BAB I PENDAHULUAN 1.

1 LATAR BELAKANG Budaya dan peradaban umat manusia berawal dan berpuncak dengan nilai-nilai filsafatyang dikembangkan dan ditegakkan sebagai sistem ideologi. Maknanya nilai filsafat sebagaijangkauan tertinggi pemikiran untuk menemukan hakekat kebenaran ( kebenaran hakiki;karenanya dijadikan filsafat hidup, pandangan hidup, (Weltanschauung); sekaligus memancarkanjiwa bangsa, jati diri bangsa (Volksgeist) dan martabat nasional. Filsafat hidup dan jiwa bangsa ini diakui sebagai asas kerohanian bangsa dan negara,sebagai kaidah negara yang fundamental. Nilai fundamental filsafat hidup dijadikan dasar negara(filsafat negara); ditegakkan sebagai sistem ideologi nasional (ideologi negara) sebagaimanaterumus di dalam UUD Negara. Bagi bangsa Indonesia, filsafat Pancasila sebagai sistem ideologi sebagaimanaterkandung dalam UUD Proklamasi 45, sekaligus memancarkan integritas sebagai SistemKenegaraan Pancasila dengan visi-misi sebagaimana diamanatkan di dalam UUD Proklamasi 45.Menegakkan integritas sistem kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45 adalah pembudayaanfilsafat Pancasila dan ideologi nasional Indonesia Raya 1.2 RUMUSAN MASALAH 1. 2. Apakah sebenarnya hakikat filsafat hukum? Bagaimana peran filsafat hukum dalam pembentukan hukum di Indonesia?

1.3 TUJUAN 1. Menjelaskan pengertian hakikat filsafat hukum 2. Menjelaskan peran filsafat hukum dalam pembentukan hukum di Indonesia 1.4 RUANG LINGKUP MASALAH Pada makalah ini hanya membahas tentang peranan filsafat pancasila dalam pembangunan hukum nasional di indonesia 1.5 MANFAAT

Secara Umum Pengertian Filsafat adalah Ilmu pengetahuan yang ingin mencapai hakikat kebenaran yang asli dengan ciri-ciri pemikirannya yang a. sebab. Anthoni D’Amato mengistilahkan dengan Jurisprudence atau filsafat hukum yang acapkali dikonotasikan sebagai penelitian mendasar dan pengertian hukum secara abstrak. Kata ini berasal dari bahasa Latin yang berarti kebijaksanaan (prudence) berkenaan dengan hukum (juris) sehingga secara tata bahasa berarti studi tentang filsafat hukum. logika. Tentang makro dan mikro kosmos c. bukan hanya dalam teori tetapi juga praktek. Pakar Filsafat kenamaan Plato (427 . koheren. adalah a. 2. politik. dan hukumnya.BAB II PEMBAHASAN 2. ekonomi. Rasional. dapat dikatakan bahwa Filsafat hukum merupakan cabang filsafat. asal. metafisika dan epistemologi. yakni filsafat tingkah laku atau etika. dan berisikan didalamnya ilmu .1 Pengertian Filsafat dan Filsafat Hukum Pengertian Filsafat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan atau juga berarti ilmu yang berintikanlogika. Secara sederhana. metodis. Baik yang bersifat inderawi maupun non inderawi. b.integral. retorika. Pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada. sistematis. b. metafisika. Kemudian Aristoteles (382 322SM) mengartikan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran. etika.347 SM) mendefinisikan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. jadi . dan estetika. Kemudian berkenaan dengan Filsafat Hukum Menurut Gustaff Radbruch adalah cabangfilsafat yang mempelajari hukum yang benar. Dengan perkataan lain filsafat hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis. Kemudian Bruce D.2 Pengertian Hakikat Filsafat Hukum Hakikat kebenaran yang dicari dari berfilsafat adalah kebenaran akan hakikat hidup dan kehidupan. Sedangkan menurut Langmeyer: Filsafat Hukum adalah pembahasan secara filosofis tentang hukum. yang mempelajari hakikat hukum. Fischer mendefinisikan Jurisprudence adalah suatu studi tentang filsafat hukum. estetika.

yang disebutdengan hakikat. yaitu struktur dan proses perangkat norma-norma hukum yang berlaku pada suatu waktu dan tempat tertentu serta berbentuk tertulis. Disiplin. filsafat hukum terjadi dengan pengajuan pertanyaan-pertanyaan mengenai hakekat hukum. b. yaitu pengetahuan yang tersusun secara sistematis atas dasar kekuatan pemikiran. yakni perilaku yang diulang-ulang dengan cara yang sama. dan objek tersebut dikaji secara mendalam sampai pada inti atau dasarnya. yaitu : a. yakni pribadi-pribadi yang merupakan kalangan yang berhubungan erat dengan penegakan hukum (law enforcement officer) f. Tata Hukum. yaitu proses hubungan timbal balik antara unsur-unsur pokok dari sistem kenegaraan h. Norma. jadi objek filsafat hukum adalah hukum.objek filsafat hukum adalah hukum. yaitu jalinan dari konsepsi-konsepsi abstrak tentang apa yang dianggap baik dan buruk. filsafat hukum berusaha untuk memeriksa gagasan-gagasan tentang hukum yang sudah ada. • • Secara spekulatif. Ilmu pengetahuan. Petugas. . Proses Pemerintahan. yaitu pedoman atau patokan sikap tindak atau perilaku yang pantas atau diharapkan. e. yakni hasil proses diskresi g. i. Dengan perkataan lain filsafat hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis. Purnadi Purbacaraka & Soerjono Soekanto menyebutkan sembilan arti hukum. Secara sederhana. dan objek tersebut dikaji secara mendalam sampai pada inti atau dasarnya. Sikap tindak ajeg atau perilaku yang teratur. Secara kritis. melihat koherensi. Jalinan nilai-nilai. Keputusan Penguasa. Filsafat hukum mempelajari hukum secara spekulatif dan kritis artinya filsafat hukum berusaha untuk memeriksa nilai dari pernyataan-pernyataan yang dapat dikatagorikan sebagai hukum . korespondensi dan fungsinya. yaitu suatu sistem ajaran tentang kenyataan atau gejala-gejala yang dihadapi. yang disebut dengan hakikat. yakni filsafat tingkah laku atau etika. dapat dikatakan bahwa Filsafat hukum merupakan cabang filsafat. yang bertujuan mencapai kedamaian. d. c. yang mempelajari hakikat hukum.

Sebagai manusia percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kewajiban asasi manusia (KAM) berdasarkan filsafat Pancasila. HAM akan tegak hanya berkat (umat) manusia menunaikan kewajiban asasi manusia sebagai amanat Maha Pencipta. SH. baik tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat. berupa perintah dan larangan yang keberadaanya ditegakkan dengan sanksi yang tegas dan nyata dari pihak yang berwenang disebuah negara Sebagai aktualisasi sistem filsafat Pancasila dan atau sistem ideologi (nasional) Pancasila secara ontologis dan axiologis dikembangkan dan ditegakkan sebagai integritas Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45 dengan asas-asas fundamental berikut A. dan c) Manusia wajib berterima kasih dan berkhidmat kepada Maha Pencipta (Tuhan Yang Maha Esa). Manusia terikat dengan hukum alam dan hukum moral. atas anugerah dan amanat yang dipercayakan kepada (kepribadian). Artinya. Bahwa menegakkan HAM senantiasa berdasarkan asas keseimbangan dengan kewajiban asasi manusia (KAM).sebagai pancaran asas moral (sila I dan II). kita juga bersyukur atas potensijasmani-rokhani. dalam bukunya Ikhtisar Filsafat Hukum menjelaskan dengan cara membagi definisi filsafat dengan hukum secara tersendiri. sekaligus amanat untuk dinikmati dan disyukuri oleh umat manusia 2. 1. property) adalah Tuhan Maha Pencipta (sila I) b) Manusia wajib mengakui dan menerima kedaulatan Maha Pencipta atas semesta. 3.Lebih jauh Prof. Muchsin. karenanya ajaran HAM berdasarkan filsafat Pancasila yang bersumber asas normatif theisme-religious. dan martabat unggul. secara fundamental. filsafat diartikan sebagai upaya berpikir secara sungguh-sungguh untuk memahami segala sesuatu dan makna terdalam dari sesuatu itu Kemudian hukum disimpulkan sebagai aturan. Bahwa HAM adalah karunia dan anugerah Maha Pencipta (sila I dan II: hidup. Dr. Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Asas Kerohanian Bangsa dan Negara Filsafat Pancasila memberikan kedudukan yang tinggi dan mulia atas martabat manusia. kemerdekaan dan hak milik/rezki). agung dan mulia manusia berkat anugerah kerokhaniannya sebagaimna terpancar . ialah: a) Manusia wajib mengakui sumber (HAM: life. H. liberty. termasuk atas nasib dan takdir manusia.

B. Jadi. karena sesuai dengan potensi martabat dan integritas kepribadian manusia. Tegaknya suatu bangsa dan negara ialah kemerdekaan dan kedaulatan sebagai wujud kemandirian. Visi-misi mendasar dan luhur ini menjamin integritas SDM dalam Sistem Kenegaraan Pancasila-UUD Proklamasi 45 dan integritas Ketahanan Nasional NKRI. Berdasarkan asas demikian. Dalam analisis kajian normatif-filosofis-ideologis dan konstitusional atas UUD Proklamasi45 dalam hukum ketatanegaraan RI. Secara filosofis-ideologis dan konstitusional inilah amanat nasional dalam visi-misi Pendidikan dan Pembudayaan Filsafat Pancasila dan Ideologi Nasional. bukan menyimpang sebagai “ terjemahan “ era reformasi yang menjadi UUD 2002--. Berdasarkan ajaran suatu sistem filsafat. sebagaimana bangsa Indonesia menetapkan NKRI sebagai negara berkedaulatan rakyat (sistem demokrasi) dan negara hukum (Rechtsstaat).dari akal-budi nuraninya serta sebagai subyek budaya (termasuk subyek hukum) dan subyek moral. Ajaran luhur filsafat Pancasila memancarkan identitas theisme-religious sebagai keunggulan sistem filsafat Pancasila dan filsafat Timur umumnya. bahkan menjadi budaya neo-liberalisme.yang kita rasakan amat sarat kontroversial. menetapkan bagaimana sistem kenegaraan ditegakkan. kami dengan mantap menyatakan NKRI sebagai sistem kenegaraan Pancasila. jati diri / Volksgeist) atau kepribadian dan martabat nasional. bagaimana sistem kenegaraan bangsa itu. dapat diuraikan asas dan landasan filosofi-ideologis dan konstitusional berikut : . sebagai sistem kenegaraan Pancasila. Asas-asas fundamental ini memancarkan identitas. ialah jabaran dan praktek dari ajaran sistem filsafat dan atau sistem ideologi nasionalnya masing-masing. integritas dan martabat nasional. integritas dan keunggulan sistem kenegaraan RI (berdasarkan) Pancasila – UUD 45. Bagi bangsa Indonesia dapat dinyatakan sebagai : Integritas Sistem Kenegaraan Pancasila – UUD Proklamasi 45. Dasar Negara Pancasila Sebagai Asas Kerokhanian Bangsa dan Sistem Ideologi Nasional dalam Integritas UUD Proklamasi 45 Secara ontologis-axiologis (filsafat Pancasila) terjabar dalam UUD Proklamasi 45 bersifatimperatif (filosofis-ideologis dan konstitusional) ontologi bangsa dan NKRI adalah integral (manunggal) dan bersifat tetap (integritas. maka wawasan manusia (termasuk wawasan nasional) atas martabat manusia. dan terjabar (pedoman penyelenggaraanya) dalam UUD Proklamasi 45 ---yang orisinal.

1. sekaligus sebagai asas kerohanian negara dan jiwa konstitusi. 3. Artinya. 2. kaidah ini tidak dapat diubah. oleh lembaga apapun tidak dapat diubah. memaksa). Siapapun dan organisasi apapun yang tidak mengamalkan dasar negara Pancasila ---beserta jabarannya di dalam UUD negara---. Artinya. mengkhianati negara Proklamasi 17 Agustus 1945). sekaligus sebagai norma tertinggi. Penghayatan kita diperjelas oleh amanat pendiri negara (PPKI) di dalam Penjelasan UUD 45. oleh siapapun dan lembaga apapun. mereka dapat dianggap melakukan separatisme ideologi dan atau mengkhianati negara. PPKI sebagai pendiri negara mengakui dan mengamanatkan bahwa atas nama bangsa Indonesia kita menegakkan sistem kenegaraan Pancasila – UUD 45. Baik menurut teori umum hukum ketatanegaraan dari Nawiasky. Dengan mengakui kedudukan dan fungsi kaidah negara yang fundamental. maka sikap dan tindakan demikian dapat dianggap sebagai makar (tidak menerima ideologi negara dan UUD negara). Soejadi 1999: 59 – 81). terutama melalui uraian: keempat pokok pikiran dalam . organisasi infrastruktur dan suprastruktur dalam negara imperatif untuk melaksanakan dan membudayakannya. maupun organisasi di dalam negara yang dapat menyimpang dan atau melanggar asas normatif ini. Sebagai kaidah negara yang fundamental. bermakna tidak loyal dan tidak membela dasar negara Pancasila. Karenanya dengan jalan apapun. Kelsen 1973: 127 – 135. apalagi merubahnya. Maknanya. Jadi. semua warga negara. maupun Hans Kelsen dan Notonagoro diakui kedudukan dan fungsi kaidah negara yang fundamental yang bersifat tetap. nilai-nilai dumaksud bersifat imperatif (mengikat. PPKI) yang memiliki legalitas dan otoritas pertama dan tertinggi (sebagai penyusun yang mengesahkan UUD negara dan lembaga-lembaga negara). dan bagi negara Proklamasi 17 Agustus 1945 ialah berwujud: Pembukaan UUD Proklamasi 45. Sebaliknya. Karenanya. mengubah Pembukaan dan atau dasar negara berarti mengubah negara. Asas demikian terpancar dalam nilai-niai fundamental yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 45 sebagai kaidah filosofis-ideologis Pancasila seutuhnya. karena kaidah ini ditetapkan hanya sekali oleh pendiri negara (Nawiasky1948: 31 – 52. 175 – 230. berarti pula mengubah atau membubarkan negara Proklamasi (membentuk negara baru. tiada seorangpun warga negara. Karena Pembukaan ditetapkan hanya satu kali oleh pendiri negara (the founding fathers. Notonagoro 1984: 57 – 70. sumber dari segala sumber hukum dalam negara. 155 – 162.

b) Alinea keempat Pembukaan mempunyai hubungan causal dan organis dengan Batang Tubuh UUD yang menyangkut beberapa segi : . Oleh karena itu. Pokok-pokok pikiran dalam UUD 1945 Indonesia meliputi suasana kebatinan dari Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. Sistem kenegaraan RI secara formal adalah kelembagaan nasional yang bertujuan menegakkan asas normatif filosofis-ideologis (in casu dasar negara Pancasila) sebagai kaidah fundamental dan asas kerohanian negara di dalam kelembagaan negara bangsa (nation state) dengan membudayakannya. kedua dan ketiga Pembukaan merupakan segolongan pernyataan yang tidak mempunyai hubungan organis dengan Batang Tubuh UUD . kedudukan Pembukaan UUD 1945 berfungsi sebagai perwujudan dasar negara Pancasila. Undang-Undang Dasar Menciptakan Pokok-Pokok Pikiran Yang Terkandung Dalam Pembukaan Dan Pasal-Pasalnya. Maka sifat hubungan antara masing – masing bagian Pembukaan dengan Batang Tubuh UUD adalah : a) Alinea pertama.Pembukaan UUD 45 (sebagai asas kerohanian negara (geistlichen Hinterground dan Weltanschauung ) bangsa terutama: "Pokok pikiran yang keempat yang terkandung dalam "Pembukaan" ialah Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab”. C. kedua dan ketiga dengan alinea keempat dipisahkan dengan adanya perkataan “kemudian daripada itu” pada bagian alinea keempat Pembukaan. a. baik hukum yang tertulis (Undang-UndangDasar) maupun hukum yang tidak tertulis. Pokokpokok pikiran ini mewujudkan cita-cita hukum (Rechtsidee) yang menguasai hukum dasar negara. Undang-Undang Dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Ditinjau dari isi pengertian yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945. Rangkaian peristiwa dan keadaan yang mendahului terbentuk Negara yang merupakan rumusan dasar – dasar pemikiran yang merupakan motif pendorong bagi tersusunnya kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam wujud terbentuknya Negara Indonesia (Alinea I. Jadi. karenanya memiliki integritas filosofis-ideologis dan legalitas supremasi otoritas secara konstitusional (terjabar dalam Batang Tubuh dan Penjelasan UUD 45). II dan III) Merupakan pernyataan dari pada peristiwa dan keadaan setelah Negara Indonesia terwujud (Alinea IV) Alinea pertama.

Maka Pembukaan mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada Batang Tubuh UUD. Dalam pembukaan ini diterima aliran pengertian Negara persatuan . Ditinjau dari pokok – pokok pikiran yang terkandung di dalam Pembukaan antara lain disebutkan sebagai berikut : a. Jadi bilamana diteliti. Falsafah hidup suatu bangsa akan menjelmakan suatu tata nilai yang di cita-citakan bangsayang bersangkutan. b. alinea keempat Pembukaan itu mempunyai kedudukan yang penting sekali dalam hubungannya dengan Batang Tubuh UUD. Negara yang berkedaulatan rakyat.• UUD itu ditentukan akan nada .3 Tatanan Nilai Pancasila Manusia adalah insan yang hidup berkelompok (zoon politicon) yang menampilkan insansosial (homo politicus) sekaligus aspek insan usaha (homo economicus). Negara berdasar atas ke – Tuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. • Yang diatur dalam UUD ialah tentang pembentukan Pemerintah Negara yang memenuhi berbagai persyaratan . • Ditetapkannya dasar kerohanian (filsafat Negara pancasila). 2. maka falsafah hidup tersebut disebut didalam Rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia disebut sebagai filosofische grondslag dari pada Negara yang didirikan. berdasar tas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan . Ditinjau dari hakikat dan kedudukan Pembukaan Seperti dikemukakan di atas. dalam arti bahwa naluri hidup berkelompoknya adalah untuk mencapai kesejahteraan bersamanya. c. Negara melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. d. Di dalalam hidup berkelompok tersebut meningkat menjadi bernegara. Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia . ia membentuk keyakinan hidup berkelompok sekaligus . • Negara Indonesia berbentuk Republik yang berkedaulatan rakyat . bahwa Pembukaan berkedudukan sebagai pokok kaidah fundamental dari pada Negara Republik Indonesia.

dan alam menjamin berbagai kemudahan untuk memenuhi kebutuhan materiil. berbangsa dan bernegara. Kaitannya dengan kepekaan terhadap hati. materi bukan sebagai tujuan. terjamin Oesman Oetojo. Nilai ini mengandung beragam kontekstual Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan. d) Nilai religius / Ketuhanan Nilai kerohanian merupakan nilai yang repenting. Nilai Rohaniah a) Nilai kebenaran / kenyataan b) Nilai estetika / keindahan c) Nilai moral / etika Akhlak. Ketika ada hukum. kebutuhan rohaniah juga harus terpenuhi. Hukum harus memiliki nilai religius seperti ini. sifatnya pokok.menjadi tolak ukurkesejahteraan kehidupan berkelompok sesuai yang dicita-citakan bangsa yang bersangkutan. tetapi sebagai kelengkapan. Nilai vital Nilai-nilai yang berupa kemudahan-kemudahan bagi manusia. dalam rangka melakukan aktivitas-aktivitasnya. pada bagian-bagian di dalam pancasila. 2. kemakmuran. melalui suatu tata cara yang santun dan sopan.4 Peran Filsafat Hukum Di Indonesia Negara di dunia yang menganut paham negara teokrasi menganggap sumber dari segala sumber hukum adahal ajaran-ajaran Tuhan yang berwujud wahyu. Pancasila Sebagai Ideologi. Tatanan nilai-nilai Pancasila yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Nilai moralitasnya : hukum harus bisa memberikan ketentraman dan kenyamanan terhadap manusia.pencarian seperti ini ada yang dilakukan secara mudah atau sulit. nilai kebenaran (penting dalam aplikasinya di berbagai ilmu).tetapi hanya sebatas hal-hal tertentu. (segala sesuatu yang mampu melahirkan kebahagiaan. baik secara fisik maupun lahiriah) Nilai-nilai materiil ini penting. Setiap orang tentu pada ujung atau puncaknya akan mencari Tuhan. Hukum menjadi nilai vital yang tinggi. kita merasa terlindungi. tidak boleh memisahkan dari nilai agama / Ketuhanan dengan mengatur segala sesuatunya di dalam dunia ini. 2. Pada nilai vital ini. Nilai materiil itu harus di konkritkan. 3. ketertiban. tetapi kebutuhannya terbatas. Hukum semesta. Nilai materiil Nilai ini adalah yang terindah. Nilai kerohanian. kebutuhan materiil harus dapat terpenuhi. yang terhimpun . dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Tuhan.

dan Indonesia menganut paham kedaulatan rakyat dari Pancasila. hukum Agama dan hukum Adat. g. Lain halnya Utiliteis (Jeremy Bentham) menganggap hukum bertujuan mewujudkan semata-mata apa yang berfaedah saja. Sebagai sarana penggerak pembangunan. Fungsi Hukum secara garis besar adalah sebagaimana termaktub dibawah ini : a. Sebagai alat pengendalian sosial (a tool of social control). c. d. sedangkan ajaran yuridis dogmatic (John Austin. Kita tahu bahwa Hukum diIndonesia ini merupakan campuran dari sistem hukum hukum Eropa. Juga hukum Agama. Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial lahir dan batin. maka dominasi hukum atau Syariat Islam lebih banyak terutama di bidang perkawinan. berbasis pada hukum Eropa kontinental. Sebagai alat untuk mengubah masyarakat ( a tool of social engineering).PA Tujuan Hukum Menurut Teori Etis (Aristoteles) Hukum hanya semata-mata bertujuan untuk mewujudkan rasa keadilan. b. keadilan yang membutuhkan distribusi atau penghargaan. Keadilan Distributif. Selain itu. Sebagai alat ketertiban dan pengaturan masyarakat. yang dianggap sebagai sumber dari segala sumber hukum adalah kedaulatan rakyat. f. khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie). akan tetapi berbeda dengan konsep kedaulatan rakyatoleh Hobbes (yang mengarah pada ke absolutisme) dan John Locke (yang mengarah padademokrasi parlementer). kemudian untuk negara yang menganut paham negara kekuasaan (rechstaat) yang dianggap sebagai sumber dari segala sumber hukum adalah kekuasaan. Sebagai fungsi pengayoman. Sebagai fungsi kritis dalam hukum. HansKelsen) bertujuan untuk menjamin terwujudnya kepastian hukum. M.dalam kitab-kitab suci atau yang serupa denga itu. karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut Islam. sebagian besar sistem yang dianut. yang menyamakan prestasi dan kontraprestasi. Sedangkan konsep Hukum yang dipaparkan oleh Prof. baik perdata maupun pidana. Keadilan Komutatif. kekeluargaan dan warisan. e. Sebagai alat politik. h. sedangkan keadilan dibedakan menjadi dua yaitu : a. Soetandyo Wignjosoebroto. di Indonesia juga berlaku sistem hukum Adat. lain halnya dengan negara yang menganut paham kedaulatan rakyat. . dan b. yang merupakan penerusan dari aturanaturan setempat dari masyarakat dan budaya-budaya yang ada di wilayah Nusantara.

Maka dengan filsafat hukum yang di . terutama dari hukum Islam. hukum Islam (baca . tidak dapat diubah oleh siapapun. namun di sisi lain tidak sedikit pula yang mempertahankan pasal serta isi dari Undang-undang Perkawinan tersebut. dan hukum barat (civil law / khususnya negara Belanda). kemudian latar belakang. Al-Qur’an) sering dijadikan dasar filsafat hukum sebagai rujukan mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah umat muslim. kemudian munculnya Undang-undang Otonomi daerah. yang diundangkan pada tanggal 2 Januari tahun 1974.Pancasila sebagai asas kerohanian dan dasar filsafat Negara merupakan unsur penentu dari pada ada dan berlakunya tertib hukum Indonesia dan pokok kaidah Negara yang fundamental itu. yang mayoritas masyarakat Indonesia adalah agama Islam. ini bukti nyata dari perkembangan filsafat hukum yang muncul dari kebutuhan masyarakat perihal penuangan hukum secara konstitusi kenegaraan. mempunyai kedudukan yang sangat kuat. dan prinsip kekeluargaan. satu kesatuan. hukum adat. Dengan dicantumkannya pancasila didalam Pembukaan UUD maka pancasila berkedudukan sebagai norma dasar hukum obyektif. Pasal 4 ayat 1. Hukum adat juga sedikit banyak masuk dalam konstitusi negara Indonesia. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Pihak yang protes pada pasal kebolehan poligami tersebut. DPR adalah lembaga yang berjuang mengesahkan Undang-Undang No. tetap. Pancasila ini muncul diilhami dari banyaknya suku. ras.11 Rumusan Pancasila yang dijumpai dalam Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 adalahsumber dari segala sumber hukum di Indonesia yang merupakan produk filsafat hukum negara Indonesia. satu bahasa. dengan perkataan lain perumusan pancasila yang sah adalah seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD.maka pancasila itu adalah inti dari pada pembukaan.2. contoh konkrit dari hukum Islam yang masuk dalam konstitusi Indonesia melalui produk filsafat hukum adalah UndangundangNo. serta perbedaan ideologi dalam masyarakat yang majemuk. walau tindak lanjut hukumhukum yang tercipta sering terjadi hibrida (percampuran). dan Pasal 5 ayat 1 dan 2. apalagi didalamnya terdapat pasal tentang bolehnya poligami bagi laki-laki yaitu dalam Pasal 3 ayat 1. untuk itu munculah filsafat hukum untuk menyatukan masyarakat Indonesia dalam satu bangsa. yang pada intinya memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang sangat heterogen. dan sampai sekarang masih berlaku tanpa adanya perubahan. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Sesuai dengan kedudukan Pembukaan sebagai pokok kaidah fundamental dari pada Negara Republik Indonesia. contoh adanya Undang-undang Agraria. yang menganggap ayat-ayat ahkam dalam kitab suci Al-Qur’an adalah mutlak untuk di ikuti dalam hukum.

berbagai suku. satu bahasa. H. Dr. Filsafat Hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis. satubangsa. dengan demikian masyarakat Indonesia akan tetap dalam koridor satu nusa. Prof.kembangkan melalui ide dasar Pancasila akan dapat mengakomodir berbagai kepentingan. serta menyatukan perbedaan ideologi dalam masyarakat yang sangat beraneka ragam. Politik Hukum adalah perwujudan kehendak dari pemerintah Penyelenggaraan Negara mengenai hukum yang belaku di wilayahnya dan kearah mana kukum itu dikembangkkan. kemudian menjelaskan definisi dari tiap hubungan bagan sebagai berikut: Filsafat adalah ilmu pengetahuan alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya. S. kemudian hukum adalah semua aturan-aturan.H. Teori merupakan pendapat yang dikemukakan oleh seseorang mengenai suatu asas umum yang menjadi dasar atau pedoman suatu ilmu pengetahuan. satu kesatuan. Asas Hukum adalah dasar-dasar umum yang terkandung dalam peraturan hukum dasar-dasar umum tersebut mengandung nilai-nilai etis. Muchsin. .. yang menjunjung nilai-nilai luhur Pancasila. baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis yang dibuat maupun diakui oleh negara sebagai pedoman tingkah laku masyarakat yang memiliki sanksi yang tegas dan nyata bagi yang melanggarnya. jadi Teori Hukum adalah teori yang terdiri atas seperangkat prinsip-prinsip hukum yang menjadi pedoman dalam merumuskan suatu produk hukum. Kaedah Hukum adalah aturan yang dibuat secara resmi oleh penguasa negara mengikat setiap orang dan belakunya dapat di paksakan oleh aparat negara yang berwenang sehingga berlakunya dapat dipertahankan. Praktik Hukum adalah pelaksanaan dan penerapan hukum dari aturan-aturan yang telah dibuat pada kaedah hukum dalam peristiwa konkrit.

maka perubahan atau pembangunan hukum Indonesia harus melalui proses filsafat hukum yang .konstitusional. dimulai dari berlakunya tata urutan Peraturan Perundang-undangan yang didasari TAP XX/MPRS tahun 1966. maka perubahan hukum di Indonesia adalah didasarkan dari ide-ide pasal-pasal dalam Batang Tubuh berikut dengan Penjelasan UUD 1945 (sebagai teori hukumnya). korespondensi dan fungsi hukum yang diciptakan. maka dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain : 1) Ajaran luhur filsafat Pancasila memancarkan identitas theisme-religious sebagai keunggulan sistem filsafat Pancasila dan filsafat Timur umumnya. ialah jabaran dan praktek dari ajaran sistem filsafat dan atau sistem ideologi nasionalnya masing-masing. 2) Secara spekulatif dan secara kritis filsafat hukum berusaha untuk memeriksa gagasan-gagasan tentang hukum yang sudah ada. hal ini telah sesuai dengan bunyi kalimat kunci dalam Penjelasan UUD 1945 : Undang-undang dasar menciptakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam pembukaan dalam pasalpasalnya. Karenanya menjadi asas normatif. Kita harus tahu pula bahwa fungsi hukum nasional adalah untuk pengayoman.1 KESIMPULAN Berdasarkan uraian pembahasan diatas.BAB III PENUTUP 3. pengubahan itu atas dasar pembaharuan yang didasari pada asas kemanfaatan dan asas keadilan. lebih mengarah pada kebutuhan masyarakat yang hakiki. Indonesia memang menganut paham kedaulatan rakyat dari Pancasila. menjiwai dan melandasi cita budaya dan moral politik nasional. karena sesuai dengan potensi martabat dan integritas kepribadian manusia.filosofis-ideologis-konstitusional bangsa. melihat koherensi. Jadi. kemudian tata urutan Peraturan Perundang-undangan yang didasari TAP III/MPR/2000. sebagai terjabar dalam asas normatif-filosofis-ideologis. dan sesungguhnya UUD Negara adalah jabaran dari filsafat negara Pancasila sebagai ideologi nasional (Weltanschauung). sampai terakhir adalah tata urutan Peraturan Perundang-undangan yang didasari Pasal 7 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan PerundangUndangan yang hingga kini berlaku di Indonesia. jadi pembaharuan hukum lewat filsafat hukum di Indonesia ada pada teori hukumnya. filsafat hukum mengubah tata urutan Peraturan Perundangundangan yang pernah berlaku di Indonesia. asas kerohanian negara dan jati diri bangsa. bagaimana sistem kenegaraan bangsa itu. kaitannya filsafat hukum terhadap pembentukan hukum di Indonesia adalah filsafat hukum sangat berperan dalam perubahan hukum kearah lebih demokratis.

tanpa membedakan ras. Dengan demikian filsafat hukum Indonesia di mulai dari pemaham kembali (re interpretasi) terhadap pembukaan UUD 1945. suku. 3.didalamnya mampu mengarahkan dan menampung kebutuhan-kebutuhan hukum sesuai dengan tingkat. memakai sistem Civil law yang bermuara pada legalitas belaka. atau pembedaan lain. . hal ini merupakan peran penting bagi aparat pemerintah dalam hal pembuatan produk hukum tersebut selalu dijiwai Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum maka setiap butir ketetapan harus mencerminkan silasila Pancasila sebagai suatu landasan yang kokoh dalam negara hukum Pancasila. partai. Hendaknya sering dilakukan diskusi (pembahasan ulang) oleh pakar filsafat hukum terhadap perundang-undangan yang masih belum memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat luas. agama. serta mengingat sekian lama Indonesia di doktrin oleh Belanda untuk ”dipaksa”. hukum diciptakan untuk mengatur prilaku anggota masyarakat agar tetap berada pada koridor nilai-nilai sosial budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat.tingkat kemajuan pembangunan disegala bidang. yang mana hukum yang diciptakan adalah merupakan rules for the game of life. Dan yang terpenting hukum diciptakan sebagai pemenuhan rasa keadilan bagi masyarakat luas. dan tentunya peran diskusi ilmiah antar pakar filsafat hukum di indonesia sangatlah urgen untuk dilakukan dalam mengubah hukum yang hanya mengedepankan legalitas belaka. yang terkadang sering tidak bermuara pada keadilan yang seutuhnya.2 SARAN Teori Hukum tersebut meletakkan dasar-dasar falsafati hukum positif kita. juga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat luas yang cenderung majemuk. golongan. tanpa melihat living law yang terjadi dalam masyarakat.

Badan Penerbit Iblam Jakarta. berbangsa dan bernegara.03filsafat-pancasila-mpr-ubb Notonagoro. BP-7 Pusat. dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.id/files/disk1/384/jbptunikompp-gdl-dewitriwah-19191-10%28pertemu-a. 1990 Sudjito Bin Atmoredjo.pdf . Dinamika Aktualisasi Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara eprints.ac.undip.ac..um.3_artikel Oesman Oetojo. Pancasila Secara Ilmiah Populer.unikom.slideshare. ditinjau dari segi historis. Pancasila.ac.go. Ikhtisar Filsafat Hukum.mpr. 1992 Lukoni Huda. cetakan pertama. www. http://www.net/engkyndx/peranan-filsafat-pancasila-dalam-pembangunan http://elib.. Pancasila Sebagai Ideologi. 1980 Muchsin.badilag.id/files/pdf/2012/03/12/peran-empat-pilar-kehidupan-berbangsa-danbernegara-dalam-penanganan-konflik-sosial-1331521126. 2006 Mulyono.pdf http://www.idwp. cetakan kedua . Pantjuran Tudjuh Jakarta.id.netLab.DAFTAR PUSTAKA Hartono.pancasila. Filsafat Hukum dan Perannya dalam Pembentukan Hukum di Indonesia. materi perkuliahan pascasarjana magister hukum bisnis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful