GAGAL JANTUNG KONGESTIF

I. Pendahuluan Jantung merupakan organ yang terpenting dalam sistim sirkulasi. Pekerjaan jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh pada setiap saat, baik saat beristirahat maupun saat bekerja atau menghadapi beban dengan bertambahnya pengetahuan teknologi kedokteran, sejak tahun 1968 kematian karena penyakit jantung menurun. Hal ini barangkali disebabkan karena sebagian besar penderitaan hidup setelah serangan jantung tapi kemudian menderita gagal jantung. Penderita telah mengalami gagal jantung tetap bertahan hidup sampai beberapa tahun dengan pengobatan yang baik. Penelitian Framingham menunjukan mortalitas 5 tahun sebesar 62 % pada pria dan 42 % pada wanita. Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab utama dari banyak kematian di dunia, sekitar13 juta jiwa melayang tiap tahunnya, dan angka tersebut terus meningkat (Marcum, 2008). Gagal jantung adalah suatu sindrom, bukan diagnosa penyakit.Sindrom gagal jantung kongestif (Chronic Heart Failure/ CHF) juga

m e m p u n y a i prevalensi yang cukup tinggi pada lansia dengan prognosis yang buruk. PrevalensiCHF adalah tergantung umur/age-dependent. Menurut penelitian, gagal jantung jarang pada usia di bawah 45 tahun, tapi menanjak tajam pada usia 75 – 84 tahun.Dengan semakin meningkatnya angka harapan hidup, akan didapati prevalensi dari CHF yang mening kat juga. Hal ini dikarenak an semakin banyaknya lansia yangmempunyai hipertensi akan mungkin akan berakhir dengan CHF. Selain itu semakin m e m b a i k n y a a n g k a k e s e l a m a t a n ( s u r v i v a l ) p o s t - i n f a r k p a d a u s i a

dan edemaperifer. berdasarkan hubungannya dengan gejala dan jumlah atau usaha yang dibutuhkan untuk menimbulkan gejala. Gagal jantung kiri dalam jangka panjang dapat di ikuti dengan gagal jantung kanan. Bila mana ke dua gagal jantung tersebut terjadi pada saat yang sama maka keadaan ini disebut gagal jantung kongestif. hepatomegali. splenomegali. bergantung pada apakah gagal jantungnya pada sisi kanan atau menyeluruh. Gagal jantung kongestif (congestive heart failure) adalah sindrom klinis akibat penyakit jantung. demikian juga gagal jantung kanan dalam jangka waktu panjang dapat di ikuti gagal jantung kiri. Gagal Jantung Kongestif merupakankomplikasi Tekanan Darah Tinggi yang tak terkontrol dengan baik. Macammacam PJPD di negeri itu d a p a t d i l i h a t p a d a t a b e l 1 . T e k a n a n d a r a h t i n g g i p a l i n g s e r i n g d i j u m p a i . The New York Heart Association (NYHA) classification for heart failure membaginya menjadi 4 kelas. yang sering menyebabkan edema. sebagai berikut : . ternyata dari 5 orang Amerika 1 diantaranya menderita PJPD.pertengahan. ditandai dengan kesulitan bernapas serta retensi natrium dan air yang abnormal. Angka PJPD (Penyakit Jantung Pembuluh Darah) di Amerika Serikat pada tahun 1996 dilaporkan hampir mencapai 60 juta penderita. Secara klinis hal ini tanpak sebagai suatu keadaan dimana penderita sesask nafas di sertai gejala – gejala bendungan cairan di vena jugularis. resiko menyebabkan meningkatnya kejadian jumlah lansia dengan dan mengalami C H F . asites. Gagal jantung kongestif biasanya di mulai lebih dulu oleh gagal jantung kiri dan secara lambat di ikuti gagal jantung kanan. Gagal jantung dapat diklasifikasikan menurut beberapa faktor. atau PJK yang luas. d i s u s u l dengan Penyakit Jantung Koroner dan Stroke. cukup sering ditemukan. Kongesti ini dapat terjadi dalam paru atau sirkulasi perifer atau keduanya.

sesak napas. . Kelas II: Penderita dengan gagal jantung yang memperlihatkan adanya pembatasan aktivitas fisik yang ringan. Anatomi luar Perikardium Jantung dibungkus oleh jaringan ikat tebal yang disebut pericardium.terdiri dari 2 lapisan yaitu pericardium viseral dan pericardium parietal. Selanjutnya jaringan ini akan berputar-lekuk (refleksi) menjadi pericardium parietal. kegiatan fisik yang lebih ringan dari kegiatan biasa sudah memberi gejala lelah. 2.Permukaan jantung yang diliputi oleh pericardium viseral lebih dikenalsebagai epikardium. Anatomi jantung dapat dibagi dalam 2 kategori. 4.yaitu anatomi luar dan anatomi dalam. gejala sesak napas tetap ada walaupun saat beristirahat. sehingga terbentuk ruang pemisah yang berisi cairan bening licin agar jantung mudah bergerak saat pemompaan darah. yang meluas sampai beberapa segmen di atas pangkalaorta dan arteri pulmonal. dimana aktivitas biasa tidak menimbulkan rasa lelah dan sesak napas. Kelas I: Penderita dengan gagal jantung tanpa adanya pembatasan aktivitas fisik.1. merasa lega jika beristirahat. Pada orang normal jumlah cairan perkardium adalahsekitar 10-20 ml.Kelas IV: Penderita dengan gagal jantung yang tidak sanggup melakukan kegiatan apapun tanpa keluhan. Kelas III: Penderita dengan gagal jantung yang memperlihatkan adanya pembatasan aktivitas fisik yang ringan. 3. A.

guna menghasilkan kontraksi bertekanan rendah yang cukup untuk mengalirkan darah ke dalam arteri pulmonalis. Ventrikel kanan Pada kontraksi ventrikel.B. Peningkatan akut tekanan atrium kiri akan menyebabkan . dan sinus koronarius. 3.Ventrikel kanan berbentuk bulan sabit yang unik. Atrium kiri Atrium kiri menerima darah darah teroksigenasi dari paru melalui keempat vena pulmonalis. dan sebagai penyalur darah dari vena-vena sirkulasi sistemik yang mengalir ke ventrikel kanan. 2. vena kava inferior. perubahan tekanan atrium kiri mudah membalik secara retrograde ke dalam pembuluh paru – paru. setiap ventrikel harus menghasilkan kekuatan yang cukup besar untuk dapat memompa darah yang diterimanya dari atrium ke sirkulasi pulmonary maupun sirkulasi sistemik. Oleh karena itu. Atrium kanan Atrium kanan yang berdinding tipis ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan darah. Anatomi Dalam 1. Darah yang berasal dari pembuluh vena ini masuk kedalam atrium kanan melalui vena kava superior. Antara vena pulmonalis dan atrium kiri tidak terdapat katup sejati.

3) Konduktivitas.bendungan paru. Ventrikel kiri harus menghasilkan tekanan yang cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sirkulasi sistemik. kemampuan berespon terhadap stimulasi. 4. 2) Ritmisasi. Untuk memastikan rangsangan ritmik dan sinkron. . Kemampuan menghantarkan impuls. 4) Daya rangsang. dan mempertahankan aliran darah ke jaringan perifer. 5. 6. Ada dua jenis katup yaitu katup atrioventrikularis (AV) yang memisahkan atrium dengan ventrikel. Darah mengalir dari atrium kiri kedalam ventrikel kiri melalui katup mitralis. dan katup semilunaris yang memisahkan arteri pulmonalis dan aorta dari ventrikel yang bersangkutan. Ventrikel kiri mempunyai otot yang tebal sehingga mempermudah pembentukan tekanan tinggi selama ventrikel berkontraksi. Atrium kiri memilik dinding yang tipis dan bertekanan rendah. Sistem konduksi Jantung Anulus fibrosus diantara atrium dan ventrikel memisahkan ruangan-ruangan ini secara anatomis maupun elektris. terdapat jalur konduksi khusus dalam miokardium. Katup jantung berfungsi untuk mempertahankan aliran darah searah melalui ruang-ruang jantung. Darah dari ventrikel kiri akan di pompa ke aorta dan segera dialirkan ke seluruh tubuh. kemampuan untuk menimbulkan impuls secara spontan. Jaringan konduksi ini memiliki sifat-sifat sebagai berikut : 1) Otomatisasi. serta kontraksi otot jantung. pembangkitan impuls yang teratur.

Faktor dari dalam lebih sering karena terjadinya kerusakan-kerusakan yang sudah dibawa. Gangguan irama jantung atau gangguan konduksi . dan diabetes melitus. sedangkan faktor dari luar cukup banyak. Abnormalitas Otot Jantung Primer : kardiomiopati.Etiologi Gagal Jantung Penyebab gagal jantung dapat berupa faktor dari dalam jantung itu sendiri maupun dari luar. Obstruksi pengisian ventrikel Aneurisma ventrikel Disinergi ventrikel Restriksi endokardial atau miokardial • 2. hipertensi. anemia) toksin atau sitostatika. antara lain: penyakit jantung koroner. penyakit infiltratif. miokarditis metabolik (DM. Sekunder : Iskemia. Gangguan mekanik : beberapa faktor yang mungkin bisa terjadi secara tunggal atau bersamaan yaitu : • • • • • • Beban tekanan Beban volume Tamponade jantung atau konstriski perikard (jantung tidak dapat diastole). gagal ginjal k r o n i k . korpulmonal 3. Terdapat tiga kondisi yang mendasari terjadinya gagal jantung. penyakit sistemik. yaitu : 1.

Regurgitasi fungsional dapat disebabkan olehdilatasi anulus katup atroventrikularis.PATHOFISIOLOGI A. Mekanisme Dasar Kelainan intrinsik pada kontraktilitas miokardium yang khas pada gagal jantung akibat penyakit jantung iskemik. Dengan meningkatnya EDV (volume akhir diastolik) ventrikel. Perkembangan dari edema dan kongesti sistemik atau paru dapat diperberat oleh regurgitasi fungsional dan katup-katup trikuspidalis ataumitralis secara bergantian. Serangkaian kejadian seperti yang terjadi pada jantung kiri. Dengan meningkatnya tekanan akhir ventrikel kiri. terjadi peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikel kiri.Hipertensi pulmonalis meningkatkan tahanan terhadap ejeksi ventrikelkanan.paru. dan meningkatkan volume residu ventrikel. Apabila tekanan hidrostatik anyaman kapiler paru-paru melebihi tekanan onkotik pembuluh darah. mengganggu kemampuan pengosongan ventrikel yang efektif. Derajat peningkatan tekanan bergantung pada kelenturan ventrikel. . Kontraktilitas ventrikel kiri yang menurun mengurangi volume sekuncup. akan terjadi transudasi cairan ke dalam interstisial. akan terjadi edemainterstisial.paru dapat meningkat akibat peningkatan kronis tekanan vena paru. atau perubahan orientasi otot papilaris dan korda tendinae akibat dilatasi ruang. Peningkatan tekanan lebih lanjut dapat mengakibatkan cairan merembes ke dalam alveoli dan terjadilah edema paru. Tekanan arteri paru. Jika kecepatan transudasi cairan melebihi kecepatan drainase limfatik. terjadi pula peningkatan tekanan atrium kiri karena atrium dan ventrikel berhubungan langsung selama diastol. meningkatkan tekanan kapiler dan vena paru-paru. juga akan terjadi pada jantung kanan yang akhirnya akan menyebabkan edema dankongesti sistemik. Peningkatan tekanan atrium kiri diteruskan ke belakang ke dalam pembuluh darah paru.

Respon kompensatorik Sebagai respon terhadap gagal jantung. beratnya gagal jantung. . berdebar-debar. ruang-ruang jantung yang terlibat. Pada gagal jantung kiri atau gagal jantungventrikel kiri yang terjadi karena adanya gangguan pemompaan darah oleh ventrikelkiri. etiologi penyakit jantung. kelainan kerja ventrikel dan menurunya curah jantung biasanya tampak saat beraktifitas. misalnya penyakit infeksi akut. dapat menunjukkan gejala akut gagal jantung bila dihadapkan kepadastress. Pasien dengan kelainan jantung yang dalam kompensasi karena pemberian obatgagal jantung. batuk. dan (3) Hipertrofi ventrikel. biasanya ditemukan keluhan berupa perasaan badan lemah. MANIFESTASI KLINIS GAGAL JANTUNG (CHF) Manifestasi klinis gagal jantung bervariasi. anoreksia. Mekanisme ini mungkin memadai untuk mempertahankan curah jantung pada tingkat normal atau hamper normal pada awal perjalanan gagal jantung. Dengan berlanjutnya gagal jantung. dan pada keadaan istirahat. Ketiga respon kompensatorik ini mencerminkan usaha untuk mempertahankan curah jantung. Namun. keringat dingin. (2) Meningkatnya beban awal akibat aktivasi system rennin-angiotensin-aldosteron. tergantung dari umur pasien.sesak.apakah kedua ventrikel mengalami kegagalan serta derajat gangguan penampilan jantung. kompensasi menjadi semakin kurang efektif.B. ada tiga mekanisme primer yang dapat dilihat yaitu: 1) Meningkatnya aktivitas adrenergic simpatis.

oliguri. biasanya gejala yang ditemukan berupa edema tumit dan tungkai bawah. mual. pulsus alternan.edema pada vena perifer (vena jugularis). Pada penderita gagal jantung kongestif. dan edema perifer - Gejala susunan saraf pusat berupa insomnia. sakit kepala.Tanda obyektif yang tampak berupa takikardi. dispnea. muntah. hipotensi dan oliguri beserta gejala-gejala penyakit penyebab atau pencetus lainnya seperti keluhan angina pectoris pada infark miokard akut. bunyi jantung III (diastolic gallop)atau terdengar bising apabila terjadidilatasi bilik. cepat lelah. Pada gagal jantung kanan yang dapat terjadi karenagangguan atau hambatan daya pompa bilik kanan sehingga isi bilik kanan menurun. tachypnea. ronki basah paru di bagian basal. nokturi. hepatomegali. orthopnea dan paroxysmal nocturnal dyspnea. batuk-batuk dengan sputum berbusa. Apabila telah terjadi gangguan fungsi bilik jantung yang berat. kaki bengkak. Gejala sistemik berupa lemah. maka dapat ditemukan pulsus alternan. orthopnea.Keluhan yang timbul berat badan bertambah akibat penambahan cairan badan. ditambah gejala low output seperti : takikardi. perut membuncit. lunak dan nyeri bila ditekan. hampir selalu ditemukan : - Gejala paru berupa : dyspnea. hepatomegali. perasaan tidak enak di epigastrium. mimpi buruk sampai delirium.tanpa didahului oleh adanya Gagal jantung kiri. Pada kasus akut. gejala yang khas ialah gejala edema paru yang meliputi: dyspnea. kadang-kadang hemoptisis.asites. gangguan gastrointestinal dan asites. Beberapa pemeriksaan atau tes pada pasien dengan dugaan gagal jantung . Pada keadaan yang sangat berat dapat terjadi syok kardiogenik.

dan jenis kelamin. Untuk pengobatan beban awal (preload) dapat dikurangi dengan pembatasan cairan. pemberian diuretika. Sedangkan untuk beban akhir (afterload) dikurangi dengan obat-obat vasodilator seperti penghambat ACE (Catopril.- Tes atau pemeriksaan darah Tes atau pemeriksaan urin Pemeriksaan X-ray dada Echocardiography Radionuclaid ventriculography PENANGANAN Gagal jantung ditangani dengan tindakan umum untuk mengurangi beban kerja jantungdan manipulasi selektif terhadap ketiga penentu utama fungsi miokardium. dll). baik secara sendiri-sendiri maupun gabungan dari: (1) beban awal. umur. dengan prognosis yang lebih jelek/buruk p a d a p a s i e n p r i a . (3) Beban akhir. D i . (2) Kontraktilitas. dopamine. PROGNOSIS Prognosis pada pasien dengan gagal jantung kongestif (congestiveheart failure) tergantung dari berat dari gagal jantung kongestif yang dia diderita. Untuk kontraktilitasnya dapat ditingkatkan dengan obat-obat inotropik seperti digitalis. Regimen penanganan secara progresif ditingkatkan sampai mencapai respon klinis yang diinginkan. dan dobutamin. atau vasodilator lainnya. Penanganan biasanya dimulai bila timbul gejala saat beraktifitas biasa (NYHA kelas fungsional II).

beberapa indeks prognostik dapat dihubungkan dengan prognosis yang berlawanan. dan status neurohormonal. mencakup kelas dari NYHA. fraksi ejeksi ventrikel kiri.samping itu. .

Erratum in: N Engl J Med 1992. Davis. Jilid II. P r i c e d a n L o r r a i n e M . S y l v i a A . Brozena S. 2006 . Effect of enalapril on mortality and the development of heart failure in asymptomatic patients with reduced left ventricular ejection fractions. Jakarta : EGC. Australia:Blackwell publishing. N Engl J Med 2003. Heart failure. Edisi 6. Progress in heart failure management? Lessons from the real world. Jakarta: pusat penerbitan ilmu penyakit dalam. Circulation 2000. 1996.2005. The SOLVD Investigators.Daftar Pustaka Linda Caughlin DeBeasi. Gagal jantung. N Engl J Med 1992.327(10):685–691. gagal jantung. Sitompul B dan J.Irawan Sugeng. 2006.348(20):2007–2018. Russell C. dalam Buku ajar ilmu penyakit dalam.Panggabean. Patofisiologi Konsep Klinis ProsesProses Penyakit. Edisi IV. Anatomi dan fisiologi system kardiologi.327(24):1768. dalam buku ajar pathofisiologi edisi VI. dalam buku ajar kardiologi. Jessup M. 2006. Jakarta: balai penerbit FKUI Marulam M.Jakarta: penerbit buku kedokteran EGC. ABC of heart failure second edition. W i l s o n .102(10):1076–1078. Konstam MA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful