A.

Background Silent way adalah metode pengajaran bahasa yang dikembangkan oleh seorang ahli pengajaran bahasa bernama Caleb Gattegno pada tahun 1972. Gattegno sendiri terkenal dengan minatnya terhadap tongkat kayu yang berwarna yang disebut dengan batang Cuisenaire dan rangkaian kata-kata yang berseri dan berwarna. Silent way merupakan suatu pendekatan terhadap pengajaran membaca awal dimana suara dilambangkan dengan kode tertentu. Karena menggunakan kode tertentu, guru diharapkan menggunakan suara seminimal mungkin sedangkan siswa dimotivasi agar dapat berbicara sebanyak mungkin. Dalam silent way ada beberapa elemen yang digunakan yaitu kartu berwarna dan grafik batang Cuisenaire berwarna (Carni, 2011). B. Approaches 1. Theory of Language Metode silent way sangat jelas menggunakan pendekatan struktural dalam menyusun kata yang diajarkan. Bahasa dipandang sebagai rangkaian bunyi yang memiliki makna dan diatur menjadi sebuah kalimat sesuai dengan tata bahasa (Richard & Rodgers, 1986). 2. Theory of Learning C. Desain 1. Tujuan Silent Way Tujuan umum silent way adalah untuk membentuk pembelajaran bahasa agar lancar dalam belajar bahasa asli sama dengan bahasa target, pengucapann yang benar, serta penekanan dalam menguasai unsur-unsur prosodi bahasa sasaran.Sedangkan tujuan khusus yakni untuk menyediakan siswa pengetahuan praktis tentang dasar-dasar tata bahasa. Agar terbentuk siswa yang belajar secara mandiri (Carni, 2012).

pertanyaan. isyarat visual yang merupakan dasar kegiatan kelas (Carni. Kegiatan belajar mengajar dalam silent way memiliki fungsi untuk mendorong respon siswa secara oral tanpa intruksi langsung dari guru. 2011). Gattegno tidak memberikan secara rinci tentang leksikal dan gramatikal. angka. 2011). dengan pelajaran masalah sekitar tata bahasa dan kosa kata. frase. kata ganti. Siswa dapat . Guru memberi respon dalam bentuk perintah. Materi pelajaran tentang angka diajarkan di awal pelajaran. Peran siswa Gattegno melihat pembelajar bahasa merupakan proses pertumbuhan pribadi yang tumbuh dari diri siswa secara sadar dan dijadikan tantangan bagi mereka. Selain preposisi. kata-kata perbandingan juga diajarkan diawal pelajaran (Carni. Bentuk kegiatan belajar dan mengajar. Kartu dan benda lainnya dapat digunakan untuk memperoleh respon siswa. Metode dasarnya adalah belajar bahasa secara sederhana yang mana guru memberi contoh kata. atau kalimat selanjunya siswa meresponnya. kata bilangan. karena angka-angka sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari serta mudah untuk didemontrasikan. 4. Biasanya imperative merupakan struktur yang pertama diajarkan karena kata kerjanya mudah diajarkan dengan silent way. Preposisi juga diajarkan di awal silabus dengan alasan yang sama.2. Silabus Pada dasarnya silent way mengadopsi silabus berbentuk dasar-dasar struktur. Tidak ada silabus silent way secara umum. 3.

5. 6. Untuk mendapatkan jalan keluar (Richard & Rodgers. pointer yang semuanya digunakan untuk .mengembangkan kepribadian. Guru melakukan evaluasi dengan segera dan dilakukan secara diam-diam dalam memantau peserta didiknya satu sama lainnya bahkan meninggalkan ruang pada waktu siswa sedang belajar bahasa. kode-kode. 1986). Peran bahan ajar Silent way juga dikenal karena sifat unik. Gattegno mengatakan bahwa guru itu “mengajar untuk belajar” bukan berarti peran guru dalam silent way tidak kritis. Stevick mendefinisikan tugas guru dalam silent way sebagai berikut: a. Siswa harus sadar bahwa keahlian yang didapatkan mereka tergantung pada diri sendiri. Untuk menguji c. Peran Guru Teacher Silence mungkin menjadi hal yang jarang terjadi. dan harus menyadari bahwa menggunakan bahasa berguna untuk mempelajari bahasa baru (Richard & Rodgers. Gattegno mengantisipasi bahwa dengan menggunakan silent way dapat mengubah persepsi guru tentang mereka. bagi kebanyakan guru bahasa hal ini dilatih secara tradisional yang menuntut segala aspek silent way. Untuk mengajar b. grafik kosa kata. 1986). otonomi dan tanggungjawab.Bahan ajar yaitu berbentuk satu set balok berwarna.

Kemudian atas petunjuk guru. kosa kata ini di ambil dari kalimat-kalimat yang paling sering di gunakan dalam komunikasi seharihari. Kosa kata ini sangat berguna bagi para pelajar dalam menyusun sebuah kalimat secara mandiri. Guru menggunakan pointer untuk menunjukkan kepada siswa tentang symbol suara yang dihasilkan (Richard & Rodgers. (a) papan peraga yang bertulisakan materi (fidel chart). langkah ini juga masih tahap permulaan. Guru menyediakan alat peraga berupa. . Kelas sering kali menggunakan grafik dalam bahasa asli dan kode warna secara alamiah selanjutnya siswa memasang warna dengan suara yang terkait. guru menyajikan papan peraga yang kedua yang berisi kosa kata yang terpilih. guru pun tidak mengatakan apa-apa. mula-mula secara serentak. Pada permulaan. Pendahuluan. 1986). satu persatu pelajar melafalkanya. Sesudah pelajar mampu mengucapkan bunyi-bunyi dalam bahasa asing yang di pelajari. Pelajar mengucapkan symbol yang di tunjuk guru dengan melafal dengan keras. penyajianya hanya satu kali saja. tetapi hanya menunjukkan pada symbolsimbol yang tertera di papan peraga. Prosedur 1. 3. (b) tongkat/balok kayu (cuisenenaire rods). Papan ini berisi ejajan dari semua suku kata dalam bahasa asing yang di pelajari. Dengan demikian ia memaksa para pelajar untuk menyimak dengan baik.menggambarkan hubungan antara bunyi dan arti dalam bahasa target. 2. D. Guru menyajikan satu butir bahasa yang di pahami. Tonkat yang biasanya berjumlah sepuluh dengan warna yang berbeda-beda yang nantinya di gunakan sebagai alat peraga. Langkah ini adalah tahap permulaan.

Setelah itu guru mengangkat tongkat lain yang berlainan warna. Dalam hal ini penggunaan isyarat yang palinng benar cukup penting sebagai pengganti penjelasan verbal. Maka dalam hal ini kelas menjadi aktif. Tugas-tugas dan aktivitas-aktivitas dalam metode ini berfungsi untuk mendorong serta membentuk respon pelajar. This is a rod. . E. Dalam pengetesan ini tentu harus memperhatiakn waktu yang tersedia.metode lain silent way juga memiliki kelebihan dan kekurangan. 2011). Di antara kelebihanya adalah: 1. misalnya . This is a blue rod Dengan demikian para pelajar akan terangsang untuk membuat kalimat lengkap secara lisan dengan kata-kata yang telah mereka kuasai sebelumnya. 2. Sebagai penutup. 5. misalnya . guru bisa mengadakan pengetesan keberhasilan pelajar dalam penguasaan kosa kata yang telah di ajarkan dengan mengunakan perintah-perintah yang sedapat mungkin tidak secara verbal seperti halnya pada poin nomor 4 di atas. Kelebihan dan Kekurangan Silent Way Sebagaimana metode. Mendidik untuk berkonsentrasi terhadap materi pelajaran juga para pelajar di tuntut untuk selalu berusaha sendiri dalam belajar.4. Guru menggunakan tongkat warna-warni yang telah disediakan untuk memancing para pelajar berbicara bahasa asing yang sedang dipelajari. pada saat ini guru mengangkat tongkat dan berkata. tidak mungkin dengan keterbatasan waktu pengetesan dapat diberikan ke seluruh pelajar (Firdhan.

Ini melatih mereka dalam membuat kesimpulan dan keputusan secara cepat. Jika ditelaah secara seksama. namun dalam kenyataanya guru yang masih berperan aktif dalam proses belajar mengajar (teacher-centered). . 3. Pada dasarnya silent way pada akhirnya cenderung memiliki banyak kesamaaan dengan audiolingual. 2. intonasi. dan tidak ada keterangan maka pelajar didorong untuk membuat analogi-analogi sendiri dengan cara membuat kesimpulan dan rumusan aturan atuaran sendiri. Sebagaimana dijelaskan dalam konsep silent way bertujuan membimbing para pelajar agar mencapai kelancaran berbahasa yang hampir sama dengan penutur asli. maka mereka dituntut untuk menguasai lafal yang benar. Silent way memberikan kebebasan kepada pelajar untuk menentukan pilihan-pilihan dalam situasi-situasi yang di sajikan. apalagi mereka yang baru mengenal bahasa asing yang sedang dipelajari (Firdhan. Di antara kekuranganya adalah . Cara ini terkesan bahwah pelajar dapat menguasai situasi belajar. silent way digunakan untuk pelajar tingkat pemula yang hanya diberikan materi-materi pelafalan suku kata dan membuat konstruksi kalimatkalimat sederhanaya. sebab bagaimanapun pelajar yang diberi materi satu kali akan sangat membutuhkan pengulangan. Sedangkan membaca dan mengarang nampaknya akan sulit di ajarkan demgan metode ini. proses belajar mengajar yang digariskan oleh metode ini nampaknya tidak memberi jaminan untuk mencapai tujuan tersebut. Karena tidak ada pembetulan kalau ada kesalahan yang dilakukan oleh pelajar.3. dan jeda dalam berbicara dengan bahasa asing yang dipelajari. 1. 2012). 4. irama.

& Rodgers.S.blogspot. . T. (1986).References: Carni.. Silent way method [Personal blog] . (2011). USA: Cambridge University Press. Silent Way [Personal blog] . J. Firdhan. Retrieved from http://carnigoodluck.C. (2011). Approaches and methods in language teaching.wordpress.html.com/2011/06/08/silent-way/ Richard. Retrieved from http://firdhanramadhansmart.com/2011/10/silent-way-method.

BY THE 7TH GROUP WIRYA SURACHMAT RATU YUNITA SEKAR SRI WAHYUNI ENGLISH EDUCATION DEPARTMENT TARBIYAH AND TEACHING SCIENCE FACULTY ALAUDDIN STATE ISLAMIC UNIVERSITY MAKASSAR 2012 .