TUGAS PENGELOLAAN BENCANA

FAJAR ARIA PHITRA (1106131333)

Fakultas Kesehatan Masyarakat Univesitas Indonesia

bertambahnya buta aksara. Masalah ekonomi yakni mode produksi yang tidak berkesinambungan. berkurangnya lahan pertanian yang subur. Masalah populasi yakni pertumbuhan populasi dan kapasitas konsumsi. Rusaknya ekosistem termasuk didalamnya perubahan iklim. instabilitas societal dan secara struktur asimetrik dan tidak setara 6. Hazard  Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007. kerusakan lingkungan. Bencana dapat didefinisikan sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan. kuman penyakit. hilangya keragaman hayati. tetapi tidak semua bahaya selalu menjadi bencana. Identifikasi sumber bencana Untuk mengidentifikasi bagaimana sumber ancaman terhadap masyarakat dunia yang berasal dari lingkungan. berbagai bentuk polusi dan manajemen bencana alam 3. penyakit epidemic dan secara umum masalah kesehatan. Pengertian Bencana. kumuh. secara alamiah maupun karena ulah manusia. Masalah makanan yakni kemiskinan. rusaknya hutan dan bentuk-bentuk lain dari erosi. dan dampak psikologis. Bahaya berpotensi menimbulkan bencana. Secara prinsipnya ada tiga keterkaitan dalam mendefenisikan ancaman terhadap keamanan lingkungan : kerugian harta . tidak tersedianya sumber daya air dan kelangkaan distribusi makanan 5. benda. Masalah energi termasuk di dalamnya berkurangnya sumber daya alam seperti minyak bumi. migrasi yang tidak terkendali 4. Konflik sipil seperti perang yang disebabkan hancurnya lingkungan dan di sisi lain kekerasan yang berkaitan dengan degradasi lingkungan. 2.1. kita dapat melihat masalah ini dalam beberapa masalah antara lain : 1. baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia. yang berpotensi menimbulkan kerusakan atau kerugian dan kehilangan jiwa manusia.  Bahaya adalah Suatu kondisi. penipisan lapisan ozon dan berbagai bentuk polusi 2.

Ancaman yang berasal dari aktivitas manusia yang mengakibatkan perubahan pada sistem dan struktur alam. Proses-. Semakin tinggi suatu kerentanan. semakin besar risiko bencana .1. 2. memunculkan korban. maka ancaman munculnya korban dan terjadinya kematian bisa tidak terjadi. Pasca-. Gempa. semakin kecil risiko bencana Risiko Bencana: Ancaman X Kerentanan Kapasitas 1. penderitaan dan lain-lain sehingga ancaman bisa terjadi dan bisa tidak. banjir dan tsunami adalah ancaman. Ancaman bisa saja muncul bahkan meskipun penanganannya sudah bagus. Resiko merupakan hasil dari interaksi 3 komponen yakni ancaman. Ancaman yang ada baru berpotensi memunculkan kematian. Pada level regional berhubungan pada dampak eksploitasi alam yang mengakibatkan rusaknya dasar-dasar ekonomi dan struktur sosial sebuah negara. Analisa Pra-. 3. Akan tetapi apabila perencanaan sudah baik dan persiapan sudah mencukupi. ancaman akan menjadi bencana apabila penanganannya tidak baik. non alamiah dan kemanusiaan. Analisa Pra Bencana Dalam menganalisa Pra Bencana maka yang pertama kali kita harus menganalisa resiko bencana. Hal ini merupakan sesuatu yang terlihat sebagai ancaman bagi peradaban manusia seperti pada level global dengan adanya penipisan lapisan ozon sebagai dampak dari penggunaan CFC. kerentanan dan kapasitas. ancaman yang bersifat alamiah. Bencana 1. Analisa Ancaman Ancaman adalah Suatu kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan bencana. dan semakin besar kapasitas. penangananya . persiapannya kurang. letusan gunung berapi. UU No 24/2007 menyebutkan ada 3 ancaman. Ancaman terhadap peradaban manusia yang berasal dari alam yang tidak diakibatkan oleh aktivitas manusia seperti gempa. Ancaman yang berasal dari aktivitas manusia yang mengakibatkan perubahan pada sistem dan struktur alam dan tidak terlihat sebagai ancaman bagi peradaban manusia seperti berkurangnya berbagai sumber daya mineral yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi. Tidak semua ancaman dapat menjadi bencana. 3.

. Kerentanan dapat terjadi pada kelompok masyarakat dan juga Pemerintah. atau tanah yang sangat rawan terhadap longsor. iklim. Dimulai dari bencana yang paling lama untuk diketahui sampai data terbaru. mencapai kesiapan. Ancaman akan menjadi bencana apabila masyarakat memiliki kemampuan lebih rendah dibanding ancaman. dll. yang mempunyai efek merugikan pada kemampuan individual. klimatologis. dll. menanggulangi dan memulihkan dari efek kerusakan bencana yang terjadi. pergerakan tanah. 2. dan mengurangi kemampuan untuk menaggapi dampak buruk bahaya tertentu Kerentanan adalah kumpulan berbagai kondisi dan kelemahan berpengaruh yang ada dalam suatu komunitas dalam jangka waktu yang lama. Meliputi informasi jenis bencana yang pernah terjadi dengan informasi tahun. Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat dll serta Badan Meterologi dan Geofisika (BMG) tentang cuaca. ekonomi. biologis. dan tekhnologi pada suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah. rumah tangga. Pada dasarnya informasi dari lembaga berwenang dan informasi dari masyarakat dapat saling melengkapi data ancaman. Mencari informasi dari instansi terkait tentang kondisi daerah .diri. meredam.kurang bagus. 2. politik. Metode ini bernama historical timeline. sosial . budaya. organisasi (lembaga) atau komunitas untuk melindungi dirinya sendiri. atau memiliki kerentanan lebih tinggi daripada ancaman Untuk mengetahui ancaman di suatu daerah dapat dilakukan dengan : 1. Melakukan penelusuran sejarah bencana setempat. peta rawan bencana dana mikrozonasi di Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi daerah setempat. kerusakan dan korban serta informasi lain yang bisa diketahui. geografis. Lokasi dari perkampungan yang ada di daerah seismik khususnya daerah yang kondisi lapisan tanahnya tidak solid. angin. Beberapa faktor kunci yang berkontribusi terhadap kerentanan masyarakat : a. ANALISA KERENTANAN Kerentanan merupakan kondisi atau karakteristik geologis. Kerentanan adalah kondisi yang terjadi saat ini yang terjadi pada komunitas sebelum terjadinya bencana.

Faktor tersebut antara lain:Faktor kerentanan psikis. dan faktor lingkungan. sistem peringatan dini. b. Dana dan ketrampilan teknis yang masih terbatas b. Mengidentifikasi potensi-potensi kerentanan (misalnya produksi pertanian. kepedulian terhadap kesiapsiagaan bencana. 3. gender. ANALISA KAPASITAS Analisa kapasitas yaitu mengidentifikasikan status kemampuan komunitas dan aktor lain alam menangani ancaman dengan sumberdaya yang tersedia dan dapat diakses melalui tindakan mencegah. sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah yang memiliki struktur dan penganggaran yang tetap) Beberapa langkah yang penting dalam melakukan analisa kerentanan adalah: a. Kekurangan akses terhadap informasi mengenai risiko bencana yang dialami oleh sekelompok orang tertentu. dan air). etnisitas. bangunan. Struktur bangunan seperti perumahan . Kerentanan yang berbasis gender dan kecacatan (gender and disabilities) Faktor yang berkontribusi dalam kerentanan Pemerintah antara lain: a. rumah sakit . yang sering dianggap sebagai takdir yang harus diterima e. Dalam hal ini. situasi sosial ekonomi). Kekurangan kesadaran. memitigasi. hubungan antar faktor-faktor tersebut.faktor yang mempengaruhi atau menimbulkan kerentanan. pengumpulan data dasar kependudukan (umur. Kekurangan ketrampilan (skill) dalam kesiapsiagaan bencana f. kesehatan. pusat bantuan darurat. dan yang tidak tahan pada pergeseran lempengan bumi c. dan menangani kondisi darurat Bagaimana menilai kemampuan? Hal ini bisa dilihat dari dua kelompok. lokasi (bangunanbangunan. ekonomi.b. jembatan. lingkungan. program pencegahan. fasilitas yang penting seperti sekolah.24/2007 tentang Penanggulangan Bencana mengamanatkan pembentukan lembaga pelaksana penanggulangan bencana yang bersifat tetap. yaitu sumber daya yang . pelatihan. sejarah). faktor sosial. Organisasi pelaksana masih bersifat ad hoc (dalam UU No. misalnya perempuan atau mereka yang tinggal terpencil d. kemampuan perlindungan/ pertahanan diri –terkait dengan kapasitas untuk kesiapsiagaan bencana – kemampuan tanggap darurat. faktor ekonomi. tanah pertanian. Mengidentifikasi dan menganalisa faktor.

Kalau terjadi gempa bumi dan kebetulan Anda berada di dalam rumah mungkin Anda tidak akan sempat lari keluar rumah karena gempa bumi umumnya hanya berlangsung beberapa detik. Untuk bisa menyelamatkan orang lain. pemerintah dan masyarakat yang dapat mengurangi tingkat risiko atau akibat dari bencana. lari atau menjauh dari pusat bencana. Pertama-tama menyelamatkan diri dan orang terdekat. Yang bisa dilakukan pada tahap tanggap darurat adalah tindakan di bawah ini. Selamatkan diri bersama orang terdekat. yang dapat berupakan tindakan upaya-upaya pencegahan. Dan apabila BAKORNAS PBP dan organisasinya belum siap Anda yang cukup sehat bisa membantu menyelamatkan orang lain. Jadi kenali konstruksi rumah Anda. mitigasi dan kesiapsiagaan dan bertahan dari dampak bencana yang terjadi. kenali tempat Anda bisa segera berlindung dan barang-barang yang dapat digunakan untuk berlindung. ketrampilan. rumah tangga. Juga mengidentifikasi pemangku kepentingan mana yang dapat memenuhi sumber daya yang belum ada? Kapasitas/ kemampuan adalah pengetahuan. Menyelamatkan diri dan orang terdekat:     Jangan panik.sudah ada dan sumber daya yang belum ada. Anda harus dalam kondisi selamat. Analisa Proses Bencana Pada saat bencana ada dua hal penting yang dapat dilakukan. misalnya:          rumah permanen yang tahan gempa kepemilikan tanah dan asset produktif pendapatan yang cukup dan sumber makanan dan cadangan makanan yang cukup dukungan keluarga dan komunitas pada saat krisis pengetahuan lokal pemerintah daerah yang responsif nilai-nilai yang kuat dari gotong royong pengorganisasian komunitas ketrampilan dalam kesiapsiagaan 2. organisasi. lindungi kepala dengan benda yang lunak dan atau . kemampuan. strategi untuk bertahan yang tersedia/ada dalam diri individu. tidak perlu membawa barang-barang apapun. Bila terjebak di dalam ruangan.

Mendistribusikan obat-obatan. Selamatkan dokumen penting dan harta benda yang bisa dibawa. 3. . pilih lokasi pengungsian yang aman. Menyelamatkan orang lain:        Selamatkan orang terdekat dengan membawa mereka ke tempat yang aman.  Kalau tsunami atau banjir bandang lari ke tempat yang lebih tinggi. Berkoordinasi dengan Satuan Koordinator Pelaksana Penanggulangan Bencana (SATKORLAK PBP) dan pemberi bantuan yang lain. Berbagi informasi dan berbagi tugas dalam penyelamatan korban. Bantuan Darurat (Relief) Merupakan upaya untuk memberikan bantuan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar berupa :     pangan. sandang tempat tinggal sementara kesehatan. Yang biasa dilakukan pada tahap ini:      Mendirikan pos komando bantuan. sanitasi dan air bersih Pendekatan pemberian bantuan dapat bersifat konvensional. petugas medis) Berikan pertolongan pertama pada korban. bahan makanan dan pakaian. Menempatkan para korban di tenda atau pos pengungsian. Identifikasi kebutuhan yang mendesak. dapur umum. pos kesehatan dan pos koordinasi. mencari bantuan dan pengamanan. Apabila gempa sudah mereda mungkin ada kesempatan untuk lari ke luar dari ruangan menuju lapangan terbuka.berlindung di bawah meja atau kolong tempat tidur yang kokoh . Analisa Pasca Bencana 1. Mendirikan tenda-tenda penampungan. Lakukan koordinasi dengan orang lain yang selamat. artinya bersifat karitatif atau dapat juga berbentuk kegiatan yang memberdayakan sehingga kondisi korban lebih baik daripada sebelum terjadi bencana. Lakukan penyelamatan dengan mengirimkan orang (sukarelawan. Identifikasi korban mulai dari kerabat terdekat.

Pemulihan (Recovery)    Proses pemulihan kondisi masyarakat yang terkena bencana. dll). Yang perlu dilakukan pada tahap ini:      Mengumpulkan keluarga yang terpisah dan fungsikan kembali keluarga. Mulai dilakukan perbaikan atau pembangunan rumah korban bencana. 3. perbaikan jalur transportasi dan penyediaan air bersih. Pada tahap ini mulai dilakukan perbaikan fisik fasilitas umum dalam jangka menengah. Termasuk dalam kegiatan ini adalah pemetaan wilayah bencana. Memulihkan atau membangun sistem komunikasi. Fungsi-fungsi lembaga sosial dan administrasi lokal diberdayakan kembali. Yang perlu dilakukan pada tahap ini:  Mulai dirancang tata ruang daerah (master plan) idealnya dengan memberi kepercayaan dan melibatkan seluruh komponen masyarakat utamanya korban bencana. Relokasi korban dari tenda penampungan. media komunikasi. Memakamkan korban meninggal. air bersih. Upaya yang dilakukan adalah memperbaiki prasarana dan pelayanan dasar (jalan. pasar puskesmas.      Mulai disusun sistem pengelolaan bencana yang menjadi bagian dari sistem pengelolaan lingkungan. 2. Pencarian dan penyiapan lahan untuk permukiman tetap. dengan memfungsikan kembali prasarana dan sarana pada keadaan semula. Memberikan layanan pendidikan dan lakukan penyembuhan trauma (trauma healing) Memperbaiki infrastruktur lokal: penyediaan penerangan. .  Membantu petugas medis untuk pengobatan dan mengelompokan korban. listrik. Memfungsikan kembali pasar dan puskesmas. Rehabilitasi (Rehabilitation) Upaya langkah yang diambil setelah kejadian bencana untuk membantu masyarakat memperbaiki rumahnya. dan menghidupkan kembali roda perekonomian. fasilitas umum dan fasilitas sosial penting.

maka disusun suatu rencana yang spesifik pada setiap tahapan penyelenggaraan penanggulangan bencana. 4. Dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Perbaikan atau pembangunan sekolah. Fungsi pos komando mulai dititikberatkan pada kegiatan fasilitasi atau pendampingan. Menyusun Rencana Penanggulangan Bencana Secara umum perencanaan dalam penanggulangan bencana dilakukan pada setiap tahapan dalam penyelenggaran penanggulangan bencana. Secara khusus . Tahapan ini merupakan penuntasan dari apa yang sudah direncanakan dan dimulai dalam tahap rehabilitasi dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pembangunan yang biasa dilaksanakan. agar setiap kegiatan dalam setiap tahapan dapat berjalan dengan terarah. Pada tahap Prabencana dalam situasi tidak terjadi bencana. Pada saat ini apa bila belum ada sistem pengelolaan bencana yang baku maka sistem pengelolaan penanggulangan bencana yang baru sudah mulai diterapkan. 4. Rekonstruksi (Reconstruction) Program jangka menengah dan jangka panjang guna perbaikan fisik. yang merupakan rencana umum dan menyeluruh yang meliputi seluruh tahapan / bidang kerja kebencanaan. dilakukan penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (Disaster Management Plan). perkantoran. sarana ibadah. rumah sakit dan pasar mulai dilakukan. 1.   Mulai dilakukan pelatihan kerja praktis dan diciptakan lapangan kerja. sosial dan ekonomi untuk mengembalikan kehidupan masyarakat pada kondisi yang lebih baik dari sebelumnya.

Kemudian bahaya / ancaman tersebut di buat daftar dan di disusun langkah-langkah / kegiatan untuk penangulangannya. maka untuk mengantisipasi kejadian bencana dimasa mendatang dilakukan penyusunan petunjuk /pedoman mekanisme penanggulangan pasca bencana. Pada hakekatnya bencana adalah sesuatu yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan.untuk upaya pencegahan dan mitigasi bencana tertentu terdapat rencana yang disebut rencana mitigasi misalnya Rencana Mitigasi Bencana Banjir DKI Jakarta. Pada Tahap Pemulihan dilakukan Penyusunan Rencana Pemulihan ( Recovery Plan) yang meliputi rencana rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan pada pasca bencana. 2. Pada tahap Prabencana dalam situasi terdapat potensi bencana dilakukan penyusunan Rencana Kesiapsiagaan untuk menghadapi keadaan darurat yang didasarkan atas skenario menghadapi bencana tertentu (single hazard) maka disusun satu rencana yang disebut Rencana Kontinjensi (Contingency Plan). . Pada Saat Tangap Darurat dilakukan Rencana Operasi (Operational Plan) yang merupakan operasionalisasi/aktivasi dari Rencana Kedaruratan atau Rencana Kontinjensi yang telah disusun sebelumnya. 3. 4. Sedangkan jika bencana belum terjadi. Sebagai prinsip dasar dalam melakukan Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana ini adalah menerapkan paradigma pengelolaan risiko bencana secara holistik. Secara garis besar proses penyusunan/penulisan rencana penanggulangan bencana adalah sebagai berikut : Sebagaimana diuraikan di atas bahwa langkah pertama adalah pengenalan bahaya / ancaman bencana yang mengancam wilayah tersebut. pada saat dan setelah kejadian bencana. Pandangan ini memberikan arahan bahwa bencana harus dikelola secara menyeluruh sejak sebelum.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful