MAKALAH KAIDAH PEMBENTUKAN KATA

Disusun Oleh Kelompok 3 : FIKA SUSANTI MISLENSI JEPLIKA MUHAMMAD RIDHO PRANDIKI SAPRIL TOHA PUTU KRISTIANTO RIRIN ERLINA RISKY AMELIA SAFITRI ROLEN AMERO ROYYAN MASTHUR SYAMSTA SASRA ANDIKA SHINDY RIZKY ANANDA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) PERGURUAN TINGGI MITRA LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmatnya sehingga makalah ini dapat tersusun. Shalawat serta salam tercurahkan selalu kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW, karena beliau yang telah membawa manusia dari zaman kebodohan menuju zaman modern yang penuh dengan ilmu pengetahuan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian makalah ini. Penyusunan makalah ini diajukan sebagai salah satu tugas pada mata kuliah Bahasa Indonesia.

Penyusun tetap mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun, sehingga dapat dijadikan bahan acuan yang bermanfaat.

Bandar Lampung, 04 Desember 2012

Penyusun

ii

..............................................................4 Reduplikasi Dasar .1...........................3 Tujuan ......................................................................................... 16 3.............................. 12 2........................................................1 Pembentukan Kata ...............................1...4 Konfiks/Simulfiks (Gabungan Awalan dan Akhiran).. 10 2.................... 16 DAFTAR PUSTAKA iii .....2 Infiks................................................................................... 2 BAB II : PEMBAHASAN 2..............3 Pengecualian untuk Aturan-aturan N (Nasal) ............................ 15 BAB III : PENUTUP 3...............................................................................................2 Saran ............. i KATA PENGANTAR ............................................................................. 3 2...........1................................................1 Latar Belakang ................................ 3 2...................................................................2 Perubahan Suara dalam kata Kompleks .......................................................................... 1 1................................................................................................1 Kesimpulan ....1 Prefiks .................. 11 2.........................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............. ii DAFTAR ISI.................3 Sufiks ..........1...................................... 2 1............. 13 2..................................................................................................................................................................... .............2 Rumusan Masalah ............................................................................ 11 2................ iii BAB I : PENDAHULUAN 1.........................

. mempunyai memiliki dasar ’punya’ harus dianggap sebagai pengecualian dalam bahasa modern. Kaji dengan baik kemungkinan terjadi tapi berbeda dengan arti: mengaji ’yang menceritakan AlQuran’. Dalam beberapa hal. frase. agar ide dan pesan seseorang dapat mudah dimengerti. Ketika Anda menulis. Mempengaruhi kata . konfiks ( gabungan awalan dan akhiran secara bersamaan). afiks dalam bahasa Indonesia dapat dibedakan atas prefiks (awalan). Afiks dalam bahasa Indonesia dapat ditinjau berdasarkan posisi pelekatnya. Dengan demikian. dan kalimat. klausa. pengajian ’. Kata sebagai unsur bahasa. Dasar dari pengaruh. sejumlah kata dalam Bahasa Indonesia harus dipahami dengan baik. kata-kata yang digunakan untuk berkomunikasi harus dipahami dalam konteks alinea dan wacana. tidak dapat dipergunakan dengan sewenang-wenang. Kata merupakan tataran terendah & kalimat merupakan tataran tertinggi. penelitian’. Pembentukan kata dengan afiksasi merupakan sebuah pembentukan kata dari bentuk dasar ke bentuk kompleks atau bentuk berimbuhan. dan simulfiks (gabungan awalan dan akhiran secara tidak bersamaan).membaca Al-Quran’ dan mengkaji ’untuk penelitian. sufiks (akhiran). infiks (sisipan). Dari segi tiu terjadi perbedaan arti karena terjadi pengimbuhan. mungkin hasil interpretasi dari kata memiliki awalan peN-. Akibat dari proses ini terbentuk kata berimbuhan. Proses ini merupakan proses pembubuhan afiks pada betuk dasar.1 Latar Belakang Bahasa terdiri atas beberapa tataran gramatikal antara lain kata. 1 . kami melakukan studi’. Akan tetapi.BAB I PENDAHULUAN 1. Oleh karena itu. pengkajian memiliki arti ’kajian.pengaruh. kata merupakan kunci utama dalam upaya membentuk tulisan. Namun. kata-kata tersebut harus digunakan dengan mengikuti kaidah-kaidah yang benar.

1.3 Tujuan Makalah ini diharapkan akan menjadi suatu bahan yang akan mendukung materi perkuliahan yang akan melengkapi tugas-tugas berikut mengenai morfologi. Baik berupa pembentukan kata atau berupa kaidah-kaidah yang terdapat dalam morfologi.2 Rumusan Masalah Setelah materi makalah ini dipelajari secara seksama. mahasiswa diharapkan memiliki sedikit pengetahuan tentang morfologi. 2 . 1.

1 Pembentukan Kata Pembentukan kata dengan afiksasi merupakan sebuah pembentukan kata dari bentuk dasar ke bentuk komplek atau bentuk berimbuhan. ter. dan se-. di-. Alomorf tersebut merupakan variasi dari prefiks meN-. 1). Prefiks meN. ke-. meny-.+ lihat meN.1 Prefiks Prefiks dalam bahasa Indonesia dapat dibedakan atas prefiks meN-.+ rasa → melihat → merasa 3 . Proses ini merupakan proses pembubuhan afiks pada betuk dasar. contoh: meN. per. /ng/. ber-. konfiks ( gabungan awalan dan akhiran secara bersamaan). dan simulfiks (gabungan awalan dan akhiran secara tidak bersamaan). pembubuhan awalan tersebut dapa dilihat sebagai berikut: a. Afiks dalam bahasa Indonesia dapat ditinjau berdasarkan posisi pelekatnya. afiks dalam bahasa Indonesia dapat dibedakan atas prefiks (awalan).jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /l/. 2.BAB II PEMBAHASAN 2. meng-. sufiks (akhiran). Prefiks meNPrefiks meN-memiliki alomorf me-.mem-. Akibat dari proses ini terbentuk kata berimbuhan. /w/. men-. /n/.1. dan menge-. peN-. /m/. infiks (sisipan). dan /y/. /r/.berubah menjadi me.

berubah menjadi mem. /sy/.+ syarat +-kan → mensyaratkan meN.berubah menjadi men.+ pakai meN.+ dengar meN.+ jual → mendengar → menulis → mencuci → menjual meN.+ ziarah+-I → menziarahi 4). /c/. Contoh: meN. Prefiks meN.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /d/.+ bantu meN.2).+ tulis meN.+ cuci meN. Prefiks meN.berubah menjadi meny. contoh: meN./z/ contoh: meN. Prefiks meN. /f/. /p/.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /b/.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /s/.+ fitnah → membantu → memakai → memfitnah 3).+ sewa → menyewa 4 . /j/./t/.

jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /a/.+ pel meN. Prefiks meN.+ cat meN.+ ukur meN.+ klasifikasi → mengajar → mengedit → mengukir → mengikat → mengukur → mengolah → menggali → mengklasifikasi 6).+ bor meN. /i/.+ ajar meN.+ lap → mengepel → mengebor → mengecat → mengetik → mengelap 5 . /u/.dan /k/. Prefiks meN.+ gali meN.berubah menjadi meng.+ ikat meN. /e/.contoh: meN.+ tik meN.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang bersuku satu. Contoh: meN. /o/.+ edit meN.5). /h/. /g/.+ olah meN.+ ukir meN.berubah menjadi menge.

dan /y/. /r/.berubah menjadi pem.+ rasa → pemanjat → perasa 2).+ pakai peN.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /b/. peny-. /sy/. dan penge-. Prefiks peNPrefiks peN-memiliki alomorf pe-.berubah menjadi pen.+ dengar peN.+ pukul → pembantu → pemakai → pemukul 3). /m/.+ bantu peN./z/ contoh: peN. /ng/. /c/.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /d/. peng-. contoh: peN. Contoh: peN. /n/. pen-.+ panjat peN./t/.b.+ cuci peN→ pendengar → penulis → pencuci + jual 6 → penjual . /j/.+ tulis peN.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /l/. Prefiks peN. /p/.pem-.berubah menjadi pe. Alomorf tersebut merupakan variasi dari prefiks peN-. Prefiks peN. /f/. /w/. Prefiks peN. 1).

+ ukir peN.+ olah peN. Prefiks peN. /e/.+ ukur peN.+ pel → pengepel 7 . /i/.+ sewa → penyewa 5). /u/.peN.+ edit peN.dan /k/. Prefiks peN.+ ajar peN.berubah menjadi penge. contoh: peN.+ ikat peN.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /s/.+ gali peN.+ klasifikasi → pengajar → pengedit → pengukir → pengikat → pengukur → pengolah → penggali → pengklasifikasi 6).+ jajah → penjajah 4).jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /a/.berubah menjadi peny. Contoh: peN. /o/. /h/.berubah menjadi peng. Prefiks peN. contoh: peN.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang bersuku satu. /g/.

hanya terjadi jika d imbuhkah padabentuk dasar ajar.berubah menjadi bel.+ runding → berunding ber.. Prefiks ber- → pengebor → pengecat → pengetik → pengelap Prefiks ber.berubah menjadi be.memiliki alomorf be.dan bel.+ kerja → bekerja ber.+ cermin → becermin Prefiks ber.+ bor peN. Contoh: ber. Contoh: ber.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /r/ dan suku pertama ditutup dengan /er/.+ rebutan → berebutan ber.+ tik peN.peN.+ ajar → belajar 8 .+ lap c. Prefiks ber.+ cat peN.

Contoh: Per.+ pergok →tepergok 9 .+ redam → peredam Per.memiliki alomorf tePrefiks ter.memiliki alomorf pe.+ ajar → pelajar Prefiks ter.berubah menjadi pe. Prefiks per.+ rasa → terasa ter.+ rasa → perasa Per.jiak diimbuhkan pada bertuk dasar yang berfonem awal /r/ atau suku pertama ditutup dengan /er/ Contoh: ter.jika diimbuhkan pada bentuk dasar ajar.+ renggut → terenggut ter. Prefiks per-.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /r/ Contoh: Per.berubah menjadi te. ter-.dan pelPrefiks per.+ raga → peraga Prefiks per.berubah menjadi pel.d.

tidak memiliki kaidah morfofonemik.+ kasih se.+ bapak 2.e. -em-.+ kerja → kinerja 10 .1.2 Infiks Infiks merupakan bentuk terikat yang diimbuhkan pada bentuk dasar. Awalan itu juga ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. -er-. Contoh: -el. Infiks dalam bahasa Indonesia antara lain: -el-.+ gigi → telunjuk → gerigi → ketua → kekasih → sebapak -em. Pengimbuhannya ditempatkan ditengah atau diantara bentuk dasar. -in-. se.+ tunjuk -er. ke-.+ tua ke. se-.+ jemput di. Prefiks di-. Prefiks di-. ke-.+ kasih → dijemput → dikasih di. Contoh: di.+ sayang → disayang ke.+ guruh → gemuruh -in. oleh karena itu prefiks tersebut tidak mempunyai alomorf sebagaimana awalan lainnya.

sehingga sufiks itu tidak mengalami perubahan apabila diimbuhkan pada bentuk dasar dimanapun. Sufiks tersebut tidak mengalami proses morfofonemik.1. gabungan awal itu dinamakan konfiks.2. -kan. -i.4 Gabungan awalan dan akhiran (konfiks/simulfiks) Penggabungan awalan-akhiran dalam bahasa indonesia dapat dilakukan dengan dua cara. Artinya bentuk dasar yang diimbuhkan awalan-akhiran secara bersamaan itu tidak mempunyai tataran kata sebelumnya. Penggabungan/pengimbuhan yang dilakukan dengan bersamaan pada bentuk dasar. Contoh: Per-an + tani Ke-an + rajin di-kan + kerja → pertanian → kerajinan → dikerjakan 11 .1. Contoh: -an -an -kan -kan -i -i + pikir + marah + tambah + bersih + khianat + sayang → pikiran → satuan → tambahkan → bersihkan → khianati → sayangi 2. Sufiks dalam bahasa Indonesia adalah –an.3 Sufiks Sufiks adalah bentuk terikat yang diimbuhkan pada akhir bentuk dasar.

12 . Simbol-simbol yang digunakan untuk suara perubahan antara lain.2 Perubahan Suara dalam kata kompleks Sejumlah perubahan terjadi ketika adanya imbuhan dan menggabungkan dasar.ber-an + lanjut → berkelanjutan Pengimbuhan awalan-akhiran dalam bahasa Indonesia yang mempunyai tataran kata sebelumnya.+ tani di. sehingga mempunyai tataran sebelum bentuk kompleks itu terwujud. sebuan tanda tambah (+)menunjukkan urutan imbuhan dan bentuk dasarnya. Artinya pengimbuhan awalanakhiran itu dilakukan secara bertahap.+ marah → bersama + -an → petani + -an → dimarah + -I → bersamaan → pertanian → dimarahi 2.dan tanda anak panah (→) menunjukkan hasil yang merupakan kombinasi dari pengimbuhan tersebut. Perubahan suara yang terjadi mempengaruhi imbuhan walaupunwalaupun yang kecil dan yang berkaitan dengan diskusi di masing-masing imbuhan. Dengan demikian dapat diterangkan ber-+ lari → berlari berarti bila awal ber-dasar lari dan digabungkan hasilnyha kompleks kata berlari. pengimbuhan ini dinamakan simulfiks. Contoh: ber.+ sama peN.

/k/ dan tidak hilang. jika prefiks meN.berikut: peNpeNpeN+ per+ per+ perkosa + satu + oleh + -an → pemersatu → pemerolehan → pemerkosa Dengan beberapa hal yang dasar awal /t/. jika bentuk dasar diawali per-C. meNmeNmeNmeN+ proklamasi +-kan + traktir + swadaya +-kan + klasifikasi → memproklamasikan → mentraktir → menswadayakan +-kan 13 → mengklasifikasikan .diikuti oleh prefiks per. Awal suara yang kemungkinan besar akan tetap jika masih merasa asing. Jika /s/ tidak hilang menjadi N (nasal). Oleh karena itu ingatan dari suara umum dalam kata-kata lain dimulai dengan konsonan kelompok.diikuti oleh konsonan. /s/. huruf P yang dari awalan per.3 Pengecualian untuk aturan-aturan N (nasal) a.dan dasar awal per-C.awal meNmeN+ per+ per+ lebar + oleh → memperlebar → memperoleh b. terluluh prefiks peN. awal p tersebut luluh dengan tidak selalu: meNmeNmeN+ percaya + pergok + percik + -i + -i + -i → mempercayai → memergoki → memerciki c.2. yaitu per. yang tidak terjadi di kata dalam bahasa Indonesia.

kami melakukan studi’.membaca Al-Quran’ dan mengkaji ’untuk penelitian. Dari segi tiu terjadi perbedaan arti karena terjadi pengimbuhan. Sementara setelah bertahun-tahun penggunaan menerjemahkan telah diganti sepenuhnya oleh menerjemahkan dalam periode yang sangat shor pada pertengahan 1980-an. 14 . mempunyai memiliki dasar ’punya’ harus dianggap sebagai pengecualian dalam bahasa modern. menyukseskan → mengkritik. Kaji dengan baik kemungkinan terjadi tapi berbeda dengan arti: mengaji ’yang menceritakan AlQuran’.. Namun. Yang sangat jelas terjadi di sini adalah huruf p yang luluh apabila diimbuhkan pada bentuk meN-. mungkin hasil interpretasi dari kata memiliki awalan peN-. Dalam beberapa hal. dan lepas: seperti pada kata penglihatan ’mata’. Awal suku kata yang luluh dari dasar kata syair menjadi penyair.pengaruh. mengritik Pada saat dimana pergantian terjadi dan panjang transisi periode yang berbeda dari kata ke kata. Selama awal tahun 1990-an ada kecenderungan untuk meningkatkan pengrajin yang akan disetarakan dengan kata perajin. pengrajin ’tukang’. penelitian’. penglepasan ’ rilis’. Mempengaruhi kata . menaati → mensukseskan. /k/ kadang-kadang disimpan di mana tidak ada awalan konsonan rangkap. Oleh karena itu. Dasar dari pengaruh. /s/. Selama transisi kedua bentuk akan terjadi: meNmeNmeNmeN+ protes + taat + sukses + kritik +-i +-kan → memprotes.fonem awal /t/. pengajian ’.terjadi pada kata lihat. pengkajian memiliki arti ’kajian. Begitulah yang merupakan pembentukan kata dai perfiks peng-. memrotes → mentaati. Prefiks peng. rajin. oleh karena itu menaati dan mentaati ’taat’ terus ada pihak-pihak oleh.

dan peNKetika kata dasar diawali dengan meN. Pengulangan bentuk ini membentuk kata ulang. Reduplikasi adalah proses morfemis dan proses morfologis yang mengulang bentuk dasar. Urutan mengeterjadi pada reduplikasi dasar. Dalam reduplikasi terjadi proses pengulangan bentuk dasar baik secar utuh keseluruhan ataupun sebagian.4 Reduplikasi dasar meN.2.adalah realisasi sebelum menge. Contoh: meNmeNmeNmeNmeNmeN+ bagi-R + amat-R+-i + minta-R + pijit-R + tulis-R + kayuh-R → membagi-bagi → mengamat-amati → meminta-minta → memijit-mijit → menulis-nulis → mengayuh-ngayuh Ketika meN. 15 .satu suku kata dasar.adalah reduplikasi N tetap pada menggandakan dasar dimana konsonan awal telah luluh. Simbol R mewakili penuh dasar reduplikasi tersebut.

tetapi berlaku untuk peN. Prefiks ber.dan bel. mem-.berubah menjadi pe. Kadang-kadang sengau sebelum datang pertama suara dasar dan kadang-kadang ia menggantikan suara pertama. ber-. per-. meng-. N dapat muncul sebagai salah satu nasal m. Prefiks ber.BAB III PENUTUP 3. meN. n. menge-. men-. sehingga dapat mengerti dan mempergunakan dalam kehidupan. Atruanaturan yang digambarkan meN.2 Saran Kepada yang membaca makalah sederhana ini.1 Kesimpulan Morfologi tidak pernah lepas dari kata dan kalimat. Huruf kapital N mewakili suara perubahan yang tergantung pada suara dasar.Prefiks per.Prefiks ter.berubah menjadi be.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /r/.memiliki alomorf pe.jika diimbuhkan pada bertuk dasar yang berfonem awal /r/ atau suku pertama ditutup dengan /er/.. ng.berubah menjadi te. peN. ter-.dan peN…-an.memiliki alomorf be.memiliki alomorf me-.dan pelPrefiks per. 16 . atau nol. harapan kami semoga dapat memahami kaidah pembentukan kata. 3. Pemebentukan kata selalu memerlukan kaidah morfofonemik.jika diimbuhkan pada bentuk dasar yang berfonem awal /r/ dan suku pertama ditutup dengan /er/.prefiks ter.memiliki alomorf te-. Kaidah morfofonemik yang terdapat dalam bahasa Indonesia terdiri dari meN-. meny-. ny.

1982 “Diksi atau Pilihan Kata: Suatu Spesifikasi di dalam kosa kata” Dalam Majalah Pembinaan Bahasa Indonesia. Australia: First Publishing.co. Nomor 3. Diksi dan Gaya Bahasa.DAFTAR PUSTAKA James Neil Sneddon.google.id/akademik/sharefile/files/28102008121137_PAPER_BAHASA_ INDONESIA1_fix. Anton M. http://dinamika.id/search?hl=id&cr=countryID&q=pilihan+kata+dalam+bahasa+in donesia&star=10&sa=N 17 .ac. Jakarta: Gramedia. Jakarta: Bharata. Jilid III.uny. Moeliono. 1985. Gorys.doc http://www. (1996) Indonesia Reference Grammar. Keraf.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful