EJAAN YANG DISEMPURNAKAN Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, Kata

, dan tanda baca sebagai sarananya. Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf, suku kata, atau kata; sedangkan ejaan adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luas dari sekedar masalah pelafalan. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Pada 23 Mei 1972, sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu, Tun Hussien Onn dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mashuri. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru dan Ejaan Yang Disempurnakan. Ejaan pertama bahasa Indonesia adalah Ejaan van Ophuijsen (nama seorang guru besar belanda yang juga pemerhati bahasa), diberlakukan pada tahun 1901 oleh pemerintah Belanda yang berkuasa di Indonesia pada masa itu. Ejaan van Ophuijsen dipakai selama 46 tahun, lebih lama dari Ejaan Republik, dan baru diganti setelah dua tahun Indonesia merdeka. Ruang Lingkup Ejaan yang Disempurnakan (EYD) Ruang lingkup EYD mencakupi lima aspek, yaitu: a. Pemakaian Huruf b. Penulisan Huruf c. Penulisan Kata d. Penulisan Unsur Serapan dan e. Pemakaian Tanda Baca Pemakaian Huruf [baca] Pemakaian huruf membicarakan masalah yang mendasar dari suatu bahasa, yaitu : 1. Abjad 2. Vocal 3. Konsonan 4. Pemenggalan 5. Nama diri Penulisan Huruf [baca] Membicarakan beberapa perubahan huruf dari ejaan sebelumnya yang meliputi: 1. Huruf kapital 2. Huruf miring Penulisan Kata [baca] Membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya berupa: 1. Kata dasar 2. Kata turunan 3. Kata ulang 4. Kata depan 5. Partikel 6. Angka dan lambang bilangan. 7. Kata-kata yang sering salah penulisannya 8. Kata ganti 9. Gabungan kata 10. Singkatan dan akronim

Tanda titik dua (: ) 5. Tanda baca itu adalah : 1. Tanda penyingkat ( „' ) EYD mengalami perubahan atau perkembangan mulai dari awal.) 2. rakjat. dsb. 2. untuk menuliskan katakata ma’moer. 4. Tanda seru (!) 8. Awalan di. Tanda diakritik.Penulisan Unsur Serapan [baca] Membicarakan kaidah cara penulisan unsur serapan. ’akal. ber-jalan2. Tanda pisah (--) 12. terutama kosakata yang berasal dari bahasa asing. 2. Tanda tanya (?) 7. dsb. Ejaan ini juga dikenal dengan nama ejaan Soewandi.. dsb. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe. oemoer.) 3. Ciri-ciri ejaan ini yaitu : 1. sajang. Huruf ï untuk membedakan antara huruf i sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti mulaï dengan ramai. Tanda hubung (-) 6.…) 13. umur. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak. pajah. dsb. Tanda koma (. Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru. pa’. pak. itoe. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang.. 4. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2. . Juga digunakan untuk menulis huruf y seperti dalam Soerabaïa. Tanda petik tunggal ( ' '„…) 15. Tahun 1947 : tepatnya pada tanggal 19 Maret 1947 ejaan Republik diresmikan untuk menggantikan ejaan sebelumnya. seperti koma ain dan tanda trema. Tanda elipsis (. Tanda petik ganda ("“…” ") 11. itu. 3. ta’. Tanda kurung ((…)) 9. Pemakaian Tanda Baca [baca] Pemakaian tanda baca (Pugtuasi) membicarakan teknik penerapan kelima belas tanda baca dalam penulisan. ke-barat2-an. Tanda titik koma (.dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya. Ejaan ini resmi diakui pemerintah kolonial pada tahun 1901. ) 4. dsb. 3. Tanda titik (. Tanda garis miring ( / ) 10. Ciriciri dari ejaan ini yaitu: 1. Tanda kurung siku ([ ]) 14. perubahan atau perkembangan tersebut adalah sebagai berikut : Tahun 1896 : bermula dari ejaan bahasa Melayu dengan huruf latin yang disebut dengan Ejaan van Ophuijsen yang disusun oleh Charles Van Ophuijsen dan dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Mehammad Taib Soetan Ibrahim.

Tahun 1972. semakin dibakukan. ejaan dua bahasa serumpun. yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia.Tahun 1959 : Ejaan Melindo (Melayu Indonesia) diresmikan karena perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya. Tahun 1972 : tepatnya tanggal 16 Agustus 1972 Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia berdasarkan Putusan Presiden No. Dengan EYD. . 57.

1. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2. 3. sajang. 3. Awalan di. ‘akal. rakjat. pajah. seperti pada guru. seperti koma ain dan tanda trema. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe. dikarang. pak. itoe. ke-barat2-an. 4. 1. 2. Perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya mengurungkan peresmian ejaan itu. 57. maklum. ber-jalan2. dikebun. Hal-hal yang perlu diketahui sehubungan dengan pergantian ejaan itu adalah sebagai berikut. Ejaan Soewandi Pada tanggal 19 Maret 1947 ejaan Soewandi diresmikan menggantikan ejaan van Ophuijsen.dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Ketua) menghasilkan konsep ejaan bersama yang kemudian dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). dinamai’.Sejarah EYD Dari Ejaan van Ophuijsen Hingga EYD 1. ditetapkan. 4. yang disebut Ejaan van Ophuijsen. Ejaan tersebut dirancang oleh van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. disamakan dengan imbuhan di. oemoer. umur. Ejaan baru itu oleh masyarakat diberi julukan ejaan Republik. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k. Huruf oe diganti dengan u. ta’. seperti anak2. untuk menuliskan kata-kata ma’moer. seperti kata depan di pada dirumah. Ejaan van Ophuijsen Pada tahun 1901 ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. pa’. seperti pada kata-kata tak. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang. Ejaan Melindo Pada akhir 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu (Slametmulyana-Syeh Nasir bin Ismail. 2. . Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan ini adalah sebagai berikut. Tahun 1972. 3. 2. Tanda diakritik.pada ditulis. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan Putusan Presiden No. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. sebagai patokan pemakaian ejaan itu. itu.

156/P/1972 (Amran Halim. lezat 3. Edisi revisi dikuatkan dengan surat Putusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. Pada tahun 1987 kedua pedoman tersebut direvisi. Huruf-huruf q dan x yang lazim digunakan dalam ilmu eksakta tetap dipakai a:b=p:q Sinar-X . akhir 2. Ketua). cuci ch tarich. bunyi sj isjarat. tjutji c cukup. bunji ny nyonya. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 Oktober 1972. yang sebelumnya sudah terdapat dalam Ejaan Soewandi sebagai unsur pinjaman abjad asing. masjarakat sy isyarat. Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. tanggal 9 September 1987. achir kh tarikh. No. Beberapa hal yang perlu dikemukakan sehubungan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan adalah sebagai berikut. masyarakat tj tjukup.Karena penuntun itu perlu dilengkapi. djauh j jalan. f maaf. layu nj njonja. laju y payung. jauh j pajung. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. universitas z zeni. 0543a/U/1987. Huruf-huruf di bawah ini. Perubahan Huruf Ejaan Soewandi Ejaan yang Disempurnakan dj djalan. 1. diresmikan pemakaiannya. Setelah itu. fakir v valuta. 0196/1975 memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. menyusun buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas.

sebagai awalan dan di atau ke sebagai kata depan dibedakan. anak-anak. yaitu diatau ke. di. sedangkan di atau ke sebagai kata depan ditulis terpisah dengan kata yang mengikutinya. meloncat-loncat .atau ke.sebagai awalan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.4.(awalan) di (kata depan) ditulis di kampus dibakar di rumah dilempar di jalan dipikirkan di sini ketua ke kampus kekasih ke luar negeri kehendak ke atas 5. tidak boleh digunakan angka 2. berjalanjalan. Kata ulang ditulis penuh dengan huruf. Penulisan di.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful