P. 1
Topeng Bali

Topeng Bali

|Views: 1,375|Likes:
Published by Vonny Taniwijaya
Topeng Bali
Topeng Bali

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Vonny Taniwijaya on Apr 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2014

pdf

text

original

7

BAB 2 DATA DAN ANALISA

2.1 Sumber Data Data dan informasi yang dipakai untuk mendukung proyek Tugas Akhir “Topeng Bali, Penghubung Dunia Para Dewa & M anusia” ini adalah berupa sumber data pustaka, sumber data lapangan, dan sumber data digital. Sumber data pustaka adalah sumber data yang diambil dari buku-buku ataupun karya tulis ilmiah. Sumber data lapangan adalah sumber data yang berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan lapangan. Sumber data digital adalah sumber data yang berasal dari media internet. Sumber data pustaka penulis jadikan sumber data utama. Penulis mengambil sumber dari 12 buah buku yang berkaitan dengan Topeng Bali. Buku-buku tersebut adalah sebagai berikut: Tesis pasca-sarjana: “Topeng Bondres Dalam Perubahan M asyarakat Bali: Suatu Kajian Budaya” oleh I Ketut Kodi. Tesis program magister: “Kajian Pergeseran Fungsi Bentuk Simbolis Topeng Tradisional Topeng Pajegan Bali” oleh I Dewa Alit Dwija Putra. Buku oleh Pusat Kebudayaan Prancis: “ Masques Traditionnels De Bali ” oleh I Wayan Tangguh Satu bab mengenai Topeng Bali karangan Prof. Dr. I M ade Bandem yang diterbitkan oleh Pusat Kebudayaan Prancis yang bekerja sama dengan Kanwil Depdikbud Jawa Timur; Mask “The Other Face of Humanity”.

“ The Sacred Dances of Bali” karangan Christian Racky. dan lainnya. Spirit of Ancient Drama” karangan Judy Slattum.8 Buku asing: “ Balinese Mask. Never Ending Art Creativity” oleh tim penulis. kamus istilah bahasa Bali. tekstil Bali. buku lukisa gaya Kamasan. Deskripsi Dramatari Bali”. Buku oleh Proyek Sasana Budaya Bali Denpasar: “Teknik Pembuatan Tapel Tradisionil Bali” karangan I Dewa Gde Putra. Selain sumber pustaka yang menyangkut topeng di Bali. mantan rektor Universitas ISI Denpasar yang juga seorang penari dan budayawan. adat Bali. Buku yang diterbitkan oleh Pembinaan Kesenian Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Bali: “Topeng Sidakarya. Artikel Koran Kompas “Topeng Sidakarya dan Alam” oleh Ayu Sulistyowati dalam rubrik Teropong. Sumber data lapangan adalah sumber data sekunder yang mendukung dan melengkapi sumber data pustaka serta memberikan pengertian dan penjelasan lebih kepada penulis. Buku yang diterbitkan Kantor Perihal Kebudayaan kota Denpasar: “Taksu. Sumber data lapangan yang penulis lakukan adalah wawancara narasumber ahli dan pengamatan lapangan. seni ukir Bali. penulis juga menggunakan sumber data pustaka lainnya yang mendukung. Buku berjudul “Wayang Wong” oleh Prof. Dr. Buku yang diterbitkan oleh Proyek Pembangunan Sarana Wisata Budaya Bali: “Perkembangan Wayang Wong Sebagai Seni Pertunjukan”. seperti buku mengenai arsitektur Bali. buku lukisan Bali. I M ade Bandem. Penulis berkesempatan mewawancarai .

yang juga seorang ahli pembuat tapel Bali. salah seorang master seniman tapel yang diakui. dan foto-foto yang akan penulis gunakan sebagai bahan acuan pelengkap dan pembelajaran. putra I Gusti Ngurah Windia. I Gusti Ngurah Sutarya. artikel mengenai Pemerintah Kota Denpasar.9 empat narasumber ahli dan melakukan tanya jawab singkat dengan tiga narasumber yang terbukti sangat menolong penulis dalam melakukan penelitian Adapun keempat narasumber ahli yang penulis wawancarai adalah I Wayan Tangguh. artikel dari Bali Pos online mengenai teknik pewarnaan Topeng Bali. I Ketut Kodi. serta I Gusti Ngurah Artawan. putra I Wayan Tangguh. Ida Bagus Oka. petugas perpustakaan Denpasar yang juga adik dari I Gusti Ngurah Windia. dalang wayang Bali dan juga dosen pedalangan di ISI Denpasar. seorang ahli tari. putra I Wayan Tangguh dan juga kakak dari I Ketut Kodi. .2 Data Produk Topeng di Bali dipercaya pada awalnya merupakan perwujudan suatu karakter. seniman tapel. Data-data pendukung yang penulis dapatkan antara lain: artikel Topeng Bali. artikel ataupun biografi tokoh-tokoh seniman Topeng Bali. juga ahli tari topeng. salah seorang master tari topeng di Bali yang diakui yang juga berprofesi sebagai dalang wayang Bali. artikel mengenai tulisan aksara Bali. Tiga narasumber lain adalah I Wayan Sukarya. oleh karenanya Topeng Bali bersifat realistik dan rupanya adalah wajah manusia. artikel mengenai budayawan Bali. Sumber data digital merupakan sumber data tambahan untuk memperkaya dan mendukung proyek Tugas Akhir ini. dan I Gusti Ngurah Windia. topeng Bali bukan sebagai bentuk penokohan. 2. seorang seniman tapel ahli.

1 Arti Etimologi Topeng Prof.peng/ topeng/ penutup muka (dari kayu. Kata dasar tup ini kemudian ditambah “eng” dan menjadi “tupeng” yang kemudian menjadi “topeng” (Sumandhi et al. Skala-Niskala sebagai pengejawantahan Rwa Bhineda. 1993.10 Dari estetika pertunjukannya. topeng dapat didefinisikan sebagai suatu tiruan wajah yang . Kanda Pat. Dikutip dari buku karangan Sedyawati yang terbit tahun 1993 pada halaman satu. hubungan diantara senimannya. Balai Pustaka (1999: 1068) dijelaskan topeng yaitu: to. dan sebagainya) yang menyerupai muka orang atau binatang. topeng mengandung seni tembang dan metaphor (pengajum/pengande).2. Tri Marga.2.2 Definisi Topeng Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Trikaya Parisuda. p3). Panca Maha Bhuta. p5). topeng merefleksikan ajaran Tri Rna. kertas. kepemimpinan dan modernisasi (Kodi. 1993. dan Sapta Sunya. 2006. Panca Yadnya. Dari konsep sosial kemasyarakatan. 2. I M ade Bandem dan Rembang dalam bukunya yang berjudul “Perkembangan Topeng Bali Sebagai Seni Pertunjukkan” menjelaskan bahwa kata “topeng” berasal dari kata “tup” yang berarti tutup.Dr. Kata pertapukan berasal dari kata dasar “tapuk” yang artinya topeng atau tapel atau penutup (Sumandhi et al. Di Bali Topeng disebut Tapuk atau pertapukan. topeng merefleksikan rasa malu (lek ). 2. arsitektur Bali. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. p25). Dari konsep pemikiran religius. implementasi Pancasila.

Dramatari topeng merupakan seni pertunjukkan yang bisa ditampilkan dalam kaitannya dengan berbagai jenis upacara maupun sebagai hiburan yang bersifat sekuler (Kodi. 2006. . 2006. mitos. kedua. topeng sebagai benda/kayu/tapel penutup wajah. dengan memperhitungkan kelaikan untuk dikenakan sebagai penutup wajah manusia sehingga menutupi sebagian atau keseluruhan wajah yang mengenakannya (Kodi. yang abstrak.2. Topeng dalam masyarakat Bali juga memiliki tiga pengertian umum. Berdasarkan kepercayaan animisme. p34). topeng diperkirakan sudah ada sejak zaman pra-sejarah. topeng sebagai suatu bentuk dramatari yang menggunakan tapel penutup wajah. 2006. Pertama.4 Sejarah Topeng Bali Pada masa pra-sejarah pertunjukkan topeng bersifat magis.11 dibentuk atas bahan dasar yang tipis atau ditipiskan.3 Definisi Dramatari Topeng Dramatari topeng adalah penggabungan antara seni drama dan seni tari yang mengenakan topeng. p26). dan berbagai mirip realitas dengan yang persembunyian. 2. p1). Definisi topeng mengacu kepada pengertiannya dalam khasanah budaya Bali adalah tiruan wajah yang terbuat dari kayu (Kodi. p8). dan religius. kemunafikan. 2006. dan ketiga. 2006. yang berfungsi sebagai pemujaan kepada roh nenek moyang. 2. topeng sebagai pengertiannya kedustaan. terselubung (Kodi. namun istilah topeng baru dijumpai pada prasasti-prasasti abad ke-9 (Kodi. p29).2.

Versi keempat berasal dari Sanghyang Legong. . sejarah topeng di Bali biasanya mulai dari Prasasti Bebetin bertahun 896 masehi zaman Raja Ugrasena di Bedulu. p26). Versi yang kedua kemunculan topeng sebagai bagian dari purwaning kalangwan seperti yang tersurat dalam lontar (dan kini buku) Siwagama. topeng juga disebutkan di dalam Negara Kertagama. Pertama. dengan penarinya I Gusti Pering Jelantik (Kodi. ini merupakan catatan tertua yang ditemukan di Bali mengenai topeng.12 Dugaan mengenai munculnya topeng babad diperkirakan sekitar abad ke17 pada pemerintahan Dalem Sagening yang memeritah kerajaan Gelgel dari tahun 1580-1665. Keberadaan tari topeng juga bisa ditelusuri dari asal-usul topeng-topeng sakral di Ketewel. cinta antara Panji yang berasal dari Kerajaan Jenggala dan puteri Candra Kirana dari Kerajaan Daha (Bandem. Versi ketiga dari lahirnya dramatari topeng dari cerita yang diceritakan dari generasi ke generasi mengenai Raja Waturenggong yang memimpin Kerajaan Gelgel mengutus Patih Ularan ke Jawa Timur untuk perang melawangan Kerajaan Blambangan dan mengambil seperangkat topeng sebagai pampasan perang. Selain dari keempat versi disebutkan diatas.2. buku Raja-raja pada abad ke-14 yang sering disebut sebagai raket atau soritekes.5 Sejarah Lahirnya Dramatari Topeng di Bali Para pakar di Bali pada umumnya menggunakan empat versi mengenai lahirnya topeng di Bali. 2001a. 2006. p2). Ini adalah versi yang paling terkenal. Kisahnya selalu berupa seputar panji. 2.

p2). yaitu (1) Topeng Pajegan. (2) Topeng Panca.13 Dalam buku karangan Laufer terbitan tahun 1923 halaman 29-30 disebutkan pula bahwa leluhur dari barong adalah tarian singa dari Cina. 2. serta klasifikasi menurut genre seni pertunjukannya. yaitu Wayang Wong Parwa dan Wayang Wong Ramayana. (3) Telek dan Jauk .2. (3)Topeng Prembon. Wayang Wong dibagi lagi menjadi dua. pertunjukan topeng dapat dibedakan menjadi tiga. menurut strukturnya. (4) Wayang Wong. Klasifikasi menurut karakternya/tipe psikologis. klasifikasi dari segi konteksnya. dan Calonarang. dan (5) Dramatari Topeng. Barong dan Rangda sendiri dibagi menjadi tiga. 2001a. Seperti yang dijabarkan oleh I Nyoman Catra dalam tesisnya yang berjudul “ Topeng: Mask Dance-Drama” (1996). dan yang baru muncul berdiri sendiri secara resmi barubaru ini (4) Topeng Bondres (Kodi. M ulai dari yang paling sakral. (2) Barong dan Rangda. Barong Landung. kelima genre seni pertunjukkan itu meliputi (1) Brutuk . Sedangkan dramatari topeng menurut jumlah penari dan penggunaan tapel-nya. 2006. yaitu Tari barong. p61).6 Klasifikasi Topeng Bali Topeng Bali dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian. . klasifikasi menurut zamannya. dewasa ini ada lima genre seni pertunjukkan yang menggunakan topeng. atau disebut barongsai. yang muncul sekitar Dinasti T’ang (abad ke-7 hingga 10 masehi) dan tersebar ke banyak daerah Asia Timur (Bandem. menurut unsur wajah. Berikut klasifikasi menurut genre seni pertunjukkannya.

Spirit of Ancient Drama” karangan Judy Slattum yang . Upacara diakhiri dengan pemberkatan dari air suci ( tirta). kulit kerang untuk gigi.2. topeng dilapisi ancur hingga 10 lapisan yang disebut proses ngapon. serta berbagai upacara-upacara yang mengiringi setiap tahap pembuatannya hingga siap dipakai. Data Kompetitor Yang menjadi kompetitor dari proyek Tugas Akhir penulis berupa buku ini adalah buku berjudul “ Balinese Mask. Kemudian adalah pemberian prade pada bagian hiasan topeng dan cudamani (Putra. Begitu topeng tersebut selesai. Topeng Rangda. 2. maka topeng tersebut akan dihidupkan kembali melalui upacara Ngutpeti dalam beberapa tingkatan. juga terbentuk dari perlakuan seniman pembuatnya. kekuatan spiritual/Dewata yang dipanggil kedalamnya melalui upacara Pasupati. Baru kemudian topeng dilapisi fernis agar tahan lama dan mengkilap. Setelah diwarnai. Pertama adalah upacara Prayascita dan Melaspas. M ulai dari proses pemotongan kayu hingga memulai pemahatan didahului upacara terlebih dahulu. kumis.3. Setelah bentuk topeng jadi. jika perwujudannya adalah Topeng Barong. cudamani . kedua Ngatep dan Masupati. Setelah proses pewarnaan dilanjutkan dengan pemasangan unsur-unsur lain seperti pemasangan alis. kayu yang digunakan. janggut dan jambang. tulisan magis yang dituliskan didalamnya. ketiga Masuci atau Ngerehin. selain dari fungsinya.14 2. dan taring dipasang pada topeng. dan Topeng Sidakarya. p79). 2001. kemudian dilakukan proses pewarnaan yang menggunakan sembilan warna Bali yang terbuat dari bahan alamiah.7 Proses Pembuatan Tapel /Topeng Bali Aspek sakral dari sebuah topeng.

Spirit od Ancient Drama”.000. Kekurangan kompetitor: Pengarang buku adalah seorang ateis. 128 halaman. Spirit of Ancient Drama : Judy Slattum : Paul Schraub Kata sambutan : Hildred Geertz Penerbit ISBN Desain Fisik buku Harga : Periplus Edition (HK) Ltd : 0 7946 0075 1 : mind.15 bekerjasama dengan fotografer Paul Schraub. Kompetitor dibimbing oleh seorang seniman tapel dalam membuat bukunya. Kompetitor mengambil sudut pandang Topeng Bali sebagai kesenian saja. unsur religius dan mistis yang kental dalam Topeng Bali tidak keluar. Buku kompetitor dilengkapi foto-foto lengkap dengan kualitas baik. kompetitor utama ini sudah memiliki desain yang baik dan menarik. Di bandingkan buku-buku Topeng Bali lainnya. Judul buku Pengarang Fotografer : Balinese Mask.00 Kelebihan kompetitor: Kompetitor melakukan penelitian yang cukup intensif tentang Topeng Bali. . Buku ini mendapat kata sambutan dari Hildred Geertz serta diterbitkan ulang oleh Periplus Edition (HK) Ltd. : Rp 311. London : Hard cover dengan jaket buku. full color. Berikut data-data mengenai buku “ Balinese Mask.

4.4. yakni buku-buku budaya mengenai atau yang menyangkut Topeng Bali lainnya. terdapat kesalahan-kesalahan informasi dalam bukunya. “Perkembangan Topeng Bali Sebagai Seni Pertunjukan”. serta kompetitor tertier. Kompetitor-kompetitor tertier penulis adalah buku-buku kebudayaan lain yang tidak membahas mengenai Topeng Bali seperti: “Bromo.2 Misi M isi Pemerintah Kota Denpasar yaitu: . Deskripsi Dramatari Bali”. “Topeng Sidakarya. yakni buku-buku budaya lainnya termasuk majalah.4. Data Mandatoris 2. The Majestic Mystical Mountain”. “Perkembangan Wayang Wong Sebagai Seni Pertunjukan”. 2. Kompetitor-kompetitor sekunder penulis antara lain: “ The Sacred Dances of Bali ”.16 Berdasarkan saksi ahli yang juga dijadikan narasumber oleh kompetitor.1 Visi Visi Pemerintah Kota Denpasar. seperti yg tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka M enengah Daerah (RJPM D) Kota Denpasar Tahun 20052010 yaitu Terciptanya Kota Denpasar Berwawasan Budaya dengan Keharmonisan dalam Keseimbangan secara berkelanjutan. terdapat juga kompetitor-kompetitor sekunder. “Wayang Wong”. “Batik Kawuban Solo”. Selain buku “ Balinese Mask. Spirit of Ancien Drama” yang menjadi kompetitor utama (head to head) produk Tugas Akhir penulis. 2.

.Proyek Sasana Budaya Bali (buku Teknik Pembuatan Tapel Tradisionil Bali. .4.M enumbuhkembangkan jati diri Ruang dan masyarakat Kota Denpasar yang berdasarkan kebudayaan Bali.17 .3 Logo 2.4 Program Pemerintah Kota Denpasar Adapun berikut adalah beberapa program Pemerintah Kota Denpasar yang telah dilaksanakan sehubungan dengan pelestarian budaya Bali: . .Proyek Pengembangan Sarana Wisata Budaya (buku Perkembangan Wayang Wong Sebagai Seni Pertunjukkan). .M embangun pelayanan publik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Proyek Pembinaan Kesenian (buku Topeng Sidakarya-Deskripsi Dramatari Bali). buku Proses M elukis Tradisionil wayang Kamasan).M empercepat pertumbuhan dan memperkuat ketahanan ekonomi melalui sistem ekonomi kerakyatan.M ewujudkan pemerintahan yang baik (good governance) melalui Penegakan Supremasi Hukum.4. . 2. . .Pemberdayaan masyarakat dilandasi dengan Kebudayaan Bali dan Kearifan Lokal.

5.5. Pembinaan.2 Geografi Target Audiens Target berdomis ili di kota-kota besar di Indonesia.1 Demografi Target Audiens Target audiens penulis adalah orang-orang yang tertarik dan mulai belajar mencintai budaya lokal Indonesia. dan juga turis asing/pasar asing yang tertarik dengan budaya Bali. para budayawan. kolektor buku budaya. pria dan wanita dengan usia 24 tahun – 35 tahun. Pengembangan Seni Klasik/tradisional dan Kesenian Baru (buku Perkembangan Topeng Bali Sebagai Seni Pertunjukkan) . Yogyakarta.Proyek Pengembangan Permuseuman Bali (buku Seni Tenun Bali Koleksi M useum Bali) 2. terdapat juga target audiens sekunder. kalangan yang mulai belajar mencintai budaya.5. dan Denpasar. terutama yang berdomisili di Kota Jakarta. yaitu orang-orang grafis. Selain orang yang tertarik pada budaya lokal yang menjadi target audiens utama penulis. Berikut data-data target audiens penulis (target audiens utama): 2. . 2. Penghubung Dunia Para Dewa & M anusia” ini adalah kalangan orang-orang yang menghargai dan tertarik akan budaya lokal.18 . golongan atas. khususnya budaya Bali.Proyek Penggalian. Target Audiens Target Audiens penulis dalam Tugas Akhir “Topeng Bali.

dan kritis. 2. mereka begitu mencintai budaya sehingga sangat senang mengoleksi berbagai benda budaya. Dalam berbelanja. menyukai dan sangat tertarik kepada kebudayaan lokal Indonesia dan juga kearifan lokal Indonesia. terutama barang-barang skunder dan tertier secara kebutuhan. berorientasi pada tampilan visual. M ereka adalah kalangan yang memiliki potensi ataupun impian menjadi seorang budayawan. Kalangan budayawan adalah kalangan yang sudah mapan baik dari segi usia maupun keuangan.5. apalagi buku. 2. yang dipentingkan adalah nilai informasi . pemerhati brand.19 2. yaitu kebutuhan dan spontanitas.5 Alasan Pemilihan Target Target adalah golongan masyarakat yang memiliki ketertarikan dengan kebudayaan lokal Indonesia tetapi tidak sepenuhnya seorang budayawan.4 Kebiasaan Belanja Target Audiens Target adalah seorang yang kebiasaan belanjanya didorong oleh dua hal. mereka juga adalah kalangan yang ingin diakui sebagai budayawan dan diam-diam mengganggap dirinya sebagai budayawan kecilkecilan. target sangat memerhatikan serta didorong oleh kualitas dan juga tampilan visual. jarang nongkrong.3 Psikografi Target Audiens Target memiliki karakteristik yang cerdas. teliti. kasual secara fesyen. Para budayawan ini memiliki kecenderungan tidak terlalu mementingkan tampilan visual maupun tata letak dan desain sebuah buku. terutama kebudayaan lokal Bali.5.5.

mereka ini adalah tipe kalangan yang memerhatikan aspek visual dan harga dari sebuah buku. seperti misalnya buku yang memiliki sampul dan desain konten yang menarik dan bernuansa “kebudayaan” secara visual (bernuansa etnik dan tradisional). Oleh sebab itu menurut hemat penulis. M ereka mencari nilai lain. Kalangan ini melihat sebuah buku sebagai satu paket lengkap. Dengan berbagai alasan tersebut diatas. dari sebuah buku budaya yang mereka beli. Akan tetapi. mendesain buku budaya Topeng Bali dengan para budayawan sebagai target utama tidak tajam. Sebaliknya dengan orang-orang yang tertarik dan mulai belajar mencintai kebudayaan. Kalangan ini tidak keberatan membeli sebuah buku budaya walaupun rata-rata memiliki harga yang cukup tinggi karena mereka yang dituju adalah yang mandiri dan mapan secara finansial. . yang merupakan nilai tambahan. Berbagai macam pertimbangan ini dilandaskan dari faktor pamor dan prestis.20 dan kajian budaya yang disuguhkan dalam buku tersebut. Kalangan orang-orang yang tertarik dan mulai belajar mencintai kebudayaan juga senang mengoleksi buku budaya layaknya budayawan. tidak hanya mementingkan faktor isi dan informasinya. penulis memilih orang-orang yang tertarik dan mulai belajar mencintai kebudayaan sebagai target audiens penulis. buku yang memiliki banyak gambar atau foto dengan isi yang menurut mereka lengkap.

6. obyek dari produk.Buku “Topeng Bali.2 Weakness Buku-buku mengenai Topeng Bali atau yang menyangkut topik seputar Topeng Bali yang sudah ada juga buku Topeng Bali penulis . sangat beraneka ragam dan indah dengan sejarah dan makna yang mengakar dalam. . “Topeng Bali. Penghubung Dunia Para Dewa & M anusia”. Penghubung Dunia Para Dewa & M anusia” dan juga Topeng Bali sebagai obyek.Produk.6. Penghubung Dunia Para Dewa & M anusia” sangat lengkap.1. memiliki kekuatan sebagai berikut: . 2.Informasi dalam buku “Topeng Bali.1.1 Strength Adapun kekuatan internal dari produk yang penulis publikasikan. diperkaya dengan visual menarik khas Bali dan desain yang baik. Penghubung Dunia Para Dewa & M anusia” membahas Topeng Bali dengan sudut pandang kesenian yang religius dan sakral.1 S WOT 2.Topeng Bali. Analisa 2. “Topeng Bali.Buku “Topeng Bali. .21 2. . .6.6. seperti pada hakikatnya di Bali. Penghubung Dunia Para Dewa & M anusia” memberikan experience unik yang khas Bali bagi pembacanya.

6.1. Penghubung Dunia Para Dewa & M anusia”.Buku-buku mengenai Topeng Bali yang ada sekarang sebagian besar sudah tidak mungkin ditemukan lagi di toko-toko buku. Penghubung Dunia Para Dewa & M anusia”: . 2. lebih dari Indonesia sendiri.Kebanyakan topeng bersifat sakral atau setengah sakral. sehingga hanya bisa dilihat ketika ada upacara keagamaan. . .Buku-buku asing mengenai Topeng Bali yang beredar belum ada yang selengkap buku “Topeng Bali. “Topeng Bali.Bali terkenal di dunia Internasional. minat terhadap Bali dan kebudayaannya sangat besar dan membuka peluang pasar internasional yang besar pula.Buku-buku asing mengenai Topeng Bali hanya memposisikan Topeng Bali sebagai objek kesenian dan kebudayaan. walaupun pengolahan desain baik tetapi tampil hampir seragam. Buku-buku asing mengenai Topeng Bali. penulis hanya melakukan penelitian singkat mengenai Topeng Bali. beberapa faktor kelemahannya adalah sebagai berikut: . .22 memiliki kelemahan.3 Opportunity Berikut adalah faktor-faktor peluang dari produk. tidak unik serta tidak memberikan experience Bali. . .Karena keterbatasan waktu dan biaya.

Belum ada buku mengenai Topeng Bali yang lengkap (kompilasi).Buku-buku kompetitor mungkin memiliki pembahasan yang lebih mendalam dan original karena pembuatannya didukung penelitian mendalam. . . .Buku “Topeng Bali. memudahkan penelitian dan sangat menarik bagi target.6.Buku-buku lokal belum ada yang diolah secara visual dengan serius. .Topeng Bali sebagai obyek yang sangat kaya terlestarikan. 2.4 Threat Berikut faktor-faktor ancaman eksternal dari buku “Topeng Bali. spesifik mengenai Topeng Bali. Penghubung Dunia Para Dewa & M anusia” ini akan diterbitkan dalam dua buku terpisah yang dapat dikoleksi. berbahasa Indonesia. masih sangat tekstual.23 . Penghubung Dunia Para Dewa & M anusia”: .Kemungkinan tidak semua gambar Topeng Bali dimuat karena hanya bisa diabadikan ketika topeng tersebut dikeluarkan saat upacara. . . dan menarik secara visual.1.Buku mengenai Topeng Bali mempromosikan kekayaan budaya Bali dan juga Indonesia oleh karenanya didukung oleh Pemerintah Kota Denpasar dan juga Departemen Pariwisata dan Kebudayaan.

Buku Topeng Bali penulis mempublikasikan salah satu kekayaan dan kearifan lokal konten budaya nasional yang sekarang ini sedang diserang oleh klaim-klaim luar negri. .6.Penciptaan buku Topeng Bali ini. . seperti buku-buku budaya pada umumnya. mudah diterbitkan dan dipasarkan.Buku-buku yang tersedia mengenai topeng Bali sulit ditemukan karena sebagian besar merupakan terbitan Pemkot Denpasar atau terbitan asing.2 Faktor Pendukung dan Penghambat Faktor pendukung topik ini adalah: . 2. Kemajuan teknologi memungkinkan orang dan juga target audiens penulis lebih memilih mencari tahu melalui internet mengenai Topeng Bali. Faktor penghambat topik ini adalah: . adalah mahal. Ketenaran Bali memungkin buku Topeng Bali penulis relatif mudah dikenal. oleh karena itu harga jual buku pun pastinya relatif mahal. sehingga buku-buku seperti Topeng Bali penulis lebih diapresiasi dan dicari.Siapa yang tidak tahu Bali? Bali merupakan salah satu pulau di Indonesia yang sangat terkenal di dunia Internasional dan juga di dalam negri.24 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->