P. 1
Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012

Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012

|Views: 812|Likes:
Published by Mochammad Haikal
Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 minus lampiran
Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 minus lampiran

More info:

Published by: Mochammad Haikal on Apr 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2015

pdf

text

original

BUKU MODEL IMPLEMENTASI PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA (PIGP

)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan 2012

KATA PENGANTAR
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi Guru Pemula (PIGP) menyebutkan bahwa Program Induksi adalah kegiatan orientasi, pelatihan di tempat kerja, pengembangan, dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya. Selanjutnya, Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali ditugaskan melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh
pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat.

Sebagai pedoman dalam mengimplementasikan

PIGP, Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (SDMPK dan PMP) menerbitkan Buku Model Implementasi PIGP bagi pemangku kepentingan pendidikan. Buku ini diterbitkan dengan tujuan menyamakan persepsi dan menjadi acuan semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan PIGP. Buku ini berisi tentang Konsep PIGP dan Model pelaksanaan PIGP dengan mengintegrasikan lesson study. Dengan terbitnya buku ini diharapkan pelaksanaan PIGP sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, sehingga program ini benar-benar dapat meningkatkan kompetensi, kinerja, dan profesional guru, akhirnya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Penyusun atas dedikasinya yang sangat tinggi dalam menyusun buku Model Implementasi PIGP ini. Semoga usaha baik ini menjadi tonggak bagi pengembangan pendidikan di Indonesia. Jakarta, .... Juni 2012 Kepala Badan Pengembangan SDMPK dan PMP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd NIP. 19620203 198703 1 002

i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………….. DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………. DAFTAR LAMPIRAN …………………………………………………………………………………. BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………………. A. Latar Belakang ………………………………………………………………………… B. Landasan Hukum ……………………………………………………………………… C. Tujuan ………………………………………………………………………………….. BAB II KONSEP PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA DAN LESSON STUDY ……….... A. Program Induksi Guru Pemula …………………………………………………....... B. Lesson Study ……………………………………………………………………...….. BAB III PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA ……………………………. A. Tahap Persiapan ………………………………………………………………..……. B. Tahap Pengenalan Sekolah/Madrasah dan Lingkungannya …….……………... C. Tahap Pembimbingan …..…………………………………………………………… D. Tahap Penilaian ………………………………………………………………………. E. Tahap Pelaporan ……..……………………………………………………………….. BAB IV EVALUASI DAN BIMBINGAN TEKNIS …………………………................................ A. Evaluasi Program …………………………………………………………………….. B. Bimbingan Teknis …………………………………………………………………..... BAB V PENUTUP …………………………………………………………………………………. DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………………………………………... ii iii iv 1 1 2 2 3 3 10 15 15 16 17 20 25 27 27 27 29 29

ii

.............. Identifikasi Kompetensi Pembimbing (Evaluasi Diri Pembimbing.......... Evaluasi Diri Guru BK/Konselor ........................................................................ Identifikasi Tanggung Jawab Pengawas Sekolah dalam PIGP ................................................................................................. Contoh Matrik Program Pengawasan Tahunan …………………....................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Format Implementasi PIGP Tahap Persiapan FORM KS 01 KS 02 KS 03 KS 04 KS 05 KS 06 PB 01 PB 02 PB 03 PS 01 PS 02 PS 03 PS 04 PS 05 PS 06 PS 07 PS 08 Checklist Analisis Kebutuhan Implementasi PIGP …………………………………....................................................................………………….............. Jadwal Monitoring PIGP ………………………………………………………………… Instrumen Monitoring PIGP ……………………………………………………………...... Rencana Tindak Pengawasan PIGP ............ Jadwal Kegiatan Pembimbingan Guru Pemula ..................................... Rencana Tindak Pembimbingan oleh Pembimbing ....................................................... Analisis Kebutuhan Sekolah Penyelenggara PIGP ............ Evaluasi Diri untuk Guru Pemula (Guru Mata Pelajaran/Kelas)…………….................................... Program Pengawasan Semester …................................................................................................. Lampiran Format Implementasi PIGP Tahap Pembimbingan (Pelaksanaan dan Observasi Pembelajaran) iii 67 68 69 70 71 73 74 Hal 31 32 33 34 35 36 37 39 40 41 42 43 56 57 58 59 62 . Lampiran Format Implementasi PIGP Tahap Pengenalan Sekolah/Madrasah dan Lingkungannya PB 04 GP 01a GP 01b GP 02a GP02b PB 05 PB 06 Checklist Tugas Pembimbing dalam PIGP …………………………………………….............. Prioritas Pembimbingan ............ Format Analisis Kebutuhan Sekolah Penyelenggara PIGP ………………………… Out Line (Sistematika) Pedoman Kepala Sekolah dalam PIGP …………………… Rencana Tindak Implementasi PIGP oleh Kepala Sekolah ………………………… Jadwal Kegiatan Pelaksanaan PIGP oleh Kepala Sekolah …………………….. Checklist Tugas Kepala Sekolah dalam PIGP ……………………………………….. Jadwal Kegiatan Pengawasan PIGP …………………………………………………............... Rencana Pengembangan Keprofesian Guru Pemula ....... Format Evaluasi Diri untuk Guru Pemula (Guru BK/Konselor)……………………… Evaluasi Diri Guru Mata Pelajaran/Kelas .................

............................................. Lembar Refleksi Pembelajaran Guru Mata Pelajaran/Kelas Pemula pada Penilaian Tahap 2 ........................................................... Tata Tertib dalam Melaksanakan Lesson Study ……………………………………........................ Instrumen Penilaian Kinerja Guru Mata Pelajaran/Kelas ....................................................... Sistematika Laporan PIGP iv 76 78 79 81 82 84 85 86 87 91 92 95 97 103 111 112 113 115 117 119 120 121 125 127 129 130 .................................................................................................................. Lembar Refleksi Pembimbingan Guru BK/Konselor Pemula pada Penilaian Tahap 2 ...................................................... Laporan Keberhasilan Guru Pemula dalam PIGP ……………………………………............ Instrumen Penilaian Kinerja Guru BK/Konselor ......................................................................................... Lembar Hasil Observasi Pembelajaran (Lesson Study) …............................................................................. Tata Tertib Pelaksanaan Lesson Study Laporan Hasil Pembimbingan dan Penilaian Tahap 1 ............................................................PB 07b PB 08a PB 08b GP 03a GP 03b U 01 U 02 U 03 U 04 PB 09a PB 09b PSKSPB 01 PSKSPB 02a PSKSPB 02b PSKSPB 03a PSKSPB 03b PS/KS 01a PS/KS 01b GP 03a GP 03b KS 07a KS 07b KS 08a KS 08b KS 09 KS 10 Contoh Satuan Layanan Bimbingan dan Konseling Lembar Hasil Observasi Pembelajaran Pembelajaran Guru Pemula ........................................................................................ Lampiran Format Model Implementasi PIGP Tahap Penilaian Lembar Pengamatan ……………………….............................. Lembar Hasil Penilaian Kinerja Guru Mata Pelajaran/Kelas Lembar Hasil Penilaian Kinerja Guru BK Lembar Hasil Observasi pembelajaran Guru Mata Pelajaran/Kelas Pemula pada Penilaian Tahap 2 ............................... Laporan Hasil Pembimbingan dan Penilaian Tahap 1 ....................... Lembar Hasil Observasi Pembimbingan Guru BK/Konselor Pemula pada Penilaian Tahap 2 ...................... Lembar Refleksi Pembelajaran Guru Mata Pelajaran/Kelas ………………………… Lembar Refleksi Pembimbingan Guru BK ……………………………………………....... Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru BK ……………………………………………............................. Catatan Hasil Refleksi ........... Lembar Rekapitulasi Hasil Penilaian Kinerja Guru Mata Pelajaran/Kelas Pemula Lembar Rekapitulasi Hasil Penilaian Kinerja Guru BK/Konselor …………………… Lampiran Format Model Implementasi PIGP Tahap Pelaporan Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Mata Pelajaran/Kelas ………………………............................................ Lembar Hasil Observasi Pembimbingan Guru Pemula ................

. Lampiran Format Model Implementasi PIGP: Instrumen Penilaian Kepribadian dan Sosial Instrumen Penilaian Kepribadian dan Sosial Guru Pemula Format Hasil Penilaian Kepribadian dan Sosial Guru Pemula 135 v .U 05 PSKSPB 04 PSKSPB 05 Format Sertifikat PIGP ………………………………………………………………….

Pengenalan guru pemula terhadap situasi sekolah akan menentukan karir dan profesionalitas seorang guru selanjutnya. kreatif. 14 Tahun 2005 pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk: (1) meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran. Oleh karena itu. Pada saat awal seorang guru pemula mulai mengajar dan mengenal lingkungan sekolah. budaya sekolah. serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab (UU No. menilai. mengarahkan. cakap. 20 Tahun 2003 pasal 3). pendidikan profesi guru di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sampai menjadi guru yang ditugaskan di satuan pendidikan. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. dan berkomunikasi dengan warga sekolah. berilmu. Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. melatih. maka seorang guru harus dipersiapkan secara matang. pendidikan dasar. sehat. Latar Belakang Di dalam Undang-undang No. Agar PIGP berjalan dengan baik maka disusun buku ini yang berisi salah satu model Implementasi PIGP. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. Selanjutnya dalam pasal 1 ayat 4 undang-undang tersebut menyatakan bahwa Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan yang memerlukan keahlian. mandiri. dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional di bidang pendidikan. guru mempunyai fungsi. dan (2) meningkatkan mutu pendidikan nasional. dan pendidikan menengah. beradaptasi. peran. yakni berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.BAB I PENDAHULUAN A. Mengingat peran guru yang sangat strategis dalam pembangunan pendidikan. berakhlak mulia. mereka menghadapi beberapa hambatan antara lain: pengenalan karakteristik peserta didik. Salah satu program yang dapat membekali guru pemula dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi guru pada awal mereka bertugas adalah Program Induksi Guru Pemula (PIGP). mengajar. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 1 . membimbing. kemahiran. Persiapan tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan mulai dari saat belajar di perguruan tinggi.

3. Landasan Hukum 1. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. 8. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula. 4. 7.B. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 6. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kredit. 9. dan 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2003 tentang Pemerintahan Daerah. memberikan acuan pelaksanaan PIGP Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 2 . menyamakan persepsi semua pihak yang terkait dalam pelaksanaan PIGP. 2. C. Tujuan Tujuan penyusunan Buku Model Implementasi PIGP ini adalah untuk: 1. 5.

dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya. beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah. 3. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 3 . Prinsip Penyelenggaraan PIGP Program induksi guru pemula diselenggarakan berdasarkan prinsip: a. dan b.BAB II KONSEP PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA DAN LESSON STUDY A. Bagi guru pemula yang berstatus bukan PNS. akuntabel: penyelenggaraan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. pelatihan di tempat kerja. kesejawatan: penyelenggaraan atas dasar hubungan kerja dalam tim. dan d. Tujuan PIGP Pelaksanaan PIGP bertujuan untuk membimbing guru pemula agar dapat: a. Manfaat PIGP Terkait dengan Status Kepegawaian Program induksi dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan fungsional guru bagi guru pemula yang berstatus calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau pegawai negeri sipil (PNS) mutasi dari jabatan lain. berkelanjutan: dilakukan secara terus menerus dengan selalu mengadakan perbaikan atas hasil sebelumnya. keprofesionalan: penyelenggaraan program yang didasarkan pada kode etik profesi. PIGP dilaksanakan sebagai salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan guru tetap. Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali ditugaskan melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah. atau masyarakat. sesuai bidang tugas. pengembangan. pemerintah daerah. b. c. melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah/madrasah. Program Induksi Guru Pemula Program Induksi Guru Pemula (PIGP) adalah kegiatan orientasi. 1. 2.

merencanakan. memperoleh salinan lembar hasil observasi pembelajaran yang telah ditandantangani oleh pembimbing atau kepala sekolah dan pengawas sekolah. Peserta PIGP Peserta PIGP adalah: a. guru pemula berstatus PNS mutasi dari jabatan lain. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 4 . e. memperoleh bimbingan dalam hal: 1) perencanaan. 2) perencanaan. pelaksanaan dan penilaian hasil proses bimbingan dan konseling. memperoleh sertifikat bagi guru pemula yang telah menyelesaikan PIGP dengan nilai kinerja paling kurang kategori baik. serta melaksanakan perbaikan dan pengayaan. c.4. Kewajiban Guru Pemula Guru pemula memiliki kewajiban: a. Hak Guru Pemula Guru pemula berhak: a. atau c. 6. bagi guru bimbingan dan konseling. d. guru pemula bukan PNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat. 3) pelaksanaan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. memperoleh dukungan dari sekolah dalam meningkatkan kompetensi dan pengembangan keprofesian berkelanjutan. guru pemula berstatus CPNS yang ditugaskan pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh pemerintah atau pemerintah daerah. melaksanakan pembelajaran/bimbingan dan konseling yang bermutu. b. b. pelaksanaan dan penilaian proses dan hasil pembelajaran. bagi guru kelas dan guru mata pelajaran. 5. menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran/bimbingan dan konseling. memperoleh laporan hasil penilaian kinerja guru pemula.

8. sarana. kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran maupun tugas lain yang terkait dengan tugasnya sebagai guru. kepala sekolah. 5. 2. dan psikomotor). 8. 4. 10. 6. 9. dan pengawas sekolah. mempelajari dokumen administrasi guru. dan 11. melaksanakan penilaian proses dan penilaian hasil belajar siswa. melakukan diskusi dengan pembimbing. mempelajari latar belakang siswa. instruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK). mengamati situasi dan kondisi. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Program Indiksi guru pemula dilaksanakan di satuan pendidikan tempat guru pemula bertugas selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) tahun. melakukan observasi di kelas lain. seperti pembina ekstra kurikuler. menyusun rancangan dan instrumen penilaian (ranah kognitif. menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. 7. termasuk mempelajari data tata tertib. dan sumber belajar di sekolah/madrasah tempat guru pemula tersebut bertugas. 7. melaksanakan tugas lain yang terkait dengan tugasnya sebagai guru. afektif. melaksanakan proses pembelajaran. mempelajari kurikulum tingkat satuan pendidikan. atau beban bimbingan antara 75 (tujuh puluh lima) hingga 100 (seratus) peserta didik bagi guru bimbingan dan konseling. serta lingkungan sekolah/madrasah. melaksanakan pembelajaran antara 12 (dua belas) hingga 18 (delapan belas) jam tatap muka per minggu bagi guru mata pelajaran/guru kelas. 3. Guru Pemula Guru pemula bertanggung jawab: 1. a. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 5 .b. Tanggung Jawab Pihak Terkait dalam PIGP Pihak yang terkait dalam pelaksanaan PIGP adalah guru pembimbing.

pengalaman mengajar sekurangkurangnya 5 tahun dan memiliki jabatan sekurang-kurangnya sebagai Guru Muda. Jika kepala sekolah/madrasah tidak dapat menjadi pembimbing. kepala sekolah/madrasah dapat menjadi pembimbing sejauh dapat dipertanggungjawabkan dari segi profesionalitas dan kemampuan komunikasi. Sekolah/madrasah yang tidak memiliki pembimbing sebagaimana dipersyaratkan. 5) pengalaman mengajar pada jenjang kelas yang sama dan pada mata pelajaran yang sama dengan guru pemula. memiliki: 1) kompetensi sebagai guru profesional. Pembimbing Pembimbing ditugaskan oleh kepala sekolah/madrasah atas dasar profesionalisme dan kemampuan komunikasi. 5) memberi kesempatan bagi guru pemula untuk melakukan observasi pembelajaran/bimbingan dan konseling guru lain. Tanggung Jawab Pembimbing: 1) menciptakan hubungan yang bersifat jujur. bersahabat. 3) kemampuan komunikasi yang baik 4) kemampuan menganalisis dan memberikan saran-saran perbaikan terhadap proses pembelajaran/bimbingan dan konseling. dan terbuka dengan guru pemula. Kriteria guru yang ditunjuk oleh kepala sekolah sebagai pembimbing adalah. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 6 . 2) kemampuan bekerja sama dengan baik.b. kepala sekolah/madrasah dapat meminta pembimbing dari satuan pendidikan yang terdekat dengan persetujuan pengawas dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan tingkat kewenangannya. 2) memberikan bimbingan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan konseling 3) melibatkan guru pemula dalam aktivitas sekolah/madrasah. 6) melaporkan kemajuan dan perkembangan guru pemula kepada pengawas sekolah/ madrasah. diprioritaskan yang telah memiliki. 7) memberikan masukan dan saran atas hasil pembimbingan tahap kedua. 4) memberikan dukungan terhadap rencana kegiatan pengembangan keprofesian guru pemula. memotivasi.

3) memantau dan mengevaluasi pelaksanaan PIGP di satuan pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya. mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/madrasah tidak dapat menjadi pembimbing. 2) melatih pembimbing dan kepala sekolah/madrasah tentang pelaksanaan pembimbingan dan penilaian dalam PIGP. jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing. 4) memberikan masukan dan saran atas isi Laporan Hasil Penilaian Kinerja. memantau pelaksanaan pembimbingan oleh pembimbing. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 7 . melakukan pembimbingan terhadap guru pemula serta memberikan saran perbaikan. serta memberikan salinan laporan tersebut kepada guru pemula. menjadi pembimbing.c. Kepala Sekolah Tanggung Jawab Kepala Sekolah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) melakukan analisis kebutuhan guru pemula. melakukan penilaian kinerja. menunjuk pembimbing yang sesuai dengan kriteria. menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan PIGP. menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan terkait. pembimbing. Pengawas Sekolah Tanggung Jawab Pengawas Sekolah : 1) memberikan penjelasan kepada kepala sekolah. d. dan guru pemula tentang pelaksanaan PIGP termasuk proses penilaian. dengan mempertimbangkan masukan dari saran dari pembimbing dan pengawas sekolah/ madrasah.

S1/ AIV PPG Bulan ke-1 PERSIAPAN  Analisis Kebutuhan  Penyusunan Buku Pedoman  Penunjukkan Pembimbing PENGENALAN SEKOLAH/ MADRASAH DAN LINGKUNGANNYA Bulan ke 2-9 PEMBIMBINGAN Bulan ke 10-11 PENILAIAN Bulan ke-12 PELAPORAN  Pelaksanaan Pembimbingan  GP CPNS PNS Mutasi Bukan PNS Penilaian Tahap 1  Penilaian Tahap 2 Pengenalan situasi kondisi sekolah/madrasa h. Alur Pelaksanaan PIGP Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 8 . dll  Draft Laporan  Keputusan Nilai dalam Penilaian Kinerja Guru Pemula  Pengajuan Sertifikat Kepala Dinas Pendidikan/Kepala Kantor Kementerian AGama OBSERVASI PEMBELAJARAN Praobservasi-obserasi-pascaobservasi Sertifikat Program Induksi KS & PS KS/PB PB KS Jabatan Fungsional Guru Skema 1. mempelajari pedoman sekolah.

Hasil Penilaian Guru Pemula Jabatan Fungsional Guru Minimal Baik YA Sertifikat Program Induksi YA Tidak Tidak Minimal Baik Perpanjangan PIGP Tidak Guru Tanpa Jabatan Fungsional Guru Penilaian kinerja guru Skema 2. Rekomendasi Hasil Penilaian pada PIGP Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 9 .

dan See (merefleksi) yang berkelanjutan. Lesson study berbasis MGMP/KKG (Cross School Lesson Study) Lesson study berbasis Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan kegiatan lesson study yang dilakukan oleh guru-guru mata pelajaran sejenis dalam satu sekolah atau guru-guru mata pelajaran sejenis dari beberapa sekolah yang tergabung dalam organisasi profesi seperti KKG atau MGMP. Skema kegiatan Lesson Study diperlihatkan pada Skema 3 berikut ini. dengan tujuan utama untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa menyangkut semua bidang studi yang diajarkan. 3. Pengertian Lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Lesson Study 1. Dengan kata lain Lesson Study merupakan suatu cara peningkatan mutu pendidikan yang tak pernah berakhir (continous improvement). Secara sederhana lesson study dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pengkajian pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh sekelompok guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. b. Lesson study berbasis sekolah (School Based Lesson Study) Lesson study berbasis sekolah merupakan kegiatan lesson study yang dilaksanakan oleh semua guru untuk semua mata pelajaran dan kepala sekolah di suatu sekolah. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 10 . Do (melaksanakan). 2. Tahap Pelaksanaan Lesson Study Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu Plan (merencanakan). Tipe Lesson Study Lesson study dapat dilaksanakan dalam dua tipe berikut ini: a.B.

beberapa guru dapat berkolaborasi atau guru-guru dan dosen dapat pula berkolaborasi untuk memperkaya ide-ide. Pertemuan yang sering dilakukan dalam workshop antara guru-guru (jika memungkinkan menghadirkan dosen) dalam rangka merencanakan pembelajaran. Agar perencanaan lebih berkualitas. kegiatan perencanaan dapat dilakukan dalam beberapa kali pertemuan (misal 2–3 kali pertemuan). Perencanaan diawali dari analisis permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. diharapkan dapat terbentuk Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 11 . Siklus Kegiatan Lesson Study a. Permasalahan dapat berupa pemahaman materi pelajaran dan pedagogi tentang metode pembelajaran yang tepat agar pembelajaran lebih efektif dan efisien atau bagaimana menyiasati kekurangan fasilitas pembelajaran.Skema 3. Selanjutnya guru secara bersama-sama mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi yang dituangkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran atau lesson plan. PLAN (Merencanakan) Peningkatan mutu pembelajaran melalui Lesson Study dimulai dari tahap merencanakan (Plan) yang bertujuan untuk merancang pembelajaran yang dapat membelajarkan siswa dan berpusat pada siswa. teaching materials berupa media pembelajaran. serta instrumen asesmen. Perencanaan yang baik tidak dilakukan sendirian tetapi dilakukan bersama. dan lembar kerja siswa. agar siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Teaching materials yang telah dirancang perlu diujicoba sebelum diterapkan di dalam kelas.

Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 12 . sehingga dosen atau guru tidak merasa lebih tinggi satu sama lain. Dalam setiap langkah dari kegiatan lesson study tersebut. Dalam kegiatan observasi pembelajaran dapat juga melibatkan dosen-dosen atau mahasiswa sebagai observer. Keberadaan para pengamat di dalam ruang kelas disamping mengumpulkan informasi juga dimaksudkan untuk belajar dari pembelajaran yang sedang berlangsung dan bukan untuk mengevaluasi guru. Guru-guru lain dari sekolah yang bersangkutan atau dari sekolah lain bertindak sebagai pengamat (observer) pembelajaran.kolegalitas antara guru dengan guru dan dosen dengan guru. mengkaji pengalaman pembelajaran yang biasa dilakukan. merancang rencana pembelajaran. Selama proses pembelajaran berlangsung para pengamat tidak menganggu aktivitas dan konsentrasi siswa dan guru model. Dalam perencanaan telah disepakati guru yang akan mengimplementasikan pembelajaran (guru model) dan sekolah yang akan menjadi tuan rumah (pada tipe lesson study berbasis MGMP/KKG). Para pengamat dapat melakukan perekaman kegiatan pembelajaran dalam bentuk video atau foto untuk keperluan dokumentasi dan bahan studi lebih lanjut tanpa mengganggu aktivitas belajar. Lembar observasi pembelajaran perlu dimiliki oleh para pengamat sebelum pembelajaran dimulai. Fokus pengamatan ditujukan pada aktivitas belajar siswa yang meliputi interaksi antara siswa dengan siswa. guru memperoleh kesempatan untuk melakukan identifikasi masalah pembelajaran. antara siswa dengan bahan ajar. Para pengamat dipersilahkan mengambil tempat di ruang kelas yang memungkinkan dapat mengamati aktivitas siswa. Dalam kegiatan (open lesson) tersebut diharapkan kepala sekolah terlibat dalam pengamatan pembelajaran dan memandu kegiatan ini. Biasanya para pengamat berdiri di sisi kiri dan kanan di dalam ruang kelas agar aktivitas siswa teramati dengan baik. Sebelum pembelajaran dimulai sebaiknya dilakukan briefieng kepada para pengamat untuk menginformasikan kegiatan pembelajaran yang direncanakan oleh guru dan mengingatkan bahwa selama pembelajaran berlangsung pengamat tidak mengganggu kegiatan pembelajaran tetapi mengamati aktivitas siswa selama pembelajaran. b. DO (Melaksanakan) Langkah kedua dalam Lesson Study adalah melaksanakan pembelajaran (Do) untuk menerapkan rancangan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam merencanakan (Plan). Langkah ini bertujuan untuk mengujicoba efektivitas model pembelajaran yang telah dirancang. Mereka berbagi pengalaman dan saling belajar sehingga melalui kegiatan ini terbentuk mutual learning (saling belajar). memilih alternatif model pembelajaran yang akan digunakan. mengkaji kelebihan dan kekurangan alternatif model pembelajaran yang dipilih. antar siswa dengan guru.

Aturan tersebut meliputi tiga hal berikut: (1) Selama diskusi berlangsung.c. yakni mengomentari tentang proses pembelajaran yang telah dilakukannya. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 13 . dalam konteks PIGP. refleksi dapat dilakukan oleh sekurang-kurangnya guru pemula dan pembimbing. Moderator memberi kesempatan kepada perwakilan guru yang menjadi anggota kelompok pada saat pengembangan rencana pembelajaran untuk memberikan komentar tambahan. Guru yang melakukan pembelajaran (guru model) diberi kesempatan untuk berbicara paling awal melakukan refleksi diri. Langkah-langkah kegiatan yang dilakukan dalam refleksi adalah sebagai berikut: a. guru pemula dengan kepala sekolah dan/atau pengawas. Dalam kegiatan refleksi. dan apa yang berubah dari rencana semula (15 sampai 20 menit). Moderator membuka kegiatan refleksi pada waktu yang telah ditetapkan. pengawas sekolah. Hal ini dimaksudkan agar setiap kejadian yang diamati dan dijadikan bukti pada saat mengajukan pendapat atau saran terjaga akurasinya karena setiap orang dipastikan masih bisa mengingat dengan baik rangkaian aktivitas yang dilakukan di kelas. Pada kesempatan ini tiap observer memiliki peluang yang sama untuk menyampaikan fakta-fakta yang diamatinya sekaligus memberikan alternatif solusi berdasarkan pengalamannya. atau guru pemula dengan pembimbing. Moderator menjelaskan aturan main tentang cara memberikan komentar atau mengajukan umpan balik. hanya satu orang yang berbicara (tidak ada yang berbicara secara bersamaan). kepala sekolah atau pembimbing dapat bertindak sebagai moderator atau pemandu diskusi. diawali dengan mengucapkan terima kasih kepada guru model dan meminta applaus dari pengamat yang hadir. Ketika muncul fakta/permasalahan pembelajaran yang menarik maka moderator dapat meminta observer lain untuk memberikan pendapatnya. dan guru observer lainnya. e. kejadian apa yang tidak sesuai harapan. kepala sekolah. observer harus mengajukan bukti-bukti hasil pengamatan sebagai dasar dari komentar yang disampaikannya (tidak berbicara berdasarkan opini). Pada kesempatan itu. dan (3) Pada saat mengajukan pendapat. Moderator memberi kesempatan kepada observer untuk menyampaikan hasil pengamatannya. b. (2) Setiap peserta diskusi memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara. guru tersebut harus mengemukakan apa yang telah terjadi di kelas yakni kejadian apa yang sesuai harapan. c. Dalam acara ini. d. SEE (Merefleksi) Kegiatan refleksi sebaiknya dilaksanakan segera setelah selesai pembelajaran.

g. pembimbingan. briefing sebelum observasi pembelajaran (Do) dan refleksi pascaobservasi pembelajaran (See). program Induksi dilaksanakan dalam lima tahapan yaitu persiapan. sedangkan Lesson Study dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu Plan (merencanakan). atau pengawas dapat memberikan arahan. dan See (merefleksi) yang berkelanjutan.f. penggabungan PIGP dengan LS atau pembimbingan guru pemula dengan pendekatan LS dapat dilakukan. diakhir sesi moderator menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh partisipan dan mengumumkan rencana kegiatan lesson study berikutnya. Ketiga tahapan LS tadi dapat diintegrasikan ke dalam proses pembimbingan. mulai dari penyusunan perencanaan pembelajaran (Plan) yang merupakan awal dan pembimbingan yang berkelanjutan. namun dalam kontek PIGP pembimbing. h. Do (melaksanakan). D. Diakhir diskusi refleksi moderator tidak perlu menyampaikan simpulan/rekomendasi tertentu dari hasil refleksi. Jika ada tenaga ahli yang hadir. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 14 . Dari hasil pemantauan proses pembelajaran dan proses pelaksanaan LS diketahui bahwa pendekatan ini didasarkan pada prinsip-prinsip yang sama dengan PIGP sehingga guru-guru yang terlibat menunjukkan antusiasme dalam kegiatan peningkatan kualitas pembelajaran. penilaian. justifikasi tertentu untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Dalam kontek lesson study regular. Salah satu pendekatan dalam pembimbingan guru pemula adalah Lesson Study (LS). dan pelaporan. pengenalan sekolah dan lingkungannya. Integrasi Lesson Study dalam PIGP Berdasarkan uraian di atas. Dengan demikian. Dalam proses pembimbingan sebagai tahapan yang penting pada pengembangan karir guru harus diperhatikan prinsip-prinsip yang mendasarinya sehingga diharapkan kompetensi yang dimiliki guru pemula dapat berkembang dengan optimal. moderator dapat mempersilahkan tenaga ahli tersebut untuk memberikan wawasan lebih dalam tentang pembelajaran yang telah berlangsung. setelah masukan-masukan yang dikemukakan observer dianggap cukup. rekomendasi. kepala sekolah.

pihak sekolah menggunakan Panduan Kerja yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. a. Kepala Sekolah Dalam tahap persiapan kepala sekolah melakukan hal-hal berikut. ketersediaan pembimbing yang memenuhi syarat. penyediaan buku pedoman. KS 02. Melakukan analisis kebutuhan dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain: ciri khas sekolah/madrasah. dan keberadaan organisasi profesi yang terkait (Gunakan Form KS 01. Tahap Persiapan Tahap persiapan dilaksanakan pada bulan ke-1 (kesatu) implementasi PIGP. Berdasarkan kajian saat ini. Tahap-tahap lesson study dapat diintegrasikan kedalam tahap-tahap pelaksanaan PIGP. Model pelaksanaan PIGP dapat dilaksanakan dengan berbagai pendekatan.BAB III PELAKSANAAN PROGRAM INDUKSI GURU PEMULA (PIGP) Dalam melaksanakan PIGP. A. dan KS 03) Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 15 . Sekolah/madrasah yang akan melaksanakan PIGP perlu melakukan hal-hal berikut: 1. pendekatan yang dapat dilaksanakan adalah melalui lesson study. latar belakang pendidikan dan pengalaman guru pemula.

Menunjuk seorang pembimbing bagi guru pemula yang memiliki kriteria sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan menerbitkan surat keputusan (SK) kepala sekolah. Analisis Kebutuhan Sekolah Penyelenggara PIGP (PS. mengisi cheklist tugas pembimbing dalam PIGP (PB. format administrasi pembelajaran/pembimbingan. dengan pelatih seorang pengawas yang telah lulus program pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi pelatih PIGP. Form PB.05). Pengawas Sekolah Sebelum melakukan tahap persiapan. pembimbing melakukan analisis kebutuhan dengan mempertimbangkan faktor-faktor antara lain: ciri khas sekolah/madrasah.04).03) dan program semester (PS.06). dan menyusun prioritas pembimbingan (PB.b.01).03). 2. f. d.01) b. Pembimbing Dalam tahap persiapan. Jadwal Kegiatan Pengawasan (PS. Menyusun rencana tindak implementasi PIGP (Gunakan Form KS 05). Selanjutnya pengawas sekolah melakukan perencanaan pengawasan dalam PIGP dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. menyiapkan instrumen monitoring implementasi PIGP (Dapat menggunakan Form PS 07). pengalaman guru pemula. 3.02) c. menyusun jadwal kegiatan pembimbingan (PB.02).07). Mempersipkan dan melaksankan pelatihan PIGP yang diikuti oleh kepala sekolah/madrasah dan calon pembimbing. pengawas sekolah mempelajari buku-buku panduan dan modul PIGP. menyusun Rencana Tindak Pembimbingan (PB. dan informasi lain yang dapat membantu guru pemula belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah/madrasah (Gunakan Form KS 04). e. Menyusun jadwal implementasi PIGP (Gunakan Form KS 06).05).04) d. Menyusun rencana kepengawasan tahunan (PS. prosedur kegiatan sekolah/madrasah. dan Jadwal Kegiatan Monitoring (PS. Menyusun rencana tindak pengawasan (PS. keberadaan organisasi profesi yang terkait. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 16 . c. Mengisi format identifikasi tanggung jawab pengawas sekolah dalam PIGP (PS. melakukan identifikasi kompetensi pembimbing (Evaluasi Diri Pembimbing. latar belakang pendidikan. Menyiapkan buku pedoman bagi guru pemula yang memuat kebijakan sekolah/madrasah.

Guru Pemula Setelah guru pemula diperkenalkan dengan lingkungan sekolah/madrasah oleh kepala sekolah dan pembimbing. a. 2. Melakukan evaluasi diri (gunakan Form GP 01a/ Form GP 01b dan GP 02a dan GP 02b) b. Pelatihan dapat dilakukan di setiap sekolah atau bersama-sama di KKG/MGMP. karyawan sekolah. termasuk melakukan observasi di kelas sebagai bagian pengenalan situasi. Memberikan pelatihan PIGP bagi kepala sekolah dan calon pembimbing. dan masyarakat sekitar. c. tata tertib sekolah/madrasah. d. memperkenalkan situasi dan kondisi sekolah/madrasah kepada guru pemula b. Kepala Sekolah Setelah guru pemula melapor kepada kepala sekolah/madrasah. memperkenalkan guru pemula kepada siswa. mendiskusikan rencana pembimbingan dan pengembangan keprofesian (Gunakan Form PB 06). dan kode etik guru. Pada bulan pertama dilakukan hal-hal sebagai berikut. Mempelajari kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Mempelajari buku pedoman dan panduan kerja bagi guru pemula. KKKS/MKKS. Tahap Pengenalan Sekolah/Madrasah dan Lingkungannya. e. 1. Tahap Pembimbingan Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 17 . data sekolah/madrasah. Mengamati situasi dan kondisi sekolah serta lingkungannya. atau diselenggarakan oleh dinas pendidikan setempat. selanjutnya guru pemula melakukan hal-hal berikut. Mempelajari ketersediaan dan penggunaan sarana dan sumber belajar di sekolah/madrasah. dan c. siswa. Pembimbing Tugas-tugas yang harus dilakukan oleh pembimbing dalam tahap pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya kepada guru pemula adalah: a. selanjutnya kepala sekolah memperkenalkan guru pemula kepada dewan guru. C. Pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya dilaksanakan pada bulan pertama setelah guru pemula melapor kepada kepala sekolah/madrasah tempat guru pemula bertugas.e. B. 3.

Lima indikator kinerja yang menjadi obyek dalam fokus Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 18 . observasi. Ini merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembelajaran ( plan) dalam lesson study. pedagogi. b. 41 tahun 2007 tentang standar proses. Melakukan observasi pembelajaran secara berkala. Khusus untuk satuan layanan bimbingan dan konseling dapat melihat contoh pada Form PB 07. dan pascaobservasi. Pembimbing Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pembimbing adalah sebagai berikut. Penyusunan perencanaan pembelajaran dapat dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut. Proses observasi pembelajaran dan pembimbingan dilakukan dalam tiga tahap. Dalam pembimbingan penyusunan perencanaan pembelajaran (Silabus dan RPP/Satuan Layanan). Membimbing guru pemula dalam menyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran/satuan layanan bimbingan dan konseling. Dalam membimbing penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran mempedomani Permen Diknas No. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap pembimbingan adalah sebagai berikut. Dengan teridentifikasinya permasalahan diharapkan guru dapat menentukan strategi pembelajaran efektif dan efisien. dan fasilitas. lembar kerja siswa. serta panduan/juknis terkait. dan menyepakati fokus observasi pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi paling banyak 5 (lima) indikator kinerja dari keseluruhan indikator kinerja sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang akan diisi oleh pembimbing dan lembar refleksi diri yang akan diisi oleh guru pemula. teaching materials berupa media pembelajaran. 1) Praobservasi Guru pemula dan pembimbing mendiskusikan. menentukan. 1. 1) Analisis permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran dapat mengarah pada permasalahan materi pembelajaran. yaitu praobservasi. serta permasalahan lainnya. pembimbing dapat membimbing secara langsung atau dapat pula bersama guru lain yang sejenis dalam MGMP sekolah ataupun tingkat kabupaten/kota. dan asesmen. a.Pelaksanaan pembimbingan dilakukan pada bulan ke dua sampai dengan bulan ke sembilan oleh guru yang telah ditetapkan sebagai pembimbing. Penyusunan dokumen perencanaan pembelajaran (lesson plan/RPP/Satuan layanan) dapat pula dilakukan secara bersama-sama dengan beberapa guru sejenis dan dosen untuk memperkaya ide-ide. 2) Guru secara bersama-sama mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi yang dituangkan dalam rancangan pembelajaran atau lesson plan.

dan didampingi oleh seorang notulis yang bertugas untuk mencatat hal-hal penting yang didiskusikan dalam refleksi (Gunakan Form U 01)  Moderator memperkenalkan diri dan membuka diskusi. dengan tata cara sebagai berikut:  Refleksi dipimpin oleh seorang moderator (kepala sekolah.02a atau Form PS/KS/PB. Hasil observasi ditulis di Lembar Pengamatan. Dalam tahap ini dapat menggunakan pendekatan lesson study.02b.observasi dapat ditentukan secara berbeda pada setiap pelaksanaan observasi yang didasarkan pada hasil observasi sebelumnya. Dalam konteks pendekatan lesson study. Fokus observasi yang telah disepakati ditulis di Lembar Refleksi (GP.02a atau Form PS/KS/PB. mengisi lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan secara objektif pada saat seketika pelaksanaan observasi dilakukan (Gunakan Form PS/KS/PB 01 dan Form PS/KS/PB.  Moderator memberikan kesempatan pertama kepada guru pemula untuk melakukan refleksi diri untuk menyampaikan ketercapaian target pembelajaran Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 19 . pembimbing. 3) Pascaobservasi Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah: a) Guru pemula mengisi lembar refleksi pembelajaran dan pembimbingan setelah selesai pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan (Gunakan Form GP 03a/ Form GP 03b) b) Pembimbing dan guru pemula mendiskusikan proses pembelajaran dan pembimbingan yang telah dilaksanakan. Dalam hal pemberian nilai.02b). atau observer yang ditunjuk).02b). 2) Pelaksanaan Observasi Pembimbing melakukan observasi pembelajaran yang dilaksanakan guru pemulai.03a atau GP 03) dan Instrumen Penilaian Kinerja Guru (PSKSPB. pada saat observasi pembelajaran para observer disarankan untuk menggunakan observasi pembelajaran yang lebih bersifat kualitatif untuk mengungkap berbagai fakta/fenomena aktivitas/proses belajar siswa yang menarik untuk didiskusikan dalam refleksi (Gunakan Form PB 10a/Form PB 10b). pembimbing menggunakan Form PS/KS/PB.02a atau PSKSPB.

dan kompetensi profesional sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 20 . dan (c) pelajaran berharga yang dipetik oleh observer.  Pengamat dalam menyampaikan komentar dengan kalimat yang santun. halus. D. bijak. Penilaian kinerja guru adalah penilaian dari tiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya (pasal 1 Peraturan Menteri Pendidikan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009). Tahap Penilaian 1. Secara lebih lengkap tata cara melaksanakan kegiatan lesson study dapat dilihat pada tata tertib melaksanakan lesson study (Form U 02).  Pengamat dalam menyampaikan komentar hendaknya terfokus pada: (a) proses belajar siswa.  Moderator memberikan kesempatan observer untuk menyampaikan hasil pengamatan (komentar). kompetensi sosial.yang telah dirancang. kondisi-kondisi khusus yang terjadi pada beberapa siswa saat pembelajaran. (b) pencapaian tujuan/kompetensi siswa. Penilaian berdasarkan penerapan kompetensi dalam melaksanakan kegiatan pokok pada tugas utama guru. Kompetensi guru yang dimaksud adalah kompetensi pedagogik.  Pengamat menganalisis hasil pengamatan serta menyampaikan alternative solusi. Metode Penilaian Penilaian guru pemula merupakan penilaian kinerja. dengan ketentuan sebagai berikut:  Pengamat menyampaikan terima kasih kepada guru model yang telah bersedia membuka kelas dan diobservasi.  Pengamat sebaiknya tidak mengulang menyampaikan hasil pengamatan yang telah disampaikan oleh pengamat lain. serta menggunakan kata “pembelajaran kita” untuk mengomentari proses pembelajaran . dan tidak berkesan menggurui. kompetensi kepribadian.  Moderator tidak perlu menyimpulkan karena berbagai alternatif solusi dapat diterapkan pada pembelajaran sehari-hari oleh masing-masing peserta refleksi. c) Pembimbing memberikan salinan lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan kepada guru pemula yang telah ditandatangani oleh guru pemula dan pembimbing untuk diarsipkan sebagai dokumen portofolio penilaian proses (assessment for learning) (Gunakan Form PB 08a/Form PB 08b).

membimbing. dan pendidikan menengah (pasal 1 UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen). mengajar. Sedangkan tugas utama guru adalah mendidik. Setiap hasil penilaian tahap pertama dan tahap kedua memuat penjelasan mengenai kemajuan pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan oleh guru pemula yang dapat menjadi bahan masukan bagi perbaikan guru pemula untuk memperoleh nilai kinerja baik. (2) melaksanakan pembelajaran. dan (5) melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru (pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru). Penilaian tahap kedua dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas pada bulan kesepuluh dan kesebelas. Penilaian kinerja dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian kinerja guru yang lebih fokus pada penerapan kompetensi pedagogik dan profesional. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. maupun guru BK/Konselor. dan instrumen/lembar observasi untuk mengukur penerapan kompetensi kepribadian dan sosial dalam melaksanakan kegiatan pokok/tugas utama guru. Instrumen penilaian kinerja pelaksanaan pembimbingan untuk BK/Konselor. Penilaian dapat dilakukan melalui observasi pembelajaran dan observasi pelaksanaan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru. c. Instrumen Penilaian Kepribadian dan Sosial Guru Pemula 2. Hasil penilaian setiap sub-kompetensi dicantumkan dengan memberikan tanda cek (√) dan deskripsinya berdasarkan observasi. Penilaian tahap pertama yang dilakukan oleh pembimbing bersamaan dengan proses pembimbingan pada bulan kedua samapai bulan kesembilan (assessment for learning). b. baik guru mata pelajaran. Deskripsi hasil penilaian menjadi masukan atau umpan balik untuk perbaikan pada pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan berikutnya. melatih. Penilaian dilakukan dalam dua tahap. Tahap-tahap pemberian nilai adalah sebagai berikut: a.Kompetensi guru). menilai. mengarahkan. pendidikan dasar. Pemberian Nilai Kinerja Guru Pemula Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 21 . (4) membimbing dan melatih peserta didik. (3) menilai hasil pembelajaran. Instrumen penilaian yang digunakan adalah: a. Instrumen penilaian kinerja pelaksanaan pembelajaran untuk guru mata pelajaran atau guru kelas. guru kelas. Kegiatan pokok guru adalah kegiatan pokok: (1) merencanakan pembelajaran.

dengan cara menetapkan skor pada rentang sebagai berikut: No 1. penilai menentukan setiap skor indikator kinerja dengan rumus sebagai berikut: Total Pernyataan “Ya” Skor Indikator Kinerja = Total Pernyataan “Ya” maksimal X 100 Hasil perhitungan di atas. studi (penggalian) dokumen. 4. Nilai Kinerja Guru rentang 14-56 (guru mata pelajaran/kelas) atau rentang 14-72 (guru BK/Konselor) Untuk menentukan Nilai Kinerja Guru rentang 14-56 (guru mata pelajaran/kelas) atau rentang 1472 (guru BK/Konselor) dengan cara menjumlahkan semua skor indikator kinerja. dikonversi ke skor 4-3-2-1. 2) Penentuan Skor Indikator Kinerja Berdasarkan catatan hasil pengamatan. wawancara. Butir indikator kinerja yang dinyatakan “ya” memiliki skor satu. 3. Rentang skor 0<x≤25% 25%<x≤50% 50%<x≤75% 75%<x≤100% Skor 1 2 3 4 3) Penentuan Nilai Kinerja Guru Pemula a. dan bukti-bukti berupa data lain yang dikumpulkan selama proses penilaian kinerja guru. 2. Nilai Kinerja Guru Konversi 100 22 Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 . Penetapan “ya” atau tidak pada setiap butir penilaian indikator kinerja berdasarkan hasil kajian/analisis berbagai dokumen dan/atau analisa catatan pengamatan dan/atau pemantauan yang dapat menggambarkan secara utuh untuk setiap butir penilaian. sedangkan yang dinyatakan “tidak” memiliki skor 0.Setelah bukti-bukti kinerja diperoleh melalui pengamatan dan/atau pemantauan penilai dapat menentukan nilai dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Penentuan Skor Butir Indikator Kinerja (Penetapan Pernyataan “Ya” atau “Tidak”) Skor butir indikator kinerja ditentukan berdasarkan pernyataan “ya” atau “tidak” yang telah ditetapkan. b. pemantauan.

untuk menentukan Nilai Kepribadian dan Sosial Guru Pemula dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Penetapan pernyataan “ya” atau “tidak. Penentuan Kategori Nilai Kinerja Guru Kategori Nilai Kinerja Guru Pemula dapat dilihat pada tabel Nilai Kinerja berikut: Nilai Kinerja 91.75 51 – 60 ≤ 50 Sebutan Amat Baik Baik Cukup Sedang Kurang b. Hasil pengamatan. jika tidak terdapat bukti yang mendukung butir penilaian 2) Menentukan skor butir: skor 1 untuk pernyataan “ya”. serta wawancara di luar pelaksanaan pembelajran. dan 0 untuk pernyataan “tidak” 3) Menghitung skor indikator penilaian dengan ketentuan sebagaimana ketentuan penilaian kinerja di atas Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 23 .100 76 – 90 61 . pemantauan dan wawancara dikaji/analisis. jika terdapat bukti yang mendukung butir penilai an b) “tidak”.Untuk menentukan Nilai Kinerja Guru Konversi 100 dapat dilakukan dengan cara membagi total skor indikator kinerja perolehan dibagi jumlah skor indikator kinerja maksimal (56 untuk guru mata pelajaran/guru kelas dan 72 untuk guru BK/Konselor) dikalikan dengan 100. maka Nilai Kinerja Guru Pemula konversi 100 dapat dirumuskan sebagai berikut: 1) Nilai Kinerja Guru Mata Pelajaran/Kelas Jumlah Skor Indikator Kinerja Perolehan Nilai Kinerja Guru Pemula = Konversi 100 56 2) Nilai Kinerja Guru BK/Konselor Jumlah Skor Indikator Kinerja Perolehan x 100 Nilai Kinerja Guru Pemula Konversi 100 = x 100 72 c. dengan ketentuan sebagai berikut: a) “ya”. Pemberian Nilai Kepribadian dan Sosial Penilaian kepribadian dan sosial guru pemula dilakukan melalui pengamatan pada pelaksanaan pembelajaran dan/atau pemantauan.

Penilaian tahap pertama merupakan penilaian proses (asesment for learning) sebagai bentuk pembimbingan guru pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dan pembimbingan. b. Penilaian tahap ini dilakukan oleh pembimbing melalui observasi pembelajaran dan pembimbingan dan observasi kegiatan yang menjadi beban kerja guru pemula. yang mengarah pada peningkatan kompetensi dalam pembelajaran/pembimbingan. Proses Penilaian a. memberikan umpan balik secara reguler. Tujuan penilaian tahap pertama ini adalah untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu dikembangkan. melaksanakan pembelajaran dan pembimbingan. Pembimbing dapat memberikan contoh proses pembelajaran dan pembimbingan yang baik di kelasnya atau di kelas yang diajar oleh guru lain.4) Menghitung Nilai dan Kategori Nilai Kepribadian dan Sosial dengan ketentuan sebagaimana ketentuan penilaian kinerja di atas. Proses Penilaian Tahap Kedua Penilaian tahap kedua dilaksanakan pada bulan kesepuluh sampai dengan bulan kesebelas berupa observasi pembelajaran/pembimbingan. dan masukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah. pembinaan. dan pemberian dukungan dalam pelaksanaan bimbingan dan penilaian guru pemula. Dalam penilaian tahap pertama ini pengawas melakukan pemantauan. dan memberikan saran perbaikan dengan melakukan diskusi secara terbuka tentang semua aspek mengajar dengan suatu fokus spesifik yang perlu untuk dikembangkan. Observasi pembelajaran/pembimbingan pada Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 24 . ulasan. Selama berlangsungnya penilaian tahap pertama kepala sekolah/madrasah memantau pelaksanaan bimbingan dan penilaian tahap pertama terhadap guru pemula. dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setiap bulan atau minimal 6 (enam) kali selama masa penilaian tahap pertama menggunakan Form PB 09a/Form PB 09b dan Form PB09c. dan masukan oleh guru pembimbing. menilai hasil pembelajaran dan pembimbingan. Penilaian Tahap Pertama Penilaian tahap pertama dilaksanakan pada bulan kedua sampai dengan kesembilan berupa penilaian kinerja guru melalui observasi pembelajaran dan pembimbingan. ulasan. Penilaian tahap pertama ini dilaksanakan selama pelaksanaan kegiatan pokok proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya. 3. dan melaksanakan tugas tambahan. Penilaian tahap kedua merupakan penilaian hasil (asesment of learning) yang bertujuan untuk menilai kompetensi guru pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya.

dan lembar refleksi yang akan diisi oleh guru pemula (Gunakan Form GP 03a/Form GP 03b). b) Kepala sekolah/madrasah. 3) Pascaobservasi Kegiatan yang dilakukan pascaobservasi adalah: a) Guru pemula mengisi lembar refleksi pembelajaran/pembimbingan setelah pembelajaran/pembimbingan dilaksakan (Form GP 03a/Form GP 03b). pengawas sekolah/madrasah dan guru pemula mendiskusikan hasil penilaian pada setiap tahap pembelajaran/pembimbingan. sedangkan oleh pengawas sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 2 (dua) kali (Gunakan Form PS/KS. dengan pertimbangan agar tidak menggangu proses pembelajaran dan pembimbingan.). Apabila kepala sekolah/madrasah dan pengawas menemukan adanya kelemahan dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan pembimbingan oleh guru pemula. d) Guru pemula dan kepala sekolah/madrasah atau pengawas sekolah/madrasah menandatangani lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan (Gunakan Form PS Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 25 . Langkah observasi pembelajaran dalam kontek penilaian dan pembimbingan yang dilakukan kepala sekolah dan pengawas dalam tahap kedua adalah sebagai berikut: 1) Praobservasi Kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah bersama guru pemula menentukan dan menyepakati fokus observasi pembelajaran dan pembimbingan yang meliputi paling banyak 5 (lima) sub-kompetensi dari keseluruhan kompetensi sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang akan diisi oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah (Gunakan Form KS 07a/Form KS 07b atau Form PS 06a/Form PS 06b). maka kepala sekolah/madrasah dan/atau pengawas wajib memberikan umpan balik dan saran perbaikan kepada guru pemula. c) Kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah memberikan masukan kepada guru pemula setelah observasi selesai. 2) Pelaksanaan Observasi Kepala sekolah atau pengawas sekolah/madrasah mengisi lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan secara objektif dengan memberikan nilai pada saat seketika pelaksanaan observasi dilakukan (Gunakan Form KS 07a/Form KS 07b atau Form PS 06a/Form PS 06b).penilaian tahap kedua dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali. Observasi pembelajaran/pembimbingan dalam penilaian tahap kedua oleh kepala sekolah/madrsah dan pengawas disarankan untuk tidak dilakukan secara bersamaan.01b. Kegiatan b) dan c) dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan lesson study.01a atau PS/KS.

cukup. Selanjutnya guru pemula dinyatakan memiliki nilai kinerja dengan kategori amat baik. Contoh laporan hasil kinerja guru pemula dapat dilihat pada Form KS 10. atau kurang. laporan hasil pelaksanaan PIGP berisi: a. Kepala sekolah memberikan salinan lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan kepada guru pemula. Guru pemula dinyatakan berhasil jika: a. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 26 . Data sekolah/madrasah. b. baik. Hasil penilaian kinerja guru pemula pada akhir PIGP ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pembimbing. Tahap Pelaporan Penyusunan laporan dilaksanakan pada bulan kesebelas setelah penilaian tahap kedua. 2. Nilai kinerja minimal Baik (minimal 76) b. 3. jujur. Peserta PIGP dinyatakan berhasil. Waktu pelaksanaan PIGP.06a/Form PS 06b atau Form KS 07a/Form KS 07b). adil. jika semua sub-kompetensi pada penilaian tahap kedua paling kurang memiliki nilai baik (Gunakan Form KS 08a/Form KS 08b). c. Penentuan keputusan pada Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula berdasarkan pengkajian penilaian tahap kedua dengan mempertimbangkan penilaian tahap pertama. 4. Pengajuan penerbitan sertifikat PIGP dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah yang disampaikan kepada kepala dinas pendidikan atau kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota bagi guru pemula yang telah memiliki Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dengan nilai baik. Sertifikat tersebut menyatakan bahwa peserta PIGP telah berhasil menyelesaikan PIGP dengan nilai baik. Setiap Nilai Kepribadian dan Sosial minimal Baik (76) Selanjutnya. dan demokratis. terbuka. akuntabel. Setiap skor indikator kinerja minimal Baik (3) c. Data guru pemula peserta PIGP. Penyusunan draft Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula oleh kepala sekolah/madrasah berdasarkan pembahasan dengan pembimbing dan pengawas sekolah/madrasah (Gunakan Form KS 09a/Form KS 09b). kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah dengan mengacu pada prinsip profesional. sedang. E. Untuk menentukan keputusan nilai kinerja guru pemula. kepala sekolah membuat rekapitulasi hasil nilai penilaian kinerja (Gunakan Form KS 08a/Form KS 08b). dengan prosedur sebagai berikut: 1. Penandatanganan Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah.

dan juga sebagai bagian dari proses penjaminan mutu pendidikan. Secara lengkap dapat dilihat pada Form KS 11. Format sertifikat PIGP dapat dilihat pada Form U 03. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 27 . Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula yang menyatakan kategori nilai kinerja guru pemula (amat baik. Deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian tahap pertama. baik. Penyampaian laporan hasil pelaksanaan PIGP: a. sedang dan kurang) ditandatangani kepala sekolah/madrasah. cukup. Evaluasi implementasi PIGP dilakukan melalui pemantauan langsung maupun menggunakan instrumen yang sesuai oleh lembaga-lembaga terkait. Laporan hasil pelaksanaan PIGP yang berstatus bukan PNS disampaikan oleh Kepala Sekolah/Madrasah kepada penyelenggara pendidikan dan Kepala Dinas Pendidikan/Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota. 2. Deskripsi pelaksanaan pembimbingan oleh pembimbing. Evaluasi Program Implementasi PIGP perlu dievaluasi sebagai bahan masukan untuk menentukan kebijakan serta perbaikan implementasi tahun berikutnya. e. 1. Pengawas sekolah menandatangani Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula. Laporan hasil pelaksanaan PIGP yang berstatus CPNS dan PNS mutasi dari jabatan lain disampaikan oleh kepala sekolah/madrasah kepada Kepala Dinas Pendidikan/Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya untuk diteruskan ke Badan Kepegawaian Daerah. Dinas Pendidikan Provinsi/Kantor Wilayah Kementerian Agama melaksanakan evaluasi implementasi PIGP dalam lingkup provinsi dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggungjawabnya. b. g. Deskripsi pelaksanaan dan hasil penilaian tahap kedua. f.d. h. BAB IV EVALUASI DAN BIMBINGAN TEKNIS A. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan PIGP secara nasional.

Penyelenggara pendidikan memberikan bimbingan teknis terhadap implementasi PIGP pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menjadi tanggungjawabnya. 2. Penyusunan instrumen evaluasi. dan manfaat evaluasi. (3) metode pelaksanaan evaluasi.3. 1. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kantor Kementerian Agama memberikan bimbingan teknis terhadap implemnetasi PIGP dalam lingkup kabupaten/kota dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggungjawabnya. berupa lembar obervasi dan/atau angket. Penyusunan laporan hasil evaluasi. tujuan. Prosedur evaluasi dalam rangka menjamin akuntabilitas implementasi PIGP dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. 2. 4. Dinas Pendidikan/Kota atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota melaksanakan evaluasi implementasi PIGP dalam lingkup kabupaten/kota dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggungjawabnya. Prosedur bimbingan teknis dalam rangka membantu daerah atau sekolah agar dapat melaksanakan PIGP dengan baik dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 28 . Pelaksanaan evaluasi di lapangan. (2) sasaran. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bimbingan teknis terhadap implementasi PIGP secara nasional. (4) sistematika laporan hasil evaluasi. Bimbingan Teknis Hasil evaluasi oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pendidikan terkait dapat dijadikan dasar pertimbangan untuk melakukan perbaikan dengan merevisi kebijakan dan/atau memberikan bimbingan teknis bagi daerah atau sekolah yang membutuhkan. Dinas Pendidikan Provinsi/Kantor Wilayah Kementerian Agama memberikan bimbingan teknis terhadap implementasi PIGP dalam lingkup provinsi dan sekolah/madrasah yang menjadi tanggungjawabnya. tempat. Penyusunan panduan evaluasi yang memuat: (1) latar belakang. B. 4. 3. dan waktu evaluasi. 4. Penyelenggara pendidikan melakukan evaluasi implementasi PIGP pada sekolah/madrasah yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menjadi tanggungjawabnya. 3.

atau masyarakat. Penyusunan panduan bimbingan teknis yang memuat: (1) latar belakang. maka perlu dilaksanakan PIGP. Penyusunan laporan hasil bimbingan teknis. dan waktu bimbingan teknis. Penggunaan Panduan Kerja. 3. pengenalan sekolah dan lingkungannya. Program Induksi Guru Pemula adalah kegiatan orientasi. (4) sistematika laporan hasil bimbingan teknis. dan praktik pemecahan sekolah/madrasah di tempat tugasnya. Dalam tahap persiapan. Penyusunan materi bimbingan teknis yang meliputi Penjelasan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang PIGP. Pelaksanaan bimbingan teknis di lapangan. 4. penilaian. tempat. pemerintah daerah. pengembangan. BAB V PENUTUP Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali ditugaskan melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah. dan pelaporan. (2) sasaran. pelatihan di tempat kerja. Penjelasan Petunjuk Teknis PIGP. dan manfaat bimbingan teknis.1. Penilaian dan Penggunaan Instrumen Penilaian Kinerja. pelaksanaan pembimbingan. Dalam melaksanakan tugasnya guru pemula perlu beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah dan dapat melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah/madrasah. Program Induksi Guru Pemula dilaksanakan melalui tahap-tahap persiapan. pembimbingan. tujuan. (3) strategi pelaksanaan bimbingan teknis. 2. dan observasi pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pendekatan lesson Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada 29 .

dan dinyatakan lulus jika memperoleh nilai minimal kategori baik. Pada kegiatan lesson study pengamat (observer) dituntut untuk mengamati aktivitas belajar siswa selama pembelajaran. kepala sekolah. Kelengkapan implementasi PIGP ini diharapkan dapat digunakan untuk mensukseskan implementasi PIGP di sekolah/madrasah. Mengingat akan pentingnya PIGP untuk mempercepat peningkatan kompetensi dan keprofesionalan guru pemula. Untuk mengimplementasikan PIGP pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyiapkan seperangkat panduan kerja. Lesson study dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pengkajian pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh sekelompok guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.study. khususnya guru pemula dapat dikembangkan atau ditingkatkan melalui PIGP. dan pembimbing. Kompetensi-kompetensi guru. serta buku model implementasi PIGP. Buku Model Implementasi PIGP Tahun 2012 30 . maka diharapkan semua pihak terkait di daerah dapat berperan aktif dalam mensosialisasikan dan mengimplementasikannya. modul bagi pengawas sekolah. Aktivitas belajar siswa di kelas merupakan gambaran dari kinerja/kompetensi guru. Guru pemula yang mengikuti PIGP akan dinilai menggunakan penilaian kinerja guru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->