P. 1
ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN REPRODUKSI WANITA

ANATOMI DAN FISIOLOGI ORGAN REPRODUKSI WANITA

|Views: 298|Likes:
Published by kshasyifa
makalah deskripsi anatomi dan fisiologi organ reproduksi manusia
makalah deskripsi anatomi dan fisiologi organ reproduksi manusia

More info:

Categories:Types, Research
Published by: kshasyifa on Apr 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Ketika dilahirkan, normalnya seorang anak wanita telah mempunyai organ reproduksi yang lengkap, akan tetapi belum berfungsi sepenuhnya dengan sempurna. Organ reproduksi akan berfungsi sepenuhnya saat seorang wanita telah memasuki masa pubertas, dimana ditandai dengan perubahan-perubahan pada organ seks, seperti pembesaran payudara, pinggul dan keluar darah haid (menstruasi). Alat reproduksi wanita berada di bagian tubuh seorang wanita yang disebut panggul. Secara anatomi nilai reproduksi wanita dibagi menjadi dua bagian, yaitu : bagian yang terlihat dari luar ( genitalia eksterna ) dan bagian yang berada di dalam panggul yang tidak bisa dilihat dari luar ( genitalia interna ). Genitalia eksterna meliputi bagian yang disebut kemaluan ( vulva ) yang terdiri atas : • • • • • • • • • • • Mons pubis Labia majora Labia minora Clitoris Vestibulum vaginae Gland vestib major Gland vestib minor Genetalia interna ini terdiri dari atas: Ovarium Tuba uterina Fallopii Uterus Vagina

1

Sedangkan berdasarkan fungsinya ( fisiologinya ), alat reproduksi wanita mempunyai 3 fungsi, yaitu: 1. Fungsi seksual 2. Fungsi hormonal 3. Fungsi Reproduksi ( melanjutkan keturunan ). Setiap jam satu wanita Indonesia meninggal dunia akibat kanker leher rahim (serviks), sedangkan di Asia Pasifik setiap empat menit, dan di dunia setiap dua menit. Prevalensi kanker serviks di Indonesia mencapai 90-100 kasus per 100 ribu penduduk, di mana ditemukan 200.000 kasus baru setiap tahunnya. Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun ada 15.000 kasus baru kanker leher rahim terjadi dengan angka kematian 7.500 kasus per tahun. Kanker serviks merupakan kanker yang paling sering terjadi pada perempuan Indonesia. Berdasarkan uraian di atas, tergambar secara umum bagaimana bentuk anatomi dan fisiologi dari alat reproduksi wanita serta penyakit yang sangat beresiko di serita oleh wanita. Mengingat pentingnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi,oleh karena itu dalam tulisan ini akan dibahas mengenai kesehatan reproduksi khususnya membahas bagaimana anatomi dan fisiologi alat reproduksi wanita lebih mendalam. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat ditentukan rumusan masalah yaitu: 1. 2. 1.3 1.3.1 • Bagaimana bentuk anatomi dan fisiologi dari alat reproduksi wanita? Bagaimana penyakit kanker serviks yang terjadi di Indonesia? Tujuan dan Manfaat Tujuan Untuk mengetahui bagaimana anatomi dan fisiologi alat reproduksi wanita secara lebih mendalam.

2

Untuk mengetahui gambaran umum mengenai kanker serviks yang terjadi di Indonesia.

1.3.2

Manfaat Makalah ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pengetahuan lebih tentang bentuk anatomi dan fisiologi dari alat reproduksi wanita serta pengetahuan mengenai kanker serviks yang sangat beresiko tinggi diderita oleh para wanita kepada para pembaca terutama kepada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

3

Otot-otot panggul dan jaringan ikat disekitarnya menyangga alat-alat reproduksi. Di bawah clitoris agak kedalam terdapat lubang kecil yang merupakan lubang saluran air seni ( urethra ). Lapisan dinding rahim yang terdalam disebut endometrium. Saluran ini menghubungkan vulva dengan mulut rahim. yaitu bagian ujung rahim yang menyempit.Secara anatomi nilai reproduksi wanita dibagi menjadi dua bagian. Letaknya terdapat di belakang kandung kencing dan di depan saluran pelepasan. Di belakang bibir vulva terdapat kelenjar-kelenjar yang mengeluarkan cairan. lndung telur berukuran 2. yaitu : bagian yang terlihat dari luar ( genitalia eksterna ) dan bagian yang berada di dalam panggul ( genitalia interna ). Di ujung atas bibir terdapat bagian yang disebut clitoris. 4 . Rahim berbentuk seperti buah pir gepeng. saluran telur ( tuba ). Lubang kemaluan ditutupi oleh selaput tipis yang biasanya berlubang sebesar ujung jari yang disebut selaput darah ( hymen ).1 Anatomi Alat Reproduksi Wanita Alat reproduksi wanita berada di bagian tubuh seorang wanita yang disebut panggul. Pada saat pubertas bagian kulitnya akan ditumbuhi rambut. tidak kaku seperti dinding pipa. mengandung sel-sel telur ( ovum ) yang jumlahnya lebih kurang 200.5x0. terurai dari ujung atas kanan kiri rahim terdapat saluran telur yang ujungnya berdekatan dengan indung telur kiri dan kanan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Genitalia eksterna meliputi bagian yang disebut kemaluan ( vulva ) dan liang sanggama ( vagina).000-400. kandung kencing dan saluran peiepasan sehingga alat-alat itu tetap berada pada tempatnya. merupakan lapisan setaput lendir. Dindingnya terdiri dari dua lapisan Mot yang teranyam saing melintang. dan indung telur ( avarium ). Agak ke bawah lagi terdapat vagina yang merupakan saluran dengan dinding elastis. merupakan bagian yang mengandung banyak urat-urat syaraf.5x1. Genetika interna terdiri dari rahim ( uterus ).000 butir. Mulut rahim terdapat pada bagian yang disebut leher rahim ( cervix ).6 cm. Pada vulva terdapat bagian yang menonjol yang di dalamnya terdiri dari tulang kemaluan yang ditutupi jaringan lemak yang tebal. berukuran panjang B-9 cm.

yaitu sekitar usia 10-16 tahun. Mula-mula haid menjadi sedikit.2. Kelenjar pada vulva yang dapat mengeluarkan cairan. yaitu kurang lebih pada usia 9 tahun. Perubahan-perubahan fisik clan psikhis yang terjadi sepanjang kehidupan seorang wanita erat hubungannya dengan fungsi indung telur yang menghasilican hormon-harmon wanita yaitu estrogen dan proqasferon. Selain itu vulva clan vagina juga berfungsi sebagai jalan lahir. Dalam masa kanak-kanak indung telur belum menunaikan fungsinya dengan baik. tvtanakala indung teiur mulai berfungsi. Fungsi seksual 2. 2.2. Fungsi hormonal 3. saat ini disebut masa puberras. kemudian datang 1-2 5 . yaitu: 1. Mula-mula haid datang tidak teratur. Paling terjadi pertumbuhan payudara. berguna sebagai pefumas pada saat sanggama. Sejak saat inilah seorang wanita masuk kedalam masa reproduksinya yang berlangsung kurangiebih 30 tahun. Setelah masa reproduksi wanita masuk kedalam masa kllmakterium yaitu masa yang menunjukan fungsi indung telur yang mutai berkurang. Pertumbuhan badan menjelang menarche clan 1 sampai 3 tahun setelah menarche bertangsung dengan cepat. Selanjutnya terjadilah haid yang pertama kali.1 Fungsi Seksual Alat yang berperan adalah vulva clan vagina. selanjutnya timbul secara teratur. Akibatnya terjadilah perubahan-perubahan fisik pada Wanda. kemudian terjadi pertumbuhan rambut kemaluan disusul rambut-rambut di ketiak. 2.2.2 Fungsi Hormonal Yang disebut fungsi hormonal ialah peran indung telur dan rahim didalam memperlahankan ciri kewanitaan clan pengaturan haid. disebut menarche.2 Fisiologi Alat Reproduksi Wanita Berdasarkan fungsinya ( fisiobginya ). mutailah ia secara produktif menghasilkanan hormonhormon wanita. Fungsi Reproduksi ( melanjutkan keturunan ). Hormon-hormon ini mengadakan interaksi dengan hormon-hormon yang dihasilkan kelenjar-kelenjar di otak. alat reproduksi wanita mempunyai 3 fungsi.

2. Sesaat setefah darah haid habis. Lapisan tersebut berbeda ketebalannya dad had kehari. Pada saat ini terjadi pengecilan alat-alat reproduksi clan kerapuhan tulang. Berat ringannya keluhan ini. Biasarrya haid berlangsung 2. Kebanyakan wanita menyadari adanya keluhan ini dan tidak mengganggu aktivitasnya. lapisan tersebut mulai tumbuh kembang. paling tebal terjadi pada saat masa subur. mudah tersinggung. Mudlgah selanJutnya tumbuh dan berkembang sebagai janin yang kemudlan akan lahir pada umur kehamilan eukup bulan. Menjelang haid dan beberapa hari saat haid wanita sering mengeluh kalah. saluran telur dan rahim.2. Bila kehamilan tidak terjadi.8 hari dan jumlahnya kurang lebih 30-80 cc. Bila keadaan ini berlangsung 1 tahun. Masa subur pada siklus haid 28 hari. Sel telur yang setiap bulannya dikeluarkan dari kantung telur pada saat masa subur akan masuk kedalam saluran telur untuk kemudian bertemu dan menyatu dengan sel benih pria ( spermatozoa ) membentuk organisme baru yang disebut Zygote. maka dikatakan wanita mengalami menopause. Selanjutrrya zygote akan terus berjalan sepanjang saluran telur dan masuk kedalam rahim. jantung berdebar. terjadi sekitar hari ke empatbelas dari 6 . 24-36 had sekafi. timbul karena penganuh-pengaruh hormon yang berinteraksi terhadap setaput lendir rahim (endometrium). gangguan psikhis yaitu emosi yang labil. Menurunnya fungsi indung telur ini sering disertai gejala-gejala panas. tetapi beberapa wanita merasakan keluhan ini berlebihan. nafsu makan berkurang. mual dan sakit perut bagian bawah. berkeringat.bulan sekali atau tidak teratur dan akhirnya berhenti sama sekaG. pada saat inilah ditentukan jenis kelamin janin dan sifat -sifat genetikrrya. Biasanya pada bagian atas rahim zygote akan menanamkan diri dan berkembang men)adi mudigah. pusing. buah dada tegang. yang mana endometrium dipersiapkan untu~ kehamilan. mula-mula tipis kemudian bertambah tebal untuk kemudian mengelupas lagi berupa darah haid. sesungguhrrya tergantung dari latar belakang psikobgis dan keadaan emosi pada saat haid.3 Fungsi reproduksi Tugas reproduksi dilakukan oleh indung telur. Menstruasi atau haid yang terjadi secara sik6s. Lapisan ini mengelupas dan terbuang berupa darah haid.

terdiri dari sebuah ovum dan cairan didalam lapisan sel-sel.1 Ovarium Terdapat dua ovarium yaitu kanan dan kiri. dan ovarium menciut. cekungan peritenium dangkal pada dinding lateral pelvis.3 Sistem Genetalia Wanita 2. sedangkan sel benih pria berumur kurang lebih 3 hari. Masing-masing memiliki panjang sekitar 4 cm. Pada wanita yang belum melahirkan anak. Struktur • Sebelum pubertas Ovarium terdiri dari lapisan eksterna sel germinal dan folikel ovari primer yang belum berkembang yang mengelilingi medulla di jaringan fibrosa. ovarium biasanya terletak didalam fossa ovari. Umur sel telur sejak dikeluarkan dari indung telur hanya benumur 24 jam. • Setelah menopause Folikel tidak dibentuk lagi. Bersama dengan makin banyaknya ovum yang dikeluarkan. korpus luteum membesar sampai diameter sekitar 5 cm. 2.3. Tuba uterina melengkung diatas ovarium dan berakhir pada ovarium.5 cm dan tebal 1 cm. serat otot polos. A. Ovarium dilekatkan oleh lipatan peritoneum pada bagian belakang ligamentum latum. Korpus luteum adalah folikel yang telah mengeluarkan ovum. Bila wanita menjadi hamil. lebar 1. • Sejak Pubertas sampai menopause Folikel ovary berada pada berbagai stadium perkembangan. bila tidak hamil. korpus luteum akan berdegenerasi.hari pertama haid. lipatan ganda peritoneum yang membentang dari samping uterus ke dinding lateral pelvis. permukaan ovarium menjadi berkerut akibat jaringn parut korpus luteum tua. 7 . Setelah melahirkan. Folikel de graaf adalah folikel matur. dan pembuluh darah di bagian tengah. posisinya dapat bermacam-macam.

Pada sekitar minggu ke-6 ovum yang membesar tumbuh terlalu besar untuk tuba dan pecah melalui dinding.3.2 Tuba uterine (falopii) Terdapat dua tuba uterine. tuba bermuara melalui lubang kecil dalam rongga peritonium. Ketika folikel ovarium matang. Ovum kemudian bergerak disepanjang tuba melalui kontraksi otot dinding tuba dan dengan gerakan silia dan akhirnya masuk kedalam uterus. A. Hal ini dapat disebabkan oleh: a) b) infeksi yang merusak silia dan menghentikan kerja mereka. Hal ini disebut rupture kehamilan ektopik. Organ ini terletak didalam pelvis diantara kandung kemih dibagian depan dan rectum di bagian belakang. 2. Pada ujung ovarium. Lubang ini dikelilingi oleh fimbrae. B.5 cm. Masing-masing memiliki panjang sekitar 20 cm dan membentang dari sudut lateral uterus menuju ovarium.3.3 Uterus Uterus adalah organ berdinding muscular tebal berbentuk buah pir memiliki panjang sekitar 7. terletak di dalam batas atas ligamentum latum yang bebas. Uterus terdiri dari: a) Fundus: ujung atas membulat. kanan dan kiri. diatas perlekatan tuba uterina. 8 . abstruksi parsial atau lekukan tuba akibat adesi. tonjolan yang bergerak seperti daun pakis. dan lapisan luar peritoneum. ovum berjalan langsung ke dalam tuba. Struktur Tuba terdiri dari lapisan dalam sel-sel bersilia. Hal ini menyebabkan perdarahan berat yang dapat berakibat fatal bila tuba yang rusak tidak diangkat. lapisan tengah otot.2. Gambaran klinis Kehamilan ektopik adalah kehamilan dimana ovum yang telah dibuahi tetap berada di dalam tuba bukan bergerak masuk ke dalam uterus. fimbrae menutupi ovarium sehingga pada saat dikeluarkan dari ovarium.

b) Corpus: membentuk sekitar dua pertiga uterus. Arteri ini berjalan diantara lapisan ligamentum latum. 9 . Bersambungan dengan serviks membentuk sudut. ruang dalam korpus hanya celah sempit berbentuk segitiga. membentuk pembatas melintasi pelvis. Seviks memiliki kanalis servikalis diantara ostium internal (tempat serviks membuka ke dalam korpus) dan ostium eksternal (tempat serviks membuka ke dalam vagina). dan permukaan postero superior yang melekat dengan lekukan usus halus. C. sehingga seluruh uterus menekuk ke depan (anteversi). Beranas-stomosis dengan arteria ovarica. yang terletak pada kandung kemih. Ligamentum rotundum adalah pita fibrosa sempit yang berjalan dari sudut lateral uterus. dan kemudian berjalan dalam kanalis inguinalis dan berakhir di dalam labium mayora. Pada uterus yang tidak hamil. tetapi dindingnya berdekatan. Drainase vena Ke dalam vena iliaca interna. pembuluh limfe. Arteri ini berkelok-kelok sehingga dapat teregang selama kehamilan. Organ ini memiliki permukaan antero inferial. Perlekatan uterus pada peritoneum Ligamentum latum pada setiap sisi berjalan dari batas lateral uterus menuju dinding lateral pelvis. B. Ujung bawahnya melekat dibagian belakang dan bawah dengan vagina. Tuba ovari terletak pada tepi atasnya. Pembuluh darah uterina. Kantong rekto uterina (douglasi) dibentuk oleh refreksi peritoneum dari rectum ke uterus. yang menyuplai fundus. c) Serviks: ujung sepertiga bawah berbantuk silinder. melalui ligamentum latum. Uterus berongga. dam nervus berjalan diantara kedua lapisannya. A. Suplai darah Arteria uterina pada setiap sisi adalah cabang areteria iliaca interna.

c) Selama persalinan. Keteraturan siklus akibat dari ovulasi yang terjadi secara teratur. kecuali serviks pars vaginalis. pembuluh limfe berjalan ke kelenjar limfe iliaca eksterna.3. pembuluh limfe berjalan bersama di dalam ligamentum latum dan mencapai kelenjar limfe aorta. Fase indometrium 1. 2.4 Menstruasi Menstruasi dimulai pada pubertas sekitar usia 11-12 tahun dan kembali terjadi pada interval sekitar 28 hari sampai menopause pada sekitar 45-50 tahun. Struktur a) Endomertium: lapisan dalam sel epitel silinder dan kelenjar. b) Dari korpus. pembuluh limfe berjalan bersama dengan ligamentum rotundum dan berakhir pada kelenjar limfe inguinal . c) Dari serviks. Fase proliferatif (pra-ovular) 10 . c) Peritoneum: menutupi bagian luar. iliaca interna dan sacralis. tersusun didalam bundle lebar yang saling menjalin. Hal ini dikontrol oleh kedua hormon hipofisis anterior: Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteionizing Hormone (LH). b) Miometrium: lapisan tengah serat otot polos. E. kontraksi miometrium mengeluarkan janin. menunjukkan perubahan berbagai stadium siklus menstruasi. b) Endometrium menerima ovum yang dibuahi dan uterus berkembang dan membesar untuk menahan dan memberi makan embrio dan janin yang sedang berkembang. Fungsi uterus a) Endometrium uterus mengalami perubahan untuk mempersiapkan uterus menerima ovum yang dibuahi. F. Drainase limfe a) Dari fundus. A.D.

3. 2.Durasi: sekitar 14 hari. Fase sekretorkik (pasca-ovular) Durasi: sekitar 13 hari. tetapi dengan berlanjutnya fase ini. Nyeri ini terjadi tepat sebelum pecahnya folikel ovarium. Bila ovum tidak dibuahi. B. sekresi kelenjar dikeluarkan dan kapiler yang tidak disokong pecah dan berdarah. Perkembangan endometrium terus berlanjut. Fase ini berlangsung sejak akhir menstruasi sampai pengeluaran ovum dari ovarium. Mittelschmers (bahasa jerman untuk mid-pain) adalah nyeri (seperti ditusuk) pada perut bawah. Endometrium mengalami degenerasi. Aktivitas hormonl: jumlah progesterone dalam darah terus menurun. diakibatkan oleh kontraksi serat otot polos yang disebabkan secara hormonal di sekitar folikel. korpus luteum mengerut dan sejak sekitar hari ke 22. seluruh bagian dalam uterus dilapisi oleh satu lapisan dalam dua hari. Hal ini membantu penentuan hari paling subur pada pertengahan siklus dan dengan demikian membantu keluarga berencana alamiah atau inseminasi buatan. dirasakan oleh banyak wanita pada akhir fase ini. Fase menstrual Durasi: 4-5 hari. penyebabnya belum di tentukan. Seluruh uterus dapat diraba secara bimanual dengan satu jari di dalam 11 . Kelenjar di dalamnya berdistansi oleh sekresi. sel-sel menjadi silindris. Endometrium menjadi lebih vaskuler. Terdapat pertumbuhan endometrium secar cepat. Gambaran klinis Serviks dapat diraba oleh jari yang dimasukkan ke dalam vagina atau rectum. Progesterone dan sedikit esterogen dihasilkan oleh korpus luteum dalam ovarium. dan seluruh endometrium menebal. kelenjar dalam endometrium memanjang. Aktivitas hormonal. Aktifitas hormonal: esterogen disekresi oleh folikel ovarium dibawah pengaruh FSH. jumlah progesterone yang disekresi mulai menurun. Lapisan ini tipis pada awalnya dan tersusun oleh sel kuboid.

otot polos c) Jaringn fibrosa. otot levator ani B. dinding anteriornya memiliki panjang sekitar 7. dan abstruksi mekanik terhadap struktur didalam pelvis dan abdomen. serviks uteri menonjol dibagian atas vagina. epitel skuamosa b) Lapisan muscular. Bentuknya lebih pendek dibagian depan daripada bagian belakang. 12 . samping dan belakang serviks. 2. menyatu dengan fascia pelvis Vagina tetap lembab oleh sekresi dari serviks uteri dan oleh transudasi cairan jaringan melalui dinding vagina. tumor ini sering menyebabkan perdarahan menstruasi yang berlebihan.5 Vagina Vagina adalah tabung yang membentang dari serviks uteri sampai vestibulum vulvae. 3. Vagina berhubungan dengan: 1. rectum.Selama kehamilan uterus: a) Tampak diatas simfisis pubis pada minggu ke-12 b) Mencapai umbilicus pada minggu ke-24 c) Mencapai xifisternum pada minggu ke-36 Fibroid atau fibromioma adalah tumar non malignan jaringan fibrosa dan muscular yang tumbuh didalam miometrium uterus.3. lateral dan posterior merupakan bagian vagina yang masing-masing berada dibagian depan. kanalis analis. Sekresi dibuat asam oleh kerja bakteri.vagina atau rectum dan tangan yang lain pada dinding perut bagian depan.5 cm dan dinding posterirnya sekitar 9 cm. perdarahan diantara siklus. Anterior: kandung kemih dan uretra 2. Struktur a) Membran mukosa. ureter (dekat dengan fornix lateralis). Fornix anterior. Lateral: fascia pelvis. Kanker korpus dan serviks merupakan bentuk kanker yang sering terjadi. Posterior : kantong peritoneum rekto-uterina (deuglasi). A. Hymen adalah lipatan mukosa tipis pada mulut vagina.

hymen membentang melintasi mulut vagina. payudara bersifat rudimenter. Terdiri dari: 1. 4. mencegah keluarnya cairan menstruasi. Klitoris: organ erektil kecil pada garis tengah dibagian depan. Jarang terjadi.C. Kelenjar bartholini: sepasang kelenjar oval penyekresi mukos yang terletak di dalam bagian posterior labia mayora dan bermuara pada saluran di bagian samping labia minora. Vestibulum: daerah yang dibungkus oleh labia minora dan mengandung: a. Gambaran klinis Asiditas cairan vagina membantu vagina resisten terhadap infeksi.6 Vulva Vulva adalah nama yang diberikan untuk genetalia eksterna wanita. Membelah dibagian depan membentuk klitoris dan bertemu dibagian belakang pada founrchette. equifalen dengan penis pada pria. Muara uretra.3. Labia minora: dua bibir tipis dari kulit lunak yang berpigmen terletak di dalam labia mayora. lipatan transversal pendek.3. Payudara terletak didalam vascia. 2. 13 . Labia mayora: dua lipatan besar berambut yang membentang dari mons pubis (bantalan lemak dibagian depan simfisis pubis) sampai perineum di garis tengah bagian belakang. yang memisahkannya dari muskulus pectiralis mayor dan otot lain. Pada pria. Areola adalah daerah berpigmen disekeliling puting susu.7 Payudara ( mamae) Payudara wanita pembentang dari iga ke-2 sampai ke-6 dan dari sisi sternum sampai linea mid-aksilaris. 3. 2. 2. kelenjar areolar adalah kelenjar sebaseus besar didalam areola. Muara vagina 5. tepat di belakang klitoris b.

Pada anak perempuan payudara berkembang saat pubertas dibawah pengaruh dua hormone.A. Payudara menonjol kearah puting susu. perkembangan lebih lanjut dirangsang oleh peningkatan kadar esterogen dan progesterone dalam darah. D. dan estrogen artivisia diberikan untuk mencegah atau menghentikan laktasi. C. Drainase limfe Ke dalam: a) Kalenjar limfe aksilaris dan kemidian ke dalam kelenjar limfe servikal. yang berjalan dibagian dalam dada dan dibelakang tulang rawan iga dan memberikan cabang melalui ruang sela iga. 14 . Kadar estrogen yang sangat tinggi menghambat sekresi susu. LobulUs dipisahkan satu sama lain oleh jaringan fibrosa.Struktur Payudara terdiri dari 15-20 lobulus jaringan kelenjar. Suplai darah Suplai darah oleh arteri dari arteria axillaris dan oleh cabang perforantes arteria mamaria enterna. hal ini merupakan akibat stimulasi oleh prolaktin hipofisis anterior. dan setiap lobulUs bermuara ke dalam sebuah saluran yang bermuara pada puting susu. esterogen dan progesterone. Sekresi susu tidak dimulai sampai beberapa hari kemudian. b) Melalui sela iga ke dalam kelenjar limfe yang sejajar dengan arteria mamaria interna. Drainase vena Kedalam vena basar pada permukaan payudara dan kemidian ke dalam vena yang berjalan bersama arteri. terbenam di dalam lemak. kolostrum cairan kuning mengandung lemak dan protein disekresi pada awalnya. Oksitosi (dihasilkan oleh hipofisis lobus posterior) mengeluarkan susu dari duktus laktiferus. Pada kehamilan. Setelah melahirkan. B.

persiapan tubuh untuk konsepsi dan kehamilan. Ovarium (indung telur): Merupakan kelenjar kelamin yang memproduksi ovum (sel telur) dan menyekresi hormon estrogen dan progesteron b. periode kehamilan itu sendiri.1 Anatomi Fisiologi Organ Reproduksi Wanita Keterangan : a. Kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Oviduk/tuba Fallopii (saluran telur): 15 .E. 2. Mastitis adalah inflamasi payudara. Gambaran klinis Puting asesorius terdapat pada beberapa orang sebagai tonjolan berpigmen tanpa fungsi pada garis diantara pertengahan klavikula dan simfisis pubis. posisi puting abnormal. serta kedua. 2. sekresi berwarna darah dari putting susu. infasi pada kulit.4. terutama disepanjang drainase pembuluh limfe payudara.4 Fungsi Reproduksi Wanita Fungsi seksual dan reproduksi pada wanita dapat dibagi dalam dua fase utama: pertama. Mastektomi adalah pengangkatan payudara secara bedah. Kanker payudara sering terjadi: sering menyenbabkan benjolan keras.

Ovum yang dikelilingi oleh satu lapis sel epiteloid granulosa dinamakan folikel primordial. Ovum ini kemudian berjalan melalui salah satu tuba fallopi ke uterus. plasenta. ia mengalami implantasi pada uterus.Berfungsi menyalurkan sel telur ke uterus (rahim) dengan gerakan peristaltik dan dibantu oleh gerakan silia pada dindingnya. dan malahan ia mengalami degenerasi segera sesudahnya. Reproduksi mulai dengan perkembangan ovum dalam ovarium. 16 . yaitu ovarium.000 ovum. Selama tahun-tahun reproduksi wanita. menopause. Selama kehamilan volume uterus mampu mengembang hingga 500 kali d. hanya sekitar 400 folikel yang cukup berkembang untuk melontarkan ovumnya. uterus. sisanya mengalami degenerasi. dua ovarium mengandung sekitar 300. hanya beberapa folikel primordial tersisa dalam ovarium. dan bila ia telah dibuahi oleh sperma. Pada pubertas. Pada akhir kemampuan reproduksi. tuba fallopi. c. Satu ovum dilontarkan dari satu folikel ovarii masuk rongga abdomen pada pertengahan siklus seksual setiap bulan. vagina. Vagina: Tempat penis pada saat kopulasi dan sebagai jalan keluar bayi pada proses kelahiran Organ kelamin luar: klitoris: struktur yang sama dengan penis Vulva: terdiri atas labium mayor (bibir besar) dan labium minor (bibir kecil) Lubang saluran kencing Lubang vagina: bagian terluar vagina Gambar a dan b melukiskan organ penting saluran reproduksi wanita. dan membran fetal. Uterus (rahim): Tempat berkembangnya embrio. tempat ia berkembang menjadi fetus.

salah satu diantaranya akhirnya mengalami ovulasi pada hari ke 14 siklus. Sebaliknya. dan progesteron. Sekitar setiap 28 hari. Estrogen terutama meningkatkan proliferasi dan pertumbuhan sel-sel spesifik pada tubuh dan bertanggung jawab akan perkembangan sebagian besar sifat seksual sekunder wanita. Pada kehamilan. walaupun dalam jumlah kecil juga disekresi oleh korteks adrenal. Hormon ‘releasing’ hipotalamus 2. Hormon ovarium: esterogen. seperti pada pria. tentu saja sampai 17 . a.3 Siklus Bulanan Ovarium Dan Fungsi Hormon Gonadotropin Masa reproduksi normal wanita ditandai oleh perubahan berirama bulanan dalam kecepatan sekresi hormon-hormon wanita dan perubahan yang sesuai pada organ seks itu sendiri. Selama pertumbuhan folikel. Setelah dua minggu kemudian. Hormon hipofisis anterior. yang disekresi oleh ovarium akibat respon terhadap dua hormon dari kelenjar hipofisis anterior. Setelah ovulasi. progesteron hampir seluruhnya berkaitan dengan persiapan akhir uterus untuk kehamilan dan kelenjar mammae untuk laktasi. esterogen dan progesteron sangat berkurang dan menstruasi mulai.4 Hormon Esterogen Dan Progesteron Dua jenis hormon ovarium adalah estrogen dan progesteron.4. dalam jumlah besar juga disekresi oleh plasenta. Kemudian diikuti siklus ovarium yang baru.4. Estrogen : pada wanita normal.2. sel sekresi folikel berkembang menjadi korpus luteum. estrogen disekresi terutama oleh ovarium. 2. kemudian hormon ovarium. terdiri dari tiga hirarki hormon sbb: 1. 2. disekresi esterogen. Gambaran berirama ini dinamakan siklus seksual wanita (menstruasi). korpus luteum mengalami degenerasi. hormon gonadotropin dari kelenjar hipofisis anterior menyebabkan folikel baru mulai berkembang dalam ovarium. FSH dan LH yang di sekresi akibat respon terhadap ‘releasing hormone’ dari hipotalamus 3.4. yang menyekresi hormon wanita progesteron dan esterogen dalam jumlah besar.2 Sistem Hormon Wanita Sistem hormon wanita.

efek ini sering mengakibatkan perdarahan yang lebih banyak pada permukaan yang terpotong dari pada yang ditemukan pada pria. estrogen menyebebkan kulit menjadi lebih vaskular daripada normal. estrogen mempunyai efek kuat lain pada pertumbuhan rangka. estrogen menyebabkan peningkatan aktivitas osteoblastik.100 kali jumlah yang disekresi oleh ovarium selama siklus bulanan normal. selama kehamilan progesteron dibentuk dalam jumlah besar sekali oleh plasenta. Efek pada organ seks. estrogen menyebabkan peningkatan pengendapan lemak pada jaringan subkutis. kecepatan tingginya menjadi cepat selama beberapa tahun. Estrogen menyebabkan penyatuan epifisis yang dini denagn batang tulang panjang. Efek pada payudara. Tetapi. pada saat dewasa semua ukuran organ seks menjadi bertambah. dan pertumbuhan sistem saluran yang luas. perkembangan jaringan stroma kelenjar mammae. Efek pada rangka. sekitar sepuluh kali jumlah normal setiap bulannya. Lobulus dan alveoli kelenjar mammae berkembang sedikit. Fungsi utama estrogen adalah menyebabkan proliferasi dan pertumbuhan sel jaringan organ seks dan jaringan lain yang berhubungan dengan reproduksi. Efek atas pengendapan lemak. estrogen dapat menyebabkan pengendapan lemak dalam kelenjar mammae. tetapi setelah pubertas jumlah ekstrogen yang diekskresi dibawah pengaruh hormon gonadotropin hipofisis meningkat sampai dua puluh kali atau lebih . Akan tetapi. waktu masa kekanak-kanakan estrogen diekskresi hanya dalam jumlah sedikit. Efek pada kulit. b. khususnya setelah bulan keempat kehamilan. bila wanita memasuki masa reproduksi. Sehingga pada pubertas. 18 . Progesteron : hampir semua progesteron pada wanita yang tidak hamil disekresi oleh korpus luteum selama separuh terakhir setiap siklus ovarium. tetapi progesteron dan prolaktin menentukan pertumbuhan dan fungsi struktur-struktur ini. Efek ini jauh lebih kuat pada wanita dari pada efek testosteron serupa pada pria.

Siklus Endometrium Dan Menstruasi 19 . Progesteron meningkatkan perkembangan lobulus dan alveoli kelenjar mammae. Progesteron juga meningkatkan perubahan sekresi pada mukosa yang melapisi tuba falopi. Efek pada tuba falopi. menyebabkan sel-sel alveolar berproliferasi. yang sedang membelah waktu ia berjalan dalam tuba falopi sebelum implantasi. membesar.Efek pada uterus. Efek pada kelenjar mammae. jadi menyiapkan uterus untuk implantasi ovum yang telah dibuahi. Sejauh ini sebagian fungsi progesteron adalah meningkatkan perubahan sekresi pada endometrium. c. dan menjadi bersifat sekretoris. Sekresi ini penting untuk nutrisi pada ovum yang telah dibuahi.

dan satu-satunya sel epitel yang tertinggal terletak pada bagian dalam sisa-sisa kelenjar dan kriptus endometrium. sebagian besar endomitrium mengalami deskuamasi oleh proses menstruasi. Dibawah 20 . Pada permulaan setiap siklus menstruasi. hanya lapisan tipis stroma endometrium tersisa pada basis endomitrium asli.Fase proliferasi (fase estrogen) siklus endometrium. Setelah menstruasi.

sel-sel stroma dan sel-sel epitel dengan cepat berproliferasi. Akan tetapi. hipotalamus sangat peka terhadap efek penghambatan estrogen. kepekaannya yang berlebihan terhadap 21 . yang mempertahankan perangsangan hipofisisnya yang hampir sepenuhnya tertekan selama masa kanakkanak. Kemudian pada pubertas.2.pengaruh estrogen yang sekresinya ditingkatkan oleh ovarium selama bagian pertama siklus ovarium. Menstruasi Sekitar dua hari sebelum akhir siklus haid. Pada wanita seperti pada pria. 2. dan supali darah ke endometrium meningkat lebih lanjut sebanding dengan aktivitas sekresi yang sedang berkembang. estrogen dan progesteron. Fase sekresi (fase progesteron) siklus endometrium. hipotalamus matang seperti pada pria. Kelenjar tambah berkelok-kelok. Sitoplasma sel stroma juga bertambah. sekresi hormonhormon ovarium. turun dengan tajam sampai rendah. Selama menstruasi normal. karena alasan yang tidak dimengerti. pubertas disebabkan oleh peningkatan berangsur-angsur sekresi hormon gonadotropin oleh hipofisis. Selama separuh terakhir siklus seksual. Estrogen menyebabkan proliferasi sel tambahan dan progesteron menyebabkan pembengkakan hebat dan pembentukan sekresi endometrium. karena fibrinolisin dikeluarkan bersama dengan endomitrium yang nekrotik. sekitar 35 ml darah dan 35 ml cairan serosa hilang. lipid dan glikogen banyak mengendap dalam sel stroma. dan seperti dijelaskan pada permulaan bab ini. dan kelenjar menyekresi sedikit cairan endometrium. Cairan menstruasi ini dalam keadaan normal tidak membeku. Menstruasi disebabkan oleh pengurangan mendadak progesteron dan estrogen pada akhir siklus haid ovarium. progesteron dan estrogen disekresi dalam jumlah besar oleh korpus luteum. kelenjar hipofisis dan ovarium infantill mampu berfungsi penuh bila dirangsang dengan sesuai. zat yang disekresi tertimbun dalam sel epitel kelenjar.4 Pubertas Pubertas berarti permulaan kehidupan seksual dewasa. mulai sekitar usia delapan tahun.

yang memungkinkan peningkatan pembentukan gonadotropin dan timbulnya kehidupan seksual wanita dewasa. Penyebab menopause adalah “kebakaran” ovarium. Penghentian siklus ini dinamakan menopause.6 Abnormalitas Sekresi Ovarium Hipogonadisme. estrogen tidak dapat lagi menghambat pembentukan FSH dan LH yang cukup untuk menyebabkan siklus ovulasi. dan akhirnya hampir semua ovum mengalami degenerasi atau telah diovulasikan. sekresi ovarium yang kurang dari normal dapat akibat pembentukan ovarium yang jelek atau ovarium tidak ada. pada usia sekita 45 tahun. Bila ovarium tidak ada sejak lahir atau bila tidak pernah berfungsi. Yang khususnya spesifik pada keadaan ini adalah pertumbuhan berlebihan tulang panjang karena epifisis tidak bersatu dengan batang tulang pada usia permulaan wanita remaja normal. wanita ‘eunuch’ pada 22 . terjadi eunukisme wanita. Akibatnya. Oleh karena itu. selama kehidupan seksual wanita banyak folikel primordial tumbuh menjadi folikel vesikuler pada setiap siklus seksual. pembentukan estrogen oleh ovarium turun hampir nol. tetapi setelah beberapa tahun. FSH dan LH (terutama FSH) setelah itu dihasilkan dalam jumlah besar dan tetap. Setelah beberapa bulan sampai beberapa tahun. dan pembentukan estrogen oleh ovarium berkurang bila jumlah folikel primordial mendekati nol. waktu sisa terakhir folikel primordial menjadi atretis. Estrogen dihasilkan dalam jumlah subkritis dalam waktu pendek setelah menopause. Akibatnya. 2.5 Menopause Pada usia rata-rata sekitar 40 sampai 50 tahun. sifat seksual sekunder umumnya tidak tampak. Pada keadaan ini. 2.penghambaan umpan balik negatif menjadi sangat berkurang. Dengan kata lain. siklus berhenti sama sekali. hanya beberapa folikel primordial tetap tertinggal untuk diransang oleh FSH dan LH. Bila pembentukan estrogen turun sampai tingkat kritis. dan organ seksual tetap infantil. dan ovulasi tidak terjadi selama beberapa siklus haid ini.4. kehidupan seksual biasanya tidak teratur.4.

Ereksi dan pelumasan pada wanita. Jaringan erektil ini.hakikatnya setinggi rekan prianya yang mempunyai dasar genetik yang sama atau mungkin bahkan sedikit lebih tinggi. dan rambut pubis menjadi sangat jarang. Akibatnya. Kelenjar mammae atrofi dan menjadi kendor. organ seksual mengalami regresi sedemikian rupa sehingga uterus menjadi hampir infantil ukuranya. karena ekskresi estrogen yang berlebihan secara otomatis menurunkan pembentukan gonadotropin oleh hipofisis. Jumlah estrogen yang dibentuk ovarium harus tinggi diatas tingkat kritis agar mereka dapat menghambat pembentukan hormon perangsang folikel yang cukup untuk menyebabkan osilasi siklus seksual. beberapa bulan tidak timbul menstruasi. parasimpatis melebarkan arteri dan menyempitkan vena-vena jaringan erektil. 2. seperti penis diatur oleh saraf parasimpatis yang berjalan melalui nervi erigentes dari pleksus sakralis ke genitalia eksterna. Menstruasi yang tidak teratur dan amenore akibat hipogonadisme. Hipersekresi hormon-hormon ovarium yang berlebihan jarang terdapat dalam klinik. Hipersekresi oleh ovarium. pada hipogonadisme atau bila gonad menyekresi sedikit estrogen sebagaiakibat faktor lain. dan hal ini memungkinkan penimbunan 23 .4. Sebagai gantinya. sekitar introitus dan meluas sampai klitoris terdapat jaringan erektil yang hampir identik dengan jaringan erektil penis. Perubahan yang sama terjadi pada wanita setelah menopause. dan hal ini selanjutnya mengurangi pembentukan hormon-hormon ovarium. hipersekresi hormon-hormon wanita secara klinik hanya ditemuka bila terdapat tumor yang menyebabkan feminisasi. vagina menjadi lebih kecil. Pda fase permulaan perangsangan seksual. dan epitel vagina menjadi lebih tipis dan mudah rusak. siklus ovarium mungkin tidak normal.7 Tindakan Seksual Wanita Perangsangan tindakan seksual wanita. Bila ovarium pada wanita yang berkembang sempurna dibuang. seperti halnya dengan tindakan seksual pria. Penampilan tindakan seksual wanita yang berhasil bergantung pada perangsangan psikis dan perangsangan seksual lokal. Akibatnya.

Kedua.darah dengan cepat pada jaringan erektil sehingga introitus menjepit penis. hal ini sangat membantu pria mencapai perangsangan seksual yang cukup untuk timbulnya ejakulasi. jadi menunjukkan pentingnya fungsi orgasmus pada wanita. Kesukaran 24 . Salah satu cara kontrasepsi yang sering digunakan adalah menghindari hubungan seksual dekat saat ovulasi. kopulasi menyebabkan kelenjar hipofisis posterior menyekresi eksitosin. selama orgasmus otot prineum wanita berkontraksi berirama. Metode kontrasepsi berirama. Oleh karena itu. efek ini mungkin diperantarai melalui nuklei amigdala dan kemudian melalui hipotalamus ke hipofisis. hubungan seksual biasanya harus terjadi antara satu hari sebelum ovulasi sampai satu hari setelah ovulasi. khusunya bila kesan lokal disokong oleh isyarat bersyarat psikis yang sesuai dari serebrum. bila rangsangan seksual lokal mencapai intensitas maksimum. Ovum tetap dapat hidup dan mampu membuahi setelah ia dikeluarkan dari ovarium mungkin tidak lebih dari 24 jam. Oksitosin selanjutnya menyebabkan peningkatan kontraktilitas uterus. yang mungkin akibat refleks spinal yang sama seperti refleks yang menyebabkan ejakulasi pada pria.4. Orgasmus pada wanita analog dengan ejakulasi pada pria. 2. sperma harus ada segera setelah ovulasi agar fertilisasi dapat berlangsung. Tentu sja wanita diketahui sedikit lebih fertil bila dibuahi oleh hubungan seksual normal dibandingkan oleh cara artifisial. pada banyak binatang rendah. timbul refleks yang menyebabkan orgasmus pada wanita. walaupun bagian besar tak lebih 24 jam.8 Fertilitas Pada Wanita Periode fertil setiap siklus seksual. yang juga dinamakan klimaks wanita. Oleh karena itu. Orgamus pada wanita. dan mungkin ini penting untuk fertilisasi ovum. Sebaliknya beberapa sperma dapat tetap hidup pada saluran reproduksi wanita sampai 72 jam. yang juga dianggap menyebabkan transpor cepat sperma. agar fertilisasi dapat terjadi. Mungkin efek yang akan terjadi adalah: Pertama.

tidak ada kelainan apapun dapat ditemukan pada organ genitalia wanita. maka hipotalamus tidak dapat menyekresi gelora ‘LH-releasing factor’ yang normal dan produk perangsangnya LH. sekitar 60 persen infertilitas ini disebabkan karena sterilitas pada wanita. dalam jumlah mencukupi dapat menghambat ovulasi. ‘pil’ telah lama diketahuibahwa pemberian estrogen atau progesteron. Misalnya. Atau dapat diakibatkan dari kelainan ovarium yang tidak memungkinkan terjadinya ovulasi. sejauh ini mungkin penyebab tersering sterilitas pada wanita adalah kegagalan ovulasi. Hal ini dapat akibat hiposekresi hormon gonadotropin.dengan cara kontrasepsi ini adalah tidak mungkin meramalkan waktu ovulasi dengan tepat. pada kasus ini intensitas perangsangan hormonal tidak cukup menyebabkan ovulasi. Penekanan hormonal pada fertilitas. Kadang-kadang. yang biasnya terjadi sekitar 13 hari setelah mulainya siklus seksual bulanan. telah diketahui bahwa adanya salah satu atau kedua hormon tersebut dalam jumlah mencukupi. 25 . Anovulasi dan sterilitas wanita. walaupun mekanisme tepat efek ini belum jelas. kapsula yang tebal kadang-kadang terdapat pada bagian luar ovarium yang menghalangi ovulasi. Sekitar satu dari setiap enam sampai sepuluh pasangan adalah infertil. pada keadaan ini harus dianggap bahwa infertilitas disebabkan karena fungsi fisiologis sistem genitalia yang abnormal atau kelainan perkembangan genetik dari ovum sendiri. Akan tetapi.

Dengan deteksi secara dini disertai vaksinasi. 3. kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan disembuhkan dari semua jenis kanker. Oleh karena itu. Lebih awal seseorang terdeteksi. sehingga deteksi dini merupakan hal yang sangat penting. pengobatan akan lebih mudah. biaya tes relatif mahal. sering kali para penderita tidak menyadari dan memeriksakan diri sejak dini sehingga para penderita berobat ketika penyakit kanker tersebut sudah parah. Padahal.2 Hasil dan Pembahasan Kanker leher rahim adalah pertumbuhan sel atau jaringan tak terkendali yang menyebabkan benjolan atau tumor pada leher rahim atau serviks.1 Analisis Kasus Banyaknya kejadian yang menimpa wanita Indonesia dalam kasus kanker serviks itu dibandingkan dengan para wanita di negara maju. minimnya jumlah tenaga ahli dan kurangnya pengorganisasian secara rapi. angka kasus kanker serviks di Indonesia diharapkan bisa menurun drastis. Karena itu. Pada tahap awal kanker leher rahim tidak memperlihatkan gejala klinis yang signifikan. karena kurangnya kesadaran para wanita untuk mencegah berkembangnya penyakit itu. asalkan penyakit tersebut diketahui pada stadium dini. metode sederhana yang lebih praktis dan murah yaitu inspeksi visual dengan asam setat (IVA) bisa dipilih untuk digunakan dalam skrining atau penapi san secara nasional di negara-negara sedang berkembang. Pada tahap awal. Kendala di negara sedang berkembang dengan cara ini adalah.BAB III PEMBAHASAN 3. sel pada leher rahim atau pintu masuk ke dalam kandungan berkembang 26 . Harapan untuk bertahan hidup dengan kualitas baik sebagaimana dialami Retno pun bisa diraih. para perempuan diimbau agar memeriksakan diri sejak dini untuk mengetahui apakah punya leher rahim normal atau tidak sekaligus mendeteksi adanya fase pra kanker.

Di Asia Tenggara. karena dengan hubungan intim itu bisa terjadi infeksi H PV.000 kasus baru kanker leher rahim terjadi dengan angka kematian 7.000 orang per tahun. Namun 71 persen penyebab utama kanker ini terkait infeksi HPV tipe 16 dan 18. Hampir 90 persen kejadian kanker leher rahim terjadi di negara sedang berkembang. Angka kejadian kanker leher rahim tertinggi di Afrika yaitu lebih dari 45 per 100. diperkirakan setiap tahun ada 15.secara abnormal yang disebut tahap pra-kanker. namun ada juga infeksi yang menetap bertahun-tahun hingga menyebabkan kanker. Mayoritas kasus kanker serviks disebabkan infeksi human papillomavirus (HPV). serta memiliki kebiasaan merokok. Secara global. Mereka yang berisiko tinggi terkena kanker serviks adalah. Kanker serviks merupakan kanker yang paling sering terjadi pada perempuan Indonesia.000 orang.4 juta penduduk menderita kanker baru dan 7. Sejauh ini ada lebih dari 100 jenis HPV dan 13 jenis di antaranya mampu meningkatkan risiko kanker leher rahim. Pada tahun 2008. disusul Asia Tenggara 30-44. punya beberapa pasangan atau riwayat gantiganti pasa ngan.6 juta orang meninggal karena penyakit kanker. yaitu dengan angk a kejadian penyakit baru tiap tahun sekitar 500. 27 . Semua perempuan yang berhubungan seksual berisiko terkena kanker serviks. Dari infeksi HPV sampai terjadinya kerusakan lapisan lendir jadi pra-kanker hingga menuju keganasan atau kanker butuh waktu hampir 20 tahun.000 dan kematian sebanyak 288. kanker leher rahim menempati urutan pertama di antara penderita kanker pada wanita. dan bila tidak diobati akan berubah jadi kanker. Di Indonesia.9 per 100. Badan Kesehatan Dunia memperkirakan 12. memiliki anak lebih dari 5 orang. Sebagian infeksi HPV pada perempuan menghilang sendiri meski tanpa pengobatan. perempuan yang tidak pernah menjalani skrining.500 kasus per tahun. kejadian kanker leher rahim menduduki urutan kedua setelah kanker payudara. Infeksi HPV umumnya terjadi setelah wanita berhubungan seksual dan umumnya terjadi pada usia sekitar 25 tahun. mulai berhubungan seksual dan punya anak pada usia muda.000 perempuan tiap tahun.

Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan disekitarnya. 28 . • Merokok Tembakau merusak system kekebalan dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks. • • • Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini. Varian yang sangat berbahaya adalah HPV tipe 16. Pemakain DES (dietilstilbestrol) pada wanita hamil untuk mencegah keguguran (banyak digunakan pada tahun 1940-1970) Gangguan system kekebalan Pemakaian pil KB Infeksi herpes genetalis atau infeksi klamidia menahun Golongan ekonomi lemah (karena tidak mampu melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin) • • • • • GEJALA YANG MUNCUL Perubahan prekanker pada serviks biasanya tidak meminimalkan gejala dan perubahan ini tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaann panggul dan pap smear. 45 dan 56. Berganti-ganti pasangan seksual Suami atau pasangan seksualnya melakukan hubungan seksual pertama pada usia dibawah 18 tahun.berganti-ganti pasangan dan pernah menikah dengan wanita yang menderita kanker serviks.PENYEBAB Kanker serviks terjadi jika sel-sel serviks menjadi abnormal dan membelah secara tak terkendali. 18. Penyebab terjadinya kelainan pada sel-sel serviks tidak diketahui secara pasti.tetapi terdapat beberapa factor resiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks : • HPV (human papillomavirus) HPV adalah virus penyebab kutil genetalis (kondiloma akuminata) yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Dari vagina keluar air kemih atau tinja. sedangkan sel yang abnormal warnanya menjadi putih atau kuning. Biopsi dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka pada serviks.berwarna pink. kelelahan. patah tulang. mengandung darah atau hitam serta berbau busuk.Pada saat ini akan timbul gejala berikut: • Perdarahan vagina yang abnormal. • • • • • DIAGNOSA • • Pap smear Biopsi. atau jika pap smear menunjukkan suatu abnormalitas atau kanker. Dilakukan pengangkatan sel kanker Penyinaran. Menstruasi abnormal (lebih lama dan lebih banyak) Keputihan yang menetap. Kolposkopi. penurunan berat badan. Menggunakan sinar radioaktif yang bisa merusak sel kanker Kemoterapi. Dengan menggunakan obat-obatan sitostatik Terapi Biologi. dengan cairan yang encer. terutama diantara 2 menstruasi. setelah melakukan hubungan seksual dan setelah menopause. Nyeri panggul punggung dan tungkai.sel yang sehat warnanya akan berubah menjadi coklat. • • PENGOBATAN • • • • Pembedahan. Dengan memperkuat system kekebalan tubuh PENCEGAHAN Ada 2 cara untuk mencegah kanker serviks : 29 . Pemeriksaan serviks dengan lensa pembesar Tes Schiller. coklat. Serviks diolesi dengan larutan yodium. Gejala dari kanker serviks stadium lanjut : Nafsu makan berkurang.

Jangan melakukan seksual dengan penderita kulit kelamin atau gunakan kondom untuk mencegah penularan kulit kelamin Jangan berganti-ganti pasangan seksual Berhenti merokok. Anjuran untuk melaksanakan Pap smear secara teratur : • • • • • • Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kanker serviks sebaiknya : • Anak perempuan yang berusia dibawah 18 tahun tidak melakukan hubungan seksual.• • Mencegah terjadinya infeksi HPV Melakukan pemeriksaan Pap semear secara teratur Setiap tahun untuk wanita yang bersuami diatas 35 tahun Setiap tahun untuk wanita yang berganti-ganti pasangan seksual atau pernah menderita infeksi HPV atau kulit kelamin Setiap tahun untuk wanita yang memakai pil KB Setiap 2-3 tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun jika 3 kali Pap smear berturut-turut menunjukkan hasil negatif atau untuk wanita yang telah menjalani histerektomi bukan karena kanker Sesering mungklin jika hasil pap smear menunjukan abnormal Sesering mungkin setelah penilaian dan pengobatan prekanker maupun kanker serviks. • • • 30 .

Secara anatomi sistem reproduksi wanita dibagi menjadi dua bagian. alat reproduksi wanita mempunyai 3 fungsi. 4. Menjaga kebersihan alat reproduksi eksterna. 31 .2 Saran Untuk menjaga alat reproduksi wanita dan mencegah munculnya berbagai penyakit kewanitaan. yaitu : bagian yang terlihat dari luar ( genitalia eksterna ) dan bagian yang berada di dalam panggul ( genitalia interna ). 4. fungsi hormonal. 2. saluran telur (tuba ). dan pengobatan berbagai penyakit kewanitaan. Genetika interna terdiri dari rahim ( uterus ). Jangan berganti-ganti pasangan. Lakukan pemeriksaan sejak dini dan secara teratur. Pemerintah melakukan penyuluhan tentang bahaya. Genitalia eksterna meliputi bagian yang disebut kemaluan ( vulva ) dan liang sanggama (vagina). kejadian kanker leher rahim menduduki urutan kedua setelah kanker payudara.1 Kesimpulan 1. dan indung telur ( avarium ). pencegahan. Kanker serviks merupakan kanker yang paling sering terjadi pada perempuan Indonesia karena kurangnya kesadaran para wanita untuk mencegah berkembangnya penyakit itu. 2. Berdasarkan fungsinya ( fisiobginya ). yaitu fungsi seksual. Secara global. maka di sarankan untuk melakukan hal-hal berikut : 1. dan fungsi reproduksi ( melanjutkan keturunan ).BAB IV PENUTUP 4. 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->