Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/cara-membuat-readmoreotomatis-di-blog.

html#ixzz1yFHJhOpK

Teori Pemrosesan Informasi

Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Berdasarkan temuan riset linguistik, psikologi, antropologi dan ilmu komputer, dikembangkan model berpikir. Pusat kajiannya pada proses belajar dan menggambarkan cara individu memanipulasi simbol dan memproses informasi. Model belajar pemrosesan informasi Anita E. Woolfolk (Parkay & Stanford, 1992) disajikan melalui skema yang dikutip berikut ini. Gambar 1. Skema pemrosesan informasi

Model belajar pemrosesan informasi ini sering pula disebut model kognitif information processing, karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf struktural sistem informasi, yaitu: 1) Sensory atau intake register: informasi masuk ke sistem melalui sensory register, tetapi hanya disimpan untuk periode waktu terbatas. Agar tetap dalam sistem, informasi masuk ke working memory yang digabungkan dengan informasi di long-term memory. 2) Working memory: pengerjaan atau operasi informasi berlangsung di working memory, dan di sini berlangsung berpikir yang sadar. Kelemahan working memory sangat terbatas kapasitas isinya dan memperhatikan sejumlah kecil informasi secara serempak. 3) Long-term memory, yang secara potensial tidak terbatas kapasitas isinya sehingga mampu menampung seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik. Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya.

Diasumsikan, ketika individu belajar, di dalam dirinya berlangsung proses kendali atau pemantau bekerjanya sistem yang berupa prosedur strategi mengingat, untuk menyimpan informasi ke dalam long-term memory (materi memory atau ingatan) dan strategi umum pemecahan masalah (materi kreativitas).

teori muatan kognitif. teks. Tahap pemahaman dalam pemrosesan informasi dalam memori kerja berfokus pada bagaimana pengetahuan baru dimodifikasi. dimaknai. serta dikoneksikan dalam tiap penyimpanan (periksa Gambar 2). Menurut teori pengkodean ganda manusia memiliki sistem memori kerja yang terpisah untuk informasi verbal dan informasi visual. Sebenarnya istilah desan pesan mengacu pada proses manipulasi.Pengetahuan yang diproses dan dimaknai dalam memori kerja disimpan dalam memori jangka panjang dalam bentuk skema-skema teratur secara hirarkis. diorganisasikan ke dalam representasi yang berhubungan. warna. Desain pesan mengacu pada bentuk yang digunakan untuk menyajikan informasi. dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kombinasi kata-kata dan gambar (dua desain pesan yang berbeda). 2004) telah menguji kebenaran teori pengkodean ganda (dual-coding theory): terdapat dua buah saluran pemrosesan informasi yang independent yaitu pemrosesan informasi visual (atau memori kerja visual) dan pemrosesan informasi verbal (atau memori kerja verbal). Teori muatan kognitif menyatakan bahwa setiap memori kerja memiliki kapasitas yang terbatas. Penyampaian informasi bermultimedia yang berhasil akan bergantung pada pengertian akan makna yang dilekatkan pada stimulus elemen-elemen pesan tersebut. atau rencana manipulasi dari sebuah pola tanda yang memungkinkan untuk mengkondisi pemerolehan informasi. Studi tentang bagaimana informasi diidentifikasi. desain pesan. Pemahaman berkenaan dan dipengaruhi oleh interpretasi terhadap stimulus. Beberapa teori yang melandasi perancangan desain pesan multimedia instruksional ialah teori pengkodean ganda. narasi. dan ditransfer dalam dan dari memori kerja untuk disimpan dalam memori jangka panjang mengisyaratkan bahwa pendesainan pesan merupakan salah satu topik utama dalam pendesainan multimedia instruksional. pengorganisasian. Kemampuan sensorik mengacu pada jalur pemrosesan informasi yang dipakai untuk memproses informasi yang diperoleh. 2004). pengintegrasian elemen-elemen pesan untuk menyampaikan sesuatu informasi. Media pengantar mengacu pada sistem yang dipakai untuk menyajikan informasi. serta kemampuan sensorik. animasi. misalnya pemakaian animasi atau teks audio. pengorganisasian. seperti proses penerimaan informasi visual atau auditorial. diproses. serta video. Dalam konteks ini. ilustrasi. Proses penyeleksian. Sedangkan teori pemrosesan ganda menyatakan bahwa penyampaian informasi lewat multimedia instruksional baru bermakna jika informasi yang diterima diseleksi pada setiap penyimpanan. Sebagai contoh. suatu paparan tentang bagaimana sistem sesuatu alat bekerja dapat dipresentasikan melalui teks tertulis dalam buku atau melalui teks di layar komputer (dua media yang berbeda). kedua memori kerja tersebut memiliki kapasitas yang terbatas untuk . memori kerja terdiri atas memori kerja visual dan memori kerja auditori. Penelitian telah menemukan bukti bahwa desain pesan yang berbeda pada multimedia instruksional mempengaruhi kualitas performansi (Pranata. desain pesan multimedia berkenaan dengan penyeleksian. Dalam mengartikan penyampaian informasi dengan multimedia perlu dibedakan apa yang disebut dengan media pengantar. dan teori pemrosesan ganda. musik. misalnya media berbasiskan media cetakan atau media berbasiskan komputer. atau dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan (dua sensorik yang berbeda). Temuan-temuan penelitian (Pranata. Faktor stimulus adalah karakteristik dari elemen-elemen desain pesan seperti ukuran. serta pengintegrasian elemen-elemen informasi tersebut disajikan oleh Gambar 2.

(1) motivasi. untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu.memroses informasi yang masuk. (2) pemahaman. Beberapa model telah dikembangkan di antaranya oleh Gagne (1984). Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu. Hal terpenting yang dinyatakan oleh teori muatan kognitif adalah sebuah gagasan bahwa kemampuan terbatas memori kerja. seharusnya menjadi pokok pikiran ketika seseorang hendak mendesain sesuatu pesan multimedia. Ingatan Jangka Panjang (IJPj) atau long-term memory. visual maupun auditori. Teori belajar yang oleh Gagne (1988) disebut dengan „Information Processing Learning Theory‟. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. (7) perlakuan. yang terdiri atas tiga macam ingatan yaitu: sensory memory atau Ingatan Inderawi (II). Karenanya teori belajar tadi disebut juga „Information-Processing Model‟ oleh Lefrancois atau „Model Pemrosesan Informasi‟. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. (5) ingatan kembali. Ingatan Jangka Pendek (IJPd) atau short-term/working memory. (4) penyimpanan. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi. Gage dan Berliner (1988) serta Lefrancois. Berdasar ketiga model tersebut dapat dikembangkan diagram pemrosesan informasi berikut ini: . (8) umpan balik. (3) pemerolehan. (6) generalisasi. Teori ini merupakan gambaran atau model dari kegiatan di dalam otak manusia di saat memroses suatu informasi.

Pertanyaan penting yang dapat dimunculkan adalah: Bagaimana caranya agar informasi atau keterangan seorang guru tidak akan hilang begitu saja dari ingatan siswa? Ingatan Jangka Pendek (IJPd) Suatu informasi baru yang mendapat perhatian siswa. Dengan kata lain. sampai menjewer telinga merupakan . Berdasar pada apa yang dipaparkan di atas. Sebagai akibatnya. tentunya akan berbeda dari informasi yang tidak mendapatkan perhatian dari mereka. perhatian para siswa terhadap informasi atau masukan dari para guru akan sangat menentukan diterima tidaknya suatu informasi yang disampaikan para guru tersebut. mencatat hal dan contoh penting di papan tulis. Alasanya. IJPd ini menurut Lefrancois dapat bertahan relatif jauh lebih lama lagi. pesan atau keterangan yang disampaikan seorang guru dapat hilang seluruhnya dari ingatan para siswa jika pesan atau keterangan tersebut terkategori sebagai ingatan inderawi.” Jelaslah bahwa IJPd adalah setiap Ingatan Inderawi yang stimulusnya mendapat perhatian dari seseorang. Ingatan Inderawi hanya dapat bertahan di dalam pikiran manusia selama tidak lebih dari satu detik saja. aksi diam seorang guru ketika siswanya ribut.INGATAN JANGKA PANJANG (IJPj) Ingatan Inderawi (II) Sebagaimana terlihat pada diagram di atas. Ingatan tersebut akan hilang lagi tanpa disadari dan akan diganti dengan informasi lainnya. seperti yang telah sering dialami para guru dan telah dinyatakan dua orang siswa di bagian awal tulisan ini. seorang guru pada saat yang tepat sudah seharusnya mengucapkan kalimat seperti: “Anak-anak. memukul rotan ke meja. yaitu sekitar 20 detik. p. bagian ini sangat penting. Ingatan sekilas atau sekelebat yang didapat melalui panca indera ini biasan ya disebut ‟sensory memory‟ atau „ingatan inderawi‟. Sekali lagi.” Tidak hanya itu. Informasi tersebut menurut Lefrancois akan tersimpan di dalam ingatan selama tidak lebih dari satu detik saja. menyesuaikan intonasi suara dengan materi. di samping selalu memotivasi siswanya. pengetahuan tentang perbedaan antara kedua ingatan ini lalu menjadi sangat penting untuk diketahui para guru dan diharapkan akan dapat dimanfaatkan selama proses pembelajaran di kelasnya. seperti sudah dipaparkan tadi. memberi kotak ataupun garis bawah dengan kapur warna untuk materi essensial. IJPd tidak akan terbentuk di dalam otak siswa tanpa adanya perhatian dari siswa terhadap informasi tersebut. Suatu informasi baru yang mendapat perhatian seorang siswa lalu terkategori sebagai IJPd sebagaimana dinyatakan Gage dan Berliner (1988. the informations represented by that stimulus goes into short-term memory or working memory. suatu masukan/informasi yang terdapat pada stimulus atau rangsangan dari luar akan diterima manusia melalui panca inderanya.285) berikut: “When we pay attention to a stimulus. untuk menarik perhatian para siswa terhadap bahan yang disajikan. Karenanya. dapatlah disimpulkan bahwa.

Karenanya. dan 25 akan jauh lebih sulit daripada mengingat bilangan berikut yang sudah terorganisir dengan baik: 1. Ingatan Jangka Panjang (IJPj) Mengapa Ibukota Indonesia jauh lebih mudah diingat daripada Ibukota Negeria? Untuk menjawabnya. sehingga Jakarta dapat diingat dengan mudah. televisi. 25. Contohnya. yaitu suatu proses pembelajaran yang tidak menarik perhatian mereka dapat menjadi beban bagi siswa dan tentunya juga bagi para guru.945 akan jauh lebih mudah daripada proses mengingat bilangan 51. Acara televisi yang menarik perhatian para siswa akan memungkinkan para siswa untuk duduk berjam-jam di depan TV dan jalan ceriteranya akan mampu mereka ingat dengan mudah.408. pembicaraan. Jakarta sebagai Ibukota Indonesia kemungkinan besar sudah tersimpan di dalam IJPj. Namun hal yang lebih penting lagi adalah bagaimana menumbuhkan kemauan dan motivasi dari dalam diri siswa sendiri. proses untuk mengingat bilangan 17. Dapatlah disimpulkan sekarang bahwa pengulangan merupakan kata kunci dalam proses pembelajaran. 16. Kata lainnya IJPj tidak akan terbentuk tanpa adanya pengulangan. Karenanya. Selain pengulangan atau latihan. apalagi jika dikaitkan dengan hari kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 yang dapat ditulis menjadi 17–08–1945. Jelaslah bahwa IJPj adalah IJPD yang mendapat pengulangan. Informasi yang sudah tersimpan di dalam IJPj ini sulit untuk hilang. 4. 3. sehingga para siswa akan mau belajar dan memperhatikan para gurunya selama proses pembelajaran sedang berlangsung. 36. latihan selama di kelas atau di rumah merupakan kata kunci yang akan sangat menentukan keberhasilan atau ketidak berhasilan suatu pengetahuan yang diingat dalam jangka waktu yang lama. Contohnya. dan 49. Namun hal yang sebaliknya akan terjadi juga.usaha-usaha yang patut dihargai dari seorang guru selama proses pembelajaran untuk menarik perhatian siswanya. 16.791 karena bilangan pertama sudah dikenal para siswa. perlu disadari adanya suatu kenyataan bahwa Jakarta jauh lebih sering disebut dan didengar namanya daripada Lagos. 36. 49. Sesuatu yang menarik perhatian siswa akan lebih mudah diingat daripada sesuatu yang tidak menarik hatinya. . misalnya dari buku. 9. Sesuatu yang sudah dipahami akan lebih mudah diingat siswa daripada sesuatu yang tidak dipahaminya. ada guru berpengalaman yang menyatakan kepada siswanya bahwa akan jauh lebih baik untuk belajar 6 × 10 menit daripada 1 × 60 menit. Itulah sebabnya. Hal-hal yang sudah terorganisir dengan baik akan jauh lebih mudah diingat siswa daripada hal-hal yang belum terorganisir. 2. beberapa hal penting yang harus diperhatikan Bapak dan Ibu Guru agar suatu pengetahuan dapat diingat siswa dengan mudah adalah: 1.081. mengingat susunan bilangan 4. 1. 9. ataupun koran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful