1.

Pengertian Osiloskop Osiloskop adalah sebuah peralatan uji yang digunakan untuk melihat suatu gambar sinyal listrik. Secara sederhana osiloskop dapat menunjukkan bentuk dari suatu sinyal listrik dan sinyal listrik ini dinamakan dengan bentuk gelombang sinyal. Osiloskop memiliki sebuah layar serupa dengan sebuah layar televisi dan hanya jauh lebih kecil. Osiloskop tersebut menampilkan suatu garis yang terang yang menunjukkan perubahanperubahan tegangan untuk perioda waktu garis yang terletak pada layar. Contoh-contoh tipe tampilan ini terlihat pada setiap televisi rumah sakit yang digunakan untuk menunjukkan aktivitas denyut jantung. Layar osiloskop memiliki suatu garis-garis kisi horizontal dan vertical yang diberi spasi 1 cm dan garis kisi-kisi ini mengizinkan kepada kita untuk melakukan pembacaan tegangan dan waktu. Garis-garis tersebut dinamakan garis-garis graticule. Nama lengkap dari osiloskop adalah Osiloskop Sinar Katoda (Cathode Ray Oscilloscope) dan singkatan umumnya adalah CRO. Para teknisi sering menyebutnya dengan perkataan “ telah melihat bentuk gelombang pada CRO”. Istilah sinar katoda muncul dari nama lengkap layar yang disebut Cathode Ray Tube atau CRT. Jadi CRT adalah bagian dari CRO. Tabung gambar televisi juga dinamakan CRT. Alat ukur DC dan AC sejauh yang telah dipelajari bisa memberitahu kepada kita ukuran amplitudo dari suatu tegangan akan tetapi alat ukur ini tidak dapat menunjukkan kepada kita seperti apa bentuknya. Seringnya ukuran amplitudo adalah segala yang kita perlukan akan tetapi jika lebih banyak lagi informasi yang diperlukan maka alat ukur tersebut tidak dapat menyediakannya. Sebuah alat ukur tidak akan dapat menunjukkan kepada kita tegangan suatu sinyal mengalami cacat atau menunjukkan kepada kita bahwa telah terjadi adanya suatu pulsa tegangan yang singkat. Sebagai contoh seorang teknisi menggunakan sebuah CRO untuk melihat tegangan audio yang sedang dikuatkan dan melihatnya pada suatu titik dalam penguat tersebut yang telah terjadi distorsi (cacat gelombang). Contoh lainnya adalah ketika teknisi menggunakan CRO utnuk melihat sebuah komputer dan mendapatkan pulsa singkat dari tegangan yang telah menyebabkan gangguan, sebuah pulsa yang tidak dapat dideteksi oleh alat ukur.

yaitu:      Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangakaian listrik Membedakan arus AC dengan arus DC Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap waktu 3. untuk melihat bentuk sinyal yang sedang diamati.2. Dengan Osiloskop maka kita dapat mengetahui berapa frekuensi.  Terminal masukan pada saat pengukuran pada CH 1 juga digunakan untuk . mengatur berapa nilai tegangan yang diwakili oleh satu div di layar CH1 (Input X)  Untuk memasukkan sinyal atau gelombang yang diukur atau pembacaan posisi horizontal. Fungsi Osiloskop Secara umum osiloskop berfungsi untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu yang ditampilkan pada layar. Bagian-bagian Osiloskop Beserta Fungsinya Bagian-Bagian Osiloskop Fungsi Volt atau div  Untuk mengeluarkan tegangan AC. periode dan tegangan dari sinyal. Ada beberapa kegunaan osiloskop lainnya. Dengan sedikit penyetelan kita juga bisa mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran.

 Mengatur kemiringan garis sumbu Y=0 di layar  Menajamkan garis pada layer untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas.  Untuk mengatur posisi garis atau tampilan dilayar atas bawah.5 second.  Posisi AC = Untuk megukur AC.  Mengatur posisi garis pada layar.kalibrasi.  Untuk memilih besaran yang diukur. karena signal DC akan terblokir oleh kapasitor. untuk mengatur posisi normal sumbu X (ketika sinyal masukannya nol) Position X  Untuk menyetel kekiri dan kekanan berkas gambar (posisi arah horizontal) Switch pelipat sweep dengan menarik knop.  Digunakan untuk mengatur waktu periode (T) dan Frekwensi (f). bentuk gelombang dilipatkan 5 kali lipat kearah kiri dan kearah kanan usahakan cahaya seruncing mungkin. Namun jika tombol diletakkan pada posisi DC maka sinyal akan terukur dengan komponen DC-nya dikutsertakan.  Posisi DC = Untuk mengukur tegangan DC dan masukan-masukan yang lain.  Untuk memilih besaran yang diukur. Pembacaan kalibrasi sweep time/div juga dari sini dengan cara variabel diputar penuh se arah jarum jam. AC-DC Ground Posisi Y Variabel Selektor pilih Untuk memilih Chanel yang diperlukan untuk pengukuran.  Digunakan untuk melihat letak posisi ground di layar. Mode  Untuk memilih mode yang ada . Jika tombol pada posisi AC maka pada terminal masukan diberi kapasitor kopling sehingga hanya melewatkan komponen AC dari sinyal masukan. maka posisi switch pada CH 1 dan berkas yang nampak pada layar hanya ada satu. Diputar ke kiri untuk memperlemah sinar dan diputar ke kanan untuk memperterang.  Jika signal yang diukur menggunakan CH 1.  Untuk kalibrasi osiloskop. digunakan untuk mengatur fokus  Mengatur posisi garis atau tampilan kiri dan kanan. secara otomatis dari sini. objek ukur DC tidak bisa diukur melalui posisi ini.01 v/div s. Layar Inten Rotatin Fokus  Menampilkan bentuk gelombang  Mengatur cerah atau tidaknya sinar pada layar Osiloskop.5 s/d 0. mengatur berapa nilai waktu yang diwakili oleh satu div di layar  Sakelar putar untuk memilih besarnya tegangan per cm (volt/div) pada layar CRT.d 20V/div  Yaitu untuk memilih skala besaran waktu dari suatu priode atau pun square trap Cm (div) sekitar 19 tingkat besaran yang tersedia terdiri dari 0.  Mengatur fungsi kapasitor kopling di terminal masukan osiloskop.pengoperasian X-Y didapatkan dengan memutar penuh kearah jarum jam.  Untuk menyeimbangkan DC vertical guna pemakaian channel 1 atau (Y). Perpindahan Chop-ALT-TVV-TVH.  Penyetelan dilakukan sampai posisi gambar diam pada saat variabel diputar. Sweep time/div ada II tingkat besaran tegangan yang tersedia dari 0.

CH2 ( input Y  ) Jika signal yang diukur menggunakan CH 2. 4. Para insinyur. Ground  Digunakan untuk melihat letak posisi ground di layer.  Untuk memasukkan sinyal atau gelombang yang diukur atau pembacaan Vertikal. Exi Trigger  Untuk trigger dari luar. Pada layar osiloskop langsung ditampilkan bentuk gelombang tersebut. teknisi maupun praktisi yang bekerja di laboratorium perlu mencermati karakter masing-masing agar dapat memilih dengan tepat osiloskop mana yang sebaiknya digunakan dalam kasus-kasus tertentu yang berkaitan dengan rangkaian elektronik yang sedang diperiksa atau diuji kinerjanya. Untuk kalibrasi waktu periode dan frekwensi. maka posisi switch pada CH 2 dan berkas yang nampak pada layar hanya satu. Prinsip Kerja Osiloskop Prinsip kerja osiloskop yaitu menggunakan layar katoda. . (CAL) tiap tingkat dari 19 posisi dalam keadaan terkalibrasi . Secara prinsip kerjanya ada dua tipe osiloskop.analog real time oscilloscope) dan tipe digital (DSO-digital storage osciloscope). Variabel  Untuk mengontrol sensitifitas arah vertical pada CH 1 (Y) pada putaran maksimal ke arah jarum jam (CAL) gunanya untuk mengkalibrasi mengecek apakah Tegangan 1 volt tepat 1 cm pada skala layar CRT. ground Osiloskop yang dihubungkan dengan ground yang diukur. a) Osiloskop Analog Osiloskop analog menggunakan tegangan yang diukur untuk menggerakkan berkas electron dalam tabung sesuai bentuk gambar yang diukur. masing-masing memiliki kelebihan dan keterbatasan.5 Vp-p  Kalibrasi awal sebelum Osiloskop digunakan. Dalam osiloskop terdapat tabung panjang yang disebut tabung sinar katode atau Cathode Ray Tube (CRT).  Digunakan untuk menyetel sweeptime pada posisi putaran maksimum arah jarum jam. Power  Untuk menghidupkan Osiloskop. Cal 0. yakni tipe analog (ART . Level  Menghentikan gerak tampilan layar. Osiloskop tipe waktu nyata analog (ART) menggambar bentuk-bentuk gelombang listrik dengan melalui gerakan pancaran elektron (electron beam) dalam sebuah tabung sinar katoda (CRT -cathode ray tube) dari kiri ke kanan.

dan y position. Beberapa DSO memungkinkan untuk memilih jumlah cuplikan yang disimpan dalam memori per akuisisi (pengambilan) gelombang yang akan diukur. Osiloskop kemudian menyimpan nilai-nilai tegangan ini bersama sama dengan skala waktu gelombangnya di memori. Osiloskop digital memberikan kemampuan ekstensif.Osiloskop analog pada prinsipnya memiliki keunggulan seperti. serta mampu meragakan bentuk yang lebih baik seperti yang diharapkan untuk melihat gelombang-gelombang yang kompleks. sifatnya yang realtime dan pengaturannya yang mudah dilakukan karena tidak ada tundaan antara gelombang yang sedang dilihat dengan peragaan di layar. osiloskop digital hanya mencuplik dan menyimpan demikian banyak nilai dan kemudian berhenti. Dengan menggunakan tegangan referensi yang terdapat di osiloskop maka . kemiringan. Prosedur Pengoprasian Osiloskop Sebelum osiloskop bisa dipakai untuk melihat sinyal maka osiloskop perlu disetel dulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pengukuran. Langkah awal pemakaian yaitu pengkalibrasian. x position. Pada prinsipnya. gelombang yang akan ditampilkan lebih dulu disampling (dicuplik) dan didigitalisasikan. Yang perlu disetel adalah fokus. Keterbatasanya adalah tidak dapat menangkap bagian gelombang sebelum terjadinya event picu serta adanya kedipan (flicker) pada layar untuk gelombang yang frekuensinya rendah (sekitar 10-20 Hz). kemudahan tugas-tugas akuisisi gelombang dan pengukurannya. Keterbatasan osiloskop analog tersebut dapat diatasi oleh osiloskop digital. Dalam osiloskop digital. misalnya sinyal video di TV dan sinyal RF yang dimodulasi amplitudo. Yang pertama kali harus muncul di layar adalah garis lurus mendatar jika tidak ada sinyal masukan. Ia mengulang proses ini lagi dan lagi sampai dihentikan. Jika kemampuan teknik pemicuannya tinggi secara efisien dapat menemukan adanya keanehan atau kondisi-kondisi khusus dari gelombang yang sedang diukur. Penyimpanan gelombang membantu para insinyur dan teknisi dapat menangkap dan menganalisa aktivitas sinyal yang penting. 5. harganya relatif lebih murah daripada osiloskop digital. intensitas. b) Osiloskop Digital Osiloskop digital mencuplik bentuk gelombang yang diukur dan dengan menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) untuk mengubah besaran tegangan yang dicuplik menjadi besaran digital.

2 Vpp dengan frekuensi 1 KHz. disamping untuk kemanan.  Kalibrasi tampilan bisa dilakukan dengan panel kontrol yang ada di osiloskop.  Gunakan tombol pengatur intensitas jika gambarnya sangat/kurang terang. Setelah probe dikalibrasi maka dengan menempelkan probe pada terminal tegangan acuan maka akan muncul tegangan persegi pada layar. Jika yang dijadikan acuan adalah tegangan 2 Vpp maka pada posisi 1 volt/div (satu kotak vertikal mewakili tegangan 1 volt) harus terdapat nilai tegangan dari puncak ke puncak sebanyak dua kotak dan untuk time/div 1 ms/div (satu kotak horizontal mewakili waktu 1 ms) harus terdapat satu gelombang untuk satu kotak. Jika sulit memperkirakan besarnya tegangan masukan.  Gunakan tombol Trigger atau hold-off untuk memperoleh sinyal keluaran yang stabil.  Tentukan skala sumbu Y (tegangan) dengan mengatur posisi tombol Volt/Div pada posisi tertentu. . Pada saat menggunakan osiloskop juga perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:  Memastikan alat yang diukur dan osiloskop ditanahkan (digroundkan).  Memastikan probe dalam keadaan baik. Ada dua tegangan referensi yang bisa dijadikan acuan yaitu tegangan persegi 2 Vpp dan 0.  Gunakan tombol pengatur fokus jika gambarnya kurang fokus. gunakan attenuator 10 x (peredam sinyal) pada probe atau skala Volt/Div dipasang pada posisi paling besar.  Tentukan skala Time/Div untuk mengatur tampilan frekuensi sinyal masukan. Jika sinyal masukannya diperkirakan cukup besar. gunakan skala Volt/Div yang besar. hal ini juga untuk mengurangi suara dari frekuensi radio atau jalajala.kita bisa melakukan pengkalibrasian sederhana. Atau kalau pada gambar osiloskop diatas berupa potensio dengan label "var". Jika masih belum tepat maka perlu disetel dengan potensio yang terdapat di tengah-tengah knob pengganti Volt/div dan time/div.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful