PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN

Cahaya merupakan faktor lingkungan yang sangat penting sebagai sumber energi utama bagi ekosistem. Ada tiga aspek penting yang perlu dikaji dari faktor cahaya, yang sangat erat kaitannya dengan sistem ekologi, yaitu: a) Kualitas cahaya atau komposisi panjang gelombang. b) Intensitas cahaya atau kandungan energi dari cahaya. c) Lama penyinaran, seperti panjang hari atau jumlah jam cahaya yang bersinar setiap hari.

A. Kualitas Cahaya

Secara fisika, radiasi matahari merupakan gelombang- gelombang elektromagnetik dengan berbagai panjang gelombang. Tidak semua gelombanggelombang tadi dapat menembus lapisan atas atmosfer untuk mencapai permukaan bumi. Kualitas cahaya berpengaruh berbeda terhadap proses-proses fisiologi tanaman. Tiap proses fisiologi di dalam respon terhadap kualitas cahaya juga berbeda-beda sehingga di dalam menganalisis komposisi cahaya untuk tiap-tiap proses fisiologi tersebut sangat sukar. Tiap-tiap spesies tanaman juga mempunyai tanggapan yang berbeda-beda terhadap tiap kualitas cahaya. Dari semua radiasi matahari yang dipancarkan, hanya panjang gelombang tertentu yang dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis, yaitu panjang gelombang yang berada pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm). Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610 – 700 nm), hijau kuning (510 – 600 nm), biru (410 – 500 nm) dan violet (< 400 nm). Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Kloroplast mengandung beberapa pigmen. Sebagai contoh, klorofil a terutama menyerap

cahaya biru-violet dan merah. Intensitas cahaya ini sangat bervariasi baik dalam ruang/ spasial maupun dalam waktu/temporal. cahaya matahari menembus atmosfer dan membentuk sudut yang besar dengan permukaan bumi. Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan memantulkan cahaya kuning-hijau. Sehingga lapisan atmosfer yang tembus berada dalam ketebalan minimum. Pada garis lintang yang tinggi matahari berada pada sudut yang rendah terhadap . sehingga kekurangan radiasi matahari merupakan kendala utama pertanian di sub-tropik o Panjang hari di daerah tropik tidak terlalu menimbulkan masalah (bukan faktor pembatas). sedikit cahaya yang direfleksikan oleh awan. Intensitas cahaya Intensitas cahaya atau kandungan energi merupakan aspek cahaya terpenting sebagai factor lingkungan. sering terbatas di sub-tropik pada musim tertentu. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang. sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang.  Faktor yang Menentukan Besarnya Radiasi Matahari ke Bumi o o o o Sudut datang matahari (dari suatu titik tertentu di bumi) Panjang hari Keadaan atmosfer (kandungan debu dan uap air) Panjang hari sering menjadi faktor pembatas pertumbuhan di daerah sub-tropik o Keberadaan radiasi. 12 jam/hari o Yang sering menjadi faktor pembatas adalah masalah kelebihan radiasi (intensitas matahari) B. Intensitas cahaya terbesar terjadi di daerah tropika. relatif konstan. Di daerah garis lintang rendah. Intensitas cahaya menurun secara cepat dengan naiknya garis lintang. terutama daerah kering (zona arid). karena berperan sebagai tenaga pengendali utama dari ekosistem.

keseimbangan antara kedua proses tadi akan tercapai pada sejumlah intensitas cahaya tertentu.oksidasi. Sebaliknya tumbuhan yang hidup baik dalam situasi jumlah cahaya yang rendah. Kanopi suatu vegetasi akan menahan daun mengabsorpsi sejumlah cahaya sehingga ini akan menentukan jumlah cahaya yang mampu menembus dan merupakan sejumlah energi yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dasar. metabolisme dan respirasinya lambat.  Kepentingan Intensitas Cahaya Intensitas cahaya dalam suatu ekosistem adalah bervariasi. Harga intensitas cahaya dengan laju fotosintesis (pembentukan karbohidrat). dengan titik kompensasi yang rendah pula disebut tumbuhan yang senang teduh (siofita). dengan demikian sinar menembus lapisan atmosfer yang terpanjang ini akan mengakibatkan lebih banyak cahaya yang direfleksikan dan dihamburkan oleh lapisan awan dan pencemar di atmosfer.  Titik Kompensasi Dengan tujuan untuk menghasilkan produktivitas bersih. Cahaya yang kuat sekali dapat merusak enzim akibat foto. Intensitas cahaya yang berlebihan dapat berperan sebagai faktor pembatas.permukaan bumi dan permukaan atmosfer. dapat mengimbangi kehilangan karbohidrat akibat respirasi dikenal sebagai titik kompensasi. Salah satu yang membedakan tumbuhan . tumbuhan harus menerima sejumlah cahaya yang cukup untuk membentuk karbohidrat yang memadai dalam mengimbangi kehilangan sejumlah karbohidrat akibat respirasi. Apabila semua faktor.faktor lainnya mempengaruhi laju fotosintesis dan respirasi diasumsikan konstan. ini menganggu metabolisme organism terutama kemampuan di dalam mensisntesis protein. Harga titik kompensasi ini akan berlainan untuk setiap jenis tumbuhan.  Heliofita dan Siofita Tumbuhan yang teradaptasi untuk hidup pada tempat –tempat dengan intensitas cahaya yang tinggi disebut tumbuhan heliofita.

 Cahaya Optimal bagi Tumbuhan Kebutuhan minimum cahaya untuk proses pertumbuhan terpenuhi bila cahaya melebihi titik kompensasinya. Antosianin berperan sebagai pemantul cahaya sehingga menghambat atau mengurangi penembusan cahaya ke jaringan yang lebih dalam. kloroplasnya berbentuk cakram. Lama Penyinaran Lama penyinaran relative antara siang dan malam dalam 24 jam akan mempengaruhi fisiologis dari tumbuhan. Dedaunan yang mendapat cahaya dengan intensitas yang tinggi. Berdasarkan responnya terhadap periode siang dan malam. Di daerah temperata/ bermusim panjang hari lebih dari 12 jam pada musim panas. daun.heliofita dengan siofita adalah tumbuhan heliofita memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk klorofil. tumbuhan yang memerlukan lamanya siang hari lebih dari 12 jam untuk terjadinya proses perbungaan. tetapi akan kurang dari 12 jam pada musim dingin. Contoh dari fotoperiodisme adalah perbungaan. jatuhnya dan dormansi. . Di daerah sepanjang khatulistiwa lamanya siang hari atau fotoperiodisme akan konstan sepanjang tahun. posisinya sedemikian rupa sehingga cahaya yang diterima hanya oleh dinding vertikalnya. seperti gandum. C. Fotoperiodisme adalah respon dari suatu organisme terhadap lamanya penyinaran sinar matahari. bayam.  Adaptasi Tumbuhan terhadap Cahaya Kuat Beberapa tumbuhan mempunyai karakteristika yang dianggap sebagai adaptasinya dalam mereduksi kerusakan akibat cahaya yang terlalu kuat atau supraoptimal. sekitar 12 jam. dll. yaitu: a) Tumbuhan berkala panjang. tumbuhan berbunga dibagi menjadi 3 kelompok.

Tumbuhan yang tidak memerlukan periode panjang hari tertentu untuk proses perbungaannya. seperti tembakau dan bunga krisan. tumbuhan yang memerlukan lamanya siang lebih pendek dari 12 jam untuk terjadinya proses perbungaan. misalnya tomat. .b) Tumbuhan berkala pendek. c) Tumbuhan berhari netral.