapat pula dirumuskan sebagai keseluruhan aktivitas
manajemen dalam mengelompokan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang,

serta tanggung jawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktivitas-aktivitas yang
berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.

Staffing atau Assembling resources

Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada
organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar
setiap tenaga petugas memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
Organizing dan Staffing merupakan dua fungsi manajemen yang sangat erat hubungannya.
Organizing yaitu berupa penyusunan wadah legal untuk menampung berbagai kegiatan yang
harus dilaksanakan pada suatu organisasi, sedangkan staffing berhubungan dengan penerapan
orang-orang yang akan memangku masing-masing jabatan yang ada dalam organisasi
tersebut.
Leading

Istilah leading, yang merupakan salah satu fungsi manajemen sebagai pekerjaan yang
dilakukan oleh seorang manajer yang menyebabkan orang lain bertindak. Pekerjaan leading,
meliputi lima macam kegiatan, yakni 1) mengambil keputusan, 2) mengadakan komunikasi,
3) memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak, 4)
memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta 5) memperbaiki pengetahuan
dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Controlling

Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi
manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa
yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud mencapai
tujuan yang sudah yang sudah digariskan semula.
Directing atau Commanding

Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha
memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam
melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-
benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
Directing atau Commanding merupakan fungsi manajemen yang dapat berfungsi bukan saja
agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula
berfungsi mengkoordinasikan kegiatan berbagai unsur organisasi agar efektif tertuju kepada
realisasi tujuan yang ditetapkan sebelumnya.

Dengan demikian di dalam prakteknya pendapat George R Terry lebih banyak dijadikan
acuan, hal itu dikarenakan fungsi2 dasar manajemen yang dikemukakan para ahli lainnya
sudah tercakup didalam keempat fungsi dasar manajemen yang dikemukakan oleh George R
terry.
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/implementasi-fungsi-manajemen-poac-dalam-
diri-pribadi-sebagai-seorang-mahasiswa/

Diperlukan Sinergi Antar Fungsi Dalam Manajemen Pemerintahan

Wednesday, 28 July 2010 04:14

adminpol

Hits: 3088



Penerapan fungsi-fungsi manajememen yang terdiri dari planning, organizing, actuating, and
controlling atau POAC sangat diperlukan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang
baik. Fungsi pengawasan yang merupakan salah satu bagian dari POAC perlu diperkuat dan
ditata dengan baik guna mendukung berjalannya fungsi-fungsi yang lain.

Dalam arsitektur pengawasan nasional, penataan fungsi pengawasan dapat dilakukan melalui
reformasi atas sistem pengawasan nasional yang sedang berjalan saat ini. Guna mendukung
reformasi tersebut, sinergi antar Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sangat
diperlukan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPKP, Mardiasmo dalam seminar dengan tema

“Membangun Sinergitas Arsitektur Pengawasan Nasional yang Efektif Dalam Rangka
Indonesian Good Governance” di Jakarta, hari Selasa (21/9).

Lebih lanjut, Mardiasmo menyatakan ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam membangun
arsitektur pengawasan nasional yakni pertama, reformasi sistem pengawasan nasional
merupakan bagian dari reformasi administrasi pengelolaan keuangan negara dan harus
didukung dengan semangat reformasi birokrasi. Kedua, perlu dibangun keselarasan dalam
arsitektur POAC dan sinergi antar APIP. Ketiga, dilakukan penataan kelembagaan APIP agar
memiliki mandat yang kuat dan jelas dalam melaksanakan perannya.

Terkait peran APIP, Inspektur Bappenas, Bagus Rumbogo yang juga berbicara sebagai nara
sumber seminar menegaskan peran APIP perlu diperkuat dalam mengawal Rencana Kerja
Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL)
guna tercapainya RPJMN. Untuk menjalankan peran tersebut, APIP tidak hanya menjalankan
audit keuangan namun juga audit perencanaan dan audit risiko. Dalam hal ini, APIP harus
terus meningkatkan kualitas hasil auditnya dengan mengembangkan langkah-langkah
kegiatan pengawasan sejak tahap perencanaan dan penilaian risiko terutama terkait dengan
pos-pos program dan kegiatan anggaran yang strategis, berskala besar, dan berdampak luas
bagi

masyarakat.

Sementara itu, Sutono dari Setwapres menyoroti kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam
sistem pengawasan nasional yang kini sedang berjalan, di antaranya kedudukan lembaga
pengawasan yang belum didukung oleh landasan hukum yang kuat dan masih adanya
tumpang tindih pengawasan yang dilakukan APIP. Menurut Sutono, ada beberapa langkah
yang dapat dilakukan dalam membangun manajemen pengawasan yang efektif, yakni
meletakkan lembaga pemerintahan pemegang fungsi POAC dalam tataran yang sama di
kabinet, sinkronisasi tugas antar APIP, peningkatan kapasitas sumber daya manusia
pengawasan,

dan

peningkatan

kesejahteraan

pegawai.

Melengkapi pernyataan nara sumber lain, Sekretaris Utama BPKP, Kuswono Soeseno,
menekankan pentingnya pengendalian manajemen pembangunan dalam mewujudkan good
governance. Menurutnya, masih terdapat beberapa masalah menyangkut manajemen
pembangunan nasional saat ini, di antaranya koordinasi dan sinkronisasi antar instansi

pemerintah berikut program-program pembangunan belum berjalan efektif dan masih adanya
birokrasi yang belum mendukung efektivitas manajemen pemerintahan serta pembangunan.
Namun, tambah Kuswono, ada beberapa solusi yang dapat dilakukan guna mengatasi hal
tersebut yakni penyusunan skala prioritas dalam perencanaan pembangunan, sinkronisasi dan
sinergitas program pusat dan daerah, serta meletakkan PP 60 Tahun 2008 tentang Sistem
Pengendalian Intern Pemerintah sebagai pondasi pelaksanaan reformasi birokrasi.

Hal lain disampaikan oleh Peni Lukito dari Kedeputian Bidang Evaluasi Kinerja
Pembangunan Bappenas, bahwa sistem monitoring dan evaluasi sangat diperlukan untuk
mengukur sejauh mana keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional. Di samping itu,
informasi dari hasil monitoring dan evaluasi juga memberi manfaat sebagai bahan
pengambilan keputusan dalam kebijakan pembangunan dan menunjukkan akuntabilitas dan
transparansi

jalannya

proses

pembangunan.

Acara seminar dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kementerian, Inspektur Utama Lembaga Non
Kementerian, dan Inspektur di Provinsi/Kabupaten/Kota. Tampil sebagai moderator seminar
tersebut, Tina Talisa, presenter salah satu stasiun televisi swasta nasional.

Sumber : http://www.bpkp.go.id/viewberita.php?aksi=view&start=30&id=5279

Next >

MANAJEMEN KOPERASI TENTANG POAC (PLANNING, ORGANIZING, ACTUATING AND CONTROLLING)

Menurut The Contemporary Bussiness Dictionary, manajemen mempunyai dua makna, yaitu
pertama, proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan perusahaan untuk
mencapai sasaran tertentu; kedua, para pemimpin perusahaan.
A. Fungsi-Fungsi Manajemen Koperasi
Dari literatur dapat dibaca pengertian tentang manajemen yang satu berbeda dengan yang lain,
namun intinya sama. Pada hakikatnya manajemen dapat disimpulkan sebagai suatu rangkaian
tindakan sistematik untuk mengendalikan dan memanfaatka segala faktor sumber daya untuk
mencapai suatu tujuan tertentu. Maka ada dua unsur utama yang terdapat dalam pengertian
manajemen, yaitu unsur pengendalian dan unsur pemanfaatan sumber daya.
Fungsi-fungsi manajemen menurut George R. Terry (1964) adalah sebagai :
1. Perencanaan (planning)
2. Pengorganisasian (organizing)
3. Pelaksanaan (actuating)
4. Pengawasan (controlling).
Keempat fungsi manajemen tersebut dirinci dan dijabarkan guna dilaksanakan dalam perangkat
organisasi koperasi.
1. Perencanaan (Planning)
Fungsi ini mengidentifikasikan bahwa dalam pengelolaan perlu ada perencanaan yang cermat untuk
dapat mencapai target yang ditentukan, baik untuk jangka panjang maupun pendek yang
pembuatan program-program kegiatan-kegiatan serta saranasarana yang diperlukan untuk
keterkaitannya dengan pihak ketiga.

Selain program-program tersebut juga perencanaan dalam pemasaran, keuangan, sumber daya
manusia atau recuitment dalam menghadapi persainganpersaingan. Khusus bagi badan usaha
koperasi, yang berbeda dengan bentuk badan usaha non-koperasi, perlu perencanaa yang dikaitkan
dengan kedudukan para anggotanya, misanya bagi jenis-jenis koperasi pemasok (supply
cooperatives) dan koperasi penyalur (marketing cooperatives). Para anggota jenis koperasi tersebut
mempunyai wewenang untuk ikut menentukan patokan harga yang akan ditetapkan badan koperasi
tersebut, sehingga perlu dipertimbangkan alternatif-alternatif harga patokan koperasi.
Pertanyaan:
1. Uraikan faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam unsur perencanaan!
2. Apa yang harus dilakukan oleh seorang manajer dalam sebuah koperasi sebelum merencanakan
sebuah kegiatan/ organisasi?
2. Pengorganisasian (Organizing)
Fungsi ini mengfokuskan pada cara agar target-target yang dicanangkan dapat dilaksanakan, yaitu
dengan menggunakan “wadah”/perangkat organisasi, yang intinya adalah :
- Membentuk suatu sistem kerja terpadu yang terdiri atas berbagai lapisan atau kelompok dan jenis
tugas/pekerjaan yang diperlukan,
- Memperhatikan rentang kendali (span of control),
- Terjaminnya sinkronisasi dari tiap bagian atau kelompok lapisan kerja guna mencapai sasaran yang
ditetapkan. Khusus bagi koperasi perlu pemikiran status dan batas-batas kewenangan dan hak para
anggota koperasi, yaitu adanya “lembaga-lembaga” rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Ketiga
“lembaga” tersebut merupakan “tripartite” dalam organisasi koperasi, dimana satu dengan yang lain

pelaksanaannya terpisah, namun ketiga-tiganya perlu dibina sebagai satu keutuhan.
Pertanyaan:
1. Uraikan faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam unsur pengorganisasian!
2. Apa tujuan dibuatnya sebuah organisasi bagi sebuah koperasi untuk kepentingan para
anggotanya?
3. Pelaksanaan (Actuating)
Suatu gagasan atau konsep, meskipun telah tersedia wadah yang berupa organisasi dengan uraian-
uraian tugas dan hirarkinya belum akan berjalan aktif tanpa dicetuskan/mengenai pelaksanaan dari
tugas-tugas dalam organisasi tersebut Terry (1964) menyebutkan actuating means move to action.
Karena itu untuk menggerakkan agar organisasi tersebut bisa berjalan dengan baik diperlukan
pedoman-pedoman, instruksi-instruksi, ketetapan-ketetapan. Hal-hal tersebut harus dijabarkan
dalam organisasi, yang mengatur ketetapan-ketetapan, instruksi-instruksi, pedoman-pedoman
menjadi kewajiban lapisan-lapisan hierarchie dari atas sampai ketingkat pelaksana di
lapangan/bawah. Rapat anggota sebagai lapisan teratas akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan
koperasi yang harus dilaksanakan pengurus dan pada gilirannya pengurus selaku pelaksana tertinggi
akan mengeluarakan pedoman-pedoman, instruksi-instruksi kepada lapisan-lapisan kebawahnya,
dan seterusnya. Demikian pula rapat anggota menerbitkan kewenangan bagi pengawas untuk
mengadakan pantauan (monitoring) seberapa jauh kebijakan-kebijakan dilaksanakan pengurus.
Bagaimanapun baiknya penugasan kepada lapisan bawahan, jika tanpa koordinasi antar
kelompok/jenis tugas, maka hasilnya tidak akan memenuhi harapan. Lengkapnya pelaksanaan tugas-
tugas harus ada koordinasi yang rapi, sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran tugas atau tumpang-
tindih pekerjaan-pekerjaan. Ini semua harus dijabarkan dalam pelaksanaan berorganisasi. Karena itu
pada tingkat pelaksana atau kelompok pelaksana harus ada seorang atau perangkat tertentu yang
mengadakan koordinasi. Hal tersebut akan terlihat dalam bagan organisasi, dimana ditentukan

lapisan-lapisan koordinasi dari pelaksana. Secara bertingkat koordinasi diperlukan dari level/lapisan
pelaksana paling bawah ampai yang tertinggi.
Pertanyaan:
1. Uraikan faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam unsur prosedur pelaksanaan!
2. Bagaimana sikap seorang manajer/ pengurus untuk dapat menerapkan prosedur pelaksanaan dari
masing-masing jabatan sehingga menciptakan suatu kinerja yang baik dan sesuai dengan tujuan
organisasi?
4. Pengawasan (Controlling)
Untuk meyakinkan para pemilik perusahaan, dalam hal ini para anggota koperasi, maka rapat
anggota perlu membentuk suatu badan diluar pengurus yang bertugas memantau atau meneliti
tentang pelaksanaan kebijakan yang ditugaskan kepada pengurus. Badan tersebut adalah pengawas.
Prinsip controling ini harus dijabarkan dalam organisasi koperasi. Selain controling tersebut
dilakukan oleh pengawas, pengurus wajib mencipkatan suatu sistem pengendali atau biasa disebut
“build in control”. Sistem kerja yang mengandung “build in control” perlu dijabarkan dalam
organisasi, yang intinya adalah mengadakan “pemisahan tiga fungsi” yaitu :

- Fungsi otoritas atas suatu aset,
- Fungsi penyimpanan aset,
- Fungsi administrasi aset.
Dengan kata lain ketiga fungsi tersebut terpisah satu sama lain, tidak dalam satu tangan, tapi ketiga-
tiganya merupakan suatu rangkaian yang saling terkait. Contoh: dalam pengelolaan keuangan. Kasir
harus terpisah dengan petugas adminitrasi/pembukuan, dan petugas yang memberikan otoritas
pengeluaran/penerimaan uang; demikian pula dalam pengurusan pergudangan dan inventaris
lainnya. Ini semua guna menjamin agar pelaksanaan dalam organisasi bisa tertib dan teratur.
1. Mengapa unsur pengendalian (controlling) merupakan fungsi pengendalian yang penting dalam
suatu organisasi terutama pada koperasi?
2. Apa tujuan utama dari sistem pengendalian/ pengawasan (controlling) bagi sebuah koperasi?

(Berbagai Referensi, disusun kembali oleh aan)

Menerapkan Fungsi Manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating,
Controlling) Dalam Aspek Perusahaan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->